basmalah Pictures, Images and Photos
11/30/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Saat Al-Ghazali Merespons Kekalahan Islam di Andalusia Sangat risau mendengar kekalahan dan penderitaan kaum Muslimin di Andalus...

Saat Al-Ghazali Merespons Kekalahan Islam di Andalusia

Sangat risau mendengar kekalahan dan penderitaan kaum Muslimin di Andalusia, Imam Al-Ghazali (1058-1111 M) menulis surat kepada Raja Maghribi Yusuf Ibnu Tasyfin yang isinya cukup menggemparkan, sebagai berikut:

“Pilihlah salah satu di antara dua, memanggul senjata untuk menyelamatkan saudaramu-saudaramu di Andalusia atau engkau turun tahta untuk diserahkan kepada orang lain yang sanggup memenuhi kewajiban tersebut.” 

Isi surat dari penulis kitab Ihya’ Ulumiddin tersebut diungkap B. Wiwoho dalam buku karyanya Bertasawuf di Zaman Edan: Hidup Bersih, Sederhana, dan Mengabdi (2006). Sikap tegas Al-Ghazali tentu tidak lepas dari konteks perjuangan Islam di Andalusia saat itu. 

Kelemahan dalam kepemimpinan, konflik internal, dan kekuatan musuh yang semakin banyak adalah di antara sebab jatuhnya masa-masa kejayaan Islam di Andalusia. Al-Ghazali sendiri merupakan salah seorang ulama masyhur yang hidup ketika Islam di Andalusia mencapai kejayaan emasnya.

Tercatat ilmuwan-ilmuwan Muslim yang lahir dari kemajuan peradaban Islam di Spanyol, Ibnu Bajjah, Ibnu Rusyd, Ibnu Arabi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan lain-lain. Kejayaan Islam di Andalusia tidak lepas dari perkembangan peradaban ilmu pengetahuan. Sejumlah displin ilmu dan berbagai teori yang ditemukan oleh para ilmuwan Muslim merupakan pintu masuk bagi perkembangan Islam di Barat, khususnya Eropa. Namun, kepemimpinan yang lemah kerap menjadi faktor runtuhnya masa Islam.

Meski demikian, ilmu pengetahuan yang dikembangkan ilmuwan-ilmuwan Muslim tetap masyhur meskipun saat ini masyarakat justru lebih banyak mengenal teori-teori pembaruan yang lahir dari para ilmuwan Barat. Ketegasan Al-Ghazali dalam merespon kepemimpinan Islam di Andalusia merupakan kegelisahan seorang ulama kepada umara-nya.

Kritisnya Imam Al-Ghazali tidak lebih dari perhatian dan kasih sayang kepada seorang pemimpin untuk tujuan yang lebih luas, kesejahteraan rakyatnya. Seorang pemimpin wajib melindungi rakyatnya jika mereka dalam kondisi menderita sebab perang. Seperti yang dimaksud Al-Ghazali dalam isi suratnya di atas. 

Mengenai rakyat, penguasa, dan ulama, Al-Ghazali dalam kitab At-Tibbr al-Masbuk fi Nasihat al-Muluk atau Nasihat Bagi Penguasa menjelaskan bahwa watak dan perangai rakyat merupakan buah atau hasil dari watak dan perangai pemimpinnya. Sebab menurut Al-Ghazali, keburukan yang dilakukan orang awam hanyalah meniru dan mengikuti perbuatan para pemimpinnya. Pemimpin di sini tidak hanya ditujukan kepada satu orang saja dalam pemerintahan, tetapi juga para pemangku kebijakan di segala sektor.

Yusuf Ibn Tasyfin dikenal sebagai pendiri serta penguasa pertama Dinasti Murabitun yang berada di Maroko, Afrika Utara. Ketika masih memegang tampuk kepemimpinan, Ibn Tasyfin membawa Islam kembali berjaya di Andalusia setelah sebelumnya berada dalam ancaman kekuatan Eropa. Kekuasaan Ibn Tasyfin berlangsung dari tahun 1061 hingga 1107. Dia bergelar Amir al-Muslimin dan Nasiruddin.

Dalam upaya melegitimasi serta memperkuat kekuasaannya, dia meminta pengakuan dan restu dari khalifah Abu Abbas di Baghdad, Irak. Baru setelah itu, dia melakukan upaya konsolidasi intern. Antara lain dengan membenahi dan menata struktur administrasi pemerintahan, mempersatukan serta mengoordinasikan kekuatan berbagai suku yang ada, dan juga membentuk satu formasi militer yang tangguh. Namun persoalan besar menghadang.

Saat berjayanya Dinasti Murabitun di bawah kepemimpinan Ibn Tasyfin, nun di seberang sana, kerajaan Islam Andalusia tengah berada di ambang kehancuran. Hal ini dipicu oleh perbutan kekuasaan dan pertentangan antar-muluk at-tawa'if (raja, penguasa kelompok suku).

Selain itu, ancaman lebih besar dari kekuatan Kristen yang menunggu momentum untuk menyerang. Pada tahun 1107, Ibn Tasyfin meninggal dunia dan langsung digantikan oleh putranya yang bernama Ali bin Yusuf (1107-1143). Sepeninggalnya berangsur-angsur popularitas dan kekuatan Dinasti Murabitun menurun. Dan pada masa pemerintahan Ishaq bin Ali (1146-1147), kekuatan dinasti ini pun hancur dan digantikan Dinasti Muwahidun. 

Sumber: https://nu.or.id/fragmen/saat-al-ghazali-merespons-kekalahan-islam-di-andalusia-L59jX

Nasib Singgasana Para Raja Kini Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Saat ke Makassar kesampaian juga meng...

Nasib Singgasana Para Raja Kini

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Saat ke Makassar kesampaian juga mengunjungi istana Gowa. Saat ke Medan ke Istana Maimun. Begitu juga ke Kutai.

Ada yang mengelitik soal singgasana para raja. Dahulu begitu berwibawa, sekarang berdiri kokoh di Museum saja ?

Ku sempat mengunjungi tempat tidur para raja,  perlengkapan tidur, pakaian istana. Dahulu, gelar dan tanda kehormatan jabatan menjadi rebutan. Sekarang, dipertontonkan di dalam lemari kaca.

Dahulu membuat orang terpesona, sekarang setiap hari dilihat oleh para pengunjung. Begitu fananya dunia ?

Dahulu di Istana menjadi tempat tinggal para raja dan pejabat penting. Sekarang menjadi museum. Betapa waktu bisa mengulirkan semuanya? 

Kemana perginya kekuasaan para raja ? Kemana perginya orang yang dahulu  selalu menjaga, mengelilingi, dan menghormatinya?

Mengapa kekuasaan begitu rapuh padahal  dahulunya dijaga oleh senjata dan prajurit yang kuat,  gagah dan tangguh ?

Tak harus menunggu wafat untuk mengetahui ketidakartian dunia, sekarang pun kita bisa melihatnya. Jadikan pelajaran! 

Namun ada yang membuat ku kagum pada mereka. Para Sultan menyerahkan hati, perjuangan  dan kekuasaannya untuk Indonesia. Namun mengapa sekarang umat Islam dituduh anti toleransi dan tak mencintai Indonesia? 

Kisah, Kekuatan Public Speaking  Imam Al Jauzy Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati l) Majlis ilmu imam al ...

Kisah, Kekuatan Public Speaking  Imam Al Jauzy

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati l)


Majlis ilmu imam al Jauzy selalu dihadiri oleh puluh ribu jamaah. Bagaimana kiat sang Imam menggugah dan menginspirasi para jamaahnya ? 

Al Jauzy membuka salah satu rahasianya. Yaitu, ceramah dengan memaparkan beragam kisah. Menjadikan kisah menjadi magnet perhatian jamaah.

Mengapa berkisah itu sangat penting dalam ceramah ?  Malik bin Dinar berkata," Kisah adalah laksana hadiah dari Surga." Al Junaidi pun berkata," Kisah itu laksana tentara Allah, yang dengannya akan menguatkan tubuh para murid."

Ada juga yang berkata,"Perbanyaklah menceritakan kisah orang saleh, karena didalamnya terdapat berlian. Malah barangkali berlian langka yang sangat berharga."

Begitu efektifnya kisah bagi para penceramah, maka al Jauzy menulis kitab khusus bagi para penceramah yang berjudul Uyun al Hikayah min Qashash ash-shalihin wa nawarin az-zahidin.

Tidak itu saja, beliau pun menulis kitab Shifat Ash Shafwah yang memuat kisah tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam.

Kesuksesan berkisah al-Jauzy ingin ditularkan dan disambungkan pada generasi sesudahnya. Mari menginventarisir kisah sebagai metode ceramah.

Liku-liku Hidup, Tanda Tingkat Kemuliaan? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ibrahim bin Adham meninggal...

Liku-liku Hidup, Tanda Tingkat Kemuliaan?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Ibrahim bin Adham meninggalkan tahta kekuasaannya. Lalu mengembara mengarungi lautan makrifat dengan berguru pada Sofyan Tsauri.

Umar bin Abdul Aziz tetap teguh dengan tahta kekuasaannya. Memanfaatkan kekuasaan untuk merealisasikan peran manusia sebagai khalifah

Muawiyah bin Abu Sofyan membangun kekhalifahan Bani Umayah. Abdullah Ibnu Umar, dilarang menggenggam kekuasaan oleh ayahnya Umar bin Khatab.

Abu Dzar hidup dalam kesederhanaan di kesunyian padang pasir. Abdurahman bin Auf hidup dalam kekayaan melimpah dalam keramaian.

Abu Hurairah meriwayatkan hadist di pengembaraannya. Abdullah bin Amr bin Ash yang bertugas mencatat hadist, hidup menyendiri jadi ahli ibadah

Khalid bin Walid jadi panglima perang perkasa menguasai banyak wilayah. Kaab bin Arit mengajarkan Al-Qur'an ke generasi berikutnya.

Mana yang lebih mulia dari mereka? Berkuasa atau jadi rakyat jelata, kaya atau miskin, ulama atau panglima perang, fuqaha atau ahli ibadah?

Rasulullah saw memuji seluruh Sahabatnya tanpa pandang bulu menjadi apa atau siapa? Setiap orang memiliki keutamaan dan gelar panggilan disisinya

Saat terjadi konflik antara Siti Aisyah-Muawiyah bin Abu Sofyan-Ali bin Abu Thalib, siapakah yang mulia dan benar? Semuanya mulia dan benar

Saat Rasulullah saw wafat, Muhajirin-Anshar berunding siapa pengganti Rasulullah saw? Semuanya penuh kemuliaan tanpa ada intrik.

Belajarlah bagaimana orang yang dimuliakan Rasulullah saw berkonflik? Kemuliaannya terlihat sangat jelas.

Tak peduli menjadi apa dan siapa. Tak peduli diberi karunia dan nikmat apa. Karena kemuliaan para Sahabat adalah takwa, cinta pada Allah dan Rasulullah saw

Semua kiprah, profesi dan karya, hanya untuk membawa kecintaan terhadap Allah dan Rasulullah saw, itu saja. Adakah kemuliaan selain ini?

Membangun Keunggulan Negri dari Kepemimpinan Nabi Dawud dan Sulaiman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) ...

Membangun Keunggulan Negri dari Kepemimpinan Nabi Dawud dan Sulaiman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kisah Nabi Dawud dan Sulaiman tidak terlalu membahas liku-liku membangun ketauhidan seperti Nabi Nuh dan Ibrahim. Ada sisi lain yang ditekankan.

Ketauhidan di era Dawud dan Sulaiman sudah dituntaskan oleh Nabi Yusya bin Nun. Persoalan jihad tuntas di era Nabi Samuel dan diangkatnya Thalut.

Di masa stabil, yang pertama dilakukannya, membangun peradilan yang adil. Ada dua kasus yang diabadikan Al-Qur'an. Tentang kambing yang masuk ke kebun orang lain dan identifikasi pembunuhan bayi oleh srigala 

Kisah Hud-hud yang terlambat, menandakan pengendalian roda pemerintahannya sangat baik. Tak ada pejabat yang tak terkontrol.

Hubungan internasional dikisahkan interaksinya dengan Ratu Saba yang memiliki kekuasaan dan pemerintahan. Misi intelejennya oleh Hud-hud

Misi hubungan internasional adalah ketauhidan, lalu kemitraan. Kemitraan terbangun bila sebuah bangsa memiliki keunggulan yang tak dimiliki bangsa lain

Nabi Sulaiman memperkenalkan beragam keunggulan di kerajaannya. Hingga mampu memindahkan istana Ratu Saba dalam kedipan mata.

Ratu Saba mengagumi kerajaan Nabi Sulaiman saat berkunjung ke negrinya. Harga diri bangsa terlihat dari keunggulan yang diciptakannya.

Ratu Saba akhirnya membatalkan opsi serangan militer ke kerajaan Nabi Sulaiman, lebih memilih kemitraan. Itulah penting keunggulan dalam pergaulan internasional 

Bagaimana Nabi Dawud dan Sulaiman membangun keunggulan kerajaannya? Memanfaatkan sumberdaya dan teknologi, dengan SDM yang melampaui jamannya

Jin dan Syetan, angin dan awan, binatang  diberdayakan sesuai kekhasannya. Semua digerakkan membangun keunggulan kerajaannya

Nabi Dawud dianugerahkan benda-benda keras seperti besi menjadi lunak. Jin dan Syetan mengkreasinya jadi bangunan dan peralatan canggih

Syetan dan Jin ditugaskan menyelami lautan, memanfaatkan seluruh kekayaan alam di bawah samudera.

Syetan dan Jin tak tertandingi? Mereka tak bisa melunakkan besi dan memindahkan istana sekejap. Hanya manusia yang bisa melakukannya

Penguasa yang bisa mengikuti jejak Nabi Dawud dan Sulaiman, memiliki ciri yang sangat khas dan sederhana. Khawatir menzalimi semut.

Nabi Dawud dan Sulaiman, tak zalim walaupun jin dan syetan, angin, awan, dan seluruh kekuatan bumi ditundukkan oleh Allah padanya

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (130) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (164) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (208) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (100) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (375) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (131) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (177) Sirah Sahabat (107) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (67) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)