basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Penjajah Yahudi

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Penjajah Yahudi. Tampilkan semua postingan

16 Tahun Penarikan dari Gaza, Fokus Perlawanan Tertuju ke Al-Quds https://melayu.palinfo.com/news/2021/9/13/16-Tahun-Penarikan-d...

16 Tahun Penarikan dari Gaza, Fokus Perlawanan Tertuju ke Al-Quds

https://melayu.palinfo.com/news/2021/9/13/16-Tahun-Penarikan-dari-Gaza-Fokus-Perlawanan-Tertuju-ke-Al-Quds


Gaza – Pusat Informasi Palestina+-
Hari ini, 12 September, menandai peringatan 16 tahun kekalahan perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel atas tanah Gaza setelah 38 tahun menjajah. Gaza bisa hidup secara terhormat dan bermartabat luar biasa.

Sebanyak 25 permukiman Israel menguasai sekitar 35% dari wilayah Jalur Gaza. Mereka berfungsi sebagai titik kontrol strategis penjajahan. Mereka juga merupakan kekayaan nyata karena dengan permukiman itu, Israel menjarah sumber daya alam Jalur Gaza. Bukti paling tak terbantahkan adalah pencurian air tanah segar dan bukit pasir yang diangkut wilayah Palestina yang diduduki Israel tahun 1948.

25 permukiman Yahudi ini menancap di tanah Jalur Gaza menjadi peninggalan setelah Israel menarik diri karena dikalahkan serangan dan kegigihan perlawanan Palestina. Selama ini permukiman Yahudi itu seperti kelenjar kanker yang mencabik-cabik wilayah Jalur dan melumpuhkan pergerakannya dan lalu lintas rakyatnya.

Eskalasi Perlawanan

Sejak hari pertama Intifadah Al-Aqsha (Intifadah II), wilayah Palestina pada umumnya, dan di Jalur Gaza pada khususnya, menjadi ajang peningkatan perlawanan. Bahkan terjadi perkembangan dan pertumbuhan media perlawanan dibandingkan dengan Intifada I dimana media dan alat paling utama adalah batu dan bom molotov.

Seluruh titik pertemuan dengan penjajah Israel di Jalur Gaza menyaksikan konfrontasi sehari-hari, yang dengan cepat berkembang menjadi serangan ke pemukiman dan penembakan terhadap tentara Israel. Tabiat konfrontasi militer yang terus berkembang antara perlawanan dan penjajah Israel selama Intifadah mengharusnya adanya suplai sarana pertempuran local untuk memenuhi kebutuhan lapangan yang terus meningkat. Maka kelompok pejuang perlawanan memproduksi banyak senjata seperti granat berpeluncur roket, anti- baju besi, granat, dan sabuk peledak.

Perkembangan pesat kemampuan militer perlawanan selama Intifadah ini, meningkatkan beban bagi Israel dalam melindungi para pemukim di Gaza. Sehingga Gaza menjadi mimpi buruk yang diimpikan Sharon untuk disingkirkan.

Sarana Perlawanan

Selama lima tahun berlangsungnya Intifada di Jalur Gaza, perlawanan Palestina, yang dipimpin oleh Brigade Al-Qassam, menggunakan semua alat, sarana dan segala opsi untuk menghadapi penjajah Zionis. Brigade Al-Qassam menemukan metode baru dalam melawan pendudukan, yaitu menggali terowongan dan menargetkan pos militer pendudukan.

Al-Qassam melakukan, melalui Senjata Terowongan Strategis, banyak operasi yang mengubah perimbangan konflik dengan Israel dan mendorong mereka untuk kabur dari Gaza. Hal ini terutama karena operasi pos Tarmid pada September 2001, operasi pos militer Hardoun pada Desember 2003 dan operasi pos Mahfudah Juni 2004, Operasi Barakin Al Ghadab Desember 2004, operasi terowongan dalam Panah Menembus pada tahun 2004.



Di antara alat yang digunakan oleh perlawanan adalah operasi berani mati (syahid) pada 14 Januari 2004, syuhada Qassam Reem Al-Riyashi meledakkan sabuk peledaknya di tengah pertemuan tentara pendudukan dan petugas di persimpangan Beit Hanoun, menewaskan 4 tentara dan melukai 10 lainnya.

Dalam membalas pembunuhan Syekh Ahmed Yassin, pada tanggal 28 April 2004, syahid Tariq Hamid meledakkan mobilnya di pos pemeriksaan Abu Houli di Deir al-Balah. Israel mengakui empat tentaranya terluka parah.

Perlawanan juga menyerbu sejumlah pos militer Israel. 2 Oktober 2001, Brigade Qassam melakukan penyerbuan pertama terhadap sebuah pemukiman di Intifadah Al-Aqsha, menargetkan pemukiman Eli Sinai di Jalur Gaza utara, yang dilakukan oleh dua orang Qassam. Asy-Syahid Ibrahim Nizar Rayan dan Abdullah Shaaban yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai 15 lainnya.

Pada 7 Maret 2002, martir Muhammad Farhat menyerbu Akademi Militer Israel Otsim di permukiman yahudi Atzmona dan terlibat baku tembak dengan tentara di dalamnya yang menyebabkan menewaskan 11 tentara Israel dan melukai 10 lainnya.

Pada 21 Maret 2004, dua martir, Muhammad Salem dari Brigade Al-Qassam, dan Nabil Masoud dari Brigade Martir Al-Aqsa melakukan operasi gabungan di dalam Ashdod, menewaskan 10 orang Israel dan melukai 20 lainnya.

Pada tanggal 2 Mei 2004, Brigade Al-Quds bersama dengan Brigade Al-Nasir Salah Al-Din melakukan operasi penyerbuan terhadap Kissufim yang dilakukan oleh dua pejuang, Ibrahim Hammad dan Faisal Abu Naqira, mereka menewaskan 5 pemukim yahudi dan melukai beberapa lainnya.

Pada tanggal 14 Januari 2005 M, Brigade Al-Qassam, Brigade Syuhada Al-Aqsha, dan Brigade Salah Al-Din Al-Nasser melakukan “epik jihad”, menyerang Israel di persimpangan Karni dalam operasi syahid kualitatif, “mengguncang benteng” yang menewaskan 6 tentara Israel dan melukai 5 lainnya.

Kerugian Penjajah Israel

Selama tahun-tahun Intifadah Al-Aqsha, perlawanan, yang dipimpin oleh Brigade Al-Qassam, melakukan 68 operasi antara penembakan, peledakan kendaraan dan penyerbuan daerah yang dirampas Israel yang menewaskan 135 warga Israel, termasuk 106 tentara dan perwira dan 29 pemukim, sementara puluhan dari mereka terluka.

Tahun 2004 M, tahun sebelum penarikan dari Gaza, jumlah kematian tertinggi di antara tentara pendudukan Israel adalah 46 tentara tewas, yang membuat penjajahan Israel di Gaza yang hidup berdekatan dengan perlawanan Palestina menjadi tidak mungkin.

Meskipun pendudukan Israel menargetkan Hamas dan para pemimpinnya sejak awal, perlawanan mengarahkan ke jalan yang benar dan menjaganya. Perlawanan membentuk bendungan yang tidak dapat ditembus dan dilucuti senjatanya yang dipraktikkan oleh Otoritas Palestina dan kroni-kroninya.

Perkembangan Gerakan Perlawanan

Penarikan Israel dari Jalur Gaza memungkinkan perlawanan Palestina untuk bekerja secara bebas dan untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai kemampuannya, karena perlawanan bekerja untuk mempersiapkan taktik baru dalam menghadapi pendudukan Israel.

Dinamika ini memungkinkan perlawanan untuk bertahan dalam menghadapi agresi pendudukan yang berkelanjutan terhadap rakyat Palestina kami di Jalur Gaza, dan juga memungkinkannya untuk menggagalkan tujuan pendudukan dalam melenyapkan wilayah Palestina yang diduduki.

Perkembangan ini memungkinkan perlawanan untuk bertahan dalam menghadapi agresi pendudukan yang berkelanjutan terhadap rakyat Palestina kami di Jalur Gaza, juga memungkinkan untuk menggagalkan tujuan pendudukan dalam menghilangkan perlawanan Palestina, yang saat ini telah menjadi mimpi buruk bagi para pemimpin pendudukan.

Penarikan dari Gaza menjadi titik balik utama dalam pengembangan kinerja dan senjata perlawanan, dan perluasan pertempuran dengan musuh, sampai menjadi kreatif dalam satu pertempuran demi satu, dan orang-orang tetap protektif dan mendukung meskipun kelaparan dan pengepungan.

Perkembangan perlawanan terlihat pada kinerjanya di lapangan selama Pertempuran al-Asf al-Ma’kul 2014, karena perlawanan melakukan banyak operasi militer kualitatif dan operasi serangan hingga menembus belakang garis musuh. Hingga akhirnya ke Pertempuran Seif al-Quds, ketika jangkauan rudal perlawanan diperluas untuk mencapai wilayah kedalaman Zionis di wilayah jajahan 1948.

Terlepas dari konspirasi pengepungan dan agresi, Gaza berhasil bertahan dan membangun tahap di mana ia akan menjadi angka sulit dalam perimbangan Palestina, Arab dan internasional.

Enam belas tahun setelah kekalahan Israel dan memaksanya menarik diri dari Gaza, yang diyakini Hamas sebagai pencapaian nasional dan awal pembebasan sisa wilayah dan tanah Palestina. Perlawanan akan tetap berada dalam peta perjuangannya dari Gaza ke Al-Quds hingga Nablus, Hebron dan Jenin al- Qassam, dan kota Beita. Perlawanan akan tetap legitimasi dengan segala alat dan segala bentuk, akumulasi dan peningkatan kekuatannya, sampai pertempuran pembebasan dan kekalahan pendudukan seluruh Palestina terwujud. (at/pip)

Perang Tanding Dunia Terakhir  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pertempuran melawan Yahudi adalah pert...

Perang Tanding Dunia Terakhir 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pertempuran melawan Yahudi adalah pertempuran terakhir di muka bumi sebelum kiamat tiba. Tentu saja pertempuran ini sangat alot. Semua negara terlibat. Semua negara mengambil kebijakan. Yahudi kerepotan dihajar rakyat Palestina, mengapa negara lain yang pusing? Bukankah Yahudi Israel sangat kuat?

Bila gempuran dialami rakyat Palestina, tak ada negara yang dipusingkan. Paling hanya Turki dan Qatar saja. Yang bergerak justru masyarakat akar rumput yang memiliki nurani. Mereka yang bergeliat memberikan dukungan justru lembaga non formal.

Dalam sejarah pertempuran dunia. Bani Israel hanya sekali melakukan pertempuran head to head yaitu saat perang antara Jalut dan Thalut. Thalut ditunjuk Allah untuk memimpin pasukan bani Israel. Walaupun akhirnya, bani Israel tetap melakukan penghianatan.

Selain pertempuran di atas, Yahudi lebih sering bertempur dengan bersembunyi di benteng. Bila kehabisan amunisi barulah menyerah dengan menanggalkan semua yang dimiliki dengan penuh ketakutan. Itulah yang terjadi di era Rasulullah saw.

Lihatlah strategi perang Yahudi Israel tercanggih, sangat mengandalkan pelindung besi. Menyerang melalui udara. Membatasi gerak musuh dengan tembakan jarak jauh. Yahudi memang belum teruji bila perang darat. Perluasan wilayah pendudukan lebih banyak karena pembantaian dan pergusuran terhadap rakyat jelata.



Ghanimah Besar dari Yahudi Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi memiliki 10.000 pasukan tem...

Ghanimah Besar dari Yahudi Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Yahudi memiliki 10.000 pasukan tempur, bersenjata lengkap dan terlatih. Saat prajuritnya tewas 93 orang. Langsung menyerah kalah.

Untuk melemahkan Yahudi cukup melumpuhkan 0.93% pasukannya. Sebelumnya, tanpa korban pun mereka menyerah kalah.

Kaum muslimin hanya butuh 16% kekuatan dari kekuatan  Yahudi untuk melumpuhkannya. Seperti itulah Sirah Nabawiyah mencontohkan.

Melawan Yahudi tak butuh kekuatan yang setimpal atau melampaui kekuatannya. Cukup memulai dan bertawakal kepada Allah saja.

Mengapa Yahudi memiliki sumber daya paling besar dan kuat? Agar muslimin mendapatkan ghanimah besar dengan cara termudah.

Di era Rasulullah saw, pertempuran termudah namun mendapatkan sumber daya ekonomi, militer dan efek geopolitik terbesar, itu diraih saat mengalahkan Yahudi.

Semua kekuatan Yahudi yang terusir di Madinah berkumpul di Khaibar. Kini, seluruh kekuatan Yahudi di seluruh dunia berkumpul di Palestina?

Yahudi berkumpul di Palestina? Saat bersatu justru terkalahkan. Saat terpisah, justru kuat. Begitulah sekenario yang tak disadari Yahudi Israel.

Kode DNA Yahudi Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Semua medan pertempuran tak bisa dipisahkan ol...

Kode DNA Yahudi Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Semua medan pertempuran tak bisa dipisahkan oleh Tazkiyatun Nafs

Kode DNA Yahudi Israel sudah ada di Al-Qur'an. Jadi sangat mudah melampaui kekuatannya.

Ada siklus 40 tahunan. Ada siklus 100 tahunan.

40 tahunan siklus sekala pribadi dan masyarakat. 100 tahunan siklus kepemimpinan dan kebangkitan

Palestina akan melalui siklus 40 tahunan ke 3. Oleh Syekh Ahmad Yasin, Inilah kehancuran Yahudi Israel

Blokade Israel, Perspektif Tazkiyatunafs Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Buka Kitab Ihya Ulumudin al-...

Blokade Israel, Perspektif Tazkiyatunafs

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, Yahudi Israel akan dikalahkan oleh strateginya sendiri.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, Yahudi Israel akan "terbunuh" oleh intelegensi dan logika akalnya sendiri.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, blokade Yahudi Israel akan menyingkirkan  hijab  antara rakyat Palestina dengan Allah.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, blokade Yahudi Israel akan menciptakan lompatan intelegensi dan kekuatan rakyat Palestina.

Bukalah kitab Ihya Ulumudin yang menjadi buku panduan Syeikh Abdul Qadir Jaelani dalam menyiapkan generasi penopang Shalahuddin Al Ayubi.

Buka Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali, ada energi maha dahsyat bagi rakyat Palestina dari penempaan Blokade Yahudi Israel

Logika blokade Yahudi Israel untuk melemahkan dan menghancurkan. Dari sudut Tazkiyatun Nafs, justru memunculkan lahirnya para walilullah dan karamahnya.

Berkumpulnya Yahudi Di Palestina? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Sejarah bangsa Yahudi berakhir di P...

Berkumpulnya Yahudi Di Palestina?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Sejarah bangsa Yahudi berakhir di Palestina. Begitulah cara Allah mengumpulkan mereka dalam satu tempat. Setelah sebelumnya, berimigrasi dari satu tempat ke tempat lain. Setelah sebelumnya berpencar ke sejumlah belahan dunia. Apakah ini kejeniusan? Apakah ini kebrilianan? Banyak yang mengatakan ini kejeniusan. Bisa saja ini kelak ambisi ini akan menjadi "Kamp Konsentrasi" yang dibuatnya sendiri. Skenario manusia berbeda dengan sekenario Allah.

Bila Yahudi tidak dikumpulkan dalam satu tempat konsentrasi, bagaimana akhir dunia? Allah menggerakkan hati mereka untuk berkumpul hanya di Palestina. Dengan upaya kezaliman dan penjajahan, mereka merancang berkumpul di Palestina. Mereka menganggap ini prestasi besar, namun sebenarnya ini tipuan besar. Terperosok dalam kubangan yang digali oleh mereka sendiri.

Yahudi sebuah suku bangsa yang tidak memiliki rumah dan tanah air. Bagaimana nasib para gelandangan yang tidak memiliki rumah? Paling berkuasa dan berharta, tetapi tak memiliki rumah? Apakah disebut paling kaya? Apakah disebut sebagai penguasa jagat raya? Mengapa tidak ada satu pun wilayah yang mau menerima mereka? Hingga akhirnya dengan belas kasihan Inggris mereka diberikan tanah di bekas jajahan Inggris Palestina dengan mengusir rakyat Palestina.

Era perbudakan. Dimana rakyat dari Afrika menjadi budak di Eropa dan Amerika. Kini,  bukankah akhirnya mereka diterima sebagai bagian dari warga negara di tempat mereka berada? Namun mengapa tidak bagi Yahudi? Mengapa mereka tidak nyaman tinggal di sejumlah negara? Yahudi dikutuk menjadi babi dan kera, apakah ini karakter mereka yang sebenarnya? Di saat semua bangsa dapat hidup berdampingan dengam ragam perbedaan, mengapa Yahudi justru mengucilkan diri di satu daerah khusus?

Yahudi memilih di Palestina. Bukankah ini tempat paling panas dalam arena pertempuran peradaban? Bukankah ini tempat perguliran, naik-turunya pertarungan peradaban? Lihat saja Amerika, walau pun beda dataran, namun merasa belum menjadi adi daya bila tidak mengambil peran di bumi Syam. Apakah ini memang hukum abadi di kehidupan dunia?

Yunani, Romawi, Persia, Cina dan beragam peradaban yang lahir dan tenggelam sebelum dan sesudah masehi selalu berebut pengaruh di Syam (Palestina). Ternyata hingga akhir zaman pun demikian. Diutusnya para Nabi dan Rasul pun. Walaupun kisah nabi Yusuf sering menceritakan di Mesir. Walaupun kisah Nabi Musa banyak menceritakan Mesir, namun kisah-kisahnya juga terhubung dengan Palestina (Syam)

Kisah hari kiamat pun masih dalam pusaran negri Syam, khususnya Palestina. Dajal,  Nabi Isa dan Imam Mahdi masih dalam pusaran Palestina (Syam). Kehancuran Yahudi pun dikisahkan terjadi di Palestina. Bahkan Padang Mahsyar pun akan dikumpulkan di tempat ini. Bila membaca nubuwah Rasulullah saw, maka berbondong-bandingnya Yahudi berkumpul di Palestina merupakan bagian kisah perjalanan mendekati Hari Kiamat hingga akhirnya mereka dihancurkan.

Belajarlah sejarah, maka kita akan tahu apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Belajarlah sejarah dari firman Allah, sabda Rasulullah saw, catatan para ulama dan ahli sejarah yang terpercaya, maka kita akan melihat perjalanan manusia itu sangat pendek, karena garis besar perjalanan manusia sejak diciptakan dan kehancuran  abadi alam semesta sudah dijelaskan. Tak terasa lagi kehidupan yang panjang dan lama. Yang ada hanya kehidupan yang singkat. Umur alam semesta pun menjadi sangat singkat.

Terbaliknya Keadaan Yahudi dan Muslimin Saat Ini? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bani Israel menungg...

Terbaliknya Keadaan Yahudi dan Muslimin Saat Ini?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bani Israel menunggu mukjizat, barulah bergerak dan mendukung Nabi Musa. Melawan Firaun setelah Nabi Musa mengalahkan sihir pendukung Firaun dengan tongkatnya. Lalu ragu-ragu kembali hadapan lautan saat dikejar oleh pasukan Firaun. Mau melakukan perjalanan ke Palestina setelah dinaungi awan, diberikan fasilitas dari Surga dan air yang memancar dari batu.

Bani Israel tak percaya diri bahwa mereka mampu mengalahkan bangsa Kanan yang menempati bumi Palestina. Bani Israel meminta Nabi Musa dan Harun untuk memasuki Palestina, lalu berperang bersama Tuhannya. Bila menang, barulah mereka memasukinya. Mengandalkan kekuatan Nabinya, namun tak mengimani bahwa hasil didikan Nabinya bisa melampaui seluruh kekuatan yang ada.

Bani Israel menyaksikan dan merasakan kemu'jizatan terrealisasi terlebih dulu, baru terdorong bergerak. Mengandalkan kemujizatan fisik bukan kemu'jizatan yang terpendam pada keimanan diri, syariat dan arahan Nabi Musa. Padahal kemujizatan fisik akan lenyap seiring kepergian Nabinya. Itulah penyebab Bani Israel selalu menunggu Nabi terbaru sebagai pondasi kemenangan dan kejayaan.

Hingga era Nabi Muhammad, mereka berbondong-bondong ke Madinah menunggu Nabi terakhir. Menggembar gemborkan kemenangan dan kejayaan bersama Nabi terakhir. Andaikan Nabi terakhir berasal dari Bani Israel maka usia kelanggengan Islam akan sementara. Karena mukjizat Nabi Muhammad hanyalah kitab bukan kemu'jizatan fisik yang seketika menjadi kenyataan.

Bagaimana dengan kaum Muslimin? Saat dalam penyiksaan dan kehinaan di Mekah, kaum muslimin meyakini janji Nabinya bahwa mereka kelak menjadi pemimpin dunia. Meyakini bahwa mahkota raja Kisra akan menjadi hiasan di kepalanya. Meyakini semua janji Allah walaupun belum belum terrealisasi saat itu.

Saat di Madinah. Saat terkepung oleh seluruh kabilah dari bangsa Arab, Yahudi dan Munafikin, kaum muslimin meyakini janji Rasulullah saw bahwa mereka akan menguasai Konstantinopel dan Roma. Dengan penuh keyakinan, ditanyakan kota mana yang akan ditaklukkan terlebih dahulu. Rentetan kemenangan inilah yang menjadi sekala prioritas seluruh dari zaman ke zaman.

Mengapa sekarang terbalik? Orang Yahudi yakin bahwa Palestina tanah yang dijanjikannya. Meyakini bahwa mereka pemimpin dunia. Sedangkan kaum muslimin tak meyakini kemukijzatan yang masih terpendam pada keimanan, kitab suci dan sabda Nabinya. Terpesona dengan capaian bangsa lain dengan meninggalkan mata air kemukijzatan yang terpendam pada ajarannya sendiri.

Kejayaan Yahudi Takkan Terulang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rasulullah saw Nabi dan Rasul yang te...

Kejayaan Yahudi Takkan Terulang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rasulullah saw Nabi dan Rasul yang terakhir dan penutup. Padahal, bani Israil hanya mengandalkan Nabi dan Rasul untuk meraih kejayaan dan kemenangannya. Seperti di era Nabi Sulaiman dan Daud. Menunggu Nabi dan Rasul untuk menuntaskan persoalannya. Seperti di era Nabi Musa dan Harun. Tertutupnya para Nabi dan Rasul, tertutup pula peluang kemenangan dan kejayaan bani Israil.

Bisakah bani Israil berdiri sendiri? Hidupnya selalu dalam perlindungan umat dan bangsa lain.  Saat Islam terusir dari Baitul Maqdis, kaum Yahudi dibantai oleh tentara salib. Saat Islam terusir dari Andalusia, kaum Yahudi dibantai oleh raja Ferdinand dan Isabella. Akhirnya, mereka hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Hingga akhirnya, Hilter mengusirnya.

Bagaimana cara mereka mendirikan tanah airnya? Bermaksud menyuap khalifah Turki Utsmani  Abdul Hamid 2 agar memberikan Palestina pada mereka. Namun sang khalifah menolaknya karena Palestina milik umat Islam. Lalu merengek pada pihak sekutu, Inggris dan Amerika yang memenangkan perang dunia ke-2, agar memberikan Palestina sebagai negaranya.

Dengan membonceng Inggris mereka memasuki Palestina. Dengan perlindungan Amerika, mereka bisa menempati Palestina. Berapa besar dana dukungan Amerika pada Yahudi? Peralatan militer super canggih dikhususkan untuk Yahudi yang tak dijual ke negara lain.

Dapatkan berdiri tegak penuh harga diri dan kewibawaan, bila semuanya hasil pemberian? Dapatkan terhindar dari ketakutan bila keberadaannya karena perlindungan dari luar? Yahudi dari masa ke masa, dari generasi ke generasi tak memiliki nyali keberanian.

Mengapa tiba-tiba Yahudi seperti digdaya kembali? Sangat kuat dihadapan bangsa lain? Mereka terlihat hebat dan kuat karena "menyusu" pada Amerika. Padahal tanda-tanda hari kiamat, bangsa Barat akan berbondong memeluk Islam. Inilah penyebab penghalauan pengungsi Syam ke Eropa dan pencekalan muslim di Amerika pada era Trump.

Allah telah menghimpun Yahudi di Palestina. Ini telah diinformasikan Rasulullah saw pada sabdanya. Allah Yang Maha Pemurah masih memberikan kesempatan kepada Yahudi untuk merasakan nikmat-Nya. Bila akhirnya pembangkangan juga maka akan musnahlah. Saat tak ada lagi Nabi dan Rasul, yang ditunggu-tunggu Yahudi tinggallah Dajjal laknatullah. Padahal Dajjal pun akan dihancurkan oleh Nabi Isa.  Adakah sisa kejayaan bagi Yahudi?

Yahudi Bangsa Penakut Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi merasa menjadi bangsa pilihan Allah. Mer...

Yahudi Bangsa Penakut

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi merasa menjadi bangsa pilihan Allah. Merasa akhirat dan surga hanya untuk mereka. Namun saat ditantang untuk mati saat ini, mereka ketakutan. Itulah sekilas kisah di Al-Qur'an. Perhatikan kondisi saat ini di Palestina. Tentara militernya pun ketakutan berat dengan anak-anak kecil Palestina yang hanya bermodalkan batu.

Saat ini Yahudi hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Desa-desa Palestina diblokade. Setiap daerah dikepung dengan tembok. Setiap rakyat Palestina yang hendak berjalan dari satu daerah ke daerah lain harus melewati beberapa kali pemeriksaan yang superketat oleh pihak militer. Ini memang gambaran Yahudi sejak zaman Nabi Musa.

Di era sebelum Nabi Daud, Yahudi ketakutan saat menghadapi Jalut. Padahal Bani Israil telah dipimpin oleh seorang pemimpin yang dipilih  Allah dengan pusaka Tabut. Padahal mereka sendiri yang meminta berperang dan meminta Nabinya untuk dipilihkan seorang pemimpin yang membawanya pada kemenangan. Saat mentalnya diuji oleh Thalut, mereka pun melarikan diri dari peperangan.

Dalam sejarah, adakah peperangan hebat luar biasa yang melibatkan Yahudi? Adakah peperangan hebat yang dimenangkan Yahudi?  Yahudi justru menjadi bangsa yang "hampir" punah di era Nebukanezar raja bangsa Babilonia setelah mereka menghianati Nabi Isa. Setelah itu mereka bertebaran hingga ada yang sampai ke Madinah.

Di Madinah, Yahudi terusir karena melanggar perjanjian damai dengan kaum Muslimin. Benteng mereka paling kokoh. Persenjataan mereka paling kuat dan modern. Perbekalan mereka paling siap. Apa yang terjadi? Mereka menyerah  penuh ketakutan hanya karena dikepung dan dijebol pintu bentengnya. Mereka ketakutan dengan menghancurkan rumah-rumahnya sendiri.

Tak berguna kejeniusan. Tak ada gunanya perlengkapan militer yang paling canggih. Tak berguna persiapan yang paling sempurna dan detail, bila bermental penakut. Semua kekuatan tak berdaya di tangan para penakut. Allah berjanji memasukkan ketakutan ke bangsa Yahudi seberapa pun hebatnya kekuatan mereka.

Kemenangan perang Arab 6 hari bukti kekuatannya? Kekuatan militer terkuat di dunia bukti kehebatannya? Semua hanya rekayasa propaganda. Memang disitulah keahliannya. Klaim manusia pilihlah tuhan. Klaim, surga hanya jatahnya. Adu domba dan memperdayai yang gandrung hawa nafsunya sangatlah mudah. Itulah cara penaklukan mereka.

Menurut Buya Hamka, penakutnya bangsa Yahudi karena tujuan mereka hanya kemegahan dunia. Mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Menguasai ekonomi dengan memeras keringat orang yang lemah. Cinta dunia penyebab ketakutan sebuah bangsa.

Peta Jalan Kekalahan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Para penguasa Arab, apakah diharapkan unt...

Peta Jalan Kekalahan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Para penguasa Arab, apakah diharapkan untuk bisa mengatasi Yahudi Israel? Dalam sejarah serbuan Israel pertama kali ke Palestina yang didukung oleh Inggris 1948 dan perang 6 hari Arab-Israel 1967, seperti sangat sulit mengharapkan "turun tangannya" penguasa Arab secara serius.

Peperangan yang diprakarsai oleh penguasa Arab lebih banyak untuk menopang perluasan wilayah pendudukan Yahudi Israel atas Palestina. Begitu juga dukungan internasional atas penyelesaian Palestina lebih banyak hanya menguntungkan Israel secara wilayah. Dukungan Internasional hanya menjanjikan dana dan infrastruktur saja. Padahal yang dibutuhkan adalah kemerdekaan dari Yahudi Israel dan keselamatan jiwa bangsa Palestina dari kekejaman Israel.

Bila membaca pergolakan di Timur Tengah terjadi persimpangan jalan antara rakyat Timur Tengah dengan penguasanya. Rakyat Timur Tengah totalitas mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ini terlihat sejak awal perang 1948, dimana rakyat Timur Tengah dengan sangat antusias dan serius menjadi relawan pertempuran. Ini berbeda dengan penguasanya yang main mata dengan Yahudi Israel.

Bila melihat beberapa hadist Rasulullah saw tentang Akhir Zaman. Terjadi pembaiatan kepada seorang pemuda oleh 313 orang di Mekkah. Pemuda ini merupakan imam Mahdi yang akan menghancurkan Dajjal. Dimana Dajjal didukung oleh Yahudi Israel. Detik-detik terakhir turunlah Nabi Isa yang membunuh Dajjal.

Hadist Rasulullah saw juga menjelaskan bagaimana kaum muslimin berhasil mengejar-ngejar Yahudi yang bersembunyi di sebuah pohon gorkot. Hingga batu pun menginformasikan keberadaannya. Ini mengindikasikan bahwa Yahudi akan terpojok dan tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Kepemimpinan imam Mahdi adalah kepemimpinan dari kesadaran alamiah yang tidak bersumber dari kekuasaan struktural. Kepemimpinan Imam Mahdi adalah kesadaran masyarakat dunia akan  diperlunya kekuatan baru non formal bukan kekuasaan formal. Kondisi ini terlihat dalam setiap aksi kekejaman Yahudi Israel terhadap rakyat Palestina.

Yang bergolak bukan para penguasanya. Yang bergolak menyuarakan dukungan justru masyarakatnya, pada saat para penguasa diam takut dan tak peduli. Ini terbukti hampir seluruh gerakan penyelamatan dilakukan oleh masyarakat dan lembaga non formal.

Peta jalan kemenangan di Konstantinopel dijelaskan oleh sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan. Kementan di Andalusia dijelaskan oleh kapal seperti gunung-gunung. Kemenangan atas Roma seperti melalui proses demografi dan ilmu pengetahuan karena sedikitpun tak dijelaskan. Kemenangan atas Yahudi Israel dijelaskan dengan kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, yang biasanya kepemimpinan spiritual didukung oleh masyarakat biasa dan ditentang oleh para penguasa dan pembesar kekuasaan.


Daftar Operasi Pembunuhan Cendekiawan Arab Oleh Agen Yahudi Israel Berikut ini adalah operasi pembunuhan paling menonjol yang di...

Daftar Operasi Pembunuhan Cendekiawan Arab Oleh Agen Yahudi Israel

Berikut ini adalah operasi pembunuhan paling menonjol yang dilakukan Zionis terhadap para cendekiawan Arab:

- Pembunuhan ilmuwan Mesir Mustafa Musharraf. Lahir di Damietta 11 Juli 1898. Seorang fisikawan Mesir yang paling terkenal. Dekan Mesir pertama di Fakultas Sains. Mendapatkan gelar profesor dari Universitas Kairo saat usianya baru tiga puluh tahun. Termasuk salah satu dari sedikit yang tahu rahasia fragmentasi atom. Satu dari yang menentang penggunaan atom dalam membuat senjata dalam perang. Dia juga yang pertama menambahkan gagasan "kemungkinan membuat bom hidrogen semacam itu."

- Pembunuhan ilmuwan Samira Moussa. Intelijen Israel bekerja untuk melacak para ilmuwan Arab dan membuat rencana untuk membunuh mereka untuk mencegah negara mereka mendapatkan keuntungan dari keahlian ilmiah mereka. Seperti yang terjadi pada ilmuwan nuklir Mesir, Samira Moussa. Dia dibunuh melalui kecelakaan mobil pada tahun 1952. Dia memprihatinkan dan mengkhawatirkan ancaman kegiatan nuklir Israel yang semakin meningkat.

- Pembunuhan ilmuwan atom Mesir Yahya Al-Mashhad pada tahun 1980. Dia lulus dari Departemen Listrik di Fakultas Teknik, University of Alexandria pada tahun 1952, dan terpilih untuk misi PhD ke London pada tahun 1956. Namun agresi tripartit di Mesir pada tahun 1956, membuatnya pindah ke Moskow dan menghabiskan waktu di sana selama 6 tahun. Kembali ke Mesir pada tahun 1963, dia mengkhususkan diri dalam rekayasa reaktor nuklir. Setelah kembali ke Kairo dia dipinjam oleh Universitas Baghdad selama 4 tahun. Namun otoritas Irak mempertahankannya dan bekerja untuk Perusahaan Energi Atom Irak, selain mengajar di Fakultas Teknologi.

Dia memikul tugas membangun program nuklir Irak dan pergi ke Irak setelah 1973, untuk membuat laboratorium khusus atom setelah menerima tawaran dari mantan Presiden "Saddam Hussein". "Israel" dan Amerika mengakui telah membunuh ilmuwan Mesir, Yahya Al-Mashhad. Pengakuai itu disampaikan secara resmi melalui film dokumenter yang disajikan Discovery Channel dengan judul "Raid on the Reactor".

- Pembunuhan lima ilmuwan energi Suriah pada 10 Oktober 2014. Ketika adda berita tentang pertempuran di mata orang-orang Arab (Kubani) dan pemindahan pasukan dari Peshmerga Irak ke sana dan persistensi perdebatan atas peran Turki dan pembentukan pasukan koalisi internasional baru yang membom sejumlah wilayah di Suriah dan Irak, Israel melakukan pembunuhan para ilmuwan Suriah tersebut. Pembunuhan dilakukan dengan menarget bus besar di daerah Barza, Damaskus, yang berada di bawah kendali pemerintah Suriah. Aksi ini menyebabkan kematian lima orang, yang diketahui kemudian bahwa ternyata mereka adalah para ilmuwan nuklir di Suriah.

- Serangkaian pembunuhan terhadap para ilmuwan Irak selama beberapa tahun terakhir, dan kemudian terungkap Mossad Israel berdiri di belakangnya.

- Pembunuhan ilmuwan Lebanon Kamil Shabah, yang dijuluki dengans ebutan "Edison Arab". Dia memiliki lebih dari 170 penelitian di bidang teknik listrik, dibunuh di Amerika Serikat pada tahun 1935.

- Pembunuhan ilmuwan Jamal Hamdan. Salah satu ilmuwan geografi Arab yang paling menonjol. Dia mengungkap fakta bahwa orang-orang Yahudi saat ini bukan keturunan Bani Israel yang keluar dari al-Quds atau Yerusalem sebelum masehi. Namun mereka adalah keturunan kerajaan Khazar yang masuk agama Yahudi pada abad kedelapan masehi. Hal itu diungkap melalui banyak buku dan yang paling terkenal "Jews Anthropology".

- Pembunuhan ilmuwan Tunisia, Muhammad Zawari, yang dibunuh oleh Mossad Israel di Tunisia pada tahun 2016. Dia adalah arsitek yang mengembangkan pesawat tak berawak, selain proyek kapal selam berbaris yang dijalankan dari kejauhan. Setelah pembunuhan tersebut, diketahui perannya dalam mensupervisi pengembangan industri pesawat terbang tanpa awak dalam proyek unit manufaktur di Brigade al-Qassam, yang disebut “ababeel-1”.

Sejak awal tahun ini (2018) terjadi serangkaian pembunuhan yang memicu kecurigaan akan peran Mossad, yang ditengarai berdiri di belakang aksi-aksi tersebut, yaitu:

- Pembunuhan M. Hisham Salim Murad, seorang mahasiswa fisika nuklir Libanon, dibunuh di Perancis pada 28 Februari 2018.

- Pembunuhan Hassan Ali Khairuddin, seorang mahasiswa Libanon di Kanada, dibunuh pada 25 Februari 2018, karena disertasi doktornya tentang dominasi Yahudi terhadap ekonomi dunia, yang sebelumnya dia diancam apabila melanjutkan penelitiannya tentang orang Yahudi.

- Pembunuhan M. Iman Hossam al-Raza, cendekiawan wanita Palestina. Mayatnya ditemukan di kota Ramallah pada 25 Mareet 2018. Bekerja sebagai konsultan kimia, ditangkap oleh seorang perwira intelijen "Israel" sesaat sebelum kematiannya.

- Dr. Fadi Muhammad al-Batsh, seorang insinyur di bidang teknik listrik, dibunuh pada hari Sabtu, 21 April 2018, ketika dalam perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh di Malaysia. (was/pip)

https://melayu.palinfo.com/8701

Belajar Dari Indonesia, Mudahnya Mengalahkan Yahudi Israel di Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hat...

Belajar Dari Indonesia, Mudahnya Mengalahkan Yahudi Israel di Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apakah artinya Indonesia dibandingkan dengan Palestina? Indonesia bukan tanah para Nabi dan Rasul. Bukan pula tanah yang diberkahi seperti yang dijanjikan Allah dalam Al-Qur'an. Tak ada peninggalan sejarah yang keutamaannya disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadist. Namun mampu memukul mundur Belanda, Inggris dan Sekutu pemenang perang dunia 2? Padahal senjatanya hanya bambu runcing saja.

Tidak seperti Indonesia. Palestina negri para Nabi dan Rasul.  Diberkahi Allah. Ada bangunan  peninggalan sejarah yang dimuliakan Allah. Banyak sejarah kegemilangan dan penuh heroik yang dihadirkan oleh para pendahulunya. Banyak kisah karamah para waliullah hingga wali qutub di sini. Maka begitu mudah membangun kemenangan di bumi Palestina kembali.

Bukankah terusirnya Uni Soviet dari Afghanistan dipimpin oleh keturunan Palestina? Amerika pun tertunduk malu di Afghanistan oleh murid-murid yang ditempa oleh seorang guru yang berasal dari Palestina. Peta sejarah dapat  membangkitkan jiwa rakyat Palestina itu sendiri. Romawi takluk di Palestina lalu terusir ke Konstantinopel. Tentara Salib takluk di Palestina kembali ke Eropa. Bangsa Mongol yang tak terkalahkan takluknya pun di Palestina. Sehingga kedatangan Yahudi ke Palestina merupakan takdir mereka untuk ditaklukkan kembali.

Afghanistan bukan negri yang dimuliakan dalam Al-Qur'an, tetapi mampu menarik relawan dari berbagai belahan dunia. Para penakluk Uni Soviet dan Amerika di Afghanistan, sebagian besar adalah  imigran dari negara-negara Timur Tengah.  Dengan persenjataan terbatas saja mampu mengalahkan negara adi daya utama, tidak seperti Yahudi Israel yang hanya menjadi corong negara adi daya.

Dalam Al-Qur'an karakter Yahudi sangatlah lemah, walaupun mereka menyebutnya sebagai bangsa pilihan Tuhan. Saat ditantang oleh Al-Qur'an untuk mati, mereka ketakutan. Saat diperintahkan sebuah aturan oleh Nabinya mereka membangkang. Mereka banyak bertanya dengan sangat detail seolah  yang paling pintar. Dalam pertempuran karakter ini takkan bisa diandalkan. Justru menghambat pergerakan pasukan.

Dalam meraih kemerdekaan, Indonesia tak ada satu pun negara yang menopangnya. Peperangan rakyat semesta menjadi andalannya. Pertempuran gerilya menjadi penghancur kecanggihan teknologi. Daya tahan bertempur menjadi penghancur pasukan Belanda yang sangat mengandalkan logistik dalam bertahan.

Rakyat Palestina sangat memiliki modal ini juga. Terusir dari negaranya. Terbiasa diblokade. Terbiasa diperlakukan secara kejam justru membangun mental yang kuat. Tidak seperti Yahudi Israel yang sudah terbiasa ditopang total oleh berbagai negara adi daya agar mereka mampu bertempat tinggal di Palestina. Dalam sejarah Yahudi di era Nabi Musa, mereka tak bisa bertahan hidup dalam kesulitan. Selalu meminta fasilitas kemudahan dari Tuhan melalui Nabi Musa.
 

Yahudi Israel Memimpin Dunia? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pernahkah Yahudi menjadi negara adi day...

Yahudi Israel Memimpin Dunia?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pernahkah Yahudi menjadi negara adi daya? Pernahkah ada pertempuran dahsyat dalam catatan sejarah dunia?

Perhatikan konflik politik internal Yahudi Israel saat ini. Berapa sering "kudeta" politik di ranah kekuasaannya?

Lihat perguliran kepemimpinan politik Yahudi Israel saat ini, adakah darah baru yang dapat menyegarkan platform kebangsaannya?

Bila Yahudi Israel memiliki persoalan serius, bisakah memecahkan secara mandiri? Selalu meminta tolong negara adi daya. Bisakah karakter ini menjadi pemimpin dunia?

Adakah perjanjian internasional yang ditaati Yahudi Israel? Adakah perjanjian antar negara yang bukan sekutunya adi daya yang dihormati?

Bani Israil, saat berkumpul? Ditindas bangsa lain atau pembangkangan dan perseteruan internal. Akankah berulang pada Yahudi Israel?

Bisakah dalam pergelutan internal yang keras, tak menghormati kesepakatan dan bangsa lain, Yahudi Israel  menjadi adi daya dunia?

Lihatlah, satu per satu peradaban masa silam muncul kembali saat ini. Siapakah yang akan menuntaskannya? Baca kembali sejarah dunia.

Sejarah Hiruk Pikuk Yahudi Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Sejarah Bani Israel penuh hiruk pik...

Sejarah Hiruk Pikuk Yahudi Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Sejarah Bani Israel penuh hiruk pikuk. Wajar saja bila Yahudi-Israel saat ini tak pernah tentram.

Keterpaduan Bani Israel hanya terlihat di era Nabi Daud. Yaitu saat pertempuran melawan Jalut saja. Sisanya dipenuhi konflik.

Di era Nabi Yaqub dan Yusuf, terjadi konflik internal keluarga. Rekayasa pembunuhan terhadap Nabi Yusuf.

Di era Nabi Musa, Bani Israel ditindas Fir'aun. Mereka juga membuat pembangkangan terhadap Nabi Musa dan Harun.

Hingga Nabi Samuel, Bani Israel tersesat di Sinai selama 40 tahun. Di era Nabi Yusya mereka bisa memasuki Palestina ketika para pembangkangnya telah wafat.

Masa ketenteraman Bani Israil hanya di era Nabi Daud dan Sulaiman saja

Di era Nabi  Uzair dan Isa, Bani Israel mememuliakannya hingga dijadikan anak tuhan. Namun mereka tetap berusaha membunuhnya.

Hukuman Allah kepada Bani Israel adalah terpencarnya Bani Israel tak kunjung rimbanya sebagai imigran hingga tak memiliki tanah air.

Yahudi Israel berusaha kumpul kembali dengan menjajah Palestina. Bagaimana kelanjutannya? Lihat kembali sejarahnya.


Yahudi Israel Terbelakang Kemanusiaannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Prilaku Yahudi dalam Al-Qur&...

Yahudi Israel Terbelakang Kemanusiaannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Prilaku Yahudi dalam Al-Qur'an terus menerus  menentang dan membunuh para Nabi. Mereka pun membuat banyak kisah untuk menghancurkan karakter para Nabi. Terhadap Tuhan dan malaikat pun mereka bermusuhan. Namun untuk menjajah Palestina mereka menggunakan dalih tanah yang dijanjikan Tuhan.

Dari semua bangsa di muka bumi, yang paling menderita adalah Yahudi. Yang paling terkucil dari percaturan dunia adalah Yahudi. Saat semua bangsa berbaur, bercampur, dan berasimilasi membentuk bangsa baru, Yahudi tetap terus menutup dirinya. Yahudi adalah bangsa yang bisa hidup hanya dengan kelompoknya sendiri. Klaim bahwa mereka pilihan Tuhan dan bangsa tercerdas, menjadi penghalang berbaurnya dengan bangsa lain.

Siapakah bangsa yang tidak memiliki negri? Yang tak memiliki tanah tempat berpijak? Bani Israel meminta tanah untuk tempat tinggal kepada Turki Utsmani. Namun ditolak. Akhirnya penjajah Inggris memberikan tanah di Palestina dengan mengusir penduduk aslinya.

Yahudi adalah bangsa yang paling terbelakang. Bangsa lain sudah meninggalkan penjajahan atas tanah dan manusia, namun mereka tetap melestarikan penjajahan, penghancuran, pendudukan terhadap tanah dan bumi Palestina. Pada saat bangsa lain mengangkat tinggi hak asasi manusia, namun Yahudi menginjak-injaknya.

Perang dengan senjata untuk penguasaan tanah sudah ditinggalkan, namun Yahudi terus melestarikannya. Saat tembok pembatas dihancurkan. Saat sekat antar bangsa dan negara dihancurkan. Yahudi terus mengepung tanah jajahannya dengan tembok setinggi 8 meter. Saat tembok pemisah Jerman Barat dan Timur dihancurkan. Yahudi-Israel justru terus membangun dan memperkokohnya.

Saat keamanan yang paling aman adalah dengan membuat perjanjian kerjasama, nota kesepahaman, dam membangun aliansi antar negara. Yahudi-Israel justru sibuk dengan membangun tembok benteng dan sistem persenjataan kubah besi dengan biaya sangat mahal. Padahal keamanan hanya butuh menghormati perjanjian pada secarik kertas saja.

Bisa jadi perekonomian dunia digenggam Yahudi. Sistem persenjataan dan sosial pun digenggam Yahudi. Namun dana keuangan yang dikeluarkan untuk mengamankan prilaku mereka pun membutuhkan dana yang paling boros di dunia ini.


https://international.sindonews.com/newsread/445658/43/miko-peled-putra-jenderal-pendiri-israel-yang-dianggap-pro-palestina-1622740008/15

Blokade Yahudi Israel dari Sudut Kitab Ihya Ulumudin Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bagaimana rakyat...

Blokade Yahudi Israel dari Sudut Kitab Ihya Ulumudin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bagaimana rakyat Palestina bisa melepaskan diri dari blokade Yahudi Israel? Rakyat Palestina dijepit oleh pemukiman Yahudi Israel. Rakyat Palestina dimiskinkan dan dibuat kelaparan. Tiba-tiba ribuan roket-roket dari jalur Gaza mengepung Yahudi Israel. Analis militer banyak yang mengatakan bahwa Yahudi Israel menelan kekalahan. Dalam posisi terjepit mengapa bisa melawan sengit dengan teknik tempur dan peralatan canggih?

Musuh yang hebat adalah guru terbaik. Pepatah ini yang sering didengar. Dengan beragam kejadian  terlihat beragam kemajuan dari rakyat Palestina. Kelak Yahudi Israel akan dikalahkan oleh strateginya sendiri, dan akan "terbunuh" oleh intelegensi dan logika akalnya sendiri. Mengapa bisa terjadi?

Blokade totalitas menyingkirkan hijab antara rakyat Palestina dengan Allah. Ini yang membawanya pada lompatan intelegensi dan kekuatan rakyat Palestina. Logika blokade Yahudi Israel untuk melemahkan dan menghancurkan, tetapi dari sudut tazkiyatun nafs, justru memunculkan lahirnya para walilullah dan karamahnya. Ini energi maha dahsyat bagi rakyat Palestina dari penempaan Blokade Yahudi Israel. 

Blokade yang super ketat menciptakan kelaparan dan kesiapan kematian. Dalam Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali justru akan menciptakan kekuatan jiwa yang luar biasa. Dikepung oleh kematian justru akan menciptakan keragaman kecerdasan yang tak pernah diperkirakan.

Dalam Ihya Ulumudin al-Ghazali mengaitkan kelaparan dengan kuantum intelektual dan keilmuan. Al Hasan meriwayatkan dari Rasulullah saw, "Pakailah kain bulu, singsingkanlah lengan baju, makanlah setengah perut, niscaya engkau memasuki kerajaan langit."

Nabi Isa berkata, "Wahai golongan Hawari, laparkanlah perut  kalian, bersihkan tubuh kalian.  Mudah-mudahan kalbu kalian dapat melihat Allah." Lukman berkata, Hai anakku, apabila perut penuh, niscaya pikiran tidur, dan hikmah bisu." Sahal al Tastari berkata, "Hikmah dan ilmu diletakan dalam lapar." Sahal al Tastari berkata, "Wali Abdal itu tidak menjadi wali abdal kecuali dengan mengosongkan perut, tidak tidur malam, diam dan menyendiri."

Abdul Wahid ibnu Zaid bersumpah, "Demi Allah bahwa Allah tidak memilih seseorang kecuali dengan lapar. Mereka tidak berjalan di atas air kecuali dengan lapar. Bumi tidak dilipat bagi mereka kecuali dengan lapar. Allah tidak memberikan kekuasaan kepada mereka kecuali dengan lapar." Abu Thalib al Makki berkata, "Bila perut kosong, niscaya ia lebih segar  untuk membaca."

Bagi mukminin, beragam proyek penghancuran tidak akan pernah menghancurkannya. Saat semua pintu dunia tertutup, masih terbuka pintu-pintu langit. Tempaan yang sangat berat hanya untuk menguji siapakah yang dijadikan tuhan di kehidupan ini? 

Sejarah Penghancuran Blokade Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi Israel menghancurkan rakyat Pales...

Sejarah Penghancuran Blokade

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi Israel menghancurkan rakyat Palestina dengan strategi totalitas blokade. Mengunci aliran masuk sumber daya dari segala penjuru. Rakyat Palestina digiring ke tengah pendudukan Yahudi Israel sehingga terputus dengan dunia luar. Setiap wilayah diblokade dengan tembok yang membuat mobilitas rakyat Palestina terawasi super ketat. Dapatkan keluar dari blokade ini? Sejarah bisa jadi inspirasi.

Abrahah dari Habasyah sangat dengki dengan Kabah. Banyak peziarah ke Kabah. Namun sangat jarang yang berziarah ke tempat peribadatan yang dibangunnya walaupun terbuat dari emas. Diblokadenya Kabah dengan pasukan dan peralatan militer paling modern saat itu. Bagaimana akhirnya? Blokadenya dibombardir oleh pasukan burung yang tak diketahui asal-muasalnya.

Rasulullah saw dan Bani Hasyim diblokade total oleh Musyrikin Quraisy. Tak boleh bertransaksi,  bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan dunia luar. Seluruh kabilah Hijaz dan pembesarnya mendukung total blokade ini. Rasulullah saw dijepit dalam pegunungan. Bagaimana akhirnya? Rayap-rayap menghancurkan lembaran kesepakatan blokade antar kabilah di pintu Kabah. Hancurlah blokade tersebut.

Berhijrah ke Madinah. Seluruh musyrikin Quraisy mencarinya. Rasulullah saw terkepung di gua Tsur. Bagaimana proses penyelamatannya? Burung dan laba-laba membuat sarang di pintu gua. Logikanya, bila ada orang di gua maka sarang tersebut akan rusak. Logika yang benar justru jadi penghalang penangkapan Rasulullah saw.

Madinah yang sedang paceklik  diblokade dari semua penjuru. Seluruh kabilah Arab mengerahkan pasukannya. Dari dalam Yahudi dan Munafikin menusuk dari belakang. Bagaimana penghancuran blokadenya? Dibuatkan parit. Angin, hujan dan badai menerjang pasukan gabungan tersebut.

Shalahuddin Al Ayubi dikepung oleh Tentara Salib di Akka Palestina. Dalam kekurangan makanan, minuman dan peralatan tempur, pasukan Shalahuddin Al Ayubi mencoba bertahan. Beberapa kapal dari Mesir terus mencoba menerobos masuk untuk memberikan akomodasi kepada Shalahuddin Al Ayubi. Ada yang berhasil ada yang gagal. Bagaimana penghancuran blokadenya? Tentara Salib kelelahan dan bosan. Sudah 6 bulan diblokade, Shalahuddin Al Ayubi terus bisa melawan.

Mesir di era Najamudin Ayub di kepung oleh Tentara Salib yang dipimpin oleh Kaisar Louis IX. Mesir di era Saifuddin Qhutuz dikepung oleh Tentara Mongol. Dibiarkan mereka masukan ke Mesir. Dibuatkan jebakan. Mereka merasa menang padahal masuk perangkap.

Semua akan terulang. Dunia akan menyaksikan kembali sesuatu yang tak terjangkau akal dalam proses  kemenangan rakyat Palestina terhadap blokade total penjajah Yahudi Israel.  Seluruh yang dialami Muslimin untuk mendidik dan meneguhkan Tauhidullah, bahwa blokade sumber daya terhadap muslimin agar hati dan tangannya tertuju ke langit saja.

Rayap Perobek Kekuatan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rakyat Palestina terus diblokade di neg...

Rayap Perobek Kekuatan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rakyat Palestina terus diblokade di negrinya sendiri. Tidak ada akses ke luar kecuali harus melalui pintu pengaman dengan penjagaan dan pemeriksaan yang ketat dari aparat keamanan Yahudi Israel. Seluruh wilayah yang terkoneksi dengan negara tetangga sudah dijadikan pemukiman Yahudi, kecuali Gaza. Rakyat Palestina terjepit di tengah-tengah dalam kepungan total pemukiman Yahudi.

Tidak ada akses keluar, itu pun dirasakan oleh Rasulullah saw saat diblokade selama 3 tahun oleh kafir Quraisy. Hidup dalam kelaparan, kesulitan air, tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar baik secara ekonomi maupun komunikasi. Dikisahkan, para Sahabat memakan daun-daun dan kulit binatang yang kering.

Dalam blokade ini masih terlihat bantuan dari sejumlah tokoh Quraisy dengan alasan kemanusiaan dan hubungan darah. Ada juga transaksi gelap beberapa pihak yang menginginkan keuntungan yang banyak bila dijual ke wilayah yang diblokade. Jadi seketat apa pun Yahudi Israel memblokade tetap tak bisa menghalangi berbagai bantuan dari dunia internasional.

Blokade di era Rasulullah saw berakhir dengan dimakan rayapnya lembaran kertas perjanjian tersebut. Lembaran kertas perjanjian di pintu Kabah dimakan, binatang kecil, yaitu rayap tanpa diketahui oleh siapapun. Seekor rayap telah menghancurkan blokade yang berjalan 3 tahun lamanya. Betapa mudahnya. Betapa tak terduganya, Allah menolong hamba-Nya.

Siapakah "rayap" yang akan menolong rakyat Palestina saat ini?  Berbentuk apakah? Bukan pihak paling kuat yang menolong blokade rakyat Palestina. Bukan penguasa dan negara adi daya. Bukan lembaga internasional. Tetapi pihak-pihak terlemah yang tak pernah diperhitungkan oleh Yahudi Israel.

Facebook sudah meminta maaf atas "kesalahan" Algoritmanya. Hampir seluruh kota di dunia berdemonstrasi menentang penjajahan Yahudi Israel. Cap bahwa Yahudi Israel adalah penjajah sudah bersuara keras. Yahudi Israel membangun negara apartheid mulai terdengar. Rakyat Amerika mulai bersuara menolak bantuan militer ke Yahudi Israel.

Pembela rakyat Palestina  sudah melintasi ideologi, suku bangsa dan profesi. Dunia olahraga telah menjadi ajang dukungan rakyat Palestina. Para artis mulai mendukung dengan logika sederhana, "Bagaimana bila rumah kita sendiri yang diambil Yahudi Israel?" Slogan anti semit sudah tak  laku dijual. Kekuatan Yahudi hanya tinggal pada "senjatanya" saja. 

Negoisator Perang Dari Pihak  Yahudi  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi Bani Qainuqa dikepung ol...

Negoisator Perang Dari Pihak  Yahudi 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi Bani Qainuqa dikepung oleh Rasulullah saw sekitar 15-28 hari saja. Mereka pun menyerah. Rasulullah saw akan menerapkan hukum peperangan sesuai Taurat pada mereka sesuai keyakinan mereka. Lalu tibalah Abdullah bin Ubay memintanya agar memaafkan mereka.

Alasan Abdullah bin Ubay karena dahulu suku Khadraj bersekutu dengan Yahudi Bani Qainuqa. Bani Qainuqa dalam sebuah peperangan pernah membantunya dengan 400 orang tanpa baju besi dan 300 orang dengan baju besi. Akhirnya disepakati, Yahudi Qainuqa diperbolehkan meninggal Madinah, namun harta bendanya ditinggalkan. 

Pada saat perang Bani Nadhir, Rasulullah saw membuat kebijakan yang sama dengan Bani Qainuqa. Yaitu, memerintahkan mereka untuk meninggalkan Madinah. Diperbolehkan membawa harta sebanyak yang bisa dibawa oleh seekor unta. Sedangkan senjata tidak boleh dibawa. Mereka keluar dari Madinah dengan 600 unta.

Di perang Bani Quraizah, Yahudi kalah hanya dengan pengepungan. Akhirnya mereka mengajukan perdamaian. Suku Auz sangat iba kepada Bani Quraizah, karena mereka adalah sekutunya di masa silam. Bani Quraizah mencoba mengontak beberapa Sahabat Rasulullah saw yang dahulu pernah menjadi sekutu mereka.

Dari pihak muslimin akhir memutuskan bahwa yang mengambil keputusan adalah Sa'ad  bin Muadz dari suku Auz yang dulu menjadi sekutu Bani Quraizah. Akhirnya diputuskan bahwa hukuman yang diterapkan bagi Bani Quraizah sesuai hukum yang ada di kitab Taurat. Mengapa? Karena mereka telah menusuk dari belakang pada perang Khandaq.

Yahudi Khaibar memang belum pernah bersekutu dengan suku-suku di Madinah. Jadi perundingan dilakukan oleh mereka sendiri. Saat kalah, mereka meminta perdamaian. Rasulullah saw pun menerima perundingan tersebut. Isi peruntungannya, mereka siap meninggalkan Khaibar dengan segenap keluarga, menyerahkan semua kekayaan, tanah, emas, perak, kuda, keledai, baju perang, kecuali baju yang mereka pakai.

Rasulullah saw pun menerimanya. Namun pemerkarsa perundingan dan juru rundingnya justru menyembunyikan hartanya. Hal ini diketahui oleh Rasulullah saw. Maka keduanya dipenggal. Dalam semua peperangan, Rasulullah saw tidak pernah membantai pihak yang kalah, kecuali yang berkhianat dan menunjukkan kebencian. Juru runding Yahud,  umumnya mereka yang pernah menjadi sekutunya.

Melemahkan Yahudi, Serangan Tak Terduga Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Di perang Khaibar, Rasulullah...

Melemahkan Yahudi, Serangan Tak Terduga

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Di perang Khaibar, Rasulullah saw menyerang Yahudi dari arah Syam bukan Madinah. Dari Madinah tidak langsung ke arah Khaibar. Tetapi melakukan gerakan memutar, dengan mengitari gunung sehingga berada di belakang kota Khaibar bukan di depan Khaibar.

Gerakan memutar Rasulullah ini memiliki beberapa tujuan. Pertama memotong bala bantuan dari Ghatafan. Kedua, Yahudi Khaibar tidak bisa melarikan diri ke Syam. Ketiga, gerakan pasukan tak terdeteksi sehingga membuat lawan lengah.

Saat pasukan mendekati Khaibar, Rasulullah saw memanjatkan doa, "Ya Allah, Rabb tujuh langit dan segala yang dinaunginya. Rabb tujuh bumi dan apa yang dikandungnya. Aku meminta kepada-Mu kebaikan kampung ini, penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan kampung ini, penduduknya, dan yang ada di dalamnya. Majulah kalian dengan nama Allah."

Saat tiba di Khaibar, Rasulullah saw tidak langsung menyerang. Bermalam terlebih dulu. Menunggu waktu subuh. Setelah Subuh, barulah Rasulullah bergerak. Penyerangan pasukan Rasulullah saw umumnya di waktu pagi. Karena pagi adalah waktu yang berkah bagi umat Nabi Muhammad saw.

Saat Rasulullah saw tiba di sebuah benteng Khaibar. Suasana Khaibar masih biasa saja. Penduduk Khaibar terlihat masih keluar dari rumah mereka sambil membawa sekop dan keranjang seperti biasa menuju kebun. Saat melihat pasukan Rasulullah saw datang, mereka berteriak, "Itu Muhammad. Demi Allah, Muhammad dan pasukannya." Kemudian mereka kembali ke kota dengan berlarian. Kehadiran pasukan Rasulullah saw tidak terdeteksi oleh intelejen Yahudi Khaibar.

Rasulullah saw bersabda, "Allahu Akbar, runtuhlah Khaibar! Allahu Akbar, runtuhlah Khaibar! Jika kami memasuki halaman suatu kaum, niscaya amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu."

Serangan Rasulullah saw terhadap Yahudi Bani Quraizah pun dilakukan super cepat dan tak terduga. Baru selesai perang Khandaq, Rasulullah saw memerintahkan segera kumpul di Bani Quraizah dan shalat Ashar di sana.

Sekarang, peralatan rakyat Palestina banyak yang tak terduga oleh Yahudi Israel. Itulah penyebab ketakutan Yahudi Israel. Baik dari Gaza maupun pengungsian Libanon.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)