basmalah Pictures, Images and Photos
08/19/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengalahkan Yahudi, Pelajari Sejarahnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar  (Channel Youtube Dengerin Hati) Allah memaparkan seluruh nik...

Mengalahkan Yahudi, Pelajari Sejarahnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Allah memaparkan seluruh nikmat yang dianugerahkan pada Yahudi di surat Al-Baqarah. Apa akhir perjalanan mereka? Hati yang tetap keras, kasar, dan gersang, melebihi kekerasan, kekasaran dan kegersangan batu.

Surat Al-Baqarah juga memaparkan berbagai metode, sarana yang dipergunakannya untuk melakukan tipu daya dan fitnah. Tipu daya dan rekayasanya itu sesuai dengan sejarah dan karakternya, agar muslimin tidak tertipu oleh perkataan, bualan, sarana penipuan, fitnah dan penyesatan mereka.

Dipaparkan juga, bagaimana mereka merusak perjanjian, mengingkari janji, pendustaan dan pembunuhan, pembangkangan, perdebatan, dan penentangan terhadap syariat Nabi,  karena tak sesuai hawa nafsu mereka. Kejahatannya hingga mengubah kitab suci dengan tangannya sendiri.

Bagaimana cara menghadapi mereka, menyingkap kebohongannya dan memberikan pengarahan? Ini harus dilakukan agar semua langkah mereka lemah dan gagalnya tipu daya Yahudi di tengah barisan Muslimin.  Tersingkap pula kelicikan, jerat perangkap, cara kerja mereka dengan cara melihat apa yang terjadi dalam sejarah mereka tempo dulu.

Umat Islam memang akan senantiasa bersusah payah menghadapi kelicikan dan tipu daya Yahudi sebagaimana yang dihadapi oleh para pendahulu mereka. Hanya saja yang disayangkan, umat Islam tak mau memanfaatkan pengarahan Al Quran dan petunjuk Ilahi yang dipergunakan para pendahulunya, sehingga mereka dapat menanggulangi tipu daya dan makar Yahudi di Madinah, dan membuat Islam terus maju dan berkembang.

Memang kaum Yahudi dengan kelicikan dan tipu dayanya akan terus menyesatkan muslimin dari agamanya serta memalingkan dari Al-Qur'an. Agar, mereka tidak lagi menggunakan senjatanya yang terdahulu dan mengabaikan persiapan yang realistis. Mereka merasa aman-aman saja dari usaha dan tindakan yang dapat memalingkan muslimin dari kekuatan hakiki dan sumber pengetahuan yang jernih.

Setiap orang yang memalingkan umat ini dari agamanya dan Al-Qur'annya, maka dia termasuk kaki tangan Yahudi, baik ia mengerti maupun tidak, sadar maupun tidak. Maka, Yahudi merasa aman saja dari muslimin ini selama mereka sudah dapat dipalingkan dari sebuah hakikat yang menjadi sumber keberadaannya, kekuatannya dan kemenangannya. Yaitu, hakikat aqidah imaniah, manhaj imani dan syariat imaniah. Ini jalan umat Islam dan rambu jalannya.

(Dirangkum dari Tafsir Fizilalil Quran surat Al-Baqarah ayat 75-103)

Perangi Yahudi, Belum Bertempur, Sudah Menang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kota Khaibar, kota yang...

Perangi Yahudi, Belum Bertempur, Sudah Menang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kota Khaibar, kota yang dibangun untuk menghadapi segala kemungkinan pertempuran. Di dalamnya terdapat 10 benteng yang terhubung satu dengan yang lainnya. Menurut Al-Yaqubi, di Khaibar terdapat 20.000 pasukan dengan persenjataan lengkap. Ada juga yang mengatakan 10.000 pasukan.

Menurut Abdul Hasan An-Nadwi, seluruh Hijaz mengetahui kekuatan Yahudi di Khaibar dengan segala kenikmatan yang mereka nikmati, kekayaan dan kemakmuran, banyaknya sandang dan pangan, tersedianya senjata, kuda tunggangan, dan banyak pasukan tempur. Juga banyak panglima berpengalaman dan pahlawan pemberani.

Menurut Dr Israil Wolfondon, Dengan kekuatan Yahudi Khaibar yang luar biasa tersebut, maka kepergian Rasulullah saw ke Khaibar untuk menuntaskan penghianatan Yahudi menjadi cukup mendebarkan bagi seluruh kabilah Arab. Perang ini kelak sangat mempengaruhi sejarah kemenangan Islam berikutnya di Hijaz dan Syam.

Apakah bagi Muslim perang ini sangat mendebarkan? Tentu saja tidak. Perang Khaibar sangat unik. Dalam pertempuran lain, bertempur dulu baru diberikan pertolongan dan kemenangan. Namun di perang Khaibar, Rasulullah saw dan para Sahabat mendapatkan wahyu, bahwa Allah akan memberikan kemenangan sebelum persiapan perangnya pun dimulai. Ini diinformasikan Allah  di surat Al-Fath ayat 18-19 setelah perjanjian Hudaibiyah.

Setelah perjanjian Hudaibiyah disepakati oleh Muslimin dan Musyrikin Quraisy, Allah menjanjikan kemenangan yang dekat dan harta rampasan yang banyak yang ada di Khaibar. Belum berperang tapi sudah dijamin menang oleh Allah. Mengapa seperti itu bila berhadapan dengan Yahudi?

Di akhir zaman pun, belum bertempur dengan Yahudi Israel, namun Rasulullah saw telah memberitakan takdir kemenangannya. Seperti takdir kemenangan terhadap Konstantinopel dan Roma. Berarti kemenangan muslimin terhadap Yahudi Israel akan memiliki pengaruh yang sangat luas terhadap geopolitik dunia seperti kemenangan Muhammad Al-Fatih di Konstantinopel.

Bisa jadi kemenangan muslimin atas Yahudi Israel di Palestina seperti kemenangan muslimin di Khaibar. Yaitu melemahnya kekuatan kabilah Arab yang menepati Hijaz, Najd dan Ghathfan. Bila kemenangan sudah diberitahukan Allah dan Rasulullah saw, masihkah berkedil hati menyambutnya? 


Peran Malaikat Jibril dan Batu dalam Memusuhi Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pasca perang Kha...

Peran Malaikat Jibril dan Batu dalam Memusuhi Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pasca perang Khandaq, Rasulullah saw sejenak membersihkan diri sejenak. Tiba-tiba Malaikat Jibril datang sambil menghunus pedang sambil berkata, "Mengapa engkau telah meletakkan senjata? Padahal para malaikat belum meletakkan senjata. Aku tidak kembali ke sini kecuali untuk mengejar musuh."

Jibril melanjutkan, "Bangkitlah dengan orang-orang yang bersamamu ke Bani Quraizah. Aku akan berangkat di depanmu. Aku akan mengguncangkan benteng Yahudi Bani Quraizah dan menyusupkan ketakutan ke dalam hati mereka." Rasulullah saw menyambut seruan Jibril tersebut.

Rasulullah saw memerintahkan Abdullah Ibnu Maklum menyebarkan informasi ini. Mereka yang bertempur di perang Khandaq harus segera bergerak ke benteng Bani Quraizah. Gerakan ini harus super cepat sehingga Rasulullah saw memerintahkan para Sahabat untuk shalat Ashar di Bani Quraizah.

Bagaimana dengan di akhir zaman ini? Rasulullah saw bersabda bahwa batu pun akan membocorkan rahasia keberadaan seluruh kekuatan Yahudi. Walaupun Yahudi memiliki kehebatan super rahasia dan intelejennya. Semuanya akan terbongkar. Seluruh inti kekuatan dan kelemahan yang telah durancang akan terbongkar sejelas-jelasnya.

Tugas malaikat Jibril sangat berbeda dari biasanya. Terhadap kaum mukminin, Jibril mengilhamkan, "Jangan takut dan bersedih." Namun terhadap Yahudi, Jibril menebarkan racun ketakutan yang amat sangat luar biasa. Inilah penyebabnya, dalam benteng dan persenjataan yang paling canggih, Yahudi diselimuti ketakutan luar biasa.

Saat pertempuran dengan Musyrikin, kaum muslimin bertempur terlebih dahulu baru Allah menurunkan malaikatnya. Dalam pertempuran melawan Yahudi, mengapa malaikat dalam keadaan siap tempur mengajak Rasulullah saw dan mukminin untuk memberi pelajaran atas penghianatan mereka?

Dalam pertempuran melawan Yahudi, malaikat Jibril dan alam semesta membantu perjuangan mukminin. Inilah kebersatuan mukminin, alam malaikat dan alam semesta dalam seluruh bidang kehidupan ini. Inilah salah satu bentuk ketauhidan yang dipaparkan Sayid Qutb. Itulah yang diinformasikan Rasulullah saw melalui Sirah dan Nubuwahnya. Ada apa ini?

Yahudi Kokohnya Benteng dan Canggihnya Peralatan Tempur  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Madinah kota...

Yahudi Kokohnya Benteng dan Canggihnya Peralatan Tempur 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Madinah kota terbuka. Bagian  belakangnya hamparan pegunungan, ini pertahanan alami dalam pertempuran. Bagian depannya tanah lapang, ini bagian terlemah, musuh dapat dengan mudah menyerangnya. Saat Madinah akan diserang oleh pasukan sekutu kabilah Arab di perang Khandaq, barulah Rasulullah saw dan Sahabat membuat parit untuk pertahanan.

Berbeda dengan kota Khaibar, pusat tempat tinggal Yahudi di Hijaz. Kota yang terletak antara Madinah dan Syam. Dalam satu kota bisa terdapat 10 benteng yang kokoh. Antar benteng saling terkoneksi. Bila satu benteng kalah, maka dapat pindah dan bergabung ke benteng yang lainnya. Benteng tanda bahwa mereka dapat dimobilisasi berperang setiap saat walaupun mendadak. 

Benteng dilengkapi dengan sumber makanan dan minuman yang melimpah. Bahkan mampu bertahan bila bertahun-tahun dikepung pun tak akan membuat penderitaan karena kekurangan makanan dan minuman. Persenjataan satu benteng terdiri panah, tombak, baju besi, dan perisai. Daya jangkau anak panahnya melebihi anak panah yang dimiliki oleh pasukan Rasulullah saw.

Keahlian membuat senjata Yahudi berasal dari profesi bisnisnya sehari-hari. Bisnis yang digeluti pembuatan perkakas dan bejana, pandai besi, perhiasan hingga emas. Pergelutan bisnis ini yang membuat Yahudi memiliki banyak ahli dalam pembuatan peralatan perang.

Di benteng Bani Qainuqa, memiliki 700 prajurit dengan peralatan tempur yang lengkap. Ini melebihi kehebatan persiapan tempur Quraisy. Dari Benteng, Bani Nadhir mampu menyerang dengan panah dan pelontar batu. Di Benteng Yahudi Bani Quraizah terdapat 1.500 pedang, 2.000 tombak, 300 baju besi dan 500 perisai.

Di Khaibar, salah satu benteng Yahudi sudah memiliki senjata sekelas manjaniq dan meriam. Saat salah satu benteng dikalahkan, kedua senjata yang berhasil direbut digunakan oleh Rasulullah saw untuk mengepung dan membongkar pintu benteng yang lainnya.

Kehebatan benteng Yahudi diabadikan dalam Al-Qur'an, "Mereka pun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari siksa Allah." Namun kenyataannya Yahudi mudah menyerah, padahal pengepungannya tidak lebih dari 30 hari? 

Seni Perang Yahudi: Berlindung Dibalik Benteng (3) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) *Perang Bani Qurai...

Seni Perang Yahudi: Berlindung Dibalik Benteng (3)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

*Perang Bani Quraizah*
Yahudi Bani Quraizah berkhianat pada Rasulullah saw di perang Khandaq. Mereka telah menyiapkan 1.500 pedang, 2.000 tombak, 300 baju besi dan 500 perisai untuk membongkong kaum Muslimin dari belakang. Saat itu Muslimin sedang menghadapi kepungan gempuran 10.000 pasukan dari Quraisy, Ghatafan dan Arab Badui lainnya. Benteng Bani Quraizah pun sangat kokoh.

Perang Khandaq dimenangkan oleh Rasulullah saw. Beliau hendak membersihkan diri sejenak. Tiba-tiba Malaikat Jibril datang sambil menghunus pedang sambil berkata, "Mengapa engkau telah meletakkan senjata? Padahal para malaikat belum meletakkan senjata. Aku tidak kembali ke sini kecuali untuk mengejar musuh."

Jibril melanjutkan, "Bangkitlah dengan orang-orang yang bersamamu ke Bani Quraizah. Aku akan berangkat di depanmu. Aku akan mengguncangkan benteng Yahudi Bani Quraizah dan menyusupkan ketakutan ke dalam hati mereka." Rasulullah saw menyambut seruan Jibril tersebut.

3.000 pasukan muslimin segera dibentuk. Penunggang kudanya hanya 30 orang. Panglimanya diserahkan ke Ali bin Abi Thalib. Pasukan bergerak ke benteng Bani Quraizah. Dari dalam benteng terdengar ocehan mereka yang melecehkan Rasulullah saw. Saat tahu Rasulullah saw datang ocehan hinaan berhenti.

Rasulullah saw mengepung benteng Bani Quraizah selama 25 hari saja. Muncullah ketakutan luar biasa pada diri Yahudi Bani Quraizah. Persiapan Yahudi Bani Quraizah berupa 1.500 pedang, 2.000 tombak, 500 baju besi dan 500 perisai tak ada artinya. Tak ada pertempuran dan perlawanan dari Yahudi Bani Quraizah.

Pemimpin Bani Quraizah mengirimkan pesan kepada Rasulullah saw agar mereka diperbolehkan pergi seperti Yahudi Bani Nadhir dengan meninggalkan persenjataannya, namun diperbolehkan membawa unta. Tapi Nabi menolaknya.

Yahudi Bani Quraizah mengirimkan pesan lagi bahwa mereka akan meninggalkan seluruh harta, persenjataan dan yang lainnya. Tapi  Rasulullah saw tetap menolaknya. Melihat gelagat tersebut akhirnya mereka meminta sekutunya terdahulu yang sudah masuk Islam untuk bernegoisasi dengan Rasulullah saw. Akhirnya, diputuskan mereka mengikuti hukum yang terdapat dalam kitab Taurat.

Strategi Yahudi tetap tak berubah. Walaupun mereka telah menyiapkan peralatan tempur yang lengkap namun strategi utamanya tak pernah berubah yaitu berlindung di Benteng. Inikah penyebab Yahudi Israel fokus pada Iron Dome? Dan persenjataan jarak jauh? Namun tak berani mengerahkan pasukan infantri?


Yahudi Berlindung Dibalik Benteng (2) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) *Perang Bani Nadhir* Rasulullah...

Yahudi Berlindung Dibalik Benteng (2)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

*Perang Bani Nadhir*
Rasulullah saw dan para Sahabat bersilaturahmi ke salah satu rumah Bani Nadhir. Mengingatkan komitmen perjanjian antar mereka. Namun Bani Nadhir justru merancang upaya pembunuhan kepada Rasulullah saw saat beliau sedang duduk dengan cara menjatuhkan batu ke kepala beliau. Jibril pun menginformasikan rencana tersebut. Rasulullah saw bergegasan meninggalkan rumah tersebut.

Dr Nizar Abazhah dalam bukunya Thath Rayah al-Rasul menyebutkan penghianatan Yahudi Bani Nadhir. Yaitu, Bani Nadhir memprovokasi suku Quraisy untuk bertempur di Uhud, dan menunjukkan titik-titik lemah kaum muslimin. Yahudi memang selama memanfaatkan "tangan orang lain" untuk menghancurkan lawanya.

Rasulullah saw mengutus  Muhammad bin Maslamah untuk menyuruh Bani Nadhir keluar dari Madinah dalam waktu sepuluh hari.  Yahudi Bani Nadir bersiap keluar. Tiba-tiba datanglah sekutunya yaitu Abdullah bin Ubay agar Bani Nadhir tetap bertahan di Madinah.

Abdullah bin Ubay berkata, "Bertahanlah di benteng, kami akan membantu kalian dengan dua ribu tentara gabungan dari kaumku dan kabilah Arab lainya. Bani Quraizah juga akan membantu kalian. Demikian pula sekutu kalian dari Ghatafan." Akhirnya Bani Nadhir menyatakan perang kepada Rasulullah saw karena dukungan yang dijanjikan oleh Abdullah bin Ubay.

Huyai bin Akhthab mengirimkan pesan kepada Rasulullah saw, "Kami tidak akan keluar dari Madinah. Jika kau memerangi kami, kami pun akan memerangimu.  Lakukan saja apa maumu."

Pasukan muslimin dikerahkan. Ali bin Abi Thalib sebagai pembawa bendera. Begitu melihat pasukan Rasulullah saw, Bani Nadhir berlindung dibalik benteng seraya melepaskan panah dan batu. Rasulullah saw mengepung terus Bani Nadhir. Bani Nadhir memanfaatkan pohon-pohon kurma dalam berperang. Ladang-ladang yang ada membuat mereka memiliki stock perbekalan yang cukup untuk bertahan. Rasulullah saw pun menebangi pohon kurma dan ladang mereka.

Stock perbekalan sudah rusak. Pohon kurma sebagai strategi bertahan sudah rusak. Munafikin, Bani Ghatafan dan Yahudi Bani Quraizah tidak juga datang. Rasulullah saw terus mengepung dengan membalas serang panah dan batu. Akhirnya Bani Nadhir menyerah. Mereka meminta Rasulullah saw agar dibiarkan keluar dari Madinah.

Bagaimana kondisi Yahudi Israel sekarang? Beranikah mereka menyerang keluar dari benteng mereka? Beranikah mereka menyerang tanpa dukungan negara adi daya? 

Yahudi Berlindung Dibalik Benteng (1) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) *Perang Bani Qainuqa* Yahudi Ba...

Yahudi Berlindung Dibalik Benteng (1)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

*Perang Bani Qainuqa*
Yahudi Bani Qainuqa merupakan kelompok Yahudi yang paling kuat di Madinah. Kekayaannya paling besar. Memiliki 700 pasukan bersenjata lengkap. Ahli membuat persenjataan perang. Mereka merasa paling berani diantara suku Yahudi yang lainnya.

Perjanjian dengan Umat Islam pun dibatalkan. Kekuatan Rasulullah saw dilecehkan. Seorang muslimah ditarik hijabnya hingga terlepas. Maka Rasulullah saw menasihati mereka. Namun mereka justru menentangnya. Dengan kekuatan persenjataan yang lengkap dan 700 pasukan terlatih, bagaimana jalan peperangannya?

Bendera perang muslimin diserahkan ke Hamzah bin Abdul Muthalib. Pasukan muslimin dikerahkan ke benteng Bani Qainuqa. Dengan kekuatan besar yang dimilikin Yahudi Bani Qainuqa ternyata hanya bertahan di benteng mereka saja. Tak ada perlawanan dan pertempuran. Kehebatan Yahudi hanya di perang urat syarafnya.

Hamzah bin Abdul Muthalib melakukan pengepungan pada hari Sabtu Syawal 2 Hijriyah. Pengepungan terus berlangsung selama 15 hari atau hingga muncul hilal pada bulan Dzulqaidah sekitar 28 hari. Dalam pengepungan Yahudi terus bertahan. Namun hanya sanggup bertahan 15-28 hari saja. 

Pakar Sirah Nabawiyah, Syeikh Mubarakfuri, mengatakan, "Begitulah Allah memasukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang Yahudi itu. Begitulah jika Allah hendak menghinakan suatu kaum, yang diawali dengan memasukkan perasaan takut ke dalam hati mereka." Yahudi Bani Qainuqa menyerah kalah tanpa perlawanan.

Pasca peperangan usai, Rasulullah saw memerintahkan agar Yahudi Bani Qainuqa pergi sejauh-jauhnya. Tidak boleh lagi bertetangga. Akhirnya mereka pergi ke perbatasan Syam. Tidak berapa lama mereka berada di sana, kebanyakan dari mereka mati.

Bagaimana Yahudi berperang kali ini? Bagaimana cara mereka memasuki Palestina? Bagaimana mereka berperang di 1948 dan 1967? Hingga pertempuran dengan Hammas sekarang? Semuanya menggunakan strategi berlindung dibalik benteng.

Yahudi Menghancurkan dengan Tangan Pihak Lain Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Ka'ab bin Asyraf, ...

Yahudi Menghancurkan dengan Tangan Pihak Lain

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 

Ka'ab bin Asyraf, Yahudi Bani Qainuqa, sering mendatangi Mekah. Memasuki setiap rumah tokoh Quraisy dan menetap di rumah Al-Muththalib bin Abu Wadah. Dia melantunkan syair sambil menangis. Menyebut orang-orang yang menjadi korban dan dikuburkan di sumur Badar. Dia berharap tindakannya dapat membangkitkan kembali kecemburuan suku Quraisy untuk menyerang kaum Muslimin.

Abu Sofyan bertanya padanya, "Mana yang engkau sukai, agama kami atau agama Muhammad dan rekannya? Manakah dua golongan ini yang lebih lurus?" Ka'ab bin Asyraf menjawab, "Jalan kalian yang lebih lurus dan utama." Lalu Ka'ab bin Asyraf kembali ke Madinah dengan melantunkan syair baru yang menjelekkan istri para Sahabat dengan ketajaman lidahnya. Ka'ab bin Asyraf terus berusaha mempengaruhi suku Quraisy untuk menghancurkan kekuatan Muslimin.

Ka'ab sangat dihormati karena dialah tokoh Yahudi Bani Qainuqa. Orang terkaya sebagai pengusaha emas, suka berbuat baik kepada orang Arab, memiliki benteng sendiri di belakang benteng Yahudi Bani Nadhir.

Dalam perang Sawiq, Salam bin Misykam Yahudi Bani Nadhir, memberikan fasilitas rumah, penginapan dan makanan bagi Abu Sofyan untuk menyerang kaum Muslimin di Madinah. Dia juga memberikan informasi pasukan Islam sehingga pasukan Quraisy  berhasil membunuh dua orang laki-laki dari kaum Anshar. Yahudi terus memberikan fasilitas agar Quraisy sukses menghancurkan kaum Muslimin.

Upaya Yahudi membujuk Quraisy tidak pernah berhenti. Mereka terus mendatangi semua suku Arab dan kelompok yang sakit hati yaitu Munafikin. Hingga akhirnya Yahudi berhasil meyakinkan pembesar Quraisy dengan perkataannya, "Kami pasti akan ikut bersama kalian sehingga kita dapat menghabiskan musuh hingga ke akar-akarnya." Quraisy pun tersanjung dan bersemangat menyambut ajakan Yahudi.

Yahudi dan Quraisy bersama-sama mendatangi suku Ghatafan dan berbagai suku Arab lainnya dengan memaparkan rencana penyerangan dan persetujuan Quraisy terhadap rencana tersebut. Akhirnya mereka bersepakat.

Isi kesepakatannya:
a. Suku Ghatafan bergabung dengan membawa 6.000 prajurit
b. Yahudi membayar suku Ghatafan  dengan seluruh buah-buahan Khaibar dalam waktu setahun.
c. Suku Quraisy menyiapkan 4.000 pasukan.
d. Pasukan dipimpin oleh Abu Sofyan

Perang Khandaq pun terjadi dari hasil lobi-lobi Yahudi terhadap seluruh kekuatan yang memusuhi Rasulullah saw di Hijaz. Dari 10.000 pasukan, adakah kekuatan pasukan Yahudi? Yahudi hanya membantunya secara diam-diam seperti gerakan Munafikin di jantung kota Madinah. 

Begitulah Yahudi, menghancurkan musuh bukan dengan tanganya sendiri. Tetapi memprovokasi orang lain untuk menghancurkan yang menjadi musuh Yahudi. Bagaimana sekarang?

Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (Habis) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Khaibar jara...


Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (Habis)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Khaibar jaraknya 60-80 mil dari Madinah ke arah utara menuju Syiria. Wilayahnya berupa padang pasir berair. Dipenuhi pohon-pohon kurma yang subur dan panennya cukup melimpah. Di wilayah ini terdapat 8-10 benteng yang kuat dan kokoh yang dihuni oleh Yahudi. Total pasukan Yahudi di seluruh benteng berjumlah 10.000 orang dengan persenjataan yang lengkap.

Awalnya Khaibar tidak terlibat permusuhan dengan kaum Muslimin. Namun sejak Yahudi Bani Nadhir terusir dari Madinah karena berkhianat hendak membunuh Rasulullah saw. Banyak  tokoh terkemuka Yahudi Bani Nadhir yang pindah ke Khaibar. Tokoh utama Bani Nadir ini  menjadi pemimpin di Khaibar dengan pengaruhnya kuat.

Dendam kepada kaum Muslimin di Madinah tak kunjung redup. Dirancanglah pengepungan Madinah secara totalitas dari luar dan dalam oleh Yahudi Khaibar. Didekati kabilah Quraisy, Ghatafan, dan Arab Badui. Munafikin di Madinah didorong untuk bergabung pula. Sukseslah melobi semua kekuatan. Semuanya berkomitmen mengambil bagian.

Terkuraslah kekayaan Khaibar untuk rencana ini. Strateginya berjalan sempurna. Madinah terkepung dari dalam dan luar. Seluruh kabilah Arab dari luar. Munafikin bersiap menghancurkan dari dalam. Dengan keyakinan dapat menghancurkan Madinah, terakhir didatangilah Yahudi Bani Quraizah.

Dijelaskan ke Yahudi Bani Quraizah bahwa seluruh strategi yang dirancang. Seluruhnya sudah bergerak ke Madinah. Penghianatan  munafikin dari dalam sudah sempurna. Yahudi Quraizhah awalnya menolak karena semua kekuatan Yahudi yang tinggal di kota Madinah sudah hancur, yang tersisa hanya Yahudi Bani Quraizah saja.

Yahudi Khaibar terus memprovokasi bahwa seluruh kabilah Arab tidak akan meninggalkan Madinah sebelum menghancurkannya. Yahudi Khaibar siap membantu Yahudi Bani Quraizah dengan 10.000 pasukan Khaibar yang bersenjata lengkap bila kabilah Arab gagal menghancurkan Madinah. Akhirnya Yahudi Bani Quraizah menerima pendapat Yahudi Khaibar.

Yahudi Bani Quraizah yang awalnya takut membatalkan perjanjian segera mengumumkan pembatalannya. Keyakinannya, dengan serbuan 10.000 pasukan dari kabilah Arab dan penghianatan munafikin akan mampu melumpuhkan Madinah. Begitu pun dengan Yahudi Khaibar, berani terang terangan  mendorong Yahudi Bani Quraizah berkhianat karena dukungan dari 10.000 pasukan tempur dari kabilah Arab.

Sekarang, lihatlah saat seperti apa Yahudi Israel membatalkan dan melanggar semua perjanjian yang diprakarsai PBB maupun sejumlah negara?

Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (3) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rasulullah saw t...

Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (3)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rasulullah saw terkepung dari seluruh arah. Seluruh kabilah Arab mengepungnya. Madinah dalam kondisi paceklik. Mereka hanya mengandalkan parit untuk menahan laju gerakan seluruh kabilah Arab ke Madinah. Perang ini dinamakan perang Khandaq atau Ahzab.

Bagaimana dengan Yahudi dan Munafikin? Mereka membangun aliansi strategis dengan kabilah Arab yang mengepung Madinah dari luar. Sedangkan Yahudi dan Munafikin menghancurkan dari dalam. Sangat sempurna agenda penghancurannya, bukan!

*Penghianatan Bani Quraizhah*
Dalam kondisi genting, Huyai bin Akhthab, tokoh Yahudi Bani Nadhir yang terusir lalu menetap di Khaibar, menemui Ka'ab bin Qurazhi pemimpin Yahudi bani Quraizhah. Agar menghianati perjanjian dengan Rasulullah saw.

Huyai berkata, "Wahai Ka'ab, aku datang bersama Quraisy, pemimpin dan pemuka mereka, bersama kabilah Ghathfan pula. Mereka semua berjanji dan bersumpah kepadaku untuk tidak pulang sebelum membinasakan Muhammad dan pengikutnya." 

Huyai menambahkan, "Jika orang-orang Quraisy dan Ghatafan mundur, mereka tidak jadi menyerang Muhammad, aku (Yahudi Khaibar) akan bergabung denganmu di dalam bentengmu dan aku siap menanggung akibatnya bersamamu." Ka'ab pun terpengaruh. Yahudi Bani Quraizah membatalkan perjanjian dan bangkit memerangi kaum mukminin.

Di dalam Madinah, Shafiyah binti Abdul Muthalib mengisahkan, "Yahudi melewati tempat kami dan mengelilingi benteng. Padahal tak ada yang menjaga kami. Rasulullah  saw dan mukminin sedang berhadapan dengan musuh. Tidak mungkin mereka mundur ke tempat kami dan meninggalkan pos mereka jika ada yang menyerang kami."

Berita penghianatan Yahudi Bani Quraizah sampai juga ke telinga Rasulullah saw. Rasulullah saw segera mengutus para Sahabatnya ke Yahudi bani Quraizah untuk memeriksa kebenarannya. Saat tiba mereka justru mencemooh Rasulullah saw, "Siapa itu Rasul Allah? Tidak ada perjanjian antara kami dan Muhammad dan juga tidak ada ikatan apa-apa."

Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (2) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi memang ti...

Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (2)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi memang tidak pernah memikirkan kemaslahatan negri tempat tinggalnya. Juga, memikirkan kemaslahatan manusia dengan ketulusan dan hati yang bersih. Fokusnya lebih mementingkan kepentingan sukunya sendiri sebagai bangsa Yahudi.

Pakar Sirah Nabawiyah, Syeikh Al-Mubarakfuri mengatakan, "Yahudi bukan termasuk bangsa yang bisa berperang dan mengangkat senjata.  Mereka adalah bangsa yang suka berkhianat dan bersekongkol. Mereka melakukan berbagai cara untuk menganggu mukminin tanpa harus berperang dengan mereka." Maka wajar saja bila penghianatan adalah budaya bangsanya untuk memenangkan pertempuran.

*Penghianatan Bani Nadhir*
Kondisi sekembalinya Rasulullah saw dari perang Uhud yang cukup berdarah-darah walaupun tidak kalah. Membuaat Yahudi semakin berani dan lancang menampakan permusuhan dan penghianatannya. Mereka tetap aktif menjalin kerjasama dengan musyrikin Mekah dan Munafikin. Segala upaya penghianatan yang menguntungkannya terus dilakukan.

Yahudi Bani Nadir berpura-pura baik dihadapan Rasulullah saw. Saat Rasulullah saw bertamu ke salah satu rumah Yahudi Bani Nadir untuk membahas komitmen dukungan akan perjanjian. Mereka berkata, "Kami akan membantu, wahai Abdul Qasim. Sekarang duduklah di situ, biar kami menyiapkan kebutuhanmu."

Saat Rasulullah saw sedang duduk. Di balik tembok, Yahudi Bani Nadir merancang rencana membunuh Rasulullah saw. Mereka berkata, "Siapakah di antara kalian yang berani mengambil batu penggilingan, lalu naik ke atas rumah dan menjatuhkannya ke kepala Muhammad hingga remuk?"  Amr bin Jahsy mengajukan dirinya sebagai eksekutor pembunuhan. Apa yang terjadi?

Jibril turun dari sisi Allah kepada Rasulullah saw memberitahukan rencana mereka. Seketika Itu pula beliau bangkit dari duduknya dan pulang ke Madinah, tanpa memberitahukan kepada siapapun.

Kemudian Rasulullah saw mengutus Muhammad bin Maslamah untuk menemui Bani Nadir dan mengatakan kepada mereka, "Tinggalkanlah Madinah dan jangan hidup bertetangga denganku. Ku beri tempo sepuluh hari. Siapa yang masih kurang temui setelah itu, maka akan dipenggal lehernya."


Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (1) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) *Perjanjian Deng...

Yahudi Menepati bila Lemah, Berkhianat Saat Kuat (1)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

*Perjanjian Dengan Yahudi*
Tiba di Madinah. Membuat perjanjian dan menyatukan kaum muslimin. Setelah itu, membuat perjanjian dengan Yahudi dalam menuntaskan persoalan ketatanegaraan dan kemasyarakatan.

Point perjanjian diantaranya:
1. Yahudi satu umat dengan mukminin.
2. Bebas menjalankan agamanya masing-masing
3. Semua pihak saling membantu menghadapi musuh yang hendak menyerang Madinah
4. Saling menasihati, berbuat baik dan tidak boleh berbuat jahat
5. Wajib membantu orang yang dizalimi
Masih banyak point penting yang tertuang dalam perjanjian tersebut. 

*Penghianatan Bani Qainuqa*
Yahudi Bani Qainuqa terkuat di Madinah dibandingkan kabilah Yahudi lainnya. Kabilah ini menetap di dalam Madinah sebagai pengrajin perhiasan, pandai besi, pembuat perkakas dan bejana.

Profesi ini membuatnya memiliki banyak tenaga ahli dalam pembuatan peralatan perang. Memiliki 700 prajurit perang. Dengan kekuatan besar ini mereka paling berani melanggar perjanjian dengan mukminin.

Saat kaum mukminin pulang dari kemenangan perang Badar.  Mereka mengejek, "Wahai Muhammad, janganlah engkau terpedaya oleh diri mu sendiri hanya karena telah berhasil membunuh beberapa orang Quraisy. Mereka adalah orang-orang bodoh yang tak tahu cara berperang. Andaikan saja engkau berperang dengan kami, engkau akan tahu bahwa kamilah orangnya. Engkau belum pernah bertemu dengan orang-orang seperti kami."

Tokohnya Ka'ab bin Asyraf sering mendatangi Mekah dan setiap rumah tokoh Quraisy untuk mengobarkan semangat berperang kembali agar Quraisy menyerang kaum mukminin kembali, menjelekkan Rasulullah saw dan Sahabat dengan ketajaman lidahnya.

Rasulullah saw dan para Sahabat sudah mengumpulkan mereka untuk dinasihati dan diingatkan tentang ketaatan pada perjanjian tersebut. Namun karena memiliki benteng paling kokoh, persenjataan yang paling lengkap dengan 700 prajurit terlatih. Mereka sangat yakin bisa mengalahkan Mukminin. Maka perjanjian pun dikhianati.
 

Yahudi Melemahkan Dengan Perselisihan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pecah belah lalu jajahlah. Biar...

Yahudi Melemahkan Dengan Perselisihan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pecah belah lalu jajahlah. Biarkan sumber daya, kekuatan dan orang terbaik lawannya habis dan mati untuk menghancurkan sesama mereka sendiri. Ketika sudah lemah  barulah dihancurkan. Bukankah ini sangat efisien dan efektif? 

Bangsa Arab di Madinah terdiri dua suku yaitu Auz dan Khadraj. Di antara mereka sering terjadi pertempuran. Peperangan antar mereka telah berlangsung selama 120 tahun. Apa penyebab? Diadudomba oleh Yahudi. Yahudi mensupport semua kebutuhan untuk berperang sehingga Yahudi mengeruk keuntungan dari peperangan mereka.

Suku Auz dan Khadraj sama-sama bersekutu dengan Yahudi. Auz bersekutu dengan Yahudi dari bani Quraidhah. Suku Khadraj bersekutu dengan Yahudi dari bani Qainuqa. Peperangan terakhir hasil adu domba Yahudi tersebut disebut Perang Bu'ats. Terjadi beberapa tahun sebelum hijrahnya Rasulullah saw dan mengorbankan sejumlah besar pemimpin hebat mereka.

Saat Auz dan Khadraj sudah menyatu. Yahudi tetap berusaha mengadu domba mereka dengan memori perang Bu'ats.  Disisipkan orang-orang Yahudi ke pusat keramaian yang didalamnya bercampur suku Auz dan Khadraj dengan misi yang disebutkan oleh tokoh Yahudi yang bernama Syas bin Qais.

"Pergilah ke tempat mereka kini berada. Lalu, duduklah bersama mereka. Setelah itu usiklah ingatan mereka akan perang Bu'ats dan perang-perang sebelumnya, serta lantunkan kepada mereka syair-syair perang dan kebencian yang dulu pernah mereka lontarkan." 

Haritsah bin Al-Harits dari Auz dan Jabbar bin Shakr dari Khadraj termakan propaganda ini. Mereka terlibat pembicaraan panas dan saling membanggakan dirinya atas orang lain. Lalu, melompat ke atas hewan kendaraannya masing-masing. Sambil berkata, "Mari kita melakukan hal yang sama sebagaimana kita lakukan dulu."

Saat senjata akan beradu senjata. Rasulullah saw mengingatkan, "Ingatlah Allah. Mengapa kalian mengikuti propaganda jahiliyah? Padahal Aku masih berada di tengah kalian. Allah telah memberikan petunjuk kepada Islam dan menjadikan kalian mulia dengannya."

Sekarang, apa yang dijanjikan kepada berbagai negara di Timur Tengah? Juga kelompok-kelompok di Palestina? Oleh Yahudi Israel dengan dukungan negara adi daya.

Penjajahan Yahudi Israel di Palestina, Babak Penyiapan Jiwa Kebangkitan Islam Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Denger...

Penjajahan Yahudi Israel di Palestina, Babak Penyiapan Jiwa Kebangkitan Islam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dr Muhammad Said Ramadhan Al-Buthy di kitabnya Fiqh Sirah menjelaskan yang terjadi di Madinah sebelum hijrahnya Rasulullah saw. Saat itu Madinah dihuni oleh bangsa Arab dan Yahudi.  Bangsa Arab dari Yaman. Yahudi menyelamatkan diri di Madinah karena  dikejar oleh raja Babilonia Nebukanezar. Sekaligus menunggu diutusnya Nabi terakhir.

Bangsa Arab terpecah menjadi dua suku yaitu Auz dan Khadraj. Di antara mereka sering terjadi pertempuran. Peperangan antar mereka telah berlangsung selama 120 tahun. Apa penyebab? Diadudomba oleh Yahudi. Yahudi mensupport semua kebutuhan untuk berperang sehingga Yahudi mengeruk keuntungan dari peperangan mereka.

Suku Auz dan Khadraj bersekutu dengan Yahudi. Auz bersekutu dengan Yahudi dari bani Quraidhah. Suku Khadraj bersekutu dengan Yahudi dari bani Qainuqa. Peperangan terakhir hasil adu domba Yahudi tersebut disebut Perang Bu'ats. Terjadi beberapa tahun sebelum hijrahnya Rasulullah saw dan mengorbankan sejumlah besar pemimpin hebat mereka.

Disamping pertempuran antar mereka sendiri. Sering juga terjadi percekcokan diantara bangsa Arab dengan Yahudi. Setiap terjadi perselisihan diantara mereka, kaum Yahudi selalu mengancam orang-orang Arab dengan kedatangan Nabi yang mereka akan menjadi pengikutnya dan memerangi orang-orang Arab sebagimana  kaum Aad dan Iram diperangi.

Kondisi carut marut Madinah ini, menurut Imam Ibnu Qayim Al-Jauziyah di kitabnya Zadul Ma'ad, ada sesuatu yang telah dilakukan Allah untuk Rasul-Nya. Apa itu? Kesiapan jiwa. Kondisi inilah yang  menjadikan penduduk Madinah senantiasa mengharapkan kehadiran agama dan Nabi yang disebut oleh Yahudi.

Suku Auz dan Khadraj  yang menggantungkan harapan pada munculnya agama dan Nabi terakhir ini untuk mempersatukan dan mengakhiri perselisihan yang sudah berkepanjangan hingga ratusan tahun. Maka saat Rasulullah saw bertanya pada mereka saat berhaji, "Apakah kalian dari orang yang hidup bersama Yahudi?"  Mereka pun mau duduk mendengarkan dan berjanji akan datang di haji berikutnya menemui Rasulullah saw.

Lalu mereka berkata, "Demi Allah, ketahuilah bahwa dia adalah Nabi yang dijanjikan oleh orang-orang Yahudi. Jangan sampai Yahudi mendahului kita." Mereka pun berkata kepada Rasulullah saw, "Mudah-mudahan bersama Anda, Allah akan mempersatukan kami lagi."

Madinah menjadi pusat kekuatan kaum muslimin setelah tertindas di Mekkah. Prilaku orang Yahudi yang  buruk di Madinah, justru mengantarkan penduduknya menerima Islam. Ucapan Ibnu Qayim Al-Jauziyah benar adanya. Sekarang, kehadiran Yahudi Israel menjajah Palestina pun akan menjadi babak penyiapan jiwa kebangkitan peradaban Islam.


Klaim Kebohongan Yahudi di Madinah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Strategi terhebat adalah menekuk l...

Klaim Kebohongan Yahudi di Madinah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Strategi terhebat adalah menekuk lawan tanpa pertempuran fisik. Mengepunnya dengan ketakutan, kegelisahan dan kecemasan. Penghancuran mental juang membuat lawan meyakini kalah sebelum bertempur. Mentalah yang menggerakkan, bila jatuh, semua kehebatan dan fasilitas fisik jadi tak berguna.

Kekalahan mental membuatnya merasa tak memiliki kekuatan dan sumber daya lagi untuk melawan. Merasa seluruh syarat-syarat kemenangan tak lagi dimiliki. Merasa menjadi pihak terlemah. Melemahkan manusia cukup dengan melemahkan keyakinannya saja.

Pertempuran non militer justru lebih penting dari pada pertempuran fisik. Menang dalam sisi ini berarti modal besar memenangkan pertempuran fisik. Inilah penghancur inti semua kekuatan. Bagaimana caranya? Cukup dengan informasi, tulisan, data, propaganda, klaim banyak dukungan, juga dari pihak terkuat.

Inilah yang membuat penduduk Arab Madinah, Auz dan Khadraj, menjadi tak bernyali dihadapan Yahudi sebelum hijrahnya Rasulullah saw. Kalah dalam perang urat syaraf hanya dengan klaim-klaim bahwa akan datang bersama Yahudi seorang Nabi akhir zaman yang akan menaklukkan seluruh kabilah Arab dan bangsa-bangsa yang ada di dunia.

Orang Yahudi selalu berkata, "Sesungguhnya akan diutus seorang Nabi pada akhir zaman. Bersamanya kami akan membunuh kalian, seperti halnya kaum Aad dan Iram." Mengapa menyebutkan kaum Aad dan Iram? Karena pendahulu suku Auz dan Khadraj merasakan azab tersebut karena tidak beriman dan mengikuti Nabinya.

Suku Auz dan Khadraj berasal dari Yaman yang sebelumnya bagian dari pasukan yang kuat dan memiliki persenjataan yang kuat. Hal ini diungkapkannya dihadapan Rasulullah saw dan Abbas bin Abdul Muthalib, saat mereka menjawab komitmennya membela Rasulullah saw bila berhijrah ke Madinah saat Baitul Aqabah ke dua.

Al Bara bin Ma'rur, wakil penduduk Madinah, berkata, "Kami adalah orang-orang yang mahir berperang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dulu." Namun bagaimana kekuatan ini melemah? Cukup menyebarkan klaim-klaim kebohongan. 

Yahudi mengklaim, kaum pilihan dan kekasih tuhan. Hanya Merekalah yang pasti masuk surga. Bila ke neraka pun, paling hanya beberapa hari saja atau sesaat saja. Bila mereka pilihan Tuhan dan akan datang Nabi dari kalangan mereka bagaimana bisa mengalahkan mereka? Ini yang membunuh mental keberanian suku Auz dan Khadraj di Madinah.

Sekarang, klaim kebohongan apa saja yang direkayasa Yahudi Israel? 

Hasil Akhir Kezaliman  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Menyesali diri dan akhirnya terkalahkan. Itula...

Hasil Akhir Kezaliman 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Menyesali diri dan akhirnya terkalahkan. Itulah takdir yang digambarkan oleh Allah bagi musyrikin Quraisy, Munafikin dan Yahudi yang berrencana menghancurkan Rasulullah saw di Madinah. Harta yang dikeluarkan. Pasukan yang dikerahkan. Kelelahan dan seluruh kekuatan yang awalnya dianggap berhasil, ternyata berakhir dengan penyesalan dan terkalahkan. Itulah yang diderita Kafirin di perang Uhud.

Menjengkelkan dirinya sendiri. Tak satu pun tujuannya yang tercapai. Itulah yang diraih oleh Musyrikin Quraisy, Munafikin dan Yahudi setelah mereka mengepung Rasulullah saw di pertempuran Khandaq. Padahal Madinah sudah dikepung oleh 10.000 pasukan gabungan dari seluruh kekuatan yang tersembunyi di dalam Madinah dan seluruh suku di jazirah Arab.

Seluruh capaian yang diraih Kafirin seperti gambaran karakteristik dunia dalam Al-Qur'an. Mempesona di awal. Menguning siap dipanen hasilnya. Namun tiba-tiba diserang hama. Seketika itu juga panennya gagal. Mengapa mempesona di awal? Namun gagal di akhir? Itulah tipuan Allah untuk penghancuran total seluruh kekuatannya.

Allah menghancurkannya dengan cara yang tak pernah diduga oleh akal yang paling pintar sekalipun. Andai seluruh cendikiawan terpintar berkumpul. Andai seluruh ilmu dan teknologi diberdayakan totalitas. Maka proses kehancuran dan kegagalannyanya tetap tak bisa diduga oleh semua manusia.

Saat seluruh pemikir dan pembesar Quraisy berkumpul untuk membunuh Rasulullah saw. Saat syetan pun turut andil di Darul Nadwah merancang pembunuhan Rasulullah saw. Semuanya gagal. Padahal mereka hanya tinggal menunggu pagi saja. Di beberapa pertempuran, syetan turut membantu. Di beragam peristiwa lainnya, syetan pun turut serta. Namun takdir kehidupan yang sudah tercatat di Lauhul Mahfudz tak bisa diubah lagi.

Biarkan kekafiran dan kezaliman mencapai puncaknya. Biarkan kekafiran dan kezaliman menggenapkan totalitas kerusakannya. Saat sumber dayanya dicurahkan tak tersisa lagi, disitulah dihancurkan hingga ke akarnya. Agar tidak lagi muncul kerusakan dan kehancuran yang baru.

Fir'aun dihancurkan setelah seluruh pasukan dikerahkan. Fir'aun dihancurkan setelah para penyandang dana, ilmu dan teknologi dikerahkan. Ternyata semuanya dihancurkan dengan sesuatu yang tak terduga. Para pengepung rumah Rasulullah saw dikalahkan hanya dengan rasa ngantuk saja. Menyesali diri, hanya menambah kejengkelan, terkalahkan dan tak satu pun tujuannya tercapai. Itulah takdir para penentang kebenaran.

Penggugah Jiwa, Seni Membeturkan  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Junaid Al Baghdadi mengatakan bahwa...

Penggugah Jiwa, Seni Membeturkan 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Junaid Al Baghdadi mengatakan bahwa malu kepada Allah lahir karena merasakan rahmat-Nya yang luas, namun jiwanya terus bermaksiat kepada Allah. Dalam hadist Qudsi dikatakan bahwa Allah malu bila doa tidak dikabulkan, namun mengapa manusia justru tidak malu bermaksiat kepada-Nya?

Abdullah bin Muqotil berkata, "Aku heran pada manusia, membangkang pada Allah tetapi disertai butuh pada-Nya. Memerintahkan orang lain tetapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya. Marah pada orang lain tetapi dirinya melanggarnya. Benci pada maksiat sedangkan dirinya melakukannya. Senang ditaati tetapi tidak taat kepada Allah. Mencaci orang lain dengan prasangka, tetapi tak pernah mencaci dirinya dengan yakin."

Hatim al-Asham berkata, "Aku heran, malu pada makhluk, tetapi tidak malu pada Allah. Mencari ridha manusia, tetapi tidak mencari ridha Allah. Mencintai ahli ibadah, sedangkan dirinya menuju maksiat. Mengenal keagungan Allah, namun bagaimana bisa kontra pada-Nya? Makan rezeki dari Tuhannya, tetapi berterimakasih kepada makhluk-Nya. Membeli budak dengan hartanya, tetapi tidak membeli orang merdeka dengan kebajikan dan ucapan indahnya."

Lihatkah cara ke tiga ulama salaf tersebut menegur, menasihati dan mengintrospeksi dirinya. Membenturkan yang bertolak belakang dari yang seharusnya. Melihat aksi dan reaksi yang di luar logika dan kepantasan. Metode ini menyadarkan keanehan dan penyimpangan prilaku, sikap dan akhlak.

Benturan menciptakan ledakan suara yang pekak dan menghebohkan. Jiwa akan mencari sumber suaranya sambil bertanya, " Apa yang terjadi?" Maka muncullah ketertarikan untuk menyaksikan, mendengarkan  dan memperhatikan. Bila jiwa sudah mulai dibuka. Bila hati rela membuka dirinya, maka gerakan penyadaran alamiah dan mandiri berproses dengan penuh kelembutan.

Benturan menciptakan hentakan kesadaran yang mengagetkan. Jiwa yang keras harus dibenturkan kesadarannya dengan keterkejutan yang luar biasa. Seperti seseorang yang meminta ijin untuk berzina kepada Rasulullah saw. Lalu dibenturkan orang tersebut pada sebuah kenyataan. Bagaimana bila yang dizinai itu ibunya, saudaranya dan anak gadisnya sendiri? Dengan hentakan ini, seketika itu pula, niat keburukannya runtuh.

Perlu kecerdikan dalam mendidik jiwa. Dibutuhkan beragam alat penghantam yang sesuai dengan kekerasan hati yang sudah terbentuk. Sekeras batu, besi atau bajakah? Semakin keras, hantamannya pun harus menohok dasar jiwa yang terdalam.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)