basmalah Pictures, Images and Photos
2024 - Our Islamic Story

Choose your Language

Menanam Talas Kimpul Di Rerimbunan Pohon Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Setelah menanam 4.000 pisang, selanjutnya 4.000 talas kimpu...

Menanam Talas Kimpul Di Rerimbunan Pohon

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Setelah menanam 4.000 pisang, selanjutnya 4.000 talas kimpul. Mengapa? Pesan leluhur di kampung saya mengatakan bila tidak ada padi, maka talas kimpul bisa menjadi penggantinya. Saat itu talas kimpul baru sebagai makanan alternatif bagi pengidap diabetes.

Karakter talas kimpul dan pisang sangat berdekatan. Kepastian panennya. Mudah ditanam dan tidak banyak hama. Batangnya mudah diurai menjadi pupuk. Bisa dikombinasikan dengan pisang karena pohonnya tidak tinggi dan tidak membutuhkan sinar matahari.

Talas kimpul tidak memiskinkan nutrisi tanah. Umbinya yang berada di bawah tanah bisa mendorong pembalikan tanah saat memanen agar tetap gembur dan subur. Talas kimpul pun tidak membutuhkan tanah yang subur.

Daun dan batangnya bisa digunakan untuk pakan ikan. Umbinya bisa diolah menjadi tepung, keripik, dan pakan ternak. Kelak dari kimpul muncul turunan bisnis baru yaitu industri pengolahan, perikanan dan peternakan di area yang sama. Multiplier efek akan meningkatkan hasil.

Di kerimbunan pohon pisang dan Alpukat, talas kimpul masih bisa hidup dengan hasil yang optimal.  Sebab, tak butuh sinar matahari yang optimal. Memadukan tanaman yang tinggi dan rendah dalam satu lahan mengoptimalkan kapasitas tanaman yang ditanam. Memahami karakter tanaman dan keterkaitannya membuat lahan optimal penggunaannya.

Talas kimpul bisa jadi alternatif bagi kebutuhan karbohidrat yang selama ini hanya bertumpu pada padi saja. Salah satu strategi ketahanan pangan bukan sekedar swasembada beras tetapi juga menciptakan keragaman baru sumber karbohidrat.

Di sebuah negara di samudera pasifik, ada yang berhasil mengkonversikan beras ke talas. Awalnya, makanan pokoknya adalah talas. Setelah mengenal beras, mereka beralih ke beras. Namun padi tak bisa ditanam di tanah mereka. Untuk menghindari ketergantungan pada import beras, akhirnya mereka kembali menanam talas. Menanam talas sebuah ikhtiar langkah ketahanan pangan negri ini.

Pergulatan Politik Kekuasaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah berikan kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut k...

Pergulatan Politik Kekuasaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Allah berikan kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki. Setiap periode kekuasaan penguasa menggigit dan diktator pun ada waktunya yang telah ditentukan oleh Allah. Saat para ulama Tabiin mengadukan kekejaman gubernur Hajaj Ats Tsaqafi kepada Anas bin Malik, dijawab bahwa semuanya ada waktunya.

Nabi Nuh bersabar dengan perjuangan. Tak perlu bertanya, kapan dimenangkan Allah? Sebab semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz sebelum alam semesta diciptakan. Rasulullah saw harus menghadapi periode Mekah terlebih dahulu. Maka, bersabarlah dalam perjuangan karena yang merancang kemenangan adalah Allah. Bila masih ada hari esok berarti masih ada harapan.

Bersabarlah atas ketetapan Allah. Bersabarlah bahwa janji Allah itu benar. Seperti para panglima perang Muslimin di Perang Salib. Walapun para sultan saling berperang sendiri dalam pertikaian internal. Para ulama dan panglima level gubernur terus bahu membahu. Banyak ulama dan panglima yang berguguran pula akibat diserang oleh Muslimin sendiri yang bekerjasama dengan tentara salib. Namun mereka terus berjuang hingga Allah mentakdirkan pemimpin perlawanan sekelas Nurudin Zanky dan Shalahuddin Ayubi.

Nabi Musa dikejar-kejar Firaun tanpa kekuatan yang sebanding.  Namun Nabi Musa tak pernah mengendorkan perlawanannya. Para ahli sihir dipotong kaki dan tangannya secara bersilang karena beriman kepada Allah. Puncaknya, Nabi Musa terhimpit di Laut Merah.  Namun perlawanan terus dilakukan. Sebab, Allah yang berkuasa memberikan dan mencabut kekuasaan. Sikap kita hanya bagaimana bersikap yang benar terhadap ragam para penguasa.

Sikap yang konsisten terhadap ragam penguasa adalah dengan amar makruf nahi munkar dan terus berdakwah. Ini yang dinilai oleh Allah. Apakah terus dilakukan? Baik terhadap penguasa yang zalim maupun yang adil? Bukan hanya bergulat bagaimana memenangi kekuasaan atau tidak?  Kekonsistenan amar makruf nahi munkar dan berdakwahlah yang menjadi ukuran kemenangannya.

Akhir yang baik hanya bagi yang beriman dan bertakwa. Jadi kekalahan dan kemenangan sama saja. Allah pasti akan mendesain akhir yang baik bagi yang beriman dan bertakwa. Terus berbuat baik dan beriman, maka apapun keburukan akan dipatahkan dan dihalau oleh Allah.

Rencana jahat itu akan kembali kepada yang merencanakan. Allah sebaik-baiknya penolong dan pelindung. Allah sebaik-baiknya pembuat makar. Seperti Allah menghancurkan seluruh kekuatan Firaun, saat Firaun merasa kemenangannya sudah dalam genggaman.

Ilmu Penegak Kebenaran? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Yang literatur dan referensi bacaan tentang demokrasi dan pemerintah sangat ...

Ilmu Penegak Kebenaran?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Yang literatur dan referensi bacaan tentang demokrasi dan pemerintah sangat banyak, mengapa justru menjadi bagian indikasi kecurangan Pilpres 2024? Padahal di dua Pilpres sebelumnya, mereka yang menggugat kecurangan Pilpres. Ada juga pakar hukum tata negara yang jadi bagian indikasi kecurangan Pilpres kali ini. Apakah kepakaran telah mati?

Apakah ilmu tidak bisa menjadi pembimbing jalan hidup? Apakah ilmu tidak membuat seseorang menjadi pembela dan penegak kebenaran? Apakah ilmu tidak bisa menjinakan hawa nafsu dan membersihkan hati? Apakah ini yang disebut Imam Al Ghazali sebagai ulama suu?

Di kitab Ihya Ulumudin, lebih banyak membedah sarana pembersihan hati, penyakit hati dan sikap hati terhadap ritual ibadah. Mengapa tidak mengikuti methodelogi para Imam Mazhab Fiqh sebelumnya? Ilmu pun harus memiliki jiwa dan rasa. Ilmu pun harus diarahkan. Sebab, sangat banyak orientasi puncak ilmu adalah dunia.

Ilmu tidak bisa menjadi satu-satunya alat untuk melihat dan menegakkan kebenaran. Sebab, masih ada syahwat dan bisikan syetan. Seperti Nabi Adam, beliau telah diajarkan ilmu oleh Allah yang melampaui para malaikat. Namun jatuh oleh hawa nafsunya yang ingin hidup abadi. Dalam setiap keinginan selalu ada tipuan dan bisikan hawa nafsu dan syetan.

Bukankah banyak yang mengetahui rambu lalu lintas tetapi melabraknya? Bukankah banyak pembuat dan penegak rambu lalu lintas, justru yang melanggarnya? Jadi bukan semata-mata ilmu yang bisa menegakkan kebenaran. Hati yang bersih yang membimbing pada kebenaran.

Kiprah politik untuk mengungkap apa yang ada di hati. Kiprah bisnis untuk mengungkap apa yang ada di hati. Semua kiprah kehidupan untuk mengungkapkan apa yang ada di relung hati. Al-Qur'an menjelaskan bahwa wajah dan suara menjadi sarana membongkar apa yang ada di hati. Hati tak bisa disembunyikan.

Berkiprahlah di semua bidang kehidupan. Bukan untuk meraih sesuatu, tetapi untuk intropeksi berbolakbaliknya hati. Untuk membongkar semua bisikan hawa nafsu dan tipu daya syetan. Apakah diikuti? Apakah lebih memilih kehendak Allah dan Rasul-Nya?

Cara Nabi Daud Mengokohkan Kekuasaan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bagaimana menciptakan ketahanan pangan? Bagaimana  meningkatka...

Cara Nabi Daud Mengokohkan Kekuasaan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bagaimana menciptakan ketahanan pangan? Bagaimana  meningkatkan gross nasional produk? Bagaimana menciptakan pemerataan pembangunan? Bagaimana mengokohkan kekuasaan? Bagaimana agar keputusannya bijaksana? Semuanya sangat mudah. Bukalah kisah Nabi Daud.

Allah menundukkan gunung. Gunung bertasbih bersama Nabi Daud. Apa maknanya? Bukankah gunung sumber ketahanan pangan? Hujan dan air berasal dari gunung. Kesuburan tanah bersumber dari gunung. Bukankah gunung menjadi sumber energi panas bumi yang menggerakkan infrakstruktur teknologi?

Hasil panen lebih berlimpah di gunung dibandingkan di dataran rendah. Lereng gunung, membuat tanah menjadi lebih luas dibandingkan tanah datar. Air mengalir bertanda pengelolaan kebun yang terbaik. Gunung melayani manusia selama manusia mentaati Allah.

Allah menantang manusia, siapakah yang bisa menghentikan burung yang sedang terbang? Namun, Allah menundukkan burung kepada Nabi Daud karena  Nabi Daud mentaati-Nya. Apa maknanya? Bukankah burung telah dijadikan tentara dan intelejen di era Nabi Sulaiman? Bukankah burung dijadikan sarana pengiriman surat? Bukankah burung menjadi penguasa angkasa? Menguasai angkasa dengan mentaati-Nya.

Allah mengkisahkan bagaimana Nabi Daud menjadi sosok penguasa yang mampu mengokohkan kekuasaannya. Hingga anaknya menjadi penggantinya pun, semuanya ridha dan mendukungnya. Sebab, keduanya mentaati Allah. Menegakkan tujuan-tujuan syariat-Nya. Menegakkan syariat-Nya, secara otomatis mengokohkan kekuasaannya. Dalam syariat-Nya ada keadilan, kemakmuran, ketentraman dan menunaikan hak seluruh manusia dan alam semesta.

Ada dua kisah kasus penduduk yang diajukan ke pengadilan Nabi Daud dan Sulaiman. Mengapa keputusan benar dan adil? Allah melimpahkan hikmah kepada Nabi Daud dan Sulaiman karena sebab ketaatan kepada Allah. Memahami hakikat sebuah peristiwa. Bisa membaca tipu muslihat dan rekayasa.  Taat kepada Allah menyebabkan semua sarana ditundukkan oleh Allah.

Taat kepada Allah bukan sekedar membuat seseorang menjadi pribadi shaleh, tetapi mengokohkan kekuasaan, keputusan benar dan adil, serta ditundukkannya alam semesta. Hanya jalan ini yang paling mudah untuk dilalui bagi manusia untuk mencapai cita-cita peradaban dunia.

Pencurian Hasil Panen Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Teruslah menanam walapun panennya mulai ada yang mencuri. Jadikan sarana untuk...

Pencurian Hasil Panen

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Teruslah menanam walapun panennya mulai ada yang mencuri. Jadikan sarana untuk bersedekah kepada pencuri. Seperti sebuah hadist, semoga dengan bersedekah kepada pencuri, membuatnya sadar. Sebab, sedekah itu tidak pernah salah sasaran.

Menanamlah lebih banyak dan lebih luas sehingga panen yang dicuri menjadi sangat kecil dari total yang dipanen. Bukankah, pencurian itu atas kehendak Allah? Jadi segeralah berintrospeksi bagaimana meminimalisir potensi pencurian berikutnya. Bila pencurian tetap terjadi, itulah resiko bertani. Namun pencurian tidak akan pernah menjadi sumber utama kegagalan. Kesalahan internal yang menyebabkan kegagalan dan kebangkrutan.

Rasulullah saw bersabda hasil panen yang dicuri merupakan sedekah. Artinya, bisa jadi yang mencuri memang tidak memiliki sesuatu untuk keluarganya, ada kepentingan yang mendesak yang tidak ada solusinya, dan ada proses internal kritis yang salah yang harus diperbaiki. Bila diperbaiki, akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar lagi.

Pencurian bertanda masih banyaknya kezaliman. Belum tegaknya keadilan. Di masa seperti apa pencurian dan perampokan merajalela? Di zaman seperti apa koruptor justru menjadi pemenang, pejabat dan penguasa yang dipuja? Pencurian sebuah realitas kondisi masyarakat di semua strata sosial. Yang termiskin hingga terkaya berpeluang mencuri.

Kekayaan bukan milik kita. Alam semesta bukan milik kita. Mengapa harus resah dengan pencurian yang bukan milik kita? Pencegahan terhadap pencurian dengan beragam sarana dan strategi  hanya agar orang lain tidak mencuri karena kita memberikan peluang. Pencegahan pencurian bagian dari proses nahi munkar. Bukan karena takut kehilangan harta karena dicuri.

Allah menciptakan neraka agar manusia sadar untuk tidak melakukan keburukan dan kezaliman. Allah menurunkan hukum pidana dan perdata agar manusia tidak melakukan keburukan dan kezaliman. Jadi strategi dan infrastruktur pencegahan pencurian bagian dari membangun masyarakat.

Bila zakat dan infaq belum ditunaikan, pencurian sebuah proses pengambilan hak orang lain pada kita. Bila zakat dan infaq sudah ditunaikan, bertanda bahwa infaqnya belum optimal. Bila semuanya sudah ditunaikan, Allah sedang menguji siapakah sangat dicintai? Harta atau Allah?

  Menggelorakan  Perubahan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Semangat perubahan terus terpatri. Semangat perubahan terus hidup. Seper...


 

Menggelorakan  Perubahan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Semangat perubahan terus terpatri. Semangat perubahan terus hidup. Seperti para pendukung para Nabi dan Rasul. Seperti, para Hawariyun di sisi Nabi Isa dan para Sahabat di sisi Rasulullah saw. Walaupun dihalangi dan dimusuhi oleh para raja, kaisar, pembesar istana dan kaumnya, gerakan perubahan terus hidup dan muncul menunggu momentumnya.

Hukum perguliran terus hidup. Kekuasaan dan kekuatan yang paling besar dan kuat pun, tidak ada yang bisa menghentikannya. Tidak ada yang bisa memberangusnya. Tidak ada yang bisa mengentikan perubahan malam dan siang. Tidak ada yang bisa menghentikan perputaran matahari dan bulan. Tak ada yang bisa menghentikan perputaran masa dan waktu.

Namrudz dan Firaun tak bisa menghentikannya. Para pembesar kaum tidak bisa menghambatnya. Semakin dihambat, kekuatannya semakin besar dan terakumulasi. Keikhlasan menuju perubahan sangat berbeda dengan pengorbanan mempertahankan kezaliman. Dalam kezaliman ada ambisi keserakahan, penguasaan, perebutan dan kompensasi yang besar.

Apa suasana Musyrikin Mekah dengan Muslimin di perang Badar? Muslimin merasakan ketentraman walaupun di tengah keterbatasan dan kekurangan. Orientasinya jelas, hidup mulia atau mati syahid. Musyrikin dipenuhi dendam dan nafsu menghancurkan. Seperti penjajah Israel yang menghancurkan Gaza. Namun, mereka mengalami tekanan mental yang berat karena targetnya tidak pernah tercapai.

Kezaliman menggunakan kekuatan besar kekuasaan, kekayaan dan anteknya untuk menekan, menakuti dan menghasut. Itulah yang diagungkan dan dilakukan para pembesar pendurhaka kepada para Nabi dan Rasul. Para nabi dan rasul menggunakan kekuatan seruan penyadaran. Menyeru hati dan akal. Membuka cakrawala kebenaran, lalu bebas memilih. Apakah mau menjadi pembela kebenaran?

Arus perubahan menggerakkan penyadaran bukan tekanan, janji dan iming-iming kompensasi. Para nabi dan rasul dilarang memaksa, yang diperintahkan hanya menyampaikan risalah dakwah saja. Menyampaikan peran dan tanggungjawab kehidupan pada diri setiap manusia. Hanya itu tugas utamanya.

Mana yang akan dipilih perubahan atau kezaliman? Semuanya diserahkan kepada manusia itu sendiri. Sebab, setiap pilihan memiliki konsekuensi dan akibat yang akan dirasakannya sendiri. Yang penting gelora perubahan terus dikumandangkan agar tanggungjawab terhadap umat tertunaikan.

Bekal Pendaki Gunung Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Semakin berumur semakin mendekati kematian. Apa yang dibutuhkan saat kematian t...

Bekal Pendaki Gunung

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Semakin berumur semakin mendekati kematian. Apa yang dibutuhkan saat kematian tiba? Itulah yang harus disiapkan. Membuang yang imitasi dan palsu. Membuang sampah. Membuang yang memperberat pertanggungjawaban di akhirat. Mengumpulkan fasilitas kemudahan di akhirat.

Yang dikumpulkan. Yang telah diraih, ternyata hampa. Yang didapatkan hanya pujian, decak kagum, saling berbangga dan hebat. Setelah itu kembali ke rumah. Ada yang berjuang dengan kesendiriannya. Ada yang berjuang dengan sakitnya. Ada yang menikmati kumpul riung di masjid, mushalah atau pos ronda.

Hidup itu teramat singkat untuk dinikmati dan diburu. Hidup itu hanya untuk menyempurnakan kebaikan dan senantiasa beriman kepada Allah. Setelah itu, jangan lagi dipikirkan apa pun yang terjadi, karena Allah sudah menjaminnya.

Bertakwa dan bersabarlah. Bersabar dan shalatlah. Teruslah bersabar. Maka, semua kejahatan, kezaliman dan tipu daya akan sia-sia. Seperti kisah gagalnya tipu daya dan kejahatan para  pendurhaka kepada para Nabi dan Rasul.

Allah yang menggenggam semua keputusan. Allah yang memiliki wewenang dalam kehidupan. Semua ubun-ubun manusia dalam genggamannya. Semu urusan kembali kepada Allah. Maka, cukupkah dengan menjalankan peran sebagai hamba dan khalifah Allah.

Berjalanlah seperti para pendaki gunung. Bawalah yang hanya dibutuhkan saat dalam perjalanan dan menetap sementara di puncak untuk menikmati keindahannya. Itulah konsep sederhana mengumpulkan apa yang dibutuhkan dalam kehidupan ini.

Semuanya Istimewa Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Semua terasa istimewa, itulah cara Allah memperlakukan makhluk-Nya. Bukankah setia...

Semuanya Istimewa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Semua terasa istimewa, itulah cara Allah memperlakukan makhluk-Nya. Bukankah setiap makhluk tidak ada yang sama? Bukankah sesama manusia pun saling berbangga? Bukankah setiap daerah pun memiliki keindahan dan sumberdaya yang berbeda?

Setiap Nabi dan Rasul diberi kemukjizatan yang berbeda. Setiap Wali Allah diberi karamah yang berbeda. Setiap ulama diberi ilmu yang berbeda. Setiap umat diturunkan Nabi dan Kitab Suci yang berbeda sesuai zamannya. Alam semesta memiliki warna-warni yang berbeda. Setiap yang ada di kehidupan ini sangat diistimewakan oleh Allah. Allah memperlakukan makhluk-Nya dengan sangat khusus. Sehingga setiap makhluk-Nya merasakan diistimewakan oleh Allah.

Malam dan siang. Daratan dan lautan. Angin dan awan. Lembah dan gunung. Air dan batu. Matahari dan bulan. Semuanya memiliki keindahan dan peran yang tak tergantikan. Bila disatukan akan menambah keindahan dan kemanfaatannya. Yang istimewa, bila dipadukan menjadi lebih istimewa lagi dan segalanya menjadi lebih mudah.

Allah tak pernah merendahkan makhluk-Nya. Allah memerintahkan untuk saling mengenal dan memahaminya agar sadar akan perannya lalu bekerjasama dan bahu membahu. Bila tidak ada keragaman peran, maka akan hancurkan hutan, lautan, bumi hingga alam semesta.

Bila seluruh makhluk-Nya sangat istimewa, mengapa masih mencemooh, merendahkan dan menghina? Bila Allah telah melebihkan setiap makhluk-Nya, mengapa diperbandingkan untuk menguak kejelekan dan keburukannya? Istimewakan makhluk-Nya seperti Allah mengistimewakannya.

Ayah dan ibu, mengistimewakan putra-putrinya, walaupun orang lain ada yang merendahkan anaknya. Seorang anak, mengistimewakan orang tuanya, walaupun banyak orang yang menghina orang tuanya. Pandang orang lain seperti anak dan orang tua kita sendiri. Maka, semua orang menjadi pahlawan.

Rasulullah saw selalu mengungkapkan kelebihan para Sahabatnya. Para Sahabat selalu mengungkapkan kelebihan sahabatnya begitupun para ulama salafus shaleh. Mengapa derajat kita yang hina selalu membicarakan kesalahan dan keburukannya sesama kita? Seperti syetan yang melihat kelemahan manusia, padahal manusia telah dimulaikan Allah. Kerendahan seseorang terlihat dari bagaimana dia merendahkan makhluk Allah.

Kesamaan Suasana Kejiwaan Para Nabi dan Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Membaca kisah para nabi dan rasul di Al-Qur'an s...

Kesamaan Suasana Kejiwaan Para Nabi dan Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Membaca kisah para nabi dan rasul di Al-Qur'an seperti membaca kisah keseharian manusia. Kisah kekayaan dan kemiskinan. Kisah kejayaan dan kebangkrutan. Kisah penguasa dan rakyat jelata. Kisah penghargaan dan penghinaan. Kisah anak dan kerabat. Semua serba serbi persoalan manusia sangat amat terasa dekatnya.

Apa perbedaan Nabi dengan kita? Nabi itu utusan Allah. Para kekasih Allah. Bukankah ujiannya pun lebih besar dan berat dari manusia biasa? Semakin tinggi derajatnya, semakin besar ujiannya. Oleh sebab itu, doa-doa para Nabi diabadikan dalam Al-Qur'an. Untuk apa? Agar umat manusia mencontohnya.

Ujian manusia biasa tidak seberat para Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, derajatnya pun tidak setinggi para Nabi dan Rasul. Apa artinya? Suasana kejiwaan para Nabi dan Rasul sama dengan manusia biasa. Yang dirasakan para Nabi dan Rasul sama dengan yang dirasakan oleh manusia biasa. Ada titik keseimbangan dan kesamaan antara para Nabi dan Rasul dengan manusia biasa dalam menjalani liku-liku kehidupan.

Maka, perjalanan para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah perjalanan manusia biasa. Mereka diberi mukjizat karena ujian dan tantangannya melampaui kemampuan manusia biasa. Ini bentuk keadilan Allah. Setiap diberi tantangan yang besar, maka Allah memberikan "fasilitas" yang besar pula.

Perintah dan larangan Allah kepada para Nabi dan Rasul sama dengan yang diperintahkan kepada manusia biasa. Bila para Nabi dan Rasul mampu melewati tantangan tersebut dengan menjalani perintah dan menjauhi larangan Allah, maka manusia pun bisa mendapatkan solusi dan kemudahan seperti yang diperoleh oleh para Nabi dan Rasul.

Bila liku-liku kehidupan para Nabi dan Rasul sama dengan liku-liku kehidupan manusia, maka dengan mencontoh para Nabi dan Rasul dalam menyelesaikan masalah maka manusia akan lebih mudah menyesuaikan persoalannya. Karena, hanya tinggal mengikuti dan mencontoh para Nabi dan Rasul saja.

Kitab suci bukan filsafat. Indah dan ideal, namun tak bisa dipraktekkan dalam dunia nyata. Kitab suci adalah ayat-ayat yang nyata, realistis dan mudah dilaksanakan karena para Nabi dan Rasul pun manusia biasa bukan malaikat, bukan manusia setengah tuhan, bukan pula anak tuhan. Menjadi manusia dengan mengikuti para Nabi dan Rasul.

Mengembalikan Kejayaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah menguji Nabi Ayyub dengan kekayaan berlimpah, anak yang banyak dan kelu...

Mengembalikan Kejayaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah menguji Nabi Ayyub dengan kekayaan berlimpah, anak yang banyak dan keluarga yang bahagia. Bagaimana bila sebaliknya? Miskin, kehancuran bisnis, kehilangan anak dan ditinggalkan istri? Apakah masih tetap berkarakter yang sama? Iman dan bertakwa? Perguliran kejayaan dan kehancuran. Perguliran kekayaan dan kemiskinan untuk menguji keistiqamahan di semua kondisi kehidupan.

Saat bangkrut dan miskin. Saat sakit dan hancurnya keluarga. Nabi Ayub hanya berdoa, "Ya Allah, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." Dengan doa tersebut Allah melenyapkan semua penyakit, mengembalikan dan melipatgandakan yang telah hilang. Semuanya rahmat dari Allah. Keistiqamahan dalam beragam kondisi, merupakan solusi persoalan hidup.

Nabi Yunus dalam kegelapan lautan, kegelapan malam dan kegelapan di perut ikan paus, berdoa, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau, Sungguh, aku termasuk orang yang zalim. Dalam keterpurukan, tauhidkan Allah. Akui kezaliman diri bukan orang lain. Itulah jalan keluarnya dari persoalan. Menyalahkan hanya membuat rahmat Allah semakin jauh.

Tazkiyatu Nafs, membersihkan diri, awal semua perbaikan dan dikembalikannya kepemimpinan dan kejayaan. Seperti Nabi Adam yang bersegera mengatakan kepada Allah bahwa dirinya telah menzalimi dirinya sendiri. Awal semua perbaikan adalah hanya beristighfar dan bertaubat. Melihat ke dalam bukan menyalahkan ke luar.

Nabi Zakaria sudah tua renta. Istrinya juga sudah tua dan mandul. Hingga di usia senjanya belum memiliki putra. Nabi Zakaria berdoa, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." Solusi hidup adalah yakin kepada Allah walaupun tidak memiliki sumberdaya sama sekali untuk meraihnya.

Ikhtiar yang dilakukan oleh Nabi Zakaria adalah bersegera melakukan kebaikan, berdoa dengan rasa penuh harap dan cemas dan hatinya khusyu kepada Allah. Allah tidak pernah menyia-nyiakan kebaikan para hamba-Nya. Itulah yang suratan takdir yang tercatat di Lauhul Mahfudz.

Kisah para nabi dan rasul untuk meneguhkan hati yang beriman. Menentramkan dalam kegelisahan. Terlihat cahaya walaupun di kegelapan. Optimisme walaupun tak memiliki sumber daya yang cukup untuk meraih impian. Syaratnya, lalui apa yang pernah dilalui dan kerjakan apa yang telah dikerjakan oleh para nabi dan rasul.

Nabi Uzair dan Kehancuran Gaza Oleh: Nasrulloh Baksolahar Reruntuhan Gaza, bisakah bangkit kembali? Allah berkisah tentang Uzair...

Nabi Uzair dan Kehancuran Gaza

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Reruntuhan Gaza, bisakah bangkit kembali? Allah berkisah tentang Uzair yang melewati sebuah kota yang hancur, bagaimana kota yang hancur bisa dibangun kembali? Allah menidurkan Uzair selama 100 tahun. Saat terbangun dari tidur, kota yang sebelumnya runtuh sudah bergeliat kembali.

Nabi Ibrahim bertanya kepada Allah tentang bagaimana yang mati bisa hidup kembali? Allah memerintahkan menyembelih burung. Lalu, memotong motong  tubuh burung menjadi bagian kecil dan disebar ke sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan. Ternyata, burung itu bisa hidup kembali dan lalu terbang tinggi.

Banyak kota-kota yang telah dibumihanguskan dan pendudukan dibantai hingga tak tersisa. Perhatian saat Tentara Mongol menyerbu sejumlah kota di eranya? Perhatian saat Baghdad dibumihanguskan oleh Tentara Mongol? Saat ini Baghdad tetap berdiri kokoh. Kekejaman dan kekejian manusia tidak akan pernah menghapus apapun dari muka bumi.

Tanah yang kering kerontang. Tanah yang mati, hidup kembali hanya dengan air hujan. Semudah itu membangun kembali yang telah hancur. Dalam setiap kehancuran tetap tersimpan sebuah kebangkitan. Walaupun mayat sudah terkubur lama, kebangkitan tetap bisa tercipta.

Syarat kebangkitan hanya bersumber dari langit. Berenergikan langit. Keimanan dan keyakinan dari langit. Kepemimpinan dari langit. Sistem dari langit. Harapan dari langit. Menengadahkan ke langit. Menerapkan metodologi langit. Itulah langkah awal dan pembangunan kembali yang tercepat. Seperti air hujan yang menyiram tanah.

Bila iman dan takwa masih dalam gengaman, jangan pernah khawatir dengan kehancuran yang disebabkan oleh kezaliman. Sebab kezaliman tidak akan pernah bisa menghancurkan apapun. Kezaliman tidak akan pernah bisa merampas hak kemanusiaan manusia. Kezaliman terlihat kokoh, memiliki sumberdaya tak terbatas, kejam dan perkasa, namun sebenarnya dia tengah mengalami ketakutan dan sedang terancam akan takdir kehancurannya.

Kisah Nabi Uzair akan terus berulang. Kehidupan dan kebangkitan kembali sebuah wilayah yang infrastrukturnya hancur lebur oleh kezaliman akan terus berulang. Kezaliman hanya menghabiskan sumber dayanya saja, namun tanpa hasil apapun. Bahkan menuju kehancurannya. Itulah perjalanan golongan yang sesat dan yang dimurkai. Seperti penjajah Israel yang melakukan agresi ke Gaza bukan kemenangan yang diraih, namun membuat perekonomian, mental rakyatnya hancur dan hancurnya diplomasi hubungan internasionalnya.

Kisah Nabi Uzair yang berasal dari Bani Israel seharusnya menjadi pelajaran penjajah Israel, bahwa sebuah negri walaupun dihancurkan akan tetap bangkit kembali dengan iman dan takwa para penghuninya.

Mengembalikan Kejayaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah menguji Nabi Ayyub dengan kekayaan berlimpah, anak yang banyak dan kelu...

Mengembalikan Kejayaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah menguji Nabi Ayyub dengan kekayaan berlimpah, anak yang banyak dan keluarga yang bahagia. Bagaimana bila sebaliknya? Miskin, kehancuran bisnis, kehilangan anak dan ditinggalkan istri? Apakah masih tetap berkarakter yang sama? Iman dan bertakwa? Perguliran kejayaan dan kehancuran. Perguliran kekayaan dan kemiskinan untuk menguji keistiqamahan di semua kondisi kehidupan.

Saat bangkrut dan miskin. Saat sakit dan hancurnya keluarga. Nabi Ayub hanya berdoa, "Ya Allah, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." Dengan doa tersebut Allah melenyapkan semua penyakit, mengembalikan dan melipatgandakan yang telah hilang. Semuanya rahmat dari Allah. Keistiqamahan dalam beragam kondisi, merupakan solusi persoalan hidup.

Nabi Yunus dalam kegelapan lautan, kegelapan malam dan kegelapan di perut ikan paus, berdoa, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau, Sungguh, aku termasuk orang yang zalim. Dalam keterpurukan, tauhidkan Allah. Akui kezaliman diri bukan orang lain. Itulah jalan keluarnya dari persoalan. Menyalahkan hanya membuat rahmat Allah semakin jauh.

Tazkiyatu Nafs, membersihkan diri, awal semua perbaikan dan dikembalikannya kepemimpinan dan kejayaan. Seperti Nabi Adam yang bersegera mengatakan kepada Allah bahwa dirinya telah menzalimi dirinya sendiri. Awal semua perbaikan adalah hanya beristighfar dan bertaubat. Melihat ke dalam bukan menyalahkan ke luar.

Nabi Zakaria sudah tua renta. Istrinya juga sudah tua dan mandul. Hingga di usia senjanya belum memiliki putra. Nabi Zakaria berdoa, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." Solusi hidup adalah yakin kepada Allah walaupun tidak memiliki sumberdaya sama sekali untuk meraihnya.

Ikhtiar yang dilakukan oleh Nabi Zakaria adalah bersegera melakukan kebaikan, berdoa dengan rasa penuh harap dan cemas dan hatinya khusyu kepada Allah. Allah tidak pernah menyia-nyiakan kebaikan para hamba-Nya. Itulah yang suratan takdir yang tercatat di Lauhul Mahfudz.

Kisah para nabi dan rasul untuk meneguhkan hati yang beriman. Menentramkan dalam kegelisahan. Terlihat cahaya walaupun di kegelapan. Optimisme walaupun tak memiliki sumber daya yang cukup untuk meraih impian. Syaratnya, lalui apa yang pernah dilalui dan kerjakan apa yang telah dikerjakan oleh para nabi dan rasul.

Kekuasaan Tanpa Etika Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apa ciri kelemahan? Menerima kezaliman. Seperti Bani Israel yang menolak kehad...

Kekuasaan Tanpa Etika

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apa ciri kelemahan? Menerima kezaliman. Seperti Bani Israel yang menolak kehadiran Nabi Musa untuk membebaskannya dari Firaun.  Pada sisi lain, sang penguasa menjadikan perbudakan, kemiskinan, ketakutan, kekejaman dan kelaparan menjadi senjata untuk mengokohkan kekuasaannya atas anak bangsa yang lemah. Yaitu, mereka  yang hanya memikirkan perut, kemaluan dan kesenangan saja, walaupun kemerdekaan dan harga dirinya diamputasi.

Kezaliman tidak akan bisa membangun bangsa. Tidak akan mau membangun negri. Tak peduli dengan rakyatnya. Rakyatnya harus terus dibodohkan dan dimiskinkan. Sebab, kebodohan dan kemiskinanlah yang membuat kekuasaannya bertahan. Kesenjangan terus diciptakan. Dinasti dan oligarki kekuasaan politik dan ekonomi terus diabadikan dalam bentuk feodalisme.

Ekonomi dan kekuasaan hanya bergulir dan mengalir di tangan tertentu saja. Organisasi dan lembaga dibentuk hanya agar ekonomi dan kekuasaan bergulir dalam jaringan yang berhubungan dengannya saja, seperti jaring laba-laba. Banyak wajah, namun sebenarnya sama.

Memperhatikan rakyat hanya saat pilpres, pemilu dan pilkada dengan membagi-bagi bantuan gratis yang jumlahnya puluhan trilyun. Setelah menang, akan memeras rakyat dengan ribuan trilyun sampai tak terhingga melalui menaikkan pajak, mencabut subsidi, dan membuat perundangan yang menguntungkan lingkaran kekuasaannya sendiri.  Uang rakyat yang dikumpulkan dibagi-bagikan atas nama sumbangan penguasa. Anggaran negara menjadi seperti dompetnya sendiri. Sumberdaya alam seperti harta warisan bagi kelompoknya sendiri.

Kekuasaan tanpa etika akan terjatuh di lubang yang sama, siapapun sosok penguasanya. Apapun sistem pemerintahan dan cara pemilihannya. Sebab, semua model pemerintah bisa direkayasa sesuai kehendak penguasa.  Para diktator dan koruptor tidak hanya lahir dari kudeta, tetapi juga dari proses demokrasi.

Etika itu tidak bersumber dari hukum. Etika itu tidak bersumber dari logika dan ilmu pengetahuan. Etika itu dari hati. Etika itu bersumber dari langit. Etika bersumber dari rukun iman, Islam dan ihsan. Inilah etika yang komprehensif itu bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.

Tak ada yang bisa tegak tanpa Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, sebab apa yang dibangun oleh manusia semuanya bisa diselewengkan dan pemutarbalikan. Yang dirancang oleh manusia bisa direkayasa dan dimanipulasi sesuai kehendaknya sendiri. Yang dirancang manusia ada sisi kegelapan dan kesalahan yang bersumber dari hakekat manusia itu sendiri.

Melatih Kepemimpinan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bagaimana belajar kepemimpinan? Bagaimana mendidik kepemimpinan? Bagaimana memb...

Melatih Kepemimpinan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bagaimana belajar kepemimpinan? Bagaimana mendidik kepemimpinan? Bagaimana membangun model kepemimpinan?  Caranya, hanya taat kepada Allah. Ridha kepada Allah, Islam dan Rasulullah saw. Bacalah surat Al-Baqarah, yang mengungkapkan model kepemimpinan yang berhasil dan gagal, juga cara penempaan menjadi pemimpin.

Kisah Nabi Adam dalam surat Al-Baqarah merupakan model kepemimpinan yang pertama. Apa yang diajarkan Allah? Mentaati-Nya. Lalu, mengajarkan nama-nama yang ada di seluruh alam semesta. Mengajarkan nama, berarti memahami karakter, peran, manfaat, keunggulan, spesifikasi dan perbedaan di alam semesta. Setelah mentaati-Nya, Allah akan mengajarkan semua yang dibutuhkan untuk menjalankan roda kepemimpinan.

Nabi Adam melanggar perintah Allah. Dia memakan buah khuldi karena ingin abadi berkuasa. Kemaksiatan merupakan awal dicabutnya dan diambilnya tongkat kepemimpinan dari Nabi Adam dengan diturunkan ke muka bumi. Di bumi, Nabi Adam bertaubat, maka kepemimpinannya pun diserahkan kembali.

Setelah kisah Nabi Adam, Allah berkisah tentang Bani Israel di bawah bimbingan Nabi Musa dan Harun. Allah menghendaki Bani Israel menjadi pemimpin di era tersebut. Mereka gagal, sebab mengingkari nikmat Allah dan menentang hukum Allah. Puncak kesesatan Bani Israel ada pada kisah sapi betina.

Di kisah sapi betina, Bani Israel meminta solusi. Allah memberikannya. Syaratnya, menyembelih sapi betina. Bani Israel mencoba mengingkarinya dengan dalih belum jelas ciri-cirinya. Akhirnya kepemimpinan Bani Israel dicabut. Mereka disesatkan selama 40 tahun. Mereka terlunta-lunta walaupun di sisinya ada dua Nabi yang mulia.

Setelah itu, Allah berkisah tentang Nabi Ibrahim dan Ismail. Ujian ketaatannya, menyembelih Nabi Ismail dan membangun Kabah. Nabi Ibrahim selalu menyempurnakan perintah Allah.  Inilah model kepemimpinan yang sempurna karena kepemimpinan terus diwariskan hingga kehadiran Nabi Muhammad dan pewaris risalahnya.

Tak sulit mendidik kepemimpinan. Tak sulit melahirkan para pemimpin. Pelatihan kepemimpinan itu sebenarnya hanya berupa ketaatan kepada Allah, Nabi dan menjalankan Islam. Setiap diri mengemban amanah melatih dirinya menjadi pemimpin. Kepemimpinan dicabut saat mendurhakai Allah.

Tetap Bersama Palestina  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Surat Al-Fatihah membongkar kedok Yahudi bahwa mereka kelompok yang dimurka...

Tetap Bersama Palestina 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Surat Al-Fatihah membongkar kedok Yahudi bahwa mereka kelompok yang dimurkai. Bukankah saat ini seluruh masyarakat dunia murka pada penjajah Israel? Surat  Al-Baqarah, berkisah tentang Bani Israel yang gagal dalam kepemimpinannya, padahal Nabi Musa dan Harun berada di sisinya. Apalagi tidak ada Nabi dan Rasul? Bukankah penjajah Israel yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer terbesar di Timur Tengah tidak bisa menciptakan perdamaian?

Surat Al-Hasyr, berkisah tentang kehancuran Yahudi di Madinah. Mereka menghancurkan benteng dan rumah mereka sendiri. Sebuah fenomena yang tak pernah terduga oleh Muslimin. Padahal mereka sudah berkolaborasi dengan Musyrikin Mekah dan Munafikin Madinah yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay.

Surat Al-Fath, memberikan kabar kepada Rasulullah saw tentang salah satu kemenangan besar yaitu perang Khaibar yang menyebabkan seluruh Yahudi terusir dari Hijaz.   Kemenangan yang membuat Muslimin mendapatkan harta rampasan sangat besar baik dari segi wilayah, ekonomi juga infrastruktur militer. Dianggap "kalah" dalam perundingan Hudaibiyah namun bisa meraih target militer di Khaibar.

Waktu dan proses kehancuran penjajah Israel sudah ditetapkan di Lauhul Mahfudz. Al-Qur'an sudah menjelaskan di beragam suratnya. Ini tanda kepastian. Mengapa harus risau? Yang kita lakukan hanya membantu perjuangan rakyat Palestina dan membebaskan Masjidil Aqsa. Namun yang menghancurkannya bukan Muslimin tetapi Allah. Jadi, jangan lelah dan lemah dalam berjuang.

Rakyat Palestina adalah bangsa yang kuat dan tegar. Rasulullah saw sudah menjelaskan dalam beragam hadistnya. Setelah digenosida selama hampir 80 tahun, namun mereka tetap tegar. Walaupun Gaza sudah dibumihanguskan. Walaupun lembaga dunia bentukan PBB untuk mengurus pengungsi Palestina akan "dibubarkan" dengan dihentikannya bantuan oleh Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Italia dan negara barat lainnya. Mereka tetap tegar untuk berada di tanah mereka.

Sebagian besar para Nabi dan Rasul menghadapi kezaliman kaumnya dengan ketegaran jiwanya. Tetap bertahan di tanahnya, walaupun dilakukan intimidasi, penyiksaan hingga pengusiran. Tanpa senjata dan tentara. Dianggap kaum yang lemah dan hina. Namun mengapa yang hancur justru kezaliman yang memiliki kekuatan superpower?

Logika kehancuran versi manusia berbeda dengan takdir yang tertulis di Lauhul Mahfudz. Logika manusia, rakyat Palestina bisa "dimusnahkan" dengan genosida, kekejaman, pembunuhan, kekejian, blokade total, dan  merampas tanahnya dengan kekuatan militer terkuat di dunia. Namun takdir Allah menegaskan, justru kezaliman yang ditopang oleh superpower justru yang akan dihancurkan. Mari berjuang bersama rakyat Palestina yang sudah dijamin kemenangannya oleh Allah.

Kebebasan, Amanah dari Allah  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tubuh ini milik Allah. Manusia hanya diberi fasilitas untuk memanfaatk...

Kebebasan, Amanah dari Allah 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Tubuh ini milik Allah. Manusia hanya diberi fasilitas untuk memanfaatkannya selama hidup. Manusia bebas menggunakannya. Begitupun hati dan akal. Manusia hanya diuji, untuk apa kebebasan tersebut?

Dari kebebasan inilah, manusia terbelah terbagi menjadi mukmin, kafir atau munafik. Pengelompokan ini berdasarkan bagaimana manusia memanfaatkan kebebasan tersebut. Kebebasan adalah anugerah Allah pada makhluk yang bernama manusia. Mengapa tidak disyukuri?

Bagaimana agar kebebasannya tidak merusak? Bagaimana agar kebebasannya menaikan  derajat? Bagaimana agar kebebasannya tidak merendahkan dirinya? Allah mengutus para Nabi dan Rasul. Allah menurunkan kitab sucinya. Inilah kasih sayang Allah.

Manusia bebas melakukan apa saja. Manusia bebas menikmati apa saja, namun ada ukurannya. Kebebasan yang dituntun, diarahkan, dibimbingan dan dipimpinan. Sebab pengetahuan dan pemahaman manusia sangat terbatas. Bukankah untuk melakukan perjalanan saja ke suatu daerah, manusia butuh peta, saran, dan bimbingan?

Manusia diberikan kebebasan bukan karena keinginan manusia. Bukan kepintaran dan kehebatan manusia karena sebuah prestasi. Tetapi, Allah yang memberikan gratis untuk memuliakan manusia dibandingkan makhluk lainnya. Mengapa tidak bersyukur?

Makanan yang lezat ada resep yang terukur, bukan semaunya. Struktur bangunan yang kokoh ada ukurannya, bukan semaunya. Kehidupan manusia yang kokoh harus ada kebebasan yang terukur dan terpola, bukan semaunya pula.

Kebebasan adalah kepercayaan Allah kepada manusia karena telah paham batas-batas dan aturannya. Manusia telah dipahamkan melalui Nabi dan Rasul, yang baik dan buruk, yang diperintahkan dan yang dilarang, yang menghancurkan dan menaikkan derajatnya. Allah mengutus para Nabi dan Rasul dan kitab suci, agar manusia benar dalam mengelola kebebasannya.

Menitipkan Sakit Kepada Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Obat sakit adalah mengingat kematian. Sakit hati dan raga, obat utaman...


Menitipkan Sakit Kepada Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Obat sakit adalah mengingat kematian. Sakit hati dan raga, obat utamanya adalah mengingat kematian. Mengingat kematian juga tindakan preventif segala penyakit.

Bila hati sakit, akal, raga dan jiwa akan sakit pula. Bukankah hati adalah raja? Bukankah yang lainnya hanya prajurit dan pelayannya? Obat kimia dan herbal hanya membantu, tetapi bukan yang utama. Dokter dan terapis hanya membantu, pengobatan utama adalah mengobati hati.

Yang bisa mengobati hati hanya diri sendiri. Sejuta nasihat bukan obat. Sejuta saran psikolog bukan obat. Obatnya hanya mengingat kematian. Seberapa sering mengingat kematian? Seberapa sering menghadirkan dan mendoakan yang telah wafat? Seberapa sering membuka lembaran firman-Nya tentang akhirat?

Sakit dan sehat itu atas kehendak Allah. Mengapa diberi sakit? Adakah disombongkan pada bagian yang sakit? Adakah kemaksiatan pada bagian yang sakit? Adakah perilaku  kezaliman pada bagian yang sakit? Sakit mengobati itu semua.

Bila sakit, titipkanlah pada Allah. Sebab kita tak bisa mengendalikan sakit walaupun itu tubuh kita sendiri. Kita pun tak bisa memerintahkan  dan menyuruh sesuatu pun agar sembuh. Sebab, tubuh ini milik Allah. Penguasa dan pemeliharaan tubuh adalah Allah.

Sakit memberikan pemahaman akan Rabbilalamin dan Rabbinnas. Manusia tak bisa menguasai tubuhnya seperti manusia tak bisa menguasai alam semesta. Tubuh dan alam semesta dalam gengaman Allah. Walaupun tubuh itu "dirinya sendiri". Walaupun alam semesta bisa dieksplorasi oleh manusia.

Sakit menyadarkan akan hakikat diri manusia. Tubuhnya sendiri tak bisa dikendalikannya. Sehat dan sakit tak bisa dikendalikannya. Hanya bisa berupaya agar pola hidup sesuai hukum-hukum Allah yang bisa dipahaminya agar tetap sehat. Ingat kematian untuk menentramkan jiwa agar tubuh bisa menghasilkan sendiri imunitas yang bisa mengobati sakitnya.

Bernegara Sesuai Selera Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Manusia selalu berputar di poros yang sama. Manusia selalu melakukan hal yan...

Bernegara Sesuai Selera

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Manusia selalu berputar di poros yang sama. Manusia selalu melakukan hal yang sama walaupun para pendahulunya sudah hancur dengan cara yang dilakukannya. Apakah ingatan manusia itu pendek? Atau tak memiliki ingatan sejarah? Atau ingatan sejarahnya terkalahkan dengan kerakusannya?

Anggaran, fasilitas dan aparatur negara dikerahkan massif untuk mendukung. Abdi negara sudah tak ada lagi. Yang ada mengabdi pada kekuasaan. Bagaimana dengan polisi dan tentara? Bila panglima tertingginya sudah berpihak, bisakah yang dibawahnya netral? Bagaimana dengan penyelenggara pemilu? Semua mekanisme pemilu yang adil akan rusak dengan tampilnya presiden yang secara terbuka membela pasangan tertentu.

Memanggil para calon presiden ke istana, mengambil muka terlihat netralitas. Namun beberapa hari kemudian, mengerahkan para kepala desa, marathon mengunjungi kepala desa dan membagikan bansos. Untuk mendukung calon tertentu. Anggaran negara untuk memenangkan kepentingannya.

Memanggil para calon presiden ke istana, mengambil muka terlihat netralitas. Namun beberapa hari kemudian, mengerahkan para kepala desa, marathon mengunjungi kepala desa dan membagikan bansos. Untuk mendukung calon tertentu. Anggaran negara untuk memenangkan kepentingannya.

Pemilihan presiden 2024, merupakan Pilpres terparah sepanjang sejarah. Bukan lagi hanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif tetapi merusak tatanan dan pakem yang sebelumnya dijaga dan dihormati. Kelak, bisakah pilpres menjadi mekanisme pergantian kekuasaan terlegitimasi? Sejak awal, Pilpres 2024 memang sudah cacat moral dengan rekayasa hukum.

Apakah proses yang rusak akan melahirkan pemimpin yang hebat? Bisakah pemimpin yang adil lahir mekanisme yang rusak? Bukankah ada prinsip bahwa proses tak pernah berdusta? Proses itu menentukan hasil. Proses yang rusak akan menghasilkan kepemimpinan yang rusak. Akankah terjadi di Pilpres 2024?

Semoga jiwa perubahan tetap hidup, tak silau dengan gelontoran dana dan bagi-bagi jatah kekuasaan. Semoga arus perubahan terus bergelora dan menggema memasuki relung jiwa anak bangsa. Semoga Allah menolong untuk kebaikan bangsa ini.

Tak Ada Solusi Damai di Palestina? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  “Solusi apa lagi yang ada dalam pikiran mereka (Israel)? Untuk me...

Tak Ada Solusi Damai di Palestina?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


“Solusi apa lagi yang ada dalam pikiran mereka (Israel)? Untuk membuat semua warga Palestina pergi? Untuk membunuh mereka?” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, saat mengkritik keras PM penjajah  Israel, Netanyahu, yang menolak solusi dua negara guna menyelesaikan konflik dengan Palestina. “Perdamaian dan stabilitas tidak dapat dibangun hanya dengan cara militer,” kata Borrell menyinggung Israel, dikutip laman Al Arabiya.

Sejak awal, solusi dua negara memang tidak diinginkan oleh penjajah Israel. Buktinya di Tepi Barat, walaupun Otoritas Palestina sudah diakui sebagai wakil dari rakyat Palestina oleh penjajah Israel dan Amerika. Nyatanya, penjajah Israel terus melakukan pembangunan pemukiman illegal Yahudi, memblokade pergerakan, perampasan tanah dan rumah milik warga Palestina.

Penguasa penjajah Israel pun  mendukungnya dengan mempersenjatai pemukim Yahudi  dan pengerahan tentara untuk menyerang warga Palestina. Tidak itu saja, Yerusalem pun dirampas menjadi ibukotanya dan terus mengusik Masjidil Aqsa. 

Di Jalur Gaza, walaupun penjajah Israel berkuasa untuk memonitor, membatasi dan menguasai seluruh pergerakan barang, uang, jasa dan orang di darat, laut dan udara. Namun mereka terus melakukan serangan udara untuk menghancurkan infrastruktur publik, bangunan, dan pertanian  bagi rakyat Gaza. Bahkan, berulangkali membunuh tokoh rakyat Palestina dan melakukan agresi militer berulang kali.

Solusi satu negara pernah dimunculkan, seperti berdirinya negara Israel, dimana pemukim Yahudi bisa hidup berdampingan dengan bangsa Palestina. Namun, ditolak oleh para pemimpin dan rakyat Israel karena mereka takut pertumbuhan demografis warga Palestina, yang jauh melebihi pertumbuhan penduduknya, akan mengancam Negara Yahudi.    

Usulan satu negara Palestina, dimana diberikan hak kewarganegaraan kepada orang-orang Yahudi, yang datang dari luar negeri pada awal abad terakhir, di negara Palestina. Gagasan ini mendapat penolakan yang signifikan dari pihak Israel karena mereka menyangkal negara dan identitas mereka, dan menjadikan mereka warga negara di negara yang tidak sesuai dengan impian mereka. Jadi model solusi apa yang sebenarnya diinginkan penjajah Israel?

Biden dan Blinken sangat jengkel dengan sikap Netanyahu, namun mengapa mereka terus mengirimkan bantuan dana dan senjata bagi penjajah Israel? Mengapa Amerika dan Inggris terus berupaya menghancurkan kekuatan finansial perlawanan rakyat Palestina? Mengapa menolak gencatan senjata permanen? Mengapa membela Israel saat diajukan ke Mahkamah Internasional?

Mungkin memang tidak ada solusi damai antara Palestina-penjajah Israel. Sebab, semua pertempuran pasca Perang Dunia ke dua sudah berakhir atau dibawa ke meja perdamaia, namun hanya konflik Palestina-penjajah Israel yang masih terus berlanjut. 

Hancurnya Pelindung Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel tidak mau menerima syarat gencatan senjata dari ...

Hancurnya Pelindung Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Penjajah Israel tidak mau menerima syarat gencatan senjata dari Hamas. Mereka akan terus melakukan agresi berkelanjutan. Berhenti  memerangi Hamas berarti memperkuat perlawanan rakyat Palestina, seperti itu persepsinya. Walaupun korban sudah melampaui 25.000 orang dan Gaza sudah rata menjadi tanah.

Dengan dukungan militer dari Amerika, Jerman, Inggris dan negara Barat lainnya, membuat kekuatan tempur penjajah Israel tidak akan tertandingi. Persoalannya, apakah penjajah Israel mampu menanggung resiko perang yang berkepanjangan? Dengan pemukim Yahudi yang hanya 9 jutaan, dengan pengerahan 360.000 pasukan cadangannya dari mereka yang sedang bekerja berarti 10 persen tenaga produktifnya diberdayakan untuk berperang. Siapakah yang menggerakkan roda perekonomiannya?

Perang yang berkelanjutan tanpa mendapatkan "rampasan perang" berupa sumber daya hanya akan menghabiskan anggaran saja. Bukankah agresi Amerika ke Irak, Libya dan Afghanistan untuk mendapatkan kompensasi minyak dan sumber daya alam lainnya? Bukankah dukungan Amerika ke Ukraina justru menggairahkan industri persenjataannya? Bila perang berlanjut yang diuntungkan justru industri senjata Amerika dan Barat. Lalu, bagaimana penjajah Israel sendiri?

Penjajah Israel tak memiliki jiwa tempur yang kuat, lalu siapakah yang akan menggunakan infrakstruktur militernya? Penjajah Israel hanya bisa menyerang dari jarak jauh. Menggunakan pesawat, drone, iron dome dan pertempuran darat dengan menggunakan tank. Namun tak bisa mengoptimalkan pasukan infanterinya. Inilah penyebab mereka tak bisa menguasai Gaza walaupun sudah dibumihanguskan.

Pemukim Yahudi yang bersinggungan langsung dan tidak langsung dengan perang, seperti di wilayah perbatasan dengan Gaza, Lebanon, wilayah yang dihujani rudal, dan ada anggota keluarganya yang ikut serta dalam perang, mengalami kekhawatiran sehingga harus mendapatkan perawatan kesehatan mental. Anehnya, 65% yang tidak bersinggungan dengan perang pun 65%nya mengalami gangguan mental. Ini menunjukkan bahwa jiwa tempur pemukim Yahudi sangat lemah untuk bertempur jangka panjang.

Tentara tak lagi bersama dengan pemukim Yahudi. Inilah yang menyebabkan hancurnya persatuan pemukim Yahudi, dengan tentaranya dan penguasanya. Ketidakhadiran tentara saat infiltrasi Hamas pada 7 Oktober. Dijadikan wilayah perbatasan Lebanon dan Gaza sebagai wilayah militer tertutup. Demonstrasi tentara terhadap pemerintah Netanyahu karena cendrung gerakan ekstrem kanan. Membuat Penjajah Israel dalam kerapuhan. Padahal perang membutuhkan kesatuan yang kokoh.

Yang menjadi pelindung pemukim Yahudi adalah tentara dan infrastruktur militernya. Saat militernya tak berdaya di Gaza, terus menghadapi perlawanan di Tepi Barat dan wilayah perbatasan di Lebanon, Suriah dan blokade Laut Merah. Saat mental masyarakat jatuh untuk menghadapi pertempuran. Maka tak ada lagi yang membuat penjajah Israel bertahan. Mental tempur yang lemah dan efek perang yang berkepanjangan yang membuat kehancuran penjajah Israel.

Ditolong Alam Semesta dari Kisah Nabi Daud dan Sulaeman Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah menciptakan alam semesta untuk melayan...

Ditolong Alam Semesta dari Kisah Nabi Daud dan Sulaeman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah menciptakan alam semesta untuk melayani dan menolong manusia untuk beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi. Seperti Allah menciptakan surga saat Nabi Adam hidup di dalamnya bersama istrinya. Di dalam surga tidak ada kelaparan dan kekhawatiran. Semuanya dijamin. Hanya saja diberi satu ujian, yaitu pohon khuldi.

Alam semesta akan senantiasa melayani dan menolong, selama manusia memiliki karakter yang sama dan bersahabat dengan alam semesta. Yaitu, bersama-sama bertasbih, sujud dan berdoa. Seperti Nabi Daud, yang bertasbih bersama gunung dan burung. Apa buahnya? Anaknya, Nabi Sulaiman, yang menikmatinya. Apa itu?

Dari tasbih dan bersujud bersama alam. Dari persahabatan dan memahami alam semesta, Nabi Sulaiman dianugerahkan kekuatan alam dapat diberdayakan untuk kemudahan, kemakmuran dan membangun kekuatan peradaban yang dibangunnya. Jin, burung, awan, dan angin tunduk. Manusia yang beriman dan berilmu membersamainya. Itulah yang menyebabkan negri yang baru tumbuh bisa mengalahkan kekuatan negri yang sudah lama berdiri, yaitu negri Saba.

Ilmu manusia bisa memindahkan singgasana Ratu Saba dalam sekejap mata. Istananya sangat mencengangkan. Seluruh sumber daya hingga di lautan dapat dieksplorasi. Militernya sangat kuat karena memadukan karakter manusia, jin dan burung. Seluruh makhluk berdampingan dari manusia, jin, dan hewan lainnya berpadu membangun infrastruktur yang dibutuhkan saat itu.

Ketinggian ilmu dan teknologi terlihat dari kecepatannya. Perjalanan setengah hari Nabi Sulaiman sama dengan perjalanan satu bulan. Pemindahan singgasana ratu Bilqis hanya dalam kedipan mata. Seluruh sumber daya bisa dimanfaatkan hingga yang ada di dasar lautan. Kerukunan dan keamanan masyarakatnya terlihat dari keterpaduan dan gotong royongnya.

Mengapa semuanya tercipta? Allah yang menganugerahkannya karena sebab ketaatan dan keadilannya. Keadilannya terlihat dari bagaimana cara Nabi Sulaiman dan Daud memecahkan persoalan hukum di tengah masyarakat dalam kisah sengketa antar petani dengan kambingnya dan sengketa antar wanita yang bayinya diterkam oleh srigala.

Allah menolong manusia dengan dua cara yaitu mematuhi syariat-Nya dan bersahabat dengan alam semesta. Bila manusia bermaksiat dan berprilaku zalim. Maka pertolongan Allah akan dicabut.

Makna Berkebun Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Berkebun itu berarti menjalin kasih sayang dengan alam semesta. Berkasih sayang denga...

Makna Berkebun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Berkebun itu berarti menjalin kasih sayang dengan alam semesta. Berkasih sayang dengan bumi dan langit. Berkasih sayang dengan seluruh makhluk-Nya. Bukan mengeksploitasinya. Bukan bagaimana panennya berlimpah ruah.

Berkebun berarti berukhuwah dengan alam semesta. Memahami karakter tanah dan hewan yang hidup didalamnya. Karakter tumbuhan dan yang hidup di permukaan tanah dan udara. Memahami cuaca, iklim, angin, awan, bulan dan matahari. Berkebun merasakan kesatuan diri dengan alam semesta.

Berkebun akan merasakan sujud dan bertasbihnya tumbuhan dan hewan. Mereka tak pernah membuat kezaliman. Tak pernah membuat kerusakan. Mereka menjalani kehidupan sesuai amanah yang telah ditetapkan Allah. Mereka tentram dengan takdirnya dalam melayani manusia.

Berkebun berarti bersedekah pada alam. Memberi makanan pada hewan tanah. Menyiapkan rumah yang nyaman bagi hewan tanah. Agar mereka bekerja menyuburkan tanah. Memberi makanan pada tumbuhan lainnya yang membantu kesuburan dam produktivitas hasil tanaman utama. Biarkan alam yang bekerja. Manusia fokus pada perannya sebagai hamba Allah.

Berkebun berarti belajar pada alam. Alam akan menjelaskan perihal dirinya. Akal dan hati seperti sedang berhadapan pada maha guru. Sang guru menjelaskan tentang dirinya, ilmunya, kemudahan dan kemanfaatnya bagi manusia dan mahkluk lainnya. Banyak guru yang bisu, namun ilmunya sangat mudah dipahami dan dicerna. Itulah hebatnya alam.

Berkebun berarti mengisi jiwa dengan karakter alam semesta. Alam semesta yang mentaati-Nya. Senantiasa berdzikir dan bertasbih. Ridha dan pasrah terhadap takdir-Nya. Namun dalam diamnya memberikan kemudahan dan kemanfaatan tanpa pamrih. Belajar ikhlas pada alam. Berkarya dalam kesunyian.

Perhatian arah dunia, gejolak di Ukraina, Gaza, Laut Merah dan Laut Cina Selatan. Apa yang akan terjadi? Sistem suplai chain pangan dunia  bisa terganggu. Apa solusinya? Membangun suplai chain pangan yang kokoh di negri ini.

Nabi Nuh, Kokoh pada Visinya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Amru Khalid, ulama Mesir, mengkisahkan proses Nabi Nuh membuat perahu. ...

Nabi Nuh, Kokoh pada Visinya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Amru Khalid, ulama Mesir, mengkisahkan proses Nabi Nuh membuat perahu. Dari menanam pohon, memelihara, menebang hingga merubah kayu menjadi potongan yang yang siap dibuat perahu. Berapa ratus tahun lamanya? Nabi Nuh tidak pernah memperdulikan. Visinya, menyiapkan kapal bila kelak terjadi banjir besar. Keistiqamahan dimulai dari keyakinan pada visi hidupnya.

Para komentator hanya fokus pada yang dikerjakan saat itu saja. Para Munafikin mencemooh apa yang dilihatnya saja dengan realitas saat itu saja. Mukminin berkarya berdasarkan realitas masa depan yang diinformasikan Allah dan Rasul-Nya. Realitas yang pasti terjadi, bukan berdasarkan dugaan, hipotesis, ramalan, proyeksi, riset atau intuisi. Ini yang membuat Mukminin beristiqamah.

950 tahun disebut orang gila, ahli sihir, dicemooh, dihina, diintimidasi dan dimusuhi. Mengapa tetap tegar? Allah memerintahkan untuk terus menanam pohon dan membuat kapal. Semua rintangan diserahkan kepada Allah. Bukankah cemoohan itu hanya suara di telinga? Bukankah semuanya tidak berarti apa pun bila tak diijinkan Allah?

Hati yang tertuju pada Allah. Hidup yang hanya menghambakan diri dan fokus menjadi khalifah Allah di muka bumi, tidak akan mudah terbolak balik hatinya. Tetap teguh menuju Tuhannya. Hanya mendengarkan arahan Firman-Nya. Inilah hidup yang menentramkan.

Nabi Nuh fokus pada ilham, bimbingan, arahan dan wahyu dalam membuat kapal dan menjalani dakwahnya. Hatinya tak mau disibukkan dengan komentar manusia. Tak mau dipalingkan dari Allah. Ada tugas besar, menyelamatkan Mukminin bila banjir menenggelamkan bumi yang dipijaknya.

Menyelamatkan Mukminin, tumbuhan dan hewan, agar keberlangsungan kebaikan dan kehidupan tetap terjaga. Agar keturunan dan Mukminin memenuhi kembali muka bumi. Andai Nabi Nuh mengabaikan peran ini. Bisa jadi, saat ini tidak ada manusia dan hewan lagi.  Menyelamatkan tumbuhan dan hewan, sama bernilainya dengan menyelamatkan Mukminin. Bukankah hewan dan tumbuhan, makhluk Allah yang senantiasa berdzikir dan bertasbih juga?

Nabi Nuh tak pernah lelah dengan kelelahannya. Dia terus membuat gerakan penyelamatan dengan membuat kapal. Yang saat itu sangat aneh dan mengherankan. Mengapa membuat kapal di gunung padang pasir? Firman Allah akan masa depan yang membuatnya terus berkarya.

Tegaknya Kebenaran Hanya Butuh Diperjuangkan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kebenaran akan tegak. Kezaliman akan runtuh. Ini hukum ...

Tegaknya Kebenaran Hanya Butuh Diperjuangkan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kebenaran akan tegak. Kezaliman akan runtuh. Ini hukum abadi di alam semesta yang berlaku di setiap tempat dan zaman. Kezaliman itu lemah, untuk menegakkannya membutuhkan sumber daya yang banyak dan kuat. Oleh sebab itu, para pendukungnya adalah para adi daya. Seperti Amerika,  menghabiskan hampir 15.000 trilyun, dengan tentaranya berjumlah 500.000 personil saat perang Vietnam. Bagaimana akhirnya?

Sekuat apapun para penopang kezaliman akan tetap hancur. Walaupun Amerika, Jerman, Inggris, Kanada, Australia dan yang lainnya mendukung penjajah Israel dengan infrastruktur militer tercanggih, dana melimpah dari para investor raksasa dan personil yang banyak dan kuat, maka akan tetap hancur. Bukan karena kurangnya sumber daya, tetapi karena kelemahan apa yang didukungnya. Kezaliman itu seperti sarang laba-laba. Jadi, bagaimana cara memperkokohnya?

Kebenaran walaupun didukung oleh sumber daya yang paling lemah, bila diperjuangkan akan kuat dan tegak. Seperti lilin kecil bila dinyalakan akan mengusir kegelapan malam. Para Nabi dan Rasul selalu disepelekan oleh para petinggi kaumnya. Dianggap paling lemah kedudukan, paling sedikit harta dan pengikutnya. Mengapa dalam kelemahan bisa menang? Karena kebenaran yang diperjuangkannya. Kebenaran yang akan memperkokoh kelemahan dsn kekurangan sumber daya.

Menegakkan kebenaran hanya butuh jihad atau kesungguhan. Setelah itu, kebenaran itu sendiri yang akan menghimpun sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkannya. Setelah itu akan datang semua kekuatan dari segala penjuru untuk mendukungnya. Seperti Palestina, tiba-tiba sebagian besar manusia mendukung kemerdekaannya padahal sebelumnya mereka dicap teroris oleh para adi daya kezaliman.

Kezaliman tidak akan pernah memikat hati dan akal, untuk itu butuh tipuan, propaganda dan paksaan untuk mewujudkannya. Berapa juta dolar bagi penjajah Israel untuk perang informasi di media sosial? Berapa banyak  kantor berita, penguasa dan pengusaha adi daya yang menjadi corongnya? Hingga presiden, Menlu dan panglima perang Amerika harus berkeliling Timur Tengah beberapa kali dalam periode yang singkat.

Untuk memaksa, penjajah Israel harus membumihanguskan Gaza dan membuat kerusuhan di Tepi Barat. Amerika di Vietnam harus menghanguskan hutan dengan zat pembakar bila di area pertempuran tersebut terdapat perlawanan Vietnam. Manusia berjiwa merdeka, tak bisa dipaksakan dan ditakuti.

Wajah kezaliman seperti prilaku syetan, yang membisikkan ketakutan dan memperdaya nafsu. Diberi diperdaya dengan kesenangan dan dihantui ketakutan. Dua senjata ini yang menjerumuskan bila hati dan akal ditanggalkan. Berapa lama manusia tertipu dan terpenjara? Jiwa kemerdekaan yang menjadi fitrah manusialah yang akan menghancurkannya.

Gesekan Pemerintah Netanyahu dengan Tentara Cadangannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Berdasarkan Wikipedia, setiap pemukim Yahudi...

Gesekan Pemerintah Netanyahu dengan Tentara Cadangannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Berdasarkan Wikipedia, setiap pemukim Yahudi di pendudukan Israel, yang berusia 17 tahun harus mengikuti wajib militer selama 24-34 bulan. Pada 2016 saja, yang siap dikerahkan untuk tugas militer sebanyak 2,8 juta. Tentara militer aktifnya 169.500, sedangkan cadangannya sebanyak 465.000 personil. 

The Washington Pos, pada 10/10/23 memberitakan, Militer penjajah Israel memanggil sekitar 360.000 tentara cadangan. Atau, setara 4 persen warganya. Ini menandai mobilisasi terbesar dan tercepat dalam sejarah. Namun juga, menjungkirbalikkan kehidupannya. Dimana, harus meninggalkan pekerjaan tetap dan keluarganya untuk operasi militer ke Gaza. Lalu, apa efeknya?

Terjadi keguncangan pada tentara cadangan. The Washington Post melihat beberapa tanda kekacauan dalam kecepatan proses penugasan tentara cadangan yaitu tidak tahu apa perannya dalam perang. Mereka bingung, marah, dan frustasi.

David Citron, seorang tentara cadangan berkisah, “Ribuan tentara, semuanya berjalan menuju pangkalan. Banyak kemarahan, banyak frustrasi, banyak keterkejutan,” imbuhnya. “Banyak orang yang benar-benar buta, termasuk saya sendiri.” Dalam kondisi mental seperti ini, dapatkah memiliki daya tempur yang kuat?

Disisi lain, petinggi militernya mengalami kebingungan tentang strategi dan target pertempuran dari agresi ke Gaza sebagai balasan infiltrasi Hamas. Sumber daya militer yang melimpah, namun salah strategi dan tak paham kekuatan musuh, bukankah akan sia-sia?

Raphael S Cohen, Direktur Project Air Force Rand Corporation, pada 13/1/2024 di Foreignpolicy.com menjelaskan kondisi Militer penjajah Israel sebelum agresi ke Jalur Gaza. Saran Militer Amerika, yaitu meminimalisir korban sipil dan menetapkan apa yang akan dilakukan setelah agresi selesai, seperti yang dilakukan Amerika di Irak dan Afganistan. Namun strategi Amerika bukan model yang tepat, karena Amerika kalah di Irak dan Afghanistan. Persoalan strategi ini membuat agresi darat ke Gaza sempat tertahan beberapa hari. 

Bukankah wilayah Jalur Gaza berbeda dengan Afganistan yang luas? Bagaimana pasukan yang sangat besar terjun di Gaza yang sempit dan padat? Dimana, wilayahnya berdampingan dan telah lebih 70 tahun berkonflik. Amerika saja di Afghanistan yang luas, maksimal hanya mengerahkan 100.000 tentara. 

Fakta lain yang mengejutkan, pasukan cadangan penjajah Israel ternyata mengalami kekurangan investasi dan tantangan kesiapan yang sistemik. Misalnya, laporan Januari 2023 dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel, ternyata hanya 6 persen dari 360.000 personel yang telah menyelesaikan wajib militernya untuk memenuhi persyaratan tentara cadangan. Selama puncak protes terhadap reformasi peradilan tahun lalu, beberapa unit cadangan elit mengalami ketidakhadiran dalam latihan militer sebanyak lebih dari 40 persen. Artinya, pasukan cadangan tidak memenuhi syarat minimal untuk berperang.

The Time of Israel, 9/10/2023, juga mengungkapkan kekurangan investasi bagi kebutuhan tempur pribadi. Di media sosial, mereka mengatakan tidak dilengkapi perlengkapan perang dengan baik. Yang terungkap ke publik, salah satunya kurangnya plat keramik untuk rompi anti-peluru. Dengan terpaksa, mereka memilih untuk membelinya sendiri daripada harus meregang nyawa di medan pertempuran. Antar komandan pun kadang berselisih agar anggotanya mendapatkan perlengkapan tempur terlebih dahulu.

Konflik pemerintan Netanyahu dan tentara cadangan bukan saat sebelum agresi darat saja, jauh sebelumnya pada 22 Juli 2023, sekitar 10 ribu tentara cadangan penjajah Israel mengumumkan, akan meninggalkan tugasnya sebagai protes atas reformasi hukum pemerintah Netanyahu.

Kondisi ini sangat genting, menurut laporan Anadolu Agency, Kepala Staf Umum Herzi Halevi meminta pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membahas situasi tentara cadangan yang meninggalkan tugas. Bayangkan, sedang berkonflik dengan pemerintah Netanyahu, lalu kemudian harus bertempur melawan Hamas di bawah pemerintahan yang tidak kredibel, ini sangat mempengaruhi mental juang. Ini menimbulkan perpecahan  internal.

Menurut situs media Walla, tentara cadangan Israel muak dengan perilaku pimpinan mereka yang datang hanya untuk mengambil foto di zona pertempuran, lalu pergi begitu saja. “Kami bosan melihat perwira berpangkat mayor jenderal dan brigadir jenderal datang hanya untuk foto-foto di zona pertempuran lalu pergi. (Sedangkan) Kami belum pulang ke rumah. Selama berminggu-minggu,” ucap salah satu tentara.

Dengan kondisi seperti ini, maka pengerahan 360.000 tentara cadangan tidak efektif. Yang tewas, cacat dan depresi semakin banyak dan meluas. Akhirnya, demobilisasi tentara penjajah Israel dilakukan besar-besaran dari Gaza, dengan alasan memasuki pertempuran tahap ke tiga. 

Operasi Badai Al-Aqsha Titik Awal Kegagalan Kolonialisme Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Pengamat menilai, Hizbullah...

Operasi Badai Al-Aqsha Titik Awal Kegagalan Kolonialisme Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Pengamat menilai, Hizbullah di Lebanon Selatan diperkirakan tidak akan terlalu jauh melibatkan diri dengan menyerang masuk wilayah pendudukan Israel. Resikonya berat, dianggap aneksasi. Jadi, serangannya cendrung hanya tembakan rudal ke situs-situs militer dan pemukiman. Dampaknya tetap signifikan bila dikaitkan dengan pemukiman. 70.000 pemukim mengosongkan wilayah utara pendudukan Israel. 

The Washington Post membahas krisis yang dihadapi oleh pemukim penjajah Israel di tengah eskalasi militer di front utara dengan Hizbullah selama sekitar tiga bulan. Daerah ini berubah menjadi zona militer tidak resmi karena setiap hari terdengar ledakan artileri dan rudal. Sehingga pemukim Yahudi merasakan suasananya seperti di Gaza.

Kekhawatiran pemukim Yahudi pasca infiltrasi Hamas diungkapkan, "Sampai 6 Oktober, kami dipandang sebagai polisi di Timur Tengah. Setelah 7 Oktober, kami dipandang kehilangan kemampuan untuk melakukan pencegahan," kata Moshe Davidovich, ketua dewan Israel di wilayah utara Israel.

Konsep wilayah penyanggah keamanan pasca 7 Oktober pun berubah, sebelumnya 4 kilometer ke dalam daerah Lebanon sekarang justru beberapa kilometer ke dalam wilayah pendudukan Israel. Berarti ini kemunduran signifikan, karena akan banyak wilayah tak berpenghuni di sepanjang perbatasan dengan Lebanon. Jadi, mengurangi kapasitas pemukim Yahudi yang bisa ditampung. Bukankah berdirinya penjajah Israel di tanah Palestina untuk menampung Yahudi dari seluruh dunia, seperti semangat pendirinya Theodor Herzl?

Ketakutan luar biasa dari tidak  tercapai target militer di Gaza, diungkapkan pula oleh mantan kepala badan intelijen Israel (Mossad), Yossi Cohen, dalam sebuah artikel yang diterbitkan Haaretz. Yaitu, mengancam keberadaan Israel. Kegagalan dan salah langkah pemerintah Israel membuat warga Israel berisiko kembali ke Rusia, Polandia, Inggris, dan negara lain jika negara-negara tersebut bersedia menerimanya.

Karena efeknya sudah sangat jelas. Banyak tentara penjajah Israel yang mengalami cacat dan trauma. Rasa ketakutan pemukim Yahudi melonjak tinggi. Setengah juta pemukim eksodus keluar. Yang berpergian ke luar negri tidak kembali. Penurunan signifikan migrasi Yahudi ke Tanah Palestina. Banyak pemukim Yahudi yang membeli properti di Siprus Yunani.

Agar pemukim Yahudi tetap merasa  "nyaman" di Tanah Palestina. Penguasa penjajah Israel memberikan ragam insentif berupa pemberian kompensasi terhadap perusahaan, mengganti kerugian kerusakan properti, menampung dan membiayai kehidupan pemukim yang terdampak perang. Namun sanggupkah mempertahankan kenyamanan ini bila pertempuran berlangsung lama? Dimana Tepi Barat mulai bergolak keras dan keuangan negaranya semakin berat?

Mengapa kaburnya pemukim Yahudi ini mengancam keberadaan penjajah Israel? Sebab, pembukaan pemukiman merupakan strategi kolonialismenya. Ini terungkap  dalam Diskusi ‘Berbincang dan Berpikir tentang HI’ pada 24/8/2021, dimana Institute of International Studies ‘IIS’ HI UGM membedah konsep Settler Colonialism dari kasus Israel-Palestina dengan bertajuk “Memahami Konsep Settler Colonialism: Studi Kasus Israel-Palestina”.

Perbedaan antara kolonialisme klasik dan kolonialisme pemukim yang dilihat dari tiga aspek, yaitu otonomi koloni, prioritas, dan sikap terhadap masyarakat asli. Dalam  kolonialisme pemukim bertujuan untuk menjadikan tanah masyarakat asli sebagai rumah baru bagi pemukim dengan cara pengambilalihan wilayah. Oleh sebab itu, masyarakat asli pun dilihat sebagai halangan, dalam kata lain menjadi musuh yang tidak diinginkan dalam struktur masyarakat pemukim.

Kolonialisme pemukim didasari oleh dua logika,  yaitu logika pemusnahan (logics of elimination) dan logika dehumanisasi (logics of dehumanisation). Dengan dua logika ini, pemukim Israel memandang penduduk asli Palestina sebagai kelompok yang terbelakang dan pantas digantikan oleh pemukim yang lebih beradab.

Pembangunan pemukiman Yahudi di Tanah Palestina merupakan gerakan kolonialismenya. Oleh karena itu, dua menteri penjajah Israel memerintahkan agar pemukim Yahudi memasuki Gaza. Rakyat Palestina diperintahkan untuk bermigrasi ke negara-negara Timur Tengah dan telah menyiapkan tanah di Kongo. Apakah ini akan tercapai? Keteguhan rakyat Palestina di Tanah Palestina menjadi penghancur kolonialismenya. Gerakan Perlawanan pada Badai Al-Aqsha merupakan sarana peneguhannya.

Eksodusnya pemukim penjajah Israel merupakan tanda kehancurannya. Seperti yang terjadi di Madinah pada era Rasulullah saw, dimana Yahudi keluar dari Madinah dan Khaibar. 


Kerisauan Amerika Saat Genosida Atas Palestina Dibawa ke Mahkamah Internasional  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Afrika Selatan menga...

Kerisauan Amerika Saat Genosida Atas Palestina Dibawa ke Mahkamah Internasional 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Afrika Selatan mengajukan gugatan terhadap penjajah Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda. Langkah ini untuk menambah tekanan dunia internasional terhadap penjajah Israel untuk menghentikan genosida terhadap penduduk Palestina di Gaza. Gugatan setebal 84 halaman diajukan ke pengadilan pada 29 Desember 2023.

Bagi penjajah Israel, langkah Afrika Selatan menambah persoalannya. Dari, keributan internal antara penguasa dengan militer yang hingga saat ini belum mencapai target apa pun dari agresi ke Gaza, siapa yang bertanggungjawab atas infiltrasi Hamas pada 7 Oktober 2023 hingga demonstrasi kerabat sandera yang meluas. Front  pertempuran di perbatasan terus meluas dari perlawanan di Lebanon, Suriah, dan Irak. Hingga Blinken, Menlu Amerika, pun harus berkeliling agar tidak terjadi perang kawasan. Kepentingannya di Laut Merah diganggu oleh Houthi di Yaman. Apa efek aduan ke Mahkamah Internasional bagi penjajah Israel?

Nasib pengajuan Afrika Selatan ini bisa seperti Gambia yang menggugat Myanmar pada 2019. Prosesnya bisa bertahun-tahun. Pada persidangan di Oktober 2023 saja, persidangannya baru pada tahap meminta Gamia menanggapi argumen balasan Myanmar. Untuk mengantisipasi hal ini, Afsel telah meminta pihak ICJ untuk mengeluarkan hasil yang cukup cepat seperti kasus gugatan Ukraina pada Rusia.

Tantangan pertama yang dihadapi oleh Afsel adalah apakah penjajah Israel memang berniat melakukan genosida di Gaza? Selama ini penjajah Israel selalu mengatakan rumah sakit dijadikan markas komando Hamas. Kamp pengungsian dijadikan sebagai perisai sipil Hamas sehingga kematian sipil sebagai sesuatu yang tak terhindarkan dari pertempuran. Apapun alasan penjajah Israel selalu didukung oleh Amerika.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (31/12), mengecam langkah Afrika Selatan, "Afrika Selatan, bukan kami yang melakukan genosida, melainkan Hamas. Dan Hamas akan membunuh kita semua jika mereka bisa. Sebaliknya, IDF bertindak dengan cara yang paling bermoral. IDF melakukan segala cara untuk melukai warga sipil, dan Hamas melakukan segala cara untuk melukai mereka, menggunakan mereka sebagai perisai manusia," kata Netanyahu. Langkah Afsel bisa mengubah penjajah Israel di mata dunia yaitu dari korban menjadi penjahat perang dan dari mereka yang mempunyai hak atas Palestina menjadi pembunuh anak-anak.

Amerika pun bereaksi keras terhadap permohonan Afsel yang membawa penjajah Israel ke Mahkamah Internasional. Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller pada konferensi pers Rabu, 3/1/2024, berkata,  “Tuduhan tersebut tidak boleh dianggap enteng, dan sehubungan dengan Amerika Serikat, kami tidak melihat adanya tindakan (Israel) yang merupakan genosida." Sikap Amerika ini sangat berbeda saat Ukraina mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional tentang genosida Rusia, dimana Amerika mendukung penuh Ukraina.

Mengapa Amerika ikut mengutuk tindakan Afsel? Selama ini Amerika memberikan "cek kosong" atas bantuan infrakstruktur militer dan dananya. Pada agresi penjajah Israel ke Gaza, setelah 7 Oktober, Amerika memberikan bantuan dana khusus, pesawat tempur, peralatan militer, termasuk bom-bom yang digunakan untuk membunuh rakyat Palestina. Bila gugatan ini disetujui Mahkamah Internasional, maka Amerika menjadi pihak "tertuduh" yang membantu genosida dan telah  menjadi gudang senjata de facto penjajah Israel. Hal ini akan membuat Biden semakin rentan terhadap penentang perang di dalam negri dan tuduhan internasional atas standar gandanya.

Amerika memang telah menjelma menjadi Israel besar yang menjajah Palestina.

Syeikh Yusuf Al-Makasari Role Model Afsel Melawan Genosida  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Basis keislaman masyarakat Banten dibentu...

Syeikh Yusuf Al-Makasari Role Model Afsel Melawan Genosida 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Basis keislaman masyarakat Banten dibentuk oleh Wali Songo angkatan pertama dari Palestina, yaitu Maulana Hasanuddin dan Aliyuddin yang ditugaskan ke Banten oleh Maulana Malik Ibrahim sebagai ketua Walisongo pertama, saat baru tiba di Nusantara. Dalam perkembangan, Banten berubah menjadi kesultanan Banten pada puncak kejayaannya dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa dengan penasihatnya Syekh Yusuf Al-Makasari. Mereka berjihad melawan Belanda hingga sang sultan tertangkap dan Syeikh Yusuf Al-Makasari dibuang ke Srilanka.

Pengasingan Syeikh Yusuf Al-Makasari di Srilangka tidak menyurutkan  perlawanan di Nusantara. Para jamaah haji Nusantara yang berlabuh dan singgah semantara waktu di Srilanka saat pergi dan pulang dalam menunaikan ibadah Haji, memanfaatkannya untuk belajar, mendengarkan wejangan, menulis dan menyebarkan risalah perjuangan Syeikh Yusuf Al-Makasari ke Nusantara. Nusantara terus bergolak. Belanda mengendusnya. Maka Syeikh Yusuf Al-Makasari diasingkan ke Tanjung Harapan atau Afrika Selatan saat ini.

Syeikh Yusuf Al-Makasari dijauhkan dari perlawanan terhadap penjajah di Nusantara oleh Belanda. Namun ilmu, nasihat, ajaran dan risalahnya tetap menjadi ruh perjuangan yang tak pernah berhenti. Di Afrika Selatan, Syeikh Yusuf Al-Makasari bergaul dengan para budak dan tawanan. Selama 5 tahun di Afrika Selatan, beliau mendidik mereka dengan keimanan kepada Allah. Dari sinilah lahir jiwa-jiwa merdeka yang hanya tunduk kepada sang Pencipta Alam Semesta. Jiwa yang melawan terhadap segala bentuk penindasan terhadap sesama manusia. Suasana kejiwaan ini terserap oleh Nelson Mandela, pejuang Apartheid, yang kelak menjadi Presiden Afrika Selatan.

Nelson Mandela mengalami apa yang dialami oleh Syeikh Yusuf Al-Makasari. Dipenjara dan diasingkan karena perjuangan melawan penjajah kulit putih. Kekuatan jiwa Nelson Mandela dalam berjuang terinspirasi dari Syeikh Yusuf Al-Makasari. Bahkan secara tegas Nelson Mandela menyatakan bahwa Syeikh Yusuf Al-Makasari menjadi role modelnya dalam melawan penjajah apartheid. Maka, dari pemerintah Afrika Selatan ia juga diberi gelar pahlawan pada 23 September 2005. “Salah Seorang Putra Afrika Terbaik” oleh mantan Presiden Nelson Mandela. Apakah perjuangan melawan penjajah apartheid hanya sampai terusirnya rezim kolonial apartheid dari Afrika Selatan? Jiwa-jiwa merdeka yang disentuh oleh Syeikh Yusuf Al-Makasari terus bergema di Afrika Selatan.

Afrika Selatan menyatakan sikapnya terhadap Palestina yang dijajah oleh Zionis Israel. Simpati Afrika Selatan terhadap perjuangan Palestina untuk negara merdeka sudah ada sejak mendiang ikon anti-apartheid Nelson Mandela. Pernyataannya yang terkenal pada tahun 1997, tiga tahun setelah ia menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis di negara tersebut setelah berpuluh-puluh tahun berjuang melawan kekuasaan minoritas kulit putih: "Kami tahu betul bahwa kebebasan kami tidak lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina."

Bila Syeikh Yusuf Al-Makasari menjadi inspirasi perjuangan anti apartheid di Afrika Selatan. Maka Palestina menjadi Sahabat perjuangannya. Selama perjuangan melawan pemerintahan minoritas kulit putih, Kongres Rakyat Afrika (ANC) mengembangkan hubungaan dengan Yasser Arafat dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). PLO membantu dengan dukungan material dan moral dan memandang satu sama lain sebagai sesama gerakan pembebasan.

Beberapa bulan setelah mengundurkan diri sebagai presiden pada tahun 1999, Nelson Mandela mengunjungi pemimpin Palestina Yasser Arafat di Gaza. Arafat adalah salah satu pemimpin pertama yang ditemui Mandela setelah dibebaskan dari penjara pada 11 Februari 1990. Mendiang pemimpin PLO ini termasuk di antara sekelompok pemimpin negara tetangga Afrika Selatan yang membantu perjuangan melawan apartheid. Mandela bertemu Arafat  di Zambia hanya dua minggu setelah pembebasannya dari 27 tahun penjara.

Sekarang, setelah 7 Oktober 2023, saat dua puluh ribuan rakyat Palestina dibantai oleh penjajah Israel. Afrika Selatan merasakan yang pernah terjadi pada negri dan bangsanya. Afrika Selatan menarik duta besarnya dari pendudukan Israel dan menuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bertindak tegas terhadap Tel Aviv. Presidennya memimpin demonstrasi atas praktek apartheid dan genosida oleh penjajah Israel. Tidak hanya itu, Afrika Selatan pun membawa penjajah Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag Belanda pada 29 Desember 2023 atas praktek genosidanya di Gaza yang melanggar Konvensi Genosida 1948.

Afrika Selatan ingin membuktikan bahwa penjajah ingin memusnahkan Palestina. Langkah ini semakin menambah tekanan dunia internasional terhadap penjajah Israel. Penguasa penjajah dan Amerika memandang serius langkah Afrika Selatan ini. Sebab, akan memojokkan penjajah Israel yang dahulunya dipersepsikan dari sebagai korban, menjadi pelaku nyata genosida. Begitu pun Amerika, akan menjadi negara adi daya yang mendukung penuh genosida dengan bantuan militer, dana dan diplomasinya.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (149) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (187) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (134) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (380) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (188) Sirah Sahabat (111) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (67) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)