basmalah Pictures, Images and Photos
08/31/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apa yang tidak dimiliki oleh Umat I...

Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apa yang tidak dimiliki oleh Umat Islam di Indonesia? Bagaimana berbisnis? Penyebar Islam di Indonesia adalah pebisnis. Beberapa Wali Sanga pun seorang pebisnis seperti Sunan Giri. Bagaimana mengelola kekuasaan atau Islam Politik? Sudah ada contoh Kesultanan Pasai, Cirebon, Demak dan Mataram. Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati pun seorang pakar tata negara.

Bagaimana menjadikan Islam sebagai sebuah budaya yang mengakar di masyarakat? Para Walisanga seperti Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sudah mencontohkannya. Bagaimana soal teknologi? Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Kalijaga membangun teknologi pertanian dalam dakwahnya.

Khasanah keilmuan, amal dan pembangunan peradaban Islam di Indonesia sudah dicontohkan oleh para Ulama. Prof Dr Ayumardi Azra dalam bukunya pengaruh jaringan ulama Mekah terhadap Nusantara dan Adhi Maftuhin dalam bukunya Sanad Ulama Nusantara mencoba mengkoneksikan keilmuan ulama di Nusantara dengan para ulama dunia.

Bila kita berhasil menghubungkan pemikiran ulama Nusantara dengan ulama dunia. Kitab-kitab yang dikaji dan ditulis oleh ulama Nusantara dengan kitab-kitab ulama dunia saat itu, maka bisa memahami bagaimana keislaman yang ada di Nusantara. Bisa memahami bagaimana basis keilmuan yang disebarkan sehingga mempengaruhi tradisi, budaya dan akhlak muslimin di Nusantara.

Bila membaca literatur sejarah, maka akan terbaca apa yang terjadi di dunia dengan apa yang terjadi di Nusantara. Bagaimana pengaruh kalahnya Tentara Salib dan Mongol terhadap Nusantara? Bagaimana pengaruhnya kemenangan Al Fatih terhadap Nusantara? Bagaimana pengaruh hukuman terhadap Al-Hallaj? Bagaimana pengaruhnya terbentuk beragam Tarekat terhadap perjuangan kemerdekaan di Nusantara?

KH Bahtiar Natsir pernah mengatakan bahwa Islam di Indonesia berbasis budaya bukan politik. Oleh karena itu tidak terpengaruh oleh riuh-rendahnya politik kekuasaan. Tidak terpengaruh oleh pergantian kekuasaan. Islam di Indonesia telah menjadi budaya yang mengakar karena sudah menjadi tradisi keseharian.

Kajian ini diperlukan agar memahami bagaimana budaya yang dibentuk dengan basis keilmuan yang menjadi pondasinya.   Ulama Nusantara yang dulunya menetap di Nusantara, Mekah, Mesir dan berkelana ke berbagai belahan dunia tentu membangun masyarakat dengan basis keilmuan yang shahih.

Mubaligh Yang Berbisnis, Energi Dakwah di Nusantara  Dakwah Islam harus melalui persetujuan hati dan akal, tidak melalui "c...

Mubaligh Yang Berbisnis, Energi Dakwah di Nusantara 

Dakwah Islam harus melalui persetujuan hati dan akal, tidak melalui "cuci otak". Dakwah Islam diberikan dengan alasan yang masuk akal, tidak dicampuri dusta dan kesanggupan mempergunakan akal untuk menimbang mana yang haq dan mana yang bathil. Yang dituju adalah akal yang cerdas, iman yang mendalam, lepas dari waham dan syak wasangka.

Sejak zaman Abbasiyah, kaum muslimin telah banyak bergaul dengan berbagai agama, baik Nasrani, Yahudi dan filsafat Yunani. Ada ajaran Yoga dari Hindustan. Ada juga musyrikin yang penuh keraguan. Namun muslim dapat bergaul dengan mereka. Bukan muslim yang tertarik kepada mereka, bahkan merekalah yang tertarik pada sikap hidup, keramahan dan kelapangan dada muslim.

Di zaman kerajaan Jawa sebelum Islam, jaman Jenggala dan Majapahit, telah ada agama Islam di tanah Jawa. Mubaligh-mubaligh itu merangkap sebagai Saudagar. Pakaiannya bersih. Mukanya  jernih karena wudhu. Dalam rumah tangga, sikapnya bersih, menghormati tetamu dan tetangga sehingga menarik hati. Setelah memeluk Islam, kedudukan mereka tidak direndahkan, tidak menjadi kelas dua.

Para saudagar sambil berjualan, juga masuk ke masyarakat yang masih jahiliyah. Membawa perniagaan, juga membawa cahaya Ilahi, ajaran tauhid dan makrifatullah. Menyediakan barang, tetapi juga memberikan persediaan lain yang lebih tinggi harganya daripada barang, yaitu cahaya iman yang menyinar dari muka mereka. Membawa barang di tangan dan cahaya di hati.Perniagaannya maju, agamanya pun maju.

Para saudagar menunjukkan budi baik, sopan santun yang mulia, sehingga raja-raja pun tertarik memeluknya. Jika raja telah masuk, niscaya akan menurut pula rakyatnya. Saudagar muslim menyebarkan Islam tidak tergantung kepada adanya raja-raja. Para mubaligh bekerja tidak mengharapkan sokongan dan bantuan dari pihak yang berkuasa. 

Pengaruh ulama besar yang merangkap ahli dakwah kadang-kadang lebih besar daripada pengaruh kerajaan sendiri. Sampai-sampai mereka diberi gelar "sunan" yang berasal dari kata "susuhunan", menyusun jari mendatangkan sembah. Artinya derajat martabat dianggap sama dengan raja-raja sendiri.

Ketika Belanda berhasil mengalahkan kesultanan yang ada di Nusantara. Apakah tercabut Islamnya? Ketik Belanda menjajah 350 tahun dengan segala misi kristenisasinya, justru bilangan umat Islam bertambah banyak. Ini bertanda bahwa penyebaran dakwah oleh para saudagar dan ulama sudah menjadi keyakinan dan budaya yang mengakar karena penyebarannya dengan pengaruh pribadi-pribadi, dengan bekerja sendiri, tidak dengan paksaan dan pedang.

(Diringkas dari Buku Prinsip dan Kebijaksanaan Dakwah Islam, Karya Buya Hamka)

Muslim pun Berkontribusi Mendirikan Majapahit? Penulis dan peneliti, Donald Maclaine Campbel, dalam buku Yava mengatakan, "...

Muslim pun Berkontribusi Mendirikan Majapahit?

Penulis dan peneliti, Donald Maclaine Campbel, dalam buku Yava mengatakan, "Orang Arab dan Persia telah turut mendirikan Majapahit. Sejak lama mereka telah mendirikan perkampungan di Sumatera bagian Barat. Pantai Gresik dan Madura pernah dijadikan pangkalan untuk memperbaiki kapal-kapal rusak dan tempat memuat barang makanan bekal berlayar. Bahkan mereka pun turut juga mendirikan kerajaan Jenggala, Daha, dan Singasari. Pada setiap kerajaan itu orang Arab dan Persia telah tinggal bermukim."

Batu nisan Fatimah binti Maimun di desa Leran tahun 1101 M, menunjukkan adanya masyarakat muslim di Jawa saat raja Airlangga memecah kerajaannya menjadi Jenggala dan Kediri pada 1049 M. Di masa itu pun saudagar muslim sudah berhubungan erat dengan penguasa negri. Jika mereka turut andil dalam mendirikan kerajaan Jenggala maka tidak sulit untuk membuktikan bahwa mereka pun turut mendirikan Majapahit.

Persaudagaran berbicara laba rugi, jauh berbeda dengan semangat angkatan perang yang memperhitungkan kalah-menang. Oleh sebab itu, di Nusantara berlaku ayat, "Tidak ada paksaan dalam agama." Para saudagar dan utusan dari umat Islam, yang berintikan orang Arab telah datang berbondong-bondong ke Nusantara. Ada yang hanya singgah, ada juga yang menetap hingga mendirikan perkampungan kecil agar mereka tidak terganggu mengerjakan agama.

Zaman itu orang masih memakai budak dan hamba sahaya. Orang Islam membeli budak lalu memerdekakannya, akhirnya dengan sukarela mereka menjadi Islam. Nasibnya pun lebih baik dalam perlindungan tuannya. Bahkan, mereka dipercaya sebagaimana mempercayai anaknya sendiri. *Maka Terciptalah masyarakat yang kokoh menentramkan.*

*Persaudagaran menggerakkan roda perekonomian*. Perniagaan orang Arab sejak permulaan abad ke-7 Masehi telah sampai ke Tiongkok dan sangat maju. Pada abad pertama Hijriyah, saudagar Arab telah memiliki pusat perniagaan yang ramai di Kanton. Antara abad ke-10 hingga 15 M, di tangan orang Arablah berpegang seluruh perniagaan di sebelah timur, dengan tidak ada siapa pun saingannya. Berdasarkan hal ini, dipastikan di beberapa pulau Nusantara orang Arab telah meletakkan sendi-sendi daerah perniagaannya, sebagaimana yang telah mereka lakukan pula di tempat lain pada masa permulaan.

Seorang perutusan Tiongkok datang ke Jawa, menerangkan kondisi umat Islam di era Majapahit, "Golongan Islam datang dari sebelah Barat dan telah tinggal menetap di sana. Pakaian dan makanan mereka bersih dan enak. Orang Tiongkok pun banyak yang telah masuk Islam dan mereka amalkan dengan baik ajaran Islam. Pada sisi lain, penduduk asli masih sangat kotor, pergi dan pulang tidak memakai terompah, dan tidak bersungut kepala *Artinya, muslim telah membangun budaya baru saat kerajaan Hindu dan Budha masih berkuasa.*

Walupun pesisir Sumatera dan Jawa sebagai besar dihuni muslim, dan pusat kotanya di pedalaman dihuni Hindu dan Budha, namun tidak pernah ada upaya penggulingan atau kerjasama dengan pihak luar untuk meruntuhkan kerajaan Hindu dan Budha. *Inilah kolaborasi di Nusantara saat itu."

(Diringkas dari Buku Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka)

Nusantara, Sebelum dan Saat Hidupnya Rasulullah saw Selat Malaka sudah ramai jauh sebelum kelahiran Nabi Isa. Nusantara sudah me...

Nusantara, Sebelum dan Saat Hidupnya Rasulullah saw

Selat Malaka sudah ramai jauh sebelum kelahiran Nabi Isa. Nusantara sudah menjalin hubungan yang erat dengan India dan Tiongkok melalui hubungan laut selat Malaka. Oleh karena itulah, dalam penelitian sejarah, bahan-bahan dari India dan Tiongkok amat penting dalam meneliti sejarah Indonesia. Menurut Sir Thomas Arnold, saudagar Arab pun sudah melakukan perniagaan yang sangat luas di Nusantara sejak masa permulaan sekali.

Dua abad sebelum kelahiran Rasulullah saw atau sekitar abad ke 4 Masehi, telah ada di Nusantara sebuah kerajaan Hindu di Kalimantan Timur, yaitu Kutai. Ditemukan batu bersurat yang menyatakan bahwa nama rajanya Mulawarman dan huruf batu itu Paliawa. Kerajaan ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai pelosok negri hingga ke India Selatan.

Satu abad sebelum kelahiran Rasulullah saw, abad ke 5 Masehi di Jawa Barat ada pula sebuah kerajaan Hindu bernama Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman. Di abad ini pula, pelawat dari Tiongkok yang bernama Fa Hian telah melawat ke Nusantara. Dicatat negri-negri yang didatanginya seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Rasulullah saw hidup dari 571-632 Masehi. Apa yang terjadi di Nusantara? Di Solok Sumatera Barat telah didapati sebuah patung Budha yang menurut penaksirannya dari abad ke 6 Masehi. Selain itu, disebut juga nama kerajaan San Foh Sji. Menurut penelitian, itulah kerajaan Sambojaya, cikal bakal Sriwijaya yang berdiri pada abad ke 7 Masehi.

Ketika Islam berkembang di Tanah Arab pada abad ke 7, agama Budha Mahayana sedang berkembang pula di Nusantara, di bawah pimpinan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Sriwijaya sebagai perantaraan aliran Budha yang datang dari Hindustan menuju Tiongkok yang singgah di Sriwijaya. Warisan ini jugalah yang disambut oleh Indonesia pada zaman Islam yang menjadi tempat perantara antara kemajuan dari Arab dan Hindustan yang akan menuju ke Maluku dan Filipina.

Menilik daerah-daerah yang dikuasainya, Sriwijaya sebuah kerajaan maritim yang berdagang hingga ke India dan Tiongkok melalui Selat Malaka. Kekuasaannya sampai ke Siam, Birma dan Vietnam. Pengaruhnya sampai hingga ke India Selatan, Sailan dan menancapkan kuasanya hingga ke Tanah Jawa untuk memperkokoh pengaruh agama Budha.

Di periode ini juga perniagaan orang Arab telah sampai ke Tiongkok dan sangat maju. Berdasarkan pustaka Tiongkok, orang Arab telah datang Nusantara pada abad ke 7 Masehi, artinya pada abad pertama  Islam. Menurut Sir Thomas Arnold, Islam pun sudah dibawa ke Nusantara oleh para saudagar Arab sejak abad pertama dari hijrahnya Rasulullah saw.

(Diringkas dari buku Sejarah Umat Islam karya Hamka)

Ghanimah Besar dari Yahudi Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi memiliki 10.000 pasukan tem...

Ghanimah Besar dari Yahudi Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Yahudi memiliki 10.000 pasukan tempur, bersenjata lengkap dan terlatih. Saat prajuritnya tewas 93 orang. Langsung menyerah kalah.

Untuk melemahkan Yahudi cukup melumpuhkan 0.93% pasukannya. Sebelumnya, tanpa korban pun mereka menyerah kalah.

Kaum muslimin hanya butuh 16% kekuatan dari kekuatan  Yahudi untuk melumpuhkannya. Seperti itulah Sirah Nabawiyah mencontohkan.

Melawan Yahudi tak butuh kekuatan yang setimpal atau melampaui kekuatannya. Cukup memulai dan bertawakal kepada Allah saja.

Mengapa Yahudi memiliki sumber daya paling besar dan kuat? Agar muslimin mendapatkan ghanimah besar dengan cara termudah.

Di era Rasulullah saw, pertempuran termudah namun mendapatkan sumber daya ekonomi, militer dan efek geopolitik terbesar, itu diraih saat mengalahkan Yahudi.

Semua kekuatan Yahudi yang terusir di Madinah berkumpul di Khaibar. Kini, seluruh kekuatan Yahudi di seluruh dunia berkumpul di Palestina?

Yahudi berkumpul di Palestina? Saat bersatu justru terkalahkan. Saat terpisah, justru kuat. Begitulah sekenario yang tak disadari Yahudi Israel.

Mesin Mekanis Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mengkaji Al-Qur'an walaupun sedikit,  mel...

Mesin Mekanis Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mengkaji Al-Qur'an walaupun sedikit,  melampaui buku yang diterbitkan di dunia ini.

Satu ayat Al-Qur'an bila didetailkan oleh manusia  yang hidup dari awal hingga akhir dunia, tidak akan tuntas.

Satu ayat Al-Qur'an dapat menuntaskan seluruh persoalan kehidupan.

Satu ayat Al-Qur'an memberikan prinsip dan mata air pemecahan persoalan yang terus mengalir.

Satu ayat Al-Qur'an, sebuah hukum kehidupan. Darinya, kita bisa merancang semua yang akan terjadi di kehidupan ini dengan hasil yang pasti.

Bila memahami Al-Qur'an, kita akan tahu nasib semua orang, akhir semua peristiwa dan yang akan terjadi di masa depan.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka kebaikan, kesuksesan dan kebahagiaan akan tercipta dengan sendirinya.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka kekayaan, kekuasaan dan kharismatik akan tercipta dengan sendirinya.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka kecerdasan, kepakaran, kebrilianan akan tercipta dengan sendirinya.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka seluruh cita-cita, imajinasi, obsesi akan terwujud dengan sendirinya.

Cara Sederhana Menguak Hukum Pasti Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Perhatikan kata "In...

Cara Sederhana Menguak Hukum Pasti Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Perhatikan kata
"Innallaha" dalam Al-Qur'an.  Artinya
 "Sesungguhnya Allah"

"Sesungguhnya Allah" adalah penegasan hukum kehidupan yang pasti terjadi.

Setiap peristiwa dan paparan selalu diakhiri "Sesungguhnya Allah" Inilah intisari hukum kehidupan yang memenuhi jagat raya.

Bila ingin tahu isi Lauhul Mahfudz perhatikan setiap kalimat yang memuat "Sesungguhnya Allah"

Bila ingin tahu akhir takdir semua kejadian perhatikan ungkapan "Sesungguhnya Allah"

Bila ingin tahu akhir perjalanan setiap anak manusia, perhatikan ungkapan "Sesungguhnya Allah"

Tidak ada yang remang-remang di dunia ini. Semuanya dijelaskan pada kata "Sesungguhnya Allah"

Membaca DNA Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dunia sebuah pengulangan saja. Itulah sebab Al-Qu...

Membaca DNA Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Dunia sebuah pengulangan saja. Itulah sebab Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw berlaku sepanjang hidup.

Karakter Mukminin, Munafikin, Musyrikin,  Kafirin dan Zhalimin terus berulang.

Karakter yang diberi jalan lurus, tersesat dan bodoh terus berulang disetiap zaman.

"Teori DNA" menunjukkan pewarisan sifat manusia yang sama dari zaman ke zaman.

Proses bekerjanya akal dan otak akan selalu sama dari zaman ke zaman.

Suasana jiwa akan selalu sama dari zaman ke zaman.

Tarikan dunia selalu lebih kuat dari pada akhirat. Itu yang terus berulang dari zaman ke zaman.

Bisikan Syetan, Hawa nafsu dan nurani malaikat selalu sama dari zaman ke zaman.

Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw jadi petunjuk abadi. Sebab semuanya hanya putaran pengulangan  pada orbitnya.

Kebangkitan Umat Islam bukan di Barat dan Timur, Tapi kembali pada Islam. Begitulah  garis edarnya.

Kode DNA Yahudi Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Semua medan pertempuran tak bisa dipisahkan ol...

Kode DNA Yahudi Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Semua medan pertempuran tak bisa dipisahkan oleh Tazkiyatun Nafs

Kode DNA Yahudi Israel sudah ada di Al-Qur'an. Jadi sangat mudah melampaui kekuatannya.

Ada siklus 40 tahunan. Ada siklus 100 tahunan.

40 tahunan siklus sekala pribadi dan masyarakat. 100 tahunan siklus kepemimpinan dan kebangkitan

Palestina akan melalui siklus 40 tahunan ke 3. Oleh Syekh Ahmad Yasin, Inilah kehancuran Yahudi Israel

Blokade Israel, Perspektif Tazkiyatunafs Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Buka Kitab Ihya Ulumudin al-...

Blokade Israel, Perspektif Tazkiyatunafs

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, Yahudi Israel akan dikalahkan oleh strateginya sendiri.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, Yahudi Israel akan "terbunuh" oleh intelegensi dan logika akalnya sendiri.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, blokade Yahudi Israel akan menyingkirkan  hijab  antara rakyat Palestina dengan Allah.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, blokade Yahudi Israel akan menciptakan lompatan intelegensi dan kekuatan rakyat Palestina.

Bukalah kitab Ihya Ulumudin yang menjadi buku panduan Syeikh Abdul Qadir Jaelani dalam menyiapkan generasi penopang Shalahuddin Al Ayubi.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, ada energi maha dahsyat bagi rakyat Palestina dari penempaan Blokade Yahudi Israel

Logika blokade Yahudi Israel untuk melemahkan dan menghancurkan. Dari sudut Tazkiyatun Nafs, justru memunculkan lahirnya para walilullah dan karamahnya.

 Model Konflik dalam Al-Qur'an  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Konflik, perselisihan, perseterua...


 Model Konflik dalam Al-Qur'an 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Konflik, perselisihan, perseteruan hingga pertempuran terus berlangsung hingga dunia ini hancur. Itulah manusia.

Andai seisi jagat raya ini hanya diisi satu suku bangsa, satu agama, satu kepentingan dan kebutuhan. Perseteruan tetap akan terjadi.

Habil dan Khabil satu keluarga. Keturunan nabi Yaqub dengan 12 putranya,  keluarga Nabi Nuh, dan Luth, tanda bahwa perselisihan terus ada.

Perhatikan apa yang diperselisihkan? Apa motifnya? Bagaimana solusinya? Pelajari seluruhnya dalam kisah para Nabi dan Rasul.

Semua model perselisihan dan konflik sudah dipaparkan sempurna dalam Al-Qur'an termasuk solusinya. Mengapa manusia terus mengulanginya?

Kebutuhan dan keinginan menjadi sumber konflik. Solusinya, ingatlah kematian. Sederhana memenuhi kebutuhan. Fokus ke penyiapan bekal.

Perebutan kekayaan dan sumber daya. Perhatikan kisah Qarun dan Dua Pemilik Kebun. Semua kekayaan dan kebanggaannya hancur seketika.

Fir'aun dan pembesarnya membangun kekuasaan dan pengaruh dengan sangat rapih, terstruktur, dan sempurna. Akhirnya hancur hanya dengan tongkat.

Hamman membangun ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menunjukkan kehebatan akal manusia atas Tuhan. Akhirnya hancur juga.

Hakekat dunia adalah sampah dan bangkai. Mengapa syahwat terus memburunya? Model perjalanan manusia sangat jelas, namun terus saja jatuh di tempat yang sama?

Semua model perselisihan dan konflik sudah dipaparkan sempurna dalam Al-Qur'an termasuk solusinya. Mengapa manusia terus mengulanginya?

Andai mata masih silau. Hati masih terbersit hasratnya. Imajinasi terus mengembara  dalam gemerlapnya dunia. Maka kehidupan ini terus dipenuhi hiruk-pikuk

Wahai dunia, engkau nenek tua yang keriput namun berhasil menipu makhluk terbaik di alam semesta. Mengandalkan akal dan ilmu tetap saja bodoh.

Apa pun yang dibangun di dunia ini sangatlah rapuh dan mudah hancur. Mengapa manusia terus memburu dengan syahwatnya?

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (184) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (136) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (403) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (88) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)