basmalah Pictures, Images and Photos
03/30/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

3 Perjalanan Bayi Yang Dikisahkan Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Ada 3 bayi yang dikis...

3 Perjalanan Bayi Yang Dikisahkan Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Ada 3 bayi yang dikisahkan dalam Al-Qur'an yang kelak menjadi Nabi dan Rasul. Yaitu, bayi Ismail, Musa dan Isa. Ada 2 Nabi yang episode kehamilannya yang dikisahkan oleh Al-Qur'an. Yaitu, Nabi Ishaq dan Zakaria. Ada satu Nabi yang kabar kelahirannya sudah diinformasikan dari generasi ke generasi yaitu Nabi Muhammad saw.

Bayi Ismail digendong oleh ibunya Siti Hajar dari Palestina ke Makkah, Arab. Jaraknya 1.500 Km. Berapa bulan perjalanan? Perjalanan sang bayi, kelak menjadi leluhur Rasulullah saw. Nabi akhir zaman. Pemimpin para Nabi. Penerang dan rahmat semesta alam. Siti Hajar dan sang bayi hanya mengikuti takdirnya. Yaitu,  berhijrah ke tanah yang tandus tak bertuan.

Tentramkan saat mengikuti perintah Allah swt, walaupun harus hidup di daerah tandus tak berair. Walaupun tak terlihat ada tanda-tanda kehidupan. Tiba-tiba saja muncul air dari hentakan kaki dari sang bayi Ismail. Ikhtiar Siti Hajar tak membuahkan hasil. Ternyata air itu muncul dari kaki sang bayi. Bersama ketaatan ada kemukjizatan dan pertolongan dari Allah.

Bayi Musa menghadapi Firaun dan pasukannya yang berniat membunuh semua bayi laki-laki. Bukankah ini strategi yang sempurna? Ternyata ada celah, yaitu sungai. Saat semua jalan ditelusuri. Saat setiap jengkal tanah diawasi. Di saat setiap rumah didatangi. Ternyata masih ada yang luput dari pengawasan. Yaitu sungai.

Sesempurna apa pun strategi dan operasional kezaliman. Seteliti apapun rencana kejahatan, masih ada celah yang tak terpikirkan. Allah mengilhamkan solusi kepada ibunya Musa. Ahli strategi Firaun yang hebat terbyata kalah oleh seorang ibu yang tak paham sedikit pun tentang strategi.

Ibu Musa hanya mengikuti petunjuk dari Allah saja. Mengikuti petunjuk Allah lebih hebat daripada ahli strategi yang paling cerdas dan hebat. Mengikuti petunjuk Allah dapat mengalahkan seluruh pasukan Firaun tanpa pertempuran. Hanya butuh keranjang yang dihanyutkan ke sungai.

Bayi Isa menghadapi tuduhan yang terkeji. Segala tuduhannya terbantahkan dengan dikaruniakan sang bayi dapat berbicara dan menjelaskan hakikat kelahirannya bagi manusia. Bila mengikuti takdir, segala tuduhan akan terbantahkan sendiri dengan cara tak terduga.

Titik Nadirnya Siti Maryam Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Siklus kehidupan manusia selalu sama, ada ...

Titik Nadirnya Siti Maryam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Siklus kehidupan manusia selalu sama, ada masa di titik paling nadir. Kapan titik nadir terjadi? Saat muda atau tua? Dapat bangkit atau hancur?

Siti Maryam dituduh berzina. Saat kehamilannya, beliau mengasingkan diri sendirian. Seakan lebih baik mati sebelum kejadian tersebut. Tak dikenal dan tak diketahui siapapun. Namun suratan takdir sudah tertulis sebelum jagat raya ini ada.

Saat kondisi paling lemah, dia bersandar di pohon kurma. Malaikat Jibril menyerunya dari bawah bukit. Menginformasikan bahwa di bawah kakinya mengalir sungai kecil. Bila ingin kurma masak hanya tinggal menepuk batangnya saja. Pertolongan Allah selalu datang tepat pada waktunya.

Siti Maryam fokus menazarkan hidupnya untuk beribadah. Namun perjalanan hidupnya sangat unik. Mana mungkin perempuan yang tak pernah tersentuh pria bisa hamil? Itulah takdir hidupnya. Untuk menangkis tuduhan yang hina,  Allah telah menyiapkan Nabi Isa yang masih jabang bayi bisa berbicara dan menjelaskan risalahnya. Allah sudah menyiapkan pertolongan-Nya.

Saat beruzlah di Baitul Maqdis, Allah telah mengirimkan makanan dan minuman. Saat sedang hamil, Allah menyiapkan sungai di bawah telapak kakinya dan kurma masak jatuh hanya dengan tepukan. Saat bayi Nabi Isa digendong, sang jabang bayi bisa berbicara, menyeru dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Siti Maryam.

Jangan hiraukan titik nadir, sebab Allah telah menyiapkan pertolongan-Nya. Jangan pedulikan titik nadir, sebab pertolongan Allah selalu hadir di momentum yang paling tepat dengan cara yang tak terduga. Solusinya pun paling termudah dengan cara paling sederhana.

Dalam setiap kondisi, Allah telah menyiapkan sarana datangnya pertolongan-Nya. Sabar dan shalat, hanya itu sarana meraih pertolongan Allah. Bukankah setiap manusia bisa melakukan sarana ini? Selama mampu bersabar dan shalat, selama itu pula pertolongan Allah selalu terbuka dan datang tak terduga.

Kekayaan Yang Mati Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apakah kikir membuahkan kekayaan? Apakah kikir mem...

Kekayaan Yang Mati

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Apakah kikir membuahkan kekayaan? Apakah kikir membuahkan kebahagiaan? Al-Qur'an justru menyebutnya sebagai kebinasaan. Hadist Rasulullah saw menjelaskan sebagai sebab saling membunuh.

Kikir itu tanda ketidakyakinan kepada Allah. Kikir itu tanda ketidakpahaman terhadap hukum kehidupan yang sudah dirancang oleh Allah bahwa bersedekah itu tidak mengurangi kekayaan. Memberi itu menciptakan jalan keluar.

Kehidupan itu saling terhubung, tidak ada yang berdiri sendiri. Andai matahari kikir. Andai udara itu kikir. Andai bumi itu kikir. Andai tumbuhan itu kikir, adakah kehidupan di jagat raya?

Tumbuhan hadir bukan untuk dirinya, untuk memberikan oksigen di udara, menyuburkan tanah dan menahan air hujan dengan akar dan daunnya. Menghasilkan makanan untuk seluruh makhluk yang hidup. Tumbuhan pun tak bisa hidup bila tak ditopang oleh matahari, udara, air dan tanah. Untuk hidup, harus saling memberi. Itulah sebab, kekikiran itu membinasakan dan menciptakan saling membunuh.

Andai manusia kikir, maka alam  semesta yang akan menghukumnya. Tak menurunkan hujan, kemarau dan kering kerontang. Bila manusia kikir, Allah langsung mengazab manusia. Kikir adalah awal kehancuran manusia.

Air bermanfaat bila terus mengalir. Setiap titik yang dilewati menciptakan kehidupan. Udara yang bergerak, menggerakkan kapal dan peralatan, menyerbukkan bunga dan menciptakan kesejukan. Harta yang menciptakan tambahan kekayaan hanya bila digerakkan dan diputar. Kikir membuat sumber daya menganggur dan berguna karena hanya disimpan.

Yang kikir, kekayaan tak berguna dan tak bertambah. Hukumannya, tak bisa dinikmati  oleh pemiliknya. Kekayaan menjadi benda mati. Yang menikmati hanya ahli warisnya saja.

Malam, Diperaduan Cinta Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Malam untuk bercinta dengan Sang Kekasih. Man...

Malam, Diperaduan Cinta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Malam untuk bercinta dengan Sang Kekasih. Mana yang lebih nikmat, bercinta dengan kekasih? Atau mendapat balasan dari Sang Kekasih?

Andai tidak ada malam, untuk apa hidup? Di malam hari, rindu bisa disampaikan dan diungkapkan. Di malam hari, bisa berduaan dengan-Nya. Yang paling nikmat di kehidupan adalah bila bersanding dengan Sang Kekasih.

Mengais cinta. Mengais rindu. Meminta cinta. Meminta rindu. Meminta selalu berdua. Meminta dan berharap untuk selalu bersama dan bertemu. Itulah cita-cita terbesar bagi para pecinta dan sedang dimabuk cinta.

Bila langkah bersama Sang Kekasih, bukankah terasa bahagia? Bila menghadapi tantangan bersama Sang Kekasih, bukankah terasa ringan dan mudah? Bila langkah bersama Sang Kekasih, bukankah lama dan jauhnya perjalanan menjadi terasa pendek dan sebentar?

Bila langkah terasa berat, jauh dan menyedihkan, tandanya tak ada Kekasih yang menyertai. Tak ada Kekasih yang mau menolong. Tak ada Kekasih yang mau membersamai. Alangkah kering kerontangnya hidup tanpa Sang Kekasih? Betapa layunya hati bila tak memiliki Kekasih?

Kekasih, itulah yang memberikan energi hidup. Tanpa Kekasih, untuk siapakah hidup ini? Dengan cinta hidup menjadi berbunga. Dengan rindu hidup menjadi tak terasa. Yang ada hanya bahagia.

Bait-bait cinta dan rindu, selalu menghias hati dan lisan. Selalu disenandungkan setiap kesempatan. Adakah yang lebih nikmat dari senandung ini? Adakah yang lebih membahagiakan daripada hidup yang dimabuk asmara?

Sang pecinta selalu menyelaraskan hidupnya dengan Sang Kekasih. Itulah yang membahagiakannya. Tak ada puncak kebahagiaan kecuali dengan membahagiakan Sang Kekasih. Namun Sang Kekasih itu sangat pencemburu. Dia begitu mudah menolak cintamu. Dia mengetahui besitan hatimu yang paling tersembunyi. Dia Maha Tahu berpalingnya cintamu.

Sang Kekasih tak ingin diduakan, tak ingin dinomor duakan. Dia ingin bersinggasana di hati. Dia selalu menguji cintamu. Dia selalu ingin tahu, bagaimana posisi-Nya di hatimu? Jalan cinta adalah jalan ujian, untuk mengetahui ketulusan cinta.

Hidup ini hanyalah jalan cinta. Hidup ini jalan bagi para perindu yang ingin berjumpa dengan Kekasihnya. Bila hidup tak memiliki Kekasih, untuk apa hidup? Dengan cinta dan rindulah kehidupan ini memberikan energi dan kekuatan.  Tanpa cinta dan rindu, hidup ini kering kerontang, tandus dan hampa, karena tak tahu Siapa yang dituju.

Melepaskan Rindu Pada Rasulullah saw Dengan Membaca Hadist Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Membaca Ha...

Melepaskan Rindu Pada Rasulullah saw Dengan Membaca Hadist

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 

Membaca Hadist untuk apa? Ingin berilmu? Ingin berceramah? Ingin disebut shaleh? Ingin disebut ustadz? Aaah.. terlalu rendah semua itu.

Bacalah hadist, agar ketika bertemu nama Rasulullah saw bisa menyenandungkan shalawat kepadanya. Bacalah hadist, agar bisa menyenandungkan kerinduan untuk bersamanya. Bacalah hadist, agar bisa mengobati rindu untuk bertemu denganya.

Hadist adalah obat rindu. Hadist adalah obat cinta. Hadist adalah obat ingin bertemu dengan Rasulullah saw.

Rasakan bagaimana lisan Rasulullah saw bersuara. Rasakan suasananya ketika Rasulullah saw sedang berbicara. Ketika Rasulullah saw berbicara di tengah majelis, seolah-olah kita hadir di majlis tersebut. Melihat para Sahabat bertanya. Mendengar Rasulullah saw menjawab. Andai kita seperti Sahabat, bertemu, berjumpa, berbicara, berjalan bersama, bersalaman, mencium tangan dan pipinya? Apakah kesempatan itu ada?

Andai para Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw sambil berjalan berduaan, seolah-olah kita mengiringnya. Berada di belakang dan disampingnya. Melihat keakraban dan kebahagiaan mereka. Merasakan ikatan hati dan persaudaraan mereka. Berimajinasi membersamai Rasulullah saw.

Merasakan seolah-olah kitalah yang bertanya kepada Rasulullah saw. Seolah-olah kitalah yang membutuhkan jawaban dari Rasulullah saw. Seolah-olah kita sedang merindukan lisan yang mulia memperdengarkan suaranya. Rindu mendengar intonasi, kelembutan kata, dan keharuman lisannya. Itulah penyebab, para Sahabat lebih mencintai Rasulullah saw dibandingkan dirinya sendiri.

Bila hadist tersebut diucapkan ketika mendatangi rumah Rasulullah saw, berimajinasilah seolah kita sedang tergopoh-gopoh ke rumahnya. Rindu untuk melihat wajahnya yang bak purnama. Rindu senyuman penyambutannya. Rindu ingin segera mengetuk rumahnya yang sempit dan sederhana. Mendatangi rumah yang penghuninya adalah manusia terbaik di jagat raya. Tentu sudah cukup mengobati hati yang keras.

Ketika hadist diucapkan ketika berboncengan di atas unta, maka seolah-olah kitalah yang naik di unta tersebut. Memeluk tubuhnya. Berpegang ke tubuhnya. Betapa bahagianya merasakan perjalanan bersama manusia terbaik?

Membaca Hadist, jangan meributkan sanad dan matannya. Karena Ulama terdahulu sudah membakukan tingkat keshahiannya dengan sangat teliti dan cermat. Yang dilakukan hanya tinggal melaksanakannya. Rindu untuk segera melaksanakan sebagai obat cinta kepada Rasulullah saw.

Ilmu yang tertinggi. Karakter terhebat. Adab yang termulia. Akhlak yang terbaik. Prilaku yang tersopan santun adalah yang tercantum dalam hadist. Masih adakah pilihan yang lain?

Kita mencontoh manusia yang paling mulia di jagat raya. Kita mencontoh Nabi termulia. Adakah kemuliaan hidup, kesuksesan hidup, kebahagiaan hidup, selain mengikutinya?

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)