basmalah Pictures, Images and Photos
Desember 2023 - Our Islamic Story

Choose your Language

Gaza Palestina, Tempat Dagang Terakhir Ayahnya Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar Ayahanda Rasulullah saw, Abdullah bin A...

Gaza Palestina, Tempat Dagang Terakhir Ayahnya Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Ayahanda Rasulullah saw, Abdullah bin Abdul Muthalib, merupakan seorang saudagar.  Saat wafatnya pun ketika sedang menjalankan profesinya sebagai saudagar. Bila Rasulullah saw sudah berdagang di usia belasan tahun, dengan melihat  berdagang sebagai budaya suku Quraisy, maka sebelum menikah dengan Siti Aminah pun, ayahnya Rasulullah saw sudah melakukan perjalanan dagang juga.

Kurang lebih dua atau tiga bulan setelah pernikahannya dengan Siti Aminah, Abdullah bin Abdul Muthalib keluar menuju Syam menuju Gaza (sekarang Palestina) bersama salah satu dari dua kafilah Quraisy dengan membawa barang-barang perniagaan. Saat itu Siti Aminah nampaknya telah hamil.

Palestina (Syam) merupakan tempat tujuan dagang yang paling sering dikunjungi oleh suku Quraisy. Terbukti saat Isra Miraj, Rasulullah saw bertemu dengan kafilah Quraisy yang baru pulang dari Palestina. Suku Quraisy pun sangat hafal secara detail struktur bangunan Masjidil Aqsa. Untuk menguji kebenaran Isra Mirajnya Rasulullah saw, suku Quraisy bertanya seluk beluk Masjidil Aqsa kepada Rasulullah saw. 

Rombongan kafilah dagang Abdullah pun berhasil menyelesaikan perniagaannya dan bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang dari Syam, waktu sampai kota Yatsrib, mendadak dia jatuh sakit. Abdullah pun berkata, "Biarkan aku tinggal disini saja, di tempat paman-pamanku yaitu di lembah Bani Adi An Najjar." Abdullah tinggal di tempat ini selama sebulan. 

Sedangkan teman-temannya segera pulang dan sampai di Mekah. Melihat rombongan Abdullah sudah tiba di Mekah, namun putranya tidak ada, Abdul Muthalib bertanya kepada mereka tentang keberadaan Abdullah.  Mereka memberitahukan bahwa Abdullah tinggal di rumah pamannya di Madinah dalam keadaan sakit.

Abdul Muthalib segera mengutus anaknya yang tertua yaitu Harits untuk menemui Abdullah. Harits mendapatkan adiknya, Abdullah, telah wafat dan dimakamkan di tempat salah satu pemuka Bani Adi bin Najar. Harits pun pulang dan memberitahukan wafatnya Abdullah pada Abdul Muthalib. Abdul Muthalib pun mengalami kesedihan yang mendalam.

Abdullah wafat dalam usia 24 tahun. Saat itu Rasulullah saw berada dalam kandungan dengan usia kurang lebih 3 bulan. Abdullah meninggalkan warisan seorang budak yang bernama Ummu Aiman dan lima ekor unta dan sekumpulan kambing. 


Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Harta Nabi, Abdul Fattah As Saman,  Pustaka Al Kautsar

Ragam Pengalaman Abdul Muthalib Bahwa Nabi Terakhir Berasal dari Keturunannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Abdul Muthalib mencerit...

Ragam Pengalaman Abdul Muthalib Bahwa Nabi Terakhir Berasal dari Keturunannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Abdul Muthalib menceritakan mimpinya ketika tidur di Al-Hijr. Dalam mimpinya, ada sebuah pohon yang tumbuh. Ujungnya menggapai langit. Ranting-rantingnya terbentang ke timur dan barat. Cahayan dari pohon tersebut tidak ada yang menandinginya. Cahayanya lebih besar dari matahari dua kali lipat.

Abdul Muthalib melihat orang Arab dan alam semesta bersujud kepadanya. Setiap saat pohon tersebut bertambah besar dan bertambah pula cahayanya, bertambah pula dahannya.

Kisah ini disampaikan kepada seorang dukun. Mendengar mimpi tersebut sang dukun berubah aura wajahnya. Kemudian dia berkata, "Jika mimpimu ini benar, maka akan keluar dari tulang rusukmu  seorang yang akan menguasai timur dan barat. Manusia akan tunduk kepadanya.

Dalam kisah lain, saat Abdul Muthalib berangkat bersama rombongan menuju Yaman. Dia bertemu dengan seorang laki-laki dari kalangan Yahudi yang sedang membaca kitab Zabur. Orang itu menghampirinya, lalu berkata, "Apakah kau mengizinkanku untuk melihat sebagian badanmu?"

Abdul Muthalib berkata, "Ya, selama itu bukan auratku." Sang Yahudi pun melihat dua lubang hidungnya dan berkata, "Aku menemukan suatu kerajaan pada satu lubang hidungmu dan kenabian pada lubang yang lain."

Sang Yahudi bertanya kembali, "Apakah engkau memiliki istri?" Abdul Muthalib berkata, "Belum." Sang Yahudi menyarankan agar Abdul Muthalib menikah dengan wanita dari Bani Zuhrah agar kenabian berada padanya. Karena sebab itu pula, kelak Abdullah di nikahan dengan Siti Aminah dari Suku Zuhrah.

Saat Abdul Muthalib sudah sepuh pun. Saat dia mewakili Quraisy dalam penobatan raja baru di Yaman. Sang raja mengajaknya berbicara secara rahasia. Sang raja mengungkapkan berdasarkan kitab suci dan kitab kuno, kenabian terakhir berasal dari keturunannya. 


Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar

Kesamaan Sejarah Nabi Ismail dan Ayah Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar Abdul Muthalib bernazar, bila memiliki sepuluh a...

Kesamaan Sejarah Nabi Ismail dan Ayah Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Abdul Muthalib bernazar, bila memiliki sepuluh anak laki-laki maka salah satu dari mereka akan dijadikan kurban. Saat memiliki putra yang ke sepuluh, ia memberikan nama yang tidak biasa  yaitu Abdullah yang berarti Hamba Allah. Padahal umumnya nama anak laki-laki di era tersebut mengacu kepada berhala adalah Abdul Uzza, hamba berhala Uzza, Abdul Manaf, hamba berhala Manaf dan yang sejenisnya.

Abdullah, putra Abdul Muthalib yang paling bagus rupanya dan yang paling dicintainya. Nazar pun dilakukan. Abdul Muthalib mengumpulkan ke sepuluh putranya. Saat diundi, ternyata yang keluar adalah Abdullah. Abdul Muthalib mengambil pisau besar untuk dikorbankan. Abdullah menurut saja apa yang dikehendaki ayahnya.

Eksekusi akan segera dilakukan. Namun sikap Abdul Muthalib ditentang oleh pemuka Quraisy. Apa sebabnya? Bila dilakukan maka akan dicontoh oleh suku Quraisy. Alasannya, Abdul Muthalib adalah wali negara dan memiliki pengaruh luas dan mendalam. Maka nazarnya harus dibatalkan.

Abdul Muthalib pun mendatangi dan membawa Abdullah ke peramal. Maka diganti dengan diyat 10 unta. Namun saat diundi yang keluar tetap Abdullah. Hingga undian ke sepuluh barulah keluar nama unta. Maka, nazar pengorbanan Abdullah ditukar dengan 100 ekor unta. 

Menyikapi peristiwa ini, setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Rasulullah saw bersabda, "Aku anak laki-laki dari dua orang yang disembelih." Maksudnya, Nabi Muhammad saw itu berasal dari keturunan Nabi Ismail dan Abdullah, yang keduanya pernah hendak disembelih oleh ayahnya masing-masing, tetapi tidak jadi. 

Sejak peristiwa tersebut, Abdullah jadi sangat terkenal di Mekah.
Ada kisah sebelum pernikahannya dengan Siti Aminah, walaupun diragukan kebenarannya, ada beberapa wanita yang ingin menikah dengan Abdullah. Imbalannya, wanita tersebut berani mengganti 100 unta yang sudah dikorbankan oleh ayahnya Abdul Muthalib.

Saat Abdul Muthalib menghadap raja Abrahah dari Yaman yang hendak menghancurkan Kabah. Abdul Muthalib meminta 200 unta yang ditahan oleh pasukan Abrahah.  Bila dibandingkan dengan unta yang dikorbankan sebagai pengganti nazarnya Abdullah. Maka kekayaan yang dikorbankan oleh Abdul Muthalib untuk Abdullah sebesar separuh dari hartanya.

Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw, Moenawar Chalil, GIP

Peristiwa Langit Di Malam Kelahiran Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Hassan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah saw yang ah...

Peristiwa Langit Di Malam Kelahiran Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Hassan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah saw yang ahli syair, berkisah saat masa kecilnya. Saat itu dia berusia sekitar 7 atau 8 tahun. Dia berkeliling di waktu subuh di Yatsrib. Dia mendengar suara keras yang belum pernah didengarnya dari sebuah benteng Yahudi di antar benteng Yahudi yang ada di Yatsrib.

Suara keras itu dari seorang Yahudi yang membawa pelita. Yahudi itu berteriak keras, "Wahai para pemuka yahudi!" Panggilan tersebut membuat semua penghuni  benteng berkumpul dan sambil berkata, "Ada apa denganmu?" 

Sang Yahudi yang membawa pelita itu, merupakan Yahudi yang selalu memperhatikan tanda-tanda alam di malam hari. Setiap malam, dia selalu menunggu tanda-tanda dari langit yang menunjukkan lahirnya Nabi terakhir yang ditunggu-tunggu oleh Yahudi. Sebab kedatangan mereka dari segala penjuru ke Madinah untuk menanti datangnya Nabi terakhir.

Sang Yahudi berkata, "Bintang Ahmad ini telah muncul! Bintang ini tidak akan muncul kecuali dengan sebab kenabian. Dan tiada lagi Nabi yang tersisa kecuali Ahmad." Pada riwayat lain, sang Yahudi berkata, "Telah nampak bintang Ahmad yang dilahirkan pada malam ini."

Hasan bin Tsabit masih ingat sosok Yahudi yang melihat bintang Ahmad tersebut. Saat Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Sang Yahudi tersebut justru yang mendustakan kenabian Muhammad saw karena sang Nabi bukan dari kalangan Yahudi.

Siapa saja yang melihat bintang tersebut? Di Mekah, Siti Aminah berkisah di malam kelahiran putranya Muhammad. Siti Aminah melihat bintang-bintang yang memberikan tanda kepadanya. Ada cahaya yang keluar dari bintang tersebut yang menerangi alam dan rumah-rumah, sehingga Siti Aminah tidak melihat kecuali cahaya saja. Cahayanya menerangi istana-istana Syam sehingga ia dapat melihat semua istana itu.

Yang melihat bintang tersebut tidak hanya Siti Aminah tetapi juga Asy Syifa Ummu Abdurrahman. Dia yang membantu kelahiran Siti Aminah. Asy Syifa berkisah bahwa cahaya itu menerangi dirinya sejauh antara timur dan barat, sehingga dia bisa melihat sebagian istana di negri Syam. Kisah ini selalu dikisahkannya sehingga Allah mengutus Rasul-Nya dan dia termasuk yang pertama masuk Islam.

Sumber:
Al Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar

Kelahiran dan Pembunuhan Para Bayi di Era Puncak Kezaliman Oleh: Nasrulloh Baksolahar Banyak ilmuwan dan pemimpin  Palestina yan...

Kelahiran dan Pembunuhan Para Bayi di Era Puncak Kezaliman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Banyak ilmuwan dan pemimpin  Palestina yang dibunuh oleh Mossad. Terakhir, Dr Sufyan Tayeh, Rektor Universitas Islam di Gaza, wafat karena serangan bom pesawat penjajah di Gaza pada Sabtu 2 Desember 2023. Beliau syahid bersama keluarganya setelah penjajah membom sebuah rumah di pemukiman Jabalia.

Wafatnya orang besar, akan melahirkan orang-orang besar lainnya. Di tahun wafat imam Abu Hanifah, terlahir pula bayi Syafii di Gaza. Saat Imam Syafii wafat. Allah telah menyiapkan seorang anak yang kelak dikenal sebagai imam Bukhari. Ini salah satu sunatullah yang terungkap dalam catatan sejarah. 

Di saat kezaliman memuncak, saat itu pula lahirlah bayi-bayi yang akan menghancurkan kezaliman tersebut. Saat kezaliman Firaun memuncak, lahirlah bayi Musa. Saat kezaliman Abrahah memuncak. Saat kezaliman di seluruh dunia memuncak di Romawi, Persia, India, dan Cina, lahirlah bayi Muhammad di Mekah. Allah akan mengganti generasi yang zalim dengan generasi baru yang mencintai Allah.

Saat kezaliman Tentara Mongol memuncak, sehingga seluruh wilayah yang dilaluinya musnah oleh kekejamannya, lahir bayi Saifuddin Qhutuz di Khawarizmi. Tentara Mongol menghabisi keluarga sultan Khawarizmi, ternyata masih ada anak dari keluarga sultan yang selamat. Kelak Saifuddin Qhutuz menghancurkan tentara Mongol di Palestina saat dia menjadi sultan Mesir. 

Saat kezaliman Tentara Salib memuncak, lahirlah  bayi Shalahuddin Al-Ayubi. Dia lahir dari pasangan suami-isteri yang memiliki obsesi dimana kelak dari keturunannya menjadi pembebas Baitul Maqdis. Bayi-bayi yang lahir di era kezaliman memuncak merupakan jiwa-jiwa baru yang akan melawan kezaliman itu sendiri.

Saat Zionis Israel bersama Amerika dan Inggris membumihanguskan rakyat Palestina dengan peristiwa Nakba 1948, maka lahirlah bayi-bayi di kamp pengungsian, yang kelak akan melahirkan gerakan intifadah yang kemudian berkembang menjadi Hamas. Sekarang penjajah Israel mulai merasakan perlawanan yang luar biasa hebat dari generasi yang sebelumnya hendak dihancurkan di era 40 dan 50-an. 

Bayi-bayi yang telah disiapkan Allah untuk menghancurkan kezaliman. Bayi yang menjadi generasi yang menggantikan orang-orang terpilih,  akan tetap diselamatkan oleh Allah.  Seperti bayi Musa yang diselamatkan Allah melalui sungai. Sejarah telah memberikan pelajaran  berharga tentang pembunuhan terhadap bayi, anak-anak dan perempuan oleh penguasa kezaliman.

Seberapa Kuat Amerika Mendukung Penjajah Israel? Oleh: Nasrulloh Baksolahar Elon Musk dan Blinken datang ke penjajah Israel mene...

Seberapa Kuat Amerika Mendukung Penjajah Israel?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Elon Musk dan Blinken datang ke penjajah Israel menemui Netanyahu. Akhirnya, Musk mendukung penjajah Israel untuk  menghabisi Hamas. Blinken mengkonfirmasikan tidak ada gencatan senjata permanen terhadap Hamas. Berarti, penjajah Israel mendapatkan sokongan yang kuat soal sikapnya di Gaza. Tidak akan ada lagi yang menghidupkan jaringan internet, bila penjajah Israel menghancurkan saluran komunikasi di Gaza. Amerika pun dan Barat sudah merestui pertempuran dilanjutkan. Jumat pagi, 1 Desember 2023, penjajah Israel kembali memborbardir Gaza, termasuk terhadap Rumah Sakit dan kamp pengungsian tiada henti.

Apakah ini menjadi pertempuran penjajah Israel yang terakhir sebelum keruntuhannya, selagi masih di topang kuat oleh Amerika dan Barat? Apakah strategi mengepung Beirut, dengan pemboman tiada henti selama dua bulan pada 1982 oleh penjajah Israel, untuk mengusir PLO yang dipimpin Yasser Arafat ke Tunisia akan kembali digunakan untuk mengusir Hamas di jalur Gaza?  Persoalannya adalah apakah janji Amerika dan Barat kepada penjajah Israel akan ditepati? Apakah janji sesama mereka dapat dipercaya?

Perhatikan perang Ukraina. Apakah Barat dan Amerika memenuhi janjinya? Apakah persenjataan yang dikirim sesuai janjinya? Ukraina baru menerima 57 tank dari negara-negara Barat dan Amerika per April 2023. Padahal yang dijanjikan sebayak 293. Pengirim terbanyak pun bukan dari Amerika melainkan Jerman dengan 18 tank Leopard. Ukraina pun tidak mudah menjadi anggota NATO dengan alasan korupsinya yang cukup kuat. Janji memang janji.

Sejak dimulainya konflik Ukraina lebih dari satu tahun yang lalu, AS telah memberikan lebih dari USD31,7 miliar bantuan keamanan untuk mendukung Kiev, termasuk tank M1 Abrams, ratusan senjata artileri, dan ribuan sistem anti-pesawat. Namun, Ukraina pada akhirnya harus membayar beberapa senjata yang diterimanya dari pendukung Baratnya. Peringatan itu diungkapkan Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Keamanan Internasional, Celeste Wallander, kepada Kongres pada Selasa (28/2/2023).

Salah satu penyebab Ukraina ditinggalkan karena pertempuran bergerak statis. "Jika Ukraina tidak mampu mencapai kemajuan pada musim panas ini, padahal mereka sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, maka dukungan militer Barat yang terus berlanjut hanya akan menyebabkan konflik yang berlarut-larut, memakan banyak biaya, dan sebagian besar bersifat statis, dan persediaan senjata mulai menipis" ungkap kata Sean Bill, analis militer, dilansir Sky News pada Oktober 2023. Berapa banyak anggaran Amerika dan Barat untuk mendukung Ukraina? Tentu saja akan mengganggu perekonomian Amerika dan Barat.

Invasi Amerika ke Afghanistan menelan biaya yang sangat tinggi. Inews menyebut dananya sampai triliunan dollar AS. Kemudian dikutip dari BBC, pada 2010-2012 saja ketika tentara Amerika di Afghanistan berjumlah 100.000 lebih, biaya perang meningkat jadi hampir 100 miliar dollar AS (kini Rp 1,43 kuadriliun) per tahun, menurut angka pemerintah AS. Tiga tahun saja telah menguras sebesar itu, bagaimana bila selama 20 tahun? Persoalan keuangan dan tak ada kemajuan kemenangan dalam menghadapi Taliban, membuat Amerika menarik dukungan terhadap pemerintah boneka Afghanistan. Apakah menarik dukungan Amerika akan terjadi kepada penjajah Israel juga?

Bila merujuk pada perang Ukraina dan Afghanistan, maka turunnya dukungan Amerika dan Barat disebabkan karena tidak adanya potensi kemenangan dalam pertempuran padahal pertempuran sudah berlangsung cukup lama. Yaitu, Ukraina telah berjalan 2 tahun, sedangkan Afghanistan 20 tahun. Sehingga sangat membebani keuangan dan merusak perekonomian Amerika dan Barat.

Walaupun Amerika terus memberikan dukungan terhadap penjajah Israel tanpa syarat, namun dengan bombardir tanpa henti namun target militernya tidak pernah tercapai hingga hati ini, padahal dana perang diperkirakan 4 trilyun sehari, berapa lama Amerika dan Barat mampu bertahan mendukung penjajah Israel? Semuanya tergantung kemampuan daya tempur rakyat Palestina dalam mempertahankan tanahnya.

Penjajah Israel membabi buta menghabisi rakyat Palestina untuk mencapai target agar terlihat ada kemajuan kemenangan dalam pertempuran dengan rentang waktu yang telah disepakati oleh Amerika dan Barat? 

Yang Penjajah Perang Israel, Yang Menanggung Biayanya Amerika Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Semakin banyak rudal perlawanan Palest...

Yang Penjajah Perang Israel, Yang Menanggung Biayanya Amerika

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Semakin banyak rudal perlawanan Palestina  memasuki daerah pendudukan Israel maka perekonomian Israel semakin hancur dan keuangannya semakin berat.

Sebab, penjajah Israel memasukkan gerakan perlawanan rakyat Palestina sebagai teroris, maka setiap kerusakan akibat dari gerakan perlawanan rakyat Palestina harus mendapatkan kompensasi dari penguasa Israel. 45.000 warga pemukim Zionis Israel akan mendapatkan kompensasi.

3/4 hotel di Israel sudah dipenuhi oleh warganya yang ketakutan. Siapa yang membayarnya? Tentu saja negara. Rumah dan fasilitas yang rusak warga Israel harus diberi kompensasi. Penguasa penjajah Israel kerepotan membiayai perang juga membayar kompensasi akibat serangan rudal.

Penjajah Israel memberikan banyak kemudahan agar orang Yahudi di seluruh dunia mau berkumpul di tanah Palestina. Harus menjamin keamanan, juga kesejahteraan. Ingatkah, kisah Mana wa Salwa saat Bani Israel bersama Nabi Musa dan Harun ke Palestina? Mereka meminta jaminan logistik dari langit.

Penguasa penjajah Israel juga kebingungan dengan rusaknya kesehatan mental warganya. Yang stress bukan saja tentaranya, tetapi keluarga dan kerabat yang anggota keluarganya dikirim ke perang Gaza. Tidak itu saja, mendengar sirene ada serangan, mereka pun jadi stress padahal di setiap rumah ada bungker di bawah tanah, untuk menghindari efek serangan. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan mental?

Perusahaan yang tidak beroperasi karena efek perang pun mendapatkan kompensasi kerugian. Berapa ruwetnya kondisi keuangan penjajah Israel. Sebab semuanya harus diganti dengan kompensasi bagi warganya yang terkena dampak perang.

Namun penjajah Israel masih bisa tenang, karena Amerika dan Barat akan terus membantu memberikan suntikan dana. Persoalannya, mengapa rakyat Amerika dan Barat yang justru menanggung biaya perang penjajah Israel? Memang aneh dunia ini.

Umat yang Terus Tumbuh Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bagaimana perjalanan umat bangsa-bangsa di dunia ini? Setiap umat diberikan m...

Umat yang Terus Tumbuh

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bagaimana perjalanan umat bangsa-bangsa di dunia ini? Setiap umat diberikan masa kejayaannya. Setiap umat diberi kesempatan memimpin peradaban. Untuk apa kejayaan itu? Ini yang menjadi ukuran langgeng atau hancurnya sebuah kejayaan. Ini yang menjadi kurun waktu sebuah peradaban.

Allah memberikan waktu pada kezaliman untuk memimpin. Allah biarkan sementara waktu. Setelah itu Allah menghancurkannya. Setelah itu semua yang dibangun, baik pemikiran, infrastruktur dan sumber dayanya menjadi tak bermanfaat sedikitpun. Apa yang dibangun di atas kezaliman dan kesesatan hanya seperti sarang laba-laba saja. Menakutkan dan terlihat kuat, namun sebenarnya amat rapuh dan lemah.

Umat seperti apa yang akan terjaga peradabannya? Umat seperti apa yang terus tumbuh memimpin peradaban? Nabi Musa sangat "iri" pada umat Nabi Muhammad saw. Kitab kuno dan kitab suci terdahulu selalu menceritakan kejayaan umat Nabi Muhammad saw yang akan terus memimpin peradaban. Juga sebagai contoh peradaban yang ideal yang membumi hingga hari kiamat.

Mari menginventarisasi sabda-sabda Rasulullah saw tentang akhir zaman. Pembebasan Roma, kemakmuran yang merata, pemimpin yang adil, Yahudi yang terkalahkan, gedung-gedung yang tinggi hingga tak ada lagi yang mau menerima sedekah. Ini gambaran capaian umat Nabi Muhammad saw. Berapa banyak yang belum terwujud?

Rasulullah saw menjelaskan periodisasi perjalanan umatnya, bahwa dipenghujung zaman, umatnya akan membangun kembali peradaban yang berlandaskan nilai-nilai seperti era Rasulullah saw dan Sahabat. Husnul khatimah itulah takdir umat Nabi Muhammad saw.

Setiap seratus tahun sekali, akan muncul para pembaharu. Ada tokoh dan organisasi yang dihadirkan Allah untuk melakukan "intervensi" terhadap siklus sejarah. Sehingga siklusnya menjadi naik kembali, tidak sampai ke titik nadir apalagi hancur. Pewaris para Nabi selalu dihadirkan di setiap zamannya.

Bukankah di akhir zaman akan bermunculan "saudaranya" Rasulullah saw? Yang membuat "iri" para Sahabat? Mereka tak bertemu Rasulullah saw tetapi tetap beriman dan berjihad mengikuti sunahnya. Kaum muslimin akan terus tumbuh dengan penjagaan dan pertolongan Allah selama mengikuti Allah dan Sunah Rasulullah saw.

Kerusakan Mental Para  Pembunuh Sipil Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mengapa Islam melarang pasukannya menembak anak, perempuan dan...

Kerusakan Mental Para  Pembunuh Sipil

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Mengapa Islam melarang pasukannya menembak anak, perempuan dan orang tua renta? Apalagi membantainya. Dalam perang, anak, wanita, tua renta dam yang tidak bertempur tetap dijaga darah, harta, nyawa, agama, keturunan dan kehormatannya. Hukum ini berlaku bagi semuanya.

Membunuh anak, wanita dan tua renta, tidak akan pernah mendapatkan kemenangan secara militer. Sebab, tak ada fasilitas militer yang dihancurkan. Yang terjadi justru perlawanan semakin meluas dan kuat karena alasan untuk melawan sudah sangat personal.

Secara psikologis, membunuh anak, wanita dan tua renta akan merusak mental tentaranya. Perasaan bersalah dan trauma semakin membebani. Ingat kisah film Samurai Jepang? Tentang pembunuh Hitokiri Battsai yang membunuh seorang ayah dihadapan putrinya? Tangisan sang putrinya membuat trauma mendalam bagi sang samurai si pembunuh berdarah dingin tersebut. Bagaimana jadinya dengan tentara biasa?

Penugasan militer di daerah pemukiman pendudukan, yang membunuh anak, wanita dan tua renta,  ternyata menimbulkan trauma berat juga. Sejak 2002, para jurnalis penjajah Israel berusaha untuk memperingatkan pemerintah penjajah agar mengakui dan ‘memperhitungkan dampak psikologis manusia’ dari pendudukan dan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya, ‘sebelum hal-hal abnormal’ menjadi ‘norma’. Namun kritikan ini tidak digubris oleh penguasa penjajah.

Bagaimana nasib mereka yang membunuh anak, wanita dan tua renta? Perhatikan nasib Musolini pemimpin Fasis Italia yang telah membunuh 70.000 rakyat Libya dengan cara membuat camp konsentrasi pada 1929-1934. Rakyat Libya diusir dari tanahnya. Lalu dikumpulkan di satu tempat yang kering kerontang dan dipagar tanpa fasilitas kehidupan yang memadai.

Musolini akhirnya mati dengan sangat mengenaskan. Malam-malamnya, diserbu oleh ketakutan karena kekalahan dari sekutu.  Dirinya ditangkap oleh para perlawanan di negrinya sendiri. Dibunuh lalu mayatnya digantung di tengah kota Milan dengan posisi kepalanya dibawah. Hitler di Jerman dan Stalin di Rusia pun bernasib sama.

Firaun sang pembunuh bayi pun terus dihantui ketakutan oleh mimpinya. Kekuasaan, kekuatan militer dan pendanaan yang kuat. Serta pendukungnya yang setia tidak bisa membuatnya tentram. Haman dan Qarun pun di hantui ketakutan. Itulah efek trauma ketakutan yang dipaparkan dalam Al-Qur'an dari efek pembunuhan terhadap anak, wanita dan tua renta.

Nasib Pemanipulasi dan Penghilang Sejarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel menghancurkan Gedung Arsip Pusat di kantor...

Nasib Pemanipulasi dan Penghilang Sejarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel menghancurkan Gedung Arsip Pusat di kantor pusat kota di Lapangan Palestina di Gaza dalam serbuan daratnya. Mereka juga menghancurkan ribuan dokumen sejarah yang mendokumentasikan pembangunan kota dan tahapan perkembangan perkotaannya.

Penjajah mengebom bangunan tersebut dengan tujuan membuat kota tersebut berada dalam kekacauan dan menghancurkan segala sesuatu yang berkaitan dengan sejarah dan peradabannya, apalagi arsip tersebut berisi dokumen-dokumen sejarah yang berusia lebih dari 100 tahun. Bagaimana nasib para penghancur dan pemanipulasi sejarah?

Yang menghapus sejarah akan hilang dari kancah sejarah. Banyak rezim penguasa yang menulis sejarah versinya sendiri. Akhirnya hancur. Namun bukti sejarah tetap ada, kelak ragam interpretasi akan bermunculan kembali.

Yahudi sejak dahulu berusaha keras memalsukan sejarah para Nabinya sendiri dengan kekejian dan penghinaan yang tak mungkin dilakukan oleh Nabi dan manusia sekalipun. Mereka berhasil memanipulasi di kitab sucinya. Namun kemudian Allah menurunkan Al-Qur'an dan hadist Rasulullah saw untuk meluruskannya kembali. Bagaimana nasib Yahudinya? Mereka terus terhina karena telah menghinakan sejarah.

Bangsa Mongol telah menghancurkan buku-buku di perpustakaan Baghdad. Bagaimana hasilnya? Bangsa Tartar terkalahkan. Berbeda dengan kaum Muslimin, disetiap pembebasan negri-negri asing, mereka mengumpulkan buku-buku lalu menterjemahkannya. Maka kaum Muslimin menjadi bangsa yang besar.

Belanda memalsukan sejarah kedatangan Islam ke Nusantara. Belanda memalsukan sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Bagaimana akhirnya? Terusir dan terkalahkan.

Order Baru menulis sejarah tentang minimnya peran ulama, tokoh muslim dan santri dalam perjuangan kemerdekaan. Lalu, bermunculan sejarawan terkini yang mengoreksi penulisan sejarah tersebut. Orde Baru pun tersungkur. Prinsip bahwa sejarah ditulis oleh pemenang tidak berlaku. Karena sejarah berdasarkan fakta.

Bukti otentik sejarah yang tidak akan pernah bisa dihapus dan dihilangkan adalah Al-Qur'an. Banyak bukti sejarah fisik lainnya yang diabadikan Allah. Jejak kaum Aad, Tsamud dan Luth yang tetap diabadikan.

Sangat unik penulisan sejarah yang berbasis Al-Qur'an. Al-Qur'an memaparkan sejarahnya terlebih dahulu dan juga menjelaskan tempat-tempat peninggalan Arkeologinya. Lalu para sejarawan menemukannya. Terbalik dengan penulisan oleh sejarawan, mereka menginterpretasikan bukti arkeologi sesuai pemahamannya. Sehingga penulisan sejarahnya bisa salah dan benar karena tergantung dari interpretasinya.

Efek Kupu-Kupu Perlawanan di Tepi Barat Oleh: Nasrulloh Baksolahar Keberanian telah muncul di Tepi Barat, terutama di Jenin. Ger...

Efek Kupu-Kupu Perlawanan di Tepi Barat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Keberanian telah muncul di Tepi Barat, terutama di Jenin. Gerakan perlawanan terus meningkatkan tekanannya. Sekitar 3.000 rakyat Palestina ditangkapi penjajah Israel di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023. Apa pengaruhnya?

Rakyat Palestina  di Tepi Barat, menghadapi bukan sembarang tentara, bisa jadi mereka adalah  tentara bayaran Amerika yang merupakan sepertiga dari jumlah militer penjajah Israel. Tentara tersebut sebagai pelindung bagi para pemukim pendudukan Israel  yang dibayar untuk menghancurkan rumah dan pemukiman di desa-desa Palestina.

Target jangka pendek dari bergolaknya Tepi Barat adalah pemukim penjajah Israel tidak betah. Terjadi eksodus ke luar Tepi Barat. Sebab para pemukim penjajah Israel umumnya memiliki kewarganegaraan ganda. Mereka bisa meninggalkan tanah jajahannya lalu pindah ke asalnya.

Bila mereka meninggalkan Palestina, maka kekuatan penjajah Israel akan lemah dengan sendirinya. Perhatikan Gaza, yang dihancurkan Gaza dengan serbuan darat dengan kehancuran luar biasa, tetapi 1 juta penduduk penjajah Israel justru yang mengungsi.

Eksodus 1 juta pemukim penjajah Israel berarti menimbulkan persoalan baru bagi penjajah Israel,   dari sudut pertahanan, kekuatan militer terkuat adalah rakyat bukan angkatan bersenjata.

Eksodus 1 juta berarti permintaan barang dan jasa menurun. Berarti industri berpotensi tutup tetapi layanan yang harus ditanggung penjajah Israel meningkat. Pengangguran meningkat. Persolan sosial seperti kejahatan dan kesehatan mental meningkat. Ini yang disebut "efek kupu-kupu"

Gerakan kecil yang tak berhubungan justru menghancurkan hal yang mendasar dan besar. Pengerahan militer terhadap rakyat sipil. Pembunuhan terhadap rakyat sipil oleh prajurit militer justru menghancurkan mental tentaranya. Seperti itu penelitian para ahli psikologi.

Semakin kuatnya perlawanan di Tepi Barat menunjukkan bahwa solusi tanah Palestina bukan lagi dengan perundingan oleh para mediator yang cendrung menguntungkan penjajah Israel. Tetapi, dengan perlawanan senjata. Hasil survei telah dibuktikan dengan gerakan nyata.

Masa Hidup Hanya Satu Tarikan Nafas Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Berserah diri itulah warna kehidupan seorang hamba. Berserah dir...

Masa Hidup Hanya Satu Tarikan Nafas

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Berserah diri itulah warna kehidupan seorang hamba. Berserah diri itulah yang menjadi tujuan Nabi Ibrahim dan Ismail. Saat takdir sudah dalam goresan Lauhul Mahfudz. Apalagi yang bisa dilakukan? Berserah diri adalah mata air yang melahirkan karakter utama lainnya.

Berserah diri dalam menyikapi masa lalu dengan beristighfar dan bertaubat. Berserah diri terhadap masa depan dengan bertawakal. Berserah diri terhadap hari ini dengan berikhtiar dan ridha terhadap hasilnya. Berserah diri menjadikan Allah sebaik-baiknya tempat bergantung, berlindung, dan penolong.

Masa lalu tak bisa diubah. Keburukan masa lalu. Kebaikan masa lalu hanya bisa diperbaiki, dipenuhi hikmah pelajaran, menjadi pengalaman berharga dan ditingkatkan di hari esok bila dimuhasabahi, diistighfari dan ditaubati. Namun bila tak berserah diri yang muncul hanya diratapi, disesali, tak puas yang akhirnya merusak diri.

Masa depan tak ada yang tahu. Sedetik kedepan tak ada yang tahu. Menyikapinya dengan bertawakal. Tawakal merupakan sifat berserah diri terhadap masa depan. Mengapa berserah diri? Karena Allah memiliki Asmaulhusna-Nya. Hanya itu keyakinannya.

Masa sekarang hanya berumur satu tarikan nafas. Satu tarikan nafas selesai, sudah menjadi masa lalu. Yang panjang ada masa lalu dan masa depan. Masa terpendek adalah masa sekarang yang lamanya hanya satu detik saja. Maka berikhtiar itu sangat mudah dan ringan karena hanya berinteraksi dengan satu detik saja.

Berikhtiar merupakan bentuk berserah diri. Sebab, yang bisa "kun fayakun" hanya Allah. Bekerja dan berkarya karena manusia tidak bisa ber"kun fayakun", tetapi harus melalui tahapan dan proses yang telah ditetapkan Allah. Seperti pohon berbuah yang melalui proses dari menaruh biji ke tanah.

Berikhtiar berarti menikmati kehambaan. Kehambaan adalah derajat tertinggi seorang makhluk. Jatuh bangun berarti menikmati kehambaan. Bangkit terpuruk berarti menikmati kehambaan. Berikhtiar merupakan puncak kehambaan. Berserah dirilah maka semuanya menjadi nikmat.

Mengapa Berobat? Oleh: Nasrulloh Baksolahar Ada sakit yang memang kita buat sendiri. Prilaku kezaliman pada dirilah penyebabnya....

Mengapa Berobat?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Ada sakit yang memang kita buat sendiri. Prilaku kezaliman pada dirilah penyebabnya. Makan yang haram dan tidak baik. Gaya hidup mewah, boros, dan berlebihan. Tidak memperhatikan tuntutan hak tubuh.  Sakit untuk mengembalikan manusia ke jalan yang benar.

Ada sakit karena ujian dari Allah. Sudah menjaga seluruh kondisi penyebab sakit. Bergaya hidup sehat dan teratur. Namun sakit tetap menghampiri juga. Sakit untuk meraih pengampunan Allah.

Sakit akibat ulah diri sendiri, karena kita tidak memenuhi syarat-syarat untuk sehat. Kehidupan ini ada Sunatullah. Sakit itu ada asal usulnya. Tubuh itu memiliki sistem Sunatullah juga. Bentuk penghambaan kita kepada Allah adalah dengan mengikuti pola yang sudah Allah tetapkan pada tubuh kita. Gaya hidup sehat sebagai bentuk penghambaan.

Untuk apa tubuh diciptakan? Itulah yang harus kita ikuti. Bila kaki untuk berjalan, jangan segan berjalan. Proses internal tubuh yang ada, harus dijaga. Jangan merusak dan melawan Sunatullah yang ada. Sesederhana itu cara sehat.

Saat manusia merusak keharmonisan tubuh, maka untuk menjaga keharmonisan itu, Allah memberikan sinyal-sinyal sakit agar tahu apa yang rusak dan dimana lokasinya. Sakit itu proses pemeliharaan dari Allah agar manusia sadar, apa kezaliman yang dilakukan pada tubuhnya sendiri. 

Yang melakukan terapi atau pengobatan, berarti dia sedang proses memohon ampun pada Allah, mengintropeksi kezaliman pada tubuhnya. Kita berobat bukan untuk sehat, namun karena mengikuti sunnah Rasulullah saw untuk berobat.

Saat Allah memberikan kesempatan untuk berobat, mengapa tidak dimanfaatkan rahmat Allah ini? Bila kita tak berobat, berarti zalim pada tubuh. Pada saat sudah berobat tapi tetap sakit, berarti sakit lebih baik bagi kita.

Basic Training Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Darimana mengawali pengendalian diri? Bagaimana memulai pengendalian hawa na...

Basic Training Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar



Darimana mengawali pengendalian diri? Bagaimana memulai pengendalian hawa nafsu? Bagaimana pelatihan kepemimpinan diri? Bagaimana awal manajemen keuangan pribadi? Sangat mudah, tak harus mendatangi pakar dan konsultan kepemimpinan, psikolog dan finansial. Cukup mengawali dengan mengelola perut.

Saat dihisab di hadapan Allah, banyak yang berkata bahwa mereka dikendalikan oleh kejahatannya. Berarti ada sesuatu di luar dirinya yang menguasainya? Padahal dirinya selalu bersamanya. Memiliki tetapi tak menguasai?

Cara termudah untuk mengukur apakah diri dikuasai oleh diri atau kejahatan diri adalah dengan mengetahui bagaimana respon terhadap rasa lapar saat makanan dan minuman yang tersaji dihadapan? Bagaimana merespon desakan bisikan dan keinginan? Untuk apa orientasi makan? Jangan sampai orientasi makan hanya untuk kenyang.

Rambu-rambu atau adab makanan yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah sebuah parameter, apakah makan itu untuk ego? Ataukah makan itu untuk mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW? Apakah makan untuk kepuasan diri atau meraih ridha Allah SWT? Bila masih ego, bertanda diri belum bisa menguasai diri. Bila belum bisa menguasai diri bagaimana bisa memimpin orang lain?

Yang paling mudah untuk dikendalikan dalam pengelolaan uang adalah sisi pengeluaran. Awal pengelolaan pengeluaran uang dimulai dari pengelolaan konsumsi. Pengelolaan konsumsi di mulai dari pengelolaan perut. Pengelolaan perut dimulai dari makan ketika lapar, berhenti sebelum kenyang.

Sumber daya tidak harus menunggu apa yang akan diperoleh. Sumber daya dimulai dari apa yang sudah dimiliki. Bagaimana yang dimiliki menjadi sumber daya? Dengan mengelola pengeluaran. Ada untuk makan, investasi dan sedekah. Penerimaan itu urusan Allah, manusia hanya berdoa dan berikhtiar. Namun mengelola pengeluaran menjadi tanggungjawab kita.

Mengelola yang terdekat. Mengelola yang ada pada diri. Merupakan basic training menghadapi tantangan yang besar. Mengelola yang didengar, dilihat, dimakan, dan dirasakan. Mengelola bisikan dan letupan hati merupakan awal pengelolaan kehidupan. Rukun Iman, Islam dan Ihsan, merupakan basic training menghadapi kehidupan.

Keterkaitan Gaya Konsumsi dengan Alam Semesta Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Isilah l...

Keterkaitan Gaya Konsumsi dengan Alam Semesta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Isilah lambung dengan sepertiga untuk makan minum dan udara. Makanlah ketika lapar, berhentilah sebelum kenyang. Itulah panduan konsumsi. Makan dan minum mendorong kehidupan. Pertanian, peternakan, industri, logistik dan retail bergerak karena konsumsi. Pertumbuhan ekonomi terjadi karena konsumsi. Jadi makan dan minumlah agar kehidupan ini bergerak.

Makan minumlah tapi jangan berlebihan. Bila berlebihan, bisa terjadi eksploitasi terhadap alam. Kerakusan manusia akan makan dan minum bisa menyebabkan eksploitasi terhadap sumber daya. Keindahan dan sumber daya alam harus dijaga untuk generasi berikutnya. Jangan sampai menyisakan kehancuran bagi masa depan umat manusia berikutnya.

Makan minumlah, tapi jangan berlebihan. Bila berlebihan akan terjadi kenaikan harga yang tidak wajar. Hingga bisa menimbulkan kemiskinan bagi yang daya belinya tidak tumbuh karena tidak sanggup untuk membeli. Kemiskinan terjadi tanpa disadari akibat kerakusan akan makan dan minum. Jangan sampai gaya hidup konsumsi kita kemiskinan orang lain.

Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Proses merubah bahan mentah menjadi makanan dan minuman membutuhkan energi bahan bakar. Jangan sampai sumber energi dan bahan bakar terkuras karena kerakusan akan makanan. Banyak sumber daya dan energi yang tersia-sia karena sebuah kerakusan.

Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Betapa banyak sisa makanan yang terbuang? Sisa makanan menimbulkan energi panas yang bisa menimbulkan pemanasan global yang akan mempengaruhi iklim dunia. Bencana alam, munculnya ragam patogen baru dan kematian habitat tumbuhan serta hewan, bisa jadi karena efek dari sisa-sisa makanan yang terbuang.

Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Bila firman Allah dan Sunah Rasulullah saw tak dijadikan bimbingan, maka Allah akan memaksa manusia untuk kembali kepada yang diperintahkan-Nya. Ragam penyakit tubuh tiba-tiba menyerbu dan menyiksa manusia yang solusinya hanya satu yaitu mengurangi makan dan minum.

Firman Allah SWT dan Sunah Rasulullah SAW itu amat sederhana. Ikuti saja. Sebab dihadirkan untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Dihadirkan untuk menjaga interaksi yang harmonis antar manusia dengan alam semesta. Bila tidak taat, alam semesta yang akan menghancurkan manusia.

Reformasi Rantai Suplai Pertanian di Era Umar bin Abdul Aziz  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Cawapres Anies Baswedan dalam acara Ko...

Reformasi Rantai Suplai Pertanian di Era Umar bin Abdul Aziz 


Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Cawapres Anies Baswedan dalam acara Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia yang diselenggarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Jakarta  pada 25 Nopember 2023, mengungkapkan gagasannya tentang program contract farming.  Contract farming adalah sebuah kesepakatan kerjasama antara petani dan perusahaan pengolahan hasil.

Dengan program ini diharapkan petani yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mendapatkan kesempatan agar produk mereka  bisa dipasarkan di pasar produk pertanian Tanah Air. Program ini juga mengintensifkan lahan petani rakyat. Petani bakal dijadikan mitra dan terlibat dan mendapatkan fasilitas program pertanian. Mendorong kepastian penyerapan hasil tani lokal oleh BUMN/BUMN di kota-kota besar dengan skema kontrak kerja.

Di era Umar bin Abdul Aziz, salah satu terobosan program pertanian  yang dilakukan adalah memotong rantai suplai produk pertanian. Saat itu terjadi praktek percaloan atau perantara dalam penjualan produk pertanian di kota Basrah. Para perantara ini melakukan praktek menetapkan harga yang sangat rendah saat membeli dari petani, namun tidak dibayar secara tunai.

Pada sisi lain, perantara ini menjual produk pertanian ke konsumen akhir dengan harga yang sangat tinggi, menerima pembayaran secara tunai dan membebankan jasa perantara  juga kepada petani.  Petani yang sudah letih bercocok tanam hanya menerima harga  rendah dengan pembayaran tempo (hutang) dan menanggung biaya tambahan.. Sedangkan perantara mendapatkan margin keuntungan tinggi dari penjualan dan jasa,  juga perputaran uang yang cepat.

Praktek ini mendorong petani kurang bergairah untuk mengolah tanahnya. Ada juga yang sampai meninggalkan ladang mereka begitu saja tanpa ditanami. Akibatnya, tanah pertanian lama kelamaan menjadi rusak, tidak subur, dan banyak lahan yang menganggur. Bila ini dibiarkan, maka ketahanan pangan terganggu.

Untuk memecahkan persoalan ini, Umar bin Abdul Aziz mengutus Basyar bin Shafwan dan Abdullah bin Ajlan untuk memastikan persoalan ini dan jika benar maka mereka diperintahkan untuk mengembalikan harga seperti yang dikehendaki para petani dan disepakati oleh pembeli. Dan menghapus biaya jasa perantara antara petani dan pembeli. Dengan kebijakan ini, satu rantai suplai diputus oleh Umar bin Abdul Aziz.

Persoalan krusial di tingkat petani saat ini dari sisi pasca panen adalah kepastian permintaan dan harga. Saat panen, dalih dari para perantara atau tengkulak, harga anjlok dengan alasan kelebihan stock dan rendahnya permintaan. Namun apakah dinamikanya seperti itu? Tak ada yang tahu. Dengan contract farming diharapkan persoalan produk pertanian bisa terserap dengan harga yang pasti. Dan, hilangnya perantara karena langsung dijual ke pihak yang sudah menandatangani kontrak pembelian tersebut.

Penindasan Penjajah Israel Terhadap Tentaranya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Penjajah Israel memiliki 360.000 pasukan tempur yang b...

Penindasan Penjajah Israel Terhadap Tentaranya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Penjajah Israel memiliki 360.000 pasukan tempur yang bisa diberdayakan sebagai tentara reguler atau cadangan. Untuk mensukseskan serangan darat ke Gaza, yang ada di Eropa ditarik pulang. Namun tak semua pasukan mau ditempatkan di Gaza. Akhirnya, penjajah Israel memberlakukan hukuman penjara bagi tidak mau bertempur dan menurun pangkat kemiliterannya. Fenomena apakah ini? Ternyata penjajah Israel tidak saja menindas warga Palestina, namun juga menindas tentara mereka sendiri.

Masih ingat prilaku Bani Israel di era Talut, pasca Nabi Musa? Ribuan Bani Israel keluar untuk berperang. Namun diperjalanan mereka menarik diri karena takut mati dan tak kuat dengan sedikitnya dukungan logistik. Yang tersisa hanya 300-an saja. Ingat kisah gajah Abrahah saat penyerbuan ke Mekah untuk penghancuran Kabah? Mereka tidak mau berjalan bila dihadapkan ke Mekah. Inilah fenomena psikologis yang dialami tentara penjajah Israel.

Jiwa Bani Israel bukanlah jiwa petarung. Dibawah kekuasaan Firaun, mereka menjadi bangsa tertindas dan tak ada kemauan untuk bangkit walapun Nabi Musa dan Harun bersamanya. Diutusnya dua Nabi secara bersamaan dan ditunjukan secara langsung kemukjizatan tongkat Nabi Musa secara kasat mata menunjukkan kelemahan mental dan kedurhakaan yang sangat parah. Penjajah Israel menghadapi kondisi ini pula dalam menggerakan jiwa bertempur tentaranya, maka dilakukan "penindasan" di tubuh internal tentaranya.

Sebelum penyusupan 7 Oktober 2023 oleh Hamas ke daerah pendudukan Israel, di tubuh internal tentara penjajah Israel tengah terjadi epidemi kesehatan mental yang parah. Indikatornya, prilaku bunuh diri tentara yang terus meningkat setiap tahunnya dan banyaknya trauma setelah penugasan militer. Apa penyebabnya?

Penugasan militer di daerah pemukiman pendudukan pun ternyata menimbulkan trauma berat juga. Sejak 2002, para jurnalis berusaha untuk memperingatkan pemerintah penjajah Israel agar mengakui dan ‘memperhitungkan dampak psikologis manusia’ dari pendudukan dan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya, ‘sebelum hal-hal abnormal’ menjadi ‘norma’. Namun kritikan ini tidak digubris oleh penguasa penjajah Israel.

Laporan Haaretz mengatakan bahwa bergabung dengan tentara “semudah mendaftar untuk mendapatkan kartu perpustakaan”, Pasukan Pendudukan Israel (IOF) tidak ketat memeriksa profil medis atau psikologisnya. Kebanyakan tentara berbohong soal riwayat penyalahgunaan narkoba,  alkohol dan masalah kesehatan mental parah lainnya. Sekarang, sebagian besar yang bergabung dengan IOF hanya pelarian dari kegagalan pendidikan atau penyalahgunaan narkoba di kampung halaman mereka. Ini salah satu penyebab lemahnya mental bertempur pasukan penjajah Israel.

Penjajah Israel pun melakukan "pemaksaan" wajib militer. Pemeriksaan psikologis diperlukan sebelum direkrut, namun IOF berhati-hati dalam mengecualikan warga negaranya. IOF menuduh mereka yang mengaku sakit jiwa hanya sebuah klaim palsu agar dibebaskan dari wajib militer. Pada akhirnya, banyak tentara yang terpaksa menjalani wajib militer meski memiliki masalah kesehatan mental.

Jumlah tentara yang berusaha menghindari wajib militer karena masalah kesehatan mental terus meningkat, melonjak dari 7,9% pada 2020 menjadi 13% pada 2023. Sebagai tanggapannya, IOF meluncurkan program untuk mengurangi jumlah pengecualian psikologis dan membuat lebih sulit bagi tentara untuk membebaskan diri dari wajib militer karena alasan psikologis.

Semakin sulitnya warga negara yang berkualitas untuk dijadikan tentara, maka komposisi tentaranya menjadi, dua pertiganya dari wajib militer. Sisanya, tentara bayaran dan relawan asing yang dibawa dari AS. IOF juga mengembangkan strategi baru di daerah pendudukan, dimana para pemukim barunya dijadikan milisi teroris "import" yang dilindungi oleh IOF untuk menyerbu dan membakar desa-desa Palestina. Sehingga IOF dapat menghindari tanggung jawabnya atas trauma kekerasan yang dialami pada tentara akibat akibat serangan ke rakyat sipil Palestina. Pemukim teroris baru ini diakomodir sebagai  hierarki dalam pasukan pendudukan di urutan terbawah dalam tangga sosial dan militer. Mereka mendapat imbalan akomodasi dan uang bila menyerang warga Palestina.

Pasca genjatan senjata dengan Hamas yang hanya beberapa hari saja, yang hanya menunggu pertukaran tawanan selesai, akan semakin menyulitkan kekuatan mental tempur penjajah Israel. IOF sudah meminta diperpanjang. Para petinggi militer sudah sangat mengkhawatirkan hal ini. Fakta dan informasi kehancuran infrastruktur militer dan ketakutan pasukan penjajah Israel selama pertempuran darat terus menyebar. Bisakah penjajah Israel memulihkannya dalam waktu singkat? Padahal tidak ada perang frontal saja mereka sudah terkena gangguan mental yang berat.

Tepi Barat, "Saya Mencintai Gaza" Oleh: Nasrulloh Baksolahar Rakyat Palestina di Gaza, adakah yang memiliki daya tahan...

Tepi Barat, "Saya Mencintai Gaza"

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Rakyat Palestina di Gaza, adakah yang memiliki daya tahan dan ketangguhan seperti mereka? 15.000 syahid, ratusan ribu luka-luka. Namun tak ada sedikitpun kesedihan penderitaan dan ratapan kehinaan. Yang muncul justru wajah-wajah ketangguhan yang meremukan kepongahan penjajah Israel dan Barat.

Rakyat Palestina di Gaza, merelakan seluruh bangunannya luluh lantah. Tak ada tempat yang bersih dari puing bangunan. Tak ada tempat yang bersih dari serpihan rudal, roket, dan peralatan tempur. Kepulan asap pertempuran, jejak dan sisa pertempuran masih berbekas. Setiap yang mereka bangun selalu dihancur setiap saat oleh penjajah Israel. Namun tak ada sedikitpun ratapan. Keteguhan jiwa mereka melampaui semua keteguhan yang ada di alam semesta.

Gunung masih terguncang. Tanah masih bergetar karena gempa. Padahal gunung makhluk Allah yang paling kokoh. Namun kekokohan rakyat Palestina di Gaza, melampaui semuanya. Jiwa mereka bergetar hanya dengan lantunan Al-Qur'an. Jiwa mereka terguncang hanya bila takut kepada Allah. Bila seperti ini, tak ada satu pun kekuatan di muka bumi yang dapat melemahkan mereka.

Rakyat Palestina di Gaza berbahagia melihat saudaranya di Tepi Barat keluar dari tahanan jeruji besi penjajah Israel yang sudah mendekam hingga belasan tahun melalui pertukaran sandera dengan tahanan rakyat Palestina. Rakyat Palestina di Gaza hidup bukan untuk dirinya, tetapi untuk kebahagiaan saudaranya di Tepi Barat. Adakah ikatan hati seperti rakyat Gaza untuk tanah Palestina?

Rakyat Palestina di Tepi Barat, Sarah Abdullah dari Nablus, merasakan kecintaan rakyat Gaza pada dirinya. Dia pun berkata, "Saya bangga dengan Hamas dan saya sangat mencintai Gaza, dan saya bangga dengan Muhammad Dheif (Komandan Al-Qassam) dan Yahya Sinwar (Ketua Hamas di Gaza), karena hanya mereka yang mendukung kami. Terima kasih." Sambil ekspresi muach berkali-kali.

Tahanan yang dibebaskan di Tepi Barat, berkata juga, "Rakyat kami di Gaza, kami berhutang budi kepada anda.” tulisan-tulisan dalam penyambutan dua tahanan, Rawda Abu Ajamiya dan Fatima Shaheen, di pemukiman Dheisheh di Betlehem. Rakyat Palestina di Gaza telah menjadi pahlawan bagi tanah Palestina.

Di Tepi Barat seperti perayaan hari raya. Di Gaza, setelah masa genjatan senjata apakah akan dibombardir lagi? Apakah listrik, air, makanan, minum dan bahan bakar akan diputus lagi? Rakyat Palestina di Gaza tak lagi mempersoalkan hal itu. Sebab, hidupnya bukan untuk dirinya tetapi untuk  tanah Palestina yang diberkahi Allah. Allah telah mencabut egonya dari hatinya.

Taman surga telah mengitarinya. Surga telah berbenah menunggu kedatangannya. Malaikat Ridwan dan bidadari telah berhias untuk menyambutnya. Bau mesiu dari satu dentuman rudal, roket dan peluru adalah aroma wangi surga. Adakah yang bisa menggantikan keindahan ini?

Tepi Barat bersiap menyambut seruan dari rakyat Palestina di Gaza. Seruan ketulusan dan keikhlasan. Seruan keberanian dan keteguhan. Seruan perlawanan yang tidak pernah lelah. Rakyat Palestina di seluruh penjuru dunia bersiap pulang untuk berjuang bersama. Rakyat Palestina di Gaza telah menyadarkan bahwa mereka memiliki kekuatan yang tak tertandingi oleh siapapun dengan ijin Allah.

Rakyat Palestina di Gaza menyadarkan masyarakat di dunia ketiga. Menyadarkan mereka yang berada di ketiak adi daya negara, ekonomi dan militer. Yaitu, kekuatan itu ada dan bersemayam pada setiap bangsa dengan ijin Allah.  Rakyat Palestina di Gaza menyadarkan gerakan Renaisans Dunia.

Cara Cepat, Saat Muda Sudah Berpengalaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Pengalaman hanya rekam jejak kehidupan. Semakin berumur di...

Cara Cepat, Saat Muda Sudah Berpengalaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Pengalaman hanya rekam jejak kehidupan. Semakin berumur dianggap semakin berpengalaman karena menghadapi banyak liku-liku kehidupan. Apakah selalu selaras antara lamanya usia dengan banyaknya pengalaman? Bagaimana agar di usia muda sudah memuat banyak pengalaman?

Banyak peristiwa yang dilalui, namun tak bisa mengambil pelajaran. Banyak rekam kehidupan, namun tak paham pola-pola persoalan hidup dan solusinya. Paham persoalan, namun tak tahu solusinya. Tahu solusinya, namun tak tahu untuk menghadapi persoalan yang seperti apa. Jadi, apakah selaras antara lamanya umur dengan pengalaman?

Baca, pelajari dan memahami Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Gali kisah, hikayat, dan sejarah. Itulah cara meraih banyak pengalaman tanpa harus mengalaminya. Itulah cara tersingkat memahami pola kehidupan beserta persolan dan solusinya. Kehidupan ini hanya perulangan semata. Seperti matahari dan bulan yang terus beredar di garis edarnya.

Bagaimana memahami persoalan dan solusi kehidupan yang beragam dan kompleks? Cukup memahami kisah 25 Nabi dan Rasul. Cukup memahami kisah-kisah dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Itulah rangkuman seluruh yang akan terjadi di kehidupan ini hingga Hari Kiamat.

Ajari anak-anak dengan kisah-kisah dalam Al-Qur'an dan Sunah Rasulullah saw. Cukupkan hingga aqil baligh dengan kisah-kisah ini. Kisah  yang sederhana, interaksi yang kuat dengan hewan, tumbuhan dan alam semesta, banyak kekaguman yang menakjubkan juga yang biasa.

Rasulullah saw dan para Sahabatnya dididik dengan kisah-kisah dari Al-Qur'an dan Sunah Rasulullah saw. Bagaimana kualitas generasi mereka? Kisahkan dari kisah manusia terbaik di jagat raya. Kisahkan dengan kisah-kisah manusia nyata bukan rekayasa. Kisahkan dengan kisah-kisah yang menyentuh hati, jiwa, akal. Kisahkan dengan kisah-kisah peneguh hati, menyadarkan,  mencerahkan dan membuka cakrawala kehidupan yang komprehensif. Jangan hanya sekedar menghibur semata.

Bila usia muda ingin dipenuhi pengalaman, hanya cukup membaca kisah-kisah dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Kisah manusia pilihan Allah yang telah membimbing ragam bangsa-bangsa di ragam tempat, generasi dan masa, sejak kehidupan manusia di muka bumi ini ada.

Jurnalis Sebuah Peran Kenabian Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Menulis dan menyebarkan berita, ternyata sama dengan kekuatan ledakan...

Jurnalis Sebuah Peran Kenabian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Menulis dan menyebarkan berita, ternyata sama dengan kekuatan ledakan rudal. Menghentakan, mengagetkan dan menghancurkan dinding kezaliman dan kebatilan yang terlihat kokoh seperti benteng batu karang. 

Al-Qur'an itu memberikan kabar gembira dan peringatan. Berkisah dan mengkabarkan masa lalu, masa kini dan masa depan. Bercerita tentang ragam sudut kehidupan.  Kekuatan ini pun ada pada jurnalis. 

Saat perang Hunain, Rasulullah saw memerintahkan pamannya Abbas bin Abdul Muthalib yang bersuara keras dan lantang untuk memanggil ahli Badar, ahli Ridwan dan yang telah berjanji kepada Rasulullah saw untuk bertempur bersama Nabi. Dengan seruan ini, para Sahabat kembali ke pos pertempurannya kembali. Inilah kekuatan jurnalis dalam pertempuran Hunain.

Kekuatan Jurnalis, telah menggerakkan demonstrasi dukungan masyarakat internasional kepada Palestina. Oleh sebab itu, para jurnalis pun menjadi target pembunuhan penjajah Israel. Saat Jurnalis dibunuh, dengan platform media sosial, setiap orang bisa menjadi jurnalis.

Dahulu, seluruh kantor berita ragam negara dikuasai Yahudi dan Barat. Setiap berita yang dikeluarkan dalam kendali kepentingan Yahudi dan Barat. Sejak lahirnya Al-Jazirah dan media sosial, penguasaan informasi menjadi tak tersentral lagi. Ini awal kelemahan Yahudi dan Barat.

Bila kebenaran datang, kebathilan akan lenyap. Bila mengungkapkan fakta atau berita yang benar, kebathilan akan lemah. Setiap muslim harus mengungkapkan fakta dan berita kebenaran. Itulah peran pewaris para Nabi.

Fakta kebenaran itu tidak harus dalil hukum syariat. Bukankah Al-Qur'an memberitakan tentang alam semesta? Menceritakan tanaman dan hewan?

Bukankah Al-Qur'an mengabarkan proses kelahiran manusia? Bayangan manusia,  tanah, kebun, sungai, hujan, halilintar, api, besi Bukankah Al-Qur'an menceritakan makanan dan minuman? Rasa buah-buahan dan air? Kabarkan dan ceritakan. Seperti Al-Qur'an mengkabarkan dan menceritakan.

Semua yang ada. Semua peristiwa adalah ayat-ayat Allah. Semua kejadian atas kehendak-Nya. Maka, ceritakan dan kabarkan secara benar, seperti Al-Qur'an berkisah dan menkabarkan. Itulah peran Jurnalis.

Allah Saling Melebihkan Makhluk-Nya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Adakah cacat pada makhluk Allah? Adakah kekurangan pada makhluk A...

Allah Saling Melebihkan Makhluk-Nya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Adakah cacat pada makhluk Allah? Adakah kekurangan pada makhluk Allah? Bila ada yang cacat atau kurang, berarti Allah itu tidak sempurna. Padahal Allah Maha Sempurna. Yang ada hanya, Allah melebihkan satu makhluk dengan yang lainnya. Seperti tanaman, di tanah dan air hujan yang sama, tetapi Allah melebihkan rasa dari berbagai buah-buahan yang ada.

Semua makhluk Allah sama. Hanya saja Allah yang melebihkan manusia. Disempurnakan penciptaannya. Disempurnakan bentuknya. Diangkat derajatnya. Dimuliakan kedudukanya di antara seluruh mahkluk-Nya. Padahal semuanya kembali menjadi tanah. Allah memuliakan manusia karena ditakdirkan menjadi hamba dan khalifah Allah.

Allah menyamakan seluruh para Nabi dan Rasul. Hanya saja ada yang dilebihkan oleh Allah. Ada yang bergelar Ululazmi. Ada yang diangkat sebagai Penghulu para Nabi dan Rasul. Kedudukan malaikat itu sama, hanya saja Allah yang mengangkat malaikat Jibril sebagai pemimpinnya.

Allah melebihkan yang satu dengan yang lainnya untuk berbagi peran kehidupan. Bukankah dalam seekor lebah banyak jutaan keajaiban? Bukankah dalam satu ekor lalat dan belatung yang menjijikkan terdapat jutaan keajaiban? Bukankah dalam satu ekor burung dan harimau mengandung keajaiban?  Setiap satu makhluk menyimpan keajaiban tak terhingga.

Makhluk yang indah, menjijikkan dan menakutkan. Yang kuat dan lemah. Yang hidup diragam tempat dan iklim. Semuanya terdapat keajaiban. Helikopter mencontek capung. Pesawat mencontek burung. Kendaraan darat mencontek kuda. Kapal selam mencontek ikan.  Ragam makhluk tak bisa tergantikan. Memiliki teknologi yang mengagumkan.

Manusia tidak ada kekurangannya. Manusia tidak ada kelemahannya. Hewan dan tumbuhan tidak ada kekurangan dan kelemahannya. Yang ada hanya, Allah melebihkan satu dengan yang lainnya.

Bila menilai suatu makhluk ada kekurangan dan kelemahannya, segeralah beristghfar. Ada kesalahan pemahaman atas Asmaulhusna-Nya Allah. Semua makhluk sempurna, yang berbeda hanya Allah melebihkan satu dengan yang lainnya.

Membuang Belenggu Hukum Sebab Akibat Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Nabi Sulaiman berkeliling semalaman mendatangi istri-istrinya. ...

Membuang Belenggu Hukum Sebab Akibat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Nabi Sulaiman berkeliling semalaman mendatangi istri-istrinya. Tekadnya, dari istri-istrinya akan lahir putra-putranya yang akan dibentuk satu pasukan para pahlawan yang mengusung kebenaran. Ternyata tekad yang kuat tanpa mengucapkan, "Insya Allah." Akhirnya gagal. Bukankah Nabi Sulaiman kekasih Allah? Bukankah Nabi Sulaiman memiliki seluruh sumber daya? Dirinya sehat, gagah, dan tidak mandul, begitupun para istrinya.

Kafirin Mekah ingin menjatuhkan harga diri Rasulullah saw. Mereka mendatangi Ahlul Kitab di Madinah. Para Ahlul Kitab menyarankan agar Muhammad ditanyakan tentang beberapa kisah yang sudah hilang dari muka bumi dan hal-hal yang tak bisa dijawab oleh manusia biasa. Bila bisa menjawabnya, maka dia seorang Nabi.

Pendeta Yahudi melanjutkan kisahnya. "Tanyakanlah kepada dirinya tentang pemuda zaman dulu dan apa yang terjadi pada mereka, karena sungguh cerita pemuda ini sangat menarik. Lalu tanyakan pula kepadanya tentang seorang pengembara yang telah sampai ke Masyriq dan Maghribi, apa pula yang terjadi kepada mereka." "Tanyakan pula kepada dia apa itu ruh?"

Rasulullah saw dengan sangat yakin bisa menjawabnya. Namun lupa mengucapkan, "Insya Allah." Beberapa hari sudah berlalu. Namun, malaikat Jibril tidak juga datang untuk memberikan jawaban. Keresahan terus menggelayutinya. Akhirnya, Allah mengutus Jibril untuk memberikan jawaban tersebut. Rasulullah saw lupa mengucapkan, "Insya Allah." langsung ditegur oleh Allah. Padahal Rasulullah saw adalah penghulu, pemimpin, para Nabi. Satu-satunya yang diberikan hak untuk memberikan syafaat kepada umat manusia di akhirat kelak. Namun semuanya, tak berarti bila mengabaikan hakikat setiap peristiwa yaitu atas ijin Allah.

Nabi Ibrahim sudah tua. Begitupun istrinya Siti Sarah. Nabi Zakaria sudah lemah. Istrinya pun mandul. Maryam wanita suci. Namun semuanya bisa memiliki anak. Bukankah menurut hukum sebab-akibat tidak mungkin bisa? Bukankah menurut sains yang ditopang oleh metodologi ilmiah, hal itu tidak akan bisa terjadi. Namun hanya dengan Firman Allah, 'Kun fayakun." Dengan ijin Allah, semuanya bisa tejadi. Syaratnya hanya keyakinan pada Allah dan teguh berada di jalan-Nya.

Prinsip "Hanya dengan ijin Allah" bisa merobek semua hukum sebab akibat. Bisa melampaui semua hukum sebab akibat yang sering kali mengekang akal hingga dijadikan "Tuhan". Bila hukum sebab akibat membelenggu diri , bagaimana bisa bangkit di tengah keterbatasan  sumber daya? Bagaimana bisa bangkit di tengah kepungan kelemahan dan keterpurukan?

Hukum sebab akibat hanya cocok untuk proses yang linier, teratur dan perbaikan kecil. Namun prinsip "Hanya dengan ijin Allah" diperlukan untuk sebuah terobosan sederhana tetapi memiliki lompatan dan dampak yang spektakuler. Semua ketidakmungkinan dihancurkan dengan prinsip " Hanya dengan ijin Allah." Itulah mengapa generasi yang mencintai Allah dan dicintai Allah saja yang bisa membawa pada kebangkitan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin karena terbelenggu oleh hukum sebab akibat.

Umat Islam Selalu Memiliki Energi Terbarukan Yang Tak Dimiliki Umat Lain Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kemarin, 31 Oktober 2023, s...

Umat Islam Selalu Memiliki Energi Terbarukan Yang Tak Dimiliki Umat Lain


Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kemarin, 31 Oktober 2023, satu tempat pengungsian rakyat Palestina Gaza Utara dibom dengan pesawat tempur penjajah Israel, 500 orang syahid. Sekarang, 1 Nopember 2023, dilokasi yang sama, tempat tersebut dibom lagi. Dalihnya, menjadi tempat persembunyian pejuang Hamas.

Logika militer penjajah Israel, cara membatasi gerakan pejuang Hamas adalah menutup lubang terowongan dengan tumpukan puing-puing bangunan. Menghancurkan bangunan tinggi hingga rata di seluruh Gaza agar tidak digunakan untuk sarana  penyerangan oleh Hamas dari tempat ketinggian. Hanya itu logika penjajah Israel untuk memenangkan pertempuran yaitu meratakan seluruh bangunan tanpa peduli korban jiwa.

Apakah dunia akan tetap diam? Bila tak memiliki nurani akan tetap diam. Mungkin penguasanya tak bernurani, namun masyarakat nya akan terus peduli. Terlalu mahal untuk menyadarkan kekerasan hati masyarakat dunia. Mungkin hingga rakyat Palestina seperti suku Indian dan Aborigin yang "lenyap" dari muka bumi. Atau, seperti kaum Aad, Tsamud dan Saba, yang tak peduli, justru bisa jadi yang dilenyapkan. Allah menggantikannya dengan generasi baru.

Apakah generasi baru penjajah Israel semakin kuat dan hebat? Generasi terbaiknya sudah menua. Takdir setiap generasi pada sebuah umat adalah terus menurun kualitasnya seiring perjalanan waktu.  Sedangkan generasi Palestina saat ini, terutama di Gaza, merupakan generasi terbaiknya. Semuanya berkah tempaan yang keras eksternal oleh penjajah Israel dan tempaan internal yang kuat dari gerakan intifadah di tahun 80-an.

Ada keunikan takdir bagi Umat Islam yang tidak dimiliki umat dan bangsa lain. Apakah itu? Di setiap 100 tahun akan lahir para pembaharu di tubuh Umat Islam. Saat peradaban lain terus meredup karena tak memiliki darah dan semangat baru dari generasi barunya, namun di tubuh Umat Islam selalu muncul generasi baru yang Allah mencintainya dan mereka pun mencintai Allah.

Portugal dan Spanyol tak bisa bangkit lagi. Inggris meredup hanya memimpin negara persemakmuran saja. Jepang memiliki persoalan demografi yang pelik. Amerika mulai melemah. Namun Turki yang dihancurkan oleh Zionis Yahudi dan Barat pada 1924, bisa bangkit kembali. Itulah takdir keunggulan Muslimin yang telah ditetapkan Allah.

Umat dan bangsa lain akan tertinggal oleh Umat Islam dengan takdir Allah dengan lahirnya pembaharu di setiap 100 tahun sekali. Umat Islam selalu memiliki darah, energi dan terobosan baru. Sedangkan bangsa lain hanya diberikan sekali saja puncak keemasannya sejak kemunculannya. Lalu, berjalan bersama generasi yang terus melemah. Sedangkan energi Umat Islam selalu terbarukan.

Takdir Bagi Perencana Penghapus Peta Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apa efek membumihangus Gaza oleh penjajah Israel? Pem...

Takdir Bagi Perencana Penghapus Peta Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Apa efek membumihangus Gaza oleh penjajah Israel? Pemikir Barat mengkhawatirkan lahirnya generasi baru yang lebih hebat dan kuat dari Hamas. Kisah Nakbah di 1948, yang membantai rakyat Palestina dengan dalih meninggalkan tanah Palestina dengan jaminan keamanan oleh penjajah Israel masih terngiang.

Kisah ini terus diceritakan dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu, apa pun gempurannya, mereka tetap bertahan dan terus bertahan. Wafat di tanah sendiri sangat mulia daripada di pengasingan. Kisah ini pula yang membuat mereka bertambah kuat dan tegar di era sekarang.

Apakah penghapusan nama Palestina dari peta dunia hanya baru oleh penjajah Israel saja? Apakah pencaplokan tanah Palestina hanya oleh penjajah Israel saja? Banyak bangsa-bangsa yang telah terkubur di tanah Palestina. Awalnya mencoba menghapusnya, namun berakhir dengan keruntuhannya. Yang terbodoh adalah mereka yang jatuh di lubang yang sama, padahal sejarah sudah mengabadikannya.

Ragam bangsa telah berusaha menghapus peta Palestina. Firaun Mesir telah mencoba mengubah nama Palestina menjadi Yapti. Beberapa kali menjajahnya pada 1.600 SM dan 1347 SM. Tapi tetap terusir dari Palestina pada akhirnya. 1.400 SM Palestina diserang oleh bangsa Hyksos. 722 SM bangsa Asyiria, 586 SM bangsa Babilonia dipimpin Nebukadnezar menyerang Palestina.

Pada 546 SM bangsa Persia dibawah komando Koresh Agung. 332 SM, Yunani dibawah Alexander Agung. 203 SM dan 170 SM, kaisar Seleukia menyerang Palestina. 199 SM pasukan Ptolemaic. 168 SM Yunani dipimpin Apollonius. 66 SM Romawi dipimpin Pompay. 614 M Kisra menyerang Palestina. Apa yang terjadi?

Bangsa yang berusaha menjajah Palestina sebelumnya adalah pemilik kekuatan adi daya di zamannya. Mereka runtuh tak bangkit kembali. Apakah penjajah Israel lebih kuat dari mereka? Penjajah Israel datang ke Palestina sebagai bangsa terusir dari berbagai negara. Bukan sebagai adi daya. Berperang dengan sokongan hasil mengemis dana, militer dan diplomasi dari Amerika dan Barat. Bila kondisi penjajah Israel seperti ini, maka akan mudah diterka akhirnya.

Sekarang penjajah Israel dengan sokongan Barat datang dengan semangat menghapus tanah Palestina lagi. Perguliran sejarah tak pernah berubah. Para penghapus peta Palestina akan runtuh seperti pendahulunya. Itulah kebodohan dari yang tak memahami sejarah.


Membaca Berita Langit Oleh: Nasrulloh Baksolahar Baca dan pahami semua peristiwa dari firman-Nya. Jangan hanya melihat alur peri...

Membaca Berita Langit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Baca dan pahami semua peristiwa dari firman-Nya. Jangan hanya melihat alur peristiwanya saja. Satu peristiwa untuk membenarkan firman-Nya. Satu peristiwa untuk membuktikan takdir-Nya. Satu peristiwa untuk menjelaskan hukum-Nya yang tak pernah berubah sejak alam semesta ini diciptakan.

Sejak Rasulullah saw diutus, seluruh rahasia Lauhul Mahfudz diberitakan. Semua rahasia langit diturunkan. Tak butuh iblis, syetan dan jin  lagi untuk menguping dan mencuri berita langit yang kemudian diinformasikan ke para dukun, peramal dan ahli sihir. Berita langit sudah ada dalam genggaman. Rahasia Lauhul Mahfudz setiap saat bisa dibaca secara gratis.

Firman-Nya sudah tuntas. Jibril sudah menyelesaikan tugasnya. Jadi, tak ada lagi rahasia yang belum terungkap dalam kehidupan ini. Seluruh berita masa lalu dan masa depan sudah diberitakan. Seluruh liku-liku hidup dan solusi sudah dijabarkan. Seluruh  prinsip kebenaran, kesuksesan, kemungkaran dan penderitaan sudah diinformasikan. Jadi tak ada lagi yang tersembunyi.

Bukankah Allah sering mengungkapkan "Inilah jalan yang lurus!" Bukankah Allah telah menjabarkan jalan yang sesat! Bukankah Allah telah memberitakan kisah-kisah yang dimurkai Allah! Jalan-jalan sudah sangat jelas melalui peristiwa nyata yang dirasakan dan dialami manusia.

Adanya Hari Penghisaban atau Perhitungan. Adanya Mizan bagi amal perbuatan. Adanya Surga dan Neraka, karena semuanya sudah jelas. Ukurannya sudah jelas dan detail. Penjelasannya sudah terang. Setiap tindak tanduk manusia sudah ada rukun, syarat, tuntunan dan akibatnya.

Tersesat itu bukan takdir. Durhaka itu bukan takdir. Menjadi zalim, kafir, musyrik dan munafik itu bukan takdir. Tetapi sebuah pilihan dengan pertimbangan matang. Bukankah mereka menjelaskan alasan dan argumentasi pilihannya? Seperti yang terekam dalam Al-Qur'an bahwa setelah mati apakah ada kehidupan lagi? Mereka berargumentasi dengan tulang belulang yang sudah rapuh. Lalu, Allah membantahnya dengan tanah kering kerontang yang bila diturunkan hujan menjadi hijau kembali.

Dengan Al-Qur'an, jiwa manusia  menjadi tentram, karena tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Hari esok bukan rahasia lagi. Tahu efek perbuatan hari ini terhadap masa depannya. Sebab, Allah berjanji bahwa hukum-Nya tidak akan pernah berubah. Membaca Al-Qur'an berarti membaca Lauhul Mahfudz,  berita dan rahasia langit.

Awal Hancurnya Peradaban, Frontal dengan Muslimin  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Setiap langkah Muslimin adalah batu bata kemenang...

Awal Hancurnya Peradaban, Frontal dengan Muslimin 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Setiap langkah Muslimin adalah batu bata kemenangan. Penyiksaan di era Mekah adalah batu bata kemenangan. Penyiksaan terhadap Bilal bin Rabah, keluarga Summayah dan Kaab bin Arit adalah batu bata kemenangan. Hingga blokade ekonomi total oleh Musyrikin Quraisy kepada Rasulullah saw, Sahabat dan bani Hasyim adalah tahapan kemenangan. Adakah episode kekalahan?

Penyiksaan, pengusiran dan blokade total adalah perjalanan para Nabi dan Rasul serta para pengikutnya. Bila mengucapkan bahwa kita adalah pewaris para Nabi dan Rasul, maka perjalanan mereka adalah perjalanan kita semua. Bila hanya bershalawat kepada Rasulullah saw, namun tak rela dengan takdir tantangan perjalanan seperti beliau, bisa jadi ini bershalawat baru dilisan saja.

Mengapa setiap perjalanan merupakan tahapan kemenangan? Dalam setiap tahapan, Allah memberikan ampunan atas dosa terdahulu dan masa depan, menyempurnakan nikmat-Nya dan menunjukkan jalan yang lurus. Pembantaian tentara Salib di Yerusalem terhadap Muslimin, apakah kekalahan? Justru ini membangun pondasi kemenangan baru. Apa itu?

Tragedi perang Salib, membuat peradaban rapuh kekhalifahan Abbasiyah dikuatkan kembali dengan munculnya bani Zanky dan Ayyubi. Estapet kepemimpinan berubah dari Baghdad ke Mesir. Generasi baru telah disiapkan untuk menyongsong serbuan tentara  Mongol berikutnya. Yang lapuk dibersihkan. Pondasi baru disiapkan.

Tragedi sebesar dan sedahsyat apapun yang menimpa Muslimin, tidak akan pernah menghancurkannya. Gerakan bumi hangus Ferdinand dan Isabel di Andalusia. Bumi Hangus Tentara Salib di Palestina. Bumi hangus Tentara Mongol di Baghdad, berhasil hanya di pukulan pertama saja. Setelah itu mereka dipukul mundur hingga tak kembali lagi.

Semua peradaban yang menyerang Muslimin secara frontal berakhir dengan lenyapnya peradaban mereka. Romawi dan Persia lenyap.  Tentara Salib dengan kekuasaannya lenyap dengan gerakan Renaisans Perancis, peran gereja dikucilkan. Mongol berubah menjadi kesultanan Islam. Portugal dan Spanyol tak lagi menjadi adi daya dunia.

Inikah akhir peradaban Zionis dan Barat? Tandanya mereka membombardir rakyat Palestina? Yang kuat permusuhannya dengan Muslimin akan berakhir dengan lenyapnya kekuasaan dan peradaban mereka. Seperti itulah sunah perjalanan peradaban setelah Rasulullah saw diutus.

Peta Jalan Manusia Oleh:: Nasrulloh Baksolahar  Umat manusia yang jumlahnya puluhan milyar hanya terbagi 3 kelompok saja. Yang t...

Peta Jalan Manusia

Oleh:: Nasrulloh Baksolahar 


Umat manusia yang jumlahnya puluhan milyar hanya terbagi 3 kelompok saja. Yang teguh di jalan yang lurus. Bingung dengan menapaki jalan kesesatan. Sombong dengan kekejamannya di jalan yang dimurkai.

Jalan yang lurus, hanya dengan menapaki jalan para Nabi dan Rasul. Jalan yang penuh tantangan. Menghalau bisikan hawa nafsu dan  syetan. Menempuh jalan ujian. Namun, apakah semuanya berat bila ditolong oleh Allah? Apakah sulit bila diridhai Allah? Bisikan hawa nafsu dan syetan menjadi lemah dengan pertolongan Allah. Ujian menjadi indah bila semuanya berakhir dengan kesudahan yang baik, husnul khatimah.

Jalan yang sesat karena tak memiliki peta perjalanan. Perjalanan para Nabi dan Rasul dipalsukan. Kitab sucinya dipalsukan. Mereka berjalan dengan mengandalkan keterbatasan akal dan ilmunya. Padahal akal dan ilmu tidak akan bisa membawa pada kebenaran. Kebenaran itu hanya berasal dari Allah yang dipaparkan melalui kitab suci dan perjalanan para Nabi dan Rasul.

Apakah berguna sumber daya dan infrastruktur yang keberlimpahan untuk mencapai tujuan bila jalan yang dilaluinya adalah sesat? Apakah berguna mobil termewah dan logistiknya cukup bila jalan yang dilaluinya hanya berputar-putar saja di tempat yang sama tanpa mencapai tempat yang dituju? Semua bekal tak berguna. Bukankah target manusia itu mencapai tujuannya?

Jalan yang dimurkai. Bila Allah memurkai maka seluruh manusia akan memurkainya juga. Nabi pun dibunuh. Kitab suci pun direkayasa. Allah menampilkan penjajah Zionis Israel untuk membuktikan kebenaran firman-Nya. Apakah tentram hidup sebagai penjajah walaupun dilindungi dengan tembok benteng yang tak bisa ditembus?  Dilindungi dengan persenjataan super modern? Dilindungi negara adi daya?

Hidup dalam kemarahan masyarakat dunia hingga batu pun membencinya, apakah tentram hidupnya? Diterima diplomasinya oleh negara lain lantaran campur tangan Amerika dan Barat yang menekan dengan ancaman. Bukankah kekuatan itu akan selalu bergulir? Seperti Sabda Rasulullah saw dalam menyikapi geopolitik saat itu, bahwa kaisar dan kisra akan lenyap dari muka bumi.

Jalan yang dimurkai adalah jalan tersulit, berat dan berisiko. Butuh sumber daya berkelimpahan, kerja ekstra keras setiap waktu, membangun benteng dan infrastruktur militer tercanggih hanya untuk menghadirkan rasa aman. Padahal hanya butuh keadilan dan kasih sayang untuk menghadirkan ketentraman. Inilah jalan super bodoh yang lebih rendah dari hewan ternak, anehnya karakter ini selalu ada di setiap zaman.

Menang Dengan Kekuatan Minimal Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagaimana mengalahkan pasukan tempur Firaun yang luar biasa kekuatanya...

Menang Dengan Kekuatan Minimal

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Bagaimana mengalahkan pasukan tempur Firaun yang luar biasa kekuatanya? Bagaimana Bani Israel bisa selamat dari kejaran Firaun? Mungkin seperti itu pula yang dipikirkan bila hidup di era Nabi Musa. Ternyata kekuatan besar pasukan Firaun dikalahkan hanya dengan air laut dalam sekejap. Siapakah yang bisa memprediksi ini?

Jalut sosok yang gagah perkasa. Badannya seperti raksasa. Talut yang kuat dan berilmu mencoba melawannya. Padahal Talut sosok pemimpin pilihan Nabi kaumnya. Bila Talut tak bisa mengalahkan, siapa lagi yang bisa mengalahkannya? Ternyata Jalut yang perkasa dikalahkan oleh yang berbadan kecil yang lincah dengan hanya bersenjatakan katapel saja.

Mengalahkan sesuatu tidak perlu dengan kekuatan yang sama. Tidak perlu dengan kekuatan yang melampauinya. Tetapi, hanya butuh cara yang sangat berbeda. Metode yang berkebalikan ekstrim. Juga, kekuatan yang berbeda.

Bagaimana cara semut selamat dari pasukan Nabi Sulaiman yang terdiri dari Manusia, Jin, Burung dan hewan tunggang lainnya? Tak perlu seperti mereka. Cukup tetap menjadi semut saja. Cukuplah mengoptimalkan takdirnya. Masuklah ke terowongan tanah.  Maka seluruh kekuatan di atas tanah tak bisa mengganggunya.

Hamas melakukan sesuatu yang tak bisa atau "malas" dilakukan oleh penjajah Israel. Bila Israel mengandalkan teknologi super canggih, apa yang membuat teknologi super canggih tak berfungsi? Super canggih dikalahkan dengan teknologi zaman batu. Bisakah mental penjajah Israel diubah seperti era zaman batu? Inilah tantangan penjajah Israel. Hamas sangat mudah merubah dirinya menjadi canggih. Namun penjajah Israel tak memiliki mental memasuki zaman batu.

Bagaimana para Nabi dan Rasul menghadapi kedurhakaan kaumnya yang memiliki kekuatan dan kekuasaan luar biasa? Padahal para Nabi dan Rasul memiliki sedikit pengikut dan sering diejek sebagai kaum yang lemah tak berdaya? Secara logika para pendurhaka tak bisa terkalahkan. Namun nyatanya mereka hancur hanya dengan tanah, air, batu, hujan, petir, udara dan yang tak pernah diduga oleh nalar manusia.

Keluarga Ali Imran hanya menazarkan putrinya, Maryam, untuk mengabdi beribadah di Baitul Maqdis. Para Nabi dan Rasul hanya fokus menjalankan perannya untuk berdakwah. Saat pendurhaka ingin membunuh dan menghancurkan, para Nabi dan Rasul mempersilahkan tipu daya itu dilaksanakan dan para Nabi dan Rasul hanya bertawakal saja.  Inilah syarat utama memecahkan persoalan apa pun. Dengan cara ini, sumber daya dan infrastruktur kekuatan datang dengan sendirinya dengan pertolongan Allah.

Sikap Terhadap Sebuah Peristiwa, Cerminan Sikap Terhadap Peristiwa Yang Bertolak Belakang Oleh: Nasrulloh Baksolahar Yang paling...

Sikap Terhadap Sebuah Peristiwa, Cerminan Sikap Terhadap Peristiwa Yang Bertolak Belakang


Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Yang paling kejam, berarti yang paling penakut. Yang paling berkoar-koar, berarti yang paling lemah. Yang paling indah dan mengubar janjinya, berarti yang paling berkhianat. Yang terus mendesak dan mendesak akan sesuatu, berarti saat berharta akan paling sombong dan merendahkan orang lain. Memprediksi karakter  dari kondisi yang berlawanan.

Perhatikan para munafikin di Madinah. Perhatikan Yahudi di era Nabi Samuel. Mereka minta segera diperintahkan berperang oleh Allah untuk melawan musuh. Namun, saat perang diijinkan Allah, mereka yang pertama membangkang. Mereka merasa kuat sehingga meminta segera didatangkan azab Allah. Saat azab tiba, mereka menjerit berputus asa.

Yahudi meminta agar Nabinya memilih seorang pemimpin untuk melawan musuh. Saat Nabinya mengangkat Talut sebagai pemimpin, mereka yang pertama dan langsung menolak dengan alasan berasal dari golongan yang lemah. Munafikin dihadapan Rasulullah saw dan muslimin, sangat menyanjung dan memujinya, saat jauh merendahkan dan menghina. Yang mudah memuji, berarti mudah pula merendahkan.

Hajaj Ats Tsaqafi sangat kejam kepada mereka yang berseberangan. Para ulama pun dibunuhnya. Namun saat tubuhnya sakit, dia meraung-raung dari tempat tidurnya. Firaun sangat kejam dan berkuasa, namun sangat ketakutan dengan mimpinya. Kekejaman mencerminkan ketakutan yang luar biasa. Seperti penjajah Israel kepada rakyat Palestina.

Yang bisa bersyukur di saat senang, maka akan bisa bersabar di saat kesulitan. Yang bisa mengelola harta di saat keberlimpahan, maka akan bisa bangkit di saat keterpurukan. Karakter setiap satu peristiwa akan menjadi cermin pada peristiwa yang bertolak belakang atau berlawanan.

Bila bisa melalui ujian dunia, maka dia akan bisa menghadapi huru hara di akhirat. Yang bisa mengelola diri sendiri, akan bisa mengelola kehidupan. Yang bisa mengelola diri saat kesunyian, maka akan bisa mengelola hiruk pikuk keramaian. Satu kondisi merupakan pelatihan untuk menghadapi kondisi yang berlawanan dan berkebalikan.

Yang bisa mengelola kesedihan, maka akan bisa mengelola kesenangan. Hingga mencapai garis simetris untuk seluruh ragam peristiwa yang bertolak belakang. Hingga akhirnya, senang dan susah itu sama. Kaya dan miskin itu sama. Berkedudukan dan dibawah itu sama. Itulah puncak dari suasana dari segala yang bertolak belakang.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (149) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (187) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (134) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (380) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (188) Sirah Sahabat (111) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (67) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)