basmalah Pictures, Images and Photos
11/08/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Syeikh Mustafa Abdulllah Payakumbuh Bergembira Saat Putranya Syahid Ditembak Belanda dari Arah Depan 17 Januari 1949 Belanda mel...

Syeikh Mustafa Abdulllah Payakumbuh Bergembira Saat Putranya Syahid Ditembak Belanda dari Arah Depan


17 Januari 1949 Belanda melakukan serangan dan serbuan besar ke Republik indonesia. Di Payakumbuh, spionase Belanda berhasil mengumpulkan informasi tempat berkumpulnya pimpinan gerilya Republik.

Tempat tersebut sudah dikepung pada malam hari. Agar mudah menangkapnya, Belanda menunggu siang hari untuk menangkap hidup-hidup atau membunuh pemimpin gerilya.

Saat pemimpin gerilya hendak mengambil air wudhu shalat Subuh, seorang diantara pemimpin Gerilya melihat Belanda sudah mengepung tempat persembunyian mereka. Moncong senjata semuanya sudah menghadap mereka.

Belanda bersorak menyerukan mereka menyerah, tetapi tak satu pun yang berniat menyerah, semuanya melawan. Karena ketatnya kepungan, senapan menyerbu dari segala arah sehingga banyak yang tewas. Diantaranya Bupati Harisun, Pimpinan Pertahanan Rakyat Khatib Sulaiman, Letnan Munir Latif, Sersan Tantaw Mustafa.

Sersan Tantawi Mustafa,  putra dari Syeikh Mustafa Abdulllah yang telah puluhan tahun membuka pengajian di suraunya Padang Panjang dan Payakumbuh. Berita ini pun disiarkan oleh kurir ke Syeikh Mustafa Abdulllah. Bagaimana reaksinya?

Saat para perempuan menangis tersedu-sedu menerima kabar tersebut. Syeikh Mustafa Abdulllah justru bertanya kepada kurir tentang di bagian mana agaknya luka sang putranya?

Setelah diterangkan bahwa dada putranya remuk terkena peluru di bagian dada dari arah depan, barulah Syeikh Mustafa Abdulllah merasa lega. Mukanya menjadi jernih bersinar. Rasa bahagia menyelimutinya karena yakin bahwa putranya mati syahid dalam mempertahankan kalimat Allah bukan mati lari karena pengecut. 

Sumber:
Tafsir Al Azhar Jilid 3, Buya Hamka, GIP 

 

Rahasia KH Hasyim Ashari Memilih   10 Nopember di Pertempuran Surabaya Sekutu datang ke Indonesia dengan dalih melucuti senjata ...

Rahasia KH Hasyim Ashari Memilih   10 Nopember di Pertempuran Surabaya

Sekutu datang ke Indonesia dengan dalih melucuti senjata Jepang dan memulangkan sejumlah tawanan. Namun ada pihak Pemerintah Sipil Hindia Belanda (NICA) yang menyulut kecurigaan para pejuang. Sebab, sejak September 1945, NICA kerap membuat kerusuhan di berbagai kota di Indonesia.

Ulama segera meresponnya. KH Hasyim Ashari menggelorakan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Dalam resolusi ini, umat Islam diajak untuk bersiap melawan terhadap pihak manapun yang hendak menjajah lagi Tanah Air.

Di Cirebon, seorang ulama kharismatik yang bernama KH Amin Sepuh menyambut seruan ini.  Saat mendengar situasi Surabaya yang kian genting, ia bersama santrinya lantas berjalan ke Surabaya dengan naik kereta api menuju Rembang, Jawa Tengah. Beliau bersama KH Bisri Mustofa menyusun strategi menuju Surabaya.

KH Amin Sepuh pun sangat piawi dalam merancang strategi peperangan. Ini membuat KH Hasyim Ashari bersedia menunggu kedatangannya, baru kemudian menetapkan tanggal rencana serangan umum terhadap pasukan NICA di Surabaya.

Lalu, mengapa perlawanan rakyat Surabaya itu terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945? Mengapa tidak sehari atau dua hari sebelumnya, padahal waktu itu rakyat dan pemuda sudah siap?

Saat itu KH Hasyim Ashari belum mengijinkan untuk bertempur, menurutnya masih menunggu "wali Allah" datang dari Cirebon. Sosok itu disebutnya akan berdoa, memohon agar Allah menjaga langit Surabaya. Tokoh yang ditunggu kedatangannya itu ialah KH Amin dan KH Abbas Abdul Jamil.

Setelah kedatangan mereka, pertempuran pun dimulai. Gema takbir membahana di langit Surabaya. Sejarah mencatat, bambu runcing mengalahkan tentara Sekutu yang telah memenangkan Perang Dunia ke-2.

Sumber:
Koran Republika, Islam Digest, Ahad 7 Nopember 2021

Yahudi Takkan Pernah Menguasai Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi saat ini tidak akan p...

Yahudi Takkan Pernah Menguasai Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Yahudi saat ini tidak akan pernah menguasai Palestina secara mutlak. Seperti itu perjalanan sejarahnya.

Penguasa Palestina secara mutlak hanya terjadi di era Nabi Dawud dan Sulaiman. Itu pun dibantu oleh bangsa Arab dari kerajaan Saba dan Kan'an.

Nabi Daud dan Sulaiman bukanlah Yahudi, tetapi dari bani Israel yang muslim. Sedangkan Yahudi yang menjajah Palestina sekarang bukan dari Bani Israel

Nabi Yusya bin Nun masuk Palestina pasca wafatnya Nabi Musa, Bani Israel hanya di Jericho saja. Baitul Maqdis terlalu kuat untuk ditaklukkan.

Versi lain, Setiap klan Bani Israel menguasai klan bangsa Kan'an saja. Mereka tetap terpecah hingga akhirnya Nabi Samuel menyatukan dengan diangkatnya Thalut.


Setelah itu muncullah Nabi Dawud  dan Sulaiman, usia pemerintahannya sekitar 80 tahun. Setelah itu terpecah menjadi dua, di Nablus dan Al-Aqsha

Sejarawan mencatat Bani Israel di Palestina hanya 400 tahun, sisanya di luar Palestina. Sedangkan keberadaan penduduk asli Palestina sejak zaman batu.

Bani Israel selalu membutuhkan Nabi dan Rasul untuk membangkitkan kejayaannya. Padahal Nabi dan Rasul tak muncul lagi.

Nabi dan Rasul di era Bani Israel hanya untuk mewujudkan kepentingan egonya saja. Setelah itu mereka bunuh atau didurhakai kembali.

Secanggih apapun kecerdasan, ilmu pengetahuan dan teknologi Yahudi, tetap tak bisa mewujudkan impiannya. Ada syarat yang tak ada padanya

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (185) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (137) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (406) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (89) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)