basmalah Pictures, Images and Photos
02/18/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Rakyat, Kehilangan Kasih Sayang Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Seorang Yahudi masuk Islam setelah dit...

Rakyat, Kehilangan Kasih Sayang

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Seorang Yahudi masuk Islam setelah ditawan oleh seorang muslim.  Penyebabnya, Sang muslim tidak mau bertarung dengan Yahudi karena tangannya terikat. Sang muslim ingin fair dalam berkelahi. Tidak mau keroyokan. Tidak mau sang musuh dihajar dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Sang Yahudi akhirnya menjadi tokoh dunia yang menjadi muslim. Itulah adab.

Ali bin Abi Thalib tidak bertarung ketika musuhnya terjatuh dan meludahinya. Khawatir bertarungnya karena marah bukan karena Allah. Bertarung pun masih berfikir tentang orientasi dan tujuan. Itulah uniknya iman.

Usman bin Zaid dimarahi Rasulullah saw ketika dia membunuh lawan yang sudah bersyahadat dengan alasan tindakan tersebut hanya kebohongan saja. Masih adakah adab ini?

Rasulullah saw mengutus Ali bin Abi Thalib untuk membayar diat kepada keluarga korban karena ulah Khalid Bin Walid yang membunuh musuh yang telah dikalahkannya. Hingga Rasulullah saw berdoa, "Ya Allah aku tak bertanggungjawab atas apa yang dilakukan Khalid." Apakah masih ada pemimpin yang seperti ini?

Negri ini sudah kehilangan akhlak kepada rakyatnya. Telah kehilangan kasih sayang kepada anak bangsa. Rasulullah saw terhadap musuh yang menentangnya pun masih peduli dan beretika. Pemimpin di negri ini, rakyat adalah musuh yang harus dilenyapkan. Berapa korban 22 Mei? Berapa yang terluka?

Pemerintah segera membongkar semua informasi peristiwa 22 mei hanya demi melegalkan tindakannya. Apalagi kalo bukan terrorist? Apalagi bila bukan perusuh? Apalagi bila bukan makar? Apalagi kalo bukan penentang hukum?

Senjata tercanggih dibeberkan. Panah dan peralatan lain dipaparkan. Pemerintah tak peduli dengan rakyat yang terkena peluru, dihajar dan dipukul hingga tewas dan terluka. Yang penting rekayasa sudah bisa merendam gejolak rakyat atas tuntutan pemilu yang curang.

Adakah tindakan seperti Rasulullah saw yang memarahi Usamah bin Zaid? Adakah tindakan mengganti diat kepada para korban? Padahal Rasulullah saw melakukan itu semua terhadap musuhnya? Bila terhadap rakyatnya mungkin para pelakunya sudah di Qishash. Bagi pemerintah semua tidak perlu. Peluru, gas air mata, penganiayaan itu perlu untuk menangkal perusuh versi pemerintah. Begitulah enaknya jadi penguasa. Kebal hukum terhadap dirinya sendiri.

Para korban memang diam, termasuk keluarganya. Komnas HAM berkata tidak ada pelanggaran HAM. Namun apakah mereka akan diam di akhirat nanti wahai penguasa? Apakah mereka tidak akan menuntut di hadapan Allah wahai para penguasa? Apakah mereka akan diam wahai para ahli hukum, hakim dan jaksa?

Suara mereka mungkin hilang dengan hiruk pikuk nafsu kekuasaan. Namun suara hati mereka terus mengadu dan menuntut dihadapan Allah. Ingatlah itu wahai penguasa. Ketika rakyat tak lagi mengadukan kesulitan dan keresahan, tandanya rakyat tak percaya lagi kepada para penguasa.

Kikir, Sang Perampas Keberkahan Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bakhillah, Kikirlah, namun ingatlah ji...

Kikir, Sang Perampas Keberkahan

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bakhillah, Kikirlah, namun ingatlah jiwa akan membimbingmu untuk menghancurkan hartamu sendiri. Seluruh ilham, besitan hati dan pikiran akan membawamu untuk menghancurleburkan hartamu sendiri. Itulah mengap kikir akan membawa pada kebinasaan.

Kikir membawa pada kebinasaan, melalui tanganmu sendiri atau Allah. Begitulah jalur kebinasaannya.

Ketika kikir, Allah akan menghadirkan dan memilihkan pemimpin yang zalim yang akan merampas hartamu. Inikah zamannya? Penguasa merampas harta kita dengan tarif toll yang tinggi, kenaikan listrik dan BBM, kenaikan pajak PBB dan harga barang? Allah memilihkan pemimpin yang akan memiskinkan? Membuka tenaga asing dan mengabaikan kita?

Saat kikir, hawa nafsu akan mengelora. Mengapa bisa? Memang seperti itu hukumnya. Harta akan ludes untuk melampiaskan hawa nafsu, boros, berlebih-lebihan dan menyia-nyiakan dalam berbelanja. Yang tak penting dan bermanfaat dibeli. Yang dibeli tidak menghasilkan harta kembali tetapi menimbulkan pengeluaran uang yang baru. Aset yang dibeli, bila dijual kembali nilainya jatuh total. Harta habis untuk menyumpal hawa nafsunya. Sama saja bukan? Mau dermawan atau ludes oleh hawa nafsu?

Saat kikir, penyakit bermunculan entah datangnya darimana. Padahal gaya hidup sudah sehat? Harta habis hanya untuk mengobati penyakit. Mengapa bisa? Banyak cara harta kita dirampas bila tak berderma. Harta sebenarnya adalah kotoran manusia. Itulah mengapa Ahlulbait di masa Rasulullah saw tidak boleh menerima harta sedekah dan zakat? Saat kikir, apa yang dikonsumsi dan digunakan sebenarnya kotoran manusia. Berderma untuk mensucikan harta dan apa yang dikonsumsi.

Saat kikir, musibah akan datang bertubi-tubi bisa berupa tenggelam, kebakaran,  pencurian atau yang lainnya. Kikir berarti merampas hak orang lain yang ada pada harta kita. Kikir bukanlah mengumpulkan atau melipatgandakan harta. Kikir justru menyebabkan harta habis dan musnah. Kikir justru mengundang beragam kesulitan untuk datang.

Saat kikir, muncul berbagai ide investasi yang kelak akan merugikan, membangkrutkan dan menghancurkannya. Menurut Abu Bakar ra, saat kikir akan muncul ide mendirikan bangunan diwilayah yang rawan bencana, yang pada saatnya akan runtuh dan menguras hartanya. Investasinya akan terlupakan dan tidak bisa ditemukannya lagi.

Kikir membuat harta tak berdaya guna. Hartanya menganggur. Hartanya tak menciptakan kebaikan. Yang akan menghabiskannya justru orang lain setelah kita meninggal.

Kikir itu musibah hidup. Kikir itu hukuman hidup. Kikir itu prahara kehidupan. Bukankah ketika sebuah negri akan dihancurkan diberi tanda-tandanya? Apa itu? Orang kaya di negri tersebut sangat kikir. Kikir adalah tanda sebuah negri akan dihancurkan Allah.

(Terinspirasi dari kitab Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al Bantani)

Fokus Ijtihad pada Tantangan Baru Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Agama dan budaya, apakah bertentang...

Fokus Ijtihad pada Tantangan Baru

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Agama dan budaya, apakah bertentangan? Tolak ukur kebenarannya adalah agama, bukan budaya. Persoalannya, siapakah yang berhak menentukan bahwa budaya tertentu bertentangan dengan agama? Pelajari Ushul Fiqh ada pembahasan bahwa budaya yang tidak bertentangan dengan agama merupakan bagian dari syariat Islam.

Para ulama di Nusantara sudah berijtihad terhadap budaya-budaya yang ada di Nusantara. Ada yang dibiarkan. Ada yang diwarnai dan ada yang dihapus. Ulama Nusantara berkelas dunia. Komunitas Jawi di Mekkah telah menjadi rujukan ulama dunia. Bila budaya yang ada justru dijadikan sarana dakwah oleh para ulama terdahulu, bertanda mereka sudah menimbang dengan timbangan syariat yang mendalam.

Apakah ulama terdahulu bisa salah berijtihad? Bisa saja. Karena kebenaran hanya milik Allah dan Rasulullah saw. Metode pembagian rampasan perang setiap Khalifatur Rasyidin pun berbeda-beda. Namun mereka tidak pernah mengecam apa yang sudah diijtihadkan. Karena setiap ijtihad yang salah pun mendapatkan satu kebaikan dari Allah.

Ulama Madinah dengan Ulama yang ada di Kuffah pun berbeda pendapat. Padahal banyak sahabat yang masih hidup. Namun perbedaan pendapat ini dirangkum dan diramu oleh imam Syafii menjadi ilmu Ushul Fiqh dalam kitabnya Ar Risalah. Pertentangan persoalan aqidah oleh ulama yang cendrung pada pemikiran Filsafat dan ulama yang teguh dengan Sunnah Rasulullah saw diramu menjadi sifat 20 oleh imam Asyari.

Perbedaan pendapat para ulama sudah dibukukan dalam beribu-ribu buku. Mengapa tidak menjadi rujukan? Banyak dalil untuk mendukung suatu pendapat. Mengapa masih terus muncul perbedaan yang menghujat, menyudutkan, saling mengharamkan dan membidahkan? Bila terus berkutat dipersoalan ini, bertanda syetanlah yang telah memasuki hati sehingga terus berselisih.

Yang sudah dituntaskan oleh generasi ulama masa lalu, cukupkanlah. Tentramkan dengan pendapat mereka. Tugas generasi sekarang bagaimana menjawab persoalan yang ada. Bagaimana memecahkan persoalan dan beramal melalui pemahaman yang sudah digali dan dikembangkan oleh ulama-ulama sebelumnya. Juga menggali pemahaman baru untuk menghadapi persoalan yang baru.

Yang sibuk dengan mengkafirkan dan membidahkan, biarkanlah. Yang sibuk dengan perselisihan dan perdebatan, biarkanlah. Mengapa kita sibuk dengan sesuatu yang sudah dituntaskan oleh generasi sebelumnya?  Sibukan dengan ilmu dan amal. Sibukan dengan pembangunan umat dengan karya. Berijtihad terhadap persoalan baru yang harus dijawab dengan ilmu, amal dan keikhlasan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)