basmalah Pictures, Images and Photos
Ujian Akidah di Balik Pemindahan Kiblat - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Paling banyak dibaca

Ujian Akidah di Balik Pemindahan Kiblat Studi ini mengungkap berbagai bentuk mak...

Ujian Akidah di Balik Pemindahan Kiblat

Ujian Akidah di Balik Pemindahan Kiblat

Studi ini mengungkap berbagai bentuk makar dan tipu daya yang dilakukan oleh sebagian kaum Yahudi terhadap Islam dan kaum muslimin. Namun, yang lebih penting dari sekadar mengetahui bentuk tipu daya tersebut adalah memahami bagaimana sebuah serangan dapat diarahkan kepada fondasi keimanan manusia.

Kaum muslimin diperingatkan agar waspada terhadap permainan politik, rekayasa, fitnah, dan berbagai upaya yang dapat menimbulkan mudarat. Mereka juga diingatkan agar tidak menyerupai orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.

Sebab, sebuah makar tidak selalu datang dalam bentuk serangan yang terbuka. Ia dapat hadir melalui pertanyaan, keraguan, argumentasi yang tampaknya masuk akal, bahkan melalui sesuatu yang pada permukaannya terlihat seperti pembelaan terhadap kebenaran.

Di sinilah Al-Qur’an membongkar sebab-sebab yang tersembunyi di balik sebagian perkataan dan perbuatan kaum Yahudi pada masa itu. Mereka tidak hanya berusaha menghadapi kaum muslimin secara lahiriah, tetapi juga berusaha mengguncang keyakinan mereka dari dalam.

Salah satu persoalan yang mereka jadikan sarana adalah nasakh, yaitu penghapusan atau penggantian sebagian perintah dan ketentuan agama dengan ketentuan yang lain sesuai dengan kehendak dan hikmah Allah.

Mereka menjadikan perubahan hukum sebagai bahan untuk menimbulkan keraguan terhadap sumber wahyu. Mereka berkata, kurang lebih:

«“Kalau semua ini benar-benar berasal dari Allah, mengapa ada perintah yang dihapus? Mengapa muncul perintah baru yang menggantikan perintah sebelumnya?”»

Pertanyaan itu sekilas tampak sederhana. Tetapi di baliknya terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar: apakah manusia percaya bahwa Allah Mahamengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya?

Jika Allah adalah Rabb Yang Mahabijaksana, maka perubahan suatu ketentuan tidak menunjukkan adanya pertentangan dalam wahyu. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa Allah menetapkan sesuatu sesuai dengan hikmah, maslahat, serta keadaan manusia yang Dia ciptakan dan Dia ketahui secara sempurna.

Persoalan ini kemudian menjadi semakin nyata ketika terjadi pemindahan kiblat.

Pemindahan Kiblat dan Guncangan yang Ditimbulkannya

Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah saw. melaksanakan shalat menghadap Baitul Maqdis. Kiblat ini juga menjadi arah shalat kaum Yahudi. Keadaan tersebut kemudian dijadikan oleh sebagian mereka sebagai alasan untuk mengklaim bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. tidak berbeda dari agama mereka.

Namun, Rasulullah saw. memiliki keinginan agar kiblat kaum muslimin diarahkan kepada Ka'bah, Baitullah, rumah Allah yang menjadi pusat tauhid sejak masa Nabi Ibrahim a.s.

Keinginan itu tidak disampaikan sebagai keputusan pribadi. Rasulullah saw. menunggu petunjuk Allah. Hingga akhirnya Allah mengabulkannya dan memerintahkan kaum muslimin menghadap ke Masjidilharam.

Pemindahan kiblat bukan sekadar perubahan arah ketika shalat.

Ia merupakan perubahan orientasi umat.

Ka'bah menjadi simbol bahwa umat Islam memiliki identitas, arah, dan pusat kehidupan spiritualnya sendiri. Karena itu, perubahan tersebut juga memutus salah satu klaim yang selama ini digunakan oleh kaum Yahudi untuk mengaitkan Islam dengan agama mereka berdasarkan kesamaan kiblat.

Ketika argumentasi itu runtuh, muncul persoalan baru.

Keraguan mulai diarahkan kepada kaum muslimin:

«“Jika menghadap Baitul Maqdis itu sekarang dianggap tidak benar, bagaimana dengan shalat dan ibadah kalian selama ini? Apakah semuanya sia-sia? Dan jika sebelumnya benar, mengapa sekarang kiblat harus dipindahkan?”»

Pertanyaan seperti ini tampaknya berbicara tentang arah kiblat. Tetapi sesungguhnya sasarannya jauh lebih dalam.

Yang hendak diguncang bukan sekadar arah shalat, melainkan kepercayaan kaum muslimin terhadap wahyu dan kepemimpinan Rasulullah saw.

Jika mereka berhasil membuat kaum muslimin meragukan sumber perintah, maka yang terguncang bukan hanya satu hukum. Yang terguncang adalah fondasi akidah.

Ketika Keraguan Masuk ke Dalam Jiwa

Makar semacam ini ternyata dapat memberikan pengaruh kepada sebagian kaum muslimin. Mereka kemudian bertanya kepada Rasulullah saw. dengan perasaan cemas dan gelisah.

Hal ini menunjukkan sesuatu yang sangat manusiawi.

Orang yang telah beriman sekalipun dapat mengalami keguncangan ketika berhadapan dengan pertanyaan yang terus-menerus diulang dan diarahkan kepada titik paling sensitif dalam keyakinannya.

Keraguan sering kali tidak datang sebagai penolakan langsung terhadap agama. Ia datang melalui pertanyaan yang sedikit demi sedikit menggerogoti kepastian.

Karena itu, Al-Qur’an tidak membiarkan persoalan ini berlalu tanpa penjelasan.

Allah menjelaskan bahwa penghapusan atau penggantian sebagian ketentuan bukanlah tanda kelemahan dalam wahyu. Nasakh merupakan bagian dari kebijaksanaan Allah dalam menetapkan hukum bagi manusia.

Allah mengetahui apa yang dibutuhkan hamba-hamba-Nya. Dia mengetahui apa yang lebih baik bagi mereka, kapan suatu ketentuan harus diberlakukan, dan kapan suatu ketentuan diganti dengan ketentuan yang lain.

Dengan demikian, perubahan hukum tidak menunjukkan perubahan pengetahuan Allah. Justru manusialah yang mengalami perubahan keadaan, sedangkan Allah mengetahui seluruh perubahan itu sejak awal.

Di sinilah kaum muslimin diajarkan untuk membedakan antara perubahan hukum dan perubahan kebenaran.

Hukum dapat berubah sesuai dengan hikmah dan ketetapan Allah, tetapi kebenaran wahyu tidak pernah cacat.

Bahaya Kedengkian terhadap Nikmat Allah

Al-Qur’an kemudian mengungkap bahwa di balik sebagian penolakan tersebut terdapat kedengkian terhadap karunia Allah kepada kaum muslimin.

Allah telah memilih mereka untuk menerima risalah terakhir dan menurunkan kitab terakhir melalui Nabi Muhammad saw.

Persoalan ini bukan lagi sekadar perselisihan mengenai arah kiblat. Ia menyentuh persoalan yang lebih dalam: siapa yang dipilih Allah untuk menerima amanah risalah terakhir?

Karena itu, kaum muslimin diperingatkan agar tidak membiarkan dirinya dikembalikan kepada kekafiran setelah beriman hanya karena terpengaruh oleh tekanan, propaganda, atau keraguan yang dilemparkan dari luar.

Namun, peringatan ini juga mengandung pelajaran yang lebih luas.

Sebuah komunitas tidak selalu dihancurkan dengan kekuatan dari luar. Terkadang ia dilemahkan dengan membuat anggotanya meragukan identitas, sumber nilai, dan kepemimpinannya sendiri.

Ketika keyakinan terhadap fondasi itu melemah, masyarakat akan mudah terpecah.

Perselisihan di antara Ahli Kitab

Al-Qur’an juga membongkar sebuah ironi besar di antara kaum Ahli Kitab.

Masing-masing kelompok merasa dirinya memiliki kebenaran dan menjatuhkan kelompok yang lain. Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa orang-orang Nasrani tidak mempunyai pegangan, sementara orang-orang Nasrani mengatakan hal yang sama terhadap orang-orang Yahudi.

Mereka saling meniadakan, sementara masing-masing mengklaim dirinya berada di atas kebenaran.

Hal ini memperlihatkan bahwa klaim keagamaan tidak selalu identik dengan ketundukan kepada kebenaran.

Seseorang dapat berbicara tentang agama, membawa simbol agama, bahkan mengklaim memiliki kitab suci, tetapi tetap dapat terjebak dalam fanatisme, kedengkian, dan penolakan terhadap kebenaran ketika kebenaran itu datang tidak sesuai dengan kepentingannya.

Ka'bah dan Perebutan Arah Peradaban

Dalam konteks pemindahan kiblat, Al-Qur’an juga membongkar adanya upaya menghalangi kaum muslimin dari menghadap Ka'bah.

Persoalan ini tidak berhenti pada arah tubuh ketika shalat. Ka'bah adalah Baitullah dan salah satu simbol utama tauhid.

Karena itu, menghalangi manusia dari masjid dan dari mengingat nama Allah di dalamnya bukanlah persoalan kecil. Ia menyentuh hubungan manusia dengan tempat ibadah dan dengan Tuhannya.

Dari sini kita dapat memahami bahwa perebutan arah kiblat pada hakikatnya adalah bagian dari perebutan orientasi umat.

Ke mana umat menghadap?

Kepada siapa mereka tunduk?

Dari mana mereka mengambil nilai?

Dan kepada siapa mereka menyerahkan loyalitas tertingginya?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadikan persoalan kiblat jauh lebih besar daripada sekadar perubahan arah dalam shalat.

Sasaran Akhir: Menggoyahkan Identitas

Pada akhirnya, kaum muslimin dihadapkan pada satu kenyataan penting: sebagian Ahli Kitab tidak akan merasa puas sebelum kaum muslimin mengikuti jalan mereka.

Jika kaum muslimin tidak mengikuti agama mereka, maka tekanan dapat mengambil berbagai bentuk: argumentasi, propaganda, fitnah, tipu daya, dan berbagai bentuk permusuhan lainnya.

Namun, pelajaran yang lebih penting bagi kaum muslimin bukanlah membangun prasangka terhadap seluruh orang dari suatu kelompok. Al-Qur’an mengajarkan agar manusia melihat sikap, tindakan, dan posisi terhadap kebenaran, bukan membuat generalisasi tanpa batas.

Yang perlu diwaspadai adalah setiap upaya yang berusaha memalingkan manusia dari agamanya, mengguncang keyakinannya terhadap wahyu, atau membuatnya meninggalkan identitas dan prinsip yang telah diyakininya.

Di balik berbagai argumentasi yang tampak rasional, bisa saja terdapat kepentingan yang tersembunyi. Karena itu, seorang mukmin tidak cukup hanya mendengar sebuah argumentasi. Ia juga harus bertanya:

Ke mana argumentasi ini akan membawaku?

Apakah ia semakin mendekatkanku kepada Allah atau justru menjauhkan?

Apakah ia membuatku semakin tunduk kepada kebenaran atau semakin tunduk kepada tekanan manusia?

Apakah ia membangun keyakinan atau justru menanamkan keraguan tanpa dasar?

Inilah pelajaran reflektif dari pergolakan di sekitar pemindahan kiblat.

Ujian terbesar terkadang bukan ketika seseorang diminta meninggalkan agama secara terang-terangan. Ujian terbesar justru ketika ia dibuat meragukan agamanya sedikit demi sedikit, sampai akhirnya ia sendiri tidak lagi yakin mengapa harus mempertahankannya.

Karena itu, Al-Qur’an tidak hanya memberi tahu kaum muslimin tentang apa yang terjadi pada masa lalu. Ia juga membentuk kewaspadaan batin agar umat mampu mengenali pola yang sama ketika ia muncul dalam bentuk yang berbeda.

Sebab, sejarah dapat berganti wajah, bahasa dapat berubah, dan metode dapat berkembang. Tetapi pergulatan antara kebenaran dan kebatilan, iman dan keraguan, ketundukan kepada Allah dan ketundukan kepada hawa nafsu, akan terus menjadi bagian dari perjalanan manusia.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (363) Al-Qur’an (75) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (36) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (42) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (7) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (9) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (62) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (122) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (323) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (799) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (3) Politik (28) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) sirah penguasa (1) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (253) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (174) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)