basmalah Pictures, Images and Photos
12/31/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Taqwa, Model Pengembangan Bisnis Masa Depan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bukalah literatur kelemba...

Taqwa, Model Pengembangan Bisnis Masa Depan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bukalah literatur kelembagaan pengelolaan bisnis dalam Islam, adakah hubungan bawahan dengan atasan? Adakah hubungan bos dengan anak buah? Adakah borjuis dan proletar? Apakah ada kelas pemilik dan karyawan? Semua berdiri di atas satu pondasi yaitu musyarakah atau kemitraan.

Bagaimana menopang pertumbuhan bisnis di masa depan? Pengelolaan yang tidak berpondasi pada konsep Islam, semuanya akan menjadi bagian masa lalu, mundur lalu hancur. Yang dikelola dengan konsep Islam, akan menjadi bagian masa depan, tumbuh dan maju.

Manusia dilahirkan dalam kesetaraan. Oleh sebab itu perbudakan dihapuskan oleh Islam. Umar bin Khatab memarahi Amr bin Ash, karena memperlakukan Yahudi di Mesir tidak dengan konsep kesetaraan. Setiap manusia lahir dalam alam kemerdekaan. Mengapa semakin besar manusia hidup dalam perbudakan yang diciptakan manusia itu sendiri?

Pondasi pengelolaan bisnis berdasarkan konsep kesetaraan manusia yang telah ditetapkan Allah, maka lahir pulalah konsep musyarakah dalam lapangan kehidupan, seperti politik. Dalam pengambilan keputusan pun dikenal dengan musyawarah.

Fitrah asasi manusia dan Hukum Islam sesuatu yang beriringan dan menguatkan. Tidak ada yang bertabrakan. Akal, ilmu dan kecerdasan manusia tak bisa mencapai dan memahami ini kecuali dalam bimbingan Islam. Sebab jebakan hawa nafsu selalu mengepung manusia bila tanpa bimbingan Allah.

Akad, perjanjian, ijab kabul, dan kesepakatan merupakan salah satu wujud implementasi kesetaraan. Dalam ragam perbedaan. Dalam ragam kepentingan. Islam selalu mengikatnya dengan pondasi kesetaraan.

Model pengembangan dan pengelolaan bisnis masa depan akan berpondasi pada musyarakah, berkolaborasi, dan eko sistem. Semua bisnis akan terfokus pada yang utama dari inti bisnisnya saja, agar bisnis berjalan cepat, sederhana, mudah dengan kualitas tertinggi. Semuanya terrealisasi bila menjaga akhlak. Akhlak itu bersumber dari taqwa.

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Terombang-ambing di l...

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Terombang-ambing di lautan. Lalu berdoa keselamatan. Setelah selamat, mereka mempersekutukan Allah kembali. Mengapa Allah mengabulkan doanya? Padahal Allah Maha Mengetahui bahwa mereka akan mengulangi keburukannya?

Firaun dan pembesarnya meminta Nabi Musa berdoa agar bencana di negeri Mesir dihilangkan oleh Allah dan berjanji akan mentaati Allah bila bencana hilang. Nabi Musa berdoa, bencana pun hilang. Firaun pun kembali mendustakan Nabi Musa dan mengangkat dirinya sebagai Tuhan.  Mengapa Allah mengabulkan doa Nabi Musa, padahal Allah Maha Mengetahui bahwa Firaun akan mengulangi keburukannya?

Allah tetap mengabulkan doa yang durhaka bila pada dirinya masih ada keinginan untuk berubah, memperbaiki diri dan bertaubat. Allah tetap menyayangi para durjana yang berniat untuk memperbaiki diri. Walaupun Allah tahu kelak mereka akan durhaka kembali. Sangat besar kekuatan niat memperbaiki diri, hingga Allah tetap mengabulkan doanya.

Pengambulan doa adalah bentuk penegakan keadilan Allah di muka bumi. Mereka yang kafir  dan musyrik namun terzalimi, maka doanya dijabah. Mereka yang hina dan papa karena kezaliman, maka doanya mustajab. Yang tergeletak sakit, dalam kelemahan, doanya mustajab. Yang semakin tua renta dan lemah, Allah menguatkannya dengan doa mustajab.

Doa itu jalan meraih obsesi yang termudah. Seperti seseorang membalikan tangan. Tak perlu sumber daya yang kuat. Tak perlu kecerdasan dan kebrilianan. Tak perlu jaringan yang terkoneksi. Tak perlu teknologi tercanggih untuk meraihnya. Allah sendiri yang menggerakkan dan mewujudkannya seketika, tanpa sedikitpun campur tangan manusia.

Kisah doa orang musyrik dan kafir yang terombang ambing di lautan, mengapa bisa selamat? Apa yang bisa dilakukan dalam hempasan gelombang lautan yang keras di tengah kegelapan? Adakah teknologi, bantuan manusia, sumber daya, berlakukah kekuatan fisik dan kecerdasan? Tidak ada bukan! namun mengapa bisa selamat?

Kemauan merubah dan memperbaiki diri. Kepasrahan totalitas. Dihancurkan tuhan-tuhan dalam diri, yang membuat seluruh hijab terbuka. Allah tak memperdulikan lagi status-status dan masa lalunya.

Melawan dengan Kegoblokan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ada kisah, seorang jendral perang mampu meng...

Melawan dengan Kegoblokan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Ada kisah, seorang jendral perang mampu mengalahkan jendral perang lainnya dengan cara unik. Dia membuat strategi dengan kegoblokannya, di saat para jendral lainnya menggunakan kecerdikannya. Kegoblokan sang jendral tak bisa dimengerti dan terdeteksi oleh kecerdasan para jendral yang cerdas.

Dalam film kungfu dan silat, banyak petarung sejati yang digambarkan dari sosok yang goblok. Dalam kegoblokannya ada pribadi yang membuatnya tangguh, yaitu konsisten. Dia tak peduli dengan ocehan dan hinaan orang, dia konsisten dan terus konsisten. Hingga sampai waktunya, orang tak lagi menganggapnya sang goblok.

Usamah bin Laden berhasil lolos dari gempuran senjata canggih Amerika dengan seekor kuda. Amerika dan Uni Soviet, mundur dari Afghanistan bukan dengan kecanggihan senjata, tetapi dengan kekonsistenan melakukan perlawanan. Setiap kecanggihan dan kecerdasan harus dilawan dengan yang berlawanan, tradisional dan kegoblokan.

Manusia itu pembosan, bila terus dikepung dan diserbu dengan kecanggihan, maka akan rindu pada ketradisionalan. Bila terus dikepung oleh hiruk pikuk kesibukan, maka akan rindu kesunyian. Bila terus dikepung oleh kemudahan, maka akan rindu dengan tantangan. Bila ingin tumbuh, lakukan yang berkebalikan.

Minimarket modern terus tumbuh. Apakah warung tradisional tidak tumbuh? Setiap konsep tak bisa digantikan. Setiap orang menginginkan pengalaman yang berbeda-beda. Manusia tak bisa dipuaskan hanya dengan satu model kepuasan.

Kecanggihan teknologi tempur Yahudi Israel ternyata dikalahkan dengan strategi terowongan bawah tanah. Strategi kubah besi Yahudi Israel ternyata bisa dikalahkan dengan roket, layangan dan balon mainan para pemuda Palestina.

Bila kecerdasan dilawan dengan kecerdasan, maka kecerdasan bisa membaca kecerdasan. Bila kekuatan dilawan dengan kekuatan, maka kekuatan bisa membaca kekuatan. Lawan kecerdasan dengan kegoblokan. Lawan kekuatan dengan kelemahan. Ada satu yang tak boleh ditinggalkan Kekonsistenan. Kekonsistenan tak bisa dikalahkan oleh kecerdasan dan kecanggihan.

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Terombang-ambing di l...

Agar Doa Menjadi Cara Termudah Mewujudkan Obsesi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Terombang-ambing di lautan. Lalu berdoa keselamatan. Setelah selamat, mereka mempersekutukan Allah kembali. Mengapa Allah mengabulkan doanya? Padahal Allah Maha Mengetahui bahwa mereka akan mengulangi keburukannya?

Firaun dan pembesarnya meminta Nabi Musa berdoa agar bencana di negeri Mesir dihilangkan oleh Allah dan berjanji akan mentaati Allah bila bencana hilang. Nabi Musa berdoa, bencana pun hilang. Firaun pun kembali mendustakan Nabi Musa dan mengangkat dirinya sebagai Tuhan.  Mengapa Allah mengabulkan doa Nabi Musa, padahal Allah Maha Mengetahui bahwa Firaun akan mengulangi keburukannya?

Allah tetap mengabulkan doa yang durhaka bila pada dirinya masih ada keinginan untuk berubah, memperbaiki diri dan bertaubat. Allah tetap menyayangi para durjana yang berniat untuk memperbaiki diri. Walaupun Allah tahu kelak mereka akan durhaka kembali. Sangat besar kekuatan niat memperbaiki diri, hingga Allah tetap mengabulkan doanya.

Pengambulan doa adalah bentuk penegakan keadilan Allah di muka bumi. Mereka yang kafir  dan musyrik namun terzalimi, maka doanya dijabah. Mereka yang hina dan papa karena kezaliman, maka doanya mustajab. Yang tergeletak sakit, dalam kelemahan, doanya mustajab. Yang semakin tua renta dan lemah, Allah menguatkannya dengan doa mustajab.

Doa itu jalan meraih obsesi yang termudah. Seperti seseorang membalikan tangan. Tak perlu sumber daya yang kuat. Tak perlu kecerdasan dan kebrilianan. Tak perlu jaringan yang terkoneksi. Tak perlu teknologi tercanggih untuk meraihnya. Allah sendiri yang menggerakkan dan mewujudkannya seketika, tanpa sedikitpun campur tangan manusia.

Kisah doa orang musyrik dan kafir yang terombang ambing di lautan, mengapa bisa selamat? Apa yang bisa dilakukan dalam hempasan gelombang lautan yang keras di tengah kegelapan? Adakah teknologi, bantuan manusia, sumber daya, berlakukah kekuatan fisik dan kecerdasan? Tidak ada bukan! namun mengapa bisa selamat?

Kemauan merubah dan memperbaiki diri. Kepasrahan totalitas. Dihancurkan tuhan-tuhan dalam diri, yang membuat seluruh hijab terbuka. Allah tak memperdulikan lagi status-status dan masa lalunya.

Dunia itu Akhirat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ibadah ritual menjadi spiritual itu hal yang biasa. ...

Dunia itu Akhirat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Ibadah ritual menjadi spiritual itu hal yang biasa. Kegiatan spiritual membuahkan spiritualitas juga hal yang biasa. Namun bagaimana aktivitas bisnis, politik, sosial, budaya dan kemiliteran membuahkan spiritual? Bagaimana aktivitas "dunia" adalah aktivitas akhirat?

Orang lain melihatnya sebagai "cinta dunia" padahal sebenarnya cinta kepada Allah. Orang lain melihatnya ngoyo dan haus terhadap harta dan kekuasaan padahal sebenarnya rindu kepada Allah. Dunia itu akhirat. Akhirat itu dunia.

Di era Umar bin Khatab, orang Yahudi terheran-heran terhadap muslimin, bukankah dunia merupakan penjara bagi muslimin, namun mengapa kaum muslimin bergelimang dengan kekuasaan dan kekayaan?

Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, ring pertama dan utama di sisi Rasulullah saw. Iman, taqwa dan ilmu mereka bila ditimbang lalu dibandingkan dengan iman seluruh umat manusia tidak akan tertandingi. Namun mengapa mereka bisa mengenggam Romawi Timur dan Persia? Kekuasaan meliputi sebagai Asia dan Afrika?

Yang paling berkuasa dan berharta justru mereka yang paling bertakwa. Yang paling shaleh justru mereka yang paling sibuk dan tak kenal lelah membangun kemaslahatan di dunia. Panglima tak terkalahkan justru mereka yang shaleh.

Sibukkan dengan pergulatan dunia untuk akhirat. Lelahkan dengan hiruk pikuk dunia untuk kegembiraan di akhirat. Dunia dan akhirat seperti seorang petani. Menanam dan memetik buah. Menanam di dunia, memetik di akhirat. Saat menanam, petani banyak menemukan hal tak terduga. Seperti petani, saat mengolah sawah menemukan belut, ikan, sayuran, itulah dunia. Namun bukan tujuan.

Ada spiritualitas dalam hiruk pikuk dunia. Ada charger iman dalam pergelutan dengan dunia. Ada nutrisi jiwa dalam kelelahan dunia. Ada kebersamaan Allah dalam "aktivitas dunia" bukan saja dalam ibadah ritual.

Asmaulhusna dalam Pengelolaan Bisnis Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Berkebun dan bertani, menemukan b...

Asmaulhusna dalam Pengelolaan Bisnis

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Berkebun dan bertani, menemukan banyak makna tentang air hujan, tanaman yang berdzikir dan bersujud, keyakinan akan janji Allah, dan kisah berkebun dalam Al-Qur'an. Bukan dari buku-buku dan ustadz, namun Alam memberikan banyak hikmah rahasia ketahuidan dari diamnya alam.

Satu unit bisnis dan satu kedai, sama seperti satu tanaman. Yang senantiasa berdzikir dan bersujud kepada Allah. Yang pertumbuhan dan matinya, profit dan bangkrutnya sesuai yang dikehendaki Allah.

Dalam pergelutan dengan wirausaha, Allah membukakan hikmah tentang Nama-Nama-Nya, Asmaulhusna. Allah mengajar makna bahwa Allah Maha Bersyukur dan Maha Bersabar. Apakah kaitan Asmaulhusna ini dengan pengelolaan usaha?

Allah Maha Bersyukur, melipatgandakan ikhtiar kebaikan dan perbaikan manusia. Manusia menanam, Allah menumbuhkan tanaman dan memberikan buah yang melimpah. Padahal ikhtiar manusia hanya mencari benih dan tanah yang sudah disediakan Allah lalu menaruhnya di tanah. Kebaikan sebesar atom. Berat timbangan sebesar helaian rambut, dibalas surga oleh Allah. Apa kaitannya dengan pengelolaan usaha?

Allah Maha Bersyukur, jangan pernah berhenti menciptakan kemaslahatan dan perbaikan dalam pengelolaan usaha. Setiap kemaslahatan dan perbaikan, Allah akan membalasnya dengan peningkatan omset, efektivitas,  efisiensi bahkan yang lebih dari itu semua. Buat ragam kemudahan internal (usaha) dan eksternal (konsumen), maka Allah akan memudahkan urusannya.

Allah Maha Bersabar, membiarkan manusia sementara waktu. Menunggu manusia beristighfar dan bertobat atas kelalaian dan kesalahannya. Bila tak sadar juga, Allah akan menurunkan pelajaran agar kembali kepada-Nya. Apa kaitannya dengan pengelolaan usaha?

Bila tak sadar dan peka akan kesalahan dalam pengelolaan usaha, Allah masih memberikan waktu untuk diperbaiki. Bila tak menciptakan tambahan kebaikan baru, Allah masih menunggu terobosan baru. Bila tak dilakukan juga, maka Allah akan menurunkan pelajaran, apakah tersadar kembali untuk melakukan perbaikan? Banyak usaha yang hancur karena tak menyelami samudera Asmaulhusna bahwa Allah Maha Bersyukur dan Bersabar.

Pupuk Komprehensif dari Kedebong Pisang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Pohon pisang, salah satu buah-...

Pupuk Komprehensif dari Kedebong Pisang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Pohon pisang, salah satu buah-buahan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Apakah bermanfaat hanya buahnya saja? Bagaimana kaitannya dengan tanaman? Untuk di daerah panas, pohon pisang bermanfaat untuk mengantisipasi kemarau.

Batang pohon pisang, sangat mudah diurai oleh makro dan mikroorganisme tanah. Saat batangnya dibiarkan di tanah, dalam waktu sebulan sudah banyak makro dan mikroorganisme tanah yang hidup di bawah dan dalamnya.

Ada rayap di dalam batangnya. Semut dan telurnya, bekicot dan berkaki seribu ada di atas dan bawahnya. Proses pembusukannya sangat cepat, sehingga proses kesuburan tanah cukup cepat. Bila mulai membusuk, akan berdatangan cacing tanah.

Apa pengaruh banyak hewan yang hidup di batang pisang? Kesuburan tanah tidak hanya mengandalkan tumbuhan, tetapi juga unsur hewan. Semakin banyak hewan yang hidup, maka tanah akan menjadi "kuburan massal". Apa pengaruh kuburan massal hewan?

Para ahli kesuburan tanah mengatakan bahwa unsur hewan memiliki tingkat Kalium dan fosfor yang tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar, batang dan buah. Berarti dengan menumpukkan potongan batang pisang akan meningkatkan kalium dan fosfor yang berlipat dari batang pisang itu sendiri, juga dari kuburan massal hewan kecil yang hidup di bawah dan dalam batang pisang.

Saat ini sedang ada trend mencampurkan unsur tumbuhan dan hewan pada pupuk organik. Sebenarnya dengan tanah dijadikan tempat subur untuk makro dan mikroorganisme, tanah secara otomatis akan menjadi kuburan massal para hewan. Tak perlu berkreasi yang sulit bila manusia bersahabat dengan alam.

Dalam berkebun dan bertani, nanusia hanya menyediakan sarana dan prasarana agar beragam yang menyuburkan tanah dan tanaman datang sendiri atau bekerja secara alamiah. Setelah beragam takdir Allah bekerja sendiri tanpa diketahui dan dipahami manusia.

Filosofi Kalimat Penyambutan Kedatangan Konsumen di Toko Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana aga...

Filosofi Kalimat Penyambutan Kedatangan Konsumen di Toko

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bagaimana agar kru toko  melayani konsumen dengan sepenuh hati? Bagaimana menyiapkan jiwa dan mentalnya sebelum melayani? Menyapa konsumen saat pertama datang merupakan bagian pembentukan dan penyiapan karakter melayani.

Ada dua unsur kejiwaan dalam melayani. Merontokkan ego sehingga melahirkan rendah hati. Merontokkan kesombongan dan bangga diri sehingga melahirkan karakter mau menolong dan berkorban.

Rendah hati membuat banyak hati nyaman untuk berhimpun. Rendah hati membuat siapa pun dihormati dan dilayani. Dengan kerendahan, terbentuklah sungai, danau, lautan dan tempat air mengalir. Semuanya terhimpun di tempat yang rendah bukan yang tinggi.

Biasakan untuk mendoakan. Mendoakan yang dibenci dan membenci. Mendoakan yang memutuskan silaturahmi. Mendoakan yang menzalimi dan menyakiti. Mendoakan menandakan kelapangan dada dan keikhlasan.

Kalimat penyambutan kru toko pada konsumen minimal menyadarkan dan meneguhkan kerendahan hati dan berlapang dada. Minimal ada frase "maaf"  untuk merontokkan ego. Kalimat yang berisi doa untuk ekspresi terimakasih dan kegembiraan.

Mendoakan bisnis yang digeluti dengan mendoakan kebaikan bagi konsumen. Mendoakan konsumen berarti memacu semangat memberikan kemanfaatan walaupun hanya sebuah ucapan munajat doa.

Kalimat penyambutan konsumen yang datang ke toko sebuah upaya pembentukan dan penyiapan jiwa dan mental kru toko untuk melayani konsumen yang datang. Jangan remehkan sebuah kalimat. Sebab hanya dengan satu kalimat banyak ahli neraka yang diangkat ke Surga oleh Allah.

Memahami Konsumen, Belajarlah Pada Petani Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Konsumen itu diam tak banyak...


Memahami Konsumen, Belajarlah Pada Petani

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Konsumen itu diam tak banyak berbicara. Prilaku konsumen itu tak bisa dibaca oleh mata dan didengar oleh telinga. Namun terasa jelas seperti sinar matahari bila menggunakan mata dan pendengaran hati.

Belajarlah pada Petani dalam memahami konsumen. Tumbuhan itu diam tak bisa mengungkapkan apa pun. Ungkapannya hanya pucuk daun dan bunga yang mekar, batang yang besar, daun yang menghijau dan berbuah. Bagi yang tak mengamati secara seksama tidak akan paham tentang hal ini.

Belajarlah pada petani dalam memahami konsumen. Tumbuhan diam, namun petani paham dimana tempat, iklim, suasana, jenis dan kontur tanah yang tepat agar tumbuhan tumbuh dan berbuah. Dia mengamati pohon yang hidup di area setempat.

Belajarlah pada peternak, tak paham bahasa hewan, namun memahami apa kebutuhan dan sakitnya hewan. Para peternak mengamati perbedaan suara, respon dan prilakunya saja. Suara, respon dan prilaku hewan sebuah methodelogi memahaminya.

Dalam marketing, yang dikhawatirkan adalah konsumen yang diam. Diamnya bisa jadi kepuasan, kekecewaan juga perlawanan. Namun bagi yang hatinya lembut setiap getaran yang paling lembut akan jelas.

Allah Maha Lembut. Allah Mengetahui Isi Hati. Mereka yang tersambung dengan Allah akan dilembutkan hatinya. Bisa membaca yang rahasia dan disembunyikan dengan pertolongan Allah.

Bila ingin memahami konsumen, lembutkanlah hati, belajarlah pada petani dan peternak yang paham pada obyek yang tak bisa dipahami oleh mata dan telinga.

Adab Terhadap Konsumen, Seperti Adab Kepada Guru dan Sahabat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Semua yan...

Adab Terhadap Konsumen, Seperti Adab Kepada Guru dan Sahabat


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Semua yang akan ditinggalkan tidak berharga dan tak berguna. Giat, bersemangat, tak kenal lelah dan rela berkorban untuk yang akan ditinggalkan. Berbangga atas apa yang akan ditinggalkan. Itulah penyebab kehancuran peradaban.

Mengelola usaha dan bekerja bukan untuk mendapatkan kebendaan dan kebanggaan yang akan usang, tetapi untuk memberikan kemanfaatan pada manusia melalui unit usaha, dan toko yang dikelola. Inilah amal shaleh melalui pelayanan terhadap konsumen.

Konsumen adalah guru juga sahabat. Dari konsumen, banyak pembelajaran yang menguak tentang apa yang harus diperbaiki dari proses bisnis, infrastruktur dan teknologi. Konsumen adalah trigger dari semua perubahan, pertumbuhan dan perbaikan bisnis. Maka layanilah konsumen seperti adab terhadap guru.

Puncak tertinggi pelayanan adalah rasa penghormatan dan kecintaan terhadap konsumen dan konsumen pun mendoakannya. Menjadikan konsumen sebagai guru. Beradab seperti murid kepada guru. Itulah keberkahan meraih kesuksesan.

Mendatangi guru untuk mendapatkan keberkahan pada guru. Mendatangi konsumen. Membawa sesuatu untuk konsumen. Bukan agar konsumen berbelanja dan mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli, tetapi sebagai bentuk adab seorang murid terhadap gurunya.

Konsumen adalah Sahabat. Bukankah kegembiraan dan hiburan itu saat konsumen datang? Bukankah melepaskan kesulitan dan memudahkan urusan sahabat adalah kebahagiaan? Bukankah sahabat yang berkumpul karena Allah akan mendapatkan naungan dari Allah?

Setiap yang datang ke kedai, warung dan outlet merupakan "utusan" Allah. Mereka telah dipilih Allah untuk datang. Yang telah dipilih oleh Allah harus dilayani sebagai penghargaan karena Allah telah "mengutusnya" untuk singgah di kedai.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)