basmalah Pictures, Images and Photos
12/06/23 - Our Islamic Story

Choose your Language

Liku-liku Abdurrahman bin Auf dalam Pemilihan Khalifah  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Umar bin Khatab membentuk Majelis Syuro untuk...

Liku-liku Abdurrahman bin Auf dalam Pemilihan Khalifah 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Umar bin Khatab membentuk Majelis Syuro untuk menentukan penggantinya. Anggotanya terdiri 6 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw. Yaitu, Ali, Utsman, Zubair, Thalhah, Saad dan Abdurahman bin  Auf. Bila proses pemilihan terjadi deadlock, maka keputusan ada di tangan Abdurrahman bin Auf. Majelis ini hanya diberi waktu 3 hari untuk masa kerja. Mengapa Abdurrahman bin Auf dijadikan penentu bila deadlock?

Menurut Umar bin Khatab, Abdurrahman bin Auf merupakan sebaik-baiknya orang yang memiliki pendapat, dia mendapat pertolongan dan pandai, serta mendapat penjagaan dari Allah. Di lain kesempatan, Umar bin Khatab memujinya sebagai orang yang paling adil.

Proses pemilihan pun dimulai. Abdurrahman bin Auf membentuk 3 orang nominasi yang masuk ke proses pemilihan berikutnya. Abdurrahman bin Auf bertanya pada setiap anggota majelis. Utsman bin Affan mendapatkan suara dari Thalhah dan Ali. Ali bin Abi Thalib mendapatkan suara dari Zubair dan Utsman. Sedangkan Abdurrahman bin Auf mendapatkan suara dari Saad. Lalu, Abdurrahman bin Auf mengundurkan diri dari nominasi. Jadi, hanya Ali dan Utsman yang masuk ke tahap berikutnya. Bagaimana Abdurrahman bin Auf memecahkan persoalan ini, padahal Umar bin Khatab menunjuknya menjadi penentu?

Selama 3 hari, Abdurrahman bin Auf tak bisa memejamkan matanya selain hanya sesaat. Seluruh waktunya ia habiskan untuk shalat, berdoa dan beristikharah, meminta pilihan terbaik kepada Allah. Dalam kondisi ini Allah mengilhamkannya, bagaimana pendapat masyarakat umum di luar Majelis Syura? Bukankah banyak Sahabat Senior yang bermukim di Madinah?

Abdurrahman bin Auf pun mendatangi sahabat yang lainnya dan bermusyawarah dengan mereka. Ia merundingkan masalah ini dengan para pembesar sahabat, tokoh-tokoh, para pemimpin pasukan dan orang-orang yang datang ke Madinah. Abdurrahman bin Auf melakukan survei kepada kaum perempuan, anak-anak dan budak-budak. Apa hasil survei dan pertimbangan dari luar Majelis Syura?

Di malam batas akhir pemilihan khalifah, Abdurrahman bin Auf secara bergantian memanggil Zubair dan Saad. Lalu berunding bersamanya. Memanggil Ali bin Abi Thalib, lalu berunding bersamanya. Terakhir berunding dengan Utsman bin Affan. Abdurrahman bin Auf menyampaikan hasil diskusi dan survei terhadap para Sahabat dan penduduk Madinah tentang sosok siapakah yang melanjutkan tongkat kepemimpinan setelah wafatnya Umar bin Khatab.

Waktu pengumuman hasil Majelis Syura pun tiba. Ketika selesai shalat Subuh, Abdurrahman bin Auf mengumpulkan anggota Majelis Syura, kaum Muhajirin, Anshar dan para Amir pasukan. Dengan mengucapkan syahadat, diumumkan bahwa Utsman bin Affan yang diangkat menjadi khalifah melanjutkan Umar bin Khatab. Semua yang hadir berbaiat kepada Utsman bin Affan termasuk Ali bin Abi Thalib.

Dalam pemilihan khalifah, Umar bin Khatab membuat terobosan dengan membentuk Majelis Syura sebagai  lembaga pemilihan khalifah dengan tata cara pemilihan yang jelas. Abdurrahman bin Auf membuat terobosan dengan melakukan jajak pendapat dan survei terhadap penduduk Madinah tentang siapakah pengganti Umar bin Khatab diantara dua calon yaitu, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Menurut Imam adz-Dzahabi, "Peranan terbaik Abdurrahman bin Auf dalam panggung sejarah Islam adalah ketika ia mengundurkan diri dari pencalonan khalifah pada majelis syura umat ini. Juga, ketika menunjuk sesorang di antara mereka berdasarkan kesepakatan Ahlus Syura, yaitu memilih Utsman bin Affan. Seandainya dia bersikap memihak pada satu golongan tertentu, niscaya jabatan itu akan diambil olehnya, atau dia akan memberikan jabatan itu kepada sepupunya dan orang terdekatnya, Saad bin Abu Waqqash."

Cawe-Cawe Sang Khalifah Agar Tidak Terjadi Politik Dinasti di Akhir Kekuasaannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dalam setiap momentu...

Cawe-Cawe Sang Khalifah Agar Tidak Terjadi Politik Dinasti di Akhir Kekuasaannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Dalam setiap momentum ada titik kritisnya, salah satunya di akhir kekuasaannya. Cinta kepada anak dan kerabat bagian ujian kepemimpinan. Kekhawatiran akan masa depan keturunannya merupakan godaan yang terus menghantui para penguasa hingga akhir zaman. Bukankah kualitas seseorang di akhir usianya, husnul khatimahkah? Maka kualitas kepemimpinan diliat dari bagaimana suksesi kekuasaannya.

Khalifah Umar bin Khatab terbaring sakit di pembaringannya. Ada yang harus dituntaskan sebelum wafatnya. Siapakah penggantinya? Agar urusan kaum Muslimin tetap terlayani, aman dan tentram. Tidak boleh satu hari pun tanpa seorang pemimpin. Sebab, akan menimbulkan kekacauan. Umar bin Khatab memanggil putranya, Ibnu Umar, soal suksesi kekuasaan. Apakah akan diserahkan kepada anak atau kerabatnya?

Umar bin Khatab menetapkan kriteria calon pengantinya. Pertama, Assabiquna Awalun, generasi pertama yang memeluk Islam. Kedua, mereka yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw. Berarti, putranya tersisih dari kriteria ini. Cawe-cawe sang khalifah dalam suksesi kepemimpinan bukan untuk menggolkan putranya sebagai penggantinya. Justru, menyisihkannya dari kursi kekuasaan.

10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw yang masih hidup saat khalifah Umar bin Khatab masih hidup adalah Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abu Waqqash, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah dan Said bin Zaid. Namun Umar bin Khatab mencoret Said bin Zaid dari nominasi calon penggantinya karena Said bin Zaid masih saudara ipar Umar bin Khatab dan dari kabilah yang sama dengan Umar bin Khatab. Jadi calon khalifah hanya 6 orang.

Khalifah Umar bin Khatab berusaha menjauhkan putra dan kerabatnya dari kekuasaan, padahal dari keluarganya ada yang ahli memegang kekuasaan. Ia menjauhkan putranya, Ibnu Umar dan kerabatnya, Said bin Zaid dari daftar calon khalifah.

Secara khusus, khalifah Umar bin Khatab memanggil putranya yaitu "hanya menghadiri" majelis musyawarah pemilihan khalifah, namun "tidak boleh ikut musyawarah tersebut". Perannya hanya menjadi hakim dari 6 orang peserta musyawarah tersebut, bila terbentuk 2 kelompok dengan suara yang imbang.

Dari 2 kelompok tersebut, Ibnu Umar diperbolehkan menetapkan satu kelompok sebagai calon kuat khalifah. Kelompok yang ditunjukkan tersebut yang memilih siapa yang layak menjadi khalifah. Bila masih deadlock juga, maka pilihlah kelompok yang ada Abdurrahman bin Auf.

Suksesi kepemimpinan harus mulus tanpa gejolak. Sedikit gejolak akan terjadi perebutan, pertikaian, polarisasi dalam masyarakat hingga perebutan kekuasaan yang berdarah-darah. Namun Umar bin Khatab melampaui itu semua dengan mencegah praktik politik dinasti di akhir era kekuasaannya juga.

Penolakan Penduduk Madinah Terhadap Politik Dinasti Muawiyah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan berenca...

Penolakan Penduduk Madinah Terhadap Politik Dinasti Muawiyah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan berencana mengangkat putranya, Yazid bin Muawiyah, sebagai penggantinya. Yazid cukup kredibel mengelola kekhalifahan. Berpengalaman  memimpin penaklukan Konstantinopel. Adz-Dzahabi berkata tentangnya, "Yazid seorang laki-laki kuat pemberani, berakal, tegas, cerdik dan fasih." Ibnu Katsir berkata tentangnya, "Yazid memiliki sifat terpuji, dermawan, santun,  berlisan fasih, menguasai syair, berani dan mampu mengatur kerajaan." Namun penduduk Madinah menolaknya, ada apa?

Muawiyah bin Abu Sofyan mengirimkan duta ke berbagai daerah, termasuk ke Madinah, agar penduduk Madinah berbaiat kepada Yazid. Dutanya, Marwan bin Hakam berkata, "Ini adalah sunnah Abu Bakar yang diberi petunjuk." Karena Abu Bakar menunjuk Umar bin Khatab sebagai khalifah. Namun Abdurahman bin Abu Bakar menolaknya dengan berkata, "Abu Bakar tidak memilih dari keluarga dan kabilahnya. Beliau memilih laki-laki dari Bani Adi bin Ka'ab, karena melihatnya kapabel, maka dia membai'atnya."  Sedangkan pembai'atan kepada Yazid berarti tidak berbeda dengan bai'at Heraklius (Romawi Timur) dan Kisra (Persia).

Muawiyah bin Abu Sofyan mencoba melobi Abdullah bin Umar agar mau berbai'at kepada Yazid dengan berkata, "Wahai Ibnu Umar, dulu anda pernah menyampaikan kepadaku bahwa anda tidak suka melewati malam yang gelap tanpa ada orang yang memimpin atasmu. Aku memperingatkanmu agar anda tidak memecah tongkat Muslimin, jangan jadi biang kerusakan di antara mereka." Ibnu Umar menjawab dengan menjelaskan tata cara bai'at Khulafa Rasyidin. Juga menambahkan bahwa orang Quraisy lainnya juga memiliki putra yang lebih baik dari Yazid, namun mereka tidak berpendapat pada putranya seperti Muawiyah terhadap putranya. Ibnu Umar menolak berbaiat kepada Yazid bin Muawiyah kecuali bila kaum Muslimin sudah sepakat.

Muawiyah bin Abu Sofyan mencoba melobi Abdullah bin Zubair agar berbaiat kepada Yazid putranya. Ibnu Zubair menjawab dan memintanya untuk meninggalkan kursi kekhalifahan terlebih dahulu bila memang sudah jenuh mendudukinya, lalu mengangkat Yazid sebagai khalifah penggantinya. Bila setuju, maka ibnu Zubair bersedia membaiat putranya Yazid. Sebab tidak boleh ada dua khalifah dalam waktu yang bersamaan.

Husain bin Ali menolak berbaiat kepada Yazid karena Muawiyah tidak konsisten dengan syarat perdamaian dengan kakaknya, Hasan, dimana salah satu point perdamaiannya, "Hendaknya perkara ini menjadi syura di antara kaum Muslimin." Husein bin Ali melihat bahwa upaya Muawiyah mewariskan khilafah kepada anaknya, Yazid, menyalahi manhaj Islam pemerintah.

Muawiyah bin Abu Sofyan sudah sangat paham bahwa penduduk Madinah tidak mau berbaiat kepada Yazid putranya. Saat seluruh perwakilan delegasi dari berbagai daerah datang untuk meminta persetujuan dan deklarasi baiat, delegasi dari Madinah, Amr bin Hazm ditolak atau didesain agar datangnya terlambat sehingga penolakannya tidak mengacaukan pendapat yang setuju dan menimbulkan silang pendapat akibat penentangannya.

Muawiyah mengangkat putranya Yazid sebagai khalifah dengan pertimbangan untuk menjaga keutuhan umat, sebab Yazid didukung oleh mayoritas penduduk Syam yang merupakan faktor terkuat dalam menjaga stabilitas negara. Apapun alasannya, para penduduk Madinah menolak gerakan politik dinastinya Muawiyah bin Abu Sofyan, mereka menginginkan mekanisme pemilihan khalifah seperti di era Khalifahatur Rasyidin.

Bagaimana dengan negri ini, bila sesuatu bertentangan dengan konstitusi, yang dirubah justru konstitusinya? 

Andai Gugatan Batas Usia Cawapres disidangkan di Era Ali bin Abi Thalib  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Gugatan batas usia Cawapres ...

Andai Gugatan Batas Usia Cawapres disidangkan di Era Ali bin Abi Thalib 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Gugatan batas usia Cawapres yang sebelumnya selalu ditolak, tiba-tiba gugatan perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 yang baru masuk di 13 September 2023, langsung diterima. Adanya  perlibatan Ketua MK, Paman dari Cawapres, yang sejak awal berkomitmen untuk tidak terlibat dalam mengambil keputusan, karena ada konflik kepentingan, tapi untuk putusan ini dia melibatkan diri. Apakah keputusan MK ini sah?

Mari membuka berkas perkara yang pernah terjadi di era Ali bin Abi Thalib. Apakah peristiwa hukum masa lalu ini bisa menjadi yurisprudensi untuk menilai sah atau tidak sahnya keputusan MK menerima gugatan batas usia Cawapres di era sekarang? Andai pun tidak, semoga  bisa menjadi rujukan dalam menilai kadar kualitas penegakan  hukum di negri ini.

Tatkala khalifah Ali bin Abi Thalib menuju Shiffin, dia kehilangan baju besinya. Tatkala dia pulang dari peperangan menuju Kufah, baju besi milik Ali ditemukan oleh seorang Yahudi. Ali berkata kepada Yahudi, "Baju besi itu adalah baju besiku, dan saya tidak pernah menjual dan tidak pernah menghibahkannya kepada siapa pun."

Yahudi itu berkata, "Dia adalah baju besiku, dan sekarang ada di tanganku! Mari kita menuju hakim." Mereka berdua menuju hakim yang bernama Syuraih. Hakim yang terkenal keadilan, kejujuran dan kebersihannya yang diangkat sebagai hakim sejak era Umar bin Khatab.

Syuraih berkata, Wahai Amirul Mukminin katakan apa yang akan kamu adukan!" Ali berkata, "Ya, baju besi yang ada di tangan Yahudi itu adalah baju besiku, saya belum pernah menjualnya dan tidak pula menghibahkan kepada seseorang." Lalu aoa yang akan kamu katakan wahai Yahudi?" Yahudi itu berkata, "Baju besi itu adalah baju besiku dan dia ada ditanganku."

Syuraih berkata, "Apakah kau memiliki bukti wahai Amirul Mukminin?" Ali berkata, "Ya, Qanbar (budaknya) dan al Hasan (putranya) akan memberikan kesaksian bahwa itu adalah baju besiku." Kata Ali. Seorang budak tidak boleh menjadi saksi. Berarti saksi yang tersisa tinggal putranya Hasan. Bagaimana pendapat Syuraih tentang saksi yang merupakan putranya Ali sebagai pihak yang menggugat?

Syuraih berkata, "Kesaksian seorang anak untuk orang tuanya tidak sah secara hukum." Ali melanjutkan, "Apakah seorang penduduk surga tidak boleh menyatakan kesaksian? Saya mendengar dari Rasulullah saw, "Al-Hasan dan Al-Husein adalah penghulu pemuda-pemuda di Surga." Namun Hakim Syuraih tetap menolak Hasan menjadi saksi karena beliau putra dari pihak yang menggugat, Ali bin Abi Thalib. Kasus ini pun dimenangkan oleh Yahudi.

Bila Hasan, putra dari Ali, tidak bisa dijadikan saksi dalam persidangan gugatan Ali terhadap Yahudi. Bagaimana bila sang paman menjadi hakim, yang kemenangan dan kekalahan keputusan dalam gengamannya, pada gugatan yang memiliki kepentingan bagi keponakannya? Andai perkara gugatan batas umur Cawapres dibawa ke era Ali bin Abi Thalib apa keputusannya dari logika ini?

Geopolitik Palestina, Cermin Geopolitik Muslimin dan Dunia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Palestina adalah peta geopolitik dunia. D...

Geopolitik Palestina, Cermin Geopolitik Muslimin dan Dunia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Palestina adalah peta geopolitik dunia. Dinamika geopolitik sebuah zaman terlihat dari apa yang terjadi di Palestina. Isra Miraj Rasulullah saw singgah terlebih dahulu ke Palestina. Pembebasan Palestina oleh Umar bin Khatab dari genggaman Romawi Timur (Byzantium). Pembebasan Palestina dari cengkeraman gabungan raja dan kaisar dari Eropa Barat oleh Shalahuddin Al-Ayubi. Serta kemenangan Bani Mamluk yang dipimpin Saifuddin Qhutuz atas pasukan Mongol di Palestina merupakan momentum perubahan geopolitik dunia.

Menurut Ulama Sirah, Abu Hasan An Nadwi, peristiwa Isra dari Mekah ke Palestina menggambarkan geopolitik masa depan dari Allah kepada Rasulullah saw serta Muslimin. Yaitu, Nabinya dua kiblat, Masjidil Haram dan Aqsha. Imam Masriqain dan Maghribain,  imperium besar di wilayah Timur dan Barat. Pewaris para Nabi sebelumnya dan imam generasi sesudahnya. Menginjakkan kaki ke Palestina saat Isra Miraj sebuah awal langkah geopolitik baru di Hijaz sebelum membentuk geopolitik global.

Kondisi Hijaz kondusif pasca Hudaibiyah dan perang Khaibar, Rasulullah saw mengirim utusan ke raja-raja di bawah Romawi Timur. Namun utusan Rasulullah saw dibunuh. Maka dikirimlah pasukan ke Mu'tah. Inilah awal persentuhan Muslimin dengan "kaki tangan" salah satu superpower dunia. Setelah Futuh Mekah dan perang Hunain, Rasulullah saw mengirimkan pasukan ke Tabuk untuk menghadapi Romawi Timur. Sebab pemimpinnya, Heraklius, merencanakan penyerangan ke perbatasan Arab Utara. Saat itu Romawi Timur telah menjadi superpower dunia tunggal setelah mengalahkan Persia. Tandanya, Heraklius membangun istananya di Baitul Maqdis, Palestina. Menguasai Palestina berarti memimpin geopolitik dunia.

Umar bin Khatab melanjutkan langkah Abu Bakar dengan pembebasan Palestina melalui Iraq. Terjadi pertempuran fenomenal seperti Qadisiyah dan Nahawund. Setelah itu Persia dikalahkan, selanjutnya menuju Palestina yang masih dibawah Romawi Timur. Heraklius sang Kaisar merasakan kekalahan akan menimpanya. Dia pun berkata sambil memandang Baitul Maqdis, "Salam kepadamu wahai Syam (Palestina), waktu penyerahan telah tiba dan dia telah kembali. Keselamatan  atasmu wahai Syam (Palestina). Keselamatan yang tak ada pertemuan setelahnya." Pasca pembebasan Palestina oleh Umar bin Khatab, kekuasaan Romawi Timur terus menyusut. Lalu, lahirnya pemimpin geopolitik dunia baru yang ditandai dengan hadirnya Muslimin di Palestina.

Apakah Tentara Salib gabungan raja-raja Eropa Barat itu kuat?  Mereka tidak terorganisir secara sistematis, tidak terlatih, tidak terkontrol, tidak memiliki ketrampilan dan kompetensi yang memadai serta kepemimpinan kepemimpinan pasukan yang baik. Bahkan sebagian besar mereka tidak memiliki pengalaman teknik dan strategi berperang. Mengapa Muslimin terkalahkan sehingga mereka bisa merampas Baitul Maqdis Palestina? Saat itu, Bani Saljuk saling berperang sesama mereka sendiri hingga kekuatannya lemah.  Kekhalifahan Abbasiyah dengan Bani Fathimiyah saling bertempur berebut pengaruh. Dalam pertikaian internal mereka menghadapi serbuan Tentara Salib juga. Inilah yang membuat banjir darah umat Islam saat Tentara Salib merampas Baitul Maqdis. Bila Baitul Maqdis Palestina dikuasai bangsa lain, bertanda kondisi Muslimin dalam kondisi terpuruk dan sangat lemah. Geopolitik Palestina menggambarkan geopolitik umat Islam.

Kekhalifahan Abbasiyah dan kesultanan Khawarizmi hancur oleh bangsa Mongol. Serbuan Mongol memasuki Rusia, sebagian Eropa Barat dan Tiongkok,  dan mendekati Romawi Timur.  Serbuannya tak bisa terbendung oleh siapa pun. Tiba waktunya menyerang Mesir, Bani Mamluk,  yang saat itu dipimpin sultan Saifuddin Qhutuz. Sang Sultan menghadang tentara Mongol di Ainu Jalut Palestina. Tentara Mongol terkalahkan secara tak terduga. Sejak itu kekuasaaannya terus menyusut seperti Romawi Timur. Siapapun yang terusir dari Palestina dan tidak menguasainya kembali lagi, maka peran Geopolitiknya akan terus menyusut. Tentara Mongol dikalahkan Muslimin di Palestina. Palestina menjadi kuburan bangsa-bangsa yang zalim seperti Romawi Timur, Tentara Mongol dan Salib. Di tubuh Muslimin mulai lahirlah benih Kekhalifahan Turki Utsmani sebab Palestina sudah digenggam Muslimin kembali.

Begitu pun Kekhalifahan Turki Utsmani. Saat Palestina terlepas darinya oleh persengkongkolan  Barat dan Zionis Yahudi. Maka saat itu pula imperiumnya runtuh. Rakyat  Palestina, Hamas, Fatah, Jihad Islami, gerakan perlawanan lainnya dan dukungan muslimin dunia sedang mencoba mengembalikannya pada genggaman Muslimin. Bila berpangku tangan, maka geopolitik umat Islam di kancah dunia tak diperhitungkan lagi dan terus melemah, bisa jadi hilang. Saat ini geopolitik dunia sedang berada dalam genggaman Barat dengan meminjam tangan Zionis Israel, oleh sebab itu mereka totalitas mendukungnya untuk mempertahankan hegemoninya.

Ekskalasi dengan Zionis Israel, Proses Pertumbuhan dan Pembentukan Muslimin Oleh: Nasrulloh Baksolahar Turki Utsmani runtuh oleh...

Ekskalasi dengan Zionis Israel, Proses Pertumbuhan dan Pembentukan Muslimin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Turki Utsmani runtuh oleh gerakan Zionis Yahudi. Lalu, Zionis Yahudi berkumpul di Palestina dengan bantuan Inggris. Mengapa tiba-tiba Muslimin diterjang badai gerakan Zionis Israel di Palestina? Mari membuka jejak dakwah Rasulullah saw. Bukankah tantangan terberat pertama di Madinah adalah dari Yahudi yang lebih kuat, kaya dan pintar? Menurut ulama Sirah, Abu Hasan An Nadwi, pergumulan Muslimin dengan Yahudi merupakan bagian dari proses pertumbuhan dan pembentukan Muslimin. Bagaimana dengan masa sekarang?

Di awal periode Madinah, Muslimin menghadapi hegemoni Yahudi yang memecah belah suku Auz dan Khadraj. Ilmu pengetahuan digenggamnya, tempat bertanya tentang persoalan masa kini maupun prediksi masa depan karena memiliki Alkitab,  sedang penduduk asli Madinah tidak memiliki referensi apapun. Pasar-pasar dan lembaganya keuangan dikuasai Yahudi. Kaum Muslimin menghadapi kenyataan ini, padahal mereka baru berhijrah tanpa membawa sumberdaya fisik apa pun. Hijrah merupakan gerakan fenomenal, namun menghadapi tantangan dan pembelajaran baru menghadapi Yahudi di Madinah.

Ketika perang diijinkan oleh Allah, terjadilah perang besar pertama yang tak pernah diduga oleh Muslimin. Yaitu, Perang Badar yang dimenangkan oleh Muslimin. Kondisi ini membuat seluruh musuh Muslimin di Madinah dan sekitarnya merasa gentar, kecuali Yahudi. Mereka merasa memiliki benteng yang kokoh, senjata yang lengkap, sumber daya yang melimpah dan prajurit yang banyak.  Lalu peristiwa besar apa yang terjadi? Menghadapi Yahudi Bani Qainuqa karena telah melecehkan seorang Muslimah di pasar.  Yahudi juga mendeklarasikan perang terhadap Muslimin.

Perang Uhud sangat menegangkan. Namun Muslimin tetap di atas angin dengan tetap terus mengejar Musyrikin Quraisy sehingga tidak berani menerobos ke Madinah. Korban di pihak Muslimin cukup banyak. Perang Uhud memperkokoh pendidikan jiwa Muslimin. Peristiwa besar apa yang terjadi setelah ini? Yahudi Bani Nadhir mencoba melakukan pembunuhan terhadap Rasulullah saw di bentengnya. Rasulullah saw pun mengepung mereka.

Perang Ahzab, model pertempuran yang belum pernah ditemukan di Hijaz. Memadukan perang kota dan blokade total. Yang membuat Muslimin berfikir "macam-macam" kepada Allah. Dari perang ini, Rasulullah saw mencanangkan strategi mendasar jangka panjang yaitu Muslimin yang akan menyerang. Peristiwa besar apa yang terjadi setelah ini? Rasulullah saw mengepung Yahudi Bani Quraizah yang telah berkhianat dengan menyerang dari dalam padahal mereka telah berjanji membantu.

Perjanjian Hudaibiyah menandakan kesejajaran kabilah Quraisy, yang memiliki derajat tinggi dalam pandangan bangsa Arab, dengan Muslimin di Madinah. Berarti, tak ada penghalang yang berarti lagi di Hijaz. Apa peristiwa besar setelah itu? Yahudi Khaibar masih bersekutu dengan suku Ghaftan di Madinah utara. Mereka bisa menyerang setiap saat. Rasulullah saw memecah persatuan mereka, lalu mengepung Yahudi Khaibar.

Hadirnya kekuatan Zionis Yahudi  Israel yang berusaha menghapus dan menjajah Muslimin di Palestina merupakan bagian dari proses pertumbuhan dan pembentukan Muslimin. Di saat Muslimin lemah, Allah menghadirkan musuh yang akan menguatkannya. Setiap ekskalasi Muslimin dengan Zionis Israel menunjukkan hadirnya kekuatan baru pada diri Muslimin baik secara global maupun di tubuh gerakan perlawanan Palestina itu sendiri.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (149) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (187) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (134) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (380) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (188) Sirah Sahabat (111) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (67) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)