basmalah Pictures, Images and Photos
03/22/26 - Our Islamic Story

Choose your Language

Israel dan Upaya Menarik Amerika ke Medan Perang seperti Yahudi Madinah dalam Perang Ahzab Isu mengenai peran Israel dalam mend...


Israel dan Upaya Menarik Amerika ke Medan Perang seperti Yahudi Madinah dalam Perang Ahzab

Isu mengenai peran Israel dalam mendorong keterlibatan Amerika Serikat dalam berbagai konflik kembali mencuat. Nama Benjamin Netanyahu kerap dikaitkan dengan upaya memengaruhi kebijakan luar negeri AS, baik dalam konteks perang di Irak maupun ketegangan dengan Iran.

Dalam invasi Irak tahun 2003, strategi “Shock and Awe” yang digunakan oleh pemerintahan George W. Bush didasarkan pada klaim keberadaan senjata pemusnah massal (WMD). Klaim tersebut kemudian terbukti tidak akurat. Sejumlah analis menilai bahwa narasi ancaman ini turut diperkuat oleh tokoh-tokoh pro-Israel, termasuk Netanyahu, yang saat itu aktif memperingatkan bahaya Irak di forum internasional.

Hampir dua dekade kemudian, pola serupa kembali diperdebatkan dalam konteks ketegangan dengan Iran. Pemerintahan Donald Trump dituding menerima tekanan untuk mengambil langkah militer terhadap Iran dengan dalih ancaman nuklir dan “ancaman yang akan segera terjadi.” Namun, perbedaan mencolok muncul antara narasi politik dan temuan intelijen.

Dalam sidang Kongres AS, sejumlah pejabat intelijen, termasuk Tulsi Gabbard, menghadapi pertanyaan tajam terkait apakah Iran benar-benar merupakan ancaman langsung. Jawaban yang mengambang memperlihatkan adanya ketegangan antara realitas intelijen dan keputusan politik. Bahkan, pengunduran diri pejabat kontra-terorisme seperti Joe Kent memperkuat kesan adanya perbedaan pandangan di dalam tubuh pemerintahan.

Kritik juga datang dari tokoh media seperti Tucker Carlson, yang menilai bahwa perang terhadap Iran bertentangan dengan prinsip “America First.” Ia bahkan mengklaim bahwa waktu dan arah konflik lebih banyak ditentukan oleh kepentingan Israel dibandingkan kepentingan nasional AS.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah kebijakan luar negeri AS sepenuhnya didasarkan pada kepentingannya sendiri, ataukah dipengaruhi oleh tekanan eksternal? Tuduhan bahwa lobi pro-Israel memainkan peran signifikan semakin menguat, terutama ketika kebijakan militer tampak tidak selaras dengan penilaian intelijen internal.

Di sisi lain, dinamika ini mengingatkan pada pola lama dalam sejarah. Dalam sirah Nabawiyah, kelompok Yahudi di Madinah pernah berupaya membangun koalisi besar untuk menyerang Rasulullah ï·º. Mereka mendatangi berbagai kabilah Arab, termasuk Quraisy dan Ghathafan, serta menjanjikan keuntungan materi dan dukungan politik agar bersatu melawan kaum Muslimin.

Upaya tersebut berhasil menggalang kekuatan besar yang dikenal dalam Perang Ahzab, di mana sekitar 10.000 pasukan mengepung Madinah. Koalisi ini terbentuk melalui provokasi, janji, dan penyatuan kepentingan berbagai kelompok yang sebelumnya terpisah.

Perbandingan ini menunjukkan adanya pola berulang dalam sejarah: membangun aliansi, menciptakan narasi ancaman, dan mendorong pihak lain untuk terlibat dalam konflik yang lebih luas. Dalam konteks modern, perdebatan mengenai peran Israel dan pengaruhnya terhadap kebijakan AS masih terus berlangsung, terutama ketika fakta intelijen dan keputusan politik tampak tidak sejalan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa adalah apakah kekuatan besar mampu menjaga independensi keputusannya, atau justru terjebak dalam kepentingan yang lebih sempit namun berdampak global.


Jürgen Habermas: Humanis, Kecuali dalam Penderitaan Palestina Jürgen Habermas (1929–2026) dikenal sebagai salah satu filsuf pal...




Jürgen Habermas: Humanis, Kecuali dalam Penderitaan Palestina

Jürgen Habermas (1929–2026) dikenal sebagai salah satu filsuf paling berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir. Ia memberi kontribusi besar dalam filsafat, sosiologi, studi komunikasi, dan ilmu politik, serta menjadi tokoh utama dalam tradisi Sekolah Frankfurt. Melalui Teori Tindakan Komunikatif, ia mengadvokasi rasionalitas, demokrasi, dan dialog bebas sebagai fondasi masyarakat modern.

Namun, setelah wafatnya, muncul perdebatan tajam, khususnya di kalangan intelektual Arab, terkait sikap politiknya terhadap Palestina. Habermas dinilai menjunjung tinggi rasionalitas Barat, tetapi mengabaikan penderitaan rakyat Palestina. Dukungan yang ia berikan terhadap Israel, termasuk dalam konteks kehancuran Gaza, dipandang bertentangan dengan prinsip-prinsip universal yang selama ini ia bela.

Kontradiksi ini semakin terlihat jika dibandingkan dengan sikapnya dalam kasus lain, seperti penolakannya terhadap Penghargaan Buku Sheikh Zayed pada 2021 karena alasan kebebasan dan keadilan. Dalam kasus Palestina, ia justru menolak menyebut kekerasan di Gaza sebagai genosida, meskipun korban sipil terus berjatuhan dalam skala besar.

Sebagian analis menjelaskan sikap ini sebagai produk konteks historis Jerman, terutama beban moral akibat warisan Nazi. Dukungan tanpa syarat terhadap Israel dianggap sebagai bentuk penebusan atas kejahatan masa lalu. Selain itu, pengaruh politik dan lobi pro-Israel juga dinilai memperkuat posisi tersebut.

Namun, penjelasan lain melihat persoalan ini lebih luas, yakni sebagai bagian dari pola historis dalam pemikiran Barat yang disebut “humanisme eksklusif.” Dalam kerangka ini, nilai-nilai seperti keadilan, kebebasan, dan kemanusiaan hanya berlaku penuh bagi kelompok internal, sementara diabaikan ketika berhadapan dengan “yang lain.”

Sejarah kolonialisme memperlihatkan pola serupa: nilai-nilai humanisme diagungkan di dalam negeri, tetapi diabaikan dalam praktik penjajahan. Dalam konteks ini, sikap Habermas bukanlah anomali, melainkan cerminan konsistensi dari tradisi tersebut—di mana universalitas hanya berlaku secara terbatas, bukan global.

Kecerdasan dan Keilmuan Muhammad Al-Ghazali Muhammad Al-Ghazali berasal dari keluarga yang agamis sekaligus berlatar belakang pe...

Kecerdasan dan Keilmuan Muhammad Al-Ghazali


Muhammad Al-Ghazali berasal dari keluarga yang agamis sekaligus berlatar belakang pengusaha. Ayahnya adalah seorang hafizh Al-Qur’an, sementara ia sendiri telah menghafal Al-Qur’an sejak usia sepuluh tahun.

Ia dikenal sebagai ulama dan penulis produktif, dengan lebih dari 90 buku yang telah ditulisnya. Gaya penulisannya mendapat pujian dari Hasan Al-Banna, yang berkata, “Saya sangat kagum dengan tulisanmu yang ringkas, maknanya cermat, dan adabnya sopan. Seperti inilah seharusnya menulis. Menulislah dengan dukungan hati yang tulus. Semoga Allah selalu bersamamu.”

Pujian juga datang dari Syaikh Al-Azhar, Dr. Abdul Halim Mahmud, yang mengatakan, “Kita memiliki Al-Ghazali yang masih hidup (Muhammad Al-Ghazali) dan Imam Al-Ghazali, penyusun kitab Ihya.”

Salah satu karya pentingnya adalah Jahiliyah Modern, yang mengingatkan umat bahwa jahiliyah tidak hanya terjadi pada masa sebelum Rasulullah ï·º, tetapi terus hadir dan mengepung manusia di setiap zaman.

Melalui tulisan-tulisannya, ia juga mengingatkan tentang bahaya berbagai ideologi seperti komunisme, sekularisme, freemasonry, ateisme, eksistensialisme, salibisme, dan zionisme, sekaligus menawarkan cara menghadapi dan melawannya.

Muhammad Al-Ghazali juga mengkritik kondisi bangsa-bangsa Timur dengan mengatakan, “Tiada bangsa yang menghinakan diri seperti bangsa Timur, dan tiada yang hak-haknya dirampas sebagaimana dirampasnya hak agamanya.”

Beliau wafat pada Maret 1996 dan dimakamkan di Madinah, di pemakaman Al-Baqi.


Sumber:
Abdullah Al-Aqil, Mereka yang Telah Pergi, Penerbit Al-I'tishom, 2020

Kezuhudan Umar Tilmisani Syeikh Umar Tilmisani, yang wafat pada Mei 1986, berasal dari keluarga kaya. Ayah dan kakeknya adalah p...


Kezuhudan Umar Tilmisani

Syeikh Umar Tilmisani, yang wafat pada Mei 1986, berasal dari keluarga kaya. Ayah dan kakeknya adalah pengusaha kain dan permata, sementara beliau sendiri dikenal sebagai seorang pengacara terpandang di Mesir.

Namun, Umar Tilmisani memilih jalan hidup sebagai juru dakwah, murabbi, dan pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk Allah. Dalam ceramah-ceramahnya, ia senantiasa memotivasi umat agar mengambil tanggung jawab dan peran dalam mengembalikan kejayaan Islam, sesuai dengan posisi dan bakat masing-masing. Baginya, itulah tugas setiap Muslim di setiap masa dan tempat.

Dengan latar belakang kekayaan dan posisi yang strategis, bagaimana kehidupannya?

Abdullah Al-Aqil dalam bukunya Mereka yang Telah Tiada menceritakan bahwa Umar Tilmisani tetap teguh dalam kezuhudannya. Ia tidak pernah berubah sikap, tidak plin-plan, serta tidak tergoda oleh keindahan dunia dan gemerlap jabatan. Ia meninggalkan kemewahan dunia untuk menghadap Allah.

Ia tinggal di sebuah apartemen yang sangat sederhana dan menjalani hidup apa adanya. Ia telah membebaskan dirinya dari kecintaan terhadap dunia, lalu berjuang dan berkorban sepenuhnya untuk agama.

Apartemennya berada di gang yang sempit, dengan tangga yang sudah tua dan usang. Perabotan di dalamnya pun sangat sederhana.

Padahal, ia berasal dari keluarga kaya raya dan memiliki kedudukan penting. Bahkan, para pejabat negara pun mengakui kemuliaan akhlaknya.

Sumber:
Abdullah Al-Aqil, Mereka yang Telah Pergi, Penerbit Al-I'tishom, 2020

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (361) Al-Qur’an (6) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (2) Kecerdasan (263) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (2) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (597) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)