basmalah Pictures, Images and Photos
Maret 2022 - Our Islamic Story

Choose your Language

3 Perjalanan Bayi Yang Dikisahkan Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ada 3 bayi yang dikis...

3 Perjalanan Bayi Yang Dikisahkan Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Ada 3 bayi yang dikisahkan dalam Al-Qur'an yang kelak menjadi Nabi dan Rasul. Yaitu, bayi Ismail, Musa dan Isa. Ada 2 Nabi yang episode kehamilannya yang dikisahkan oleh Al-Qur'an. Yaitu, Nabi Ishaq dan Zakaria. Ada satu Nabi yang kabar kelahirannya sudah diinformasikan dari generasi ke generasi yaitu Nabi Muhammad saw.

Bayi Ismail digendong oleh ibunya Siti Hajar dari Palestina ke Makkah, Arab. Jaraknya 1.500 Km. Berapa bulan perjalanan? Perjalanan sang bayi, kelak menjadi leluhur Rasulullah saw. Nabi akhir zaman. Pemimpin para Nabi. Penerang dan rahmat semesta alam. Siti Hajar dan sang bayi hanya mengikuti takdirnya. Yaitu,  berhijrah ke tanah yang tandus tak bertuan.

Tentramkan saat mengikuti perintah Allah swt, walaupun harus hidup di daerah tandus tak berair. Walaupun tak terlihat ada tanda-tanda kehidupan. Tiba-tiba saja muncul air dari hentakan kaki dari sang bayi Ismail. Ikhtiar Siti Hajar tak membuahkan hasil. Ternyata air itu muncul dari kaki sang bayi. Bersama ketaatan ada kemukjizatan dan pertolongan dari Allah.

Bayi Musa menghadapi Firaun dan pasukannya yang berniat membunuh semua bayi laki-laki. Bukankah ini strategi yang sempurna? Ternyata ada celah, yaitu sungai. Saat semua jalan ditelusuri. Saat setiap jengkal tanah diawasi. Di saat setiap rumah didatangi. Ternyata masih ada yang luput dari pengawasan. Yaitu sungai.

Sesempurna apa pun strategi dan operasional kezaliman. Seteliti apapun rencana kejahatan, masih ada celah yang tak terpikirkan. Allah mengilhamkan solusi kepada ibunya Musa. Ahli strategi Firaun yang hebat terbyata kalah oleh seorang ibu yang tak paham sedikit pun tentang strategi.

Ibu Musa hanya mengikuti petunjuk dari Allah saja. Mengikuti petunjuk Allah lebih hebat daripada ahli strategi yang paling cerdas dan hebat. Mengikuti petunjuk Allah dapat mengalahkan seluruh pasukan Firaun tanpa pertempuran. Hanya butuh keranjang yang dihanyutkan ke sungai.

Bayi Isa menghadapi tuduhan yang terkeji. Segala tuduhannya terbantahkan dengan dikaruniakan sang bayi dapat berbicara dan menjelaskan hakikat kelahirannya bagi manusia. Bila mengikuti takdir, segala tuduhan akan terbantahkan sendiri dengan cara tak terduga.

Titik Nadirnya Siti Maryam Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Siklus kehidupan manusia selalu sama, ada ...

Titik Nadirnya Siti Maryam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Siklus kehidupan manusia selalu sama, ada masa di titik paling nadir. Kapan titik nadir terjadi? Saat muda atau tua? Dapat bangkit atau hancur?

Siti Maryam dituduh berzina. Saat kehamilannya, beliau mengasingkan diri sendirian. Seakan lebih baik mati sebelum kejadian tersebut. Tak dikenal dan tak diketahui siapapun. Namun suratan takdir sudah tertulis sebelum jagat raya ini ada.

Saat kondisi paling lemah, dia bersandar di pohon kurma. Malaikat Jibril menyerunya dari bawah bukit. Menginformasikan bahwa di bawah kakinya mengalir sungai kecil. Bila ingin kurma masak hanya tinggal menepuk batangnya saja. Pertolongan Allah selalu datang tepat pada waktunya.

Siti Maryam fokus menazarkan hidupnya untuk beribadah. Namun perjalanan hidupnya sangat unik. Mana mungkin perempuan yang tak pernah tersentuh pria bisa hamil? Itulah takdir hidupnya. Untuk menangkis tuduhan yang hina,  Allah telah menyiapkan Nabi Isa yang masih jabang bayi bisa berbicara dan menjelaskan risalahnya. Allah sudah menyiapkan pertolongan-Nya.

Saat beruzlah di Baitul Maqdis, Allah telah mengirimkan makanan dan minuman. Saat sedang hamil, Allah menyiapkan sungai di bawah telapak kakinya dan kurma masak jatuh hanya dengan tepukan. Saat bayi Nabi Isa digendong, sang jabang bayi bisa berbicara, menyeru dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Siti Maryam.

Jangan hiraukan titik nadir, sebab Allah telah menyiapkan pertolongan-Nya. Jangan pedulikan titik nadir, sebab pertolongan Allah selalu hadir di momentum yang paling tepat dengan cara yang tak terduga. Solusinya pun paling termudah dengan cara paling sederhana.

Dalam setiap kondisi, Allah telah menyiapkan sarana datangnya pertolongan-Nya. Sabar dan shalat, hanya itu sarana meraih pertolongan Allah. Bukankah setiap manusia bisa melakukan sarana ini? Selama mampu bersabar dan shalat, selama itu pula pertolongan Allah selalu terbuka dan datang tak terduga.

Kekayaan Yang Mati Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apakah kikir membuahkan kekayaan? Apakah kikir mem...

Kekayaan Yang Mati

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Apakah kikir membuahkan kekayaan? Apakah kikir membuahkan kebahagiaan? Al-Qur'an justru menyebutnya sebagai kebinasaan. Hadist Rasulullah saw menjelaskan sebagai sebab saling membunuh.

Kikir itu tanda ketidakyakinan kepada Allah. Kikir itu tanda ketidakpahaman terhadap hukum kehidupan yang sudah dirancang oleh Allah bahwa bersedekah itu tidak mengurangi kekayaan. Memberi itu menciptakan jalan keluar.

Kehidupan itu saling terhubung, tidak ada yang berdiri sendiri. Andai matahari kikir. Andai udara itu kikir. Andai bumi itu kikir. Andai tumbuhan itu kikir, adakah kehidupan di jagat raya?

Tumbuhan hadir bukan untuk dirinya, untuk memberikan oksigen di udara, menyuburkan tanah dan menahan air hujan dengan akar dan daunnya. Menghasilkan makanan untuk seluruh makhluk yang hidup. Tumbuhan pun tak bisa hidup bila tak ditopang oleh matahari, udara, air dan tanah. Untuk hidup, harus saling memberi. Itulah sebab, kekikiran itu membinasakan dan menciptakan saling membunuh.

Andai manusia kikir, maka alam  semesta yang akan menghukumnya. Tak menurunkan hujan, kemarau dan kering kerontang. Bila manusia kikir, Allah langsung mengazab manusia. Kikir adalah awal kehancuran manusia.

Air bermanfaat bila terus mengalir. Setiap titik yang dilewati menciptakan kehidupan. Udara yang bergerak, menggerakkan kapal dan peralatan, menyerbukkan bunga dan menciptakan kesejukan. Harta yang menciptakan tambahan kekayaan hanya bila digerakkan dan diputar. Kikir membuat sumber daya menganggur dan berguna karena hanya disimpan.

Yang kikir, kekayaan tak berguna dan tak bertambah. Hukumannya, tak bisa dinikmati  oleh pemiliknya. Kekayaan menjadi benda mati. Yang menikmati hanya ahli warisnya saja.

Malam, Diperaduan Cinta Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Malam untuk bercinta dengan Sang Kekasih. Man...

Malam, Diperaduan Cinta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Malam untuk bercinta dengan Sang Kekasih. Mana yang lebih nikmat, bercinta dengan kekasih? Atau mendapat balasan dari Sang Kekasih?

Andai tidak ada malam, untuk apa hidup? Di malam hari, rindu bisa disampaikan dan diungkapkan. Di malam hari, bisa berduaan dengan-Nya. Yang paling nikmat di kehidupan adalah bila bersanding dengan Sang Kekasih.

Mengais cinta. Mengais rindu. Meminta cinta. Meminta rindu. Meminta selalu berdua. Meminta dan berharap untuk selalu bersama dan bertemu. Itulah cita-cita terbesar bagi para pecinta dan sedang dimabuk cinta.

Bila langkah bersama Sang Kekasih, bukankah terasa bahagia? Bila menghadapi tantangan bersama Sang Kekasih, bukankah terasa ringan dan mudah? Bila langkah bersama Sang Kekasih, bukankah lama dan jauhnya perjalanan menjadi terasa pendek dan sebentar?

Bila langkah terasa berat, jauh dan menyedihkan, tandanya tak ada Kekasih yang menyertai. Tak ada Kekasih yang mau menolong. Tak ada Kekasih yang mau membersamai. Alangkah kering kerontangnya hidup tanpa Sang Kekasih? Betapa layunya hati bila tak memiliki Kekasih?

Kekasih, itulah yang memberikan energi hidup. Tanpa Kekasih, untuk siapakah hidup ini? Dengan cinta hidup menjadi berbunga. Dengan rindu hidup menjadi tak terasa. Yang ada hanya bahagia.

Bait-bait cinta dan rindu, selalu menghias hati dan lisan. Selalu disenandungkan setiap kesempatan. Adakah yang lebih nikmat dari senandung ini? Adakah yang lebih membahagiakan daripada hidup yang dimabuk asmara?

Sang pecinta selalu menyelaraskan hidupnya dengan Sang Kekasih. Itulah yang membahagiakannya. Tak ada puncak kebahagiaan kecuali dengan membahagiakan Sang Kekasih. Namun Sang Kekasih itu sangat pencemburu. Dia begitu mudah menolak cintamu. Dia mengetahui besitan hatimu yang paling tersembunyi. Dia Maha Tahu berpalingnya cintamu.

Sang Kekasih tak ingin diduakan, tak ingin dinomor duakan. Dia ingin bersinggasana di hati. Dia selalu menguji cintamu. Dia selalu ingin tahu, bagaimana posisi-Nya di hatimu? Jalan cinta adalah jalan ujian, untuk mengetahui ketulusan cinta.

Hidup ini hanyalah jalan cinta. Hidup ini jalan bagi para perindu yang ingin berjumpa dengan Kekasihnya. Bila hidup tak memiliki Kekasih, untuk apa hidup? Dengan cinta dan rindulah kehidupan ini memberikan energi dan kekuatan.  Tanpa cinta dan rindu, hidup ini kering kerontang, tandus dan hampa, karena tak tahu Siapa yang dituju.

Melepaskan Rindu Pada Rasulullah saw Dengan Membaca Hadist Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Membaca Ha...

Melepaskan Rindu Pada Rasulullah saw Dengan Membaca Hadist

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 

Membaca Hadist untuk apa? Ingin berilmu? Ingin berceramah? Ingin disebut shaleh? Ingin disebut ustadz? Aaah.. terlalu rendah semua itu.

Bacalah hadist, agar ketika bertemu nama Rasulullah saw bisa menyenandungkan shalawat kepadanya. Bacalah hadist, agar bisa menyenandungkan kerinduan untuk bersamanya. Bacalah hadist, agar bisa mengobati rindu untuk bertemu denganya.

Hadist adalah obat rindu. Hadist adalah obat cinta. Hadist adalah obat ingin bertemu dengan Rasulullah saw.

Rasakan bagaimana lisan Rasulullah saw bersuara. Rasakan suasananya ketika Rasulullah saw sedang berbicara. Ketika Rasulullah saw berbicara di tengah majelis, seolah-olah kita hadir di majlis tersebut. Melihat para Sahabat bertanya. Mendengar Rasulullah saw menjawab. Andai kita seperti Sahabat, bertemu, berjumpa, berbicara, berjalan bersama, bersalaman, mencium tangan dan pipinya? Apakah kesempatan itu ada?

Andai para Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw sambil berjalan berduaan, seolah-olah kita mengiringnya. Berada di belakang dan disampingnya. Melihat keakraban dan kebahagiaan mereka. Merasakan ikatan hati dan persaudaraan mereka. Berimajinasi membersamai Rasulullah saw.

Merasakan seolah-olah kitalah yang bertanya kepada Rasulullah saw. Seolah-olah kitalah yang membutuhkan jawaban dari Rasulullah saw. Seolah-olah kita sedang merindukan lisan yang mulia memperdengarkan suaranya. Rindu mendengar intonasi, kelembutan kata, dan keharuman lisannya. Itulah penyebab, para Sahabat lebih mencintai Rasulullah saw dibandingkan dirinya sendiri.

Bila hadist tersebut diucapkan ketika mendatangi rumah Rasulullah saw, berimajinasilah seolah kita sedang tergopoh-gopoh ke rumahnya. Rindu untuk melihat wajahnya yang bak purnama. Rindu senyuman penyambutannya. Rindu ingin segera mengetuk rumahnya yang sempit dan sederhana. Mendatangi rumah yang penghuninya adalah manusia terbaik di jagat raya. Tentu sudah cukup mengobati hati yang keras.

Ketika hadist diucapkan ketika berboncengan di atas unta, maka seolah-olah kitalah yang naik di unta tersebut. Memeluk tubuhnya. Berpegang ke tubuhnya. Betapa bahagianya merasakan perjalanan bersama manusia terbaik?

Membaca Hadist, jangan meributkan sanad dan matannya. Karena Ulama terdahulu sudah membakukan tingkat keshahiannya dengan sangat teliti dan cermat. Yang dilakukan hanya tinggal melaksanakannya. Rindu untuk segera melaksanakan sebagai obat cinta kepada Rasulullah saw.

Ilmu yang tertinggi. Karakter terhebat. Adab yang termulia. Akhlak yang terbaik. Prilaku yang tersopan santun adalah yang tercantum dalam hadist. Masih adakah pilihan yang lain?

Kita mencontoh manusia yang paling mulia di jagat raya. Kita mencontoh Nabi termulia. Adakah kemuliaan hidup, kesuksesan hidup, kebahagiaan hidup, selain mengikutinya?

Melihat Jati Diri, Kapan Waktunya? Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Jiwa yang berkecamuk? Karena terlal...

Melihat Jati Diri, Kapan Waktunya?

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Jiwa yang berkecamuk? Karena terlalu banyak harapan dan keinginan. Jiwa yang terluka? Karena terlalu banyak yang bisa menyayat jiwa.  Imam Ibnu Taimiyah selalu merasakan surga saat dipenjara, disiksa, dibuang dan diasingkan.  Merasakan surga saat orang-orang disekitarnya memusuhi ataupun ketika orang yang memusuhinya itu meminta perlindungan saat hendak dihukum khalifah.

Nabi Ayub tetap bahagia saat Allah memberikan kekayaan, kesehatan dan keluarga yang diberkahi. Dia pun tetap bahagia saat Allah mencabut kekayaannya, kesehatan dan akhirnya hidup dalam kesendirian. Bahkan dia malu berdoa kepada Allah ketika penderitaan menerpanya. Semua kondisi kehidupan sama karena fokus hidup hanya Allah saja.

Rasulullah saw, seluruh keluarga tercinta dicabut oleh Allah. Seluruh anaknya diambil oleh Allah, hanya tinggal Fatimah saja. Seluruh kekayaannya diberikan ke umatnya. Dari saudagar yang kaya raya, lalu menyerahkan kekayaannya untuk umatnya. Saat wafat, tak ada satu pun yang tersisa. Dalam semua kondisi kebahagiaan itu bisa diciptakan.

Orang yang bahagia akan selalu sama karakternya dalam semua kondisi. Dalam kondisi kesulitan, adakah umpatan dan keluhan? Dalam kondisi keberlimpahan, adakah kesombongan dan merendahkan orang lain? Bila ingin tahu karakternya di waktu keberlimpahan, lihatlah karakter di saat sempitnya. Bila ingin tahu karakter di saat sempitnya, lihatlah karakter di saat keberlimpahannya.

Bila lupa diri di saat keberlimpahan, maka cendrung berkeluh kesah dan meratap di waktu sempit. Bila mampu mengelola kesempitan, modal dasar mengelola keberlimpahan sudah dimiliki, tetapi harus berhati-hati dalam keberlimpahannya. Bila beristiqamah dalam keberlimpahan maka Allah akan menolong di saat kesempitan.

Jati diri seseorang terlihat di saat keberlimpahan. Itulah mengapa Sahabat yang dijamin masuk Surga hampir seluruhnya hidup dalam keberlimpahan? Itulah mengapa ukuran dimurkai dan diazabnya sebuah negri dilihat dari bagaimana prilaku orang yang berkelimpahan? Ada kisah, sebuah negri tidak diturunkan hujan oleh Allah karena prilaku buruknya pemegang kekuasaan dan kekayaan.

Para penentang Nabi dan Rasul adalah penguasa, pemuka dan pemilik kekayaan. Para penentang kebenaran dan kebaikan di setiap zaman dan kurun selalu sama hingga akhir zaman. Dalam keberlimpahan itulah cermin diri sebenarnya.

Ada kisah si buta, si botak dan si belang yang bertakwa di waktu sulit dan sempit, tetapi menentang Allah di saat keberlimpahan. Kisah Qarun yang bertakwa di waktu sempit namun menjadi pembela Firaun di waktu keberlimpahan. Rasulullah saw mewanti-wanti umatnya ketika di waktu kemenangan tiba.

Nabi Ayub, Rasulullah saw, para Sahabat dan ulama Salaf menjalani semua keterbatasan dan keberlimpahan dengan karakter yang sama, dengan suasana hati dan kejiwaan yang sama. Karena hidup ini hanya untuk melihat siapa yang berjihad dan sabar? Juga siapa para pendusta? Ada yang menjadi pendusta di saat lapang, ada juga di waktu sempit.

Siti Maryam, Menazarkan Diri Hanya Beribadah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ibunya telah menazarkan ...

Siti Maryam, Menazarkan Diri Hanya Beribadah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ibunya telah menazarkan dirinya untuk hanya mengabdikan pada Allah. Ibunya telah mendoakan diri dan keturunannya agar terhindar dari godaan syetan yang terkutuk. Dirinya telah dididik dan diasuh oleh seorang Nabi yang mulia, Zakaria. Dia berasal dari keluarga termulia di masanya. Keluarganya disejajarkan dengan Nabi Adam, Nuh dan Ibrahim.

Kisahnya dimulai saat dia mengasingkan diri dari keluarganya di suatu tempat di sebelah timur Baitul Maqdis. Dalam pengasingannya, dia memasang tabir dari keluarganya. Dalam keheningan. Dalam kesyahduan. Dia beribadah total kepada Allah. Perburuan dunia dikesampingkan. Namun dia mendapatkan limpahan  rezeki seperti mereka yang memburu dunia.

Nabi Zakaria secara rutin mendatangi mihrabnya, terlihat makanan dan minuman selalu tersedia. Bukan makanan dan minuman yang biasa, tetapi sangat istimewa. Itulah hidangan dari langit yang Allah anugerahkan kepadanya. Allah menjamin rezeki semua orang yang hanya mengabdikan diri pada Allah.

Allah telah memuliakannya, mensucikannya, memilihnya dan melebihkannya dari semua wanita yang ada dijagat raya. Adakah yang lebih mulia dari wanita ini? Para Ulama mensejajarkannya dengan Siti Asiyah, Siti khadijah dan Siti Fatimah.  Itulah 4 wanita yang termulia.

Para ulama ada yang mengatakan bahwa wanita ini, kelak akan menjadi istri Rasulullah saw di surga. Wanita termulia disandingkan dengan lelaki termulia di kolong jagat ini. Hukum ini berlaku di dunia dan akhirat.

Kisah Siti Maryam sangatlah spesial, hingga ada surat khusus di Al-Qur'an yang bernama surat Maryam. Kisah Siti Maryam sangatlah spesial, hingga Allah memerintahkan secara khusus kepada  Rasulullah saw untuk membacakannya kepada para Sahabat.

Mengapa begitu penting? Meluruskan aqidah manusia yang menyetarakannya sebagai tuhan. Juga mengangkat derajatnya karena Bani Israel telah menuduhnya sebagai wanita hina dengan tuduhan paling menghinakan bagi seorang perempuan yang mulia.

Proses Dicintai, Mencintai  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Agar dicintai manusia, berzuhudlah terhad...

Proses Dicintai, Mencintai 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Agar dicintai manusia, berzuhudlah terhadap dunia. Jangan hiraukan apa yang ada di tangan  manusia. Jangan iri dan dengki. Sebab, hidup itu hanya ujian apa pun kondisinya. Perbedaan pada manusia hanya ujian. Dilebihkan seseorang atas yang lainnya hanya ujian.

Cintailah Allah, maka Allah akan mencintainya. Bila Allah mencintai, maka Allah akan mengumumkannya di hadapan penduduk langit agar mencintainya pula. Penduduk langit pun akan mengumumkan cintanya. Setelah itu, penduduk bumi akan mencintainya pula.

Awal dicintai bukan dengan memberikan yang berharga pada manusia. Bukan dengan memberikan harta benda yang banyak. Bukan dengan sematan jabatan dan gelar. Bukankah banyak orang kepercayaan yang menjadi musuh dalam selimut?

Rasa kasih sayang, hanya akan diberikan Allah kepada mereka yang beriman dan beramal kebajikan. Bila tak terlihat iman dan amal shaleh, namun banyak memberikan sesuatu dan jabatan, maka tindakannya bukan dari kasih sayang, tetapi karena kepentingan dunia semata.

Apakah munafikin itu bersatu padu? Apakah kafirin itu bersatu padu? Apakah yang mendurhakai Allah itu bersatu padu? Mereka saling tolong menolong karena kepentingan ego. Namun tak ada cinta. Jadi sangat mudah menghancurkan kepentingannya.

Dalam perang Khandaq, hanya sebab satu orang yang menyebarkan berita yang sudah direkayasa, pasukan Quraisy, Ghafatan dan Bani Quraizah saling tak mempercayai lagi. Diantara mereka saling mencurigainya. Pasukan oligarki pun dapat dikalahkan dengan amat mudah, tanpa perang.

Dalam perang Bani Quraizah, para Munafikin tidak membantu orang Yahudi. Padahal sebelumnya mereka bersekutu dalam perang Badar, Uhud dan Khandaq. Tak ada iman dan amal, tak kan ada kasih sayang dan cinta. Itulah ketentuan Allah tentang cinta dan kasih sayang.

Awal dicintai adalah mencintai. Mencintai Allah dengan menyelaraskan hati, akal dan nafsu dengan kehendak dan perintah Allah dengan amalan wajib dan sunah.  Setelah itu, Allah akan memerintahkan penduduk langit dan mengilhamkan penduduk bumi untuk mencintainya. Begitu proses mencintai dan dicintai.

Meniti Lembaran Kejayaan Ulama Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dahulu untuk mendapatkan satu nasihat R...

Meniti Lembaran Kejayaan Ulama

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dahulu untuk mendapatkan satu nasihat Rasulullah saw membutuhkan perjalanan minimal sehari perjalanan. Bahkan ada yang menempuh perjalanan satu-tiga bulan perjalanan. Dengan satu hadist tersebut dirinya semakin berilmu, akhlaknya semakin baik, ibadahnya makin beristiqamah, tawaran posisi keduniaan semakin banyak, hidupnya semakin sejahtera. Di era sekarang, kumpulan hadist berbentuk Sunan dan Musnad tinggal dibaca, mengapa tak bisa meningkatkan kualitas dan kompetensi diri?

Tidak pernah membaca, tidak pernah memahami, tidak pernah mencoba mengamalkannya? Semestinya semakin hari umat Islam semakin baik kondisinya. Karena kebaikan para pendahulunya dikodifikasi dengan baik, dijaga dan diteruskan kepada kita. Apa yang membuat mereka memimpin dunia saat ini masih ada. Masih ada di setiap rumah, mushalah, masjid dan sekolah, bahkan ada di dalam hati dan jiwa kita. Namun mengapa belum bisa menjadi pemimpin peradaban dunia?

Saat pertama kali muncul, umat Islam belum pernah memimpin peradaban dunia, namun tiba-tiba bisa membebaskan manusia dari kezaliman Romawi dan Persia, selama 14 Abad memimpin peradaban dunia. Umat ini tinggal mengulanginya lagi, bukankah mengulang itu lebih mudah? Bukankah jalan kejayaan tinggal ditiru saja? Bukankah jalan itu tinggal diikuti saja?

Peradaban itu siklus naik dan turun. Bukankah kita bisa belajar bagaimana Hasan bin Ali menyelesaikan internal umat? Bisa belajar pada Muawiyah bin Abu Sofyan membangun pertahanan dan kemiliteran? Belajar pada Umar Bin Abdul Aziz membangun kesejahteraan dalam waktu 2 tahun? Belajar pada Nuruddin Zanky dan Shalahuddin Al Ayubi mengangkat kembali kejayaan? Belajar pada Al Qhutuz dan Baibars mengusir kekejaman Mongol? Belajar pada Muhammad Al Fatih membebaskan diri dari super power dunia secara sempurna?

Kita bisa belajar pada imam Mazhab bagaimana syariah mampu menjawab tantangan jaman? Kita bisa belajar pada Al Ghazali dan Syekh Abdul Qadir Jailani  bagaimana iman bisa memperbaiki jiwa dan karakter? Kita bisa belajar pada Imam Ibnu Taimiyah bagaimana mengobati kerusakan budaya dan sosial? Kita bisa belajar pada Imam Nawawi, Izzudin Abdul Salam, Imam Qurani dalam memperbaiki penguasa. Kita bisa belajar kepada Abu Yusuf dalam memperbaiki praktik bisnis dan ekonomi negara. Apa yang tidak dimiliki oleh umat ini untuk memimpin kembali peradaban dunia?

Mari membuka kembali lembaran bagaimana umat ini mempimpin peradaban dunia? Mari membuka kembali lembaran bagaimana umat ini mengelola peradaban dunia? Mari membuka kembali bagaimana umat ini bisa mensejahterakan dunia? Mari membuka kembali bagaimana umat ini bisa menciptakan perdamaian dunia? Membuka lembaran yang sudah tertutup oleh debu, dan mungkin lembaran itu sudah mulai digerogoti oleh rayap-rayap yang kelak membuat umat ini tidak tahu lagi cara merancang dan mengembalikan kejayaannya.

Hukum abadi bahwa Umat Islam adalah umat terbaik masih tetap berlaku hingga hari ini? Takdir Allah bahwa Umat Islam adalah umat terbaik masih tetap menjadi ketentuan abadi. Apakah kita rasakan? Apakah diyakini? Apakah terus dicoba untuk mewujudkannya?

Awalilah dengan meneguhkan Laillahaillallah, buang kesia-siaan dan kelalaian dari dirimu dan teruslah merekayasa kebaikan. Hukum kebangkitan dan kejayaan sangat mudah. Penyakit dan penghalangnya hanya hawa nafsu dan kemalasan yang menyelimuti hati.

Mewujudkan Obsesi Dari Nabi Zakaria Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Tanpa sebab, bisa saja terjadi. S...

Mewujudkan Obsesi Dari Nabi Zakaria


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Tanpa sebab, bisa saja terjadi. Semua karena karunia dan rahmat Allah. Semuanya dari sisi Allah. Semuanya teramat mudah bagi Allah.

Nabi Zakaria, istrinya mandul dan sudah tua. Nabi Zakaria, tulangnya sudah lemah dan rambutnya telah beruban. Namun tak pernah kecewa dalam berdoa. Iman kepada Allah, selalu menghadirkan optimisme walaupun tanpa didukung oleh sebab yang dianggap bisa melahirkan keberhasilan.

Cerita Nabi Zakaria pada surat Maryam dimulai dari penjelasan curahan rahmat Allah saat beliau berdoa. Tanda rahmat-Nya, hati tergerak untuk berdoa. Bukankah banyak yang ditimpa persoalan namun hanya bisa berkeluh kesah saja?

Nabi Zakaria memohon anak dari sisi-Nya. Memohon agar anaknya ridhai Allah. Diberikan pemahaman oleh Allah dan memegang teguh kitab suci dengan kuat. Apapun obsesi dalam hidup, keturunan, kekayaan, kekuasaan semuanya atas kehendak Allah dan untuk mewujudkan kehendak Allah pula di muka bumi. Apakah kehidupan ini soal ego diri?

Mengapa tanpa sebab manusiawi, Nabi Zakaria memperoleh sesuatu yang tidak mungkin di usianya yang lanjut? Bahkan dikaruniai putra yang istimewa? Seorang Nabi yang hari kelahirannya, wafatnya dan saat dibangkitkan mendapatkan keberkahan dari Allah?

Bila obsesinya Allah, maka akan dimudahkan urusannya, dilipat gandakan hasilnya. Ikhtiarnya akan diperbaiki dan disempurnakan Allah.  Ditutupi dan dimaafkan kesalahannya. Hasilnya akan melampaui obsesinya. Kelemahan sumber daya tak menghambat keberhasilannya.

Bila obsesinya pernak-pernik dunia, hasilnya akan jauh dibawah obsesinya. Tak ada pelipat gandaan hasil, kesalahan dan cacatnya tak ada yang memperbaikinya. Justru akan dijerumuskan pada kebinasaan.

Ingin melampaui apa yang diobsesikan? Belajarlah pada Nabi Zakaria. Bagi Allah, semuanya sangat teramat mudah. Hanya butuh menyelaraskan kehendak diri dengan kehendak Allah saja.

Memperbaiki Yang Tersembunyi Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Harapan itu energi untuk bergerak maju. H...

Memperbaiki Yang Tersembunyi


Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Harapan itu energi untuk bergerak maju. Harapan itu memunculkan energi untuk . Maka perbaharui terus harapan itu.

Jangan matikan dengan kepalsuan ketakutan. Jangan pupuskan dengan kepalsuan kekhawatiran. Jangan direnggut harapan itu hanya dengan sebuah bayang-bayang.

Manusia lebih takut dengan halusinasinya sendiri. Bukan dengan realitanya. Seolah-olah halusinasi pasti terjadi, padahal itu hanya hayalan yang diciptakannya sendiri.

Perjuangan yang paling keras dalam kehidupan ini bukanlah menghadapi realita, tetapi menghadapi kepalsuan ketakutan, kekhawatiran, keresahan yang dimunculkan oleh jiwanya sendiri. Musuh terberat itu bukan pertarungan dunia nyata tetapi memenangkan pergolakan yang ada di jiwa.

Apakah hawa nafsu dan syetan terlihat? Mereka hanya membisikan kekhawatiran, was-was dan ketakutan. Padahal di dunia nyata penuh dengan Rahman-Rahim Nya Allah. Kenyataan tak sesulit kekhawatiran.

Bila kita bisa memperbaiki jiwa, hati, akal, maka kita akan bisa memperbaiki kenyataan hidup, bisa memenangkan pertarungan hidup. Bila sukses mengendalikan jiwa, hati dan akal, maka akan sukses juga di kehidupan ini.

Bila bisa memperbaiki yang tersembunyi maka akan bisa memperbaiki yang nyata. Yang nyata adalah buah dari yang tersembunyi. Bila ingin memperbaiki buah tumbuhan. Maka yang harus diperbaiki adalah akarnya, pencahayaannya, tanahnya, pengairannya dan haranya. Perbaikan itu proses yang panjang. Memanen itu proses yang pendek.

Perbaikan yang panjang agar manusia sibuk dan tak mengenal kesia-siaan. Waktunya berlelah dengan proses, bukan hasil. Waktunya produktif bila bergulat dengan proses. Waktunya penuh keterlenaan bila bergelut dengan menikmati hasil. Itulah cara menyelamatkan manusia.

Menikmati hasil itu hanya sesaat. Menikmati hasil itu hanya waktu jeda sebentar untuk beristirahat sejenak. Menikmati hasil itu hanya hiburan sesaat untuk melanjutkan proses selanjutnya. Mengumpulkan energi kembali untuk berproses menciptakan kesuksesan baru.

Dalam buku Bulit To Last, sang suhu karate akan memberikan jurus terakhir. Ternyata hanya sebuah pertanyaan. Apa yang akan dilakukan dengan sabuk hitamnya? Tiga tahun sang murid tidak lulus. Lalu sang murid menjawab bahwa sabuk hitam adalah permulaan untuk bergelut dengan jurus-jurus yang lainnya.

Hidup itu tak ada kata akhir. Semua adalah awal. Semua adalah pondasi untuk naik ke tangga berikutnya. Seperti kematian, dia bukan akhir, tetapi awal proses kehidupan yang baru.

Agar dilimpahkan Pengelolaan Keuangan Yang Sehat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kaya itu akibat, buk...

Agar dilimpahkan Pengelolaan Keuangan Yang Sehat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Kaya itu akibat, bukan tujuan. Sebab kekayaan efek dari karakter, cara berfikir, kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari.

Bila tidak beriman kepada akhirat, maka semua kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan akan dianggap baik, indah dan menyenangkan. Allah akan menimpakan kesesatan dalam mengelola keuangan (Surat An Naml: 4)

Bila mengelola keuangan mengikuti ego pribadi, tidak dituntun Rasulullah saw, maka akan ditimpa kesusahan hidup akibat mismanajemen pengelolaan keuangan(Surat Hujurat: 12)

Allah Maha Pemberi tanpa batas. Harta itu milik Allah. Mengapa Allah hanya mengamanahkan kekayaan seperti saat ini? Ada kesalahan dalam pengelolaan keuangan?

Mengembangkan keuangan seperti seorang petani. Pohon dan buah,  hasil dari pengembangan keuangan. Fokus pada menyuburkan tanah, menanam benih, mencocokkan kondisi iklim, dan menjaganys dari hama. Maka pohon akan hidup dan berbuah dengan lebat dengan sendirinya.

Fokus pengelolaan keuangan disesuaikan dengan pertanyaan Allah pada hari kiamat. Dari mana harta diperoleh? Untuk apa dibelanjakan?

Bila salah dalam memperoleh keuangan akan pasti salah juga dalam membelanjakannya.
     
Praktek pengelolaan keuangan yang membinasakan:
• Mubazir 
• Berlebihan 
• Kikir, uang tidak berputar 
• Pengembangan harta tidak bersyariat 
• Hutang Konsumtif

Riyadhah harian dalam pengelolaan harta:
• Puasa
• Zakat/Sedekah

Puasa menempa agar paham dan terpatri pada diri, yang mana angan-angan, keinginan dan benar-benar kebutuhan.

Zakat atau sedekah, belajar berani memutar harta. Tidak ada imbal balik langsung saja sudah berani dikeluarkan, apa lagi yang ada potensi keuntungan

Umat Nabi Muhammad, Diirikan Para Nabi Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin) Ingin disebut Umat Nabi Muhammad saw...

Umat Nabi Muhammad, Diirikan Para Nabi

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin)

Ingin disebut Umat Nabi Muhammad saw? Imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya Al Wafa, menyebutkan cirinya melalui lisan nabi Musa. Saat para Nabi,selain Rasulullah saw, di akhirat nanti wajahnya memiliki dua cahaya, maka umat Nabi Muhammad saw pun memiliki dua cahaya tersebut. Apakah ini bertanda bahwa umat Nabi Muhammad saw akan menghadapi liku-liku kehidupan para Nabi yang lainnya?

Menurut Nabi Musa as, yang bisa merendam dan menghancurkan kekuatan kezaliman yang mendunia adalah umat Nabi Muhammad saw. Dajal pun akan dikalahkan oleh umat Nabi Muhammad saw. Bukankah serbuan bangsa Frank di Yerusalem tertahan oleh umat Nabi Muhammad? Bukankah serbuan bangsa Mongol yang ditakuti dunia tertahan oleh Umat Nabi Muhammad? Bukankah penjajahan Eropa terhenti di tangan umat Nabi Muhammad saw? Bukankah perjuangan kemerdekaan Cina yang dipelopori Sun Yat Sen dari penjajahan Inggris dan Jepang atas bantuan Cina Muslim, menurut pakar sejarah dari Universitas Padjadjaran?

Nabi Musa berdoa kepada Allah agar dijadikan umat Nabi Muhammad saw. Ketika Nabi Isa diturunkan dari langit, lalu diminta untuk menjadi imam Umat Nabi Muhammad, Nabi Isa menolak. Nabi Isa lebih memilih menjadi makmum dan imam Mahdi dipersilahkan menjadi imam Shalat.

Bukankah hari ini yang mampu menghadapi keangkaramurkaan Yahudi adalah umat Nabi Muhammad saw di Palestina? Bukankah yang membuat Uni Soviet hamcur di Afghanistan karena menghadapi Umat Nabi Muhammad saw? Bukankah liberalisme dan beragam pemahaman yang merusak lainnya harus menghadapi kekuatan pemikiran umat nabi Muhammad saw? Bukankah kekuatan ekonomi riba dan liberalisme harus menghadapi konsep ekonomi umat Nabi Muhammad saw? Inilah takdir Umat Nabi Muhammad saw yang disebutkan oleh Nabi Musa yang dikutip oleh Imam Jauzi dalam kitab Al Wafa.

Dalam nubuwah Rasulullah saw tentang beragam peristiwa akhir zaman, banyak disebutkan beragam kekuatan dunia yang berhadapan umat Nabi Muhammad saw. Umat ini memang dihadirkan untuk menghadapi kekuatan yang merusak dan menghancurkan dunia. Bagaimana terjadinya kiamat semesta?

Sebelum kiamat tiba, umat Nabi Muhammad saw akan diwafatkan seluruhnya dengan hembusan angin. Yang di dalamnya masih ada sedikit iman pun akan diwafatkan. Ketika itulah kezaliman dan keangkaramurkaan tak ada yang melawannya. Kezaliman dan keangkaramurkaan tak memiliki lawan tanding yang seimbang. Disitulah dunia hancur lebur total. Karena tak ada lagi umat yang menjaga semesta ini.

Bila diri mengaku umat Nabi Muhammad saw, dimana posisimu berada ketika kezaliman dan keangkaramurkaan berkecamuk?

Sekelumit Jasa Keturunan Rasulullah saw di Nusantara Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mencatat sedikit ...

Sekelumit Jasa Keturunan Rasulullah saw di Nusantara

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mencatat sedikit perjalanan keturunan Rasulullah saw di negri ini. Bagaimana peranan mereka bagi negri? Ini hanya titik-titik krusial saja yang tercatat.

Walisanga, Sunan Gunung Jati tercatat sebagai keturunan Rasulullah saw. Dia keturunan Sultan Mesir yang berkuasa di Alexanderia. Dia menolak tawaran menjadi sultan berkat kecintaannya pada Nusantara. Beliau menikah dengan putrinya Prabu Siliwangi. Mendirikan kesultanan Cirebon, membebaskan Sunda Kelapa, membangun kota yang bernama Jayakarta yang sekarang disebut Jakarta, ibu kota Indonesia sekarang.

Bila kita bangga dengan Indonesia, ingatlah bahwa Ibukotanya dibangun oleh keturunan Rasulullah saw? Anak keturunan Sunan Gunung Jati mendirikan kesultanan Banten, seperti sultan Hasanudin. Syekh Nawawi Al Bantani, keturunan Sultan Hasanudin yang merupakan keturunan Rasulullah saw dari Sunan Gunung Jati, yang dijuluki oleh ulama Nusantara sebagai bapaknya kitab kuning pesantren di Nusantara.

Syekh Nawawi Al Bantani mendidik KH Khatib As Sambasi, yang merupakan pembawa Tasawuf Qadiriyah di Nusantara yang kemudian berkembang menjadi Tarekah Qadiriyah Naqsabandiyah yang dipimpin oleh Abah Anom Suralaya. Abah Anom menjadi pusat pengembangan tarekah ini terbesar di Asia Tenggara menurut pakar sejarah dari Universitas Padjajaran.

Syekh Nawawi Al Bantani mendidik KH Khalil Bangkalan, KH Hasyim Ashari, KH Ahmad Dahlan yang sekarang berkembang menjadi Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. Bila dunia pesantren berguru pada keturunan Rasulullah saw. Bila pendiri Muhammadiyah berguru pada keturunan Rasulullah saw. Bila pendiri Tasawuf juga berguru pada keturunan Rasulullah saw. Betapa besar jasa keturunan Rasulullah saw bagi negri ini?

Awal pergerakan modern kemerdekaan Indonesia, siapa yang memulai? Bukan Budi Utomo, bukan pula Syarikat Dagang Islam, tetapi sejarah mencatat dialah Jamiatul Khair. Siapakah Jamiatul Khair? Mereka adalah keturunan Rasulullah saw yang bergelar Sayid dari keturunan Hasan. Jamiatul Khairlah yang pertama menggelorakan perjuangan kemerdekaan melalui saluran yang berbeda yang kemudian lahirlah Syarikat Dagang Islam, Budi Utomo dan yang lainnya.

Bila kita berdiri tegak menghormati bendera Indonesia, Merah Putih, siapakah yang mengusulkannya? Bila bangga membela Merah Putih, siapa yang memprakarsainya? Dialah keturunan Rasulullah saw yang mendirikan perguruan Al Khairat di Palu. Saat saya berkeliling di Sulawesi Tengah, fotonya diabadikan hampir disetiap rumah. Ingat Merah Putih, ingatlah jasa keturunan Rasulullah saw.

Saat semua terdiam ada yang menistakan agama, siapakah yang terdepan membelanya? Saat kemungkaran begitu nyata didiamkan, siapakah yang berusaha membersihkannya? Habib Rizieq Shihab yang mencoba melawannya. Saat pemerintah begitu lemah, siapa yang mengoreksinya? Dialah Habib Rizieq Shihab, keturunan Rasulullah saw dari jalur Husein.

Keturunan Rasulullah saw yang terhimpun dalam Walisanga yang kemudian mendirikan Demak, lalu berubah menjadi Pajang, Mataram yang kemudian menjadi Surakarta dan Jogyakarta. Walisanga juga menjadi pelopor dakwah Islam di Nusantara. Namun sayang petinggi negri ini tak memahami sejarah. Mereka memperlakukan keturunan yang mulia seperti buronan.

Menghormati keturunan Rasulullah saw adalah perintah Al Quran dan As sunnah. Bagi bangsa Indonesia, mereka juga berperan besar bagi negri ini. Mengapa sekarang mereka dihinakan demi melanggengkan kekuasaan?

Hard Time, Melahirkan Para Tokoh Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Hard Time, sepertinya akan menyelimut...

Hard Time, Melahirkan Para Tokoh

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Hard Time, sepertinya akan menyelimuti bangsa ini. Berita baiknya, hard time akan melahirkan good leader mungkin juga great leader.

Lemahnya pemimpin menyebabkan lahirnya great leader atau justru hancur? Hancurnya pemerintah Islam di Andalusia (Portugal dan Spanyol) dahulu karena lemahnya kepemimpinan. Lahirnya Nuruddin Zanky dan Shalahuddin Al Ayubi yang mengokohkan kekhalifahan Abbasiyah awalnya dari kelemahan Abassiyah? Bangsa ini mengarah kemana?

Andalusia tidak memiliki Ulama yang menyadarkan. Tidak ada tokoh yang kuat untuk mengembalikan kekuatan. Abbasiyah masih memilik Syekh Abdul Qadir Jailani yang membangun sistem pendidikan yang komprehensif serta lahirnya tokoh Nuruddin Zanky dan Shalahuddin Al Ayubi. Bangsa ini, apakah memiliki ulama yang berpengaruh dan tokoh yang kuat? Apakah itu ada di GNPF, Gerindra-PKS dan tim BPN Prabowo-Sandi?

Andalusia tidak memiliki rakyat yang memiliki daya tahan, mudah menyerah. Abbasiyah memiliki anak muda yang ditempa oleh Syekh Abdul Aadir Jailani dan Universitas Nizamiyah, maka lahirlah rakyat yang kuat untuk menghalau kehancuran. Apakah bangsa ini memiliki hal yang sama? Aksi 212 dan partisipasi rakyat saat kampanye Prabowo-Sandi, apakah bisa dianggap sama dengan kondisi masyarakat era Abbasiyah dulu yang menopang Nuruddin Zanky dan Shalahuddin Al Ayubi ?

Menurut Syaid Qutb, Allah belum memberikan kekuasaan kepada pengusung dakwah, karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Bila kekuasaan direngkuh, bisa jadi justru menghancurkan pondasi dan bangunan yang ada. Itulah mengapa Umar bin Abdul Aziz tidak mengangkat orang yang shaleh untuk menggantikannya. Justru membiarkan kekuasaan diserahkan sesuai urutan keluarga bani Ummayah untuk memperkecil resiko yang ada.

Hard Time telah membuat Syeikh Nawawi al Bantani bermukim di Mekah, membuatnya menjadi ulama Nusantara yang mendunia. Dari Mekah, dia mendidik KH Khalil Bangkalan, KH Hasyim Ashari, KH Ahmad Dahlan, KH Khatib Sambasi, yang kemudian menjadi tokoh pergerakan dan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Belanda pun mengirim Snouck Hurgronje untuk meredam perjuangannya di Mekah.

Hard time membuat Syeikh Yusuf al Makasari menjadi tokoh ulama tasawuf Nusantara yang mendunia. Terusir dari negrinya, namun namanya harum di berbagai belahan dunia. Dia mendidik dan menopang perjuangan Nusantara melalui risalah dan tulisan yang dititipkan melalui jamaah haji. Hard time selalu memunculkan tokoh besar atau juga kehancuran. Sekarang kemana arah bangsa ini? Menikmati hard time, berarti menikmati penempaan yang menguatkan bagi yang berjiwa kokoh.

Posisi terjepit, terhimpit dan terasing. Tak pernah membuat jiwa pembebas menghentikan perannya.  

Tasawuf, Penjaga Nusantara Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dalam kehancuran apa yang bisa dilakukan?  ...

Tasawuf, Penjaga Nusantara

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dalam kehancuran apa yang bisa dilakukan?  Sultan Riau terjepit dan terkepung oleh serangan Belanda di Teluk Ketapang Malaka. Para pembantunya melarangnya untuk melawan. Namun dengan berbekal Badik-keris Bugis di tangan kanan, dan kitab Dalailul Khairat karangan Syekh Ahmad Khathib Sambasi-Mursyid Tarekah Naqsabandiyah yang memuat salawat kepada Rasulullah saw ditangan kirinya, maju sendirian menghadapi terjangan peluru dan meriam Belanda. Ketakutan hilang, yang ada hanya keberanian.

Mengapa Aceh bisa melawan Belanda dari generasi ke generasi? Mengapa politik pembunuhan massal dan sapu bersih tidak bisa menghapuskan perjuangan rakyat Aceh?  Ketika Sultan bisa ditundukan, ketika Ulama sudah dibunuh, ketika Cut Nyak Dien sudah ditangkap, namun perlawanan rakyat Aceh secara sporadis tetap muncul? Hingga akhirnya Belanda terjepit oleh Perang Asia Timur Raya? Nafas perjuangan tak pernah berhenti, darimana mereka mendapatkan energi?

Sultan Iskandar Istani Aceh, memerintahkan Syekh Nurudin Raniri membangun basis Tasawuf sesuai Sunnah Rasulullah saw. Mengisi perpustakaan kesultanan, mengajar ulama hingga ke surau-surau dengan ajaran Tasawufnya. Kitabnya yang terkenal berjudul Shirathal Mustaqim. Ajaran inilah yang menghidupkan jiwa rakyat Aceh. Menghidupkan jiwa dengan Tauhid. Menghidupkan jiwa yang hanya takut kepada Allah. Adakah yang mampu menghalangi ketika jiwanya sudah dipenuhi Iman? Kekuatan Belanda menjadi remeh, walau ditopang oleh seluruh kekuatan dunia.

Sultan Ageng Tritayasa Banten, begitu kokoh menghadapi Belanda. Darimana kekokohan jiwanya? Disampingnya ada Syekh Yusuf, ahli Tasawuf Tariqah Khalwatiyah dari Makassar yang mendapatkan gelar Tajul Khalwati. Ajaran Tasawuf telah memberikan energi jiwa bagi para Sultan untuk menghadapi musuh yang paling kuat sekalipun. Begitu juga dengan Pangeran Diponegoro, salah satu gurunya adalah ahli Tasawuf dari Babelan Purworejo.

Ketika Kemenangan Belanda menyingkirkan kekuasaan dari umat Islam. Ketika Tanam Paksa Belanda menyingkirkan umat dari ekonomi, memiskinkan dan menghancurkan seluruh kekuatan ekonomi umat Islam. Apa yang membuat umat Islam bertahan? Lalu menyuarakan perang kemerdekaan dalam kondisi yang parah? Yang masih hidup hanya iman kepada Allah. Yang masih hidup rasa harap dan hanya takut kepada Allah. Itulah inti Tasawuf.

Dalam kondisi kemiskinan dan penderitaan yang berat, Haji Wasjid dan Tubagus Ismail melakukan perlawanan di Banten tahun 1888M. Siapakah mereka? Mereka adalah penganut ajaran Sufi Qadiriyah Naqsabandiyah. Perlawanan kepada penjajah oleh para pengikut Tarekat tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi juga hampir diseluruh dunia. Bagaimana mereka membangun semangat juangnya?

Perang menurut teori Carl von Clausewitz, memerlukan energi kemauan yang tiada henti, keteguhan mental dan karakter yang teguh. Perang juga bukan bicara tentang kekuatan yang perkasa yang mampu menghancurkan kekuatan yang lemah, tetapi membangun bangkitnya kekuatan yang lemah bereaksi melawan. Pertanyaannya, darimana energi semua kekuatan ini?

Tarekat sepertinya hanya terlihat sebuah kegiatan berdzikir, namun sebenarnya sebuah proses pembersihan hati. Padahal didalamnya terdapat pelatihan disiplin dan berorganisasi.

Dzikir membuahkan hati yang bersih bersih, maka akan hiduplah jiwa. Semakin dekatlah kepada Allah. Semakin cintalah dan merindukan  Allah. Seperti kata Imam Hasan Al Banna dalam Risalah Pergerakannya bahwa kebangkitan dimulai dari hati yang hidup, jiwa yang bersih. Itulah yang bisa menghidupkan semua kebaikan yang ada pada tubuh umat. 

Imam Hasan Al Banna pun menjadikan Thariqah Suniah sebagai basis pemikiran dan pembinaan untuk menghidupkan jiwa umat yang lemah. Dari hati yang hiduplah, semua kekuatan umat akan bangkit menghiasi peradaban dunia. Inilah energi terbesar yang harus dihidupkan. 350 tahun menghadapi kekuatan besar dengan menghidupkan hati. Maka masa depan umat ini pun bisa cemerlang dengan menghidupkan hati juga. Itulah nilai-nilai Tasawuf yang telah menjaga negri ini.

Mendidik Dengan Berkisah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk ber...

Mendidik Dengan Berkisah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk berkisah kepada para Sahabat tentang salah seorang wanita paling mulia di kolong jagat ini. Yaitu kisah Siti Maryam. Apa pentingnya berkisah, hingga Allah memerintahkan berkisah secara khusus?

Berkisahlah. Berceritalah. Jagalah kisah-kisah masa lalu. Buatlah beragam kisah-kisah yang menggugah hati dan akal. Karena kisah salah satu seni memasuki jiwa dan akal manusia.

Para Wali Sanga telah menggunakan kisah sebagai sarana islamisasi Nusantara. Ada kisah-kisah yang melenggeda dan mendunia untuk menyadarkan para penguasa sehingga menjadi bijaksana. Berkisahlah. Berceritalah hanya untuk menunaikan perintah Allah.

Saat tahun kesedihan, Allah menghibur Rasulullah saw dengan beragam "hiburan" visual di langit yang didampingi oleh malaikat Jibril. Beliau bertemu juga dengan seluruh sosok para Nabi dan Rasul yang telah berjuang sepertinya. Sebelumnya hijrah, Rasulullah saw dihibur dengan beragam kisah. Bila ada peristiwa yang luar biasa, Allah menyiapkan kejiwaan dan menghiburnya dengan beragam kisah.

Ada novel dan cerpen yang diberangus oleh penguasa. Apa kaitan kisah dengan perubahan kekuasaan dan sosial? Kaisar Persia mencuri kisah-kisah yang ditulis oleh para pendeta yang dibacakan kepada kaisar India. Apa kaitan kisah dengan pengelolaan pemerintahan? Para negara adi daya membuat kisah-kisah untuk disebarkan ke negara yang menjadikan target dominasinya. Apa kaitan kisah dengan intervensi budaya?

Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk untuk berkisah kepada para Sahabatnya. Kisah-kisah ini diabadikan dalam banyak hadist. Di Riyadus Shalihin, imam Nawawi mengumpulkan tersendiri kisah-kisah dalam satu bab khusus. Terkadang untuk mengajarkan akhlak tertentu, Rasulullah saw pun menyampaikannya dengan berkisah.

Berkisah hanyalah sebuah sarana pendidikan dan penyadaran. Berkisah hanyalah salah satu methodelogi dalam mendidik manusia. Menikmati kisah, berarti menikmati pendidikan diri.

Menikmati Energi Takdir Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mengapa alam semesta tidak hancur? Mengapa ke...

Menikmati Energi Takdir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mengapa alam semesta tidak hancur? Mengapa kehidupan terus berlanjut? Mengapa matahari, bulan, bumi, gunung, lautan dan beragam makhluk begitu kokoh dan kuat? Hanya mengikuti takdir semata.

Dalam takdir ada kekuatan. Dalam takdir ada energi dahsyat. Ikuti arus takdir. Lalu, manfaatkan kekuatannya. Setiap takdir ada perannya dalam kehidupan yang tak bisa digantikan oleh siapapun. Takdir Itu berbagi peran dalam kehidupan.

Semut mengikuti takdirnya. Lebah mengikuti takdirnya. Cacing mengikuti takdirnya. Rumput mengikuti takdirnya. Adakah keinginannya untuk merubah takdir? Mengikuti apa yang telah digariskan. Karena setiap takdir rangkaian satu kesatuan yang menjaga keberlangsungan alam semesta dan kehidupan.

Apa takdir manusia? Menjadi khalifah di muka bumi. Menjadi Hamba Allah. Agar bisa menjalankan perannya secara benar dan optimal, manusia dibimbing oleh Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Itulah takdir manusia. Manusia diberikan kebebasan, mau mengikuti atau melawannya?

Apa takdir manusia? Menjadi khalifah di muka bumi. Menjadi Hamba Allah. Agar bisa menjalankan perannya secara benar dan optimal, manusia dibimbing oleh Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Itulah takdir manusia. Manusia diberikan kebebasan, mau mengikuti atau melawannya?

Melawan takdir berarti melawan Allah yang Maha Perkasa dan Mulia. Bisakah? Dapatkah? Mampukah? Kuatkah? Apa pun yang dialami, takdir manusia harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Bila menyimpangkan diri, maka kehidupan akan hancur.

Saat manusia melawan takdirnya, maka seluruh alam semesta dan makhluk menjadi lawan dan memusuhinya. Saat mengikuti takdir, seluruh alam semesta dan makhluk bergandengan tangan dalam mengelola,  menjalani dan menikmati kehidupan ini.

Mengikuti takdir, membuat hidup tanpa beban, tak perlu dipusingkan, hanya tinggal menjalani dan menerapkan saja. Dalam takdir Maha Perkasa, ada keperkasaan. Dalam takdir Maha Penyayang ada kasih sayang. Mengikuti takdirlah, lalu nikmati perjalanannya.

Sebab Kesulitan Belajar Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ilmu itu mudah dan sederhana. Karena ilmu itu...

Sebab Kesulitan Belajar

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ilmu itu mudah dan sederhana. Karena ilmu itu karunia dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bila ilmu itu terasa sulit ngejelimet, berarti ada yang salah dari mana mengambil dan mempelajarinya.

Allah itu Maha Berilmu dan Mengetahui. Bukankah semakin pintar dan jenius seseorang, maka akan semakin mudah menjelaskan? Semakin mudah dipahami dan dipraktekkan? Seperti Enstein yang menjelaskan hukum relativitas hanya dengan 3 huruf saja, E=MC2.

Al-Qur'an sudah dimudahkan oleh Allah. Adakah kitab yang sudah dijamin kemudahannya selain Al-Qur'an?  Mudah menghafalnya. Mudah mempelajarinya. Mudah memahaminya. Mudah menelusup ke dalam hati. Mudah membentuk karakter dan kebiasaan. Mudah solusinya. Segala yang diambil dari Al-Qur'an akan dimudahkan Allah.

Apa mukjizat Rasulullah saw? Para ulama menyebutkan salah satunya. Yaitu, perkataannya, sabdanya sangat mudah dipahami dan dicerna. Sabdanya sederhana namun mendalam. Sabdanya menembus dasar jiwa.

Mengapa manusia bodoh dan sulit memahami sesuatu? Salah satunya, salah dalam mengambil sumber ilmu. Salah mengambil nara sumber utamanya. Allah Maha Memudahkan, namun dijauhi manusia. Manusia mencari sumber ilmu dari manusia yang bodoh. Yang bodoh itu penuh kejelimetan.

Yang dijamin kemudahannya, ditinggalkan. Yang sulit justru dikejar hingga ke ujung dunia. Itulah sebab mengapa kesulitan belajar dan memahami ilmu. Mengapa ulama sebelumnya, dalam usia sangat muda mampu berilmu mumpuni? Mengapa Muhammad Al Fatih, Shalahuddin Al-Ayubi dalam usia muda mampu menggenggam kejayaan? Karena belajar dari sumber ilmu yang sudah dimudahkan oleh Allah yang Maha Berilmu.

Ilmu itu mudah dan sederhana, semestinya tak ada kebodohan lagi di muka bumi. Namun sebab salah mencari sumber referensi Ilmu, maka dunia ini terus diselubungi oleh kebodohan. Kesulitan belajar. Persoalan belajar.  Bukan persoalan methodelogi, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, tapi lebih disebabkan dari mana sumber ilmunya. Darimana mempelajarinya.

Terus Menelisik Jiwa Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Zuhud, mengosongkan kalbu dari cita-cita terhadap...

Terus Menelisik Jiwa

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Zuhud, mengosongkan kalbu dari cita-cita terhadap dunia. Zuhud, meninggalkan segala sesuatu yang melalaikan diri terhadap Allah. Bila masih ada kekuatiran terhadap dunia, bertanda masih jauhnya sifat zuhud?

Zuhud, lebih mempercayai apa yang ada di sisi Allah dibandingkan terhadap makhluk. Zuhud itu menanggalkan angan-angan.

Bila membeli dan membangun sesuatu, apakah terselip pujian?  Apakah hanya memenuhi kebutuhan saja? Apakah hanya untuk memenuhi kelayakan hidup sewajarnya saja? Bila terselip pujian, batalkan semua rencana membeli dan membangun sesuatu. Bila terselip ingin lebih baik dan melampui yang lain, batalkan semua rencana membeli dan membangun.

Bila membeli karena gaya hidup. Bila membeli karena trendy terkini. Bila membangun untuk mengganti model sesuai zamannya. Bila membangun agar lebih indah dan megah. Bila membeli tidak memiliki nilai kemanfaatan dan nilai tambah, maka pikirankan lagi. Jangan sampai syahwat hadir dalam keinginan kita.

Bila makan masih memikirkan kelezatan. Bila makan masih memikirkan yang lagi ngtrend saat ini. Bila makan masih memikirkan harga diri lokasi dan ketenaran merk. Bisa jadi makan kita bukan lagi rasa lapar, tetapi ada unsur syahwat. Makanannya halal, namun niatnya yang menyebabkan keterjebakan pada perangkap syetan.

Bersilaturahmi benarkah untuk melepaskan rasa rindu? Benarkah untuk merajut kembali benang-benang ikatan hati? Jangan-jangan untuk pamer kekayaan? Pamer jabatan? Pamer kesuksesan? Pamer prestasi? Dihadapan teman dan kerabat.

Bila dasar kebanggaan masih dunia, berhati-hatilah. Bila dasar kebanggaan amal kebaikan, berhati-hatilah. Bila hati masih ingin menyuarakan tentang dirimu dihadapan manusia, berhati-hatilah. Karena Ikhlas itu menurut Al Junaid adalah melupakan amal kebaikan. Melupakan segala yang telah engkau  raih. Karena kita tidak tahu apa yang Allah perbuat dari masa lalu kita. Kita pun tidak tahu apa takdir kita esok hari.

Perbanyak menelisik hati. Perbanyak meneliti hati. Perbanyak melihat jiwa. Perbanyak mengadili diri dengan timbangan Allah. Itulah cara penyelamatan diri.

Krisis Internal, Belajar pada Utsman bin Affan Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Semakin banyak saja yan...

Krisis Internal, Belajar pada Utsman bin Affan

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Semakin banyak saja yang ditangkap. Alhamdulillah. Alasannya menyebarkan foto, video, gambar dan rencana makar. Namun apakah semakin surut para pelakunya? Ternyata tidak, karena yang nyata lebih banyak dari yang Hoax. Hoax versi siapa? Ini yang jadi persoalan

Kericuhan karena ketidakadilan itulah kuncinya. Pemimpin yang adil tidak akan pernah menciptakan keresahan. Seperti Utsman bin Affan ketika menghadapi pelaku Hoax yang berbuntut pada upaya melengserkan Utsman bin Affan sebagai Khalifah. Bagaimana sikap Utsman bin Affan?

Adakah sebuah negara yang kacau, bila dikelola dengan baik? Adakah negara yang meresahkan rakyatnya bila penguasanya adil? Adakah sebuah negara yang terus ribut, bila penguasanya menentramkan? Logika yang selalu salah dari penguasa adalah menghukum rakyatnya bukan memperbaiki tata kelola pemerintahannya. Itu yang tengah terjadi di negri ini.

Ketika aparat pemerintahan tidak lagi menjadi pelayan masyarakat, tetapi menjadi corong penguasa. Ketika aparatur negara menjadi pembela penguasa dan kekuasaan, tidak lagi bersama rakyatnya. Itulah penyebab keresahan dalam masyarakat. Mengapa rakyat yang selalu disalahkan? Mengapa penjara menjadi hukuman?

Ketika para demonstran mengepung Utsman bin Affan karena terpengaruh oleh Hoax, Utsman mengumpulkan mereka di Masjid. Lalu, memaparkan seluruh keutamaannya dalam perjuangan Islam, keutamaannya di sisi Rasulullah saw, keberhasilan pemerintahannya dan terakhir menuruti kemauan mereka untuk mengganti beberapa gubernur. Di masa Utsman bin Affan, Umat Islam mulai bisa menembus Eropa, Afrika dan Asia Tengah. Kesejahteraan meningkat luar biasa. Apa salahnya Utsman bin Affan? Tidak ada.

Para Sahabat senior siap membela Utsman bin Affan, seperti Ali bin Abi Thalib, Thalhal, Zubair,  namun Utsman bin Affan berkata, "Sarungkan pedangmu." Hasan, Husein, Abdullah bin Umar siap membela, Utsman bin Affan juga berkata, "Sarungkan pedangmu." Apa yang tidak bisa dilakukan oleh Utsman? Memiliki pasukan yang ditakuti dunia, namun dihadapan rakyatnya beliau sangat lembut. Dihadapan rakyatnya terlihat lemah? boleh ada darah rakyatnya yang tumpah. Para Sahabat bertanya, "Mengapa tidak melawan demonstran?"

Utsman bin Affan berkata, "Aku tidak mau menjadi orang pertama yang menumpahkan darah sesama saudaraku sendiri." Dalam keterkepungan oleh Demonstran, Utsman berdoa, "Ya Allah, tolonglah Umat Nabi Muhammad saw, Ya Allah satukan hati Umat Nabi Muhammad saw." Begitulah yang terrekam dalam kitab Ihya Ulumudin pada bab detik-detik terakhir kematian para Sahabat.

Pemimpin yang lemah memang selalu gagah dihadapan rakyatnya, namun tak bernyali dihadapan musuhnya. Pemimpin yang lemah memang menindas rakyatnya, namun menjadi hamba dihadapan para penjajah. Belajarlah pada Utsman bin Affan, beliau bisa membebaskan sejumlah negri, menandingi Romawi dan Persia, namun tak mau melawan rakyatnya. Menuruti suara rakyatnya. Inilah pemimpin yang kuat.

Pasca pembunuhan Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib mengikuti jejaknya. Tidak memburu mereka yang terlibat dalam pembunuhan Utsman bin Affan. Ali lebih mementingkan rekonsiliasi internal, menyelesaikan konflik internal agar negara dalam kondisi kondusif. Setelah itu baru memproses hukum mereka, walau kebijakan ini ditentang oleh Siti Aisyah dan Muawiyah. Begitulah cara pemimpin yang berwibawa menghadapi rakyatnya. Bila melihat pemimpin yang keras terhadap rakyatnya, apa tandanya?

Namun masa-masa setelah Khalifatur Rasyidin adalah masa pemerintahan yang menggigit. Sangat mudah menangkap para Ulama. Sangat mudah membunuh yang berlawanan. Era itu sudah lewat. Sekarang kita menghadapi era baru. Yaitu,  pemerintahan diktator menurut Rasulullah saw? Wajar saja bila umat ini menghadapi tantangan yang lebih berat. Bagaimana menghadapinya? Berkata benar dihadapan penguasa, itulah jihadnya. Itulah jihad yang tertinggi.

Saat Seluruh Sektor Kehidupan Dikendalikan Ulama Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin) Dahulu ulama adalah sultan...

Saat Seluruh Sektor Kehidupan Dikendalikan Ulama

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin)

Dahulu ulama adalah sultan, ulama adalah negarawan, ulama adalah cendikiawan, ulama adalah panglima perang, ulama adalah pebisnis, ulama adalah dokter, ulama adalah guru, ulama adalah petani, ulama selalu berada diseluruh profesi manusia. Itulah mengapa negri diberkahi. Itulah mengapa seluruh bidang  kehidupan diberkahi.

KH Muhammad Shiddiq, kelak banyak keturunannya menjadi pengurus Nahdatul Ulama, sambil mengajar santrinya beliau membuka warung. Bila ada yang membeli, dia melayani pembeli. Bila tidak ada, dia melanjutkan mengajar para santri. Sang kiyai bisa menghafalkan Al-Qur'an selama 2 tahun diusia belianya. Bagaimana caranya? Menghafal Al Quran selama perjalanan dari rumah ke pasar. Beliau pun menyempatkan menulis kitab. Ulama, pebisnis dan cendikiawan berpadu pada sang kiyai.

KH Hasyim Ashari, pagi hari dan sore hari mengontrol karyawannya yang merawat sawah, konstruksi dan fasilitas pondok, sisanya mengajar para santri di pesantrennya. Selasa dan Jumat, beliau libur mengajar untuk berdagang di pasar, bertani di sawah dan bersilaturahmi ke tetangga dan kerabat. Beliau juga yang menyerukan seruan jihad melawan penjajah. Di waktu senggang beliau menulis kitab. Ulama, pebisnis, pejuang dan intelektual berpadu pada sang Kiyai.

Syekh Nurudin ar-Raniri, menjadi penasihat sultan Iskandar Tsani, membangun Aceh menjadi sebuah negara demokratis. Ada legislatif dan yudikatif. Dialah perumus ketatanegaraan Samudera Pasai. Banyak kitab yang dibuatnya. Dalam dirinya ada keulamaan, negarawan dan cendikiawan.

Dahulu ulama dan negara tak bisa dipisahkan. Namun mengapa sekarang ingin memisahkan ulama dan negara? Ulama dan bisnis? Ulama dan ketentaraan? Ulama dan kebudayaan? Ulama dipisahkan dari seluruh sektor kehidupannya. Inilah penyebab seluruh sektor kehidupan dan profesi penjadi perusak bukan penopang kebaikan. Mengapa ulama hanya ditujukan kepada mereka yang memberikan nasihat akhirat saja?

Syekh Yusuf dari Makassar. Beliau adalah Mursyid Tarekat Khalwatiyyah. Namun beliau juga pakar ketatanegaraan. Beliau membangun sistem ketatanegaraan kesultanan Banten, menjadi Hakim Agung. Menjadi panglima perang saat melawan penjajah Belanda. Menggerakkan rakyat Nusantara untuk melawan penjajah dari balik jeruji besi di Sri Lanka. Beliau pun menjadi inspirator gerakan anti Apartheid di Afrika Selatan. Menulis banyak kitab. Masih adakah ulama yang bisa menghimpun seluruh kompetensi ini?

Syekh Khatib As Sambasi, Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di masanya, yang kemudian dilanjutkan oleh Abah Anom Pesantren Suralaya. Beliau fokus memperbaiki jiwa dan hati. Sangat paham membangun jiwa dengan mendekatkan diri pada Allah. Sangat paham membangun motivasi dan spirit.   Andai dahulu ada Psikolog, Motivator, Trainer, dan Coach, maka ulama ini adalah pakarnya. Namun sayang seluruh profesi ini sudah menjauh dari nilai spiritual.

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, beliau pakar hukum perdata dan pidana, beliau yang memandu pemberlakuan syariat Islam di Kalimantan Selatan, pakar dalam tata kelola air dan irigasi, dia juga ulama tasawuf dan fiqh. Mengapa kita kehilangan sosok parpurna yang memadukan seluruh ilmu dalam satu jiwa?

KH Ahmad Rivai fokus membangun generasi muda untuk menjadi kader dakwah. Menghimpun semua kalangan dari petani, pedagang, pegawai pemerintah untuk dididik menjadi kader dakwah. Menterjemahkan kitab-kitab bahasa Arab ke bahasa Jawa untuk mentransformasikan pemikiran dan mindset masyarakat. Melalui penerjemahan dan pengkaderan sang Kiyai membangun Nusantara.

Saat ulama dipisahkan atau memisahkan dari bidang kehidupan manusia, Bagaimana jadinya umat ini? Mari belajar pada ulama Nusantara sebelumnya.

Dasar Pengolahan Tanah Pertanian Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Air hujan bermanfaat untuk menyuburk...

Dasar Pengolahan Tanah Pertanian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Air hujan bermanfaat untuk menyuburkan tanaman dan mengeluarkan buah-buahan. Tanah yang menyimpan dan menjaga air hujan sebelum dialirkan ke lautan melalui sungai dan menguap ke udara. Mengapa Al-Qur'an tak menyebutkan pupuk tetapi air hujan?

Turunnya air hujan, dimana dan kapan? Berapa intensitasnya? Hanya Allah yang tahu. Yang pasti hujan merupakan rahmat Allah. Setiap proses awap penanaman, selalu dilakukan di awal musim penghujan.

Bagaimana tanah bisa menjaga dan memelihara air hujan? Bagaimana agar air hujan meresap ke dalam tanah, tidak langsung terbuang? Bagaimana memanfaatkan air hujan untuk memasukkan hara alami ke dalam tanah? Inilah prinsip dasar pengolahan tanah.

Tanah harus gembur. Itulah cara dasar memasukkan air hujan ke dalam tanah. Penggemburan tanah bisa dilakukan manusia dengan beragam alat dan teknologi. Bisa juga memanfaatkan organisme dan mikro organisme yang hidup di tanah.

Penggemburan tanah bisa dengan memanfaatkan akar pohon. Akar pohon menciptakan banyak rongga tanah. Tanaman yang buahnya terpendam di tanah dapat juga membuat tanah menjadi merekah sehingga menciptakan rongga tanah yang membuat air hujan mudah masuk ke tanah.

Dalam perspektif kearifan lokal, bumi itu disebut Ibu. Dalam Al-Qur'an, saat berbicara soal keluarga, permisalan pengelolaan tanah bagaikan mendidik istri. Apa yang diberikan kepada istri? Apa kewajiban anak terhadap ibu?  Seperti itulah cara pengelolaan tanah.

Dibawah tanah banyak kehidupan. Dibawah tanah banyak makhluk yang hidup. Dibawah tanah banyak karunia Allah yang terpendam. Bawah tanah adalah rumahnya air. Maka kelolalah tanah seperti yang diperintahkan Allah dan mencontoh Sunnah Rasulullah saw.

Tafakur Al-Qur'an Dengan Membaca Berita dan Peristiwa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bacalah ber...

Tafakur Al-Qur'an Dengan Membaca Berita dan Peristiwa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bacalah berita. Bacalah sejarah. Bukan untuk menjadi komentator. Bukan untuk mereview peristiwa. Bukankah untuk bagaimana mengantisipasi masa depan bisnis dan ranah kekuasaan. Tetapi hanya untuk memperhatikan bagaimana akhir dari mereka yang mendurhakai Allah.

Perhatikan bagaimana akhir kesudahan para kafirin, zalimin dan munafikin? Bagaimana kesudahan mereka yang berbuat kerusakan? Bagaimana akhir mereka yang kikir, pemburu dunia dan kekuasaan?  Bagaimana kesudahan beragam karakter, kiprah dan kisah perjalanan manusia?

Perhatikan bagaimana janji Allah swt kepada yang bertakwa, yang taat, yang beriman, yang berbuat kebajikan? Bagaimana karakter mereka yang tidak mengimani Al-Qur'an, tak meyakini akhirat dan tak meyakini pertemuan dengan Allah swt? Apakah akhir kehidupan seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an? Apakah prilaku, gaya hidup dan kebiasaannya sesuai seperti yang dijelaskan Al-Qur'an?

Al-Qur'an itu hidup dan terus hidup. Al-Qur'an sangat jelas menginformasikan semua peristiwa di alam semesta. Al-Qur'an itu sangat meyakinkan kebenarannya. Sehingga semua yang terjadi dan akan terjadi sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Semua peristiwa, hiruk pikuk perburuan manusia di alam semesta hanya menjelaskan kebenaran Al-Qur'an.

Kemana pun manusia melangkah. Apa pun yang dilakukan manusia. Apa pun karakter manusia. Perhatikan dan pahami semuanya. Lalu, buka lembaran Al-Qur'an. Maka akan didapati seluruh liku-liku kehidupan sudah ada garis menuju titik akhirnya.

Memahami Al-Qur'an dengan memperhatikan berita dan sejarah. Mentafakuri Al-Qur'an dengan merekam beragam peristiwa dan kejadian. Suratan kehidupan ini sangat jelas. Karena goresan takdir pada kertasnya sudah kering dan selesai.

Lamanya waktu hidup mengapa tak juga bisa melihat kemukjizatan Al-Qur'an yang terpampang di alam semesta? Semua peristiwa dianggap tak berkaitan dengan penjelasan Allah di Al-Qur'an. Padahal seluruh peristiwa di jagat raya telah tertulis di Al-Qur'an.

Jangan Melukai Hati Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Suatu hari Rasulullah saw meminta ...


Jangan Melukai Hati Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Suatu hari Rasulullah saw meminta Ibnu Masud membacakan Al-Qur'an untuk beliau. Saat dibacakan salah satu ayat dari surat An Nisa, beliau menangis tak henti. Ada apa gerangan dengan ayat ini?

Ayatnya berkisah, kelak di hari penghisaban, para Nabi akan menjadi saksi atas orang kafir yang durhaka. Ayat ini juga menginformasikan secara khusus bahwa Rasulullah saw pun menjadi saksi atas umatnya yang durhaka kepada Allah.

Umatnya belum hadir, Rasulullah saw selalu menyebut-menyebut umatnya. Saat hendak wafat, Rasulullah saw sudah mewanti-wanti agar umatnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Bahkan ada kisah, seluruh rasa sakit dan penderitaan sakratul maut umatnya ditanggung oleh dirinya sendiri.

Ada beberapa ibadah yang Rasulullah saw lakukan sendiri untuk umatnya, seperti Qurban. Sebab khawatir bila ada umatnya yang tak sanggup berkurban. Rasulullah saw dengan perasaan malu menghadap Allah, agar bilangan shalat perhari di kurangi hingga akhirnya menjadi 5 waktu.

Malaikat pun terheran-heran kepada mereka yang durhaka. Apakah belum datang para Nabi dan Rasul? Mengapa ada yang durhaka, padahal Rasulullah saw sangat mencintai umatnya?

Bagaimana rasanya, bila seorang ayah dan Ibu, sudah memberikan nasihat, bimbingan dan pendidikan dengan kasih sayang tanpa henti pada anaknya. Lalu harus menjadi saksi kedurhakaan anaknya? Itulah yang dirasakan Rasulullah saw saat harus menjadi saksi saat umatnya yang dicintainya mendurhakai Allah.

Rasulullah saw terus menangis tiada henti. Ibnu Masud menghentikan pembacaan ayat ini, lalu ikut menangis. Rasulullah saw tak kuasa menyaksikan umat yang dicintainya, satu per satu memasuki neraka. Apakah kita ingin melukai hati Rasulullah saw dengan kedurhakaan kita? Padahal beliau sangat mencintai kita?

Saat Dunia Tak Lagi Menarik Hati Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Saat dunia tak lagi menarik, untuk a...

Saat Dunia Tak Lagi Menarik Hati

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Saat dunia tak lagi menarik, untuk apa berkiprah di kehidupan ini? Hanya tinggal satu kata. Yaitu, berkasih sayang dengan sesama makhluk di jagat raya. Bertani dan berkebun untuk berkasih sayang terhadap alam, tanah, air, tumbuhan, udara, dan binatang. Bertani dan berkebun, hanya untuk bersedekah kepada alam.

Berkasih sayang dengan berbisnis, bagaimana memudahkan urusan manusia? Bagaimana memenuhi kebutuhan dan keinginannya? Bagaimana memberikan solusi di tengah kesulitan dan persoalan?

Berkasih sayang dengan membangun ilmu dan teknologi.  Agar manusia sejahtera dan makmur dengan energi yang sedikit, murah, cepat, dan mudah. Agar manusia  berkiprah, berkelana, dan terkoneksi dengan mudah.

Berkasih sayang dengan berpolitik dan membangun. Membuat tata kelola hukum yang adil. Membuat tata kelola sosial kemasyarakatan dan kekuasaan yang memudahkan seluruh kebutuhan masyarakat.

Seluruh yang ada di muka bumi adalah makhluk Allah dengan ragam karakter yang berbeda. Maka jadilah seperti orang tua yang menghadapi berbagai karakter anak dengan cara pendekatan yang berbeda. Fokusnya mendidik agar paham jati dirinya.

Saat dunia tak lagi menarik, apakah hanya diam? Beribadah dan beramal shalehlah. Berjihad dan berdakwahlah. Beriman dan berbuat kebajikanlah. Karena hanya untuk itu tujuan keberadaan manusia.

Ambisi di kehidupan ini hanya untuk mengabdi kepada Allah. Hanya untuk mentaati Allah. Hanya untuk mengikuti kebenaran dari Allah. Selain itu hanya membuang waktu, umur, potensi, dan energi saja. Khayalan dan angan-angan selain itu hanya kesia-sian belaka.

Prinsip Kemudahan Hidup Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin) Tak usah pusing dengan mereka yang memusuhi. Tak u...

Prinsip Kemudahan Hidup

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin)


Tak usah pusing dengan mereka yang memusuhi. Tak usah takut dengan segala makar. Tak perlu gentar dengan segala kekuatan yang menindas. Tetap berfokuslah menjadi hamba yang mencintai dan dicintai Allah. Tetap fokuslah mencapai derajat waliullah.

Bila telah mencapai derajat waliullah, bukankah mereka yang memusuhi para waliullah akan diperangi oleh Allah? Allah yang menjadi pembela dan pelindungnya. Bukan semua rencana dan ikhtiar para musuh Nabi dan Rasul tidak berefek apa pun? Tak membahayakan sedikitpun?

Jagalah agama Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah agama Allah maka Allah akan bersamamu. Jagalah agama Allah maka Allah akan berada dihadapanmu. Ini prinsip kemudahan hidup.

Tanyakan niatmu? Tanyakan ikhtiarmu? Tanyakan akalmu? Tanyakan nafsu dan hatimu? Tanyakan semangat dan jerih payahmu? Untuk apa? Untuk siapa?

Bila bukan untuk menjaga agama Allah? Bila buka untuk mentaati syariat Allah. Bila semua untuk ego dan ambisi diri. Bersiaplah, hidup seperti debu yang dihembus dan melayang di udara lalu disambar oleh para burung pemangsa..

Dalam kesulitan dan penderitaan, mengapa manusia sangat yakin pertolongan dengan mengetuk pintu kekayaan, kekuasaan dan manusia? Mengapa tidak meminta dan memohon pertolongan pada Allah saja?

Saat tak menjaga agama Allah. Maka lenyapnya ingat kepada Allah. Hati, lisan dan akalnya sedikit pun tak membutuhkan Allah. Allah telah melupakannya seperti dia melupakan Allah. Hidup tanpa pertolongan dan perlindungan, bagaimana rasanya? Padahal hidup ini ujian.

Bertani, Menguak Nikmat Allah Yang Diabaikan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Baru sekarang merasakan ...

Bertani, Menguak Nikmat Allah Yang Diabaikan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Baru sekarang merasakan manfaat air hujan. Baru sekarang bersiap-siap menghadapi musim kemarau. Ternyata menjadi petani semakin merasakan nikmat dan rahmat Allah yang sebelumnya tak pernah dirasakan sebagai nikmat.

Beberapa bulan dan baru menanam bibit pohon, namun April dan Mei biasanya awal kemarau. Bagaimana menjaga bibit yang sudah ditanam?   Padahal jauh dari sumber air. Datarannya pun berbentuk lereng. Salah satu persiapan menghadapi musim kemarau adalah menanam kacang-kacangan atau polong-polongan.

Tumbuhan mengandung air di daun dan batangnya. Malam hari masih ada embun yang turun. Pupuk kandang mengandung air. Bila disatukan, dipendam dan di permukaannya di taruh semua unsur tersebut disekitar bibit tanaman bisa menjaga kelembaban tanah selama kemarau. Apalagi bila ditambahkan air melalui sistem infus dengan botol bekas yang diisi air lalu dilubangi agar menetes, semoga cara ini bisa memberikan daya tahan selama kemarau.

Daun kacang-kacangan mengandung Nitrogen (N). Daun ilalang dan rumput mengandung Kalium (K). Kedebong pisang mengandung dan menjaga air serta Poshfat (P). Di atasnya ditutupi jerami padi. Dengan 4 komponen Ini, bibit yang baru ditanam dapat terbantu dengan sedikit air dan berlimpahnya unsur hara tanah (NPK)

Banyak unsur organisme dan mikro organisme yang hidup di tanah. Seperti cacing, engkuk, semut, rayap dan beragam bakteri. Semakin kaya unsur ini, air dan unsur hara tanah semakin terjaga. Bukankah mereka pun berdoa dan bertasbih, sehingga Allah pun menjaga kehidupannya. Salah satunya dengan mendatangkan air yang tak pernah diduga oleh manusia dari mana arahnya.

Biarkan ulat hidup di bibit pepohonan yang ditanam. Bukankah mereka memakan daun yang berlebihan? Daripada daun mengering tak berguna, biarkan disedekahkan pada ulat. Kelak ulat membantu penyerbukan, merangsang pertumbuhan batang baru, dan menyaksikan kupu-kupu yang indah. Bukankah ulat pun berdzikir dan bertasbih agar Allah melimpahkan air dengan beragam cara yang tak dipahami manusia.

Andaikan tidak ada mikro organisme, organisme, cacing, engkuk, ulat, rayap, semut, dedaunan yang berkolaborasi dengan tanah tidak ada, apakah akan ada kehidupan di bumi? Merekalah yang telah melayani manusia terutama tentang ketersediaan pangan.

Financial Engineering Wali Allah Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin) Tips mengelola keuangan. Belajar dari sang...

Financial Engineering Wali Allah

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin)

Tips mengelola keuangan. Belajar dari sang para Wali-wali Allah yang bertebaran di muka bumi. Bisnis berkembang, keluarga senang dan bermanfaat bagi masyarakat. Memadukan tiga hal yang sering kali bertentangan.

Suatu hari seorang kiyai melakukan perjalanan. Tiba-tiba terdengar sebuah pembicaraan. Setelah dicari sumber suaranya, ternyata gumpalan awan sedang berbicara. Kisah ini dinukil dari kitab Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi. Sang kiyai mendengarkan pembicaraan sang awan. Apa isi pembicaranya?

Gumpalan awan sedang berdiskusi bahwa mereka akan menghujani kebun seseorang. Namanya si fulan. Sang awan berarak menuju lokasi yang dituju. Sang kiyai mengikuti gerak awan berjalan. Ternyata gumpalan awan tersebut hanya menghujani satu kebun saja, sedang kebun yang lain tetap kering kerontang. Kebun yang dihujani sangat subur dan buahnya sangat lebat. Kebun yang lainnya tak berbuah.

Sang kiyai penasaran, milik siapa kebun ini? Setelah hujan selesai, sang kiyai mencari pemiliknya. Ternyata pemiliknya ada dikebun tersebut. Setelah mengucapkan salam, sang kiyai bertanya nama pemilik kebun. Sang kiyai kaget luar biasa, ternyata nama orang tersebut sama dengan nama yang dibicarakan oleh gumpalan awan yang dia dengar.

Sang kiyai bertanya, mengapa hanya kebunnya yang sirami hujan? Mengapa yang lainnya tidak? Sang pemilik kebun menceritakan bagaimana bisa terjadi hujan selalu membasahi kebunnya. Inilah rahasia pengelolaan keuangan yang perlu dicontoh.

Setiap panen, hasil panennya digunakan untuk 3 keperluan. 1/3 dikembalikan untuk menanam kebun kembali. 1/3 untuk keluarga. 1/3 untuk sedekah. Jadi uang yang kita terima harus teralokasi pada tiga hal yaitu investasi atau reinvestasi agar kekayaan terus tumbuh. Meminimalkan kebutuhan konsumsi hanya 1/3 untuk keluarga. Terakhir 1/3 keuangan untuk memberikan kemanfaatan bagi umat. Inilah pengelolaan uang para Wali-wali Allah yang terrekam dalam kitab Shifatush Shafwah karya imam Ibnu Jauzi.

Banyak kisah yang menarik dari perjalanan wali-wali Allah. Ada sebuah daerah yang menjadi sangat subur, air dan buah-buahannya berlimpah karena kedatangan seorang wali. Setelah wali itu pergi, daerah itu menjadi kering kerontang kembali.

Keberkahan rezeki bukan sekedar model bisnis, jaringan bisnis, modal bisnis dan seluruh tetek benget pengelolaan bisnis. Persoalan utama dalam bisnis adalah menciptakan karakter bertakwa pada pemilik dan pengelola bisnis. Disitulah penyebab keberkahan bisnis dan Allah memudahkan jalan rezeki.

Barometer Ilmu Laduni Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Andai ada manusia yang dikaruniai ilmu Laduni, ...

Barometer Ilmu Laduni

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Andai ada manusia yang dikaruniai ilmu Laduni, apakah keilmuannya bisa melampaui Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw? Andai manusia dianugerahi kecerdasan, apakah yang dianugerahinya bisa melampaui apa yang sudah diberikan kepada Rasulullah saw? Para Nabi dan Rasul dianugerahi mukjizat sedangkan selain mereka dianugerahi karamah saja.

Pemimpin para Aulia, Syeikh Abdul Qadir Jailani, selalu menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw sebagai barometernya, walaupun Imam Ibnu Taimiyah menyebutnya sebagai ulama yang paling banyak mendapatkan karamah dari Allah. Pemimpin para Sufi, Junaid Al-Baghdadi, menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw sebagai barometer kebenaran.

Segala ilmu Laduni. Segala karamah yang ada di kolong jagat ini, tingkatannya selalu dibawah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Sebab, Al-Qur'an adalah mukjizat tertinggi dari seluruh mukjizat para Nabi dan Rasul. Sebab, Sunnah Rasulullah saw adalah kebenaran tertinggi setelah Al-Qur'an. Bukankah Ilmu Laduni untuk meraih kebenaran, baik langkah, sistem, strategi dan hasil? Bukankah Ilmu Laduni untuk mendapatkan solusi hidup?

Para Nabi dan Rasul, saat menghadapi kendala, persoalan dan kesulitan selalu menunggu firman Allah. Mereka tidak kasak kusuk memcari solusi dari bumi. Berdoa, berdzikir, beristighfar, bersabar dan beristiqamah hingga turunlah firman Allah untuk membimbing dan memimpinnya.

Rasulullah saw saat menghadapi persoalan, bermusyawarah dan bertanya pada ahlinya. Ini bukan kehendaknya, tetapi sebab Al-Qur'an yang membimbingnya untuk bermusyawarah dan bertanya pada ahlinya. Bisa jadi ilmu Laduni langsung datang dari Allah Yang diilhamkan ke dalam hati. Bisa juga melalui perantara orang lain.

Rasulullah saw bertanya pada Sahabat tentang strategi perang Badar, Uhud dan Khandaq. Rasulullah saw mendapatkan cara mengundang manusia untuk shalat melalui mimpinya Umar bin Khatab. Jadi pilihlah teman karib, orang terdekat, teman ngobrol, guru, dan penasehat yang berpotensi dikaruniakan ilmu Laduni oleh Allah.

Nabi Musa diperintahkan Allah untuk belajar pada Nabi Khidir. Nabi Musa tak perlu pusing untuk memecahkan teka teki yang dihadapinya, cukup bertanya kepada Nabi Khidir yang dikaruniai Ilmu Laduni oleh Allah.

Al-Qur'an dan Sunnah, Ilmu Laduni Yang Diabaikan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ilmu Laduni diha...

Al-Qur'an dan Sunnah, Ilmu Laduni Yang Diabaikan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Ilmu Laduni diharapkan banyak manusia. Padahal ilmu Laduni yang sudah ada justru ditinggalkan, diabaikan bahkan dibuang tak berharga. Bahkan dibuka pun tidak pernah. Memburu yang belum pasti, namun meninggalkan yang sudah ada.

Banyak yang melakukan ibadah dan amalan khusus hingga super khusus untuk mendapatkan ilmu Laduni. Banyak yang meluangkan waktu super khusus agar dilimpahkan ilmu Laduni, namun ilmu Laduni yang paling utama justru dilemparkan kebelakang.

Bukankah Al-Qur'an itu berasal dari sisi Allah? Bukankah hadist Rasulullah saw berasal dari sisi Allah? Saat berdialog dengan Rasulullah saw, Allah berfirman bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Berasal dari Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana.

Al-Qur'an menjadi ilmu Laduni bagi mereka yang beriman dan bertakwa. Al-Qur'an dianggap sampah dan olokan bagi yang kafir, munafik, zalim dan yang di dalam hatinya ada penyakit. Al-Qur'an menjadi ilmu Laduni bagi yang mau merendahkan hati, jiwa, akal dan nafsunya di hadapan Allah swt.

Sunah Rasulullah saw menjadi ilmu Laduni bagi mereka yang mengikuti jejak Rasulullah saw. Rasulullah saw sebagai tauladan dan kekasihnya. Kerinduan utamanya ingin bertemu Allah swt dan bersama Rasulullah saw.

Nabi Musa mendapatkan ilmu Laduni karena mengikuti perintah Allah swt. Nabi Musa diperintahkan Allah untuk bertemu seseorang di sebuah tempat yang memiliki ciri tertentu. Nabi Musa mendapatkan ilmu Laduni melalui seseorang yang telah ditentukan oleh Allah. Kunci ilmu Laduni adalah mentaati Allah swt.

Semua ilmu sejak awal alam semesta diciptakan. Semua ilmu masa lalu, masa kini dan masa depan, sudah terangkum dalam Al-Qur'an. Persoalannya, bagaimana agar Al-Qur'an bisa menjadi petunjuk, penjelas, penerang dan rahmat? Al-Qur'an ilmu Laduni yang diabaikan.

Orisinalitas Kebahagiaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yang orisinal itu bersumber dari hati. Gali ...

Orisinalitas Kebahagiaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Yang orisinal itu bersumber dari hati. Gali kebahagiaan yang orisinal. Bangunlah kehidupan yang orisinal. Kembangkan pemikiran yang orisinal. Munculkan akhlak yang orisinal.

Gambaran hati, itulah gambaran diri. Gambaran hati, itulah buah riyadhah atau pelatihan jiwa. Semua tempaan jiwa. Semua interaksi dengan Allah. Semua jihad mentaati Allah dan Rasulullah saw, bermuara di hati. Hati adalah potret akhir perjalanan manusia.

Bila ada kepentingan, itu bukan orisinal. Kepentingan selalu memunculkan kepalsuan. Kepentingan menutupi sesuatu. Mengkamuflasekan tujuan, target dan obsesi yang sebenarnya. Itulah kemunafikan tujuan.

Bila masih menginginkan sesuatu selain Allah, itulah kepalsuan. Ada pertentangan dan pertengkaran antara suara hati dengan ambisinya. Hatinya ingin menuju Allah, tetapi nafsunya masih berkubang dalam lumpur dunia.

Orisinalitas hanya tumbuh bila orientasi hidup hanya Allah. Perjalanan hidup hanya mentaati dan berjihad di jalan Allah. Mendengar, melihat, berbicara, makan dan minum dan seluruh aktifitasnya karena Allah, bersama Allah, dan untuk Allah.

Orisinalitas kebahagiaan bukan karena mendapatkan dan meraih sesuatu. Kebahagiaannya tidak dikendalikan dari luar dirinya, dari eksternal, dari peristiwa dan kejadian tertentu. Jiwanya tak pernah terusik dengan apa pun. Jiwanya independen dan merdeka dari liku-liku hidup.

Tak ada yang bisa mengombang-ambingkan hidupnya. Tak ada yang mempengaruhi cara berfikir, gaya hidup, kebiasaan dan akhlaknya. Semua yang muncul pada dirinya hasil dari proses pensucian jiwa melalui pelatihan jiwa yang dipimpin dan dibimbing Allah

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (185) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (137) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (406) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (89) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)