basmalah Pictures, Images and Photos
Mei 2024 - Our Islamic Story

Choose your Language

Iman, Pondasi Kekuatan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kehebatan militer penjajah menjadi bumerang. Sebab setiap keberhasilan apa pu...

Iman, Pondasi Kekuatan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kehebatan militer penjajah menjadi bumerang. Sebab setiap keberhasilan apa pun dianggap tak sesuai targetnya. Karena dengan infrastruktur paling canggih di dunia dan dukungan negara adi daya dan sekutunya, didukung 500.000 tentara seharusnya sangat mudah mengalahkan perlawanan Palestina yang tak memiliki pasukan reguler yang hanya bermodalkan senjata rakitan sendiri.

Menghancurkan seluruh bangunan di Gaza hingga rata merupakan strategi yang logis secara militer.  Itulah cara menutup semua lubang terowongan labirin perlawanan Palestina. Namun, bukankah penjajah Israel butuh tanah yang lapang untuk pangkalan alat beratnya? Bukankah tak seluruh reruntuhan bangunan menutup tanah?

Manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk di segala medan. Bukankah penjajah Israel yang melatih rakyat Palestina menjadi kuat? Saat seluruh dunia diam, masih ada pintu pertolongan, yaitu ke langit dan ke bumi. Bukankah, alam semesta itu pelayan manusia? Bukankah yang memberikan rezeki itu Allah?

Saat seluruh pintu ditutup oleh manusia. Saat penjara tinggi mengelilingi Gaza dan Tepi Barat.  Saat dunia diam dan malah mendukung penjajah Israel. Pintu langit dan bumi masih terbuka. Sekarang, dunia menyaksikan ketakjuban pada rakyat Palestina.

Intelejen terhebat, infrastruktur militer tercanggih, dana yang berlimpah dan pasukan tempur terlatih penjajah Israel, seolah tak berdaya. Padahal tak henti puluhan tahun mengembangkannya bersama petinggi militer yang paling hebat dengan dana yang tak terbatas dari adi daya dunia. Sudah kuadran trilyun dolar dihabiskan. Mengapa tak berdaya?

Penjajah Israel diperolok oleh dunia. Penjajah Israel terus merengek pada Amerika, Inggris, Jerman dan Mesir. Bahkan di dalam negrinya muncul ketakutan dan kecemasan, bisakah menghapuskan takdir kehancurannya? Bisakah melewati 100 tahun keberadaannya?

Kehebatan itu ada pada hati. Keluarbiasaan itu ada pada iman. Hanya Islam yang bisa memberikan kontribusi ini. Sedangkan akal dan sumber daya hanya membantu saja, tetapi bukan pondasi dan faktor utama. Itulah yang dimiliki rakyat Palestina. Itulah yang tak dimiliki  oleh siapapun yang bukan mukmin.

Jejak-Jejak Tanah Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Palestina memang negri para Nabi dan Rasul. Tidak saja dulu, tetapi hing...

Jejak-Jejak Tanah Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Palestina memang negri para Nabi dan Rasul. Tidak saja dulu, tetapi hingga sekarang. Saat Nabi dan Rasul berjuang sendiri. Bangsa Palestina pun berjuang sendiri. Saat para Nabi dan Rasul hanya menengadahkan tangannya ke langit bila menghadapi mereka yang durhaka dan zalim, bangsa Palestina pun melakukan hal yang sama.

Saat para pendurhaka mentertawakan dan mencemooh para Nabi dan Rasul karena sedikit hartanya, sedikit pendukung dan pembelanya. Serta mengejek kapan ditolong oleh Allah. Para Nabi dan Rasul hanya menjawab bahwa semuanya hak Allah. Allah yang menentukan waktunya. Sedangkan tugasnya hanya berdakwah saja.

Penjajah Israel melecehkan Baitul Maqdis, membumihanguskan negri, bangunan, masjid dan mempertontonkan pembakaran terhadap Al-Qur'an. Seolah-olah mengejek bangsa Palestina, namun bangsa Palestina tetap terus berjuang. Sebab, tugasnya hanya berjihad sedangkan kehancuran penjajah Israel berada di tangan Allah.

Romawi yang arogan. Yahudi yang menyeleweng pernah hadir bersama di tanah Palestina sebelum kelahiran Nabi Isa. Mereka bekerjasama. Bagaimana akhirnya? Allah menurunkan Nabi Isa dan pengikutnya yang setia. Yahudi pun terusir dari Palestina.

Yahudi kembali ke Palestina dengan menampakkan dirinya sebagai penjajah Israel. Melakukan hal yang sama dengan para para pendahulunya. Bukankah gabungan kaisar Eropa terkubur di Palestina? Bukankah Romawi dan Persia terkubur di Palestina? Bukankah Mongol pun terkubur di Palestina?

Perhatikan tanah-tanah di Palestina. Bukankah Yerusalem, Hitthin, Ain Jalut, Askolan, Akka dan tempat kekalahan para penjajah negri Palestina masih ada? Bukankah berita akhir zaman, juga menempatkan tanah-tanah Palestina menjadi tempat kekalahan Dajjal?

Sebuah kaum atau peradaban yang akan hancur pasti berambisi untuk menjajah tanah Palestina. Bukankah gereja hancur mendominasi Eropa setelah menjajah Palestina? Bukankah Persia dan Romawi hancur setelah menjajah Palestina? Saat Muslimin tak peduli dengan Palestina maka umatnya menjadi yang terlemah. Tanah Palestina diberkahi Allah, siapa yang membela akan diberkahi. Siapa yang menghancurkan, akan dihancurkan Allah.

Tauhid dan Jiwa Bebas Buya Hamka berkata dalam bukunya Pelajaran Agama Islam saat membahas Tauhid dan Jiwa Bebas, "Tuan bol...

Tauhid dan Jiwa Bebas


Buya Hamka berkata dalam bukunya Pelajaran Agama Islam saat membahas Tauhid dan Jiwa Bebas, "Tuan boleh menyiksa saya, memaksa saya! Kekuatan senjata Tuan dapat menembus dada saya, tetapi Tuan tidak dapat merampas dan menekan kepercayaan saya."

Buya Hamka melanjutkan, "Tempat takut saya hanya Allah SWT. Tempat saya berlindung, meminta tolong, tempat bertawakal, hanya Dia. Inilah inti sari ajaran Muhammad Rasulullah saw."

Telah lama manusia diajar sari kebebasan hidup. Tatkala diktator Namrudz, datanglah Ibrahim a.s.. Dipuncak kemegahan Firaun datanglah Musa a.s.. Dipuncak kekuasaan Romawi dan keingkaran Yahudi datanglah Isa a.s..

Jiwa yang bebas dari ketakutan kekurangan harta dan kemiskinan adalah seperti Rasulullah saw. Rasulullah saw mendapatkan kambing sepadang sebagai hadiah. Diterimanya di permulaan waktu Ashar. Sebelum Magrib masuk, kambing itu telah habis dibagi-bagikannya.

Rasulullah saw amat senang melihat Sahabatnya yang miskin membawa kambing itu masing-masing ke rumahnya. Sehingga, Rasulullah saw lupa menyediakan makanan di rumahnya sendiri.

Jiwa Rasulullah saw merdeka dari rasa takut saat perang Uhud, Rasulullah saw tak sedikitpun takut saat musuh telah sampai ke tempat dia mengomandokan tentaranya, sampai ketopong  penutup mukanya pecah dan sebagian pecahan itu masuk ke dalam pipinya sehingga perlu dikeluarkan dan ditarik dengan gigi.

Rasulullah saw pun merdeka dari sikap membalas dendam karena tergila-gila akan kemenangan. Saat pembebasan Mekah, negri yang telah mengusirnya selama 10 tahun, tidak ada yang berani melawannya. Dengan mengendarai untanya, ditekurkannya kepalanya di atas kuduk untanya karena tawadhu. Lalu, memaafkan seluruh penduduk Mekah.

Sumber:
Buya Hamka, Pelajaran Agama Islam, GIP

Kemenangan Palestina Menurut Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi, ulama dunia ke...

Kemenangan Palestina Menurut Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi


Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi, ulama dunia kelahiran India, dalam sebuah ceramahnya pada Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengatakan, "Solusi satu-satunya untuk permasalahan Palestina ialah memunculkan Shalahuddin di atas panggung permasalahan Palestina. Yaitu, datangkan Shalahuddin dalam panggung jihad Islam untuk kedua kalinya dengan mengobarkan kembali perang Hitthin atau seumpama Hitthin."

"Rahasia kemenangan Shalahuddin hanya, bahwa dia seorang Muslim, Mukmin, pengikut Muhammad yang tak kenal selain bahasa Al-Qur'an. Tak kenal selain bahasa iman. Tak kenal selain bahasa kelembutan. Muslimin selalu dan senantiasa begitu."

"Sesungguhnya Muslimin sampai saat ini, sekalipun materi merasuki dan pendidikan kontemporer telah menanamkan pengaruh kuat, Muslimin masih memegang bahasa Al-Qur'an. Muslimin di Timur dan Barat, sekalipun bahasanya beranekaragam, sekalipun kecerdasannya tinggi, sekalipun kejeniusannya menakjubkan, mereka tetap memegang bahasa Rasulullah saw."

"Muslimin meyakini Muhammad saw sebagai Nabi yang abadi. Sebagai pengangkat ilmu jihad yang suci. Sesungguhnya mereka tak paham selain bahasa Al-Qur'an. Maka, berbicaralah kepada Muslimin dengan bahasa Al-Qur'an."

"Jangan berbicara dengan bahasa politik, berikan kesan kelembutan, dan keyakinan akan jihad, dengan harapan mendapatkan mati syahid, Muslimin senantiasa memahami bahasa ini. Rahasia penguasaan Shalahuddin terhadap jiwa dan hati, karena dia paham rahasia ini."

"Muslimin tidak akan terdorong kecuali karena motif jihad. Berkumpul di bawah panji keimanan sebagai panglima, tokoh, beragam bangsa dan mampu menyatukan dunia Islam yang terkoyak, tercerai berai dan terpisah pisah. Bagaimana sanggup menyatukan dunia yang besar ini dengan keberagaman unsurnya, dengan keberagaman kebudayaannya, keberagaman madzhab fiqihnya? Bagaimana menyatukan dunia Islam di zaman yang gelap dan sulit ini di bawah panji Muhammad saw?"

"Hati-hati orang beriman yang lurus tak mengenal bahasa politik, tak mengenal formalitas etika, mereka hanya mengenal kelembutan, mereka hanya mengenal bahasa Al-Qur'an. Muslimin memiliki kekayaan yang tak dimiliki oleh Amerika, tak dimiliki Rusia, itulah kekayaan iman. Itulah kekayaan iman yang mengalir deras. Kekayaan ini sesungguhnya ada, tetapi butuh dibangkitkan, butuh digerakkan."

Sumber:
Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, Shalahuddin Al-Ayubi, Pustaka Al-Kautsar

Ratu Antokia, Agen Rahasia Shalahuddin Al-Ayyubi di Tubuh Tentara Salib Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Gerakan intelejen dalam sebu...

Ratu Antokia, Agen Rahasia Shalahuddin Al-Ayyubi di Tubuh Tentara Salib

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Gerakan intelejen dalam sebuah pertempuran merupakan sesuatu yang sangat strategis dalam meraih kemenangan militer. Di perang Salib, Shalahuddin Al-Ayubi membangun agen mata-mata yang handal, tidak saja dari Muslimin tetapi juga dari para Tentara Salib sendiri.

Agen rahasia Shalahuddin Al-Ayubi yang berasal dari tentara salib, tidak saja dari tentara biasa, tetapi ada juga yang berasal kalangan dekat atau ring satu para penguasa kerajaan yang didirikan oleh tentara salib pada Perang Salib I setelah menguasai Baitul Maqdis Palestina. Mengapa musuh bisa menjadi kawan?

Keberhasilan Shalahuddin Al-Ayubi memenangkan Perang Hitthin, yang menyebabkan Baitul Maqdis bisa direbut kembali, salah satunya buah operasi intelejen. Dimana Shalahuddin Al-Ayubi mengadakan kontak rahasia dengan istri penguasa Antokia, raja Bohemond III. Dia menginformasikan tentang langkah-langkah militer tentara salib dan agenda perangnya.

Ibnu Atsir berkata, "Ratu Antokia berkirim surat kepada Shalahuddin Al-Ayubi, memberikan petunjuk dan memberikan informasi yang susah ditembus oleh Shalahuddin." Ibnu Syamah berkata, "Ratu Antokia merupakan loyalis Shalahuddin, ia menjadi mata Shalahuddin untuk melihat musuh, menunjuki, menasehati dan membongkar rahasia tentara salibis."

Keterkaitan Shalahuddin dengan Ratu Antokia ini, menyebabkan lahirnya sebuah roman di Prancis pada abad ke-14 M menyebutkan, Saladin pernah jatuh cinta dengan Lady Sibylla, istri Pangeran Antiokhia Bohemond III. Padahal, tidak ada bukti Shalahuddin pernah benar-benar bertemu wanita ini walaupun setidaknya ada kontak secara tidak langsung.

Mengapa sang Ratu Antokia rela membantu Shalahuddin? Akhlak pasukan Muslimin dalam menepati perjanjian dengan kerajaan Antokia. Dalam buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern, pada 1151 M Nurudin Zanki, sang guru Shalahuddin, berhasil menaklukan kota Edessa. Penguasa Edessa dan Antokia berhasil disandera. Akhirnya, mereka dibebaskan setelah memberikan tebusan. 

Dalam buku The Crusades through Arab Eyes, Amin Maalouf, menjelaskan, Shalahuddin menaruh hormat kepada lawan sekalipun. Pernah suatu ketika, dalam masa damai, sejumlah bangsawan Kristen dari Antokia mendatanginya untuk meminta kembali daerah yang direbut Muslimin empat tahun sebelumnya. Permintaan itu kemudian dikabulkan Shalahuddin.

Akhlak yang luar biasanya inilah yang membuat Ratu Antokia tertarik menjadi bagian kemenangan Muslimin pada perang Hitthin. 

Mimpi dan Firasat Kelahiran Shalahuddin Al-Ayubi  Di sebuah kota tua, di antara Baghdad-Irak dan Mosul-Syam, terdapat sebuah ben...

Mimpi dan Firasat Kelahiran Shalahuddin Al-Ayubi 


Di sebuah kota tua, di antara Baghdad-Irak dan Mosul-Syam, terdapat sebuah benteng  yang terletak di atas batu karang besar. Benteng ini berada di ujung kota yang menghadap ke sungai Dajlah atau Tigris. Benteng ini bernama Benteng Tikrit.

Benteng Tikrit dibangun oleh bangsa Persia sejak zaman dulu untuk menyimpan kekayaan, sekaligus sebagai menara pengintai musuh. Benteng ini berhasil direbut oleh kaum Muslimin pada tahun ke-6 Hijriyah di masa Khalifah Umar bin Khatab.

Saat itu Bani Seljuk sedang berkuasa, dengan sultannya Muhammad Malik Sah. Benteng Tikrit berada di wilayah kekuasaan Bani Seljuk di bawah provinsi Baghdad. Saat itu, kaum Muslimin mengalami kondisi yang kritis. Para penguasanya saling bertikai memperebutkan kekuasaan. Sedangkan Masjidil Aqsha di Palestina di kuasai Tentara Salib, gabungan penguasa Eropa.

Dalam suasana kritis tersebut, di tahun 532 Hijriyah (1137 M), di Benteng Tikrit, ada seorang wanita muda sedang mengandung. Saat gadis, dia berdoa kepada Allah, agar dari rahimnya lahir pembebas Palestina. Sang suaminya, saat perjaka, juga berdoa agar keturunannya menjadi sosok pembebas Palestina. Akhirnya, Allah menjodohkannya.

Pada suatu malam, wanita yang hamil tersebut bermimpi, ada sosok yang mendatangi dalam mimpinya. Sosok itu berkata, "Di dalam perutmu ini ada salah satu pedang Allah." Wanita tersebut terbangun. Memikirkan makna mimpi tersebut tentang jabang bayinya yang dijuluki pedang Allah.

Hari berbahagia pun tiba. Sang bayi pun lahir. Namun apa yang terjadi? Beberapa hari setelah kelahiranya, ada perintah dari penguasa Baghdad untuk segera meninggalkan benteng sesegera mungkin. Bila tidak, seluruh anggota keluarga tersebut bisa dibunuh oleh komandan benteng.

Hanya berbekal ala kadarnya, mereka mengendap secara rahasia keluar benteng di malam hari. Namun tangisan sang bayi sangat kencang sehingga sangat membahayakan bila diketahui oleh komandan benteng. Sang ayah bermaksud membunuh bayi tersebut. Namun dicegah oleh pengikutnya.

Sang pengikut berkata, "Apa dosa sang bayi? Bukankah yang terjadi pada kita merupakan ketentuan dari Allah? Siapa tahu kelak, bayi ini justru yang akan menjadi penguasa yang disegani dan memiliki kedudukan terhormat. Semoga Allah menjadikan untuknya suatu kedudukan."

Ayah bayi tersebut tersadar, dia tidak jadi membunuh bayi tersebut. Kelak bayi tersebut benar-benar menjadi pedang Allah, sang Pembebas Baitul Maqdis, yang bernama Shalahuddin Al-Ayubi. Mimpi sang ibu dan firasat pengikut ayahnya menjadi kenyataan.

Sumber:
Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, Shalahuddin Al-Ayubi, Pustaka Al-Kautsar

Di Lingkaran Majlis Ilmu Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mencari ilmu atau meraih keberkahan ilmu? Apakah ilmu itu hanya kumpulan pe...

Di Lingkaran Majlis Ilmu

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Mencari ilmu atau meraih keberkahan ilmu? Apakah ilmu itu hanya kumpulan pengetahuan? Keluasan wawasan? Mengapa ada yang ilmunya sangat luas, tetapi sedikit manfaatnya?  Mengapa ada yang ilmunya sedikit, tetapi manfaatnya luas?

Ilmunya sangat luas, hasilnya hanya debat kusir tiada henti. Ilmunya hanya untuk merendahkan dan mematahkan ilmu  orang lain. Ilmunya hanya untuk membangun kebanggaan atas dirinya. Agar orang-orang berbondong-bondong mendatangi dirinya. Apakah seperti ini tujuan ilmu?

Apakah belajar itu harus kepada yang ilmunya lebih luas dan lebih baik? Kepada yang populer? Yang referensi dan literasinya lebih mumpuni? Bukankah sangat banyak, penduduk langit yang tidak dikenal di bumi?

Apakah harus belajar kepada yang referensi buku dan kitabnya sangat banyak? Apakah sumber ilmu itu hanya dari kumpulan buku referensi? Bukankah ilmu itu bersemayam di hati bukan dikumpulkan bacaan dan referensi?

Buya Hamka justru menemukan kekaguman pada gurunya Sutan Mansur. Sang guru hanya membawa Al-Qur'an serta indeks ayat Al-Qur'an kemana pun ia pergi. Namun ilmu hikmahnya melampui ketua umum Muhammadiyah saat itu.

Samudera ilmu itu berawal dari ketundukan hati, maka duduklah di majlis ilmu walapun majlis tersebut kering dengan ilmu. Sebab yang dididik hatinya terlebih dahulu. Adakah kerendahan hati? Di majlis ilmu apa pun, bukankah malaikat akan mengelilinginya? Menurunkan berkah kepada yang duduk bersamanya?

Bila masih meremehkan majlis ilmu yang dianggap kering dan dangkal ilmunya, bertanda masih ada kesombongan. Keberkahan ilmu tidak akan dirasakan pada yang sombong, walaupun ilmunya seluas langit dan bumi. Ilmu bisa dicari di media sosial, video, buku dan paper hasil penelitian. Namun keberkahan ilmu hanya didapatkan di lingkaran majlis ilmu.

Bisa jadi sang guru ilmunya sangat terbatas, namun doanya mustajab di sisi Allah. Sehingga dengan doanya, Allah melimpahkan ilmu yang luar biasa, melampaui mereka yang hanya mengandalkan buku, referensi dan literasi yang luas.

Agar Meyakini Pertemuan Dengan-Nya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Alam semesta diciptakan agar manusia meyakini dan mengokohkan dir...

Agar Meyakini Pertemuan Dengan-Nya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Alam semesta diciptakan agar manusia meyakini dan mengokohkan diri akan pertemuannya dengan Allah. Bukankah semakin banyak ilmuwan yang meyakini kehancuran alam semesta? Bukankah semakin berlimpah beragam model kemungkinan kehancuran alam semesta?

Alam semesta seperti raga manusia, tumbuhan dan binatang. Bukankah semuanya tua? Bukankah sangat banyak kemungkinan untuk sakit? Bukankah sangat tak terhitung dan tak terduga penyebab kematiannya?

Peradaban Yunani, Romawi dan Persia sudah hancur. Tak muncul lagi. Banyak kaum dan suku bangsa yang tak ada jejaknya lagi. Banyak perusahaan yang bangkrut, tak bangkit lagi. Banyak negara-negara yang hilang dari peta bumi.

Kemana kaum Nabi Hud, Syuaib, Shaleh dan Luth? Kemana Firaun dan Namrudz? Semuanya terkubur. Allah menyisakan jejak perjalanan mereka agar paham semua yang dibangun sehebat dan sekuat apa pun akan musnah.

Allah memendekan usia manusia di akhir zaman, agar berita kematian selalu mengingat. Fenomena gempa dan gunung meletus. Perkembangan jenis penyakit yang semakin banyak dan penyebaran cepat. Iklim yang anomali yang efeknya terhadap suhu, permukaan laut, bencana dan ketersediaan pangan. Apakah tak menyadarkan pertemuannya dengan Allah?

Mengapa Rasulullah saw banyak memberikan berita tentang huru hara Hari Kiamat, baik yang kecil maupun yang besar? Mengapa tanda-tandanya dimunculkan secara bertahap dan berkesinambungan? Agar suasana kesadaran kejiwaan pertemuan dengan Allah terjaga.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, terus mengepung manusia dengan fakta, data dan peristiwa di sekitar dan dekat  untuk bisa menangkap kepastian dan kebenaran akan pertemuan dengan Allah melalui panca indra, akal dan hatinya.

Penyebab Muslimin Berjihad Bersama Shalahuddin Al-Ayubi Karakter Shalahuddin Al-Ayubi membuat banyak orang menjadi bagiannya. Be...

Penyebab Muslimin Berjihad Bersama Shalahuddin Al-Ayubi


Karakter Shalahuddin Al-Ayubi membuat banyak orang menjadi bagiannya. Berhimpun bersamanya. Sebab, Shalahuddin sangat dermawan dalam urusan harta. Dia memberikan banyak hadiah dan hibah kepada pengikutnya, delegasi yang datang, orang-orang yang mau tunduk kepadanya.

Dia bersikap toleran kepada seluruh rakyatnya dengan memaafkan hutang-hutang pajak, menghapuskan berbagai pungutan dan pemerasan, selain retribusi yang sah menurut syariat. Tujuannya, menarik hati semua orang ke barisannya dan membungkam para musuhnya.

Saat terjadi pertempuran dengan penguasa dan pasukan muslim yang tidak mendukung gerakan front Islam melawan tentara salib, ia tidak mengijinkan untuk mengejarnya, tidak membunuh mereka yang terluka, tidak menjadikannya sebagai tawanan. Terkadang toleran kepada musuhnya, semoga kelak menjadi sekutu.

Shalahuddin memiliki keimanan yang mendalam. Tidak hanya tekun beribadah, tetapi juga sangat bersemangat dalam jihad. Ia meyakini bahwa jihad merupakan kewajiban baginya dan bagi yang lainnya, sehingga dia berusaha membawa mereka terlibat dalam jihad.

Shalahuddin membiarkan para pejabat, komandan, orang terdekat, serta kawannya untuk menduduki jabatan mereka. Dia tidak berambisi pada jabatan tersebut karena yang dibutuhkan adalah kekuatan militer untuk tujuan tertinggi.

Dihadapan gurunya, Shalahuddin menampakkan dirinya sosok yang kuat yang memiliki mentalitas tangguh untuk mewujudkan prinsip-prinsip yang dijalankan gurunya, Nurudin Zanky dan Imaduddin Zanki.

Shalahuddin memposisikan khalifah Abbasiyah sebagai sumber otoritas spiritual yang sah bagi Muslimin. Secara berkala mengirimkan surat ke khalifah untuk menginformasikan beragam situasi. Ini penegasan bahwa kekuatan Muslimin hanya akan terbentuk atas dasar keakraban, komitmen untuk melindungi agama, aqidah dan menolak para aggresor.

Shalahuddin mengabaikan ragam penyakit yang deritanya. Fokusnya, hanya berjihad, sehingga membuatnya lupa akan ragam rasa sakit dan melupakan semua derita fisik.

Sumber:
Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, Shalahuddin Al-Ayubi, Pustaka Al-Kautsar

Tak Butuh Ibadah Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apakah Allah butuh ketaatan manusia? Perhatikan ibadah yang diwajibkan, han...

Tak Butuh Ibadah Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apakah Allah butuh ketaatan manusia? Perhatikan ibadah yang diwajibkan, hanya shalat, zakat, puasa, dan haji saja. Itu pun masih ada keringanan dan pembebasan dalam situasi tertentu.

Bersyahadat yang diwajibkan hanya untuk mereka yang masuk Islam saja. Tidak ada kewajiban lain saat peralihan menjadi muslim. Dosa dan kesalahan masa lalu dihapuskan tanpa syarat apapun. Tanpa penembusan dosa apa pun. Seolah-olah Allah hendak berkata tak menambah keagungan Allah dengan keislaman seseorang.

Shalat hanya 5 waktu dalam sehari. Waktunya pun di saat lengang bukan super sibuk. Yang dibutuhkannya pun hanya beberapa menit saja.  Manusia tak diharuskan menguras waktunya untuk senantiasa shalat. Seolah-olah Allah hendak berkata tidak butuh waktu manusia.

Zakat umumnya hanya 2,5 persen. Dibayarkan setahun sekali. 97,5 persennya untuk manusia. Seolah-olah Allah hendak berkata tidak butuh harta manusia. Namun tetap dilakukan untuk membersihkan manusia dari cinta dunia.

Berpuasa hanya sebulan dalam setahun. Itupun ada sahur dan buka. Itupun masih dibebaskan bila memenuhi kondisi tertentu. Seolah-olah Allah hendak berkata tidak butuh puasa manusia.

Berhaji hanya sekali dalam seumur hidup. Itupun bagi yang mampu. Seolah-olah Allah hendak berkata tidak butuh kunjungan manusia. Ibadah itu sangat mudah dan ringan untuk menunjukkan ketidakbutuhan Allah pada manusia.

Mengapa yang tidak melaksanakan ibadah wajib tidak langsung diazab di dunia? Karena Allah tidak butuh ibadah. Allah menunda azab dan siksaan-Nya karena tak butuh kebaikan dan ibadah manusia.

Perjalanan Hidup Mukmin Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Al-Qur'an itu nyata, bahkan lebih nyata dari apa yang bisa dilihat. Al-Q...

Perjalanan Hidup Mukmin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Al-Qur'an itu nyata, bahkan lebih nyata dari apa yang bisa dilihat. Al-Qur'an itu ilmu dan kehendak-Nya, semuanya pasti terwujud. Tidak ada yang remang-remang di kehidupan ini bagi mukmin.

Mukmin melangkah dengan keoptimisan yang melampui keoptimisan manusia yang paling optimis. Konsisten dan berkomitmen dengan semua yang difirmankan Allah dan disunahkan Rasulullah saw. Sebab, semua itu kepastian dan pasti terwujud.

Keyakinan mukmin bukan berdasarkan data, informasi dan berita. Bukan berdasarkan survei, riset dan publikasi lembaga terpercaya. Tetapi berdasarkan janji-janji Allah dan Nubuwah Rasulullah saw.

Kekonsistenan dan keteguhan perjalanan mukmin bukan karena prediksi dan ramalan keberhasilan. Bukan karena obsesi yang ingin diraihnya. Bukan karena dukungan kekuatan dan sumberdaya yang menopangnya. Tetapi karena anjuran Allah dan Rasulullah saw.

Mukmin berjalan sesuai dengan goresan di Lauhul Mahfudz. Seusai hukum alam semesta. Sesuai dengan hukum keimanan. Dengan perjalanan ini lautan dapat disebrangi dan gunung pun dapat ditundukkan walaupun dengan minimnya perbekalan.

Mukmin berjalan sesuai panduan yang pasti akan diraihnya. Tak ada keraguan akan keberhasilan. Tak ada yang bisa menggagalkannya, walaupun seluruh manusia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghalangi, menggagalkan dan menghancurkannya.

Dengan keyakinan inilah Romawi, Persia, Andalusia dan belahan dunia dapat dibebaskan. Pasukan terkuat Salib gabungan negara Eropa dan Mongol bisa diruntuhkan. Mengapa mukminin sekarang lemah? Karena menanggalkan dan membuang pondasi kekuatannya. Namun sibuk dengan kesenangan, hawa nafsu dan kekuatan palsu yang melemahkan dirinya sendiri.

Istidraj dan Kehancuran Dari Tepian  Penjajah Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Pengadilan Internasional telah memutuskan pena...

Istidraj dan Kehancuran Dari Tepian  Penjajah Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Pengadilan Internasional telah memutuskan penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant. Walaupun keputusan ini tidak berpengaruh terhadap agresi di Gaza. Walaupun kelak tidak ada yang menangkap mereka, namun ini merupakan pukulan telak yang luar biasa.

Selama ini, semua media pemberitaan baik kantor berita ataupun opini di media sosial selalu membenarkan apapun yang dilakukan oleh penjajah Israel dengan dalih mempertahankan diri maupun perang terhadap gerakan antisemit. Sekarang, keputusan bahwa  penjajah Israel adalah pelaku genosida sudah membuyarkan opini yang telah dibangun.

Negara-negara yang menjalin kerjasama dengan penjajah Israel bisa jadi harus menahan diri. Bagaimana bisa bekerjasama dengan pelaku genosida? Bagaimana pelanggar hak asasi manusia terburuk di muka bumi duduk bersanding dengan masyarakat internasional? Opini internasional yang akan memojokkannya.

Bagaimana dengan internal perpolitikan di penjajah Israel sendiri? Menambah deligitiimasi pemerintahan Netanyahu dan Kabinet Perangnya. Pada sisi lain, sesumbar menghancurkan Hamas dan penyelamatan sandera tidak juga tercapai. Bahkan, membawa penjajah Israel menjadi terkucil.

Beberapa negara sudah memutuskan hubungan diplomasinya. Beberapa universitas di Amerika dan Eropa sudah mulai memutuskan divestasi dan yang berkaitan dengan pendidikan dan riset yang berkaitan dengan perusahaan dan pusat penelitiannya.

Perlawanan di Irak, Suriah, dan Yaman seolah mendapatkan dukungan moral dan energi untuk semakin menekan penjajah Israel di daerah pendudukannya. Apa yang dilakukan seolah dibenarkan. Mengeluarkan penjajah Israel dari ajang internasional semakin mendapatkan dukungan.

Al-Qur'an menjelaskan proses kehancuran kezaliman. Yaitu, istidraj dan dilemahkan dari tepiannya. Merasa menang dengan menghancurkan Gaza padahal itulah yang menghancurkan dirinya. Merasa dirinya tetap kuat dengan dukung Amerika dan sekutunya. Padahal dunia internasional sudah mulai menghancurkannya. Itulah Maha Lembu-Nya Allah.

Strategi Shalahuddin Al-Ayubi Menyatukan Kekuatan Muslimin Bani Seljuk berseteru. Anak dan kerabat berperang di antara mereka se...

Strategi Shalahuddin Al-Ayubi Menyatukan Kekuatan Muslimin


Bani Seljuk berseteru. Anak dan kerabat berperang di antara mereka sendiri. Akhirnya, Bani Seljuk terpecah di Timur dan Barat. Setelah itu, mereka bertempur lagi, sehingga masing-masing hanya menguasai kota. Setelah itu mereka bertempur kembali antar kota hingga meminta bantuan kepada Pasukan Salib. Oleh sebab itu, pasukan Salib dengan mudah menguasai kekuasaan mereka. Hingga, Baitul Maqdis dikuasainya.

Banyak ulama dan panglima perang yang mencoba membangkitkan semangat jihad melawan pasukan Salib. Namun, ditubuh muslimin hanya berperang hanya untuk merebut kekuasaan dan kekayaan saja. Hingga lahir Shalahuddin Al-Ayubi yang menggelorakan jihad bersama gurunya Nurudin Zanky. Selama 12 tahun, Shalahuddin menyatukan front Islam di Mesir dan Syam. Bagaimana caranya?

Dengan sangat terpaksa, Shalahuddin berperang dengan sesama penguasa Muslimin yang orientasinya hanya kekuasaan dan kekayaan hingga mereka terkalahkan. Mereka disadarkan untuk bersatu menggelora jihad melawan tentara Salib. Selain perang, apalagi yang dilakukannya?

Penguasa dan prajurit yang menyerah tanpa melalui peperangan diberikan jaminan keamanan. Syaratnya, harus bersatu melawan musuh dari luar.

Menyebarkan selebaran melalui lontaran anak panah ke dalam benteng yang enggan menyerah. Isi selebarannya, himbauan kepada warga benteng agar menyerah. Ini dilakukan untuk menciptakan ketegangan psikologis di barisan lawan.

Bagi kota yang memiliki pertahankan kokoh. Shalahuddin bertekad tinggal menetap di dekat  kota itu. Ini efektif untuk membuat yang tinggal di dalam benteng tertekan lalu meminta jaminan keamanan. Sebab, kekuatan Shalahuddin cukup besar untuk bisa menguasai benteng kota tersebut.

Shalahuddin juga rela memberikan banyak uang dan hadiah kepada pejabat di benteng, agar mereka membukakan pintu benteng demi menghindari peperangan.

Shalahuddin juga menggunakan jalur-jalur politik, dengan menjalin persekutuan dengan sebagian pejabat musuh, untuk melemahkan kekuatan mereka dan mempercepat penyerahan.

Sumber:
Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, Shalahuddin Al-Ayubi, Pustaka Al-Kautsar

Mengapa Tanah Indonesia Dikuasai  Asing? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mengikuti training shalat khusyu di Shalat Center Bandung. ...

Mengapa Tanah Indonesia Dikuasai  Asing?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Mengikuti training shalat khusyu di Shalat Center Bandung. Saat acara tadabur alam, jalan kaki ke sebuah air terjun. Jalan menuju ke lokasi masih bebatuan. Rumah pun masih sangat jarang. Kontur tanahnya berbukit dan suasana cukup dingin.

Selama perjalanan terlihat banyak pohon cengkeh yang sangat besar. Ini sebuah tanda, cengkeh pernah menjadi sumber penghasilan utama. Kota Bandung pun terlihat dari perbukitan. Namun ada yang cukup memprihatinkan, apa itu?

Selama berjalan kaki, banyak tanah yang tak diolah dan terlantar. Pohon dan rerumputan dibiarkan tak terurus. Tak terlihat bekas cangkul yang dihentakan ke tanah. Padahal tak jauh dari tempat tersebut ada Kantor Dinas Perkebunan provinsi Jawa Barat. Bukankah fenomena yang paradoks?

Ada tanah yang cukup luas yang dipagari beton. Pagarnya pun banyak yang ambruk. Sepertinya dulu pernah dibangun perumahan, tetapi sepi peminat. Sekarang tanahnya pun tak terurus. Ada papan pengumuman yang menginformasikan bahwa tanah tersebut adalah tanah wakaf pertanian. Tetapi, tak terurus juga.

Dalam perjalanan ada rumah dan mushalla yang cukup memprihatinkan. Mushallanya diberi nama Tawakal. Dindingnya hanya terbuat dari lembaran GRC. Rumahnya pun seperti itu. Seorang ibu keluar dari rumah. Kondidi anak-anak terlihat cukup memprihatinkan. Mengapa pertanian identik dengan kemiskinan?

Tanah yang terlantar di pinggiran kota Bandung, itulah wajah Indonesia juga. Indonesia ditelantarkan oleh penghuninya sendiri.  Mengapa tak mensyukuri tanah yang subur dan iklim yang mendukung? Mengapa kolonial Belanda justru sangat serius mengelola tanah Indonesia?

Mengapa tanah Indonesia dikuasai asing? Lihatlah, tanah-tanah yang berada di sisi rumahnya pun ditelantarkan. Bagaimana Allah berkehendak mengamanahkan tanah yang sangat luas? Bagaimana Allah berkehendak menurunkan ilmu dan teknologi untuk mengelola tanah? 

Cara Mengelola Takdir Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Air bermanfaat bila diminum atau untuk keperluan harian. Buah-buahan...

Cara Mengelola Takdir Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Air bermanfaat bila diminum atau untuk keperluan harian. Buah-buahan bermanfaat bila dimakan. Minyak bumi bermanfaat bila digunakan untuk menggerakkan mesin. Bila dibiarkan, semuanya menjadi sampah.

Rumput bermanfaat ditangan ahli pertamanan. Rumput kering bermanfaat bagi para peternak sapi untuk makanan sapi. Rumput bermanfaat di musim kemarau untuk menjaga kelembaban tanah. Bagi yang tak paham, semuanya hanya sampah.

Al-Qur'an bermanfaat bagi yang membaca, mentadaburi dan mengamalkannya. Syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji, bermanfaat bagi yang menunaikannya. Kemanfaatannya seperti yang meminum air, terasa kesegaran dan nutrisi untuk menjalani aktivitas keseharian.

Takdir Allah ada yang sangat jelas, seperti syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji. Bila benar mengamalkan takdir-Nya yang jelas. Maka, akan benar pula dalam menjalani takdir-Nya yang masih dirahasiakan-Nya.

Syahadat adalah pondasi. Shalat adalah tiang. Puasa adalah perisai. Zakat adalah penghapus kesalahan. Bila ditunaikan dengan benar, maka dalam menjalani takdir yang masih dirahasiakan-Nya akan mudah. Seperti mereka yang makan dan minum, tidak akan lemah dalam menjalani rutinitas hariannya.

Mengapa manusia diliputi kekhawatiran dalam menjalani takdir? Mengapa salah mengelola takdir kehidupan, sehingga takdir kesenangan pun menjadi terpuruk? Karena tidak benar dalam memahami dan menjalani takdir-Nya yang dirangkum dalam Rukun Islam.

Takdir kehidupan menjadi pembekalan, pembangun, energi kekuatan, pendidikan, dan penghindar keburukan bila manusia benar menjalani takdir-Nya yang sangat jelas, yaitu Rukun Islam. Benar mengelola kehidupan? Semuanya berakhir dengan kebaikan?  Mulailah dengan benar dalam menjalani rukun Iman, Islam dan Ihsan.

Peran Muslimin Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apa tugas Muslimin di muka bumi? Apa yang diburu oleh Muslimin saat ini? Bila Muslimi...

Peran Muslimin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apa tugas Muslimin di muka bumi? Apa yang diburu oleh Muslimin saat ini? Bila Muslimin melakukan apa yang diburu oleh Kafirin, maka Muslimin seperti buih yang dimangsa oleh umat-umat lainnya. Muslimin dalam kondisi yang terlemah dan terpuruk. Bagaimana membangkitkannya?

Muslimin kuat dan hebat bukan dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber dayanya. Sebab, semuanya bukan sumber kekuatan, tetapi hanya salah satu unsur penopang kebangkitan. Pondasi kebangkitan Muslimin adalah menjalankan peran yang telah ditetapkan Allah.

Peran Muslimin adalah wakil Allah di muka bumi, menjalankan peran kekhalifahan dengan mengelola bumi dengan kehendak Allah, bukan kehendak dan persepsi manusia. Bukan, keinginan dan pikiran-pikiran manusia. Tetapi sesuai tuntunan Allah.

Muslimin tidak akan bangkit dengan mencontoh dan membebek peradaban buatan manusia. Sebab, peradaban manusia akan jatuh pada dua jurang, yaitu kesesatan dan kezaliman, kerusakan dan kehancuran.

Dengan akalnya, peradaban buatan manusia hanya akan sampai pada kelelahan dan kebingungan. Takkan pernah meraih yang dicita-citakan. Dianggap air kesejukan, padahal hanya panasnya padang pasir.

Akal tidak bisa bekerja dalam kegelapan. Dia butuh cahaya. Cahaya itu adalah bimbingan Allah. Akal tidak tahu benar dan salah. Tidak paham ukuran adil dan bijaksana bila tidak dibimbing oleh Allah.

Bila Muslimin mengikuti peradaban buatan manusia, maka akan berakhir menjadi sangat tragis. Menjadi budak peradaban lain. Mengapa? Sebagai hukuman atas tidak mengambil peran peradabannya.

Mekah dan Masjidil Aqsha Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Rakyat Palestina terus berjuang melawan penjajah Israel sejak 1948. Walaupu...

Mekah dan Masjidil Aqsha

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Rakyat Palestina terus berjuang melawan penjajah Israel sejak 1948. Walaupun sang penjajah didukung oleh para pemenang perang dunia. Sedangkan rakyat Palestina tak satu pun negara yang mendukung secara totalitas.

Yang ditunggu setiap hari adalah berita tentang rakyat Palestina. Yang dicari, buka,  dibaca dan dibagikan, terutama berita tentang Palestina. Mencintai negri yang diberkahi Allah,  semoga menjadi bukti kecintaan kepada Allah.

Di era Rasulullah saw, saat Mekah bergulat dengan kemusyrikan, Palestina bergelut dengan penjajahan Romawi. Rasulullah saw berjihad di Mekkah dan Madinah. Setelah tuntas di Hijaz, di era Umar bin Khatab, barulah para Sahabat berjihad membebaskan Palestina. Sekarang, bagaimanakah prosesnya?

Apakah Mekah dan Masjidil Aqsha selalu memiliki hubungan yang erat? Saat Masjidil Haram hanya memuat ritual simbolik Haji dan Umrah semata. Tak ada semangat pembebasan umat. Saat Hijaz hidup hedonis dengan membangun infrastruktur kesenangan, berarti Masjidil Aqsha pun terjajah oleh bangsa lain?

Di Hijaz, bendera Palestina dilarang. Yang membela Palestina ditangkapi. Saat ada jamaah Umrah yang membentang bendera Palestina, mereka ditangkapi. Apakah akan ada revolusi di Hijaz khususnya di Arab Saudi?

Kisah Imam Mahdi yang membebaskan Palestina bersama Nabi Isa yang diturunkan oleh Allah di Suriah, dimulai dari gerakan Imam Mahdi di Mekkah. Sejumlah pemuda melakukan baiat di depan Kabah. Setelah itu Imam Mahdi bergerak hingga membebaskan Palestina. Apakah menunggu ini? Bagaimana perjuangan rakyat Palestina sekarang?

Hanya Allah yang Tahu, yang pasti perjuangan melawan penjajah Israel harus terus dilakukan apapun kondisinya, bukan kalah atau menang. Bukan kehancuran dan kemelaratan, persolannya Muslimin bertanggungjawab menghancurkan kezaliman dari muka bumi berapapun harga yang harus dibayar.

Lukman Hakim Menyajikan Hati dan Lidah Kambing pada Majikannya Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengkisahkan Lukman Hakim dengan...

Lukman Hakim Menyajikan Hati dan Lidah Kambing pada Majikannya


Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengkisahkan Lukman Hakim dengan majikannya. Suatu hari sang majikan memerintahkan Lukman untuk menyembelih seekor kambing untuk dimakan.

Sang majikan juga memerintahkannya mengambil dua bagian daging kambing yang paling besar khasiatnya jika dimakan. Lukman pun memberikan potongan hati dan lidah. Lalu, dimasak dan dihidangkan.

Esok harinya, sang majikan memerintahkan memotong seekor kambing dan diminta untuk mengambil bagian daging kambing yang paling menjijikkan. Lukman hakim pun memberikan dan menyajikan hati dan lidah kepada majikannya.

Melihat demikian, sang majikan bertanya, "Bagaimana engkau Lukman? Kemarin saya minta daging kambing yang paling besar khasiatnya, lalu engkau membawakan lidah dan hati. Sekarang diminta yang paling menjijikkan, engkau bawakan lidah dan hati pula, apa maksudnya?"

Lukman menjawab, "Lidah dan hati memang bagian dalam tubuh manusia yang paling besar khasiatnya, apabila orang pandai menjaganya. Dan, keduanya pula akan mencelakakannya bila tidak bisa mengendalikannya."

"Hati dapat menimbulkan niat yang ikhlas dan dapat juga culas. Lidah dapat menuturkan kata yang penuh budi bahasa sesama manusia, dan dengan sebab lidah pula, perang pun bisa terjadi."

Lukman pernah menasihati anaknya, "Wahai anakku, butiran kata yang berisi hikmah dapat menjadikan orang miskin dimuliakan seperti raja. Bila sebuah  majelis, percakapannya soal ingat kepada Allah, duduklah di tempat tersebut. Bila pembicaraannya urusan dunia, maka tinggalkan majelis tersebut. 

Sumber:
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar jilid 7, GIP

Memahami Takdir Kesuksesan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Semua orang pasti meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Yang yang miskin, ya...

Memahami Takdir Kesuksesan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Semua orang pasti meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Yang yang miskin, yang tidak pintar, yang tidak sekolah, yang cacat, yang tak bisa bergaul, yang tak memiliki keterampilan dan sebagainya. Sebab, kebahagiaan dan kesuksesan itu pemberian Allah. Yang Allah kehendaki. Yang Allah tolong. Yang Allah kabulkan doanya.

Manusia sering meyakini jalan kesuksesan menurut manusia. Mengandalkan dirinya, kepintarannya, sekolahnya, modal finansialnya dan segal hal yang bersumber dari dirinya. Padahal, kesuksesan itu bila dikehendaki-Nya dan ditolong-Nya. Doa Nabi Sulaiman saat meminta kekayaan dan kekuasaan yang tak tertandingi ditutup dengan kalimat, "Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."

Nabi Sulaiman dan Nabi Daud yang kekayaan dan kekuasaannya tak tertandingi menyatakan bahwa seluruh yang diraihnya karena keutamaan dan kemuliaan dari Allah. Mengapa sekarang semua orang mengatakan hasil kepintaran dan kehebatan dirinya?

Segala yang ada di muka bumi ini karena pemberian Allah. Jadi tak butuh kehebatan diri? Syaratnya hanya, ikuti yang dikehendaki Allah. Maka, semua obsesi akan terrealisasi dengan sendirinya. Allah yang mewujudkannya, bukan jerih payah dan banting tulang kita. Sangat mudah bukan?.

Syarat sukses itu hanya, bersabarlah atas kehendak Allah, menegakkan shalat, berzakat dan balas seluruh kejahatan dengan kebaikan. Setelah itu, Allah yang akan mewujudkan obsesi kita. Setelah itu Allah yang memberikan syarat-syarat kesuksesan.

Syarat sukses itu hanya senantiasa beristighfar, tidak melampaui batas dalam setiap urusan, dan konsisten. Setelah itu berdatangan semua yang dibutuhkan untuk sukses.

Ketidaksuksesan karena tidak paham hukum kesuksesan yang telah digariskan Allah. Inilah penyebab, yang sukses itu sangat sedikit. Kekayaan itu hanya digenggam oleh segelintir orang. Padahal Allah memberikan kesempatan semua orang tanpa pandang bulu untuk sukses.

Konservasi Nanas di Kampungku Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Mencoba mengumpulkan bibit nanas dari kampungku untuk dibudidayakan di...

Konservasi Nanas di Kampungku

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Mencoba mengumpulkan bibit nanas dari kampungku untuk dibudidayakan di kebun Sukabumi. Semoga kelak menjadi sejarah seperti nanas madu Pemalang yang sebenarnya dari Bogor. Bagaimana Nanas Bogor sekarang jadi salah satu penggerak ekonomi di Pemalang?

Seorang kiyai dari Pemalang melakukan perjalanan wisata religi ke Bogor pada 1942. Pulangnya membawa oleh-oleh buah Nanas. Sampai di Pemalang, mahkotanya dibuang ke kebun. Ternyata tumbuh dengan baik. Semakin lama semakin banyak, lalu ditanam di lahan kritis agar tidak erosi.

Setelah ditanam, ternyata memiliki rasa yang berbeda dengan tempat asalnya, Bogor. Dengan perbedaan geografi, ternyata rasanya menjadi lebih manis dan lebih kering. Akhirnya,  diberi nama nanas Madu. Sekarang nanas yang dibawa oleh seorang kiyai telah menghidupi penduduk Pemalang dari generasi ke generasi.

Bagi saya, nanas memiliki sejarah tersendiri. Dahulu, di kampungku masih banyak kebun yang luas. Setiap di perbatasan kebun atau tepian jalan selalu ditanami nanas sehingga setiap jengkal tanah menjadi produktif.

Setiap pohon yang berbuah pun, selalu ditaruh tebangan pohon nanas di batangnya agar anak-anak tidak mencuri buahnya. Sehabis mengambil kayu bakar di kebun, seringkali kali mengambil daun muda nanas untuk dimakan agar tidak kelaparan.

Sekarang ada bagian kampungku yang akan terkena gusuran jalan tol. Di daerah gusuran tersebut banyak sekali penduduk yang menanam nanas. Anggap saja, memindahkan nanas ke Sukabumi sebagai upaya penyelamatan pohon nanas tersebut. Seperti penyelamatan yang dilakukan Nabi Nuh di saat banjir.

Menanam nanas di tebingan kebun di Sukabumi sebuah upaya agar tidak longsor tanahnya. Pada sisi lain, tanah menjadi lebih produktif karena bisa memanen nanas. Semakin beragam yang bisa dihasilkan dalam satu kebun.

Saat Kecanggihan Militer Jadi Kelemahannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel melakukan agresi ke Gaza, tetapi bingung ...

Saat Kecanggihan Militer Jadi Kelemahannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel melakukan agresi ke Gaza, tetapi bingung siapakah yang akan diperangi. Mereka tahu kelompok perjuangan rakyat Palestina, namun dimana dan siapa? Mereka tidak tahu. Pertempuran frontal saling berhadapan sangat jarang terjadi. Penjajah Israel bingung siapakah yang akan ditembak dan digempur.

Perlawanan rakyat Palestina tidak menyerang saat penjajah Israel siap siaga bertempur. Dibiarkan penjajah Israel bergerak bebas dengan infrastruktur tempurnya yang tercanggih. Bukankah hanya menguras energi para prajurit dan mesin perang saja?

Saat kebosanan dan kelelahan  datang. Mereka memarkirkan peralatan tempurnya. Prajurit penjajah Israel berlindung di gedung-gedung yang masih tersisa. Di saat inilah perlawanan rakyat Palestina menyerangnya. Di saat yang paling lemah dan lengah, barulah perlawanan rakyat Palestina menghabisinya.

Perhatikan bawaan tentara penjajah Israel? Ransel yang tinggi dan berat. Baju anti peluru dan senjata berat. Agar selamat, mereka mengikuti pun mengiringi buldoser dan tank. Bukankah menjadi mudah mendeteksi pergerakannya?

Khalid bin Walid menjadikan kecanggihan dan infrastruktur lengkap pasukan Persia menjadi kelemahan mereka, bukan kehebatannya. Khalid bin Walid terus bergerak tanpa henti. Pasukan Persia mengejarnya dengan membawa peralatan militernya. Mereka cepat lelah dengan beban-bebannya.

Saat pasukan Persia dipuncak kelelahannya, dengan peralatan tempur yang sederhana, pasukan Muslimin memporak porandakan Persia. Penjajah Israel hanya bisa memasuki wilayah Gaza saja, bukan berarti bisa menguasainya. Ini terjadi di Gaza Utara.

Karakter itu mengalir tanpa henti  pada sebuah kaum. Dalam catatan sejarah, kaum Yahudi tidak memiliki karakter daya tahan bertempur yang kuat, walaupun fasilitas militernya kuat. Lihatnya di era perang Rasulullah saw dan Thalut? Infrastruktur militer hanya bertujuan merusak fisik, namun tidak bisa menghancurkan jiwa dan mental bertempur mereka  yang berakidah.

Islam, Agama Bagi Yang Sibuk Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw diperuntukkan bagi yang sibuk, ...

Islam, Agama Bagi Yang Sibuk

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw diperuntukkan bagi yang sibuk, bukan pemalas. Bukan yang berdiam diri. Sebab setelah shalat diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi. Berjalan ke masjid. Menunaikan haji dan umrah. Bersilaturahim dan berukhuwah.

Perintah berdakwah dan berhijrah. Perintah berzakat dan bersedekah. Mencari rezeki, menuntut ilmu, dan berjihad merupakan aktivitas yang penuh dengan gerak. Bukankah Allah menyebutkan diri-Nya selalu sibuk?

Tak ada yang diam. Gunung yang dikira diam, ternyata bergerak. Langit ternyata terus meluas. Lautan diciptakan Allah agar manusia mudah bergerak. Angin dan udara, agar burung dan pesawat bisa mengembara di angkasa.

Shalat bisa dilakukan di perjalanan, di atas hewan tunggangan dan kendaraan. Bisa sambil duduk selama perjalanan. Bisa diringkas dan digabung selama perjalanan. Bisa berwudhu dan menghilangkan hadas dengan batu, debu dan daun, bahkan dengan bersepatu sekalipun.

Berdzikir bisa sambil berdiri, duduk dan berbaring. Boleh tidak berpuasa bila dalam perjalanan. Sedekah dan berzakat bisa diberikan kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan.

Ada doa saat berangkat da pulang ke rumah. Doa bila melewati sebuah kampung. Doa di waktu jalan menanjak dan menurunkan. Doa saat melihat pemandangan dan peristiwa alam lainnya.

Dalam kesibukan bisa teguh beribadah. Dalam ibadah tidak menganggu kesibukan. Itulah sebabnya, mengapa yang menyebarkan agama Islam di Nusantara adalah para pedagang bukan ulama? Bergelut dengan kesibukan dunia ternyata tak menjadikannya berhaluan sekular. Karena Islam diturunkan bagi mereka yang sibuk untuk menjaga stamina kesibukannya.

Awal, Segala Solusi Itu Berperang Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Siapa yang mencanangkan perang antar benua dan bintang? Siapakah y...

Awal, Segala Solusi Itu Berperang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Siapa yang mencanangkan perang antar benua dan bintang? Siapakah yang menjual perang antariksa? Siapakah yang mempopulerkan perang antar galaksi? Semuanya produksi Hollywood yang digenggam oleh Barat dan Yahudi.

Negara-negara berlomba ke bulan berawal untuk kepentingan militer untuk memenangkan pertempuran. Data intelejen beragam lawan untuk mengumpulkan data infrastruktur militer lawan. Adakah orientasi utamanya tentang kemanusiaan?

Barat dan Yahudi menghancurkan mindset perbedaan melalui filemnya bahwa para alien ruang angkasa untuk menguasai dan menghancurkan bumi. Oleh karena itu ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibangun hanya infrastruktur militer untuk bertempur.

Amerika membunuh dan menghabisi suku indian. Inggris membunuh dan menghabisi suku Aborigin. Barat datang ke sebuah daerah baru untuk merampas tanahnya, membunuh penghuninya, paling minimal menjadikannya budak. Buktinya, perbudakan yang telah hilang di era Islam, dihidupkan kembali oleh Barat di abad pertengahan.

Perang terbanyak sesama negara tetangga terjadi di Eropa dan Amerika. Pertumbuhan darah satu agama hanya berbeda aliran, terjadi di Eropa. Perbedaan ideologi yang melahirkan peperangan terjadi di Eropa. Penjajahan pun lahir di Eropa.

Mengapa perang hari ini tidak kunjung usai? Mengapa perdamaian tak kunjung terwujud? Karena yang menggengam peradaban saat ini mereka yang gemar berperang. Perang menjadi bisnis. Perang untuk menekan dan menguasai wilayah. Perang untuk menggerakkan sektor ekonomi, industri dan ilmu pengetahuan.

Mengapa penjajah Israel tak bisa ditekan agar tidak berperang? Sebab cara menyelesaikan persoalan antar negara oleh para negara adidaya pun hanya dengan cara berperang.

Daya Tempur Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Dapatkah penjajah Israel bertempur dalam perang yang berkepanjangan? Ket...

Daya Tempur Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Dapatkah penjajah Israel bertempur dalam perang yang berkepanjangan? Ketabahan rakyat Palestina ditegaskan dalam Al-Qur'an. Namun Al-Qur'an menjelaskan bahwa Yahudi terobsesi untuk hidup seribu tahun lagi dan yang paling mencintai atau loba terhadap dunia. Apa pengaruh sifat Yahudi ini terhadap jalannya pertempuran?

Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa kemenangan pertempuran ditentukan oleh kesabaran, keteguhan, menjauhi prilaku melampaui batas, beristighfar dan memohon pertolongan Allah. Sebab, pemenang perang itu bukan siapa yang paling hebat melakukan kerusakan dan kerugian pada lawannya, tetapi pada ketahanan bertempur dalam situasi apa pun.

Ketahanan menanggung penderitaan. Kecepatan pulih kembali dan berkoordinasi membangun kekuatan yang tercabik-cabik. Keyakinan menang tanpa didukung sumber daya yang memadai. Inilah modal utama memenangkan pertempuran. Siapakah yang memiliki sifat ini? Hanya ada di rakyat Palestina.

Pasukan penjajah Israel yang balik dari medan perang, kebanyakan mengalami tekanan mental. Berarti butuh waktu lama untuk memulihkan kemampuan bertempurnya. Serangan drone penjajah Israel ke Gaza, 40 persennya dihancurkan oleh prajuritnya sendiri, karena ketakutan bahwa drone tersebut merupakan miliki perlawanan Palestina yang akan membunuhnya.

500.000 pasukan cadangan penjajah Israel tidak efektif mendukung pertempuran, karena lamanya kemampuan pemulihan mental trauma bertempur. Pasukan cadangan lebih banyak yang "beristirahat", buktinya penjajah Israel harus memanggil prajurit veteran yang usianya di atas 40-an.

Persoalan penjajah Israel bukan pada infrastruktur militernya, tetapi pada jiwa bertempur pasukannya. Bukankah semakin banyak orangtua dari prajurit penjajah Israel yang menolak anaknya untuk bertempur di Gaza? Bukankah kehebatan persenjataan paling canggih pun ditentukan oleh kemampuan orang yang mengoperasikannya?

Ingin hidup seribu tahun lagi dan loba terhadap dunia yang disebutkan oleh Al-Qur'an akan menjadi faktor kekalahan utama penjajah Israel . Kekalahan kecil yang dialami, berpengaruh sangat signifikan pada kemampuan bertempur prajurit penjajah Israel.

Kisah Lautan Dalam Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Salah satu yang sering disebutkan dalam Al-Qur'an adalah lautan...

Kisah Lautan Dalam Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Salah satu yang sering disebutkan dalam Al-Qur'an adalah lautan. Dengan rahmat Allah, lautan bisa menjadi sarana transportasi yang dapat mengangkut beban yang sangat berat dibandingkan moda transportasi lainnya, namun dengan teknologi sederhana dibandingkan pesawat terbang. Dapatkan pesawat terbang dan kendaraan darat mengangkut ratusan ton?

Bumi terkoneksi dengan sangat mudah karena ada lautan. Ribuan tahun sebelum masehi, hubungan erat antar benua karena adanya transportasi laut. Manusia tak perlu membangun infrastruktur yang kompleks untuk menjangkau pelosok dunia. Kisah Nabi Nuh sebuah awal jejak manusia manfaatkan lautan (air) sebagai moda transportasi.

Lautan menjadi penyelamat bagi Nabi Musa. Lautan terbelah menjadi jalan bagi pengikut Nabi Musa. Firaun dan pasukannya bergerak tersendat dengan halangan yang ada di dasar laut, sehingga tak bisa mengejar Nabi Musa. Pelaku genosida terhadap Ashabul Ukhdud pun mati tenggelam di lautan.

Kisah Nabi Sulaiman membongkar harta karun yang ada di lautan. Di dasar lautan memuat banyak harta karun, sehingga Nabi Sulaiman memerintahkan jin untuk mengambil harta karun di dasar lautan. Inggris pernah dianggap menjadi adi daya dunia karena menguasai lautan.

Makhluk apa yang hidup di lautan? Sebesar apa makhluk yang hidup di lautan? Kisah Nabi Yunus berkisah tentang hewan laut yang sangat besar sehingga mampu menelan manusia. Tidak itu saja, lautan telah menjadi saran transportasi umum. Juga, bagaimana penanganan perdana bagi seseorang yang selamat dari tenggelam di lautan.

Kisah kedurhakaan Bani Israel juga terjadi di lautan. Mereka mengakali perintah Allah yang melarang mengambil ikan di lautan pada hari sabtu dengan cara memasang jaring di hari Jumat dan mengambilnya di hari Ahad.

Tidak itu saja, Al-Qur'an menjelaskan keajaiban dua lautan, dimana air tawar dan asin tidak menyatu, seperti ada dinding di antara keduanya. Juga menggambar malapetaka di lautan, sehingga tangan sendiripun tidak bisa terlihat.

Saat malapetaka terjadi, semuanya bertaubat dan meneguhkan keimanannya. Saat kembali ke daratan, semuanya kafir kembali. Allah pun menegaskan, keselamatan manusia di lautan karena Kehendak-Nya.

Nasib Ilmuwan, Bagai Katak Dalam Tempurung  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Para ilmuwan ruang angkasa dan astronot mengembara di an...

Nasib Ilmuwan, Bagai Katak Dalam Tempurung 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Para ilmuwan ruang angkasa dan astronot mengembara di antariksa dengan mengembangkan teknologi super canggih. Mereka menemukan ruang angkasa yang tak bertepi dan sangat banyak rahasia yang tak terpecahkan. Beragam benda-benda di ruang angkasa diberi nama sesuai yang pertama kali melihatnya atau membuat teorinya.


Mengirimkan satelit, robot hingga manusia, memprediksi apakah pernah ada kehidupan di luar bumi? Bisakah membuat kehidupan di planet lain? Bisakah menambang kekayaan planet lain?  Hingga bisakah berlibur ke luar angkasa?

Dengan riset ke luar angkasa, teori kehancuran di bumi pun menjadi sangat logis. Bukan itu saja, tetapi juga kehancuran alam semesta. Ternyata bumi itu hanya debu di alam semesta. Ternyata galaksi bima sakti hanya setitik debu pula di alam semesta.

Hasil risetnya hanya melahirkan teori ilmu pengetahuan, kelak teori ini pun akan terbantahkan dengan data yang baru. Seperti itulah pergumulan ilmu. Hasil riset hanya bagaimana bisa menjadi bisnis atau kekayaan?   Atau sekedar mercusuar kehebatan atas bangsa lain.

Mengapa riset yang semakin luas hanya berujung pada akhir yang sama? Ilmu pengetahuan saja. Gelar akademik seperti profesor?  Berakhir pada membangun bisnis dan kekayaan? Mengapa tidak sampai menyentuh pada kesadaran ketuhanan?

Bukankah riset ilmuwan ruang angkasa seperti menjalani babak kecil awal perjalanan Miraj Rasulullah saw? Mengapa tak sedikitpun yang diraih seperti yang diraih Rasulullah saw saat Miraj?

Itulah jalan sesat yang tak tahu tujuan sesuatu. Muslimin memang belum  meneliti fenomena ruang angkasa, namun hasil riset mereka dimanfaatkan untuk menafsirkan ayat Al-Qur'an tentang langit, meneguhkan keimanan kepada Allah dan kelak dimanfaatkan untuk membangun peradaban. Ilmuwan Barat hanya kelelahan membuka hakikat sesuatu. Lelah dalam kebingungan dan pertanyaan. Namun Muslimin yang memanfaatkannya. Sungguh kasihan para ilmuwan Barat?

Membandingkan Perang di Era Rasulullah saw dan Perang Gaza Oleh: Nasrulloh Baksolahar Di perang Uhud pasukan Muslimin porak pora...


Membandingkan Perang di Era Rasulullah saw dan Perang Gaza

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Di perang Uhud pasukan Muslimin porak poranda. Banyak Sahabat mulia yang syahid seperti Hamzah bin Abdul Muthalib. Tersiar berita bahwa Rasulullah saw terbunuh. Musyrikin Quraisy berhasil menjepit Rasulullah saw dan para Sahabat di celah gunung Uhud. Apakah ini sebuah kekalahan?

Di perang Uhud, tak ada yang diperoleh oleh Musyrikin Quraisy. Tak mendapatkan harta rampasan perang. Tak bisa menawan satu pun Muslimin. Bahkan, Rasulullah saw memerintahkan para Sahabatnya untuk mengejar pasukan Musyrikin agar terus terdesak menuju Mekah.

Musyrikin Quraisy hanya bisa memporakporandakan pasukan Muslimin sesaat saja, tetapi tak bisa mencapai target pertempuran untuk membunuh Rasulullah saw. Begitupun di perang Khandak, hanya bisa mengepung Madinah saja, tetapi tak bisa menguasainya.

Gaza terkepung oleh penjajah Israel. Seluruh infrastruktur Gaza luluh lantah. Rakyat Palestina yang syahid 35.000 orang, belum yang luka-luka dam terkubur di bangunan. Berapa kerugiannya? Namun ahli militer justru mengatakan bahwa yang kalah itu penjajah Israel?

Seperti dalam perang Mu'tah, 3 panglima perang Muslimin syahid karena 250.000 Romawi berhadapan dengan 15.000 Muslimin. Siapakah yang kuat menahan gempuran pasukan terhebat Romawi saat itu? Namun walaupun Muslimin tak bisa mengalahkan Romawi, dapat menahan pasukan adi daya Romawi saat itu merupakan sebuah kemenangan.

Perang Uhud, Khandak dan Mu'tah memang tidak seperti perang Badar yang berhasil melumatkan Musyrikin Quraisy. Bahkan bisa dikatakan Muslimin agak terpojok, namun tidak dikalahkan. Situasinya ini melemahkan mental bertarung Musyrikin Quraisy, Yahudi, Munafikin dan seluruh kabilah Arab. Ini kemenangan secara diplomasi bagi Muslimin.

Begitupun bagi rakyat Palestina, kemampuannya menahan agresi penjajah Israel selama 7 bulan merupakan sebuah kemenangan nyata. Karena bisa menekan penjajah Israel di forum dan diplomasi Internasional. Masyarakat internasional pun berhasil menekan sekutu terdekatnya Amerika, Inggris dan Jerman untuk memikirkan ulang bantuan militer.

Banyak negara yang mendukung kemerdekaan Palestina, menjadi anggota penuh di PBB, memutuskan hubungan diplomasi,  perdagangan dan pengiriman pasokan peralatan militer serta desakan internal agar PM penjajah Israel mengundurkan diri merupakan pukulan telak bagi penjajah Israel dan kemenangan bagi Palestina.

Penjajah Israel mengklaim bisa menguasai Gaza Utara dan Tengah hanya tinggal menguasai Gaza Selatan. Kenyataannya perlawanan rakyat Palestina masih kuat di Gaza Utara dan Tengah. Rakyat Palestina pun berduyun-duyun memasuki Gaza Utara dan Tengah. Jadi adakah kemenangan bagi penjajah Israel?

Saat Allah dan Malaikat Bershalawat Untuk Manusia Di surat Al-Ahzab ayat 43, Allah bershalawat kepada manusia. Bukankah ini mome...

Saat Allah dan Malaikat Bershalawat Untuk Manusia


Di surat Al-Ahzab ayat 43, Allah bershalawat kepada manusia. Bukankah ini momentum luar biasa? Mengapa Allah bershalawat kepada manusia? Sebab, seorang mukim yang banyak berzikir  dan senantiasa menyucikan Allah di waktu pagi dan petang.

Di Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan, menurut Imam Bukhari yang dimaksud dengan Allah bershalawat kepada hamba-Nya adalah pujian Allah terhadap hamba-hamba itu di hadapan malaikat. Ulama lain mengatakan, "Shalawat dari Allah kepada hamba-Nya ialah rahmat yang Allah turunkan."

Allah melimpahkan karunia kepada yang berdzikir karena hendak mengeluarkannya dari dalam gelap kepada yang terang. Dan Allah terhadap orang beriman adalah amat sangat Penyayang.

Buya Hamka mengatakan karunia Allah bukan semata berbentuk harta benda, emas dan perak, melainkan yang lebih tinggi dari benda. Yaitu, kemurnian jiwa dan kebersihan perjalanan hidup karena dapat perlindungan dari Allah swt.

Bila mendapatkan rezeki, rezekinya halal. Jika mendapatkan keturunan, keturunannya yang baik. Jika berumah tangga, rumah tangganya bahagia. Bila beristri atau suami, pasangannya shaleh dan shalehah.

Dikeluarkan dari kegelapan menuju terang benderang, artinya Allah akan memberikan dan membuka  jalan, ilham akan datang. Kalau wahyu tidak turun lagi, namun mubasysyirat akan datang juga, seperti yang Rasulullah saw jelaskan, dia akan diberi petunjuk oleh Allah dalam berbagai hal, mungkin juga di dalam mimpi.

Malaikat pun tak ketinggalan bershalawat untuk yang berdzikir berupa memohonkan ampun kepada yang beriman. Bukan saja untuk mereka, bahkan juga untuk ayah atau nenek moyang mereka, istri-istri mereka dan anak keturunan mereka yang shaleh.

Sumber:
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar jilid 7, GIP

Yang Diburu dan Dilakukan Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Yang diburu dalam hidup ini hanya maaf, ampunan dan rahmat Allah. ...

Yang Diburu dan Dilakukan Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Yang diburu dalam hidup ini hanya maaf, ampunan dan rahmat Allah. Adakah yang lebih berharga selain itu? Yang dilakukan dalam hidup ini hanya amal shaleh, sabar dan takwa. Adakah ikhtiar yang lebih hebat dari itu semua?

Pernak pernik perjalanan manusia dalam surat Al-Baqarah ditutup dengan permohonan maaf, ampunan dan rahmat Allah. Bukankah surat Al-Baqarah merupakan bimbingan dalam mengelola masyarakat, bisnis, perang dan negara? Bukankah surat Al-Baqarah diturunkan setelah Rasulullah saw di Madinah untuk membangun peradaban?

Dalam shalat, saat duduk di antara dua sujud, deretan utama yang diminta adalah maaf, ampunan dan rahmat Allah. Doa-doa yang dipanjatkan oleh para Nabi dan Rasul, paling banyak memuat permohonan maaf, ampunan dan rahmat Allah.

Doa-doa yang ditujukan bagi yang sudah wafat pun, agar dilimpahkan maaf, ampunan dan rahmat Allah. Bukankah Rasulullah saw pun masuk surga karena rahmat-Nya? Bukankah kebaikan di dunia dan akherat karena rahmat-Nya?

Bagaimana menjalani hidup ini? Bagaimana menjalani liku-liku hidup ini? Jangan pernah berhenti beramal kebaikan. Agar menjadi amal jariah. Agar menjadi tabungan. Apapun yang menimpa, teruslah berorientasi untuk membangun kebaikan.

Hidup ini berproses, tak tahu kapan sesuatu bisa diraih dan terwujud. Maka, dibutuhkan kesabaran. Membangun sesuatu tidak bisa langsung jadi. Sebab hanya Allah yang bisa, "Kun fayakun." Sabar sebuah kesadaran bahwa kita hanya seorang hamba.

Ingin beruntung? Bertakwalah. Jangan mengandalkan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki. Hidup melelahkan dan energi terkuras habis karena mengandalkan diri. Bertakwalah, maka jalan kemudahan terpampang luas.

Rakyat Palestina Akan Kembali ke Tanah Airnya? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Banyak rakyat Palestina terusir dan terus diusir dari...

Rakyat Palestina Akan Kembali ke Tanah Airnya?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Banyak rakyat Palestina terusir dan terus diusir dari tanah airnya sejak 1948. Saat penjajah Israel bersama Inggris dan Amerika menduduki negri Palestina. Rakyat Palestina menjadi pengungsi di sejumlah negara. Bagaimana nasib mereka? Bisakah kembali ke negrinya?

Nabi Yusuf terusir dari ayahnya di Palestina. Persengkongkolan saudara-saudaranya untuk membunuhnya. Mereka memasukannya ke sumur. Ternyata ada kafilah yang lewat, lalu menjadikannya budak di Mesir. Bukankah Nabi Yusuf kembali kepada ayahnya?

Nabi Musa terusir dari Mesir. Para penguasa mengejarnya untuk dibunuh. Nabi Musa mengungsi ke Madyan. Setelah 10 tahun kembali ke Mesir. Begitupun dengan Nabi Isa yang hidupnya dalam pengembaraan karena hendak dibunuh oleh sekelompok Israel.

Saat Rasulullah saw menerima wahyu, paman Siti Khadijah yang ahlul kitab, menyampaikan bahwa yang datang ke Rasulullah saw adalah Jibril seperti yang datang kepada Nabi Musa. Kelak, Rasulullah saw akan diusir dan dimusuhi oleh kaumnya, lalu kembali ke Mekah.

Takdir terusir, itulah takdir para Nabi dan Rasul. Rakyat Palestina mengalami takdir yang sama. Takdir Rakyat Palestina menghadapi kekejaman penjajah Israel yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Apakah rakyat Palestina bisa kembali ke tanah airnya?

Dalam surat Ibrahim ayat 13-14, Allah berfirman, "Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, 'Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negri kami." Lalu Allah mewahyukan kepada para Nabi, "Kami pasti akan membinasakan orang zalim itu. Dan, Kami pasti akan menempatkan kamu di negri-negri itu sesudah mereka."

Penjajah Israel telah mengusir rakyat Palestina dengan pencaplokan tanah, tembakan tank dan pesawat, rudal, bom, drone, dan ragam senjata yang bengis. Penjajah Israel telah mengambil rumah dan membangun pemukiman Yahudi untuk merampas tanah hingga membumi hanguskannya. Lembaga dunia yang mengurus pengungsi Palestina berusaha dikebiri sehingga bantuan kemanusiaan tidak bisa masuk ke Palestina. Apakah akan berhasil mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya?

Allah telah berjanji kepada rakyat Palestina bahwa Allah yang akan menghancurkan kezaliman penjajah Israel dan mengembalikan tanah Palestina kepada rakyat Palestina. Mana yang lebih diyakini? Janji Allah atau kekejaman penjajah Israel yang didukung oleh negara adidaya beserta sekutunya?

Bersama Rombongan Mulia Akidah bagi mukmin adalah tanah air, bangsa dan keluarganya. Oleh karena itu, semua manusia berhimpun pa...

Bersama Rombongan Mulia



Akidah bagi mukmin adalah tanah air, bangsa dan keluarganya. Oleh karena itu, semua manusia berhimpun padanya dan bertumpu atasnya. Bukan seperti binatang yang berhimpun pada rumput, tempat pengembalaan, pepohonan dan padang yang membentang.

Mukmin tidak bernasab kepada keturunan, tetapi bagian dari satu rombongan yang mulia. Rombongan yang terhormat itu adalah Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub, Yusuf, Musa, Isa dan Muhammad saw.

Rombongan yang mulia ini, yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman sejak dulu, dengan terus menghadapi-sebagaimana tampak dalam goresan Al-Qur'an-berbagai macam-macam perjalanan yang memang sudah ditakdirkan untuk harus dilalui.

Yang dihadapi berbagai macam sikap manusia yang mirip-mirip, bahaya yang mirip-mirip, dan pengalaman yang mirip-mirip, di sepanjang perjalanan zaman dan masa, perubahan tempat dan berbilangnya golongan manusia.

Mereka juga menghadapi kesesatan, kebutaan, penyimpangan, hawa nafsu, kesewenangan, kezaliman, teror dan ancaman. Akan tetapi, mereka terus berjalan di jalannya dengan langkah yang mantap, hati yang tenang, percaya kepada pertolongan Allah, menggantungkan harapan kepada-Nya dan selalu menantikan realisasi janji Allah yang benar dan pasti pada setiap langkahnya.

Sikap manusia yang mereka hadapi adalah sama, pengalamannya sama, ancamannya sama, keyakinannya sama, dan yang dijanjikan untuk mereka pun sama, yaitu yang dijanjikan kepada rombongan yang terhormat ini.

Dan, akibat yang mereka nantikan juga sama, yaitu akibat yang dinantikan oleh orang-orang mukmin di ujung perjalanan mereka, sedang mereka menghadapi kesewenangan, teror dan ancaman.

Sumber:
Sayid Qutb, Tafsir Fi Zilalil Qur'an Jilid 1, GIP

Cakrawala Kehidupan Hidup di bawah naungan Al-Qur'an berarti menikmati gambaran yang sempurna, lengkap, tinggi dan bersih ba...

Cakrawala Kehidupan


Hidup di bawah naungan Al-Qur'an berarti menikmati gambaran yang sempurna, lengkap, tinggi dan bersih bagi alam wujud ini, tentang tujuan alam wujud ini seluruhnya dan tujuan wujud manusia.

Bandingkan dengan konsepsi kejahiliahan tempat manusia hidup, "Bagaimana bisa hidup dalam kubangan yang busuk, dataran yang paling rendah  dan kegelapan yang hitam pekat, sementara di sisi lain ada pengembalaan yang subur, pendakian yang tinggi dan cahaya yang cemerlang?"

Dengan hidup di bawah naungan Al-Qur'an, terasa simponi yang indah antara gerak kehidupan manusia yang dikehendaki Allah dan gerak alam semesta yang diciptakan-Nya. 

Sedangkan kejahiliahan penyebab kejatuhan yang dialami manusia karena menyimpang dari sunnah kauniyah dan benturan antara ajaran yang rusak serta jahat yang telah lama bercokol di atasnya.

Dengan hidup di bawah naungan Al-Qur'an, terlihat alam wujud ini jauh lebih besar daripada kenyataan lahiriah yang terlihat ini. Lebih besar hakikatnya, lebih banyak sisinya.

Ia adalah alam gaib dan alam nyata. Ia adalah dunia dan akhirat. Pertumbuhan manusia terus berkembang di cabang-cabang dari ruang lingkup yang amat panjang ini.

Kematian bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi sebuah tahapan perjalanan itu sendiri. Padahal, apa yang didapatkan manusia di muka bumi ini bukanlah bagiannya secara keseluruhan, melainkan hanya sejumput kecil saja dari bagiannya itu. Balasan yang terluput darinya di sini, tidak akan terluput di sana. Maka, tidak ada penganiayaan, tidak ada pengurangan dan tidak ada penyia-nyiaan.

Perjalanan yang ditempuhnya di bumi ini hanya sebuah perjalanan di alam kehidupan yang biasa berlaku.  Sedang dunia yang jujur dan penyayang adalah yang punya ruh yang saling bertemu dan bertegur sapa, dan menuju kepada Pencipta Yang Maha Esa, yang kepada-Nyalah ruh orang mukmin dalam kekhusyuan.

"Hanya kepada Allahlah sujud segala apa yang di langit dan di bumi." Manakah gerangan kesenangan, kelapangan, dan ketenangan yang datang ke dalam hati seperti gambaran yang komplet, sempurna, lapang dan benar ini?

Sumber:
Sayid Qutb, Tafsir Fi Zilalil Qur'an Jilid 1, GIP

Kejahiliahan Seperti Rengekkan Anak Kecil Hidup di bawah naungan Al-Qur'an adalah sebuah nikmat. Nikmat yang tidak dimengert...

Kejahiliahan Seperti Rengekkan Anak Kecil


Hidup di bawah naungan Al-Qur'an adalah sebuah nikmat. Nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi dan disucikan.

Segala puji milik Allah yang telah memberikan karunia dengan hidup di bawah naungan Al-Qur'an dalam rentang waktu, yang nikmatnya dirasakan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dirasakan nikmat ini yang membuat usia bermakna, diberkahi dan suci bersih.

Menempuh hidup dengan mendengarkan Allah Yang Mahasuci berbicara pada diri dengan Al-Qur'an, padahal manusia hanya hamba yang kecil. Adakah penghormatan bagi manusia seperti penghormatan yang tinggi dan mulia seperti ini?

Adakah pemaknaan dan peningkatan harkat manusia seperti yang diberikan Al-Qur'an ini? Kedudukan manakah yang lebih mulia yang diberikan oleh Pencipta Yang Mahamulia kepada manusia?

Dengan hidup dibawah naungan Al-Qur'an. Dari tempat yang tinggi, terlihat kejahiliahan yang bergelombang di muka bumi, terlihat kepentingan para penghuninya yang kecil tak berarti.

Terlihat kekaguman orang-orang jahiliah terhadap apa yang mereka miliki bagaikan kanak-kanak. Pikiran, kepentingan dan perhatiannya bagaikan anak kecil. Permainan, pekerjaan dan tutur katanya seperti anak kecil.

Mengapakah manusia ini? Mereka terbenam di dalam lumpur lingkungan, tanpa bisa dan mau mendengar seruan yang luhur dan mulia, seruan yang mengangkat harkat kehidupan, menjadikannya diberkahi dan mensucikannya?

Sumber: 
Sayid Qutb, Tafsir Fi Zilalil Qur'an Jilid 1, GIP

Mengusahakan Sebab Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Saat kekayaan tak lagi menarik. Saat bisnis untuk bisnis tak lagi menyemangati. S...

Mengusahakan Sebab

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Saat kekayaan tak lagi menarik. Saat bisnis untuk bisnis tak lagi menyemangati. Saat kisah sukses tak lagi menginspirasi. Saat posisi jabatan yang tak lagi jadi magnet. Apa yang paling menarik?

Kekayaan hanya untuk menyumpal nafsu. Agar tak berisik dan menganggu. Agar dia tentram. Berbisnis hanya untuk memberdayakan sesuatu agar tidak sia-sia. Jabatan hanya untuk memberdayakan potensi diri dan menjaga amanah. Hanya sebatas itu saja.

Mengusahakan sebab, walaupun tidak tahu hasilnya. Sebab yang diridhai-Nya agar berubah menjadi ibadah. Bukan sekedar sebab menurut logika dan pengalaman manusia tetapi juga berdasarkan tuntunan dan pimpinan-Nya. Agar sebab menjadi ketaatan kepada-Nya.

Mengusahakan sebab, agar lelah dan peluh menjadi ampunan dari-Nya. Keringat dan letih untuk menunjukkan bahwa diri hanya seorang hamba yang tak berdaya kecuali atas pertolongan-Nya. Bukankah ada dosa yang hanya bisa dihapus dengan keletihan melakukan sebab?

Mengusahakan sebab, agar Ar-Rahma dan Ar-Rahim menurunkan rahmat-Nya. Membuka jalan yang tak terduga yang tak pernah diketahui manusia. Membuka yang tertutup menjadi terbuka, yang sulit menjadi mudah dengan ijin-Nya.

Kerja yang keras tak menjamin sebuah keberhasilan. Kerja yang cerdas tak menjamin hasil yang memuaskan. Kerja yang ikhlas belum tentu meraih apa yang diharapkan. Lakukan semuanya, hanya untuk menunjukkan bahwa itulah kewajiban seorang hamba.

Liku-liku hidup agar manusia tak disibukkan dengan kemaksiatan dan dosa. Keberhasilan dan kekayaan agar manusia tidak bosan dengan kepenatan. Semuanya untuk menjaga dan menghibur jiwa manusia. Semuanya rahmat-Nya.

Paradoks Alam Semesta dan Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Suhu bumi semakin naik. Sejumlah negara dihantam gelombang panas. ...

Paradoks Alam Semesta dan Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Suhu bumi semakin naik. Sejumlah negara dihantam gelombang panas. Seluruh program untuk menghambat pemanasan global telah gagal. Air tanah terus menyusut. Mengapa manusia terus saja berlomba dengan kekayaan dan kekuasaan?

Para ilmuwan melakukan riset ke dalam bumi dan ke ruang angkasa. Hasilnya, alam semesta ini akan hancur. Hari Kiamat itu pasti terjadi. Namun, manusia terus memburu memuaskan nafsu dan angkara murkanya. Berbangga dengan yang telah dihimpunnya.

Berbisnis masih untuk mengembangkan bisnisnya. Berbisnis masih untuk menghimpun kekayaan dan kebanggaan. Berkuasa masih ingin melanggengkan kekuasaannya. Berkuasa masih untuk menjarah kekayaan rakyat dan negerinya.

Gaya hidupnya, seolah bumi ini abadi. Seolah kesenangan dan ketenaran itu langgeng. Seolah seluruh hidup sesuai dengan keinginan egonya.

Manusia penghuni alam semesta. Saat alam semesta menuju kehancuran, mengapa penghuninya merasa hidupnya abadi? Saat alam semesta pasti hancur, mengapa manusia  tak melihat tanda-tanda kehancurannya?

Manusia saling menghancurkan dan bersaing. Saling berebut dan membunuh. Saling berselisih dan bertengkar?  Mengapa tidak bersinergi? Mengapa tidak mencari titik fokus? Mengapa merasa alam semesta ini terbatas bukan berlimpah? Pada bila berhasil mengungguli semuanya pun, akan hancur pula.

Sebuah kenyataan yang paradoks antara manusia dan alam semesta. Penghuninya merasa abadi, padahal tempat yang dihuninya, alam semesta, sedang menuju kehancuran. Betapa bodohnya manusia.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)