basmalah Pictures, Images and Photos
08/16/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Islam dan Majapahit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Islam hadir di Nusantara, Islam hadir di Jawa, se...


Islam dan Majapahit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Islam hadir di Nusantara, Islam hadir di Jawa, sebelum atau sesudah Majapahit? Menurut Sir Thomas Arnold, saudagar Arab sudah menguasai jalur perdagangan dari jazirah Arab hingga ke Tiongkok pada abad ke 7 Masehi atau pada awal kelahiran Islam. Jadi dapat dikatakan penyebaran Islam di dataran melayu sudah terjadi sejak Rasulullah saw diutus ke muka bumi. Dimana Rasulullah saw wafat pada 632 Masehi. Sedangkan Majapahit berdiri pada   1294 Masehi. Jadi Islam sudah hadir di Nusantara 600 tahun sebelum didirikannya Majapahit.

Berdasarkan catatan Tiongkok, pada tahun 674-675 Masehi, orang Arab sudah datang di tanah Jawa. Juga, telah membuat perkampungan di pantai Sumatera Barat pada 684 Masehi. Menurut Buya Hamka, yang datang ke Jawa saat itu adalah khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan yang mendatangi Ratu Simo dari kerajaan Kalingga yang memerintahkan dengan adil, makmur, aman dan keras menjaga keamanan. Saat itu Muawiyah bin Abu Sofyan sedang meneliti potensi pengembangan armada Islam. Melihat keadilan dan kemakmuran kerajaan tersebut niat Abu Sofyan pun diurungkan.

Kerajaan Sriwijaya telah ada sebelum Majapahit. Bukti sejarah menunjukan telah ada Korespondensi dari Kerajaan Sriwijaya ke Kekhilafahan Bani Umayyah. Isi suratnya, "Dari Raja yang merupakan keturunan dari seribu raja, yang permaisurinya juga, adalah keturunan seribu raja, yang didalam kandangnya memiliki seribu gajah, dan yang memiliki wilayah dua sungai yang mengairi tanaman gaharu, yang terdapat tanaman herbal, pala, dan kamper yang keharumannya menyebar ke jarak dua belas mil. Untuk Raja Arab, yang tidak menyekutukan Allah dengan yang lainnya. Saya telah mengirimkan kepada Anda, hadiah, yang tidak banyak, tetapi (hanya) sebuah salam dan saya berharap bahwa Anda dapat mengirimkan kepada saya seseorang yang bisa mengajari saya Islam dan memerintahkan saya dalam Hukum Islam."

Sebelum kerajaan Majapahit berdiri pun sudah ada kesultanan Islam di Nusantara. Kesultaanan yang pertama adalah Kesultanan Peureulak / Perlak adalah kerajaan Islam di Indonesia yang berkuasa di sekitar wilayah Peureulak, Aceh Timur, Aceh sekarang disebut-sebut antara tahun 840 sampai dengan tahun 1292. Perlak atau Peureulak terkenal sebagai suatu daerah penghasil kayu perlak, jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal, dan karenanya daerah ini dikenal dengan nama Negeri Perlak.

Kesultanan Islam kedua sebelum berdirinya Majapahit adalah Samudera Pasai. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Menurut Buya Hamka, munculnya kesultanan Samudera Pasai karena dukungan dari Syarif Mekah.

Makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah di Gersik yang wafat pada 2 Desember 1082 M. Batu nisannya ditulis dalam bahasa Arab dengan huruf kaligrafi bergaya Kufi, serta merupakan nisan kubur Islam tertua yang ditemukan di Nusantara. Makam tersebut berlokasi di desa Leran, Kecamatan Manyar, sekitar 5 km arah utara kota Gresik, Jawa Timur. Temuan ini bertanda bahwa sebelum kemunculan Majapahit sudah banyak perkampungan muslim di Jawa bagian utara.

Menurut John Crawford, 1820 M dalam History of Indian Archipelago, "Saudagar Muslim tidak datang sebagai penakluk seperti yang dikerjakan oleh bangsa Spanyol pada abad 16M. Mereka tidak menggunakan pedang dalam dakwahnya. Juga tidak memiliki hak untuk melakukan penindasan terhadap rakyat bawahnya. Para Dai hanya sebagai Saudagar yang memanfaatkan kecerdasan dan peradaban mereka yang lebih tinggi untuk kepentingan dakwahnya. Harta perniagaannya lebih mereka utamakan sebagai modal dakwah dari pada untuk memperkaya diri." Karakter inilah yang menurut Buya Hamka, mereka dapat berbaik-baikan dalam kerajaan Hindu yakni Langkasuka, Sriwijaya, Janggala, Daha dan Singasari. Mereka dapat masuk ke Istana dan mendapatkan penghargaan hingga menjadi anggota perutusan.

Bagaimana pengaruh semua ini terhadap struktur masyarakat Majapahit? Menurut Ma Huan yang datang bersama Pangeran Ceng Ho ke Jawa, dalam bukunya Ying-yai heng-la yang disusun 1451 M, struktur masyarakat Majapahit terbagi 3 yaitu orang muslim dari Barat, orang Cina yang sebagian sudah masuk Islam dan orang Jawa yang masih menyembah berhala. Tidak hanya sampai disitu, para bangsawan Jawa di Istana Majapahit pun telah ada yang memeluk Islam 50 tahun sebelum kedatangan Ma Hua. Ini dibuktikan dengan batu nisa Trowulan dan Troloyo. Juga makam-makam orang Jawa Muslim di dekat situs Istana Hindu Majapahit.

Sebelum kehadiran Majapahit, masyarakat Nusantara sudah bersentuhan dengan Islam hampir 6 abad lamanya. Dibuktikan dengan hadirnya perkampungan muslim dipesisir Utara Jawa dan Sumatera, datangnya Muawiyah bin Abu Sofyan ke kerajaan Kalingga, surat menyurat antara khalifah bani Umayah dengan raja Sriwijaya, hadirnya kesultanan Perlak dan Samudera Pasai serta struktur masyarakat dan elit Majapahit yang telah memeluk Islam. Jadi wajar saja bila ada yang menyimpulkan bahwa Majapahit adalah kerajaan Islam? Namun sejarawan mengatakan bahwa Majapahit adalah kerajaan Hindu, namun elit dan masyarakatnya sudah ada yang muslim.

Adat Basandi Syarak, Reformasi di Tanah Minang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (ChannelYoutube Dengerin Hati) Adat Basandi Syarak, Sy...

Adat Basandi Syarak, Reformasi di Tanah Minang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(ChannelYoutube Dengerin Hati)

Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Itulah reformasi di tanah Minangkabau. Hasil pergulatan dan kompromi panjang luar biasa antar para Ulama, kaum Adat dalam menghadapi serangan eksternal Belanda.

Dari sisi ulama, ini bentuk kearifan dakwah yang dimulai dari Syekh Abdurrauf Singkil, dilanjutkan oleh Syeikh Burhanuddin yang menerapkan strategi Syara Mandaki, Adat Manurun. Yang menggambarkan pergerakan dakwah dari pantai ke pedalaman.

Dari gerakan ini menghasilkan perubahan besar di tanah Minangkabau. Besarnya arus gerakan Tarekat. Yang mengedepankan sisi spiritual dari pada tuntunan etis. Gerakan ini diterima masyarakat karena tidak mereduksi kehidupan desa.

Gerakan dakwah berikutnya dimotori oleh Tuanku Nan Tua. Gerakan penerapan syariat terutama dalam perdagangan. Agar  perdagangan penuh berkah. Meminimalkan kecurangan dan kejahatan. Hingga dia diberi gelar Pelindung Para Pedagang. Namun banyak yang tak menyukainya. Sehingga pesantrennya sering di rusak oleh para gerombolan.

Muridnya Tuanku Nan Rinceh tidak terima. Ditambah pemikiran tokoh Minangkabau yang pulang belajar dari Mekkah. Membuat semangat penerapan syariat harus di semua sektor kehidupan. Dakwah berubah dari hati dan lisan yang sudah dilakukan oleh gurunya, Tuanku Nan Tua, ke dakwah dengan kekuatan.

Sang guru tidak mendukung gerakan sang murid. Dakwah harus dengan kelembutan, bukan kekuatan. Namun kalangan muda justru mendukung Tuanku Nan Rinceh. Yang kemudian dilanjutkan oleh Tuanku Imam Bonjol.

Kebijaksanaan Syekh Burhanuddin dan Tuanku Nan Tua menyuburkan Islam di hati masyarakat Minangkabau. Namun gerakan Tuanku Nan Rinceh justru menjadi sebuah gerakan besar untuk menghadapi penjajahan Belanda.

Pemikiran Tuanku Nan Tua, Muridnya Tuanku Nan Rinceh juga cucu Muridnya Tuanku Imam Bonjol  menghasilkan sebuah pemikiran yang menjadi pijakan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Walaupun sepertinya pemikiran mereka seperti berbeda, namun sebenarnya berhubungan sangat erat. Karena setiap zaman membutuhkan strategi yang berbeda.

Semua perbedaan yang terjadi pada diri ulama, merupakan persiapan untuk menjaga yang sudah ada juga bersiap menghadapi tantangan baru. Itulah cara Allah menjaga umat ini.

Tarekah Syattariah Dalam Gerakan Paderi  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Gerakan kaum Paderi dimulai ...

Tarekah Syattariah Dalam Gerakan Paderi 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Gerakan kaum Paderi dimulai dari gerakan "Pelindung Para Pedagang" yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tua. Beliau murid dari Syekh Burhanuddin Ulakan yang juga murid dari Syekh Abdurrauf Singkil yang mendirikan pesantren di Ulakan dekat Pariaman. Beliau pemuka dari Tarekat Syattariah di kota Tua.

Tuanku Nan Tua seorang saudagar yang mampu berangkat haji ke Mekkah. Dia juga seorang mubaligh yang menjadi kepala pesantren Syattariah di kota Tua. Yang membuatnya prihatin, sering terjadinya kekerasan antar warga desa di pasar-pasar. Malahan, ada satu desa yang seluruhnya di bumi oleh perampok.

Sementara itu, para penghulu desa tidak efektif menyelesaikan persoalan keributan di pasar. Akhirnya, Tuanku Nan Tua menawarkan pesantrennya sebagai alternatif untuk memecahkan penanganan kejadian di masyarakat, terutama berkaitan dengan dagang. Dia pun mengajak desa-desa disekitarnya untuk menerima syariat sebagai hukum dalam berdagang. Hasilnya pada 1790-an wilayah tersebut dapat meredakan gejolak konflik dan kriminalitas yang mengganggu perdagangan.

Seorang murid Tuanku Nan Tua, Jamaluddin, mendirikan pesantren di kota Lawas. Kota ini kaya akan kopi dan akasia. Jamaludin ingin membangun suatu masyarakat Muslim yang murni. Dalam artian, seluruh warga menjalankan syariat sehari-hari. Masyarakat sangat tertarik karena syariat lebih mudah dipahami dan sangat praktis. Akhirnya, bermunculan pula yang tidak setuju hingga pesantren diserang oleh gerombolan.

Pada 1803, tiga orang Minangkabau kembali dari Tanah Suci. Yaitu, Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piabang. Haji Miskin mencoba meluruskan adat istiadat walaupun penuh perlawanan. Petualangan inilah yang menyebabkan dia bertemu dengan Tuanku Nan Tua. Tuanku Nan Tua mendapatkan perlawanan dari para perampok dan kriminal tua. Pesantrennya dibakar. Akhirnya salah satu murid Tuanku Nan Tua yang bernama Tuanku Nan Rinceh bersama Haji Miskin membuat gerakan baru untuk menghadapi gerombolan tersebut. Pada sisi lain Tuanku Nan Tua tidak menyetujuinya. Dia lebih mengedepankan kelemahan lembutan.

Tuanku Nan Rinceh terinspirasi dari Haji Miskin membuat gerakan setiap desa di Ranah Minangkabau mesti dijadikan masyarakat Islam selekas mungkin. Tahapan jihad hati dan lisan sudah selesai. Saatnya memasuki dakwah dengan kekuatan. Beberapa murid Tuanku Nan Tua lainnya bergabung maka gerakan ini semakin kuat.

Salah satu murid Tuanku Nan Tua yang bergelar Datuk Bendahara yang merupakan Raja Empat Sila di utara Agam yang subur dan berpenduduk banyak. Tepatnya di Alahan Panjang dan Rao. Dia tertarik dengan visi Tuanku Nan Rinceh dan Haji Miskin. Salah satu murid Datu Bendahara bernama Peto Syarif yang kemudian dikenal dengan Tuanku Imam Bonjol.

Gereja Saint Catherine, Saksi Perjanjian Damai Amr bin Ash Dengan Kristen Koptik Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Oleh: Nasrulloh Bak...

Gereja Saint Catherine, Saksi Perjanjian Damai Amr bin Ash Dengan Kristen Koptik

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Oleh: Nasrulloh Baksolahar)

Gereja Saint Catherine di Mesir. Inilah salah satu gereja tertua di dunia. Banyak menyimpan lebih dari 3.500 dokumen kristiani yang berbahasa Yunani, Qibti, Arab dan bahasa lainnya. Gereja ini dibangun pada tahun 300 Masehi oleh para biarawan yang mengasingkan diri dari masyarakat dan memfokuskan untuk beribadah.

Gereja Saint Catherine, bangunannya mirip benteng yang sulit dimasuki dengan tembok tinggi. Karena awalnya dibangun untuk melindungi biarawan dari gerombolan perampok gurun. Gereja ini berdiri kokoh di Semenanjung Sinai. Ada apa dengan Semenanjung Sinai? Ingat kisah Nabi Musa saat dari Madyan kembali ke Mesir bersama Istrinya?

Saat Nabi Musa tersesat bersama Istrinya di Sinai. Musa mencari cara bagaimana bisa keluar. Suatu malam, dilihatnya kobaran api. Disangka, api tersebut berasal dari kemah para pengembara sedang beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Ternyata hanya api dari batang pohon dari semak-semak. Disinilah Nabi Musa mendapatkan wahyu dan ditugaskan untuk berdakwah ke Firaun. Apa hubungan api dengan Gereja Santa Catherine?

Menurut para ahli, di lingkungan Gereja Santa Catherine adalah letaknya api tersebut. Jadi diyakini  Nabi Musa diangkat menjadi Nabi di sekitar Gereja ini. Apa alasannya? Di Sinai, hanya tempat ini yang ada semak-semaknya. Lalu apa kaitannya dengan sejarah Islam? Gereja Santa Catherine adalah saksi sejarah kelembutan dan kedamaian Islam.

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah, mengabadikan perjanjian Amr bin Ash dengan kaum Nasrani di Mesir di era khalifah Umar Bin Khatab. Isinya, "Bismillahirrahmannirrahim, Inilah jaminan keamanan kepada penduduk Mesir, yang mencakup jaminan keamanan terhadap jiwa, agama, harta, rumah ibadah, tanah, air, darat, maupun lautan mereka."

Dokumen perjanjian antara Amr bin Ash dengan penduduk Mesir tersimpan rapih di gereja Santa Catherine. Dalam kekuasaan Islam, semua agama dilindungi dan bebas menjalankan kehidupan beragamanya. Bahkan di era Muhammad Al Fatih, dia mengangkat Patrik bagi umat Kristen Ortodoks. Dalam kekuasaan Islam, Gereja ini masih berdiri kokoh.

Bani Israil, Karakter Yang Mendominasi Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yang paling banyak dik...

Bani Israil, Karakter Yang Mendominasi Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yang paling banyak dikisahkan dalam Al-Qur'an adalah perjalanan bani israil. Kisah Nabi yang paling banyak diungkap adalah para Nabi yang diturunkan kepada bani Israil. Kisah Nabi Musa paling panjang dan sering diungkap. Bahkan untuk menyadarkan bani Israil harus menurunkan 2 Nabi sekaligus. Yaitu Musa dan Harun.

Banyak kisah keburukan bani Israil yang diungkap walaupun tak diutus Nabinya saat itu. Ini fakta, adanya Nabi atau tidak, karakter bani Israil tetaplah sama. Yaitu, pembangkangan terhadap kebenaran. Saat Rasulullah saw akan diutus, mereka mengungkapkan keberpihakannya. Siap membelanya hingga meraih kemenangan.

Saat kebenaran tiba, merekalah pionir pembangkangan dan usaha pembunuhan terhadap Rasulullah saw. Bekerjasama dengan munafikin dan musyrikin untuk memupuskan kebenaran. Persepsinya, kemenangan dan kekuasaan harus menjadi hak khusus mereka. Umat lain harus terkalahkan. Inilah sebab kedengkiannya terhadap umat Islam. Apakah penyakit ini hanya khusus bani Israil saja?

Egosentris telah menjadi penyakit dunia. Ego dalam arti diri, kelompok, organisasi, hingga negara. Persepsi kebenaran hanya miliknya. Kekuasaan, kekayaan, penguasaan sumberdaya,  ilmu dan teknologi hanya miliknya. Padahal hidup di dunia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

Ketundukannya hanya kepada kemukijzatan materi. Terkesima bila tongkat menjadi ular, membelah lautan dan batu mengeluarkan air. Terkesima bila mampu berbicara  dan memerintahkan hewan, jin, angin dan air. Besi yang keras menjadi lunak.

Saat Nabi Sulaiman dan Daud menjadi raja, tak ada pembangkangan. Saat Nabi lainnya  berasal dari golongan biasa, fenomena perlawanan dan pembunuhan terhadap Nabi dan kebenaran menjadi hal biasa. Menurut Buya Hamka, ada sekitar 50 Nabi yang dibunuh oleh mereka.

Membaca kisah bani Israil, seperti sedang membaca kisah perjalanan diri sendiri. Tengah bercermin memaparkan keburukan diri. Seperti itulah diri. Tunduk dengan ketakjuban materi. Ukuran kebenaran, kemenangan,  ketundukan dan ketaatan adalah materi. Semua harus memuaskan diri. Seperti bani Israil, tak terima bila Nabi bukan dari kaumnya. Bila berasal darinya, maka dibunuhnya bila berasal dari golongan biasa dan tak sesuai hawa nafsunya.

Energi Keghaiban Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yang Ghaib harus lebih diyakini daripada yang nyata....

Energi Keghaiban

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Yang Ghaib harus lebih diyakini daripada yang nyata. Kesuksesan itu berpondasi pada keyakinan yang ghaib.

Yang Ghaib itu lebih nyata dari yang nyata. Setelah nyata, tahap berikutnya sirna. Hanya kemusnahan bila meyakini yang nyata saja

Yang menggerakkan dan pemberi energi kehidupan itu bukan yang nyata tetapi pada yang ghaib. Obsesi, tujuan dan target itu ghaib.

Para pengekor, meyakini yang nyata. Para pelopor dan pemimpin lebih meyakini yang ghaib.

Tugas pemimpin, merubah yang ghaib menjadi nyata. Pemimpin melihat kenyataan pada saat kebanyakan orang melihatnya masih ghaib.

Masa depan itu nyata. Tujuan itu nyata. Obsesi itu nyata. Rencana itu nyata. Itulah mindset pemimpin. Namun kebanyakan orang melihatnya masih ghaib.

Setiap yang ghaib bisa menjadi kenyataan. Ghaib awal proses menuju kenyataan.

Agar yang ghaib menjadi nyata, butuh bingkai keimanan. Kerangka iman yang benar adalah rukun iman yang 6.

Bila tak ada iman. Dunia ini akan menjemukan. Karena tak ada pembaharuan dan perbaharui dari kenyataan yang telah ada.

Lebih Meyakinkan Yang Kasat Mata? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Lebih meyakini pandangan mata atau ...

Lebih Meyakinkan Yang Kasat Mata?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Lebih meyakini pandangan mata atau hati? Lebih Meyakini yang gaib atau kasat mata?

Menurut seorang dokter hanya 0,3 persen yang bisa ditangkap oleh mata.  Sisanya 99,07 persennya tak bisa ditangkap oleh mata.

Para periset pemasaran sering salah dalam memahami konsumen. Hasil risetnya tak menunjukkan hal yang sebenarnya.

Ada kebohongan. Ada kemunafikan. Ada tipu daya dan kelicikan. Mengapa kita lebih mempercayai manusia daripada Allah?

Penglihatan mata lemah. Karena tak bisa menembus jiwa, hati dan akal manusia. Yang dibalik kulit dan dinding pun tak diketahui. Begitu lemahnya pandangan mata.

Mengapa perlu interview, introgasi, riset, analisa, menyelidikan, dan menyidikan? Karena pandangan mata tak bisa diandalkan.

Pandangan hati justru lebih dapat dipercaya. Tak bisa dibohongi. Bila nafsu bisa dikelola. Mata hati sangatlah tajam.

Yang buta bisa menilai seseorang dengan tepat. Bila mata bathinnya hidup, yang buta kadang lebih cerdas dari yang melihat.

Iman itu mata bathin. Lebih dipercaya daripada kasat mata. Iman kepada yang ghaib lebih dipercaya daripada yang terlihat.

Allah itu melihat kita.  Atau seolah-olah dilihat Allah. Seharusnya lebih dipercaya daripada dilihat oleh manusia.

Puncak kekuatan mata bathin adalah merasakan bahwa Allah senantiasa melihat kita.

Solusi Brilian yang Muncul Saat Tidur Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bisakah meriah solusi dan inspi...

Solusi Brilian yang Muncul Saat Tidur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Bisakah meriah solusi dan inspirasi selama tidur? Saat terbangun, bukankah terkadang menemukan jalan keluar, padahal menjelang tidur persoalan tersebut sangat pelik? Namun justru banyak pula yang persoalan terbawa tidur hingga mengguncangkan jiwa? Bangun tidur bukan kesegaran tetapi justru kehilangan semangat hidup. Mengapa terdapat perbedaan ini?

Para ulama, saat tidur, justru ada yang dapat berinteraksi gurunya. Mereka mendapatkan nasihat dan ilmu. Ada yang bertemu dengan Rasulullah saw untuk bertanya dan mendapatkan nasihat. Tidur mendapatkan ilmu? Tidur bukan sekedar melepaskan lelah dan menyehatkan. Namun mengapa banyak juga yang bermimpi dikejar-kejar syetan dan binatang buas? Bahkan banyak yang takut dengan tidurnya.

Hati Rasulullah saw tetap terjaga walaupun dalam kondisi tidur. Kata BJ Habibie, "Komputer otak manusia terus bekerja walaupun sedang tidur." Karena itulah, saat terbangun sering kali mendapatkan solusi yang tidak pernah didapatkan saat sebelum tidur. Padahal sebelum tidur, dia sudah berfikir dengan sangat keras. Tidur memang menutup panca indra luar, namun bukankah seluruh organ tubuh tetap bekerja tiada henti? Ya Hayyul ya Qayum.

Saat tidur, bukankah tubuh mengeluarkan toksin yang merusak tubuh? Saat tidur seluruh organ dalam dibersihkan, karena itulah saat terbangun sering kali puret mules, ingin kecing dan keringatnya sangat bau. Allah terus tetap menjaga dan memelihara manusia walaupun di saat tidur. Karena itulah disunnahkan membaca Al-Qur'an sebelum tidur agar Allah menjaga manusia. Bila tidak, maka syetanlah yang mengganggunya.

Bersucilah sebelum tidur. Berwudhulah sebelum tidur. Shalat sunah, membaca Al-Qur'an, berdoa dan memaafkan semua manusia. Pasrahkan semua persoalan, ketakutan dan kekhawatiran pada Allah. Itulah cara agar jiwa tak dikotori oleh semua dosa, kesalahan dan keburukan yang dikerjakan seharian. Itulah cara untuk memberikan inputan data, informasi dan energi positif kepada jiwa dan akal agar selama tidur jiwa manusia tetap memproses semua yang belum dituntaskan agar menghasilkan solusi saat terbangun.

Ada kisah, seorang pedagang tak bisa membayar hutangnya. Sang pedagang siap dijebloskan ke penjara. Namun dia meminta ijin untuk pulang ke rumah sehari saja. Sang Hakim memberikan ijin. Tiba di rumah, sang pedagang menceritakan persoalannya kepada istrinya. Sang istri mengajaknya bershalawat sebanyak 1.000 kali lalu tidur. Malamnya bertemu Rasulullah saw dan diperintahkan untuk bertemu seseorang. Keesokan harinya, hutangnya pun berhasil dilunasi.

Jangan remehkan tidur. Tidur itu sama dengan terbangun. Ada aktifitas dan ibadah yang harus dilakukan seperti aktifitas di siang hari. Akal terus berfikir dan bekerja bukan saja saat manusia terbangun tetapi juga saat tertidur. Maka perhatikan sunah Rasulullah saw sebelum tidur, agar tidur menjadi sarana mendekatkan diri pada Allah dan membuahkan solusi yang tak bisa didapatkan saat beraktivitas di siang hari. Bukakah Allah memberikan kemenangan dan Pertolongan-Nya dalam perang Badar dengan menidurkan para Sahabat?

Jiwa-Jiwa Pembebas Persia Dan Romawi Oleh: Buya Hamka  Buya Hamka, dalam karyanya Studi Islam, yang diterbitkan oleh Gema Insani...

Jiwa-Jiwa Pembebas Persia Dan Romawi

Oleh: Buya Hamka 

Buya Hamka, dalam karyanya Studi Islam, yang diterbitkan oleh Gema Insani Press Februari 2020, memaparkan rahasia jiwa-jiwa penakluk Persia dan Persia hingga Andalusia. Hanya dalam puluhan tahun mampu membebaskan Imperium yang ada. Apa rahasianya? Bagaimana mereka menempa dirinya? Mari menikmati pemaparan Buya Hamka.

Berislam berarti menyerahkan diri sepenuhnya untuk kepentingan Allah sesudah mengetahui siapa Allah. Kepada Allah saja wajah ditundukkan. Manusia harus merdeka dari segala pengaruh yang ada di alam semesta. Semuanya dipupuk, dididik dan ditempa dengan ibadah. Seperti  shalat, puasa, zakat dan berdzikir. Hingga akhirnya terbentuk totalitas penyerahan kepada Allah.

Iman kepada Allah harus disertai kecintaan dan pengabdian. Hidup itu sendiri hendaklah menjadi medan tempur pengabdian kepada Allah. Beramal shaleh untuk kepentingan manusia. Dari Allah, kita datang ke dunia. Dengan jaminan Allah, kita hidup di dunia untuk mengerjakan amal shaleh. Sesudah itu, mati dan kembali kepada asal kita yaitu Allah untuk mempertanggungjawabkan kehidupan ini. Hanya seperti itu perputaran hidup manusia. Bila memahami ini, adakah rasa takut? Yang ada hanya kemerdekaan diri.

Kemerdekaan sejati adalah kesanggupan menguasai diri, menguasai syahwat hawa nafsu, dan menguasai segala gejala kehendak baik dan buruk. Semua dikuasai dengan timbangan iman dan akal. Dengan iman, tak ada alam yang dapat membatasinya dan tidak ada yang dapat mengikatnya. Saat iman terbina kokoh, ruh pun naik tinggi menggabungkan diri dengan kelompok Robbani.

Kelompok inilah yang mengganti kehendak sendiri dengan kehendak Allah. Keinginannya disesuaikan dengan keinginan Allah. Iradahnya, iradah Allah, itulah kebenaran. Kebenaran sejati itu adalah Allah. Jika nama Allah disebut, itulah nama yang mengandung sifat kesempurnaan, kebajikan, kecintaan dan rahmat kasih sayang. Siapa yang mengabdikan diri kepada ini semua, maka terbebaslah diri dari sifat tercela. Inilah inti kemerdekaan yaitu mengakui diri menjadi budak kebenaran.

Bila hati telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah, rasa takut pun tidak ada lagi. Fokusnya hanya mencapai cita-cita, mencari dan menegakkan kebenaran.  Dengan modal ini, pergilah ke medan jihad kehidupan, berjuang bekerja keras hingga kebenaran tegak dan percaya pada takdir Allah bahwa peradaban itu dalam genggaman Islam dan yang bertakwa.

Apa pun yang dikorbankan. Apa pun diserahkan, baik waktu, tenaga, harta dan jiwa. Semua yang hilang dan diberikan tidak akan pernah musnah dan sia-sia. Semua untuk mewujudkan cinta kepada dan meraih kesyahidan. Semangat inilah yang telah meleburkan Persia dan Romawi. Akankah terulang kembali? Dari  jiwa membangun peradaban.

Peta Jalan Kemenangan Pertempuran Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pondasi kemenangan a...

Peta Jalan Kemenangan Pertempuran Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pondasi kemenangan adalah pertolongan dan rahmat Allah. Namun, apa peran manusia? Merancang strategi pertempuran. Menyiapkan pasukan dan perbekalan. Melalui bermusyawarah dan menyambut seruan jihad.

Kemenangan di perang Badar, dengan menghancurkan mental lawan dan memotong perbekalan. Caranya, kuasai sumber air. Kalahkan pemimpinnya. Itulah penyebab, terbunuhnya 70 pentolah Quraisy, cukup menghancurkan 1.000 kekuatan.

Mengalahkan Yahudi lebih mudah. Cukup dengan pengepungan saja. Mereka terpenjara di benteng dengan diliputi ketakutan. Peralatan tercanggih berserakan tak berguna. Karena Yahudi itu penakut. Karena  paham, bahwa Rasulullah saw akan memimpin peradaban jagat raya.

Kemenangan di Uhud hampir lenyap, karena terjebak harta, yang sengaja disebarkan di arena pertempuran. Saat kewaspadaan hilang, kacaulah barisan, padamlah semangat. Kafir Quraisy pun menyerang balik dari belakang. Namun Quraisy tetap saja terkalahkan. Mengapa?

Kafir Quraisy membuat desas desus bahwa Rasulullah saw tewas. Ini tipuan. Dalam perang, menewaskan pemimpin sama saja memenangkan seluruh pertempuran. Namun hukum ini tidak berlaku bagi mukmin. Sebab tujuan perangnya karena Allah saja. Inilah pembangkit mental pejuang.

Dalam kepungan perang Khandaq. Dibuatlah parit yang melingkari Madinah. Kerumunan kafir Quraisy dihancurkan dengan strategi adu domba. Rasulullah saw memerintahkan Huzaifah bin Yaman menyamar ke pasukan lawan. Mengutus yang dianggapnya teman untuk mengadu domba. Akhirnya, sesama kabilah Quraisy, Yahudi, dan Munafikin  tidak saling mempercayai lagi.  Inilah, yang membuat satu persatu mereka mundur, dalam mengepung kota Madinah.

Di perang Hunian, mukminin terjebak dalam lorong sempit perbukitan. Dihujani panah, tombak dan batu. Kaum mukminin terpukul mundur. Namun Rasulullah saw terus maju. Para Sahabat berlindung di belakang Rasulullah saw. Keberanian seorang pemimpin, mampu mengembalikan semangat juang.

Dalam perang Mu'tah. Bagaimana terlihat kuat walau sebenarnya lemah? Mengecoh, seolah selalu mendapatkan bantuan pasukan dari Madinah, walau sebenarnya jumlah pasukan terus berkurang karena tewas dan terluka. Inilah strategi gaya Khalid Bin Walid. Semua kecemerlangan strategi ini berasal dari hati yang jernih. Sehingga Allah mengilhamkan strategi ini ke setiap dada para Sahabat.

Kondisi Nusantara, Sebelum dan Saat Hidupnya Rasulullah saw, hingga Abad Pertama Hijriyah Selat Malaka sudah ramai jauh sebelum ...

Kondisi Nusantara, Sebelum dan Saat Hidupnya Rasulullah saw, hingga Abad Pertama Hijriyah

Selat Malaka sudah ramai jauh sebelum kelahiran Nabi Isa. Nusantara sudah menjalin hubungan yang erat dengan India dan Tiongkok melalui hubungan laut selat Malaka. Oleh karena itulah, dalam penelitian sejarah, bahan-bahan dari India dan Tiongkok amat penting dalam meneliti sejarah Indonesia. Menurut Sir Thomas Arnold, saudagar Arab pun sudah melakukan perniagaan yang sangat luas di Nusantara sejak masa permulaan sekali.

Dua abad sebelum kelahiran Rasulullah saw atau sekitar abad ke 4 Masehi, telah ada di Nusantara sebuah kerajaan Hindu di Kalimantan Timur, yaitu Kutai. Ditemukan batu bersurat yang menyatakan bahwa nama rajanya Mulawarman dan huruf batu itu Paliawa. Kerajaan ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai pelosok negri hingga ke India Selatan.

Satu abad sebelum kelahiran Rasulullah saw, abad ke 5 Masehi di Jawa Barat ada pula sebuah kerajaan Hindu bernama Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman. Di abad ini pula, pelawat dari Tiongkok yang bernama Fa Hian telah melawat ke Nusantara. Dicatat negri-negri yang didatanginya seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Rasulullah saw hidup dari 571-632 Masehi. Apa yang terjadi di Nusantara? Di Solok Sumatera Barat telah didapati sebuah patung Budha yang menurut penaksirannya dari abad ke 6 Masehi. Selain itu, disebut juga nama kerajaan San Foh Sji. Menurut penelitian, itulah kerajaan Sambojaya, cikal bakal Sriwijaya yang berdiri pada abad ke 7 Masehi.

Ketika Islam berkembang di Tanah Arab pada abad ke 7, agama Budha Mahayana sedang berkembang pula di Nusantara, di bawah pimpinan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Sriwijaya sebagai perantaraan aliran Budha yang datang dari Hindustan menuju Tiongkok yang singgah di Sriwijaya. Warisan ini jugalah yang disambut oleh Indonesia pada zaman Islam yang menjadi tempat perantara antara kemajuan dari Arab dan Hindustan yang akan menuju ke Maluku dan Filipina.

Menilik daerah-daerah yang dikuasainya, Sriwijaya sebuah kerajaan maritim yang berdagang hingga ke India dan Tiongkok melalui Selat Malaka. Kekuasaannya sampai ke Siam, Birma dan Vietnam. Pengaruhnya sampai hingga ke India Selatan, Sailan dan menancapkan kuasanya hingga ke Tanah Jawa untuk memperkokoh pengaruh agama Budha.

Di periode ini juga perniagaan orang Arab telah sampai ke Tiongkok dan sangat maju. Berdasarkan pustaka Tiongkok, orang Arab telah datang Nusantara pada abad ke 7 Masehi, artinya pada abad pertama  Islam. Menurut Sir Thomas Arnold, Islam pun sudah dibawa ke Nusantara oleh para saudagar Arab sejak abad pertama dari hijrahnya Rasulullah saw.

(Diringkas dari buku Sejarah Umat Islam karya Hamka)

Mengulang Kemukijzatan Para Nabi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kemujizatan para Nabi terus berulang...

Mengulang Kemukijzatan Para Nabi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kemujizatan para Nabi terus berulang dari satu Nabi ke Nabi yang lainnya. Dari satu zaman ke zaman yang lainnya. Dari satu generasi ke generasi yang lain. Hingga satu saat mukjizat itu terhenti saat Rasulullah saw wafat. Adakah kemukijzatan itu akan berulang?

Adakah Nabi yang mewariskan kemukijzatan? Tongkat Nabi Musa, tak diketahui rimbanya. Kemampuan menyembuhkan dan menghidupkan orang mati hanya milik Nabi Isa. Tak terbakar api hanya untuk Nabi Ibrahim. Kemukijzatan pergi setelah kepergian Nabinya. Namun tidak bagi umat Islam.

Umat Islam umat pilihan. Nabinya mewariskan kemukijzatan. Umatnya diwarisi kemukijzatan. Berarti, kondisi, situasi, kehebatan dan kejayaan di era Rasulullah saw bisa diulangi setiap saat dan tempat, tanpa harus lahir dan diutusnya Nabi kembali. Tak perlu manusia super hebat untuk mengulangi kejayaan di era Rasulullah.

Mengapa kejayaan umat Islam berusia ribuan tahun? Karena kemukijzatan Nabinya bersemayam di hati, akal dan jiwanya. Mengulangi kejayaan hanya butuh keyakinan dan pengamalan saja. Kehadiran kembali sosok para Sahabat Rasulullah saw hanya butuh mengikuti contoh sepak terjang Rasulnya saja. Semudah itu meraih kejayaan.

Allah yang memelihara mukjizat Rasulullah saw. Artinya kejayaan umat Islam pun dipelihara Allah selama mengikuti sepak terjang mukjizat tersebut. Kemunduran umat Islam hanya sesaat menunggu kembalinya kesadaran terhadap Al-Qur'an dan Sunnah. Sampai kapan? Hingga hawa nafsunya dihempaskan.

Kejayaan umat Islam tidak dibangun dari kecemerlangan akal, Ilmu pengetahuan, material, militer dan kekuasaan. Tetapi kuatnya interaksi dan penerapan terhadap Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Semua kekuatan akan luluh lantah dihadapan kemukijzatan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.

Bila Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw diterapkan, maka setiap jiwa terisi dengan kemukijzatan yang berjalan dan berkiprah di muka bumi. Akal, hati, jiwa dan raganya memuat  kemukjizatan. Karyanya cermin buah kemukijzatan. Bila seperti Ini, dapatkan dikalahkan dan dilemahkan?

Menyerap Mukjizat Rasulullah Secara Alamiah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mukjizat, peristiwa maha ...

Menyerap Mukjizat Rasulullah Secara Alamiah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mukjizat, peristiwa maha dahsyat atas kehendak dan ijin Allah. Hanya Allah yang dapat melakukan.   Semuanya melampaui batas akal dan kemampuan manusia. Allah menantang manusia untuk membuat Al-Qur'an satu surat saja. Dapatkah? Tantangan ini menunjukkan ketidakberdayaan dan ketidakmampuan abadi manusia.

Keterjagaan keaslian Al-Qur'an dan As Sunnah merupakan mukjizat. Bagaimana mungkin sebuah kata dapat ditelusuri dari penutur ke penutur lainnya tanpa ada sedikit pun perbedaan? Setiap karakter, akhlak dan keseharian sang penutur terdokumentasikan dan terseleksi dengan rapih, jelas dan terjaga. Adakah yang sanggup melakukan hal ini?

Fakta sejarah sebuah bangsa saja diyakini dimanipulasi oleh sang pemenang saja. Fakta yang belum ratusan tahun saja diperdebatkan keaslianya. Padahal jejak dan monumennya masih ada. Padahal penuturnya masih ada yang hidup. Hawa nafsu yang membuat segala sesuatu menjadi remang dan dikaburkan.

Mukjizat Al-Qur'an bukan mukjizat akrobatik. Menyulap sesuatu seketika dalam hitung detik. Kemukijzatan Al-Qur'an dapat diserap menjadi sebuah jati diri yang disinari dan diselubungi kemukijzatan dengan proses alamiah melalui penempaan  dan pendidikan. Kemukijzatan Rasulullah saw dapat ditularkan dan diduplikasikan ke setiap orang.

Proses kemukijzatan Nabi Musa cukup hanya mengetukan tongkatnya. Kemukijzatan Nabi Isa, seketika langsung menyembuhkan dan menghidupkan yang telah mati. Namun bagaimana proses kemukijzatan Rasulullah saw? Berproses secara alamiah dan ilmiah. Ada tahapan dan strateginya. Ada energi dan upaya yang diakukan. Ada pengorganisasiannya.

Rasulullah saw memenangkan perang Badar. Diawali dengan menyiapkan pasukan dan persenjataan. Menempatkan pasukan diposisi yang tepat. Mengatur pergerakan pasukan dan barisan. Setelah itu bermunajat yang kokoh dan pasrah. Disitulah Allah menurunkan malaikatnya. Proses ini dapat diduplikasikan oleh setiap yang bertakwa.

Saat perang Kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa ini pun terulang. Saat perang Afghanistan dan Bosnia, peristiwa ini terulang. Saat perang Yarmuk dan Qadisiyah di era Umar bin Khatab, peristiwa ini terulang pula. Inilah bukti bahwa kemukijzatan pada diri Rasulullah saw terus berulang di setiap zaman dan manusia. Bila diterapkan pada tataran ekonomi, sosial dan kekuasaan, maka kemukijzatannya dapat terulang kembali juga.


Mudahnya Mentadaburi Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mentadaburi Al-Qur'an dapat me...



Mudahnya Mentadaburi Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mentadaburi Al-Qur'an dapat menafsirkan sejumlah ilmu. Al-Qur'an itu induk ilmu baku yang paten. Merangkum ilmu masa lalu, hari ini dan masa depan. Butuh cara mentadaburinya agar tidak tersesat dan maksimal hasilnya. Al-Qur'an sudah dimudahkan oleh Allah, maka siapa pun mampu menggali hikmahnya.

Saat menghujamkan aqidah ke jiwa dihubungkan dengan keajaiban alam, diri, fakta kehidupan dan kematian. Dipaparkan nikmat dan sifat Allah, bukan doktrin atau dogma. Dialognya terbuka. Lebih banyak membangkitkan kesadaran hati dan akal, bukan ancaman dan siksaan. Allah berfirman dalam posisi kesejajaran dengan hamba-Nya, walaupun Dia Sang Maha Perkasa.

Dua pertiga isinya adalah kisah. Ini sangat mengasyikkan. Dari kisah dipaparkan tauhid, hukum syariat dan kehidupan. Manusia dibiarkan mengambil hikmahnya sendiri. Diberdayakan akal dan imajinasinya. Biar manusia menghubungkan sendiri dengan pengalaman dan kejadian yang dialaminya. Tak ada pengajaran yang langsung menohok merendahkan manusia. 

Pemaparan alam sangat dominan. Alam hidup berdampingan dengan manusia. Yang terdekat didekatkan kembali oleh Allah dalam Al-Qur'an.  Agar semua yang dilihat dan didengar menjadi nasihat dan pelajaran. Agar manusia terkepung oleh nasihat dan kesadaran diri sehingga hawa nafsu dan syetan pun tak bisa melalaikan  jiwa.

Semua ini ruang terbuka untuk membedah yang tersirat di balik yang tersurat, mengambil hikmah kebijaksanaan dan membongkar yang tersembunyi sangatlah luas. Allah meluaskannya dengan tak terhingga. Agar di setiap waktu, zaman dan generasi, manusia bisa merengguk petunjuk-Nya untuk bergulat dalam kehidupan ini.

Uraian halal-haram dan rukun ajaran agama amatlah sedikit.  Ruang ini hak khusus Allah. Akhlak kita cukup mengikuti mereka yang sudah paham dengan hukum syariat. Kajian haram-halal diserahkan ke yang ahlinya. Yang halal amatlah luas. Yang haram sangatlah sedikit. Jadi tidak akan menyulitkan manusia.

Kemujizatan Al-Qur'an salah satunya adalah kesederhanaan dan kemudahannya. Semua level dan ragam manusia dapat mengambil hikmahnya dengan sangat mudah. Yang hatinya bersih dan tersesat bisa mengambil pelajaran dengan mentadaburi dan menyelidikinya.

Gelombang Dakwah di Nusantara Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dunia tercengang dengan gerakan cepat p...


Gelombang Dakwah di Nusantara

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dunia tercengang dengan gerakan cepat para Sahabat yang berhasil menembus Persia, Romawi dan Mesir. Lalu menyebar ke Asia Tengah hingga ke India hanya kurang dari satu abad. Bagaimana dengan Nusantara dan dataran Melayu? Saudagar dan komunitas muslim sudah ada sejak abad ke 7 Masehi, namun mengapa baru mendirikan kesultanan Pasai sekitar abad 12 dan Demak abad 15?

Butuh 5 abad agar Pasai berdiri. Butuh 8 abad agar Demak berdiri. Padahal bila mau, mengapa tidak meminta pasukan besar dari kekhalifahan Bani Umayah dan  Abbasiyah saja? Bukankah kekuatan pasukan mereka mampu menundukkan penguasa dunia? Nusantara memang unik. Pendekatannya sangat fenomenal. Inilah terobosan luar biasa dari para ulama.

Gelombang dakwah Nusantara sangat alamiah. Ada tiga gelombang besar pendekatan dakwah di Nusantara. Pertama, Gelombang pembentukan basis masyarakat dengan datangnya para    saudagar. Gerakan dakwah dengan ekonomi dan sosial. Bagaimana menciptakan kesejahteraan, mengangkat derajat manusia dari perbudakan dan sikap hidup yang bersih, rapih dan egaliter.

Kedua, gelombang para ulama. Mendidik umat dengan tasawuf dan syariat. Mengajarkan pengelolaan negara. Intervensi budaya baru ke dalam budaya yang sudah ada. dengan lembut dan hikmah. Budaya lama dipertahankan dengan warna islam yang rahmatan lil alamin.

Ketiga, gelombang berdirinya kesultanan. Melihat masyarakatnya sudah berislam. Sosial dan kebudayaannya sudah terbentuk. Maka mendirikan bangunan kekuasaan sangatlah mudah. Seperti Demak, saat putra Majapahit menjadi sultan. Masyarakat sudah terikat dan mencintai tegaknya keadilan Islam.  Maka pamor Majapahit dengan sendirinya runtuh bertahap. Tak ada  penyerangan dari Demak ke Majapahit.

Dengan proses ini, saat Andalusia yang mengenggam Eropa selama 600 tahun dirobohkan oleh Raja Ferdinand dan Isabel. Maka Islam diterima dengan sukarela di Nusantara dan semenanjung Melayu. Mana yang lebih berharga? Bukankah kekayaan alam berada di Nusantara? Bukankah Eropa memperebutkan Nusantara?

Berapa umur dakwah sejak kemerdekaan hingga hari ini, belum ada 100 tahun. Mengapa tergesa-gesa dan berputus asa dalam membangun masyarakat dan kekuasaan? Dakwah di Nusantara memiliki keunikan. Ikuti jejak Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah yang sudah matang, sambil membuat terobosan yang penuh hikmah. Jangan terbawa arus hiruk pikuk yang menghabiskan kekuatan.

Agar Hidup Dipenuhi Ketakjuban  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Al-Qur'an dibuka dengan kata bism...

Agar Hidup Dipenuhi Ketakjuban 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Al-Qur'an dibuka dengan kata bismillah. Artinya, Allah bersiap siaga menolong hamba-Nya setiap keadaan dan waktu. Menolong dengan sifat Maha Pengasih dan Penyayang. Menolong sebagai Pencipta, Pemilik, Penguasa dan Pemelihara alam semesta.

Al-Qur'an dimulai dengan kata Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah menyiapkan ketakjuban dan decak kagum manusia atas semua yang diberikan-Nya. Semua akhir bagi yang bertakwa adalah ketakjuban luar biasa atas seluruh kejadian yang dialami.

Bersiap menikmati kekagetan yang dipenuhi ketakjuban yang tak terkira. Bersiaplah menerima ketercengahan luar biasa yang tak pernah terduga oleh angan-angan dan khayalan manusia. Bersiaplah merasakan kebahagiaan yang tak pernah terpikirkan dari Yang Maha Rahman dan Rahim. Apa syaratnya?

Yakini hari akhir. Yakini ada kehidupan setelah kehidupan. Kematian hanya gerbang menuju kehidupan baru. Keyakinan atas hari akhir membuat kehidupan dunia terasa ringan, karena dunia bukan tujuan dan target perjalanan. Dunia bukan tempat kesuksesan dan kesenangan. Dunia hanya menjalankan peran yang diamanahkan Allah saja.

Hidup terus bersambung. Generasi baru terus berdatangan sebagai pelanjut. Bila dunia ini akhir, maka tidak ada lagi yang datang dan pergi. Tak ada lagi perguliran dan pergantian. Tak ada lagi yang pergi. Yang ada hanya berduyun-duyun berdatangan lalu menetap dan berkumpul.

Tujuan hidup itu hanya menjalankan peran. Lalu memohon pertolongan agar Allah menolong menjalankan peran tersebut. Karena itulah Allah mendahulukan kekuatan pertolongan-Nya sejak awal Al-Qur'an. Juga janji memberikan nikmat dan pertolongan yang menakjubkan sejak awal. Agar menjalankan hidup dengan ketentraman.

Pertolongan-Nya berupa jalan yang lurus. Sangat dekat pertolongan-Nya. Sangat kuat pertolongan-Nya. Sehingga jalan yang dilalui manusia menjadi sangat mudah, tak melelahkan, tak menyulitkan, tak membosankan, tetapi penuh kenikmatan dan ketakjuban yang tak terkira. Syaratnya, jalani peran sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.

Wakaf dan Kemerdekaan Indonesia   Jum’at bulan Ramadhan 1365 H, bertepatan dengan 17 Agustus 1945, dibacakan Proklamasi Kemerdek...

Wakaf dan Kemerdekaan Indonesia
 

Jum’at bulan Ramadhan 1365 H, bertepatan dengan 17 Agustus 1945, dibacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah berjuang dan berkorban harta, tenaga, darah, hingga nyawa, dari Pahlawan Indonesia, bersama rakyat. Semoga mereka termasuk syuhada dihadapan Allah Ta'ala.

Adalah Faradj bin Said bin Awadh Martak (1897-1962), seorang saudagar dermawan keturunan Arab-Indonesia. Dia mewakafkan sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 kepada Presiden Soekarno untuk digunakan pada momen penting Bangsa Indonesia. Di rumah itulah Fatmawati menjahit sendiri Bendera Merah Putih pada malam sebelum proklamasi. Esoknya, 17 Agustus 1945. Rumah tersebut dijadikan tempat dibacakannya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, disertai pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Dakota RI-001 Seulawah, pesawat pertama milik Pemerintah Indonesia. Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, menambahkan kata “Seulawah” karena pesawat ini adalah wakaf dari rakyat Aceh pada 1948. Saat itu Belanda belum sepenuhnya pergi. Indonesia butuh pesawat. Soekarno berkeliling, ditemani Gubernur Aceh, "membakar" semangat rakyat untuk menyumbang. Dibantu ulama Aceh yang sangat disegani, Abu Sabang, serta Panitia Juned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsyi. Dalam waktu dua hari berhasil terkumpul dana sebanyak 130.000 Straits Dollar, dari rakyat yang rela menjual tanah dan harta lainnya.

Pesawat Avro Ansor RI-003 juga merupakan Wakaf, dibeli dari sumbangan emas dari masyarakat Sumatera Barat dan Aceh, yang diinisiasi oleh Muhammad Hatta. Tahun 1947 adalah masa genting Indonesia, ditekan oleh Belanda pada agresi militer 1. Rakyat bergerak, menyumbangkan gelang, kalung, anting, bahkan cincin nikah, hingga terkumpul 14 kg. Pesawat dibeli seharga 12 kg emas. Dan kita berhasil menembus blokade penjajah melalui jalur udara.

Monumen Nasional atau yang dikenal dengan Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961. Adalah Teuku Markam saudagar asal Aceh kerurunan Uleebalang, mewakafkan emas sebanyak 28 kilogram dari total 38 kilogram emas yang berada di puncak Monas. Tidak hanya itu, beliau juga ikut andil dalam pembebaskan lahan Senayan yang sekarang menjadi pusat untuk olaharaga nasional.

Kompleks Parlemen (disebut juga Gedung MPR/DPR/DPD) yang didirikan pada 8 Maret 1965. Gedung Parlemen RI ini berdiri di atas lahan wakaf bekas lembaga pendidikan Islam yakni Madrasah Islamiyah asuhan KH. Abdul Manaf,  yang merupakan cikal bakal lahirnya Pondok Pesantren Darunnajah.

Kemerdekaan Bangsa Indonesia, momen sangat penting itu, tak bisa dipisahkan dengan wakaf, dan kontribusi ummat Islam. Anak-anak bangsa yang mencintai bangsanya, tempat seluruh rakyatnya hidup, lahir, besar, hingga mati di sini, Indonesia, Tanah Air Beta. Maka tak usah ragu dengan komitmen cinta dan pembelaan ummat Islam, di negeri ini, Indonesia.

Peta Jalan Kekalahan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Para penguasa Arab, apakah diharapkan unt...

Peta Jalan Kekalahan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Para penguasa Arab, apakah diharapkan untuk bisa mengatasi Yahudi Israel? Dalam sejarah serbuan Israel pertama kali ke Palestina yang didukung oleh Inggris 1948 dan perang 6 hari Arab-Israel 1967, seperti sangat sulit mengharapkan "turun tangannya" penguasa Arab secara serius.

Peperangan yang diprakarsai oleh penguasa Arab lebih banyak untuk menopang perluasan wilayah pendudukan Yahudi Israel atas Palestina. Begitu juga dukungan internasional atas penyelesaian Palestina lebih banyak hanya menguntungkan Israel secara wilayah. Dukungan Internasional hanya menjanjikan dana dan infrastruktur saja. Padahal yang dibutuhkan adalah kemerdekaan dari Yahudi Israel dan keselamatan jiwa bangsa Palestina dari kekejaman Israel.

Bila membaca pergolakan di Timur Tengah terjadi persimpangan jalan antara rakyat Timur Tengah dengan penguasanya. Rakyat Timur Tengah totalitas mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ini terlihat sejak awal perang 1948, dimana rakyat Timur Tengah dengan sangat antusias dan serius menjadi relawan pertempuran. Ini berbeda dengan penguasanya yang main mata dengan Yahudi Israel.

Bila melihat beberapa hadist Rasulullah saw tentang Akhir Zaman. Terjadi pembaiatan kepada seorang pemuda oleh 313 orang di Mekkah. Pemuda ini merupakan imam Mahdi yang akan menghancurkan Dajjal. Dimana Dajjal didukung oleh Yahudi Israel. Detik-detik terakhir turunlah Nabi Isa yang membunuh Dajjal.

Hadist Rasulullah saw juga menjelaskan bagaimana kaum muslimin berhasil mengejar-ngejar Yahudi yang bersembunyi di sebuah pohon gorkot. Hingga batu pun menginformasikan keberadaannya. Ini mengindikasikan bahwa Yahudi akan terpojok dan tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Kepemimpinan imam Mahdi adalah kepemimpinan dari kesadaran alamiah yang tidak bersumber dari kekuasaan struktural. Kepemimpinan Imam Mahdi adalah kesadaran masyarakat dunia akan  diperlunya kekuatan baru non formal bukan kekuasaan formal. Kondisi ini terlihat dalam setiap aksi kekejaman Yahudi Israel terhadap rakyat Palestina.

Yang bergolak bukan para penguasanya. Yang bergolak menyuarakan dukungan justru masyarakatnya, pada saat para penguasa diam takut dan tak peduli. Ini terbukti hampir seluruh gerakan penyelamatan dilakukan oleh masyarakat dan lembaga non formal.

Peta jalan kemenangan di Konstantinopel dijelaskan oleh sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan. Kementan di Andalusia dijelaskan oleh kapal seperti gunung-gunung. Kemenangan atas Roma seperti melalui proses demografi dan ilmu pengetahuan karena sedikitpun tak dijelaskan. Kemenangan atas Yahudi Israel dijelaskan dengan kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, yang biasanya kepemimpinan spiritual didukung oleh masyarakat biasa dan ditentang oleh para penguasa dan pembesar kekuasaan.


Kepalsuan Perang 6 Hari Arab Israel 1967 Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pada 27 mei 1967, Presiden M...

Kepalsuan Perang 6 Hari Arab Israel 1967

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pada 27 mei 1967, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser mengatakan, "Tujuan utama negara-negara Arab adalah menghancurkan Israel." Benarkah seperti itu? 1952 Gamal Abdul Naser memimpin kudeta Mesir. Beberapa tahun kemudian dia pun diangkat menjadi presiden Mesi. Pada tahun 1959, Gamal Abdul Naser menandatangani penyelesaian masalah Palestina secara damai.

Mufti Palestina yaitu Muhammad Amin Al-Husaini tak mempercayai langkah Gamal Abdul Naser. Dia pun mengirimkan surat rahasia kepada sahabatnya Muhammad Fira yang menjadi pegawai PBB. Ternyata berita itu benar. Bahkan telah terjadi penyuapan terhadap kesepakatan damai tersebut. Dimana Mesir dan Suriah mendapatkan masing-masing satu juta dollar. Sedangkan Libanon dan Yordania mendapatkan 1 juta dollar  dibagi dua. 

Umar Tilimsani pun menceritakan bahwa Gamal Abdul Naser memenjarakan dan menyiksa para relawan Mesir yang ikut perang Arab-Israel pada tahun 1948 setelah melakukan pembicaraan rahasia dengan agen Yahudi di Falujah dan Syaram Syeikh. Dengan kedua fakta ini, bisakah seorang Gamal Abdul Naser ini menggelorakan dan memimpin perang melawan Yahudi?

Dr Mahmud Jami seorang kepercayaan Anwar Sadat menceritakan bagaimana fakta sebenarnya kekalahan pasukan Mesir saat perang 6 hari 1967. Saat itu bencana pahit dan memilukan Mesir. Mesir kehilangan tentara, pemuda, senjata dan banyak pesawat tempur. Ribuan perwira dan tentaranya terbunuh.

Yang menyedihkan para perwira dan tentara tawanan Mesir dibuang ke tanah dengan mata tertutup dan tangan terikat. Jumlah mereka sangat banyak, lalu tank-tank Yahudi mondar-mandiri di atas tubuh mereka untuk melindas dan membunuh mereka dengan sangat kejam. Para tawanan diberlakukan seperti hewan.

Menurut Dr Mahmud Jami dengan penuh keyakinan bahwa tentara Mesir tidak berperang seperti peperangan ini dan tidak mungkin pula hal itu terjadi akibat buruknya strategi dan bodohnya para pemimpin mereka. Tetapi semua diakibatkan tipuan, penghianatan dan kebodohan yang disetir oleh Gamal Abdul Naser.

Dalam perang 6 Hari 1967 tersebut, Gamal Abdul Naser memerintahkan tentaranya melarikan diri langsung tanpa menyerang dan disuruh meninggalkan semua senjata mereka. Para tentara menjalankan perintah itu karena takut Gamal Abdul Naser mencopot jabatan mereka. Jadi sebenarnya antara Arab-Israel belum pernah terjadi peperangan yang "Sesungguhnya" semuanya hanya kamuflase semata.

Perang Palsu Arab-Israel 1948 di Palestina (3) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bila Ilan Pappe sejara...

Perang Palsu Arab-Israel 1948 di Palestina (3)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bila Ilan Pappe sejarawan Yahudi mengatakan bahwa perang Arab-Israel 1948 merupakan perang palsu. Seorang ulama Arab yang menjadi relawan di perang tersebut, Musthafa As-Siba'i Guru Besar Fakultas Syariah di Universitas Syariah Suriah, menceritakan pengalaman pribadinya. Dia pun gencar menginformasikan kepalsuan peperangan tersebut.

Musthafa As-Siba'i menceritakan keanehan perang tersebut.  Petinggi militer negara Arab tunduk di bawah komando jendral Inggris John Glubb Pasha. Dia membongkar persenjataan yang usang dan rusak yang diberikan ke tentara Mesir. Petinggi militer Irak pun memberikan instruksi kepada prajuritnya untuk tidak menyerang Yahudi.

Musthafa As-Siba'i menceritakan, "Ketika berada di medan pertempuran Al-Quds, kami merasakan adanya manuver-manuver di tingkat internasional dan tingkat pemerintah resmi Arab. Kami terhimpun dalam batalion relawan. Kami memusyawarahkan yang perlu ditempuh setelah instruksi pengunduran diri dari Al-Quds. Kami sepakat untuk tidak menentangnya, namun terus mempelajari untuk kembali secara sembunyi."

Bukti lain bahwa pemerintah Arab tak serius berperang dengan Israel adalah pelarangan para relawan untuk memasuki Palestina. Pemerintah Mesir menutup perbatasan antara Mesir dan Palestina. Akhirnya para relawan berhasil mengecoh pemerintah Mesir melalui Sinai. Pengerahan relawan pun baru disetujui dua hari sebelum Mandat Inggris di Palestina berakhir untuk diserahkan ke Yahudi.

Menurut penuturan sejumlah tokoh yang terlibat dalam perang tersebut. Perang "nyata" Arab-Israel justru yang dilakukan oleh para relawan. Sedangkan pasukan resmi pemerintahan Arab saat itu masih berada di bawah cengkrama penjajah Inggris dan Perancis. Oleh karena itu sekenario peperangan tersebut sebenarnya berada di tangan Inggris.

Sebelumnya Mufti Palestina,  Muhammad Amin Al-Husaini, berpendapat bahwa pasukan pemerintahan Arab tidak perlu memasuki Palestina. Perlawanan dilakukan oleh rakyat Palestina sendiri, sedangkan persenjataan dan perbekalan di suplai oleh pemerintah Arab.

Menurut Musthafa As-Siba'i kekalahan Arab atas Israel memang disekenariokan. Sedangkan perjanjian damai di Palestina agar Yahudi semakin dominan menguasai bangsa Arab. Semakin leluasa mendapatkan persenjataan dari Eropa dan Amerika untuk memperkuat dominasi Yahudi di Palestina sehingga semakin mudah merampas tanah dan mengusir penduduk Palestina.

Perang Palsu Arab-Israel 1948 di Palestina (2) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Walaupun Liga Arab sud...

Perang Palsu Arab-Israel 1948 di Palestina (2)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Walaupun Liga Arab sudah memutuskan bahwa mereka mengirimkan pasukannya ke Palestina, namun keputusannya hanya untuk meredam rakyat Arab yang terus menekan pemerintahnya yang diam. Bahkan kepergian prajuritnya ke Perang Arab-Israel "didesain" untuk dikorbankan bukan sebagai pemenang.

Ilan Pappe dalam bukunya The Ethnic Cleansing of Palestine mencatat beberapa kejanggalan pertempuran. Mesir mengambil keputusan mengirimkan tentaranya pada detik terakhir. Yaitu, hanya dua hari sebelum pencabutan mandat dari Inggris. Jumlah pasukannya lebih banyak relawan Ikhwanul Muslimin (IM) yang baru saja dibebaskan dari penjara.

IM menganggap bahwa  Palestina sebagai medan pertempuran krusial dalam perjuangan melawan imperialisme Eropa. Walaupun relawan IM tidak memiliki pendidikan militer, namun tak menghalangi mereka untuk membela rakyat Palestina.

Persenjataan yang dibawa oleh pasukan Mesir adalah senjata rongsokan. Mereka menggunakan persenjataan kadaluarsa. Berarti tidak lagi mendapatkan amunisi karena persenjataan kuno dan sering rusak. Persediaan persenjataan di beberapa negara Arab pun sudah tidak ada lagi. Pesawat tempur Mesir hanya beberapa kali saja menyerang Israel, kemudian menghilang.

Inggris dan Perancis mendukung penuh Yahudi. Caranya, mengembargo persenjataan untuk negara-negara Arab yang berperang membantu Palestina. Pada sisi lain, Yahudi mendapatkan persenjataan dari Uni Soviet.

Pasukan Irak terbentuk paling akhir. Beranggotakan kurang dari seribu personil. Mereka diperintahkan oleh  pemerintahnya untuk mengikuti panduan dari Yordania. Yakni, tidak menyerang negara Yahudi, tetapi hanya menjaga wilayah yang dialokasikan bagi raja Abdullah, yaitu Tepi Barat.

Pasukan Syiria berbaris di sepanjang jalan Damaskus-Tiberias dan terlibat pertempuran di beberapa perkampungan. Mereka hanya berhasil menduduki satu perkampungan saja hingga hari pertama gencatan senjata. Pasukan Syiria tidak menunjukkan semangat melakukan serangan saat mereka diserang dan diusir dari Palestina.
 

Perang Palsu Arab-Israel 1948 di Palestina (1) Oleh: Nasrulloh Baksolahar ( Channel Youtube Dengerin Hati) Sejarawan Israel dala...

Perang Palsu Arab-Israel 1948 di Palestina (1)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
( Channel Youtube Dengerin Hati)

Sejarawan Israel dalam bukunya The Ethnic Cleansing of Palestina menyebutkan bahwa perang Arab-Israel merupakan peperangan palsu. Liga Arab memutuskan untuk membantu Palestina dengan mengirimkan senjata dan relawannya, tetapi negara-negara Arab tidak semuanya memenuhi permintaan tersebut.

Saudi Arabia dan Mesir hanya menjanjikan bantuan finansial skala kecil. Lebanon menjanjikan senjata dalam jumlah terbatas. Hanya Syria yang berkeinginan mengikutsertakan persiapan militer yang tepat, juga membujuk tetangga Irak untuk melatih dan mengirim relawan ke Palestina.

Sebenarnya negara Arab tidak kekurangan relawan. Banyak orang disekitar negara Arab yang berjalan keluar dan berdemonstrasi menentang pemerintah yang tanpa aksi. Ribuan pemuda siap mengorbankan hidupnya untuk warga Palestina. Reaksi yang luar biasanya dari rakyatnya ini justru dilarang untuk bergabung ke Palestina, terutama Mesir.

Pada sisi lain, sikap raja Abdullah dari Yordania justru memanfaatkan kondisi ini untuk mengintensifkan negoisasi dengan agen Yahudi. Agar pembagian tanah Palestina untuk warga Arab diserahkan kepadanya. Kompensasinya Yordania tidak akan bergabung dengan Liga Arab untuk membantu Palestina. Padahal saat itu Yordania memiliki pasukan yang paling terlatih.

Namun apa yang terjadi? Yahudi tetap menguasai wilayah Palestina, membatasi dan mengusir warga Arab yang menurut Perserikatan Bangsa Bangsa akan diberikan kepada warga Arab. Yahudi hanya mensisakan Tepian Barat untuk Yordania. Ini yang membuat raja Abdullah semakin tegang.

Lalu Yordania ditunjuk sebagai  ketua penyerangan Liga Arab ke Yahudi di Palestina. Dengan komandan lapangan dari Irak. Padahal sejak perang dicetuskan, raja Abdullah sudah membangun aliansi diam-diam bersama gerakan Zionis. Oleh karena itulah perang Arab-Israel bukanlah perang sungguhan tetapi perang kepalsuan.

Satu-satunya perubahan yang ditemukan di seluruh Arab ketika Mandat dari Inggris berakhir hanya retorika dari pemimpin Arab. Genderang perang yang ditabuh lebih keras dan riuh tetapi hanya untuk menutupi kelambanan, kekacauan dan kebingungan yang terjadi dari para pemimpin Arab.

Gerakan Rakyat Palestina Semakin Terintegrasi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Fakta apa yang terlihat...

Gerakan Rakyat Palestina Semakin Terintegrasi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Fakta apa yang terlihat dari semakin gencarnya perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel? Terintegrasinya gerakan. Yahudi Israel memang berhasil mengotak wilayah Palestina dengan tembok. Satu wilayah Palestina terkepung oleh pendudukan Israel. Namun hati dan gerakan mulai semakin terintegrasi.

Integrasi gerakan bukan hanya di wilayah Palestina, warga Palestina yang menjadi pengungsi pun di di sejumlah negara pun mulai ikut menyokong. Di wilayah pendudukan Israel sendiri, warga Arab mulai membuat dukungan. Dengan mogok kerja. Mengapa berani? Partai politik yang diinisiasi oleh warga Arab saat ini menjadi kunci pertarungan politik di kependudukan Yahudi Israel.

Diawali dari pengusiran, penggusuran dan penghancuran warga Palestina di Syeikh Jarah oleh Yahudi Israel. Mereka melawan. Warga Palestina di sekitar Masjidil Aqsa dan Tepi Barat ikut mendukungnya. Untuk meredam perlawanan, Tentara Israel menodai  Masjidil Aqsa. Terjadilah bentrokan.

Rakyat Palestina di Masjidil Aqsa memanggil saudaranya di Gaza. Rakyat Gaza menyambutnya. Rakyat Gaza meminta Yahudi Israel untuk menghentikan penodaan terhadap rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa. Namun kekerasan justru terus ditingkatkan. Gaza pun melawan.

Rakyat Palestina di Syeikh Jarah, Tepi Barat dan sekitar Masjidil Aqsa menghadapi kekerasan tentara Israel. Mereka syahid diberondong senjata dan ditangkapi.  Yang di Gaza bersiap menghadapi gempuran roket setiap saat. Rakyat Palestina tetap teguh berjuang walaupun dengan blokade, gempuran dan stigma buruk.

Integrasi gerakan ini cukup mencengangkan. Dukungan Hamas dengan melawan gempuran Yahudi Israel membuat kepercayaan di rakyat Palestina semakin meningkat. Dalam blokade laut, udara dan darat, ternyata rakyat Palestina mampu mengimbangi gempuran roket dari Israel.

Yahudi Israel semakin tercengang ternyata roket rakyat Palestina di Gaza sudah mampu menembus Ibukotanya Tel Aviv. Perlawanan memang berresiko semakin banyak korban. Namun harga diri bangsa terangkat. Mental juang melambung. Itulah awal kebangkitan kemerdekaan. Agar di Timur Tengah lahir sebuah bangsa yang lahir dari perlawanannya terhadap penjajah bukan pemberian.

Wafatnya Penghianat Rakyat Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Najib Abdul Aziz di penjara oleh...

Wafatnya Penghianat Rakyat Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Najib Abdul Aziz di penjara oleh Gamal Abdul Naser tanpa diketahui sebabnya. Padahal beliau aktif di masyarakat dengan mengurus keluarga fakir miskin dan mendamaikan antar warga yang ribut. Karena kebaikannya, Allah memberikan karamah berupa mimpi yang benar.

Suatu malam dia bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat Gamal Abdul Naser sekarat pada September 1970. Penghuni penjara heboh dengan mimpinya. Akhirnya berita ini sampai juga badan intelejen. Atas kehendak Allah, mimpi itu menjadi kenyataan. Pada 28 September 1970 Gamal Abdul Naser meninggal secara mendadak.

Gamal Abdul Naser telah menjual perdamaian Palestina dan Israel dengan jutaan dolar. Perdamaian yang merugikan Palestina. Merancang perang 'bohongan' 1967 yang membuat Israel mampu memperluas area penjajahannya atas Palestina. Menjelang kematiannya Gamal Abdul Naser tetap berbicara pada kawannya Shalah Dasuqi, "Kita harus berdamai dengan Yahudi."

Gamal Abdul Naser menderita penyakit gula Bronze. Yang secara kedokteran terkenal sebagai penyakit yang menyerang 80% masyarakat Yahudi. Penyakit ini adalah penyakit keturunan dan bukti kuat bahwa penyakitnya bersumber dari Yahudi.

Dr Rifai Kamil, dokter yang menyaksikan kematian Pribadi Gamal Abdul Naser berkata, "Sesungguhnya Gamal Abdul Naser mati karena mall praktek (kesalahan pengobatan). Dia menderita penyakit gula dan hidup hanya dengan satu ginjal. 

Saat kunjungan para raja dan pemimpin Arab ke Mesir, Gamal Abdul Naser terlambat makan siang karena mengantar tamunya ke bandara. Akibatnya kadar gulanya turun drastis, lalu pingsan. Dokter kepresidenan menganggapnya serangan jantung. Seharusnya memeriksa dulu kadar gulanya. Ada juga yang menyebarkan berita bahwa kematiannya karena racun. Ingin diotopsi, namun dilarang oleh Anwar Sadat.

Penyakit gulanya sering kambuh sejak 1962 setelah kembali dari lawatannya dari Syiria.  Kambuhan terakhir 1967 dan meninggal 1970. Gamal Abdul Naser harus menanggung derita sakitnya dari 1962-1970 atau 8 tahun. Ini fenomena bahwa saat para pemimpin membiarkan penyiksaan terhadap rakyat Palestina. Maka Allah menggantinya dengan siksaan yang lebih keras. Ini pun berlaku pada Simon Perez

Kepastian Kemenangan Pasukan Mukmin  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bagi pasukan mukmin, kemenangan ...

Kepastian Kemenangan Pasukan Mukmin 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bagi pasukan mukmin, kemenangan itu pasti, mudah dan dekat. Tak harus memiliki jumlah pasukan melampaui musuhnya. Tak harus berteknologi yang melampaui kecanggihan musuhnya. Tak harus menyiapkan sumber daya yang super cukup. Karena seluruh keseharian mukmin sudah terlatih dalam kondisi yang paling super darurat.

Itulah penyebab Cik Ditiro dan Cut Nyak Dien terus berjuang walaupun tidak ada lagi persenjataan, panglima perang dan sultan yang mendukungnya. Itulah penyebab munculnya gerakan perlawanan rakyat Banten terhadap Belanda yang dimobilisasi oleh murid-muridnya Syeikh Nawawi Al-Bantani. 

Nubuwah Rasulullah saw selalu terbukti. Dari membebaskan Mekkah, Hijaz, Persia, menyingkirnya Romawi dari Syam, hingga pembebasan Konstantinopel. Saat ini kita menunggu, menanti dan berjuang membebaskan Roma dan Palestina. Semua diinformasikan Rasulullah saw. Adakah yang masih diragukan?

Kemenangan pasukan mukmin membuahkan karakter kerendahan hati, beristighfar, dan memuji Allah. Menyatukan hati semua manusia. Seperti kemenangan Rasulullah saw saat futuh Mekah. Seperti kemenangan Umar bin Khatab dan Shalahuddin Al Ayubi di Baitul Maqdis Palestina. Begitupun saat Muhammad Al Fatih memasuki Konstantinopel.

Pasukan mukim adalah tauladan dalam setiap momentum di sepanjang sejarah manusia. Dia akan diabadikan sejarah. Menjadi saksi kebaikan dan kasih sayang bagi seluruh manusia. Oleh karena itulah kemenangannya harus menjadi catatan emas dan petunjuk bagi setiap generasi hingga melintas zaman. Pasukan Mukmin adalah Al-Qur'an nyata di tengah umat manusia.

Karena itulah kemenangannya bersumber dari keyakinan atas pertolongan dan perlindungan Allah. Buah ketakwaan dan ketawakalan. Buah dari jihadnya terhadap hawa nafsu dan bisikan syetan. Buah dari totalitas ketaatan kepada Allah dan ketauladan  Rasulullah saw. Kemenangan pasukan mukmin membuahkan kepemimpinan dan kekuasaan yang menolong dan memperbaiki peradaban manusia.

Penuhi seluruh syarat ini. Penuhi semua karakter dan akhlaknya. Maka kemenangan itu pasti, dekat dan mudah. Penuhi syarat ini, maka Allah akan mengilhamkan beragam strategi, Ilmu pengetahuan dan teknologi, mengirimkan sumber daya hingga rumput dan semut pun datang memberikan bantuan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)