basmalah Pictures, Images and Photos
2022 - Our Islamic Story

Choose your Language

Taqwa, Model Pengembangan Bisnis Masa Depan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bukalah literatur kelemba...

Taqwa, Model Pengembangan Bisnis Masa Depan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bukalah literatur kelembagaan pengelolaan bisnis dalam Islam, adakah hubungan bawahan dengan atasan? Adakah hubungan bos dengan anak buah? Adakah borjuis dan proletar? Apakah ada kelas pemilik dan karyawan? Semua berdiri di atas satu pondasi yaitu musyarakah atau kemitraan.

Bagaimana menopang pertumbuhan bisnis di masa depan? Pengelolaan yang tidak berpondasi pada konsep Islam, semuanya akan menjadi bagian masa lalu, mundur lalu hancur. Yang dikelola dengan konsep Islam, akan menjadi bagian masa depan, tumbuh dan maju.

Manusia dilahirkan dalam kesetaraan. Oleh sebab itu perbudakan dihapuskan oleh Islam. Umar bin Khatab memarahi Amr bin Ash, karena memperlakukan Yahudi di Mesir tidak dengan konsep kesetaraan. Setiap manusia lahir dalam alam kemerdekaan. Mengapa semakin besar manusia hidup dalam perbudakan yang diciptakan manusia itu sendiri?

Pondasi pengelolaan bisnis berdasarkan konsep kesetaraan manusia yang telah ditetapkan Allah, maka lahir pulalah konsep musyarakah dalam lapangan kehidupan, seperti politik. Dalam pengambilan keputusan pun dikenal dengan musyawarah.

Fitrah asasi manusia dan Hukum Islam sesuatu yang beriringan dan menguatkan. Tidak ada yang bertabrakan. Akal, ilmu dan kecerdasan manusia tak bisa mencapai dan memahami ini kecuali dalam bimbingan Islam. Sebab jebakan hawa nafsu selalu mengepung manusia bila tanpa bimbingan Allah.

Akad, perjanjian, ijab kabul, dan kesepakatan merupakan salah satu wujud implementasi kesetaraan. Dalam ragam perbedaan. Dalam ragam kepentingan. Islam selalu mengikatnya dengan pondasi kesetaraan.

Model pengembangan dan pengelolaan bisnis masa depan akan berpondasi pada musyarakah, berkolaborasi, dan eko sistem. Semua bisnis akan terfokus pada yang utama dari inti bisnisnya saja, agar bisnis berjalan cepat, sederhana, mudah dengan kualitas tertinggi. Semuanya terrealisasi bila menjaga akhlak. Akhlak itu bersumber dari taqwa.

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Terombang-ambing di l...

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Terombang-ambing di lautan. Lalu berdoa keselamatan. Setelah selamat, mereka mempersekutukan Allah kembali. Mengapa Allah mengabulkan doanya? Padahal Allah Maha Mengetahui bahwa mereka akan mengulangi keburukannya?

Firaun dan pembesarnya meminta Nabi Musa berdoa agar bencana di negeri Mesir dihilangkan oleh Allah dan berjanji akan mentaati Allah bila bencana hilang. Nabi Musa berdoa, bencana pun hilang. Firaun pun kembali mendustakan Nabi Musa dan mengangkat dirinya sebagai Tuhan.  Mengapa Allah mengabulkan doa Nabi Musa, padahal Allah Maha Mengetahui bahwa Firaun akan mengulangi keburukannya?

Allah tetap mengabulkan doa yang durhaka bila pada dirinya masih ada keinginan untuk berubah, memperbaiki diri dan bertaubat. Allah tetap menyayangi para durjana yang berniat untuk memperbaiki diri. Walaupun Allah tahu kelak mereka akan durhaka kembali. Sangat besar kekuatan niat memperbaiki diri, hingga Allah tetap mengabulkan doanya.

Pengambulan doa adalah bentuk penegakan keadilan Allah di muka bumi. Mereka yang kafir  dan musyrik namun terzalimi, maka doanya dijabah. Mereka yang hina dan papa karena kezaliman, maka doanya mustajab. Yang tergeletak sakit, dalam kelemahan, doanya mustajab. Yang semakin tua renta dan lemah, Allah menguatkannya dengan doa mustajab.

Doa itu jalan meraih obsesi yang termudah. Seperti seseorang membalikan tangan. Tak perlu sumber daya yang kuat. Tak perlu kecerdasan dan kebrilianan. Tak perlu jaringan yang terkoneksi. Tak perlu teknologi tercanggih untuk meraihnya. Allah sendiri yang menggerakkan dan mewujudkannya seketika, tanpa sedikitpun campur tangan manusia.

Kisah doa orang musyrik dan kafir yang terombang ambing di lautan, mengapa bisa selamat? Apa yang bisa dilakukan dalam hempasan gelombang lautan yang keras di tengah kegelapan? Adakah teknologi, bantuan manusia, sumber daya, berlakukah kekuatan fisik dan kecerdasan? Tidak ada bukan! namun mengapa bisa selamat?

Kemauan merubah dan memperbaiki diri. Kepasrahan totalitas. Dihancurkan tuhan-tuhan dalam diri, yang membuat seluruh hijab terbuka. Allah tak memperdulikan lagi status-status dan masa lalunya.

Melawan dengan Kegoblokan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ada kisah, seorang jendral perang mampu meng...

Melawan dengan Kegoblokan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Ada kisah, seorang jendral perang mampu mengalahkan jendral perang lainnya dengan cara unik. Dia membuat strategi dengan kegoblokannya, di saat para jendral lainnya menggunakan kecerdikannya. Kegoblokan sang jendral tak bisa dimengerti dan terdeteksi oleh kecerdasan para jendral yang cerdas.

Dalam film kungfu dan silat, banyak petarung sejati yang digambarkan dari sosok yang goblok. Dalam kegoblokannya ada pribadi yang membuatnya tangguh, yaitu konsisten. Dia tak peduli dengan ocehan dan hinaan orang, dia konsisten dan terus konsisten. Hingga sampai waktunya, orang tak lagi menganggapnya sang goblok.

Usamah bin Laden berhasil lolos dari gempuran senjata canggih Amerika dengan seekor kuda. Amerika dan Uni Soviet, mundur dari Afghanistan bukan dengan kecanggihan senjata, tetapi dengan kekonsistenan melakukan perlawanan. Setiap kecanggihan dan kecerdasan harus dilawan dengan yang berlawanan, tradisional dan kegoblokan.

Manusia itu pembosan, bila terus dikepung dan diserbu dengan kecanggihan, maka akan rindu pada ketradisionalan. Bila terus dikepung oleh hiruk pikuk kesibukan, maka akan rindu kesunyian. Bila terus dikepung oleh kemudahan, maka akan rindu dengan tantangan. Bila ingin tumbuh, lakukan yang berkebalikan.

Minimarket modern terus tumbuh. Apakah warung tradisional tidak tumbuh? Setiap konsep tak bisa digantikan. Setiap orang menginginkan pengalaman yang berbeda-beda. Manusia tak bisa dipuaskan hanya dengan satu model kepuasan.

Kecanggihan teknologi tempur Yahudi Israel ternyata dikalahkan dengan strategi terowongan bawah tanah. Strategi kubah besi Yahudi Israel ternyata bisa dikalahkan dengan roket, layangan dan balon mainan para pemuda Palestina.

Bila kecerdasan dilawan dengan kecerdasan, maka kecerdasan bisa membaca kecerdasan. Bila kekuatan dilawan dengan kekuatan, maka kekuatan bisa membaca kekuatan. Lawan kecerdasan dengan kegoblokan. Lawan kekuatan dengan kelemahan. Ada satu yang tak boleh ditinggalkan Kekonsistenan. Kekonsistenan tak bisa dikalahkan oleh kecerdasan dan kecanggihan.

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Terombang-ambing di l...

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Terombang-ambing di lautan. Lalu berdoa keselamatan. Setelah selamat, mereka mempersekutukan Allah kembali. Mengapa Allah mengabulkan doanya? Padahal Allah Maha Mengetahui bahwa mereka akan mengulangi keburukannya?

Firaun dan pembesarnya meminta Nabi Musa berdoa agar bencana di negeri Mesir dihilangkan oleh Allah dan berjanji akan mentaati Allah bila bencana hilang. Nabi Musa berdoa, bencana pun hilang. Firaun pun kembali mendustakan Nabi Musa dan mengangkat dirinya sebagai Tuhan.  Mengapa Allah mengabulkan doa Nabi Musa, padahal Allah Maha Mengetahui bahwa Firaun akan mengulangi keburukannya?

Allah tetap mengabulkan doa yang durhaka bila pada dirinya masih ada keinginan untuk berubah, memperbaiki diri dan bertaubat. Allah tetap menyayangi para durjana yang berniat untuk memperbaiki diri. Walaupun Allah tahu kelak mereka akan durhaka kembali. Sangat besar kekuatan niat memperbaiki diri, hingga Allah tetap mengabulkan doanya.

Pengambulan doa adalah bentuk penegakan keadilan Allah di muka bumi. Mereka yang kafir  dan musyrik namun terzalimi, maka doanya dijabah. Mereka yang hina dan papa karena kezaliman, maka doanya mustajab. Yang tergeletak sakit, dalam kelemahan, doanya mustajab. Yang semakin tua renta dan lemah, Allah menguatkannya dengan doa mustajab.

Doa itu jalan meraih obsesi yang termudah. Seperti seseorang membalikan tangan. Tak perlu sumber daya yang kuat. Tak perlu kecerdasan dan kebrilianan. Tak perlu jaringan yang terkoneksi. Tak perlu teknologi tercanggih untuk meraihnya. Allah sendiri yang menggerakkan dan mewujudkannya seketika, tanpa sedikitpun campur tangan manusia.

Kisah doa orang musyrik dan kafir yang terombang ambing di lautan, mengapa bisa selamat? Apa yang bisa dilakukan dalam hempasan gelombang lautan yang keras di tengah kegelapan? Adakah teknologi, bantuan manusia, sumber daya, berlakukah kekuatan fisik dan kecerdasan? Tidak ada bukan! namun mengapa bisa selamat?

Kemauan merubah dan memperbaiki diri. Kepasrahan totalitas. Dihancurkan tuhan-tuhan dalam diri, yang membuat seluruh hijab terbuka. Allah tak memperdulikan lagi status-status dan masa lalunya.

Dunia itu Akhirat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ibadah ritual menjadi spiritual itu hal yang biasa. ...

Dunia itu Akhirat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Ibadah ritual menjadi spiritual itu hal yang biasa. Kegiatan spiritual membuahkan spiritualitas juga hal yang biasa. Namun bagaimana aktivitas bisnis, politik, sosial, budaya dan kemiliteran membuahkan spiritual? Bagaimana aktivitas "dunia" adalah aktivitas akhirat?

Orang lain melihatnya sebagai "cinta dunia" padahal sebenarnya cinta kepada Allah. Orang lain melihatnya ngoyo dan haus terhadap harta dan kekuasaan padahal sebenarnya rindu kepada Allah. Dunia itu akhirat. Akhirat itu dunia.

Di era Umar bin Khatab, orang Yahudi terheran-heran terhadap muslimin, bukankah dunia merupakan penjara bagi muslimin, namun mengapa kaum muslimin bergelimang dengan kekuasaan dan kekayaan?

Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, ring pertama dan utama di sisi Rasulullah saw. Iman, taqwa dan ilmu mereka bila ditimbang lalu dibandingkan dengan iman seluruh umat manusia tidak akan tertandingi. Namun mengapa mereka bisa mengenggam Romawi Timur dan Persia? Kekuasaan meliputi sebagai Asia dan Afrika?

Yang paling berkuasa dan berharta justru mereka yang paling bertakwa. Yang paling shaleh justru mereka yang paling sibuk dan tak kenal lelah membangun kemaslahatan di dunia. Panglima tak terkalahkan justru mereka yang shaleh.

Sibukkan dengan pergulatan dunia untuk akhirat. Lelahkan dengan hiruk pikuk dunia untuk kegembiraan di akhirat. Dunia dan akhirat seperti seorang petani. Menanam dan memetik buah. Menanam di dunia, memetik di akhirat. Saat menanam, petani banyak menemukan hal tak terduga. Seperti petani, saat mengolah sawah menemukan belut, ikan, sayuran, itulah dunia. Namun bukan tujuan.

Ada spiritualitas dalam hiruk pikuk dunia. Ada charger iman dalam pergelutan dengan dunia. Ada nutrisi jiwa dalam kelelahan dunia. Ada kebersamaan Allah dalam "aktivitas dunia" bukan saja dalam ibadah ritual.

Asmaulhusna dalam Pengelolaan Bisnis Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Berkebun dan bertani, menemukan b...

Asmaulhusna dalam Pengelolaan Bisnis

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Berkebun dan bertani, menemukan banyak makna tentang air hujan, tanaman yang berdzikir dan bersujud, keyakinan akan janji Allah, dan kisah berkebun dalam Al-Qur'an. Bukan dari buku-buku dan ustadz, namun Alam memberikan banyak hikmah rahasia ketahuidan dari diamnya alam.

Satu unit bisnis dan satu kedai, sama seperti satu tanaman. Yang senantiasa berdzikir dan bersujud kepada Allah. Yang pertumbuhan dan matinya, profit dan bangkrutnya sesuai yang dikehendaki Allah.

Dalam pergelutan dengan wirausaha, Allah membukakan hikmah tentang Nama-Nama-Nya, Asmaulhusna. Allah mengajar makna bahwa Allah Maha Bersyukur dan Maha Bersabar. Apakah kaitan Asmaulhusna ini dengan pengelolaan usaha?

Allah Maha Bersyukur, melipatgandakan ikhtiar kebaikan dan perbaikan manusia. Manusia menanam, Allah menumbuhkan tanaman dan memberikan buah yang melimpah. Padahal ikhtiar manusia hanya mencari benih dan tanah yang sudah disediakan Allah lalu menaruhnya di tanah. Kebaikan sebesar atom. Berat timbangan sebesar helaian rambut, dibalas surga oleh Allah. Apa kaitannya dengan pengelolaan usaha?

Allah Maha Bersyukur, jangan pernah berhenti menciptakan kemaslahatan dan perbaikan dalam pengelolaan usaha. Setiap kemaslahatan dan perbaikan, Allah akan membalasnya dengan peningkatan omset, efektivitas,  efisiensi bahkan yang lebih dari itu semua. Buat ragam kemudahan internal (usaha) dan eksternal (konsumen), maka Allah akan memudahkan urusannya.

Allah Maha Bersabar, membiarkan manusia sementara waktu. Menunggu manusia beristighfar dan bertobat atas kelalaian dan kesalahannya. Bila tak sadar juga, Allah akan menurunkan pelajaran agar kembali kepada-Nya. Apa kaitannya dengan pengelolaan usaha?

Bila tak sadar dan peka akan kesalahan dalam pengelolaan usaha, Allah masih memberikan waktu untuk diperbaiki. Bila tak menciptakan tambahan kebaikan baru, Allah masih menunggu terobosan baru. Bila tak dilakukan juga, maka Allah akan menurunkan pelajaran, apakah tersadar kembali untuk melakukan perbaikan? Banyak usaha yang hancur karena tak menyelami samudera Asmaulhusna bahwa Allah Maha Bersyukur dan Bersabar.

Pupuk Komprehensif dari Kedebong Pisang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Pohon pisang, salah satu buah-...

Pupuk Komprehensif dari Kedebong Pisang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Pohon pisang, salah satu buah-buahan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Apakah bermanfaat hanya buahnya saja? Bagaimana kaitannya dengan tanaman? Untuk di daerah panas, pohon pisang bermanfaat untuk mengantisipasi kemarau.

Batang pohon pisang, sangat mudah diurai oleh makro dan mikroorganisme tanah. Saat batangnya dibiarkan di tanah, dalam waktu sebulan sudah banyak makro dan mikroorganisme tanah yang hidup di bawah dan dalamnya.

Ada rayap di dalam batangnya. Semut dan telurnya, bekicot dan berkaki seribu ada di atas dan bawahnya. Proses pembusukannya sangat cepat, sehingga proses kesuburan tanah cukup cepat. Bila mulai membusuk, akan berdatangan cacing tanah.

Apa pengaruh banyak hewan yang hidup di batang pisang? Kesuburan tanah tidak hanya mengandalkan tumbuhan, tetapi juga unsur hewan. Semakin banyak hewan yang hidup, maka tanah akan menjadi "kuburan massal". Apa pengaruh kuburan massal hewan?

Para ahli kesuburan tanah mengatakan bahwa unsur hewan memiliki tingkat Kalium dan fosfor yang tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar, batang dan buah. Berarti dengan menumpukkan potongan batang pisang akan meningkatkan kalium dan fosfor yang berlipat dari batang pisang itu sendiri, juga dari kuburan massal hewan kecil yang hidup di bawah dan dalam batang pisang.

Saat ini sedang ada trend mencampurkan unsur tumbuhan dan hewan pada pupuk organik. Sebenarnya dengan tanah dijadikan tempat subur untuk makro dan mikroorganisme, tanah secara otomatis akan menjadi kuburan massal para hewan. Tak perlu berkreasi yang sulit bila manusia bersahabat dengan alam.

Dalam berkebun dan bertani, nanusia hanya menyediakan sarana dan prasarana agar beragam yang menyuburkan tanah dan tanaman datang sendiri atau bekerja secara alamiah. Setelah beragam takdir Allah bekerja sendiri tanpa diketahui dan dipahami manusia.

Filosofi Kalimat Penyambutan Kedatangan Konsumen di Toko Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana aga...

Filosofi Kalimat Penyambutan Kedatangan Konsumen di Toko

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bagaimana agar kru toko  melayani konsumen dengan sepenuh hati? Bagaimana menyiapkan jiwa dan mentalnya sebelum melayani? Menyapa konsumen saat pertama datang merupakan bagian pembentukan dan penyiapan karakter melayani.

Ada dua unsur kejiwaan dalam melayani. Merontokkan ego sehingga melahirkan rendah hati. Merontokkan kesombongan dan bangga diri sehingga melahirkan karakter mau menolong dan berkorban.

Rendah hati membuat banyak hati nyaman untuk berhimpun. Rendah hati membuat siapa pun dihormati dan dilayani. Dengan kerendahan, terbentuklah sungai, danau, lautan dan tempat air mengalir. Semuanya terhimpun di tempat yang rendah bukan yang tinggi.

Biasakan untuk mendoakan. Mendoakan yang dibenci dan membenci. Mendoakan yang memutuskan silaturahmi. Mendoakan yang menzalimi dan menyakiti. Mendoakan menandakan kelapangan dada dan keikhlasan.

Kalimat penyambutan kru toko pada konsumen minimal menyadarkan dan meneguhkan kerendahan hati dan berlapang dada. Minimal ada frase "maaf"  untuk merontokkan ego. Kalimat yang berisi doa untuk ekspresi terimakasih dan kegembiraan.

Mendoakan bisnis yang digeluti dengan mendoakan kebaikan bagi konsumen. Mendoakan konsumen berarti memacu semangat memberikan kemanfaatan walaupun hanya sebuah ucapan munajat doa.

Kalimat penyambutan konsumen yang datang ke toko sebuah upaya pembentukan dan penyiapan jiwa dan mental kru toko untuk melayani konsumen yang datang. Jangan remehkan sebuah kalimat. Sebab hanya dengan satu kalimat banyak ahli neraka yang diangkat ke Surga oleh Allah.

Memahami Konsumen, Belajarlah Pada Petani Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Konsumen itu diam tak banyak...


Memahami Konsumen, Belajarlah Pada Petani

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Konsumen itu diam tak banyak berbicara. Prilaku konsumen itu tak bisa dibaca oleh mata dan didengar oleh telinga. Namun terasa jelas seperti sinar matahari bila menggunakan mata dan pendengaran hati.

Belajarlah pada Petani dalam memahami konsumen. Tumbuhan itu diam tak bisa mengungkapkan apa pun. Ungkapannya hanya pucuk daun dan bunga yang mekar, batang yang besar, daun yang menghijau dan berbuah. Bagi yang tak mengamati secara seksama tidak akan paham tentang hal ini.

Belajarlah pada petani dalam memahami konsumen. Tumbuhan diam, namun petani paham dimana tempat, iklim, suasana, jenis dan kontur tanah yang tepat agar tumbuhan tumbuh dan berbuah. Dia mengamati pohon yang hidup di area setempat.

Belajarlah pada peternak, tak paham bahasa hewan, namun memahami apa kebutuhan dan sakitnya hewan. Para peternak mengamati perbedaan suara, respon dan prilakunya saja. Suara, respon dan prilaku hewan sebuah methodelogi memahaminya.

Dalam marketing, yang dikhawatirkan adalah konsumen yang diam. Diamnya bisa jadi kepuasan, kekecewaan juga perlawanan. Namun bagi yang hatinya lembut setiap getaran yang paling lembut akan jelas.

Allah Maha Lembut. Allah Mengetahui Isi Hati. Mereka yang tersambung dengan Allah akan dilembutkan hatinya. Bisa membaca yang rahasia dan disembunyikan dengan pertolongan Allah.

Bila ingin memahami konsumen, lembutkanlah hati, belajarlah pada petani dan peternak yang paham pada obyek yang tak bisa dipahami oleh mata dan telinga.

Adab Terhadap Konsumen, Seperti Adab Kepada Guru dan Sahabat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Semua yan...

Adab Terhadap Konsumen, Seperti Adab Kepada Guru dan Sahabat


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Semua yang akan ditinggalkan tidak berharga dan tak berguna. Giat, bersemangat, tak kenal lelah dan rela berkorban untuk yang akan ditinggalkan. Berbangga atas apa yang akan ditinggalkan. Itulah penyebab kehancuran peradaban.

Mengelola usaha dan bekerja bukan untuk mendapatkan kebendaan dan kebanggaan yang akan usang, tetapi untuk memberikan kemanfaatan pada manusia melalui unit usaha, dan toko yang dikelola. Inilah amal shaleh melalui pelayanan terhadap konsumen.

Konsumen adalah guru juga sahabat. Dari konsumen, banyak pembelajaran yang menguak tentang apa yang harus diperbaiki dari proses bisnis, infrastruktur dan teknologi. Konsumen adalah trigger dari semua perubahan, pertumbuhan dan perbaikan bisnis. Maka layanilah konsumen seperti adab terhadap guru.

Puncak tertinggi pelayanan adalah rasa penghormatan dan kecintaan terhadap konsumen dan konsumen pun mendoakannya. Menjadikan konsumen sebagai guru. Beradab seperti murid kepada guru. Itulah keberkahan meraih kesuksesan.

Mendatangi guru untuk mendapatkan keberkahan pada guru. Mendatangi konsumen. Membawa sesuatu untuk konsumen. Bukan agar konsumen berbelanja dan mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli, tetapi sebagai bentuk adab seorang murid terhadap gurunya.

Konsumen adalah Sahabat. Bukankah kegembiraan dan hiburan itu saat konsumen datang? Bukankah melepaskan kesulitan dan memudahkan urusan sahabat adalah kebahagiaan? Bukankah sahabat yang berkumpul karena Allah akan mendapatkan naungan dari Allah?

Setiap yang datang ke kedai, warung dan outlet merupakan "utusan" Allah. Mereka telah dipilih Allah untuk datang. Yang telah dipilih oleh Allah harus dilayani sebagai penghargaan karena Allah telah "mengutusnya" untuk singgah di kedai.

Sekelumit, Strategi Bisnis dari Huru Hara Hari Kiamat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bila ingin jadi ...

Sekelumit, Strategi Bisnis dari Huru Hara Hari Kiamat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bila ingin jadi pebisnis, pahamilah wanita. Yang memahami wanita akan memahami model dan strategi bisnis. Sebab, wanitalah yang mendorong untuk membeli sesuatu. Oleh sebab itu, gambaran huru-hara Hari Kiamat yang dijelas Rasulullah saw dipenuhi dengan tamsil tentang wanita. Untuk apakah?

Wanita berpakaian tetapi telanjang. Apakah hanya tentang fitnah wanita? Inilah cara agar banyak orang berminat berinvestasi ke bisnis yang digeluti. Bisnis itu harus transparan, terbuka dan menarik, namun yang rahasia tetap terjaga. Bukankah semakin banyak yang mendemonstrasikan kepiawaian bisnisnya untuk menarik para pembeli dan investor?

Dalam bisnis kuliner, dapur tidak di belakang, tetapi mulai ada yang di depan. Dapurnya terbuka bisa dilihat oleh konsumen, tidak lagi tertutup. Open house pabrik, gudang dan distribusi center. Para chef mendemonstrasikan cara masaknya.

Wanita lebih banyak dari laki-laki. Satu laki-laki akan diikuti oleh beberapa wanita. Apakah ini hanya dimaknai secara demografi saja? Bisnis yang berkembang dan terus tumbuhan, adalah bisnis yang berorientasi memenuhi kebutuhan wanita. Sekarang bisnis retail yang tumbuh lebih banyak yang terfokus melayani para wanita.

Wanita akan membantu suaminya dalam bekerja. Apakah hanya dimaknai emansipasi wanita? Pebisnis yang berhasil umumnya melibatkan istrinya. Seperti jurus pedang kembar, menjadi jurus tak terkalahkan bila yang memainkannya adalah sepasang suami istri.

Apa yang dilebihkan Allah bagi wanita? Perasaannya. Dalam menentukan harga, yang berperan sisi logika atau psikologis? Sisi persepsi lebih berperan. Art of War dan Science of War, mana yang lebih berperan? Sisi kemanusiaan atau sisi pragmatis yang lebih berpengaruh? Semuanya ada pada wanita.

Hiruk pikuk fitnah menjelang Hari Kiamat, banyak digambarkan dengan sosok wanita. Ini bukan merendahkan wanita, tetapi memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi, lalu terbimbinglah manusia untuk menghadapinya.

Multiplayer Efek dalam Berkarya  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Setiap kebaikan ada multiplier efekny...

Multiplayer Efek dalam Berkarya 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Setiap kebaikan ada multiplier efeknya. Allah yang melipatgandakan kebaikannya. Teruslah melakukan perbaikan maka hasilnya tidak akan pernah terduga. Allah Maha Bersyukur, setiap satu usaha perbaikan akan dibalas dengan melipatgandakan hasilnya.

Teruslah melakukan perbaikan, semua sisi kekurangan dan kelemahannya akan ditutupi oleh Allah. Allah maha Pengampun akan memperbaiki sisi kekurangan dan kelemahan tanpa disadari atas ikhtiar perbaikan yang dilakukan.

Memohon ampun kepada Allah, apakah hanya dengan lisan? Ikhtiar menghapus dosa hanya dengan memperbanyak dzikir istighfar? Semua upaya perbaikan pada diri, pekerjaan, bisnis dan kekuasaan merupakan upaya mengais ampunan dari Allah.

Jangan pernah khawatir gagal dalam upaya perbaikan.  Bila tidak sempurna, Allah yang menyempurnakannya. Bila ada cacat, Allah yang akan menutupinya. Bila ada kebaikan, Allah yang akan melipatgandakan hasil dan meluas pengaruhnya. Allah Maha Pengampun dan Bersyukur.

Toyota menjadi perusahaan hebat karena terus memperbaiki diri. Ada gudang ilmu dan pengetahuan dalam proses perbaikan. Menjadi pembelajar dalam proses perbaikan. Banyak rahasia tersembunyi yang dibukakan Allah bila terus memperbaiki. Terus memperbaiki adalah proses menghindarkan terpaan krisis, persoalan dan kesulitan yang tak pernah disadari.

Allah terus menganugerahkan hidayah, ilham, kemudahan dan pertolongan-Nya pada mereka yang terus memperbaiki. Setiap ide, proses berfikir, musyawarah, dan implementasi suatu perbaikan, selalu tercurah ampunan dari Allah. Bukankah dalam kesulitan dan kelelahan mukmin ada penghapusan dosa di dalamnya?

Allah menganugerahkan bagi rasa ketentraman dan keyakinan bagi mukmin yang terus berupaya melakukan perbaikan. Walaupun upaya perbaikan belum terlihat hasilnya, namun Allah terlebih dahulu mencurahkan optimisme dan kegairahan. Seperti dalam perang Badar, saat persiapan telah dilakukan,  Allah telah menganugerahkan ketenangan sebelum kemenangan tiba.

Doa itu Kenyataan, Bukan Harapan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ada yang aneh pada diri mukmin dan ya...

Doa itu Kenyataan, Bukan Harapan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Ada yang aneh pada diri mukmin dan yang berserah diri kepada Allah. Belum meraih apa pun yang diobsesikan, namun keresahan dan sedih hati sudah hilang seketika. Padahal kebanyakan orang, hilangnya keresahan dan kesedihan justru setelah meraih semua yang diobsesikan.

Hidup mulia atau mati syahid adalah kondisi yang sama. Sebab dunia bukan negri balasan dan impian. Harapan mukmin ada pada sisi Allah. Lebih meyakini janji Allah dari semua kasat mata yang ditangkap, dirasakan dan dinikmati oleh panca indranya.

Berdoa dan bermunajat kepada Allah tentang obsesinya, berarti sudah terrealisasi obsesinya. Obsesinya sudah nyata dalam genggamannya setelah bermunajat kepada Allah. Inti ibadah adalah doa. Dalam shalat, dipenuhi dengan doa. Maka setelah shalat, sebenarnya seluruh obsesinya sudah terrealisasi ada sudah ada pada gengamannya.

Doa itu kenyataan bukan harapan. Bagi yang terhijab dari Allah. Bagi yang memisahkan dunia dan akhirat, doa itu adalah harapan. Namun bagi yang memahami bahwa kehidupan dunia dan akhirat merupakan satu kesatuan yang utuh, maka doa adalah sebuah kenyataan. Doa adalah sesuatu yang sudah digenggamnya.

Seorang sahabat sangat bergembira saat didoakan Rasulullah saw sebagai penghuni surga tanpa hisab. Mengapa bergembira? Sebab doa adalah kenyataan bukan harapan. Para Nabi dan Rasul bersenjatakan doa dalam mengarungi hidupnya. Saat doa dipanjatkan, seketika itu pula kenyataan telah diraihnya.

Janji Allah itu kenyataan bagi mukmin. Oleh sebab itu, berserah diri dan ikutilah hukum-Nya, maka peradaban dunia akan berada dalam genggamannya. Bukan mukmin yang merealisasikannya, tetapi kehendak, kekuasaan dan kemahaperkasaan Allah yang merealisasikannya.

Seorang mukmin tidak akan pernah resah, gelisah dan sedih,  sebab di saat lisan dan hatinya memunajatkan sesuatu maka selurunya terrealisasi saat itu juga. Dunia dan akhirat itu satu rangkaian kehidupan yang utuh.  Bukankah setiap orang selalu mengharapkan masa depan yang lebih baik?

Yang Di Bumi, Hanya Ilusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Mana yang nyata, janji Allah yang akan membe...

Yang Di Bumi, Hanya Ilusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Mana yang nyata, janji Allah yang akan memberikan kekayaan atau kekayaan yang berada digenggaman? Mana yang nyata, janji Allah atau janji manusia? Mengapa manusia meyakini lebih nyata yang berada digenggamnya? Lebih yakin pada janji manusia?

Berinfaq, bersedekah dan berzakat, untuk menguji mana yang nyata dan ilusi. Semua yang ada di bumi hanya ilusi. Kepemilikkan tanah, hanya sebuah kertas. Uang di bank, hanya coretan angka di kertas. Wujud uang hanya berupa lempengan dan kertas. Kendaraan hanya besi belaka, bila tak bergerak hanya jadi besi kiloan saja.

Apa pun bentuk dan wujud yang ada di permukaan tanah hanyalah tanah belaka. Berarti semua wujud yang ada hanyalah ilusi. Hanya perubahan wujud tanah belaka. Jadi pemburu tanah, ataukah kebersamaan bersama Sang Pemilik Alam Semesta?

Apakah kesenangan manusia juga ilusi? Apa yang dirasakan dan dialami setelah mengecap kesenangan tanpa batas? Hanya keletihan. Hilangnya yang dimiliki. Kehancuran akal dan raga.

Apakah kekuasaan itu ilusi? Kekuasaan hanya seonggok surat keputusan legitimasi. Semuanya akan berakhir walapun ingin diperpanjang dengan kekuatan kediktatoran, pengerahan massa,  kekayaan dan kemiliteran. Semua yang ditinggalkan dan lenyap, hanyalah ilusi.

Mengapa manusia menyenangi yang ilusi, palsu, dan kamuflase? Mengapa manusia lebih memilih ditipu dan dibohongi? Mengapa manusia lebih memilih yang hina dan rusak? Bila hati kesadaran tertutup, manusia kembali pada bentuk asalnya, super bodoh, super zalim kepada dirinya sendiri.

Manusia tak bisa mendefinisikan kemaslahatan dan kemudharatan. Manusia tak bisa mendefinisikan kebaikan dan keburukan bila tak terbimbing oleh iman dan wahyu Allah. Itulah sebab mengapa manusia lebih memilih kamuflase, ilusi dan kepalsuan.

Puncak Peradaban, Memenuhi Panggilan Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Nabi Ibrahim diperintahkan ...

Puncak Peradaban, Memenuhi Panggilan Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Nabi Ibrahim diperintahkan berhijrah ke Mekah bersama istrinya Siti Hajar dan bayinya Ismail. Di dapati negri yang kering kerontang. Tandus, panas, tanpa air dan kehidupan. Lalu diperintahkan meninggalkan Istri dan putranya yang masih bayi. Bagaimana perasaannya?

Siti Hajar menerima kenyataan yang harus dihadapi. Nabi Ibrahim berdoa untuk kemakmuran negri yang tandus dan kering kerontang ini. Allah itu Rahman dan Rahim. Tak pernah meninggalkan hamba-Nya, bila menaati dan berserah diri pada-Nya. Keyakinan adalah kenyataan. Allah selalu menepati janji-Nya.

Allah, hanya cukup mengeluarkan air dari hentakan kaki sang bayi Ismail. Air merubah wajah Mekah. Yang tandus kering kerontang menjadi subur. Tanpa penghuni, menjadi rebutan para kabilah yang sering berlalu lalang di wilayah tersebut. Teramat mudahnya bagi Allah untuk merubah keadaan yang sangat ekstrim.

Allah bisa langsung mengeluarkan air dari mana pun. Mengapa harus menunggu Siti Hajar berlari dari Safa dan Marwa beberapa putaran? Mengapa harus menunggu kaki bayi Ismail menghentak kaki ke bumi? Mengapa harus menunggu Nabi Ibrahim memanjatkan doa? Bukalah pintu langit dengan mengetuk apa yang di bumi. Seperti itu hukumnya.

Allah menguji siapa yang bersabar dan berjihad. Allah tak membiarkan potensi makhluk yang sempurna menganggur. Saat manusia tak disibukkan dengan ikhtiar, maka hawa nafsu dan syetan akan terus menganggu manusia. Berikhtiarlah agar hati, jiwa dan akal tak sempat mendengarkan bisikan syetan dan hawa nafsu.

Puncak ikhtiar Nabi Ibrahim dan Ismail adalah membangun kembali Kabah yang sebelumnya sudah dibangun oleh para Nabi sebelumnya. Puncak karya tertinggi manusia adalah membangun peradaban yang menjadi rumah tempat berkumpulnya manusia untuk berhimpun dalam bimbingan dan ketaatan kepada Allah.

Ikhtiar berkuasa dan mengelola kekuasaan. Berikhtiar membangun bisnis dan mengelola kekayaan. Berikhtiar membangun hukum dan pengelolaan ketertiban interaksi manusia. Membangun sosial budaya dan mengelola wajah dan gaya hidup manusia, harus berujung pada sebuah rumah peradaban yang jiwa dan gairahnya terpanggil untuk memenuhi panggilan Allah.

Titik Terpenting Grand Desain Masa Depan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Menciptakan masa depan. Merek...

Titik Terpenting Grand Desain Masa Depan


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Menciptakan masa depan. Merekayasa masa depan. Merancang masa depan. Merencanakan masa depan. Bagaimana caranya? Tak perlu dipusingkan. Tak perlu berkonsultasi dengan para pakar dan konsultan. Karena mereka pun kebingungan akan masa depannya.

Yang terpenting bukan membuat cetak biru dan grand desain masa depan. Ini hanya satu tahapan. Tetapi bukanlah hal yang utama dan pertama. Yang terpenting adalah darimana hadirnya grand desain? Darimana munculnya cetak biru masa depan?

Bila yang mengepung hati hanya berorientasi pada Allah, maka apapun grand desain akan berhasil. Apalagi bila grand desainnya sesuatu yang sudah dijamin kemenangannya oleh Allah. Apalagi bila grand desainnya sesuatu yang pasti ditolong oleh Allah.

Agar mudah meraih sesuatu di masa depan, bacalah Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah saw. Apa yang sudah dijamin dan ditolong oleh Allah? Seperti para Sultan Kekhalifahan Turki Utsmani, yang menjadikan pembebasan Konstantinopel sebagai grand desain perjalanan kesultanannya. Sebab Rasulullah saw sudah menjamin kemenangan tersebut.

Bila mendesain sesuatu yang dijamin kehancuran oleh Allah, maka seandainya seluruh jagat raya bersatu dan berpadu membantu dan menopang, maka pada akhirnya akan hancur juga. Seperti grand desain yang dibuat oleh Namrudz, Firaun dan para pemuka kaum yang memusuhi para Nabi dan Rasul.

Semua grand desain yang dibuat oleh pelaku kediktatoran, kezaliman, kekafiran, pelaku tipu daya, pembohong dan munafikin, akan berakhir dengan kegagalan dan kehancuran. Jadi yang terpenting bukan apa grand desain masa depannya.

Yang terpenting dalam merancang grand desain masa depan adalah apakah grand desainnya sesuai dengan grand desain Allah dan Rasul-Nya? Apakah grand desainnya berasal dari niat yang berorientasi pada Allah, bukan kepentingan diri? Itulah kunci mendesain grand desain masa depan.

Jalan Pintas, Agar Misi Berhasil Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Khalid bin Walid seorang panglima den...

Jalan Pintas, Agar Misi Berhasil

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Khalid bin Walid seorang panglima dengan 100% kesuksesan pasca menjadi muslim. Padahal di era jahiliyahnya, tak mampu menandingi kekuatan pasukan Muslimin. Namun pasca menjadi Muslim, mengapa Persia dan Romawi mampu ditaklukkannya? Padahal Persia dan Romawi sebuah adi daya yang kekuatan militernya lebih hebat dari Muslimin?

Abu Bakar, khalifah pengganti Rasulullah saw, saat jazirah Arab bergolak dengan munculnya kemurtadan karena munculnya nabi palsu dan menolak membayar zakat, mengapa beliau tetap mengirim pasukan ke luar Arab untuk menghadapi Persia dan Romawi? Padahal para Sahabatnya menyarankan untuk fokus menyelesaikan persoalan di jazirah Arab terlebih dahulu.

Mengapa Abu Bakar tetap menjadikan Usamah bin Zaid menjadi panglima perang saat ekspedisi pertama dari jazirah Arab? Padahal banyak yang lebih senior, lebih mumpuni dan ahli, dan lebih berpengalaman darinya. Namun mengapa misinya berhasil?

Mengapa Ustman bin Affan dan Muawiyah bin Abu Sofyan membangunkan angkatan laut? Padahal di era Umar bin Khatab, proyek pembangunan angkatan laut tidak disetujui. Padahal angkatan laut Romawi Timur sangat kuat, namun mengapa pada saat awal rintisan, sudah mampu meluluhlantakkan angkatan laut Romawi Timur dengan menguasai kepulauan Sisilia.

Para Sahabat Rasulullah saw selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an dan Hadist Rasulullah saw yang menjelaskan capaian keberhasilan kaum Muslimin. Juga, apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka bergerak, berjalan, merencanakan dan merespon sesuai arahan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Sebab inilah jalan yang lurus. Sebab inilah jalan termudah dan terjamin meraih keberhasilan.

Arah dan geraknya sesuai yang tertulis di Lauhul Mahfud. Persiapannya selaras dengan kesempatan yang akan dibukakan oleh Allah. Bukankah keberhasilan itu bila persiapan sesuai dengan kesempatan dan peluang? Kesempatan dan peluang di masa depan semuanya tertulis di Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw sebagai cerminan guratan tulisan yang ada di Lauhul Mahfud.

Kemurtadan itu pasti hancur. Kelak tidak ada lagi kaisar Persia dan Romawi. Umat Islam akan mengarungi lautan seperti gunung-gunung, mereka akan duduk seolah-olah ada di singgasana para raja. Hadist Rasulullah saw ini yang dijadikan panduan. Dari panduan ini Abu Bakar, Umar, Utsman, Muawiyah dan para Sahabat lainnya, membuat grand desain dan bergerak demi terwujudnya kemenangan yang sudah dijamin oleh Allah melalui lisan Rasulullah saw.

Mengubah Jagat Raya Menjadi Data Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kekuatan data sebuah ikhtiar memahami...

Mengubah Jagat Raya Menjadi Data

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Kekuatan data sebuah ikhtiar memahami kebesaran Allah. Ikhtiar menimbang dan menilai. Ikhtiar memahami alam semesta dan manusia. Data itu berbicara. Data itu mengubah yang kuantitatif dan kualitatif menjadi berbicara.

Allah mengajarkan kekuatan data dalam Al-Qur'an, yang masuk surga kebanyakan orang terdahulu, yang hidup kemudian sangatlah sedikit. Yang masuk neraka kebanyakan golongan terakhir, sedikit dari golongan terdahulu.

Allah memerintahkan agar seluruh yang ada di muka bumi diperhatikan kebesarannya, lalu inventarisir menjadi ayat-ayat, tanda-tanda dan signal tertentu. Dengan proses seperti ini, semua yang ada di alam semesta diubah menjadi data.  Mengumpulkan sesuatu menjadi data, untuk "menduplikasi" sifat Allah Yang Maha Mengetahui.

Allah Maha Mengetahui setiap daun yang jatuh dari pohonnya. Allah Maha Mengetahui kelopak bunga yang mengeluarkan buahnya, mengetahui tempat dan benda yang kering dan yang basah. Inilah kekuatan data, bisa mengetahui hal yang sangat detail.

Buah dari tafakur dan tadabur adalah pikiran yang mendalam. Bukan sekedar melihat dan mendengar saja, tetapi harus sampai menemukan sebuah pola dan sistem yang tertata yang ada di jagat raya. Membaca pola dan sistem hanya bisa dilakukan dengan membaca data. Data yang kecendrungnya sama, menunjukkan pola dan sistem, kecendrungan yang sama dapat memudahkan memprediksikan apa yang akan terjadi di masa depan.

Yang menguasai peradaban adalah mereka yang mengetahui masa depan, lalu melakukan aksi di hari ini. Mengetahui masa depan dengan memahami pola yang terbaca dari kecendrungan data. Allah memerintahkan agar manusia menyiapkan hari esok.

Semua peristiwa, gaya hidup manusia, hewan, tumbuhan dan jagat raya adalah data. Allah menciptakan sesuatu dengan keteraturan,  tahapan pertumbuhan yang jelas dan terpola. Jadi semuanya bisa dijadikan data. Keteraturan  inilah yang membuat akal bisa mencerna dan memahami untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

Berkebun, Ikhtiar Merekayasa Mata Air Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Berkebun di area perbukitan. Tan...

Berkebun, Ikhtiar Merekayasa Mata Air

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Berkebun di area perbukitan. Tanpa ada sumber air di atasnya. Bila hujan, air langsung meluncur ke bawah. Bagaimana agar tetap menjaga kelembaban tanah, padahal baru pembukaan lahan? Tak ada lagi pepohonan yang tinggi.

Bila memilik modal memadai, buatlah terasering menjadi undakan seperti kursi. Bila tidak, biarkan rerumputan, gulma, ilalang tumbuh. Buat lubang panjang untuk menjebak air hujan "Rorak". Disamping tanaman keras utama, tanami juga pohon yang batangnya bisa menyimpan air seperti pisang dan sejenis talas.

Tanaman yang batangnya mengandung air bermanfaat bila datang kemarau panjang. Disamping itu pula, masa panennya cepat. Batangnya bisa digunakan untuk menjaga kestabilan kelembaban tanah dan mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman utama.

Daerah perbukitan, sangat kesulitan air. Buat terasering dan rorak di bagian atasnya agar air meresap ke tanah. Bila air sudah diresapkan ke tanah, bagaimana mengeluarkan atau memudahkan air keluar dari tanah, tanpa mesin? Setiap tumbuhan memiliki karakteristik yang khas.

Di Wonogiri, ada daerah bukit yang tandus dan berbatu berubah menjadi perbukitan yang dipenuhi mata air. Daerah kering berubah menjadi keberkahan yang banyak mata airnya. Bagaimana caranya?

Tanamlah pohon beringin. Menurut peneliti, akar pohon beringin memilik kekuatan luar biasa untuk menarik air di bawah tanah ke permukaan tanah. Beberapa daerah, pohon beringin ditanam di tempat yang dekat dengan sumber air sehingga mata airnya sangat berlimpah.

Bila pohon beringin di bagian atas berpotensi mengganggu pertumbuhan pohon utama karena dapat kekurangan sinar matahari di pagi hari. Cobalah untuk menanam pohon beringin bagian bawah perbukitan. Air hujan yang sudah diresapkan di bagian atas, akan ditarik oleh pohon beringin dibawahnya menjadi mata air.

Jejak Islam di Portugal, dari Dinasti Muawiyah hingga Moor TEMPO.CO, Jakarta - Bercerita kepada Al Jazeera, Abdulsattar mengatak...



Jejak Islam di Portugal, dari Dinasti Muawiyah hingga Moor



TEMPO.CO, Jakarta - Bercerita kepada Al Jazeera, Abdulsattar mengatakan bahwa ia melarikan diri dari perang di negara asalnya Irak. Ia mempertaruhkan nyawanya dengan berlayar dari Turki ke Yunani, dalam perjalanan yang berbahaya.


Begitu tiba di Yunani, ia ditawari pemukiman kembali di Portugal, sebuah negara yang hanya sedikit ia ketahui. Tetapi dia dapat menemukan beberapa fitur yang akrab dengan asalnya.

"Saya menemukan banyak kata-kata umum," ia menjelaskan sebelum mulai membuat daftar. Beberapa berhubungan dengan makanan, yang lain dengan kota atau daerah. Lalu ada ungkapan "oxala" (dilafalkan oshallah), keturunan langsung dari bahasa Arab "inshallah". Keduanya berarti "Insya Allah".

Apa yang ditemukan Abdulsattar, seharusnya tidak terlalu mengejutkan bahwa pengaruh Arab masih dapat ditemukan dalam bahasa Portugis. Selama berabad-abad, wilayah itu diperintah oleh Muslim berbahasa Arab yang dikenal sebagai Bangsa Moor.

Pada abad ke-8, umat Islam berlayar dari Afrika Utara dan mengambil kendali atas apa yang sekarang disebut Portugal dan Spanyol. Dikenal dalam bahasa Arab sebagai al-Andalus, wilayah ini bergabung dengan Kekaisaran Umayyah yang berkembang dan makmur di bawah pemerintahan Muslim. Tetapi warisan itu telah banyak dilupakan di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik itu.


Di sekolah-sekolah Portugis, lima abad pemerintahan Muslim dipelajari hanya sebentar. Buku-buku pelajaran lebih menekankan pada "penaklukan kembali" kemenangan oleh penguasa Kristen, yang dibantu oleh tentara salib, yang berakhir pada abad ke-13.

Sejak saat itu, identitas Portugis dibangun untuk menentang bangsa Moor, yang secara historis digambarkan sebagai musuh. Tetapi tidak semua orang setuju dengan versi sejarah ini. "Sebagian besar penduduk memeluk Islam," jelas Filomena Barros, seorang profesor Sejarah Abad Pertengahan di Universitas Evora.

Penelitian menunjukkan bahwa pada abad ke-10, setengah populasi semenanjung Iberia adalah Muslim. Bagi Barros, Muslim yang berlayar dari Afrika Utara tidak lebih asing dari raja dan tentara Kristen dari Eropa utara, yang menaklukkan wilayah itu sebelum dan sesudah mereka.

"Semenanjung Iberia terus ditaklukkan," katanya. "Sangat menarik kami tidak berbicara tentang penaklukan Romawi, atau penaklukan Visigothic, tetapi kami selalu berbicara tentang penaklukan Islam," imbuhnya kepada Al Jazeera.

Sebelum pasukan Muslim tiba, wilayah itu diperintah oleh Visigoth, orang Jerman yang memerintah antara 418 dan 711. Buku pelajaran sejarah menekankan pertempuran yang dilakukan oleh penguasa Kristen melawan Muslim, tetapi kekalahan tentara Muslim tidak berarti mengakhiri kehadiran Muslim di Portugal.

"Penaklukan kembali orang Kristen tidak berarti orang Muslim kembali ke tanah mereka, karena tanah ini juga milik mereka," kata sejarawan itu. Namun, saat ini, kurang dari 0,5 persen dari populasi 11 juta adalah Muslim. Dan sedikit yang menyadari bahwa Muslim pernah menjadi proporsi yang jauh lebih besar dari populasi.


Membangun Identitas Eropa

Semua siswa di sekolah-sekolah Portugal diharuskan membaca The Lusiads, sebuah puisi epik abad ke-16 karya penyair Portugis, Luis Vaz de Camoes, yang merayakan kemuliaan raja dan penjelajah Portugal pada saat ekspansi kekaisaran.

Puisi itu bercerita tentang pelayaran pertama navigator Vasco da Gama ke India dan pertemuannya dengan Muslim, yang digambarkan sebagai licik dan berbahaya.

Vasco da Gama dianugerahi sebagai pahlawan nasional, karena membuka rute laut ke India yang memberi Portugal akses ke perdagangan rempah-rempah, yang telah dikendalikan oleh pedagang Arab sampai saat itu. Namun Vasco da Gama juga dituduh melakukan kampanye teror terhadap Muslim dalam perjuangan untuk kontrol perdagangan laut.

Sebagai balasan atas serangan terhadap Portugis, da Gama menangkap sebuah kapal dengan 200 peziarah Muslim yang kembali dari Makkah dan membakarnya, menewaskan ratusan orang di dalamnya. Tetapi pembantaian semacam itu tidak disebutkan dalam The Lusiads, atau dalam buku pelajaran sekolah Portugis, di mana umat Islam dipersalahkan atas sebagian besar serangan.

Dianggap sebagai salah satu penyair terhebat Portugal, Camoes mendapat penghormatan istimewa pada 10 Juni dalam hari libur nasional yang disebut Hari Portugal.

Liburan ini dulu dikenal sebagai "Hari Ras Portugis," dan dipromosikan oleh nasionalis konservatif Antonio de Oliveira Salazar, perdana menteri antara tahun 1933 dan 1968, sebagai perayaan nasionalis. Ini berlanjut sampai akhir rezim otoriter yang ia dirikan, "Estado Novo", pada tahun 1974.

Dengan Katolik sebagai inti dari narasi nasionalis, kediktatoran ultra-konservatif menggambarkan Muslim sebagai penjajah dan "musuh bangsa Kristen". Dengan Katolik sebagai inti dari narasi nasionalis, kediktatoran ultra-konservatif menggambarkan Muslim sebagai penjajah dan "musuh bangsa Kristen".

"Camoes tidak bertanggung jawab atas alokasi karyanya oleh nasionalisme," kata Barros. "Dia masih salah satu penyair Portugis terbesar." Tetapi, sejarawan itu menambahkan, The Lusiads adalah produk dari konstruksi ideologis masa itu, tentang identitas Eropa yang bertentangan dengan Muslim, dan mentalitas Perang Salib yang menggambarkan hubungan Kristen-Muslim dalam konteks konflik.

Menurut Barros, ketika puisi itu ditulis, Kekaisaran Ottoman menimbulkan ancaman bagi hegemoni para penguasa Kristen Eropa.

Sepanjang abad ke-15 dan ke-16, raja-raja Portugis terus berkembang ke Afrika Utara, di mana mereka mendirikan pangkalan militer dan terlibat dalam peperangan. Ini berlanjut sampai kekalahan tahun 1578 yang menghancurkan di kota Maroko, Ksar el-Kebir (dikenal dalam bahasa Portugis sebagai Alcacer Quibir) yang mengakhiri ambisi ekspansionis Portugal di Afrika Utara.

Moor menjadi stereotip "lain", Portugal ketika identitas Eropa dibentuk sebagai oposisi terhadap Islam. Meskipun istilah "Moor" secara tradisional merujuk pada Muslim yang berbahasa Arab di Afrika Utara, label itu sering digunakan untuk merujuk secara luas pada Muslim, mengurangi keragaman mereka menjadi massa perbedaan.

Namun sejarawan Filomena Barros menjelaskan bahwa, berbeda dengan versi sejarah yang dominan dan mitos yang sudah lama ada, umat Islam bukanlah orang luar, "Berbahaya jika kami melakukan ini untuk propaganda nasionalis," tambah sejarawan itu, terutama mengingat kebangkitan sayap kanan di Eropa.

Menghapus sejarah Muslim dan Yahudi Portugal

Pada 1249, Raja Afonso III dari Portugal berhasil merebut Faro, benteng Muslim terakhir di Algarve. Sebagian besar Muslim di sana terbunuh, melarikan diri ke wilayah yang dikuasai oleh Muslim atau masuk Kristen, tetapi minoritas kecil diizinkan untuk tinggal di lingkungan yang terpisah.

Pada 1496, Raja Manuel I memutuskan untuk mengusir semua orang Yahudi dan Muslim, mengubah kerajaan itu menjadi Kristen.

Tidak ada catatan pasti, tetapi perkiraan menempatkan jumlah orang Yahudi pada saat itu antara 20.000 dan 100.000, dan komunitas Muslim dianggap jauh lebih kecil. Setelah mereka diusir, sinagog dan masjid dihancurkan, diberikan kepada gereja Katolik atau diubah menjadi tempat tinggal pribadi, dalam upaya untuk melenyapkan keberagaman masa lalu dan berabad-abad kehadiran Yahudi dan Muslim.

Pengusiran minoritas Yahudi telah diakui oleh pemerintah Portugis dengan permintaan maaf publik dan undang-undang tahun 2015, dan menawarkan kewarganegaraan Portugis kepada keturunan orang Yahudi yang diusir. Namun Muslim yang diusir oleh dekrit 1496 yang sama tidak diberikan tempat yang sama.

Jose Ribeiro e Castro, seorang politisi konservatif yang merancang undang-undang restitusi, mengatakan kepada Al Jazeera awal tahun ini bahwa "pengusiran Muslim lebih terkait dengan penaklukan dan pertempuran daripada intoleransi agama."

Karena dugaan latar belakang konflik, para politisi berpendapat bahwa pengusiran Muslim Portugal tidak dapat dibandingkan dengan penganiayaan terhadap orang Yahudi, yang murni didasarkan pada kebencian dan kefanatikan.

Ketika minoritas agama diberi tiga pilihan nyata - pindah ke agama Kristen, meninggalkan Portugal atau menghadapi hukuman mati - sebagian besar Muslim melarikan diri ke Afrika Utara, di mana mereka berasimilasi dengan populasi lokal.

Mayoritas populasi Yahudi, bagaimanapun, tidak diizinkan meninggalkan kerajaan, karena Raja Manuel mengubah dekrit awal pengusiran menjadi dekrit konversi paksa. Beberapa anak Yahudi diambil dari orang tua mereka dan diadopsi oleh keluarga Kristen. Orang-orang Yahudi yang tersisa dibaptis secara paksa.

Sejarawan percaya bahwa umat Islam mungkin diizinkan meninggalkan kerajaan tanpa terluka, karena raja takut akan pembalasan dari negara-negara Muslim, sementara orang Yahudi tidak memiliki perlindungan seperti itu.

Mereka yang secara paksa bertobat hanya diizinkan meninggalkan Portugal setelah pembantaian Lisbon tahun 1506, ketika antara 1.000 dan 4.000 "Kristen Baru", sebagaimana orang-orang Yahudi yang bertobat dipanggil, terbunuh, banyak dari mereka dibakar di tiang pancang. Banyak yang melarikan diri ke kekaisaran Ottoman, membangun komunitas Yahudi yang hidup di kota-kota seperti Thessaloniki, Istanbul dan Dubrovnik.


Orang-orang Kristen Baru yang tetap di Portugal terus dianiaya setelah berdirinya Inkuisisi Portugis pada 1536. Undang-undang restitusi tahun 2015 dimaksudkan sebagai cara untuk mengakui kerugian yang terjadi pada komunitas Yahudi Portugal dan penghapusan warisan mereka.

Perbaikan Sejarah

Meskipun umat Islam tidak diberikan ganti rugi dalam bentuk hak kewarganegaraan, minat yang tumbuh di masa lalu Islam Portugal perlahan membuka jalan untuk berbagai jenis perbaikan sejarah.

Sama seperti Mustafa Abdulsattar, penulis Portugis Adalberto Alves membuat daftar kata-kata Portugis yang berasal dari bahasa Arab. Apa yang dimulai sebagai rasa ingin tahu belaka berubah menjadi proyek selama satu dekade, yang mengarah ke penerbitan kamus lebih dari 19.000 kata dan ungkapan Portugis dengan asal-usul Arab pada tahun 2013.

"Saya ingin mengatasi 'klise' antagonisme antara orang Kristen dan Muslim, serta pengabaian tentang peradaban Andalusia," Alves menjelaskan.

Tujuannya adalah untuk menekankan warisan bersama dan untuk memberikan visibilitas terhadap keberadaan umat Islam, yang telah lama diabaikan dan kontribusi mereka terhadap identitas dan sejarah negara. Alves ingin menunjukkan bahwa "yang lain" sebenarnya adalah bagian dari diri.

Alves percaya warisan budaya dan intelektual yang diwarisi dari Islam belum diakui di Eropa, karena umat Islam telah dihapuskan dari sejarah Eropa.

Untuk memperbaiki penghapusan sejarah ini, Alves telah menghabiskan 35 tahun terakhir untuk mendokumentasikan pengaruh al-Andalus di Portugal - dari puisi dan bahasa hingga musik, tenun karpet dan kue kering, hingga cerobong asap berbentuk menara. Usahanya diakui oleh UNESCO dengan penghargaan Sharjah Prize untuk Budaya Arab pada tahun 2008.

Warisan yang ditinggalkan oleh Muslim lebih luas daripada yang dibayangkan kebanyakan orang, Alves menjelaskan, menunjukkan bagaimana kekaisaran Portugis bergantung pada ilmu navigasi yang dikembangkan oleh orang Arab. Bahkan Vasco da Gama, yang perjalanan epiknya begitu banyak dirayakan di Portugal, diyakini mengandalkan nakhoda Muslim untuk mencapai India.

Tetapi mungkin dengan puisi bahwa Alves paling berkontribusi dalam mengubah cara warisan Islam dirasakan di Portugal. Dengan koleksi dan terjemahan puisi Arabnya dari periode Andalus ke dalam bahasa Portugis, penyair seperti al-Mu'tamid, penguasa Muslim terakhir Seville dan salah satu penyair Andalusia yang paling terkenal, kemudian dikenal sebagai penyair "lokal". Tahun ini, sebuah pameran yang diadakan di Lisbon di Perpustakaan Nasional merayakan karya Alves dan al-Mutamid.

"Saya mendedikasikan sebagian besar hidup saya untuk mencoba melakukan keadilan kepada penyair besar dan Raja al-Mutamid ibn Abbad," kata Alves, "mungkin karena kita memiliki asal-usul di kota yang sama, Beja."

Dekat dengan kota selatan Beja, di daerah di mana pengaruh Islam paling jelas, proyek perintis lain menghilangkan prasangka stereotip yang menyerang Arab-Muslim dan memulihkan masa lalu Islam sebagai elemen dasar identitas dan warisan Portugis.


Balasan Tak Setimpal, Itulah Dunia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Selama di dunia, bersiaplah untuk t...

Balasan Tak Setimpal, Itulah Dunia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Selama di dunia, bersiaplah untuk tidak mendapatkan balasan yang setimpal. Bahkan tidak mendapatkan balasan sama sekali. Bahkan kebaikan itu dicerca, dihina dan diremehkan. Sebab dunia itu arena amal.

Bila ingin mendapatkan penghargaan di dunia, berarti tak memahami karakter dunia. Oleh sebab itu, para Nabi dan Rasul hanya meminta upah dari Allah, bukan manusia. Sebab yang bisa membalas dengan adil, berlipat, lebih baik dan tak terhingga hanya Allah. Allah pemilik perbendaharaan langit dan bumi.

Seandainya manusia memegang kunci perbendaharaan langit dan bumi, apakah manusia bisa membalas dan menghargai dengan setimpal? Tidak bisa. Dalam diri manusia tetap ada penyakit kikir. Oleh sebab itu, Allah terus mengingatkan manusia untuk bersedekah.

Orang yang kecewa dengan balasan manusia itu aneh. Kecewa itu hal biasa. Sebab manusia itu tak memiliki apa pun. Hanya balasan dari Allah yang "surprise".  Oleh karena itu Allah menuntut manusia agar membalas sesuatu dengan yang "makruf"

Menurut Buya Hamka di Tafsir Al-Azhar, sudah menjadi hal biasa bila karya dan kebaikan seseorang ditutupi dan dihancurkan karena permainan dan kepentingan politik. Betapa banyak sang pahlawan dihapus dari buku sejarah?

Andai manusia berkarya berdasarkan balasan, semuanya akan berdiam diri dan tak bergairah. Perhatikan para petani, saat menanam bibit dilangkakan. Saat tanaman tumbuh, pupuk dimahalkan. Saat panen, harganya dihancurkan. Lalu, apa yang membuat petani terus menanam? Tanggungjawab dan kebahagiaan bersama tanamannya.

Balasan sehebat dan sebesar apapun di dunia tidaklah berguna. Sebab bersifat rendah, fana, hilang, musnah, dan semuanya berasal dari tanah. Bila manusia adalah makhluk terbaik, maka balasan yang setimpal adalah kebersamaan dengan Allah.

Agar Akal Tertarik Berfikir Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana menyadarkan akal agar mau mengam...


Agar Akal Tertarik Berfikir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Bagaimana menyadarkan akal agar mau mengamati, menganalisa dan meneliti? Akal perlu dipacu kesadaran akan ketertarikan pada sebuah obyek agar akal tidak terkontaminasi dengan bisikan nafsu dan syetan. Akal mengalami pertumbuhan kecerdasannya bila terus disadarkan akan ketertarikan pada sesuatu.

Agar akal mau berfikir, Al-Qur'an menjelaskan sebuah obyek dengan 4 keadaan. Manfaatnya, ketergelincirnya, keindahannya dan kebesarannya. Al-Qur'an menjelaskan tentang unta, keledai dan sejenisnya dengan penjelasan bahwa hewan tersebut berfungsi membawa beban, bisa berpergian tanpa kelelahan, adanya keindahan dan tanda-tanda kebesaran Allah.


Untuk mengarahkan proses berfikirnya akal, Al-Qur'an menyandingkan penjelasan kapal di lautan dengan hewan unta, kuda, keledai dan hewan sejenisnya. Allah menyandingkan kebangkitan di akhirat dengan tanah mati yang menjadi subur hanya dengan siraman air hujan.

Mengasosiasikan sesuatu dengan yang lainnya merupakan cara kerja akal untuk memudahkan berfikir dan memahami. Allah menggambarkan kesenangan dunia dengan pohon yang tumbuh, mengeluarkan buah, mengagumkan banyak orang lalu menguning dan mati. Seperti itulah cara Allah menghidupkan mesin berfikirnya akal.

Allah membandingkan yang bertolak belakang secara bersamaan. Menyandingkan kondisi penghuni surga dan neraka. Menyandingkan suasana surga dan neraka. Menyandingkan gaya hidup mukmin, munafik dan kafir. Perbedaan yang menyolok membuat akal lebih mudah memahami.

Allah mengelompokkan manusia yang beragam dan sangat banyak jumlah dalam kelompok-kelompok tertentu, mukmin, munafik dan kafir. Allah membagi hewan ke dalam kelompok menurut jalannya, dua kaki, empat kaki, dan berjalan di atas tubuhnya. Membagi ada yang berjalan di udara dan di permukaan bumi. Akal mengalami kebingungan bila sesuatu tidak dipecahkan ke dalam kelompok yang lebih kecil.

Akal tergugah untuk berfikir bila ditantang. Allah menantang manusia untuk membuat satu ayat seperti Al-Qur'an. Allah menantang manusia untuk membuat satu makhluk yang belum pernah ada di muka bumi. Tantangan membuat akal mengerahkan potensinya. Dalam Al-Qur'an banyak methodelogi yang memudahkan akal untuk berfikir dan memahami. Oleh sebab itulah mengapa Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan kitab yang mudah untuk dimengerti.

Mengikuti Pola Solusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Allah takkan merubah nasib sebuah kaum sebelum k...

Mengikuti Pola Solusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Allah takkan merubah nasib sebuah kaum sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri. Siapakah yang mampu merubah? Allah. Mengapa Allah merubahnya? Ada kemauan dari dirinya sendiri. Kemauannya diubah menyebabkan Allah merubahnya.

Hanya Allah yang bisa mengubah keadaan. Hanya Allah yang bisa menolong dan memudahkan. Hanya Allah yang memberikan solusi. Lalu bagaimana Allah mengubah seluruh keadaan? Pematiknya dari manusia itu sendiri. Pematik seperti apa yang bisa mengubah keadaan?

Kehendaknya untuk tidak berkehendak atas nama dirinya. Mengikuti takdir. Mengikuti pola yang tertulis di Lauhul Mahfud, Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Akalnya bukan mengikuti kemauannya. Tetapi memahami bagaimana kemauan sang Pencipta dalam mengelola kehidupannya.

Allah memiliki hukum tersendiri untuk memperbaiki sebuah keadaan. Allah sudah menentukan cara khusus untuk memperbaiki dan merubah keadaan. Akal hanya tinggal memahami lalu menduplikasikannya. Itulah jalan yang lurus bukan yang menyesatkan.

Allah memiliki hukum tersendiri untuk memperbaiki sebuah keadaan. Allah sudah menentukan cara khusus untuk memperbaiki dan merubah keadaan. Akal hanya tinggal memahami lalu menduplikasikannya. Itulah jalan yang lurus bukan yang menyesatkan.

Kepenatan, kelelahan, kehabisan energi dan sumber daya. Tak mendapatkan solusi. Tersesat dan terjerumus dalam mencari jalan keluar. Apa penyebabnya? Semua urusan kembali kepada Allah. Namun manusia membuat jalan-jalannya sendiri. Itulah penyebab solusi kehidupan tak pernah didapatkan.

Persoalan itu ujian dari Allah. Solusi itu dalam genggaman Allah. Kunci jawabannya ada pada Allah. Mengapa manusia menyelesaikannya dengan caranya sendiri? Inilah jalan kesesatan. Inilah jalan kebodohan.

Dengan akalnya, manusia tidak akan pernah bisa menciptakan solusi terbaru. Yang bisa dilakukan hanya mencontek solusi yang pernah ada. Mencontek dari jagat raya. Mencontek dari keseharian yang ditemui. Mencontek melalui logika perbandingan dan persamaan yang pernah ada. Contek itu seluruhnya sudah disediakan Allah. Mengapa mencari yang tak bisa menghasilkan solusi?

Solusi Bumi Dari Langit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bila ingin membuka pintu langit, ketuklah pint...


Solusi Bumi Dari Langit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)



Bila ingin membuka pintu langit, ketuklah pintu bumi. Bila ingin membuka pintu bumi, ketuklah pintu langit. Manusia hanya bisa mengetuk, hanya Allah yang bisa membukanya. Datangilah semua pintu walaupun hanya sekedar bisa mengetuknya.

Bila mengalami kesulitan di bumi, ketuklah pintu langit. Bila ingin bahagia di bumi, ketuklah pintu langit. Pintu bumi tak bisa dibuka dengan kunci bumi. Bumi hanya akibat, sebabnya ada di langit. Tanah dan tumbuhan yang subur disebabkan hujan, cahaya, udara yang berasal dari langit.

Bagaimana agar hujan turun? Buanglah kekikiran. Berzakat, bersedekah dan berbagilah. Singkirkan dosa dan kemaksiatan, maka Allah akan menurunkan hujan. Tunaikan shalat Istisqa.

Bila ingin mendapatkan keridhaan Allah, carilah keridhaan orang tua. Bila ingin dikasihi oleh penduduk langit, maka sayangilah penduduk bumi. Bila ingin mendapatkan naungan Allah di hari Penghisaban, jadilah penguasa yang adil. Derajat di langit disebabkan dari apa yang dilakukan di bumi.

Agar keberkahan di keluarkan dari langit dan bumi, maka bertakwalah. Bila ingin dimudahkan urusan, mendapatkan solusi yang tidak pernah terduga, maka bertakwalah. Dibukakan solusi di bumi dengan mengkaji surat Al-Waqiah yang memuat kehidupan di akhirat. Solusi bumi ternyata ada di langit.

Langit dan bumi itu terkoneksi. Dunia dan akhirat itu satu kesatuan yang terintegrasi. Penduduk langit dan bumi itu saling bersilaturahmi. Bukankah yang mengurusi alam semesta adalah para malaikat? Bukankah malaikat selalu hilir mudik bumi-langit untuk mencatat amalan dan rezeki manusia?

Ingin mengelola bumi, gunakan aturan langit. Ingin mengelola kehidupan kita di akhirat, beramallah di bumi dengan aturan langit. Sebab manusia itu bukan makhluk bumi. Makhluk yang diturunkan dari langit untuk menetap sementara di bumi. Oleh sebab itu teknologi yang perkembangannya paling pesat adalah penyelidikan tentang langit.

Catatan Sejarah Pergulatan Negeri Maghribi Maroko dan Andalusia Spanyol Dahulu, Negeri Maghribi mencakup wilayah Afrika Utara ya...



Catatan Sejarah Pergulatan Negeri Maghribi Maroko dan Andalusia Spanyol


Dahulu, Negeri Maghribi mencakup wilayah Afrika Utara yang kini dihuni negara-negara seperti Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya. Penjelajahan dan perluasan dakwah Islam yang dilakukan pada masa Dinasti Umayyah sudah mencapai Eropa, di antaranya menyasar Andalusia dan Kepulauan Sisilia.

Ekspedisi ke Eropa pada masa Umayyah dikomandoi oleh Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nushair pada tahun 710 M. Awalnya, Musa mengutus Tharif, orang kepercayaannya untuk menuju kepulauan paling selatan benua Eropa. Semenanjung yang menjadi penjelajahan Tharif saat ini disebut Tarifa. Sejak saat itulah kawasan itu disebut Jazirah Tharif.

Keberhasilan Tharif membuat Musa bin Nushair menginginkan penjelajahan dikembangkan sehingga pada tahun 711 M, dia mengutus seorang budak Berber yang sudah dibebaskan, Thariq bin Ziyad. Thariq mendarat di dekat gunung besar yang kelak mengabadikan namanya, Jabal Thariq (Gibraltar). Saat ini, Maroko dan Spanyol dipisahkan oleh selat Gibraltar.

Singkat riwayat, Islam berkembang di daratan Andalusia dan memusatkan pengelolaannya di Kordova. Di kota tersebut juga dibangun masjid dan perpustakaan yang kelak menjadi Universitas Kordova yang masyhur hingga sekarang. Tahta pengelolaan pemerintahan Islam di Andalusia pada masa Umayyah runtuh akibat keluarga amir saling menjatuhkan satu sama lain. Secara umum, riwayat tersebut merupakan kebangkitan Dinasti Umayyah II.

Philip K. Hitti dalam History of The Arabs (2014) mencatat bahwa runtuhnya Umayyah di Andalusia memunculkan negara-negara kecil seperti Dinasti Murabithun dan Muwahidun. Kekuasaan Murabithun tidak hanya berkembang di Andalusia, tetapi juga mencakup wilayah Maghribi hingga ke Senegal.

Dari kekuasaan yang luas tersebut, Yusuf Ibnu Tasyfin yang merupakan salah satu pendiri Dinasti Murabithun sekaligus menjadi penguasa atau Raja Maghribi (Maroko, Aljazair, Spanyol). Yusuf Ibnu Tasyfin memerintah pada 1061-1106 M. Baik Murabithun maupun Muwahidun mengembangkan pusat-pusat kemajuan negara di beberapa kota seperti Granada, Sevilla, dan Murcia, selain Kordova pada masa Umayyah.

Runtuhnya pemerintahan kaum Muslimin di Andalusia di antaranya perpecahan. Meskipun dipimpin oleh para amir muslimin, konflik internal tidak bisa dielakkan. Salah satu perpecahan kepemimpinan Muslim di Andalusia ialah tidak adanya ideologi pemersatu sehingga terpecah menjadi 33 negara kecil. Dengan kondisi seperti itu, bangsa Eropa lebih mudah merebut dan menguasai kawasan Andalusia.


Bahkan, beberapa kawasan di Maroko seperti semenanjung Ceuta dan Melilla saat ini dikuasai oleh Kerajaan Spanyol. Dahulu, Thariq bin Ziyad mengerahkan sekitar 7.000 pasukan yang sebagian besar berasal dari Suku Berber untuk mengkspedisi Spanyol. Kapal-kapal Thariq dan pasukannya menurut beberapa riwayat disediakan oleh Julian, Pangeran Ceuta. 

Sampai di telinga Imam Al-Ghazali

Kondisi kaum Muslimin di Andalusia terdengar oleh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'I (1058-1111 M). Sangat risau mendengar kekalahan dan penderitaan kaum Muslimin di Andalusia, Filosof yang dikenal dengan Imam Al-Ghazali tersebut menulis surat kepada Raja Maghribi, Yusuf Ibnu Tasyfin yang isinya cukup menggemparkan, sebagai berikut:


“Pilihlah salah satu di antara dua, memanggul senjata untuk menyelamatkan saudaramu-saudaramu di Andalusia atau engkau turun tahta untuk diserahkan kepada orang lain yang sanggup memenuhi kewajiban tersebut.” 


Isi surat dari penulis kitab Ihya’ Ulumiddin tersebut ditulis oleh B. Wiwoho dalam Bertasawuf di Zaman Edan: Hidup Bersih, Sederhana, dan Mengabdi (2006). Sikap tegas Al-Ghazali tentu tidak lepas dari konteks perjuangan Islam di Andalusia saat itu. Kelemahan dalam kepemimpinan, konflik internal, dan kekuatan musuh yang semakin banyak adalah di antara sebab jatuhnya masa-masa kejayaan Islam di Andalusia.


Al-Ghazali sendiri merupakan salah seorang ulama masyhur yang hidup ketika Islam di Andalusia mencapai kejayaan emasnya. Tercatat ilmuwan-ilmuwan Muslim yang lahir dari kemajuan peradaban Islam di Spanyol, Ibnu Bajjah, Ibnu Rusyd, Ibnu Arabi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan lain-lain. Kejayaan Islam di Andalusia tidak lepas dari perkembangan peradaban ilmu pengetahuan.


Sejumlah displin ilmu dan berbagai teori yang ditemukan oleh para ilmuwan Muslim merupakan pintu masuk bagi perkembangan Islam di Barat, khususnya Eropa. Namun, kepemimpinan yang lemah kerap menjadi faktor runtuhnya masa Islam. Meski demikian, ilmu pengetahuan yang dikembangkan ilmuwan-ilmuwan Muslim tetap masyhur meskipun saat ini masyarakat justru lebih banyak mengenal teori-teori pembaruan yang lahir dari para ilmuwan Barat.


Ketegasan Al-Ghazali dalam merespons kepemimpinan Islam di Andalusia merupakan kegelisahan seorang ulama kepada umara-nya. Kritisnya Imam Al-Ghazali tidak lebih dari perhatian dan kasih sayang kepada seorang pemimpin untuk tujuan yang lebih luas, kesejahteraan rakyatnya. Seorang pemimpin wajib melindungi rakyatnya jika mereka dalam kondisi menderita sebab perang. Seperti yang dimaksud Al-Ghazali dalam isi suratnya di atas.


Mengenai rakyat, penguasa, dan ulama, Al-Ghazali dalam kitab At-Tibbr al-Masbuk fi Nasihat al-Muluk atau Nasihat Bagi Penguasa menjelaskan bahwa watak dan perangai rakyat merupakan buah atau hasil dari watak dan perangai pemimpinnya.


Sebab menurut Al-Ghazali, keburukan yang dilakukan orang awam hanyalah meniru dan mengikuti perbuatan para pemimpinnya. Pemimpin di sini tidak hanya ditujukan kepada satu orang saja dalam pemerintahan, tetapi juga para pemangku kebijakan di segala sektor.

Tentang Yusuf Ibnu Tasyfin

Yusuf Ibn Tasyfin dikenal sebagai pendiri serta penguasa pertama Dinasti Murabitun yang berada di Maroko, Afrika Utara. Ketika masih memegang tampuk kepemimpinan, Ibn Tasyfin membawa Islam kembali berjaya di Andalusia setelah sebelumnya berada dalam ancaman kekuatan Eropa.


Kekuasaan Ibn Tasyfin berlangsung dari tahun 1061 hingga 1107. Dia bergelar Amir al-Muslimin dan Nasiruddin. Dalam upaya melegitimasi serta memperkuat kekuasaannya, dia meminta pengakuan dan restu dari khalifah Abu Abbas di Baghdad, Irak.


Baru setelah itu, dia melakukan upaya konsolidasi internal. Antara lain dengan membenahi dan menata struktur administrasi pemerintahan, mempersatukan serta mengoordinasikan kekuatan berbagai suku yang ada, dan juga membentuk satu formasi militer yang tangguh.


Namun persoalan besar menghadang. Saat berjayanya Dinasti Murabitun di bawah kepemimpinan Ibn Tasyfin, nun di seberang sana, kerajaan Islam Andalusia tengah berada di ambang kehancuran. Hal ini dipicu oleh perbutan kekuasaan dan pertentangan antar-muluk at-tawa'if (raja, penguasa kelompok suku). Selain itu, ancaman lebih besar dari kekuatan bangsa Eropa yang menunggu momentum untuk menyerang.


Pada tahun 1107, Ibn Tasyfin meninggal dunia dan langsung digantikan oleh putranya yang bernama Ali bin Yusuf (1107-1143). Sepeninggalnya berangsur-angsur popularitas dan kekuatan Dinasti Murabitun menurun. Dan pada masa pemerintahan Ishaq bin Ali (1146-1147), kekuatan dinasti ini pun hancur dan digantikan Dinasti Muwahidun.


Penulis: Fathoni Ahmad
Editor: Syakir NF


Mengapa Bendera Palestina Berkibar di Menit ke-48 Piala Dunia? Barangkali tak ada bendera nonpeserta yang lebih banyak berkibar ...

Mengapa Bendera Palestina Berkibar di Menit ke-48 Piala Dunia?


Barangkali tak ada bendera nonpeserta yang lebih banyak berkibar di Qatar selain bendera merah, hitam, putih, hijau Palestina sepanjang helatan Piala Dunia kali ini. Ketika aksi serupa kerap berujung sanksi denda untuk klub dan pemain di Eropa, tak demikian di Qatar.

Demikian juga dalam pertandingan antara Tunisia melawan Australia pada babak grup pada Sabtu (26/11/2022) lalu. Bendera perlawanan tersebut sudah nampak di Stadion Al-Janoub dibawa para pendukung Tunisia. Kendati demikian, sepanjang babak pertama, bendera-bendera tersebut belum dikibarkan.

Tepat pada menit ke-48 pertandingan, baru bendera tersebut dengan ukuran raksasa diangkat tinggi, lengkap dengan tulisan "Free Palestine" alias "Bebaskan Palestina"., diarak melintasi para suporter. Teriakan "Falastin! Falastin!" menggema di stadion. Keesokan harinya, dalam pertandingan Maroko melawan Belgia, hal serupa kembali terjadi. Persis pada menit ke-48, naik itu bendera.

Bendera Palestina dibentangkan pada menit ke-48 pertandingan Tunisia vs Australia. (twitter)
Bendera Palestina dibentangkan pada menit ke-48 pertandingan Tunisia vs Australia. (twitter)
Mengapa harus pada menit itu? Hal itu tak lepas dari tragedi yang kini dikenang di seantero dunia Arab dengan nama Nakba, alias Bencana.

Alkisah, pada 1948, pasukan Israel yang kebanyakan berisi milisi Zionis seperti Haganah, Lehi, dan Irgun melancarkan serangan ke wilayah Mandatori Palestina. Dengan bantuan persenjataan dari Amerika Serikat, mereka menyapu desa-desa Palestina di Galilea dari utara, dan kemudian sejumlah desa lainnya dari selatan. Tujuannya hanya satu, mengusir warga Arab dari wilayah-wilayah itu untuk kemudian mendirikan negara Israel.

Dokumen yang dilansir Haaretz tahun lalu mengkonfirmasi, terjadi aneka pembantaian massal dalam aksi pendudukan tersebut. Pada September 1948 misalnya, 14 warga ditembak mati di Galilea. Lelaki dan perempuan tersebut dibunuh di desa Reineh tak jauh dari Nazareth.

Warga Palestina yang terusir dari wilayah Tantura oleh pasukan Israel pada 1948. (Arsip Israel)
Warga Palestina yang terusir dari wilayah Tantura oleh pasukan Israel pada 1948. (Arsip Israel)
Di Pegunungan Meron, 35 orang Palestina ditembak mati teroris Irgun hanya karena mengibarkan bendera. Seorang perempuan dan anaknya dipaksa menggali kubur sendiri kemudian ditembaki. Sebanyak 13 anak-anak juga ditembak mati.

Sepanjang operasi Zionis tersebut, sebanyak 500 desa diserbu dan dihancurkan. Sebanyak 78 persen wilayah Palestina kemudian diduduki. Sedikitnya 700 ribu warga Palestina diusir dari rumah-rumah mereka dan terpaksa mengungsi ke berbagai wilayah sekitar, tanpa boleh kembali lagi. Jumlah itu sekitar 80 persen populasi Arab di Palestina. Yang meninggal sepanjang Nakba berkisar antara 2.500 hingga 7.000 warga Palestina. Kebanyakan warga sipil yang tak bersenjata.

Saat ini, akibat kejadian itu sekitar 13,7 juta keturunan Palestina hidup di luar wilayah Mandatori Palestina. Sementara dari 6,2 juta yang dilabeli pengungsi Palestina oleh PBB, 60 persennya di luar wilayah Palestina dan hanya 40 persen di Gaza dan Tepi Barat. Nakba, adalah salah satu pengusiran massal paling akbar dalam sejarah modern yang masih berjalan.

Di wilayah pengungsian, para warga Palestina ini juga masih terancam. Pada 1982, misalnya, pasukan Israel yang menyerang PLO di Lebanon membiarkan Phalangists melakukan pembantaian di pengungsian Palestina di Sabra-Shatila. Wartawan Inggris Robert Fisk bersaksi, pembantaian yang dibarengi pemerkosaan itu menyebabkan sedikitnya 1.700 pengungsi Palestina meninggal dunia. Sedangkan jurnalis Israel Amnon Kapeliouk menghitung jumlah korban sebanyak 3.000-3.500 orang.

Pada November lalu, PBB akhirnya mengakui secara resmi terjadinya pengusiran besar-besaran dalam peristiwa Nakba tersebut. Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi berjudul “Division for Palestinian Rights of the Secretariat”. “Majelis (Umum) meminta Divisi tersebut untuk mendedikasikan kegiatannya pada 2023 untuk peringatan 75 tahun Nakba, termasuk dengan menyelenggarakan acara tingkat tinggi di Aula Majelis Umum pada 15 Mei 2023,” demikian bunyi keterangan pers yang dipublikasikan PBB di situs resminya.

Israel meradang dengan langkah itu. Hingga saat ini, penyebutan Nakba yang diperingati bertepatan dengan hari kemerdekaan Israel itu bisa berujung pada tiga tahun penjara.


Tak hanya simbolisasi Nakba di pertandingan, Piala Dunia di Qatar kali ini semacam juga pengumuman besar solidaritas terhadap perjuangan Palestina. Di jalan-jalan, nyanyian-nyanyian soal Palestina bergema. Para penggemar dari berbagai negara, tak hanya negara Arab, meneriakkan “Free Palestine!”. Jurnalis-jurnalis Israel diabaikan. Tim Nasional Maroko, satu-satunya wakil Arab di babak gugur merayakan kemenangan mereka atas Spanyol dengan balutan bendera Palestina.

Sejumlah kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara pemerintah negara Arab dengan Israel jadi semacam dokumen yang tak ada artinya. Di akar rumput, masyarakat tak pernah mengkompromikan pembelaan mereka terhadap saudara-saudara di Palestina. Bagaimanapun nasib tim-tim Arab pada Piala Dunia kali ini, skornya masih bertahan, Palestina 1, Israel 0.

Membangun Peradaban Dengan Malu Kepada Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Malulah kepada Allah.  Al...

Membangun Peradaban Dengan Malu Kepada Allah


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Malulah kepada Allah.  Allah senantiasa berada dalam kesibukan. Mengapa hamba-Nya bermalasan? Allah mengatur segala urusan hamba-Nya. Mengapa hamba-Nya tidak mengelola urusan dirinya melalui pengelolaan pemerintah dan kekuasaan? Berpolitik dan mengenggam kekuasaan karena malu kepada Allah.

Allah Rabbulalamin. Allah menciptakan, memelihara dan mendidik jagat raya. Malulah kepada Allah bila tidak ada karya sedikit pun dalam kehidupan ini. Allah senantiasa menciptakan, mengapa manusia tidak membangun teknologi, fasilitas, sarana prasarana dan infrastruktur? Membangun negri, bertanda malu kepada Allah.

Allah memelihara jagat raya. Rawatlah fasilitas publik, fasilitas industri, rumah dan keasrian lingkungan. Peliharalah area pertanian, perkebunan, sungai, hutan dan gunung. Rawatlah semua yang ada. Malulah kepada Allah, Allah yang memelihara mengapa hamba-Nya justru merusaknya?

Allah menyuburkan tanah dengan air hujan. Kelolalah air hujan sebagai bentuk terimakasih hamba kepada pemberian-Nya. Dengan air hujan, Allah menumbuhkan  tanaman dan mengeluarkan buah. Bentuk malu kepada dengan bertani, berkebun, mengelola hasil panen agar tetap segar.

Allah mendidik jagat raya. Malulah kepada Allah dengan membangun beragam lembaga dan fasilitas pendidikan. Setiap ucapan, ungkapan dan tindakan adalah sarana mendidik. Membaca dan belajar adalah bentuk malu kepada Allah. Bukankah Allah Maha Berilmu? Mengapa hamba-Nya bodoh?

Allah menjaga jejak-jejak umat sebelumnya agar diambil pelajaran. Mengapa manusia mengabaikan warisan masa lalu? Belajar Arkeologi, antropologi, membangun situs dan museum, sejarah, dan berkaitan dengan masa lalu merupakan bentuk malu kepada Allah.

Allah bisa langsung mengazab kaum dan penguasa yang zalim detik ini juga. Yang kafir bisa langsung dimusnahkan sekarang juga. Namun Allah memegang teguh apa yang sudah tertulis di Lauhul Mahfud. Allah Maha Menepati Janji. Bila Allah menepati semua janji-Nya, betapa malunya pada Allah bila kita menghianati perjanjian, konsensus bernegara, akad bisnis dan kemitraan, janji rumah tangga dan janji lainnya?

Tak Sadar Meremehkan Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Meremehkan dan menghina Allah tanpa disadar...

Tak Sadar Meremehkan Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Meremehkan dan menghina Allah tanpa disadari. Berprasangka buruk terhadap masa depan. Khawatir dan takut menghadapi masa depan. Bukankah manusia tidak tahu sedetik ke depan pun peristiwa yang akan terjadi? Mengapa langsung memvonis keburukan? Padahal Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Takut tidak makan? Takut kekurangan harta? Takut kemiskinan? Padahal sejak jagat raya diciptakan, ragam makhluk dari mikroorganisme hingga manusia, seluruh tumbuhan dari rumput hingga pohon besar dijamin rezekinya oleh Allah. Bukankah Allah pemilik perbendaharaan langit dan bumi?

Merasa tak bisa membalikkan keadaan. Merasakan tak bisa menghancurkan kezaliman yang ditopang oleh oligarki penguasa diktator, pengusaha hitam dan preman. Merasa tak bisa membalikkan keterhinaan dan ketertindasan menjadi kemuliaan dan memiliki harga diri. Padahal Allah Maha Kuasa dan Berkehendak atas segala sesuatu. Allah hanya cukup berfirman, "Jadilah." Maka jadilah yang dikehendaki-Nya.

Bacalah ketertindasan kaum Bani Israel oleh Firaun. Apa yang ditawarkan Nabi Musa dan Harun kepada Bani Israel? Kekuasaan Allah. Semua kekuatan di atas muka bumi sangat lemah tak berdaya dihadapan Maha Besar-Nya Allah.

Bacalah ketertindasan kaum Bani Israel oleh Firaun. Apa yang ditawarkan Nabi Musa dan Harun kepada Bani Israel? Kekuasaan Allah. Semua kekuatan di atas muka bumi sangat lemah tak berdaya dihadapan Maha Besar-Nya Allah.

Bila masih ada kosa kata, "Tidak Mungkin dan Mustahil." Berarti meremehkan dan merendahkan Maha Kekuasaan Allah. Bila tidak yakin akan "Kun Fayakun" Nya Allah, bertanda meremehkan Kemahaagungan dan Keperkasaan Allah.

Berprasangka buruk merupakan akhlak hati yang terburuk. Berputus asa terhadap rahmat Allah tanda tidak adanya keimanan. Bunuh diri berarti tak percaya dengan  kasih sayang Allah. Itu sebabnya, ganjarannya langsung neraka.

Strategi tipu daya manusia tak bisa menciptakan kemanfaatan dan keburukan. Kekuatan kekejaman dan kediktatoran tak bisa menciptakan keburukan pada yang dihinakan dan memberikan kemaslahatan pada golongannya. Mengapa masih takut menghadapi dan melawannya? Bila masih ragu  akan ketidakberhasilannya, bertanda telah meremehkan dan merendahkan Maha Kekuasaan Allah.

Mengkaitkan Al-Qur'an dengan Jagat Raya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Pohon yang baik, akarnya m...

Mengkaitkan Al-Qur'an dengan Jagat Raya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Pohon yang baik, akarnya menghujam ke bumi. Dahan dan batangnya menjulang ke langit. Kebun yang baik, airnya mengalir di bawahnya. Pohon kurma dan anggur berpadu. Pohon bidara dan pisang cerita dalam rentetan yang berdekatan.

Bagaimana agar akar menghujam ke bumi? Bagaimana agar dahan dan batangnya menjulang ke langit? Bagaimana agar air terus mengalir di kebun? Akal harus terus meneliti. Bagaimana tanah harus diolah. Apa yang harus diberikan ke tanaman? Perhatikan dan conteklah alam. Seperti itu memadukan ayat Al-Qur'an dengan ayat jagat raya.

Allah mengetahui setiap daun yang jatuh. Allah mengetahui setiap kelopak yang mengeluarkan  buahnya. Mengapa Allah mengkhususkan penyebutan daun yang jatuh? Menandakan apa bila ada daun yang jatuh? Perhatikan daun-daun yang berguguran. Fenomena apa yang sedang terjadi. Seperti mengkaitkan ayat Al-Qur'an dengan ayat jagat raya.

Allah mengetahui setiap kelopak yang mengeluarkan buahnya. Dalam beberapa riset ilmiah, jumlah daun dan buah dalam satu pohon menjadi salah satu ukuran penilaian. Apa pengaruh sesuatu terhadap tanaman, diukur dari buah dan daunnya. Mengapa Allah sangat detail bila berkaitan dengan tanaman?

Seperti apa kelopaknya? Buah seperti apa yang keluar dari kelopaknya? Bagaimana hubungan ragam kelopak dengan buah dalam satu pohon? Daun seperti apa yang berguguran? Dahan dan ranting seperti apa yang daunnya berguguran? Bagian sebelah mana yang paling banyak berguguran? Masih banyak yang harus diteliti keterkaitan daun yang berguguran.

Apa manfaat daun yang berguguran? Mengapa kelopak bunga tidak menjadi buah? Dalam cuaca, iklim dan lingkungan seperti apa, kelopak mengeluarkan buah dan daun berguguran? Apa yang terjadi di bagian perakaran dan tanah sehingga daun berguguran?

Saat Allah menyebutkan sesuatu dalam Al-Qur'an, perhatikan, amati, teliti, dan lakukan riset ilmiah. Inilah yang menyebabkan generasi umat Islam memimpin ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban dunia. Sekarang, Al-Qur'an hanya menjadi bacaan indah untuk mendapatkan pahala saja, tanpa ada pengaruhnya terhadap kemajuan peradaban manusia.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)