basmalah Pictures, Images and Photos
09/18/26 - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Masa Kelam Dunia yang Disebabkan Oleh Kemunduran Umat Islam  Abad ke...


Masa Kelam Dunia yang Disebabkan Oleh Kemunduran Umat Islam 


Abad ke-6 dan ke-7 Masehi merupakan abad-abad yang paling suram. Kenyataan ini tidaklah diperselisihkan di kalangan para ahli. Sejak berabad-abad sebelumnya, kemanusiaan telah meluncur dan jatuh secara drastis. Di persada bumi ini tidak ada lagi kekuatan yang sanggup menahan serta mencegahnya.

Perputaran waktu semakin hari semakin mempercepat kejatuhan dan menambah kerusakan dengan hebatnya. Peradaban manusia pada abad-abad tersebut seolah-olah telah melupakan Khaliknya (Penciptanya), sehingga manusia pun lupa pada dirinya sendiri dan hari depannya. Kesadaran manusia telah hilang. Kebijaksanaannya pun telah lenyap. Dengan demikian, hilang pula kesanggupannya untuk membedakan antara yang baik dan buruk, antara yang benar dan yang salah, serta antara yang mulia dan yang hina.

Apa yang telah diserukan oleh para Nabi 'Alaihimus Salam telah lama pudar. Pelita-pelita yang dinyalakan oleh para nabi pun telah lama padam, tertiup angin kencang yang datang sepeninggal mereka. Sekiranya masih ada yang menyala, cahayanya pun sangat kecil dan hanya remang-remang. Cahaya itu tidak lagi mampu menerangi hati, bahkan menerangi rumah-rumah, apalagi sebuah negeri.

Para agamawan telah melarikan diri dari kehidupan dan berlindung di dalam biara-biara, gereja-gereja, bahkan goa-goa untuk memencilkan diri. Bersama agamanya, mereka lari menghindari segala bencana dan fitnah untuk menyelamatkan diri. Mereka juga lari karena dorongan untuk dapat hidup tenang, ataupun karena gagal dalam perjuangan mempertahankan agama, politik, kemerdekaan rohani, serta kebendaan.

Adapun mereka yang masih tinggal dalam kehidupan ramai telah menjalin persekutuan dengan para raja dan penguasa dunia. Mereka membantu para penguasa tersebut dalam perbuatan dosa dan kedurhakaan, bahkan turut serta memakan harta orang lain secara zalim. Semua itu mereka lakukan terhadap orang-orang yang lemah dan orang-orang yang menjadi budak.

Sesungguhnya, kemanusiaan tidaklah menderita hanya karena terjadinya perpindahan pemerintahan, kekuasaan, kesejahteraan, dan kenikmatan dari tangan orang-orang demikian ke tangan orang lain yang sejenis. Begitu pula dengan perpindahan semua itu dari tangan satu kelompok kepada kelompok lainnya yang serupa kezalimannya, yang selalu diwarnai oleh penindasan dan pemerasan manusia atas manusia lainnya.

Dunia ini nyatanya tidaklah menderita dan bersedih hanya karena kemerosotan suatu umat yang sudah tua dan lemah, maupun karena jatuhnya suatu negara yang memang telah keropos akar-akarnya serta rontok tiang-tiangnya. Semua itu terjadi karena adanya hukum alam.

Justru air mata yang bercucuran dari manusia setiap saat dan setiap harinya jauh lebih besar artinya daripada matinya seorang raja atau lenyapnya suatu kekuasaan.

Manusia tidak membutuhkan dan tidak memedulikan adanya pengganti raja maupun penguasa yang hilang jika penggantinya itu sehari pun tidak pernah berbuat demi kebahagiaan umat manusia, ataupun bekerja keras barang sedetik dengan memeras pikiran demi kepentingan umat manusia.

Sungguh, bumi dan langit telah muak atas terjadinya peristiwa-peristiwa semacam itu setiap harinya, bahkan yang telah terjadi ribuan kali. Renungkanlah firman Allah SWT. berikut ini:

كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ۝ وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ ۝ وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ ۝ كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ ۝ فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ

Artinya:

"Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang mereka nikmati, demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh."

(Q.S. Ad-Dukhan [44]: 25–29)

Sungguh, alangkah banyaknya penguasa dan bangsa seperti itu yang sebenarnya hanya menjadi beban di persada bumi ini, mengancam kelestarian umat manusia, serta mendatangkan siksaan bagi bangsa-bangsa kecil dan lemah. Mereka juga menjadi bibit kerusakan dan sumber penyakit, bagaikan racun yang menggerogoti seluruh jaringan saraf serta pembuluh darah sehingga mengancam bagian-bagian tubuh yang sehat.

Tidak ada jalan lain kecuali melakukan operasi besar-besaran, yaitu dengan membuang bagian-bagian yang sakit untuk menyelamatkan bagian-bagian yang masih sehat. Semua itu merupakan pertanda keagungan Allah Ta'ala serta rahmat-Nya yang lurus, yang wajib disyukuri dan selalu diingat oleh seluruh umat manusia dalam kehidupan ini.

Allah SWT. berfirman:

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya:

"Maka orang-orang zalim itu dimusnahkan hingga ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

(Q.S. Al-An'am [6]: 45)

Akan tetapi, sangatlah berbeda dengan semua itu. Kemerosotan umat Islam sebagai pembawa panji-panji risalah para Nabi serta sebagai jaminan bagi sehatnya seluruh tubuh manusia, tidaklah sama dengan kemerosotan dan keterbelakangan suatu bangsa atau golongan tertentu, jatuhnya kewibawaan mereka, maupun hilangnya kedaulatan mereka di dunia ini.

Kemerosotan umat Islam justru merupakan jatuhnya suatu risalah yang berfungsi sebagai ruh atau nyawa. Kemerosotan mereka adalah ambruknya tiang pancang yang menjadi penopang utama bagi berbagai permasalahan keagamaan dan keduniaan.

Setelah beberapa abad lamanya kaum muslimin mengalami kemerosotan, keterasingan, maupun keterpinggiran, timbul pertanyaan: apakah keadaan tersebut merupakan sesuatu yang menyedihkan umat manusia di belahan timur dan barat? Adakah yang menyesalinya?

Kerugian apakah sebenarnya yang diderita dunia dengan mundurnya umat Islam?

Bukankah di dunia ini masih banyak umat dan bangsa-bangsa lain? Kalau memang rugi, sampai di manakah kerugiannya?

Bagaimanakah keadaan dunia, terutama setelah kendali dunia dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa (Barat) sebagai pengganti kedudukan umat Islam yang sebelumnya mempunyai pengaruh internasional, dan setelah mereka berhasil mendirikan kekuasaan di atas puing-puing reruntuhan kekuasaan Islam?

Pengaruh apakah yang terjadi dengan adanya perubahan besar dalam kepemimpinan bangsa-bangsa dan pimpinan dunia, baik di bidang agama, akhlak, politik, kehidupan, maupun masa depan kemanusiaan?

Bagaimanakah keadaannya bila dunia Islam bangun dari tidurnya, keluar dari kemerosotannya, serta kembali mengendalikan tampuk kekuasaan kehidupan?

Itulah semua pertanyaan yang hendak kami usahakan jawabannya dalam halaman-halaman buku kami ini.


Kerugian yang Diderita Dunia dengan Kemunduran Umat Islam

Kemunduran umat Islam yang kemudian diikuti kegagalan serta tersingkirnya mereka dari kepemimpinan bangsa, hingga terasing dari medan kehidupan dan perjuangan, apakah sejenis dengan kemerosotan suatu bangsa yang telah terjadi berulang-ulang dalam sejarah?

Apakah ia sama dengan runtuhnya pemerintahan atau negara, ambruknya para raja dan kaum penakluk, terkalahkannya para penyerbu yang sebelumnya menang, atau lenyapnya penindasan politik yang dulunya toleran (tasamuh)?

Sungguh bukan!

Kemunduran umat Islam bukanlah sejenis dengan kesemuanya itu. Alangkah banyaknya kejadian dan peristiwa seperti itu dalam sejarah setiap bangsa maupun sejarah manusia pada umumnya.

Kemunduran umat Islam adalah suatu peristiwa yang sungguh aneh dan mengherankan, dan tidak ada padanannya dalam sejarah. Kemunduran umat Islam itu bukan hanya dialami oleh bangsa Arab, bukan hanya dialami oleh rakyat serta bangsa yang dekat dengan agama Islam, dan bukan pula hanya dialami oleh suatu dinasti ataupun istana yang telah kehilangan kekuasaan dan negara.

Kemunduran umat Islam merupakan suatu tragedi yang sesungguhnya dialami oleh seluruh umat manusia. Sejarah belum pernah mencatat suatu peristiwa yang lebih memprihatinkan dan menyedihkan daripada peristiwa itu.

Seandainya dunia memahami hakikat bencana yang sedang terjadi dan mengetahui betapa besar kerugian serta malapetaka yang menimpanya, sehingga tirai fanatisme tersingkap, tentulah dunia akan menjadikan hari kemunduran umat Islam sebagai hari berkabung, hari duka cita, hari belasungkawa, bahkan hari yang penuh tangisan. Bangsa-bangsa sedunia tentu akan saling bertukar pernyataan duka cita dan dunia itu sendiri akan mengenakan pakaian berkabung.

Akan tetapi, sungguh, peristiwa yang menyedihkan tersebut tidak terjadi dalam satu hari. Peristiwa itu terjadi setapak demi setapak dan berangsur-angsur dalam waktu bertahun-tahun.

Sungguh, hingga saat ini dunia belum pernah menghitung dengan tepat kapan peristiwa itu terjadi. Dunia juga tidak dapat memperkirakan seberapa besar nilai kerugiannya, sebab dunia tidak memiliki alat yang tepat untuk mendeteksi seberapa besar penderitaan dan kesengsaraan yang ditimbulkannya.

Perlu ditegaskan bahwa dunia tidaklah menderita kerugian sedikit pun dengan runtuhnya suatu negara yang sekian lama pernah berjaya dan berkuasa, menaklukkan sejumlah negeri dan daerah, serta memperbudak rakyatnya sambil menikmati kehidupan berfoya-foya dan berlimpah kekayaan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (60) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (19) Dakwah (34) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (31) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (3) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (3) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (342) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (119) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (318) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (762) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (2) Politik (14) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)