basmalah Pictures, Images and Photos
03/16/26 - Our Islamic Story

Choose your Language

Israel Akan Hancur oleh Perang yang Diciptakannya Sendiri Dalam sejarah geopolitik, tidak sedikit negara yang runtuh bukan karen...


Israel Akan Hancur oleh Perang yang Diciptakannya Sendiri


Dalam sejarah geopolitik, tidak sedikit negara yang runtuh bukan karena musuhnya terlalu kuat, tetapi karena perang yang mereka ciptakan sendiri menjadi terlalu banyak. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel tampak bergerak ke arah itu: membuka terlalu banyak front sekaligus di Timur Tengah.

Serangan terhadap Iran, operasi militer berulang di Gaza dan Tepi Barat, konflik dengan Lebanon, hingga ketegangan dengan Suriah membentuk satu pola: perang yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Perang Melawan Iran: Membuka Seluruh Front Timur Tengah

Ketika Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan besar terhadap Iran pada Februari 2026, konflik langsung melebar ke seluruh kawasan. Iran membalas dengan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan Amerika di kawasan. 

Namun yang lebih penting adalah jaringan sekutu Iran di kawasan—yang sering disebut sebagai Axis of Resistance. Kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak, Lebanon, dan Yaman mulai mengancam akan memperluas konflik. 

Milisi Syiah di Irak bahkan mengancam menyerang pangkalan Amerika, sementara kelompok Houthi di Yaman juga memperingatkan akan melakukan serangan terhadap kepentingan Barat. 

Artinya, menyerang Iran tidak hanya berarti perang dengan satu negara. Ia berpotensi membuka konflik simultan di banyak medan: Teluk Persia, Irak, Lebanon, Laut Merah, hingga wilayah Israel sendiri.

Lebanon: Menghidupkan Kembali Semangat Perlawanan

Front paling berbahaya bagi Israel selama ini adalah Lebanon.

Ketika Israel menyerang target Iran, kelompok Hezbollah di Lebanon mulai meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan tersebut. 

Setiap eskalasi di Lebanon selalu membawa risiko perang regional. Lebanon memiliki sejarah panjang perlawanan terhadap invasi Israel sejak perang 1982 hingga konflik 2006. Serangan Israel sering kali tidak memadamkan perlawanan—justru menghidupkannya kembali.

Bagi banyak warga Lebanon, konflik dengan Israel tidak sekadar pertarungan militer, tetapi soal identitas nasional dan kedaulatan.

Gaza dan Tepi Barat: Pabrik Perlawanan Baru

Di wilayah Palestina, perang yang terus berlangsung juga menciptakan dinamika serupa.

Setiap operasi militer di Gaza dan Tepi Barat menimbulkan korban sipil, kehancuran infrastruktur, dan trauma kolektif. Dalam banyak konflik asimetris, kondisi seperti ini sering menjadi bahan bakar bagi lahirnya generasi perlawanan baru.

Banyak analis keamanan Barat sendiri mengakui bahwa operasi militer jangka panjang jarang menghilangkan gerakan perlawanan. Yang sering terjadi justru regenerasi—tokoh lama gugur, tokoh baru muncul.

Dengan kata lain, perang yang dimaksudkan untuk menghancurkan perlawanan kadang justru memperpanjangnya.

Suriah: Mengingatkan Tetangga Akan Ancaman Ekspansi

Di utara, Suriah juga menjadi medan konflik yang terus berulang. Israel secara berkala melakukan serangan udara di wilayah Suriah, termasuk di Damaskus dan kawasan militer lainnya. 

Pada saat yang sama, Israel terus mempertahankan kontrol atas Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang dianeksasi sejak 1981. Pemerintah Israel bahkan berencana memperluas permukiman di wilayah tersebut. 

Bagi Suriah dan banyak negara Arab, situasi ini memperkuat persepsi bahwa Israel adalah tetangga yang siap memperluas wilayahnya jika kesempatan muncul.

Negara yang Terus Berperang

Pertanyaan yang kemudian muncul sederhana namun fundamental:

Apakah negara yang terus-menerus hidup dalam perang dapat menjadi negara yang benar-benar stabil dan maju?

Sejarah menunjukkan bahwa perang panjang sering menguras ekonomi, memecah masyarakat, dan menempatkan negara dalam kondisi darurat permanen.

Hari ini, Israel mungkin masih memiliki keunggulan militer dan teknologi. Namun ketika konflik dibuka di banyak front sekaligus—Iran, Lebanon, Gaza, Suriah, dan jaringan milisi regional—perang tidak lagi menjadi operasi militer terbatas. Ia berubah menjadi perang ketahanan.

Dan dalam perang ketahanan, kemenangan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang mampu bertahan paling lama.

Pada Akhirnya, Netanyahu Akan Berperang Sendirian Seperti Yahudi Madinah Perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran tidak...


Pada Akhirnya, Netanyahu Akan Berperang Sendirian Seperti Yahudi Madinah


Perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran tidak terjadi secara kebetulan. Ia bukan kecelakaan sejarah, melainkan hasil dari empat pendorong utama: retorika politik, kesalahan perhitungan strategis, kesombongan kepemimpinan, dan perbedaan waktu strategis antara dua sekutu yang tampak sejalan. Kombinasi keempat faktor ini membentuk perang yang sejak awal telah membawa benih kegagalan.

1. Retorika: Perang yang Diciptakan oleh Narasi

Perang modern sering kali tidak dimulai dengan deklarasi resmi, tetapi dengan narasi yang diproduksi terus-menerus. Dalam kasus ini, retorika politik menjadi alat utama. Selama berbulan-bulan, Iran digambarkan sebagai ancaman eksistensial yang hampir memiliki senjata nuklir.

Publik Amerika dan Israel diarahkan pada pilihan yang tampak sederhana: menyerang sekarang atau menghadapi kehancuran di masa depan. Pernyataan bahwa Iran “hanya satu minggu lagi” dari kemampuan nuklir militer menjadi alat mobilisasi psikologis.

Donald Trump bahkan menggambarkan perang sebagai operasi cepat dan mudah. Dalam berbagai pernyataan publik, ia menyebut kemenangan telah diraih bahkan sebelum perang benar-benar selesai. Narasi kemenangan cepat ini bukanlah laporan intelijen, melainkan pertunjukan politik.

Dalam politik modern, citra sering kali menggantikan realitas. Publik tidak selalu diberi informasi yang utuh; mereka lebih sering diberi cerita yang dirancang untuk membangun dukungan.

2. Kesalahan Perhitungan: Ilusi Perang Singkat

Sejarah mengenal istilah kemenangan Pyrrhic—kemenangan yang begitu mahal sehingga hampir sama dengan kekalahan. Semangat peringatan ini tampak membayangi perang terhadap Iran.

Trump dan Netanyahu mempresentasikan operasi militer sebagai serangan singkat yang akan melumpuhkan kepemimpinan Iran, menghancurkan kemampuan militernya, dan memicu pemberontakan rakyat Iran terhadap pemerintahnya.

Namun asumsi tersebut terbukti rapuh. Iran tahun 2026 bukanlah Irak tahun 2003. Negara itu memiliki jaringan militer regional, kemampuan rudal, serta strategi perang asimetris yang telah dikembangkan selama puluhan tahun.

Banyak analis militer sebenarnya telah memperingatkan risiko konflik berkepanjangan. Tetapi dalam banyak kasus, pertimbangan profesional sering kali kalah oleh kebutuhan politik. Ketika keputusan strategis dibuat demi kepentingan citra kepemimpinan, kesalahan perhitungan menjadi hampir tak terhindarkan.

3. Kesombongan: Bahaya Hubris Kekuasaan

Bangsa Yunani kuno memiliki istilah hubris, yaitu kesombongan berlebihan yang sering membawa kehancuran. Dalam banyak perang sepanjang sejarah, kesombongan para pemimpin sering menjadi faktor penentu.

Baik Trump maupun Netanyahu dikenal memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi terhadap kemampuan mereka sendiri. Keduanya sering menggambarkan diri sebagai pemimpin yang mampu melihat strategi besar yang tidak dipahami oleh orang lain.

Hubungan pribadi mereka memperkuat dinamika ini. Netanyahu memahami bagaimana memuji dan mendorong ego politik Trump. Sebaliknya, Trump menikmati citra sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan besar.

Situasi domestik juga menambah tekanan. Netanyahu menghadapi berbagai persoalan hukum dan politik di dalam negeri. Dalam sejarah, perang sering menjadi alat untuk mengalihkan perhatian publik dan membangun kembali legitimasi politik.

Namun strategi seperti ini selalu membawa risiko besar: perang yang dimulai sebagai alat politik dapat berubah menjadi krisis yang tak terkendali.

4. Dua Jam yang Berbeda: Konflik Waktu Strategis

Faktor paling penting mungkin justru perbedaan cara kedua pemimpin memandang waktu.

Bagi Trump, kebijakan luar negeri sering diperlakukan seperti perlombaan sprint: cepat, dramatis, dan menghasilkan deklarasi kemenangan. Pemilih Amerika yang lelah dengan perang panjang cenderung menyukai hasil yang cepat.

Sebaliknya, Netanyahu melihat konflik dengan Iran sebagai proyek strategis jangka panjang—bahkan obsesi politik yang telah ia bangun selama puluhan tahun. Ia memahami bahwa Israel tidak dapat menghadapi Iran sendirian, sehingga keterlibatan militer Amerika menjadi kebutuhan vital.

Masalahnya, kedua strategi ini tidak berjalan pada jam yang sama. Jika Amerika menginginkan kemenangan cepat dan kemudian menarik diri, Israel berpotensi menghadapi perang gesekan yang panjang tanpa dukungan penuh sekutunya.

Pelajaran Sejarah

Dalam sejarah Timur Tengah, situasi semacam ini bukan hal baru. Sekutu besar sering datang dengan janji dukungan penuh, tetapi ketika kepentingan domestik berubah, mereka dapat pergi dengan cepat.

Jika itu terjadi, Israel mungkin akan menghadapi konflik regional sendirian—sebuah situasi yang secara ironis mengingatkan pada pengalaman komunitas Yahudi di Madinah pada masa awal Islam. Ketika aliansi politik runtuh, mereka kehilangan dukungan dan akhirnya harus menghadapi konsekuensi dari konflik yang mereka dorong sendiri.

Seperti pepatah Persia kuno: pedang mungkin tajam, tetapi waktu jauh lebih tajam. Dalam perang yang panjang, bukan retorika yang menentukan hasil akhir, melainkan daya tahan strategi. Dan di medan inilah sejarah sering memberikan kejutan yang tidak diharapkan oleh para pemimpinnya.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (361) Al-Qur’an (6) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (2) Kecerdasan (263) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (2) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (574) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (21) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)