basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Al-Qur'an

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Memilih Ujian Yang Resikonya Terukur Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Hidup itu ujian. Manusia itu khalifah yang diberikan kebebasan....

Memilih Ujian Yang Resikonya Terukur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Hidup itu ujian. Manusia itu khalifah yang diberikan kebebasan. Maka pilihlah ujian yang resikonya terukur dan terringan.  Jangan mengambil resiko yang tidak terukur karena bisa menghancurkan dan sangat membebankan hingga taraf tak sanggup menanggungnya.

Ujian yang resikonya terukur adalah dengan tunduk dan taat kepada Allah. Ibadah adalah ujian bagi sang hamba. Ujian bagi sang khalifah, mau tetap menjadi wakil Allah di muka bumi atau wakil egonya? Mau mengikuti kebebasan egonya atau kebebasan yang terkelola dan terarah dengan bimbingan Allah?

Yang kikir, hartanya akan musnah. Yang tamak, hartanya tidak memberikan kemanfaatan walaupun melimpahkan ruah. Bila berzakat, harta yang "musnah" hanya 2,5 persen saja, bukankah "kehilangan" 2,5 persen sangat terukur? Sisanya yang 77,5 persen bebas untuk dimanfaatkan kepada yang mubah.

Kebanyakan manusia memilih untuk kikir bukan berbagi. Kikir adalah ujian dari hasutan nafsu. Dermawan adalah ujian, apakah mau ditaati atau diabaikan? Yang berakal akan memilih resiko yang terukur.

Tamak atau mencari yang halal? Semuanya ujian. Manusia bebas untuk memilih. Ketamakan menimbulkan kezaliman dan perampasan hak orang lain. Sedangkan yang halal menimbulkan ketentraman dan kebersamaan. Yang tamak, hartanya menjadi abu. Yang halal, membawa keberkahan. Namun, kebanyakan memilih ujian ketamakan.

Resiko puasa hanya lapar dan haus selama 12-14 jam. Sedangkan makan dan minum tak karuan. Gaya hidup yang bergemerlapan akan menghabiskan harta, penyakit badan yang akut  yang kadang tak bisa disembuhkan. Mau memilih ujian yang mana? Berpuasa, resikonya paling ringan.

Mau menuhankan ego diri atau menuhankan Allah. Menuhankan Allah hanya butuh kerendahan hati dan mencampakkan kesombongan. Sedangkan menuhankan ego terlihat hebat dan bebas, namun jiwanya sengsara tak pernah bahagia. Bukankah lebih ringan merendahkan hati daripada sengsara hidupnya?

Selalu di Benteng Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tak bisa terpisah dengan penyakit hati. Tak bisa menanggalkan akhlak yang buruk. T...

Selalu di Benteng

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Tak bisa terpisah dengan penyakit hati. Tak bisa menanggalkan akhlak yang buruk. Terlena dengan hawa nafsunya. Tergoda dengan tipuan bisikan syetan. Manusia memang lemah tak berdaya.

Tak bisa berlepas diri dari fitnah dunia. Mata selalu jelalatan. Telinga tak bisa menyeleksi. Lidah selalu tak terkendali. Waktu banyak yang tersia-siakan. Perbuatan banyak yang tak berguna. Kaki sering salah langkah. Tangan tak terhitung mengambil yang bukan haknya. Manusia memang selalu menzalimi dirinya sendiri.

Apa yang bisa dilakukan? Kuatkah manusia menghadapi semuanya? Bisakah dengan ilmu dan akalnya melawannya? Dalam makan dan minum ada godaan. Dalam tidur dan pandangan pun ada fitnah. Dalam diam pun ada keterlenaan. Bisakah manusia selamat mengarungi kehidupan ini?

Hanya pertolongan Allah yang bisa menyelamatkan. Rahmat Allah yang bisa melindungi. Hanya Sunnah Rasulullah saw yang bisa membimbing dalam meniti kehidupan ini.

Masuklah dalam benteng perlindungan Allah. Maka, jiwa yang paling lemah dan rapuh akan terselamatkan. Jiwa yang paling kotor akan dibersihkan. Semudah itu mengarungi gelombang kehidupan.

Benteng perlindungan itu bernama puasa. Cukup menahan makan dan minum dalam rentang waktu tertentu, maka manusia telah memasuki benteng yang kokoh. Aman dan tentram bila sudah memasuki benteng ini.

Seorang prajurit bila sudah memasuki benteng berarti jiwanya terselamatkan. Musuh tidak berani memasukinya. Suasananya seperti seorang bayi dalam dekapan sang ibu. Teruslah berpuasa walaupun Ramadhan telah berlalu, agar selalu dalam benteng yang kokoh.

Profesi Buzzer Dunia Maya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Rasulullah saw bersabda, "Ketika aku diangkat ke langit (Mi'raj), ...

Profesi Buzzer Dunia Maya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Rasulullah saw bersabda, "Ketika aku diangkat ke langit (Mi'raj), aku melewati kaum yang memiliki kuku dari tembaga. Dengan kuku itu mereka saling melukai muka-muka serta dada-dada mereka." Maka aku bertanya, "Siapakah mereka wahai Jibril?" Dia menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging saudaranya (gibah) dan mencela kehormatan mereka." (HR Abu Dawud)

Aisyah berkata tentang Shafiyah kepada Rasulullah saw bahwa Shafiyah orangnya begini dan begitu. Maka Rasulullah saw bersabda, "Engkau telah mengucapkan sesuatu, andaikan dicampur dengan air laut niscaya akan merubahnya." Aisyah berkata, "Dan aku telah menceritakan (menirukan gerakan) seseorang kepada beliau."

Maka beliau bersabda, "Aku tidak suka menceritakan tentang seseorang, meskipun saya akan mendapatkan upah sekian dan sekian banyaknya. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Mendapatkan upah untuk mengungkapkan yang menghancurkan harga diri telah disabdakan Rasulullah saw ternyata sangat nyata di era sekarang. Padahal sabdanya ribuan tahun yang lalu.

Di era sekarang telah muncul profesi baru yang menggiurkan. Imbalannya menjadi menteri, komisaris perusahaan negara, duta besar, jabatan strategis pemerintah lainnya, dibebaskan kasus hukuman hingga bayarannya mencapai milyaran. Bukankah sangat menggiurkan? Namun Rasulullah saw memerintahkan untuk menolak profesi ini.

Profesi berupa menggunakan kuku-kukunya yang tajam untuk merusak kehormatan diri seseorang. Menghancurkan harga diri seseorang sehingga membuat dada-dada terasa sesak. Profesi ini sangat subur di tahun politik, seperti Pemilu, Pilpres, Pilkada dan ragam momentum lainnya.

Profesi ini juga bisa berupa melaporkan ke penegakan hukum padahal materi yang dilaporkan tidak layak untuk dibawa ke ranah hukum. Atau mengungkapkan yang sifatnya bukan persoalan publik. Semuanya demi menghancurkan dan menjatuhkan kehormatan dan harga diri.

Sekarang, profesi ini telah lahir menjadi bisnis tersendiri yang menggiurkan, padahal menciptakan kesimpangsiuran, perselisihan, keributan dan pertentangan yang bisa mengarah konflik horisontal. Kehormatan diri seseorang adalah haram mengapa menjadi "rujakan" harian?

Haramnya Harta Milik Muslim Mendorong Kemakmuran Optimal Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Yang dimiliki oleh seorang muslim adalah ha...

Haramnya Harta Milik Muslim Mendorong Kemakmuran Optimal

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Yang dimiliki oleh seorang muslim adalah haram bagi muslim yang lain. Harta yang dimiliki seorang muslim adalah haram bagi muslim yang lainnya, kecuali dengan mekanisme berdagang dan bersedekah atau bentuk kerelaan lainnya.

Pengharaman ini menjadi bentuk penjagaan hak kepemilikan. Membangun beragam transaksi peralihan kepemilikan yang bermartabat dan saling ridha. Juga membangun rasa merelakan untuk melindungi muslim dari api neraka bila ada transaksi yang dianggap masih mengganjal di hati.

Bila harta milik satu muslim adalah haram, bagaimana dengan kekayaan bersama yang dimiliki muslimin? Anggaran negara adalah kekayaan milik bersama. Sumber daya alam adalah kekayaan bersama. Harta milik negara adalah kekayaan bersama. Menyakiti satu muslim dengan mengambil hartanya adalah haram, maka bila yang dirampok adalah kekayaan bersama milik rakyat, tentu dilaknat.

Haram, bukan bentuk pengekangan, tetapi  sistem perlindungan. Larangan, bukan membatasi kebebasan, tetapi bentuk membangun tanggungjawab bersama dalam  mencegah segala yang merusak. Dengan sistem haram muncul ketententram dalam berusaha untuk meraih yang paling optimal. Karena apa yang diraih akan dijaga kepemilikannya secara bersama.

Hukum haram akan harta milik muslim mendorong kegairahan berbisnis dan aktivitas  ekonomi lainnya. Mendorong kegairahan  investasi karena setiap orang menjaganya seperti menjaga hartanya sendiri. Rasa aman dan nyaman dalam aktivitas ekonomi dan investasi mendorong kemakmuran yang optimal.

Bila haramnya harta milik muslim diaplikasikan bersama, tak perlu banyak undang-undang keamanan investasi. Tak perlu banyak undang-undang keamanan aktivitas bisnis dan ekonomi. Tak perlu banyak undang-undang berkaitan dengan perdata dan pidana. Konsep perundangan menjadi sangat sederhana.

Bukankah perundangan yang ruwet menjadi menarik atau tidaknya masuknya investasi? Hanya dengan satu dasar bahwa harta milik orang lain adalah haram, sudah bisa menggerakkan perekonomian sebuah masyarakat. Itulah kesederhanaan Islam.

Bayi, Filosofi Buah Penempaan Puasa Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kembali kepada fitrah itu seperti bayi yang baru dilahirkan. Itu...

Bayi, Filosofi Buah Penempaan Puasa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kembali kepada fitrah itu seperti bayi yang baru dilahirkan. Itulah buah puasa. Bayi itu menentramkan dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Muncul kasih sayang bagi yang memandangnya. Sudah seperti itukah kita berinteraksi dan bermasyarakat? Hadir untuk menentramkan, menyejukkan dan menebar kasih sayang.

Bayi itu pasrah dan ridha kepada ibunya. Apapun yang diperbuat ibunya pasti yang terbaik. Sudah sepasrah dan seridha itukah kita kepada Allah? Masihkah ada kekhawatiran akan takdir-Nya? Masihkah merasa ada yang lebih baik dari kehendak-Nya?

Tanda ridha adalah taat kepada Allah. Semua syariat-Nya terbaik bagi manusia. Semua perintah-Nya tak ada yang menandingi kebaikan-Nya. Tak ada pilihan yang terbaik kecuali pilihan-Nya. Sang bayi tak pernah menolah yang diberikan sang ibu. Apakahnkita masih ada penolakan terhadap syariat-Nya?

Sang bayi di tengah malam justru sering terbangun. Sang bayi sering terjaga dari tidurnya untuk berinteraksi dengan sang ibu. Malam menjadi seperti siang. Sudahkah kita menjaga malam untuk berkhalwat bersama Allah? Berbincang berdua bersama Allah, saat yang lain masih mendengkur.

Sang bayi tak pernah putus asa.  Tak pernah kenal lelah untuk bangkit dan belajar. Energi belajarnya sangat luar biasa. Saat yang dewasa kelelahan, sang bayi sang energik melakukan hal yang baru.

Bagaimana karakter pembelajar kita? Kalahkan dengan kemalasan belajar? Bagaimana daya juang menghadapi pernak pernik kehidupan? Putusasakah dengan persoalan? Bayi yang lemah tetapi memiliki energi tinggi, namun mengapa yang dewasa mudah lunglai?

Puasa, walaupun tubuh lemah karena tidak makan dan minum, namun harus menyelesaikan tujuan akhir hingga waktu berbuka puasa. Itulah latihan ketegaran dan kedisiplinan jiwa yang berpuasa. Itulah tanda mereka yang kembali pada fitrahnya. Era bayi sudah dilalui, dengan puasa mengulangi era keemasan itu. 

Syarat Kesuksesan Hanya Sabar Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Siapakah kaum yang dimenangkan dan ditolong Allah? Bukan yang pintar d...

Syarat Kesuksesan Hanya Sabar

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Siapakah kaum yang dimenangkan dan ditolong Allah? Bukan yang pintar dengan tingkat kecerdasan tinggi. Bukan kaum yang harta dan pengikutnya banyak. Bukan kaum yang teknologi dan sumber dayanya melimpah.   Bukan kaum yang peradabannya tertinggi. Ada syarat yang telah diungkap dalam Al-Qur'an.

Yang ditolong dan dimenangkan Allah pasti sukses dan bahagia. Pasti dimuliakan dan diangkat derajatnya. Pasti paling tinggi peradabannya. Pasti tentram, aman dan sejahtera. Lalu apa modalnya?

Allah memberikan pertolongan pada yang sabar. Allah melimpahkan kemenangan pada yang sabar. Walaupun sebelumnya yang sabar ini ditertawakan dan diperolok-olok. Karena semua orang menyaksikannya melihatnya sebagai orang gila dan bodoh. Mengapa?

Sabar dalam keterbatasan. Sabar dalam keterhimpitan. Sabar dalam ketidakpastian. Sabar dalam kekurangan. Sabar atas ketidakjelasan masa depan. Orang lain melihatnya tak memiliki faktor apapun untuk menang. Mengapa terus melangkah dan bertahan?

Sabar menandakan ada keyakinan internal yang kuat mendalam. Keyakinan yang tidak tergoyahkan oleh carut marut situasi eksternal lingkungan. Keyakinan teguh akan rahmat Allah. Teguh karena yakin Allah sebagai Illah dan Rabb. Inilah modal nafas panjangnya.

Yakin karena Allah bisa merubah semua kondisi hanya dengan "Kun Fayakun-Nya". Keyakinan ini menjalar dari hati hingga ke mindsetnya. Dari pikiran hingga ke strategi dan pelaksanaannya.

Sabar hingga Allah menentukan waktu pertolongan dan kemenangannya. Bukankah Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya? Semua sumber daya apa pun tak berguna bila tidak ada kesabaran. Semua yang terbatas menjadi berlimpah dan efektif bila ada kesabaran.

Melakukan Yang Pasti Terwujud Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Jalan yang lurus itu jalan-Nya Allah. Sang pemilik bumi dan langit. Te...


Melakukan Yang Pasti Terwujud

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Jalan yang lurus itu jalan-Nya Allah. Sang pemilik bumi dan langit. Tempat kembalinya segala urusan. Inilah jalan kepastian. Inilah ilmu pasti. Yang pasti justru diragukan oleh manusia?

Yang tidak pasti justru sangat diyakini. Bukunya menjadi best seller. Pembicaraannya dijadikan jalan hidup. Kiat suksesnya dijadikan pedoman. Inikah kebodohan manusia?

Qarun dikagumi sebagai simbol kesuksesan oleh rakyat Mesir. Banyak yang mengidolakannya menjadi sepertinya. Namun yang beriman dan berilmu melihatnya sebagai tindakan kebodohan. Bagaimana akhir Qarun?

Banyak orang yang ingin dekat dengan Firaun agar mendapatkan jabatan kekuasaan. Namun Nabi Musa justru menjadi oposisinya. Tak tertarik menjadi bagian koalisi Firaun. Nabi Musa berkebalikan dengan mereka yang haus akan kekuasaan.

Kaum Nabi Shaleh meraup kekayaan dengan riba dan memanipulasi takaran. Apakah kekayaannya langgeng? Ketidakstabilan terjadi. Maka hancurlah umatnya.

Al-Qur'an itu hukum kepastian. Al-Qur'an itu ilmu dan jalan kepastian. Yang pasti bisa diprediksi dan diramal. Yang pasti akan terjadi sehingga manusia tahu apa yang harus dilakukan hari ini untuk mewujudkan masa depannya.

Mewujudkan yang harus diwujudkan menurut Al-Qur'an, maka semuanya menjadi terwujud. Bukankah investasi butuh tingkat keyakinan yang tertinggi? Bukankah tindakan hari ini karena keyakinan terwujud sesuatu? Hanya Al-Qur'an yang bisa diandalkan untuk mewujudkan semua impian. Selain itu hanya menjual kedustaan.

Ego Pengelolaan Harta Oleh: Nasrulloh Baksolahar Alam semesta ini milik Allah. Raga dan harta itu dari tanah. Semuanya milik All...

Ego Pengelolaan Harta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Alam semesta ini milik Allah. Raga dan harta itu dari tanah. Semuanya milik Allah. Adakah kepemilikan manusia? Kepemilikan manusia karena Allah yang memberikan hak kepemilikan. Sayangnya manusia mencari cara  egonya untuk memiliki harta.

Kepemilikan hanya melalui perdagangan barang dan jasa, pembagian warisan, pengelolaan alam semesta, dan mekanisme infaq. Sedangkan riba, penipuan, perampasan dan pencurian merupakan kezaliman bagi kemanusiaan.

Harta adalah ujian. Manusia diberikan kebebasan untuk mendapatkan dan mengelolanya. Mau mengikuti syariat-Nya atau egonya? Bila ego, yang dianggapnya bertambah justru mengurangi. Yang dianggap mengurangi justru menambah. Yang dianggap menjaga justru sia-sia.

Bertambah dan berkurangnya harta mengikuti hukum yang ditetapkan Allah. Mengapa manusia mengikuti egonya? Itulah penyebab kehancuran dalam pengelolaan harta. Harta tidak membangun tetapi menghancurkan kehidupan.

Harta hanya seonggok benda mati. Mengapa menarik? Emas dan perak hanya seonggok logam, mengapa mempesona? Uang hanya seonggok kertas, mengapa mendorong untuk melakukan apa saja? Itulah ujian.

Lebih bahagia mana, menyimpan atau mendistribusikan harta? Lebih berlipat mana pertambahannya, menahan harta atau mendistribusikannya? Distribusikan, maka harta akan semakin berlipat manfaat dan penambahannya. Takdir harta untuk didistribusikan, seperti matahari yang mendistribusikan sinarnya.

Menjadi hamba Allah dalam mengelola harta. Menjalankan peran khalifah dalam mengelola harta. Maka pengelolaan harta menjadi langkah ke surga dan jalan meraih ridha Allah.

Tuntaskan Pertanggungjawaban Harta di Dunia  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Harta yang disimpan tidak berguna. Hanya menjadi tumpuka...

Tuntaskan Pertanggungjawaban Harta di Dunia 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Harta yang disimpan tidak berguna. Hanya menjadi tumpukan kertas, logam dan batu yang keras. Namun mengapa manusia saling berbangga dengannya? Saling berbangga dengan besarnya asset, padahal semuanya hanya persepsi.

Ada yang ingin menjual rumahnya seharga puluhan milyar. Tidak terjual merasa tersiksa. Padahal dahulu saat membangunnya menjadi kebanggaan, lambang harga diri dan kemuliaan. Sekarang berkebalikan. Secepat itu dunia bertolak belakang.

Saat sakit segala harta menjadi tak berharga. Saat sedih dan gelisah, semuanya tak berarti. Namun mengapa justru terus berbangga dengan tumpukan asset? Kapan manusia merasa asset adalah penyakit bukan kebanggaan?

Rasulullah saw justru gelisah bila masih ada asset yang menganggur di rumahnya. Para Sahabat membatasi asset yang menganggur hanya untuk beberapa hari saja. Sedangkan kita menyimpan untuk 7 turunan.

Harta yang menganggur akan dimintai pertanggungjawaban. Maka salurkan dan distribusikan. Esok hari, rezeki sudah menanti. Yang membuat harta menganggur hanya khayalan ketakutan dan tidak yakin dengan janji Allah.

Ingin sehat, distribusikan harta. Ingin sukses dan bahagia, distribusikan harta. Ingin tumbuh kekayaannya, distribusikan harta. Ingin tentram, distribusikan harta. Harta menganggur adalah beban hidup.

Bila mendapatkan sesuatu, segera distribusikan ke pos-posnya. Itulah cara melepaskan  pertanggungjawaban harta di akhirat. Pertanggungjawaban harta harus tuntas di dunia, jangan dibawa ke akhirat.

Cara Pemimpin Berinteraksi Dengan Dirinya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Hati adalah raja. Bila dia baik maka seluruh anggota tubuh...

Cara Pemimpin Berinteraksi Dengan Dirinya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Hati adalah raja. Bila dia baik maka seluruh anggota tubuhnya baik. Cukup memperbaiki sang raja untuk memperbaiki seluruhnya. Ingin memperbaiki diri, cukup memperbaiki hatinya saja.

Bagaimana seorang pemimpin bergaul dengan dirinya? Bergaullah dengan raja yang ada pada dirinya juga. Bergaullah dengan hatinya. Dengarkan hatinya. Ikuti kata hatinya. Didiklah hatinya. Bersihkan hatinya.

Sang hati tidak akan bisa dididik kecuali dengan bimbingan Allah. Dengan kurikulum Allah. Dengan cahaya Allah. Dengan sentuhan dan kasih sayang Allah. Sang raja hati hanya mau tunduk dengan Sang Maharaja Jagat Raya. Seperti itu hukumnya.

Bila hati tidak "berkumpul riung" dengan Sang Maharaja alam semesta, berarti telah menghinakan hati. Bila hati tidak bercengkrama dengan Allah berarti telah mendown grade kualitasnya. Bila hati tidak dididik dengan kurikulumnya, berarti telah menghancurkannya. Sang raja hati harus selalu bersama dengan Sang Maharaja Alam Semesta.

Bila ingin meningkatkan kualitas kepemimpinan, maka tingkatkan kualitas hatinya. Bergaullah dengan mereka yang memiliki hati yang lebih bersih. Bergaullah dengan Sang Maharaja Alam Semesta yang senantiasa bersemayam di Arsy-Nya.

Hati berdialog dan bercengkrama dengan Firman-Nya. Maka, akan dianugerahkan  ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Dianugerahkan secuil Rahman dan Rahim-Nya. Dianugerahkan keperkasaan dan kemuliaan-Nya. Hati berdialog dengan berzikir dan mengungkapkan Asmaulhusna-Nya.

Hati bergaul dengan pemimpin para Nabi dan Rasul-Nya dengan bershalawat dan membaca hadist-hadistnya serta mencontoh sepak terjangnya. Maka, hati akan terus semakin tinggi kualitas kepemimpinannya. Bila hati telah mencapai derajat ini, maka hati menjadi saran bercengkrama dan meminta nasihat dalam setiap keputusannya.

Zikir Pembuka Alam Semesta Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Salah satu buah zikir adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Zikir member...

Zikir Pembuka Alam Semesta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Salah satu buah zikir adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Zikir membersihkan dan menghidupkan hati. Hati mudah terkagum, tersentuh dan berkasih sayang dengan alam semesta lalu menggerakkan akal untuk bertafakur. Buah tafakur itu memahami alam semesta yang melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan manusia. Rasa syukurnya semakin memperkokoh zikirnya.

Hati yang bersih akan dipertemukan dengan "ruh" alam semesta. Hati yang berzikir akan berkomunikasi dengan alam semesta yang berdzikir. Akhirnya, berdzikir dan berkomunikasi bersama seperti gunung dan burung yang berzikir bersama Nabi Daud.

Alam semesta berkomunikasi dengan ahli zikir dengan tanda-tanda, prilaku dan karakternya. Allah akan menjelaskan tanda-tanda kebesarannya. Bukankah ruh para ahli zikir sudah saling mengenal walaupun belum pernah bertemu? Bukankah ruh-ruh yang berkarakter sama akan saling berhimpun dan menolong? Para ahli zikir akan bergandengan dengan alam semesta.

Bukankah Rasulullah saw berkomunikasi dengan batu, hewan dan tumbuhan? Bukankah Rasulullah saw menolong tumbuhan dan hewan yang sedang kesulitan? Bukankah tumbuhan dan hewan membantu Rasulullah saw juga? Bukankah matahari, bulan dan bintang bersujud pada Nabi Yusuf? Bukankah api tiba-tiba menjadi dingin untuk menyelamatkan Nabi Ibrahim?

Ilmu pengetahuan dan teknologi hadir saat alam semesta menjelaskan dirinya kepada manusia. Saat karakternya dipahami oleh manusia. Saat karakternya dibutuhkan untuk memudahkan urusan manusia. Para ahli dzikir dianugerahkan kemampuan ini dengan izin Allah.

Membuka hati untuk mengingat Allah berarti cakrawala kehidupan akan terbuka pula. Alam semesta akan membuka dirinya pula. Seluruh jalan kehidupan akan dibukakan pula. Seluruh solusi akan menyingkapkan dirinya. Manusia tak harus berdarah-darah untuk menggapainya.

Bila hati membuka diri untuk berzikir, maka Allah akan mencurahkan segala yang dibutuhkannya. Membuka perbendaharaan langit dan bumi yang ada dalam gengaman Allah. Membuka curahan Asmaulhusna-Nya. Membuka semua janji-janji-Nya. Berdzikirlah maka terbukalah semua yang tertutup.

Dua Model Negri Yang Diberkahi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Negri yang diberkahi memiliki 2 model, yaitu Masjidil Aqsa dan Masjid...

Dua Model Negri Yang Diberkahi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Negri yang diberkahi memiliki 2 model, yaitu Masjidil Aqsa dan Masjidil Haram. Bagaimana kondisi keduanya sekarang? Apa tantangannya? Pergolakan apa saja yang tengah terjadi di sekitar masjid tersebut?

Masjidil Aqsa medan pergulatan para Nabi dan Rasul menghadapi Yahudi dan Nasrani. Pergolakan dengan Romawi dan Persia. Para Nabi dan Rasul dari keturunan Nabi Ishaq bergelut dan berdakwah di sekitarnya.

Masjidil Haram medan pergulatan para Nabi dan Rasul menghadapi bangsanya sendiri. Bergulat dengan kemusyrikan, kemunafikan dan kejahiliyahan bangsanya sendiri. Para Nabi dan Rasul dari keturunan Nabi Ismail bergelut dan berdakwah di sekitarnya.

Model ini terus terbawa sepanjang zaman. Perang besar antar bangsa-bangsa terjadi di sekitar Masjidil Aqsa. Perang dengan Syiah Bani Fatimiyah, perang Salib dan Tartar terjadi sekitar Masjidil Aqsa. Hari ini umat Islam bertempur dengan Yahudi Israel dengan dukungan Barat.

Setelah Rasulullah saw wafat, kemurtadan terjadi di sekitar Masjidil Haram. Pemberontakan terhadap Utsman bin Affan terjadi di Madinah. Hari ini umat Islam menghadapi kondisi perubahan kebijakan penguasanya sendiri.

Model Masjidil Aqsa, negri yang diberkahi adalah negri yang dipenuhi dengan gelora jihad dan pengorbanan nyawa. Perlawanan terhadap kezaliman dan keangkaramurkaan. Musuh sekuat dam sehebat apapun harus dilawan walaupun sumberdayanya tidak seimbang.

Model Masjidil Haram, negri yang diberkahi adalah negri yang menjaga kekuatan internal dan ukhuwah. Merindukan rumah Allah.   Terus menjaga suasana ketaatan kepada Allah. Dan bagaimana strategi menghadapi penguasanya sendiri.

Anugerah Pintu Akhirat  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Langkah awal berbisnis, dimulai dari kebutuhan uang? Kesulitan dan persoalan...

Anugerah Pintu Akhirat 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Langkah awal berbisnis, dimulai dari kebutuhan uang? Kesulitan dan persoalan hidup? Bila titik awalnya seperti ini, maka nafasnya tidak akan panjang. Mudah jatuh dan  lunglai. Sebab resiko kerugian dan kebangkrutan akan menghancurkannya.

Bukankah dunia akan lari saat manusia mengejarnya? Bukankah dunia akan menghampiri saat diabaikan? Pintu untuk mendapatkan dunia adalah dengan mendatangi pintu-pintu akhirat. Sebab dunia itu untuk melayani manusia. Jangan jadikan pelayan sebagai tuan atau raja.

Apa yang membuat Rasulullah saw kaya? Sifat amanahnya. Sifat menepati janjinya. Orang yang memusuhinya pun, menitipkan barang dagangan dan hartanya pada Rasulullah saw. Mendekati pintu akhirat akan memunculkan rasa bertanggungjawab jawab di hadapan Allah. Ini yang melahirkan karakter dasar sukses berbisnis.

Yang diperjualbelikan dalam bisnis itu bukan barang dan jasa, tetapi janjinya. Kemitraan dalam bisnis yang berkesinambungan bukan capaian labanya, tetapi amanahnya. Kesuksesan berbisnis bukan uangnya, tetapi karakternya.

Semua syarat kesuksesan bisnis ada dalam pintu-pintu akhirat bukan dunia. Kesuksesan pengelolaan keuangan bisnis bukan pada teori manajemen keuangannya, tetapi pada tidak iri, tidak dengki, tidak  tamak, tidak bermewahan, tidak  berlebihan, tidak mubazir, tidak mendekati yang haram  dan tidak  tergesa-gesa.

Hukum kesuksesan tidak ada pada dunia. Menarik kekayaan dan kekuasaan itu bukan pada teori-teori manusia, tetapi ketaatannya pada Allah.

Bukankah taqwa akan membuka pintu rezeki yang tak terduga? Bukankah taqwa yang membuka solusi tak terduga? Bukankah istighfar, yang membuat kebun-kebun menjadi subur, berbuah dan muncul mata air yang mengalir?

Rahmat Allah Meliputi Segala Sesuatu Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tidak diminta, tetapi Allah memberikan, itulah rahmat-Nya. Sepe...

Rahmat Allah Meliputi Segala Sesuatu

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Tidak diminta, tetapi Allah memberikan, itulah rahmat-Nya. Seperti Al-Qur'an, Rasulullah saw tidak pernah memintanya namun Allah menurunkannya. Islam tak pernah diminta manusia. Namun Allah menurunkannya kepada para Nabi dan Rasul. Itulah rahmat-Nya.

Perjalanan Nabi Yusuf adalah rahmat-Nya. Ditipu daya oleh saudaranya, para pedagang yang mengambilnya dari sumur dan para pembesar istana ke penjara. Semuanya adalah rahmat-Nya.

Perjalanan Nabi Yunus di kapal laut, yang membuatnya dimakan ikan paus adalah rahmat-Nya. Agar menuntaskan tugasnya, menjadi contoh bagi generasi sesudahnya dalam mengemban amanah dan dapat keluar dari keragaman kegelapan persoalan hidup.

Rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu. Dalam semua waktu, kondisi dan momentum. Dalam hujan dan kemarau. Dalam malam dan siang. Dalam sempit dan lapang.

Andai tidak ada periode Mekah yang disiksa dan dihina. Apakah akan ada kegemilangan Madinah? Andai Musa tidak diusir dari istana Mesir, apakah ada penggemblengan di negri Madyan, yang membentuknya ketegaran dan kebijaksanaan di dusun terpencil?

Allah hanya memberi yang dimintakan manusia, apa  yang terjadi? Mana anugerah dan nikmat yang lebih besar, antara pemberian Allah yang diminta dengan yang tak diminta oleh manusia? Allah lebih memahami manusia daripada manusia itu sendiri.

Ridhalah. Berprasangka baiklah kepada Allah. Berprasangka baiklah terhadap seluruh takdir-Nya. Seperti seorang bayi yang membiarkan ibunya melakukan apa saja terhadap dirinya.

Menguji Kezuhudan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Ingin berzuhud, berbisnislah. Ingin berzuhud, berkuasalah. Itulah cara mudah untuk...

Menguji Kezuhudan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Ingin berzuhud, berbisnislah. Ingin berzuhud, berkuasalah. Itulah cara mudah untuk membongkar hawa nafsu tersembunyi. Apakah hati terpenjara oleh harta dan kekuasaan?

Bila masih ada kesadaran bahwa harta dan kekuasaan adalah ujian. Bertanda masih ada iman. Bila sudah dianggap nikmat, berarti sudah terpedaya. Bila terus memburunya untuk keegoan berarti terjatuh ke penyakit hati.

Adakah rasa lebih tinggi dan mulia derajatnya saat berharta dan berkuasa? Adakah ingin dihormati dan dihargai? Apakah ada rasa berbangga dengan segala kelebihannya? Bila masih ada, harta dan  kekuasaan bisa jadi telah menjadi Tuhan.

Allah berikan kekuasaan kepada yang Dia kehendaki. Allah cabut kekuasaan kepada yang Dia kehendaki? Jadi bukan karena kepintaran,  kehebatan seseorang. Bukan karena keshalehan seseorang.

Bila rugi dan bangkrut, apakah merasa kehilangan? Merasa ada yang dirampas? Merasa keterhinaan? Bila tak berkuasa, apakah merasa kehancuran? Bila masih ada, zuhudnya masih palsu.

Bila masih merasa ada yang lebih baik dari nikmat iman dan Islam. Bila masih ada yang lebih berharga dari menjadi umat Rasulullah saw. Bila merasa masih ada nikmat yang lebih berharga dari ridha terhadap Allah, Islam dan Rasulullah saw. Tandanya, hawa nafsu telah mencengkeram diri.

Berinteraksi dengan perhiasan dunia, hanya untuk membongkar potret diri. Untuk bermuhasabah, siapakah yang ada di hati? Sebelum menghadap Allah jadi tahu jati diri yang sebenarnya. Agar istighfar dan taubat semakin kuat.

Rasakan kepalsuan dunia agar rindu akan akhirat. Bergelut  dengan dunia agar tahu kerendahan dan hinanya dunia. Pada akhirnya merasakan tak butuh dunia, kecuali sekedar menegakkan tulang punggung saja.

Penjajahan Jiwa Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kemerdekaan itu dimulai dari kemerdekaan hati. Masihkah ada bisikan hawa nafsu dan s...

Penjajahan Jiwa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kemerdekaan itu dimulai dari kemerdekaan hati. Masihkah ada bisikan hawa nafsu dan syetan yang didengarkan? Masihkah kekhawatirannya mempengaruhi jiwa dan akal? Masihkah diikuti?

Esensi hidup ada pada hatinya. Firaun selalu dalam ketakutan, walaupun sudah menumpas segala hal  yang bisa merobohkan kekuasaannya. Namrudz selalu dalam cengkraman kekhawatiran, walapun yang dihadapi hanya seorang pemuda Ibrahim.

Kemerdekaan itu tak bisa dilihat dari kebebasan raga yang bisa melakukan apa saja. Tak bisa diukur dari kebebasan pergi ke mana saja. Juga tak bisa dinilai dari kebebasan berbicara apa saja. Tapi dari, siapakah yang mencengkeram hatinya?

Yang paling kaya, tidak akan pernah bebas dari kekhawatiran kekurangan harta. Yang paling berkuasa, tak akan pernah bebas dari kekhawatiran jatuhnya kekuasaan, walapun seluruh ormas, lembaga negara, hukum dan militer sudah dalam pengendaliannya. Sebab, ketentraman bukan dari kokohnya menggenggam dunia.

Bukankah Belanda kalah oleh Jepang hanya dalam 3 hari? Bukankah Orde Baru tumbang karena gejolak keuangan? Bukankah banyak para raja yang berubah nasibnya menjadi budak dan di pengasingan hanya dalam semalam?

Kemerdekaan itu hanya diraih bila hatinya dirahmati Allah. Hatinya terbebas dari kepungan cengkrama was-was syetan dan hawa nafsu. Bisakah yang mendurhakai Allah terbebas dari kepungan ini?

Saat syetan dan hawa nafsu menjadi teman setia dan akrabnya, menjadi pemimpinnya, maka kepungan ketakutan semakin mengunci hidupnya. Bukankah tujuan mereka menjerumuskan manusia ke neraka? Kemerdekaan itu hanya diraih ketika Allah dijadikan Rabb, Malik dan Illah.

Saat Masih Merisaukan Takdir Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Takdir itu ada hukum-hukumnya. Takdir itu ada jalan-jalannya. Takdir it...

Saat Masih Merisaukan Takdir

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Takdir itu ada hukum-hukumnya. Takdir itu ada jalan-jalannya. Takdir itu ada pintu-pintunya. Jadi, tak perlu merisaukan takdir. Fokuslah, mentaati Allah dan Rasul-Nya. Maka, takdir yang diinginkan akan menjadi kenyataan dengan sendirinya.

Takdir itu tergantung kehendak Allah. Semuanya dalam gengaman-Nya. Tak ada yang ikut campur dan bisa ikut campur. Hanya hak tunggal-Nya Allah. Jadi, bacalah kehendak-Nya. Jadi, taatilah kehendak-Nya.

Kehendak-Nya terpampang jelas di alam semesta. Ikuti saja. Sebab, tak ada yang bisa melawannya. Sekali melawan, bencana dan wabah akan menerjang untuk menyeimbangkannya. Kuncinya, jangan melakukan kezaliman.

Kehendak-Nya terpampang dalam syariat-Nya. Dalam Firman-Nya. Dalam sunah para Nabi dan Rasul-Nya. Sekali dilawan dan tak ditaati, yang terjadi hanya kerusakan. Raga, jiwa dan akalnya hancur. Tata kelola kehidupan amburadul. Kehidupan menjadi sempit dan sengsara.

Takdir-Nya tergantung kemesraan seorang hamba pada Rabbnya. Tergantung cintanya pada Allah. Bila Allah telah mencintai hamba-Nya, maka yang paling baik yang akan diberikan-Nya. Tak perlu ada kekhawatiran bila memadu kasih dengan sang Rabb.

Mengapa masih ada khawatir, takut dan sedih? Itulah tanda bahwa jiwa dan akal belum selaras dengan Rabbnya. Masih banyak kemalasan, keengganan, perlawanan dan kedurhakaan pada sang Rabb. Bisikan hawan nafsu dan syetan masih menyelusup ke hati, karena Allah membiarkannya. Bisa jadi, Allah yang mengutus untuk menghukum sang hamba.

Ketentraman akan takdir-Nya, itulah tanda curahan Rahmat-Nya. Seperti Allah yang menentramkan hati Nabi Musa saat menghadapi Firaun dan ahli sihir. Seperti Allah, yang menentramkan hati Rasulullah saw dan para Sahabat di setiap pertempuran dan kesulitan. Masih takut, khawatir dan sedih akan takdir? Berarti masih ada persoalan antara diri dengan sang Rabb.

Amalan "Ramadhan" Tuntas Sebelum Ramadhan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Aktivitas rutinitas Ramadhan tak ada yang spesia...

Amalan "Ramadhan" Tuntas Sebelum Ramadhan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Aktivitas rutinitas Ramadhan tak ada yang spesial, sebab semuanya sudah menjadi kebiasaan keseharian. Justru semakin mudah, karena dilakukan secara komunal hingga mendunia. Ramadhan hanya menguatkan saja. Terfokus pada aktivitas peningkatan spiritualitas.

Merubah tilawah Al-Qur'an menjadi tahfidz. Merubah tahfidz menjadi bacaan surat dalam qiyamulail. Itulah fokus Ramadhan. Bukan lagi mengejar banyaknya tilawah, karena itu sudah menjadi kebiasaan bukan pembentukan di Ramadhan.

Di Ramadhan, merubah rutinitas puasa sunah sebelumnya, menjadi pendalaman spiritualitas puasa dan bagaimana puasa mewarnai aktivitas harian, bisnis, kekuasaan dan budaya?

Puasa mengajarkan kesejatian, kehakikatan, dan tujuan seorang hamba. Paham yang dibuang dan digenggam. Paham batasan dan koridor. Paham yang dicintai dan ditakuti.

Di Ramadhan, ukurannya bukan lagi haram dan halal, bukan lagi zuhud dan sabar, tetapi jangan memasuki wilayah syubhat, kesia-siaan, dan mulai melatih menapaki jalan wara dan ridha.

Di Ramadhan, ukurannya bukan lagi banyak beramal, karena optimalisasi kuantitas amal harusnya sudah tuntas sebelum Ramadhan. Ramadhan fokus mengistighfari, mentaubati, memuhasabahi dan peningkatan kualitas amal.

"Ramadhan-ramadhan" kita sudah tuntas sebelum Ramadhan, di Ramadhan ini fokusnya "bermiraj", rukuk, sujud dan bersimpuh di hadapan Allah. Menyaksikan pintu-pintu rahmat dan ampunan terbuka lebar. Merasakan  Allah menjemput dan membersamai kita.

Menahan Diri, Metode Mendidik Diri Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Puasa itu sangat penting dan memiliki makna khusus bagi manusia. ...

Menahan Diri, Metode Mendidik Diri

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Puasa itu sangat penting dan memiliki makna khusus bagi manusia. Maka, Allah pun sangat mencintai hamba-Nya yang bersedia terlatih, dan memiliki kesanggupan menahan diri. Puasa sebuah metode kedisiplinan dalam mengurus masalah kecil di keluarga, maupun masalah besar dalam masyarakat, negara dan dunia.

Puasa adalah salah satu model tarikat yang menyelamatkan manusia. Pandanglah, mereka yang berduyun-duyun ke perkotaan, lihatlah bagaimana kemewahan-kemewahan diproduksi, lihatlah bagaimana orang berkuasa dan dengan segala cara mempertahankan kekuasaannya.

Bacalah media, saksikan peperangan, perebutan, penggusuran, pembongkaran dan penindasan, mengobrollah dengan tetangga, sahabat dan rekan kerja, berbicaralah tentang segala hal di muka bumi, pasti menemukan pertanyaan sama, 'Mengapa manusia sangat tidak bisa menahan diri?"

Padahal, bukankah Allah selalu sedemikian menahan diri? Dengan dosa-dosa kita yang sedemikian bertumpuk, baik dosa pribadi maupun dosa kolektif, baik dosa personal maupun struktural, tidak pantaskah kalau sudah sejak dulu Allah murka dan melindas kita semua?

Tetapi bukankah Allah sangat menahan diri? Tetap memperkenankan kita berbadan sehat, bernafas, dan bergerak? Bukankah Allah sangat menahan diri dengan tetap menerbitkan matahari, mengalirkan air, dan menghembuskan angin? Seakan tidak peduli betapa malingnya kita? Betapa munafik dan kufurnya kehidupan kita?

Allah Maha Agung dan tidak membutuhkan apa pun dari kekerdilan kita. Allah Maha Besar dan tidak memerlukan manfaat apa pun dari kelemahan kita. Allah Maha Tak terhingga dan sama sekali tidak memiliki ketergantungan apa pun kepada ketololan kita.

Maka, manusia hendaknya tahu diri dan belajar bertawadhu kepada Allah. Karena, kemaksiatan dan kezaliman kita, tak membuat Allah mencabut nikmat-Nya pada manusia

Sumber:
Emha Ainun Nadjib, Tuhan Pun Berpuasa, Kompas 

Mengukur Kemuliaan Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bersyukurlah, Allah tidak menilai hamba-Nya dari kekayaan dan kekuasaanny...

Mengukur Kemuliaan Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bersyukurlah, Allah tidak menilai hamba-Nya dari kekayaan dan kekuasaannya. Strata manusia tidak diukur dari penghimpunan dunianya. Tetapi dari interaksinya dengan Allah, yaitu taqwa. Jadi siapapun bisa mendapatkan derajat tertinggi. Inilah persamaan kemanusiaan.

Yang berkuasa dan berharta menghormati rakyat jelata. Siapa tahu yang jelata lebih bertakwa. Yang jelata menghargai yang berkuasa dan berharta. Siapa tahu yang berkuasa dan berharta lebih bertakwa. Yang bermaksiat pun dihargai, siapa tahu di akhir hayatnya meraih hidayah, lalu bertaubat. Takwa itu di hati. Sebab kerahasiaannya, semuanya saling menghargai.

Mengapa terjadi oligarki kekuasaan dan bisnis? Mengapa seseorang bisa menjadi sangat berkuasa? Mengapa muncul kediktatoran? Sebab orientasinya dunia. Para kaki tangan, pembela, dan penyanjungnya berebutan kue kekuasaan dan kekayaan. Siapa yang bisa memberi kepuasan nafsunya, dialah yang menjadi tuhan. Ini efek bila penghargaan tidak berdasarkan takwa.

Keterhinaan manusia atas manusia, disebabkan ukuran kemuliaan bukan lagi takwa. Penindasan manusia atas manusia, karena ukuran kemuliaan bukan lagi takwa. Hargailah manusia seperti Allah menghargai manusia. Bila Allah menghargai manusia karena takwanya, maka manusia pun menghargai manusia karena ketakwaanya juga. Tak ada ukuran selain takwa.

Takwa bukan "pemberian" Allah. Hasil olah diri. Hasil penempaan dan pendidikan diri. Hasil jihad diri. Sedangkan kekuasaan dan kekayaan merupakan pemberian Allah, jadi tak bisa diukur sebagai kemuliaan. Kafirin, munafikin, dan musyrikin pun diberikan kekayaan dan kekuasaan. Yang berbuat curang dan penipu pun diberikan kekayaan kekuasaan.

Kekuasaan dan kekayaan adalah ujian. Setiap yang diminta pertanggungjawaban oleh Allah tak bisa dijadikan kemuliaan, sebab di akhirat kelak akan menjadi beban. Setiap hal yang kehilanganya membuat semakin meringankan tanggungjawab di hadapan Allah, bukanlah kehilangan.

Takwa merupakan ukuran hakikat manusia. Selain ukuran ini, berarti memperturutkan hawa nafsu. Kehancuran tata nilai, oligarki, monopoli, eksploitasi, penindasan dan penghinaan, karena manusia telah salah dalam mengukur kemuliaan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (185) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (137) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (406) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (89) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)