basmalah Pictures, Images and Photos
12/25/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Menciptakan Lompatan Hidup Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berkah, itulah cara hidup muslim. Bagaimana...

Menciptakan Lompatan Hidup

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berkah, itulah cara hidup muslim. Bagaimana berbuat 1 kebaikan dibalas 10 kebaikan sampai tak terhingga?  Meraih surga walau hanya dengan satu biji kurma. Allah selalu melipatgandakan tak terhingga. Menahan hawa nafsu sebentar di dunia, namun diganjar kebahagiaan abadi di akhirat. Allah selalu membalas yang lebih baik dari ikhtiar manusia.

Manusia berikhitiar, Allah akan melipatgandakan hasilnya. Kuncinya, bertakwalah. Pintunya, ikhlaslah. Itulah kunci keberkahan. Tanpa takwa dan ikhlas, satu kebaikan hanya dibalas 1 kebaikan juga. Dengan takwa, sebuah ikhtiar mampu menciptakan 10 kekuatan yang lebih dahsyat. Minimal satu kekuatan menciptakan 2 kekuatan. Allah memberikan kekuatan berlipat-lipat dalam menghadapi pertarungan hidup bila bersabar. Maka tak ada kekuatan apa pun yang mampu mengalahkan orang yang bersabar.

Ikhtiar memberdayakan potensi manusia. Mengelola energi jiwa menjadi karya, bila didiamkan akan merusak dirinya sendiri dan menciptakan kerusakan. Bukankah kerusakan akibat waktu senggang yang tak diberdayakan untuk berkarya? Sedangkan takwa dan ikhlas, cara mendapatkan pertolongan Allah dan kekuatan semesta, dukungannya dari berbagai penjuru. Itulah sebab keberkahan.

Bila beriman dan bertakwa, maka Allah akan memakmurkan sebuah negri. Dengan doa nabi Ibrahim, negri Hijaz yang kering kerontang dan tandus sekarang menjadi negri-negri yang kaya raya. Ikhtiar manusia hanya sarana bahwa kita serius menjemput rezeki dan karunia Allah. Ikhtiar hanya sebuah persaksiannya di hadapan Allah bahwa kita butuh Pertolongan-Ny


Dalam Surat Nuh, Allah memberikan keberkahan melalui Istighfar. Kebun yang tandus bisa memunculkan mata air, sungai dan buah-buahan. Yang tidak memiliki keturunan menjadi memiliki keturunan. Semua keajaiban hidup bisa kita ciptakan. Semua keberkahan hidup bisa kita munculkan. Kuncinya sertakan Allah. Perbaiki ketakwaan diri.

Banyak negri-negri yang sumberdayanya melimpah, namun tak diberikan keberkahan. Keberkahan itu bukan dari sumber daya alam, tetapi dari sumber daya manusia. Kekuatan jiwa yang terhubung dengan Allah. Kekuatan jiwa yang menyerahkan totalitas hidupnya pada Allah akan melahirkan karakter unggul yang menyebabkan keberkahan itu dihadirkan oleh Allah.

Keberkahan itu menghasilkan sebuah lompatan yang bisa melampui segala hal yang telah ada. Melampaui segala hal yang pernah ditemukan. Melampui semua kekuatan dan keberhasilan peradaban yang pernah ada. Para Sahabat Rasulullah saw, diakhir wafatnya Rasulullah saw posisi kekuatannya sudah menyamai Romawi, Persia dan Mesir dengan mengirimkan utusannya menemui kaisar, kisra dan para penguasa.

Di masa Umar Bin Khatab, peradaban Islam melampaui peradaban yang telah ada di muka bumi. Di masa bani Ummayah, Islam menembus sebagian Eropa Barat. Di masa Turki Utsmani, Islam menembus Eropa Timur hingga pengiriman wali sanga ke Nusantara. 

Keberkahan itu melampaui semua kekuatan Ilmu Pengetahuan. Saat nabi Sulaiman berdiskusi bagaimana agar ratu Balqis beriman. Jin memiliki kekuatan untuk memindahkan singgasana ratu Balqis sebelum nabi Sulaiman bergeser. Namun manusia dengan kekuatan Ilmu, hikmah dan ketakwaannya, mampu memindahkan singgasana sebelum nabi Sulaiman berkedip. Itulah kekuatan jiwa bertakwa. Yang belum ada bisa ada. Yang tidak mungkin menjadi mungkin.  Karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Bila hanya mengandalkan akal saja. Bila mengandalkan potensi manusia saja. Semua keberhasilan akan rapuh dan hancur sesuai kefanaan manusia dan semesta. Bila mengandalkan kekuatan diri, maka tidak akan pernah tercipta sebuah keajaiban. Menyertakan Allah dalam membangun dan berkreasi. Menyertakan Allah dalam mengelola hidup dan kehidupan. Itulah kunci membuat sebuah lompatan hidup yang mencengangkan.

Salam Rinduku, Ya Rasulullah Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bisakah memiliki rumah di Surga yang bert...

Salam Rinduku, Ya Rasulullah

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Bisakah memiliki rumah di Surga yang bertetangga dengan Rasulullah saw? Andaikan bisa, itulah puncak semua cita-cita. Bisa berbincang-bincang dengan Rasulullah saw. Bisa menatap wajahnya. Bisa mencium tangannya. Bisa memeluk tubuhnya, seperti Salam Al Farisi yang berpura-pura ingin mengqhisas Rasulullah saw padahal dia hanya ingin memeluk tubuh Rasulullah saw.

Aku rindu menjadi Abu Bakar Shidiq. Tak perlu menghidupkan akal pikiran untuk membenarkan semua sabda Rasulullah saw. Tak perlu memeras otak untuk mengikuti dan taat kepada Rasulullah saw. Cukup mendengar lalu taat kepada Rasulullah saw.

Bila aku bertetangga dengan Rasulullah saw di Surga, aku ingin mengunjungi setiap saat. Bercengkrama dan tak berpisah dengannya. Ku  ingin menatap wajahnya tanpa henti. Ku ingin menemaninya seperti para Sahabatnya yang tak ingin berpisah denganya. Seperti Umar Bin Khatab yang tak percaya bahwa Rasulullah telah wafat. Kerinduannya pada Rasulullah saw membuat wafatnya Rasulullah saw dianggap seperti nabi Musa yang pergi hanya selama 40 hari untuk menemui Allah.

Kerinduan kepada Rasulullah saw semoga menjadi penolong. Seperti seorang Sahabat yang menangis tersedu-sedu karena khawatir tidak bersama Rasulullah saw di akhirat nanti. Ternyata kerinduan bersama Rasulullah saw menjadi jaminan kebersamaannya bersama Rasulullah saw di akhirat nanti.

Namun apakah aku menenuhi kriteria orang yang rindu kepada Rasulullah saw? Apakah orang yang rindu kepada Rasulullah saw seperti ini? Apakah ibadah dan akhlak yang rindu kepada Rasulullah saw seperti ini?

Syekh Abdul Qadir Jailani memberikan kiat jalan permulaan tentang sebuah rindu. Kuncinya bukalah hati untuk mencoba mencintai dan merindukannya. Bukalah hati untuk memulai mencintai dan merindukan Rasulullah saw. Bila pintu hati sudah dicoba dibuka, maka cinta dan rindu itu akan tumbuh dan berkembang. Ku sampaikan shalawat dan salam kepada Rasulullah saw.

Puncak Karya dan Ilmu, Takut kepada Allah Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Imam Ibnu Jauzy menulis kita...

Puncak Karya dan Ilmu, Takut kepada Allah

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Imam Ibnu Jauzy menulis kitab Manaqib Hasan Al Bashri yang menurut Siti Aisyah ucapannya sepertinya Abu Bakar Shidiq. Yang menurut para pendeta, ucapannya seperti Nabi Isa as. Bila ingin bertemu dengan Hasan Al Bashri, carilah orang yang paling berbeda di masjid Basrah. Begitu menonjol perbedaannya. Apa itu? Terlalu sering menangis dan menangis. Menangis seolah-olah hidup ini sedang berhadapan dengan Allah.

Ada episode yang unik dari kehidupan Hasan Al Bashri, sering ditemukan sedang melantunkan kata-kata yang menyayat hati karena takut kepada Allah. Menciptakan syair dan prosa untuk mengetuk hati agar takut kepada Allah. Seperti Ar Rumi yang membuat karya seni untuk mengekspresikan ketasawufannya agar takut, harap dan rindu pada Allah.

Puncak ilmu adalah takut kepada Allah. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa ketakutan pada Allah. Begitulah syekh Abdul Qadir Jailani mengutip perkataan Nabi Isa pada kitabnya yang membongkar kerahasiaan jiwa. Adai karya dan amal tidak membawa pada takut kepada Allah, bersegeralah untuk diperiksa, adakah kesalahan di dalamnya?

Bila Ilmu, kiprah, karya dan amal tidak menghasilkan takut, harap dan rindu pada Allah, maka berhati-hatilah bisa jadi di dalamnya ada selimut hawa nafsu yang menutupinya. Semuanya masih ada hijab dengan Allah. Masih ada dinding pemisah antara kita dengan Allah.

Bila Ilmu, kiprah, karya dan amal hanya membuahkan ujub, bangga dan kesombongan, segera periksa perjalanan hidup. Bisa jadi semuanya tertolak oleh Allah. Bisa jadi banyak kebusukan dan kezaliman dalam perjalanan hidup kita.

Takut, harap dan rindu pada Allah adalah buah dan hasil perjalanan hidup kita. Ujung perjalanan harus menghasilkan takut, harap dan rindu pada Allah. Bila berpuluh tahun berilmu dan beramal belum juga membuahkan 3 hal tersebut. Periksalah kesalahan perjalanan  hidup kita.

Andai kita belum seperti Hasan Al Bashri yang selalu menangis takut pada Allah. Cobalah untuk merekayasa diri kita agar sekali saja meneteskan air mata karena takut, harap dan rindu pada Allah. Membuat target, dalam setahun, sebulan, sepekan dan sehari ada derai air mata takut kepada Allah. Siapa tahu, kelak tangisan ini menjadi akhlak keseharian kita kepada Allah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)