basmalah Pictures, Images and Photos
Februari 2023 - Our Islamic Story

Choose your Language

Nabi Sulaiman dan Hewan Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kehidupan di dalam tanah, sama dengan ke...

Nabi Sulaiman dan Hewan Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)



Kehidupan di dalam tanah, sama dengan kehidupan di permukaan tanah. Agar tumbuhan dan tanah menjadi subur, bangunlah ekologi hewan tanah. Keberadaan ekologi hewan tanah menjadi tanda kesuburan tanah dan tanaman.

Di dalam tanah ada kehidupan. Di permukaan tanah ada kehidupan. Di udara dan angkasa pun ada kehidupan. Nabi Sulaiman sangat peduli terhadap semut, ini menunjukkan bahwa para Nabi dan Rasul pun sangat peduli dengan ekologi hewan yang hidup di dalam tanah.

Rayap tanah yang memakan tongkat Nabi Sulaiman. Dengan rapuhnya tongkat ini, manusia dan jin yang sedang bekerja menjadi tahu bahwa Nabi Sulaiman telah wafat. Dikisahkannya rayap ada esensi luar biasa yang diungkapkan oleh alam semesta.

Semut dan rayap dua makhluk yang hidup tanah yang lekat dengan kisah Nabi Sulaiman. Ragam makhluk tanah digunakan oleh para pakar tanah untuk menguji tingkat kesuburan tanah. Semakin tak ditemukan hewan tanah, menunjukkan semakin tidak subur tanah tersebut.

Bagaimana menguji kelembaban tanah? Perhatikan cacing tanah. Bagaimana menguji aliran air dan udara dalam tanah? Perhatikan rayap.  Bagaimana mengetahui ketercukupan bahan organik tanah? Perhatikan banyaknya ragam hewan tanah yang hidup di tanah tersebut.

Di alam semesta tersebar tanda-tanda kebesaran Allah yang tak terhingga. Dengan tanda-tanda tersebut manusia bisa sangat mudah memahami sesuatu dengan sangat mendalam dan komprehensif. Dengan tanda-tanda tersebut akal dicerdaskan oleh Allah. Hati dimudahkan untuk menyadari sebuah hakikat yang tak terlihat.

Ragam hewan tanah merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Kaitan dengan kesuburan tanaman, batang, ranting, daun dan buahnya. Hewan tanah hanya bisa hidup bila ada pohon, pertumbuhan pohon dan buahnya tergantung dari ragam hewan tanah yang hidup di tanah tersebut.

Tumbuhan di Tepian Tebing Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ciri dataran tinggi, adanya tanah sengkedan ...

Tumbuhan di Tepian Tebing

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Ciri dataran tinggi, adanya tanah sengkedan atau terasering. Ada pola yang sama dari tumbuhan yang saya amati. Tumbuhan keras yang ditanam pinggir tanah terasering, justru semakin baik tumbuhannya.

Semakin ke pinggir semakin baik? Semakin mendekati tebing terasering semakin baik pertumbuhan tanaman kerasnya. Apakah ini hanya kebetulan? Fenomena ini sangat menarik. Saat menanam palawija, mengapa sering dibuat gundukan tanah?

Semakin ke tepian tebing, akar tanaman semakin mudah mengambil udara untuk diubah menjadi nitrogen (fiksasi). Itulah salah satu penyebab, mengapa dibutuhkan tanah yang gembur. Kebutuhan nitrogen dari tanah sekitar 3-4 persen dari total 5 persen kebutuhan hara dari unsur tamah. 1-2 persennya unsur Kalium, Fosfor dan unsur hara lainnya yang berasal dari tanah.

Udara di dalam tanah berperan dalam proses respirasi atau bernapas. Respirasi adalah penguraian bahan makanan yang terjadi di stomata untuk menghasilkan energi. Semakin tumbuhan ke tepian tebing, akan semakin besar udara di dalam tanah.

Semakin ke tepian tebing, sorotan sinar matahari semakin maksimal, sebab semakin sedikit tumbuhan lain yang menghalanginya. Tepi tebingan membuat tumbuhan terlihat sangat menonjol karena tak ada pohon lain di bawah atau sekitarnya.

Allah Maha Pemelihara alam semesta. Tumbuhan yang berada di tepian tebing ditakdirkan untuk menjaga tebingan agar tidak mudah longsor. Untuk itulah tumbuhan di tepian tebing tumbuh lebih baik dari tumbuhan lainnya.

Konsep tanah terasering membuat tanah yang miring menjadi undakan. Setiap undakan memiliki tepian tebing. Di tepian inilah, tumbuhan yang ditanam lebih subur dari yang lainnya.

Karakter Tumbuhan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tanaman diam, namun akarnya semakin dalam dan menyeb...

Karakter Tumbuhan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Tanaman diam, namun akarnya semakin dalam dan menyebar. Batangnya terus meninggi, membesar, kokoh dan semakin rimbun hingga berbuah. Mengapa terus tumbuh?

Unsur hara tumbuhan 95 persennya dari udara. Udara yang mendatangi tumbuhan. Air hujan yang mendatangi tumbuhan. Andaikan tidak ada tumbuhan, bisa jadi manusia akan lenyap karena kekeringan akibat kezaliman manusia sehingga Allah tak menurunkan hujan. Jaga tumbuhan, agar tumbuhan terus bermunajat dan berdzikir pada Allah sehinga manusia kecipratan keberkahan dari "doa, sujud dan dzikirnya" tumbuhan.

Saat hujan, Allah menghadirkan petir yang menakutkan. Petir yang mengubah unsur udara menjadi Nitrogen. Nitrogen dibawa oleh air hujan untuk menyiram tumbuhan. Itulah sebabnya, mengapa bumi yang tandus dan kering kerontang tiba-tiba menjadi lahan yang subur dan menghijau dengan air hujan?

Air hujan membawa unsur hara dari lautan untuk tumbuhan di daratan. Menurut para petani yang saya temui, tidak ada yang bisa menggantikan air hujan. Para petani menyaksikan ketakjuban air hujan dalam kesehariannya. Ketakjuban yang membawanya takjub pada yang menciptakan dan menurunkan hujan.

Tumbuhan diam, namun mengapa seluruh kebutuhannya datang dengan sendirinya? Tumbuhan hanya mengandalkan daun dan akar untuk menyerap unsur hara di udara dan tanah. Unsur hara yang ada di udara dan tanah, justru yang mendatangi tumbuhan. Bagaimana dengan manusia?

Manusia makhluk yang terbaik. Diberikan akal dan ilmu. Diberikan hati dan iman. Diturunkan para Nabi dan tata aturan kehidupan. Mengapa lebih banyak yang sengsara hidupnya? Lebih banyak yang menyuarakan kegagalan, kesengsaraan dan krisis? Perhatikan tumbuhan yang terus tersenyum dan indah bila dipandang. Ada apa dengan manusia? Ada apa dengan tumbuhan?

Tumbuhan semakin menghujam ke tanah dan semakin tinggi menuju langit. Buahnya dinikmati bukan untuk dirinya. Semakin menuju ke langit dan mengetuk pintu Allah. Semakin menghujam kebawah menunduk diri dan rendah hati. Karya untuk makhluk disekitarnya. Sedangkan manusia, hanya untuk ego dan obsesinya sendiri. Semakin pongah dan sombong kepada Allah dan jagat raya.

Tanaman Subur dengan Sendirinya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ahad kemarin mengumpulkan abu bakaran ...

Tanaman Subur dengan Sendirinya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)



Ahad kemarin mengumpulkan abu bakaran sampah. Warnanya hitam. Berbentuk serpihan kecil.  Agak basah karena terkena hujan. Berat sekali bila diangkat.

Karung bakaran sampah di taruh. Anehnya, bakaran sampah yang basah, airnya tidak ada yang menetas ke bawah. Kekuatan serpihan bakaran sampah sangat kuat menahan air. Tumbuhan dapat bertahan hidup bila kelembaban tanah terjaga, hal ini ada pada bakaran sampah yang bisa menahan air dalam waktu lama.

Mengapa dataran tinggi tidak perlu hujan banyak untuk menjaga kelembaban tanah? Embun di dataran tinggi bisa ditahan oleh humus. Embun terakumulasi di humus. Humus  selalu basah untuk menjaga kelembaban tanah.

Kelembaban menjadi sarana terbaik untuk kehidupan jamur, makro dan mikroorganisme tanah. Jamur Mikoriza merupakan patner bagi akar tumbuhan dalam menyerap unsur hara tanah. Sebanyak apa pun pupuk yang disebar ke tanah, tanpa peran jamur mikoriza maka unsur hara tidak optimal diserap oleh akar tumbuhan.

Orientasi berkebun atau bertani bukanlah memupuki tanaman. Tetapi bagaimana menjaga kelembaban tanah dengan alami dengan daya tahan yang lama. Lalu media apa yang ada disekitar tanaman untuk menjaga kelembaban tanah tanpa harus bantuan hujan yang sering dan penyiraman air yang rutin.

Karakter unsur hara itu ada yang mengejar akar tanaman dan akar tanaman yang mengejar unsur hara. Namun lebih banyak unsur hara yang mengejar akar tanaman. Unsur hara itu lebih banyak yang berada di udara dibandingkan dengan yang ada di tanah. Pupuk terbaik itu air hujan bukan kreasi manusia.

Jadi titik terpenting dalam menanam tanaman yang subur bukanlah banyaknya pupuk, tetapi bagaimana membangun lingkungan kondusif agar tanaman optimal menyerap unsur hara yang ada di udara dan tanah? Sebab unsur hara itu melimpah dari air hujan, makro dan mikroorganisme tanah.

Disrupsi Bisnis dan Kekuasaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Firaun menyebut dirinya tuhan. Rakyat Me...

Disrupsi Bisnis dan Kekuasaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Firaun menyebut dirinya tuhan. Rakyat Mesir menuhankannya. Apa yang tak dimilikinya? Sungai Nil berada dalam kekuasaannya. Hasil bumi Mesir dalam gengamannya. Mengapa tetap gelisah tentang kelahiran seorang bayi? Para intelektual, pasukan dan engginer menopang kekuasaannya, mengapa tetap was-was?

Para pembesar dan pemuka kaum, membanggakan harta, kekuasaan, pasukan dan anak keturunannya kepada para Nabi dan Rasul. Mengapa semuanya musnah? Qarun memamerkan kekayaannya yang kunci-kuncinya perbendaharaannya harus diangkut oleh rombongan manusia yang bertubuh kekar dan hewan pengangkut yang banyak. Akhirnya musnah seluruhnya.

Kerajaan, kekaisaran, negara yang pernah menjadi penguasa dan menggengam dunia, seluruhnya musnah, hanya tinggal jejaknya. Bila mengandalkan kekuatan sumber daya, kekuasaan, kekuatan, pasukan dan kekayaan, maka tidak akan bisa menentramkan dan mengokohkan hati manusia.

Kekuatan ruh dan jiwa tidak bisa ditopang oleh kekuatan yang ada di bumi. Kekuasaan dan kekayaan yang tak terbatas pun tidak akan bisa menentramkan hati dan jiwa. Ruh dan jiwa memiliki dunia dan bahasanya sendiri. Tak bisa diintervensi oleh apa pun dan siapapun.

Perubahan hidup menjadi mati. Perubahan kaya menjadi miskin. Perubahan penguasa menjadi rakyat jelata. Perubahan sehat menjadi sakit. Perubahan memiliki menjadi kehilangan, kadang hanya dalam hitungan detik saja. Tak bisa dikendalikan oleh manusia.

Disrupsi perubahan cepat dan mendadak tanpa disadari hingga hancur ke akar-akarnya, selalu ada dan menghantui disetiap zamannya. Para pembesar kaum, sombong, congkak, membangkang, mendurhakai para Nabi dan Rasul, seketika itu pula bergelimpangan menjadi debu, mayat dan hancur dalam hitungan cepat yang tak diduga sebelumnya.

Kehancuran seketika dengan fenomena disrupsi terus menghempaskan pemilik kekayaan dan kekuasaan setiap saat. Kuncinya,  pahami arah takdir Allah. Pahami hukum alam semesta yang sudah digariskan Allah melalui lisan para Nabi dan Rasul. Sebab fenomena disrupsi terus terjadi.

Menolak Merancang Takdirnya Sendiri  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bila masih dirundung gelisah, ber...

Menolak Merancang Takdirnya Sendiri 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bila masih dirundung gelisah, bertanda ego diri masih mendominasi. Hawa nafsu masih diikuti dan dituruti. Kegelisahan bertanda was-was syetan terus didengarkan.

Mengapa manusia resah, padahal sudah mendapatkan jaminan Allah? Bernafsu untuk mulia, sehingga berusaha lari dari kehinaan. Bernafsu menikmati aneka makanan sehingga berusaha menjauhi kemiskinan. Bernafsu meraih semua impian, agar impian tersebut tidak sirna.

Gelisah ingin mendapatkan rezeki pada saat tertentu, padahal Allah ingin memberinya di waktu yang lain. Ingin rezekinya barang tertentu, tetapi Allah memberikan barang yang lain. Ingin mendapatkan rezeki dengan mudah, tetapi Allah mengingatkan mendapatkannya dengan susah payah. Ingin rezekinya melimpah, tetapi Allah ingin memberikan sedikit tetapi berkah.

Menghilangkan kegelisahan dengan senantiasa menunggu takdir yang tercatat di Lauhul Mahfudz. Takdir yang sudah tertulis sebelum langit diciptakan. Memasrahkan diri kepada Allah dan tunduk pada aturan-Nya, selayaknya seorang hamba.

Kegelisahan tanda tak mengenal dan mencintai Allah. Padahal Allah lebih mencintai kita daripada kita sendiri. Lebih memahami kita daripada kita sendiri. Rasulullah saw pernah menolak, saat Allah menawarkan Rasulullah saw menentukan sendiri takdir perjalanan hidupnya. Rasulullah saw menolak dengan berkata, "Sesungguhnya Engkau Maha Rahman dan Rahim."

Rasulullah saw saja menolak menentukan takdir perjalanannya sendiri, namun mengapa kita merasa keinginan, kemauan, obsesi, impian dan kejadian yang diharapkan oleh kita sendiri lebih baik dari takdir Allah Yang Maha Rahman dan Rahim? Padahal manusia tak paham apa yang terbaik bagi dirinya sendiri. Sebab akalnya bodoh, ilmu dan pemahamannya sempit, berlaku zalim dan merusak dirinya sendiri.

Manusia tak pernah berfikir, berharap dan meminta menjadi makhluk yang terbaik, mulia dan sempurna. Namun Allah telah memberikannya. Manusia tak pernah berfikir, berharap dan meminta agar jagat raya dan seluruh makhluk menjadi pelayannya, namun Allah telah menganugerahkannya. Masihkah tidak tentram dengan takdir-Nya? Masihkah merasa egonya lebih baik dari takdir Allah?

Asmaulhusna Dasar Pengelolaan Ekonomi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Berapa zakat pertanian? 5 atau 1...

Asmaulhusna Dasar Pengelolaan Ekonomi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Berapa zakat pertanian? 5 atau 10 persen. Bila mengandalkan air hujan 5 %. Bila membangun infrastruktur jadi 10%. Siapa yang menciptakan tumbuhan, tanah, udara, matahari dan semua yang membantu tumbuhan berbuah? Hanya Allah. Bagaimana dengan manusia?

Manusia hanya menanam dan merawat. Peranannya seperti pasir di alam semesta. Namun manusia mendapatkan bagian 90-95%. Allah yang menciptakan, menghidupkan, memelihara dan menyempurnakan tumbuhan hingga Panen, hanya meminta "5-10%" untuk diberikan kepada manusia lainnya, bukan untuk Allah. Bagaimana dengan manusia?

Berapa zakat ternak, barang berharga, perniagaan dan penghasilan? Prosentasenya sangat kecil, sisanya untuk manusia. Manusia mendapat proporsi yang sangat besar. Padahal seluruh alam semesta itu milik Allah. Allah yang meluaskan rezeki. Allah yang membagi-bagi kekayaan. Mengapa manusia justru mengambil porsi yang sangat besar? Allah Maha Kaya. Allah Maha Pemberi. Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Mengapa Allah menegaskan bahwa Allah Pemilik Alam Semesta dan Yang Memberikan Rezeki? Inilah prinsip dasar teori dan praktek ekonomi dan bisnis dalam Islam. Menghindari praktek eksploitatif, menghindari pengerukan, penguasaan dan monopoli tak terbatas. Juga mendorong amanah distribusi,  pemerataan dan keadilan ekonomi.

Allah menegaskan bahwa Allah memberikan rezeki tanpa batas dan perhitungan. Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Ini menjadi dasar pengelolaan perekonomian yang "memberi" bukan menahan. Mendistribusikan yang dimiliki bukan menyimpan, mengengam karena takut miskin dan kekurangan.

Mengapa bersedekah dan zakat meluaskan rezeki? Sebab meningkatkan daya beli dan konsumsi. Menggerakkan roda perekonomian. Kikir, takut miskin dan kekurangan, menyimpan harta, justru memperlambat dan memandekan roda perekonomian.

Mengapa sedekah itu menyehatkan fisik? Untuk tolak bala dan menyembuhkan penyakit? Salah satu alasan kekikiran adalah berjaga-jaga bila sakit. Maka Allah menjamin kesehatan seseorang dengan cara tak perlu khawatir memutar uang dan berbagi, sebab berbagi itu akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan  sebuah bangsa dengan efek multiplayernya.

Kisah Perjalanan Makanan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Allah berkisah tentang makanan dalam surat Ab...

Kisah Perjalanan Makanan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Allah berkisah tentang makanan dalam surat Abbasa. Bagaimana memulainya? Bagaimana mengakhirinya? Sekedar halal dan haramkah? Sekedar halalan tayibankah? Allah menggugah kesadaran ketauhidan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta peran kekinian sebuah proses  makanan yang terus berulang.

Allah memerintahkan manusia memperhatikan makanan yang dimakan, bagaimana proses terciptanya makanan. Proses makanan dimulai dari langit. Proses makanan dimulai dari kisah turunnya air hujan. Siapakah yang bisa mempengaruhi datang dan perginya hujan? Siapakah yang mengatur penguapan air di lautan? Pergerakan awan dan angin? Kondisi langit?

Air hujan merupakan pupuk terbaik bagi tanah dan tanaman. Tanpa air hujan tidak akan pernah ada kehidupan. Bukankah seluruh makanan bersumber dari tumbuhan? Bukankah seluruh tumbuhan bisa hidup dengan air yang bersumber dari air hujan?

Para pakar teknologi pertanian membangun  teknologi, bagaimana agar bisa menyiram tumbuhan dengan teknologi seperti turunnya air hujan? Ternyata membutuhkan investasi yang sangat besar. Cara turunnya air hujan ternyata rahmat dari Allah yang tak terhingga pula.

Setelah berkisah air hujan, Allah melanjutkannua dengan tanah. Bagaimana bumi bisa terbelah dan merekah? Bagaimana seandainya bumi tidak bisa ditembus oleh tunas yang lemah dan lembut? Bagaimana bila akar tumbuhan tidak bisa menembus bumi?

Bagaimana akar bisa menyerap nutrisi hara dari tanah? Teknologi apa? Bagaimana Allah mendesain struktur tanah? Setelah berkisah langit, air hujan, dan tanah, Allah berkisah tentang ragam tanaman,, dari rumput hingga kurma. Dari tanaman lunak hingga keras, Yang rendah hingga tinggi. Yang berumur pendek hingga panjang. Di tutup dengan terbentuknya kebun-kebun yang rindang dan luas.

Dari tumbuhanlah seluruh makanan diciptakan. Mengapa manusia tidak menanam? Mengapa manusia menebang tumbuhan secara serampangan? Kisahnya ditutup dengan bahwa seluruh makanan dan prosesnya untuk kesenangan manusia dan hewan ternak milik manusia. Semua perjalanan menjadi makanan penuh dengan kesenangan untuk dilihat, didengar dan dirasakan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)