basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Olahraga

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Berjalan, Cara Mensyukuri Nikmat Kaki Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Yang tidak bisa jalan, ingin bis...

Berjalan, Cara Mensyukuri Nikmat Kaki

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Yang tidak bisa jalan, ingin bisa jalan. Yang bisa jalan, jarak puluhan meter pun naik kendaraan. Seorang anak kecil berjuang mati-matian, jatuh bangun, agar bisa jalan. Para sepuh yang tak bisa jalan karena penyakit tertentu, berjuang untuk jalan. Mengapa yang bisa jalan justru tidak mau jalan? Terus saja berkendaraan.

Di pasar, berbelanja di kaki lima pun sambil duduk di kendaraan.  Tak memakirkan dulu kendaraannya. Padahal kaki diciptakan untuk berjalan. Seandainya tidak ada buang air besar dan kecil, mungkin manusia tak mau berjalan lagi? Kendaraan merupakan alat bantu bermobilisasi tapi jangan abaikan peran kaki untuk berjalan.

Semakin berumur, semakin butuh untuk berjalan. Semakin banyak asupan makanan dan minuman justru semakin butuh banyak berjalan. Yang terjadi justru berkebalikan. Semakin berumur dan berharta, justru semakin malas untuk berjalan. Berjalan menjadi strata rendah. Berjalan menjadi hal yang aneh.

Perhatikan penyakit yang paling banyak membunuh manusia? Jantung, stroke dan diabetes. Penyebabnya, darah yang menggumpal dan kental, pembuluh darah yang menyempit, terlalu banyak tumpukan di dalam darah. Terlalu banyak energi tetapi tak diberdayakan. Akhirnya menjadi penyakit.

Penyakit keropos tulang terus menggerogoti. Apa penyebab tulang menjadi rapuh? Bagaimana tulang menjadi kuat? Apakah sekedar banyak konsumsi kalsium dan susu? Kaki yang jarang digunakan untuk bergerak bisa memunculkan kerapuhan tulang. Tulang dan otot yang terus digerakan akan semakin kuat dan kokoh.

Gerakan kaki menggerakkan jantung. Memberikan energi gerak pada jantung. Dari jantung, seluruhnya dipompa agar bergerak dan hidup. Jantung harus terus berdetak. Banyak yang ingin berumur panjang, namun mengapa tak memberi suntikan agar jantung terus berdetak?

Berjalan kakilah. Lenturkan kaki saat berjalan. Jangan ditegangkan. Biarkan seluruh otot dan urat dilemaskan saat digerakkan agar seluruh komponen dibagian kaki tertarik dan bergerak hingga terasa tarikannya sampai ke pinggang. Hingga terasa tarikannya sampai ke jantung. Berjalan kakilah, itulah cara mensyukuri nikmat kaki.

Sadio Mane, Anak Imam Masjid yang Sukses Jadi Bintang Sepakbola Jurnalis - Salman Mardira     PENYERANG Liverpool Sadio Mane buk...


Sadio Mane, Anak Imam Masjid yang Sukses Jadi Bintang Sepakbola

Jurnalis - Salman Mardira

   

PENYERANG Liverpool Sadio Mane bukan hanya jago mengolah bola dan mencetak gol, tapi juga terkenal religius. Sebagai Muslim, pemain international Senegal terkenal dermawan. Dia membangun masjid, sekolah, dan rumah sakit di negaranya.

Pemain sepakbola terbaik Afrika 2019 itu mengeluarkan uang tak sedikit. Untuk membangun sekolah saja, Mane dikabarkan merogoh kocek hingga 250 ribu poundsterling atau sekira Rp4,3 miliar.

Mane juga menyumbangkan sejumlah uangnya untuk membantu penanganan virus corona atau Covid-19.

Aksi sosial Mane tak lepas dari masa lalunya. Mane tak lahir di keluarga berada dan langsung meraih sukses. Dia berjuang keras untuk keluar dari kemiskinan dan mencapai mimpinya sebagai pesepakbola profesional.

Sejak kecil, Mane sudah mendapatkan pendidikan agama dari orangtuanya. Ayahnya merupakan imam masjid di Bambali, Senegal, tempat tinggal Mane.

Sadio Mane masa kecil

Mane kecil sempat ditentang oleh sang ayah menjadi pemain sepakbola karena dikhawatirkan akan lalai untuk beribadah. Tapi, Mane tetap ingin bermain bola sehingga orangtuanya mengumpulkan uang lalu memasukkannya ke Generation Foot, akademi sepakbola di Dakar, Senegal.

Ujian hidup Mane keras. Ia harus kehilangan ayahnya pada usia 7 tahun.

Mengutip dari The Guardian, saat itu ayah Mane sakit berbulan-bulan dan tak mendapatkan pertolongan karena minim sekali fasilitas kesehatan di daerahnya. Akhirnya pengobatan hanya mengandalkan obat tradisional. Tapi, takdir berkata lain, ayahnya meninggal.

Sebelum ayahnya meninggal, adik Mane lahir dari rahim sang ibu. Prosesi persalinan berlangsung di rumahnya, karena tak ada rumah sakit di daerah mereka.

Mane saat itu sangat ingin membantu ibunya, tapi usianya masih sangat muda dan belum ada pekerjaan. Mane tak menyerah, ia terus berlatih hingga jadi pemain top di negaranya.

Klub-klub Eropa mulai melirik Mane. Sempat bermain di klub Prancis dan Austria, Mane akhir tembus Liga Inggris, liga terbaik dan paling kompetitif di dunia. Bermain bersama Liverpool, Mane berhasil menjuarai Liga Champion 2019.

Kehidupan Mane berubah 180 derajat. Sebagai penyerang terbaik di klub, Mane dibayar Rp3,8 miliar per pekan. Hidupnya kini bergelimang finansial dan kemewahan. Tapi, ia tetap rendah hati, ingin membuktikan bahwa menjadi pesebakbola tak sampai membuatnya lupa diri dan mengabaikan ibadah. 

Dia menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membangun kampung halaman, memberikan kemudahan ke orang-orang. Dia sudah cukup merasakan susah di masa lalu, berharap itu tak dialami orang lain.

“Saya ingin mendirikan rumah sakit untuk memberi harapan kepada orang-orang,” ujar Mane. 

Mane juga memilih hidup sederhana dan tetap rajin beribadah. Dia bahkan tak segan membersihkan masjid, tak jemawa dengan statusnya sebagai bintang sepakbola

Profil Mesut Ozil, Pemain Muslim Eropa yang Akrab di Telinga Indonesia Jakarta, CNN Indonesia -- Mesut Ozil kembali jadi buah bi...


Profil Mesut Ozil, Pemain Muslim Eropa yang Akrab di Telinga Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Mesut Ozil kembali jadi buah bibir lantaran bakal mengunjungi Indonesia. Berikut profil mantan pemain Real Madrid dan Arsenal tersebut.
Melalui akun Twitter pribadinya, Ozil mengabarkan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan ke Jakarta. Ia sudah memiliki beberapa agenda kegiatan selama di Indonesia.

Sosok Ozil merupakan salah satu pemain sepak bola populer di Indonesia. Selain disukai karena kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, penikmat sepak bola di Indonesia juga menggemari Ozil karena sikapnya di luar lapangan.

Viral Komentar Kotor Yeremia Rambitan Dikecam Netizen
Pemain kelahiran Gelsenkirchen, Jerman, 15 Oktober 1988 itu dikenal sebagai pribadi yang vokal terhadap isu kemanusiaan di luar lapangan hijau.

Ozil yang merupakan keturunan imigran Turki itu diketahui memiliki kedekatan personal dengan tanah air orangtuanya, Mustafa dan Gulizar Ozil.

Sudah berada di Jerman sejak lahir, Ozil mengawali karier sepakbolanya di klub lokal Gelsenkirchen saat dirinya berusia 17 tahun, kemudian pindah ke Rot-Weiss Essen.

Pada 2008, Ozil berhasil menembus skuad Werder Bremen. Di musim perdananya Ozil yang saat itu berusia 20 tahun berhasil mencuri perhatian dengan torehan tiga gol dan 15 assist.


Nama Ozil pun masuk ke dalam timnas Jerman untuk Piala Dunia 2010. Performanya yang apik selama di Piala Dunia Afrika Selatan membuat Real Madrid tertarik mendatangkannya.

Hasilnya, Ozil benar-benar merapat bersama Los Blancos pada di awal musim 2010/2011. Ia menjadi salah satu tumpuan Real Madrid bersama Cristiano Ronaldo selama tiga tahun.

Hingga pada 2013, kasak-kusuk kepergian Ozil menghasilkan kabar mengejutkan. Sebab, ia memutuskan pindah ke Arsenal dengan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun.

Dengan nilai transfer 42,5 juta euro, ia menjadi pemain Jerman termahal pada masanya. Ia pun mendapat kepercayaan penuh dari Arsene Wenger sebagai playmaker dan beberapa kali mendapat tanggungjawab sebagai kapten.


Perjalanan Ozil terbilang panjang bersama The Gunners. Ia baru benar-benar hengkang dari London Utara pada awal 2021 karena berbagai persoalan.

Pihak klub Arsenal ditengarai tidak sepakat dengan sikap Ozil yang kerap mengunggah pernyataan di luar sepak bola. Ozil secara tegas memberi dukungan terhadap diskriminasi muslim Uighur di China.

Ozil juga sempat memamerkan kegiatannya bertemu dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Saat Ozil menikah dengan mantan Miss Turki, Amine Gulse, Erdogan pun datang dan menjadi bahan perbincangan.


Tidak sejalannya visi Ozil dengan Arsenal membuat dirinya memilih hengkang ke Liga Turki Fenerbahce. Di sana, ia semakin bebas menggelorakan sikapnya seperti ketika menyampaikan dukungan terhadap Palestina.

Kedekatan Ozil dengan pemeluk Islam membuat dirinya mendapat simpati dari muslim di dunia tak terkecuali Indonesia.

Tak ayal, rencana kedatangan Ozil ke Indonesia mendapat reaksi positif dari penggemar sepak bola. Ia bahkan sengaja menulis dengan bahasa Indonesia ketika akan berangkat menggunakan pesawat menuju Indonesia.

Islam dan Sikap Hati-hati Zinedine Zidane CNN Indonesia -- Zinedine Zidane adalah salah satu legenda sepak bola dan 'penari&...

Islam dan Sikap Hati-hati Zinedine Zidane

CNN Indonesia -- Zinedine Zidane adalah salah satu legenda sepak bola dan 'penari' terhebat di lapangan pada masanya. Sama dengan sejumlah pesepakbola top lainnya, Zidane terlahir dari latar belakang keluarga yang sederhana.

Zidane dikenal sebagai salah satu pesepakbola muslim terbaik sepanjang sejarah. Meski demikian, Zidane selalu berhati-hati dalam menyikapi soal agama yang dianutnya.

Tengok saja di media-media maupun media sosial milik Zidane, nyaris tak ada muatan terkait Islam, agama yang dianut keluarganya. Bagi Zidane, masalah keyakinan murni urusan pribadi sehingga ogah diumbar.

Zidane bukan seperti pesepakbola lain macam Mesut Ozil dan Karim Benzema yang kerap vokal dalam persoalan Islam dan diskriminasi. Dia terlalu 'malu' untuk buka suara.

Zizou, sapaan akrab pelatih Real Madrid itu, nyaris tak pernah membahas perihal agama yang dipeluknya. Coba cek saja di akun media sosialnya seperti Instagram atau Twitter, tak ada satu pun membahas ihwal terkait keyakinannya.

Bahkan sekadar mengucapkan selamat berpuasa seperti biasa dilakukan para pemain atau mantan pemain muslim yang lain di media sosial, Zidane bukan tipe pribadi seperti itu. Dia begitu misterius dalam urusan agama.


Zidane pernah menjawab pertanyaan seputar keyakinannya dalam wawancara khusus dengan media Inggris, Guardian, pada 2004. Dia mengakui bukan muslim yang taat, dalam arti melaksanakan praktik keagamaan secara utuh.

Meski mengakui bukan seorang muslim taat, Zidane tak lantas hilang keyakinan sebagai pemeluk agama Islam. Ketika masih merumput di lapangan, ia kerap berdoa sesuai ajaran Islam.

Selain menutup rapat-rapat soal keyakinan agama, Zidane termasuk pemain yang amat plural. Terbukti dia menikahi perempuan beda keyakinan, Veronique Fernandez. Dia menikahi perempuan keturunan imigran asal Spanyol tersebut pada 1994.

Hasil dari pernikahan itu mereka dikaruniai empat putra yaitu Enzo, Luca, Theo, dan Elyaz Zidane. Semua putranya mengikuti jejak sang ayah sebagai pesepakbola.

Sikap tertutup Zidane soal agama dan orientasinya yang plural amat dipengaruhi kehidupan sekuler Prancis yang sangat beragam. Belum lagi, perasaan trauma lantaran masalah rasialisme dan stigma terhadap muslim di negara itu ketika ia kecil hingga remaja.

Meski begitu, dia tetap bangga dilahirkan dari keluarga imigran dan berdarah Arab.

"Saya masih punya keterikatan dengan dunia Arab. Saya memilikinya dalam darah saya melalui orang tua saya. Tentu saya bangga menjadi warga Prancis, tapi juga bangga memiliki akar ini dan keberagaman," kata Zidane dikutip dari Esquire.

Zidane besar sebagai keturunan imigran asal Aljazair di Prancis. Dia anak dari pasangan imigran muslim, Smail Zidane (ayah) dan Malika (ibu) di distrik padat penduduk, La Caslellana, Marseille.

Sang ayah bekerja sebagai tukang servis jam di salah satu pusat perbelanjaan di Marseille. Sementara sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga ketika Zidane masih bocah.

Hidup di dalam flat sederhana yang amat sempit bersama tujuh anggota keluarga, pernah dirasakan Zidane kecil. Tak semua anggota keluarga bisa kumpul di rumah untuk makan bersama ketika itu.

Kesulitan itu pula yang membuatnya kerap keluyuran di Marseille sebagai bocah. Sepak bola menjadi salah satu jalan baginya untuk keluar dari tekanan hidup. Dengan 'Si Kulit Bundar' inilah Zidane mencoba keluar dari kehidupan miskin di sana.

Di kota dengan tingkat kriminalitas cukup tinggi, mental Zidane terbentuk. Kehidupan kota yang keras dan tak jarang dia mendapat perlakuan diskriminatif sebagai anak imigran muslim dari Aljazair.

Meski kerap mendapatkan perlakuan tidak baik semasa kecil, Zidane tak mau menyerah. Dia bahkan mencoba menyalurkan kemarahan terhadap perlakuan tak adil terhadapnya di sepak bola.

Prancis sebagai salah satu negara penggila sepak bola di Eropa, sangat memungkinkan bagi mereka yang miskin untuk memanjat kelas sosial di olahraga itu.

Zidane pernah mendapati kenyataan pahit ketika dia beserta sejumlah imigran lain membela timnas Prancis pada 1990-an. Banyak polemik di antara publik karena Les Bleus diperkuat sejumlah imigran.

Zizou termasuk rekan-rekan lainnya kerap mendapat cibiran kala itu. Namun, cibiran tersebut berubah menjadi euforia ketika timnas Prancis berhasil juara Piala Dunia 1998.

Saat itu Zidane ikut mengerek prestasi Les Bleus. Zidane paling dielu-elukan sebagai pahlawan sepak bola Negeri Napoleon waktu itu. Di situ pula jejak-jejak awal Zidane sebagai legenda sepak bola mulai terbentuk.

Kesuksesan Zidane juga menjadi inspirasi, terutama bagi para imigran yang memiliki talenta luar biasa di sepak bola. Berkat cerita kepahlawanannya, Prancis mengulangi sukses dengan meraih juara Piala Dunia 2018.

Sama seperti era Zidane, saat itu Les Bleus juga banyak diperkuat pemain keturunan imigran macam Kylian Mbappe dan N'Golo Kante.

Kontroversi Piala Dunia 2006

Salah satu kontroversi yang terus dikenang hingga sekarang adalah insiden Zidane menanduk bek timnas Italia, Marco Materazzi, di final Piala Dunia 2006.

Materazzi memantik kemarahan Zidane yang kemudian menanduk dadanya di babak perpanjangan waktu. Zidane mendapat kartu merah dan Italia akhirnya jadi juara Piala Dunia 2006 lewat drama adu penalti.

Zidane disebut-sebut kesal karena Materazzi menghina sang ibu pada laga final Piala Dunia 2006 itu. Belakangan, Materazzi membantah bahwa dia menghina ibu dan saudari Zidane.

"Setelah Zidane mencetak gol pertama Prancis, saya diminta pelatih untuk menjaga Zidane. Setelah benturan pertama di antara kami saya minta maaf, namun reaksi dia sangat buruk."

"Setelah benturan ketiga, dia berkata: 'Nanti saya akan berikan jersey milik saya untukmu'. Saya lalu membalas bahwa saya lebih memilih memiliki saudara perempuannya dibandingkan kostum miliknya," tutur Materazzi dalam wawancara dengan AS seperti dikutip dari Sport Bible. (bac/har)

Dakwah Khabib di Panggung UFC Editor: Hasyim     Oleh Hilal BEBERAPA hari ini media sosial dibanjiri oleh euforia kemenangan pet...


Dakwah Khabib di Panggung UFC

Editor: Hasyim
   
Oleh Hilal

BEBERAPA hari ini media sosial dibanjiri oleh euforia kemenangan petarung kelas ringan UFC (Ultimate Fighting Championship) asal Rusia, Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov atas petarung asal Irlandia, Conor McGregor, di Nevada, Amerika Serikat, pada Sabtu (6/10/2018).

Tidak hanya di kalangan penikmat olahraga UFC, namun juga mereka yang selama ini tidak menyukai jenis olahraga keras tersebut, turut mengekspresikan kegembiraan atas kemenangan Khabib. Dari kalangan Arab, Turki hingga Melayu semarak dengan kemenangan Khabib ini.

Siapa Khabib?
Siapakah sosok Khabib? Mengapa namanya tiba-tiba menjadi viral? Kenapa viralnya Khabib setelah pertandingannya yang ke-27, padahal hingga pertandingan ke-26 dengan nol kekalahan, namanya belum begitu dikenal publik? Khabib merupakan seorang petarung UFC dari Dagestan, salah satu republik federasi Rusia dengan populasi 80% Muslim yang menganut mazhab Syafi’i. Muslim Dagestan dikenal religius, ramah dan sangat menjaga budaya ketimuran.


Kultur masyarakat Muslim Dagestan tercermin pada kepribadian Khabib. Dia sangat menghormati lawan tandingnya, setidaknya hingga pertandingan ke-26. Dia selalu bersalaman dan memeluk lawannya sebelum dan setelah pertandingan. Namun keadaan berubah tatkala Khabib berhadapan dengan Conor McGregor yang terkenal angkuh dan brutal.

Kedua petarung ini mempunyai kepribadian yang sangat berseberangan. McGregor terkenal dengan karakter angkuh, rasis, alkoholik, badan penuh tato dan ucapan kotor. Sedangkan Khabib terkenal sebagai pribadi yang santun, rendah hati, religius, taat kepada orangtua, jauh dari sisi kehidupan barat yang glamor.

Pertandingan UFC sejatinya hanyalah orahraga adu fisik, seni bela diri yang bersifat komersial. Namun keangkuhan dan sikap premanisme yang dipertontonkan oleh McGregor memancing perhatian publik dalam skala luas.


Publik, terutama dari kalangan umat Islam merasa marah saat McGregor melecehkan Khabib dengan sebutan “teroris”, memaksakan minuman keras, melempar bus rombongan Khabib dengan kursi hingga menyebabkan dua kru mengalami cidera terkena serpihan kaca, serta terakhir sebelum berlangsungnya pertandingan, seorang tim McGregor melontarkan ucapan rasis atas agama, keluarga hingga negara Khabib.

Sosok seperti Khabib hadir menunjukkan jati diri seorang Muslim di tengah meningkatnya islamophobia di dunia barat. Tingginya islamophobia di dunia barat tidak terlepas dari faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal di antaranya karena framing negatif media barat terhadap Islam, ketidaktahuan dan sikap acuh masyarakat barat terhadap ajaran Islam hingga kepentingan politik para politisi barat, seperti Donald Trump demi meraup suara dalam pemilu.


Adapun faktor internal karena sikap umat Islam sendiri yang jauh dari nilai agama. Melalui ring tarung, Khabib dapat menghadirkan serta mempertahankan identitasnya sebagai seorang Muslim yang santun, selalu berkata baik, tidak minum alkohol, menjauhi zina, hingga pada rutinitas kecil seperti sujud syukur saat menang tanding dan ucapan alhamdulillah yang sangat sering terucap olehnya.

Muhammad Ali, Petinju Legendaris, Ini Alasan Dia Memilih Islam PWMU.CO– Seorang petinju muda Cassius Marcellus Clay menjelang be...

Muhammad Ali, Petinju Legendaris, Ini Alasan Dia Memilih Islam

PWMU.CO– Seorang petinju muda Cassius Marcellus Clay menjelang berangkat ke Olimpiade 1960 melihat pria mengenakan jas mohair hitam menjual koran terbitan Nation of Islam, Muhammad Speaks, di pinggir jalan Louisville.

Dia mengenal organisasi itu. Orang kulit putih menyebutnya Black Muslim. Lalu dia membeli korannya. Saat dibaca, dia tertarik sebuah gambar karikatur di halamannya. Karikatur itu menggambarkan seorang pemilik budak kulit putih memukul budak hitamnya dan meminta berdoa kepada Yesus.

Melihat karikatur itu Cassius Clay tersentak. Menyadarkan identitas dirinya. Nama dan agama yang disandangnya sekarang ini adalah warisan zaman perbudakan. Dia pun bertanya, kenapa tetap menjaga warisan zaman perbudakan?

Sejak itu dia mulai ikut di kegiatan Nation of Islam. Berkenalan dengan pemimpinnya Elijah Muhammad dan juru dakwah ulung Malcolm X. Kadang-kadang ikut keliling dakwah dari kota ke kota. Dakwah soal kemerdekaan orang hitam. Nama belakangnya dia tanggalkan menjadi Cassius X.

Padahal nama pemberian ayahnya itu adalah nama politikus kulit putih Partai Republik yang berjuang untuk hak-hak orang kulit hitam di Amerika Serikat. Ayahnya juga bernama seperti itu. Karenanya dia dipanggil Cassius Marcellus Clay Junior.

Tahun 1964, di usia 22 tahun, dia memenangkan kejuaraan kelas berat melawan juara dunia Sonny Liston. Di saat itulah dia mengumumkan sebagai muslim. Lantas mengganti namanya menjadi Muhammad Ali.

”Saya percaya kepada Allah dan perdamaian,” kata kepada wartawan. ”Saya bukan lagi orang Kristen. Saya tahu ke mana saya pergi dan saya tahu yang sebenarnya. Saya tidak harus menjadi apa yang Anda inginkan. Saya bebas menjadi apa yang saya inginkan,” tandasnya seperti ditulis Jonathan Eig dalam biografi Ali: A Life.

Memilih Islam
Alasan Ali memilih Islam karena agama ini tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras. ”Semuanya sama di hadapan Allah. Yang paling utama di sisi Tuhan adalah yang paling bertakwa,” tuturnya.

Dia mulai mengaji dan membaca terjemah al-Quran. ”Aku bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak, yang tidak mungkin dibuat oleh manusia.”

Dalam wawancara TV, Ali menceritakan, saat kecil bertanya kepada ibunya kenapa Yesus berkulit putih, Santa Klaus berkulit putih, malaikat juga berkulit putih. Lantas orang berkulit hitam seperti dirinya di mana posisinya.

Dari pertanyaan inilah dia menilai Islam ajaran paling pas. Karena ada tokoh kulit hitam seperti Bilal, sang muadzin.



Muhammad Ali, kiri, lawan Sonny Liston, 25 Februari 1964.
Dia banyak melihat ketidak adilan terhadap kulit hitam. Ada pemuda kulit hitam gara-gara menyiuli gadis kulit putih lalu dibunuh. Pembunuhnya ditangkap tapi dibiarkan. Kejadian seperti ini sering terjadi.

Diskriminasi sangat tajam.Ada restoran, kulit hitam tidak boleh masuk. ”Saya memenangi medali untuk Amerika Serikat di olimpiade, ketika saya pulang ke Louisville, toh saya tetap diperlakukan sebagai negro. Sejumlah restoran tak mau melayani saya,” ujar Ali.

“Sebutan Black Muslims itu datang dari pers. Itu bukan nama yang sah. Nama yang betul adalah Islam. Islam artinya damai. Islam adalah agama, dan 750 juta orang pemeluknya di seluruh dunia. Saya adalah salah satu di antara mereka,” tandasnya.

Pindah Islam Tak Bikin Heboh
Kepindahannya ke agama Islam tak banyak membuat heboh. Orang lebih melihat kehebatannya sebagai petinju dunia yang menghasilkan banyak uang daripada mempermasalahkan agamanya. Hubungan dengan orangtuanya juga tak terganggu.    

Bahkan ayahnya sudah tahu keislamannya sebelum pengumuman terbuka itu. ”Anak saya bergabung dengan Black Muslims,” kata ayahnya ketika wartawan 18 hari sebelum pertarungan itu.

Ali bercerita tentang ibunya. ”Ibuku seorang Baptis. Ketika saya besar, ia mengajari segala yang ia ketahui tentang Tuhan. Setiap Minggu, ia mendandani saya, dan membawa saya dan abang saya ke gereja. Ia mengajari kami hal-hal yang dianggapnya benar. Ia mengajari kami supaya mencintai sesama dan memperlakukan siapa pun dengan baik. Ia mengajari kami bahwa berprasangka dan membenci itu salah.”

”Ketika saya beralih agama, Tuhan ibuku tetap Tuhan saya hanya menyebutnya dengan nama yang lain. Pandangan tentang ibu saya tetap seperti yang saya katakan jauh sebelumnya. Dia baik, gemuk, perempuan menawan yang suka memasak, makan, menjahit, dan senang berada bersama keluarga. Ia tidak minum, merokok, dan tidak mencampuri urusan orang, atau menggangu siapa pun. Tak seorang pun lebih baik kepadaku sepanjang hidupku, kecuali dia.”

Anti Perang Vietnam
Muhammad Ali lahir di Louisville, Kentucky, 17 Januari 1942. Ibunya Odessa O’Grady Clay dan ayahnya Cassius Marcellus Clay Senior. Seperti ditulis britannica.com, Ali menjadi petindu gara-gara kehilangan sepeda saat menonton bazaar kota saat berumur 12 tahun.

Sambil menangis dia lapor polisi Joe Martin dan berkata akan menghajar pencurinya. Martin menawarkan ikut berlatih tinju dulu sebelum menghajar pencurinya. Sejak itu Ali ikut latihan tinju di sasana milik Martin. Ketika remaja dia mengikuti kejuaraan tinju amatir dan selalu juara.

Ali teguh memegang prinsip hidupnya. Tahun 1967, ketika diminta ikut wajib militer untuk dikirim perang ke Vietnam dia menolak. ”Saya tidak punya masalah dengan Vietcong. Mereka tidak pernah memanggil saya negro, mereka tidak pernah menggantung saya, mereka tidak mengejar saya dengan anjing, mereka tidak merampok kebangsaan saya, tidak memerkosa ibu dan membunuh ayah saya. Lalu menembak mereka untuk apa? Bagaimana saya bisa menembak mereka, orang-orang malang itu. Silakan bawa saya ke penjara!”

”Saya tidak akan mempermalukan agama saya, kaum saya atau diri sendiri dengan menjadi alat untuk memperbudak orang-orang yang berjuang untuk keadilan mereka sendiri, kebebasan dan kesetaraan. Jika saya berpikir perang akan membawa kebebasan dan kesetaraan untuk 22 juta orang, mereka tidak perlu memanggil saya, saya akan bergabung besok.”

Penolakannya ini menyebabkan dia masuk penjara dan didenda 10 ribu dollar AS. Gelar juaranya dicabut. Larangan bertanding tinju sepanjang 1967-1970. Namun Ali malah mendapat  dukungan gerakan anti perang Vietnam.  Dia diundang untuk ceramah anti perang. Pada 3 Januari 1972, Muhammad Ali berhaji ke Mekkah. Dia meninggal 3 Juni 2016 di Phoenix, Arizona dalam usia 74 tahun. (*)

Penulis/Editor Sugeng Purwanto

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)