basmalah Pictures, Images and Photos
03/04/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

 Aisyah binti Abu Bakar, Istri Nabi Muhammad yang Pakar Ilmu REPUBLIKA.CO.ID,  Hadis yang diriwayatkan Aisyah diakui kualitasnya...

 Aisyah binti Abu Bakar, Istri Nabi Muhammad yang Pakar Ilmu



REPUBLIKA.CO.ID, 

Hadis yang diriwayatkan Aisyah diakui kualitasnya karena dia menerimanya langsung dari Rasulullah SAW.

Sejarah Islam mencatat nama beberapa wanita Muslimah yang kiprahnya dalam ilmu-ilmu agama, khususnya hadis, sangatlah penting. Ibnu Sa'ad pada kitab Thabaqat menghitung sekitar 700 perawi wanita Muslimah yang pernah ada. Dan berada di rangking pertama, tersebutlah nama Aisyah binti Abu Bakar.

Dialah istri dari manusia paling mulia, Rasulullah SAW, sekaligus putri sahabat beliau, Abu Bakar ash-Shiddiq. Aisyah juga dikenal sebagai sosok yang cerdas, seperti dalam periwayatan hadis tadi, dia menjadi yang diperhitungkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Dari mana muasalnya keunggulan Aisyah ini? Seperti diuraikan Muhammad Ibrahim Salim dalam buku Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah, adalah kebersamaan yang cukup lama dengan Rasulullah menjadi faktor dominan di balik kefakihan serta keluasan ilmu yang dimiliki Aisyah.

Memang, wanita mulia ini telah dinikahi Rasulullah sejak berusia sembilan tahun, atau sepeninggal Sayyida Khadijah binti Khuwailid ra. Sekitar 10 tahun Aisyah mendampingi Nabi Muhammad SAW, dan selama itu pula dia banyak menyerap keluasan ilmu Rasulullah.

Bukan tanpa sebab Nabi memilih Aisyah sebagai pendamping, karena hal itu merupakan wahyu dari Allah SWT melalui mimpi beliau. Ini lantas diceritakan Nabi kepada Aisyah.

''Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata, ''Ini adalah istrimu''. Kemudian aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu, lalu aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah,'' demikian sabda Nabi.

Hari-harinya lantas dilalui dengan siraman ilmu dari Rasulullah SAW. Aisyah tinggal di kamar yang berdampingan dengan Masjid Nabawi. Di kamar itulah, wahyu banyak diturunkan.

Dari sinilah, dia memiliki wawasan dan keluasan ilmu, terutama dalam masalah-masalah keagamaan, baik yang dikaji dari Alquran, hadis, maupun ilmu-ilmu fikih.

Abdul Bar mengungkapkan, selain pakar dalam bidang ilmu tafsir, hadis dan fikih, Aisyah juga menguasai ilmu kedokteran, syair dan ilmu genealogi (ilmu keturunan).

Seiring itu, kepeduliannya terhadap ilmu pengetahuan semakin tertanam. Dia giat berlatih membaca (qira'ah), pengajarnya adalah asy Syifa binti Abdullah bin Syam al-Qursyiah.

Dengan kecerdasannya, dalam berbagai kesempatan Aisyah kerap datang dengan ide-ide cemerlang juga tutur katanya yang santun, dan ini sangat membantu dalam meringankan tugas dakwah Rasulullah.

Tempat Bertanya

Ilmu yang dimiliki lantas diabdikan pula di tengah masyarakat Muslim, terutama bagi para Muslimah. Dia misalnya langsung mengajari untuk mengenakan tabir sebagaimana diwajibkan atas istri-istri Rasulullah.

Sebaliknya, Aisyah sangat membenci kaumnya yang melanggar hukum Islam, yang pernah dia sampaikan saat menerima rombongan wanita 'Himsha'. Kata Aisyah, ''Jangan-jangan kalian termasuk golongan wanita yang sering memasuki kamar mandi terbuka (kolam).''

Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Alquran dan sunnah. Pasalnya, Aisyah memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat.

Selain itu, Aisyah banyak menghafalkan hadis-hadis Nabi SAW, sehingga para ahli hadis menempatkan dirinya pada deretan para penghafal hadis terkemuka seperti Abu Hurairah, Ibnu Umar, dan Anas bin Malik. Secara keseluruhan, Aisyah telah meriwayatkan sebanyak 2.210 hadis, 174 di antara berderajat muttafaq'alaih. 

Alhasil, dia menjadi tempat bertanya. Jika para sahabat berselisih pendapat tentang suatu masalah, tidak segan-segan mereka meminta penyelesaian dari Aisyah.

Dalam perkembangannya, Aisyah dikenal sebagai perawi hadis yang meng-istinbath hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam Alquran dan hadis lain.

Kepakaran Aisyah kian menemukan urgensinya sepeninggal Rasulullah. Dia menghabiskan waktu untuk berdakwah dan berfatwa. Aisyah wafat pada usia 66 tahun, bertepatan dengan bulan Ramadhan, tahun ke-58 Hijriah, dan dimakamkan di Baqi.

Perawi Hadis Terkemuka:

1. Abu Hurairah : 5.394 hadis

2. Umar ibnu Khaththab : 2.637 hadis

3. Aisyah binti Abu Bakar : 2.210 hadis

4. Ibnu Abbas : 1.504 hadis

5. Abu Sa'id al Khudri : 1.170 hadis

 

Sumber: buku Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah.

Selalu Bertempur Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin) Prinsip hidup dan kenyamanan kadang bertolak belakang. Pri...

Selalu Bertempur

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin)

Prinsip hidup dan kenyamanan kadang bertolak belakang. Prinsip hidup kadang menghancurkan jangka pendek, tetapi membangun masa depan. Manusia diuji dengan konsistensi prinsip hidupnya. Bila teruji, barulah Allah memberikan kesuksesan.

Kenyamanan memang mengasyikkan, karena kita sedang menikmati apa yang sudah ditanam pada masa lalu. Namun masa panen itu sebentar dan akan berakhir. Setelah selesai, apa yang akan dinikmati kelak?

Prinsip hidup kadang mengorbankan apa yang dimiliki saat ini. Membuang yang telah diraih. Melupakan yang telah diraih. Memasuki ruang yang hanya bermodal keyakinan pada Allah. Bertumpu pada Allah. Siap menempuh arena baru yang tidak diketahui medannya.

Jiwa petualang dan petarung selalu mewarnai mereka yang membela prinsip hidupnya. Berani melangkah walau minim sumber daya. Berani melangkah, walau seluruh manusia menilai sebagai langkah kontraversial dan pasti gagal.

Yang membela prinsip hidupnya, lebih memenangkan hatinya, nurani dan panggilan jiwa. Membuang kecendrungan nafsu, kesenangan, kefoyaan dan kesemuan hidup. Menemukan hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat. Mengisi akhirat daripada bersuka ria dengan dunia.

Hidup yang nyaman tanda kemunduran dan titik awal kehancuran. Kenyamanan sebuah sinyal bahwa potensi dan sumber daya telah di lalaikan dan disia-siakan.  Kenyamanan sebuah lorong kemalasan dan berpuas dengan yang ada. Setelah titik puncak adalah siklus jurang yang menghempaskan.

Allah menurunkan kegoncangan dan lawan untuk membunuh kenyamanan. Allah menurunkan kegelisahan dan kekhawatiran untuk menghancurkan singgasana kenyamanan. Allah mengilhamkan imajinasi dan ketidakpuasan terhadap yang telah dicapai  agar manusia selalu memasuki arena pertempuran baru.

Mengapa Allah memberikan ujian yang berat kepada Nabi, Rasul dan orang bertakwa? Mengapa tantangan tak pernah berhenti menghempaskan manusia? Semua untuk menghancurkan zona kenyamanan. Hidup itu bukan untuk bersenang tetapi selalu memasuki medan pertempuran baru.

Menikmati Ketertipuan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin) Manusia lebih percaya pada kebohongan daripada kenya...

Menikmati Ketertipuan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin)

Manusia lebih percaya pada kebohongan daripada kenyataan. Manusia lebih yakin pada janji palsu dan gombal daripada kepastian. Manusia lebih banyak mengikuti fatamorgana daripada bukti nyata. Padahal manusia memiliki akal dan hati.

Manusia lebih percaya kepada yang tidak bisa memberi kemanfaatan dan kefasadatan. Manusia lebih yakin kepada yang lemah dan hina daripada yang Maha Kuat. Manusia lebih mempercayai makhluk yang bodoh, penuh kesalahan dan yang sering mengingkari janji daripada yang Maha menepati janji. Padahal manusia menginginkan kepastian dan tak mau mengambil resiko.

Dunia ini penuh tipu daya, tapi banyak yang super yakin atas kebaikannya. Manusia itu bodoh, khilaf, tempat salah dan lemah, namun meyakini solusi pendapatnya. Syetan itu musuh, tapi dijadikan teman dan sahabat karib. Nafsu itu membawa kerusakan tetapi selalu diikutinya.

Firaun melampaui batas, zalim dan membuat kerusakan di muka bumi, namun lebih banyak pengikut dan pendukungnya dibandingkan Nabi Musa. Para Nabi dan Rasul mengajarkan kebaikan, namun lebih banyak didustakan dan dimusuhi. Hingga malaikat kebingungan, mengapa manusia banyak yang di neraka?

Banyak yang berbondong berinvestasi atas bualan janji palsu manusia. Mengapa kikir saat Allah menjanjikan investasi yang tidak pernah merugi dan minimal 700 kali return of investmentnya? Banyak yang meminjamkan uangnya dengan tingkat suku bunga tertentu. Namun saat Allah mendorong meminjamkan hartanya, manusia sedikit pun tidak pernah tertarik.

Mengapa manusia senang dan menikmati ketertipuan dan keterpedayaan? Mengapa manusia selalu dicocok hidungnya dengan janji-janji palsu? Manusia mudah tertipu oleh bisikan syetan, bagaimana bila yang dihadapi bisikan manusia dengan iming-iming yang terlihat nyata?

Manusia lunglai ditengah kepungan informasi, berita dan janji palsu. Saat mata dan telinga terkepun, manusia tak bisa lagi melihat sebuah hakekat. Itulah sebab Allah memerintahkan mengikuti Rukun Iman, Islam dan Ihsan. Agar kepungan kepalsuan sirna dengan mendengatkan nurani, hati, firasat dan ilham dari Allah.

Mengeksploitasi Kemanusiaan Para Nabi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Nabi Nuh menyeru kepada kaumnya...

Mengeksploitasi Kemanusiaan Para Nabi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Nabi Nuh menyeru kepada kaumnya agar menyembah Allah, sebab tidak ada tuhan selain Allah. Bagaimana pemuka-pemuka kaumnya merespon? Bagaimana agar masyarakat tidak mendengar seruan Nabi Nuh? Bagaimana logika yang dibangun oleh para pemuka kaumnya?

Menyerang pribadi Nabi Nuh. Mengeksploitasi kemanusiaan Nabi Nuh. Mengapa yang diutus manusia? Yang berjalan di pasar-pasar. Mengapa yang diutus bukan mereka yang memiliki kemuliaan, kekuasaan dan kekayaan? Ini ujian, yang diterima, yang diimani, yang diperjuangkan sebab kebenarannya atau status orang yang menyeru.

Keabadian disebabkan melihat esensi yang diseru. Keabadian ideologi tidak melihat siapa yang menyeru. Kekuatan ajaran dilihat dari ajaran dan kemaslahatannya. Kekuatan ajaran tergantung solusi yang ditawarkan bagi kehidupan. Sebab, yang menyeru akan mati dan pergi. Yang menyeru bisa khilaf dan lupa.

Pembesar kaum Nabi Nuh menyebarkan pemikiran dan berita yang menyudutkan bahwa pengakuan Nabi Nuh hanya agar kedudukannya dimuliakan oleh manusia. Saat tak memiliki kekuasaan dan kekayaan, maka cara untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi di mata manusia dengan mengaku sebagai utusan Allah. Bukankah banyak pembohong yang melakukan hal ini?

Lihatlah keteguhan Nabi Nuh, pembohong dan pembela kebenaran terlihat dari keteguhan dalam menyebarkan ajaran ideologi dan kebenarannya. Nabi Nuh tidak meminta imbalan apa pun dari yang diserukannya. Nabi Nuh tidak mengajarkan ketaatan pada titah dan ucapannya. Nabi Nuh terus menyeru selama 950 tahun tanpa henti dan lelah.

Para pembesar Nabi Nuh menyatakan bahwa nenek moyangnya tidak pernah mengajarkan apa yang diajarkan Nabi Nuh. Ajaran masa lalu dijadikan referensi kebenaran. Semua peninggalan nenek moyang masa lalu adalah kebenaran pasti yang abadi. Bukankah nenek moyang itu manusia? Bukankah manusia tak lepas dari kesalahan dan kelemahan? Sedangkan Allah Maha Mengetahui, Maha Suci dan Terpuji.

Buah pemikiran, ajaran, ideologi dan ilmu manusia yang tak dilandasi oleh ajaran Allah hanya berakhir pada kesalahan dan kerusakan. Perhatikan karakter dasar manusia? Lemah, bodoh, lupa, dangkal hanya mampu melihat yang kasat mata, yang dirasakan dan yang dipikirkan. Padahal masih banyak yang diluar jangkauan manusia.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)