basmalah Pictures, Images and Photos
Juli 2024 - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Kisah Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Kahfi? Surat Al-Kahfi diturunkan agar manusia terhindar dari fitnah-fitnah kehidu...

Mengapa Kisah Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Kahfi?



Surat Al-Kahfi diturunkan agar manusia terhindar dari fitnah-fitnah kehidupan. Sedangkan penyulut atau pemicu semua fitnah tersebut adalah syetan. Penyebabnya, manusia telah menjadi syetan menjadi pemimpin.

Kisah Nabi Adam pada surat Kahfi ayat 50-51 memuat tentang larangan menjadikan syetan menjadi pemimpin padahal syetan adalah musuh. Ini sangat paradok sekali. Fragmen episode kisah Nabi Adam tersebut sebagai berikut: 

1. Perintah bersujud, Iblis menolak bersujud, sifat durhaka syetan, syetan dijadikan pemimpin padahal musuh

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim. (50)

2. Tidak ada bantuan siapapun dalam penciptaan alam semesta, para penyesat tidak bisa menolong 

Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (51)

Bekal hidup agar jangan menjadi musuh sebagai pemimpin.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Shaad? Surat Shaad terfokus pada keutamaan kepasrahan total kepada Allah. Sedangkan yang t...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Shaad?

Surat Shaad terfokus pada keutamaan kepasrahan total kepada Allah. Sedangkan yang tak pasrah berarti menyombongkan diri dan tidak akan kembali kepada Allah.

Kisah Nabi Adam di surat Shaad ayat 71-85, menekankan pada kesombongan syetan. Setelah tidak mau bersujud, dimasukkan golongan kafir dan terkutuk, syetan justru memohon kepada Allah untuk menjerumuskan manusia. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut:


1. Asal penciptaan manusia 

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. (71)

2. Penyempurnaan kejadian, peniupan roh dan perintah bersujud 

Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya." (72)

3. Malaikat bersujud

Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, (73)

4. Kesombongan syetan sehingga tergolong kafir

kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir. (74)

5. Mengurai sebab kesombongan 

(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?" (75)

6. Alasan syetan sombong 

(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (76)

7. Syetan keluar dari surga menjadi makhluk terkutuk

(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk. (77)

8. Batas waktu kutukan Allah 

Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." (78)

9. Permohonan syetan

(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan." (79)

10. Permohonan syetan dikabulkan

(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan, (80)

11. Batas waktu permohonan

sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." (81)

12. Misi syetan

(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (82)

13. Yang tak terjerumuskan syetan

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (83)

14. Jaminan perlindungan Allah 

(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. (84)

15. Akibat mengikuti syetan

Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya." (85)

Kisah ini menjadi bekal agar tidak sombong dan angkuh. 

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Taha? Surat Taha untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an,  Islam dan sistem-Nya tidak untuk ...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Taha?

Surat Taha untuk menjelaskan bahwa Al-Qur'an,  Islam dan sistem-Nya tidak untuk menyusahkan tetapi untuk mempermudah manusia. Kesusahan dan kesulitan justru terjadi bila meninggalkan perintah Allah.

Kisah Nabi Adam pada surat Taha ayat 115-124 menjelaskan kenikmatan yang diperoleh Nabi Adam akibat ketaatan dan penderitaan yang diterima setelah terjerumus oleh godaan syetan. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut: 


1. Nabi Adam lupa pesan Allah,  tidak memiliki kemauan kuat
Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya. (115)

2. Perintah bersujud, syetan menolak 

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak. (116)

3. Pesan bahwa syetan memusuhi manusia, jangan sampai dikeluarkan dari surga dan menjadi celaka

Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka. (117)

4. Kenikmatan surga bagi Adam 

Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang, (118)

5. Kenikmatan surga bagi Adam

dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari." (119)

6. Cara syetan menipu 

Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (120)

7. Adam terjerumus, aurat terbuka, jadi durhaka dan sesat

Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia. (121)

8. Allah memilih, menerima taubat dan memberi petunjuk pada Adam

Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. (122)

9. Syetan dan Adam turun dari syurga, keduanya bermusuhan, perintah mengikuti petunjuk 

Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123)

10. Akibat tidak mengakui petunjuk

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (124)

Bekal kehidupan yang sangat berharga, bahwa kelapangan atau kesempitan hidup karena ketaatan atau melanggar perintah Allah.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Isra? Surat Al-Isra diambil dari peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini mencerminkan ...


Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Isra?

Surat Al-Isra diambil dari peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa ini mencerminkan perpindahan estapet risalah dari Bani Israel ke umat Rasulullah saw. Bani Israel tidak bisa memelihara kitab suci mereka yaitu Taurat dan Injil, sekarang saatnya umat Rasulullah saw menjaga Al-Qur'an dengan mengamalkannya.

Kisah Nabi Adam di surat Al-Isra ayat 61-65 untuk menunjukkan perpindahan kekuatan. Sebelumnya syetan meremehkan manusia yang mudah dijerumuskan, lalu syetan menjadi tak berdaya bila manusia bertawakal kepada Allah. Fragmen episode kisahnya sebagai berikut:



1. Perintah bersujud, syetan menolak,  alasan syetan 

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam," lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (iblis) berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (61)

2. Meremehkan manusia, kesombongan syetan bisa menyesatkan sebagian besar syetan manusia

Ia (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil." (62)

3.  Syetan diusir, akibat bagi pengikut syetan

Dia (Allah) berfirman, "Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup. (63)

4. Pasukan syetan, cara syetan berkolaborasi, isi janji syetan

Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka." Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. (64)

5. Bertawakal kepada Allah agar syetan lemah

"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga." (65)


Perjalanan Kedengkian Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Balas dendam akibat kedengkian itulah perjalanan hidup makhluk yang bernama sy...

Perjalanan Kedengkian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Balas dendam akibat kedengkian itulah perjalanan hidup makhluk yang bernama syetan. Tak mau menerima takdir-Nya yang harus bersujud kepada manusia. Tak mau menerima manusia dimuliakan melampaui dirinya padahal yang memerintahkan adalah Rabbnya. Apa sulitnya bersujud?

Syetan hanya melihat bahwa manusia itu berasal dari tanah liat yang kering dan hitam saja. Hanya satu unsur saja. Mengesampingkan adanya unsur tiupan roh dari Allah. Karakter api adalah ujian baginya. Api yang cepat panas tak bisa dikendalikannya. Maka perintah bersujud tak digubrisnya.

Surga adalah tempatnya ketaatan. Tempat bagi makhluk-Nya yang taat kepada Allah. Setiap pembangkangan dan penyimpangan di dalamnya berarti harus dikeluarkannya. Seperti itulah suratan-Nya. Maka, syetan pun dikeluarkan dari surga. Maka kedengkiannya semakin menyala.

Kedengkian membutakan segalanya. Tak lagi memperdulikan kemaslahatan bagi diri dan keturunannya. Terus mewariskan ideologi kedengkian dan kesombongan. Juga, buta melihat keunggulan yang Allah berikan kepada manusia yang menyebabkan manusia dimuliakan.

Dorongan kedengkian yang membuat syetan berdoa, "Ya Tuhanku, maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan."  Allah pun mengabulkan doa syetan. Untuk apa penangguhan itu? Untuk apa usia yang sangat panjang itu? Sibuk dengan pelampiasan kedengkian. Apakah tentram hidup dalam kedengkian?

Syetan mendeklarasikan visi hidupnya, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan manusia memandang baik (maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."

Pekerjaan syetan hanya menghiasi perbuatan jahat dan mempercantiknya sehingga dipandang baik. Kemudian memotivasi manusia dengan hiasan palsu itu sehingga  gandrung padanya. Syetan memanfaatkan unsur tanah pada diri manusia yang merupakan ujian bagi manusia. Seperti syetan yang menikmati  kejatuhan karena ujian dari karakter unsur api.

Sinergi Karakter Tanah dan Roh Tanah dan tiupan roh dari Allah, itulah komposisi penciptaan manusia. Dengan keduanya, manusia be...

Sinergi Karakter Tanah dan Roh


Tanah dan tiupan roh dari Allah, itulah komposisi penciptaan manusia. Dengan keduanya, manusia bertransformasi menjadi mulia. Malaikat dan iblis diperintahkan bersujud setelah jasad yang berasal dari tanah ditiupkan roh.

Berbekal roh pula yang menjadikan manusia mendapatkan amanah untuk menjadi khalifah di muka bumi karena keistimewaannya sejak diciptakan itu. Roh pula yang memberikan manusia sifat kemanusiaan yang membuatnya unggul dari segala makhluk.

Dengan roh, manusia meniti jalan kehidupan dengan model yang berbeda dari makhluk lain sejak keberadaannya. Sedangkan yang lain, tetap dalam derajat kebinatangan dan tidak pernah mengalami peningkatan.

Roh inilah yang menghubungkan dan manusia mampu berkomunikasi dengan Rabbnya. Roh ini pula yang membuat manusia mampu melakukan lompatan dari alam materi yang interaksinya menggunakan perangkat panca indra dan otot ke alam immateri yang perangkat interaksinya hati dan akal.

Roh juga yang membuat manusia mampu mengetahui rahasia yang tersembunyi dibalik masa maupun tempat, di luar kemampuan panca indra maupun otot. Namun, roh harus berhadapan dengan karakter tanah yang tunduk dengan kebutuhan asasinya, seperti makan, minum, pakaian dan syahwat. Tanah juga memiliki karakter lemah, dan serba kurang sempurna yang berimplikasi kepada hasil aktivitas manusia yang juga lemah dan tidak sempurna.

Tanah dan tiupan roh tidak dapat dipisahkan. Manusia bukanlah makhluk yang memiliki karakter tanah murni ataupun ruh murni. Kesempurnaan manusia ditetapkan pada kemampuannya untuk menjadikan kedua karakter tersebut berimbang.

Mereka yang memandulkan potensi fisiknya yang energik sama seperti orang yang menelantarkan potensi ruhiahnya yang bebas. Bila salah satu didominankan, maka menjadi makhluk yang tak sesuai dengan harapan Allah. Berarti telah merusak jati diri manusia yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Sumber:
Sayid Qutb, Tafsir Fi Zilalil Qur'an Jilid 7, GIP

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Hijr? Surat Al-Hijr diturunkan di tengah tindakan intimidasi yang membabibuta yang dila...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Hijr?


Surat Al-Hijr diturunkan di tengah tindakan intimidasi yang membabibuta yang dilancarkan oleh orang-orang kafir kepada Rasulullah saw dan para Sahabatnya. Dimana mereka melihat Islam dengan pandangan sini, meragukan dan memperolok-olok.

Jadi tujuan surat ini untuk meyakinkan Muslimin bahwa Allah swt selalu menjaga dan menolong agama-Nya. Oleh sebab itulah, titik tekan kisah Nabi Adam di surat Al-Hijr ayat 26-43 adalah pertolongan dan perlindungan Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Fragmen episode kisah Nabi Adam sebagai berikut:

1. Asal penciptaan manusia 

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (26)

2. Asal penciptaan syetan

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (27)

3. Berita penciptaan manusia

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (28)

4. Penyempurnaan kejadian, penipuan roh dan perintah bersujud 

Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(29)

5. Malaikat bersujud 

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (30)

6. Syetan menolak bersujud

kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.(31)

7. Mengurai sebab tidak sujudnya syetan

Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?" (32)

8. Alasan tidak bersujud 

Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (33)

9. Syetan dikeluarkan dari surga menjadi makhluk terkutuk

Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (34)

10. Masa kutukan 

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."(35)

11. Permohonan syetan 

Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan." (36)

12. Permohonan syetan dikabulkan

Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, (37)

13. Batas waktu pengabulan

sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)." (38)

14. Misi dan strategi syetan, kejahatan menjadi indah

Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, (39)

15. Yang tidak bisa digoda syetan 

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (40)

16. Penegasan perlindungan Allah atas godaan syetan

Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku."(41)

17. Yang bisa dan tak bisa dijerumuskan syetan

Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.(42)

18. Akhir para pengikut syetan

Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,(43)

Inilah bekal agar tipu daya syetan tidak bisa menjerumuskan manusia. Inilah bekal agar manusia ditolong dan dilindungi Allah.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Araf ? Surat Al-Araf diturunkan di tengah berlangsungnya pertentangan sengit antara Mus...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Araf ?


Surat Al-Araf diturunkan di tengah berlangsungnya pertentangan sengit antara Muslimin dengan orang-orang kafir. Tepatnya, pada waktu itu Rasulullah saw diperintahkan untuk menyampaikan dakwah secara terang-terangan. Jadi arahan utama dari surat Al-Araf adalah pentingnya menentukan sikap di tengah pertentangan tersebut.

Oleh sebab itulah, surat Al-Araf dimulai dengan kisah persaingan antara Nabi Adam dan Syetan. Prilaku syetan menjadi tema utama pada surat Al-Araf ayat 11-25. Episode fragmennya sebagai berikut:

1. Penyempurnaan manusia, syetan menolak bersujud

Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat. "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (11)

2. Mengurai sebab Syetan tidak bersujud

(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (12)

3. Syetan diperintahkan dikeluarkan dari surga, tak patut sombong, jadi makhluk hina

(Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina." (13)

4. Permohonan syetan 

(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan." (14)

5. Dikabulkannya permohonan  syetan 

(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (15)

6. Misi syetan 

(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus (16)

7. Strategi syetan, manusia jadi tidak bersyukur

kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (17)

8. Syetan dikeluarkan jadi terhina dan terusir, nasib pengikut syetan

(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua." (18)

9. Larangan untuk Nabi Adam, akibat mendekati larangan 

Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua akan termasuk orang-orang yang zalim." (19)

10. Bisikan syetan agar aurat terbuka, argumen syetan untuk mengelabuhi manusia 

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)." (20)

11. Syetan mengaku sebagai penasihat

Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu," (21)

12. Aurat terbuka akibat bujukan syetan, menjadikan daun sebagai penutup aurat, penegasan bahwa syetan itu musuh

dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (22)

13. Taubatnya Nabi Adam

Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (23)

14. Permusuhan abadi syetan terhadapvmanusia, bumi jadi tempat kediaman

(Allah) berfirman, "Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan." (24)

15. Perjalanan di bumi dan kebangkitan kembali 

(Allah) berfirman, "Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan." (25)

Inilah bekal agar selalu waspada terhadap syetan dengan memahami ragam tipu dayanya sehingga tidak menjadi teman syetan.

Interaksi Suku Quraisy dengan Sejarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Al-Qur'an banyak memuat kisah dan sejarah untuk menggugah ...

Interaksi Suku Quraisy dengan Sejarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Al-Qur'an banyak memuat kisah dan sejarah untuk menggugah keimanan suku Quraisy, sebab suku Quraisy sangat dekat dengan bukti-bukti arkeologi. Perjalanan suku Quraisy saat musim panas dan dingin. Perjalanan ke Syam dan Yaman, bukan sekedar perjalanan bisnis, tetapi juga menapaki bukti-bukti sejarah di sepanjang perjalanannya.

Bukti-bukti arkeologinya sangat mudah dikenali dan dijangkau. Berada di jalur perdagangan yang biasa dilaluinya. Bukan di tempat terpencil dan terkucil.  Allah berfirman dalam surat Al-Hijr surat 76, "Dan sungguh, (negri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)." Ayat 79, "Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua (negri) itu terletak di satu jalur jalan raya."

Bangsa Arab, khusus Quraisy, banyak berinteraksi peninggalan arkeologi tentang bangsa-bangsa yang telah dihancurkan oleh Allah. Di Syam, belahan utara,  terdapat kaum Nabi Luth, Nabi Saleh dan Syuaib. Di Yaman, belahan selatan, terdapat peninggalan kaum Saba dan Ashabul Ukhdud. Rekaman sejarah mereka amat kuat.

Bukankah menyebarnya bangsa Arab purbakala hingga ke Madinah dan Mekah karena peristiwa kehancuran bendungan Maarib di negri Saba? Negri yang subur kemudian hancur. Bukankah kehadiran Yahudi terutama di Madinah karena kehancurannya di Palestina? Bangsa Arab tidak saja berinteraksi dengan bukti arkeologinya tetapi juga dengan keturunan sebuah bangsa yang selamat dari kehancuran.

Di hadapan mereka pun ada Kabah. Yang menghidupkan mereka, air zamzam, merupakan fakta sejarah peninggalan leluhur mereka yang beriman yang masih berdiri kokoh dan tetap memberikan kemanfaatan. Adat istiadat dan budaya peninggalan Nabi Ibrahim dan Ismail masih ada yang mereka jaga dan lakukan. Pemeluk agama yang hanif dari Ibrahim dan Ismail masih ada. Suku Quraisy memang terkepung dengan fakta sejarah.

Oleh karena itu, cara terbaik membangun dan memperbaiki jiwa kaum Muslimin. Cara terbaik memberikan solusi, ketentraman dan memotivasi Muslimin pun adalah dengan mengungkap kembali kisah dan sejarah. Karena jiwa dan akalnya mereka sebelum Islam pun sudah lekat dengan fakta sejarah.

Bangsa Arab, bangsa yang sangat menjaga nasabnya. Sangat paham leluhurnya. Membanggakan leluhurnya. Bukankah ini kesadaran sejarah yang luar biasa? Maka cara mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, yang termudah dengan berkisah dan mengungkapkan kembali sejarah mereka dan sejarah negri-negri yang telah biasa mereka lalui.

Dibalik Kehancuran Gaza Oleh: Nasrulloh Baksolahar Gaza memang hancur secara fisik, namun penjajah Israel mengalami krisis keper...


Dibalik Kehancuran Gaza

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Gaza memang hancur secara fisik, namun penjajah Israel mengalami krisis kepercayaan dan politik  dari rakyat dan masyarakat dunia. Jadi, siapakah yang tingkat kehancurannya sangat parah? Siapakah yang bisa bangkit dengan sangat cepat?

Rakyat Palestina akan dikenal sejarah sebagai bangsa yang kuat dan tegar. Pemberani, hingga  dapat menghancurkan kekuatan militer dengan infrastruktur dan pasukan terkuat yang didukung adi daya militer dunia. Penjajah Israel akan dikenal sebagai adi daya militer yang ditopang kekuatan militer terkuat di dunia, namun tidak sanggup menghadapi rakyat Palestina yang tidak memiliki pasukan dan hanya bermodalkan senjata rakitan saja. Siapakah yang sangat hancur?

Rakyat Palestina berlarian untuk menghindari serbuan roket dan rudal yang memuat puluhan ribu ton bom. Yang melebihi kehancuran perang dimana pun di abad modern ini.  Sedangkan penjajah Israel berhamburan lari ke bungker persembunyian karena suara-suara keras sirine  karena peringatan ini sebuah serangan. Mana, yang memiliki mental untuk bangkit lebih cepat?

Rakyat Palestina terluka parah, namun tak ada rumah sakit yang bisa mengobati. Karena infrastruktur kesehatan dan dokter telah dihancurkan dan dibunuh oleh penjajah Israel. Sedangkan rumah sakit penjajah Israel penuh sesak dengan tentara dan sipil yang mengalami gangguan mental dan kejiwaan. Siapakah yang lebih cepat disembuhkan dan pulih? Bila jiwanya rusak, bukankah fisiknya pun rusak?

Rakyat Palestina tetap mendiami puing-puing bangunan yang dihancurkan. Mereka tetap kembali ke rumahnya. Sedangkan kota-kota pemukim illegal penjajah Israel di daerah perbatasan konflik, sepi dan kosong seperti kota hantu. Mereka meminta fasilitas kompensasi kepada pemerintah penjajah Israel.  Siapakah yang akan memiliki kemampuan membangun kembali dengan cepat?

Rakyat Palestina di tengah kepungan penjara dan blokade terus melawan walaupun harus mengalami kehancuran. Penjajah Israel dengan sokongan dan bantuan militer dan ekonomi tak terhingga dari dalam dan luar negri terus menjajah, namun secara perlahan mengalami kehancuran pula.  Kelak, apakah penjajah Israel memiliki cara lain untuk bangkit? Dengan bantuan tak terhingga saja tetap hancur.

Tanah jajahan di Palestina tak lagi menjadi tempat teraman dan makmur. Padahal penjajah Israel dengan bantuan internasional mencoba membangunnya dengan kekuatan ekonomi dan militer. Apakah masyarakat Yahudi mau berjuang kembali? Padahal mereka datang bukan untuk berjuang, tetapi datang dengan jaminan keamanan militer dan makmur dengan kucuran bantuan internasional. Bukan, perjuangan darah dan air mata.

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Baqarah? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tema besar surat Al-Baqarah, menurut A...

Mengapa Nabi Adam Dikisahkan di Surat Al-Baqarah?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Tema besar surat Al-Baqarah, menurut Amru Khalid dalam kitabnya Khowathir Qur'aniyah, adalah tentang  khalifah di bumi. Seolah-olah surat Al-Baqarah berbicara, "Ketauhilah, sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dialah Penguasa alam semesta yang telah menciptakan kalian dan menguasakan bumi kepada kalian, agar kalian mengaturnya sesuai dengan sistem-Nya."

Menurut Sayid Qutb, di Tafsir Fizilalil Qur'an, tema pokok surat Al-Baqarah salah satunya adalah sikap dan menyiapkan masyarakat Muslimin pada awal pertumbuhannya untuk memikul amanah dakwah dan khalifah di muka bumi setelah Bani Israel menolak memikul tanggung jawab ini. Dengan tema utama ini, maka kisah Nabi Adam menjadi kisah pertama yang dihadirkan oleh Allah di surat Al-Baqarah karena memuat penunjukan Allah kepada manusia sebagai khalifah di bumi.

Karena itulah kisah Nabi Adam di surat Al-Baqarah ayat 30-39 lebih banyak membahas manusia, bukan syetan atau malaikat. Fragmen episode kisahnya dapat dibagi ke beberapa bagian, sebagai berikut:

1. Berita mengangkat khalifah di bumi, kekhawatiran malaikat, penegasan Ilmu Allah

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui." (30)

2. Nabi Adam diajarkan ilmu dan teknologi, malaikat diminta menyebutkan nama benda

Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!" (31)

3. Malaikat menyadari kekeliruannya

Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (32)

4. Nabi Adam mendemonstrasikan yang diajarkan Allah, penegasan ilmu Allah 

Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan?" (33)

5. Perintah bersujud, syetan menolak dan sombong, syetan jadi golongan kafir

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (34)

6. Fasilitas surga dan larangan untuk Nabi Adam 

Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!" (35)

7. Nabi Adam tergelincir, fasilitas surga dihentikan, takdir syetan dan manusia saling bermusuhan, bumi jadi tempat tinggal sementara

Lalu setan menggelincirkan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman,"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan." (36)

8. Adam diajarkan kalimat taubat, Allah menerima taubat Nabi Adam, penegasan Allah Maha Pengampun dan Penyayang 

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (37)

9. Adam diturunkan ke bumi setelah taubatnya diterima, tuntunan hidup di bumi agar tidak takut dan sedih

Kami berfirman, "Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati." (38)

10. Akibat tidak mentaati Allah

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (39)

Semua paparan kisah Nabi Adam sejak awal penciptaan hingga diturunkan ke bumi merupakan bekal bagi anak cucu Adam dalam menjalani kehidupan di bumi. Karena, sejarah itu selalu berulang.

Peradaban Ashabul Hijr Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Ashabul Hijr sebuah peradaban manusia yang terletak antara Hijaz dan Syam, te...

Peradaban Ashabul Hijr

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Ashabul Hijr sebuah peradaban manusia yang terletak antara Hijaz dan Syam, tepatnya di Wadi Qura. Tempat ini pernah dilalui oleh Rasulullah saw bersama Sahabatnya saat perang Tabuk. Perang yang terakhir. Perang yang terjauh yang dipimpin oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw melarang para Sahabatnya untuk memasak air dan mengisi air dari tempat tersebut. Ada apa?

Hijr merupakan sebuah tempat yang dipenuhi dengan pegunungan batu. Di tempat inilah kaum Tsamud berdiam. Di tempat ini Nabi Shaleh diutus. Topografi Hijr berlembah,  gunung dan berudara segar dan sejuk. Allah menganugerahkan kepandaian memahat gunung berbatu.

Dengan kemampuan ini, batu-batu granit yang keras dipahat dan dikeping-kepingkan menjadi  rumah yang indah, tegak, kuat, megah dan tinggi. Dengan arsitektur seperti ini,  merasa menjadi tempat tinggalnya aman dan nyaman dari segala bencana alam, baik banjir dan angin, juga benteng penyelamat dari serangan musuh.

Tingginya peradaban yang telah diraihnya, membuat mereka memalingkan diri dari peringatan Nabi mereka lantaran hidup yang mewah dan kepandaian yang tinggi, sehingga memandang enteng saja kepada seruan Nabi. Kebenaran tidak diingat lagi. Nasihat Nabi Shaleh diacuhkan.

Pembangunan dan pembinaan rumah-rumah yang indah dan mewah, bagaimanapun kokoh,   dan megahnya, tidaklah berarti kalau sekiranya tidak disertai dengan pembangunan ruhani yaitu hubungan diri pribadi dengan Allah.

Azab Allah bisa saja datang dengan tiba-tiba, entah terjadi di waktu petang atau pagi. Kadang, dengan tanpa disadari, kesombongan manusia itu sendirilah yang meruntuhkan apa yang mereka bina. Kehendak Allah berlaku menurut apa yang telah digariskan-Nya.

Bangunan batu yang keras dan kokoh ternyata tak bisa menghalau dentuman atau ledakan suara keras di pagi hari. Bukankah pagi hari, saat yang paling nyaman? Bukankah tembok-tembok gunung batu, tempat yang paling aman? Ternyata yang paling aman dan nyaman adalah perlindungan Allah.

Dilonggarkan Menikmati Karunia-Nya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah memberitahukan ragam kenikmatan dari langit dan bumi. Dari ...

Dilonggarkan Menikmati Karunia-Nya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah memberitahukan ragam kenikmatan dari langit dan bumi. Dari perguliran malam dan siang. Lalu disimpulkan, bahwa manusia tidak akan bisa menghitung nikmat tersebut. Bagaimana cara mensyukurinya?

Manusia sering terjatuh pada tidak bisa merasakan nikmat. Hingga kufur nikmat. Lalai terhadap nikmat. Salah menikmatinya karena tak mengikuti tuntunan Rasulullah saw. Bila seperti ini, nikmat bisa menjadi bumerang yang menghancurkannya. Nikmat bisa berubah menjadi azab.

Allah berkisah tentang kaum Saba. Yang tanahnya subur. Panennya melimpah. Tak ada yang kekurangan. Bagaimana seruan Allah kepada mereka?

Saat Allah menjelaskan nikmat yang dicurahkan kepada manusia. Allah menutup ayat dengan asma-Nya. Yaitu, Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Seolah berkata bahwa kekeliruan, kekhilafan, kebodohan dan kesalahan manusia dalam menikmati karunia- Nya masih diampuni.

Walaupun manusia sering teledor dalam bersyukur, Allah masih melimpahkan rahmat-Nya. Terus mencurahkan nikmat-Nya. Seolah-olah Allah tidak peduli terhadap prilaku buruk manusia dalam menyikapi nikmat dari Allah.

Terkadang Allah menutup gambaran neraka yang siksaannya sangat keras dengan menyebutkan bahwa Diri-Nya Maha Pengampun dan Penyayang. Seolah-olah berkata bahwa manusia masih bisa menghindari api neraka selama kematian belum tiba. Rahmat-Nya masih terbuka bagi yang mau memperbaiki diri.

Allah pun menegaskan bahwa ampunan-Nya seluas langit dan bumi. Rahmat-Nya tak terbatas. Dengan sifat-Nya ini, manusia merasa nyaman dan tentram hidup di bumi. Tentram pula dalam melanjutkan kehidupan berikutnya yaitu alam kubur dan negri akhirat. Apakah merasakan kasih sayang Allah ini? Mengapa manusia justru lupa diri dengan kasih sayang ini?

Meyakinkan Mukminin Di Perang Badar Dengan Kisah Periode Mekah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah tidak saja berkisah tentang Fir...

Meyakinkan Mukminin Di Perang Badar Dengan Kisah Periode Mekah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah tidak saja berkisah tentang Firaun saat perang Badar, tetapi juga kisah-kisah yang baru saja dialami Mukminin sebelum perang Badar. Metode berkisah yang baru saja terjadi dan dialami untuk lebih menyakinkan, lebih memotivasi dan menyemangati dan lebih mudah membuka kesadaran dibandingkan kisah yang tidak dialaminya.

Perang Badar sangat sulit. Menghadapi penghianatan munafikin. Menghadapi musuh yang lebih banyak prajuritnya dan lebih modern persenjataan. Padahal Mukminin datang bukan untuk berperang tetapi menghadang kabilah dagang untuk menekan lawan dari sisi ekonomi. Perang Badar, perang yang tak pernah diduga.

Bagaimana Allah meyakinkan bahwa Dia Pelindung dan Penolong Mukminin? Allah berkisah saat mereka di Mekah dan peristiwa hijrah. Bukankah dua frgame ini waktunya sangat dekat dan belum dilupakan?

Allah berkisah di Surat Al-Anfal ayat 26, "Dan ingatlah ketika kamu masih sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah) dan kamu takut orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur."

Allah berkisah lagi di Surat Al-Anfal ayat 30, "Dan ingatlah, ketika orang kafir Quraisy memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap, dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirnu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."

Kisah tersebut diangkat kembali untuk meneguhkan dan menyadarkan bahwa Allah telah menolong, menguatkan dan memberikan solusi di peristiwa yang teramat genting dan penting, maka di perang Badar pun Allah akan mengulanginya kembali.

Allah tidak saja melakukan hal ini pada perang Badar saja. Namun dalam peristiwa yang penting lainnya, Allah menggunakan metode ini seperti saat Nabi Musa akan mendatangi Firaun. Allah berkisah masa kecil dan muda Musa. Seperti saat Bani Israel mulai menyimpang, Allah berkisah penyelamatan dari kejaran Firaun di laut Merah.

Syarat Memenangi Pergelutan Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Banyaknya pasukan apakah pasti memenangkan pertempuran? Jalut ...

Syarat Memenangi Pergelutan Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Banyaknya pasukan apakah pasti memenangkan pertempuran? Jalut memiliki tentara yang besar dan kuat. Mengapa kalah dengan pasukan kecil yang dipimpin oleh Thalut? Firaun memiliki tentara yang besar, mengapa tidak bisa mengalahkan Nabi Musa yang tidak memiliki tentara?

Dalam surat Al-Anfal ayat 19, Allah menegaskan bahwa pasukan yang besar tidak bisa menolak bahaya sedikit pun. Bukankah kafir Quraisy selalu memerangi Rasulullah saw dengan jumlah pasukan yang melebihi   pasukan Mukminin? Namun di perang Hunain, pasukan besar Mukminin justru hampir terkalahkan karena kesombongan.

Dalam surat Al-Anfal ayat 65-66, juga ditegaskan bahwa 20 penyabar dapat mengalahkan 200 yang tidak sabar. Atau 10 penyabar dapat mengalahkan 20 yang tidak sabar. Jadi bukan banyak pasukan yang menentukan kemenangan, tetapi kekuatan kesabarannya. Lalu siapakah yang memiliki kesabaran dalam pertempuran? 

Isi surat Al-Anfal banyak berkisah tentang perang Badar. Surat Al-Anfal menjadi wiridan para mujahid di pertempuran. Namun bagaimana Allah memulai surat Al-Anfal ini? Ini kunci karakter untuk memenangkan pertempuran bagi para mujahid. Ini pula yang menjadi materi seleksi bagi mereka yang diterjunkan ke pertempuran.

Awal surat Al-Anfal menjadi nasihat Khalifahtur Rasyidin kepada panglima dan tentaranya. Awal surat Al-Anfal menjadi seleksi Shalahuddin Al-Ayubi dan Muhammad Al-Fatih bagi para prajuritnya yang mau bergabung dalam Perang Salib dan pembebasan Konstantinopel. 

Awal surat Al-Anfal menjelaskan karakter bagi para mujahid yang ingin berdakwah dan bergelut dalam seluruh lapangan kehidupan. Yaitu, bertakwa, perbaikan hubungan dengan manusia, taat kepada Allah dan Rasul.

Apabila disebut nama Allah, gemetar hatinya. Bila dibacakan ayat Allah, bertambah imannya. Bertawakal hanya kepada Allah. Mendirikan shalat dan berinfak. Inilah karakter yang membuat Allah menurunkan pertolongan dan melindunginya dalam seluruh medan perjuangan.

Orang Kafir Bingung, Mengapa Dikalahkan? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Berapa dana yang dikeluarkan Amerika untuk membantu penjaja...

Orang Kafir Bingung, Mengapa Dikalahkan?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Berapa dana yang dikeluarkan Amerika untuk membantu penjajah Israel? Lihat saja defisit anggarannya yang diprediksi hingga 510.000 trilyun. Hingga harus menambah rasio hutangnya agar tidak menjadi negara yang bangkrut. Tak memperdulikan kondisi negaranya yang mulai marak kemiskinan.

Darimana penjajah Israel membiayai perang? Salah satunya menjual surat hutang ke negara-negara federal Amerika dan lembaga privat. Surat hutangnya terjual tanpa ada keterbukaan siapa yang membelinya. Negara-negara Eropa pun mendukung pendanaannya. Bagaimana akhirnya?

Allah menegaskan di Surat Al-Anfal ayat 36, "Sesungguhnya orang-orang itu menginfakkan harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu." Jadi bila Amerika dan sekutu penjajah Israel terus membantu genosida di Palestina bukanlah sesuatu yang mengherankan. Bagaimana kelak?

Allah melanjutkan, "Kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya, mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanam orang-orang kafir itu akan dikumpulkan." Begitu tragis yang nasib orang kafir pada akhirnya. Yaitu, terkalahkan.

Penjajah Israel, Amerika dam sekutunya akan kebingungan, mengapa bisa terkalahkan? Seperti kebingungan kafir Quraisy. Seperti kebingungan Romawi dan Persia saat bertempur menghabisi mukminin.

Di perang Badar, Kafirin bingung, mengapa kekuatan besar kalah dengan kekuatan kecil? Di Perang Uhud bingung, mengapa sudah terpukul lemah tidak bisa dikalahkan? Di Perang Ahzab bingung, mengapa sudah dikepung 10.000 tentara aliansi dari seluruh Hijaz tidak terkalahkan?

Di perang Mu'tah, ratusan ribu tentara Romawi menghadapi Muslimin yang jumlahnya hanya ribuan. Tiga panglima perangnya syahid. Mengapa bisa bertahan? Persia mengerahkan seluruh kekuatannya, mengapa kalah? Hingga sang Kaisarnya terlunta-lunta meminta bantuan ke kaisar Cina, lalu dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Seperti itu akhirnya.

Muslimin, Pertumbuhannya Tak Terdeteksi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Ada saat Allah membiarkan kekafiran. Seolah mereka unggul da...


Muslimin, Pertumbuhannya Tak Terdeteksi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Ada saat Allah membiarkan kekafiran. Seolah mereka unggul dalam segala bidang. Lebih besar kekuatan, kekayaan, kekuasaan dan militernya.  Hingga melecehkan, meremehkan, menghinakan dan mengusir Muslimin dari rumah dan tanahnya. Rasulullah saw dan para Sahabat menikmati kondisi ini di Mekah.

Ada saat Nabi Musa terusir dan dikejar dan diburu untuk dibunuh. Ada saat Nabi Musa dengan gagah berani mendatangi istana dan singgasana Firaun dengan meladeni seluruh tantangan yang dimaui oleh Firaun.

Ada saat Nabi Yusuf hidup dalam kesunyian sumur, kehinaaan sebagai budak dan difitnah hingga dijebloskan ke penjara. Ada saat dimunculkan oleh Allah sebagai hamba yang mulia. Perhatikan evolusi kehidupan para Nabi dan Rasul. Semuanya pasti berubah dan menjadi lebih baik.

Dalam keterhinaan, diremehkan dan dilemahkan, Muslimin terus tumbuh tanpa bisa dideteksi. Tiba-tiba muncul sebagai kekuatan besar. Tiba-tiba memenangkan perang Badar. Tiba-tiba mendatangi Mekah sehingga Kafirin harus menandatangani perjanjian Hudaibiyah. Tiba-tiba melawan Romawi di Mu'tah.

Tak ada yang bisa mendeteksi apa yang dilakukan Nabi Musa di Madyan. Bukankah hanya menjadi pengembala ternak dan petani? Bergelut dengan yang tak berhubungan dengan kekuasaan dan kekuatan melawan penguasa? Namun, tiba-tiba datang menyeru ke dalam Istana.

Tak ada yang bisa mendeteksi apa yang terjadi di balik penjara. Mengapa seorang budak Yusuf tiba-tiba kemampuannya melampaui keilmuan para ahli ramal raja Mesir? Muslimin seperti diam dan tenang, dalam suasana tekanan dan kezaliman kekafiran, Muslimin terus dididik oleh Allah tanpa terdeteksi oleh musuh dan yang membencinya.

Bangsa Tartar meremehkan Muslimin, saat hendak melakukan pukulan terakhir ke Mesir, ternyata sultan Bani Mamluk telah menyiapkan jebakan yang menghancurkannya. Evolusi apa yang terjadi pada tubuh Muslimin? Semuanya tidak terdeteksi, sebab Allah yang selalu menjadi penolong dan pelindungnya.

Menghianati Perjanjian Damai Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Dunia menyerukan solusi dua negara antara Penjajah Israel dan rakyat Pa...

Menghianati Perjanjian Damai

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Dunia menyerukan solusi dua negara antara Penjajah Israel dan rakyat Palestina di tanah Palestina. Hamas dalam piagam terbarunya pun menerima solusi dua negara sesuai batas 1967, namun tetap tidak mengakui keberadaan penjajah Israel.

Antara Penjajah Israel dan Otoritas Palestina sudah beberapa kali melakukan perjanjian perdamaian, contohnya perjanjian Oslo. Namun. Penjajah Israel terus menghianatinya. Gaza tetap ingin dicaploknya. Tepi Barat terus dibangun rumah pemukim illegal dengan merampas tanah dan rumah rakyat Palestina. Bagaimana menyikapi penghianatan penjajah Israel?

Di era Rasulullah saw, seluruh suku Yahudi menghianati perjanjian di Madinah, dari Bani Qainuqa, Bani Nadhir, hingga Bani Quraizhah. Mereka membuat rencana membunuh  Rasulullah saw dan bekerjasama dengan kafir Quraisy dan Munafikin untuk menghancurkan Muslimin. Seharusnya mereka menjaga dan saling membantu menjaga kedamaian dan musuh dari luar. Bagaimana akhir para penghianat? Mereka terusir.

Bila musuh condong kepada perdamaian, maka Muslimin harus menerimanya dan bertawakal kepada Allah yang Maha Mendengar dan Mengetahui. Namun bila perjanjian untuk menipu, maka cukuplah Allah sebagai pelindung. Sebab Allah, yang memberikan kekuatan kepada Muslimin dengan pertolongan-Nya dan dukungan Mukminin.

Jika musuh berpaling dari perjanjian, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Pelindung Mukminin. Dia adalah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong. Inilah sikap Mukminin bila musuh mengajukan perjanjian dan menghianati perjanjian.

Pihak yang menghianati perjanjian, secara diplomasi dan hubungan internasional akan lemah di mata dunia. Tidak itu saja, mental bertempur para penghianat akan melemah. Ini berbeda dengan yang teguh dengan perjanjian.

Allah berjanji kepada Mukminin bila lawan menghianati janji. Allah yang akan menjadi pelindung.  Allah akan memberikan kekuatan dengan pertolongan Allah dan dukungan Mukminin. Allah akan menyatukan hati Mukminin. Juga, menggagalkan tipu daya para penghianat perjanjian.

Objeknya Sama, Mindsetnya Berbeda Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di perang Badar, Allah memperlihatkan hal yang sama kepada Mukmini...

Objeknya Sama, Mindsetnya Berbeda

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Di perang Badar, Allah memperlihatkan hal yang sama kepada Mukminin dan Kafirin. Mereka saling melihat diantara bahwa jumlah pasukannya tidak banyak atau sedikit. Apa efeknya bagi Mukminin dan Kafirin? Sangat berbeda luar biasa.

Melihat Mukminin sedikit, kafirin berperang dengan kesombongan dan keangkuhan. Karakter syetan bersamanya. Efeknya, lengah, lalai, meremehkan, tidak waspada. Merasa dapat mengalahkan Mukminin dengan sangat mudah karena dukungan pasukan dan persenjataan. Sedangkan Mukminin dianggap lemah, hina, miskin, dan tak memiliki kekuatan.

Melihat Kafirin berjumlah sedikit, Mukminin merasakan keyakinan dan ketentraman. Rasa ketenangan muncul. Dalam keyakinan dan ketentraman, muncul beragam ide pemikiran dan strategi. Dalam keyakinan muncul kesabaran dan ketegaran.

Diperlihatkan hal yang sama oleh Allah. Namun mengapa sikap Mukminin dan Kafirin berbeda?  Muncul kesombongan dan ketergesahan tanpa perhitungan di kubu Kafirin. Namun muncul keyakinan dan ketentraman di kubu Mukminin.

Di era Nabi Musa, Qarun keluar dari rumahnya dengan memamerkan kekayaannya. Bagaimana Mukminin dan Kafirin melihat sesuatu yang objeknya sama? Sangat jauh luar biasa.

Kafirin berpendapat bahwa Qarun sosok yang sangat beruntung, sukses dan berhasil sangat besar. Para Kafirin bercita-cita ingin menjadi Qarun. Bagaimana dengan Mukminin? Keberuntungan itu bila mendapatkan pahala dari Allah. Hakikat keberuntungan itu di akhirat.

Di surat Al-Kahfi, dikisahkan dua pemilik kebun yang kafir dan mukmin. Melihat hasil kebun yang berlimpah, sang kafir menyumbangkan diri bahwa harta dan pengikutnya lebih banyak, tidak akan ditimpa kesusahan dan kemiskinan. Tidak akan terjadi Hari Kiamat. Bila terjadi, Allah akan memberikan kekayaan kembali di akhirat. Karena kekayaan di dunia sebuah tanda kasih sayang Allah kepadanya.

Sang mukmin, melihat hasil yang berlimpah dengan mengatakan bahwa seluruhnya atas kehendak-Nya. Tidak ada daya upaya kecuali atas pertolongan-Nya. Satu objek yang sama, mengapa mindsetnya berbeda?

Penjajah Israel Dibangun Berlandaskan Taurat? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Haredim sebuah komunitas yang ada di wilayah penduduka...

Penjajah Israel Dibangun Berlandaskan Taurat?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Haredim sebuah komunitas yang ada di wilayah pendudukan Israel. Mereka terfokus untuk mempelajari Taurat. Mengisolasikan diri dari aktivitas keduniaan seperti ekonomi. Mereka hidup dengan fasilitas dari pemerintah  penjajah Israel.

Sejak Yahudi menjajah Palestina, komunitas ini tidak diwajibkan untuk mengikuti wajib militer. Padahal, semua masyarakat Yahudi, baik wanita maupun laki-laki, pada usia tertentu diwajibkan untuk mengikuti wajib militer. Bila dibutuhkan, menjadi tentara cadangan. Namun ini tidak berlaku bagi Haredim.

Saat penjajah Israel membutuhkan banyak tentara untuk melakukan genosida di Gaza. Saat perlawanan rakyat Palestina berhasil melakukan perlawanan yang kuat di Gaza maupun Tepi Barat, penjajah Israel membutuhkan banyak tentara. Apalagi  Hizbullah dari Lebanon melakukan serangan ke daerah pendudukan Israel di utara sebagai respon genosida atas Gaza.

Saat keputusan Mahkamah Agung memutuskan komunitas Haredim harus ikut wajib militer dan berperang, maka mereka melakukan demonstrasi.  Diprediksi 60.000 lebih yang turun ke jalan hingga melakukan penyerangan terhadap wakil mereka di legislatif.

Melihat fenomena Haredim ini, bagaimana sebenarnya peran mereka yang taat kepada Taurat? Apakah kehadirannya mampu menciptakan peradaban dunia yang berkemanusiaan? Dengan isolasi diri terhadap dunia luar, seolah tidak ada keterkaitan antara Taurat dengan kehidupan, apakah bisa mengemban peradaban dunia?

Tauratnya tidak lagi seperti di era Nabi Musa yang lantang membela penganiayaan terhadap kaum tertindas. Tak lagi melakukan perlawanan terhadap kezaliman penguasa. Tak lagi melawan terhadap penyembahan terhadap selain Allah.

Mengapa Tauratnya hanya dibaca saja? Tidak peduli dengan persoalan kehidupan. Bila seperti ini, pahamlah bahwa penjajah Israel tidak dibangun dari ajaran Taurat. Tetapi ambisi untuk perampasan dan penjajahan. Sebab Taurat yang digeluti oleh Haredim mengajarkan menjauhi manusia.

Mimpi-Mimpi Mukminin Saat Pertempuran Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sebab mimpi, banyak tentara Amerika yang mengalami depresi dan...

Mimpi-Mimpi Mukminin Saat Pertempuran

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sebab mimpi, banyak tentara Amerika yang mengalami depresi dan gangguan kejiwaan lainnya saat mereka menghancurkan Iraq dan Afghanistan. Hingga sekarang pun masih banyak yang melakukan rehabilitasi kejiwaan. Padahal Amerika telah menarik mundur pasukannya.

Sebab mimpi, banyak tentara penjajah Israel yang melakukan bunuh diri, mengidap gangguan jiwa hingga semakin banyak yang tidak mau berperang kembali ke Gaza. Mimpi telah menjadi hantu.  Apa pengaruh mimpi dalam sebuah pertempuran?

Banyak filem Hollywood yang mengambil tema tentang para veteran perang. Mereka takut dengan mimpinya sehingga terjebab pada narkotika yang disarankan ataupun yang dilarang oleh dokter. Hidupnya merasa tak berguna.

Bagi mukminin, bagaimana mimpinya dalam sebuah pertempuran? Saat Utsman bin Affan dikepung oleh para pemberontak, beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw, Abu Bakar dan Umar bin Khatab. Mereka menyambut Utsman bin Affan dalam sebuah ruangan. Mereka mengajak untuk berbuka puasa bersama. Utsman bin Affan pun rindu untuk segera bertemu dengan para sahabatnya itu. Mimpinya justru menumbuhkan semangat dan ketentraman, bukan ketakutan.

Tiga pemuda berjihad dan tertangkap dalam sebuah pertempuran. Saat mereka hendak dibunuh di tiang pancung. Mereka menyaksikan para bidadari datang untuk menyambutnya. Tak ada mimpi buruk yang menimpanya.

Saat perang Salib ke-5, Syekh Abu Hasan Asy-Syazali bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw. Yang berkumpul termasuk Imam Izzudin Abdul Salam. Dalam mimpinya, Rasulullah saw memberikan bimbingan dalam perang tersebut. 

Di Perang Badar yang mencekam. Para Mukminin justru menikmati tidurnya. Allah memperlihatkan kepada Mukminin dalam mimpinya bahwa kafir Quraisy berjumalah sedikit. Mengapa? Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 43, "Sekiranya Allah memperlihatkan mereka berjumlah banyak, tentu kamu menjadi gentar dan berbantah-bantahan dalam urusan ini. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu." 

Allah menolong Mukminin tidak saja dalam pertempuran nyata dengan menurunkan seribu malaikat. Allah menegaskan pula, bukan mukminin yang melempar tetapi Allah yang melempar. Tetapi juga, membantu mukminin melalui mimpi-mimpi mereka. Membantu saat kelelapan di pembaringnya.

Memahami Awal Penciptaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah menciptakan makhluk-Nya melalui sebutir telur. Unggas, burung, ular, ...

Memahami Awal Penciptaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah menciptakan makhluk-Nya melalui sebutir telur. Unggas, burung, ular, ikan, reptil dan banyak yang belum diketahui manusia. Allah mengembangbiakkan tumbuhan melalui biji, tunas dan bagian tertentu dari tumbuhan tersebut.

Manusia berkembang biak dengan melahirkan. Berawal dari segumpal air, darah kemudian daging. Hewan pun ada yang berkembang biak dengan melahirkan juga. Namun ada keunikan dalam proses kelahiran manusia.

Adam diciptakan langsung oleh Allah. Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Nabi Isa dilahirkan tanpa proses pertempuran sel telur dan sperma. Allah bisa menciptakan sesuai yang dikehendaki-Nya.

Api berasal dari kayu, cairan dan gas. Angin karena perbedaan tekanan. Hujan dan awan berasal dari uap air. Embun karena udara yang dingin. Semuanya berproses dengan cara yang sama hingga kehancuran alam semesta.

Perhatikan semua asal penciptaan makhluk-Nya. Agar paham beragam kehendak-Nya.  Paham Ilmu-Nya. Paham kekuasaan-Nya. Paham bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya. Tak ada yang bisa menandingi-Nya.

Pahami penciptaan-Nya. Kuasai dan contek. Lalu, perbanyak. Maka bisa menguasai pembibitan, bahan baku, bahan mentah, industri hulu, dan rantai pasokan.  Kelak, kekuasaan digenggam oleh yang menguasai sektor hulu.

Awal dan akhir sangat jauh berbeda. Seperti telur bulat, yang berubah menjadi ungas, burung, dan reptil. Seperti biji dan tunas , yang berubah menjadi sayuran dan pepohonan yang besar menjulang. Itulah kebesaran Allah agar hati dan akal manusia dengan rela menyembah-Nya.

Kemenangan Partai Sayap Kanan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di India, sayap kanan Hindu berkuasa. Targetnya, terus menghancurkan m...

Kemenangan Partai Sayap Kanan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di India, sayap kanan Hindu berkuasa. Targetnya, terus menghancurkan masjid, meminggirkan dan mengusir muslimin dari India. Sebenarnya bukan sekarang saja, sejak Pakistan didirikan, muslimin yang pindah ke Pakistan dibantai. Puncaknya pada tragedi terowongan. Seluruh muslimin di kereta dibunuh.

Di Perancis, apakah muslimin akan mengalami hal yang sama seperti di India? Partai sayap kanannya diprediksi telah memenangkan kursi dengan pemilihan legislatif di putaran pertama meraih 33 persen suara. Mereka menyuarakan anti Islam dan Imigran. Bagaimana di putaran ke dua?

Sebelumnya di Belanda, partai sayap kanannya memenangkan pemilu. Tetapi gagal membentuk koalisi sehingga gagal membangun kekuasaan. Tema yang diusung juga anti Islam dan Imigran. Mengapa kampanye ini sangat laku di Eropa?

Yang menguasai kekuasaan di penjajah Israel juga partai sayap kanan. Mereka berkoalisi dengan Netanyahu. Mengapa penguasa dari sayap kanan justru yang menciptakan genosida? Padahal mereka berinteraksi sangat kuat dengan kitab sucinya?

Yang terjadi di Andalusia di era ratu Isabel dan raja Ferdinand. Serbuan tentara Salib ke Syam dengan kolaborasi penguasa dan Gereja. Kolonialisme ke negara-negara muslim merupakan cermin wajah Eropa. Penguasa dan  gereja berpadu untuk menjajah. Bukankah mereka sangat dekat dengan kitab sucinya? Mengapa tidak menimbulkan kasih sayang?

Allah sedang mempergilirkan yang sekuler runtuh ke tangan sayap kanan, apakah ada perubahan yang signifikan? Setelah partai sayap kanan yang berkuasa, apa yang akan terjadi? Allah akan membongkar semua yang tersembunyi. Apakah agama selain Islam bisa membawa dunia pada peradaban kemanusiaan?

Agama selain Islam tak memiliki konsep dan aturan tentang mengelola kekuasaan dan masyarakat? Kelak, mereka akan jatuh pada sekularisme, hedonisme dan liberalisme juga. Jurang terperosoknya akan lebih dalam karena perpecahan di masyarakat akan semakin membara. Bila akhirnya mereka mengusir muslimin, kebangkitan Islam semakin kuat.

Allah Berkisah di Perang Badar Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di perang Badar, syetan membantu pasukan kafir Quraisy. Jumlah mereka...

Allah Berkisah di Perang Badar

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di perang Badar, syetan membantu pasukan kafir Quraisy. Jumlah mereka sangat banyak juga bersenjata lengkap. Melampaui kekuatan Muslimin. Pada sisi lain, munafikin dan yang memiliki penyakit hati yang bersama mukminin, justru berbalik ke belakang. Pulang menuju Madinah. Bagaimana menghadapi kondisi ini?

Para Munafikin berkata, "Kaum Mukminin sudah tertipu oleh agamanya." Dijanjikan kemenangan, padahal kondisi lawan sangat kuat, pasukannya banyak, persenjataannya lengkap dan canggih. Bagaimana bisa menang? Mukminin hanya termakan janji-janji palsu kemenangan oleh agamanya. Itulah anggapan para Munafikin.

Para Munafikin mentertawakan Mukminin yang berani menentang bahaya. Mereka heran, mengapa Mukminin berani menghadang bahaya yang begitu jelas dan tidak menyenangkan? Mereka tidak memiliki alasan pembenaran yang logis untuk melakukan tindakan yang dianggapnya ngawur dan mencampakkannya pada kebinasaan.

Dalam situasi seperti ini Allah meneguhkan dengan firman-Nya, Al-Anfal ayat 49, "Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Allah menjelaskan sifat-sifat-Nya.

Dalam kondisi perang yang meresahkan Mukminin, Allah berkisah  tentang perjalanan Firaun dan pasukannya pada surat Al-Anfal ayat 52, "Keadaan mereka serupa dengan keadaan Firaun dan pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah akan menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya."

Allah melanjutkan kisahnya tentang Firaun, "Kami tenggelamkan Firaun dan tentaranya. Semuanya adalah orang-orang yang zalim." Setelah itu apa yang terjadi? Yang tak dilihat oleh para Munafikin, namun nyata dalam pandangan Mukminin?

Mukminin menyaksikan pedangnya belum sempat menebas tubuh kafir Quraisy, namun mereka sudah tewas tanpa diketahui sebabnya. Tubuhnya kafir Quraisy terkena senjata tajam tetapi bukan senjata yang diayunkan oleh Mukminin. Itulah yang tak terjangkau oleh Munafikin.

Yang Terpenjara, Palestina atau Penjajah Israel? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tepi Barat dan Gaza telah berjalan seiring dan seir...

Yang Terpenjara, Palestina atau Penjajah Israel?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Tepi Barat dan Gaza telah berjalan seiring dan seirama. Semuanya melakukan perlawanan. Semuanya membangun kelompok perlawanan. Semuanya bertanggungjawab melakukan perlawanan. Inilah awal kemerdekaan Palestina.

Bila diam terhina dan berdosa. Bila mundur ke belakang maka tetap merasakan nasib yang sama. Terus terjajah dan terkurung dengan terali besi yang mengitari rumah dan desa- desa. Disangka, cara ini bisa mengukung dan mengendalikan rakyat Palestina.

Jiwa yang merdeka tidak akan pernah terkurung dan terkukung.  Walaupun hidup dalam kotak tempurung. Sebab hatinya masih bisa berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Hati dan akalnya masih bisa berselancar mendapatkan hidayah dan solusi.

Yang terkukung justru yang mengikuti hawa nafsu. Yang mengikuti bisikan syetan. Terkukung dalam kesenangan dan keinginan. Sehingga, hatinya hanya berkomunikasi dengan nafsu dan syetan. Tak bisa menjangkau dunia bebas di jiwanya. Tak bisa menjangkau luasnya alam semesta dengan hati dan akalnya.

Badan bisa terkukung dengan sekatan fisik material. Namun hati dan akalnya bisa berkelana kemanapun yang diinginkan. Berkelana ke hingga menemui Rabbnya sesukanya di setiap waktu, tempat, dan kondisi. Inilah kebebasan.

Rakyat Palestina merasakan pengelanaan ini. Penjajah Israel hanya berkelana balik besi dan baja di dalam tank dan kendaraan tempur. Berjalan dibelakang buldoser dengan pengawalan pesawat dan helikopter. Dibawah perlindungan baju anti peluru dan senjatanya. Siapakah yang sebenarnya merdeka?

Penjajah membuat penjara bagi dirinya. Lalu membuat penjara-penjara bagi rakyat Palestina.  Siapakah yang berakal sehat? Penjajah Israel membuat perlindungan dengan teknologi tercanggih, siapakah yang sebenarnya terancam? Gaza dan Tepi Barat terus melawan karena tak ada yang bisa membelenggunya lagi.

Provokasi Syetan Di Perang Badar Oleh : Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel memulai memborbardir Gaza dengan keangkuhan. Tak m...

Provokasi Syetan Di Perang Badar

Oleh : Nasrulloh Baksolahar 

Penjajah Israel memulai memborbardir Gaza dengan keangkuhan. Tak mungkin terkalahkan dengan kekuatan infrastruktur, jumlah pasukan dan dana yang luar biasa. Seluruh orang Yahudi menyambut seruan perang dari pelosok dunia dengan semangat membara dan keyakinan menang. Mengapa seperti ini?

Setiap kali memprovokasi, syetan selalu berkata, "Tidak ada yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh aku adalah penolongmu." Itulah yang dihembuskan syetan kepada pemuka kafir Quraisy saat keluar dari Mekah. Keyakinan akan menang perang sangat luar biasa.

Syetan bukan hanya kali ini saja memprovokasi kafir Quraisy. Sebelumnya, saat Rasulullah saw mau berhijrah, kafir Quraisy diprovokasi untuk membunuh Rasulullah saw di rumahnya dengan mengepungnya oleh pemuda Arab yang terkuat dari seluruh kabilah. Bagaimana akhir provokasinya?

Setiap kali memprovokasi, syetan selalu berkata, "Tidak ada yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh aku adalah penolongmu." Itulah yang dihembuskan syetan kepada pemuka kafir Quraisy saat keluar dari Mekah. Keyakinan akan menang perang sangat luar biasa.

Kafir Quraisy pun keluar dengan  mempertontonkan hartanya. Membawa para wanita dan budak-budaknya untuk memberikan semangat. Membawa pahlawan terbaiknya. Persenjataan modern yang baru dibelinya dari Syam.

Saat perang tanding, kafir Quraisy tidak mau melawan mukminin yang dari Anshar. Yang mereka inginkan dari kaum Muhajirin. Inilah kesombongan syetan yang meremehkan mukminin. Saat perang mulai berkecamuk apa yang terjadi? Kafir Quraisy tak melihat apa yang dilihat oleh syetan.

Ketika dua pasukan telah saling berhadapan, syetan berbalik ke belakang melarikan diri seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, aku dapat melihat apa yang kamu tidak melihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah sangat keras siksaan-Nya."  Al-Anfal ayat 48.

Syetan lari terbirit-birit dari perang Badar. Syetan melihat ribuan malaikat ikut berperang, datang bergelombang tidak berhenti  atas perintah Allah. Malaikat mencabut nyawa orang kafir dengan memukul wajah dan punggung kafir Quraisy dengan berkata, "Rasakan olehmu siksaan neraka yang membakar."

Hantu Gentayangan Kondisi Psikologis Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di zaman apapun. Dimana pun. Siapa pun. Yang berharta m...

Hantu Gentayangan Kondisi Psikologis Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di zaman apapun. Dimana pun. Siapa pun. Yang berharta maupun yang miskin. Yang berkuasa maupun rakyat jelata. Manusia diterpa beragam kondisi kejiwaan yang bisa menghancurkan diri dan kehidupannya, hari ini dan masa depannya.

Perhatian tentara penjajah Israel, dalam dukungan dana genosida terhingga 6,3 miliar dolar dari Amerika. Dukungan infrastruktur militer dan diplomasi dari ragam negara sekutunya. Tentaranya tetap mengalami tekanan kejiwaan yang parah hingga lebih baik bunuh diri dan melarikan diri dari rumahnya. Perhatikan psikologis rakyat di negara kaya. Bagaimana dengan rakyat Palestina yang dilaparkan, dihancurkan dan dipenjara?

Apa kondisi psikologis yang mengepung manusia? Merasakan kondisi yatim atau kesendirian, kebingungan dalam bertindak, bersikap dan mengambil keputusan, senantiasa merasakan kekurangan sebanyak apapun yang dimiliki. Itulah hantu menyeramkan yang bergentayangan di jiwa manusia.

Nabi Yusuf dan Yunus merasakan keyatiman. Sendiri di dalam sumur dan perut ikan paus. Nabi Adam merasakan kesendirian di hiruk pikuk dan limpahan kenikmatan surga. Nabi Muhammad berjuang sendirian karena wafatnya seluruh orang yang terdekat dan yang dicintainya. Nabi yang lainnya, dikucilkan oleh kerabat dan kaumnya.

Para Nabi dan Rasul dimusuhi oleh pembesar dan kaumnya sendiri. Bagaimana menghadapi kezaliman, kejahatan dan tipu daya mereka? Nabi Musa dan Harun kebingungan menghadapi permusuhan Firaun, Qarun dan Hamman. Nabi Yusuf kebingungan menghadapi persengkongkolan saudara-saudaranya dan oligarki Istana. Apa yang harus dilakukan? Bingung mengambil tindakan dan solusi.

Pembesar kaumnya, selalu melecehkan para Nabi dan Rasul yang memiliki sumber daya yang sedikit. Kafir Quraisy bertanya. "Mengapa yang dijadikan Nabi bukan orang terkaya dan berpengaruh di Mekah dan Thaif?"   Dalam pandangan kaumnya, para Nabi dan pengikutnya yang paling miskin dan berkasta rendah.

Apa solusi kondisi psikologis tersebut? Lihatlah waktu duha. Kehidupan manusia itu seperti waktu duha. Dihadapannya matahari pagi yang terang dan sejuk. Di belakangnya,  malam gelap yang meninggalkannya dan tak bisa mengejarnya. Bagaimana agar keyakinan ini muncul?

Yakinlah kepada Rahman dan Rahim-Nya Allah. Buka kembali perjalanan hidup para Nabi dan Rasul, juga mukminin yang bertakwa. Semuanya khusnul khatimah. Kesudahan yang baik bagi yang bertakwa.

Takdir-Nya Sangat Jelas Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Apa yang terjadi di hari ini dan masa depan, seperti apa yang telah terjadi ...

Takdir-Nya Sangat Jelas

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Apa yang terjadi di hari ini dan masa depan, seperti apa yang telah terjadi di masa lalu. Seluruh takdir manusia  seperti takdir yang telah terjadi di masa lalu. Takdir manusia seperti alam semesta yang beredar di garis orbitnya. Tak ada orbit yang baru.

Yang durhaka menantang para Nabi dan Rasul. Para Nabi dan Rasul berkata, "Tunggulah. Karena semua manusia menunggu takdir Allah."  Bagaimana takdir Allah? Yang durhaka dan beriman sudah ada orbit takdirnya sendiri. Jadi mengapa risau?

Para Nabi dan Rasul mempersilahkan para pendurhaka dan kezaliman untuk melakukan apa saja untuk mengusir, menyiksa hingga membunuhnya. Mempersilahkan melakukan seluruh tipu daya dan niat jahatnya. Sebab takdir kedurhakaan sudah jelas akhirnya.

Tugas para Nabi dan Rasul hanya berdakwah dan beramal shaleh. Menanggung semua resikonya. Bersabar atas takdir-Nya. Bertakwa sebagai bentuk kehambaaan pada-Nya. Setelah itu ikhlaskan atas semua yang terjadi demi meraih ridha-Nya.

Apakah kezaliman akan mencelakakannya? Apakah kejahatan dan tipu daya akan menghancurkannya? Apakah persekutuan para oligarki pendurhaka akan mengalahkannya? Tidak akan pernah. Sebab, kecelakaan, kekalahan dan kehancuran itu hanya terjadi bila menanggalkan misi kehidupan yang telah digariskan-Nya.

Para Nabi dan Rasul ada yang dibunuh seperti Nabi Yahya. Bukankah bertemu dengan Rasulullah saw di langit saat Isra Mi'raj? Mereka yang korban genosida, bukankah harum aroma mereka di surga saat Rasulullah saw bertemu dengan mereka saat Isra Mi'raj? Kematiannya itu bukan kekalahan, tetapi telah selesai tugas yang diembannya.

Bagi mukmin, kekalahan dan kehancuran di dunia itu tidak pernah ada. Sebab, dunia hanya persinggahan. Tolak ukurnya, apa yang dialami di akhirat? Neraka atau surga. Dirahmati dan diampuni atau disiksa oleh Allah. Pergelutan di dunia hanya ujian saja.

Wahyu Bagi Malaikat Untuk Membantu Mukminin yang Berjihad Oleh:Nasrulloh Baksolahar  Takdir jihad mukminin adalah menghadapi kek...

Wahyu Bagi Malaikat Untuk Membantu Mukminin yang Berjihad


Oleh:Nasrulloh Baksolahar 


Takdir jihad mukminin adalah menghadapi kekuatan yang melampauinya. Yang tidak ada kekuatan di muka bumi yang bisa mengalahkannya. Mengapa? Allah yang jadi penolong dan pelindungnya.

Adakah kisah mukminin yang menghadapi kekuatan yang lemah? Sejak Nabi Adam diciptakan, syetan telah mendeklarasikan permusuhan. Kekuatan syetan semakin kuat dan banyak karena mereka terus hidup hingga Kiamat.  Syetan bersekutu dengan hiasan hawa nafsu, kekayaan, jabatan dan manusia yang durhaka. Bukankah sangat kuat?

Nabi Ibrahim menghadapi raja Namrudz di Babilonia dan Firaun di Mesir. Nabi Musa menghadapi kekejaman Firaun. Nabi Yusuf menghadapi persengkongkolan saudara-saudaranya dan oligarki Istana. Yang lainnya, berhadapan dengan penguasa dan pembesar kaumnya.

Kisah orang-orang yang saleh pun seperti perjalanan para Nabi dan Rasul juga.  Ashabul Ukhdud dam Ashabul Kahfi menghadapi raja, pembesar dan pasukannya. Mereka diburu dan dibunuh. Inilah catatan sejarah yang akan dihadapi umat Nabi Muhammad juga.

Di Mekah, menghadapi pemuka Quraisy. Di Madinah menghadapi hegemoni Yahudi, kabilah Arab dan Munafikin. Saat pengiriman pasukan kecil pun, mereka menghadapi lawan yang lebih besar dan kuat. Saat keluar dari Madinah, Rasulullah saw justru menghadapi pasukan besar di Badar.

Al-Qur'an mengkisahkan, mukminin berharap menghadapi Musyrikin Quraisy yang jumlahnya sedikit dan tak bersenjata lengkap. Namun, Allah menentukan takdir-Nya, yang dihadapi justru pasukan besar yang bersenjata lengkap di Badar. Itulah takdir Mukminin selanjutnya hingga akhir zaman. Pembebasan Romawi, Persia, Konstantinopel dan Roma, merupakan jihad-jihad yang melampaui kekuatan mukminin.

Mengapa Mukminin bisa menunaikan tanggungjawab peradaban? Setiap mukminin mengumandangkan jihad maka Allah mewahyukan kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku bersamamu, maka teguhkanlah orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir. Maka pukulan di atas leher mereka dan pukulan tiap-tiap ujung jari mereka."

Allah mengutus para malaikat untuk membersamai mukminin dalam setiap  perjuangan di seluruh Medan kehidupan. Bila niatnya, berjihad di jalan Allah.

Ragam Model Hancurnya Kezaliman Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Banyak negara yang menjual senjata ke penjajah Israel, terutama Amer...

Ragam Model Hancurnya Kezaliman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Banyak negara yang menjual senjata ke penjajah Israel, terutama Amerika, Inggris, Jerman, sekarang India. Senjata mereka telah teridentifikasi untuk genosida di Palestina. Ini bertanda, kemanusiaan tak lagi penting. Bila kemanusiaan dihancurkan, akan muncul tanda kebangkitan baru.

Para ulama sirah nabawiyah selalu memulai penulisannya dengan kejahiliahan yang melanda di Persia, Romawi, India dan jazirah Arab. Seluruh permukaan bumi menghadapi kehancuran total kemanusiaan. Maka, kehidupan membutuhkan kebangkitan baru. Rasulullah saw pun diutus.

Saat Tentara Salib dan Mongol menghancurkan kemanusiaan. Maka muncul tokoh pembaharu seperti Shalahuddin Al-Ayubi dan Saifuddin Al-Qutuz dengan membangun negara terlebih dahulu. Perjuangan mereka melelahkan. Tanpa sumber daya yang kuat. Namun jihad selalu melahirkan kebangkitan yang tak terduga dan mencengangkan.

Saat kolonialisme mendunia. Saat tak ada tokoh dan negara besar yang menghentikan kolonialisme. Saat negara kuat seluruhnya menjadi penjajah. Apa yang terjadi? Perlawanan kecil yang sporadis berhimpun menjadi kekuatan perlawanan. Maka, berakhirlah penjajahan.

Bahkan kekuatan kezaliman negara yang besar, bisa dipatahkan oleh mereka yang ada dibalik penjara. Apa kekuatannya dari balik penjara seperti Syeikh Yusuf Al-Makasri dan Nelson Mandela? Apa kekuatan seorang tukang sayur yang membakar dirinya yang melahirkan Arab Spring?

Amerika tersingkirkan di Afghanistan oleh mereka yang belajar dari madrasah yang terpinggirkan. Uni Soviet runtuh karena para relawan jihad dari berbagai negara dengan biayanya sendiri ke Afghanistan. Model perlawanan sangat beragam agar kezaliman tak bisa mendeteksinya.

Bagaimana dengan kehancuran penjajah Israel? Tak bisa mengandalkan para penguasa. Para penguasa terkunci dengan prosedur hubungan internasional dan ikatan perjanjian. Semua kekuatan negara-negara telah dilumpuhkan dengan "suap" bantuan dan militer. Hanya perlawanan rakyat Palestina dan dunia yang menghentikannya.

Menduplikasi Kebesaran Sejarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sejarah yang ditulis manusia sangatlah terbatas. Sebab, hanya mengand...

Menduplikasi Kebesaran Sejarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sejarah yang ditulis manusia sangatlah terbatas. Sebab, hanya mengandalkan penglihatan dan pendengaran. Penglihatan melalui perjalanan dan pengalaman, bukti-bukti tertulis dan benda-benda purbakala. Pendengaran melalui berita-berita yang didengar melalui mereka yang mengalami arau bertemu. Sejarah yang ditulis manusia bisa dari ragam sudut pandang.

Sejarah yang ditulis manusia hanya menangkap yang dapat dilihat dan didengar, padahal banyak sisi manusia yang tak terdengar dan tak terlihat. Bagaimana pergulatan di dalam rumah bersama keluarganya? Bagaimana pergulatan hati, pemikiran dan jiwanya? Padahal inilah yang menampilkan yang dapat dilihat dan didengar untuk bukti sejarah.

Mengapa sejarah besar tak bisa menduplikasi lahirnya orang-orang besar dengan cepat? Mengapa sejarah hanya menjadi tumpukan cerita dan kertas? Hingga menjadi dongeng dan khayalan? Bahkan sebuah menara gading yang tak bisa diwujudkan kembali?

Sejarah sering berakhir menjadi legenda, menjadi penentram sebelum tidur. Menjadi mimpi-mimpi indah hanya di dalam tidur tanpa bisa diwujudkan. Padahal, yang terwujud di muka bumi hanya mewujudkan yang pernah terwujud. Mengapa tidak bisa? Bisakah mengulangi sejarah para nabi dan rasul?

Bongkarlah Al-Qur'an. Ada yang  unik dalam sejarah yang tertulis di dalamnya. Allah mengetahui yang nyata dan gaib. Allah mengetahui yang ada dibalik dada. Allah mengetahui setiap bisikan hati yang diungkapkan maupun tidak. Inilah pondasi untuk mengungkapkan inti penyebab membongkar kehebatan pelaku sejarah.

Allah membongkar yang ada direlung hati, jiwa dan akalnya. Allah tidak saja membongkar kiprahnya dalam setiap fragmen kehidupannya, tetapi yang berkecamuk di dalam dada saat fragmen sejarah ditoreh oleh para pelakunya. Padahal inilah yang menjadi sumber para pelaku sejarah bersikap dan melakukan sesuatu.

Mengapa setiap 100 tahun sekali, muncul para pembaharu dalam sejarah Islam? Mengapa  Khalifah Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafii, Shalahuddin Al-Ayubi, Muhammad Al-Fatih dan tokoh lainnya bisa mengulangi perjalanan Rasulullah saw?

Mengapa banyak Nubuwah Rasulullah saw seperti pembebasan Persia, Romawi, Konstantinopel dan Roma justru terjadi bukan di eranya? Sebab cara mengungkap sejarah dalam Al-Qur'an menembus inti sejarah. Bukan sebuah perjalanan kasat mata saja.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (207) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (244) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (8) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (183) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (431) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)