basmalah Pictures, Images and Photos
01/05/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Jalur Alternatif Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berpindah namun tetap di jalur yang sama. Hanya berbe...

Jalur Alternatif

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berpindah namun tetap di jalur yang sama. Hanya berbeda suasananya saja, namun tujuannya tetap sama. Banyak jalan menuju Roma. Yang abadi itu tujuan, yang selalu berubah itu sarananya.

Banyak pintu menuju surga. Setiap pintu terbuka untuk orang-orang tertentu dengan karakter khusus dan spesifik. Jadi banyak cara untuk berkiprah dan berkarya. Namun mengapa lebih menyenangi yang homogen? Mengapa terjebab hanya menyenangi satu warna?

Jalan buntu itu sangat sedikit. Bila ada, sebenarnya bisa dibuat jalan baru dengan menerabas halangan, memangkas rintangan.  Kadang menerabas kebuntuan justru target tujuan menjadi lebih dekat.

Jalan utama itu hanya sedikit. Jalan alternatif justru tak terhingga. Pemandangannya lebih indah. Kadang memotong, kadang lebih jauh. Namun jalurnya lengang. Sedikit yang menempuh jalur ini. Bila menemukan jalur ini, maksimal kesempatannya sebelum banyak orang yang mengikuti.

Cara menemukan jalur alternatif, temui orang-orang yang berbeda. Temui orang-orang baru. Mereka tak dikenal dan terkenal. Mereka tersembunyi. Mereka orang biasa yang tak menyadari kehebatannya. Mereka tak menyadari kepiawaian dan keunggulannya. Kita yang memoles dan memungutnya. Mutiara itu memang selalu tersembunyi.

Temukan jalur alternatif dengan ketidaktahuan namun punya semangat untuk menerobos, punya semangat ingin cepat, jenuh dengan kemapanan, ingin berpetualang. Banyak bertanya, banyak salah dan tersesat. Namun mengasyikkan.

Jalur alternatif itu lebih kecil dan sempit. Takkan banyak yang mau memilih jalur ini. Jalur alternatif kadang lebih meliuk dan curam, kurang aman untuk berkendaraan, jadi butuh keahlian khusus yang tak biasa. Sudahkah memilikinya?

Karakter manusia dibangun oleh kebiasaan, banyak yang kesulitan membentuk kebiasaan baru. Inilah hambatan awal yang terpatri. Inilah banteng penghambat pertama yang harus dihancurkan sebelum yang lainnya. Ini juga peluang awal bagi yang sudah menempuh jalan alternatif.

Rahasia Rezeki dari Angkot Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Belajar dari mobil angkot. Membongkar takdi...

Rahasia Rezeki dari Angkot

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Belajar dari mobil angkot. Membongkar takdir rezeki dari Allah. Rezekinya berbeda padahal jalurnya sama, jenis mobilnya sama, cara mengendarainya sama, hanya berbeda waktunya saja. Itulah rahasia rezeki.

Ada supir yang mangkalnya cukup lama untuk menunggu penumpang dari jalan tol agar penumpangnya banyak. Saat sang supir menunggu, ada supir lain yang angkotnya kosong melewatinya. Ternyata di depan sana sudah menunggu penumpang lainnya yang jumlahnya cukup banyak. Coba kalau supir yang mangkal tadi tidak ngetem lama, bisa jadi penumpang tersebut naik angkotnya. Apakah perjalanan rezeki seperti itu?

Ada juga dengan ngetem lama, sang supir mendapatkan penumpang yang banyak, tetapi membuat kesal penumpang yang sudah lama di angkot. Ada juga penumpang yang sudah melihat gelagat ngetemnya lama, maka dia tidak jadi naik angkot tersebut dan memilih angkot lain. Begitulah liku-liku cara berfikir penumpang angkot. Dari cara berfikir itulah Allah membagi-bagi rezeki kepada manusia.

Walau naik angkot sudah tidak menarik lagi dengan adanya ojek, gojek, motor dan mobil pribadi, tetapi tetap saja ada yang naik angkot. Dalam kebutuhan dan moment tertentu angkot masih dibutuhkan walaupun semakin kecil. Tapi masih banyak orang yang mencari penghidupan dari angkot.

Pernah suatu hari naik angkot. Sang supir membawa anaknya yang masih SD. Sang anak duduk di samping ayahnya. Cukup akrab mereka bercengkrama. Sang anak bercerita tentang banyak hal, termasuk cita-citanya. Cukup menarik dan terharu mendengarnya. Setiap orang, apa pun profesinya hari ini, selama masih memiliki cita-cita maka hidupnya tetap bergairah.

Pernah juga bercengkrama dengan supir angkot. Usianya 50 tahun. Dia bercerita bahwa dia penduduk asli jalur yang dilewatinya. Dia bercerita masa kejayaannya dengan angkot. Namun hidup memang selalu bergulir. Pertanyaannya, pada saat berjaya, untuk apa kejayaan tersebut? Saat sukses untuk apa kesuksesan tersebut? Saat harta berlimpah, untuk apa harta tersebut? Ini yang sering tidak diantisipasi.

Saat berjaya, di saat itu seharusnya membuat pondasi kesuksesan yang baru kembali. Membangun kekuatan baru dari bisnis atau profesi yang sudah ada atau membuat bisnis baru untuk mengantisipasi perubahan masa depan? Perubahan masa depan yang sulit diduga membuat pergiliran orang sukses dan berharta. Mencoba melanggengkan kesuksesan dengan membaca masa depan.

Tidak ada yang stabil dalam hidup ini. Selalu ada angin dan badai yang menghempas dan mengguncangkan perahu yang kita tumpangi.

Khusyu Itu Soal Jiwa Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Khusyuk itu tidak terpengaruh oleh lingkungan lua...


Khusyu Itu Soal Jiwa

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Khusyuk itu tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Khusyuk itu hanya dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan kita saja. Andai kekhusyuan disebabkan lantunan ayat al Qur'an sang imam yang indah, andai karena memahami apa yang dibaca, maka kekhusyuannya belum terpatri dalam jiwa. Karena naik turunnya kekhusyuan tergantung pada sesuatu.

Seorang Sahabat Anshar dipanah oleh musuh saat shalat ketika menjaga tenda Rasulullah saw. Urwah bin Zubair dipotong kakinya karena kanker ketika sedang shalat.  Ali bin Abi Thalib dicabut panah dari tubuhnya di saat shalat. Mereka tetap khusyuk. Kekhusyuannya menyebabkan tak terasanya rasa sakit tubuh.

Khusyuk itu ketentraman. Ketika petang Badar akan dimulai, para Sahabat diliputi tidur yang nyenyak. Ketentraman menyelimuti.  Sedang musuh diliputi kegelisahan di malam harinya. Saat perang saling berdentangan. Saat kuda dipacu dengan ringkikan dan debu yang membumbung tinggi. Para Sahabat tetap tentram dan tenang. Karena jiwanya sudah terlatih dengan kekhusyuan.

Ketika Rasulullah saw terpojok di gua Tsur saat hijrah. Ketika Madinah terkepung oleh 10.000 pasukan musuh dari seluruh kabilah Arab. Kaum Muslimin yang berjumlah 3.000 tetap tenang. Mereka berkata inilah yang dijanjikan oleh Allah. Khusyuk akan melahirkan ketenangan di situasi yang menghimpit dan terjepit. Khusyuk akan melahirkan ide-ide dan solusi brilian di tengah kekacauan dan kekalutan situasi eksternal yang mencekam.

Bila sudah berhasil khusyuk dalam shalat dalam situasi apa pun. Bila berhasil khusyuk dalam shalat dalam kondisi hiruk-pikuk eksternal dan beratnya pikiran. Maka ketika ada persoalan besar yang dihadapi, kita akan tetap bisa membuat solusi yang tepat dengan bimbingan Allah.

Berjuang untuk khusyuk adalah jihad menyingkirkan bisikan syetan dan kekalutan jiwa. Berjuang menghadirkan Allah dalam shalat. Shalat adalah pelatihan kecil agar tetap tentram untuk mengarungi kehidupan yang carut marut. Andai tak bisa khusyuk dalam shalat, maka kita pun takkan bisa mengelola carut marutnya kehidupan.

Menghadirkan Khusyuk Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Khusyuk, menurut Imam Ibnu Qayyim, adalah kesadar...

Menghadirkan Khusyuk

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Khusyuk, menurut Imam Ibnu Qayyim, adalah kesadaran hati di hadapan Sang Pemelihara dengan penuh tunduk dan rendah hati. Khusyuk adalah kerendahan hati dihadapan Dzat yang Maha Mengetahui segala keghaiban. Tempat khusyuk itu adanya di hati, buahnya terlihat di anggota badan.

Ada yang berusaha khusyuk di saat shalat dimulai. Ada yang menyiapkan khusyuk ketika mulai berwudhu. Namun ada yang menyiapkan khusyuk ketika mata terbuka dari tidurnya dengan bersyukur kepada Allah karena masih diberi waktu. Lalu, setiap mata memandang, setiap telinga mendengar yang dirasakannya adalah qadha dan qhadarnya Allah. Dia sudah merasakan kehadiran Allah dalam liku-liku kehidupannya. Inilah karakter orang yang sudah menyiapkan khusyuknya shalat sebelum datangnya waktu shalat. Dimanakah posisi kita? Atau bahkan merasa  tak perlu menghadirkan  khusyuk baik saat shalat sekali pun?

Melihat alam. Bertafakur dan bertadabur terhadap yang dilihat, didengar dan dialami. Itulah cara menghadirkan Allah di hati. Bagi yang awam, alam semesta adalah cara Allah menunjuk keberadaan dirinya. Bagi yang arif, alam semesta ada karena kekuasaan Allah. Inilah persiapan awal untuk bisa khusyuk.

Khusyuk adalah perkara yang sulit. Bagaimana memudahkannya? Mintalah pertolongan Allah. Ada doa agar ditolong Allah dalam beribadah. Ada doa agar ditolong Allah dalam mencintai Allah. Ada doa agar diteguhkan Allah dalam ketaatan. Ada doa yang meminta perlindungan Allah dari hati yang tidak khusyuk. Ada doa yang meminta perlindungan dari was-was syetan. Bila khusyuk hanya mengandalkan kekuatan diri maka akan sangat mudah ditipu, dikelabuhi dan dipalingkan oleh syetan. Meminta perlindungan dan pertolongan Allah adalah cara untuk menghadirkan khusyuk.

Ibadah yang mengandalkan dirinya akan rapuh. Ibadah yang  meminta pertolongan Allah akan kokoh. Bila menyadari bahwa ibadah adalah buah pertolongan Allah. Maka semakin nyatalah bahwa bisa beribadah dan khusyuk adalah karunia dan nikmat Allah juga. Jadi tak ada manusia yang merasa sudah berbuat baik pada Allah.

Sejarah Peradaban Akal Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Al-Qur'an membangun peradaban kemanusiaan ...

Sejarah Peradaban Akal

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Al-Qur'an membangun peradaban kemanusiaan dengan cara yang mudah dan sederhana untuk dipahami oleh setiap manusia. Teramat sederhananya, saat mentaatinya, kita tak sadar sesungguhnya sedang membangun  peradaban kemanusiaan yang bermartabat.

Peradaban yang lahir dari akal manusia, akan sulit dipahami manusia. Hanya untuk kalangan elit terbatas. Maka kelahirannya menimbulkan revolusi kerusakan dan kehancuran, akhirnya kezaliman dan kediktatoran baru untuk menghapus kezaliman dan kediktatoran lama.

Perhatikan Renaisance, hanya merubah wajah kediktatoran dari para Paus dan Pendeta menuju kediktatoran para Kaisar. Perhatikan revolusi industri, hanya merubah kediktatoran kaisar menuju kediktatoran pemilik modal. Perhatikan Marxisme, merupakan kediktatoran para investor menuju pertentangan antar manusia.

Peradaban akal manusia akan menciptakan kamuflase yang sangat parah. Disangka menuju kemuliaan yang paling mulia, padahal menuju kehancuran yang tak disadari. Disangka berbuat kebaikan yang sempurna padahal berada dalam keburukan yang paling parah. Disangka membangun manusia dan kehidupan, padahal menghancurkan alam semesta.

Apa hasil nyata gerakan perbaikan yang dikagumi dunia? Renaisance dan revolusi industri? Hasilnya hanya penjajahan dunia, peperangan yang merata di pelosok dunia, hingga perang dunia. Serta perbudakan yang merata di jagat raya.

Peradaban akal di Barat, menciptakan peperangan yang tak pernah berhenti antar negara Eropa di benua Eropa sendiri dan Amerika. Peperangan terbanyak di muka bumi yang disebab prilakunya sendiri bukan rekayasa dan intervensi bangsa lain justru terjadi di Eropa dan Amerika. Siapakah pelopor peperangan terbanyak saat ini?

Bila peradaban akal telah mencapai puncak kerusakannya, apa yang akan terjadi? Al-Qur'an menyebutkan akan dibinasakan penyokongnya dan akan lahir generasi pengganti. Mereka seperti tanaman yang dituai yang tak dapat hidup kembali. Bagaimana karakter penggantinya? Bila sama dengan generasi sebelumnya, siklus kehancuran akan berulang kembali.

Memungut Ilmu Yang Tercabut Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mencari ilmu yang pertama kali ditarik ol...

Memungut Ilmu Yang Tercabut

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mencari ilmu yang pertama kali ditarik oleh Allah dari muka bumi. Yaitu Ikhlas dalam beramal. Dalam shalat, itulah kekhusyuan. Andai khusyuk itu tercabut dari shalat kita, apa yang salah dengan jiwa kita? Sehingga Allah mencabutnya dari hati kita?

Saat khusyuk itu tercabut, bisa jadi ada yang salah dalam Marifatulllah. Ada yang salah dalam Marufatulinsan. Ada yang salah terhadap mindset kehidupan dunia. Khusyuk adalah sebuah timbangan diri. Khusyuk adalah fenomena nyata jiwa kita, dia adalah cermin kita yang sesungguhnya tentang siapa kita.

Cukuplah dengan memperhatikan kekhusyuan kita. Kita sudah tahu dimana posisi Allah dalam hati kita. Dan itulah gambaran nyata posisi kita dihadapan Allah. Tak perlu wafat dulu untuk mengetahui di Surga atau di Nerakakah kita? Cukup perhatikan, apa yang ada dalam jiwa di saat shalat, itulah posisi kita di akhirat nanti.

Khusyuk adalah sebuah adab dan akhlak jiwa kepada Allah di saat Shalat. Khusyuk bertanda ketundukan dan kerendahan hati kepada Allah. Bila tidak khusyuk, berarti kita menampilkan kesombongan dihadapan Allah. Pantaskah yang berasal dari tanah menghadap Sang Penguasa Semesta dengan kesombongan?

Khusyuk, menghadirkan Allah dalam shalat. Shalat berarti kita datang menghadap Sang Pencipta, Sang Penguasa Semesta. Bila tidak ada kekhusyuan berarti kita telah mengusir Allah dari hadapan. Kita berpaling dari wajah Allah.  Seperti inikah akhlak kita?

Sangat benar, bila shalat dijadikan ukuran diterima atau ditolaknya seluruh amal. Sangat benar bila shalat sebagai ukuran mukmin ataukah bukan. Bila sedang menghadap Allah saja sombong dan memalingkan Allah, bagaimana dengan amalan yang lainnya?

Bila sedang menghadap Allah dalam shalat saja mencuekan Allah, bagaimana disaat melakukan amal-amal dunia? Tidak mungkin bisa tersambung kepada Allah. Tidak mungkin bisa berorientasi pada Allah.

Instruktur Senam Pelentur Otot Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Memadukan Yoga, Akupuntur, Totok Wajah,...

Instruktur Senam Pelentur Otot

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Memadukan Yoga, Akupuntur, Totok Wajah, Refleksi, Bela diri Jepang dan senam dari seorang kiyai, alhamdulillah bisa menyembuhkan seorang teman yang mengalami gangguan pernapasan dan lambung. Semuanya dipadukan menjadi satu rangkaian gerakan yang harmonis.

Saat berangkat ke Shalat Center Bandung, ku perhatikan fisik seorang teman kurang fit. Akhirnya ku janjikan untuk diterapi. Selama 2 hari, saya membimbingnya setiap pagi. Alhamdulillah lendir dari saluran pernapasan dan asam lambungnya bisa dikeluarkan tanpa obat kimia hanya dengan latihan berbagai gerakan kombinasi. Tanpa obat, pernapasannya lancar dan lambungnya bisa terasa lebih baik. Walau rangkaian kegiatan full, namun fisiknya terjaga cukup baik.

Bertemu dengan banyak orang, ku punguti berbagai gerakan. Saat ini rangkaian gerakan tersebut mulai ku ajarkan kepada yang lainnya secara rutin. Tadi pagi, di saat acara tadabur alam, beberapa teman menghampiri ku untuk minta diajarkan. Tak disangka ilmu ini menjadi bermanfaat.

Insyaallah dua kali dalam satu bulan, gerakan tubuh ini akan ku ajarkan rutin pada orang lain. Mungkin perlu nama untuk rangkaian gerakan ini. Ku beri nama senam Khudlu' artinya ketundukan anggota tubuh.

Saat acara di puncak awal Nopember lalu, dengan gerakan ini saya mencoba menterapi seorang teman yang tubuhnya mengalami kram di bagia paha, punggung dan betis. Alhamdulillah bisa meringankan sakit ototnya.

Berarti profesiku bisa bertambah lagi sekarang. Menjadi instruktur senam untuk memulihkan otot yang kaku agar lentur dan terapi tubuh dengan membangun imunitas tubuh secara alami.

Allah Penghidup Jiwa Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Cahaya dari mana sumbernya? Andai tidak ada matah...

Allah Penghidup Jiwa

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Cahaya dari mana sumbernya? Andai tidak ada matahari, bumi akan terus diselimuti kegelapan  dan kepekatan. Kemampuan manusia untuk menerangi bumi hanya sebesar lampu-lampu yang menyala di malam hari. Artinya, kegelapan dan kepekatan tetap saja menyelimuti seluruh semesta.

Berapa investasi agar bisa menghadirkan cahaya melalui lampu? Energinya terkuras hanya sebuah lampu. Namun Allah cukup menghadirkan matahari dan bulan untuk menerangi semesta. Andai tidak ada matahari dan bulan, semesta akan membeku. Adakah kehidupan bila seperti ini?

Manusia memilik karakter dasar berkeluh kesah, bodoh, tergesa-gesa, itulah yang digambarkan oleh Al Qur'an. Andai tak ada yang membimbing dan memberikan hidayah hidup, semesta ini menjadi pergulatan yang mengerikan oleh karakter asli manusia. Mari buka sejarah bagaimana kondisi dunia sejak diangkatnya nabi Isa ke langit hingga diangkatnya Muhammad saw sebagai Rasul? Begitulah kondisi dunia tanpa bimbingan Allah.

Kemuliaan manusia bukanlah kreasi dirinya. Tetapi kreasi Allah pada jiwa kita. Bagaimana kerahman Allah mewarnai jiwa kita? Bagaimana agar Allah membersihkan jiwa kita?  Bagaimana agar Allah menerangi jiwa kita? Tanpa Allah, takkan ada kebaikan sedikitpun pada diri kita. Itulah kunci melakukan perbaikan dan revolusi diri. Bukalah hati. Bukalah mata hati agar Allah menerangi hati kita.

Akhlak dan karakter adalah gambaran nyata tentang kita. Adakah kerahmanan Allah pada jiwa? Keburukan akhlak dan karakter bertanda acuhnya Allah. Bukan karena Allah tak mau menyapa, tetapi kitalah yang menutup pintu tersebut. Kitalah yang memutuskan semua sebab tersambungnya jiwa kita kepada Allah.

Menyibukkan diri dengan beribadah. Menyibukkan diri dengan zikir. Menyibukkan diri berjihad. Menyibukkan diri dengan berkhalwat pada Allah. Mengkoneksikan semua kiprah dan karya kepada Allah. Itulah cara membuka pintu agar Allah mengkaruniakan semua kemuliaan dan kehormatan. Itulah cara membuka pintu keberkahan dan kemenangan. Itulah cara meraih ilmu yang ada di semesta ini. Tak ada cara lain selain itu.

Andai paham bahwa seluruh kebaikan itu berasal dari Allah bukan dirinya. Maka yang paling harus waspada adalah mereka yang bertakwa. Dalam ketakwaan ada peluang ketergelinciran. Dalam kemaksiatan ada peluang kesadaran untuk kembali kepada Allah. Itulah mengapa para wali Allah, rasa takutnya pada Allah lebih mendominasi. Khawatir Allah mencabut semua karunia dan keutamaan-Nya. Jadi tak pantas ada rasa kebanggaan dengan ketakwaan. Tak pantas mencela dan menghina orang lain karena merasa lebih bertakwa. Karena takwa itu sebuah karunia Allah.

Fokuskan hidup hanya untuk berdekatan bersama Allah. Fokuskan Allah dalam semua karya dan kiprah kita. Bergerak dan semua helaan nafas harus tertuju pada Allah. Tak boleh sedikitpun ada tang merampasnya. Disitulah titik awal meraih sebuah kehormatan dan kemuliaan dari Allah. Hidup itu sangat mudah. Jalan hidup sangat mudah. Kitalah yang tak paham cara untuk menjalaninya.

Sangat Mudah Mengubah Arah Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rezeki itu datangnya dari Allah. Hanya deng...

Sangat Mudah Mengubah Arah

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rezeki itu datangnya dari Allah. Hanya dengan ilham rasa lapar pada perut manusia dan hewan, tercipta roda perekonomian dunia yang luar biasa. Industri pangan tumbuh, kuliner berkembang, industri olahan dan pertanian berputar. Dengan ilham rasa lapar, milyaran manusia bergerak, berkarya, saling terkoneksi dan bekerjasama.

Hanya dengan mengilhamkan keindahan sebuah suara dari telinga, keindahan pandangan mata,  berapa banyak industri kreatif yang munculan?

Hanya dengan memunculkan rasa dingin, industri pakaian tumbuh, mesin pemanas bermunculan. Begitu mudahnya Allah menciptakan pintu-pintu rezeki bagi manusia. Hanya dengan memunculkan sebuah rasa dan ilham pada jiwa manusia, roda dan arah perekonomian dan bisnis akan berubah totalitas dari apa yang pernah ada.

Begitu mudahnya Allah menghancurkan kekuasaan para penguasa. Cukup mengilhamkan rasa cinta pada seseorang, pilihannya akan berbalik arah. Cukup mengilhamkan kebutuhan dan keinginan baru pada manusia, kerajaan bisnis yang besar yang kokoh akan rontok seketika. Jiwa manusia tetap lemah sekuat apapun dirimu di dunia ini.

Allahlah yang memberikan dan mencabut kekuasaan. Allah yang memberikan dan mencabut kejayaan dan kekayaan sekehendaknya tanpa ada yang bisa menghalanginya.

Menikmati Kekecewaan Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Menikmati kekecewaan. Kekecewaan adalah penyadara...

Menikmati Kekecewaan

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Menikmati kekecewaan. Kekecewaan adalah penyadaran agar tidak bergantung pada makhluk. Agar hidup hanya bergantung dan mengandalkan pada Allah.  Kekecewaan untuk memalingkan diri dari makhluk kepada Allah semata. Kekecewaan sebuah peneguhan kelemahan manusia. Jadi mengapa tak bersegera menuju Allah? 

Kita harus terbiasakan dengan kekecewaan. Karena kita berinteraksi dengan manusia yang lemah dan banyak kekurangan. Manusia itu miskin tak bisa memberikan yang melampaui kekuatannya. Mereka masih membutuhkan apa yang berada dalam genggamnya. Kekecewaan agar kita menguatkan interaksi dengan Allah bukan kepada makhluk.

Kecewa lahir karena merasakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, antara kebutuhan dan pemenuhan. Dalam kekecewaan, Allah sedang menunjukkan ke Maha Kuasa-Nya. Allah sedang menunjukkan ke Maha Perkasaan-Nya bahwa kita tak berdaya mewujudkan harapan tanpa pertolongan Allah. Yang mengandalkan manusia dan dirinya pasti menuai kekecewaan. Mengapa bersandar pada yang lemah? Yang tak bisa menciptakan kemaslahatan? 

Jangan pernah mengklaim keburukan kepada mereka yang mengecewakan, bisa jadi mereka sudah berusaha maksimal untuk mewujudkannya, sudah menguras energi, waktu dan kemampuannya. Namun takdir yang belum berpihak. Pertanyaanya, mengapa Allah memalingkan harapan? Ini yang perlu direnungkan. Ini yang harus dikaji dan dipahami. Mari melihat ke dalam.

Agar kecewa menjadi energi perbaikan diri, fokuslah pada mereviuw perjalanan dan keputusan kita sendiri. Apa yang harus diperbaiki? Apa yang harus dikembangkan? Apakah harus memutar haluan?  Kecewa harus memberikan energi positif sehingga kekecewaan akan terbayar lunas dengan berbagai perbaikan yang dilakukan.

Kecewa adalah bagian pembelajaran. Buah dari eksperimen hidup. Bagian dari ujian kehidupan. Apakah memiliki stamina hidup? Apakah memiliki ketegaran dan keteguhan? Bila kekecewaan bisa ditaklukan maka perjalanan akan terus dilanjutkan. Bila dihancurkan oleh kekecewaan, yang ada hanya berdiam diri dan takut melangkah karena cahaya masa depan tertutup kabut kekecewaan.

Semua rasa dan asa adalah ujian hidup. Semua keberhasilan dan kegagalan adalah ujian hidup. Kaya dan miskin adalah ujian hidup. Bisikan kebaikan dan keburukan adalah ujian hidup. Selalu berhati-hatilah dalam setiap kesempatan. Karena syetan selalu membisikkan dari tempat-tempat dan cara-cara yang tersembunyi. Syetan bisa membalikan ketaatan kepada Allah menjadi sebuah jalan menuju neraka.

Dibalik kekecewaan ada anugerah Allah. Rasakan dan nikmatilah. Semua kejadian sebenarnya biasa saja, bila dikembalikan kepada Allah. Saat nafsu menguasai manusia. Saat nafsu yang berbicara, semua kekecewaan akan menimbulkan ketidakberdayaan hingga menghancurkan dirinya. Jiwa ini lebih berharga dari alam semesta. Mengapa dihinakan dengan sebuah kekecewaan?  

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)