basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Akhirat
Tampilkan postingan dengan label Akhirat. Tampilkan semua postingan

Mengimani Kehidupan Akhirat Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah mengutus para Nabi dan Rasul serta menurunkan Kitab-kitab Suc...

Mengimani Kehidupan Akhirat

Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah mengutus para Nabi dan Rasul serta menurunkan Kitab-kitab Suci kepada manusia?

Jika direnungkan, tujuan pokok dari seluruh risalah para Nabi dan Rasul dapat dirangkum dalam dua perkara besar.

Pertama, mengenalkan manusia kepada Tuhan yang sebenarnya.
Manusia diberi tahu bahwa Tuhan yang wajib disembah hanyalah Allah Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia.

Kedua, memberitahukan bahwa kehidupan manusia tidak berhenti di dunia.
Setelah kehidupan dunia yang terbatas ini berakhir, manusia akan dihidupkan kembali untuk memasuki kehidupan kedua, yaitu kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Di sana setiap manusia akan menerima balasan atas apa yang telah diperbuatnya selama hidup di dunia. Kebaikan akan memperoleh balasan kebaikan, sedangkan keburukan akan mendapatkan balasan yang sesuai.

Lalu, bagaimana kedudukan iman kepada akhirat dalam ajaran Islam?

Islam mengajarkan enam pokok keimanan yang dikenal sebagai Rukun Iman: iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para Rasul, hari akhir, serta qadha dan qadar.

Namun, jika kita memperhatikan Al-Qur'an dan hadis, ada dua perkara yang sangat sering dipertemukan: iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir.

Mengapa keduanya begitu sering disebut bersamaan?

Karena iman kepada Allah menentukan kepada siapa manusia harus menghambakan diri, sedangkan iman kepada hari akhir menentukan bagaimana manusia menjalani kehidupannya. Keyakinan bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah seharusnya membentuk perilaku manusia sejak sekarang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ.»

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

Perhatikan hubungan yang sangat erat itu.

Iman kepada Allah dan hari akhir tidak berhenti sebagai keyakinan di dalam hati. Ia harus tampak dalam cara kita memperlakukan tetangga, menghormati tamu, menjaga lisan, dan mengendalikan perilaku.

Dengan demikian, iman kepada akhirat seharusnya mengubah cara kita memandang kehidupan dunia.

Dunia atau Akhirat?

Mengapa manusia sering begitu bersungguh-sungguh mengejar dunia?

Kita bekerja keras untuk mendapatkan harta. Kita berusaha membangun rumah yang nyaman. Kita memikirkan masa depan, kesehatan, pendidikan, kedudukan, dan berbagai kenikmatan lainnya.

Semua itu tidak salah. Namun, pernahkah kita memberikan perhatian yang sama—bahkan lebih besar—kepada kehidupan yang akan berlangsung setelah kematian?

Al-Qur'an berkali-kali mengingatkan bahwa kehidupan dunia ini sangat terbatas jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

Allah berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 32:

«“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu memikirkannya?”»

Ayat ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan berpikir.

Apa sebenarnya ukuran keberhasilan hidup kita?

Apakah seseorang benar-benar beruntung jika ia memperoleh kesenangan dunia, tetapi kehilangan kebahagiaan akhirat?

Sebaliknya, apa arti kesulitan dunia jika pada akhirnya seseorang memperoleh keselamatan dan kebahagiaan yang kekal?

Di sinilah iman kepada akhirat memberikan perspektif yang berbeda terhadap kehidupan.

Setetes Air di Lautan

Rasulullah ﷺ memberikan sebuah perumpamaan yang sangat kuat untuk menggambarkan perbandingan dunia dan akhirat.

Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat ibarat seseorang yang berjalan menuju laut, lalu memasukkan satu jarinya ke dalam air. Ketika jari itu diangkat, air yang melekat pada jarinya itulah gambaran kehidupan dunia, sedangkan lautan yang sangat luas adalah gambaran kehidupan akhirat.


Bayangkan perbandingan itu.

Setetes air di jari dibandingkan dengan luasnya lautan.

Begitulah kecilnya kehidupan dunia jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

Umumnya manusia hidup hanya dalam rentang puluhan tahun. Enam puluh atau tujuh puluh tahun terasa panjang ketika kita menjalaninya. Tetapi ketika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal, rentang waktu tersebut menjadi sangat singkat.

Bahkan seandainya kehidupan dunia berlangsung jauh lebih lama dari kehidupan manusia pada umumnya, tetap saja ia merupakan kehidupan yang terbatas.

Sedangkan kehidupan akhirat tidak demikian.

Ia adalah kehidupan yang tidak berakhir.

Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan sekadar:

“Bagaimana saya bisa hidup nyaman di dunia?”

Tetapi juga:

“Bagaimana saya mempersiapkan kehidupan yang tidak akan pernah berakhir?”

Jangan Sampai Menyesal

Bayangkan seseorang yang sepanjang hidupnya memperoleh berbagai kesenangan dunia. Ia memiliki harta, kedudukan, rumah yang bagus, dan berbagai kenikmatan.

Namun, ketika kehidupan dunia berakhir, ternyata ia tidak memiliki bekal untuk akhirat.

Apa yang terjadi?

Ia akan menghadapi penyesalan yang tidak mungkin diperbaiki lagi.

Allah menggambarkan penyesalan orang-orang yang mendustakan kehidupan akhirat dalam Surah Al-An'am ayat 27–29. Ketika mereka berada di hadapan neraka, mereka berkata dengan penuh penyesalan:

«“Alangkah baiknya sekiranya kami dikembalikan ke dunia, kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami dan kami akan menjadi orang-orang yang beriman.”»

Tetapi penyesalan itu tidak berhenti di sana.

Allah menjelaskan bahwa seandainya mereka dikembalikan ke dunia, mereka akan kembali melakukan apa yang dahulu mereka lakukan. Mereka tetap akan kembali kepada kekafiran dan kemaksiatan.

Kemudian mereka berkata:

«“Tidak ada kehidupan selain kehidupan dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.”»

Inilah gambaran manusia yang baru menyadari kebenaran setelah kesempatan untuk memperbaiki diri telah berakhir.

Di dunia, manusia masih memiliki kesempatan. Di akhirat, kesempatan itu telah selesai.

Mengapa Para Nabi Mengingatkan Akhirat?

Jika demikian, kita dapat memahami mengapa persoalan akhirat menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan para Nabi dan Rasul.

Mereka tidak sekadar mengajak manusia melakukan ritual ibadah.

Mereka mengajak manusia mengenal Allah, menyembah-Nya, menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian.

Mereka mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh kehidupan dunia yang sementara.

Mereka menyeru manusia agar tidak menukar kehidupan yang kekal dengan kesenangan yang sesaat.

Dan mereka memperingatkan manusia agar jangan sampai mengalami penyesalan ketika seluruh kesempatan telah tertutup.

Pertanyaan untuk Kita

Sekarang mari kita bertanya kepada diri sendiri.

Jika kita benar-benar yakin bahwa kehidupan akhirat itu kekal, apakah cara kita menjalani hidup hari ini sudah mencerminkan keyakinan tersebut?

Ketika kita memilih antara kejujuran dan keuntungan sesaat, apakah kita mengingat akhirat?

Ketika kita hendak menyakiti seseorang dengan lisan, apakah kita mengingat bahwa setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan?

Ketika tidak ada seorang pun yang melihat perbuatan kita, apakah kita tetap ingat bahwa Allah melihat?

Dan ketika dunia menawarkan sesuatu yang menggiurkan tetapi harus dibayar dengan mengorbankan iman dan ketaatan, mana yang kita pilih?

Di sinilah iman kepada akhirat menjadi nyata.

Iman kepada akhirat bukan sekadar percaya bahwa kehidupan setelah kematian itu ada. Iman kepada akhirat adalah kesadaran bahwa kehidupan yang sedang kita jalani sekarang akan menentukan kehidupan yang kekal nanti.

Maka, jangan sampai kita menjadi orang yang sangat serius mempersiapkan kehidupan dunia yang hanya sementara, tetapi lalai mempersiapkan kehidupan akhirat yang tidak berakhir.

Para Nabi dan Rasul telah mengingatkan manusia tentangnya. Kitab-kitab Allah telah menerangkannya. Al-Qur'an terus mengingatkan kita tentangnya.

Kini pertanyaannya kembali kepada kita:

Apakah kita akan mendengarkan peringatan itu sebelum datang hari ketika penyesalan tidak lagi berguna?

Selama kita masih hidup, pintu untuk memperbaiki diri masih terbuka.

Selama napas masih berembus, kita masih dapat memperbanyak iman, memperbaiki amal, meninggalkan keburukan, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya.

Dunia adalah tempat beramal. Akhirat adalah tempat menerima balasan.

Karena itu, jangan sampai kita memenangkan kehidupan yang sementara, tetapi kehilangan kehidupan yang kekal.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (55) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (17) Dakwah (22) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (2) Ekonomi (17) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (21) Kecerdasan (334) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (59) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (114) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (10) Nusantara (302) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (725) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Politik (2) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (325) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)