basmalah Pictures, Images and Photos
Agustus 2023 - Our Islamic Story

Choose your Language

Untuk Apa Penciptaan  Manusia? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah menciptakan 7 langit dalam dua masa. Setiap lapisan memiliki ur...

Untuk Apa Penciptaan  Manusia?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah menciptakan 7 langit dalam dua masa. Setiap lapisan memiliki urusannya sendiri. Langit yang dekat dengan bumi dihiasi dengan bintang dan bertugas melindungi bumi. Sudah langit ke berapa yang dijelajahi manusia? Bila masih ada planet, asteroid dan yang terlihat bercahaya, berarti masih lapisan yang pertama. Padahal sudah berapa lama manusia di muka bumi sejak Nabi Adam?

Memahami urusan setiap makhluk yang diciptakan Allah itulah dasar sains. Menguak petunjuk, takaran, keindahan, dan keseimbangan setiap makhluk-Nya, itulah dasar dari sains. Bagaimana keterkaitan antara makhluk-Nya? Bagaimana fenomena kerjasamanya? Semua makhluk-Nya satu kesatuan yang terpadu dan berirama untuk menunjukkan keesaan-Nya.

Bila jagat raya tidak tunduk dan bertasbih. Bila malaikat tidak bersujud dan bertasbih. Apa yang akan terjadi pada manusia? Hanya satu makhluk yang menggoda manusia, yaitu syetan, sudah merusak manusia. Bagaimana bila seluruhnya tidak ditundukkan oleh Allah untuk manusia?

Di Surga, manusia dilayani oleh penghuni surga. Di dunia, manusia dilayani oleh alam semesta. Malaikat mengatur urusan manusia atas ijin Allah. Malaikat melindungi manusia atas ijin Allah. Bisikan syetan dilawan oleh bisikan malaikat. Masih kurangkah rahmat Allah?

Berjalan ke lautan, Allah menunduk lautan bagi manusia. Sehingga kapal bisa berjalan. Berjalan di muka bumi, Allah menciptakan gunung agar bumi tidak berguncang. Juga, menundukkan beragam makhluk-Nya agar bisa ditunggangi sebagai bentuk penghormatan bagi manusia. Mengapa tak bisa merasakan rahmat-Nya?

Hanya dengan air hujan, bumi menjadi hijau dengan tumbuhan dan banyak buah-buahan. Hanya dengan angin, bunga-bunga melakukan proses penyerbukan. Hanya dengan angin, awan bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk memberikan rahmat Allah. Semuanya amat mudah dan sederhana. Manusia tak sedikitpun memikirkan, merasakan dan menyadari prosesnya.

Lalu untuk apa kehadiran manusia di muka bumi, bila seluruh keperluannya dilayani? Bila seluruh makhluk-Nya ditundukkan? Bila seluruh fasilitasnya dicukupi? Biarkan kesadarannya yang menemukannya sendiri.

Menjadi  Khalifah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tujuan besar menjadi khalifah adalah mengelola bumi dengan kehendak Allah, bukan e...

Menjadi  Khalifah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Tujuan besar menjadi khalifah adalah mengelola bumi dengan kehendak Allah, bukan ego manusia. Bukan untung rugi menurut manusia. Bukan meraih kekayaan dan kemakmuran menurut manusia.

Tugas besar khalifah adalah distribusi dan alokasi sumber daya yang adil. Tidak terpusat kendalinya di satu tangan. Tidak mengeksploitasi. Tidak berputar terbatas di tangan, pihak dan kepentingan tertentu.

Dalam surat al-Qalam dikisahkan tentang pemilik kebun, saat panen, dirancang strategi agar hasil panen hanya dinikmati oleh pemiliknya saja. Masyarakat sekitar tidak mendapatkan alokasi sedikit pun. Dibuat rencana panen sebelum masyarakat terbangun dari tidur. Pada saat pemilik tiba di kebunnya di pagi buta, ternyata seluruh tumbuhan dan buahnya sudah mati menghitam.

Seorang ulama memiliki kebun. Saat sedang dikelola tanah dan tanamannya, seluruh batas kebunnya di pagar. Namun saat berbuah, pagar pembatasnya dibuang agar setiap orang bisa bebas mengambil sendiri hasil buah kebunnya.  Inilah yang memegang amanah distribusi.

Mengelola usaha bukan untuk mengumpulkan kekayaan tetapi bagaimana syariat Allah tegak dalam mengelola usaha. Mengelola kekuasaan bukan untuk menikmati kekuasaan tetapi agar syariat Allah tegak dalam mengelola kekuasaan. Terjun berkiprah di seluruh bidang kehidupan hanya agar Islam membumi di setiap tarikan nafas manusia. Itulah makna menjadi khalifah di muka bumi.

Kekayaan yang bertumpuk yang digenggam,  ditimbun dan dimonopoli, apakah ada manfaatnya? Hanya menjadi benda mati yang terlihat indah bagi yang memandangnya. Hanya menjadi sanjungan dan kekaguman.  Hanya membuat orang yang memiliki ambisi mendatanginya.

Menumbuhkan, menghimpun, berbagi, mendistribusikan dan mengalokasikan dengan keadilan, itulah peran khalifah di muka bumi. Itulah agar roda kehidupan berputar dengan ketentraman bukan pertentangan.

Ketimpangan Ekonomi dan Nabi Syuaib Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Luth terfokus pada dakwah perbaikan sistem sosial. Nabi Syua...



Ketimpangan Ekonomi dan Nabi Syuaib

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Nabi Luth terfokus pada dakwah perbaikan sistem sosial. Nabi Syuaib fokus pada perbaikan sistem ekonomi di negri Madyan. Perbaikannya, "Cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, jangan merugikan manusia terhadap hak-haknya, jangan membuat kejahatan dengan membuat kerusakan."

Nabi Ibrahim berdakwah bagaimana membangun generasi. Nabi Daud dan Sulaiman pada ranah hukum dan kekuasaan. Nabi Syuaib pengusung dakwah ekonomi bisnis praktis. Nabi Yusuf pada sistem keuangan negara.  Setiap Nabi memiliki titik peran yang berbeda-beda. Bila disatukan, seluruhnya berpadu pada diri Rasulullah saw.

Apa tema besar dakwah bisnis praktis? Tindakan monopoli dan eksploitasi. Apa efeknya pada negara? Kelemahan negara. Negara hanya jadi pengekor dan penyokong hasrat nafsu para pengusaha. Semua produk hukum dan keputusan penguasa, anggaran negara dan kemiliteran untuk para pengusaha.

Zaman dahulu, konglomerat mendonasikan kepada penguasa untuk berperang dan memblokade ke wilayah lain. Bila peperangan berhasil, maka penguasaan ekonomi di wilayah baru menjadi genggamannya. Para konglomerat mencapai pada titik kerakusan dan kendali kuasa, sehingga sanggup mendorong negara untuk melakukan spekulasi invasi ke berbagai wilayah. Bagaimana kondisi sekarang?

Fenomena konglomerat membiayai partai politik, mendanai calon presiden, gubernur, bupati, anggota legislatif, para calon perwira di kepolisian dan militer, serta penentuan hakim merupakan praktek yang sejak dahulu telah terjadi. Selalu ada keterlibatan pengusaha menetapkan dan mempengaruhi pada penentuan pejabat di lembaga negara.

Tema dakwah, "Cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, tidak merugikan hak manusia dan tidak membuat kerusakan," merupakan tema yang menusuk dan pengusik para pengusaha dan penguasa, oleh sebab itulah para penentang dakwah Nabi Syuaib adalah para pemimpin kaumnya.

Azab pada kaum Nabi Syuaib, bermula dari hawa panas karena Allah menghentikan angin bertiup selama tujuh hari. Air, naungan dan berdiam di rumah tak berguna. Sudah tidak tahan lagi, rumah pun ditinggalkan menuju padang pasir. Saat melihat awan hitam yang disangka hujan, mereka berkumpul ternyata sambaran petir dan meteor. Seperti itulah azab dari ketimpangan di sektor ekonomi.

Nabi Ibrahim dan Ilmu Astronomi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sejak kehadirannya, manusia diajarkan Allah nama-nama benda. Rahasia...

Nabi Ibrahim dan Ilmu Astronomi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sejak kehadirannya, manusia diajarkan Allah nama-nama benda. Rahasia ini tak diketahui oleh malaikat dan iblis, apa efeknya di masa depan? Dari pemahamannya atas benda-benda di alam semesta, manusia bisa memanfaatkannya sehingga kekuatan dan kemampuan jagat raya bisa ditiru diaplikasikan dalam rutinitas harian.

Nabi Ibrahim, bisa jadi bukan manusia pertama yang memperhatikan matahari, bulan dan bintang atau antariksa.  Namun bisa jadi manusia pertama yang menghubungkan jagat raya dengan adanya sang Pencipta. Nabi Ibrahim,  manusia pertama yang memadukan dan mengkoneksikan antara sains dan tauhid. Fenomena sains adalah fenomena tauhid. Fenomena tauhid dapat dipahami melalui  sains.  Mengapa banyak yang tak sampai pada kesimpulan ini?

Ilmu Astronomi, pengamatan dan pemahaman akan bintang, bulan dan matahari, merupakan tafakur dan tadabur yang senantiasa  digeluti oleh Ibrahim sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Apakah hasil pergelutanya hanya sampai pada aqidah saja? Mendeklarasikan Tidak ada Tuhan selain Allah? Hanya sampai di iman saja? Tak terkait dengan kemanfaatan bagi manusia?

Ilmu Astronomi membuatnya mampu berkelana dari Iraq ke Palestina dan Mesir. Lalu kembali dari Mesir ke Palestina. Terakhir pulang pergi dari Palestina ke Makkah tanpa tersasar dan kekurangan bekal. Ilmu Astronomi tak hanya membuat Nabi Ibrahim mencapai level marifat yang merupakan puncak ilmu. Tetapi juga, menjadi alat menyelesaikan dan menuntaskan persoalan dalam pengembaraan.

Dengan ilmu Astronomi, Nabi Ibrahim berkelana. Paham kapan berhenti dan berjalan. Berjalan saat diprediksi cuacanya nyaman untuk perjalanan. Berhenti saat membahayakan. Paham kapan berhenti untuk bercocok tanam dan berternak. Paham kapan daerah yang didiami akan berubah menjadi buruk. Nabi Ibrahim menjadi pemimpin pengembaraan bagi kaumnya.

Bagaimana Nabi Ibrahim bisa sampai ke Mekkah yang tanpa berpenghuni? Padahal suku Jurhum yang sering bolak balik di wilayah tersebut pun tidak mengetahuinya? Sedangkan Nabi Ibrahim dari Palestina yang amat jauh? Dengan berbekal pengamatan bintang, bulan dan matahari, Nabi Ibrahim tidak tersesat dan tak kehabisan bekal selama perjalanan.

Pemuda Ibrahim memandang langit dengan mata telanjang dianugerahi Marifatullah, ilmu Astronomi yang menjadi bekal dalam navigasi, pertanian dan peternakan yang membuatnya menjadi pemimpin dalam pengembaraan. Bisa jadi memandang langit sudah asing karena asyik dengan gadgetnya?

Proses Solusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Liku-liku hidup itu dirahasiakan Allah. Manusia  lupa apa akan masa lalu dan tak tahu a...

Proses Solusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Liku-liku hidup itu dirahasiakan Allah. Manusia  lupa apa akan masa lalu dan tak tahu apa yang terjadi di masa depan. Itulah ketentuan Allah. Di hari Penghisaban Allah akan memperlihatkan kembali apa yang telah terjadi.

Al-Qur'an hanya menjelaskan liku-liku hidup dari lemah, kuat dan kembali lemah. Hanya Allah yang tahu tempat makan, tinggal dan wafatnya.  Kejayaan dan kejatuhan dipergilirkan. Namun fragmen detailnya menjadi rahasia Allah. Perlukah manusia mengetahuinya? Tak perlu tahu, yang terpenting adalah bagaimana paradigma dan akhlak dalam menyikapi setiap  fragmen kehidupan.

Para Nabi dan Rasul tidak pernah tahu apa yang akan dialaminya. Namun tahu paradigma, sikap dan tindakan yang diambilnya melalui bimbingan dan pimpinan wahyu Allah. Ada yang dibimbing langsung. Ada juga yang melalui permohonan doa berlebih dahulu.

Saat pemuda Musa memukul  pemuda Mesir hingga wafat. Musa berlari dari kejaran Firaun. Tak ada wahyu yang turun. Musa berdoa kepada Allah. Allah memberikan solusi tak terduga. Saat Nabi Musa bersama Bani Israel ditindas oleh Firaun, Allah berfirman langsung agar Nabi Musa bergerak di malam hari menuju laut. Ada dua metode solusi menghadapi hidup. Inti solusi itu konsisten menapaki  apa yang dikehendaki Allah.

Rasulullah saw menghadapi persoalan, ada solusi yang langsung difirmankan Allah seperti hijrah dan perintah berperang. Ada juga yang Rasulullah saw berdoa terlebih dahulu, seperti saat perang Badar. Hakekat datangnya solusi adalah beristiqamah menapaki perintah Allah.

Solusi tak harus mengikuti nalar manusia. Tak harus mengikuti urutan yang logis. Tak perlu sebab sesuai perkiraan manusia. Allah ingin agar manusia takjub, terpesona dan yakin akan keperkasaan Allah. Teruslah melangkah, yakin dan menapaki jalan yang diridhai Allah.

Bersabar atas ketetapan Allah. Semua ada masa dan akhirnya. Semua ada waktu perguliran. Para Nabi dan Rasul pun menjalani dan menikmati proses ini. Sebab, hidup itu ujian.

Tak Ada Rahasia Kesuksesan? Oleh: Nasrulloh Baksolahar Adakah rahasia kesuksesan? Adakah rahasia kebahagiaan? Adakah rahasia ban...

Tak Ada Rahasia Kesuksesan?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Adakah rahasia kesuksesan? Adakah rahasia kebahagiaan? Adakah rahasia bangkit dari kebangkrutan? Tidak pernah ada. Pola takdir Allah itu jelas tak ada yang disembunyikan. Takdir Allah itu dijelaskan kepada seluruh manusia baik muslimin maupun kafir. Takdir Allah terangkum dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.

Allah menunjukkan jalan yang lurus. Allah memaparkan jalan yang sesat. Allah menerangkan jalan yang dimurkai. Adakah yang disembunyikan? Bila ada, mengapa ada pahala dan dosa? Mengapa ada surga dan neraka? Kejelasan takdir Allah membuat Allah memberikan balasan yang adil,  tak menzalimi sedikit pun.

Terang benderang jalan kebaikan dan keburukan. Terang benderangnya jalan kesuksesan dan kehancuran. Terang benderangnya jalan kebahagiaan dan kegelisahan, membuat adanya hari penghisaban. Bukankah ketidaktahuan membuat batalnya hukuman? Sebab itulah hukum negara dicantumkan dalam lembaran negara dengan asumsi masyarakatnya sudah mengetahui isi hukum yang telah disahkan.

Allah mengutus malaikat Jibril. Malaikat menyampaikan ke Rasulullah saw. Rasulullah saw menjelaskan ke Sahabat. Para Sahabat menjelaskan ke seluruh dunia, lalu diwariskan tugasnya kepada pewaris para Nabi. Adakah takdir kesuksesan dan kehancuran yang disembunyikan?

Takdir kesuksesan itu bila bertakwa. Takdir kehancuran itu bila durhaka. Takdir kesuksesan itu bila sikap dan keputusannya mengikuti wahyu dan bimbingan Rasulullah saw. Takdir kehancuran itu bila menentangnya. Sejelas itu takdir di alam semesta.

Bagaimana para Nabi dan Rasul bersikap? Itulah jalan takdir kesuksesan. Bagaimana kafirin, musyrikin dan munafikin bersikap? Itulah jalan kehancuran. Semudah itu mengetahui pola takdir di alam semesta. Tak ada yang dirahasiakan dan disembunyikan.

Takdir kesuksesan dan kehancuran milik semua orang. Tak peduli kaya dan miskin. Tak peduli pejabat dan rakyat. Tak peduli yang berpendidikan rendah dan tinggi. Tak peduli kiyai dan awam. Semua takdir sudah dijelaskan  dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Mau membacanya? Mau mengamalkannya? Hanya itu persoalannya. Tak ada yang rahasia tentang takdir kebaikan dan keburukan.

Allah Maha Kaya dan Teguh pada Janji-Nya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Facebook, google, Twitter serta banyak perusahaan besar lain...


Allah Maha Kaya dan Teguh pada Janji-Nya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Facebook, google, Twitter serta banyak perusahaan besar lainnya yang memutuskan hubungan pekerjaan bagi karyawannya. Alasannya, agar roda perusahaan tetap berjalan. Ada juga yang memberhentikan karyawannya karena kasus penggelapan. Bila tetap dipekerjakan akan menghancurkan perusahaan. Betapa miskinnya manusia walaupun tampilannya terkaya.

Sehancur-hancurnya manusia, Allah tetap memberikan rezeki, kemudahan, fasilitas serta ragam keinginan dan kebutuhan manusia. Bila beristighfar dimaafkan. Bila bertaubat diampuni. Allah tak pernah memutuskan statusnya sebagai Hamba Allah dan Khalifah di muka bumi. Allah Maha Kaya.

Sehancur-hancurnya manusia, Allah tetap melimpahkan seluruh kebutuhannya. Allah tidak mewafatkannya karena khawatir berkurang karunia disisi-Nya. Allah tetap berpegang teguh pada janji-Nya, kematiannya sesuai dengan goresan yang tertulis di Lauhul Mahfud.

Andai seluruh manusia durhaka kepada Allah. Andai seluruh manusia menguras seluruh isi bumi dan alam semesta. Karunia Allah tetap tak berkurang. Kekayaan Allah tak berkurang sedikit pun. Allah tetap memaafkan dan mengampuni. Allah tetap berpegang teguh pada janji-Nya. Manusia tidak dibinasakan saat itu juga, tetapi tetap hidup di bumi sesuai goresan yang tertulis di Lauhul Mahfud. Allah Maha Bersabar dan tak merubah janji-Nya.

Manusia terkaya, melihat omset, laba dan pangsa pasar bisnisnya menurun sedikit saja sudah sangat gelisah. Karyawannya siap diberhentikan. Menemukan kecurangan sedikit saja langsung dikeluarkan pelakunya karena bisa membangkrutkan bisnisnya. Semuanya wajar, sebab manusia itu miskin.

Allah melimpahkan Maha Kaya-Nya kepada petani. Bila hasil panennya diserang hama, dimakan burung, dicuri oleh orang, semuanya adalah sedekah. Optimisme digelorakan kepada petani agar terus menanam tanpa henti apapun hasilnya. Bisakah konsep ini diterapkan dalam bisnis?

Prilaku bisnis membawa kesadaran bahwa sekaya apapun manusia ternyata miskin. Masih ada kekhawatiran menurun kinerjanya, rugi hingga bangkrut lalu memutuskan hubungan kerja. Sedangkan Allah, manusia yang paling durjana yang paling serakah di bumi, tetap tidak diwafatkan, tetap sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi  kecuali bila goresan takdir-Nya sudah selesai menurut Lauhul Mahfud. Allah Maha Menepati janji-Nya.

Pondasi Barat dan Islam Oleh: Nasrulloh Baksolahar l Darimana peradaban Barat dimulai? Darimana peradaban Islam dimulai? Langkah...

Pondasi Barat dan Islam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar l



Darimana peradaban Barat dimulai? Darimana peradaban Islam dimulai? Langkah awal menentukan perjalanan selanjutnya dan menentukan hasil akhir. Langkah awal membentuk esensi, substansi, prinsip dan paradigma.

Langkah awal membangun falsafah, pondasi dan pijakan yang akan mewarnai seluruh langkah. Itulah sebab mengapa dalam setiap kajian keilmuan dan peradaban selalu mempelajari asal usulnya. Itulah mengapa muncul teori Charles Darwin untuk menopang teori kebenaran peradaban Barat? Komunisme Uni Soviet pun membangun teori bahwa teorinya sama dengan karakter pertumbuhan pohon yang ada di alam semesta agar teorinya dianggap bersifat universal yang menjadi salah satu landasan kebenaran sebuah teori.

Barat memulai langkahnya dengan penghancuran ajaran Gereja. Tak disisakan sedikitpun dalam membangun pondasinya. Ajaran gereja dihancurkan total. Dibangun peradaban baru atas dasar empiris-positivisme. Hanya mengakui yang bisa diamati dan dirasakan oleh panca indra serta membuang ketuhanan.

Peradaban Islam sudah ada sejak Nabi Adam diutus Allah ke muka bumi. Pelanjut dari apa yang sudah disampaikan oleh Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa. Saat Rasulullah saw diutus ke Mekkah, kehanifan dan adat istiadat kaum Quraisy yang baik yang sesuai dengan wahyu tetap dijaga. Ajaran para Nabi dan Rasul terdahulu, ada yang tetap dilanjutkan dan ada juga yang disesuaikan dengan zaman melalui bimbingan wahyu Allah.

Islam tidak pernah menghancurkan total yang sudah ada. Bila sesuai dengan wahyu Allah akan tetap dijaga dan dikembangkan sesuai zamannya. Di setiap wilayah dan zaman, Islam memiliki citarasa dan warna yang berbeda namun dengan pondasi yang sama.  Terus bergerak mengarungi zaman dan tantangan dengan poros yang sama. Inilah wilayah ijtihad.  Yang semuanya mendapatkan pahala dari Allah baik benar maupun salah.

Saat Barat menghancurkan ajaran gereja, maka mereka harus mencari dan membangun pondasi yang baru. Berapa lama membangun pondasinya? Dapatkah menemukan pondasinya? Benarkah pondasinya? Dapatkan pondasinya menjadi pijakan tuntas dan efektif untuk menyelesaikan persoalan hidup manusia secara universal dan komprehensif?  Inilah kegalauan yang terus menyelimuti Barat. Bisakah menuntaskan pembangunan peradaban dengan pondasi yang rapuh?

Dengan akal dan panca indra, Barat mengarungi hidupnya. Tanpa ada pembimbing, pelindung dan penolong Barat mengarungi kehidupan. Barat bergerak sendirian di tengah carut marutnya kehidupan. Sedangkan Islam memadukan wahyu, hati, akal dan panca indra dalam mengarungi kehidupan. Dengan pembimbing, pelindung dan penolong dari Allah. Peradaban mana yang akan membahagiakan dan memakmurkan kehidupan?

Internal Barat dari Fenomena Pembakaran Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar Al-Qur'an dibakar di Swedia dan Denmark. Ra...

Internal Barat dari Fenomena Pembakaran Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Al-Qur'an dibakar di Swedia dan Denmark. Rasisme terhadap Islam terus menguat di Eropa dan Amerika. Muslimin disingkirkan di Cina, India dan Myanmar. Fenomena apakah ini? Pemerintah Swedia dan Denmark pun ketakutan atas respon negara-negara muslim. Akan mengarahkan kemanakah fenomena ini?

Amerika menyerbu dan menggancurkan negara-negara Islam, Afghanistan dan Irak. Pulang dengan kehancuran bagi Amerika sendiri. Padahal seluruh sumber daya keuangan, militer serta diplomasi sudah dikerahkan. Bagaimana akhirnya? Kemampuan sebagai negara super powernya terus menurun.  Cina dan negara Arab terus tumbuh. Sekarang, Amerika "mengemis" kepada Cina dan negara-negara Arab. Semuanya berputar.

Jargon para calon presiden Amerika sekarang adalah bagaimana mengembalikan super power Amerika? Bagaimana mendikte kembali negara di dunia? Teknologi kemiliterannya sudah tersaingi oleh Cina, Turki, Rusia dan Iran.   Perekonomiannya sudah tersaingi oleh Cina. Dapatkan bangkit kembali dengan sistem sosial yang rusak? Dengan kemiskinan yang terus merangkak naik?

Di Eropa, apa yang bisa dilakukan oleh mereka? Covid-19 telah menghancurkan  sistem perekonomian. Gelombang panas dan perang Ukraina-Rusia menyulitkan pasokan gas dan pangan. Usia penduduk semakin mentua. Bisakah produktif kembali dengan budaya permisifme yang tak terkendali? Eropa akan hancur dengan sistem sosial yang dibangunnya sendiri.

Dengan sistem sosialnya, Eropa akan terus melambat pertumbuhan penduduknya. Imigran muslim terus bertambah. Oleh sebab itulah, jargon yang laku dijual oleh para politisinya adalah soal rasisme terhadap muslimin. Diperkirakan pada tahun tertentu, Eropa akan menjadi negeri muslimin.

Apakah dunia tetap akan digenggam oleh Yahudi? Bagaimana Yahudi mempengaruhi dunia? Dengan penguasaan harta dan syahwat. Yahudi mengendalikan anteknya dengan jeratan ini. Bagaimana prediksi dunia kedepannya? Bukalah sabda Rasulullah saw tentang fenomena akhir zaman.

Akan datang sebuah zaman, uang tak berharga lagi. Manusia tidak tertarik pada uang. Banyak sabda Rasulullah saw dan nasihat Sahabat agar segera bersedekah karena akan datang sebuah zaman dimana sedekah ditolak tak ada yang mau menerima. Akan datang sebuah zaman lelaki "tak tertarik" pada godaan wanira lagi. Dengan kondisi ini, seluruh peradaban yang dibangun oleh materialisme dan syahwat akan hancur karena tak ada lagi yang mau menjadi budaknya. Jadi kearah mana peradaban ini berjalan? Islam.

Prinsip Berinteraksi dengan Sains Oleh: Nasrulloh Baksolahar Pondasi sains. Bumi, langit, diantaranya keduanya merupakan miliki ...

Prinsip Berinteraksi dengan Sains

Oleh: Nasrulloh Baksolahar



Pondasi sains. Bumi, langit, diantaranya keduanya merupakan miliki Allah. Allah memiliki semua yang dilintasi oleh malam dan siang. Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat. Allah menciptakan sesuatu dengan tujuan yang benar, seimbang tanpa cacat.

Pondasi sains adalah aqidah. Tidak beraqidah atau rusak aqidahnya akan rusak pula orientasi  sainsnya. Sains menjadi perusak kehidupan. Penguasaan sains hanya untuk menjajah, menguasai, ekploitasi, penindasan dan juga memaksakan kehendak egonya.

Apa hasil dari revolusi industri di Inggris? Apa hasil gerakan renainsance di Perancis? Apa hasil pemikiran Karl Mark? Perseteruan antar kelas. Pertentangan antar kelompok masyarakat. Peperangan antar negara Eropa disamping penjajahan ke negar-negara di Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Sains hanya untuk menguras sumber daya di satu tempat ke tempat lainnya. Yang paling menderita justru Eropa sendiri. Itulah buah sains tanpa arah.

Kerangka aqidah adalah kerangka bagi sains. Menurut Sayid Qutb, berinteraksi dengan alam semesta harus dengan bahasa aqidah. Tanpa bahasa aqidah tidak akan muncul rasa cinta dan kasih sayang terhadap alam semesta yang menjadi asal muasal sains. Alam semesta menjadi senang untuk diriset. Tanpa bahasa aqidah, alam semesta berubah seakan menjadi musuh yang akan menghancurkan manusia.

Dengan bahasa aqidah, manusia dan alam semesta menjadi setara. Semuanya adalah makhluk Allah. Yang berbeda hanya perannya. Manusia menjadi wakil Allah (Khalifah) sedangkan alam semesta menjadi pelayannya sehingga lebih optimal dan berdayaguna peran alam semesta dalam memberikan kemanfaatan. Dengan peran manusia, panen padi yang biasanya setahun sekali menjadi 3 kali. Emas yang terpendam di tanah menjadi perhiasan.

Dasar berinteraksi dengan sains adalah alam semesta dan seluruh isinya ditundukkan bagi manusia. Alam semesta bertugas melayani manusia. Alam semesta bersujud dam bertasbih kepada Allah. Dengan kerangka ini, alam semesta diliputi kebesaran dan kemukjizatan yang bisa diungkap, dicontek dan dimanfaatkan oleh manusia. Maka, alam semesta "pasrah" pada manusia apapun yang dilakukan padanya.  Bila manusia sudah merusaknya dengan kezaliman yang parah, barulah dengan perintah Allah alam semesta "melawan" manusia.

Bila paham wilayah sains. Bila paham bagaimana prinsp berinteraksi dengan sains. Bila mengimplementasikan kaidah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw terhadap sains. Maka pengembangan sains menjadi efektif dan produktif bagi kemudahan manusia. Alam semesta dan manusia beriringan dan berkolaborasi secara setara dengan penuh kasih sayang dan menghormati. Sebab, keduanya adalah makhluk-Nya juga.

Bidang Garapan Sains Oleh: Nasrulloh Baksolahar Zikrullah dan sains sebuah keterpaduan. Agar sains tidak menghabiskan sumberdaya...

Bidang Garapan Sains

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Zikrullah dan sains sebuah keterpaduan. Agar sains tidak menghabiskan sumberdaya dan memboroskan infrastruktur untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai manusia. Atau bekerja keras namun tidak sedikit pun memberikan kemanfaatan dan kemudahan bagi manusia. Sains jangan sampai hanya ingin menuntaskan kepuasan manusia yang tak berujung tanpa sedikitpun kemanfaatannya.

Sains jangan hanya berujung pada sains. Umar bin Khatab menyetop pembahasan penggalian sebuah hukum syariat bila memang kasusnya tidak ada di dunia nyata. Menggali hukum syariat harus berujung pemecahan persoalan nyata manusia. Begitupun dalam sains.

Ada wilayah garapan manusia ada juga yang tidak. Yang menjadi wilayah garapan manusia, maka itulah wilayah kerja sains dan penggalian hukum syariat. Seperti hak penciptaan hanya milik Allah, pembahasan dzat Allah dan ruh merupakan wilayah-Nya Allah. Al-Qur'an mengarahkan sains ke wilayah yang produktif dalam menyelesaikan persoalan manusia.

Al-Qur'an menjelaskan bahwa karya manusia yang menentang Allah (kafir) akan sia-sia. Amalnya tidak diterima Allah. Amalnya tidak memberikan kemanfaatan tetapi justru kehancuran. Amalnya menyesatkan dirinya sendiri. Amalnya hanya beralih dari satu penasaran ke penasaran lainnya dari satu kebingungan ke kebingungan lainnya. Inilah titik akhir sains tanpa petunjuk dari Allah.

Mempelajari makhluk Allah adalah wilayahnya manusia. Semua yang berkaitan dengan makhluk merupakan wilayah sains. Namun persoalan penciptaan dan bagaimana tercipta keragaman karakter makhluk. Wilayah penciptaan adalah hak Allah. Manusia hanya memanfaatkan alam semesta bagi kemudahan hidupnya. Inilah wilayah sains.

Sains muncul karena manusia diberi akal. Sains muncul karena Allah mengistimewakan manusia. Sains dihadirkan agar seluruh kemudahan di jagat raya di serap sehingga manusia bisa optimal dan fokus dalam beribadah dan mengelola kehidupan. Sekarang, mengapa sains berubah perannya menjadi wahyu?

Sains tidak bisa menunjukkan salah dan benar karena bersifat relatif. Sains hanya buah pengalaman dan fakta empiris yang berulang selama periode pengamatan. Lalu dibuatkan pola atau model yang mudah dipahami. Bukankah fakta empiris bisa berubah dengan perubahan situasi dan kondisi? Aksi reaksi. Manusia hanya mengamati reaksi dari obyek yang diamati. Lalu diambil kemanfaatannya. Itulah wilayah sains.

Hakikat Sains Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sains itu pada dasarnya mempelajari takdir Allah pada setiap ciptaan-Nya. Setiap cipta...

Hakikat Sains

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sains itu pada dasarnya mempelajari takdir Allah pada setiap ciptaan-Nya. Setiap ciptaan-Nya diteliti dan dipahami karakternya, perannya, prilakunya, perannya, pertumbuhannya hingga apa yang bisa dicontek untuk kemudahan bagi manusia. Yang utama dari sains adalah menemukan tanda-tanda kebesaran Allah dari setiap pernak pernik yang ada di jagat raya.

Sains diawali dari mengamati, mengumpulkan fakta yang diperoleh melalui panca indra, lalu dibangun database fakta. Bagaimana respon realitas yang diamati dari beragam kondisi yang diujikan? Respon realitas obyek yang diuji dijadikan fakta data. Walaupun bisa jadi semuanya belum fakta yang valid, karena ragam keterbatasan infrastruktur pengujian dan hipotesa yang ada dibenak manusia.

Kesamaan respon objek yang diuji dianggap fakta yang benar.  Keteraturan pola yang diuji dianggap fakta yang valid. Hanya seperti itu pola dasar sains. Setelah itu, bagaimana pola yang ada pada alam semesta dimanfaatkan manusia untuk memudahkan dan memecahkan kesulitan rutinitas harian manusia? Ilmu pengetahuan dan teknologi berhenti di titik ini.

Membaca dan menemukan kehendak Allah yang tersebar di jagat raya melalui ciptaan-Nya. Menduplikasi kehendak Allah. Memanfaatkan kehendak Allah. Hanya seperti itu pekerjaan harian para ilmuwan sains. Sedangkan ulama adalah membaca, menemukan, menduplikasi, dan memanfaatkan kehendak Allah yang ada pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Ulama dan Ilmuwan sains pada dasarnya sama yang berbeda hanya pada bidang garapan ayat kauliah dan kauniyah saja.

Ayat kauniah (alam semesta) dan ayat kauliah (Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw) memiliki pola yang sama. Bila memahami ayat alam semesta akan mudah memahami Al-Qur'an. Bila memahami ayat Al-Qur'an akan lebih mudah memahami ayat alam semesta. Keduanya berpadu karena semuanya dari Allah sang Pencipta. Paradigma sains dijelaskan detail dalam Al-Qur'an.

Hukum jatuh, bangun  dan keberlanjutan peradaban sebuah bangsa di semua bidang kehidupan dijelaskan Al-Qur'an dengan perumpamaan sebuah pohon. Infrastruktur Industrialisasi diumpamakan dengan ragam penjelasan gejolaknya api neraka. Ragam teknologi informasi dijelaskan dengan perumpamaan dialog antar penghuni surga-neraka dan fakta-fakta yang diungkapkan pada pengadilan di padang mahsyar.

Yang paham Al-Qur'an secara otomatis menjadi ilmuwan sains, hanya  tinggal menggali fakta empiris (takdir Allah) yang ada di alam semesta. Yang paham sains akan menemukan kekaguman pada Al-Qur'an karena Al-Qur'an sudah menyebut capaian tertinggi  ilmu dan teknologi  sebelum manusia sadar bisa mendapatkannya.

Hanya Menjadi Hamba dan Khalifah Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dunia hanya ujian. Di dunia hanya untuk beramal. Mengapa masih...

Hanya Menjadi Hamba dan Khalifah Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Dunia hanya ujian. Di dunia hanya untuk beramal. Mengapa masih berharap kesenangan? Di dunia hanya untuk meraih hakikat Hamba Allah dan Khalifah Allah di muka bumi. Mengapa masih ada obsesi yang lain? Mengapa dalam berkiprah di muka bumi masih berobsesi menjadi yang paling berkuasa, terkaya dan berpengaruh?

Para Nabi dan Rasul hanya menjalankan peran menyampaikan wahyu. Yang mereka khawatirkan hanya apakah mereka sudah menyampaikan kepada umatnya? Sejak Haji Wada, salah satu yang sering diucapkan oleh Rasulullah saw kepada para Sahabatnya adalah apakah wahyu sudah disampaikan kepada mereka? Para Sahabat diminta bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw sudah tuntas menyampaikannya.

Kekayaan dan kekuasaan hanya salah satu sarana untuk mewujudkan peran sebagai Hamba Allah dan Khalifah di muka bumi. Ilmu pengetahuan dan teknologi hanya salah satu sarana untuk mewujudkan peran sebagai Hamba Allah dan Khalifah di muka bumi. Mengapa menjadi tujuan dan obsesi tertinggi? Sarana menjadi tujuan, itulah ujian hidup. Agar tahu siapa yang sebenarnya yang menjadi  Tuhan di hati manusia?

Yang ada di muka bumi dijadikan perhiasan. Yang ada di muka bumi dijadikan indah. Semuanya dapat dijadikan sarana untuk saling membanggakan dan menunjukkan kehebatan diri. Inilah medan ujian. Agar tahu siapakah yang masih rindu akan hari pertemuan dengan Yang Maha Indah?

Semua kekayaan Rasulullah saw disedekahkan. Seluruh tanah Rasulullah saw diserahkan ke kas negara. Fatimah dan para istrinya sedikitpun tak mewarisi kekayaan Rasulullah saw. Mengapa masih menumpuk kekayaan tujuh turunan dengan dalih anak keturunan? Kekhawatiran akan masa depan adalah ujian, agar tahu siapakah yang menggantung semuanya pada Allah atau bergantung pada dirinya sendiri.

Melangkahlah. Bertebaranlah ke seluruh penjuru langit. Gali dan keluarkan semua karunia yang ada di langit dan bumi. Yang ada di daratan dan lautan. Yang ada dipermukaan dan dalam bumi. Semuanya hanya untuk menunaikan amanah kehidupan sebagai Hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Sebagai bentuk syukur atas potensi diri dan dilahirkan di muka bumi.

Menjadi khalifah di muka bumi hanya untuk bagaimana berinteraksi dengan kekayaan dan kekuasaan sesuai kehendak Allah saja, bukan kemauan diri. Menjadi Hamba hanya untuk bagaimana berinteraksi dengan kekayaan dan kekuasaan namun Allah tetap sebagai Rabbulalamin. Di dunia hanya perhentian sejenak untuk mengambil bekal untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Sains,  Rekayasa Teknologi  Bagian dari Aqidah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Peneguhan aqidah dan keimanan melahirkan sosok ilmuwan...

Sains,  Rekayasa Teknologi  Bagian dari Aqidah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Peneguhan aqidah dan keimanan melahirkan sosok ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu. Ilmu dan teknologi bagian dari materi pelajaran aqidah. Para pemikir lahir dari aqidah yang kokoh.

Allah memaparkan fenomena antariksa dan jagat raya. Allah memaparkan langit dan bumi, matahari, bulan dan bintang. Allah memaparkan keajaiban lautan dan gunung, lalu ditutup dengan Asmaulhusna.

Allah memaparkan sejarah masa lalu. Allah memaparkan peninggalan umat terdahulu. Allah memaparkan air hujan, tanah dan awan lalu ditutup dengan keagungan, kemuliaan dan kesempurnaan Nama-Nya.

Allah memaparkan kapal di lautan, langit tanpa tiang dan tidak retak, bintang gemintang sebagai hiasan langit, penciptaan manusia dari tanah juga pertumbuhannya, lalu ditutup dengan Asmaulhusna. Semuanya fenomena yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan selalu ditutup dengan pemaparan kebesaran Allah.

Allah memerintahkan untuk memperhatikan seluruh yang ada di jagat raya, titik akhirnya akan terpampang tanda-tanda kebesaran Allah.  Titik akhirnya terpampang kebenaran Al-Qur'an. Sekarang mengapa ilmu pengetahuan terpisah dari aqidah dan keimanan?

Bila ingin mengetahui puncak rekayasa industri dan teknologi yang bisa dicapai oleh umat manusia, pelajari fenomena hari akhir tentang proses penghisaban, gambaran surga dan neraka. Iman kepada akhirat membawa pada rekayasa industri dan teknologi yang bersifat praktis.

Bila ingin belajar tentang hukum dan penegakannya. Alat bukti, penuntutan dan keputusan hukum, pelajari proses penghisaban di akhirat. Rukun iman melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rukun Islam melahirkan pembangunan masyarakat dan pemerataan kesejahteraan.

Rahmat Allah di Musim Kering Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di musim kemarau masih terlihat pucuk daun muda yang baru mekar. Bermun...

Rahmat Allah di Musim Kering

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Di musim kemarau masih terlihat pucuk daun muda yang baru mekar. Bermunculan bunga yang kelak bisa berubah menjadi buah-buahan. Daerah yang cendrung  kering justru keberlimpahan panen buah-buahan.

Di daerah kecamatan Jetis Cilacap, daerah yang sangat kering. Dikelilingi pegunungan kapur dan laut selatan. Namun menjadi penghasil buah semangka. Saat manusia kekurangan air, Allah menyediakan tumbuhan yang bisa hidup dengan kebutuhan air yang minimal dengan buah yang berlimpah airnya. Seperti kisah Nabi Yunus yang terdampar di pantai yang kering.

Di daerah kecamatan Jampang Sukabumi Selatan. Bila dilihat dari peta curah hujan Badan Meteorologi dan Geofisika, terlihat daerah yang kering. Namun sangat terkenal dengan hasil buminya. Beberapa produk pertanian tersentralisas di kecamatan Jampang. Ada apa dengan fenomena kekeringan?

Allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan. Kekeringan tidak menjadi persoalan seandainya manusia mampu mengelola air di musim hujan. Setiap rumah semestinya memiliki sumur resapan untuk menampung air hujan yang turun dari atap rumah. Seluruh air hujan dimasukan ke sumur resapan. Seperti itu Nabi Yusuf mengajarkan.

Musim kemarau justru berpotensi memperbaiki pertumbuhan tanaman. Di saat kering, akar tanaman lebih mudah menyerap unsur hara yang bernama Kalium. Bila terlalu banyak air, Kalium tidak bisa diserap secara sempurna. Apa fungsi Kalium bagi tumbuhan?

Kalium memperkuat batang. Kalium dapat merangsang buah. Para petani sering menggunakan pupuk kimia KCL untuk merangsang buah agar lebat. Kalium membuat tumbuhan lebih banyak berbuah dan berumur lebih panjang. Pupuk dari sabut kelapa banyak mengandung unsur Kalium sebesar 10%.

Kebanyakan tanaman tidak terlalu butuh banyak air, hanya butuh kelembaban saja. Menjaga kelembaban di musim kemarau hanya menutupi tanah dengan dedaunan dan tangkai saja. Atau menjaga kehidupan sejumlah mikroorganisme tanah yang membuat akar memiliki daya tahan terhadap kekeringan. Sayangnya semuanya beralih ke kimiawi.

Nusantara Mengenal Islam Sejak Periode Mekah? Oleh: Nasrulloh Baksolahar Kapan Islam tersebar di Indonesia? Bisa jadi sejak peri...



Nusantara Mengenal Islam Sejak Periode Mekah?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Kapan Islam tersebar di Indonesia? Bisa jadi sejak periode Mekah. Sejak periode dimana Rasulullah saw berdakwah secara bersembunyi. Periode saat Rasulullah saw berdakwah secara personal dari rumah ke rumah. Periode saat Rasulullah saw dan para Sahabatnya dalam tekanan, siksaan, pengusiran dan intimidasi. Dalam era seperti ini mengapa Islam bisa sampai ke Indonesia?

Mekah yang dihuni oleh suku Quraisy telah lama melakukan hubungan dagang dengan Yaman sejak peradaban Saba, Aad dan Tsamud. Perdagangan ini diabadikan dalam surat Quraisy bahwa kaum Quraisy berdagang  saat musim dingin ke Yaman dan musim Panas ke Syam.

Saat Rasulullah saw mulai berdakwah di Mekah, penduduk Yaman sudah mengetahui dari perbincangannya saat berbisnis di pasar-pasar. Baik saat suku Quraisy ke Yaman ataupun saat suku yang ada di Yaman ke Mekah lalu melanjutkannya ke Syam untuk berbisnis. Bukankah Rasulullah saw juga pebisnis? Bukankah Rasulullah saw juga berdakwah ke pasar-pasar?

Kabar dakwah Rasulullah saw di Mekah diterima oleh para kabilah di Yaman. Seorang pemimpin kabilah yang bernama Abu Musa al-Asyari mendatangi Rasulullah saw dan memeluk Islam. Lalu Rasulullah saw mengutus  Abu Musa al-Asyari untuk berdakwah kepada kaumnya di Yaman. Sehingga banyak penduduk Yaman yang memeluk Islam. Ini terjadi sebelum Mushab bin Umair diutus ke Madinah.

Saat Rasulullah saw bermimpi bahwa negri tempat hijriahnya memiliki banyak pohon kurma, maka Rasulullah saw memperkirakan antara Madinah atau Yaman, karena kedua daerah telah siap. Rasulullah saw mengharapkan Yaman karena yang paling siap, namun Allah memerintahkannya ke Madinah bukan ke Yaman.

Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, pakar sejarah Islam, mengatakan bahwa penduduk Yaman merupakan pebisnis yang sukses. Mereka berdagang dengan mengarungi lautan hingga Afrika, India, Indonesia, Sumatera,  negara-negara asia lainnya dan samudera hindia. Setelah memeluk Islam penduduk Yaman memiliki andil menyebarkan agama Islam ke daerah tersebut.

Kemana pedagang Nusantara berdagang saat itu? Berinteraksi dengan pedagang Arab yang berasal dari Yaman (Arab) atau membawanya ke Yaman (Arab) kemudian disebar melalui Mekah ke Syam lalu ke Eropa. Setelah perjanjian Hudaibiyah, utusan dan masyarakat Yaman berdatangan ke Madinah untuk menunjukkan pesatnya pertumbuhan Islam ke Madinah.

Tahun 7 Hijriyah, pemguasa Yaman yang bernama Bazan, memeluk Islam. Tahun 9 Hijriyah, Rasulullah saw mengutus Ali bin Abi Thalib sebagai qadhi, seluruh Yaman pun memeluk Islam. Yaman sejak kemunculan Islam menjadi pusat pertumbuhan Islam hingga ke Nusantara. Sedangkan Madinah ke Syam hingga ke Eropa.

Induk Pembuka Ilmu Laduni Oleh: Nasrulloh Baksolahar Banyak yang ingin mendapatkan ilmu laduni. Ilmu tanpa belajar dan tanpa ris...

Induk Pembuka Ilmu Laduni

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Banyak yang ingin mendapatkan ilmu laduni. Ilmu tanpa belajar dan tanpa riset. Ilmu yang Allah ajarkan langsung. Ilmu yang Allah ilhamkan langsung ke hati manusia. Padahal ilmu Laduni terbesar dan terhebat sepanjang sejarah manusia dan dunia, justru diabaikan, ditinggalkan dan dibuang. Bagaimana bisa mendapatkan serpihan ilmu Laduni yang "kecil-kecil"?

Ilmu Laduni terhebat dan terbesar sepanjang sejarah adalah Al-Qur'an. Banyak ayat yang menjelaskan datangnya kemudahan, solusi tanpa belajar dari ilmu dan pengalaman, hanya tinggal bertakwa. Mendapatkan pertolongan dengan shalat dan sabar. Mendapatkan pertolongan hanya dengan menolong agama Allah saja.

Banyak ayat, Allah akan menjelaskan tanda-tanda kebesaran Allah di seluruh ufuk dan diri sendiri hanya dengan menyakininya saja. Beriman, menjalankan Firman-Nya membuat dirinya menjadi orang yang beruntung, juga mendapatkan kebaikan. Bila induk ilmunya sudah dibuka maka yang cabangnya akan mudah dikuasai. Bila induk kemukjizatan sudah diyakini, maka kemukjizatan kecil lainnya akan dianugerahkan oleh Allah.

Rasulullah saw itu ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Rasulullah saw tidak pernah berinteraksi dengan peradaban dan kitab suci apa pun. Rasulullah saw hanya berinteraksi dengan Al-Qur'an. Namun mengapa semua ucapan, prilaku, aktivitas dan akhlaknya memiliki kebenaran ilmiah hingga sekarang? Ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengikuti Rasulullah saw. Peristiwa dunia di sepanjang zaman membuktikan ucapan Rasulullah saw yang disabdakan pada ribuan tahun yang lalu.

Yang dilakukan oleh para Rasul dan Nabi, apakah buah dari bacaannya? Ilmunya? Strateginya? Penelitiannya? Pemikirannya? Pengalamannya? Kekuatannya? Mereka hanya mengikuti wahyu saja. Wahyu Allah yang membimbing terciptanya beragam sarana, infrastruktur dan sumberdaya yang dibutuhkan dalam mengarungi hidupnya.

Kun Fayakun, Allah menjadikan sesuatu hanya  dengan "Jadilah" maka jadilah semua yang dikehendaki-Nya. Kekuatan inilah yang diandalkan bukan kekuatan menurut persepsi manusia. Bagaimana agar Allah menjadi Pelindung dan Penolong? Hanya itu kunci ilmu Laduni. Ikutilah Firman-Nya dan Syariat-Nya.

Ilmuwan muslimin memiliki keragaman keilmuan yang seluruhnya melampaui tingkat kepakaran. Kekuasaan kaum muslimin melampaui semua kekuasaan para raja yang pernah berkuasa di muka bumi. Semuanya hanya diraih dalam bilangan tahun. Apa kuncinya? Ilmu Laduni yang diperoleh melalui implementasi Al-Qur'an.

Ilmu Jalan Lurus Oleh: Nasrulloh Baksolahar Jalan hidup seluruh manusia di muka bumi, sejak manusia diciptakan hingga bumi ini h...

Ilmu Jalan Lurus

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Jalan hidup seluruh manusia di muka bumi, sejak manusia diciptakan hingga bumi ini hancur hanya terbagi 3 saja. Yaitu, Jalan yang lurus, jalan yang sesat dan jalan yang dimurkai. Jalan yang sesat dan dimurkai adalah jalan yang tidak akan bisa sampai pada tujuan yang dicita-citakan.

Jalan yang sesat dan dimurkai, walaupun memiliki kekuasaan seperti "Tuhan". Walaupun memiliki kekayaan sebanyak dan sepenuh perbendaharaan langit dan bumi. Walapun meraih dan mengimplementasikan teknologi dan ilmu pengetahuan yang melampui hukum-hukum alam dan sosial yang ada di jagat raya, pada akhirnya tidak akan pernah meraih tujuan yang diharapkan.

Apa yang tidak dimiliki oleh Firaun? Kekuasaan, kekayaan, ilmu dan teknologi, kemiliteran dan dukungan seluruh lapisan masyarakat yang setia dan patuh dimilikinya. Apakah bisa membuang ketakutan pada dirinya? Apakah obsesi menyingkirkan Nabi Musa dan Harun berhasil? Jalan yang sesat dan dimurkai, hingga kapan pun tidak akan bisa meriah obsesinya.

Bani Israel di era Nabi Musa dan Harun, apakah bisa memasuki Palestina? Padahal sejak perjalanannya dari Mesir dilimpahkan rezeki tak terkira dari Allah. Ditolong dari kejaran Firaun. Diberi air hanya dengan memecahkan bebatuan. Diberi makanan dari Surga berupa Manna dan Salwa. Dalam penghianatannya kepada para Nabi dan Rasul. Penyembahannya kepada patung emas yang dibuat Samiri. Membuat selalu obsesinya gagal.

Tak butuh banyak syarat untuk bahagia. Tak butuh banyak sumber daya untuk tentram. Tak harus terpenuhi seluruh definisi kesenangan menurut persepsi manusia untuk bahagia dan tentram. Hanya butuh satu syarat, jalan seperti apa yang dipilih? Jalan luruskah!

Ada satu orang pejalan kaki yang mengetahui jalan pintas untuk sampai ke kampungnya. Ada satu lagi yang memiliki kendaraan paling canggih dan perbekalan paling banyak dan komplit. Namun tak tahu jalan untuk sampai ke kampungnya. Dari dua orang itu siapakah yang akan sampai? Siapa yang akan cepat tiba? Dengan kendaraan tercanggih dan perbekalan terlengkap hanya akan akan kelelahan dan kebingungan saja di perjalanan karena tersesat. Itulah bila tak tahu jalan yang lurus.

Ada ilmu yang manusia tak perlu membuat riset penelitian untuk mendapatkannya. Tak perlu mengumpulkan pengalaman yang panjang dan berat. Tak perlu membangun laboratorium dan ilmuwan untuk meraihnya. Ilmu itu gratis,  hanya dicontek dan diaplikasikan saja. Yaitu ilmu Laduni dari Allah. Yaitu ilmu jalan yang lurus. Yaitu Islam.

Mengobati Kepanikan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Kondisi terpanik adalah saat tak berdaya namun diburu oleh penguasa zalim, bengis...

Mengobati Kepanikan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Kondisi terpanik adalah saat tak berdaya namun diburu oleh penguasa zalim, bengis juga yang perkasa. Siksaan menunggu. Nyawa terancam. Banyak kisah para Nabi dan Rasul yang menggambarkan kondisi ini.

Saat terpanik, jiwa diliputi ketakutan luar biasa. Akal mati. Keputusan membabi buta secara serampangan. Dalam kondisi ini, Syetan dan hawa nafsu sangat mudah menggoda seperti mempermainkan bola. Musuh sangat mudah mengalahkan bahkan menangkapnya. Semua tindakan dan perilaku tidak terukur.

Romawi dan Persia terkalahkan. Mongol terkalahkan. Padahal mereka memiliki semua kekuatan yang melampaui kemampuan kaum Muslimin, apa penyebabnya? Kepanikan mengepung pasukan Romawi, Persia dan Mongol. Dalam kepanikan, kekuatan sehebat dan sebesar apapun menjadi tak berguna.

Mengapa kaum Muslimin hampir terkalahkan di perang Uhud? Kepanikan karena berita terbunuhnya Rasulullah saw. Mengapa kemudian berbalik mengejar pasukan Quraisy? Mengapa kaum Muslimin yang panik saat serbuan mendadak saat perang Hunain, bisa berbalik mengalahkan musuhnya? Caranya merubah kepanikan menjadi ketentraman.

Di perang Uhud, dalam kepanikan para Sahabat berkata, "Kita mengikuti jejak Rasulullah saw, bila Rasulullah saw syahid mengapa kita tidak menikmati kesyahidan juga," Saat perang Hunain, dalam kepanikan Rasulullah saw memerintahkan pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib, agar memanggil para Sahabat yang telah berbaiat pada Rasulullah saw.

Dalam kejaran raja yang kejam, Ashabul Kahfi berdoa agar dilimpahkan rahmat Allah dan meminta petunjuk yang sempurna dalam urusannya. Dalam kejaran Kafir Quraisy, Rasulullah saw berdoa agar masuk dan keluar dari persoalan dengan cara terbaik dan mendapatkan kekuasaan yang bisa memberikan kemanfaatan bagi semua orang.

Dalam kejaran Firaun, Nabi Musa berdoa memohon kebaikan dari sisi Allah. Yakin terhadap janji Allah bahwa mereka tidak akan terkejar. Terus menjaga dan mentaati perintah Allah. Allah menjadi tempat bergantung. Ketentraman itu selalu ada dalam kondisi yang paling terpanik sekalipun. Bila panik hilang, kemudahan dan kemenangan pun datang.

Kesadaran Akan Waktu, Awal Kesadaran Diri Oleh: Nasrulloh Baksolahar Tema apa yang diangkat dari kisah Ashabul Kahfi? Salah satu...

Kesadaran Akan Waktu, Awal Kesadaran Diri

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Tema apa yang diangkat dari kisah Ashabul Kahfi? Salah satunya tentang waktu. Allah ingin mengetahui siapa yang bisa menghitung dengan tepat, berapa lama mereka tertidur di gua. Para Ashabul Kahfi sendiri berdebat, "Sehari atau setengah hari saja". Soal waktu, itulah yang pertama kali ditanyakan di antara mereka saat tersadar.

Saat manusia dibangkitkan kembali di Hari Kebangkitan. Apa yang pertama kali ditanyakan? Salah satunya tentang waktu. Saat para pendusta dikumpulkan dengan wajah membiru karena bermuram durja. Mereka berbicara sesama mereka dengan suara yang sayup-sayup. Tidak berani mengangkat suara karena ketakutan yang meliputinya. Kenapa mereka berbicara dengan suara berbisik?

Ternyata mereka sedang menghitung hitung berapa lama waktu yang mereka habiskan di dunia? Mereka mengatakan sepuluh hari saja. Namun yang paling lurus jalannya berkata bahwa hidup di dunia hanya sehari saja. Ada juga yang berkata selama siang hari, sore hari, dan selama bersalaman saat dua orang bertemu saja.

Mengapa tema pembicaraan yang pertama diangkat saat manusia tersadar setelah tidur dan Hari Kebangkitan adalah soal waktu? Mengapa membangun kesadaran yang paling mudah adalah soal kematian? Kesadaran akan waktu, cara termudah membangunkan jiwa yang terlalaikan.

Al-Qur'an menggambarkan lamanya kejayaan dan kehancuran dengan waktu kehidupan tanaman padi. Jeda waktu tanaman menghijau, menguning dan kering sangatlah pendek. Jeda waktu membanggakan dan menyombongkan dengan kesedihan dan penyesalan amatlah singkat. Kisah para pemilik kebun di sejumlah ayat Al-Qur'an menggambarkan pendeknya jeda waktu perguliran hidup.

Demikianlah saat umur di dunia telah dilipat maka kenikmatan dunia dan nestapanya menjadi kecil. Semuanya berlalu sangat singkat dan nilainya sangat remeh. Apa artinya waktu sepuluh hari meskipun semua harinya diisi dengan segala kelezatan dan kenikmatan? Apa artinya waktu semalam, meskipun seluruh detik dan menitnya dilalui dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan?

Apalah artinya semuanya itu jika dibanding dengan kehidupan akhirat yang tidak memiliki batas waktu yang telah menanti kehadiran manusia sejak berkumpulnya di padang mahsyar hingga waktu yang tiada berujung? Kesadaran akan waktu pembuka jalan kesadaran atas kelalaian.

Agar Allah Terlibat dalam "Manajemen Pertempuran" Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagaimana Allah menolong para pemuda yang...

Agar Allah Terlibat dalam "Manajemen Pertempuran"

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Bagaimana Allah menolong para pemuda yang beriman dari kezaliman raja Dikyanus? Cukup membimbing mereka ke sebuah goa lalu tertidur di dalamnya tanpa seorang pun mengetahuinya. Padahal sang raja telah memerintahkan seluruh pasukan, intelijen dan kaki tangannya untuk menemukannya. Sangat mudah bagi Allah untuk menolong hamba-Nya yang beriman.

Bagaimana cara Allah menolong bayi Musa yang tak berdaya dari upaya pembunuhan oleh Firaun yang telah mengerahkan pasukan, intelejen dan kaki tangannya? Cukup dengan mengalirkan ke sungai Nil saja. Sangat mudah bagi Allah mematahkan makar kezaliman yang strateginya sudah sangat sempurna sekalipun.

Bagaimana cara Allah menolong Nabi Ibrahim dari kezaliman raja Namrudz? Cukup mengirimkan seekor nyamuk untuk menggigitnya. Dia pun tak berdaya menghadapi penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Semua kekuatan lemah teramat sangat lemah menghadapi makar Allah.

Bagaimana Allah menolong Rasulullah saw dan Abu Bakar Shidiq yang sudah terkepung di dalam goa? Allah cukup memerintahkan burung dan laba-laba di muka gua untuk membuat sarang. Kelemahan sarang laba-laba dan sarang burung menghancurkan logika manusia.

Untuk menghindar dari kekejaman Firaun, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk bergerak pada malam hari menuju laut Merah. Untuk menghindar dari kekejaman Kafir Quraisy, Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk berhijrah ke Madinah. Allah "turun langsung" mendesain, manajemen perlawanan dan jalannya pertarungan. Bagaimana agar Allah pun "terlibat langsung" di era sekarang?

Nabi Musa dan Rasulullah saw hanya mengikuti wahyu saja. Mengokohkan keimanan pada-Nya. Saat keimanan tak gentar, tak takut, tak bergeming, dan siap bersabar menghadapi segala resiko dari kekejaman kekuatan kezaliman, maka Tangan Allah yang Maha Kuasa ikut mengatur manajemen pertarungan.

Saat keimanan telah menang di dada manusia, maka Tangan Allah yang Maha Kuasa akan mengangkat bendera kebenaran agar tampil tinggi dan bendera kebatilan merendah tanpa jerih payah dari pejuang keimanan. Tunaikan peran kehidupan yang sudah digariskan Allah, maka kebatilan akan runtuh dengan sendirinya dengan proses tahapan yang tak dipahami oleh akal manusia.

Mengukur Nilai Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar Hidup itu hanya untuk menunaikan hak Allah dan hak seluruh makhluk-Nya. Hidup ...

Mengukur Nilai Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Hidup itu hanya untuk menunaikan hak Allah dan hak seluruh makhluk-Nya. Hidup itu hanya untuk menjalankan peran sebagai Hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Hanya itu saja. Sesederhana itu. Persoalannya manusia terjebak dengan hiasan dan saling berbangga.

Manusia yang mulia adalah yang bertakwa. Yang mulia adalah yang mulia di sisi Allah bukan di sisi manusia. Namun hakikat kemuliaan sudah dijungkirbalikkan oleh persepsi manusia yang bodoh. Manusia berlomba membangun kemuliaan menurut persepsinya sendiri. Yang terjadi hanya kerusakan dan kehancuran.

Karakter dunia itu, apa yang dibanggakan akan hancur dan usang. Semakin dibanggakan semakin menyibukkan dan melelahkan. Ambisi tak terbendung. Saling berkonfrontasi untuk memenangkannya. Bila berhasil memenangkannya, hanya bersifat sementara dan berdarah-darah. Semuanya terus bergulir tak ada yang abadi.

Namrudz sudah pergi. Firaun sudah pergi. Yunani sudah pupus. Romawi dan Persia sudah tak ada lagi. Banyak kerajaan yang telah hilang dari peta dunia. Banyak negara yang sudah terhapus hilang. Britania raya, Spanyol, Portugis, Perancis dan  Italia telah menjadi negara kecil padahal sebelumnya sebagai  penjajah dengan wilayah kekuasaan yang luas.

Romawi dan Persia ditopang oleh wilayah kekuasaan yang luas, kekayaan yang melimpah, militer dengan jumlah prajurit yang besar dan modern. Terakhir Inggris raya sang penguasa lautan. Sebentar lagi menyusul Amerika akan hilang pula. Sehebat dan sekuat apa pun, hukum perputaran dan peralihan akan terus berlaku.

Mengapa manusia menggenggam sesuatu yang pasti hilang? Mengapa manusia mempertahankan sesuatu yang tidak bisa dipertahankan? Masa tua pasti datang. Kematian pasti datang. Era kelemahan dan kehancuran pasti datang, tak ada yang bisa menahan dan menundanya. Mengapa manusia berjibaku di wilayah ini?

Berjibakulah dalam menunaikan peran sebagai Hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini. Berjibakulah menunaikan hak Allah dan seluruh makhluk-Nya. Eksistensi manusia diukur pada penunaian peran ini. Inilah nilai manusia yang sebenarnya.

Dikepung Solusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Apakah pernah Allah meninggalkan hamba-Nya tanpa pertolongan, bimbingan dan petunjuk?...

Dikepung Solusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar



Apakah pernah Allah meninggalkan hamba-Nya tanpa pertolongan, bimbingan dan petunjuk? Dalam segala yang Allah ciptakan pasti dibarengi dengan petunjuk. Dalam setiap sesuatu Allah membersamainya dengan ilmu dan solusi.

Qabil membunuh Habil. Bagaimana menyembunyikan jasad Habil? Dia melihat dua burung yang berkelahi. Burung yang mati dikubur oleh burung yang masih hidup. Maka diikutilah prilaku burung tersebut. Di alam semesta tersebar banyak petunjuk.

Seorang ilmuwan memiliki persoalan bagaimana membuat struktur sayap pesawat terbang. Pergilah dia ke kebun. Dilihatnya rerumputan yang diterjang angin kencang namun tak pernah patah. Dibawalah rumput tersebut ke laboratorium. Akhirnya ditemukan struktur sayap pesawat  dari sebuah rumput.

Ada seorang santri yang paling bodoh di pesantren. Dia berputus asa atas kebodohannya. Diputuskan untuk meninggalkan pesantren. Saat di perjalanan hujan turun, berteduhlah sang santri ke sebuah gua. Di gua, dua melihat batu yang berlubang karena tetesan air yang lemah. Fenomena ini menyadarkan arti kesungguhan dalam belajar. Sang santri kembali ke pesantren, kelak dia diberi nama Abu Hajar Asqalani.

Minuman teh dan kopi berawal dari kebetulan yang diambil dari alam. Ilmu pengobatan kadang diambil dari hewan yang tengah menyembuhkan penyakitnya. Teori dalam ilmu fisika berasal dari ketidak sengajaan. Semua infrastruktur kemudahan dan kenyamanan hidup manusia diambil dari menyontek alam. Di alam semesta banyak petunjuk, ilmu, dan solusi yang tengah dihadapi manusia.

Pencakokkan pada tumbuhan, bukankah bisa diterapkan pada tubuh manusia juga? Alam semesta dan manusia memiliki karakter dan pola yang sama. Ajaran Islam, manusia dan alam semesta memiliki keselarasan dan kesamaan. Jadi petunjuk, ilmu dan solusi itu sebenarnya berlimpah.

Bila memahami Islam, secara otomatis memahami manusia dan alam semesta. Memahami semua pernak pernik yang berkaitan dengan kehidupan manusia dan alam semesta. Memahami semua karakter, prilaku, ilmu dan solusi manusia dan alam semesta. Semuanya terangkum dalam ajaran Islam yang sederhana dan mudah.

Terbelahnya Tanah di Musim Kemarau Oleh: Nasrulloh Baksolahar Musim kemarau adalah berkah, saatnya mengolah tanah dan pupuk sebe...

Terbelahnya Tanah di Musim Kemarau

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Musim kemarau adalah berkah, saatnya mengolah tanah dan pupuk sebelum memasuki musim hujan. Di kemarau, tanah terbelah. Ini menyebabkan udara mudah masuk ke sela tanah. Apa manfaat tanah yang terbelah?

Udara masuk ke sela tanah. Oleh akar, udara diubah menjadi nitrogen. Nitrogen merupakan unsur hara esensial bagi tanaman. Coba perhatikan, di musim kemarau masih saja terlihat daun muda bermekaran.

Udara masuk ke tanah. Di musim kemarau, malam hari lebih dingin dari musim hujan. Maka udara terkondensasi menjadi embun. Di dalam tanah, udara menjadi air,  inilah yang menyebabkan tanah terjaga kelembabannya.

Di tanah perbukitan yang dibuat terasering, belahan tanah tidak saja terjadi pada permukaan atas tetapi pada tebing atasnya juga. Ini membuat udara semakin banyak masuk. Akibatnya, suplai nitrogen dan embun air semakin banyak.

Dalam Al-Qur'an difirmankan bahwa bumi terbelah, kemudian manusia akan keluar dari lubang kubur dengan cepat. Manusia berkumpul dengan sangat cepat. Dalam Al-Qur'an, ada yang keluar dari bumi dan ada yang masuk ke dalam bumi, hanya Allah Yang Maha Tahu apa yang dikeluarkan dan dimasukkan.

Terbelahnya tanah di musim kemarau bisa jadi ada sesuatu yang dikeluarkan dari bumi dan ada yang dimasukkan ke dalam bumi. Nyatanya, saat musim kemarau terlihat fenomena buah-buahan yang melimpah. Para ilmuwan mengatakan terbelahnya tanah diperlukan agar bumi tidak meledak seperti bom atom.

Terbelahnya tanah di musim kemarau merupakan persiapan menghadapi musim hujan agar bumi bertambah subur dan tanah bertambah gembur secara alamiah. Dengan tanah terbelah, unsur hara yang berasal dari udara, air hujan, sinar matahari dan pupuk organik akan masuk ke dalam tanah yang tak bisa ditembus hanya dengan cangkul atau pengolahan tanah oleh manusia.

Disorientasi Ilmu dan Teknologi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Peninggalan masa lalu. Yang ditemukan oleh para arkeolog, itulah pun...

Disorientasi Ilmu dan Teknologi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Peninggalan masa lalu. Yang ditemukan oleh para arkeolog, itulah puncak ilmu pengetahuan dan teknologi di zamannya. Ada yang tanpa jejak. Ada pula yang masih tertinggal bekas-bekasnya. Pada dasarnya, ketinggian ilmu dan teknologi hanya akan menjadi peninggalan sejarah karena akan digantikan dengan yang baru.

Firaun meninggalkan jejak Piramida. Kaum Tsamud meninggalkan jejak rumah dan istana mewah yang tinggi dari hasil pahatan batu-batu  di tempat yang tinggi. Kaum Saba meninggalkan bendungan yang besar di Yaman. Semuanya pernah dibanggakan untuk melawan dan menghancurkan kebenaran yang datang dari para Nabi dan Rasul. Apakah bermanfaat?

Semua karya orang kafir akan sia-sia. Semua karya yang digunakan untuk berkonfrontasi dengan kebenaran tidak akan dirasakan manfaatnya. Bisa jadi hancur atau menjadi seonggok benda saja. Ilmu dan teknologi bukan untuk melawan kebenaran tetapi hanya memudahkan urusan rutinitas keseharian saja. Saat dimanfaatkan untuk melawan kebenaran maka menjadi tak berguna.

Saat ilmu dan teknologi dijadikan puncak peradaban. Saat ilmu dan teknologi dijadikan status tinggi rendahnya sebuah kaum, maka yang akan dialami oleh kaum tersebut adalah mengumbar kesenangan yang melampaui batas, saling  berbangga, kemanjaan dan sistem sosial yang rusak. Karena tidak tahu lagi, untuk apa kehidupan ini? Untuk apa semua kemajuan ini? Di saat inilah Nabi dan Rasul diutus.

Bila hasil ilmu dan teknologi digunakan untuk merendahkan kebenaran. Mengokohkan kezaliman. Merendahkan dan memperbudak kaum yang lain, maka akan terguling dan hancur seperti Firaun dan kaum yang membangkang.

Ilmu dan teknologi hanya menghasilkan matamorgana belakang. Seperti ilmu para ahli sihir yang menakutkan dan mengejutkan bagi yang melihatnya. Ular-ularnya bergerak cepat dan ganas, namun semuanya lunglai di hadapan tongkat kemukjizatan kebenaran Nabi Musa.

Di dada muslimin masih terjaga kemukjizatan Al-Qur'an. Bila ilmu dan teknologi buah dari pemahaman dan implementasinya terhadap Al-Qur'an, membela kebenaran dan meninggikan kalimat Allah, maka karya ilmu dan teknologi kaum muslimin tidak tertandingi oleh siapapun. Persoalannya, semuanya diambil dan belajar dari mereka yang melawan kebenaran untuk melawan kebenaran pula. Maka ilmu dan teknologinya hanyalah sampah belaka yang sudah ditinggalkan oleh yang menemukannya.

Semuanya Perhiasan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Seluruh yang ada di alam semesta pada dasar adalah perhiasan. Bukan hanya emas pe...

Semuanya Perhiasan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Seluruh yang ada di alam semesta pada dasar adalah perhiasan. Bukan hanya emas permata, bahkan batu, pasir, akar pohon, rumput bahkan serangga pun bisa menjadi perhiasan. Dalam setiap ciptaan Allah ada keindahan karena diciptakan oleh Yang Maha Indah dan Sempurna.

Keterbatasan itu indah. Keberlimpahan itu indah. Orang kota melihat keindahan di desa. Orang desa melihat keindahan di kota. Yang hidup di pantai, melihat keindahan pegunungan. Yang hidup di gunung melihat keindahan pantai. Keindahan ada di setiap sudut dan ruang.

Bila semuanya adalah perhiasan, bagaimana mengubah dan menyulapnya menjadi perhiasan? Tanah liat dibentuk jadi perhiasan. Batu dan kayu dipahat jadi perhiasan. Pasir dan bebatuan kecil disusun menjadi perhiasan dan permainan. Allah menguji akal manusia untuk mengubahnya menjadi perhiasan. Allah ingin melihat siapa yang paling baik amalnya.

Allah menjadikan dunia sangat indah di hati yang gandrung pada dunia, juga yang kafir. Inilah pangsa pasar. Apapun yang dibuat akan diminati dan diburu. Bukankah yang gandrung pada dunia lebih banyak dari yang gandrung pada akhirat? Para pecinta akhirat seharusnya yang menjadi pengendali kehidupan, karena sumber daya para pecinta dunia sangat mudah untuk dikumpulkan, diberdayakan dan dimanipulasi.

Harga seekor burung, ikan dan tumbuhan bisa mencapai milyaran. Harga seekor kuda melebihi harga mobil mewah. Harga benda yang dianggap pusaka bisa menjadi rebutan. Harga kaos pemain bola pun hingga milyaran nilainya. Harga sertifikat sekolah dan gelar palsu pun bernilai jutaan. Itulah contoh bahwa segala hal merupakan perhiasan yang manfaatnya hanya untuk saling membanggakan.

Membuat sesuatu atau karya harus berorientasi menjadi perhiasan. Harus ada keindahannya. Harus menjadi hal yang dibanggakan dan diperebutkan. Itulah fitrah dasar yang disematkan pada manusia. Itulah yang sudah Allah sematkan dari apapun yang ada di alam semesta ini.

Seonggok sampah pun diperebutkan banyak orang. Hingga menjadi sumber pertengkaran antara ormas preman. Hasil bakaran sampah pun dicari dan diburu. Bila semuanya perhiasan, mengapa masih banyak yang bingung akan berkarya apa? Melakukan apa?

Mendidik Jiwa Belajar dari Bertani Oleh: Nasrulloh Baksolahar Tanah itu subur. Jiwa dan akal manusia itu subur. Bila tidak ditan...

Mendidik Jiwa Belajar dari Bertani

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Tanah itu subur. Jiwa dan akal manusia itu subur. Bila tidak ditanami akan tererosi. Terbawa arus ke lautan. Atau, tumbuhnya beragam gulma. Bermanfaat, namun minimal. Bermanfaat namun tak sesuai yang diharapkan.

Jiwa itu bila tak ada karya yang dibangun. Bila tidak ada amal shaleh yang dibiasakan akan bermunculan beragam penyakit hati, tumbuh kebiasaan yang sia-sia, tumbuh karakter yang melampaui batas, tumbuh jiwa-jiwa perusak. Sibukan dengan amal agar jiwa dan akal semakin subur. Agar tidak seperti tanah yang tak pernah diurus.

Tanah semakin subur bila diolah dan dicangkul. Jiwa-jiwa manusia semakin subur dengan tempaan pelatihan jiwa atau riyadhah. Tanah semakin subur bila disebarkan pupuk oganik, yang berasal dedaunan, ranting, buahnya sendiri. Jiwa semakin subur dengan keilmuan hasil perjalanan hidupnya sendiri. Hasil dari tafakur, tadabur dan dzikirnya. Bukan keilmuan "kimia pabrik" yang disuntikkan ke dalam jiwanya.

Tanaman yang kecil rawan dikepung oleh gulma yang menghambat pertumbuhannya.  Tumbuhan yang besar secara otomatis membunuh menghambat pertumbuhan gulma. Oleh sebab itu Al-Qur'an memerintahkan menanam pohon yang akarnya menghujam ke bumi dan dahannya menjulang ke langit.

Tanaman yang besar secara otomatis membuat gulma tidak tumbuh. Andai pun ada, tidak akan merusak pepohonan. Amal yang berorientasi kepada Allah akan membuat semua gejolak, godaan dan bisikan perusak lemah secara otomatis. Sedangkan terpaan angin yang kencang bisa jadi mematahkan dahan atau menumbuhkan pohon, tetapi akan bisa tumbuh kembali.

Persoalan utama dan pertama menanam pohon adalah tanah, air hujan dan sinar matahari. Mengolah tanah sehebat apapun tidak akan menumbuhkan pepohonan yang subur dan berbuah bila tidak disiram oleh air hujan dan sinar matahari.

Bila manusia mengolah jiwa, hati dan akal berdasarkan kemauan, ilmu dan egonya sendiri. Bila manusia mengolah jiwa, hati dan akal berdasarkan penelitian ilmiah dengan methodelogi yang tepat sekali pun, tidak akan bisa membangun, mendidik dan menempanya, karena yang dominan adalah unsur langit yaitu wahyu Allah dan Sunnah Rasulullah saw.

Ketundukan dan Kewaspadaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Ada dua sifat yang sedang diperjuangkan agar menjadi karakter yang melekat...

Ketundukan dan Kewaspadaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Ada dua sifat yang sedang diperjuangkan agar menjadi karakter yang melekat hingga akhir hayat. Yaitu, ridha dan wara. Ridha itu puas dan selalu bahagia dengan segala takdir dan hukum-Nya, juga sunah Rasulullah saw. Ridha terhadap seluruh kaum muslimin, manusia dan makhluk-Nya.

Apa alasan untuk ridha? Apa dasar untuk ridha? Allah memiliki Asmaulhusna. Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Ampunan-Nya mendahului azab-Nya. Tak ada yang sia-sia dalam kehidupan ini.

Bila tidak ridha, apakah manusia bisa memilih planet lain? Pindahan ke alam semesta yang lain?  Memilih kehidupan yang lain? Apakah ada Tuhan selain Allah? Ada sumber kebaikan selain Allah?

Ridha hanya butuh ketundukkan hati. Membuang ego lebih tahu akan kebaikan. Membuang definisi tentang manfaat dan mudharat versi diri. Ketentraman itu ada pada ridha.

Ridha membuat langkah manusia selaras dengan Allah. Mengikuti kemana pun kehendak Allah. Bergandengan membersamai Allah. Seperti dua sejoli yang terus melangkah bersama dengan kemesraan dan kerinduan.

Wara buah atas kekhawatiran akan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Menghitung diri sebelum dihitung di hadapan Allah. Bertanya kepada diri sebelum ditanyai Allah. Wara ada sebuah kewaspadaan.

Hasil riset dari kiprah para Sahabat dan Salafus Shaleh di berbagai kitab, semuanya memiliki karakter utama seperti ini. Yang tersulit adalah ridha karena harus menghancurkan ketuhanan diri. Yang tersulit adalah wara karena harus waspada atas kebutuhan yang mendasar dan esensial.

Jaminan Sosial Mandiri Muslimin  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dalam Al-Qur'an, berbuat baik kepada kerabat itu tanpa syarat. S...

Jaminan Sosial Mandiri Muslimin 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Dalam Al-Qur'an, berbuat baik kepada kerabat itu tanpa syarat. Sedangkan berbuat baik kepada orang lain ada sekala prioritasnya, yatim, miskin dan ibnu sabil. Berbuat baik ada skala prioritas yang terdekat pula. Mulai dari keluarga, tetangga dan terus meluas. Itulah konsep jaminan sosial yang mandiri yang tumbuh pada diri muslimin seandainya negara tidak ikut campur tangan.

Seorang direktur perusahaan ternama berkata bahwa teman itu lebih berharga daripada kerabat. Saat memiliki reputasi, kekayaan dan jabatan, banyak yang mendatangi pada saat terpuruk yang ada hanya tinggal keluarga dan kerabat. Berbuat baik pada kerabat mendapatkan pahala silaturahmi dan sedekah. Kerabat pun ujian dari Allah bisakah tetap berbuat ihsan dengan segala tingkah polanya?

Pengalaman selama Covid-19 dan mengolah lahan pertanian beberapa tahun memberikan arti mendalam tentang kekuatan kerabat. Bertahan dalam gonjang ganjing kehidupan. Bertahan dalam pengolahan lahan yang jauh dan bermodalkan besar, ternyata bisa terus berlanjut dengan semangat kerabat dekat.

Abu Bakar Shidiq terus menopang kerabat  dekatnya walaupun pada saat fitnah Hadistul Ifki ada kerabat dekatnya yang justru menjadi salah satu yang menyebarkan isu tentang Siti Aisyah. Hingga wafatnya Abu Bakar Shidiq, dia terus menopang kerabatnya.

Nabi Nuh tetap bersama istrinya. Nabi Luth tetap bersama istrinya. Nabi Ibrahim tetap bersama ayahnya. Nabi Yusuf tetap membantu saudara-saudaranya yang berkhianat. Rasulullah tetap membantu kafir Quraisy saat musim paceklik menerjang Mekkah. Itulah tanggungjawab terhadap orang dan kerabat yang terdekat. Membantu dan menopang keluarga dan kerabat dekat itu tanpa syarat.

Rasulullah saw mendahulukan tanggungjawab kepada keluarga dan kerabat terdekat daripada jihad. Jihad itu tanggungjawab negara dan masyarakat. Sedangkan keluarga dan kerabat itu tanggungjawab pribadi. Bila negara dan  masyarakat tidak mampu menopang menunaikan tanggungjawab pribadinya, maka tanggungjawab berjihad itu gugur, kecuali bila keluarga dan kerabatnya merelakannya.

Keluarga inti, kerabat, tetangga, muslimin dan seluruh manusia, itulah tingkatan jaminan sosial dalam Islam. Itulah tanggungjawab renteng yang diemban. Bila memungkinkan, mengelola bisnis pun dikelola berbarengan dengan profesionalitas atas dasar konsep ini.

Psikologi Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Di akhirat kelak, orang kafir ingin menjadi tanah. Yang dijebloskan ke neraka, ingin...

Psikologi Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Di akhirat kelak, orang kafir ingin menjadi tanah. Yang dijebloskan ke neraka, ingin menjadi tanah. Mengapa tanah menjadi obsesi? Di saat syetan memandangnya hina?

Dijelaskan dalam Al-Qur'an, manusia berasal dari tanah liat yang kering dan hitam. Tanah liat itu paling mudah untuk dibentuk menjadi apa pun. Tanah liat itu bisa menampung air sebelum dialirkan ke tempat lain. Tanah kering itu tak bisa menumbuhkan apa pun, butuh siraman air. Apa air terbaik bagi tanah?

Air terbaik untuk tanah kering adalah air hujan. Air hujan mengandung nutrisi terbaik dan terbanyak bagi tanah. Tanah yang kering kerontang bila disiram hujan akan berubah menjadi padang rumput atau ilalang yang hijau.

Tanah yang kering, paling mudah untuk menyerap air. Tanah yang kering, totalitas menyerap air. Tanah liat yang kering, berarti tanah yang bila terkena air akan mudah untuk dibentuk dan paling terbaik penyerapannya. Berilah air hujan agar tanah mengandung unsur hara terbaik.

Tanah yang hitam adalah tanah yang paling subur. Paling banyak unsur haranya. Namun apa artinya bila kering? Apa artinya bila disiram  dengan air beracun? Siramlah dengan air hujan. Air hujan itu adalah wahyu Allah. Sumber terbaik untuk menyuburkan dan membangun jiwa manusia.

Apa pun yang dilemparkan ke tanah akan diubahnya menjadi pupuk. Daun, kayu, benda keras dan lunak, diurai menjadi bagian terkecil lalu menjadi pupuk. Apa pun takdir kehidupan diubah menjadi penyubur jiwa? Bagaimana cara mengurai semua kejadian? Gunakan udara, iklim, air hujan dan sinar matahari. Tanah tak bisa mengurai sendiri, tetapi butuh unsur langit.

Tanah memiliki kekuatan pengurai. Manusia bisa mengurai persoalannya dengan akalnya, namun tak bisa berdiri sendiri. Butuh energi langit untuk mengurainya. Butuh energi langit untuk membongkarnya. Itulah cara termudah dan tercepat mengurai persoalan hidup.

Liku-Liku Fokus Oleh: Nasrulloh Baksolahar Peran hidup bisa meluas dan menyempit. Meluas saat semakin dewasa. Menyempit di saat ...


Liku-Liku Fokus

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Peran hidup bisa meluas dan menyempit. Meluas saat semakin dewasa. Menyempit di saat semakin tua. Semakin berumur, peran hidup semakin terfokus bukan meluas. Semakin melemah, harus semakin paham dimana optimalisasi hidupnya.

Banyak godaan agar tidak terfokus. Banyak tarikan untuk terus meluas. Seakan semakin meluas itu semakin hebat dan banyak yang dibanggakan. Ternyata untuk fokus pun harus menempuh banyak liku-likunya. Ternyata fokus itu lebih sulit dari peran yang meluas.

Pikiran lebih banyak yang menerawang. Banyak yang diinginkan dan diangankan. Buktinya, mengkhusyukan diri lebih sulit daripada timbulnya banyak pikiran yang tidak menentu. Kekacauan benang kusut pikiran karena tak terarahnya dalam berfikir.

Manusia lebih banyak yang menyekutukan Allah. Menganggap Allah memiliki anak. Menyakini adanya perantara menuju Allah. Padahal Allah itu Ahad. Mengapa lebih banyak yang mencabangkan pikirannya?

Manusia ingin memiliki segalanya, tahu dan paham seluruhnya, menggenggam semua yang ada, menjadi serba bisa dan terdepan di seluruh lini. Inilah jebakan berfikir. Bila terfokus pada dunia, semuanya akan bercabang dan semerawut.

Untuk fokus banyak hal yang harus dikorbankan. Meninggalkan yang membersamainya padahal sudah mendarah daging. Menanggalkan atribut dan yang dibanggakan. Melepaskan baju kebesaran yang telah disematkan. Memilih jalur sunyi tanpa seorang pun peduli.

Fokus hanya satu tujuan. Satu langkah. Satu harapan. Fokus pada yang paling berharga dan bermakna, bukan gegap gempitanya tepuk tangan manusia.

Berinteraksi dengan Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar 1,5 tahun belajar membuka dan mengelola lahan dengan tingkat kecuraman tana...

Berinteraksi dengan Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


1,5 tahun belajar membuka dan mengelola lahan dengan tingkat kecuraman tanahnya mencapai 45 derajat. Sekarang diamanahi kembali dengan tingkat kecuraman yang sama. Bagaimana agar pembersihan dan pengolahan lahan lebih sederhana sehingga penanaman lebih cepat dan panennya tetap maksimal dalam kurang dari setahun?

Sekecil apa pun pembukaan lahan harus segera ditanami. Bagaimana dengan kemiringannya? Agar saat hujan airnya meresap ke tanah dan humusnya tidak terbawa erosi? Pembukaan lahan yang sangat sederhana di tahap awal namum kesuburan tanah sebelumnya tetap terjaga dan bertambah subur dengan serapan air hujan.

Bagaimana agar pembukaan dan pengolahan lahan di tahap awal tidak membunuh biotik tanah? Bagaimana agar seluruh hewan tanah tetap terjaga? Bagaimana agar hasil pembukaan lahan tidak merusak humus tanah? Jangan menggunakan api dalam pembukaan lahan.

Membuka dan mengelola lahan seperti sedang memadu kasih sayang dengan tanah. Tanah lebih berharga daripada batu emas, berlian dan permata walaupun harganya berjuta-juta hingga bermilyaran.  Emas, berlian dan permata, hanya bermanfaat bila dijual. Saat tak dijual hanya seonggok rongsokkan yang anehnya dibanggakan-banggakan.

Lebih berharga tanah atau uang? Uang yang disimpan hanya jadi rongsokan. Tanah yang hanya dilempari biji-bijian menghasilkan banyak panen yang dapat berlimpah. Dalam seonggok tanah tercipta ekosistem kehidupan. Dalam seonggok uang hanya ada ketakutan kehilangan, kehabisan dan angan-angan.

Raga manusia berasal dari tanah. Seluruh mahkluk yang ada di muka bumi berasal dari tanah. Persengketaan paling pelik adalah tanah. Pertempuran sepanjang zaman di muka bumi berkaitan soal tanah. Semua kekuatan dikerahkan oleh berbagai bangsa adalah soal tanah. Penjajahan Yahudi Israel terhadap Palestina berkaitan soal tanah.

Ragam karakter manusia yang tersembunyi dapat terlihat dalam persengketaan tanah. Keburukan, kezaliman dan kekejian  yang berkaitan dengan tanah terus terbawa di dunia ini  hingga ke liang lahatnya. Juga, api neraka menggantungi lehernya. Berkasih sayanglah dengan tanah, tunaikan haknya, jangan ada kezaliman dalam mengelola dan kepemilikannya.

Jalan Dakwah Itu Bernama Membuka dan Mengelola Lahan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Jalan dakwah itu bernama membuka dan mengelola l...

Jalan Dakwah Itu Bernama Membuka dan Mengelola Lahan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Jalan dakwah itu bernama membuka dan mengelola lahan? Inikah jalan final dakwah ku? Inikah penghentian akhir perjalanan ini? Terus mengikuti goresan takdir yang spesial bagi para hamba-Nya. Terus mengikuti teka teki Allah. Allah Maha Mengetahui tempat tinggal, makan dan wafatnya.

Hanya mengikuti titah orang tua. Walaupun jalan ke depan sepertinya berliku-liku. Namun hanya Allah Yang Maha Tahu. Biarlah akhir hidup ini ku wakafkan untuk mengikuti titah orang tua. Membuang ego. Membuang ragam prediksi tantangan yang menghadang. Ditapaki jalan itu semoga meraih rahmat-Nya. Sebab orang tua pintu surga yang terus terbuka di dunia.

Semakin hari menepi dan menyepi. Menjauhi keramaian mendekati kaki Gunung Halimun dan Salak yang membentang dari kabupaten Bogor, Sukabumi dan Lebak. Riuh rendah dengan binatang kebun. Teduh dan gelap di bawah lindungan dedaunan. Mungkin ini perlindungan Allah di huru hara Akhir Zaman?

Menerabas ilalang. Menerobos jalan yang belum pernah ada. Siang bagaikan pagi dan sore. Matahari bersembunyi di balik daun pepohonan yang rindang. Nyamuk-nyamuk menemani walaupun di siang bolong. Seperti kisah pembukaan lahan untuk sebuah ibu kota kerajaan di masa silam.

Suasana lahannya, bagai kisah Novel karya MH Mindarja sepertinya sedang dijalani. Kisah yang berlatarbelakang Tumapel, kerajaan Kediri dan Singasari yang berkisah keris Mpu Gandring. Juga, kisah seorang senopati yang berlatarbelakang kesultanan Demak yang sedang mencari pusaka kerajaan Kiyai Naga Sasra dan Sabuk Inten yang hilang. Atau kisah Bende Mataram, sepenggal kisah perlawanan Mataram kepada Belanda.

Membuka lahan dan mengelola lahan. Jalan dakwah yang penuh kesunyian, kesenyapan, keheningan dan ketentraman. Perjalanan dakwah yang hanya ditemani oleh parang, cangkul, garpu, tanah, tanaman, pupuk dan beberapa teman petani. Tak ada teknologi canggih. Juga, tak ada yang peduli.

Jalan dakwah itu bernama membuka dan mengelola lahan.  Hanya bermodalkan keyakinan dan kesederhanaan. Bermodalkan bahwa akan datang generasi penerusnya yang bergelut dengan tanah dan peralatan pertanian.

Peneguh Hati Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu Sesungguhnya akhir itu lebih bai...


Peneguh Hati

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu

Sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan

Kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu hatimu menjadi puas

Allah yang melindungi mu, memberikan petunjuk dan memberikan kecukupan

Bukankah Allah telah melapangkan dadamu? Bukankah Allah telah menghilangkan beban yang memberatkan punggungmu?

Bukankah Allah telah meninggikan sebutan namamu? Sesudah kesulitan ada kemudahan

Bila telah selesai suatu urusan maka kerjakan dengan kesungguhan urusan lainnya. Hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap

Membangun Satu Ekosistem Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar Seekor lalat terbang dengan kelincahan luar biasa. Tak ada yang bi...

Membangun Satu Ekosistem Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar



Seekor lalat terbang dengan kelincahan luar biasa. Tak ada yang bisa mengambil kembali apa yang sudah dirampasnya. Tubuhnya sangat ringan seperti tak ada isinya. Padahal pada tubuh lalat ada kehidupan seperti di bumi.

Pada tubuh lalat terdapat kehidupan bakteri dan jamur. Lalat membawanya dari satu tempat ke tempat lainnya. Ekosistem bakteri dan jamur   tumbuh dan berkembang pada seekor lalat. Bisakah manusia mendesain ekosistem kehidupan dalam ruang yang amat sempit sekali?

Dalam seekor nyamuk ada ekosistem kehidupan berupa virus. Dalam sebongkah tanah, jutaan jasad renik membangun kehidupan. Pada lambung manusia, bisakah dihitung jasad renik yang hidup? Kehidupan yang tak disadari dan tak dirasakan oleh manusia. Allah Maha Lembut.

Di batang pisang yang membusuk ada kehidupan. Cacing, rayap, semut, makro dan mikroorganisme tanah lainnya. Di setiap onggokan sampah pun terdapat ekosistem kehidupan. Dalam satu kehidupan ada satu ekosistem kehidupan. Dalam satu kematian ada satu ekosistem kehidupan yang bediri sendiri juga. Allah Maha Hidup, ya Hayyu ya Qayyum.

Dari satu jenis pohon menciptakan ekosistem kehidupan. Dari sebuah pohon jati. Dari sebuah pohon pisang. Dari sebuah pohon padi, tercipta satu ekosistem yang berdiri sendiri. Allah Maha Luas Rahmat-Nya.

Menanam satu pohon berarti membangun satu ekosistem. Berternak satu ekor hewan berarti membangun satu ekosistem kehidupan. Ekosistem yang awal tak dimengerti oleh manusia. Membangun satu ekosistem berarti membangun satu paket kebajikan yang tak pernah berhenti.

Mengolah tanah, menanam dan berternak sebuah langkah awal membangun ekosistem kebaikan. Yang besaran kebaikannya tergantung dari besaran ekosistem yang terbentuk. Mulailah...

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)