basmalah Pictures, Images and Photos
10/11/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Tiga Pelaut Muslim Dikenang Sepanjang Zaman, Siapa Mereka? https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/p1op4d39667 Sebelu...

Tiga Pelaut Muslim Dikenang Sepanjang Zaman, Siapa Mereka?


https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/p1op4d39667

Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab telah dikenal sebagai pedagang yang ulung dan akrab dengan lautan. Selama Rasulullah SAW hidup, penyebaran agama Islam tidak hanya melalui perjalanan di daratan, melainkan juga pelayaran.

Demikian pula pada zaman sesudah Nabi SAW wafat. Sebagai contoh, para penyebar Islam di Kepulauan Nusantara pada masa awal memanfaatkan dengan sungguh-sungguh jalur perniagaan maritim untuk melakukan dakwah kepada masyarakat tempatan.



Pada zaman keemasan Islam, perkembangan ilmu navigasi telah memunculkan para pelaut tangguh. Mereka dapat berkeliling dunia dengan bantuan teknologi yang cukup canggih pada masanya. Misalnya, astrolab yang dikembangkan para ilmuwan Muslim.

Dengan alat ini, seorang pelaut dapat menentukan arah kapal dengan memerhatikan posisi benda-benda langit. Selain itu, sejak abad ke-14 mereka juga memanfaatkan kompas yang pertama kali ditemukan bangsa Cina. Dinamika para saintis dan pelaut Muslim ini jauh mendahului bangsa Eropa yang masih tertinggal dalam bidang maritim.

Tulisan sekilas ini akan merangkum tiga tokoh pelaut Muslim yang patut dicatat dalam sejarah. Mereka tidak sekadar berlayar untuk kepentingan pribadi, melainkan demi penyebaran dakwah Islam serta kebanggaan bangsa asalnya masing-masing.

Berbeda dengan kolonialisme Eropa yang juga memanfaatkan pelayaran di samudra, para pelaut Muslim datang ke negeri-negeri tertentu tanpa bermaksud menjajah masyarakat tempatan. Mereka justru menggiatkan aktivitas perdagangan sekaligus menjembatani kebudayaan-kebudayaan yang berbeda.

Ahmad bin Majid

Pelaut Arab ini lahir pada 1421 di Ras al-Khaimah (kini bagian dari Uni Emirat Arab) dan wafat pada 1500. Keluarganya sudah akrab dengan dunia perniagaan maritim. Saat berusia 17 tahun, Ahmad bin Majid sudah pandai mengemudi bahtera.

Dunia Barat mengenalnya sebagai pelaut legendaris yang menolong Vasco da Gama dalam pelayarannya. Pada akhir abad ke-15, da Gama menyelidiki jalur maritim dari Eropa ke India. Pada akhirnya, ekspedisi pelaut Portugis ini membuka jalan bagi permulaan ekspansi kolonialisme Barat atas Asia dan Afrika.

Sejumlah sejarawan menggelari Ahmad bin Majid sebagai Singa Lautan. Ini lantaran luasnya pengetahuan Ibnu Majid mengenai ilmu kemaritiman dan juga pengalamannya mengarungi samudra. Dia telah menulis sejumlah buku tentang bidang tersebut. Di antaranya adalah Fawaidh fi Usl Ilmi al-Bahra wa al-Qawaidah dan Kitab al-Fawaid.

Isinya lebih mirip ensiklopedia tentang sejarah dan prinsip-prinsip dasar navigasi. Salah satu karyanya menjadi panduan bagi para pelaut di Teluk Persia untuk mencapai pesisir India dan Afrika timur. Pada zamannya, bangsa Eropa belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang Samudra Hindia.

Cheng Ho

Dia merupakan pelaut asal Cina. Cheng Ho lahir pada 1371 dari keluarga Muslim yang di Yunnan. Nama aslinya adalah Ma He. Dalam bahasa Cina, Madigunakan untuk menyebut Muhammad. Ayah dan kakeknya diketahui pernah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Dapat dikatakan, Cheng Ho berasal dari keluarga Muslim yang taat.

Saat masih muda, kota tempat tinggal Cheng Ho diserang tentara Dinasti Ming. Cheng Ho lantas ditangkap lalu dibawa ke ibukota kekaisaran di Nanjing. Dia mulai bekerja di istana kaisar. Karena kedekatannya dengan pangeran, ketika dewasa Cheng Ho menduduki posisi penting. Gelar kehormatan Cheng diberikan dalam masa ini.

Pada periode 1405-1433, Cheng Ho memimpin tujuh ekspedisi kaisar ke sejumlah negeri, antara lain, Melayu, Jawa, Thailand, India, Sri Lanka, Iran, Oman, Yaman, Arab, dan Afrika timur. Dalam pelayarannya, armada Cheng Ho terdiri atas kapal-kapal besar dengan ukuran panjang sekitar 400 kaki. Ukurannya bahkan lebih besar daripada lapangan sepak bola modern.

Selama menjelajah dunia, Cheng Ho menjadi duta sang kaisar di negeri-negeri yang disinggahi. Kaisar memerintahkannya agar menghormati masyarakat tempatan sehingga membawa citra baik bangsa Cina. Armada Cheng Ho kerap disambut hangat penguasa setempat, sembari menjalankan misi dagang dan diplomatik.

Ahmed Muhiddin Piri

Dunia Barat mengenalnya sebagai Piri Reis. Ahmed Muhiddin Piri lahir pada 1465 dan wafat pada pertengahan abad ke-16. Dia merupakan pelaut ulung dari Kesultanan Utsmaniyyah. Piri juga masyhur sebagai pembuat peta dan navigator yang brilian.

Dia menulis Kitab i Bahriye yang terdiri atas dua bagian. Pertama berisi informasi mengenai jenis-jenis badai, teknik menggunakan kompas, serta data yang rinci beserta petanya tentang kota-kota penting di pesisir Laut Tengah. Bagian kedua lebih sebagai panduan bagi para penjelajah yang hendak mengarungi lautan. Pembahasannya berfokus pada wilayah-wilayah pesisir tertentu.

Pada 1513, dia mulai membuat peta dunia, yang di dalamnya juga ada benua yang kelak dinamakan Amerika. Warisan berharga ini di kemudian hari ditemukan di Istana Topkapi, Istanbul, pada 1929.

Lima belas tahun setelahnya, Piri membuat peta dunia lainnya yang lebih detail dalam menunjukkan wilayah Amerika, sebagaimana kini dikenal masyarakat modern. Dalam membuat karya besarnya itu, dia memanfaatkan sekitar 20 artefak peta tua berbahasa Arab, Spanyol, Portugis, Cina, India, dan Latin.

Jejak Ulama Nusantara di Tanah Afrika https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pn7k85313 Sejarah perkembangan Islam di...

Jejak Ulama Nusantara di Tanah Afrika

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pn7k85313

Sejarah perkembangan Islam di Afrika Selatan tidak bisa dilepaskan dari peranan ulama-ulama besar dari Nusantara. Sebutlah misalnya, Asy-Syaikh al-haj Yusuf Abu al-Mahasin Hidayatullah Taj Al-Khalwati al-Makasari--lebih akrab disebut Syekh Yusuf--contohnya.

Nama ulama kelahiran Tallo, 13 Juli 1626 M, ini tetap dikenang di benua hitam itu hingga kini, meski kiprahnya di benua itu telah melintasi masa yang panjang, ratusan tahun silam.

Syekh Yusuf bersama 49 pengikutnya menginjakkan kaki pertama kali di Afrika Selatan pada Juli 1693, setelah lebih dulu diasingkan oleh koloni Belanda ke Srilanka. Mereka sampai di Tanjung Harapan dengan kapal De Voetboog dan ditempatkan di daerah Zandvliet yang kemudian dikenal dengan nama Madagaskar.

Di negeri buangan itu, dalam waktu singkat ia telah mengumpulkan banyak pengikut. Awalnya, ia memantapkan pengajaran agama bagi pengikutnya. Dari sini syiar Islam lalu diserukan kepada orang-orang buangan yang diasingkan ke Kaap. Mereka kemudian bersatu membentuk komunitas Muslim.

Meski Syekh Yusuf telah wafat pada 23 Mei 1699 di usia 73 tahun, namun pengaruhnya di Afrika Selatan masih sangat besar sampai saat ini. Bangunan bekas tempat tinggalnya dijadikan bangunan peringatan yang diberi nama 'Karamat Syekh Yusuf'. Bangunan peringatan itu masih tetap dikunjungi warga Afrika Selatan, meski jenazahnya dibawa dan dimakamkan ke Gowa, daerah kelahirannya di Sulawesi Selatan.

Toh, Syekh Yusuf bukan satu-satunya ulama Nusantara yang mengembangkan Islam di benua hitam itu. Dalam sejarahnya, selain Syekh Yusuf, paling tidak ada dua ulama lainnya yang juga punya peran penting dalam pengembangan Islam di sana. Keduanya adalah Tuan Guru Imam Abdullah bin Qadi Abdussalam yang dibuang oleh Belanda dari Tidore dan Abdul al-Basi Sultania, Raja Tambora yang disebut berasal dari bagian Kesultanan Gowa.

Hanya saja, catatan sejarah yang mengisahkan peran Imam Abdullah bin Qadi Abdussalam dan Abdul al-Basi Sultania dalam pengembangan Islam di Afrika Selatan tidak sebanyak Syekh Yusuf. Meski demikian, Abdul al-Basi Sultania juga seorang cendekiawan Islam, sebagaimana halnya dengan Syekh Yusuf.

Kesultanan Gowa disebutkan takluk kepada pemerintah Belanda pada 1683 dan Raja Tambora dibuang ke Semenanjung Harapan, lalu dipindahkan ke Vergelegen, Stellenbosch. Di sini, ia menuliskan ayat-ayat suci Alquran berdasarkan ingatannya. Sehingga, ada kalangan yang menyebut bahwa Raja Tambora sebagai penulis Alquran yang pertama di Afrika Selatan.

Peranan Tuan Guru Imam Abdullah bin Qadi Abdussalam tak kalah pentingnya. Seperti juga Raja Tambora, berbagai catatan sejarah menunjukkan, Tuan Guru pun menulis isi Alquran berdasarkan ingatannya. Selain itu, ia pula disebut sebagai orang pertama yang mendirikan madrasah di jantung Kota Cape Town dan Masjid Auwwal di Bo-Kaap yang hingga kini masih eksis di sana. Karena itu, peranan Syekh Yusuf, Raja Tambora, dan Tuan Guru bersama ulama dari Nusantara lainnya tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Afrika Selatan.



Peran Ulama dalam Kerajaan Islam di Nusantara https://www.google.com/amp/s/historia.id/amp/kuno/articles/peran-ulama-dalam-keraj...

Peran Ulama dalam Kerajaan Islam di Nusantara

https://www.google.com/amp/s/historia.id/amp/kuno/articles/peran-ulama-dalam-kerajaan-islam-di-nusantara-vQNra


PADA masa jaya kerajaan-kerajaan Islam, peran ulama menonjol sebagai bagian dari pejabat elite. Fungsinya memperkokoh kedudukan pemimpin yang duduk di singgasana. 

Di Asia Tenggara, apalagi Nusantara, hubungan erat raja dan ulama bukan hal yang aneh. Contohnya di Kerajaan Samudera Pasai. 

Ayang Utriza Yakin dalam Sejarah Hukum Islam Nusantara Abad XIV-XIX M menulis, di Samudera Pasai, pemerintah Islam menunjuk ulama yang punya kemampuan mumpuni sebagai mufti resmi. Itu berdasarkan keterangan Ibnu Batutah yang pernah tinggal selama 15 hari di Samudera Pasai pada 1345. Dalam catatannya, al-Rihlat, Batutah menyebut fungsi mufti sangat penting dalam kesultanan. Sang mufti biasanya duduk dalam ruang pertemuan bersama dengan sekretaris, para pemimpin tentara, komandan, dan pembesar kerajaan.

Advertising

Advertising
Sistem itu, kata Ayang, agaknya dibawa dari kebiasaan di Kesultanan Perlak (Peureulak). Kerajaan Islam di Aceh itu punya majelis fatwa yang dipimpin seorang mufti. Ia menangani persoalan hukum agama. Jabatannya itu di atas kementerian kehakiman.

“Sistem itu berlanjut hingga ke masa pembentukan Kesultanan Samudera Pasai,” kata dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Gambaran jelas keberadaan ulama di tengah politik kerajaan muncul pada abad 16. Salah satunya Hamzah Fansuri, ulama Melayu Nusantara yang peninggalannya relatif lengkap mencakup biografi dan karya keislaman. Selain itu, ulama terkemuka yang meninggalkan karya monumental antara lain Shamsuddin al-Sumaterani (1693), Nuruddin ar-Raniri (1658), Abdul Rau’f al-Sinkili (1693), dan Yusuf al-Makassari. Pada abad 18 muncul Abd. Samad al-Falimbani dan Syekh Daud al-Fatani.

Dosen sejarah UIN Syarif Hidayatullah, Jajat Burhanudin menjelaskan, kehadiran ulama Melayu Nusantara sebagai bagian dari elite kerajaan lebih memperlihatkan gejala kota. “Mereka menjadi satu kelompok sosial yang termasuk elite kota dengan sejumlah keistimewaan karena pengetahuannya di bidang ilmu keislaman,” kata Jajat.

Dalam bukunya, Islam dalam Arus Sejarah Indonesia, Jajat menulis, para ulama senantiasa di samping raja untuk memberi nasihat spiritual sekaligus memberi legitimasi politik di tengah rakyatnya yang beralih menjadi muslim.

Kadi

Dalam bidang hukum, ulama memegang peran sentral dalam membuat regulasi dan menentukan kehidupan keagamaan umat Islam. Mereka sebagai kadi atau penghulu di Jawa.

Lembaga Kadi makin mapan pada abad 17 di Kerajaan Aceh. Tak hanya memberi legitimasi dan nasihat kepada raja seperti di Kerajaan Malaka, para kadi juga menjalankan hukum Islam di kerajaan. Kadi di Aceh mulai berdiri pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

Kerajaan Aceh juga memiliki lembaga Syaikhul Islam yang berada langsung di bawah raja. Lembaga ini mempengaruhi kebijakan raja dalam masalah sosial dan politik.

“Orang-orang yang bertanggung jawab di lembaga ini adalah ulama Aceh terkemuka,” kata Jajat.

Informasi soal lembaga itu, salah satunya, didapatkan lewat catatan perjalanan perwakilan khusus Inggris ke Aceh pada 1602. Sir James Lancaster, menggambarkan Hamzah Fansuri, Syaikhul Islam waktu itu, sebagai uskup agung. Dia diangkat raja untuk memimpin perundingan damai dan persahabatan antara Aceh dan Inggris.

Jajat mencatat, Nuruddin ar-Raniri sempat pula mengepalai Syaikhul Islam. Dia pernah menengahi protes keras Belanda atas regulasi perdagangan kerajaan yang menguntungkan pedagang Gujarat. Dengan otoritasnya itu, dia berhasil meyakinkan raja, Safiyyatuddin (1641-1675), untuk menarik regulasi itu.

“Aceh merupakan satu-satunya kerajaan di Nusantara yang memiliki lembaga resmi ulama. Raja-rajanya memberi ulama kesempatan untuk terlibat dalam wilayah yang melampaui urusan keagamaan,” tulis Jajat.

Di Jawa, lembaga itu bisa ditemui di Kerajaan Demak. Dalam menjalankan pemerintahannya, sultan-sultan Demak dibantu para ulama. Mereka bertindak sebagai ahlulhalli walaqdi. Lembaga itu menjadi wadah permusyawaratan kerajaan yang punya hak ikut memutuskan masalah agama, kenegaraan, dan segala urusan kaum muslimin. 

Sunan Giri pernah menduduki ahlulhalli walaqdi. Diia berwenang mengesahkan dan memberi gelar sultan pada penguasa kerajaan Islam di Jawa. Dia juga menentukan garis besar politik pemerintahan dan bertanggung jawab di bidang keamanan muslim dan kerajaan Islam. Dia juga berhak mencabut kedudukan sultan bila menyimpang dari kebijakan para wali.

Legitimasi Kekuasaan

Tak hanya sebagai penasihat raja, para ulama juga menjadi penerjemah Islam ke dalam sistem budaya Indonesia. 

“Dalam tugas itu, ulama berkontribusi dalam memberi legitimasi pada budaya politik Melayu berorientasi kerajaan,” jelas Jajat. 

Karya intelektual para ulama menjadi sumber legitimasi bagi kerajaan. Salah satunya Ar-Raniri yang memiliki pandangan lebih rinci tentang hubungan ulama-raja. Lewat karyanya, Bustan us-Salatin yang ditulis sekira 1630-an dan didedikasikan kepada Iskandar Thani, dia menjabarkan cara seorang ulama neo-sufi berhadapan dengan isu politik kerajaan. 

Ar-Raniri menekankan untuk mematuhi raja sebagai sebuah kewajiban agama. Kepatuhan pada raja sama saja dengan mengikuti perintah Tuhan. 

“Dengan cara ini, para raja diberikan otoritas politik yang sah, yang harus diakui oleh umat Islam,” tulis Jajat. 

Karenanya, kata jajat, Islam telah memberi sumbangan bagi pembentukan kerajaan absolut di dunia Melayu-Indonesia prakolonial. Semakin mapan ulama dalam elite kerajaan, makin mantap Islam sebagai ideologi politik kerajaan. 

Pada periode itu, tercatat raja-raja absolut seperti Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Thani di Aceh, Sultan Agung di Mataram, dan Sultan Hasanuddin di Makassar. 

“Bisa diasumsikan sejumlah ulama juga tampil mendukung politik kerajaan absolut,” tegas Jajat.



Terus Membawa Bola Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Diego Maradona mampu mencetak gol dengan melewati ...

Terus Membawa Bola

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Diego Maradona mampu mencetak gol dengan melewati 8 pemain lawan yang menghadangnya. Energi menggerakkan bola berbeda dengan yang menghadangnya. Yang bergerak mampu melewati para penghalang. Itulah mengapa para striker selalu dapat mampu melewati berapa pun yang menghadangnya. Bergerak sambil berfikir. Bergerak sambil bermanuver. Bergerak sambil berinovasi. Akan berbeda dengan mereka yang melihat gerakan lawan untuk menghadangnya.

Ambillah bola. Bergeraklah ke medan lawan. Secara umum, yang banyak memegang bola akan berpotensi untuk menang. Prediksi kemenangan, lebih banyak pada tim yang mengendalikan bola. Jadilah pengendali utama permainan. Berlarilah bersama bola. Yang berlari bersama bola cendrung lebih cepat dan lincah karena pikiran, energi dan kekuatannya hanya terfokus ke bola saja. Selincah bola yang terus bergerak.

Pembawa bola tak pernah tahu bagaimana pintu penghalang lawan menghadangnya. Tak pernah tahu, berapa orang yang menghadangnya. Yang dipikirkan hanya, melewati lawan, bola tetap dibawah kendalinya, responnya tak pernah terpikirkan dan direncanakan, semua bergerak secara refleks sesuai kondisi yang ada. Yang terlatih menghadapi situasi, yang terbiasa menghadapi situasi, hanya membutuhkan waktu sebentar untuk merespon dengan cepat dan tepat.

Ketika tidak bertanding, teruslah berlatih seolah-olah terus bertanding. Seolah-olah lawan terus mengintai dan menghadang. Seperti Rasulullah saw yang selalu mengirimkan berbagai pasukan kecil penjelajah ke berbagai wilayah untuk mengasah dan melatih bila tiba-tiba terjadi pertempuran nyata dengan Kabilah Arab, Persia dan Romawi. Bersiap siagalah. Karena peluang kadang  hanya datang sekali saja.

Pembawa bola selalu memiliki seni mengecohkan dan memperdaya lawan. Namun para penghadang hanya bisa mengikuti gerakan pembawa bola. Para penghadang cendrung lebih banyak dari pembawa bola. Sumber energi dan sumber daya yang dibutuhkan para penghadang cendrung lebih besar dan banyak. Bila ingin efisien dan efektif, teruslah menyerang dan memasuki medan lawan.

Sejak perang Khandak, Rasulullah saw memproklamirkan bahwa tidak ada lagi strategi diserang dan bertahan Tetapi harus menyerang. Walaupun Tabuk sangat jauh. Walaupun perbekalan sangat terbatas. Walaupun sangat panas dan kering. Rasulullah saw terus membawa pasukan ke Tabuk. Pergerakan sudah menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran. Itulah keuntungan psikologis menyerang.

Karakter muslimin adalah menyerang. Rasullullah bersabda, "Gerakan muslimin sudah menimbulkan ketakutan selama satu bulan perjalanan bagi musuh." Pergerakan nabi Musa sudah menciptakan ketakutan bagi bangsa Kan'an di Palestina. Karakter mukmin adalah berhijrah. Hijrah telah menciptakan ketakutan besar bagi Kafir Quraisy. Tak ada kata diam menunggu momentum. Tetapi selalu bergerak menciptakan momentum.

Saat kelaparan dan paceklik melanda Madinah, Rasulullah saw terus menggali parit dan memecahkan batu. Perutnya diganjal dengan batu. Saat kondisi tersulit, Rasulullah saw dan Sahabatnya terus bergerak menciptakan segala kemungkinan untuk menghadapi lawan yang dapat tiba-tiba datang untuk menghancurkan. Jangan pernah diam dan berpangku tangan dalam kondisi apa pun.

Mengolah Lahan Dengan Spiritualitas Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Liburan terjun ke sawah dan berke...

Mengolah Lahan Dengan Spiritualitas

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Liburan terjun ke sawah dan berkebun. Lelah, tetapi menyegarkan jiwa dan raga. Berinteraksi dengan alam seperti berinteraksi dengan seorang ulama yang bertakwa

Mentadaburi ayat al-Qur'an tentang alam, plus berinteraksi dengan alam, memberikan suntikan kebahagiaan dan spiritual.

Tanah yang gersang, bagai melihat makhluk Allah yang sedang sakit dan menderita. Hama, cara Allah menciptakan keseimbangan alam

Alam seperti anak sendiri. Alam seperti orang tua sendiri. Alam bagai saudara seiman yang saling menopong menciptakan kemaslahatan dan ketaatan

Al-Qur'an banyak mengajarkan bagaimana tanah tandus menjadi subur dengan spiritualitas dan memahami ekosistem.

Al-Qur'an mengajarkan apa yang harus ditanam. Rekayasa genetika apa yang diciptakan pada tanaman agar menghasilkan kemakmuran dan kekayaan

Al-Qur'an mengajarkan struktur tanah, perpaduan kebun-ladang dan ragam tanaman, menciptakan mata air dan aliran air pada tanah yang dikelola

Al-Qur'an mengajarkan perpaduan langit dan bumi untuk menciptakan kesuburan. Petani cukup membaca Al-Qur'an untuk merekayasa kesuburan tanah

Bila tanah sudah subur, apa pun bisa ditanam dengan hasil yang melimpahkan ruah. Mengolah tanah bagai mengolah jiwa manusia.

Mengadukan Kezaliman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dalam kezaliman, apa yang dilakukan? Said bin Ju...

Mengadukan Kezaliman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Dalam kezaliman, apa yang dilakukan? Said bin Jubair melakukan perlawanan hingga harus mengasingkan dirinya ke Mekkah. Saat tertangkap, yang dilakukannya hanya berdoa kepada Allah. Hasan Al-Bashri lebih memilih bersabar dan berdoa, karena kezaliman para penguasa disebabkan kemaksiatan dan dosa rakyatnya.

Umar Tilimsani menghadapi kezaliman Anwar Sadat selaku presiden Mesir. Umar Tilimsani berkata, "Bila kezaliman dilakukan oleh bukan penguasa, maka aku akan mengadukan ke bapak Presiden. Bila yang berlaku kezaliman adalah Presiden, maka aku mengadukannya kepada Allah." Hati Anwar Sadat pun bergetar ketakutan mendengarkan ucapan Umar Tilimsani.

Tugas mukmin adalah amar maruf nahi mungkar. Jihad yang terbesar adalah berkata benar dihadapan penguasa. Setelah itu bersabarlah seperti Hasan Al Bashri. Seperti Hamka yang bersabar di balik jeruji  penjara. Atau seperti yang dilakukan Abu Bakar Baasyir di balik jeruji besi.

Allah memberi amanah kepada penguasa beserta jajarannya untuk mengurus hamba-hamba-Nya. Agar kebutuhannya terpenuhi, hidupnya tentram dengan menegakan syariat-Nya. Bagaimana bila menyeleweng? Bagaimana bila justru menzaliminya? Adukan saja kepada yang memberi dan mencabut kekuasaan.

Bacalah hadist-hadist akhir zaman, ketika kezaliman mencapai puncaknya. Tetap teguh bersama jamaah walaupun hanya menggigit akar saja. Dalam kezaliman yang keras dan ganas, kekokohan berjamaah menjadi kekuatan yang sangat kuat agar tetap beristiqamah dan terus terjaga kesabaran.

Ingat kisah Ashabul Kahfi? Ingat kisah Nabi Musa? Tugas pokok mereka hanya menjaga kesinambungan dan kekokohan jamaah. Sedangkan Allahlah yang mencabut dan memberikan kekuasaan. Allah mengganti para penguasa ketika Ashabul Kahfi ditidurkan Allah di gua. Allah yang menghancurkan Firaun, saat Nabi Musa lari dari kejaran tentara Firaun.

Ingat kisah Imam Ahmad bin Hambal yang disiksa oleh tiga era penguasa? Allahlah yang mengganti ketiga penguasa zalim tersebut dengan kematian mereka, hingga Allah mentakdirkan penguasa yang membela Sunnah Rasulullah saw menjadi penguasa.

Apapun sepak terjang penguasa, serahkan saja kepada Allah. Aduk kezaliman penguasa pada Allah. Tugas kita hanya Amar makruf nahi munkar dan menjaga keistiqamahan berjamaah agar tidak tergelincir dalam konsep, sistem maupun sepak terjangnya.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)