basmalah Pictures, Images and Photos
September 2022 - Our Islamic Story

Choose your Language

Barat Kian Suram Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Eropa kian suram. Jerman menuju sinyal resesi. Harga ...

Barat Kian Suram

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Eropa kian suram. Jerman menuju sinyal resesi. Harga bahan pokok melambung dibarengi melambungnya harga energi karena pasokan energi dari Rusia dibatasi. Eropa dan Amerika terus membantu Ukrania melawan Rusia. Padahal perang berkepanjangan akan terus menghancurkan.

Di Jerman, industri kuliner mulai bangkrut. Toko roti terbesar yang berusia 90 tahun harus tutup karena tak kuat menanggung kenaikan biaya energi. Awalnya, kenaikan harga baku dibebankan ke konsumen, ternyata makin sepi.  Untuk menutupi kelangkaan energi, Jerman bekerjasama dengan Uni Emirat Arab.

Yang terjadi di Jerman mulai berimbas ke Inggris. Inflasi terus merangkak naik. Kenaikannya bukan kereta kenaikan permintaan tetapi karena kelangkaan pasokan karena kenaikan harga baku. Resesi yang mulai menerpa Inggris mulai dirasakan masyarakat luas.

Di sekolah, sebelumnya anak dibawah dua tahun mendapatkan makanan gratis dari pemerintah. Sekarang dibatasi, sehingga kedapatan seorang anak memakan karet penghapus karena kelaparan.

Ada anak berpura-pura makan bekalan dari rumah, padahal kotak bekalnya kosong. Ada yang bersembunyi di ruang bermain saat istirahat karena malu tak bisa membeli makanan. Kelaparan mulai melanda anak-anak Inggris.

Covid-19 melanda Eropa dengan korban sangat banyak. Lalu, iklim ekstrim melanda Eropa membuat kekeringan, kebakaran dan kebanjiran. Sekarang krisis energi disebabkan efek perang. Apakah makna semua ini dari kacamata iman?

Mengapa kekuatan ekonomi tiba-tiba lunglai? Begitu pun yang mulai dialami oleh Jepang dan Amerika walaupun dengan kasus yang berbeda.  Pada sisi lain, negar Timur Tengah kebanjiran order energi, yang membuat perusahaan paling tinggi pendapatannya di dunia ada di Timur Tengah termasuk negara-negara terkaya di dunia. Bagaimana kacamata dari sisi Iman?

Aktifitas di Hari Tua Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Merancang hari tua, berkarya apa? Saat ini tenga...

Aktifitas di Hari Tua

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Merancang hari tua, berkarya apa? Saat ini tengah menikmati menulis, berkebun, mengelola sampah, merintis kedai kuliner, dan mengisi kegiatan pemuda. Semoga ini tetap langgeng hingga menghadap Allah. Tak terlihat namun ada karyanya. Tersembunyi dari penduduk bumi namun ditonton oleh penduduk langit.

Di rumah, telah mengoleksi 1.000 buku. Sebagian besar tentang sejarah. Kelak, berwisata ke beragam perpustakaan nasional maupun daerah. Berteman dengan yang diam, tak bisa berbicara, namun penuh dengan lautan keilmuan. Menyambung masa lalu dengan masa kini dan masa depan.

Semoga kelak bisa mengelola hingga 2,5 hektar tanah. Kepemilikan tanahnya dirubah menjadi status wakaf. Hasil olahannya, sepertiga untuk konsumsi, sepertiga untuk diinvestasikan kembali, sepertiga untuk sedekah. Bisa dikembangkan menjadi pesantren salafiah agrobisnis dan agrowisata.

Mengelola sampah. Menyusuri tempat sampah. Menyusuri tempat pembakaran sampah. Memungut  dedaunan di kebun  yang tak dihiraukan. Membuat pupuk dari air hujan dan sampah. Menyebar sampah di tanah yang dikelola. Bahagianya menyusuri tempat yang dihinakan  manusia. Dari sampah Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati.

Berbisnis hanya untuk mendapatkan syafaat Rasulullah saw di padang Masyhar. Mendistribusikan kemanfaatan dan kemudahan. Menggerakkan dan mengelola manusia. Bergerak secara berjamaah agar kemaslahatan lebih terorganisir.

Berkebun hanya untuk mengikuti bimbingan Rasulullah saw. Persiapan menghadapi huru hara Hari Kiamat dengan mengolah tanah, berternak dan menanam pohon. Bersedekah kepada alam. Bersedekah kepada seluruh makhluk Allah yang tidak kita ketahui dan hanya Allah yang tahu. Bersedekah tanpa seorang pun tahu sedang bersedekah.

Mencoba terus membimbing para pemuda. Seperti pohon pisang yang menyiapkan tunas baru sebelumnya buahnya masak. Membimbing dalam keheningan bukan riuh rendah kepopuleran. Satu pemuda yang terbimbing lebih baik dunia seisinya.

Imam Al-Ghazali dan Syekh Abdul Qadir, Dibalik Kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi.  REPUBLIKA.CO.ID,  Buku Hakadza Zhahara Jiilu S...

Imam Al-Ghazali dan Syekh Abdul Qadir, Dibalik Kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi. 


REPUBLIKA.CO.ID,  Buku Hakadza Zhahara Jiilu Shalahuddin wa Hakadza Aadat Al Quds (Demikianlah Bangkitnya Generasi Shalahudin Al Ayyubi dan Demikianlah Kembalinya Yerusalem) karya Dr Majid Irsan Al Kilani diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Buku ini menarik, terutama dari sudut pandang kebangkitan sebuah peradaban. Penerjemah buku ini, dua orang alumni Universitas Islam Madinah, menceritakan, bahwa dosen pembimbing mereka, Dr Ghazi bin Ghazi Al Muthairi, adalah orang yang mengenalkan dan meminta mereka membaca buku ini.

Buku ini menceritakan bagaimana kaum Muslimin mampu bangkit dari keterpurukan selama sekitar 50 tahun, dan akhirnya berhasil merebut kembali Yerusalem setelah dikuasai pasukan Salib selama 88 tahun. Dr Irsan Al Kilani memaparkan data-data bahwa Shalahuddin bukanlah pemain tunggal yang 'turun dari langit' dalam mengangkat keterpurukan umat Islam. 

Tetapi, dia adalah produk dan bagian sebuah generasi baru yang telah dipersiapkan oleh para ulama yang hebat. Dua ulama besar yang disebut berjasa besar dalam menyiapkan generasi baru itu adalah Imam Al-Ghazali dan Abdul Qadir Al-Jilani.

Dalam melakukan upaya perubahan umat yang mendasar, Al-Ghazali dan Al-Jilani lebih menfokuskan pada upaya mengatasi masalah kondisi umat yang ketika itu memang layak menerima kekalahan (al qabiliyah lil hazimah). Faktor dasar kelemahan umat didiagnosis dan dicarikan solusinya. 

Menurut Al Ghazali, masalah yang paling mendasar dari terpuruknya umat Islam adalah faktor hubbud dunya (cinta dunia), rusaknya pemikiran keagamaan, dan fanatisme kelompok. Untuk itu, Al Ghazali melakukan perubahan dimulai dari dirinya sendiri, kemudian baru mengubah orang lain.


Kata penulis buku ini Al-Ghazali lebih menfokuskan usahanya untuk membersihkan masyarakat Muslim dari berbagai penyakit yang menggerogotinya dari dalam dan pentingnya mempersiapkan kaum Muslim agar mampu mengemban risalah Islam kembali sehingga dakwah Islam merambah seluruh pelosok bumi dan pilar-pilar iman serta kedamaian dapat tegak dengan kokoh. 

Melalui kitab-kitab yang ditulisnya setelah merenungkan kondisi umat secara mendalam, Al-Ghazali sampai pada kesimpulan bahwa yang harus dibenahi pertama dari umat adalah masalah keilmuan dan keulamaan. Oleh sebab itu, kitabnya yang terkenal dia beri nama Ihya’ Ulumuddin. Secara ringkas dapat dipahami bahwa di masa Perang Salib, kaum Muslim berhasil menggabungkan konsep jihad al nafs dan jihad melawan musuh dalam bentuk qital dengan baik.. 

Karya-karya al-Ghazali dalam soal jihad menekankan pentingnya mensimultankan berbagai jenis potensi dalam perjuangan umat. Dalam Ihya' Ulumuddin, Al-Ghazali menekankan pentingnya masalah ilmu, akhlak, dan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar. Aktivitas tersebut, kata Al-Ghazali, adalah kutub terbesar dalam urusan agama. 

Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi itulah, maka Allah mengutus para nabi. Jika aktivitas amar ma’ruf nahi munkar hilang, maka syiar kenabian hilang, agama menjadi rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajelela, satu negeri akan binasa, begitu juga umat secara keseluruhan.

Aktivitas Al-Ghazali yang gigih dalam memberikan kritik-kritik keras terhadap berbagai pemikiran yang dinilainya menyesatkan umat, juga menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah ilmu dan ulama. Al-Ghazali seperti berpesan kepada umat, ketika itu, bahwa problema umat Islam saat itu tidak begitu saja bisa diselesaikan hanya dari faktor-faktor permukaan, seperti masalah politik atau ekonomi, tetapi harus diselesaikan dari akar persoalannya, yaitu kerusakan ilmu dan ulama. 

Dr Irsan Al Kilani menyebutkan bahwa memang banyak yang salah paham terhadap Al-Ghazali dan Abdul Qadir Al-Jilani. Nama yang terakhir ini adalah ulama ahli fikih Mazhab Hanbali yang aktif berdakwah kepada para penguasa dan berhasil mengislamkan ribuan orang non-Muslim.

 

Dari madrasah-madrasah ulama itulah di kemudian hari lahir para ulama yang alim dan zuhud, para ustad, dan para pemimpin politik yang saleh, zuhud, dan mencintai jihad fi sabilillah.  

*Naskah cuplikan dari karya Dr Adian Husaini terbit di Harian Republika 2007

 

Raih Pertolongan Allah dengan Menyelaraskan Diri pada Kehendak-Nya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Pel...

Raih Pertolongan Allah dengan Menyelaraskan Diri pada Kehendak-Nya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Pelindung selain Allah seperti laba-laba yang membuat rumah. Rumah yang paling lemah adalah sarang laba-laba. Di alam semesta ini, adakah pelindung dan penolong selain Allah? Langkah awal mendapatkan perlindungan dan pertolongan Allah adalah dengan berserah diri dan beribadah kepada Allah.

Apakah Allah menolong sesuai dengan keinginan kita sendiri? Bukankah bila semua keinginan manusia terpenuhi, alam semesta ini akan hancur? Selaraskan keinginan kita dengan bimbingan Allah terlebih dahulu, maka Allah akan menolong dan melindungi.

Yang diucapkan, jangan mengikuti keinginan sendiri. Yang didengar dan dilihat, jangan mengikuti hasrat diri. Yang dilakukan jangan mengikuti kemauan dan cita-cita sendiri. Sebab    seluruh prilaku Rasulullah saw tak ada satu pun berdasarkan keinginannya.

Apakah keinginan diri itu bertentangan dengan keinginan Allah? Bila hawa nafsu dan bisikan syetan yang mendominasi diri maka akan terus terjadi pertentangan. Bila mengikuti fitrahnya, keinginan manusia dengan kehendak Allah akan selalu selaras.

Makan dan minum, selaras dengan kehendak Allah. Bukankah Allah menyuruh makan dan minum kepada manusia? Syaratnya hanya jangan berlebihan. Menikah selaras dengan kehendak Allah, bukankah pernikahan itu perintah Allah? Pada dasarnya seluruh perintah Allah sesuai dengan keinginan manusia. Manusia hanya tinggal menanggalkan bisikan hawa nafsu dan syetan saja.

Menyelaraskan keinginan dengan keinginan Allah. Menyelaraskan kehendak dengan kehendak Allah. Itulah cara meraih pertolongan Allah. Tak sulit mengikuti Allah, karena keinginan, kebutuhan dan kehendak manusia pada dasarnya sudah didesain Allah selaras dengan tujuan penciptaannya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Menghancurkan ego. Menghancurkan ketuhanan diri. Menghancurkan mindset bahwa keinginan ego lebih baik dari takdir Allah. Berserah diri, meyakini dan bertawakal, itulah jihad menyelaraskan diri dengan kehendak Allah.

Abu Pembakaran Sampah, Jadi Harta Karun Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Sekarang, tempat pembakaran sa...


Abu Pembakaran Sampah, Jadi Harta Karun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Sekarang, tempat pembakaran sampah menjadi sangat menarik. Saat berjalan kaki dari rumah ke stasiun kereta, mataku selalu jelalatan mencari tempat pembakaran sampah rumah tangga. Kadang ada keluarga atau sekelompok warga yang menyediakan tempat untuk pembakaran sampah.

Api merubah sampah menjadi abu. Dahulu para petani menggunakan abu pembakaran untuk menyuburkan tanah atau mengusir hama tanaman. Kearifan lokal ini sekarang hilang tergantikan dengan pupuk kimia dan pestisida. Sampah menjadi persoalan masyarakat. Padahal pemanfaatannya sangat berguna.

Apa manfaat abu pembakaran? Mengikat air dan embun, sehingga air tersimpan sementara waktu untuk membantu kelembaban tanah. Selama air tertahan di abu, air akan menetes ke tanah. Menyelusup ke pori-pori tanah. Air tak terbuang dan cepat menguap. Untuk sementara waktu bisa dimanfaatkan untuk tumbuhan.

Abu mengikat unsur hara dan mineral yang ada di tanah tidak tergerus. Menahan sejenak agar tumbuhan bisa memanfaatkannya untuk nutrisi pertumbuhan tanaman. Abu membuat unsur hara yang tersimpan di sampah mudah diserap oleh tumbuhan. Abu sebagai booster nutrisi bagi tumbuhan.

Apa penyebab Jawa lebih subur dari daerah lainnya? Salah satunya, di pulau Jawalah paling banyak gunung berapi. Setiap letusannya membawa abu atau debu vulkanik yang menyuburkan tanah. Abunya mengandung unsur hara.

Pembakaran sampah menjadi abu, tidak cocok untuk kesuburan jangan panjang. Abu hanya untuk penyubur jangka pendek. Sedangkan sampah berperan untuk kesuburan jangka panjang.

Daerah perkotaan yang padat penduduknya banyak ditemukan pembakaran sampah sisa rumah tangga. Sebab, cara termudah untuk mengefisienkan lahan agar tidak dipenuhi sampah hanya dengan pembakaran. Abunya dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah.

Mindset Bisnis dari Wanita Berpakaian Tetapi Telanjang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tanda-tanda hur...

Mindset Bisnis dari Wanita Berpakaian Tetapi Telanjang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tanda-tanda huru hara Hari Kiamat adalah banyak wanita yang berpakaian tetapi telanjang.  Apakah gambaran berkaitan dengan fitnah wanita saja? Hanya semakin banyak dosa dan kemaksiatan? Serbuan godaan syetan? Tidak adakah filosofi kehidupan lainnya?

Mengembangkan bisnis, transparanlah. Ini sangat menarik bagi konsumen dan investor. Transparan keuangan dan pengelolaannya. Proses bisnisnya dari hulu ke hilir. Semua jenis sertifikasi menuju pada transparansi bisnis. Seluruh seluk beluk bisnis harus transparansi seperti wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Transparan tetapi tidak membuka inti bisnisnya. Terbuka tetapi tertutup. Tertutup tetapi terbuka. Menggoda konsumen dan investor tetapi tak tahu isi dapurnya. Inilah konsep bisnis seperti wanita berpakaian tetapi telanjang. Banyak bisnis kuliner yang menampilkan dapur dan proses pengerjaannya. Padahal intinya pada racikan bumbunya.

Banyak yang bisa melihat bangunan dan proses kerja sebuah bisnis, namun tak bisa menduplikasinya. Banyak yang bisa mengoperasikan sebuah aplikasi tetapi tidak tahu algoritma dan bahasa pemogramannya. Sumber daya manusia,  sistem, struktur organisasi dan infrastruktur bisnis tetap tersembunyi walaupun bisnisnya dioperasikannya oleh orang lain.

Yang tersembunyi lebih besar dari yang nampak. Kekuatan yang tersembunyi lebih besar dari yang nampak. Yang nampak hanyalah efek dari kekuatan besar yang tersembunyi. Seperti pohon, tumbuh, berkembang dan berbuah, semuanya dari akar dan pengelolaan tanahnya.

Huru hara hari kiamat jangan dilihat hanya dari kacamata dosa, maksiat, kemungkaran dan kezaliman, tetapi sebuah kondisi yang akan dialami, memahami arah, kiblat, dan trend masa depan, sehingga setiap muslim menjadi futurolog. Apa yang harus dilakukan hari ini untuk hari esok?

Huru hara hari kiamat adalah bimbingan Rasulullah saw di masa depan. Bukankah yang memahami masa depan akan bisa mengenggam masa depan? Menguasai peradaban?

Dasar Mengembangkan Harta Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Apa yang diimpikan di dunia? Rezeki yang mel...

Dasar Mengembangkan Harta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Apa yang diimpikan di dunia? Rezeki yang melimpah, kedudukan mulia disisi Allah, dan bekal untuk akhirat. Semuanya diraih dengan, bekerja dengan cara terbaik, bertanggungjawab dalam mengelola harta, mengembangkannya, lalu menginfaqkan untuk kepentingan hidup yang terbaik sehingga dapat membahagiakan manusia lainnya.

Bila tak bekerja, takkan mendapatkan harta yang menjadi sarana hidupnya di  dunia. Jika bekerja dan berharta, namun tak bertanggungjawab memeliharanya dengan baik, maka harta yang berlimpah bisa cepat habis, akhirnya hidup tetap dalam kefakiran. Bila dipelihara namun tidak dikembangkan?

Bila harta tidak dikembangkan, maka hanya bisa dibelanjakan sedikit demi sedikit. Pada akhirnya, hartanya akan habis betapapun berjuang keras untuk menghemat pengeluarannya. Jika menafkahkan bukan pada tempat dan tujuan yang benar, akhirnya seperti orang miskin kembali.

Harta akan habis dengan banyaknya peristiwa dan penyakit yang menimpanya. Ibarat air yang tertampung dalam penampungan, meskipun tak ada saluran keluarnya, air akan tetap merembes keluar melewati berbagai celah, bahkan memancarkan keluar hingga air musnah sia-sia. Maka kembangkan harta.

Tak ada ruginya mengembangkan harta. Tak ada bangkrutnya dalam mengembangkan harta. Harta yang hilang bukanlah kehilangan, sebab bukan bagian diri manusia. Manusia itu terdiri dari ruh, jiwa dan jasad, harta bagian yang terpisah yang diciptakan Allah. Fungsinya  hanya untuk memudahkan kehidupan saja.

Mengembangkan harta dengan berbisnis dan berinfaq bukan dengan menyimpan dan ditabung. Jangan takut kehilangan harta. Harta itu milik Allah. Dia memberikan tanpa hisab dan sesuai kehendak-Nya. Gunakan harta sesuai tujuan diciptakannya bukan sesuai kehendak manusia.

Mindset bahwa harta itu miliknya. Mindset pemisahan dunia dan akhirat yang menyebabkan ada istilah berkurang dan kehilangan harta, juga rugi dan bangkrut. Lepaskan harta sesuai tujuannya. Jagalah harta sekedar bisa menjalani kehidupan dengan kemudahan dan tanpa was-was syetan.

Rantai Pasokan, Menyiapkan Huru Hara Hari Kiamat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Huru hara hari kiamat...



Rantai Pasokan, Menyiapkan Huru Hara Hari Kiamat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Huru hara hari kiamat. Pagi beriman, sore kafir. Sore beriman, pagi kafir. Situasi yang terus berubah-ubah sangat cepat dan tak bisa diprediksi. Iman yang merupakan lambang keteguhan, namun berubah-ubah pula dalam waktu 24 jam. Itulah ketidakpastian di era huru hara menjelang Hari Kiamat.

Setelah krisis 1998, apakah krisis bersiklus secara tetap? Setelah pemanasan global, apakah siklus musim bisa diprediksi? Huru hara menandakan faster unpredictable condition.  Umur hidup bisnis pun semakin pendek, begitu juga produk. Bagaimana mengantisipasi huru hara menjelang Hari Kiamat dalam sekala pribadi?

Awalnya diprediksi, dunia akan pulih pasca Covid-19, namun data baru menunjukkan dunia sedang menuju ke resesi global di tahun berikutnya.  Negara maju langsung terimbas. Katanya, Indonesia aman. Namun setelah kenaikan BBM? Apakah akan tetap aman? Yang pasti huru hara menjelang Hari Kiamat yang dijelaskan oleh Rasulullah saw harus dituntaskan dengan bimbingan Rasulullah saw juga.

Menyiapkan krisis, jangan sangat bergantung kepada uang, emas, perak, property dan perhiasan yang dibanggakan lainnya. Zaman pernah mencatat, 1 kg gandum senilai satu kg emas. Semua simbol kekayaan tak berguna. Saat itu uang banyak tetapi barang tidak ada.

Jangan meminjam uang berlebihan dan tak dibutuhkan ke bank. Jangan juga menyimpan uang berlebihan di bank. Di Era krisis uang tidak berguna sana sekali. Barang, itulah kunci kekuatan bertahan di era huru hara menjelang Hari Kiamat.

Persoalan utama di era huru hara menjelang Hari Kiamat (krisis) adalah rantai pasokan bukan permintaan. Bukankah krisis sering terjadi di waktu kemarau atau kekeringan yang panjang? Di era pademi dan wabah yang merusak rantai pasokan? Di Era Nabi Yusuf penyebab krisis adalah kekeringan. Di era Firaun, krisis terjadi karena wabah belalang, kutu, dan kodok.

Apa solusinya, ada hadist Rasulullah saw yang menjelaskan bahwa menjelang Hari Kiamat yang dilakukan adalah menanam pohon. Saat huru hara menjelang Hari Kiamat yang dilakukan mengurus kebun, ternah dan mematahkan mata pedang. Keahlian menjelang kiamat yang utama bukan bagaimana menjual, tetapi juga memproduksi. Karena persoalan utamanya adalah rantai pasokan.

Mengkawinkan Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Setiap makhluk Allah diciptakan  berpasangan. Selur...


Mengkawinkan Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Setiap makhluk Allah diciptakan  berpasangan. Seluruh hewan berpasangan. Tumbuhan berpasangan. Matahari dan bulan berpasangan?  Bagaimana dengan tanah? Menurut para pakar tanah, ada 12 jenis tanah di Indonesia. Ada yang subur ada yang tidak. Setiap tanah memiliki karakter dan peran yang berbeda-beda.

Menurut pakar tanah, 70 % tanah di Indonesia tidak subur. Tanah subur terfokus di Jawa. Tanah yang subur berpotensi menjadi tidak subur karena pengolahan tanah menggunakan pupuk kimia. Katanya, hanya 10 persen tanah di Indonesia yang terpenuhi bahan organiknya. Sisanya dalam jangka panjang berpotensi tidak subur bila pengolahannya tidak diubah.

Banyak yang mengeluhkan tingginya harga pupuk kimia. Sebaliknya, pupuk organik yang berserakan dibiarkan menjadi polusi lingkungan. Padahal, cukup memungut dan mengumpulkannya, semuanya menjadi media menyuburkan tanah. Sungguh sederhana menuntaskan ketidaksuburan, hanya butuh ketekunan dan hilangkan kepongahan.

Bagaimana cara lain meningkatkan kesuburan tanah? Ada pesan dari para leluhur, bila pindah ke sebuah tempat, bawalah minimal segengam tanah di tempat asalnya. Lalu, tebarkan ditempat yang akan dihuni. Katanya, bila ingin menanam sebuah pohon, bawalah tanah dari tempat asal pohon tersebut. Inikah konsep mengkawinkan tanah?

Apakah tanah itu benda mati? Pada tanah terdapat banyak mikroorganisme. Saat memindahkan tanah, sama dengan memindahkan mikroorganismenya. Tanah pun seperti bumbu pada makanan, perlu diracik, ada ukuran dalam racikannya, lalu diaduk. Bagaimana meracik beragam jenis tanah?

Yang termudah, bawalah tanah yang subur ke tanah yang tidak subur.  Di tanah yang subur banyak kehidupannya. Kehidupan di tanah yang subur menciptakan kehidupan di tanah yang tidak subur. Bagaimana tanah tidak subur menjadi nyaman bagi kehidupan yang berasal dari tanah subur?

Sesungguhnya kehidupan itu berasal dari air hujan. Tanah harus menjadi tempat yang nyaman bagi air hujan. Inilah pokok dasarnya. Jangan ada erosi. Jangan mengendap jadi comberan air. Tanah harus dalam kondisi terbuka. Seperti itulah proses mengkawinkan tanah.

Al Kurani: Guru Sultan Muhammad Al Fatih Semua guru yang mengajar Muhammad Al Fatih menyerah. Kali ini sang ayah membawa guru ba...


Al Kurani: Guru Sultan Muhammad Al Fatih


Semua guru yang mengajar Muhammad Al Fatih menyerah. Kali ini sang ayah membawa guru baru. Di tangan guru kuat, melahirkan murid hebat

Hidayatullah.com | MUHAMMAD Al Fatih adalah salah satu pahlawan Islam yang melegenda. Dialah yang menaklukkan Konstantinopel, kota paling penting saat itu. Berabad-abad lamanya, kota yang indah dan makmur ini telah menjadi simbol kejayaan di mata dunia internasional.


Dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Theodosius. Sejak didirikan oleh Kekaisaran Byzantium atau Romawi Timur, ia telah menjadi ibu kota pemerintahaan Byzantium, negeri adi kuasa saat itu. Konstantinopel kemudian menjadi salah satu kota terbesar sekaligus benteng terkuat saat itu.

Ia dikelilingi oleh tiga lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas yang terpasang rantai amat besar. Dikelilingi benteng besar, laut yang dalam dan rantai yang kokoh, setiap sisi Kontantinopel amatlah sulit untuk dimasuki pihak asing.

Namun sejarah mencatat peristiwa besar pernah terjadi 566 tahun lalu. Pada tanggal 29 Mei 1453 kota dengan benteng legendaris yang tak tertembus itu akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih.

Sultan ke-7 Turki Utsmani itu berhasil memimpin penaklukan Konstantinopel ketika usianya baru 21 tahun. Ia dianggap telah membuktikan hadits yang diucapkan Nabi Muhammad ﷺ pada 8 abad sebelumnya.


لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ


“Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka (dibebaskan). Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” (Riwayat Bukhari)

 

Anak Bandel

Tentu saja Al Fatih tak berhasil sendirian. Ada orang-orang hebat di belakangnya. Salah satunya, Ahmad bin Ismail Al Kurani. Ia hafal al-Qur`an bersama tujuh qira’atnya, dibawah bimbingan Ali Az Zain Abdurrahman bin Umar Al Qazwini. Bukan hanya sebatas al-Qur`an dan ilmu qira’at, ilmu-ilmu yang lainnya seperti balaghah, nahwu, fiqih, juga ia dapati dari gurunya itu.

Ulama yang lahir pada 813 H ini juga berguru kepada ulama lainnya seperti Al Jalal Al Halwani. Lalu ia melakukan perjalanan ke Damaskus berguru kepada Ala’ Al Bukhari. Ketika Al Jalal berangkat manuju Bait Al Maqdis, Kurani menyertainya dan masih mengambil manfaat dari gurunya itu. Kemudian Kurani pergi menuju Kairo, berguru kepada Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani, juga ulama-ulama lainnya.

Di Kairo, keilmuan Kurani memperoleh perhatian dari penguasa, hingga ia diangkat menjadi guru fiqih di Al Barquqiyah. Ia juga amat dekat dengan Adh Dhahir Juqmaq, pemimpin Mesir kala itu.

Namun, suatu saat, ada perselisihan pribadi antara Kurani dengan Hamiduddin An Nu’mani, yang merupakan keturunan Imam Abu Hanifah, hingga akhirnya perkara itu dibawa ke pengadilan. Hakim yang mengakimi perkara adalah Ibnu Ad Diri yang bermadzhab Hanafi. Kurani diputuskan untuk diasingkan, dan diberhentikan dari Barquqiyah. Kurani diasingkan di Damaskus.

 

Berhasil Jadikan Al Fatih Hafal Al Qur`an

Kurani memilih melakukan perjalanan ke negeri Rum (Turki), dan memiliki hubungan baik dengan penguasanya, Sultan Murad. Bahkan ia diminta mendidik putra mahkotanya, Muhammad Al Fatih.


Sultan Murad sendiri telah berusaha memberikan pendidikan terbaik kepada putranya itu. Beliau memilih guru-guru khusus yang bertugas mendidik sang anak. Namun para guru gagal mendidiknya dan mereka pun menyerah karena Al Fatih tidak pernah mengindahkan apa yang disampaikan oleh mereka.

Sultan Murad lalu memilih Kurani untuk mendidik sang putra. Tidak cukup menunjuk, bahkan Sultan Murad II memberikan pemukul kepada Kurani, untuk memukul Al Fatih jika ia membangkang.


Kurani memasuki ruang belajar Al Fatih dengan alat pemukul di tangan dan mengatakan, ”Ayahmu mengirimku untuk mengajarimu beserta pemukulnya jika engkau menentang perintahku.” Apa yang terjadi?

Al Fatih malah tertawa mendengar ancaman itu. Namun Kurani sudah mengantisipasi hal itu. Tiada rasa takut karena yang dihadapinya putra sultan, sang guru memukul Muhammad dengan pukulan yang keras hingga akhirnya Al Fatih merasa amat takut terhadap gurunya itu.

Apa yang dilakukan oleh Kurani ternyata membuahkan hasil. Dalam waktu singkat Al Fatih hafal al-Qur`an.

Tidak hanya mengajar, bahkan Kurani menulis sebuah kitab berupa qasidah dalam ilmu al `arudh, yang berjumlah 600 bait. Karya itu diperuntukkan kepada Al Fatih Al Fatih, yang ia beri nama Asy Syafi’iyah fi Ilmi Al ‘Arudh wal Al Qafiyah.

Perselisihan dengan Al Fatih

Setelah Sultan Murad wafat dan digantikan putranya, Muhammad Al Fatih, ia manawarkan guru nya untuk menjadi wazir, namun Kurani menolaknya. Baru setelah ditawarkan kepadanya jabatan qadhi militer, Kurani menerima. Tetapi kemudian, Al Fatih menginginkan Kurani menjadi qadhi di Bursa, sebuah kota di Turki.

Suatu saat, datang surat dari Al Fatih kepada Kurani, dimana dalam surat itu ada perkara yang menyelisihi syariat. Tanpa rasa takut, Kurani langsung merobek surat tersebut. Al Fatih marah dan mencopot jabatan Kurani, sehingga terjadi konflik antar keduanya. Buntut dari persilihan itu, Kurani pergi meninggalkan Turki menuju Kairo.

Pada akhirnya Al Fatih menyesal dengan tindakannya itu, lalu meminta kepada Sultan Qitbay, penguasa Mesir, untuk mengirim Kurani kembali ke Turki. Sang guru balik ke Turki dan kembali menjabat sebagai qadhi. Bahkan Al Fatih mengangkatnya sebagi mufti.

 

Waktu Hanya untuk Ilmu dan Ibadah

Waktu Kurani hanya digunakan untuk ilmu dan ibadah. Salah satu dari beberapa murid Kurani menyampaikan, suatu malam ia menginap di rumah gurunya itu. Setelah shalat Isya’, ia melihat gurunya membaca al-Qur`an. Ketika terjaga di malam hari, ia masih melihat gurunya membaca al-Qur`an. Saat si murid terjaga ke dua kalinya, ia mendengar gurunya membaca surat Al Mulk. Dan hingga fajar tiba, ia mengetahui sang guru telah selesai menghatamkan al-Qur`an. Si murid bertanya kepada pembantu sang guru. “Demikian itu kebiasaan Syeikh,” kata si pembantu.

Tidak hanya menyibukkan diri dalam ilmu, Kurani ikut serta dalam jihad untuk menaklukkan Konstantinopel, mendampingi Al Fatih.

 

Jangkauan Ilmu Lebih Jauh dari Jangkauan Pedang

Suatu saat Amir Taimur Khan, salah satu penjabat tinggi negara marah terhadap Kurani, hingga ia merasa jengkel hendak membunuhnya. Ia berkata, ”Namun bagaimana aku membunuh seorang laki-laki yang mana kitab-kitabnya sudah dibaca di berbagai negeri, sedangkan pedangku belum sampai ke sana!”

Kurani memiliki banyak karya dalam berbagai disiplin ilmu. Di ataranya, tafsir al-Qur`an berjudul Ghayah Al Alamani. Sedangkan untuk Hadits, Kurani mensyarah Shahih Al Bukhari dengan nama Al Kautsar Al Jari. Al Kurani juga memberikan penjelasan terhadap syarh Al Ja`bari (penjelas dari kitab Asy Syathibiyah).


Setelah mengabdikan diri untuk ilmu dan penegakkan keadilan di wilayah kekuasaan Daulah Al Utsmaniyah, Kurani jatuh sakit. Ia merasa ajal sudah dekat. Ia bertanya waktu adzan ashar. Tak lama kemudian adzan ashar berkumandang, dan ketika muadzin selesai menyerukan takbir, Kurani pun meneruskan la ilaha illallah lalu menghembuskan nafas terakhirnya.

Kurani wafat pada 893 H, dan sultan pada waktu itu ikut menshalatkankan jenazahnya.*/Thoriq

Rep: Thoriq
Editor: Bambang S

#

Ahli Virus itu Guru Spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih Syaikh Aaq Syamsuddin selalu mendampingi Sultan Muhammad Al-Fatih di meda...

Ahli Virus itu Guru Spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih


Syaikh Aaq Syamsuddin selalu mendampingi Sultan Muhammad Al-Fatih di medan tempur. Sudah menjadi sunnatullah, di balik lahirnya seorang penakluk, ada sekelompok ulama rabbani yang ikut andil dalam mendidik, mengarahkan, dan memberi penerangan.

Ada peran besar Abdullah bin Yasin di Malik Yahya bin Ibrahim di balik pemimpin Daulah Murabithin. Lalu, ada Qadhi Al-Fadhil i balik Shalahuddin Al-Ayubi dalam Daulah Ayyubiyah. Demikian juga dengan Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II. Ada Syaikh Aaq Syamsuddin di balik Sang Penakluk ini yang amat legendaris ini. "Sesungguhnya kalian melihatku sangat gembira. Kegembiraanku bukan karena penaklukan benteng ini semata. Akan tetapi, kegembiraanku muncul karena adanya seorang Syaikh yang mulia pada zamanku. Dia adalah guruku, Syaikh Aaq Syamsuddin," ujar Sultan Muhammad Al-Fatih pascapenaklukan Konstantinopel ibukota Byzantium.

Syaikh Aaq Syamsuddin adalah satu-satunya orang yang sanggup membuat Sultan menundukkan kepala. Segala nasihatnya didengar dan dilaksanakan. Sekalipun dunia mencatatnya sebagai pemimpin terbaik dari pasukan terbaik, namun ia sadar, tanpa gurunya itu, dirinya bukanlah siapa-siapa. Suatu hari Sultan mengungkapkan perasaan segan dan sungkannya kepada Syaikh dalam pembicaraan dengan seorang menterinya, Mahmud Pasya. “Sesungguhnya rasa hormatku pada Syaikh Aaq Syamsuddin bukanlah penghormatan biasa. Jika saya berada di sampingnya, saya merasakan hal yang lain, saya begitu segan kepadanya,” ujarnya.

Pengarang buku Al-Badr Al-Thali’ menyebutkan: Sehari setelah menaklukkan Konstantinopel, Sultan datang ke kemah Syaikh Aaq Syamsuddin yang saat itu sedang berbaring. Dia tidak bangkit berdiri untuk menyambut kedatangannya. Maka Sultan pun mencium tangannya dan berkata kepadanya. “Saya datang kepadamu untuk sebuah keperluan.”  “Keperluan apa itu?” tanyanya. “Bagaimana jika saya masuk dan kita berbicara berdua?” ujar Sultan memohon. 

Namun Syaikh menolak dan Sultan. Sultan memaksa dan terus memohon, namun Syaikh selalu menjawab, “Tidak!” Akibatnya, emosi Sultan tak bisa dibendung. Ia marah. “Sesungguhnya telah datang kepadamu salah seorang dari orang-orang Turki, dan kau masukkan dia sendirian, namun tatkala saya datang kau menolak untuk melakukan hal itu,” cecarnya. 

Syaikh dengan dingin menjawab, “Sesungguhnya jika engkau masuk padaku sendirian, maka kau akan merasakan kenikmatan sehingga kesultanan akan jatuh dalam pandangan kedua matamu, dan akan berantakanlah semua perkara ini. Dan Allah akan murka kepada kita semua. Sedangkan masuk menyendiri itu adalah agar timbul rasa keadilan. Maka hendaklah engkau melakukan demikian dan demikian.”

Setelah itu Sultan mengirim uang 1000 dinar padanya, namun Syaikh tidak mau menerimanya. Maka tatkala Sultan keluar bersama seorang pembantunya dan berkata kepadanya, “Syaikh tidak berdiri untukku.” “Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada sultan sebelumnya. 

Dengan demikian, Syaikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu dari dirimu,” ujar Menteri Mahmud. Ahli Pengobatan Demikian Syaikh selalu berusaha mendidik Sultan Muhammad Al Fatih dengan didikan yang penuh nilai nilai keimanan dan ihsan. Beliau bukan hanya memiliki kemampuan ilmu yang luas dalam agama dan penyucian jiwa tetapi pada saat yang sama sangat ahli dalam masalah pengobatan herbal. Hingga kemasyhurannya dalam bidang pengobatan ini menjadi buah biblr di banyak kalangan.

Ada ungkapan populer untuk Syaikh ini. "Sesungguhnya tumbuh-tumbuhan itu berbicara kepada Syaikh Aaq Syamsuddin?“ “Selain dikenal sebagai ahli pengobat raga, dia juga dikenal sebagai pengobat hati. Telah beredar di tengah-tengah masyarakat sebuah cerita, bahwa sebatang pohon memanggilnya dan berkata padanya. ‘Saya adalah penyembuh penyakit fulan.’ Kemudian kesohorlah berkahnya dan muncullah keeutamaannya.” Syaikh memiliki kepedulian terhadap penyakit jasmani, sama pedulinya terhadap penyakit-penyakit rohani. 

Beliau memiliki kepedulian khusus terhadap penyakit dalam, sebab penyakit ini telah mengakibatkan meninggalnya ribuan manusia di zamannya. Dia menulis buku dalam masalah ini yang dia beri judul Maadat Al Hayaat. Di dalam buku tersebut, Syaikh mengatakan, 'Sangat keliru jika dikatakan bahwa penyakit-penyakit itu menyerang manusia dengan sendirinya. Padahal penyakit-penyakit itu berpindah dari satu orang ke orang lain dengan cara menular. 

Penularan ini sangat kecil dan renik, hingga tidak mampu dilihat oleh mata telanjang. Penularan ini terjadi karena adanya kuman yang hidup.” Dengan pengalaman ini, maka Syaikh Syamsuddin telah mendefinisikan kuman pada abad ke-15 Masehi.

Dia merupakan orang pertama yang melakukan itu. Saat itu belum ada yang disebut dengan mikroskop.  Empat abad setelah zamannya, muncul seorang ahli kimia dan biologi asal Prancis yang bernama Louis Pasteur melakukan penelitian dengan hasil serupa seperti yang telah dikemukakan oleh Syaikh Aaq Syamsuddin.

Syaikh Syamsuddin juga sangat peduli kepada penyakit kanker dan menulis buku tentang hal itu. Dalam bidang kedokteran, Syaikh Syamsuddin telah menulis dua buku penting Maadat Al-Hayaat dan Kitaab Al-Thibb. Dua buku ini dia tulis dalam bahasa Turki dan Utsmani. Syaikh memiliki tujuh tulisan berbahasa Arab, yaitu: Hallul Musykilaat, Ar-Risalah An-Nuriyyah, Maqaalatu, Auliyaa,’ Risalah fi Dzikrillah, Talkhish Al-Mataa’in, Daf’u Al-Mataa’in, Risalalm Syarh Haaji Bayaram Wall?” 

Syaikh kembali ke tempat tinggalnya di Koniyoka setelah merasakan perlu untuk kembali ke sana. Sultan sendiri mendesaknya agar tetap tinggal di Istanbul, namun dia menolak. Beliau meninggal pada tahun 863 H/ 1459 M.

Sisihkan Waktu untuk Mengolah Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Sudah dua pekan mengumpulkan sampa...

Sisihkan Waktu untuk Mengolah Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Sudah dua pekan mengumpulkan sampah. Indahnya menyisir sampah di tempat pembakaran. Bertemu dengan cacing, berkaki seribu, lipan, semut, rayap dan banyak makhluk kecil lainnya yang tak dikenali. Merekalah yang telah berjasa menyuburkan tanah. Pernahkah merasa hutang jasa pada makhluk kecil tersebut?

Sampah diurai menjadi humus. Lalu menjadi tanah kembali. Humus inilah yang menjadi sumber kesuburan tanah. Adakah pohon, buah-buahan dan sayuran tanpa kesuburan tanah? Bisakah industri pupuk kimia menggantikan peran sampah, cacing, lipan, kaki seribu, rayap, semut dan makhluk lainnya? Tak ada sedikitpun campur tangan manusia dalam proses penciptaan alam.

Sangat jarang sekalian menundukkan mata ke tanah. Tanah yang diinjak-injak apakah tak berguna? Mengapa manusia sering berselisih dan bersengketa tanah namun tak peduli dengan penghuni tanah? Fokusnya, tanah hanya untuk property saja tanpa berfikir bagaimana tanah mendukung dan menyelamatkan kehidupan manusia?

Mengapa Srilanka menjadi negara bangkrut? Apa penyebab krisis sebuah negara dan dunia?   Sebab krisis adalah melambungnya harga karena pasokan pangan yang terbatas. Keterbatasan pasokan pangan karena tak peduli dalam mengelola tanah. Tanah tak dioptimalkan untuk kemakmuran.

Yang tinggal di desa. Yang kebutuhan hariannya diambil dari pengelolaan tanah sendiri. Tidak akan pernah merasakan krisis. Tak peduli dengan hyper inflasi. Tak berpengaruh dengan lonjakan dahsyat harga. Sebab perut tetap kenyang tanpa harus punya uang. Sebab ada yang dijual untuk mendapatkan uang.

Harga kekhalifahan Abbasiyah hanya segelas air. Khalifah Harun Ar Rasyid rela menukar singgasananya dengan segelas air demi menyelamatkan nyawanya karena sebab kehausan. Bila seperti ini, mengapa sumber daya yang ada untuk mengumpulkan harta, emas, berlian, kendaraan dan asesoris kebendaan lainnya?

Sisihkanlah untuk mengelola tanah. Sisihkan waktu untuk bercengkrama dengan makro dan mikroorganisme tanah. Semuanya lebih berharga dari kebendaan mewah yang membuat kagum banyak orang. Bukankah gambaran surga dimulai dengan kebun-kebun yang dibawahnya mengalir sungai?

Ragam Keindahan Hidup Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Demi sebuah kekuasaan, mengapa banyak yang membu...

Ragam Keindahan Hidup

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Demi sebuah kekuasaan, mengapa banyak yang membunuh, memenjarakan, memfitnah? Demi sebuah jabatan, mengapa saling memperburuk yang lainnya? Bukankah menjadi  penguasa justru mempersulit diri sendiri, sebab harus melayani rakyatnya.

Demi sebuah kekayaan, banyak yang melakukan suap, korupsi, mencuri, menggelapkan. Apakah bahagia dengan kekayaan yang berlimpah dengan cara ini? Yang paling indah, cukup untuk kebutuhan dari jerih payah sendiri, setiap yang dibutuhkan selalu ada walaupun tak tahu asalnya darimana.

Indah itu ada dalam keluarga yang rukun. Suami memimpin, mendidik dan menyediakan kebutuhannya. Istri mentaati, melayani dan mengingatkan. Anak yang bertakwa. Apakah kondisi hanya bisa diraih bila menjadi penguasa dan hartawan? Semua orang bisa mewujudkannya.

Indah itu bila berserah diri kepada Allah. Beriman dan beribadah. Berikhtiar dan bertawakal. Apakah semua ini hanya bisa dilakukan oleh penguasa dan hartawan? Semua orang bisa mewujudkannya.

Indah itu bila mengolah tanah, berkebun, bertani, mendengar kicauan burung, gesekan pohon, desiran angin. Melihat fajar dan terbenamnya matahari. Melihat indahnya bintang, bulan, birunya langit yang dihiasi awan. Alam ini sangat indah mempesona.

Indah itu kumpul riung dalam shalat berjamaah. Bercengkrama setelah shalat berjamaah di masjid. Nongkrong di pos ronda, warung, dan bertetangga. Apakah harus menjadi penguasa dan berharta untuk bisa seperti ini?

Indah itu bila berduaan bersama Allah  menulis, membaca buku, dan menonton yang bermanfaat. Semua orang bisa melakukannya untuk meraih keindahan. Namun mengapa manusia dikepung dengan ajang pembunuhan, korupsi dan percecokan?

Rahasia Kegemilangan Khalid bin Walid Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Membaca buku Art of War-nya Khal...

Rahasia Kegemilangan Khalid bin Walid

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Membaca buku Art of War-nya Khalid bin Walid. Dia berhasil memenangkan 100% pertempuran di era Islam. Dia berhasil memformulasikan strategi perang bangsa Arab dengan ragam strategi panglima hebat sebelumnya. Padahal tidak pernah bertemu dan membaca strateginya.

Strategi perang Tsu Zu dan Alexander Agung, terlahir kembali di setiap peperangan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Bagaimana bisa sosok yang tidak pernah bertemu dan membaca literatur peperangan sebelumnya mampu mengulangi strategi perang tersebut secara gemilang?

Kegemilangan strategi Khalid bin Walid tak pernah mengungguli strategi perang Rasulullah saw. Perhatikan di perang Uhud, kelalaian para Sahabat menjaga pesan Rasulullah saw membuat Khalid bin Walid bisa melancarkan serangan balik. Namun tetap tak bisa mengalahkan strategi Rasulullah saw. Musyrikin Quraisy pulang ke Mekah dengan tangan hampa dan ketakutan.

Mengapa tiba-tiba Khalid bin Walid menjadi panglima brilian? Mengapa tiba-tiba Amr bin Ash tiba-tiba menjadi panglima hebat? Setelah dididik Rasulullah saw? Padahal sebelumnya kedua sosok ini menjadi bagian panglima perang musyrikin Quraisy. Namun tak pernah bisa mengungguli pasukan Rasulullah saw. Dimanakah rahasianya?

Kehebatan Khalid bin Walid bukan pada kecerdasan dalam membuat strategi bertempur. Tetapi amanah dari Rasulullah saw sebagai "Pedang Allah". Sebagai "Pedang Allah" yang membuat Khalid bin Walid tak pernah bisa terkalahkan oleh siapapun.

Walaupun jumlah pasukannya selalu lebih sedikit, perbekalannya minimal, persenjataannya tidak semodern musuhnya. Namun mengapa bisa mengalahkan musuhnya? Menjalankan peran sebagai Pedang Allah yang membuatnya diberikan kemenangan oleh Allah. Terbukti, saat jabatan panglimanya diserahkan ke Abu Ubaidah bin Jarrah, Khalid bin Walid tetap berjuang sebagai Pedang Allah.

Kegemilangan Khalid bin Walid disebabkan keistiqamahannya menjalankan peran sebagai "Pedang Allah" bukan pedang ego, kepentingan, obsesi dan cita-citanya pribadi. Mengapa bertempur? Menjadi hal yang harus "benar" terlebih dahulu sebelum menjawab apa dan bagaimana bertempurnya.

Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel SELAIN memiki tentara yang tangguh sebanyak 250.000 mujahid, kapal be...

Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel


SELAIN memiki tentara yang tangguh sebanyak 250.000 mujahid, kapal berjumlah 400 unit, dan ratusan senjata berat, Sultan Muhammad Al-Fatih sebagai pimpinan perang terkenal memiliki ide-ide cerdas dalam mengelola pertempuran saat menaklukkan Konstantinopel . Sultan telah sukses melayarkan kapal-kapalnya sebanyak 70 unit melalui daratan dari Bayskatasy ke Tanduk Emas.

Selain itu, dia juga jago dalam membangun strategi perang urat syaraf. Sultan Muhammad Al-Fatih terus mengepung musuhnya dengan seni peperangan yang berbeda-beda, dari waktu ke waktu. Seni berperang seperti ini merupakan inovasi baru yang belum pernah dikenal sebelumnya. Ia dikenal sebagai “perang urat syaraf" atau psy war. Pada hakikatnya, ia tetap merupakan perang dalam wujud aslinya, tetapi efek psikologisnya sangat kuat untuk menekan musuh. 

Membuat Terowongan
Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah menggambarkan pada fase pengepungan berikutnya, tentara Utsmani melakukan terobosan baru dalam usahanya untuk memasuki Kota Konstantinopel.

Mereka menggali terowongan bawah tanah dari tempat berbeda-beda, dengan sasaran ke tengah kota. Penduduk kota mendengar dentuman hebat dari bawah tanah yang terus merambah menuju kota. Maka Kaisar disertai para komandan perang dan penasehatnya segera mendekati tempat datangnya suara itu. 

Tahulah mereka bahwa tentara Utsmani sedang menggali terowongan bawah tanah untuk menembus kota. Maka pasukan yang mempertahankan kota, segera mengambil keputusan membuat terowongan yang nantimya akan menuju terowongan yang tengah digali oleh pasukan Utsmani. Tatkala tentara Utsmani telah sampai di terowongan yang telah dibuat pasukan Byzantium itu, mereka sangat bergembira.

Mereka mengira telah menemukan jalan tembus yang akan mengantarkan menuju pusat kota. Padahal di sana telah menanti bahaya yang sangat besar. Tanpa diduga, pasukan Byzantium telah menyiapkan api untuk membakar terowongan itu. Tentu saja hal ini sangat mengejutkan.

Sebagian pasukan Utsmani gugur dilalap api, sebagian lain terkulai mengalami sesak nafas, sebaglan sisanya melarikan diri ke tempat semula mencari keselamatan. Namun kegagalan ini tidak menyurutkan tekad tentara Utsmani. Mereka kembali menggali terowongan lain dan di tempat berbeda-beda di wilayah yang memang antara Akra Pabu dan pinggiran Pantai Tanduk Emas. 

Tempat tersebut sangat cocok untuk pekerjaan seperti ini. Mereka terus melakukannya hingga akhir hari pengepungan. Ash-Shalabi mengatakan operasi demikian telah menimbulkan ketakutan demikian hebat di kalangan penduduk Kota Konstantinopel. Ketakutan yang tidak bisa digambarkan. 

Begitu takutnya, menurut Ash-Shalabi, sampai pasukan musuh mengira suara langkah kaki mereka sendiri disangka suara yang keluar dari para penggali terowongan di bawah tanah. Bahkan banyak di antara mereka membayangkan, bahwa bumi suatu saat akan “meledak”, lalu keluarlah ribuan pasukan Utsmani darinya. “Mereka membayangkan akan serupa dengan air yang memancar dari sebuah lubang, lalu menenggelamkan kota,” tuturnya. 

Pasukan Byzantium dibuat seperti kehilangan akal. Setiap berjalan, Ash-Shalabi mendiskripsikan, mereka selalu menoleh ke kanan dan ke kiri. Mereka selalu menuding ke sana kemari, sambil sesekali berteriak, “lni dia orang Turki... lni dia orang Turki”. Padahal di sana tidak ada satu pun pasukan Turki Utsmani yang mereka jumpai. Paling yang dijumpai semacam kucing, kelinci, atau hewan-hewan serupa itu.

Mereka benar-benar ketakutan dengan bayangannya sendiri. Kecemasan ini semakin menjadi-jadi manakala mereka mendengar aneka gossip dari masyarakat sekitar. Persoalan bukan semakin mudah, justru semakin mencekam jiwa. Strategi perang yang dllancarkan pasukan Utsmani tentu bukanlah pekerjaan mudah. Pembuatan terowongan itu mau tak mau telah menelan banyak korban jiwa dari kalangan mereka.

Ada yang syahid karena kekurangan oksigen dan ada pula yang terbakar di dalam tanah, begitu juga ada di antara mereka yang menjadi tawanan pasukan Byzantium. Di antara tawanan itu, menurut Ash-Shalabi, ada yang dibunuh secara kejam, lalu sebagian tubuhnya dilemparkan ke arah pos pasukan Utsmani untuk menimbulkan ketakutan!

Benteng Bergerak
Pasukan Utsmani juga melakukan terobosan baru dalam pertempuran. Mereka membuat semacam benteng yang besar, terbuat dari kayu, dan ia bisa bergerak. Benteng ini terdiri dari tiga tingkat, dengan ketinggian yang melebihi pagar-pagar pembatas Kota Konstantinopel. Benteng tersebut dilapisi tameng dan kulit yang dibasahi air, sehingga tidak mudah terbakar api. 

Pada setiap tingkatan benteng kayu, ditempatkan sejumlah pasukan terlatih. Pasukan yang berada di bagian paling atas ialah para pemanah yang bertugas melontarkan panah ke arah pasukan musuh yang berada di atas pagar. Cara demikian lagi-lagi membuat pasukan dan rakyat Konstantinopel dicekam ketakutan lebih dahsyat lagi. Mereka mengira, benteng-benteng kayu itu laksana raksasa besar yang akan mengoyak pagar-pagar pelindung kota. Terlebih ketika gelombang serangan pasukan Utsmani semakin dekat ke pagar pembatas pintu Rumanos yang tinggi. 

Melihat kondisi demikian, Kaisar disertai para komandan segera bergerak menahan gerak laju benteng kayu dan mencoba mengusirnya. Tetapi pasukan Utsmani justru semakin mendekati pagar kota. Di sana berkecamuk perang dahsyat antara pasukan mujahidin Utsmani dengan pasukan Nasrani. Ada sebagian pasukan Islam yang berhasil memanjat pagar dengan selamat. Constantine mengira, bahwa kekalahan telah tiba, namun para pengawal kota berusaha keras menghujani benteng kayu bergerak itu dengan api, sehingga sedikit-sedikit benteng kayu terbakar.  

Kebakaran itu tenyata juga menimpa benteng Byzantium yang posisinya dekat dengan benteng kayu pasukan Utsmani. Akibatnya orang-orang yang ada di dalamnya ikut terbakar juga, dan parit-parit dipenuhi dengan batu dan debu. Peristiwa ini tidak mengendurkah tekad tentara Utsmani untuk menaklukkan kota. Bahkan Muhammad Al-Fatih yang mengawasi langsung peristiwa tersebut berkata, “Kita akan membuat empat buah benteng kayu semisal itu besok!"

Pengepungan terus dilakukan dan semakin kuat, sehingga menambah ketakutan orang-orang Byantium yang berada di dalam kota. Para pemimpin kota mengadakan pertemuan kembali pada tanggal 24 Mei di istana kekaisaran yang langsung dihadiri Kaisar sendiri. Pada pertemuan itu, puncak putus asa sudah memenuhi wajah orang-orang yang berkumpul. Hingga di antara mereka ada yang mengusulkan kepada Kaisar agar segera melarikan diri, sebelum kota jatuh ke tangan pasukan Utsmani, sehingga dia bisa berusaha membangkitkan lagi kekuatan Byzantium andaikan nanti Konstantinopel jatuh. Namun Kaisar lagi-lagi menolak usulan tersebut. Dia tetap tak bergeming dengan pendiriannya.
Dia segera keluar untuk memeriksa pagar pembatas dan benteng pertahanan.

Menurut Ash-Shalabi, rumor jatuhnya Kota Konstantinopel menyebar luas di dalam kota dan sekaligus melemahkan semangat pasukan Romawi itu. Salah satu berita yang santer beredar adalah, tanggal 16 Jumadil Ula yang bertepatan dengan tanggal 24 Mei. Ketika itu penduduk Kota Konstantinopel membawa patung Maryam Sang Perawan, lalu diarak keliling kota, sebagai upaya meminta pertolongan Bunda Maryam. Tetapi tiba-tiba patung itu jatuh dari tangan mereka, lalu hancur. Kejadian ini mereka anggap sebagai pertanda buruk dan isyarat bahaya. Para penduduk kota sangat terpengaruh dengan peristiwa itu, termasuk para pasukan yang bertugas mempertahankan kota.

Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya Dalam sejarah kepemimpinan dunia, para panglima dikenal kare...

Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya

Dalam sejarah kepemimpinan dunia, para panglima dikenal karena kharismanya dalam memimpin pasukan. Mereka berhasil menggerakkan pasukan dan berperang dengan gagah berani.


DALAM sejarah kepemimpinan dunia , para panglima dikenal karena kharismanya dalam memimpin pasukan. Mereka berhasil menggerakkan pasukan dan berperang dengan gagah berani. Berikut sejumlah panglima perang legendaris yang dikenal tidak hanya berani tetapi juga berwibawa.

1. Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro adalah jenderal perang hebat sekaligus pahlawan bangsa Indonesia dalam perang melawan Belanda. Diponegoro adalah putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III yang terkenal karena kepemimpinanya melawan Belanda pada perang Diponegoro atau lebih dikenal dengan nama perang Jawa, sebuah peperangan terbesar dan paling banyak memakan korban jwa dalam sejarah Indonesia.

2. Alexander Agung Aleksander III dari Makedonia atau lebih di kenal dengan sebutan The Great Alexander adalah raja sekaligus panglima perang dari kerajaan Makedonia. Pada umur tiga puluh tahun dia memimpin sebuah negara besar pada masa sejarah kuno di mana hampir seperempat bagian bumi berhasil dia kuasai. Dia merupakan jendral perang yang tak terkalahkan sepanjang sejarah.

 3. Sultan Mehmed II Dikenal dengan nama Sultan Mehmed II dengan julukan “Al-Fatih” atau yang artinya penakluk. Merupakan kaisar dari kekaisaran Islam Ottoman Turki yang telah berhasil meluluhlantakan kekaisaran Romawi timur. Ia raja sekaligus panglima perang yang sangat pintar dengan ilmu sains, matematika, ketentaraan dan menguasai 6 bahasa asing saat umurnya baru 21 tahun.

4. Salahuddin Yusuf Alayubi

Lebih dikenal dengan nama Saladin di dunia barat, Salahuddin Yusuf Alayubi merupakan panglima perang dan raja tersohor dari kerajaan Islam daulah Dinati Ayubiyyah. Salahudin sangat terkenal karena perannya dalam perang salib di mana dirinya berhasil merebut Jerussalem dari genggaman tentara salib.

5. Julius Cesar Julius Cesar merupakan jenderal kekaisaran Romawi yang kemudian naik tahta menjadi kaisar Romawi pada tahun 59 SM. Merupakan jenderal sangat cerdas dan berpengalaman serta berhasil menguasai hampir seluruh Eropa, sebagian Afrika dan Asia barat.

Strategi Tipu Daya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tipu daya, cara termudah untuk mengalahkan musuh. T...

Strategi Tipu Daya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tipu daya, cara termudah untuk mengalahkan musuh. Tak perlu banyak sumber daya dan energi. Tirulah cara syetan menipu manusia. Hanya berupa bisikan, membangkitkan angan-angan,  umbar kesenangan, menyimpangkan sumber daya dan potensi manusia dari jalan yang lurus. Mengapa manusia tidak bisa menipu syetan?

Merasa di jalan yang benar, namun sebenarnya menuju kehancuran. Merasa berbuat paling baik padahal melakukan kerusakan. Diberikan kesenangan dan semua keinginan padahal dijerumuskan. Itulah yang terperosok dalam jurang tipu daya. Siapakah mereka?

Yang mudah tertipu, mereka yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Tak memahami hakikat sesuatu. Seperti mereka yang tertipu dengan Dajjal. Melihat surga padahal neraka. Melihat kesenangan padahal kesengsaraan. Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw menjelaskan seluruh hakikat yang ada di muka bumi.

Yang memiliki kekuatan besar sering kali tertipu. Yang sombong dan pongah sering kali tertipu. Sombong dan berbangga kehilangan kewaspadaan. Seperti Uni Soviet dan Amerika yang harus hengkang dari Afganistan. Kekuatan super dahsyat tak berguna ditangan yang sombong dan pongah karena hanya menjerumuskan pada ketertipuan.

Membuat jebakan tak harus memiliki kekuatan besar. Membuat tipu daya tak harus memiliki sumber daya. Bukankah kekuatan para serangga adalah membuat tipuan? Bukankah kekuatan Mongol yang besar dikalahkan dengan tipuan oleh Saifuddin Qhutuz?

Eropa terus melakukan penetrasi pemikiran ke negara muslim. Ghuzul fikri terus didengungkan. Harga diri sebagai muslim dihancurkan. Bagaimana kesudahannya? Bagaimana kondisi Eropa saat ini? Lihatlah kondisi sosial budayanya. Apa yang didengungkan akan merusak dirinya sendiri. Pertumbuhan Islam terpesat justru di Eropa dan Amerika.

Umat Islam terlihat lemah dan lunglai. Namun ingatlah, jiwanya masih kokoh dan teguh. Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw tetap terjaga. Bagaimana dengan peradaban barat, terlihat kuat tak terkalahkan, padahal rapuh, karena jiwa ideologinya rusak dan rapuh. Barat terjerumus dalam ketertipuan dalam melihat Umat Islam.

Keabadian Keikhlasan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Apa yang dibangun oleh ideologi kekafiran dan kez...

Keabadian Keikhlasan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Apa yang dibangun oleh ideologi kekafiran dan kezaliman? Amalnya akan dilenyapkan oleh Allah. Seperti filosofi dunia, mengagumkan di awal, kemudian menguning, kering lalu mati. Seperti kaum yang mendurhakai Allah, di awal pongah kepada para Nabi dan Rasul, akhirnya dibinasakan.

Bagaimana dengan musyrikin Quraisy, Allah hanya memberikan waktu 10 tahun untuk bisa berbuat kesewenangan kepada Rasulullah saw dan Sahabat, setelah itu zaman bergulir. Seluruh jazirah Arab berada dalam naungan Islam saat Rasulullah saw wafat. Hanya butuh 50 tahun untuk bisa membebaskan seluruh Persia dan sebagian besar kekuasaan Romawi.

Apa yang dibangun oleh rezim kediktatoran? Adakah yang langgeng? Uni Soviet terpecah menjadi negara-negara yang berdiri sendiri. Rusia mencoba menyatukankannya kembali. Akhirnya pecahlah perang Rusia Ukrania. Inggris raya penjajah terbesar di eranya. Masihkah langgeng? Semua penjajahan telah lenyap di muka bumi.

Amal yang dibangun karena keikhlasan maka akan dihapus kesalahannya, diperbaiki amalannya dan diteguhkan kedudukannya. Kabah di Mekkah tetap teguh sejak Nabi Adam ada. Namun mengapa istana para raja, rumah mewah para hartawan, dan benteng para panglima perang hanya tinggal  reruntuhannya saja?

Islam ada sejak manusia ada. Sekarang masih tetap terjaga. Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw tetap terjaga keasliannya. Namun mengapa kitab-kitab lainnya musnah? Mengapa ajaran lainnya terus bergulir hilang dan timbul?

Bila mempelajari ilmu pengetahuan, pelajarilah sejarahnya juga. Timbul tenggelamnya sebuah pemikiran. Ada yang lenyap dan ada yang terus tumbuh dan berkembang. Coba pelajari biografi setiap pencetusnya. Apakah soal kecerdasan, ataukah soal kejiwaannya?

Bila mengenal seorang ilmuwan, dasar teori terus digunakan hingga kini, perhatikan juga siapakah pencetus awal teorinya? Banyak yang menganggap teori ilmu pengetahuan dari Barat padahal pencetusnya seorang ulama muslim yang ikhlas dan teguh pada Islam.

Potensi Resesi Global dan Gaya Hidup Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Prof Dr Azyumardi Azra berencana ...

Potensi Resesi Global dan Gaya Hidup

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Prof Dr Azyumardi Azra berencana menjadi narasumber tentang fenomena kemunduran barat dan peran Asia Tenggara sebelum wafatnya. Apakah kondisinya seperti itu? Bank Dunia memprediksikan bahwa 2023-2024 diperkirakan akan terjadi resesi global. Siapakah yang pertama diserang? Negara Barat.

Diprediksi 2023 ekonomi global mengalami resesi seperti pada tahun 1982 dengan pertumbuhan melambat menjadi 0.5%. Penyebabnya, perang Ukrania-Rusia, ganguan rantai pasok, stagflasi, hingga hiperinflasi. Saat ini negara Barat sudah diserang inflasi yang cukup tinggi. Konsumsi meningkat pasca Covid-19 namun rantai pasokan terganggu.

Hawa nafsu menghancurkan sektor perekonomian. Hidup berlebihan dan kemewahan memanaskan perekonomian. Konsumerisme tak dibarengi dengan kekuatan pasokan atau sisi produksi. Permintaan meningkat tanpa memperhatikan sisi penawaran.

Penawaran membutuhkan investasi, membangun bisnis di sektor hulu. Dengan gaya hidup bermewahan, konsumerisme, dan berlebihan, dampaknya sangat jarang yang mau terjun ke sektor hulu. Padahal Rasulullah saw menganjurkan saat terjadi huru hara, yang pertama diperbaiki adalah pengelolaan tanah, berkebun, berternak dan mematahkan mata pedang (buang perselisihan).

Meredam inflasi dan terganggunya rantai pasok, salah satunya dengan pengelolaan uang yang dicontohkan Rasulullah saw, sepertiga untuk konsumsi, sepertiga untuk sedekah dan sepertiga untuk investasi. Dengan model pengelolaan uang seperti ini resesi bisa dicegah. Karena pengelolaan keuangan menyeimbangkan antara permintaan, penawaran dan rantai pasok.

Sekarang dunia kuliner booming, pertanyaannya siapakah yang menyediakan bahan mentah, dan industri hulunya? Ini yang menyebabkan lonjakan harga. Permintaan cendrung lebih tinggi dari penawaran karena hawa nafsu manusia tak terbatas, namun proses penawaran berjalan secara alamiah. Jadi jangan takut bermain di sektor hulu.

Menurut Sayid Qutb, semua sektor yang menduplikasi Barat akan berakhir dengan kehancuran karena tidak sejalan dengan takdir alam semesta yang sudah didesain oleh Allah. Peradaban Barat hanya membuahkan eksploitasi ini yang membuat perekonomiannya memanas akhirnya hancur.

Menuntaskan Perselisihan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Apa yang diperselisihkan manusia? Dari soal k...

Menuntaskan Perselisihan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Apa yang diperselisihkan manusia? Dari soal kekuasaan hingga keluarga. Bagaimana menyelesaikan semua perselisihan? Akalkah? Filsafatkah? Ilmu dan teknologikah?  Al-Qur'an diturunkan,  para Nabi dan Rasul diutus untuk menuntaskan semua perselisihan yang ada di muka bumi. Agar kehidupan menjadi tentram.

Bila referensi seluruh perselisihan dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunnah para Nabi dan Rasul. Perselisihan akan tuntas di dunia. Bagaimana bila perselisihan diselesaikan dengan akal? Filsafat? Ilmu dan teknologi? Apalagi dengan hawa nafsu? Maka perselisihan akan dituntaskan di pengadilan Allah di akhirat.

Bila referensinya Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, kesalahan ijtihad mendapatkan satu pahala. Benar berijtihad mendapatkan dua pahala. Yang menang kasusnya. Yang kalah di pengadilan, derajatnya sama. Semuanya mendapatkan ampunan Allah. Semuanya meraih surga. Seperti wanita pezina yang menerima keputusan hukum dari Rasulullah saw.

Putusan hukum yang referensinya Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw tidak akan menciptakan perpecahan. Perhatikan saat khalifah Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib kalah dalam pengadilan. Saat sang hakim memenangkan Yahudi? Para khalifah menerimanya. Apa yang terjadi? Sang Yahudi akhirnya mengakui sendiri kesalahannya. Sang Yahudi sendiri yang membongkar kelicikan dirinya.

Keadilan tak tercipta dari akal, kecerdasan dan luasnya ilmu. Keadilan terlahir dari hati yang bersih dan yang referensinya Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Perjalanan akal, kecerdasan dan ilmu hanya perdebatan,  perselisihan dan siapa yang terbaik. Akal tak bisa ditundukkan akal. Kecerdasan tak bisa ditundukkan oleh kecerdasan. Ilmu tak bisa ditundukkan oleh ilmu. Sebab kedudukan mereka setara.

Apa yang bisa menundukkan akal, kecerdasan dan ilmu? Hanya Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah saw dan sentuhan hati. Hati adalah raja pada diri manusia. Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, melampaui semua kehebatan dan kecerdasan akal dan ilmu manusia.

Mengapa politik kekuasaan tak pernah tuntas berkonflik? Mengapa peperangan militer, ekonomi,  budaya dan ilmu tak pernah tuntas? Mengapa gugat menggugat tak pernah berhenti di pengadilan? Mengapa masyrakat terus bergolak dan berkonflik? Sebab yang menjadi referensi untuk menuntaskan perselisihan bukan obat mujarab yang bisa menyelesaikan perselisihan. Tidak mengambil obat perselisihan dari Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah saw dan sentuhan hati. Itulah sebab dunia penuh kekacauan.

Atas Ijin Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Nikmat itu milik Allah. Allah yang membagi-bagikan nik...

Atas Ijin Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Nikmat itu milik Allah. Allah yang membagi-bagikan nikmat-Nya. Harta itu milik Allah. Allah yang membagi-bagikan harta-Nya. Kekuasaan itu milik Allah. Allah yang memberikan dan menarik kekuasaan dari manusia.

Musyrikin Mekkah bertanya? Mengapa Allah tidak mengutus Nabi dari para pemuka dari dua kota yaitu Mekkah dan Thaif? Mengapa Allah mengutus nabi dari seorang manusia yang berjalan di pasar juga makan dan minum?  Semuanya hak Allah.

Nabi Muhammad tak pernah berharap mendapatkan wahyu dan menjadi Nabi. Namun Allah yang memilihnya untuk menerima wahyu sebagai rahmat dari Allah. Allahlah yang membagi-bagikan rahmat-Nya.

Malaikat tak bisa memberikan manfaat dan mudharat atas kemauannya sendiri. Dalam semua kisah yang berkaitan dengan malaikat, adakah kisah malaikat bertindak sendiri atas kemauannya sendiri? Para malaikat diutus membantu Rasulullah saw di perang Badar karena Allah yang memerintahkannya.

Malaikat memiliki kemampuan super dahsyat tak terhingga. Namun baru bisa bekerja kemampuan bila diijinkan Allah. Apakah syetan memiliki kemampuan menjerumuskan manusia? Tidak. Syetan bisa menjerumuskan karena telah diijinkan oleh Allah. Namun syetan  selamanya tak bisa menjerumuskan orang yang ikhlas.

Api menjadi panas karena perintah Allah. Satu ketika api menjadi sejuk saat Allah menolong Nabi Ibrahim. Besi itu sangat keras karena perintah Allah. Lalu, menjadi lunak saat Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Daud. Semuanya terjadi atas ijin-Nya.

Bila semuanya terjadi atas ijin dan takdir-Nya. Apakah penting kaya dan miskin? Apakah berharga jadi penguasa dan jelata, terkenal dan tak dikenal? Apakah strata sosial masih jadi obsesi? Yang terpenting beriman dan berikhtiarkah.  Bertawakal dan bersabarlah dalam menunggu takdir-Nya.

Interaction with nature Interaction with nature has three important things in relating it to nature, as follow: 1. Feeling 2. Mi...



Interaction with nature

Interaction with nature has three important things in relating it to nature, as follow:

1. Feeling

2. Mind

3. Desire

If the feelings are more dominant, be an artist.

If the minds are more dominant, be an thinkers.

If desires are more dominant, be a leader or theologian who brings the notion of revolutionary

(Buya Hamka)

Berakhirnya Penguasa Pendusta dan Bermewahan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Jangan lemah dengan pengu...

Berakhirnya Penguasa Pendusta dan Bermewahan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Jangan lemah dengan penguasa yang selalu berdusta. Tak perlu gusar dengan penguasa, pejabat dan pengusaha yang dalam kemewahan. Mereka kuat dan dilindungi oleh seluruh lembaga struktur dan bersenjata. Mereka seharusnya melakukan seperti itu untuk melanggengkan kedustaan dan kemewahannya.

Kedustaan penguasa dan pejabat mudah sekali terrekam. Dengan kedustaan mereka melanggengkan kekuasaan. Mengapa mereka mudah berdusta namun tetap langgeng berkuasa? Tak ada yang mampu menggoyahkannya. Pilar terakhir demokrasi yaitu media massa pun sudah dikuasainya.

Kedustaan dan kemewahan itu berpadu. Tak bisa dipisahkan. Kedustaan harus diselimuti kemewahan agar semua silau dengan kemewahannya bukan sadar dengan kedustaan. Kemewahan harus dibalut dengan kedustaan, karena tak ada jalan tercepat untuk bermewahan kecuali dengan kedustaan.

Bila kedustaan dan kemewahan telah berpadu. Bila yang melakukan kedustaan itu penguasa, pejabat di seluruh struktur lembaga negara. Bila semuanya ditopang oleh pengusaha yang ingin mengambil proyek dari anggaran negara. Apakah masyarakat bisa melawannya?

Kaum Bani Israel tak bisa melawan Firaun. Katanya saat itu Bani Israel adalah kaum pilihan tuhan. Rakyat Mesir tak bisa melawan Firaun, karena terperangah dengan kemewahan Firaun, Haman dan Qarun. Hanya yang beriman yang tidak bisa dikendalikan oleh para penguasa, pejabat dan pengusaha yang beroligarki membangun bangsa dengan kedustaan dan unjuk kemewahan di hadapan rakyat yang rendah diri.

Bukalah surat Al-Muzzamil ayat  11. Bagaimana proses kehancuran penguasa dan setiap orang yang selalu berdusta dan unjuk kemewahan karena upeti, fee dan jadi makelar proyek dan jabatan? Inilah rahasia kehancurannya.

"Biarkan Aku ( sendiri) yang bertindak" seperti itulah ungkapan Allah terhadap penguasa pendusta dan yang bermewahan. Masih kokohnya mereka hingga sekarang karena Allah masih menangguhkan yang akan menjadi takdirnya.

Memutar Kekayaan dalam Bisnis dengan Konsep Infak Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kekayaan harus diput...

Memutar Kekayaan dalam Bisnis dengan Konsep Infak

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Kekayaan harus diputar. Itulah prinsipnya. Bila ada yang menganggur putarlah. Jangan khawatir rugi atau bangkrut. Namun tetap punya dana cadangan untuk berjaga-jaga. Keberanian untuk memutar kekayaan dibarengi dengan kewaspadaan.

Kekayaan Rasulullah saw ludes disedekahkan. 20% kas negara jatah Rasulullah saw diberikan seluruhnya untuk kaum muslimin. Mengapa istri Rasulullah saw tidak ada yang mempersoalkannya? Hanya ada satu kisah, para istri Rasulullah saw agak kurang harmonis soal belanja rumah tangga. Ludes untuk berinfak, keluarga tak protes? Hanya sekedar keimanankah?

Dalam sebuah kisah, Rasulullah saw memiliki stock cadangan makanan di rumahnya untuk satu tahun. Pasca perang Khaibar, Rasulullah saw memiliki kebun kurma seluas sebuah kota.  Walaupun seluruh yang dimiliki diinfakan, namun soal kebutuhan dasar masih tetap terjaga.

Kaum Muhajirin meninggalkan seluruh kekayaannya di Mekkah.  Tak ada kekayaan yang dimilikinya. Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya. Umar bin Khatab sebagian hartanya. Utsman bin Affan menginfakkan melebihi infak Abu Bakar dan Umar bin Khatab,  namun itu baru sebagian kecil kekayaannya. Mengapa dibolehkan Rasulullah saw? Mental pebisnis sudah melekat. Mendapatkan kekayaan seperti membalikkan tangan.

Baru selesai shalat. Rasulullah saw tidak langsung berdzikir. Namun bergegas ke rumahnya. Ternyata ada emas yang belum diputar atau disalurkan. Memutar kekayaan adalah amanah Allah. Bila kekayaan berhenti berputar maka seperti air yang terdiam, bau dan berpenyakit.

Putarlah kekayaan dalam bisnis dengan konsep infak. Bila infak, bukankah tak mengharapkan kembali? Bila bersedekah, bukankah hanya mengharapkan ridha Allah? Bukankah ada konsep wakaf produktif? Mengapa tidak memutarkan kekayaan ke bisnis dengan konsep ini?

Yang terpenting, kelolalah dengan baik. Cara yang terbaik. Ikhtiar yang terbaik. Memahami takdir-Nya. Memohon petunjuk dan pertolongan-Nya. Bukankah harta itu bukan milik kita? Putarlah kekayaan dengan konsep infaq. Semuanya akan menjadi tabungan akhirat.

Pohon Pisang dan Kaderisasi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bacalah surat Al-Fath pada bagian ayat-aya...

Pohon Pisang dan Kaderisasi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Bacalah surat Al-Fath pada bagian ayat-ayat terakhir. Itulah salah satu filosofi pohon pisang.  Filosofi dalam membela agama Allah. Filosofi yang membut musuh-musuh Allah ketakutan. Yang membuat umat Islam semakin kokoh. Filosofi dalam membangun organisasi dan struktur masyarakat Islam.

Sebelum berbuah, pohon pisang sudah menyiapkan tunas-tunas baru. Fungsi tunas baru untuk memperkokoh fondasi pohon pisang karena harus menanggung beban buah yang terus membesar. Akar pohon pisang tidak sekuat pohon kayu, maka harus ditunjang kekuatannya oleh tunas-tunas baru.

Terus menumbuhkan tunas-tunas baru. Itulah agar pohon pisang bertambah kokoh dalam menanggung bebannya. Jangan memindahkan tunas baru, sebelumnya buah pisang menjadi tua. Tunas-tunas baru yang dipindahkan sebelumnya buahnya tua, akan melemahkan kekuatannya.

Bagaimana mengetahui tunas pohon pisang sudah siap dipisahkan dari tempat asalnya? Tunggu hingga buah pisang induknya tua. Tuanya buah pisang menunjukkan kematangan tunasnya. Tunas-tunas pisang sudah akil baligh.

Jika tunas-tunas tetap dikumpulkan bersatu. Maka buahnya tidak akan sebagus induknya yang dulu. Daya tahan dari terjangan angin dan menancapan ke bumi berkurang. Sehingga mudah roboh walaupun dikelilingi pohon pisang yang banyak.

Bandingkan dengan cara Rasulullah saw mendidik para Sahabatnya?  Bandingkan bagaimana cara Rasulullah saw mengkader para Sahabatnya? Setelah Futuh Mekkah. Setelah Rasulullah saw wafat, seluruh sahabat menyebar ke penjuru dunia hingga ke Nusantara.

Tumbuhan dengan tunas yang banyak yang mengokohkan pohon induknya inilah yang akan menjengkelkan mereka yang memusuhi Islam. Sebab disetiap penjuru bermunculan kekuatan dan mercusuar Islam yang baru.

Pisang, Strategi Awal Perkebunan di Lahan Kritis Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Pohon pisang adalah t...

Pisang, Strategi Awal Perkebunan di Lahan Kritis

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Pohon pisang adalah tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Juga bagian tanaman Surga. Perhatikan buah dan  tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur'an? Memiliki karakter yang sama. Buahnya sangat mudah untuk dikonsumsi. Bagian tanamannya, seluruhnya bermanfaat tak terbuang.

Bila membuka lahan baru. Agar lahannya cepat rindang dan teduh. Tanamlah pohon pisang. Bila tanahnya sulit air, agar tanaman utama tidak kesulitan air saat kemarau, tanamlah pohon pisang terlebih dahulu. Bila tanahnya kurang subur, ingin bisa menghasilkan pupuk organik yang cepat. Tanamlah pohon pisang terlebih dahulu.

Pohon pisang cepat tumbuh membesar dalam waktu 7-8 bulan, sudah berbuah pula. Bukankah berkebun butuh cashflow yang cepat pula? Batang pisang mengandung air yang melimpah. Di daerah Indonesia bagian timur yang gersang, masyarakatnya ada yang mengandalkan pohon pisang sebagai sumber air di musim kemarau.

Pohon pisang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembaban tanah di musim kemarau. Batang, daun, pongkolnya banyak mengandung mikroorganisme (MOL) yang melimpah untuk menyuburkan tanaman utama. Juga kaya akan unsur hara esensial bagi tanaman.

Mengawali perkebunan atau pertanian di lahan yang kritis dan tak subur, awali dengan menanam pohon pisang. Nikmati pohon yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan juga bagian pohon surga. Yang buahnya tak mengenal musim. Buahnya melimpah. Jantungnya bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Pupuk pohon pisang pun sangat mudah dan sederhana. Cukup dengan rerumputan dan gulma yang tumbuh di sekitarnya. Tunas-tunas baru pun bermunculan sangat banyak dan sangat mudah dikembangbiakan.

Perhatian tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Perhatian tanda-tanda kebesaran Allah pada tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Salah satu karakternya, daerah yang tandus menjadi berlimpah dengan air dan subur dengan ragam tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Perut, Prototype Teknologi Pengolahan Sampah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Mengembangkan teknologi p...

Perut, Prototype Teknologi Pengolahan Sampah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Mengembangkan teknologi pengelolaan sampah conteklah perut. Proses dari mulut, usus hingga ke lambung. Bagaimana bisa, membawa sampah di lambung tetapi tidak berbau? Bagaimana agar tidak mencemari organ dalam tubuh yang lain?

Bisakah menyeleksi makanan dan minuman di titik awal? Mulut, lidah, bibir, ludah menjadi media penyeleksi. Rasa, aroma, bau dan kekerasan menjadi indikator apakah layak ke proses selanjutnya?

Bisakah makanan dan minuman yang lolos seleksi langsung diolah menjadi bagian  terkecil dengan gigi seri sebagai pemotong dan guru geramam sebagai penghancur? Sehingga makanan sebesar apa pun menjadi kecil-kecil yang bisa melewati kerongkongan.

Makanan dimasukkan ke area pembakaran yaitu lambung. Jantung memberikan energi panas. Lambung memproduksi asam lambung untuk menghancurkan makanan yang sudah dihancurkan menjadi bubur. Makanan dan minuman diambil nutrisinya untuk memberikan energi pada tubuh. Bisakah pengolahan sampah menjadi media pengambilan pupuk organik cair?

Setelah nutrisinya diambil dan didistribusikan. Diproses ke bagian anus. Agak dikeringkan. Namun disekitar anus diberi lendir untuk mempelancar pengeluaran kotorannya. Bukankah ini teknologi pengelolaan sampah terbaik?

Pengolahan sampah menjadi Kompos mengikuti pola perut. Pengolahan sampah menjadi pupuk cair mengikuti pola pengolahan makanan di lambung. Sumber inspirasi teknologi itu sangat sederhana. Berada disekitar kita.

Bagaimana ragam ilmu dan teknologi di alam ini bisa membantu manusia? Biarkan alam yang bekerja untuk manusia. Jadilah hamba Allah. Bagaimana teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi karya manusia yang memudahkan urusannya? Gunakan akal, penelitian dan riset. Hanya itu saja.

Spiritualitas Pertanian Organik Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Dalam pertanian organik ada cinta dan ...

Spiritualitas Pertanian Organik

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Dalam pertanian organik ada cinta dan kelembutan. Membiarkan tanaman tumbuh alamiah sesuai waktunya. Membiarkan tanaman berbuah sesuai masanya. Tumbuh berkembang sesuai takdir-Nya. Tak ada yang dimanipulasi dan direkayasa.

Dalam pertanian organik merasakan kerjasama tim dengan alam. Seluruh yang hidup di dalam tanah, permukaan tanah, udara, dan yang hinggap di pepohonan adalah satu kesatuan tim. Tak ada musuh yang harus dibasmi. Yang ada bagaimana menciptakan keseimbangan lingkungan. Beri kebutuhannya sesuai kadarnya agar tidak saling menghancurkan.

Pertanian organik menciptakan kenyamanan. Bagaimana agar makro dan mikroorganisme yang bisa hidup nyaman dan bergembira. Bagaimana mereka merayap, melompat dan terbang dari satu tempat ke tempat lain dengan  bahagia. Bagaimana mereka saling bersahutan? Bunyi dan suara ragam hewan menjadi hiburan.

Hidup ini satu kesatuan yang utuh. Hidup ini beraqidah atau bertauhid. Hidup dalam poros yang satu. Semua makhluk bersujud dan beribadah kepada Allah. Tak ada yang merugikan dan dirugikan. Yang ada hanya menciptakan keseimbangan. Itulah konsep dasar pertanian organik.

Semua makhluk hidup hanya menjalankan perannya bila semuanya menghambakan diri kepada Allah. Bila semuanya mengikuti syariat Allah, semua profesi manusia dan makhluk hidup hanya berbagi peran agar kehidupan berjalan hingga datangnya hari kiamat.

Belajar hidup dengan pengelolaan pertanian organik. Tak ada lagi iri dan dengki. Tak ada lagi keserakahan. Tak ada lagi permusuhan. Tak ada eksploitasi. Tak ada pemaksaan kehendak terhadap alam. Semuanya teman, sahabat, saudara dan hamba Allah.

Saling bersedekah. Saling menjalankan peran. Saling bekerjasama walaupun tak saling paham bahasanya. Berkoordinasi dengan lintas makhluk hidup. Tak pernah kenal dan menyapa. Tak pernah berbicara dan bertemu. Namun saling beradu dalam ketidakpahaman. Itulah pertanian organik.

Mengumpulkan Sampah, Mengumpulkan Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Lihat di perbukitan. Bila ...

Mengumpulkan Sampah, Mengumpulkan Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Lihat di perbukitan. Bila ada titik yang lebih hijau dari yang lainnya, bertanda disitulah ada rumah. Sisa rumah tangga memberikan kesuburan yang berbeda. Mengapa? Sebab unsur hara terbawa oleh sayuran, buah-buahan dan dedaunan yang dikonsumsi. Semuanya terkumpul di rumah.

Bila seluruh hasil dibawa ke kota, berarti tanah dipedesaan akan terjangkiti kekurangan hara tanah. Sedangkan di kota terjadi kelebihan unsur hara yang tak digunakan. Maka perlu integrasi antara kota dan desa dalam menyuburkan tanah. Kota menjadi pemasok unsur hara tanah ke pedesaan.

Kota harus menanggung biaya distribusi sampah ke pedesaan. Kota menjadi pusat unsur hara tanah.  Desa menjadi pusat pertanian dan perkebunan organik. Memindahkan sampah berarti juga memindahkan makro dan mikroorganismenya. Carilah kota-kota yang sebelumnya sangat subur, maka mikro dan makroorganismenya berpindah pula dan akan membuat tanah pedesaan yang tandus menjadi subur seperti kota asal sampahnya.

Ada yang mengatakan kalo ingin menanam pohon dari daerah tertentu harus bawa tanahnya juga, bukan pohonnya saja, walaupun sedikit. Mungkin agar struktur tanah dan unsur hara daerah asalnya terduplikasi secara alamiah di tempat penanaman pohon tersebut.

Rasulullah saw melarang mengambil air, tanah dan benda-benda di daerah yang telah di azab oleh Allah. Bisa jadi ada hukum menduplikasi antara satu benda dengan benda yang lainnya. Tanah yang beracun tidak boleh dibawa ke tempat lain, karena akan meracuni tanah yang lainnya. Bagaimana bila tanahnya subur?

Mengumpulkan dan memindahkan sampah bukan sekedar mengumpulkan dan memindahkan benda-benda organik saja tetapi memindahkan kehidupan yang berada di sampah tersebut. Berarti memindahkan unsur hara tanah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Bagi yang paham, sampah adalah harta karun. Berapa banyak dana dan investasi yang dikeluarkan untuk membangun industrialisasi pupuk? Berapa banyak dana untuk pupuk yang ditebar ke tanah? Padahal cukup sederhana. Kumpulkan, distribusikan dan taruhlah sampah  di atas tanah.

Model Masyarakat Di Era Kediktatoran Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana model masyarakat di set...

Model Masyarakat Di Era Kediktatoran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Bagaimana model masyarakat di setiap zamannya? Bacalah sejarah Firaun dalam mengacaukan pemikiran masyarakat. Walaupun Nabi Musa sudah memperlihatkan mukjizatnya, namun logika Firaun yang menyesatkan lebih mudah diterima. Itulah penyebabnya, mengapa penguasa zalim, diktator dan bodoh terus menguasai kursi kekuasaan.

Saat wabah kodok, belalang, darah, dan kutu menyerang Mesir. Saat kemarau dan panen buah-buahan gagal. Firaun dan rakyatnya meminta kepada Nabi Musa untuk dilenyapkan. Nabi Musa pun berdoa. Semua wabah pun lenyap. Apa yang dikatakan Firaun kepada Nabi Musa?

Yang menyebabkan datangnya kesialaan adalah Nabi Musa. Karena sebelumnya tidak pernah terjadi wabah dan bencana semacam ini. Firaun menggaungkan tuduhan ini. Rakyatnya pun turut meyakini seruan Firaun. Di era kediktatoran, suara rakyat hasil rekayasa para penguasa bukan dari nurani rakyatnya sendiri.

Masyarakat mudah tertipu dengan tampilan fisik dan suara penguasanya. Saat kemukjizatan Nabi Musa jelas. Firaun pun berkata pada rakyatnya, "Kerajaan Mesir adalah milikku. Seluruh sungai-sungai di Mesir mengalir di bawahku. Apakah kamu tidak melihat? Mana yang lebih mulia aku atau dia (Musa) yang tak jelas perkataannya?"

Firaun mengecohkan pemikiran masyarakat bahwa seorang Nabi harus berasal dari para pembesar. Bila tidak, seorang Nabi harus memiliki gelang-gelang emas dan malaikat datang mengiringi kemanapun Nabi Musa melangkah. Mengapa masyarakat lebih percaya dengan Firaun?

Pragmatis soal perut. Itulah penyebab akal manusia dikendalikan oleh manusia lainnya. Ketakutan akan rezeki yang membuat manusia kehilangan kemerdekaan dirinya. Kesederhanaan menciptakan kemerdekaan diri. Kekayaan dan kesenangan justru membuat manusia menjadi budak.

Masyarakat yang tak beraqidah. Masyarakat yang pragmatisnya perut. Selamanya menjadi corong penguasa. Menikmati penipuan yang dilancarkan oleh para pembesar dan para diktator di sepanjang zaman. Dihancurkan negerinya oleh penguasa, namun terus diam dan menjadi corong penguasa asal mendapatkan seonggok makanan.

Dibalik Satu Daun yang Kering Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Menjadi daun yang kering, itulah gambara...

Dibalik Satu Daun yang Kering

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Menjadi daun yang kering, itulah gambaran akhir kehidupan dunia dalam Al-Qur'an. Setiap satu daun kering yang dikumpulkan berarti mengambil satu ayat Al-Qur'an yang dijadikan pelajaran. Satu daun kering berarti mentafakuri dan mentadaburi satu ayat Allah. Mengumpulkan sampah berarti mengumpulkan pemahaman tentang hakikat dunia.

Satu helai daun kering yang dikumpulkan berarti satu mutiara pelajaran berharga.  Mentadaburi Al-Qur'an bersama sampah yang berserakan. Mengumpulkan sampah padahal sebenarnya tengah mentadaburi Al-Qur'an. Belajar Al-Qur'an tak harus membuka tafsir yang tebal dengan bersila dihadapan ustadz. Cukup mengambil sapu. Pergilah ke kebun. Kumpulkanlah sampah.

Saat sampah digeser. Apa yang ada? Belatung dan cacing. Mereka teman di alam kubur. Tak ada yang mau menemani kecuali belatung dan cacing. Semua binatang tanah akan menjadi teman. Merekalah teman alam kubur. Sapalah dan ucapankan salam pada mereka.

Banyak yang menjauhi sampah. Seperti itulah gambaran manusia terhadap kematian. Padahal yang dimakan okeh manusia pun akan menjadi sampah di perutnya. Bau dan menjijikkan. Hanya saja Allah menciptakan teknologi super canggih yang tidak mungkin bisa dibuat oleh manusia sehingga sampah di dalam perut tak menganggu aktivitas manusia. Seperti itu seharusnya manusia menciptakan teknologi pengolahan sampah.

Sampah berjatuhan di sekitar tanaman bukan untuk menyengsarakan pohon yang masih hidup, tetapi memberikan energi dan nutrisi kehidupan pada yang masih hidup. Sampah diolah menjadi unsur hara makro esensial dan mikro. Saat daun berguguran, seluruh energinya diberikan ke dedaunan yang masih hijau.

Saat kematian menimpa manusia, energi apa yang bisa diberikan kepada generasi pelanjunya? Sekedar harta warisankah? Sebelum kematian tiba, belajarlah pada daun yang berguguran, serahkan dan berikan seluruh kebijaksanaan hidup yang diperoleh kepada generasi yang baru tumbuh.

Gugurnya daun yang kering. Melayangnya daun kering. Menghamparnya dedaunan kering di atas tanah, bukanlah peristiwa biasa. Semua tanda-tanda kebesaran Allah yang memberikan pelajaran berharga bagi yang mau berfikir, bertanya, mendengar dan mengambil pelajaran.  Sebab peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)