basmalah Pictures, Images and Photos
11/09/23 - Our Islamic Story

Choose your Language

Kitab-Kitab Karya Sunan Walisongo Oleh: Nasrulloh Baksolahar Melacak jejak para Walisongo seringkali dilakukan dengan berziarah ...

Kitab-Kitab Karya Sunan Walisongo

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Melacak jejak para Walisongo seringkali dilakukan dengan berziarah ke makam-makamnya saja, sangat jarang yang berinteraksi dengan karya mereka yang memuat ajarannya. Ada dua teks yang menjadi sumber rujukan Walisongo yaitu Teks Wejangan Sunan Bonang (Het Boek Van Bonang)  yang menjadi bahan tesis Dr. Schrieke dan Kropak Ferrara yang menjadi tesis GJW Drewes.

Banyak sumber rujukan tentang Walisongo berupa babad, serat, suluk dan sejenisnya, hanya saja ditulis atas perintah para penguasa di masa jauh setelahnya, yang berpeluang digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Dilihat dari sisi tersebut, Het Boek Van Bonang dan Kroprak Ferrara menjadi bahan otentik tentang ajaran Walisongo.

Het Boek Van Bonang sebuah tulisan pada daun lontar yang ditulis oleh Sunan Bonang, diyakini  dapat yang mewakili ajaran Walisongo, sebab  dia putra sekaligus murid Sunan Ampel. Berguru juga dengan angkatan pertama Walisongo yaitu Maulana ishaq, berteman dengan Sunan Giri, Raden Fattah, Sunan Gunung Jati, dan gurunya Sunan Kalijaga.

Het Boek Van Bonang sering disebut juga sebagai Primbon Bonang yang berisi ajaran tasawuf yang mendalam yang referensinya yang salah satunya berasal dari Ihya Ulumuddin dari Imam Al-Ghazali, Qut al-Qulub dari Abu Thalib al-Makki, Talkhis al-Minhaj dari Imam Nawawi. Sedangkan tokoh yang disebutkan dalam kitab tersebut adalah Abu Yazid Al-Busthami, Ibnu Arabi, Syeikh Abdul Qadir Jailani.

Menurut Poerbatjaraka dalam Majalah Djawa vol XVIII 1938, menyebutkan bahwa selain Primbon Bonang, Suluk Wujil diyakini ditulis oleh Sunan Bonang yang memuat pengetahuan tasawuf yang lebih dalam dan rahasia lagi yang membahas hakikat Ketuhanan.

Kropak Jawa atau Kropak Ferrara berisi ajaran Islam yang diajarkan kepada penduduk Jawa yang tersimpan selama tiga abad di perpustakaan Marquis Cristino, Ferrara, Italia. Isinya tentang dasar fikih, tasawuf, dan ilmu kalam, serta etika bersifat praktis. Naskah itu dibawa para pelaut Belanda dari pelabuhan Sedayu dekat Tuban menuju Eropa pada 1585.

Drewes menisbahkan Kropak Ferrara  sebagai ajaran Maulana Malik Ibrahim (w. 1414). Judul risalah yang dimuat dalam naskah ini sama dengan judul risalah Imam al-Ghazali, Bidayat al-Hidayah (Menjelang Hidayah). Tetapi versi Maulana Malik Ibrahim adalah ringkasan dan tak semua yang diajarkan Imam al-Ghazali dikemukakan.

Sumber:
Rachmad Abdullah, Walisongo, Al-Wafi Publishing
Agus Sunyoto, Atlas Walisongo, Pustaka Iman
https://historia.id/amp/agama/articles/naskah-ajaran-islam-awal-di-jawa-DL3w6

Jalan Ruhani Walisongo Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Menurut para Walisongo, yang terhimpun dalam Keropak Ferrara,  para penempuh ...

Jalan Ruhani Walisongo

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Menurut para Walisongo, yang terhimpun dalam Keropak Ferrara,  para penempuh jalan ruhani adalah gemar berpuasa, bangun tengah malam dan menyendiri untuk tafakur, tadabur, dan muhasabah. Dengan berpuasa, akal akan bercahaya. Dengan bangun malam, hati akan bercahaya. Dengan menyendiri, tak terpedaya dengan fitnah dunia. Orientasi dunia sangat mudah dienyahkan.

Akal menjadi sempurna bila tidak disetir dan dikendalikan oleh hawa nafsu. Pertimbangan dan keputusan menjadi rusak bila orientasinya hawa nafsu. Strategi dan implementasi menyimpang karena dorongan hawa nafsu. Bila akal rusak maka buah pikiran pun akan rusak pula.

Cara mendidik hawa nafsu hanya dengan memisahkannya dari apa yang digandrunginya. Mengambil kebutuhan dan membuang keinginan dan gaya hidup. Yang melampaui batas akan menyuburkan dan memperkokoh hawa nafsu. Bagaimana mengetahui batasnya? Ikutilah syariat-Nya.

Menyinari hati dengan bangun di sepertiga akhir malam. Saat Allah turun ke langit dunia untuk menebarkan ampunan dan rahmat-Nya. Bukankah yang bisa membolak balikan hati hanya Allah? Bukankah yang bisa membimbing  hati hanya Allah? Dengan cahaya hati dari Allah, hawa nafsu diberi rahmat-Nya sehingga tidak melampui batas dan menyimpang. Hawa nafsu menjadi teman seperjalanan dan seperjuangan.

Menyendiri berarti menghalau kepungan fitnah dunia. Mengurangi ketertarikan akal dan hati dengan gemerlapnya dunia. Mengurangi interaksi panca indera dengan sentuhan dunia. Terjun ke dunia hanya untuk mengemban amanah kekhalifahan saja bukan bersenda gurau dengan dunia.

Para Walisongo terjun mengarungi dan bergelut dengan dunia untuk membangun kesultanan Demak, Cirebon, Banten, Gresik, Kalimantan dan kesultanan lain di Indonesia Timur. Memerangi Portugis di Malaka dan Sunda Kelapa yang akan menjajah Nusantara. Serta menanam jiwa merdeka yang hanya tunduk kepada Allah sebagai modal perlawanan terhadap para penjajah di kemudian hari.

Para Walisongo bergelut dengan kehidupan untuk membangun pertanian, perdagangan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kebudayaan,  kesustraan dan keprajuritan. Semuanya diawali dari penempaan diri untuk menjalani jalan para ruhani.

Sumber:
Rachmad Abdullah, Walisongo, Al Wafi Publishing 

Tanaman, Merubah Air Hujan Jadi Sayuran dan Buah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Banyak pohon yang bisa hidup tanpa tanah. Namun tan...

Tanaman, Merubah Air Hujan Jadi Sayuran dan Buah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Banyak pohon yang bisa hidup tanpa tanah. Namun tanaman tidak bisa hidup tanpa air. Dalam Al-Qur'an, pembahasan tanaman selalu disandingkan dengan air hujan dan air mengalir. Sedangkan pembahasan manusia sering kali disandingkan dengan tanah. Jadi apa peran tanah bagi tumbuhan?

Pertumbuhan tanaman yang disiram dengan air tanah, mengapa sangat berbeda dengan yang disiram dengan air hujan? Padahal tanahnya sama. Dengan air hujan, seketika menghijau dan pertumbuhan batangan cukup pesat, begitu pula dengan buahnya. Berarti di tanah yang sama, dengan tumbuhan yang sama, namun disiram dengan air hujan dan bukan, mengapa perbedaannya drastis? Berarti tanah tidak terlalu primer? Yang primer justru air hujannya.

Coba perhatikan unsur hara yang ada di sisa daun dan batang tumbuhan, berapa kandungan unsur haranya? Kebanyakan nol koma nol atau nol koma persen. Sangat jarang yang satuan persen. Berarti peran pemupukan organik menunjukkan peran yang tidak signifikan untuk kebutuhan hara tanaman.  Bagaimana dengan air hujan?

Unsur hara esensial tumbuhan adalah Nitrogen, Kalium dan Fosfor. Di air hujan, seluruh unsur ini melimpah dan sudah berbentuk senyawa sehingga mudah diserap tumbuhan. Sedangkan pada sampah butuh proses panjang untuk diubah menjadi atau terurai menjadi senyawa. Jadi apa peran pemupukan dan tanah?

Peran utama tanah adalah menampung unsur hara, baik yang berasal dari sisa bangkai hewan maupun tumbuhan. Tetapi yang lebih utama adalah unsur hara yang berasal dari air hujan. Air hujan pun cendrung memiliki Ph (tingkat keasaman tanah) yang normal sehingga membentuk tanah menjadi tempat yang kondusif bagi akar untuk mengambil unsur hara dari tanah.


Peran utama pemupukan organik adalah menjaga kelembaban tanah, menjaga erosi tanah karena hantaman air hujan membuat tanah menjadi keras yang membuat air hujan langsung terbuang yang membuat unsur hara tidak meresap ke tanah. Dengan pemupukan unsur hara air hujan tertahan di beragam jenis sampah organik tersebut.

Peran tanah yang lainnya membuat pohon bisa berdiri tegak dengan topangan akarnya yang menghujam ke bumi. Jadi, peran utama tumbuhan adalah mengubah unsur hara yang sebagian besar dari air hujan sehingga mengubahnya menjadi kayu, daun dan buah.

Merespon Fenomena Alam Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Umat Nabi Muhammad saw selalu memperhatikan peredaran matahari dan bulan. Set...

Merespon Fenomena Alam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Umat Nabi Muhammad saw selalu memperhatikan peredaran matahari dan bulan. Setiap hari dan setiap waktu menenggadahkan ke langit. Melihat matahari untuk mengerjakan shalat. Melihat bulan untuk berpuasa dan berhaji. Alam semesta selalu dikaitkan dengan penghambaan diri kepada Allah.

Di setiap perubahan suasana alam. Di setiap perubahan warna alam karena efek cahaya matahari. Disetiap perubahan bayangan yang mencolok. Disitulah shalat ditegakan. Perhatian pada cahaya matahari direspon dengan rukuk, sujud, bertasbih dan memuji Allah. Menguak alam semesta untuk ketundukan kepada Sang Pencipta.

Memperhatikan cahaya bulan, berarti memperhatikan pergantian bulan-bulan dalam satu tahun. Sangat sederhana bukan? Pergantian cahaya bulan untuk mengendalikan hawa nafsu. Selama 3 hari di cahaya purnama disunahkan berpuasa mutih. Di setiap bulan ada hari-hari tertentu untuk berpuasa. Ada satu bulan berpuasa. Memperhatikan cahaya bulan direspon dengan pengendalian hawa nafsu.

Sebelum penutupan akhir tahun Hijriyah disambut dengan ibadah haji. Ibadah yang menyatukan hati, perasaan dan suasana kejiwaan kaum Muslimin. Ibadah yang menyatukan tujuan hidup dan menyatukan langkah gerakan penghambaan. Perhatian terhadap bulan dan matahari memperkokoh perhatian terhadap waktu yang dikaitkan dengan penghambaan.

Waktu dhuha disambut dengan  shalat. Sepertiga akhir malam direspon dengan shalat. Waktu syuruq dijawab dengan shalat. Hari Senin dan Kamis diisi dengan pengendalian hawa nafsu yaitu berpuasa. Hari Jumat disambut dengan shalat Jumat. Merespon fenomena alam dengan beribadah.

Fenomena alam direspon dengan doa dan dzikir. Berdoa saat turun hujan. Shalat ketika tanah kering kerontang. Berdoa ketika petir dan kilatannya menyambar. Berdzikir ketika melihat keindahan alam. Bertakbir ketika berjalan di tanah yang menanjak.

Tujuan utama bertafakur dan bertadabur adalah menumbuhkembangkan jiwa kehambaan dan kelembutan hati. Setelah itu kesadaran bahwa tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan alam semesta yang memunculkan kesadaran akan sains dan teknologi.

Pengakuan Kemuliaan Kabilah Quraisy Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Suku Quraisy terkuat dan paling dihormati oleh seluruh kabilah d...

Pengakuan Kemuliaan Kabilah Quraisy

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Suku Quraisy terkuat dan paling dihormati oleh seluruh kabilah di Jazirah Arab. Suku Quraisy memiliki jaringan perdagangan yang luas dan kuat dengan Habasyah, Romawi, Persia, dan para penguasa di sekitarnya. Mereka yang berhaji dijamu makan, minum dan tempat tinggal selama berhaji oleh suku Quraisy, terutama Bani Hasyim. Quraisy dimuliakan karena menjadi pelayan bagi manusia yang beribadah di Kabah.

Pedagang dari luar Mekah dizalimi oleh salah satu penduduk Mekah. Para pemuka  Quraisy segera membuat perjanjian Hilf al-Fudul. Yaitu, sebuah persekutuan para pemuka di Mekah, termasuk Muhammad muda, yang terjadi pada abad ke-7 sebelum masa kenabian. Persekutuan ini diadakan untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam perdagangan, yang menjadi urat nadi kehidupan penduduk Mekah. Quraisy dimuliakan karena tak ada perampasan hak dalam perniagaan.

Tak ada yang berani mengusik Mekah dan suku Quraisy. Jauh sebelum peristiwa Ashabul Ukhdud, atau ratusan tahun sebelum Rasulullah saw lahir,  penguasa Yaman Raja Tubba', As'ad Abu Karb al-Himyari,  bermaksud menyerbu Mekah karena ingin merampas kekayaan yang ada di Mekah, namun dilarang oleh para Ahlul Kitab, karena bila dilakukan maka yang hancur bukan Mekahnya tetapi pasukannya sendiri. Akhirnya, berdasarkan mimpi, sang raja memasang Kiswah untuk Kabah. Quraisy dimuliakan karena tempat dimana mereka tinggal.

Saat penobatan raja Yaman, Saif bin Z Yazin al-Himyari, sebagai wakil kisra Persia di Yaman, dia mengundang khusus suku Quraisy. Quraisy memandatkan Abdul Muthalib untuk menjadi duta Quraisy. Di pertemuan ini sang raja melakukan pembicaraan rahasia dengan Abdul Muthalib tentang Nabi akhir zaman dari keturunannya. Dia pun berjanji mengerahkan kekuasaannya untuk membela sang Nabi tersebut. Quraisy dimuliakan karena akan lahir Nabi terakhir dari rahim mereka.

Puncak penghormatan seluruh suku di Jazirah Arab terhadap Quraisy adalah saat kekalahan  raja Abrahah dari Yaman yang menyerbu secara besar-besaran dengan pasukan gajah ke Mekah untuk menghancurkan Kabah. Peristiwa ini sangat mahsyur di Jazirah Arab, sehingga disebut tahun gajah.  Sejak itu, perhitungan waktu peristiwa oleh bangsa Arab dihitung dari  sebelum atau sesudah tahun gajah.


Saat Rasulullah saw wafat. Sebelum jasad Rasulullah saw dikuburkan. Kaum Anshar berkumpul di Saqifah Bani Saidah. Mereka bermaksud mengangkat pemimpin dari kalangan Anshar sebagai pengganti Rasulullah saw dalam mengelola kehidupan mereka. Terjadi tarik ulur, siapakah yang pantas menggantikannya? Kaum Muhajirin atau Anshar? Mereka saling membanggakan kontribusinya. Apa solusinya?

Anshar dan Muhajirin memiliki perannya masing-masing, namun siapakah yang paling mulia dan menjadi pemimpin sejak bangsa Arab ini ada? Umar bin Khatab mengungkapkan kemuliaan suku Quraisy di antara seluruh suku di Jazirah Arab. Maka akhirnya disepakati bahwa pengganti Rasulullah saw dari Muhajirin yang kebanyakan dari Quraisy. Kemulian suku Quraisy karena sejarahnya, ini diabadikan dalam Al-Qur'an.

Kehancuran Yang Tak Disadari Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bila tak mentaati Al-Qur'an, maka kehidupan akan rusak tanpa disada...

Kehancuran Yang Tak Disadari

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bila tak mentaati Al-Qur'an, maka kehidupan akan rusak tanpa disadari. Hancur tanpa disadari. Manusia tidak sadar akan kerusakan yang dibuatnya sendiri. Sensitivitas kesadaran akan kehancuran tak ada lagi. Itulah namanya istidraj.

Perhatikan Eropa dengan gerakan feminimismenya! Perhatikan Amerika dengan gerakan kebebasannya! Merasa menjadi pelopor lompatan peradaban. Apa penyakit sosial yang sedang menjangkitnya? Tiba-tiba mereka lemah dengan bangkitnya kekuatan baru, Rusia, Cina, India, Iran, Brazil, Afrika Selatan, menyusul Turki dan negri Arab lainnya. Terbentuk aliansi baru.

Sumber cadangan material penopang kekuatan Barat mulai menyusut. Afrika bergolak. Timur Tengah mulai melawan. Asia Tengah tak bisa ditaklukan. Asia Tenggara cendrung ke Tiongkok. Dengan persoalan sosial yang terus mengepungnya, bisakah kebangkitan dimulai lagi? Tanpa mengeksploitasi bangsa lain, bisakah Barat tegak?

Dalam sejarah Barat, bisakah mereka hidup dari negrinya sendiri? Dari sejak Yunani dan  Romawi mereka harus keluar menguasai Timur Tengah hingga Afrika terutama Mesir. Anehnya walapun mereka jadi penguasa dunia, mengapa mereka tidak tahu sumber rempah-rempah di Nusantara?

Spanyol dan Portugal pernah menjadi negara adi daya karena menjajah wilayah lain. Begitupun dengan Inggris dan Belanda. Saat daerah jajahannya bergolak dan lepas, maka pamor negaranya pun turun walapun tak diserang oleh negara lain. Sekarang, apakah itu berlaku bagi Turki, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab? Negara Muslim kokoh dari sumber dayanya sendiri.

Peradaban Barat sangat rentan di segala perubahan. Semuanya penyakit yang berbahaya secara fisik dan sosial bersumber di Barat. Dari semua krisis kesehatan yang melanda dunia, paling rentan dan besar pengaruhnya terjadi di Barat. Bahkan penyakit tertua peradaban yaitu diskriminasi ras dan agama terjadi di Barat. Hingga perang pun berkecamuk di Barat.

Yang membakar, merobek dan mencemooh Al-Qur'an terbanyak terjadi di Barat. Nasibnya akan sama seperti Persia saat Kisra merobek surat dari Rasulullah saw. Dahulu Barat masih bertahan karena Heraklius Kaisar Romawi masih menghormati Rasulullah saw, bila sekarang pemimpin Barat gencar dengan Islamphobianya, maka takdir seperti Persia akan berlaku pula bagi Barat.

Batu dan Emas Itu Sama Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Batu dan emas, apa bedanya? Kaya dan miskin, apa bedanya? Penguasa dan rakyat...

Batu dan Emas Itu Sama

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Batu dan emas, apa bedanya? Kaya dan miskin, apa bedanya? Penguasa dan rakyat jelata, apa bedanya? Bisa berbeda, bisa juga sama. Mau pilih yang mana? Setiap kondisi memiliki tanggungjawabnya sendiri. Semuanya dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Bila batu dan emas itu ciptaan Allah, bukankah sama? Bisakah emas menjadi batu? Bisakah batu menjadi emas? Semuanya serba bisa. Emas yang disimpan dan dijadikan perhiasan, bukankah hanya menjadi batu? Batu yang diolah, direkayasa menjadi perkakas, peralatan dan infrastruktur teknologi, bukankah akan menjadi emas?

Tanah disia-siakan. Tak diolah dan didiamkan. Laut diabaikan. Bukankah para penjajah itu datang untuk eksploitasi tanah? Bukankah investor penghisap darah itu ingin menguasai pulau dan lautan? Bukankah Yahudi Israel inginkan mencaplok tanah Palestina? Bukankah Tiongkok ingin menguasai lautan Cina Selatan? Menguasai tanah berarti menguasai kekuasaan dan penghuninya.

Kekayaan bisa menjadi sumber kehancuran. Kemiskinan bisa menjadi alasan kebangkitan. Bangsa Mongol yang terpencil dalam kerasnya kehidupan pegunungan bisa mengalahkan kekhalifahan Abbasiyah, India, Cina hingga hampir menembus Eropa. "Kemiskinan" yang membuat Mongol kuat. Kekayaan yang membuat Abbasiyah hancur. Bukankah kehancuran peradaban dimulai dari keberlimpahan kekayaan yang tak dikelola?

Kesultanan Bani Zanky di Syam berawal dari seorang budak yang dididik  dan dipilih oleh wazir Nizam Mulk. Kesultanan Bani Mamluk di Mesir berawal dari kumpulan budak yang dididik oleh keluarga dan keturunan Shalahuddin Al Ayubi. Mereka menghancurkan tentara Salib dan Mongol. Kemana peran para penguasa dan petingginya?

Para keturunan penguasa dan pejabatnya terbuai dengan pertikaian perebutan kekuasaan, pesat pora dan menghamburkan kekayaan. Menjadi penguasa justru menuju jurang kehancuran. Rakyat jelata justru menuju kekuasaan. Jadi kondisi mana yang dipilih dan diratapi? Sultan terakhir muslimin di Andalusia meratapi kekuasaannya yang direbut oleh Ratu Isabel dan raja Ferdinand.

Kaya dan miskin itu sama. Jadi penguasa dan rakyat jelata itu sama. Emas dan batu itu sama. Semuanya ciptaan dan takdir Allah. Bagaimana agar semuanya bisa berdayaguna? Bagaimana agar semuanya dalam kebaikan, kemaslahatan dan kebaikan?  Bertakwalah kepada Allah

Nasib Para Dukun, Tukang Sihir dan Ahli Nujum Pasca Diutusnya Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kisra Abrawazir, pengua...

Nasib Para Dukun, Tukang Sihir dan Ahli Nujum Pasca Diutusnya Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Kisra Abrawazir, penguasa Persia, bila menghadapi suatu masalah, ia mengumpulkan para peramalnya yang berjumlah 360 orang, dan berkata, "Lihatlah urusan in! Ada apa sebenarnya?" Ketika Nabi Muhammad saw diutus, keesokan paginya, lengkungan tengah singgasananya retak dan sungai Tigris meluap, bila terus dibiarkan maka kerajaannya akan hancur. Maka dikumpulkanlah para peramal.

Para peramal, yang ahli perdukunan, sihir dan nujum, berkumpul. Semuanya mengerahkan apa yang mereka bisa, ternyata hasilnya gelap, hanya bisa mengira-ngira pada ramalannya, tak ada yang pasti. Mereka pun kebingungan apa yang akan disampaikan kepada Kisra. Pada suatu malam, salah satu peramal tidur di sebuah bukit,  bermimpi ada lintasan cahaya dari Hijaz. Cahayanya melesat menuju timur. Saat terbangun, ada rumput hijau di bawah telapak kakinya. Apa maknanya?

Makna mimpinya, akan keluar dari Hijaz yang menguasai timur dan barat. Bumi menjadi subur yang melebihi kesuburan para raja sebelumnya. Para peramal mendengar makna mimpi tersebut dan berkata, "Demi Allah, suatu urusan yang datang dari langit telah menghalangi ramalan kita, yaitu Nabi yang diutus dan akan merampas kerajaan ini."

Sejak Nabi Adam dikeluarkan dari surga , Iblis bebas naik dan berbolak-balik ke semua langit untuk mencuri berita dari langit. Namun sejak diangkatnya Nabi Isa ke langit, empat pintu langit ditutup. Mereka masih bisa berbolak-balik melalui tiga pintu langit lainnya. Namun pada suatu hari terjadi hal yang tak terduga. Seluruh pintu langit tertutup, mereka juga dipanah dengan bintang-bintang.

Iblis segera mencari informasi apa yang terjadi dengan mengumpulkan para Jin. Iblis berkata, "Berangkatlah ke bumi dan beritahukan tentang apa penyebab kejadian di langit itu?" Iblis mengirimkan mereka ke Tihamah (Mekah), ketika sampai di lembah Nakhlah, mereka menemukan Rasulullah saw sedang shalat subuh dan mendengarkan Nabi membacakan Al-Qur'an. Ternyata, diutusnya Rasulullah saw penyebab Iblis tidak bisa lagi mencuri berita dari langit.

Sejak Nabi Muhammad saw diutus para peramal "tak bisa" menggunakan ilmu perdukunan, sihir dan nujumnya, sebab perantara mereka yaitu iblis tidak bisa lagi mencuri berita dari langit. Andai pun masih ada yang menjalankan praktek tersebut semuanya "murni rekayasa iblis" itu sendiri bukan dari berita langit yang dicuri dari langit lalu disampaikan ke para peramal.

Oleh karena itulah para peramal Kisra selalu salah dalam meramal makna dari singgasana kisra  yang retak di tengahnya dan sungai Tigris yang meluap, karena saat meramal bumi menjadi gelap dan tidak bisa menjelajah berita dari penjuru langit. Padahal, sebelum Nabi Muhammad saw diutus, ramalan mereka selalu tepat. Akhirnya raja Kisra Persia membunuh para peramal tersebut.

Sumber:
Ibnul Jauzi, Al-Wafa, Pustaka Al Kautsar 

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (184) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (136) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (403) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (189) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (88) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)