basmalah Pictures, Images and Photos
Agustus 2021 - Our Islamic Story

Choose your Language

Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apa yang tidak dimiliki oleh Umat I...

Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apa yang tidak dimiliki oleh Umat Islam di Indonesia? Bagaimana berbisnis? Penyebar Islam di Indonesia adalah pebisnis. Beberapa Wali Sanga pun seorang pebisnis seperti Sunan Giri. Bagaimana mengelola kekuasaan atau Islam Politik? Sudah ada contoh Kesultanan Pasai, Cirebon, Demak dan Mataram. Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati pun seorang pakar tata negara.

Bagaimana menjadikan Islam sebagai sebuah budaya yang mengakar di masyarakat? Para Walisanga seperti Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sudah mencontohkannya. Bagaimana soal teknologi? Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Kalijaga membangun teknologi pertanian dalam dakwahnya.

Khasanah keilmuan, amal dan pembangunan peradaban Islam di Indonesia sudah dicontohkan oleh para Ulama. Prof Dr Ayumardi Azra dalam bukunya pengaruh jaringan ulama Mekah terhadap Nusantara dan Adhi Maftuhin dalam bukunya Sanad Ulama Nusantara mencoba mengkoneksikan keilmuan ulama di Nusantara dengan para ulama dunia.

Bila kita berhasil menghubungkan pemikiran ulama Nusantara dengan ulama dunia. Kitab-kitab yang dikaji dan ditulis oleh ulama Nusantara dengan kitab-kitab ulama dunia saat itu, maka bisa memahami bagaimana keislaman yang ada di Nusantara. Bisa memahami bagaimana basis keilmuan yang disebarkan sehingga mempengaruhi tradisi, budaya dan akhlak muslimin di Nusantara.

Bila membaca literatur sejarah, maka akan terbaca apa yang terjadi di dunia dengan apa yang terjadi di Nusantara. Bagaimana pengaruh kalahnya Tentara Salib dan Mongol terhadap Nusantara? Bagaimana pengaruhnya kemenangan Al Fatih terhadap Nusantara? Bagaimana pengaruh hukuman terhadap Al-Hallaj? Bagaimana pengaruhnya terbentuk beragam Tarekat terhadap perjuangan kemerdekaan di Nusantara?

KH Bahtiar Natsir pernah mengatakan bahwa Islam di Indonesia berbasis budaya bukan politik. Oleh karena itu tidak terpengaruh oleh riuh-rendahnya politik kekuasaan. Tidak terpengaruh oleh pergantian kekuasaan. Islam di Indonesia telah menjadi budaya yang mengakar karena sudah menjadi tradisi keseharian.

Kajian ini diperlukan agar memahami bagaimana budaya yang dibentuk dengan basis keilmuan yang menjadi pondasinya.   Ulama Nusantara yang dulunya menetap di Nusantara, Mekah, Mesir dan berkelana ke berbagai belahan dunia tentu membangun masyarakat dengan basis keilmuan yang shahih.

Mubaligh Yang Berbisnis, Energi Dakwah di Nusantara  Dakwah Islam harus melalui persetujuan hati dan akal, tidak melalui "c...

Mubaligh Yang Berbisnis, Energi Dakwah di Nusantara 

Dakwah Islam harus melalui persetujuan hati dan akal, tidak melalui "cuci otak". Dakwah Islam diberikan dengan alasan yang masuk akal, tidak dicampuri dusta dan kesanggupan mempergunakan akal untuk menimbang mana yang haq dan mana yang bathil. Yang dituju adalah akal yang cerdas, iman yang mendalam, lepas dari waham dan syak wasangka.

Sejak zaman Abbasiyah, kaum muslimin telah banyak bergaul dengan berbagai agama, baik Nasrani, Yahudi dan filsafat Yunani. Ada ajaran Yoga dari Hindustan. Ada juga musyrikin yang penuh keraguan. Namun muslim dapat bergaul dengan mereka. Bukan muslim yang tertarik kepada mereka, bahkan merekalah yang tertarik pada sikap hidup, keramahan dan kelapangan dada muslim.

Di zaman kerajaan Jawa sebelum Islam, jaman Jenggala dan Majapahit, telah ada agama Islam di tanah Jawa. Mubaligh-mubaligh itu merangkap sebagai Saudagar. Pakaiannya bersih. Mukanya  jernih karena wudhu. Dalam rumah tangga, sikapnya bersih, menghormati tetamu dan tetangga sehingga menarik hati. Setelah memeluk Islam, kedudukan mereka tidak direndahkan, tidak menjadi kelas dua.

Para saudagar sambil berjualan, juga masuk ke masyarakat yang masih jahiliyah. Membawa perniagaan, juga membawa cahaya Ilahi, ajaran tauhid dan makrifatullah. Menyediakan barang, tetapi juga memberikan persediaan lain yang lebih tinggi harganya daripada barang, yaitu cahaya iman yang menyinar dari muka mereka. Membawa barang di tangan dan cahaya di hati.Perniagaannya maju, agamanya pun maju.

Para saudagar menunjukkan budi baik, sopan santun yang mulia, sehingga raja-raja pun tertarik memeluknya. Jika raja telah masuk, niscaya akan menurut pula rakyatnya. Saudagar muslim menyebarkan Islam tidak tergantung kepada adanya raja-raja. Para mubaligh bekerja tidak mengharapkan sokongan dan bantuan dari pihak yang berkuasa. 

Pengaruh ulama besar yang merangkap ahli dakwah kadang-kadang lebih besar daripada pengaruh kerajaan sendiri. Sampai-sampai mereka diberi gelar "sunan" yang berasal dari kata "susuhunan", menyusun jari mendatangkan sembah. Artinya derajat martabat dianggap sama dengan raja-raja sendiri.

Ketika Belanda berhasil mengalahkan kesultanan yang ada di Nusantara. Apakah tercabut Islamnya? Ketik Belanda menjajah 350 tahun dengan segala misi kristenisasinya, justru bilangan umat Islam bertambah banyak. Ini bertanda bahwa penyebaran dakwah oleh para saudagar dan ulama sudah menjadi keyakinan dan budaya yang mengakar karena penyebarannya dengan pengaruh pribadi-pribadi, dengan bekerja sendiri, tidak dengan paksaan dan pedang.

(Diringkas dari Buku Prinsip dan Kebijaksanaan Dakwah Islam, Karya Buya Hamka)

Muslim pun Berkontribusi Mendirikan Majapahit? Penulis dan peneliti, Donald Maclaine Campbel, dalam buku Yava mengatakan, "...

Muslim pun Berkontribusi Mendirikan Majapahit?

Penulis dan peneliti, Donald Maclaine Campbel, dalam buku Yava mengatakan, "Orang Arab dan Persia telah turut mendirikan Majapahit. Sejak lama mereka telah mendirikan perkampungan di Sumatera bagian Barat. Pantai Gresik dan Madura pernah dijadikan pangkalan untuk memperbaiki kapal-kapal rusak dan tempat memuat barang makanan bekal berlayar. Bahkan mereka pun turut juga mendirikan kerajaan Jenggala, Daha, dan Singasari. Pada setiap kerajaan itu orang Arab dan Persia telah tinggal bermukim."

Batu nisan Fatimah binti Maimun di desa Leran tahun 1101 M, menunjukkan adanya masyarakat muslim di Jawa saat raja Airlangga memecah kerajaannya menjadi Jenggala dan Kediri pada 1049 M. Di masa itu pun saudagar muslim sudah berhubungan erat dengan penguasa negri. Jika mereka turut andil dalam mendirikan kerajaan Jenggala maka tidak sulit untuk membuktikan bahwa mereka pun turut mendirikan Majapahit.

Persaudagaran berbicara laba rugi, jauh berbeda dengan semangat angkatan perang yang memperhitungkan kalah-menang. Oleh sebab itu, di Nusantara berlaku ayat, "Tidak ada paksaan dalam agama." Para saudagar dan utusan dari umat Islam, yang berintikan orang Arab telah datang berbondong-bondong ke Nusantara. Ada yang hanya singgah, ada juga yang menetap hingga mendirikan perkampungan kecil agar mereka tidak terganggu mengerjakan agama.

Zaman itu orang masih memakai budak dan hamba sahaya. Orang Islam membeli budak lalu memerdekakannya, akhirnya dengan sukarela mereka menjadi Islam. Nasibnya pun lebih baik dalam perlindungan tuannya. Bahkan, mereka dipercaya sebagaimana mempercayai anaknya sendiri. *Maka Terciptalah masyarakat yang kokoh menentramkan.*

*Persaudagaran menggerakkan roda perekonomian*. Perniagaan orang Arab sejak permulaan abad ke-7 Masehi telah sampai ke Tiongkok dan sangat maju. Pada abad pertama Hijriyah, saudagar Arab telah memiliki pusat perniagaan yang ramai di Kanton. Antara abad ke-10 hingga 15 M, di tangan orang Arablah berpegang seluruh perniagaan di sebelah timur, dengan tidak ada siapa pun saingannya. Berdasarkan hal ini, dipastikan di beberapa pulau Nusantara orang Arab telah meletakkan sendi-sendi daerah perniagaannya, sebagaimana yang telah mereka lakukan pula di tempat lain pada masa permulaan.

Seorang perutusan Tiongkok datang ke Jawa, menerangkan kondisi umat Islam di era Majapahit, "Golongan Islam datang dari sebelah Barat dan telah tinggal menetap di sana. Pakaian dan makanan mereka bersih dan enak. Orang Tiongkok pun banyak yang telah masuk Islam dan mereka amalkan dengan baik ajaran Islam. Pada sisi lain, penduduk asli masih sangat kotor, pergi dan pulang tidak memakai terompah, dan tidak bersungut kepala *Artinya, muslim telah membangun budaya baru saat kerajaan Hindu dan Budha masih berkuasa.*

Walupun pesisir Sumatera dan Jawa sebagai besar dihuni muslim, dan pusat kotanya di pedalaman dihuni Hindu dan Budha, namun tidak pernah ada upaya penggulingan atau kerjasama dengan pihak luar untuk meruntuhkan kerajaan Hindu dan Budha. *Inilah kolaborasi di Nusantara saat itu."

(Diringkas dari Buku Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka)

Nusantara, Sebelum dan Saat Hidupnya Rasulullah saw Selat Malaka sudah ramai jauh sebelum kelahiran Nabi Isa. Nusantara sudah me...

Nusantara, Sebelum dan Saat Hidupnya Rasulullah saw

Selat Malaka sudah ramai jauh sebelum kelahiran Nabi Isa. Nusantara sudah menjalin hubungan yang erat dengan India dan Tiongkok melalui hubungan laut selat Malaka. Oleh karena itulah, dalam penelitian sejarah, bahan-bahan dari India dan Tiongkok amat penting dalam meneliti sejarah Indonesia. Menurut Sir Thomas Arnold, saudagar Arab pun sudah melakukan perniagaan yang sangat luas di Nusantara sejak masa permulaan sekali.

Dua abad sebelum kelahiran Rasulullah saw atau sekitar abad ke 4 Masehi, telah ada di Nusantara sebuah kerajaan Hindu di Kalimantan Timur, yaitu Kutai. Ditemukan batu bersurat yang menyatakan bahwa nama rajanya Mulawarman dan huruf batu itu Paliawa. Kerajaan ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai pelosok negri hingga ke India Selatan.

Satu abad sebelum kelahiran Rasulullah saw, abad ke 5 Masehi di Jawa Barat ada pula sebuah kerajaan Hindu bernama Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman. Di abad ini pula, pelawat dari Tiongkok yang bernama Fa Hian telah melawat ke Nusantara. Dicatat negri-negri yang didatanginya seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Rasulullah saw hidup dari 571-632 Masehi. Apa yang terjadi di Nusantara? Di Solok Sumatera Barat telah didapati sebuah patung Budha yang menurut penaksirannya dari abad ke 6 Masehi. Selain itu, disebut juga nama kerajaan San Foh Sji. Menurut penelitian, itulah kerajaan Sambojaya, cikal bakal Sriwijaya yang berdiri pada abad ke 7 Masehi.

Ketika Islam berkembang di Tanah Arab pada abad ke 7, agama Budha Mahayana sedang berkembang pula di Nusantara, di bawah pimpinan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Sriwijaya sebagai perantaraan aliran Budha yang datang dari Hindustan menuju Tiongkok yang singgah di Sriwijaya. Warisan ini jugalah yang disambut oleh Indonesia pada zaman Islam yang menjadi tempat perantara antara kemajuan dari Arab dan Hindustan yang akan menuju ke Maluku dan Filipina.

Menilik daerah-daerah yang dikuasainya, Sriwijaya sebuah kerajaan maritim yang berdagang hingga ke India dan Tiongkok melalui Selat Malaka. Kekuasaannya sampai ke Siam, Birma dan Vietnam. Pengaruhnya sampai hingga ke India Selatan, Sailan dan menancapkan kuasanya hingga ke Tanah Jawa untuk memperkokoh pengaruh agama Budha.

Di periode ini juga perniagaan orang Arab telah sampai ke Tiongkok dan sangat maju. Berdasarkan pustaka Tiongkok, orang Arab telah datang Nusantara pada abad ke 7 Masehi, artinya pada abad pertama  Islam. Menurut Sir Thomas Arnold, Islam pun sudah dibawa ke Nusantara oleh para saudagar Arab sejak abad pertama dari hijrahnya Rasulullah saw.

(Diringkas dari buku Sejarah Umat Islam karya Hamka)

Ghanimah Besar dari Yahudi Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi memiliki 10.000 pasukan tem...

Ghanimah Besar dari Yahudi Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Yahudi memiliki 10.000 pasukan tempur, bersenjata lengkap dan terlatih. Saat prajuritnya tewas 93 orang. Langsung menyerah kalah.

Untuk melemahkan Yahudi cukup melumpuhkan 0.93% pasukannya. Sebelumnya, tanpa korban pun mereka menyerah kalah.

Kaum muslimin hanya butuh 16% kekuatan dari kekuatan  Yahudi untuk melumpuhkannya. Seperti itulah Sirah Nabawiyah mencontohkan.

Melawan Yahudi tak butuh kekuatan yang setimpal atau melampaui kekuatannya. Cukup memulai dan bertawakal kepada Allah saja.

Mengapa Yahudi memiliki sumber daya paling besar dan kuat? Agar muslimin mendapatkan ghanimah besar dengan cara termudah.

Di era Rasulullah saw, pertempuran termudah namun mendapatkan sumber daya ekonomi, militer dan efek geopolitik terbesar, itu diraih saat mengalahkan Yahudi.

Semua kekuatan Yahudi yang terusir di Madinah berkumpul di Khaibar. Kini, seluruh kekuatan Yahudi di seluruh dunia berkumpul di Palestina?

Yahudi berkumpul di Palestina? Saat bersatu justru terkalahkan. Saat terpisah, justru kuat. Begitulah sekenario yang tak disadari Yahudi Israel.

Mesin Mekanis Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mengkaji Al-Qur'an walaupun sedikit,  mel...

Mesin Mekanis Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mengkaji Al-Qur'an walaupun sedikit,  melampaui buku yang diterbitkan di dunia ini.

Satu ayat Al-Qur'an bila didetailkan oleh manusia  yang hidup dari awal hingga akhir dunia, tidak akan tuntas.

Satu ayat Al-Qur'an dapat menuntaskan seluruh persoalan kehidupan.

Satu ayat Al-Qur'an memberikan prinsip dan mata air pemecahan persoalan yang terus mengalir.

Satu ayat Al-Qur'an, sebuah hukum kehidupan. Darinya, kita bisa merancang semua yang akan terjadi di kehidupan ini dengan hasil yang pasti.

Bila memahami Al-Qur'an, kita akan tahu nasib semua orang, akhir semua peristiwa dan yang akan terjadi di masa depan.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka kebaikan, kesuksesan dan kebahagiaan akan tercipta dengan sendirinya.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka kekayaan, kekuasaan dan kharismatik akan tercipta dengan sendirinya.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka kecerdasan, kepakaran, kebrilianan akan tercipta dengan sendirinya.

Ikuti saja Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw, maka seluruh cita-cita, imajinasi, obsesi akan terwujud dengan sendirinya.

Cara Sederhana Menguak Hukum Pasti Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Perhatikan kata "In...

Cara Sederhana Menguak Hukum Pasti Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Perhatikan kata
"Innallaha" dalam Al-Qur'an.  Artinya
 "Sesungguhnya Allah"

"Sesungguhnya Allah" adalah penegasan hukum kehidupan yang pasti terjadi.

Setiap peristiwa dan paparan selalu diakhiri "Sesungguhnya Allah" Inilah intisari hukum kehidupan yang memenuhi jagat raya.

Bila ingin tahu isi Lauhul Mahfudz perhatikan setiap kalimat yang memuat "Sesungguhnya Allah"

Bila ingin tahu akhir takdir semua kejadian perhatikan ungkapan "Sesungguhnya Allah"

Bila ingin tahu akhir perjalanan setiap anak manusia, perhatikan ungkapan "Sesungguhnya Allah"

Tidak ada yang remang-remang di dunia ini. Semuanya dijelaskan pada kata "Sesungguhnya Allah"

Membaca DNA Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dunia sebuah pengulangan saja. Itulah sebab Al-Qu...

Membaca DNA Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Dunia sebuah pengulangan saja. Itulah sebab Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw berlaku sepanjang hidup.

Karakter Mukminin, Munafikin, Musyrikin,  Kafirin dan Zhalimin terus berulang.

Karakter yang diberi jalan lurus, tersesat dan bodoh terus berulang disetiap zaman.

"Teori DNA" menunjukkan pewarisan sifat manusia yang sama dari zaman ke zaman.

Proses bekerjanya akal dan otak akan selalu sama dari zaman ke zaman.

Suasana jiwa akan selalu sama dari zaman ke zaman.

Tarikan dunia selalu lebih kuat dari pada akhirat. Itu yang terus berulang dari zaman ke zaman.

Bisikan Syetan, Hawa nafsu dan nurani malaikat selalu sama dari zaman ke zaman.

Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw jadi petunjuk abadi. Sebab semuanya hanya putaran pengulangan  pada orbitnya.

Kebangkitan Umat Islam bukan di Barat dan Timur, Tapi kembali pada Islam. Begitulah  garis edarnya.

Kode DNA Yahudi Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Semua medan pertempuran tak bisa dipisahkan ol...

Kode DNA Yahudi Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Semua medan pertempuran tak bisa dipisahkan oleh Tazkiyatun Nafs

Kode DNA Yahudi Israel sudah ada di Al-Qur'an. Jadi sangat mudah melampaui kekuatannya.

Ada siklus 40 tahunan. Ada siklus 100 tahunan.

40 tahunan siklus sekala pribadi dan masyarakat. 100 tahunan siklus kepemimpinan dan kebangkitan

Palestina akan melalui siklus 40 tahunan ke 3. Oleh Syekh Ahmad Yasin, Inilah kehancuran Yahudi Israel

Blokade Israel, Perspektif Tazkiyatunafs Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Buka Kitab Ihya Ulumudin al-...

Blokade Israel, Perspektif Tazkiyatunafs

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, Yahudi Israel akan dikalahkan oleh strateginya sendiri.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, Yahudi Israel akan "terbunuh" oleh intelegensi dan logika akalnya sendiri.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, blokade Yahudi Israel akan menyingkirkan  hijab  antara rakyat Palestina dengan Allah.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, blokade Yahudi Israel akan menciptakan lompatan intelegensi dan kekuatan rakyat Palestina.

Bukalah kitab Ihya Ulumudin yang menjadi buku panduan Syeikh Abdul Qadir Jaelani dalam menyiapkan generasi penopang Shalahuddin Al Ayubi.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, ada energi maha dahsyat bagi rakyat Palestina dari penempaan Blokade Yahudi Israel

Logika blokade Yahudi Israel untuk melemahkan dan menghancurkan. Dari sudut Tazkiyatun Nafs, justru memunculkan lahirnya para walilullah dan karamahnya.

 Model Konflik dalam Al-Qur'an  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Konflik, perselisihan, perseterua...


 Model Konflik dalam Al-Qur'an 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Konflik, perselisihan, perseteruan hingga pertempuran terus berlangsung hingga dunia ini hancur. Itulah manusia.

Andai seisi jagat raya ini hanya diisi satu suku bangsa, satu agama, satu kepentingan dan kebutuhan. Perseteruan tetap akan terjadi.

Habil dan Khabil satu keluarga. Keturunan nabi Yaqub dengan 12 putranya,  keluarga Nabi Nuh, dan Luth, tanda bahwa perselisihan terus ada.

Perhatikan apa yang diperselisihkan? Apa motifnya? Bagaimana solusinya? Pelajari seluruhnya dalam kisah para Nabi dan Rasul.

Semua model perselisihan dan konflik sudah dipaparkan sempurna dalam Al-Qur'an termasuk solusinya. Mengapa manusia terus mengulanginya?

Kebutuhan dan keinginan menjadi sumber konflik. Solusinya, ingatlah kematian. Sederhana memenuhi kebutuhan. Fokus ke penyiapan bekal.

Perebutan kekayaan dan sumber daya. Perhatikan kisah Qarun dan Dua Pemilik Kebun. Semua kekayaan dan kebanggaannya hancur seketika.

Fir'aun dan pembesarnya membangun kekuasaan dan pengaruh dengan sangat rapih, terstruktur, dan sempurna. Akhirnya hancur hanya dengan tongkat.

Hamman membangun ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menunjukkan kehebatan akal manusia atas Tuhan. Akhirnya hancur juga.

Hakekat dunia adalah sampah dan bangkai. Mengapa syahwat terus memburunya? Model perjalanan manusia sangat jelas, namun terus saja jatuh di tempat yang sama?

Semua model perselisihan dan konflik sudah dipaparkan sempurna dalam Al-Qur'an termasuk solusinya. Mengapa manusia terus mengulanginya?

Andai mata masih silau. Hati masih terbersit hasratnya. Imajinasi terus mengembara  dalam gemerlapnya dunia. Maka kehidupan ini terus dipenuhi hiruk-pikuk

Wahai dunia, engkau nenek tua yang keriput namun berhasil menipu makhluk terbaik di alam semesta. Mengandalkan akal dan ilmu tetap saja bodoh.

Apa pun yang dibangun di dunia ini sangatlah rapuh dan mudah hancur. Mengapa manusia terus memburu dengan syahwatnya?

Mongol, Bani Mamluk dan Kesultanan Pasai Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pada abad ke 13 M lalu linta...

Mongol, Bani Mamluk dan Kesultanan Pasai

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pada abad ke 13 M lalu lintas perdagangan melalui jalur darat, Jalur Sutera, yang menghubungkan Cina dengan Perisa, Arab dan Romawi, sedang terputus. Sebab di tahun 1220-an tentara Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan memporak porandakan wilayah luas daratan Asia dan Eropa Timur.

Negeri Cina, India Utara, Asia Tengah dan Persia ditaklukkan satu persatu. Perang penaklukan baru terhenti pada 1258 M setelah dua tahun sebelumnya kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad dihancurkan oleh tentara Mongol yang dipimpin oleh cucunya Jengis Khan, Hulagu Khan.

Akibat penaklukan oleh tentara Mongol ini, para pedagang Arab dan Persia mengalihkan aktivitasnya ke jalur laut. Arus pelayaran antara Asia Barat dan Timur melalui selat Malaka semakin hari semakin ramai. Kota-kota dagang baru bertumbuhan di sepanjang pesisir Sumatera dan Malaya. Disusul tumbunya kota baru di pesisir Jawa.

Semakin ramainya jalur laut, membuat beragam jenis komoditi perdagangan baru bermunculan. Pedagang Arab, Persia dan Cina mulai menyadari bahwa Nusantara menghasilkan komoditi yang diperlukan saat itu. Sumatera sendiri menghasilkan benzoin, gaharu, barus, Lada, kayu pembuatan kapal, hingga emas dan perak.

Saat itu, di Timur Tengah terjadi peristiwa dunia yang sangat penting. Terjadinya pertempuran Ain Jalut pada 3 September 1260 di Palestina antara Bani Mamluk (Mesir) yang dipimpin oleh Qutuz dan Baibars berhadapan dengan tentara Mongol pimpinan Kitbuqa. Mongol mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya.

Setelah kemenangan ini, Bani Mamluk, yang mengutus Nazimuddin al-Kamil, seorang laksamana dari Mesir ke Samudera Pasai. Nazimuddin kemudian mengangkat Marah Silu sebagai pemimpin pertama Samudera Pasai dengan gelar Sultan Malik Al-Saleh. Sedangkan Buya Hamka berpendapat yang diutus adalah Syarif Mekkah karena Pasai sudah dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam.

Peralihan Jalur Sutera ke Selat Malaka dan berdirinya Kesultanan Samudera Pasai sebagai wakil kekhalifahan Bani Mamluk, membuat Pasai menjadi bandar dagang yang disinggahi kapal-kapal utama pedagang Cina, Arah, Persia dan India. Samudera Pasai segera tumbuh menjadi negri yang makmur.

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Ain_Jalut

Islam, Estetika dan Budaya, Dr Abdul Hadi, Pustaka Firdaus

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/stori/read/2021/04/21/163539479/kerajaan-samudera-pasai-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan

Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka

Menikmati Relaksasi Ibadah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rasulullah saw melarang para Sahabat ra me...

Menikmati Relaksasi Ibadah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Rasulullah saw melarang para Sahabat ra membuang dahak di masjid. Namun mengapa Rasulullah saw membiarkan seorang arab Badui yang kencing di dalam masjid? Setelah selesai kencing baru disiram? Kebijaksanaan itulah inti agama.

Seorang arab Badui menemui Rasulullah saw untuk meminta nasihat. Rasulullah saw menasihati agar bersyahadat. Shalat wajib, kalau mau shalat sunah..Puasa Ramadhan, kalau mau puasa sunnah. Zakat, kalau mau bersedekah. Lalu Rasulullah saw menjamin masuk surga hanya dengan konsisten beramal seperti ini. Namun mengapa nasihatnya berbeda bila bertemu dengan sahabat? Butuh kemudahan dalam mengajarkan agama.

Rasulullah saw membenarkan Salam Al-Farisi, saat Salman "menghalangi" Abu Darda untuk puasa sunah, shalat sunah dan ibadah sunah lainnya. Salman melakukan hal tersebut karena Abu Darda sudah "tidak berselera" terhadap dunia. Rasulullah saw pun menyuruh seorang sahabat membatalkan puasanya bila seseorang menghidangkan makanan untuknya. Terkadang meninggalkan ibadah sunah itu sebuah keharusan bila menghalangi pelaksanaan yang wajib atau sunah yang lebih utama.

Imam Bukhari dalam kumpulan hadistnya membuat bab yang berjudul " Bolehnya meninggalkan yang sunah jika khawatir menimbulkan kejenuhan dan terbengkalainya hak-hak yang semestinya ditunaikan, atau sunah yang lebih utama dari yang disebutkan di awal." Mereka yang paham struktur kewajiban dan paham prioritas kemaslahatan akan membuat agama ini mudah dan lentur namun tidak menyimpang dari relnya.

Seorang murid Abdullah bin Umar mengungkapkan usulan agar mengaji kepada beliau setiap hari. Biasanya sang murid ngaji hanya hari kamis saja. Maka Ibnu Umar menolaknya. Rutinitas setiap hari menimbulkan kejenuhan. Seperti Umar bin Khatab yang memulangkan para prajurit dari medan jihad bila sudah mencapai 40 hari. Ibadah butuh keseimbangan agar bisa beristiqamah dan berkelanjutan.

Keteguhan dan kegairahan beragama. Keistiqamahan dalam ketaatan. Bukan soal menjaga energi semangat. Bukan soal seringnya belajar dan menuntut ilmu. Tetapi soal keseimbangan antara giatnya beribadah dan rileksasi yang di sunahkan. Menyeimbangkannya tuntutan tubuh, akal, hati dan jiwa. Yang mengetatkan diri pada ibadah akan dilanda kebosanan dan kelunturan. Bisa juga hingga pad taraf meninggalkan seluruhnya.

Tidurlah saat mengantuk. Makanlah saat lapar. Minumlah saat haus. Bersenang-senang pada hal yang mubah tanpa melampaui batas dan jatuh pada kesia-siaan. Itulah pagar-pagar keistiqamahan.

Arah Pendidikan di Rumah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Yang pertama diajarkan Allah kepada nabi Ad...

Arah Pendidikan di Rumah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 

Yang pertama diajarkan Allah kepada nabi Adam adalah nama-nama benda. Yang diajarkan ke nabi Ibrahim adalah berfikir tentang alam. Yang diajarkan kepada nabi Idris adalah pengobatan dan keterampilan. Yang diajarkan kepada Rasulullah saw adalah membaca. Ini pula yang seharusnya pertama kali diajarkan di rumah.

Pendidikan di era sekarang cukup dengan menonton di berbagai media? Cukupkah? Duduk di dalam ruang kelas, bisakah merangsang penasaran? Cukup mengirimkan ke lembang privat, bimbingan belajar, dan PAUD, bisakah membangun karakter seorang ilmuwan? Seorang ilmuwan lahir dari pergelutannya dengan fakta, data, pengalaman dan jagat raya. Bukan sekedar duduk sambil melihat dan mendengarkan saja.

Seorang ilmuwan lahir dari pergelutan ilmu masa lalu dengan fakta kekinian yang dihadapinya di alam semesta. Ilmuwan lahir dari perenungan, uji coba, riset dan penasaran terhadap semua fakta yang didapatkan. Untuk itu yang terpenting diajarkan adalah mengenal, memikirkan alam dan lingkungan. Terjun ke dalam ranah riset dan penelitian terhadap karakter benda dan makhluk yang ditemuinya. Dapatkan hal ini diperoleh dari menonton dan duduk di kelas?

Ilmu itu lahir dari interaksi manusia dengan semesta, fakta dan kehidupan. Maka bebaskan anak-anak untuk berinteraksi dengan alam, dan beragam kejadian hidup. Ajarkan bagaimana membuat sebuah kejadian menjadi fakta dan data. Ajarkan bagaimana mengelola fakta dan data menjadi informasi yang dipergunakan untuk berstrategi.

Bagaimana beragam kejadian kehidupan menjadi data? Bagaimana beragam yang dilihat dikompilasi menjadi data? Bagaimana yang didengar menjadi data? Yang dirasa menjadi data? Bagaimana gaya hidup menjadi data? Kebiasaan menjadi data? Prilaku menjadi data?  Semuanya harus dikompilasi menjadi data statistik yang dapat digabungkan, dikelompokkan, dihubungkan, dibandingkan, dikalkulasikan. Berfikir seperti ini yang membuat seseorang menjadi ilmuwan.

Anak-anak harus dididik ke arah ini. Bukan dididik bisa mengerjakan soal-soal. Bukan supaya dapat rangking dan nilai tinggi. Bukan masuk sekolah unggulan. Semua tidak berguna. Semua itu tak bisa membentuknya menjadi ilmuwan. Pintar di bangku sekolah tapi tak pintar mengarungi kehidupan. Pintar mengerjakan soal-soal, tapi tak pintar menemukan hal yang baru. Hanya mengulang yang telah diajarkan saja. Akhirnya hidup dalam keusangan dan ketertinggalan.

Inilah faktanya. Sekolah tinggi dan lama, tetapi di kepalanya ilmu yang usang. Tak sesuai dengan zamannya. Sekolah tinggi tapi hidupnya dalam ketertinggalan. Disangka ilmu yang paling mujarab padahal sudah dibuang karena adanya fakta dan temuan baru.

Pendidikan Krisis dari Rumah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bila hari ini sedang krisis, berarti eso...

Pendidikan Krisis dari Rumah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bila hari ini sedang krisis, berarti esok akan berkelimpahan. Bila hari ini berkelimpahan persiapkan bahwa esok akan krisis. Nabi Yusuf berfikir dengan logika seperti ini. Maka dibangunlah beragam proyek untuk menyiapkan krisis. Semut pun berfikir seperti Ini, saat musim panen disiapkan untuk musim penghujan.

Dulu di rumah perkampungan ada pangkeng dan lumbung padi. Gabah ditaruh di lumbung agar tidak mudah rusak. Bila dibutuhkan, gabah ditumbuk lalu dimasukkan ke pangkeng. Pangkeng menjadi tempat persediaan bahan mentah. Lumbung untuk persediaan hasil pertanian.

Dahulu krisis tak terlalu berpengaruh di pedesaan. Ikan tinggal diambil di empang atau sungai. Buah dan sayuran tinggal mengambil di kebun. Seandainya semua tidak ada, yang penting siapkan garam. Makan dengan nasi dan garam saja sudah sangat luar biasa. Itulah pengalaman ku dahulu.

Sekarang gaya hidup berubah. Uang hari ini dihabiskan untuk hari ini. Penghasilan bulan ini dihabiskan di bulan ini pula. Seakan tidak ada lagi hari esok. Seakan hidup itu untuk menghabiskan yang sudah dimiliki. Apakah orang sekarang lebih miskin dari orang dulu?  Apakah kesejahteraan orang dulu lebih baik? Ataukah hanya gaya hidup dan mindset melihat  kehidupan?

Mengelola konsumsi. Meneliti kebutuhan. Perhatikan yang dimakan dan yang diminum. Merupakan pemikiran dasar. Merupakan pengetahuan dasar. Merupakan dasar pijakan pengelolaan uang. Sayangnya cara berfikir ini tidak pernah diajarkan ke anak-anak kita. Yang ada, hanya bagaimana supaya anak tidak menangis dan merengek saja, menyediakan apa yang diinginkan anak. Jadi, kitalah yang sebenar telah menghancurkan anak kita.

Dahulu desain rumah, dengan adanya lumbung dan pangkeng, merupakan desain pendidikan anak secara tak langsung. Adakah persediaan makanan siap saji di rumah? Adakah persediaan snack dan kemilan di rumah? Bila menginginkan sesuatu, seorang anak harus memasaknya dulu. Atau menanamnya dulu. Butuh kesabaran dan perjuangan hanya untuk makan. Sekarang, seorang anak cukup menangis dan merengek semua sudah tersedia.

Mulailah mendidik anak dengan membuang persediaan snack, kemilan, dan makanan siap saji. Sediakan bahan mentah, dimana seorang anak harus melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk merasakan nikmatnya makan dan minum. Maka secara tak langsung kita sudah mengajarkan berbagai keterampilan hidup yang dapat digunakan di saat krisis. Dan tahu bagaimana menghadapi krisis disaat keberlimpahan.

Mendanai Sendiri Kiprahnya Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Lembaga penelitian mungkin tersebar hampir ...

Mendanai Sendiri Kiprahnya

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Lembaga penelitian mungkin tersebar hampir di semua Universitas. Namun apakah ada lembaga penelitian yang membiayainya sendiri? Ada mungkin sedikit.

Imam Bukhari melakukan penelitian hadist shahih dengan metodelogi kejujuran dan ilmiah. Atas inisiatifnya sendiri. Seluruh kekayaannya habis demi karya besar ini. Tak ada yang mensupport karya ilmiahnya. Maka jadilah Kitab Shahih Bukhari menjadi kitab kedua setelah Al-Quran.

Di Baitul Maqdis, imam Al Ghazali menulis karya fenomenal Ihya Ulumudin. Tak ada yang mensupportnya. Tak ada yang menyuruhnya. Semua inisiatifnya sendiri dalam melihat kerusakan manusia. Kekuatan inisiatif ternyata lebih kuat dari sebuah motivasi orang lain.

Kepergian Rasulullah saw ke Gua Hira pun atas inisiatifnya. Tak ada yang menyuruh dan memotivasi. Semua inisiatifnya untuk menyelesaikan kerusakan masyarakat. Kekuatan inisiatif menciptakan kepeloporan dan solusi.

Dari mana kekuatan inisiatif? Bagaimana proses inisiasi sebuah proyek, karya dan kerja?  Tanggungjawab kehidupan itulah kuncinya. Bagaimana melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap kehidupan?

Steven Convey menyebutnya sebagai "panggilan" untuk menciptakan inisiatif. Panggilan menciptakan tanggungjawab. Panggilan menciptakan pengorbanan. Panggilan menciptakan energi. Panggilan sangat berbeda dengan kepentingan. Kadang lembaga sosial lebih kuat dari lembaga bisnis dan politik. Lembaga sosial berpijak dari keterpanggilan tanggungjawab kemanusiaan.

Bagaimana agar jiwa terpanggil atas sebuah tanggungjawab? Bagaimana agar orang lain terpanggil untuk mengemban tanggungjawab? Bicaralah dengan bahasa hati, jiwa dan emosi, bukan nalar dan akal.

Bicaralah tentang kerusakan, kehancuran, aksi penyelamatan dan pembangunan. Bicaralah tentang masa depan dan akhirat. Panggilan tanggungjawab tidak akan terpanggil oleh uang, jabatan dan kekuasaan. Tak terpanggil oleh kepentingan sekarang dan jangka pendek.

Inisiatif milik orang yang selalu menghidupkan jiwanya, idenya, pemikirannya. Inisiatif tumbuh pada jiwa yang bertanya apa sumbangsih yang bisa diberikan? Apa solusi yang bisa disumbangkan? Inisiatif milik orang yang peka merasakan adanya problematika.

Inisiatif selalu berbicara tentang apa yang bisa diberikan. Bukan apa yang bisa diperoleh. Inisiatif berbicara keluarkan isi dompet bukan mengisi isi dompet.

Inisiatif berjalan selalu melebihi langkah yang lainnya. Bertindak lebih cepat. Melangkah melampaui kepentingan saat ini. Go ahead. Saat yang lain diam, dia sudah berfikir. Saat yang lain berfikir, dia telah memulai. Saat yang lain memulai, dia sudah profesional. Saat yang lain profesional, dia sudah berinovasi baru dengan efektif.

Berinisiatif selalu menciptakan mahakarya yang tak bisa dikejar.

Tanpa Islam? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Penyebab, sumber daya tak bergerak efektif dan efisien k...

Tanpa Islam?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Penyebab, sumber daya tak bergerak efektif dan efisien karena jauhnya dari Islam.

Penyebab, faktor-faktor produksi tak optimum karena jauhnya dari Islam.

Penyebab semua perselisihan dan konflik dalam berbisnis, berpolitik dan kemasyarakatan karena jauhnya dari Islam.

Kemusyrikan itu beraneka ragam. Banyaknya berhala membuat kehidupan penuh hiruk-pikuk, pertentangan dan konflik.

Kemiskinan tercipta karena jauhnya dari Islam. Tak ada keterpaduan hati, sistem dan langkah. Sumber daya terpecah tak karuan.

Semua ideologi bukan Islam takkan pernah menciptakan kemakmuran. Yang muncul hanya ketimpangan.

Sumber daya dan faktor produksi banyak yang menganggur karena jauhnya dari Islam.

Mengapa hanya dalam dua tahun, Umar bin Abdul Aziz mampu menciptakan kemakmuran? Mengapa orang Kristen Mesir berlomba menjadi Muslim?.

Mengapa banyak negara yang rakyatnya ingin di bawah kekhalifahan Islam di era Umar? Istiqamah berislam.

Mengapa terjadi migrasi terbesar pemeluk agama di Nusantara ke Islam? Mengapa  kesultanan Islam tumbuh bak cendawan di musim hujan?

Berislam menciptakan sinergi dan partnership dalam semua pengelolaan kehidupan. Dimulai berkeluarga, bisnis hingga bernegara.

Sinergi dan partnership, cara yang paling optimum, efektif dan efisien dalam pengelolaan hidup dan maksimalisasi hasil.

Ulama Lulusan Pasai di Majapahit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kesaksian Ibnu Batutah menyebutkan b...

Ulama Lulusan Pasai di Majapahit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kesaksian Ibnu Batutah menyebutkan bahwa Sultan al-Malikuzh Zhahir, selain sebagai Sultan Pasai, juga seorang ulama yang mendirikan pula pondok pesantren yang disebut Meunasah. Inspirasinya dari Madrasah Nizhamiyah yang didirilan oleh Wazir besar Nizamudin Mulk dari Bani Saljuk dimana Imam Al Ghazali pernah menjadi guru besarnya.

Meskipun ada yang berpendapat bahwa Kesultanan Samudera Pasai mundur akibat serangan Majapahit, tetapi pelajaran agama Islam di Pasai tidak terhenti. Sejarah kerap kali menunjukkan, meskipun kadang orang terpukul secara politik, tetapi semangat yang tertekan akan menjelma dalam gerak agama untuk memihara aqidah.

Menurut Buya Hamka, ketika Majapahit menyerbu Pasai, banyak alim ulama Pasai yang tertangkap dan diangkut ke Jawa. Akan tetapi, setelah sampai di Jawa, mereka pun menjadi penyebar Islam yang giat sehingga sejarah tanah Jawa mengakui juga betapa besar pengaruh orang-orang buangan Pasai itu dalam penyebaran Islam di Jawa.

Disebutkan di dalam Sejarah Raja-Raja Pasai sebagai berikut, "Sang Nata, (sebutan yang lain bagi Batara Majapahit) bertitah: "Akan segala tahanan orang Pasai itu, suruhlah ia duduk di tanah Jawa ini, menurut kesukaan hatinya."

Disamping ulama Pasai yang ke Majapahit akibat persoalan politik, ada juga mereka yang tinggal di Majapahit namun belajar Islam ke Pasai. Contohnya Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang yang pergi ke negeri Pasai, Aceh, untuk berguru kepada Syekh Maulana Ishak, ayahanda Sunan Giri. Sejak kecil, sudah tampak kecerdasan dan keuletan Raden Makdum Ibrahim dalam menuntut ilmu.

Yang tercatat pernah belajar ke Pasai bersama Sunan Bonang adalah Sunan Giri.  Awalnya belajar dengan Sunan Ampel, Setelah Sunan Ampel merasa cukup memberikan ilmu kepadanya memutuskan untuk mengirim Raden Paku (Sunan Giri) dan Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) menuju Pasai untuk berguru pada ulama-ulama termahsyur di tanah serambi Mekah tersebut. Adapun secara khusus bagi Raden Paku sengaja dikirim ke Pasai untuk bertemu dengan ayah kandungnya Syekh maulana Ishaq.

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/historia.id/amp/kuno/articles/syekh-jumadil-kubra-dan-orang-islam-di-majapahit-PdlpZ

https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/sejarah-hidup-sunan-bonang-dakwah-islam-lewat-gamelan-sastra-gdlD

https://islamtoday.id/ulas-nusa/20200121104315-5873/perjalanan-keilmuan-sunan-giri-dari-ampeldenta-hingga-pasai/

Dari Perbendaharaan Lama karya Buya Hamka 

Dakwah Kekuasaan Walisongo Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dakwah dengan pendekatan kekuasaan. Itu sal...

Dakwah Kekuasaan Walisongo

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dakwah dengan pendekatan kekuasaan. Itu salah satu cara dakwah Walisongo yang jarang diungkap. Atau memang disembunyikan? Agar Umat Islam di Nusantara tidak menyentuh kekuasaan dalam kiprah dakwahnya? Untuk memisahkan umat dari kekuasaan agar kekuasaan digenggam oleh mereka yang tidak memiliki spiritualitas? Bagaimana bisa mensejahterakan bangsa tanpa moralitas?

Ingat...  Walisongo datang ke Nusantara merupakan utusan khusus dan resmi dari kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1404 M. Dengan status ini para Walisongo bisa berinteraksi dengan penggenggam kekuasaan di tanah Jawa yang saat itu sedang berkecamuk perang Paregreg antara Wikromo Wardono dan Wirobhumi yang merupakan keturunan raja Majapahit.

Dalam rentang waktu yang sama dengan kedatangan Walisongo. Kaisar Tiongkok dinasti Ming yang muslim mengutus Laksamana Cheng Ho ke tanah Jawa. Maka jadilah sinergi yang kokoh antara Walisongo dan Laksamana Cheng Ho. Menurut Ustadz Salim A Fillah, Sunan Giri dan Laksamana Cheng Ho membuka persawahan baru di area pesisir utara Jawa. Disinilah tragedi kelaparan akibat perang Paregreg dapat diminimalisir.

Sebelum Walisongo dan Cheng Ho datang sebagai utusan resmi dari Kekhalifahan  Turki dan Kaisar Tiongkok. Masyarakat muslim sudah ada di Majapahit karena dakwah kultural oleh para pengusaha muslim. Kedatangan Walisongo dan Laksamana Cheng Ho memperkokoh dakwah karena mereka berdakwah dengan sarana kekuasaan kepada pucuk tertinggi pemegang kekuasaan di Jawa dan Nusantara.

Dakwah pada pemegang kekuasaan di Jawa Barat melahirkan masuk Islamnya keluarga Prabu Siliwangi yang merupakan raja Pakuwan Pajajaran. Ibunya Sunan Gunung Jati, Nyi Rara Santang putri dari Prabu Siliwangi, yang menikah dengan Sultan Mahmud yang merupakan keluarga kesultanan di Mesir. Sunan Gunung Jati hendak diangkat Sultan di Mesir namun lebih memilih pulang ke Jawa.

Sunan Gresik berdakwah pada raja Majapahit. Beragam upaya dilakukan hingga mencoba menyandingkan raja Majapahit dengan putri raja Champa yang muslim. Namun gagal, akhirnya oleh raja Majapahit, Wikromo Wardhono, karena kekaguman dengan akhlak sunan Gredik, sang prabu memberikan kebebasan dakwah kepada Sunan Giri dan memberikan tanah untuk tempat kiprahnya.

Maulana Ishaq berdakwah dengan Adipati Blangbangan yaitu Menak Jinggo. Karena ahli dalam bidang pengobatan, ketika putri Menak Jinggo sakit yang bisa menyembuhkan adalah Maulana Ishaq akhirnya mereka menikah. Putrinya Menak Jinggo masuk Islam. Dari pernikahan mereka lahirlah Sunan Giri.

Sunan Ampel sebelum ke Jawa, mampir terlebih dahulu ke Adipati Palembang yaitu Arya Damar. Beliau  berdakwah padanya. Arya Damar adalah putra prabu Brawijaya V  dari Majapahit. Tiba di Majapahit menemui saudaranya yang merupakan ipar ayahnya yaitu ratu Dworowati di Trowulan Majapahit. Sunan Ampel berdakwah ke raja Majapahit, walau belum berhasil. Namun diberi kebebasan berdakwah dan diberikan sebidang tanah di Ampel.

Bila melihat penerimaan raja-raja di Jawa terhadap Walisongo yang cukup baik. Disamping akhlak dan kapabelitas para Sunan, juga karena mereka utusan khalifah Turki Utsmani yang saat ini telah menjadi ada daya dunia di masanya. Itulah penting dakwah dengan pendekatan kekuasaan.

Dakwah dengan pendekatan kultural untuk menjangkau jiwa masyarakat, mewarnai ekonomi-sosial-budaya. Dakwah dengan pendekatan kekuasaan untuk mewarnai kekuasaan dengan penguasa dan undang-undang penuh keadilan. Itulah cara menciptakan bangsa yang kokoh dan bermartabat.

Referensi:
Walisongo, Rachmad Abdullah, Al Wafi Publishing, April 2015

Samudera Pasai Dikuasai Majapahit? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Samudera Pasai lebih dahulu berdir...

Samudera Pasai Dikuasai Majapahit?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Samudera Pasai lebih dahulu berdiri dibandingkan Majapahit. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina. 

Pertanyaannya, apakah kekuasaan Majapahit termasuk Sumatera mencakup Samudera Pasai? Memang ada kisah penyerbuan Majapahit hingga dua gelombang, Gajah Mada pun dikabarkan memimpin langsung penyerbuannya ke Samudera Pasai. Namun apakah Samudera Pasai dikuasai Majapahit?

Apakah setelah penyerbuan Majapahit Samudera Pasai mengalami kemunduran? Yang terjadi sebaliknya, Samudera Pasai memasuki masa keemasan kedua di era Sultanah Nahrasyiyah yang memerintah setelah era Majapahit Hayam Wuruk. 

Sultanah Nahrasyiyah adalah Ratu di Kesultanan Samudera Pasai. Wafat pada 831 H/ 1428 M. Dia Ratu perempuan pertama di Asia Tenggara memerintah dengan arif bijaksana dengan sifat keibuan serta kasih sayang.

Pada masa pemerintahannya? penyebaran agama Islam menjadi semakin pesat, Kesultanan Samudera Pasai sendiri mencapai puncak masa kejayaan pada masa pemerintahannya. Dikenal sebagai sosok yang bijak dan arif. Selama berada di tampuk kepemimpinan, ia memerintah dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Saat itu, harkat dan martabat perempuan begitu mulia. 

Ketika Cheng Ho singgah di Samudera Pasai, yang berkuasa saat itu adalah Ratu Nahrasiyah memerintah tahun 1405-1428 M. Sang Ratu adalah anak dari Zainal Abidin Malikudzahir atau cucu dari Sultan Malikussaleh. Berkuasa dengan arif selama 20 tahun lebih. Saat Ceng Ho ke Samudera Pasai, tak ada catatan perjalanan Cina yang menunjukan bahwa Pasai bagian dari Majapahit.

Penjaga Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah juga membantah bahwa Kerajaan Samudera Pasai pernah diserang oleh Kerajaan Majapahit, apa lagi sampai mengalami kekalahan hal ini disebabkan tidak ditemukan adanya peninggalan Kerajaan Majapahit baik berupa mata uang.

Selain itu Sultan Malikussaleh  dalam literature Arab bergelar “Al-Fatih” yang memiliki angkatan laut terkuat di Asia Tenggara. Kekuatan maritim Samudera Pasai pada masanya setara menguasai lautan dan diseumpanakan dengan panglima laut Turki, Khairuddin Barbarossa. Karena itu tidak mungkin Kerajaan Majapahit menyerang Kerajaan Samudera Pasai mengingat Belanda sendiri ketika menyerang Kesultanan Aceh pun dengan mengandeng banyak sekutu.

Sumber:
https://nasional.okezone.com/amp/2021/02/07/337/2357858/samudra-pasai-kerajaan-islam-pertama-bikin-pasukan-majapahit-bertekuk-lutut?page=3

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Malikah_Nahrasiyah

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/p22vjt396

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/stori/read/2021/04/21/163539479/kerajaan-samudera-pasai-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan



Bumi Sebagai Hamparan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bumi bulat atau dataran? Teori ini sempat menja...

Bumi Sebagai Hamparan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bumi bulat atau dataran? Teori ini sempat menjadi perbincangan yang keras. Tapi apa manfaatnya? Dalil bahwa bumi ini datar pun dinukil dari Al-Qur'an dengan frase bahwa bumi dihamparkan untuk manusia. Hanya untuk dalil ilmu pengetahuankah kehadiran Al-Qur'an?

Al-Qur'an memaparkan sesuatu bukan sekedar menjadi ilmu dan teknologi. Yang lebih penting lagi dipahaminya hakikat kehidupan. Manusia merasakan getaran kasih sayang Allah yang berbekas kuat, berkesan dan mengguncangkan kesadaran untuk beriman kepada Allah sehingga selamatlah hidupnya di dunia dan akhirat.

Bumi dihamparkan untuk  menghentak kesadaran bahwa Allah telah memudahkan seluruh urusan manusia. Bentuk bumi disesuaikan dengan kemampuan manusia sehingga dapat dijelajahi dengan sangat mudah untuk dinikmati dan bersenang-senang, tanpa kelelahan yang menyiksa manusia.

Perhatikan permukaan bumi. Lebih luas daratan ataukah lautan? Di daratan, lebih banyak tanah yang menghampar atau gundukan seperti bukit dan gunung? Lebih banyak perbukitan atau pegunungan? Bisa dihitungkah gunung yang menjulang tinggi ke langit. Ini tanda bahwa Allah telah menghamparkan bumi bagi manusia.

Apa yang terjadi bila lebih banyak daratan dari lautan? Perhatikan kedalaman laut. Menyelamlah ke laut. Di kedalaman laut, berbentuk lapang menghampar atau gunung-gunung yang terjal? Andai tidak ada lautan bisakah manusia melakukan mobilisasi dengan transportasi yang mudah? Saat ini cukup dengan kapal laut saja manusia bisa berkeliling dunia.

Dimana paling banyak sumber energi bumi? Di lautanan. Bisakah melakukan eksplorasi minyak bumi dengan mudah bila tidak berbentuk lautan? Akan sangat sulit membawa peralatan berat untuk sampai ke titik eksplorasinya. Karena di kedalaman laut sangat terjal dan banyak pegunungan. Buktinya, bukankah ada gunung berapi di lautan?

Dengan lautan dan struktur dataran yang diciptakan Allah, sangat terlihat jelas bahwa bumi memang diciptakan sebagai hamparan yang memudahkan urusan manusia. Allah mendesain bumi agar manusia menikmati kehidupan ini. Allah telah mencabut beragam kesulitan berat bagi manusia. Jadi beragam kemudahan, karena Allah telah menganugerahkannya. Bila belum dapat, carilah dengan memohon pertolongan-Nya juga berfikir dan berikhtiar. Karena kemudahan itu hukum kehidupan yang ditakdirkan melekat di kehidupan ini.

Ringkasan Akhir Semesta Alam Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Tak ada lagi hakikat yang baru dari kehi...

Ringkasan Akhir Semesta Alam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Tak ada lagi hakikat yang baru dari kehidupan ini. Yang ada hanya keanekaragaman kulit luarnya saja. Tak ada lagi hukum dan kaidah yang baru dalam kehidupan ini. Yang ada hanya tinggal turunan dan pendetailan dari yang sudah ada. Pertumbuhan hakikat manusia dan kehidupan sudah final setelah diutusnya Rasul dan Kitab Suci yang terakhir.

Beragam tantangan hidup sudah dirangkum. Berbagai kejadian masa depan sudah dijelaskan. Berbagai solusi hidup sudah dipaparkan. Berbagai bekal sudah diberikan. Berbagai sarana dan infrastruktur menghadapi hidup sudah disempurnakan. Kehidupan ini sudah berada di titik akhir. Yaitu akhir zaman.

Seluruh kemudahan hidup sudah totalitas dianugerahkan Allah. Seluruh ilmu sudah dibongkar luas diilhamkan Allah. Penuh ketakjuban dan kekaguman. Yang hidup melintas generasi merasakan ini. Andai yang dikubur dihidupkan kembali, mereka menyangka semua yang ada saat ini adalah kemukijzatan.

Di era akhir zaman ini, hakikat manusia dan kehidupan hanya akan berputar di tempat yang sama. Hanya melangkah dan jalan ditempat saja. Kehidupan hanya sebuah pengulangan saja. Yang diraih, yang dituju, yang membuatnya senang dan sedih, hanya aktifitas monoton yang membosankan. Namun diperindah oleh hawa nafsu agar manusia terus berlomba dan bertarung meraihnya.

Kezaliman hari ini hanya pengulangan kezaliman Fir'aun dan Namrudz. Pemburuan keserakahan hari ini hanya pengulangan Qarun. Ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyesatkan manusia hanya pengulangan dari Haman. Beragam sakit dan pengobatannya, hanya pengulangan Nabi Ayub dan Nabi Isa. Zaman ini hanya menyaksikan pengulangan yang monoton saja.

Bagaimana menghadapi semua persoalan dan tantangan yang terjadi saat ini? Hanya mengulangi langkah para Nabi dan Rasul. Hanya mengulangi methodelogi para hamba shaleh yang dikisahkan dalam Al-Qur'an saja. Hanya melaksanakan pesan, nasihat, hikmah dan arahan dari Kitab Suci terakhir saja. Karena ragam kehidupan tidak akan pernah lepas dari koridor yang tertulis dalam Kitab Suci yang terakhir.

Kitab Suci terakhir adalah kesimpulan alam semesta dan kehidupan. Ilmu dan solusinya memuat ilmu masa lalu, kini dan masa depan. Paparannya, memuat seluruh kejadian masa lalu, kini dan masa depan. Rasulullah saw penyempurna bangunan kehidupan di alam semesta ini. Setelah itu, tak ada lagi hal yang baru di kehidupan ini.

Air Hujan Dan Air Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Tanah yang kering kerontang, bila disiram huj...

Air Hujan Dan Air Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Tanah yang kering kerontang, bila disiram hujan maka akan menjadi subur. Tanah yang kering kerontang,  bila dipupuk namun tak ada hujan, tetap saja tak bisa menghidupkan apa pun. Menurut petani, mata air dan air hujan sangat berbeda efeknya terhadap kesuburan tanah. Air hujan sumber kesuburan. Sedang mata air hanya membantunya.

Bila tak ada air hujan, maka tidak akan ada mata air. Mata air hasil serapan air hujan lalu disimpan  tanah dengan berkolaborasi bersama tumbuhan. Tanah tempat bersemayamnya air hujan dengan penjagaan tumbuhan. Hasil penyimpanannya dikeluarkan sesuai kebutuhan yang berada dipermukaan tanah.

Tanah adalah hati manusia. Dari hati keluarlah mata air kehidupan. Hikmah, ilham, firasat, Ilmu, pemikiran, karakter, akhlak, solusi dan beragam konsep bersumber dari hati. Bila tanah tak bisa menyerap air hujan, darimana mata air itu datang? Bila hati tak menyerap dan menjaga karunia langit berupa wahyu dan sunah Rasulullah saw, darimana kecerdasan dan kehebatan manusia itu datang? Maka akan kering kerontang. Semua hanya jalan buntu.

Semakin banyak tumbuhan dan hewan yang hidup di sebuah tempat, maka kekuatan penyerapan dan penyimpangan air hujan akan semakin baik dan besar. Sumber mata air akan semakin banyak menyebar. Bila satu wahyu dan sunah Rasulullah saw menjadi amal kebaikan, maka daya tampung hati menyerap wahyu dan sunah Rasulullah saw semakin membesar kapasitasnya. Kekuatan jiwa untuk memberikan kemanfaatan semakin banyak dan menyebar.

Andai air hujan tak diturunkan. Maka seluruh kehidupan di muka bumi akan mati. Andai manusia menutup hatinya dari wahyu dan sunah Rasulullah saw, maka hati manusia akan mati. Tak ada kebahagiaan dan jalan keluar. Karena dia sudah menutup satu-satunya penyebab hidupnya kehidupan ini.

Manusia itu bodoh, kecuali yang berikan kecerdasan dan ilmu oleh Allah. Manusia itu pendosa, kecuali yang taubatnya diterima oleh Allah. Manusia itu miskin kecuali yang diberi kekayaan oleh Allah. Manusia itu tersesat kecuali yang diberi bimbingan oleh Allah. Manusia itu telanjang kecuali yang diberikan pakaian oleh Allah. Jadi seluruh kehebatan dan kecerdasan manusia, bukan manusia yang merekayasanya tetapi Allah yang menganugerahkannya.

Bukalah hati untuk menerima curahan petunjuk dari langit. Tumbuhkan amal kebaikan, untuk mengikat kebaikan dari langit. Bagi yang tak mau membuka hatinya, air hujan hanya menjadi bencana dan kering kerontang jiwa dan kehidupan manusia.

Ketakjuban pada Alam, Sentuhan Iman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Imam Al-Ghazali menulis kitab ten...

Ketakjuban pada Alam, Sentuhan Iman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Imam Al-Ghazali menulis kitab tentang berbagai keajaiban hewan dan tumbuhan. Bisakah kita menyaksikannya juga?

Imam Al-Ghazali menulis kitab tentang keajaiban tubuh manusia. Bisakah kita menyaksikan keajaiban diri sendiri?

Bila tak bisa menyaksikan keajaiban alam dan diri yang kasat mata. Bagaimana bisa menyaksikan kemahabesaran Allah?

Menyaksikan keajaiban alam, membangun akal dan jiwa. Akal membangun ilmu. Jiwa melahirkan akhlak.

Bersekolah dari SD hingga perguruan tinggi. Mengapa tak menyaksikan keajaiban dan ketakjuban pada alam? Ini sebab kemandekan ilmu.

Setiap detik melihat, mendengar, bersentuhan dan merasakan alam. Mengapa tak bisa menyaksikan keluarbiasaannya? Ini penyebab teknologi mandek.

Newton menyaksikan apel jatuh. Archimedes menyaksikan air ke luar dari bak, menjadi ilmuwan berpengaruh di dunia.

Ibnu Khaldun menyaksikan beragam peristiwa. Dia menjadi bapak ilmu sosial dunia. Bukankah yang mereka lihat sama dengan yang kita lihat pula?

Imam Al-Ghazali dengan kepekaan terhadap alam membuatnya jadi bapak ilmu jiwa. Temukan ketakjuban pada setiap pandangan dan pendengaran

Bisakah dalam setiap pandangan dan pendengaran, kita sedang menyaksikan jejak kekuasaan dan ilmu-Nya Allah?

Bila sudah menemukan ketakjuban. Maka Alamlah yang akan berbicara langsung kepada kita tentang ilmu,  teknologi dan kekayaannya dengan ijin Allah.

Mengapa alam bungkam? Menutup diri? Tak membongkar ilmu, teknologi dan kekayaannya? Karena penentangan manusia pada Allah.

Kemaksiatanlah penyebab tertundanya kemakmuran di alam semesta ini.

Menyongsong Berita Gembira dari Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bacalah hadist-hadist ...

Menyongsong Berita Gembira dari Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bacalah hadist-hadist Rasulullah saw tentang akhir zaman. Jangan hanya membaca ancamannya saja tetapi juga peluangnya. Seperti perguliran kediktatoran dengan tegaknya kembali nilai-nilai nubuwah di jagat raya ini. Seperti sabarnya pemeluk agama Hanif Ibrahim menunggu kelahiran Rasulullah saw di Madinah. Seperti sabarnya Nabi Nuh selama 950 tahun menunggu datangnya pertolongan Allah.

Hadist tentang bahwa di akhir zaman, bumi akan mengeluarkan keberkahan bumi melalui tumbuhan. Apakah tumbuhan ini berarti pepohonan? Teknologi dan infrastruktur? Yang pasti bersiaplah menanti keberkahan yang luar biasa ini. Semua ini dalam gengama muslimin.

 Hadist tentang pasar-pasar yang mendekat. Hadist tentang fokus berkebun dan mengurus ternak. Bagaimana teknologinya, ilmu pengetahuanny, manajemennya, model bisnisnya? Segera bertindak. Kerahkan semua waktu dan  sumberdaya yang ada untuk menyongsong era ini.

Bagaimana tiba-tiba Turki mampu menemukan cadangan emas dan gas alam terbesar di Eropa? Bagaimana proses ini muncul, padahal seluruh negara yang memiliki teknologi paling canggih telah mengerahkan seluruh kecanggihan sarananya?

Bukankah Kaisar Cina saat menolak permohonan bantuan Kaisar Persia mengatakan, "Aku tak sanggup menghadapi pasukan Muslimin, seandainya yang dihadapinya ada gunung, maka gunung pun akan lenyap." Ada sebuah surat Al-Qur'an. Yang bila dibacakan oleh yang bertakwa dengan hati yang yakin, maka akan dapat melenyapkan gunung dengan ijin Allah.

Bukankah kezaliman akan lenyap? Bukankah riba akan lenyap?  Bukankah bisnis yang tak bersandarkan pada syariat Allah akan dilenyapkan? Bukankah kekuasaan yang tak berlandaskan keadilan akan lenyap? Kita harus menyiapkan zaman ini.  Kita harus mengkondisikan momentum ini.   Kita menjadi prajurit yang menumbangkannya. Dengan keyakinan pada Allah dan sarana yang harus diwujudkan.

Rasulullah saw selalu bertindak dan berkarya sesuai bimbingan Allah. Bukan intuisinya. Bukan akalnya. Bukan dari energi kekuatannya. Tetapi dengan lembaran wahyu dan petunjuk Allah. Maka bertindaklah dari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist-hadist Rasulullah saw.  Begitulah cara menghadapi dan mengisi masa depan. 

Ambil Sesuai Ukurannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ambil dunia sesuai ukurannya. Ambillah kekuasa...

Ambil Sesuai Ukurannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Ambil dunia sesuai ukurannya. Ambillah kekuasaan sesuai ukurannya. Ambillah penguasaan apapun sesuai ukurannya. Dalam sisi Allah, semua terukur dengan tepat. Tak ada yang melebihi. Tak ada yang terkurangi.

Keras beragama menciptakan kefuturan dan kelesuan. Lemah dalam beragama menciptakan keterjerumusan. Ibadah itu banyak ragamnya. Setiap ibadah memiliki tujuan spesifik dalam membentuk karakter manusia. Maka jalani semuanya sesuai ukurannya.

Dalam kitab Ihya Ulumudin, seorang yang shaleh menyisihkan hartanya untuk berinfaq. Saat berjalan di sekitar Masjidil Haram, terlihat seorang yang miskin sedang bertawaf. Muncul keinginannya untuk memberikan hartanya kepada orang tersebut.

Saat diberikan, orang tersebut hanya mengambil 5 dinar. 4 dinar untuk pakaiannya. Sedinar untuk makan. Begitulah alasannya. Sepekan kemudian, orang shaleh ini masih melihat orang tersebut bertawaf dengan pakaian barunya. Oang tersebut mengajak orang shaleh bertawaf bersama. Apa yang dilihatnya?

Yang dilihat oleh orang shaleh, sepanjang lintasan Tawaf dipenuhi batu emas permata yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Namun mengapa orang tersebut tidak mengambilnya? Orang tersebut berkata, "Yang ku butuhkan dalam hidup ini tidak sebanyak itu." Hamparan harta ditelantarkan saja.

Ambillah harta sesuatu kebutuhannya. Penuhi kebutuhan dasarnya dan jangan melebihi. Makan, minum, pakaian dan perumahan. Bila melebihi, Allah akan menghisabnya. Bukankah penghisaban itu mengerikan?

Bila memenuhi kebutuhan dan keinginan ada rasa ingin menonjolkan diri, memamerkan, dan menunjukkan kehebatan, segera tinggalkan. Segera dibuang. Karena ini akan dihisab oleh Allah. Allah akan mematahkan sesuatu yang di dalamnya ada kebanggaan diri, apalagi nilai sudah muncul kesombongan. Inilah titik awal kehancuran.

Dizalimi Itu Menguatkan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ashabul Ukhdud sebuah kisah di Al-Qur'an ...

Dizalimi Itu Menguatkan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ashabul Ukhdud sebuah kisah di Al-Qur'an yang menggambarkan pemberangusan dakwah. Upaya pemberangusannya dijelaskan detail oleh para ulama, dilemparkan  dari puncak gunung hingga ke samudera yang luas. Namun semua upayanya gagal total karena Allah yang menjaganya.

Namun ada saat Allah tidak menjaganya. Sang penguasa memanahnya tepat di lehernya sambil mengucapkan, "Aku beriman kepada Tuhan pemuda tersebut." di hadapan seluruh rakyat negrinya. Mengapa rakyatnya dikumpulkan? Agar seluruh rakyat takut menyaksikan akibat buruk dari iman dan berdakwah kepada Allah. Apa yang terjadi?

Rakyat justru mengikuti langkah sang pemuda. Rakyat justru beriman kepada Tuhannya pemuda yaitu Allah. Efek pemberangusan justru melahirkan empati dan dukungan yang luas. Ternyata rakyat tak sedikitpun takut kepada penguasa. Andai tidak ada perlawanan pun, namun jiwa rakyat memberontak terhadap kezaliman ini.

Blokade ekonomi dan sosial Quraisy selama 3 tahun terhadap Rasulullah saw, Sahabat dan Bani Hasyim. Apa efeknya? Muncul perlawanan dari orang kafir Quraisy sendiri. Jiwa manusia tetap memiliki nurani. Jiwa manusia tetap memiliki empati. Inilah fitrah. Inilah mengapa kezaliman dilarang. Karena kezaliman akan menghadapi perlawanan dari nurani manusia.

Kezalimanlah yang justru mengokohkan sesuatu. Kesewenanganlah yang menguatkan dan melindunginya. Andaikan tidak ada kesewenangan kafir Quraisy, apakah akan ada sosok Raja Najasy? Apakah akan ada kaum Anshar di Madinah? Kezaliman justru menciptakan para penolong dan penyokong pihak yang dizalimi. Juga, melemahkan dan menghancurkan pelaku kezaliman.

Saat kezaliman memuncak. Maka Allah mengambil peran sebagai penolong dan pembelanya. Tak peduli muslimin maupun kafiriin akan dibela oleh Allah. Bukankah kezaliman terhadap kafir zimni berarti melawan terhadap Rasulullah saw? Doa orang terzalimi walaupun kafir, bukankah akan dikabulkan oleh Allah? 

Saat Keburukan Mudah Dibongkar? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Inilah era kritik. Inilah era dimana ...


Saat Keburukan Mudah Dibongkar?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Inilah era kritik. Inilah era dimana keburukan dan kesalahan mudah sekali terbongkar. Inilah era semua orang bisa merekam dan mendistribusikan keburukan dengan sangat mudah. Bukankah manusia lebih mudah membongkar aib? Mengapa lahir era ini?

Inilah era persiapan penghisaban. Inilah era yang yang memberikan gambaran yang memaparkan begitu mudahnya Allah membongkar kesalahan dan keburukan manusia. Di saat seluruh manusia bisa menjadi citizen Journalism. Di saat semua orang dapat membongkar keburukan dengan sangat cepat dan akurat. Mengapa masih menikmati keburukan?

Tandanya, keburukan zaman sudah sangat pekat kegelapannya. Keburukan bukan lagi aib dan cela diri. Nggak korupsi bukan pejabat? Nggak korupsi bukan politisi? Nggak menyuap bukan pengusaha? Zaman yang sudah terbuka seperti ini tak juga bisa mengerem keburukan dan kemungkaran.

Andaikan semua orang terjun kelapangan kehidupan. Mengolah tanah, laut dan udara. Mengolah semua sumber daya yang dimiliki. Andaikan semua berebut menggandrungi ilmu dan teknologi. Andaikan semua berupaya membangun peradaban. Mungkin dalam waktu singkat negri ini telah gemah ripah loh jinawi.

Namun mengapa yang diburu perampokan anggaran dari hasil hutang? Yang dikejar fee dari proyek-proyek? Jual beli kekuasaan dan jabatan? Memburu dan membunuh lawan politik? Lihat Habibie, penjara politik dikosongkan agar semua elemen bangsa membahu menuntaskan krisis 1998.

Saat ini semua sibuk mendapatkan popluaritas dan menjatuhkan yang dianggap membahayakan kekuasaannya. Semua politisi dan pejabat berusaha membangun dinasti kekuasaan dengan melibatkan keluarga besar. Tak terkecuali eksekutif tertinggi di negri ini.

Bila seperti ini siapa yang mencurahkan seluruh energi, waktu dan pemikiran untuk membangun negri? Adakah tunas-tunas baru yang belum muncul untuk merombak kebobrokan ini?

Tertipunya Kezaliman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ulama yang benar selalu dibimbing Al...

Tertipunya Kezaliman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Ulama yang benar selalu dibimbing Allah. Allah menganugerahkan ilham dan firasat tentang masa depan, di saat pelaku kezaliman hanya mengandalkan akal dan analisanya yang dipenuhi kebodohan. Mata analisa kezaliman pun dipenuhi kegelapan dan keremangan walaupun ditopang oleh para pakar yang paling pintar sekali pun.

Gerak ulama yang benar diterangi cahaya dan hikmah dari Allah. Hari ini dianggap kekalahan dan kerugian, namun di masa depan adalah kemenangan yang nyata. Ingat perjanjian Hudaibiyah? Disangka kemenangan oleh Kafir Quraisy. Disangka kekalahan oleh para Sahabat. Namun firman Allah justru menginformasikan kemenangan.

Ingat dalam semua pertempuran kaum muslimin. Awal pertempuran, posisi kezaliman selalu diprediksi menang.  Selalu di atas angin dan mampu mengalahkan kaum muslimin. Dalam pertempuran antara Imam Mahdi dan Dajal, hari-hari pertama kaum muslimin terdesak. Namun kemudian dapat mengalahkan Dajjal.

Dalam pertempuran Yarmuk, Qadisiyah, Manzikert, Perang Salib, Ainu Jalut,  hingga Konstantinopel, prediksi awalnya kaum muslimin terkalahkan. Namun bagaimana kenyataannya? 

Mengapa pertempuran awal terdesak? Menguji mental, keistiqamahan, kekokohan daya juang, dan siapa yang diandalkan? Allah, sumber daya atau kekuatan diri? Agar jelas kemunafikan yang masih tersisa pada tubuh muslimin. 

Lihat pertempuran Badar dan Uhud, berapa banyak kaum munafikin yang membelot setelah melihat kekuatan kafir Quraisy? Apakah unsur kemenangan hanya berdasarkan hitungan akal manusia, peralatan militer? Apakah tidak ada lagi selain itu? Bagi kaum muslimin masih ada pertolongan Allah. Juga tipu daya Allah terhadap pelaku kezaliman. Ini yang tak pernah disadari pelaku kezaliman.

Pelaku kezaliman tersenyum lebar, saat sang ulama berhasil dimasukkan ke penjara. Dianggap ini kemenangan besar. Namun lihat wajah sang ulama tersebut, masih tersenyum, dan sorotan matanya tajam seperti rajawali yang siap menerkam mangsanya. Harga dirinya sangat kokoh dan berwibawa di saat borgolnya diacungkan tinggi ke udara. Ini simbol kebanggaan, bahwa jalannya benar.

Pelaku kezaliman selalu tertipu oleh persiapan dan kekuatannya. Pelaku kezaliman selalu tertipu oleh kemenangan awalnya. Begitulah cara Allah membuat tipu daya terhadap kezaliman. 

Nasihat Nabi pun Tak Berguna Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kekuatan nasihat bukanlah dari siapa yan...

Nasihat Nabi pun Tak Berguna

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Kekuatan nasihat bukanlah dari siapa yang menasihati. Buktinya, banyak orang yang tetap musyrik dan kafir walau yang menasihatinya Rasulullah saw.

Kesolehan seseorang tidak tergantung semata pada era siapa dia hidup. Buktinya, banyak orang yang hidup di masa Rasulullah saw namun tetap Musyrik dan kafir, padahal mereka melihat langsung kemukjizatan Nya.

Berikhtiar menjadi umat pilihan, tidak bertemu dan mendengarkan nasihat langsung dari Rasulullah saw, namum kehidupan kita terus mencoba menuju pada kepribadian Rasulullah saw.

Kita bisa belajar pada Abu Darda. Saat keranda berjalan dihadapannya, ia ditanya oleh seseorang,"Keranda siapa ?" Abu Darda menjawab," Itu keranda mu, bila engkau tidak mau maka itu keranda ku."

Abu Darda mencoba mengimajinasi sesuatu pada dirinya. Menarik sebuah kejadian, seolah terjadi pada dirinya. Inilah seni menggugah kesadaran. Inilah seni memproduksi nasihat oleh diri, untuk diri sendiri, dari segala yang terjadi pada dirinya.

Imam Abu Hanifah, pernah  menasihati hati hati pada anak kecil yang akan jatuh. Lalu anak tersebut justru berkata," bagaimana bila fatwa Imam Ahmad yang terpeleset? " Akhirnya bisa terpeleset ke neraka.

Ada seorang tabiin yang terkena bara api. Lalu dia berimajinasi,"Bagaimana bila terkena bara api neraka? "

Demikianlah cara mereka, selalu menghubung kejadian dunia dengan beragam siksa yang ada di akhirat. Mereka generasi yang jasad di dunia tetapi jiwa sudah sampai di akhirat.

Hidup itu Ujian Cinta Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ibadah adalah ujian cinta. Siapakah yang didahu...

Hidup itu Ujian Cinta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Ibadah adalah ujian cinta. Siapakah yang didahulukan?

Kesibukan adalah ujian cinta. Untuk siapakah kesibukannya?

Bergaul, berbisnis, berkuasa, adalah ujian cinta. Untuk siapakah seluruh aktivitasnya?

Kekayaan dan kemiskinan. Jadi penguasa dan rakyat jelata, adalah ujian cinta, bagaimana sikapnya dalam semua kondisi tersebut.

Hidup itu jalinan cinta. Penuh kerinduan kepada Allah swt dan Rasulullah saw.

Hidup itu medan pembuktian cinta kepada Allah swt dan Rasulullah saw.

Bersolusi Dalam 2 detik Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berfikir tanpa berfikir. Bersolusi tanpa meli...

Bersolusi Dalam 2 detik

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Berfikir tanpa berfikir. Bersolusi tanpa melibatkan akal. Bersolusi hanya dalam 2 detik pertama.

Muhammad Al Fatih membuat strategi brilian yang tak pernah direncanakannya hanya dari untaian syair sang gurunya.

Benteng Persia yang terakhir direbut, hanya dari seorang penunggang kuda yang berani menerobos sungai besar yang deras dan dalam.

"The Blink", bersolusi hanya dalam 2 detik pertama dari melihat, mendengar dan merasakan tanpa analisa, riset dan ilmu pengetahuan yang rumit.

Berfikir sesuatu yang melampaui akal. Lakukan sesuatu yang melampui kemampuan dasar manusia.

Bila hanya mengandalkan kekuatan diri, perubahannya bisa stagnan, bertahap dan linier saja.

Dalam kurun 40 tahun, Umat Islam mampu melampaui Romawi dan Persia yang telah dibangun berabad-abad lamanya.

Hanya yang beriman dan bertakwa yang bisa membaca tanda-tandanya. Inilah konsep dasar "The Blink"

Hanya Ulilalbab dan Ulilabshar yang memiliki kemampuan "The Blink".

Bila Allah menjadi Wali atau pemimpin, maka manusia dibimbing dari kegelapan menuju cahaya. Ini syarat "The Blink"

Bila beriman dan bertakwa, maka dianugerahkan kemenangan yang besar dan dekat. Ini hasil "The Blink"

Manusia diselimuti kehinaan walau telah totalitas mengerahkan akal, ilmu dan teknologi. Yang mengangkatnya, hanya ketundukan pada Allah swt saja.

Manusia berbangga dengan kehebatan dirinya. Padahal dia lemah, bodoh dan diselimuti kesalahan. Mengapa tidak meraih hidayah Allah?

Ragam Kesenangan Dunia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Kesenangan dunia, walaupun banyak dan bermaca...

Ragam Kesenangan Dunia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 


Kesenangan dunia, walaupun banyak dan bermacam-macam tetaplah sedikit.

Kesenangan dunia walaupun sangat melimpah, bukanlah kemuliaan. Hanya pemberian gratis dari Allah.

Kesenangan dunia tak pernah sempurna. Ada bagian yang diberi, bagian lainnya dicabut.

Kesenangan dunia tak bisa menembus jiwa, hati apalagi ruh. Inti kebahagiaan yang selaras dengan ruh.

Kesenangan dunia tak pernah memuaskan. Selalu kurang dan ingin ditambah. Itulah penyebab kesenangan dunia terus berhias dan kompleks.

Bisakah memuaskan kesenangan penglihatan? Pendengaran? Lidah? Perut? Selalu munculnya hal baru, tanda kesenangan tak pernah tuntas untuk dipuaskan.

Kesenangan dunia tak perlu diburu. Dia akan datang dengan sendirinya. Melelahkan diri pada yang pasti didapatkan adalah kebodohan.

Bergeraklah bukan atas dorongan meraih keinginan,  kebutuhan, apalagi kesenangan. Bergeraklah untuk menjalani peran khalifah di muka bumi.

Bergeraklah untuk menjalankan peran Hamba Allah di muka bumi.

Bergeraklah untuk menapaki seluruh perbuatan, akhlak dan sunnah Rasulullah saw.

Keresahan Ulama Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pendiri Thariqah Rivaiyah berkata, "Berkata bena...

Keresahan Ulama

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Pendiri Thariqah Rivaiyah berkata, "Berkata benarlah, Allah akan melindungimu dari kecurangan dan keculasan para penguasa."

Penderitaan terberat ulama bukanlah penjara, disiksa dan dizalimi. Tetapi saat kebenaran dan keimanan dibungkam dan disingkirkan.

Keresahan ulama bukan tentang dirinya tetapi soal penyimpangan umat dari Allah.

Keresahan para Nabi dan Rasul. Keresahan para malaikat. Keresahan alam semesta. Itulah keresahan para ulama.

Doa para Nabi untuk keselamatan umatnya. Itu pula doa para ulama untuk umatnya.

Penulis kitab Al-Hikam berkata, "Perkataan ulama, itulah realita yang terjadi di masyarakat." Lisan ulama adalah obat penyakit masyarakat dan negara.

Alat kekuasaan bisa memenjarakan raga ulama. Namun tak bisa memenjarakan lisan, pemikiran dan jiwanya. Surga pun telah menyatu dengan hatinya.

Syeikh Yusuf Al Makasari, dipenjara di Srilanka dan Afrika Selatan. Namun ajarannya terus melahirkan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

Syekh Nawawi Al Bantani, terusir dari Nusantara. Namun murid-muridnya terus melakukan perlawanan tiada henti dengan beragam cara.

Syeikh Izzudin Al-Qassam, dibunuh oleh Inggris. Namun perlawanan rakyat Palestina tak pernah berhenti terhadap penjajahan Yahudi Israel.

Ulama terlihat lemah. Itu yang membuat penguasa arogan. Andai tidak ada kasih sayang ulama pada penguasa. Cukup bermunajat, hancurlah para penguasa.

Kekuatan ulama pada lisan, prinsip dan takwanya. Kekuatan penguasa pada alat-alat kekuasaannya. Mana yang lebih kuat?

Yang menghinakan ulama. Akan dihinakan pula kekuasaan dan kekuatannya. Inilah fakta sejarah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (185) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (137) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (406) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (89) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)