basmalah Pictures, Images and Photos
08/28/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Ulama Lulusan Pasai di Majapahit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kesaksian Ibnu Batutah menyebutkan b...

Ulama Lulusan Pasai di Majapahit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kesaksian Ibnu Batutah menyebutkan bahwa Sultan al-Malikuzh Zhahir, selain sebagai Sultan Pasai, juga seorang ulama yang mendirikan pula pondok pesantren yang disebut Meunasah. Inspirasinya dari Madrasah Nizhamiyah yang didirilan oleh Wazir besar Nizamudin Mulk dari Bani Saljuk dimana Imam Al Ghazali pernah menjadi guru besarnya.

Meskipun ada yang berpendapat bahwa Kesultanan Samudera Pasai mundur akibat serangan Majapahit, tetapi pelajaran agama Islam di Pasai tidak terhenti. Sejarah kerap kali menunjukkan, meskipun kadang orang terpukul secara politik, tetapi semangat yang tertekan akan menjelma dalam gerak agama untuk memihara aqidah.

Menurut Buya Hamka, ketika Majapahit menyerbu Pasai, banyak alim ulama Pasai yang tertangkap dan diangkut ke Jawa. Akan tetapi, setelah sampai di Jawa, mereka pun menjadi penyebar Islam yang giat sehingga sejarah tanah Jawa mengakui juga betapa besar pengaruh orang-orang buangan Pasai itu dalam penyebaran Islam di Jawa.

Disebutkan di dalam Sejarah Raja-Raja Pasai sebagai berikut, "Sang Nata, (sebutan yang lain bagi Batara Majapahit) bertitah: "Akan segala tahanan orang Pasai itu, suruhlah ia duduk di tanah Jawa ini, menurut kesukaan hatinya."

Disamping ulama Pasai yang ke Majapahit akibat persoalan politik, ada juga mereka yang tinggal di Majapahit namun belajar Islam ke Pasai. Contohnya Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang yang pergi ke negeri Pasai, Aceh, untuk berguru kepada Syekh Maulana Ishak, ayahanda Sunan Giri. Sejak kecil, sudah tampak kecerdasan dan keuletan Raden Makdum Ibrahim dalam menuntut ilmu.

Yang tercatat pernah belajar ke Pasai bersama Sunan Bonang adalah Sunan Giri.  Awalnya belajar dengan Sunan Ampel, Setelah Sunan Ampel merasa cukup memberikan ilmu kepadanya memutuskan untuk mengirim Raden Paku (Sunan Giri) dan Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) menuju Pasai untuk berguru pada ulama-ulama termahsyur di tanah serambi Mekah tersebut. Adapun secara khusus bagi Raden Paku sengaja dikirim ke Pasai untuk bertemu dengan ayah kandungnya Syekh maulana Ishaq.

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/historia.id/amp/kuno/articles/syekh-jumadil-kubra-dan-orang-islam-di-majapahit-PdlpZ

https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/sejarah-hidup-sunan-bonang-dakwah-islam-lewat-gamelan-sastra-gdlD

https://islamtoday.id/ulas-nusa/20200121104315-5873/perjalanan-keilmuan-sunan-giri-dari-ampeldenta-hingga-pasai/

Dari Perbendaharaan Lama karya Buya Hamka 

Dakwah Kekuasaan Walisongo Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dakwah dengan pendekatan kekuasaan. Itu sal...

Dakwah Kekuasaan Walisongo

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dakwah dengan pendekatan kekuasaan. Itu salah satu cara dakwah Walisongo yang jarang diungkap. Atau memang disembunyikan? Agar Umat Islam di Nusantara tidak menyentuh kekuasaan dalam kiprah dakwahnya? Untuk memisahkan umat dari kekuasaan agar kekuasaan digenggam oleh mereka yang tidak memiliki spiritualitas? Bagaimana bisa mensejahterakan bangsa tanpa moralitas?

Ingat...  Walisongo datang ke Nusantara merupakan utusan khusus dan resmi dari kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1404 M. Dengan status ini para Walisongo bisa berinteraksi dengan penggenggam kekuasaan di tanah Jawa yang saat itu sedang berkecamuk perang Paregreg antara Wikromo Wardono dan Wirobhumi yang merupakan keturunan raja Majapahit.

Dalam rentang waktu yang sama dengan kedatangan Walisongo. Kaisar Tiongkok dinasti Ming yang muslim mengutus Laksamana Cheng Ho ke tanah Jawa. Maka jadilah sinergi yang kokoh antara Walisongo dan Laksamana Cheng Ho. Menurut Ustadz Salim A Fillah, Sunan Giri dan Laksamana Cheng Ho membuka persawahan baru di area pesisir utara Jawa. Disinilah tragedi kelaparan akibat perang Paregreg dapat diminimalisir.

Sebelum Walisongo dan Cheng Ho datang sebagai utusan resmi dari Kekhalifahan  Turki dan Kaisar Tiongkok. Masyarakat muslim sudah ada di Majapahit karena dakwah kultural oleh para pengusaha muslim. Kedatangan Walisongo dan Laksamana Cheng Ho memperkokoh dakwah karena mereka berdakwah dengan sarana kekuasaan kepada pucuk tertinggi pemegang kekuasaan di Jawa dan Nusantara.

Dakwah pada pemegang kekuasaan di Jawa Barat melahirkan masuk Islamnya keluarga Prabu Siliwangi yang merupakan raja Pakuwan Pajajaran. Ibunya Sunan Gunung Jati, Nyi Rara Santang putri dari Prabu Siliwangi, yang menikah dengan Sultan Mahmud yang merupakan keluarga kesultanan di Mesir. Sunan Gunung Jati hendak diangkat Sultan di Mesir namun lebih memilih pulang ke Jawa.

Sunan Gresik berdakwah pada raja Majapahit. Beragam upaya dilakukan hingga mencoba menyandingkan raja Majapahit dengan putri raja Champa yang muslim. Namun gagal, akhirnya oleh raja Majapahit, Wikromo Wardhono, karena kekaguman dengan akhlak sunan Gredik, sang prabu memberikan kebebasan dakwah kepada Sunan Giri dan memberikan tanah untuk tempat kiprahnya.

Maulana Ishaq berdakwah dengan Adipati Blangbangan yaitu Menak Jinggo. Karena ahli dalam bidang pengobatan, ketika putri Menak Jinggo sakit yang bisa menyembuhkan adalah Maulana Ishaq akhirnya mereka menikah. Putrinya Menak Jinggo masuk Islam. Dari pernikahan mereka lahirlah Sunan Giri.

Sunan Ampel sebelum ke Jawa, mampir terlebih dahulu ke Adipati Palembang yaitu Arya Damar. Beliau  berdakwah padanya. Arya Damar adalah putra prabu Brawijaya V  dari Majapahit. Tiba di Majapahit menemui saudaranya yang merupakan ipar ayahnya yaitu ratu Dworowati di Trowulan Majapahit. Sunan Ampel berdakwah ke raja Majapahit, walau belum berhasil. Namun diberi kebebasan berdakwah dan diberikan sebidang tanah di Ampel.

Bila melihat penerimaan raja-raja di Jawa terhadap Walisongo yang cukup baik. Disamping akhlak dan kapabelitas para Sunan, juga karena mereka utusan khalifah Turki Utsmani yang saat ini telah menjadi ada daya dunia di masanya. Itulah penting dakwah dengan pendekatan kekuasaan.

Dakwah dengan pendekatan kultural untuk menjangkau jiwa masyarakat, mewarnai ekonomi-sosial-budaya. Dakwah dengan pendekatan kekuasaan untuk mewarnai kekuasaan dengan penguasa dan undang-undang penuh keadilan. Itulah cara menciptakan bangsa yang kokoh dan bermartabat.

Referensi:
Walisongo, Rachmad Abdullah, Al Wafi Publishing, April 2015

Samudera Pasai Dikuasai Majapahit? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Samudera Pasai lebih dahulu berdir...

Samudera Pasai Dikuasai Majapahit?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Samudera Pasai lebih dahulu berdiri dibandingkan Majapahit. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina. 

Pertanyaannya, apakah kekuasaan Majapahit termasuk Sumatera mencakup Samudera Pasai? Memang ada kisah penyerbuan Majapahit hingga dua gelombang, Gajah Mada pun dikabarkan memimpin langsung penyerbuannya ke Samudera Pasai. Namun apakah Samudera Pasai dikuasai Majapahit?

Apakah setelah penyerbuan Majapahit Samudera Pasai mengalami kemunduran? Yang terjadi sebaliknya, Samudera Pasai memasuki masa keemasan kedua di era Sultanah Nahrasyiyah yang memerintah setelah era Majapahit Hayam Wuruk. 

Sultanah Nahrasyiyah adalah Ratu di Kesultanan Samudera Pasai. Wafat pada 831 H/ 1428 M. Dia Ratu perempuan pertama di Asia Tenggara memerintah dengan arif bijaksana dengan sifat keibuan serta kasih sayang.

Pada masa pemerintahannya? penyebaran agama Islam menjadi semakin pesat, Kesultanan Samudera Pasai sendiri mencapai puncak masa kejayaan pada masa pemerintahannya. Dikenal sebagai sosok yang bijak dan arif. Selama berada di tampuk kepemimpinan, ia memerintah dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Saat itu, harkat dan martabat perempuan begitu mulia. 

Ketika Cheng Ho singgah di Samudera Pasai, yang berkuasa saat itu adalah Ratu Nahrasiyah memerintah tahun 1405-1428 M. Sang Ratu adalah anak dari Zainal Abidin Malikudzahir atau cucu dari Sultan Malikussaleh. Berkuasa dengan arif selama 20 tahun lebih. Saat Ceng Ho ke Samudera Pasai, tak ada catatan perjalanan Cina yang menunjukan bahwa Pasai bagian dari Majapahit.

Penjaga Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah juga membantah bahwa Kerajaan Samudera Pasai pernah diserang oleh Kerajaan Majapahit, apa lagi sampai mengalami kekalahan hal ini disebabkan tidak ditemukan adanya peninggalan Kerajaan Majapahit baik berupa mata uang.

Selain itu Sultan Malikussaleh  dalam literature Arab bergelar “Al-Fatih” yang memiliki angkatan laut terkuat di Asia Tenggara. Kekuatan maritim Samudera Pasai pada masanya setara menguasai lautan dan diseumpanakan dengan panglima laut Turki, Khairuddin Barbarossa. Karena itu tidak mungkin Kerajaan Majapahit menyerang Kerajaan Samudera Pasai mengingat Belanda sendiri ketika menyerang Kesultanan Aceh pun dengan mengandeng banyak sekutu.

Sumber:
https://nasional.okezone.com/amp/2021/02/07/337/2357858/samudra-pasai-kerajaan-islam-pertama-bikin-pasukan-majapahit-bertekuk-lutut?page=3

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Malikah_Nahrasiyah

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/p22vjt396

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/stori/read/2021/04/21/163539479/kerajaan-samudera-pasai-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan



Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)