basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Sirah Nabawiyah

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyah. Tampilkan semua postingan

Karakter Bangsa Arab di Era Romawi dan Persia Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bisakah bangsa Arab dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain...

Karakter Bangsa Arab di Era Romawi dan Persia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bisakah bangsa Arab dikalahkan oleh bangsa-bangsa lainnya? Hanya Jazirah Arab yang tidak dijajah oleh Persia dan Romawi. Hanya bangsa Arab yang jiwanya masih merdeka, bersih dan mulia. Itulah sebabnya Allah tidak mengutus nabi terakhir dari bangsa Persia, Yunani, India dan Romawi walaupun mereka memiliki peradaban dan ilmu pengetahuan  tinggi.

Menurut Prof Dr Ali Muhammad Shalabi dalam bukunya Sirah Nabawiyah, bangsa Arab adalah bangsa yang sabar menghadapi musibah, tabah menghadapi cobaan dan rela walaupun hanya mendapatkan yang sedikit. Penyebabnya, alam yang telah menempanya.

Terbiasa hidup di kawasan gurun pasir kering yang sulit ditemukan mata air dan ladang. Mendekati gunung yang terjal dan berjalan jauh di bawah teriknya matahari. Tak memperdulikan cuaca panas dan dingin. Rintangan perjalanan dan jauhnya jarak tempuh bukanlah masalah baginya.

Masyarakat Arab berkomentar tentang makanan, "Makan terlalu kenyang dapat menghilangkan kecerdasan. Mereka juga menanggap aib jika seseorang rakus dan gemar makan. Sebuah syair menjelaskan, "Manakala tangan-tangan berebut meraih perbekalan, maka aku bukanlah orang tercepat di antara mereka, karena yang paling rakus di antara mereka pastilah dia yang paling cepat."

Masyarakat Arab, selain dikenal berpostur tangguh, juga memiliki jiwa yang kuat dan besar. Ketika kedua sifatnya berpadu, maka ia dapat melakukan sesuatu yang mengagumkan dan luar biasa. Dalam duel pertarungan, saat musuh terkalahkan, mereka memaafkan dan meninggalkannya. Mereka tidak mau melukai dan membunuhnya.

Saat bangsa Arab di jazirah Arab menjaga karakter ini, mereka tidak mampu dikuasai musuhnya, bukan karena alasan alamnya semata tetapi karena karakternya juga. Namun saat menanggalkannya, maka kabilah Arab di Syam dan Yaman menjadi bagian kekuasaan Persia dan Romawi.

Sekarang, dimana karakter bangsa Arab yang masih terjaga? Karakter ini masih terjaga di rakyat Palestina. Agresi penjajah Israel ke Gaza mempertontonkan karakter rakyat Gaza yang sabar, teguh, tabah, namun memiliki jiwa yang kuat dan tangguh untuk mengadapi keganasan genosida penjajah Israel. Itulah karakter bangsa Arab yang asli.

Sumber:
Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al-Kautsar

Saling Menopangnya Keluarga Abdul Muthalib Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Saling menopang, itulah salah satu karakter keluarga Abdu...

Saling Menopangnya Keluarga Abdul Muthalib

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Saling menopang, itulah salah satu karakter keluarga Abdul Muthalib sang kakek Rasulullah saw. Saat ayah dan ibunya Rasulullah saw wafat, pengasuhan diserahkan kepada kakeknya, Abdul Muthalib. Saat sang kakek wafat, pengasuhan Rasulullah saw diserahkan ke Abu Thalib, sang paman. Sang paman mencintai Rasulullah saw melebihi cintanya pada anak-anaknya.

Abu Thalib bukanlah orang kaya. Oleh karena itu, untuk membantu dan meringankan bebannya, Rasulullah saw ikut mengembalakan kambing milik seorang penduduk Mekkah. Upah pengembalaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga pamannya. Rasulullah saw juga membantu pamannya berdagang.

Saat Rasulullah sudah menikah dengan Siti Khadijah, kondisi kehidupan sang paman tidak juga berubah. Ditambah lagi anak-anak sang paman semakin bertambah pula, tanggungan hidup semakin berat. Belum lagi, bila masa paceklik datang. Rasulullah saw terpanggil untuk meringankan beban sang paman.

Rasulullah saw pun mendatangi rumah sang paman lainnya yaitu Abbas bin Abdul Muthalib.  Tujuannya, bermusyawarah memecahkan beban berat kehidupan yang dialami Abu Thalib, yang merupakan saudara kandung dari Abbas bin Abdul Muthalib tetapi berbeda ibu. Apa yang didiskusikan?

Rasulullah saw. berkata kepada Abbas, salah seorang pamannya yang lain, “Sesungguhnya saudaramu, Abu Thalib banyak anaknya, sedangkan sekarang ini seperti yang engkau lihat sedang musim paceklik. Marilah kita pergi kepada Abu Thalib untuk meringankan bebannya. Engkau mengambil seorang di antara anak-anaknya, dan aku pun akan mengambil seorang anaknya pula.”

Lalu mereka berdua berangkat menuju ke rumah Abu Thalib. Keduanya langsung mengemukakan maksudnya, dan Abu Thalib pun mau menerima usul mereka berdua. Akhirnya Al-Abbas mengambil Ja’far bin Abu Thalib, sedangkan Nabi Muhammad saw. mengambil Ali bin Abi Thalib untuk diasuh dan diperlakukan sama dengan anak-anaknya yang lain. Kelak Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah Rasyidin ke-4. Sedangkan Jafar bin Abu Thalib, menjadi utusan Rasulullah saw ke raja Najasi dan panglima perang Mu'tah.

Dalam keluarga Abdul Muthalib, kakek Rasulullah saw, telah tertanam budaya saling meringankan beban sesama kerabat, hingga ke pengasuhannya. Kerabat ada satu tubuh. Dihimpunkan oleh Allah untuk saling mengisi dan menopang.

Sumber:

https://bincangsyariah.com/khazanah/alasan-sahabat-ali-bin-abi-thalib-diasuh-nabi-sejak-kecil/

https://islamdigest.republika.co.id/berita/qizr1k335/silsilah-anak-dan-istri-abdul-muthalib-bin-hasyim

Saat Munafikin Menghianati Yahudi Madinah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Surat Al-Hasyr 12-13 berkisah tentang penghianat Munafikin...


Saat Munafikin Menghianati Yahudi Madinah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Surat Al-Hasyr 12-13 berkisah tentang penghianat Munafikin kepada Yahudi bani Nadhir di Madinah. Berjanji menolong. Ditunggu bantuannya, namun tidak pernah datang. Padahal perang terhadap Rasulullah saw diproklamirkan. Peperangan pun sudah dimulai dan berlangsung sengit.  Akhirnya, Yahudi bani Nadhir menyerah. Meninggalkan benteng dan semua kekayaannya. Munafikin yang berjanji akan bersama mereka bila terusir dari Madinah, ternyata tidak mengikuti jejaknya pula. Munafikin berkhianat kepada siapapun.

Saat perang Khaibar, kabilah kafir Arab Ghafatan berjanji akan membantu Yahudi Khaibar. Namun Rasulullah saw membuat strategi, seolah-olah akan menyerang kabilah Ghafatan, lalu berbalik menyerang Yahudi Khaibar. Rasulullah saw mengepung Yahudi Khaibar. Namun kabilah Ghafatan tidak juga datang membantu. Satu per satu benteng Khaibar berhasil ditaklukkan. Pada akhirnya, Yahudi Khaibar pun berjuang sendirian, lalu terusir dari Hijaz.

Kabilah Arab Quraisy, Ghafatan, Munafikin dan Yahudi pernah membangun aliansi strategis yang sangat kuat, terutama puncaknya di perang Ahzab atau Khandaq. Mereka mengepung Muslimin di Madinah dari luar dan dalam, dari seluruh penjuru. Mengapa aliansi ini tiba-tiba melemah?

Munafikin menghianati Muslimin pada perang Badar dan Uhud, agar mental Muslimin jatuh dengan mundur dari pertempuran. Namun sekarang, mengapa menghianati Yahudi? Sehingga seluruh kabilah Yahudi terusir dari Hijaz? Kekuatan Yahudi hanya diperalat untuk kepentingan Munafikin. Abdullah bin Ubay memanfaatkannya untuk melemahkan kekuatan Rasulullah saw di Madinah.

Munafikin menjerumuskan Yahudi Madinah untuk melawan dan menghancurkan Muslimin seperti syetan yang menjerumuskan setiap manusia untuk mendurhakai Allah. Namun, syetan berlepas diri dari tanggungjawab tersebut, saat orang kafir mengatakan bahwa yang menjerumuskannya adalah syetan. Ini dijelaskan dalam surat al-Hasyr ayat 16.

Ikatan rapuh aliansi Kafir Quraisy, Ghafatan, Munafikin dan Yahudi, setelah kaum Muslimin mampu menandingi kekuatan Quraisy. Apalagi setelah Kafir Quraisy menandatangani perjanjian Hudaibiyah. Maka aliansi Ghafatan, Munafikin dan Yahudi hanya sekedar berbagi informasi saja tentang gerakan Muslimin yang bisa membahayakan mereka, tidak ada gerakan aliansi gabungan pasukan bersama lagi.

Aliansi strategi yang kuat hanya pada mereka yang tidak memiliki penyakit hati. Yang tidak ada kedengkian dan ketamakan. Selama hatinya kotor, maka kedengkian dan ketamakan yang menghancurkannya. Hati bersih hanya milik Mukminin saja, yang mencintai dan berorientasi pada kehidupan akhirat.

Dalam 9 Tahun, Penyintas Kemiskinan Ekstrem Bisa Mendanai  Perang Melawan Romawi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Kemiskinan ekstrem, ...

Dalam 9 Tahun, Penyintas Kemiskinan Ekstrem Bisa Mendanai  Perang Melawan Romawi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Kemiskinan ekstrem, salah satu tantangan Indonesia. Dengan tolak ukur kemampuan daya beli yang dikeluarkan Bank Dunia sebesar US$1,9 atau Rp29.461 per hari, maka pada Maret 2023 yang hidup pada kemiskinan ekstrem mencapai 3,1 juta. Namun bila mengacu pada ukuran sebelumnya, US$3 atau Rp46 ribu per hari, maka 40% warga miskin ekstrem di Indonesia membengkak menjadi 40%. Bagaimana menuntaskannya? Padahal penanggulangan kemiskinan sudah dimulai sejak kemerdekaan dan sudah terjadi pergantian kekuasaan yang panjang.

Saat Allah memerintahkan hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin meninggalkan kekayaan di Mekah. Kekayaan mereka dirampas. Perbekalannya habis selama perjalanan. Muhajirin tak memiliki apa-apa lagi.

Tiba di Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Dari persaudaraan ini, ada kaum Anshar dengan sukarela memberikan kelebihan hartanya. Ada yang menyerahkan pohon kurma dan lahan pertanian mereka untuk digarap oleh Muhajirin dengan sistem bagi hasil. Bahkan, ada yang memberikan harta mereka tanpa syarat.

Seorang Anshar berkata kepada Rasulullah saw, "Apabila Anda menghendaki, ambillah rumah-rumah kami!" Namun Rasulullah saw menolaknya dengan halus. Rasulullah saw justru membangun rumah untuk para Sahabatnya di tanah-tanah hibah kaum Anshar dan di lahan-lahan yang tak bertuan.

Beberapa orang Anshar berkata kepada beliau, "Bagilah hasil kurma kami dengan mereka (Muhajirin)." Beliau menjawab, "Jangan! Cukuplah kalian membantu mereka dengan mengikutsertakan mereka dalam merawat pohon-pohon itu, lalu membagi dua hasilnya."

Beberapa orang Anshar berkata, "Kami akan membagi rata harta  kami dengan mereka." Rasulullah saw menjawab, "Mereka adalah kaum yang tidak mengenal pekerjaan kalian (bertani), jadi berikan mereka tanggung jawab yang lain dan bagi hasil kalian dengan mereka."

Kisah Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Rabi. Saad berkata kepada Abdurrahman bin Auf, "Aku adalah orang Anshar terkaya. Aku akan membagikan setengah dari hartaku kepadamu." Namun Abdurrahman bin Auf menjawab, "Aku tidak membutuhkan semua itu. Tunjukkan saja kepadaku di mana aku dapat berdagang." Saad pun menunjukkan kepadanya pasar Bani Qainuqa."

Maka, Abdurrahman bin Auf pun pergi ke pasar dan kembali dengan membawa keuntungan berupa keju dan minyak samin. Kemudian, sejak itu ia terus berdagang di pasar hingga bisa mandiri dan hidupnya tidak lagi tergantung kepada saudaranya.

Pola kerjasama ini terus berlangsung, hingga pada tahun ke-5 Hijriyah, Rasulullah saw mengembalikan semua kebun kurma pemberian kaum Anshar setelah Bani Quraizah ditaklukkan. Pada tahun ke-7 Hijriyah, setelah perang  Khaibar, seluruh kaum Muhajirin tidak bergantung lagi kepada kaum Anshar. Pada tahun ke-9 Hijriyah, kaum Muhajirin membiayai perang Tabuk, sebuah pertempuran melawan Romawi di Syam. 

Peluang Profesi Petani di Akhir Zaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar Fakta, dari 30 juta petani di Indonesia, hanya 2,5 juta yang da...


Peluang Profesi Petani di Akhir Zaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Fakta, dari 30 juta petani di Indonesia, hanya 2,5 juta yang dari kalangan milenial. Ini sangat mengkhawatirkan, Indonesia menghadapi ancaman terputusnya regenerasi petani. Di sejumlah daerah, 80 persen petaninya berusia 50 tahun ke atas. Pertanian dianggap tidak menjanjikan untuk masa depan. Apakah seperti itu?

Persoalan dunia adalah soal pangan. Setiap hari manusia lahir, mengapa yang terjun menjadi petani justru berkurang? Siapakah yang akan memberi makan? Akibatnya, harga pangan terus naik. Di masa lalu, pernah ada kondisi, satu kilo gandum, ditukar dengan satu kilo emas.

Saat terjadi krisis ekonomi 1998. Sektor apa yang menyelamatkan? Saat pandemi Covid-19, sektor apa yang menyelamatkan? Sekali lagi sektor pertanian. Sabda Rasulullah saw, bila esok kiamat atau terjadi tragedi kehancuran, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah menanam pohon. Pertanian adalah penyelamat dari kehancuran.

Gambaran surga itu penuh dengan taman, kebun dan air yang mengalir. Profesi apa yang bergelut dengan semua ini? Gambaran hari Kiamat digambarkan dengan tanah mati yang disiram dengan air hujan, lalu muncul tanaman hijau dan buah-buahan. Gambaran kenikmatan dunia, digambarkan dengan pertanian. Tumbuh, panen, lalu mati. Pertanian bukan sekedar pencarian nafkah, tetapi memuat perumpamaan yang esensial akan iman, Hari Kebangkitan dan kehidupan dunia.

Bertani itu bersedekah kepada alam semesta. Dari daunnya mengeluarkan oksigen. Dari akarnya menahan air. Dari ranting-rantingnya mengeluarkan buah. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Margin keuntungan pertanian itu paling besar. Juga berkesinambungan. Satu biji yang tumbuh, akan menghasilkan buah yang tak terhitung selama umur pohon tersebut. Oleh karena itulah, kisah orang kaya di Al-Qur'an digambarkan dengan para pemilik kebun. Kemakmuran kaum Saba dikisahkan dengan sebuah kota yang berada di sebuah lembah dengan sisi kanan dan kirinya dipenuhi dengan kebun.

Pengelolaan kebun dalam Al-Qur'an yang membuat pemilik kebun kaya karena terdiri dari ragam tanaman. Sisi pinggirnya pohon kurma. Di tengahnya pohon anggur. Pohon kurma berbuah sepanjang masa dalam jangka waktu yang lama setelah melewati umur tertentu. Pohon anggur lebih cepat berbuah namun tidak selama pohon kurma. Kombinasi ragam pepohonan merupakan pengelolaan ragam penghasilan dan keuangan agar tidak pernah berhenti setiap saat.

Menyuburkan tanah amatlah mudah. Al-Qur'an hanya berkisah tentang air hujan saja untuk menumbuhkan pohon dan menghasilkan buah. Pengelolaan tanahnya hanya bagaimana air hujan meresap maksimal ke dalam tanah? Bagaimana agar air mengalir? Bagaimana ekosistem hewan tanah hidup nyaman? Sumber kesuburan tanah berasal dari langit dan  udara, tanah hanya tinggal menampungnya saja. Pengelolaan sampah baik membuat tanah subur sendiri.

Dunia semakin terbuka dan terhubung. Dalam kondisi seperti ini, yang menjadi raja adalah mereka yang menggenggam industri hulu. Industri hulu itu salah satunya ada pertanian. Kelak petani akan terhubung langsung dengan konsumen akhir. Bila ini tercipta, margin keuntungan petani akan semakin membesar. Oleh sebab itu, HM Sampoerna berani melepaskan industri rokoknya untuk beralih ke perkebunan. Bill Gates merambah industri pertanian menjadi pemain terbesar di Amerika.

Perang Ukraina memberikan gambaran betapa pentingnya industri pertanian. Ukraina bergolak  harga pangan bergolak. Suplai chain pangan dunia terganggu. Hingga Turki turun tangan menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina agar perang tidak menganggu suplai chain pangan dunia.

Rasulullah saw berhijrah ke Madinah untuk mengokohkan pondasi dakwah di bidang ketahanan pangan. Madinah adalah kota pertanian. Keahlian utama penduduknya adalah pertanian. Di setiap selesai pertempuran Rasulullah saw salah satu yang menjadi keputusan terpenting adalah bagaimana mengelola tanah hasil rampasan perang agar menjadi industri pertanian yang kokoh dan berkesinambungan.

Jibril Selalu Mendatangi Rasulullah saw untuk Melawan Kejahatan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar Dalam Al-Qur'an, Allah men...

Jibril Selalu Mendatangi Rasulullah saw untuk Melawan Kejahatan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Dalam Al-Qur'an, Allah mengutus malaikat untuk melindungi mukmin dari depan dan belakang. Mereka bergilir menjaga manusia di setiap pagi dan petang secara bergantian dengan hilir mudik ke langit. Dalam setiap kondisi yang mencekam, menakutkan dan mengkhawatirkan, setiap mukminin dibisikan ketentraman oleh para malaikat. Bahkan malaikat yang bertasbih pun senantiasa  memohon ampun bagi mukminin.

Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah saw saat menurunkan wahyu. Namun ada peristiwa lain, dimana Jibril selalu menjumpai Rasulullah saw, yaitu bila Yahudi melakukan kejahatan. Saat Rasulullah saw mengalami sakit yang tak kunjung sembuh di Mekah, Jibril menginformasikan sihir yang ditanam di sebuah subur. Lalu, Jibril mewahyukan tiga surat terakhir dalam Al-Qur'an. Yaitu, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Saat Yahudi Bani Quraizah melakukan penghianatan di perang Ahzab dengan melakukan makar bersama Suku Quraisy dan seluruh kabilah Arab, Jibril mendatangi Rasulullah saw. Jibril langsung mengajak Rasulullah saw untuk memerangi Yahudi Bani Quraizah. Pedang harus tetap terhunus. Setelah iti, Jibril bergerak cepat menuju benteng Yahudi Bani Quraizah.

Rasulullah saw bergerak cepat menyusul Jibril. Selama perjalanan, Rasulullah saw bertanya kepada para Sahabat yang disusulnya, " Apakah ada yang mendahulukan mereka?" Rasulullah saw menjelaskan bahwa yang menyusul mereka adalah Jibril yang hendak menghancurkan benteng Yahudi Bani Quraizah dan memasukkan ketakutan ke dalam hati mereka.

Rasulullah saw mendatangi benteng Yahudi Bani Nadhir untuk berkomitmen atas perjanjiannya. Rasulullah saw dipersilahkan masuk ke sebuah rumah. Ternyata di rumah tersebut telah direncanakan pembunuhan terhadap Rasulullah saw dengan hendak menjatuhkan batu dari atap rumah. Jibril pun datang menginformasikan rencana kejahatan tersebut. Rasulullah saw bergerak pergi dari rumah. Yahudi Bani Nadhir terheran-heran mengapa tiba-tiba Rasulullah saw pergi?

Saat perang Khaibar, wanita Yahudi menyediakan makanan kesukaan Rasulullah saw. Berupa paha daging yang ternyata telah dilumuri racun. Saat Rasulullah saw mulai memakan daging tersebut, namun belum sempat ditelan, Jibril datang menginformasikan kepada Rasulullah saw akan racun tersebut. Rasulullah saw segera memuntahkannya.

Dalam semua pertempuran dengan Yahudi, Jibril selalu datang, kecuali dipertempuran dengan Yahudi Bani Qainuqa. Jibril mendatangi Rasulullah saw untuk menginformasikan rencana jahat intelejen yang licik, memberikan semangat bertempur, menghancurkan benteng dan infrastruktur militer dan menghujamkan rasa ketakutan yang mencekam ke dalam hati Yahudi. Bukankah ini yang terjadi di pertempuran Gaza?

Di pertempuran Gaza, infrastruktur militer darat penjajah Israel begitu mudah dihancurkan. Tekanan mental menyebabkan ketakutan mencekam sehingga kemampuan tempur mereka hancur hingga menolak untuk bertempur. Itukah tanda pertolongan Allah melalui para malaikat-Nya?

Para Mediator Yahudi Madinah, Saat Mereka Terdesak Oleh: Nasrulloh Baksolahar Yahudi Madinah memiliki mata-mata di kota Madinah....

Para Mediator Yahudi Madinah, Saat Mereka Terdesak

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Yahudi Madinah memiliki mata-mata di kota Madinah. Mereka juga  memiliki mediator dan negosiator ulung yang hidup bersama kaum Muslimin di kota Madinah. Saat terdesak atau kalah, Yahudi menggunakan tangan-tangannya. Namun bila merasa kuat, mereka mengancam dan memerangi Muslimin. Bukankah, ini pun menjadi fenomena penjajah Israel?  Bila terdesak, mereka menggunakan tangan Amerika, Barat dan sekutunya sebagai mediatornya.

Setelah perang Uhud, Yahudi Bani Nadir berulah. Mereka merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah saw. Caranya dengan menimpakan batu besar dari atas loteng rumah saat Rasulullah saw berkunjung ke benteng Yahudi Bani Nadhir. Sebelum aksinya terlaksana, malaikat Jibril menginformasikan rencana jahat tersebut. Rasulullah saw selamat. Yahudi Bani Nadhir sudah menghianati perjanjian. Rasulullah saw memerintahkan mereka untuk meninggalkan Madinah, namun mereka melawan.

Abdullah bin Ubay, tokoh Munafikin Madinah, mengirimkan utusan. Pesannya, "Kuatkan hati kalian, bertahan dan jangan tinggalkan rumah kalian, aku mempunyai 2.000 orang yang siap  bergabung bersama kalian di benteng kalian. Mereka siap mati demi membela kalian. Dari kabilah Ghathafan tentu juga akan mengulurkan bantuan pada kalian."

Pemimpin Yahudi Bani Nadhir menjadi sangat percaya diri. Dia pun mengirimkan utusan ke Rasulullah saw. Pesannya, "Kami tidak akan keluar dari tempat tinggal kami. Berbuatlah menurut kehendakmu." Yahudi Bani Nadhir mempunyai pasukan yang diandalkan dan tidak mudah bagi mereka untuk menyerah. Rasulullah saw segera menyiapkan pasukan dengan Ali bin Abi Thalib sebagai panglimanya.

Pertempuran pun terjadi. Yahudi Bani Nadhir dari balik benteng melancarkan serangan dengan anak panah dan batu. Kebun kurma dan ladang mereka pun cukup membantu untuk pertahanan selain bentengnya. Ternyata, Abdullah bin Ubay, kabilah Ghathafan dan Yahudi bani Quraizah tidak datang. Akhirnya Yahudi Bani Nadhir menyerah.

Di perang Bani Quraizah. Yahudi berkhianat di perang Khandaq. Jibril mengajak Rasulullah saw untuk memerangi Bani Quraizah. Rasulullah saw segera mengirimkan pasukan 3.000 orang dengan panglimanya Ali bin Abi Thalib. Rasulullah saw mengepung mereka. Mereka pun menyerah. Mereka meminta mediator kepada Rasulullah saw pasca kekalahan mereka.

Yahudi Bani Quraizah menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah saw atas kekalahan mereka. Mereka meminta kepada Rasulullah saw untuk mengirimkan mediator dari kalangan muslimin yang dahulunya pernah menjadi sekutu mereka dengan harapan hukuman yang ringan atas penghianatan mereka. Mereka meminta Abu Lubabah dan Saad bin Muaz sebagai mediatornya. Akhirnya, laki-laki dewasa Yahudi Bani Quraizah dibunuh seluruhnya karena penghianatannya.

Begitulah Yahudi. Bila merasa kuat mereka akan menghabisi muslimin walaupun mereka sudah berjanji untuk saling bekerjasama dan membangun. Namun disaat terpojok, mereka akan mencari para mediator dan negosiator yang diharapkan mampu meringankan hukumannya. Saat penjajah Israel terpojok, pasti mereka meminta Amerika, Barat dan sekutunya sebagai mediatornya.

Sumber:
Sirah Nabawiyah, Mubarakfury, Ummul Qura
Sirah Nabawiyah, Abdul Hasan An Nadwi, Quanta

Ajakan Jibril untuk Memerangi Yahudi Bani Quraizah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Setiba di Madinah, Rasulullah saw membuat perjanj...

Ajakan Jibril untuk Memerangi Yahudi Bani Quraizah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 



Setiba di Madinah, Rasulullah saw membuat perjanjian dengan Yahudi. Isinya, Muslimin dan Yahudi hidup bersama-sama sebagai suatu bangsa. Jika Madinah diserang oleh musuh dari luar, Muslimin dan Yahudi harus mempertahankannya bersama-sama. Dengan perjanjian ini, segenap penduduk Madinah bertanggungjawab dan memikul kewajiban guna menyelenggarakan keamanan, menjamin keselamatan dan membela setiap serangan musuh.

Di perang Khandak, Madinah dikepung oleh 10.000 pasukan gabungan suku Quraisy dan hampir seluruh kabilah Arab selama 24 malam. Saat itu situasinya sangat genting. Peperangan berlangsung hingga malam. Bahkan ketika itu, Rasulullah saw sampai tidak sempat shalat Zuhur dan Ashar. Beliau bersabda, "Kita terlalu sibuk berperang sehingga lupa belum shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi kuburan mereka dengan api neraka." (HR. Bukhari).

Di situasi yang genting. Yahudi Bani Quraizah melakukan penghianatan. Mereka mencoba menyerang dari dalam Madinah. Namun serangan mereka dapat dipatahkan oleh Shafiyah bin Abdul Muthalib. Bani Quraizah pun membatalkan perjanjiannya. Kondisi ini membuat Sahabat Saad bin Muaz, sekutu Bani Quraizah sebelum kedatangan Rasulullah saw, berkata, "Ya Allah! Jangan Engkau matikan aku sampai Engkau sejukkan mataku dengan Bani Quraizah."

Allah pun menurunkan pertolongan-Nya. Suku Quraisy dan Yahudi Bani Quraizah berselisih. Angin badai, halilintar dan hujan lebat memporakporandakan perkembangan lawan. Mereka pun meninggalkan Madinah. Rasulullah saw dan para Sahabat kembali ke rumah masing-masing.

Setiba Rasulullah saw di rumahnya, tiba-tiba malaikat Jibril datang dan berkata, "Apakah kalian telah meletakkan senjata? Sungguh para malaikat belum meletakkan senjatanya. Aku sendiri sekarang akan menuju Bani Quraizah." Pada riwayat lain, Jibril berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruh engkau untuk menempuh perjalanan menuju Bani Quraizah. Aku bersedia mengalahkan mereka. Nanti aku akan meluluhlantakkan benteng pertahanannya. "

Siti Aisyah menceritakan bagaimana kedatangan Jibril. Dia berkata, "Saya seolah-olah melihat Jibril berada di sela-sela daun pintu. Kepalanya penuh dengan debu." Setelah Jibril pergi, Rasulullah saw memerintahkan muazin untuk mengumandangkan pengumuman, "Rasulullah saw menginstruksikan kepada kalian supaya shalat Ashar (hari ini), kecuali di Bani Quraizah!" Kemudian Rasulullah saw memberi mandat kepada Ibnu Ummi Maktum untuk mengurus Madinah." Dan, menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai panglima perang.

Rasulullah saw bergerak cukup cepat sehingga melewati beberapa Sahabat. Setibanya di As Shaurain sebelum tiba di Bani Quraizah, beliau bertanya kepada para Sahabat, "Apakah ada seseorang yang melewati kalian sebelum aku?"  Mereka menjawab, "Ya, dia adalah Dihyah bin Khalifah al-Kalbi." Rasulullah saw bersabda, "Bukan! Dia itu Jibril yang dikirim kepada Bani Quraizah guna menghancurkan benteng-benteng dan menghujamkan rasa takut ke hati mereka."

Perang melawan Yahudi sangat khusus, Allah yang langsung memerintahkan Rasulullah saw untuk memerangi Yahudi dengan mengutus Jibril, padahal beliau baru saja pulang dari perang Khandaq dan belum beristirahat. Jibril pun memerintahkan Rasulullah saw jangan meletakkan pedangnya tetapi langsung menuju  benteng Bani Quraizah begitupun dengan para Sahabat. Mereka harus langsung bergerak cepat dengan perintah shalat Ashar di Bani Quraizah.

Perhatikan pertempuran di Gaza, siapakah yang memasukkan rasa ketakutan dan menghancurkan infrastruktur militer penjajah Israel?  Mengapa gerakan perlawanan mampu menembus pertahanan penjajah Israel yang sangat canggih? Mungkinkah Jibril telah turun untuk menghancurkan benteng menghujamkan rasa takut ke setiap tentara penjajah Israel seperti saat perang Bani Quraizah?

Sumber:
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw, Moenawar Chalil, GIP
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam, Penerbit Akbar
Sirah Nabawiyah, Abdul Hasan An Nadwi, Quanta

Hijrah Rasulullah saw, Mesinergikan Pusat Perdagangan dan Pertanian Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sensus pertanian 2023 tahap I su...

Hijrah Rasulullah saw, Mesinergikan Pusat Perdagangan dan Pertanian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Sensus pertanian 2023 tahap I sudah dipublikasikan. Hasilnya, terjadi penurunan 2,35 juta unit usaha pertanian jika dibandingkan dengan 2013. Penyebabnya, lahan pertanian yang terus menyempit dan minimnya generasi muda yang mau terjun ke pertanian. Pada sisi lain, import pertanian terus meningkat. Peluang besar, namun peminatnya berkurang? Sesuatu yang sangat ganjil. Bagaimana memecahkan persoalan ini?

Dalam kitab Bidayah wa Nihayah Ibnu Katsir pada peristiwa menjelang Hari Kiamat, seseorang bertanya pada Rasulullah saw tentang apa yang harus dilakukan saat fitnah akhir zaman terus menguat? Rasulullah saw menjawab agar mengurus tanah dan ternak serta mematahkan mata pedang. Di hadist yang lain, Rasulullah saw menjelaskan bila esok Hari Kiamat, maka yang dilakukan adalah menanam pohon. Artinya, semakin mendekati Hari Kiamat terjun ke dunia pertanian semakin menarik dan menguntungkan. Mengapa di Indonesia  justru ditinggalkan?

Hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah, merupakan perubahan dari pusat perdagangan ke pusat pertanian. Mekah sebuah kota perdagangan, jadi rentan mengalami gonjang-ganjing yang tak terduga. Buktinya, saat Rasulullah saw diblokade secara ekonomi oleh Musyrikin Quraisy, Rasulullah saw dan Bani Hasyim mengalami krisis yang parah karena pemenuhan kebutuhan pokoknya mengandalkan barang dari luar, tidak dar hasil bumi sendiri.

Hijrah ke Madinah, membuat fundamental perekonomian Muslimin semakin kuat, karena pertanian dan perdagangan berkolaborasi. Muhajirin sangat ahli berdagang. Sedangkan Anshar sangat ahli bertani. Rasulullah saw mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar bukan sekedar dari sudut keimanan semata tetapi juga sebuah kolaborasi antara kompetensi perdagangan dan pertanian. Nilai tambah pertanian menjadi melonjak luar biasa dengan bertambahnya orang yang terjun mengolah pertanian, menjualnya pun jadi sangat mudah karena Muhajirin sudah teruji soal jaringan bisnis yang luas hingga ke Syam dan Yaman.

Bertambahnya penduduk Muhajirin ke Madinah juga menaikan tingkat konsumsi. Dimana dalam banyak kasus, pertumbuhan perekonomian sebuah negara disebabkan karena naiknya konsumsi dengan meningkatnya jumlah penduduk. Roda perekonomian menjadi terus bergerak. Beberapa negara mengalami penurunan pertumbuhan perekonomian karena kurangnya bayi yang lahir seperti di Jepang.

Daya tahan perekonomian Muslimin di Madinah teruji saat terjadinya perang Khandaq. Walaupun Rasulullah saw dan Sahabat dikepung oleh gabungan pasukan Quraisy dan seluruh kabilah Arab selama beberapa waktu padahal di saat musim paceklik, Muslimin masih kuat karena Madinah memiliki ketahanan pangan yang tinggi dari hasil buminya. Berbeda dengan Mekah, saat distribusi pangan diblokade dari luar, Musyrikin Quraisy mengalami kelaparan sehingga meminta bantuan Rasulullah saw agar pihak yang memblokade segera menghentikan aksinya.

Rasulullah saw juga terus mengembangkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas panen. Rasulullah saw membiarkan seorang Anshar yang mengawinkan pohon kurma dengan teknologi hasil risetnya bertahun-tahun. Awalnya, Rasulullah saw melarang, namun ketika hasilnya menurun, maka Rasulullah saw memerintahkannya untuk dilanjutkan kembali. Sebab, Rasulullah saw lebih paham dunia perdagangan dari pada pertanian.

Rasulullah saw hijrah ke Madinah untuk mengokohkan fundamental perekonomian Muslimin dengan ketahanan pangan yang tidak dimiliki oleh Mekah. Juga meningkatkan nilai tambah pertanian Madinah melalui sinergi dengan Muhajirin yang ahli perdagangan di Mekah. Kekuatan Mekah dan Madinah berpadu  menjadi mercusuar perekonomian di Jazirah Arab. Ingin menggairahkan pertanian dan perdagangan dari kehancuran? Belajarlah kepada Rasulullah saw yang sukses memadukan sektor hilir dan hulu.

Gaza Palestina, Tempat Dagang Terakhir Ayahnya Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar Ayahanda Rasulullah saw, Abdullah bin A...

Gaza Palestina, Tempat Dagang Terakhir Ayahnya Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Ayahanda Rasulullah saw, Abdullah bin Abdul Muthalib, merupakan seorang saudagar.  Saat wafatnya pun ketika sedang menjalankan profesinya sebagai saudagar. Bila Rasulullah saw sudah berdagang di usia belasan tahun, dengan melihat  berdagang sebagai budaya suku Quraisy, maka sebelum menikah dengan Siti Aminah pun, ayahnya Rasulullah saw sudah melakukan perjalanan dagang juga.

Kurang lebih dua atau tiga bulan setelah pernikahannya dengan Siti Aminah, Abdullah bin Abdul Muthalib keluar menuju Syam menuju Gaza (sekarang Palestina) bersama salah satu dari dua kafilah Quraisy dengan membawa barang-barang perniagaan. Saat itu Siti Aminah nampaknya telah hamil.

Palestina (Syam) merupakan tempat tujuan dagang yang paling sering dikunjungi oleh suku Quraisy. Terbukti saat Isra Miraj, Rasulullah saw bertemu dengan kafilah Quraisy yang baru pulang dari Palestina. Suku Quraisy pun sangat hafal secara detail struktur bangunan Masjidil Aqsa. Untuk menguji kebenaran Isra Mirajnya Rasulullah saw, suku Quraisy bertanya seluk beluk Masjidil Aqsa kepada Rasulullah saw. 

Rombongan kafilah dagang Abdullah pun berhasil menyelesaikan perniagaannya dan bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang dari Syam, waktu sampai kota Yatsrib, mendadak dia jatuh sakit. Abdullah pun berkata, "Biarkan aku tinggal disini saja, di tempat paman-pamanku yaitu di lembah Bani Adi An Najjar." Abdullah tinggal di tempat ini selama sebulan. 

Sedangkan teman-temannya segera pulang dan sampai di Mekah. Melihat rombongan Abdullah sudah tiba di Mekah, namun putranya tidak ada, Abdul Muthalib bertanya kepada mereka tentang keberadaan Abdullah.  Mereka memberitahukan bahwa Abdullah tinggal di rumah pamannya di Madinah dalam keadaan sakit.

Abdul Muthalib segera mengutus anaknya yang tertua yaitu Harits untuk menemui Abdullah. Harits mendapatkan adiknya, Abdullah, telah wafat dan dimakamkan di tempat salah satu pemuka Bani Adi bin Najar. Harits pun pulang dan memberitahukan wafatnya Abdullah pada Abdul Muthalib. Abdul Muthalib pun mengalami kesedihan yang mendalam.

Abdullah wafat dalam usia 24 tahun. Saat itu Rasulullah saw berada dalam kandungan dengan usia kurang lebih 3 bulan. Abdullah meninggalkan warisan seorang budak yang bernama Ummu Aiman dan lima ekor unta dan sekumpulan kambing. 


Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Harta Nabi, Abdul Fattah As Saman,  Pustaka Al Kautsar

Ragam Pengalaman Abdul Muthalib Bahwa Nabi Terakhir Berasal dari Keturunannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Abdul Muthalib mencerit...

Ragam Pengalaman Abdul Muthalib Bahwa Nabi Terakhir Berasal dari Keturunannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Abdul Muthalib menceritakan mimpinya ketika tidur di Al-Hijr. Dalam mimpinya, ada sebuah pohon yang tumbuh. Ujungnya menggapai langit. Ranting-rantingnya terbentang ke timur dan barat. Cahayan dari pohon tersebut tidak ada yang menandinginya. Cahayanya lebih besar dari matahari dua kali lipat.

Abdul Muthalib melihat orang Arab dan alam semesta bersujud kepadanya. Setiap saat pohon tersebut bertambah besar dan bertambah pula cahayanya, bertambah pula dahannya.

Kisah ini disampaikan kepada seorang dukun. Mendengar mimpi tersebut sang dukun berubah aura wajahnya. Kemudian dia berkata, "Jika mimpimu ini benar, maka akan keluar dari tulang rusukmu  seorang yang akan menguasai timur dan barat. Manusia akan tunduk kepadanya.

Dalam kisah lain, saat Abdul Muthalib berangkat bersama rombongan menuju Yaman. Dia bertemu dengan seorang laki-laki dari kalangan Yahudi yang sedang membaca kitab Zabur. Orang itu menghampirinya, lalu berkata, "Apakah kau mengizinkanku untuk melihat sebagian badanmu?"

Abdul Muthalib berkata, "Ya, selama itu bukan auratku." Sang Yahudi pun melihat dua lubang hidungnya dan berkata, "Aku menemukan suatu kerajaan pada satu lubang hidungmu dan kenabian pada lubang yang lain."

Sang Yahudi bertanya kembali, "Apakah engkau memiliki istri?" Abdul Muthalib berkata, "Belum." Sang Yahudi menyarankan agar Abdul Muthalib menikah dengan wanita dari Bani Zuhrah agar kenabian berada padanya. Karena sebab itu pula, kelak Abdullah di nikahan dengan Siti Aminah dari Suku Zuhrah.

Saat Abdul Muthalib sudah sepuh pun. Saat dia mewakili Quraisy dalam penobatan raja baru di Yaman. Sang raja mengajaknya berbicara secara rahasia. Sang raja mengungkapkan berdasarkan kitab suci dan kitab kuno, kenabian terakhir berasal dari keturunannya. 


Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar

Kesamaan Sejarah Nabi Ismail dan Ayah Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar Abdul Muthalib bernazar, bila memiliki sepuluh a...

Kesamaan Sejarah Nabi Ismail dan Ayah Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Abdul Muthalib bernazar, bila memiliki sepuluh anak laki-laki maka salah satu dari mereka akan dijadikan kurban. Saat memiliki putra yang ke sepuluh, ia memberikan nama yang tidak biasa  yaitu Abdullah yang berarti Hamba Allah. Padahal umumnya nama anak laki-laki di era tersebut mengacu kepada berhala adalah Abdul Uzza, hamba berhala Uzza, Abdul Manaf, hamba berhala Manaf dan yang sejenisnya.

Abdullah, putra Abdul Muthalib yang paling bagus rupanya dan yang paling dicintainya. Nazar pun dilakukan. Abdul Muthalib mengumpulkan ke sepuluh putranya. Saat diundi, ternyata yang keluar adalah Abdullah. Abdul Muthalib mengambil pisau besar untuk dikorbankan. Abdullah menurut saja apa yang dikehendaki ayahnya.

Eksekusi akan segera dilakukan. Namun sikap Abdul Muthalib ditentang oleh pemuka Quraisy. Apa sebabnya? Bila dilakukan maka akan dicontoh oleh suku Quraisy. Alasannya, Abdul Muthalib adalah wali negara dan memiliki pengaruh luas dan mendalam. Maka nazarnya harus dibatalkan.

Abdul Muthalib pun mendatangi dan membawa Abdullah ke peramal. Maka diganti dengan diyat 10 unta. Namun saat diundi yang keluar tetap Abdullah. Hingga undian ke sepuluh barulah keluar nama unta. Maka, nazar pengorbanan Abdullah ditukar dengan 100 ekor unta. 

Menyikapi peristiwa ini, setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Rasulullah saw bersabda, "Aku anak laki-laki dari dua orang yang disembelih." Maksudnya, Nabi Muhammad saw itu berasal dari keturunan Nabi Ismail dan Abdullah, yang keduanya pernah hendak disembelih oleh ayahnya masing-masing, tetapi tidak jadi. 

Sejak peristiwa tersebut, Abdullah jadi sangat terkenal di Mekah.
Ada kisah sebelum pernikahannya dengan Siti Aminah, walaupun diragukan kebenarannya, ada beberapa wanita yang ingin menikah dengan Abdullah. Imbalannya, wanita tersebut berani mengganti 100 unta yang sudah dikorbankan oleh ayahnya Abdul Muthalib.

Saat Abdul Muthalib menghadap raja Abrahah dari Yaman yang hendak menghancurkan Kabah. Abdul Muthalib meminta 200 unta yang ditahan oleh pasukan Abrahah.  Bila dibandingkan dengan unta yang dikorbankan sebagai pengganti nazarnya Abdullah. Maka kekayaan yang dikorbankan oleh Abdul Muthalib untuk Abdullah sebesar separuh dari hartanya.

Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw, Moenawar Chalil, GIP

Peristiwa Langit Di Malam Kelahiran Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Hassan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah saw yang ah...

Peristiwa Langit Di Malam Kelahiran Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Hassan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah saw yang ahli syair, berkisah saat masa kecilnya. Saat itu dia berusia sekitar 7 atau 8 tahun. Dia berkeliling di waktu subuh di Yatsrib. Dia mendengar suara keras yang belum pernah didengarnya dari sebuah benteng Yahudi di antar benteng Yahudi yang ada di Yatsrib.

Suara keras itu dari seorang Yahudi yang membawa pelita. Yahudi itu berteriak keras, "Wahai para pemuka yahudi!" Panggilan tersebut membuat semua penghuni  benteng berkumpul dan sambil berkata, "Ada apa denganmu?" 

Sang Yahudi yang membawa pelita itu, merupakan Yahudi yang selalu memperhatikan tanda-tanda alam di malam hari. Setiap malam, dia selalu menunggu tanda-tanda dari langit yang menunjukkan lahirnya Nabi terakhir yang ditunggu-tunggu oleh Yahudi. Sebab kedatangan mereka dari segala penjuru ke Madinah untuk menanti datangnya Nabi terakhir.

Sang Yahudi berkata, "Bintang Ahmad ini telah muncul! Bintang ini tidak akan muncul kecuali dengan sebab kenabian. Dan tiada lagi Nabi yang tersisa kecuali Ahmad." Pada riwayat lain, sang Yahudi berkata, "Telah nampak bintang Ahmad yang dilahirkan pada malam ini."

Hasan bin Tsabit masih ingat sosok Yahudi yang melihat bintang Ahmad tersebut. Saat Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Sang Yahudi tersebut justru yang mendustakan kenabian Muhammad saw karena sang Nabi bukan dari kalangan Yahudi.

Siapa saja yang melihat bintang tersebut? Di Mekah, Siti Aminah berkisah di malam kelahiran putranya Muhammad. Siti Aminah melihat bintang-bintang yang memberikan tanda kepadanya. Ada cahaya yang keluar dari bintang tersebut yang menerangi alam dan rumah-rumah, sehingga Siti Aminah tidak melihat kecuali cahaya saja. Cahayanya menerangi istana-istana Syam sehingga ia dapat melihat semua istana itu.

Yang melihat bintang tersebut tidak hanya Siti Aminah tetapi juga Asy Syifa Ummu Abdurrahman. Dia yang membantu kelahiran Siti Aminah. Asy Syifa berkisah bahwa cahaya itu menerangi dirinya sejauh antara timur dan barat, sehingga dia bisa melihat sebagian istana di negri Syam. Kisah ini selalu dikisahkannya sehingga Allah mengutus Rasul-Nya dan dia termasuk yang pertama masuk Islam.

Sumber:
Al Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar

Perang Ahzab: Melawan Kombinasi  Perang Kota dan Blokade Total Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Siapakah yang bisa menahan blokade ke...

Perang Ahzab: Melawan Kombinasi  Perang Kota dan Blokade Total

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Siapakah yang bisa menahan blokade kepungan Musyrikin Quraisy dan sekutunya pada perang Ahzab di Madinah? Siapakah yang bisa menahan pembokongan penghianatan Yahudi Bani Quraizah dari dalam Madinah? Sebuah peristiwa yang sangat mendebarkan yang membuat kaum Muslimin berpikiran "macam-macam" kepada Allah.

Perang Badar dan Uhud sebuah pertempuran terbuka sebuah tempat di luar kota. Hampir seluruh peperangan antara Muslimin dan Musyrikin menggunakan strategi ini. Namun perang Ahzab adalah pertempuran dalam kota yang dipadukan dengan blokade total yang bertujuan melumatkan Rasulullah saw dan para Sahabatnya hingga ke akarnya dan penguasaan Madinah sehingga tidak lagi menjadi markas dan basis dakwahnya.

Perang Ahzab dirancang oleh gabungan Quraisy, kabilah Arab, Munafikin dan Yahudi dengan sangat sempurna. Dilakukan pada saat Madinah sedang menghadapi musim paceklik, keterbatasan pasokan pangan dan air. Saat Madinah baru mulai tumbuh dan sebelumnya sedikit terpukul dengan perang Uhud. 

Dalam keterbatasan sumber daya, strategi Muslimin adalah bagaimana menghindari pertempuran frontal? Bagaimana membatasi akses masuknya lawan dan peralatan tempur musuh ke Madinah sehingga tidak bisa mengerahkan sumber daya dan infrastruktur perang dalam skala besar? Bagaimana menahan musuh di luar Madinah sambil mempermainkan psikologisnya dan memecah belah persekutuannya?

Madinah dikelilingi bukit bebatuan yang terjal dan sulit didaki. Ini dijadikan benteng pertahanan alamiah. Kontur alam yang sulit dan keras merupakan benteng pertahanan yang kokoh. Namun ada bagian Madinah yang terbuka berupa tanah lapang. Bagaimana membatasi pergerakan musuh di tempat ini? Salman al Farisi mengusulkan dibangun parit yang dalam dan lebar, sehingga kuda pun tidak bisa melompatinya.

Setelah menahan musuh di luar Madinah, bagaimana membangun daya tahan masyarakat Madinah? Rasulullah saw mengikat perutnya dengan batu. Banyak kisah para Sahabat saling berbagi makanan dan minuman. Bagaimana mengangkat mentalitasnya? Rasulullah saw menjanjikan menaklukkan Konstantinople dan Roma. Bagaimana memecah belah lawan dan mendapatkan rencana pergerakannya? Rasulullah saw mengutus intelejen Huzaifah bin Yaman ke pasukan sekutu. Juga, seorang yang belum diketahui keislamannya untuk mengadudomba Yahudi, Musyrikin, Quraisy dan kabilah Arab agar saling mencurigai.

Bagaimana bila terjadi inflintrasi dari dalam saat Muslimin sibuk melawan musuh di front terdepan? Rasulullah saw menyiapkan Syafiah binti Abdul Muthalib yang tak terdeteksi oleh Yahudi dan Munafikin. Saat mereka bergerak,  langsung ditumpasnya. Quraisy menunggu berita serangan dari dalam oleh Yahudi dan Munafikin tapi tak terdengar berita. Yahudi menunggu berita serangan di front terdepan oleh Quraisy, namun tak terdengar pula. Dalam kondisi ini, masuklah intelejen Rasulullah saw  mendatangi setiap kubu dengan informasi yang telah dirancang untuk memecahkan belah kepercayaan antara mereka.

Di Perang Ahzab lawan menyerang dengan persekutuan besar dengan  perang kota, blokade totalitas dan infiltrasi dari dalam. Rasulullah saw telah menyiapkan perlawanan dengan strategi  yang tak pernah terduga namun dengan cara sederhana di tengah keterbatasan sumberdaya.

Pengakuan Kemuliaan Kabilah Quraisy Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Suku Quraisy terkuat dan paling dihormati oleh seluruh kabilah d...

Pengakuan Kemuliaan Kabilah Quraisy

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Suku Quraisy terkuat dan paling dihormati oleh seluruh kabilah di Jazirah Arab. Suku Quraisy memiliki jaringan perdagangan yang luas dan kuat dengan Habasyah, Romawi, Persia, dan para penguasa di sekitarnya. Mereka yang berhaji dijamu makan, minum dan tempat tinggal selama berhaji oleh suku Quraisy, terutama Bani Hasyim. Quraisy dimuliakan karena menjadi pelayan bagi manusia yang beribadah di Kabah.

Pedagang dari luar Mekah dizalimi oleh salah satu penduduk Mekah. Para pemuka  Quraisy segera membuat perjanjian Hilf al-Fudul. Yaitu, sebuah persekutuan para pemuka di Mekah, termasuk Muhammad muda, yang terjadi pada abad ke-7 sebelum masa kenabian. Persekutuan ini diadakan untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam perdagangan, yang menjadi urat nadi kehidupan penduduk Mekah. Quraisy dimuliakan karena tak ada perampasan hak dalam perniagaan.

Tak ada yang berani mengusik Mekah dan suku Quraisy. Jauh sebelum peristiwa Ashabul Ukhdud, atau ratusan tahun sebelum Rasulullah saw lahir,  penguasa Yaman Raja Tubba', As'ad Abu Karb al-Himyari,  bermaksud menyerbu Mekah karena ingin merampas kekayaan yang ada di Mekah, namun dilarang oleh para Ahlul Kitab, karena bila dilakukan maka yang hancur bukan Mekahnya tetapi pasukannya sendiri. Akhirnya, berdasarkan mimpi, sang raja memasang Kiswah untuk Kabah. Quraisy dimuliakan karena tempat dimana mereka tinggal.

Saat penobatan raja Yaman, Saif bin Z Yazin al-Himyari, sebagai wakil kisra Persia di Yaman, dia mengundang khusus suku Quraisy. Quraisy memandatkan Abdul Muthalib untuk menjadi duta Quraisy. Di pertemuan ini sang raja melakukan pembicaraan rahasia dengan Abdul Muthalib tentang Nabi akhir zaman dari keturunannya. Dia pun berjanji mengerahkan kekuasaannya untuk membela sang Nabi tersebut. Quraisy dimuliakan karena akan lahir Nabi terakhir dari rahim mereka.

Puncak penghormatan seluruh suku di Jazirah Arab terhadap Quraisy adalah saat kekalahan  raja Abrahah dari Yaman yang menyerbu secara besar-besaran dengan pasukan gajah ke Mekah untuk menghancurkan Kabah. Peristiwa ini sangat mahsyur di Jazirah Arab, sehingga disebut tahun gajah.  Sejak itu, perhitungan waktu peristiwa oleh bangsa Arab dihitung dari  sebelum atau sesudah tahun gajah.


Saat Rasulullah saw wafat. Sebelum jasad Rasulullah saw dikuburkan. Kaum Anshar berkumpul di Saqifah Bani Saidah. Mereka bermaksud mengangkat pemimpin dari kalangan Anshar sebagai pengganti Rasulullah saw dalam mengelola kehidupan mereka. Terjadi tarik ulur, siapakah yang pantas menggantikannya? Kaum Muhajirin atau Anshar? Mereka saling membanggakan kontribusinya. Apa solusinya?

Anshar dan Muhajirin memiliki perannya masing-masing, namun siapakah yang paling mulia dan menjadi pemimpin sejak bangsa Arab ini ada? Umar bin Khatab mengungkapkan kemuliaan suku Quraisy di antara seluruh suku di Jazirah Arab. Maka akhirnya disepakati bahwa pengganti Rasulullah saw dari Muhajirin yang kebanyakan dari Quraisy. Kemulian suku Quraisy karena sejarahnya, ini diabadikan dalam Al-Qur'an.

Nasib Para Dukun, Tukang Sihir dan Ahli Nujum Pasca Diutusnya Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kisra Abrawazir, pengua...

Nasib Para Dukun, Tukang Sihir dan Ahli Nujum Pasca Diutusnya Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Kisra Abrawazir, penguasa Persia, bila menghadapi suatu masalah, ia mengumpulkan para peramalnya yang berjumlah 360 orang, dan berkata, "Lihatlah urusan in! Ada apa sebenarnya?" Ketika Nabi Muhammad saw diutus, keesokan paginya, lengkungan tengah singgasananya retak dan sungai Tigris meluap, bila terus dibiarkan maka kerajaannya akan hancur. Maka dikumpulkanlah para peramal.

Para peramal, yang ahli perdukunan, sihir dan nujum, berkumpul. Semuanya mengerahkan apa yang mereka bisa, ternyata hasilnya gelap, hanya bisa mengira-ngira pada ramalannya, tak ada yang pasti. Mereka pun kebingungan apa yang akan disampaikan kepada Kisra. Pada suatu malam, salah satu peramal tidur di sebuah bukit,  bermimpi ada lintasan cahaya dari Hijaz. Cahayanya melesat menuju timur. Saat terbangun, ada rumput hijau di bawah telapak kakinya. Apa maknanya?

Makna mimpinya, akan keluar dari Hijaz yang menguasai timur dan barat. Bumi menjadi subur yang melebihi kesuburan para raja sebelumnya. Para peramal mendengar makna mimpi tersebut dan berkata, "Demi Allah, suatu urusan yang datang dari langit telah menghalangi ramalan kita, yaitu Nabi yang diutus dan akan merampas kerajaan ini."

Sejak Nabi Adam dikeluarkan dari surga , Iblis bebas naik dan berbolak-balik ke semua langit untuk mencuri berita dari langit. Namun sejak diangkatnya Nabi Isa ke langit, empat pintu langit ditutup. Mereka masih bisa berbolak-balik melalui tiga pintu langit lainnya. Namun pada suatu hari terjadi hal yang tak terduga. Seluruh pintu langit tertutup, mereka juga dipanah dengan bintang-bintang.

Iblis segera mencari informasi apa yang terjadi dengan mengumpulkan para Jin. Iblis berkata, "Berangkatlah ke bumi dan beritahukan tentang apa penyebab kejadian di langit itu?" Iblis mengirimkan mereka ke Tihamah (Mekah), ketika sampai di lembah Nakhlah, mereka menemukan Rasulullah saw sedang shalat subuh dan mendengarkan Nabi membacakan Al-Qur'an. Ternyata, diutusnya Rasulullah saw penyebab Iblis tidak bisa lagi mencuri berita dari langit.

Sejak Nabi Muhammad saw diutus para peramal "tak bisa" menggunakan ilmu perdukunan, sihir dan nujumnya, sebab perantara mereka yaitu iblis tidak bisa lagi mencuri berita dari langit. Andai pun masih ada yang menjalankan praktek tersebut semuanya "murni rekayasa iblis" itu sendiri bukan dari berita langit yang dicuri dari langit lalu disampaikan ke para peramal.

Oleh karena itulah para peramal Kisra selalu salah dalam meramal makna dari singgasana kisra  yang retak di tengahnya dan sungai Tigris yang meluap, karena saat meramal bumi menjadi gelap dan tidak bisa menjelajah berita dari penjuru langit. Padahal, sebelum Nabi Muhammad saw diutus, ramalan mereka selalu tepat. Akhirnya raja Kisra Persia membunuh para peramal tersebut.

Sumber:
Ibnul Jauzi, Al-Wafa, Pustaka Al Kautsar 

Satu Senjata Mengarungi Dunia dan Akhirat Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Ibrahim dikepung api. Apa yang diyakininya? Kaum musli...

Satu Senjata Mengarungi Dunia dan Akhirat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Nabi Ibrahim dikepung api. Apa yang diyakininya? Kaum muslimin di Madinah dikepung 10.000 pasukan Kafir Quraisy dan sekutunya. Apa yang diyakininya? Allah sebaik-baiknya Penolong dan Pelindung.

Nabi Ibrahim menghadapi raja Namrudz. Penguasa terkuat dan terhebat saat itu. Rasulullah saw menghadapi Kafir Quraisy, kabilahnya sendiri yang merupakan kabilah yang terkuat dan terhormat di Jazirah Arab saat itu. Apa kunci keberhasilan menghadapinya? Tiada tuhan selain Allah.

Abu Thalib sedang sakit. Rasulullah saw mendampinginya. Rasulullah saw pembimbingnya agar mengucapkan syahadat agar Rasulullah saw bisa bersaksi untuk memberikan syafaat di akhirat nanti. Abu Thalib tak mau mengucapkan syahadat. Padahal dengan kalimat tersebut seluruh huru hara akhirat bisa dilalui dengan selamat.

"Tidak ada tuhan selain Allah" bisa menyelamatkan huru hara di akhirat. Apakah tidak bisa untuk menyelamatkan dari liku-liku tantangan kehidupan? Padahal tantangan kehidupan dunia sangat remeh dibandingkan akhirat. Mengapa manusia meyakini ideologi buatannya sendiri untuk menghadapi tantangan di dunia?

Mengapa manusia terlihat sangat menderita dengan persoalan di dunia, namun tidak pernah berfikir bagaimana menghadapi huru hara di akhirat? Al-Qur'an diturunkan agar manusia selamat dari api neraka. Bila api neraka tak bisa menyentuhnya, maka mengapa  manusia tidak mengambil Al-Qur'an dalam menghadapi neraka kehidupan dunia yang remeh?

Bila bertauhid dan menapaki jalan Al-Qur'an, maka kesulitan di dunia ini bagai gigitan satu semut saja. Namun mengapa menjadi persoalan besar? Salah dalam menentukan penolong dan pelindungnya. Maka jadilah makhluk terlemah di jagat raya yang selalu ketakutan dengan beragam hal.

Yang menyelamatkan akhirat akan sangat bisa menyelamatkan dunia. Sebab, azab akhirat tak terhingga dibandingkan persoalan dunia. Yang tidak bisa menyelamatkan akhirat, pasti tidak akan bisa menyelamatkan di dunia. Sebab, hukum kehidupan di akhirat sama dengan dunia. Bedanya, Allah memberikan sedikit kebebasan karena manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Keteguhan Kabilah Quraisy Pada Agama Nabi Ibrahim Dibandingkan Bani Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar Berapa jarak Nabi Ibrahim...

Keteguhan Kabilah Quraisy Pada Agama Nabi Ibrahim Dibandingkan Bani Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Berapa jarak Nabi Ibrahim hingga Rasulullah saw? 30 generasi. Selama itu tidak ada Nabi dan Rasul yang diutus dari keturunan Nabi Ismail yang disebut bangsa Arab. Berbeda dengan keturunan Nabi Ishaq yang disebut Bani Israel, selalu ada Nabi dan Rasul yang diutus. Dari Nabi dari ayah yang berlanjut hingga ke anaknya, Nabi yang berasal dari saudara kandung atau sepupu hingga muridnya yang menjadi Nabi. Namun apa perbedaan antara Bani Israel dengan bangsa Arab?

Bani Israel selalu mengubah dan memalsukan kitab sucinya. Juga,  menentang, mendurhakai hingga membunuh para Nabinya. Bani Israel selalu membutuhkan seorang Nabi dan Rasul untuk kebangkitan dan kejayaannya. Saat di kitab Taurat dan Injil memberitakan Nabi terakhir akan datang ke Madinah, mereka segera bermigrasi ke sana. Bagaimana dengan bangsa Arab?

Keturunan Nabi Ismail, khususnya Quraisy, terus memegang agama Nabi Ibrahim dan ajaran leluhurnya Nabi Ismail. Mereka berpegang teguh pada agama Tauhid, menyembah Allah Yang Maha Esa, hingga munculnya Amr bin Amir bin Lahyi, penguasa Mekah dari suku Kuzaah pendatang, yang mengubah ajaran Nabi Ismail.

Ia mendirikan patung, mengadakan penghormatan ke hewan tertentu, upacara minuman arak, mengharamkan apa yang tidak diharamkan Allah yang belum dikenal oleh syariat Ibrahim. Dia mengadopsinya dari Syam (Iraq) saat melakukan perjalanan kesana. Ia mendatangkan berhala ke Mekah dan memancangkannya serta memerintahkan kaumnya untuk menghormatinya.

Berhalaisme menyebar di Syam khususnya Iraq pada abad ke-3 M. Penyebarannya di suku Quraisy, melalui Amr bin Amir bin Lahyi, berlangsung secara bertahap. Awalnya karena penghormatannya terhadap batu-batu Tanah Haram, yang selalu dibawa apabila pergi meninggalkan Mekah sebagai penghormatan bagi Tanah Suci dan media untuk kerinduan terhadapnya.

Bila penyebaran berhala di Iraq pada abad ke-3 M, lalu dibawa ke Mekah oleh Amr bin Amir bin Lahyi. Penyebarannya secara bertahap di suku Quraisy. Sedangkan kelahiran Rasulullah saw pada abad ke 6 M, maka  penyebaran berhala di Mekah maksimal  baru 300 tahun saat kelahiran Rasulullah saw. Berarti, penyebaran dan penyembahan berhala di Mekah merupakan sesuatu yang baru, bukan yang mendarah daging.

Buktinya, di saat kelahiran Rasulullah saw masih ada yang menjaga dan patuh terhadap agama Ibrahim. Para penyembah berhala pun masih menghormati Baitullah, melakukan Thawaf, serta melakukan Haji dan Umrah. Jadi menyembah berhala merupakan sesuatu yang masih baru bagi suku Quraisy khususnya pada saat kelahiran Rasulullah saw.

Shalat dan Sistem Pengorganisasian As-Sabiquna Al-Awwalun Oleh: Nasrulloh Baksolahar Sirriyatu Tanzhim atau pengorganisasi yang ...

Shalat dan Sistem Pengorganisasian As-Sabiquna Al-Awwalun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Sirriyatu Tanzhim atau pengorganisasi yang tersembunyi itulah pendapat Syeikh Munir Al-Ghadban dalam menata kaum Muslimin di periode Mekah. Tidak terlacak tempat pertemuan dan methode pembinaannya. Tidak terlacak siapa saja yang sudah memeluk Islam. Ini untuk menjaga tindakan pemberangus dari Kafir Quraisy terhadap kaum muslimin yang baru tumbuh.

Perintah shalat di waktu pagi dan petang sebanyak dua rakaat sebelum Isra Miraj merupakan sarana pengorganisasian dan pembinaan yang tak terlacak oleh Kafir Quraisy selama 3 tahun sejak wahyu diturunkan. Andaikan terlacak sedang shalat pun, para Sahabat dianggap sebuah kelompok Hanafiah dari ajaran Nabi Ibrahim yang memang sudah ada sebelumnya.

Rasulullah saw dan Ali bin Abi Thalib teridentifikasi sedang melakukan shalat secara tersembumyi sebanyak dua kali. Yaitu oleh Abu Thalib saat shalat di sebuah lembah dan oleh  Abbas bin Abdul Muthalib saat shalat di rumah pamannya Abbas.

Para Sahabat bila waktu shalat tiba, mereka menyebar ke lorong-lorong, kebun dan lembah untuk melakukan shalat secara bersembunyi. Dalam sejarah, hanya sekali para Sahabat teridentifikasi sedang shalat oleh Kafir Quraisy dengan perisitiwa terjadi bentrokan kecil antara Kafir Quraisy dengan Saad bin Abu Waqqash. Inilah peristiwa berdarah pertama dalam sejarah kaum Muslimin.

Bila ada yang baru masuk Islam, mereka dibawa ke markas besar kaum Muslimin di rumah Arqam untuk bertemu dengan Rasulullah saw. Ini dilakukan oleh Abu Bakar saat berhasil mengislamkan Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah.

Menurut Ali Muhamad Shalabi, mereka yang baru masuk Islam dikumpulkan dalam kelompok-kelompok kecil yang menginduk ke rumah Arqam. Selama periode dakwah tertutup  3 tahun, tidak ada bukti yang terungkap kecuali hanya kumpulan shalat para Sahabat saja. Saat periode dakwah terbuka, barulah kelompok kecil ini terungkap di peristiwa Islamnya Umar bin Khatab, dimana Umar mendapatkan kelompok kecil yang beranggotakan adik perempuan dan iparnya bersama Kaab bin Arit sedang membaca Al-Qur'an.

Terpusatnya pengorganisasian di rumah Arqam tidak tercatat dalam peristiwa sejarah kecuali saat periode dakwah terbuka yaitu saat peristiwa Islamnya Umar bin Khatab saat Kaab bin Arit menyebutkan akan membawanya ke bukit Shafa dan saat Abu Bakar sakit setelah disiksa oleh Kafir Quraisy karena rindu ingin  bertemu Rasulullah saw.

Sumber:
Munir Al-Ghadban, Manhaj Haraki, Robbani Press
Ali Muhamad Shalabi, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al Kautsar 

Strategi Rekrutmen As-Sabiquna Al-Awwalun Oleh: Nasrulloh Baksolahar As-Sabiquna Al-Awwalun menurut Ibnu Hisyam berjumlah 40 ora...

Strategi Rekrutmen As-Sabiquna Al-Awwalun

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


As-Sabiquna Al-Awwalun menurut Ibnu Hisyam berjumlah 40 orang lebih Sahabat yang direkrut selama 3 tahun. Ada 3 gelombang rekruitmen, pertama adalah Siti Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Shiddiq, Zaid bin Haritsah dan Putrinya Rasulullah saw. Dari tangan Abu Bakar, bergabunglah Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash dan Zubair bin Awwam. Setelah gelombang pertama ini, bagaimana rekrutmen 2 gelombang berikutnya?

Abu Bakar merancang siapa saja orang dan dari kabilah mana saja yang harus direkrut. Mengapa Abu Bakar sangat paham akan hal ini? Dialah yang paling paham tentang ilmu genealogi (nasab) dan sejarah para kabilah dan suku-suku di Jazirah Arab. Siapa yang anggota kabilah yang berpengaruh di setiap kabilah? Apa kelebihan dan kekurangannya secara personal? Bagaimana peran setiap kabilah? Bagaimana penghormatan antar kabilah?

Dipetakanlah nama per nama tokoh dan sosok terbaik dan berpengaruh yang dimiliki masyarakat Arab. Penjaringannya sangat rahasia.  Mereka yang dijaring yang paling aman dari resiko akibat dakwah dan dapat dipercaya untuk menjaga kerahasiaannya. Sebab generasi ini yang harus siap menanggung resiko seperti yang ucapankan oleh Waraqah bin Naufal saat Rasulullah saw pertama kali bertemu Jibril, "Siap diusir, disiksa dan dibunuh oleh kaumnya sendiri.

Para Sahabat mendata orang yang akan dijaring di majlis rahasia  yang dipimpin oleh Rasulullah  saw, lalu ditetapkan yang menjadi target prioritas. Ingatkah proses islamnya Umar? Saat Kaab bin Arit memberitahu Umar akan doa Rasulullah saw tentang Umarnya!paaaaa yang diharapkan masuk Islam? Itulah doa yang dipanjatkan di majlis tersebut. Inilah hasil pemetaan siapa saja yang mampu menanggung resiko dan berpotensi besar memegang amanah di masa depan.

Masih ingat kisah islamnya Abu Dzar Al-Ghifari yang berasal dari kabilah Al-Ghifar? Kafir Quraisy tidak berani menyiksa dan membunuh Abu Dzar karena dia berasal dari kabilah yang hidup di jalur perdagangan. Bila nyawanya melayang maka kafir Quraisy akan diganggu disepanjang jalur perdagangannya sehingga dapat menghancurkan kestabilan ekonomi kafir Quraisy.

Adakah generasi As-Sabiquna Al-Awwalun yang murtad? Walaupun mereka dari golongan budak miskin yang disiksa teramat kejam seperti Bilal bin Rabah dan keluarga Yasir? Inilah hasil pemetaan yang jeli antara resiko yang ditanggung dengan karakter sosok yang direkrut. Pemetaan yang jeli tentang peran kabilah yang anggotanya tergolong As-Sabiquna Al-Awwalun membuat yang direkrut memperkokoh dakwah Rasulullah saw. Inilah buah kepahaman akan ilmu geneologi dan sejarah bangsa Arab.

Keberhasilan pemetaan ini terlihat saat Muslimin diblokade ekonomi dan sosial di Mekkah oleh kafir Quraisy.  Ternyata banyak kabilah lain yang secara sembunyi membantunya. Rencana pembunuhan Rasulullah saw saat mau hijrah di rumahnya. Kafir Quraisy bersama syetan merancang pembunuhan agar kematian Rasulullah saw tidak meledakkan sentimen dukungan seluruh kabilah kepada Rasulullah saw. Akhirnya, dirancanglah pelaku pembunuhan berasal dari seluruh perwakilan kabilah yang ada.


Sumber:
Ali Muhammad Shalabi, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al Kautsar
Nizar Abazhah, Perang Muhamad, Penerbit Zaman

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (197) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (193) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)