basmalah Pictures, Images and Photos
09/25/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Al Kurani: Guru Sultan Muhammad Al Fatih Semua guru yang mengajar Muhammad Al Fatih menyerah. Kali ini sang ayah membawa guru ba...


Al Kurani: Guru Sultan Muhammad Al Fatih


Semua guru yang mengajar Muhammad Al Fatih menyerah. Kali ini sang ayah membawa guru baru. Di tangan guru kuat, melahirkan murid hebat

Hidayatullah.com | MUHAMMAD Al Fatih adalah salah satu pahlawan Islam yang melegenda. Dialah yang menaklukkan Konstantinopel, kota paling penting saat itu. Berabad-abad lamanya, kota yang indah dan makmur ini telah menjadi simbol kejayaan di mata dunia internasional.


Dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Theodosius. Sejak didirikan oleh Kekaisaran Byzantium atau Romawi Timur, ia telah menjadi ibu kota pemerintahaan Byzantium, negeri adi kuasa saat itu. Konstantinopel kemudian menjadi salah satu kota terbesar sekaligus benteng terkuat saat itu.

Ia dikelilingi oleh tiga lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas yang terpasang rantai amat besar. Dikelilingi benteng besar, laut yang dalam dan rantai yang kokoh, setiap sisi Kontantinopel amatlah sulit untuk dimasuki pihak asing.

Namun sejarah mencatat peristiwa besar pernah terjadi 566 tahun lalu. Pada tanggal 29 Mei 1453 kota dengan benteng legendaris yang tak tertembus itu akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih.

Sultan ke-7 Turki Utsmani itu berhasil memimpin penaklukan Konstantinopel ketika usianya baru 21 tahun. Ia dianggap telah membuktikan hadits yang diucapkan Nabi Muhammad ﷺ pada 8 abad sebelumnya.


لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ


“Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka (dibebaskan). Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” (Riwayat Bukhari)

 

Anak Bandel

Tentu saja Al Fatih tak berhasil sendirian. Ada orang-orang hebat di belakangnya. Salah satunya, Ahmad bin Ismail Al Kurani. Ia hafal al-Qur`an bersama tujuh qira’atnya, dibawah bimbingan Ali Az Zain Abdurrahman bin Umar Al Qazwini. Bukan hanya sebatas al-Qur`an dan ilmu qira’at, ilmu-ilmu yang lainnya seperti balaghah, nahwu, fiqih, juga ia dapati dari gurunya itu.

Ulama yang lahir pada 813 H ini juga berguru kepada ulama lainnya seperti Al Jalal Al Halwani. Lalu ia melakukan perjalanan ke Damaskus berguru kepada Ala’ Al Bukhari. Ketika Al Jalal berangkat manuju Bait Al Maqdis, Kurani menyertainya dan masih mengambil manfaat dari gurunya itu. Kemudian Kurani pergi menuju Kairo, berguru kepada Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani, juga ulama-ulama lainnya.

Di Kairo, keilmuan Kurani memperoleh perhatian dari penguasa, hingga ia diangkat menjadi guru fiqih di Al Barquqiyah. Ia juga amat dekat dengan Adh Dhahir Juqmaq, pemimpin Mesir kala itu.

Namun, suatu saat, ada perselisihan pribadi antara Kurani dengan Hamiduddin An Nu’mani, yang merupakan keturunan Imam Abu Hanifah, hingga akhirnya perkara itu dibawa ke pengadilan. Hakim yang mengakimi perkara adalah Ibnu Ad Diri yang bermadzhab Hanafi. Kurani diputuskan untuk diasingkan, dan diberhentikan dari Barquqiyah. Kurani diasingkan di Damaskus.

 

Berhasil Jadikan Al Fatih Hafal Al Qur`an

Kurani memilih melakukan perjalanan ke negeri Rum (Turki), dan memiliki hubungan baik dengan penguasanya, Sultan Murad. Bahkan ia diminta mendidik putra mahkotanya, Muhammad Al Fatih.


Sultan Murad sendiri telah berusaha memberikan pendidikan terbaik kepada putranya itu. Beliau memilih guru-guru khusus yang bertugas mendidik sang anak. Namun para guru gagal mendidiknya dan mereka pun menyerah karena Al Fatih tidak pernah mengindahkan apa yang disampaikan oleh mereka.

Sultan Murad lalu memilih Kurani untuk mendidik sang putra. Tidak cukup menunjuk, bahkan Sultan Murad II memberikan pemukul kepada Kurani, untuk memukul Al Fatih jika ia membangkang.


Kurani memasuki ruang belajar Al Fatih dengan alat pemukul di tangan dan mengatakan, ”Ayahmu mengirimku untuk mengajarimu beserta pemukulnya jika engkau menentang perintahku.” Apa yang terjadi?

Al Fatih malah tertawa mendengar ancaman itu. Namun Kurani sudah mengantisipasi hal itu. Tiada rasa takut karena yang dihadapinya putra sultan, sang guru memukul Muhammad dengan pukulan yang keras hingga akhirnya Al Fatih merasa amat takut terhadap gurunya itu.

Apa yang dilakukan oleh Kurani ternyata membuahkan hasil. Dalam waktu singkat Al Fatih hafal al-Qur`an.

Tidak hanya mengajar, bahkan Kurani menulis sebuah kitab berupa qasidah dalam ilmu al `arudh, yang berjumlah 600 bait. Karya itu diperuntukkan kepada Al Fatih Al Fatih, yang ia beri nama Asy Syafi’iyah fi Ilmi Al ‘Arudh wal Al Qafiyah.

Perselisihan dengan Al Fatih

Setelah Sultan Murad wafat dan digantikan putranya, Muhammad Al Fatih, ia manawarkan guru nya untuk menjadi wazir, namun Kurani menolaknya. Baru setelah ditawarkan kepadanya jabatan qadhi militer, Kurani menerima. Tetapi kemudian, Al Fatih menginginkan Kurani menjadi qadhi di Bursa, sebuah kota di Turki.

Suatu saat, datang surat dari Al Fatih kepada Kurani, dimana dalam surat itu ada perkara yang menyelisihi syariat. Tanpa rasa takut, Kurani langsung merobek surat tersebut. Al Fatih marah dan mencopot jabatan Kurani, sehingga terjadi konflik antar keduanya. Buntut dari persilihan itu, Kurani pergi meninggalkan Turki menuju Kairo.

Pada akhirnya Al Fatih menyesal dengan tindakannya itu, lalu meminta kepada Sultan Qitbay, penguasa Mesir, untuk mengirim Kurani kembali ke Turki. Sang guru balik ke Turki dan kembali menjabat sebagai qadhi. Bahkan Al Fatih mengangkatnya sebagi mufti.

 

Waktu Hanya untuk Ilmu dan Ibadah

Waktu Kurani hanya digunakan untuk ilmu dan ibadah. Salah satu dari beberapa murid Kurani menyampaikan, suatu malam ia menginap di rumah gurunya itu. Setelah shalat Isya’, ia melihat gurunya membaca al-Qur`an. Ketika terjaga di malam hari, ia masih melihat gurunya membaca al-Qur`an. Saat si murid terjaga ke dua kalinya, ia mendengar gurunya membaca surat Al Mulk. Dan hingga fajar tiba, ia mengetahui sang guru telah selesai menghatamkan al-Qur`an. Si murid bertanya kepada pembantu sang guru. “Demikian itu kebiasaan Syeikh,” kata si pembantu.

Tidak hanya menyibukkan diri dalam ilmu, Kurani ikut serta dalam jihad untuk menaklukkan Konstantinopel, mendampingi Al Fatih.

 

Jangkauan Ilmu Lebih Jauh dari Jangkauan Pedang

Suatu saat Amir Taimur Khan, salah satu penjabat tinggi negara marah terhadap Kurani, hingga ia merasa jengkel hendak membunuhnya. Ia berkata, ”Namun bagaimana aku membunuh seorang laki-laki yang mana kitab-kitabnya sudah dibaca di berbagai negeri, sedangkan pedangku belum sampai ke sana!”

Kurani memiliki banyak karya dalam berbagai disiplin ilmu. Di ataranya, tafsir al-Qur`an berjudul Ghayah Al Alamani. Sedangkan untuk Hadits, Kurani mensyarah Shahih Al Bukhari dengan nama Al Kautsar Al Jari. Al Kurani juga memberikan penjelasan terhadap syarh Al Ja`bari (penjelas dari kitab Asy Syathibiyah).


Setelah mengabdikan diri untuk ilmu dan penegakkan keadilan di wilayah kekuasaan Daulah Al Utsmaniyah, Kurani jatuh sakit. Ia merasa ajal sudah dekat. Ia bertanya waktu adzan ashar. Tak lama kemudian adzan ashar berkumandang, dan ketika muadzin selesai menyerukan takbir, Kurani pun meneruskan la ilaha illallah lalu menghembuskan nafas terakhirnya.

Kurani wafat pada 893 H, dan sultan pada waktu itu ikut menshalatkankan jenazahnya.*/Thoriq

Rep: Thoriq
Editor: Bambang S

#

Ahli Virus itu Guru Spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih Syaikh Aaq Syamsuddin selalu mendampingi Sultan Muhammad Al-Fatih di meda...

Ahli Virus itu Guru Spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih


Syaikh Aaq Syamsuddin selalu mendampingi Sultan Muhammad Al-Fatih di medan tempur. Sudah menjadi sunnatullah, di balik lahirnya seorang penakluk, ada sekelompok ulama rabbani yang ikut andil dalam mendidik, mengarahkan, dan memberi penerangan.

Ada peran besar Abdullah bin Yasin di Malik Yahya bin Ibrahim di balik pemimpin Daulah Murabithin. Lalu, ada Qadhi Al-Fadhil i balik Shalahuddin Al-Ayubi dalam Daulah Ayyubiyah. Demikian juga dengan Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II. Ada Syaikh Aaq Syamsuddin di balik Sang Penakluk ini yang amat legendaris ini. "Sesungguhnya kalian melihatku sangat gembira. Kegembiraanku bukan karena penaklukan benteng ini semata. Akan tetapi, kegembiraanku muncul karena adanya seorang Syaikh yang mulia pada zamanku. Dia adalah guruku, Syaikh Aaq Syamsuddin," ujar Sultan Muhammad Al-Fatih pascapenaklukan Konstantinopel ibukota Byzantium.

Syaikh Aaq Syamsuddin adalah satu-satunya orang yang sanggup membuat Sultan menundukkan kepala. Segala nasihatnya didengar dan dilaksanakan. Sekalipun dunia mencatatnya sebagai pemimpin terbaik dari pasukan terbaik, namun ia sadar, tanpa gurunya itu, dirinya bukanlah siapa-siapa. Suatu hari Sultan mengungkapkan perasaan segan dan sungkannya kepada Syaikh dalam pembicaraan dengan seorang menterinya, Mahmud Pasya. “Sesungguhnya rasa hormatku pada Syaikh Aaq Syamsuddin bukanlah penghormatan biasa. Jika saya berada di sampingnya, saya merasakan hal yang lain, saya begitu segan kepadanya,” ujarnya.

Pengarang buku Al-Badr Al-Thali’ menyebutkan: Sehari setelah menaklukkan Konstantinopel, Sultan datang ke kemah Syaikh Aaq Syamsuddin yang saat itu sedang berbaring. Dia tidak bangkit berdiri untuk menyambut kedatangannya. Maka Sultan pun mencium tangannya dan berkata kepadanya. “Saya datang kepadamu untuk sebuah keperluan.”  “Keperluan apa itu?” tanyanya. “Bagaimana jika saya masuk dan kita berbicara berdua?” ujar Sultan memohon. 

Namun Syaikh menolak dan Sultan. Sultan memaksa dan terus memohon, namun Syaikh selalu menjawab, “Tidak!” Akibatnya, emosi Sultan tak bisa dibendung. Ia marah. “Sesungguhnya telah datang kepadamu salah seorang dari orang-orang Turki, dan kau masukkan dia sendirian, namun tatkala saya datang kau menolak untuk melakukan hal itu,” cecarnya. 

Syaikh dengan dingin menjawab, “Sesungguhnya jika engkau masuk padaku sendirian, maka kau akan merasakan kenikmatan sehingga kesultanan akan jatuh dalam pandangan kedua matamu, dan akan berantakanlah semua perkara ini. Dan Allah akan murka kepada kita semua. Sedangkan masuk menyendiri itu adalah agar timbul rasa keadilan. Maka hendaklah engkau melakukan demikian dan demikian.”

Setelah itu Sultan mengirim uang 1000 dinar padanya, namun Syaikh tidak mau menerimanya. Maka tatkala Sultan keluar bersama seorang pembantunya dan berkata kepadanya, “Syaikh tidak berdiri untukku.” “Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada sultan sebelumnya. 

Dengan demikian, Syaikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu dari dirimu,” ujar Menteri Mahmud. Ahli Pengobatan Demikian Syaikh selalu berusaha mendidik Sultan Muhammad Al Fatih dengan didikan yang penuh nilai nilai keimanan dan ihsan. Beliau bukan hanya memiliki kemampuan ilmu yang luas dalam agama dan penyucian jiwa tetapi pada saat yang sama sangat ahli dalam masalah pengobatan herbal. Hingga kemasyhurannya dalam bidang pengobatan ini menjadi buah biblr di banyak kalangan.

Ada ungkapan populer untuk Syaikh ini. "Sesungguhnya tumbuh-tumbuhan itu berbicara kepada Syaikh Aaq Syamsuddin?“ “Selain dikenal sebagai ahli pengobat raga, dia juga dikenal sebagai pengobat hati. Telah beredar di tengah-tengah masyarakat sebuah cerita, bahwa sebatang pohon memanggilnya dan berkata padanya. ‘Saya adalah penyembuh penyakit fulan.’ Kemudian kesohorlah berkahnya dan muncullah keeutamaannya.” Syaikh memiliki kepedulian terhadap penyakit jasmani, sama pedulinya terhadap penyakit-penyakit rohani. 

Beliau memiliki kepedulian khusus terhadap penyakit dalam, sebab penyakit ini telah mengakibatkan meninggalnya ribuan manusia di zamannya. Dia menulis buku dalam masalah ini yang dia beri judul Maadat Al Hayaat. Di dalam buku tersebut, Syaikh mengatakan, 'Sangat keliru jika dikatakan bahwa penyakit-penyakit itu menyerang manusia dengan sendirinya. Padahal penyakit-penyakit itu berpindah dari satu orang ke orang lain dengan cara menular. 

Penularan ini sangat kecil dan renik, hingga tidak mampu dilihat oleh mata telanjang. Penularan ini terjadi karena adanya kuman yang hidup.” Dengan pengalaman ini, maka Syaikh Syamsuddin telah mendefinisikan kuman pada abad ke-15 Masehi.

Dia merupakan orang pertama yang melakukan itu. Saat itu belum ada yang disebut dengan mikroskop.  Empat abad setelah zamannya, muncul seorang ahli kimia dan biologi asal Prancis yang bernama Louis Pasteur melakukan penelitian dengan hasil serupa seperti yang telah dikemukakan oleh Syaikh Aaq Syamsuddin.

Syaikh Syamsuddin juga sangat peduli kepada penyakit kanker dan menulis buku tentang hal itu. Dalam bidang kedokteran, Syaikh Syamsuddin telah menulis dua buku penting Maadat Al-Hayaat dan Kitaab Al-Thibb. Dua buku ini dia tulis dalam bahasa Turki dan Utsmani. Syaikh memiliki tujuh tulisan berbahasa Arab, yaitu: Hallul Musykilaat, Ar-Risalah An-Nuriyyah, Maqaalatu, Auliyaa,’ Risalah fi Dzikrillah, Talkhish Al-Mataa’in, Daf’u Al-Mataa’in, Risalalm Syarh Haaji Bayaram Wall?” 

Syaikh kembali ke tempat tinggalnya di Koniyoka setelah merasakan perlu untuk kembali ke sana. Sultan sendiri mendesaknya agar tetap tinggal di Istanbul, namun dia menolak. Beliau meninggal pada tahun 863 H/ 1459 M.

Sisihkan Waktu untuk Mengolah Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Sudah dua pekan mengumpulkan sampa...

Sisihkan Waktu untuk Mengolah Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Sudah dua pekan mengumpulkan sampah. Indahnya menyisir sampah di tempat pembakaran. Bertemu dengan cacing, berkaki seribu, lipan, semut, rayap dan banyak makhluk kecil lainnya yang tak dikenali. Merekalah yang telah berjasa menyuburkan tanah. Pernahkah merasa hutang jasa pada makhluk kecil tersebut?

Sampah diurai menjadi humus. Lalu menjadi tanah kembali. Humus inilah yang menjadi sumber kesuburan tanah. Adakah pohon, buah-buahan dan sayuran tanpa kesuburan tanah? Bisakah industri pupuk kimia menggantikan peran sampah, cacing, lipan, kaki seribu, rayap, semut dan makhluk lainnya? Tak ada sedikitpun campur tangan manusia dalam proses penciptaan alam.

Sangat jarang sekalian menundukkan mata ke tanah. Tanah yang diinjak-injak apakah tak berguna? Mengapa manusia sering berselisih dan bersengketa tanah namun tak peduli dengan penghuni tanah? Fokusnya, tanah hanya untuk property saja tanpa berfikir bagaimana tanah mendukung dan menyelamatkan kehidupan manusia?

Mengapa Srilanka menjadi negara bangkrut? Apa penyebab krisis sebuah negara dan dunia?   Sebab krisis adalah melambungnya harga karena pasokan pangan yang terbatas. Keterbatasan pasokan pangan karena tak peduli dalam mengelola tanah. Tanah tak dioptimalkan untuk kemakmuran.

Yang tinggal di desa. Yang kebutuhan hariannya diambil dari pengelolaan tanah sendiri. Tidak akan pernah merasakan krisis. Tak peduli dengan hyper inflasi. Tak berpengaruh dengan lonjakan dahsyat harga. Sebab perut tetap kenyang tanpa harus punya uang. Sebab ada yang dijual untuk mendapatkan uang.

Harga kekhalifahan Abbasiyah hanya segelas air. Khalifah Harun Ar Rasyid rela menukar singgasananya dengan segelas air demi menyelamatkan nyawanya karena sebab kehausan. Bila seperti ini, mengapa sumber daya yang ada untuk mengumpulkan harta, emas, berlian, kendaraan dan asesoris kebendaan lainnya?

Sisihkanlah untuk mengelola tanah. Sisihkan waktu untuk bercengkrama dengan makro dan mikroorganisme tanah. Semuanya lebih berharga dari kebendaan mewah yang membuat kagum banyak orang. Bukankah gambaran surga dimulai dengan kebun-kebun yang dibawahnya mengalir sungai?

Ragam Keindahan Hidup Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Demi sebuah kekuasaan, mengapa banyak yang membu...

Ragam Keindahan Hidup

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Demi sebuah kekuasaan, mengapa banyak yang membunuh, memenjarakan, memfitnah? Demi sebuah jabatan, mengapa saling memperburuk yang lainnya? Bukankah menjadi  penguasa justru mempersulit diri sendiri, sebab harus melayani rakyatnya.

Demi sebuah kekayaan, banyak yang melakukan suap, korupsi, mencuri, menggelapkan. Apakah bahagia dengan kekayaan yang berlimpah dengan cara ini? Yang paling indah, cukup untuk kebutuhan dari jerih payah sendiri, setiap yang dibutuhkan selalu ada walaupun tak tahu asalnya darimana.

Indah itu ada dalam keluarga yang rukun. Suami memimpin, mendidik dan menyediakan kebutuhannya. Istri mentaati, melayani dan mengingatkan. Anak yang bertakwa. Apakah kondisi hanya bisa diraih bila menjadi penguasa dan hartawan? Semua orang bisa mewujudkannya.

Indah itu bila berserah diri kepada Allah. Beriman dan beribadah. Berikhtiar dan bertawakal. Apakah semua ini hanya bisa dilakukan oleh penguasa dan hartawan? Semua orang bisa mewujudkannya.

Indah itu bila mengolah tanah, berkebun, bertani, mendengar kicauan burung, gesekan pohon, desiran angin. Melihat fajar dan terbenamnya matahari. Melihat indahnya bintang, bulan, birunya langit yang dihiasi awan. Alam ini sangat indah mempesona.

Indah itu kumpul riung dalam shalat berjamaah. Bercengkrama setelah shalat berjamaah di masjid. Nongkrong di pos ronda, warung, dan bertetangga. Apakah harus menjadi penguasa dan berharta untuk bisa seperti ini?

Indah itu bila berduaan bersama Allah  menulis, membaca buku, dan menonton yang bermanfaat. Semua orang bisa melakukannya untuk meraih keindahan. Namun mengapa manusia dikepung dengan ajang pembunuhan, korupsi dan percecokan?

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)