basmalah Pictures, Images and Photos
09/21/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Pemicu Alami Kecerdasan, Ilmu dan Teknologi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kecerdasan itu mengikuti....

Pemicu Alami Kecerdasan, Ilmu dan Teknologi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Kecerdasan itu mengikuti. Kecerdasan itu buah dari sesuatu yang telah ditanam. Kecerdasan itu dianugerahkan Allah pada mereka yang berbuat baik.

Niat baik menciptakan kecerdasan. Amal sholeh menciptakan kecerdasan. Akhlakul karimah menciptakan kecerdasan.

Adab mendahului ilmu. Beramal membongkar rahasia ilmu-ilmu baru. Terobosan besar muncul dari upaya penciptaan kemaslahatan yang besar.

Updated kesinambungan ilmu kesehatan dan teknologinya muncul karena niat mulia, bagaimana agar manusia dapat hidup sehat dan berkualitas?

Energi yang dapat diperbaharui, sebab niat menjaga kesinambungan alam semesta? Niat dan amal shaleh yang menciptakan kecerdasan baru.

Mengapa anak dididik adab dan akhlak? Mengapa dikuatkan beramal yang baik? Diluruskan niatnya terlebih dahulu? Agar kecerdasan tercipta dengan sendirinya.

Yang salah, dijejali ilmu terlebih dahulu. Seharusnya, arahkan hidupnya dulu, agar otomatis gandrung pada ilmu yang akan memudahkan tercapainya arah hidup.

Yang salah, ilmu dan kecerdasan telah menjadi tujuan pendidikan. Padahal keduanya tak berguna bila tak memiliki arah hidup.

Sarana dan prasarana tercipta dan diciptakan dengan sendirinya bila berkomitmen kuat pada arah hidupnya. Begitu pun dengan ilmu, kecerdasan dan teknologi.

Islam fokus menekankan pada ibadah dan kekhalifahan agar semua sarana yang dibutuhkan tercipta dengan sendirinya. Inilah titik fokus pendidikan.

Sumber Kekuatan Nabi Musa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Nabi Musa seorang Ululazmi, namun dalam set...

Sumber Kekuatan Nabi Musa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Nabi Musa seorang Ululazmi, namun dalam setiap momentum kehidupan, dia selalu berdoa dan merintih pada Allah. Bukan aku bisa, aku kuat!

Nabi Musa diberikan hikmah dan pengetahuan oleh Allah. Sebab alamiah yaitu akil baligh dan hidupnya berorientasi pada kebaikan.

Visi dan misi hidup tak bisa diciptakan oleh akal, ilmu dan pengalaman, tetapi oleh agama yang dibimbingan Allah.

Allah menetapkan visi dan misi hidup manusia. Allah juga yang menetapkan peran tugas kenabian pada setiap Nabi dan Rasul yang diutus.

Adakah kisah pergulatan Nabi dan Rasul menetapkan visi dan misin hidupnya? Semua sudah ditetapkan Allah.

Saat visi dan misi hidup selaras dengan Allah, maka Allah akan mengerahkan pasukan-Nya untuk menolong dan membimbingnya.

Saat visi dan misi selaras dengan Allah. Manusia hanya tinggal menengadahkan tangannya kepada Allah saja. Sangat sederhana.

Saat Nabi Musa dikejar pasukan Firaun. Lalu melarikan diri ke negri Madyan. Kekuatannya hanya doa saja, "Selamatkan dari orang zalim."

Saat terus dikejar, Nabi Musa berdoa, "Tuhanku, pimpinlah aku ke jalan yang benar."

Saat tiba di Madyan, Nabi Musa berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."

Yang visi dan misinya selaras dengan Allah, doa adalah senjata utama dalam mengarungi hidup. Sarana pembuka pintu langit dan solusi.

Pusat Destinasi Rezeki Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rezeki itu mencari manusia. Bukan manusia yang...

Pusat Destinasi Rezeki

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Rezeki itu mencari manusia. Bukan manusia yang mencari atau menjemput rezeki.

Rezeki itu makhluk yang "menghamba" pada manusia. Mereka bekerja dan melayani manusia. Bahkan malaikat dan syetan pun diperintahkan bersujud pada  manusia.

Bagaimana menjadi pusat kunjungan (destinasi) rezeki? Bagaimana karakter rezeki? Model manusia seperti apa yang diburu rezeki?

Jangan jadikan rezeki menjadi Tuhan. Bukan sebab senang dan sedih. Bukan sebab merasa terhina dan mulia. Bukan atribut strata sosial.

Potensi dan kemuliaan manusia bukan untuk memburu rezeki tetapi fokus jadi hamba dan khalifah. Rezeki hanya fasilitas Allah saja.

Fasilitas diberikan sempurna pada mereka yang mau menjalankan visi dan misi kehambaan dan kekhalifahan. Jadi sibukkan pada peran bukan rezeki.

Merealisasikan visi dan misi hamba dan kekhalifahan melalui bisnis, kekuasaan, kebudayaan, pertanian, kekayaan dan pelayanan. Sebab manusia untuk Allah.

Ada ketundukan hati dan merealisasikan syariat Allah dalam bisnis, kekuasaan, kebudayaan, pertanian, kekayaan dan pelayanan. Sebab manusia "wakil" Allah

Pusat destinasi rezeki adalah ketundukan hati pada Allah dan penegakan syariat-Nya. Inilah yang meyebabkan rezeki memburu manusia.

Dimana pun medan kehidupan, profesi, model dan sistem bisnis, bila hati ditundukkan dan syariat Allah ditegakkan, semuanya jadi destinasi rezeki.

Mutiara Makrifat Bagi Orang Yang Dipilih Allah Buku: Menjelang Ma'rifat, Syeikh Ahmad Ar-Rifa'y Rasulullah SAW. bersabda...

Mutiara Makrifat Bagi Orang Yang Dipilih Allah

Buku: Menjelang Ma'rifat, Syeikh Ahmad Ar-Rifa'y

Rasulullah SAW. bersabda:

«الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد المـؤت، والعاجـز من أتبع

نفسه هواه وتمنى على الله » .

"Orang yang cerdas adalah orang mengenal dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah (akalnya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan pada Allah".

Mengamalkan rahasia hadits ini, adalah ma'rifat itu sendiri. Memang ma'rifat tersebut adalah dari hamba, sedangkan pengenalan ma'rifat itu dari Rabb Ta'ala, yang merupakan petunjuk paling mulia dan paling agung, yang dihidayahkan kepada para hambaNya.

Karena Allah Swt. apabila berkehendak memilih hambaNya dan memberikan keutamaan dibanding hambaNya yang lain, menampakkan rahasia matahari ma'rifatNya, maka Allah Swt memandang hambaNya dengan Pandangan karunia dan rahmat, dan dibukakan pintu-pintu hidayah, lalu diberinya kehormatan untuk sadar, dibangkitkan dari tidurnya orang-orang alpa.

Allah memberi nikmat dan anugerah harapan dengan hati yang lapang, lalu kematian hati dihapus melalui pemahaman, sedangkan keraguan dihapus pula darinya. Ia diberi kemuliaan rasa malu, rasa takut, rasa yaqin dan dihapuslah keraguan dan rasa tidak aman.

Apabila kondisi jiwa sang hamba berpadu dengan sejumlah karakter itu, maka kedalaman hatinya memancarkan cahaya, lalu ia menembus apa yang ada dibalik alam Jabarut, syurga pun rindu kepadanya, dan luapan api neraka padam karenanya.

Seandainya ma'rifat itu bisa terukir pada suatu benda, tak seorang pun bisa memandangnya kecuali ia akan mati karenanya disebabkan oleh kebagusan dan keindahannya. Segala orang ada modalnya, dan modal orang beriman itu adalah ma'rifat.

Seseorang bertanya kepada Dzun Nuun al-Mishry ra. "Sungguh aku mencintaimu..." Namun Dzun Nuun menjawab, "Bila engkau benar-benar mengenal Allah, maka cukuplah bagimu, Allah. Namun jika kamu belum mengenal Allah, maka carilah orang yang mengenal Allah Ta'ala sampai orang itu menunjukkan padamu pada Allah Ta'ala."

Kecerdasan Finansial dari Buya Hamka  Buku: Akhlakul Karimah Termasuk hak atas diri ialah mencari nafkah untuk menghidupi diri d...

Kecerdasan Finansial dari Buya Hamka 

Buku: Akhlakul Karimah

Termasuk hak atas diri ialah mencari nafkah untuk menghidupi diri dan keluarga. Kita mesti hidup, mesti makan dan minum, dalam hidup itu kita harus berusaha. Seperti perkataan Sayyidina Umar r.a., "Langit tidak pernah menghujankan emas." Maka ada orang yang beroleh rezeki dari waris harta pusaka, ada pula yang daripada usahanya sendiri, dari makan gaji atau berniaga, bertukang, bertani, dan sebagainya. Semua pekerjaan itu adalah hak dan tugas hidup, semuanya itu perlu dan wajib.

Orang penganggur dan pemalas, sebagaimana dahulu pernah diterangkan, adalah kutu yang berbahaya bagi masyarakat. Cuma satu yang perlu diperhatikan yaitu hendaklah semuanya itu dari pintu halal.

Harta waris jangan dari hasil penipuan, jangan sebagai perbuatan seorang kemenakan yang mendakwakan anak mamaknya karena menurut adat negerinya pusaka itu turun kepada kemenakan sehingga anak yang berhak itu menjadi telantar hidupnya.

Atau seperti di suatu negeri lagi, seorang istri menerima waris dari suaminya, kemudian didakwakan pula di muka hakim oleh saudara suaminya itu karena disana kaum perempuan tidak berhak menerima waris menurut adat, walaupun syara membolehkannya. Kedua golongan ini meskipun beroleh harta, tetapi seakan-akan menyalakan api neraka di dalam perutnya.

Berniaga hendaklah jujur karena keuntungan yang diperoleh dengan tipu muslihat itu adalah harta yang haram dan merendahkan derajat. Harta menjadi tidak berharga, walaupun bagaimana besar jumlahnya dan hina walaupun mulia tampaknya.

Kehinaan itu berkesan pada muka si penipu, dia menjadi kebencian masyarakat sebab merugikan masyarakat. Begitu juga orang yang hidup dari gaji, cuma tenaga yang dijual, bukan jiwa. Banyak orang yang makan gaji menjadi orang yang pengecut, takut menyatakan kebenaran, dan takut menempuh suatu perkara yang wajib ditempuhnya.

Orang seperti ini lama-lama boleh menjadi musyrik dengan tidak disadarinya, tidak percaya akan kekuasaan Tuhannya bahwa dunia ini masih luas, medan perjuangan masih terbentang. 

Suatu perusahaan yang mulia walaupun amat mahal harganya dan amat besar kesannya bagi budi kita. Jangan sampai lupa bahwa harta benda itu untuk mencapai maksud yang mulia, dikumpulkan untuk tangga mempertinggi budi, bukan untuk menghina dan merendahkan orang lain.

Banyak orang yang berharta, kaya raya, hartawan, tetapi kehilangan kawan dan sahabat lantaran sombongnya. Dia sombong lantaran kayanya, sahabat-sahabat yang setia hilang, berganti dengan sahabat-sahabat pengambil muka yang mengharapkan "persenan." Orang ini sebetulnya bukan kaya raya, tetapi amatlah miskin. Orang ini sebetulnya lupa pada hadits, bahwasanya yang menyebabkan seseorang menjadi kaya ialah lantaran pertolongan orang lain yang lebih dhaif darinya. Sebab itu, tidaklah pantas dia memutuskan hubungan dengan orang yang dhaif itu.

Jangan dikurangi nafsu bersedekah, berzakat, dan menolong orang karena kita sendiri tidak selamanya hidup seperti sekarang. Hidup seperti roda pedati, sekali di atas sekali di bawah.

Sukses keberuntungan yang mengantarkan kita ke atas puncak kekayaan, hanyalah seizin Allah SWT semata, dan peruntungan itu bisa di cabut-Nya sewaktu-waktu. Di samping itu kita disuruh menabung untuk persiapan hari esok, jangan dicurahkan semuanya. Berzakatlah demi menyucikan batin dari kebatilan dan kebakhilan, berbuat baik dan berdermalah sebagai tabungan yang dikirim lebih dahulu kepada Allah SWT pengganti tabungan supaya dicatatkan-Nya kebaikan atas dirimu supaya diperbuat-Nya rumah mulia yang kita dapati nanti.

Sering-seringlah berbuat baik karena dapat menjadi ketenteraman hati. Rahasiakan kebaikan itu kepada orang lain karena merahasiakan artinya menyatakannya. Kecil-kecilkan dan jangan dibesar-besarkan sebutannya karena dengan mengecil-ngecilkan itulah yang membesarkannya.

Letakkan pada tempatnya. Karena derma dan uang yang dihamburkan tidak diletakkan pada tempatnya yang betul, kelak tidak ubahnya dengan menanamkan padi di bumi yang tiada subur, hilang lenyap kepada bumi. Hasil tidak ada, badan pun payah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)