basmalah Pictures, Images and Photos
Mei 2022 - Our Islamic Story

Choose your Language

Ikhtiar Itu Kehendak Manusia? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Adakah kehendak manusia? Apakah ikhtiar ...

Ikhtiar Itu Kehendak Manusia?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Adakah kehendak manusia? Apakah ikhtiar manusia yang menyebabkan keberhasilan? Kehendak manusia tak secuil pun memberikan peran dalam kehidupan ini. Kehendak manusia sejatinya tidak pernah ada. Yang ada hanya kehendak Allah saja.

Kehendak Allah berdiri sendiri. Allah berkehendak sesuai kehendak-Nya sendiri. Tak ada yang bisa menghalangi-Nya walau seluruh jagat raya hendak menentang-Nya.

Ada kehendak Allah yang bisa diikuti dan dicontoh manusia. Ada kehendak-Nya yang tidak bisa diikuti manusia karena maha kesempurnaan dan keperkasaan-Nya. Kehendak yang terbaca dan dapat diikuti oleh manusia, sering disebutkan sebagai ikhtiar manusia.

Ikhtiar manusia bukanlah kehendak manusia. Ikhtiar manusia adalah kehendak Allah yang dicontek oleh manusia. Dalam meraih sesuatu ada pola kehendak Allah yang teratur dan terpola. Pola keteraturan yang telah ditetapkan Allah inilah yang dicontoh oleh manusia.

Apakah pola keteraturan akan tetap sama? Ada kemukjizatan dan karomah yang membuat pola berubah. Allah maha memperluas dan menyempitkan. Allah memberikan kekuasaan dan mencabut kekuasaan kepada yang dikehendaki. Ada momentum pola keteraturan ini berubah, maka ikhtiar manusia pun mengikuti pola keteraturan baru.

Kiat dan strategi sukses terus mengalami perubahan. Ilmu dan teknologi terus berkembang. Ada yang mencontek masa lalu berhasil dan ada pula yang gagal. Sebab, pola kehendak Allah telah berubah sesuai kehendak-Nya.

Andai Allah menghendaki bahwa kekayaan hanya bisa diraih dengan tidur, maka kerja keras manusia sampai kapan pun tak bisa membuahkan kekayaan. Andai ilmu itu hanya bisa diraih dengan mendengkur, maka belajar tidak akan membuahkan ilmu. Ikhtiar itu hanya menduplikasi kehendak Allah yang dipahami dan bisa diikuti oleh manusia. Tak ada kehendak manusia dikehidupan ini.

Senantiasa Di Garis Edarnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bila seluruh yang terjadi atas izin Allah,...

Senantiasa Di Garis Edarnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Bila seluruh yang terjadi atas izin Allah, adakah yang perlu dikhawatirkan? Bila seluruh yang terjadi atas kehendak Allah, adakah yang perlu dikhawatirkan? Alam semesta terus bergerak dan berputar sejak milyaran tahun, namun adakah yang bergerak di luar garis edarnya? Pernahkah terjadi benturan yang membahayakan jagat raya?

Pernahkah siang menjadi malam? Pernahkah malam menjadi siang? Semua kehidupan terpola, terukur dan seimbang. Tidak pernah ada kezaliman di kehidupan ini bila mengikuti Allah dan Rasulullah saw.

Semua kehidupan sudah ada garisnya sendiri. Semua makhluk sudah ada perannya sendiri. Jagat raya dibangun atas dasar perbedaan peran. Tak ada peran paling mulia dan hina. Bila ada itu hanya persepsi manusia.

Semua makhluk saling terhubungkan. Tak ada makhluk yang berdiri sendiri. Saling keterhubungan menciptakan saling membutuhkan. Inilah rangkaian rezeki.

Bila hidup ingin mudah dan sedehana, keterhubungan dan ketergantungan semakin kuat dan melebar. Ketergantungan dan keterhubungan membuat kerjasama dan ragam pintu rezeki yang baru, yang sebelumnya tidak pernah ada.

Semakin hari, manusia semakin menikmati kesederhanaan. Bila yang kompleks disedehanakan, maka pintu peran manusia semakin tak terhingga. Manusia semakin mengambil peran yang kecil namun mendalam.

Sebenarnya tak perlu persaingan dan saling menghancurkan. Sebab, bumi Allah teramat luas. Keinginan dan kebutuhan tak terbatas. Manusia takkan sanggup memenuhi yang dibutuhkan di alam semesta ini.

Tak Ada Kematian, Hanya Penantian Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tak ada kematian bagi manusia, yang ...

Tak Ada Kematian, Hanya Penantian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tak ada kematian bagi manusia, yang ada hanya perpindahan terminal tempat hidup. Hidup hanya menunggu ke terminal lainnya. Setiap terminal memiliki hukum tersendiri.

Saat di rahim, Allah memberikan waktu yang sama pada manusia. Tak ada kebebasan. Tak ada kehendak. Kenikmatannya hanya melalui tali puser saja. Setelah itu, memasuki terminal baru di dunia.

Kehidupan dunia hanya terminal penantian sebelum memasuki alam kubur. Allah memberikan kebebasan dan kehendak. Dilimpahkan rezeki dan petunjuk hidup. Diturunkan para Nabi dan kitab suci. Allah membimbing manusia, namun manusia dibebaskan untuk mengikuti atau mendurhakai.

Di alam rahim, Allah yang mempersiapkan bekal untuk hidup di dunia. Disempurnakan raga, akal, jiwa dan ruhnya. Saat dilahirkan, manusia memiliki kesempurnaan untuk menghadapi seluruh tantangan hidup.

Di alam dunia, manusia sendiri yang menyiapkan bekal. Allah hanya membimbing bagaimana proses pengumpulan bekal dan apa bekal terbaik dalam mengarungi alam kubur dan negri akhirat. Di dunia, setiap manusia membawa bekal yang berbeda. Sedangkan di alam rahim, manusia membawa bekal yang sama.

Di dunia, hidup terasa sangat singkat, sebab Allah mencurahkan banyak nikmat dan ujian. Fokus menikmati nikmat dan ujian hingga lalai bahwa hidup akan berpindah ke persinggahan berikutnya. Ingin agar kenikmatannya abadi dan terus dalam genggaman, itulah yang terus diimpikan.

Kubur sebuah penantian datangnya kiamat. Penantian yang indah atau mengerikan. Padang Mahsyar penantian menunggu pengadilan. Pengadilan yang mendapat rahmat ampunan atau penghinaan. Lalu memasuki terminal akhir kehidupan yaitu bertemu dengan Allah.

Padang Mahsyar, Ilterasi Pengadilan Sempurna Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Padang Mahsyar, apa hubun...

Padang Mahsyar, Ilterasi Pengadilan Sempurna

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Padang Mahsyar, apa hubungannya dengan pembentukan kemaslahatan masyarakat? Bukankah di Padang Mahsyar dipenuhi keadilan Allah dalam mengadili manusia? Bagaimana membawa keadilan di Padang Mahsyar dengan keadilan di dunia?

Tujuan pengadilan Allah hanya menghukum seseorang sesuai perbuatannya. Allah tidak pernah memperberat hukuman. Karena itu bentuk ketidakadilan pada pelaku yang berbuat salah. Itulah batas maksimum hukuman pada yang berbuat salah. Namun Allah cendrung mengampuni dan meringankan hukuman dengan mengorek, apakah masih ada kebaikannya? Apakah berhak mendapatkan syafaat?

Tujuan pengadilan Allah hanya menegakkan keadilan, tidak ada kemurkaan, tidak ada kemarahan, tidak ada kekesalan, yang ada hanya rahmat Allah kepada yang berbuat salah dan berbuat baik. Bagaimana proses formal agar keadilan terbentuk?

Allah menyerahkan buku catatan amal. Allah mempertontonkan apa yang telah diperbuatnya. Allah menghadirkan para Nabi dan Rasul. Allah menghadirkan para saksi. Mengapa kehidupan di Padang Mahsyar sangat lama? Sebab setiap orang mengantri menunggu pengadilan Allah.

Allah membiarkan perdebatan dan pengingkaran antara pendosa dengan syetan, dengan pemuka dan penguasa, dengan teman yang telah menjerumuskan manusia. Namun perdebatan tidak ada pemenangnya. Perdebatan tidak memperindah hukuman, karena setiap manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri, tidak kepada yang lainnya.

Proses penegakan keadilan harus memenuhi syarat legal formalnya, maka perhatikan proses pengadilan di Padang Mahsyar, walaupun Allah Maha Mengetahui apa yang telah dikerjakan manusia. Walau Allah Maha Mengetahui apa yang dilakukan manusia daripada manusia itu sendiri

Proses penegakkan keadilan harus paham tujuan dari proses pengadilan, bukan untuk tahu yang salah dan benar, mengangkat dan menjatuhkan, tetapi menghukum sesuai perbuatannya. Akhir proses pengadilan ada yang diadili menyadari perbuatannya, tak berkutik atas seluruh perbuatannya.

Membentuk Jiwa Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tanah bisa menjadi subur dan gersang. Tanah bis...

Membentuk Jiwa Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tanah bisa menjadi subur dan gersang. Tanah bisa menjadi gembur dan keras. Tanah bisa dibentuk menjadi batu bata atau beragam peralatan rumah tangga. Di atas tanah bisa tumbuh tanaman kayu, palawija, bunga, dan buah. Tanah ciptaan Allah yang sangat fleksibel.

Bila tanah dapat dibentuk apa saja. Dapat tumbuh apa saja. Di dalamnya tertimbun apa saja, maka manusia pun seperti itu juga. Manusia bisa menjadi apa saja, sebab manusia berasal dari tanah.

Manusia bisa menjadi hewan, syetan dan malaikat. Bisa menjadi kafirin, zalimin, munafikin, jahilin, mutaqin, mukminin dan muslimin. Ragam manusia disebutkan sangat banyak dalam Al-Qur'an, sebab karakter manusia seperti tanah yang bisa dibentuk menjadi apa saja.

Jiwa manusia bisa menjadi jiwa yang tenang, hanya tentram bersama Allah dan mentaati-Nya. Jiwa manusia bisa menjadi jiwa yang gemar dan menyuruh kepada kemungkaran. Jiwa manusia bisa terus dalam kebingungan dan kebimbangan.

Hati manusia terus bergolak balik. Pagi beriman, sore kafir. Sore beriman, pagi kafir. Hatinya bisa menjadi sangat lembut, namun juga bisa menjadi keras membatu. Manusia bisa terus terombang ambing. Wajar bila manusia terus dalam keresahan.

Bagaimana agar tanah menjadi subur? Tanah tidak bisa subur dengan sendirinya. Tanah butuh langit. Air hujan, sinar matahari dan angin. Ketiganya unsur langit yang membentuk karakter tanah.

Andai tanah itu manusia. Dan petani yang mengolah tanah ibarat akalnya. Tetap saja sangat membutuhkan unsur langit, hujan, sinar matahari dan udara. Karena unsur langitlah yang menyuburkan tanah. Andai manusia membuang petunjuk dari langit yaitu wahyu Allah dan Sunnah Rasulullah saw, maka jiwanya menjadi rusak, gersang dan tak bisa memberikan kehidupan karena kehidupan manusia tergatung dari unsur langit.

Tak Ada Peran Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tak ada campuran tangan manusia sedikit pun dala...

Tak Ada Peran Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tak ada campuran tangan manusia sedikit pun dalam penciptaan, pengembangbiakan dan pengelolaan alam semesta.  Mengapa manusia merasa berjasa dan berperan? Dengan rencana dan ikhtiar, manusia merasa memiliki peran. Pada rencana dan ikhtiar, hanya ruang yang Allah berikan kepada manusia yang telah diberikan kebebasan dalam batas tertentu.

Allah bisa menciptakan manusia seperti hewan dan binatang. Yang hidupnya terbatas dan dibatasi dalam ruang tertentu. Tak ada pilihan. Hanya mengikuti satu garis tertentu hingga hari kiamat. Mengapa Allah tidak melakukannya? Ini kemuliaan untuk manusia.

Allah yang memelihara langit. Allah yang menentukan garis edar perjalanan seluruh benda di jagat raya. Allah menurunkan hujan. Memberi rezeki. Lalu dimana peran manusia? Ilmu dan teknologi hanya buah pemahaman manusia dari takdir Allah yang ada di jagat raya.

Energi bahan bakar, apakah buatan manusia? Kayu, batu bara, segala jenis minyak, angin, sinar matahari, air dan nuklir, buatan manusiakah? Manusia hanya memanfaatkan semuanya sebagai energi untuk memutar dan menggerakan sesuatu sehingga menghasilkan listrik. Apakah listrik diciptakan manusia? Energi listrik sudah ada sebelum manusia diciptakan.

Makanan dan minuman, apakah buatan manusia? Semuanya berasal dari biji-bijian dan buah-buahan. Apakah manusia memiliki andil penciptaannya? Manusia hanya mengolah tanah,  menanam biji dan merawatnya, tanamanlah yang menghasilkannya.

Manusia hanya memanfaatkan yang sudah ada. Manusia hanya menggali, mengambil,  mengkonsumsi dan memelihara yang sudah ada. Manusia hanya memungut dan mengambil. Merubah bentuk dan mengoptimalkan fungsinya bagi keinginan dan kebutuhan manusia.

Tak ada peran apa pun manusia dalam penciptaan jagat raya, namun mengapa berprilaku sebagai tuhan? Angkuh dan sombong, tak menghambakan diri dan mentaati Penciptanya.

Sekelumit Ditundukkan Angin pada Nabi Sulaiman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Allah menundukkan angin...

Sekelumit Ditundukkan Angin pada Nabi Sulaiman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Allah menundukkan angin bagi Nabi Sulaiman. Lalu angin itu berhembus ke negri yang diberkahi. Arah angin menunjukkan negri-negri yang diberkahi? Angin membawa awan lalu hujan.

Seorang Sufi mengikuti gerakan awan yang didorong oleh angin. Awan itu menuju ke sebuah ladang yang pemiliknya mensedekahkan 30 persen hasil panennya. Lalu hujan pun turun. Sedekah menjadi magnet arah angin dan hujan.

Bila memasuki malam, udara mengarah ke laut. Di laut banyak keberkahan yang telah disediakan Allah. Bila memasuki pagi, angin bergerak ke daratan, saatnya menjual hasil tangkapan.

Angin membantu penyerbukan, membawa beragam biji tanaman, menggerakan perahu hingga dapat menggerakan mesin untuk diubah menjadi energi listrik.

Ditundukkannya angin bagi Nabi Sulaiman bisa jadi bukan sekedar bisa membawanya ke sejumlah negri dengan angin, tetapi juga memanfaatkan bagi ragam teknologi terapan untuk kemanfaatan manusia.

Dengan angin, bibit tanam antar wilayah menyebar melewati samudera. Tanah yang tak ada tanaman, dibawakan biji oleh angin. Saat hujan turun, tiba-tiba tanah kering kerontang menjadi hijau.

Angin itu membawa kesejukan di saat kepanasan. Angin membawa ragam keberkahan ke daerah yang menjadi tujuannya. Hanya Allah yang tahu apa yang sebenarnya dibawa oleh angin.

Manajemen Gulma Tanaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Gulma Tanaman, apakah harus dimusnahkan dan di...

Manajemen Gulma Tanaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Gulma Tanaman, apakah harus dimusnahkan dan dibumihanguskan? Banyak petani yang mematikan gulma tanaman dengan obat kimia hingga mengering. Haruskah seperti itu? Setiap makhluk mempunyai hak untuk hidup.

Banyak gulma tanaman yang bisa dijadikan sayuran, lalapan bahkan obat herbal beragam penyakit. Bila kita membunuh seluruh gulma berarti kita menghancurkan kekayaan keanekaragaman hayati yang ada di alam. Juga menghancurkan beragam potensi  kemanfaatan yang belum diketahui manusia.

Gulma harus dikendalikan, bukan dimusuhi. Biarkan hidup sebatas tak menganggu. Biarkan hidup sesuai ukurannya. Biarkan hidup sesuai perannya yang dititipkan Allah padanya. Ini yang harus kita kuak.

Setiap tanaman memiliki unsur hara mikro dan mikro yang khas. Dengan perpaduan beragam tumbuhan, menghasilkan pupuk yang seimbang. Gulma dalam satu petak tanah sangat beragam. Dia datang atas ijin Allah melalui perantara angin dan makhluk lainnya. Allah mendatangkan unsur hara pada manusia dengan gratis. Mengapa tidak dimanfaatkan?

Seorang pakar herbal pernah berkata, "Tanaman disekitar atau di perkarangan kita  adalah obat bagi penghuni rumahnya." Beragam gulma yang tumbuh disekitar tanaman utama adalah obat hamanya. Itulah yang jarang terpikirkan.

Ada penelitian, ternyata petani yang membabat habis gulma di tanahnya, hasilnya tidak lebih baik dari yang ada gulmanya. Dalam takaran tertentu, gulma sangat bermanfaat.

Kelola tanah yang bisa meminimalkan vegetasi gulma. Bersihkan gulma pada titik kritisnya tanaman utama. Setelah itu, biarkan tanaman utama dan gulma hidup bersanding.

Masih Mengakrabkan Diri Bersama Makhluk? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Siapakah yang dilihat di alam...

Masih Mengakrabkan Diri Bersama Makhluk?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Siapakah yang dilihat di alam semesta ini, Allah atau makhluk? Setiap mata memandang, siapakah yang terlihat, Allah atau makhluk? Saat melihat awan berarak, siapakah yang dilihat, Allah atau awan?

Allah yang menurunkan air hujan dengan ukuran. Lalu menyimpannya di bumi. Allah pun sanggup melenyapkan air tersebut. Saat melihat dan merasakan tetesan air hujan, siapakah yang terlihat, Allah atau air hujan?

Allah yang menciptakan dan mengembangbiakan manusia. Allah telah menulis takdir manusia sebelum alam semesta diciptakan. Saat melihat keramaian, siapakah yang dilihat, Allah atau manusia? Saat manusia berlalu lalang. Saat ragam peristiwa dijalani manusia, siapakah yang dilihat? Saat melihat sosok manusia, siapa yang diingat, kebesaran Allahkah?

Ilmu itu dari sisi Allah. Allah yang mengilhamkan ilmu ke dada manusia. Saat terkagum-kagum dengan capaian ilmu dan teknologi, siapakah yang terlihat, Allah atau kejeniusan manusia? Karya Allah atau karya manusia?

Bila masih akrab dengan makhluk. Bila seluruh pandang masih melihat peran makhluk. Bila makhluk dianggap subyek kehidupan. Bertanda jiwa masih buta dan tertutup. Bagaimana bisa membuat lompatan besar di kehidupan ini? Manusia bisa berkiprah di kehidupan karena diberikan ruang oleh Allah. Diberikan kebebasan oleh Allah.

Semua ujian dan musibah terjadi atas kehendak dan ijin Allah. Kejayaan dan kehancuran dipergilirkan oleh Allah. Allah yang memasukkan siang ke dalam malam, memasukkan malam ke dalam siang. Apakah masih belum merasakan Allah di setiap sudut kehidupan.

Allah memberikan kekuasaan kepada yang dikehendaki. Allah mencabut kekuasaan kepada yang dikehendaki. Apakah merasakan Allah dalam seluruh peristiwa yang terjadi? Semuanya atas kehendak-Nya. Namun mengapa masih terhijab diri kepada Allah. Mengapa masih merasa ada andil dalam kehidupan ini?

Mengikuti Solusi Langit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Saat seluruh kaumnya mendustakan Nabi Nuh dan ...

Mengikuti Solusi Langit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Saat seluruh kaumnya mendustakan Nabi Nuh dan Hud, keduanya berdoa, "Ya Allah tolonglah aku, sesungguhnya mereka sudah mendustakanku." Banyak cara dan strategi kaumnya mendustakan para Nabi. Namun para Nabi berdoa dengan permintaan yang sama. Yaitu, memohon pertolongan Allah.

Saat para penguasa, pemuka masyarakat dan pengusaha yang hidup bergelimpangan kemewahan dan kesenangan berpadu menentang para Nabi, para Nabi berkata, "Lakukanlah apa yang dimaui, aku hanya bertawakal kepada Allah." Begitu mudahnya para Nabi menghadapi kekuatan oligarki.

Nabi Nuh memohon pertolongan pada Allah. Lalu Allah mengilhamkan,  membimbing dan mengawasi pembuat proyek berteknologi teknologi modern yang mencengangkan. Yaitu, membuat kapal di atas gunung. Membuat kapal di atas gunung?  Solusi gilakah?

Nabi Hud memohon pertolongan Allah. Allah hanya meminta Nabi Hud bersabar menanti ketetapan-Nya. Nabi Hud terus menunggu hingga kaumnya diazab oleh Allah. Pertolongan Allah kepada Nabi Nuh dan Hud berbeda caranya.

Nabi Nuh diilhamkan ilmu dan teknologi. Nabi Hud dimintai menunggu ketetapan-Nya. Bersabarlah. Permintaannya sama, tetapi jawabannya Allah untuk membantu kekasihnya dengan cara berbeda-beda. Hasil akhirnya tetap sama yaitu kemenangan. Berdoalah, lalu biarkan Allah menjawab dengan Maha Berkehendak-Nya.

Nabi Luth diminta untuk meninggalkan kaumnya. Nabi Musa dan Rasulullah saw sementara berhijrah ke Madinah. Nabi Isa berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Cara Allah memberikan solusi berbeda-beda. Apakah ada titik kesamaan dari para Nabi tersebut?

Para Nabi berdoa dan bersabar.  Para Nabi hanya mengikuti arahan dan bimbingan dari Allah dalam menuntaskan persoalannya. Bila kesulitan membelit, berdoa dan bersabarlah. Buka dan tafakuri Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Bersolusi dengan arahan langit.

Masih Ada Keluh Kesah? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Hidup itu penuh hiruk pikuk dan liku-likunya. B...

Masih Ada Keluh Kesah?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Hidup itu penuh hiruk pikuk dan liku-likunya. Banyak aral melintang yang terduga. Naik dan turun. Licin dan berbatu. Bagaimana menghadapi hidup yang kompleks dengan sederhana?

Setiap manusia memiliki jalan hidup sendiri. Jalan hidup yang berbeda. Bagaimana menempuh satu jalan, namun semua persoalan manusia yang beranekaragam dapat dituntaskan dengan satu langkah?

Banyak manusia yang berguru pada manusia. Padahal manusia sendiri dipusingkan dengan persoalannya. Banyak yang meminta solusi pada manusia, padahal manusia setiap harus terus bergumul dengan kesulitannya. Apakah satu solusi dari manusia dapat diterapkan untuk seluruh manusia? Setiap manusia memiliki kekhasannya sendiri.

Yang dari manusia hanya referensi tetapi bukan solusi. Yang dari manusia hanya pengetahuan dan wawasan. Segudang buku dan jurnal, bacalah. Sebanyak ucapan dan saran manusia, dengarkanlah.

Manusia memiliki satu kunci solusi untuk seluruh persoalan hidupnya. Sangat mudah. Sangat sederhana. Karena sangat terlalu mudah dan sederhananya, banyak yang tak mempercayainya. Dianggap yang kompleks itulah solusi komprehensif yang menuntaskan.

Manusia memiliki satu kunci solusi untuk seluruh persoalan hidupnya. Sangat mudah. Sangat sederhana. Karena sangat terlalu mudah dan sederhananya, banyak yang tak mempercayainya. Dianggap yang kompleks itulah solusi komprehensif yang menuntaskan.

Ciri kebodohan adalah mencari yang sulit. Ciri kebijaksanaan mencari yang mudah. Dengan hawa nafsunya, cara pandang manusia menjadi terbalik. Yang mudah dianggap sulit. Yang sulit dianggap mudah. Itulah sebab mengapa manusia tak bisa menikmati hidupnya.

Belajar pada alam semesta yang tak berakal dan berfikir. Mereka hanya berdoa dan bertasbih saja. Semestinya manusialah yang paling bahagia dalam hidup ini, diberi akal, tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw,   bimbingan dan pertolongan Allah, juga dilayani oleh jagat raya. Namun mengapa hidup ini gegap gempita dengan keluh kesah?

Semua Ada Ukurannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Allah menciptakan sesuatu dengan ukuran yang seimb...

Semua Ada Ukurannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Allah menciptakan sesuatu dengan ukuran yang seimbang. Allah menurunkan hujan sesuai ukurannya. Allah tidak pernah lengah terhadap ciptaannya. Semuanya yang ada dijagat raya terukur, tak berlebihan dan tak kekurangan.

Allah Maha Mengetahui jumlah garam yang tepat di lautan. Allah Maha Mengetahui jumlah oksigen yang tepat di muka bumi. Semua yang ada di muka bumi memberikan kemanfaatan bagi kehidupan karena Allah Maha Mengetahui ukuran yang tepat dalam seluruh penciptaannya. Ikhtiar manusia, bagaimana menggali ukurannya?

Allah tidak pernah memberikan beban kepada manusia kecuali sesuai kesanggupannya. Allah mengamanatkan peran ibadah dan khalifah karena sesuai dengan kemampuan manusia. Tak ada kesulitan di muka bumi, karena seluruhnya dalam batas kemampuan manusia. Yang membuat sulit, karena manusia melihat yang lain. Memasukkan hawa nafsu dalam memandang sesuatu.

Mengapa manusia tersiksa hidupnya? Untuk siapakah neraka diciptakan? Mereka yang menjalani sesuai di luar batas, itulah sebab ketersiksaan diri. Makan dan minumlah, tapi jangan melampaui batas. Taatlah kepada Allah sesuai kesanggupannya.

Shalat ada waktunya. Ada bilangan rakaat yang sudah ditetapkan. Puasa ada waktunya. Ada jumlah harinya. Zakat ada nisabnya dan jumlah tertentu yang harus dikeluarkan. Allah telah menetapkan segalanya sesuai ukuran kemampuan manusia.

Jangan terlalu cinta hingga cinta buta dan kultus. Jangan pula terlalu benci. Yang cinta bisa jadi benci. Yang benci bisa jadi cinta. Cinta ada ukurannya. Benci pun ada ukurannya. Bila semua terukur tepat, segalanya akan bermanfaat.

Kaitannya dengan tata kelola kehidupan, ukurannya sudah jelas. Tinggal membaca dan menerapkannya dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Kaitannya dengan alam semesta, Allah masih merahasiakannya, agar akal manusia bertadabur,  bertafakur dan menyelami alam semesta untuk kemudahan hidup agar alam semesta melayaninya.

Asal Kebenaran, Manusia? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kebenaran tidak datang dari kepintaran dan ke...

Asal Kebenaran, Manusia?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Kebenaran tidak datang dari kepintaran dan kecerdasan  manusia. Kebenaran tidak bersumber dari akal manusia. Kebenaran bukan buah dari ilmu dan pengalaman manusia. Kebenaran itu datang hanya dari satu sumber saja.

Yang datang dari manusia bukanlah kebenaran. Semuanya  hanya persepsi dan praduga, walaupun yang merumuskan manusia terjenius, dengan ilmu dan pengalaman yang paling lama, luas dan mendalam. Walaupun yang merumuskan kumpulan yang bertitel paling tinggi di muka bumi. Sebab sumber kebenaran hanya satu saja.

Dalam diri manusia masih ada hawa nafsu. Ada keangkuhan dan kesombongan. Daya jangkauan pengelihatan dan pendengaran sangat terbatas. Yang berulang dianggap sebuah hakikat yang sebenarnya.

Kebenaran versi manusia sering disebabkan dan rekayasa oleh informasi yang masuk. Bila informasi dan data yang diterimanya sebuah kebohongan, bisakah kesimpulannya dianggap kebenaran?

Dalam diri manusia masih ada kepentingan dan kebutuhan ego diri. Daya jangkau manusia terbatas pada area yang pernah dilaluinya, itu pun yang hanya kasat mata saja. Apakah manusia memahami masa lalu dan masa depan yang gaib? Ini yang membuat daya jangkaunya sangat terbatas.

Yang enak dan lezat versi manusia. Yang nyaman dan indah versi manusia. Apakah sesuatu yang substansial? Yang menyakitkan dan menyengsarakan versi manusia. Apakah sesuatu yang substansial? Manusia terus tertipu oleh persepsinya sendiri.

Kebenaran hanya datang dari Allah. Kebenaran hanya datang dari bimbingan dan pimpinan Allah. Kebenaran hanya datang dari petunjuk Allah. Yang berasal dari manusia hanya praduga yang terus terbantahkan oleh manusia  itu sendiri. Bukankah teori manusia terus berubah-ubah dan berbantahan walaupun dengan penelitian dan kajian yang seksama?

Puasa Sang Penggema Ada rahasia tersimpan dalam perut kosong. Kita ini cuma alat musik petik, tak lebih dan tak kurang. Jika kot...

Puasa Sang Penggema

Ada rahasia tersimpan dalam perut kosong.
Kita ini cuma alat musik petik,
tak lebih dan tak kurang.
Jika kotak suaranya penuh, musik pun hilang.

Bakarlah habis segala yang mengisi kepala dan perut
dengan menahan lapar, maka
setiap saat irama baru akan muncul
dari api kelaparan yang nyala berkobar. 

Ketika seluruh hijab habis terbakar,
keperkasaan baru akan membuatmu melejit
berlari mendaki setiap anak tangga
di depanmu yang digelar.

Jadilah kosong,
lalu merataplah
seperti indahnya ratapan bambu seruling
yang ditiup pembuatnya.

Lebih kosong,
jadilah bambu yang menjadi kalam,
tulislah banyak rahasia-Nya. 

Ketika makan dan minum memenuhi dirimu,
iblis akan duduk di singgasana
tempat jiwamu semestinya duduk:
bagai sebuah berhala buruk dari logam
yang duduk di Ka'bah.

Ketika kau berpuasa menahan lapar,
sifat-sifat baik mengerumunimu
bagai para sahabat yang ingin membantu.

Puasa adalah cincin Sulaiman.
Jangan melepasnya demi segelintir kepalsuan,
hingga kau hilang kekuasaan.

Namun andai pun kau telah melepasnya,
hingga hilang seluruh kemampuan dan kekuatan,
berpuasalah: mereka akan datang lagi kepadamu,
bagai pasukan yang muncul begitu saja dari tanah,
dengan bendera dan panji-panji yang berkibaran megah.

Sebuah meja akan diturunkan dari langit
ke dalam tenda puasamu:
meja makan Isa.

Berharaplah memperolehnya,
karena meja ini penuh oleh hidangan lain,
yang jauh, jauh lebih baik
dari sekedar sup kaldu sayuran.

(Rumi)

Yang Tak Bisa Ditunda Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Agar sembuh, banyak yang berobat ke dokter. Deng...

Yang Tak Bisa Ditunda

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Agar sembuh, banyak yang berobat ke dokter. Dengan diagnosa, saran dan obatnya, banyak yang sembuh dari penyakitnya. Namun mengapa dokter yang bisa menyembuhkan penyakit orang lain, namun tak bisa menyembuhkan penyakit pada dirinya sendiri?

Dirawat di rumah sakit, untuk menyembuhkan penyakitnya. Ada juga yang berjuang untuk menyelamatkan nyawanya. Namun mengapa pemilik rumah sakit tak bisa disembuhkan penyakit dan diselamatkan nyawanya?

Banyak penguasa yang bisa mempertahankan kekuasaannya, namun mengapa tak bisa mempertahankan nyawanya? Banyak pengusaha yang bisa membeli segala sesuatu yang diinginkan dan dibutuhkannya, namun mengapa tak bisa membeli tambahan umurnya?

Dengan beragam ilmu dan teknologi, mengapa manusia tak bisa menahan laju kerentaan diri? Tak bisa menundukkan ketuaan diri? Tak bisa menunda kelemahan diri? Semuanya bergulir tanpa ada yang bisa menahannya.

Perjalanan hidup manusia sudah tak terhitung lamanya tinggal di muka bumi. Namun mengapa kumpulan pemikiran, akal, riset, ilmu dan teknologi antar generasi yang terus sambung menyambung tak bisa menunda ketuaan dan kematian? Tak bisa mewujudkan semua obsesinya, walaupun seluruh kekuasaan dan kekayaan telah digengamnya?

Penguasa yang dikelilingi dokter spesialis paling ahli tak bisa menunda kematiannya. Seorang diktator Mesir mati karena para dokter ahlinya salah dalam mendiagnosa penyakitnya.    Diktator Italia mati diserang massa, padahal disekitar dirinya dikerumuni pasukan elit, terlatih dan terkuat.

Bila Allah telah menutup, tidak ada yang bisa membuka. Bila Allah telah membuka, tidak ada yang bisa menutup. Bila Allah berkehendak, tak ada yang bisa menghalanginya. Ada kehendak Allah yang "dititipkan" pada manusia dengan sunatullah-Nya, namun tak terhingga yang Dia genggam sendiri.

Mengelola Tanah, Mengelola Kehidupan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kembali ke fitrah. Kembali kepada...

Mengelola Tanah, Mengelola Kehidupan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Kembali ke fitrah. Kembali kepada karakter tanah. Andai seluruh permukaan bumi ditutupi batu permata, emas, dan perak, bermanfaatkah bagi manusia? Dapatkan membangun sesuatu bila permukaan tanah hanya memuat permata, emas dan perak? Manusia hanya butuh tanah.

Mengapa di planet lain tidak ada kehidupan? Allah telah menghadirkan manusia di bumi . Bumi diselimuti tanah. Manusia berasal dari tanah. Tanah bertemu tanah. Kesesuaian menciptakan keakraban dan ketentraman.

Tanah menjadi tempat tumpuan ragam kehidupan dan ekosistem mahkluk. Banyak ahli antariksa yang terus meneliti jagat raya, hingga saat ini belum ditemukan kehidupan di planet lain. Di Markerius, yang lapisannya terdiri permata pun tak ada kehidupan.

Dari tanah, seluruh kebutuhan dan keinginan makhluk hidup terpenuhi. Di atas tanah, manusia menumpukan kehidupannya. Adakah yang lebih berharga dari tanah? Bukankah dari tanah, Allah menciptakan makhluk terbaiknya? Bukankah dari tanah, Allah menciptakan hamba terbaik yang dicintai-Nya?

Menyia-nyiakan tanah berarti menyia-nyiakan diri dan kehidupan. Pesan Rasulullah saw dalam menghadapi hiruk-pikuk akhir zaman berkaitan dengan pengelolaan tanah. Gambaran akhirat, paling sering digambarkan dengan tanah kering kerontang yang disiram oleh air.

Kisah-kisah pemilik kebun, tersebar di sejumlah ayat tanpa diinformasikan nama dan tempatnya dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan peristiwa umum yang dilalui manusia. Ini sama dengan ungkapan Al-Qur'an yang dimulai dengan seruan, "Wahai manusia..."

Kisah pemilik kebun, sebuah dialog antara mukmin dan kafir yang tak disebut nama, tempat dan waktunya. Ini menandakan kesalahan dalam mengelola tanah bisa terjadi kepada siapapun. Mukmin dan kafir, memiliki konsep yang berbeda mindsetnya dalam hal tanah.

Kehancuran Perlahan dan Tak Dirasakan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Apakah kaum muslimin memerangi k...

Kehancuran Perlahan dan Tak Dirasakan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Apakah kaum muslimin memerangi kaum kafir Quraisy di Mekkah? Perang Badar, Uhud dan Ahzab, Kafir Quraisy yang menyerangnya. Sedangkan Hudaibiyah dan Futuh Mekah, Rasulullah saw hanya ingin menunaikan haji dan menepati perjanjian saja.

Kaum kafirin tak perlu diperangi. Mereka akan musnah dengan sendirinya. Musnah sebab faktor internalnya. Musnah sebab sistem cara berfikirnya, sistem sosial dan budayanya, sistem politik dan kekuasaannya, sistem gaya hidup dan budayanya. Walaupun mereka ditopang oleh kekayaan yang melimpah dan militer yang paling kuat. Karena kekuatan masyarakat pada sistem sosial dan manajemen diri.

Allah mengingatkan Kafir Quraisy, bahwa umat terdahulu lebih besar kekuatannya, lebih banyak pendukungnya dan lebih melimpah kekayaannya. Namun seluruhnya hancur luluh lantah. Kehancuran hanya soal waktu. Kehancuran hanya menunggu momentum saja. Hanya Allah yang maha mengetahui waktunya.

Setelah umat Nabi Muhammad saw, tidak ada lagi umat yang baru. Tak ada lagi umat yang datang di kemudian hari atau berikutnya. Inilah umat terakhir di kolong jagat raya. Sebab itulah,  yang durhaka kepada Allah tidak diazab hancur lebur hingga musnah seketika, lalu hilang dari muka bumi.

Yang durhaka kepada Allah tidak diazab total musnah hilang dari muka bumi di era ini. Berbeda dengan umat Nabi sebelumnya.  Sebab, periode kenabian dan dakwah sebelumnya terbatas pada usia nabinya sehingga umat yang durhaka dimusnahkan total agar umat yang baru lahir tanpa terkontaminasi oleh kedurhakaan.

Di periode sekarang, tugas kenabian melekat pada setiap jiwa umat Islam. Selama masih ada umat Islam tidak akan pernah ada penghancuran total sebab azab Allah. Sebab, generasi yang baru lahir tetap ada yang membimbing dan mengarahkan untuk mentaati Allah.

Kafirin dan turunannya akan hancur perlahan dan tak dirasakannya. Kekuatan finansial , militer dan kekuasaan terus digengam sempurna. Namun sistem berfikir, sosial dan budaya, sistem keluarga dan dirinya yang akan menghancurkan secara perlahan dan tak dirasakannya. Allah hanya berfirman untuk menunggu waktunya saja.

Satu Gaya Hidup dengan Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kelak di akhirat, di hadapan pengadilan a...

Satu Gaya Hidup dengan Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Kelak di akhirat, di hadapan pengadilan akhirat,  ada yang berdoa kepada Allah, agar dijadikan tanah saja. Tanah dijadikan obsesi dan karakter hidupnya. Tanah dijadikan tujuan akhir hidupnya. Mengapa berdoa agar dijadikan tanah?

Rasulullah saw sering memanggil seseorang dengan nama kunyahnya. Ini nama yang disukai oleh para Sahabat mulia. Ali bin Abi Thalib memiliki nama kunyah yang diberikan oleh Rasulullah saw, yaitu Abu Turab, bapaknya tanah. Sebab bila Ali sedang memiliki persoalan sulit, dia tidur di masjid dengan beralaskan tanah. Begitu juga dengan Umar bin Khatab sang khalifah, mereka mengakrabkan diri dengan tanah.

Jiwa yang paling mulia, jiwa yang menerima apa pun dalam kehidupan ini. Cacian, makian, hinaan, pujian, keberhasilan, kesulitan dan tantangan adalah energi penyubur dan pembangun  jiwa. Sampah tidak diubah menjadi sampah lagi. Sampah diubah dan diolah menjadi nutrisi jiwa. Pupuk yang dihujamkan ke tanah pun membuatnya semakin subur.

Yang busuk dan bau. Yang menjijikkan. Yang tak dihiraukan, ditinggalkan dan dijauhi. Semuanya diubah menjadi kesuburan. Bisakah jiwa manusia seperti ini? Tak ada sampah dalam kehidupan ini bila manusia memiliki karakter tanah.

Sampah yang terbakar oleh api. Jiwa pendosa yang maksiat yang termakan kobaran bujukan api syetan. Jiwa yang dibusukan oleh tipu daya syetan. Apakah terhina? Justru paling mudah dan cepat menyuburkan tanah. Maksiat dan dosa bila dibarengi dengan karakter tanah akan sangat menyuburkan. Itulah peran istighfar dan taubat.

Jadilah tanah yang paling rendah. Karena kesuburan tanah terkumpul di area yang terendah. Tanah yang paling rendah menjadi area distribusi air dan tampungan air terbanya. Bukankah lautan berada di dataran yang paling rendah? Bukankah kota,  perkampungan, persawahan berada di tanah yang rendah?

Bila rumah sesungguhnya adalah tanah perkuburan, maka tempalah jiwa menjadi berjiwa tanah. Saat kematian kelak, tanah bumi akan akrab dengan jiwa yang telah berkarakter tanah. Sifat jiwa dan karakter tanah bumi sudah satu frekwensi dan gaya hidup. Maka tanah akan menjadi rumah yang paling membahagiakan. Tanah akan menjadi sahabat.

Manajemen Diri Bercermin Pada Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kelak di akhirat, di hadapan penga...

Manajemen Diri Bercermin Pada Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Kelak di akhirat, di hadapan pengadilan akhirat,  ada yang berdoa kepada Allah, agar dijadikan tanah saja. Tanah dijadikan obsesi dan karakter hidupnya. Tanah dijadikan tujuan akhir hidupnya. Mengapa berdoa agar dijadikan tanah?

Tanah adalah inti diri manusia. Yang dihasilkan tanah, jadi penyebab kehidupan manusia. Manusia hidup di atas tanah.  Ke dalam tanah, manusia dikembalikan untuk menunggu akhirat. Pergulatan hidup manusia, adalah pergulatan terhadap tanah dari awal hingga akhir.

Batu yang keras bisa menjadi tanah dengan terpaan air, sinar matahari, hembusan udara, iklim dan akar tanaman. Mengapa kerasnya hati manusia tidak bisa ditempa menjadi karakter tanah? Mengapa liku-liku kehidupannya tak menjadikan manusia berkarakter tanah?

Tanah mengubah seluruh yang ada di alam untuk menyuburkan dan menggemburkan dirinya, lalu membangun kehidupan kepada setiap makhluk yang hidup di atasnya. Membangun diri lalu memberikan sumbangsih pada kehidupan.

Sampah, sisa makanan dan minuman, sisa daun dan kayu semuanya diterimanya. Tak ada yang ditolaknya. Namun tanah memiliki energi pengubah. Yang tersisa, diubahnya menjadi unsur hara. Tanah mengubahnya menjadi titik asalnya, yaitu unsur hara.

Bisakah manusia mengubah seluruh kejadian hingga sisa sampah kehidupan untuk menyuburkan dirinya? Lalu diubah untuk membangun diri dan kehidupan? Bisakah mengubah segala sesuatu menjadi bentuk asalnya? Bahwa semuanya berasal dari Allah?

Manusia berasal dari tanah, namun mengapa berkarakter syetan, api? Yang menghanguskan apa saja yang diterimanya. Manusia berasal dari tanah, mengapa ingin berkarakter dan hidup seperti malaikat? Tanah adalah sebaik-baiknya unsur dari asal mula penciptaan makhluk.

Membangun Kehidupan Dengan Peradaban Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Tanah itu rumah kita. Olahl...

Membangun Kehidupan Dengan Peradaban Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Tanah itu rumah kita. Olahlah tanah karena itulah tempat persinggahan sebelum ke akhirat.  Mengolah tanah bukan agar hasil pertanian melimpah. Namun karena tanah tempat kembalinya kita.

Apa yang ada di permukaan bumi, kembalikanlah ke tanah. Tanah yang akan menguraikannya menjadi hara. Makhluk yang hidup di tanah, hidup dari apa yang dibenamkan ke tanah. Kelak mereka akan menjadi teman dan tetangga kita.

Membiarkan sampah berarti menyia-nyiakan sumber daya. Membiarkan sampah tetap di permukaan tanah berarti memubazirkan energi  yang seharusnya bisa menghidupkan banyak makhluk di dalam tanah. Bila ada sampah, taruhlah di sekitar tanaman atau dibenamkan ke tanah. Itulah cara mengoptimalkan sampah.

Yang berasal dari tanah, segeralah dikembalikan ke tanah, bukan saja untuk mayat, tetapi semuanya. Mengembalikan ke tanah berarti menyediakan bekal keberlangsungan hidup bagi generasi selanjutnya. Membiarkan di permukaan berarti menciptakan masalah bagi generasi sekarang  juga selanjutnya.

Tanah mengubah yang terbuang menjadi pupuk. Tanah mengubah bangkai menjadi bermanfaat. Tanah mengubah yang tak digunakan menjadi hara yang bermanfaat bagi tanaman, kelak buahnya sangat segar dan bermanfaat. Seperti itukah jiwa kita? Sudahkah jiwa manusia berkarakter tanah?

Tanah mengubah air hujan menjadi mata air. Mengubah air hujan menjadi nutrisi tanaman. Tanah mengubah seluruh yang dilemparkan ke dalam dirinya menjadi kehidupan baru. Seperti itukah jiwa kita?

Seluruh kehidupan berbasiskan tanah. Seluruh gedung ditancapkan ke tanah. Diatas tanahlah mercusuar kehidupan yang membanggakan didirikan. Mengapa manusia tidak membangun peradaban dengan berpondasikan pada peradaban Tanah?

Konsep Pertanian Modern Agroforestry dan Permaculture Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Dalam surat Al-K...

Konsep Pertanian Modern Agroforestry dan Permaculture

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Dalam surat Al-Kahfi ada kisah tentang dua pemilik kebun. Dalam surat Yasin, ada konsep bertani yang mengkisahkan penanaman pohon kurma dan anggur. Dalam kebodohan ku di dunia pertanian, ku coba konsep ini. Apa hasilnya?

Perhatikan pada air hujan, membawa ku pada ilmu konservasi tanah dan air. Seorang rektor universitas IPB menulis konsep konservasi tanah dan air. Sangat mengejutkan, ternyata ada konsep pertanian yang dijelaskannya mirip dengan konsep di surat Yasin.

Penanaman pohon kurma dan anggur dalam surat Yasin, selaras dengan konsep pertanian Modern Agroforestry dan Permaculture. Ini konsep pertanian modern masa depan yang menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi.

Konsep Pertanian Modern Agroforestry dan Permaculture merupakan sistem pertanian yang memerlukan energi rendah namun berdaya hasil tinggi. Menciptakan keragaman habitat dan makanan, tercipta sistem saling kontrol yang menciptakan pencegahan hama dan penyakit secara epidemik

Saat ini pertanian pangan, holtikultura, perkebunan tanaman tahunan, kehutanan dan peternakan dianggap berdiri sendiri. Padahal seluruhnya saling terkoneksi. Agroforestry dan Permaculture yang akan menyatukannya.

Al-Qur'an memang mukjizat. Hanya dengan tamsil yang sederhana tentang pohon kurma dan pohon anggur ternyata merupakan konsep pertanian modern yang ramah terhadap sistem ekologi jagat raya.

Al-Qur'an memang mukjizat, hanya berkisah tentang dua pemilik kebun, ternyata inilah konsep modern tentang pengelolaan lahan pertanian yang paling modern. Al-Qur'an terus memunculkan kemukjizatannya bagi yang meyakini dan menjalankannya.

Area Perkuburan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Ada kuburan yang sudah tak diziarahi lagi. Putra-putri...

Area Perkuburan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Ada kuburan yang sudah tak diziarahi lagi. Putra-putrinya sudah wafat seluruhnya. Cucunya sudah menua dan banyak yang wafat pula. Bisa jadi, kelak menjadi kuburan yang tak dikenal lagi.

Ada perkuburan yang ramai dikunjungi tanpa henti. Ada perkuburan yang sunyi senyap. Sedikit sekali taburan bunga. Tak berbekas jejak-jejak kaki orang banyak. Mungkinkah ini yang disebut kuburan tua?

Ada kuburan yang tidak ada jejaknya lagi. Menurut para tetua, dahulu di tempat tersebut ada kuburan. Namun sekarang sudah menjadi kebun hingga didirikan rumah. Bukankah terkadang ditemukan perkuburan dan istana yang telah terkubur tanah? Bukankah banyak candi yang ditemukan dari galian tanah?

Ada kisah, seseorang kehujanan dan berteduh di goa. Didapatkannya, perhiasan dan kekayaan yang melimpah ruah. Di sampingnya terdapat kerangka tulang yang bertuliskan bahwa raja ini pernah mengalahkan 1.000 pasukan, menguasai 1.000 kerajaan. Harum namanya di eranya. Sekarang, tak seorangpun yang mengenalnya.

Ada rumah tua yang hancur runtuh. Dulunya, rumah besar dan mewah tak terkira. Tanah perkebunan yang dulunya sunyi, menakutkan dan menyeramkan, sekarang menjadi rumah-rumah mewah. Yang gegap gempita akan dipenuhi kesunyian. Yang dipenuhi kesunyian kelak akan gegap gempita. Yang gegap gempita kelak akan kembali sunyi.

Pada akhirnya semuanya tak dikenal lagi. Semuanya terkubur ke tanah. Semuanya kembali sunyi. Semuanya kembali sendiri. Keramaian itu hanya sesaat. Hiruk pikuk itu hanya sesaat.

Kata teman, dunia itu hanya mimpi. Real kehidupan hanya ada di akhirat nanti.

Merekayasa Tanaman Menghadapi Hama Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Apakah tumbuhan memiliki antibodi u...

Merekayasa Tanaman Menghadapi Hama

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Apakah tumbuhan memiliki antibodi untuk mengobati dirinya sendiri? Apakah tumbuhan dapat mengembangkan antibodinya sendiri untuk melawan jenis penyakit yang baru? Apakah karena tak memiliki akal, manusia tidak yakin bahwa mereka memiliki rekayasa pembaharuan atas antibodinya?

Manusia meyakini dirinya, bahwa tubuh memiliki daya identifikasi terhadap semua jenis penyakit yang baru. Lalu tubuh memproduksi antibodi baru yang sesuai untuk melawan penyakit baru. Persoalannya, apakah tubuhnya memiliki gaya hidup yang sehat? Nutrisi yang cukup?

Seekor hewan, yang sedang sakit, bila berada di alam bebas, saat sakit mereka mencari tumbuhan atau hewan untuk dikonsumsi untuk mengobati sakit yang dideritanya. Kadang mereka memiliki gaya hidup atau kebiasaan  tertentu yang aneh untuk mengobati dirinya. Bagaimana dengan tumbuhan?

Bila manusia sakit, seringkali mengandalkan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Meracik obat herbal. Beragam penyakit disembuhkan dengan ramuan dari tumbuhan. Bila manusia kelas tertinggi dalam strata makhluk hidup, berarti penyakitnya lebih berat dari tumbuhan, namun pengobatannya mengandalkan tumbuhan. Mengapa saat tumbuhan sakit, manusia menggunakan obat kimia?

Antibodi bawaan dari manusia itu sendiri. Allah yang menciptakannya. Manusia pun tak bisa memerintahkan tubuhnya untuk memproduksi antibodinya. Ikhtiar manusia hanya, bagaimana raganya memiliki daya tahan saat terjadi pertempuran antara antibodi dengan penyakitnya? Manusia hanya berikhtiar dengan gaya hidup sehat saja.

Tumbuhan pun memiliki metode yang sama dalam melindungi dirinya. Persoalannya, manusia membabat habis atau memunahkan lingkungan tanah dan sekitarnya, sehingga tidak ada lagi lingkungan yang sehat agar tumbuhan mampu bertahan saat dirinya melawan penyakit.

Hal utama yang dilakukan manusia terhadap tanaman agar tanamannya sehat, menciptakan tanah yang sehat agar antibodi tumbuhan bekerja. Menciptakan lingkungan disekitar tumbuhan yang membantu meningkatkan daya tahan secara psikis dan tanaman dan hewan pembantu yang menopang kesehatan tumbuhan.

Jagat Raya View Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Rasulullah saw dapat memahami bahasa hewan. Ada sapi y...

Jagat Raya View

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Rasulullah saw dapat memahami bahasa hewan. Ada sapi yang ditunggangi dan dipukuli oleh pemiliknya. Sang sapi berkata, "Aku diciptakan untuk membajak sawah." Rasulullah saw menceritakan hal ini kepada para Sahabat.

Ada serigala yang memakan seekor domba. Sang pemilik domba mengejar sang serigala dan akan membunuhnya. Sang serigala berkata, "Disaat pemilik sibuk, bukankah serigala yang telah menjaganya? Mengapa pemilik domba menghalangi rezekinya?" Rasulullah saw menceritakan hal ini pada para Sahabatnya.

Berinteraksi dengan makhluk Allah harus memahami, untuk apa makhluk itu diciptakan? Tempatkan dan fungsikan setiap makhluk sesuai dengan tujuan penciptaannya. Butuh tafakur untuk memahaminya.

Banyak peran makhluk hidup yang membantu dan memberikan memanfaatkan besar pada manusia yang tanpa disadari manusia. Pengetahuan dan pemahaman manusia sangat terbatas akan hal ini. Ilmu manusia hanya setetes air di tengah samudera.

Bila ada makhluk hidup yang mengambil sesuatu dari manusia, sadarilah bahwa kemanfaatan kehadiran mereka lebih luar biasa dari sesuatu yang diambil dari manusia. Yang diambil merupakan jatah rezeki dari Allah yang nilainya sangat kecil dibandingkan dengan  kemanfaatan kehadiran makhluk tersebut di alam semesta.

Islam rahmatan lil alamin. Melihat sesuatu dari "Jagat Raya View" bukan kepentingan pribadi dan ego diri. Bukan eksploitasi keuntungan pribadi. Bukan dari kacamata milik pribadi yang berkurang atau dirampas. Segala sesuatu memiliki manfaat bila ada takarannya. Bila sudah melebihi takarannya, maka Allah akan mencabutnya agar keseimbangan jagat raya tetap terjaga.

Biarkan yang pergi. Bertanda apa yang dimiliki sudah melewati kadar kemanfaatannya. Lebih bermanfaat bila diambil daripada digenggam sendiri. Kadar kemanfaatan dapat terlihat dari filosofi Zakat dan Sedekah. Diberikan itu lebih baik daripada ditahan. Bila tetap ditahan, maka kerusakan yang terjadi.

Cerita Rasulullah tentang Sapi dan Serigala yang Berbicara REPUBLIKA.CO.ID, Seperti biasa, bakda shalat Shubuh para sahabat tida...


Cerita Rasulullah tentang Sapi dan Serigala yang Berbicara


REPUBLIKA.CO.ID, Seperti biasa, bakda shalat Shubuh para sahabat tidak langsung beranjak pergi. Mereka duduk melingkar menghadap Rasulullah SAW untuk menerima pelajaran.  

Pelajaran yang disampaikan ketika itu ialah tentang bagaimana kita mesti menghargai binatang yang juga makhluk Allah SWT.      

Rasul menceritakan, ada seekor sapi bisa berbicara kepada pemiliknya setelah mendapatkan perlakuan tidak patut dari si empunya. Kisah lain, ialah tentang serigala yang mengerti bahasa manusia.  

Seperti dinukilkan Bukhari dari riwayat Abu Hurairah RA, Rasul menuturkan demikian. Suatu saat, seorang laki-laki menuntun seekor sapi, tiba-tiba dia menaikinya dan memukulnya. 

Sapi itu berkata, "kami tidak diciptakan untuk ini, tetapi kami diciptakan untuk membajak sawah."

Para sahabat takjub. "Subhanallah, seekor sapi berbicara." Ketika semua sahabat kagum terkait cerita ada sapi dan serigala bisa berbicara, Rasulullah melanjutkan cerita dengan detail.

Awalnya, sapi itu berjalan biasa saja, namun ketika sang pemilik memukuli, sapi itu berjalan sangat lambat dan langsung menoleh kepada pemilik yang sedang berada di atas punggungnya dan berkata, "Kami tidak diciptakan untuk ini (dipukuli), tetapi kami diciptakan untuk membajak sawah," kata sapi itu.

Rasul menjelaskan apa yang disampaikan sapi itu. Seolah-olah berkata kepada pemiliknya, bahwa penunggangnya telah berbuat zalim, bukan hanya dengan mengendarainya, tapi juga menyiksanya.  

"Kamu telah menggunakanku untuk sesuatu di mana Allah menciptakanku bukan untuk hal ini."   

Rasul menjelaskan terkait kata zalim yang disampaikan seekor sapi, bahwa kezaliman adalah meletakkan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Setelah menceritakan kisah sapi yang berbicara, Rasulullah kembali menceritakan kisah serigala yang juga bisa bicara. 

Ketika itu, seekor serigala menyerang domba milik seorang penggembala. Mengetahui dombanya diserang, penggembala yang kuat dan pemberani itu langsung mengejarnya.

Kelelahan, serigala itu berhenti tepat di depan penggembala dan berkata, "Kamu menyelamatkan domba ini dariku. Lalu siapa yang akan menyelamatkannya pada hari datangnya binatang buas dan tak ada penggembala sepertimu?"   

Rasulullah menjelaskan, apa yang disampaikan serigala itu mengisyaratkan hari datangnya binatang buas di masa yang akan datang. 

Pada hari itu, ternak-ternak dibiarkan bebas, binatang-binatang buas menyerang dan merusaknya karena tidak ada yang menjaga. Kondisi semacam ini kelak juga akan terjadi pada umat manusia, ketika kiamat datang. 

Dalam Dalail an-Nubuwwah, Abu Nu'aim meriwayatkan, peristiwa tersebut terjadi pada sahabat yang bernama Uhban bin Aus.

Seekor serigala menyerang dombanya. Serigala itu menerkam seekor domba. Uhban berteriak, lalu serigala itu duduk di atas ekornya. Serigala itu berbicara.

"Siapa yang akan menjaganya di hari ketika kamu sedang sibuk darinya? Kamu telah menghalangiku mendapatkan rezeki dari Allah."  

Uhban berkata, "Lalu aku menepuk tanganku. Aku berkata, "Demi Allah, aku tidak melihat sesuatu yang lebih aneh dari ini." Hal ini terjadi setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul.    

Lalu serigala itu melanjutkan pembicaraannya kepada Uhban yang sedang kebingungan melihat binatang bisa berbicara.

"Ada yang lebih aneh dari itu, seorang utusan Allah di kota yang ditumbuhi kurma, dia mengajak kepada Allah."

Lalu Uhban datang kepada Rasulullah untuk menceritakan pengalamannya. Setelah dijelaskan tentang kekuasaan Allah, Uhban masuk Islam.

Setelah selesai menyampaikan dua kisah binatang yang bisa berdialog dengan manusia, Rasulullah menyampaikan bahwa kiamat tidak terjadi hingga binatang buas bicara kepada manusia dengan bahasa mereka. Ini pasti terjadi, karena Nabi telah menyampaikannya.  

 

Akhlak Kepada Hama dan Gulma Pertanian Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Semuanya makhluk Allah. Semua y...

Akhlak Kepada Hama dan Gulma Pertanian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Semuanya makhluk Allah. Semua yang hidup di lahan pertanian dan perkebunan adalah makhluk Allah. Tak ada yang diciptakan sia-sia dalam kehidupan ini. Hama pun makhluk Allah. Berikan hak hidupnya.

Setiap yang berpotensi mengurangi hasil disebut gulma dan hama. Harus dimusnahkan. Tak boleh diberikan tempat untuk hidup. Seperti itukah konsep pertanian dan perkebunan? Padahal Allah tetap memberikan ruang kehidupan pada yang kafir, musyrik, zalim, dan munafikin.

Allah masih memberikan ruang hidup pada yang maksiat dan pendosa. Mengapa manusia tak memberikan ruang hidup pada hama dan gulma? Bukankah hama dan gulma pun selalu berdoa dan bertasbih kepada Allah?

Gulma dan hama pertanian masih lebih baik daripada manusia yang shaleh. Gulma dan hama tidak pernah bermaksiat sedikitpun. Kehidupan mereka dipenuhi doa dan tasbih kepada Allah. Sedangkan manusia, raganya bisa jadi taat, namun hatinya senantiasa bermaksiat pada Allah.

Gulma dan hama senantiasa taat kepada Allah. Diciptakan Allah sesuai ukurannya. Diciptakan Allah untuk menjaga keseimbangan jagat raya. Mengapa manusia merusaknya dengan dalih mengurangi hasil panen?

Berikan ruang kehidupan pada hama dan gulma seperti Allah yang telah memberikan ruang hidup kepada mereka. Bila manusia mengetahui dan mau membongkar manfaat seluruh makhluk hidup di jagat raya, maka tidak akan ada lagi pengelompokan hama, gulma, hama dan virus tanaman.

Semua makhluk hidup diberikan ruang hidup sesuai proporsinya. Tugas manusia, bersikap kepada alam semesta seperti Allah bersikap kepada mereka. Ini rahasia yang terus digali sehingga paham kadar yang telah ditentukan Allah di muka bumi ini.

 Fakta Pohon Bisa Berbicara mukjizat.co – Tidak ada celah dalam Islam. Islam adalah agama sempurna. Bahkan ketika kelompok orien...

 Fakta Pohon Bisa Berbicara


mukjizat.co – Tidak ada celah dalam Islam. Islam adalah agama sempurna. Bahkan ketika kelompok orientalis sangat bergembira mendapatkan sesuatu yang mereka anggap celah. Pohon bisa berbicara, misalnya.

Dikabarkan bahwa Rasulullah saw. mendapatkan mimbar kayu yang baru yang lebih cocok untuk berkhutbah dalam kondisi yang telah berubah. Tak berselang lama, mimbar kayu yang lama pun menangis. Suaranya bahkan terdengar oleh para sahabat.

Rasulullah saw. pun mendekati mimbar lamanya, lalu mengusapnya sayang. Kayu itu pun terdiam. Lalu beliau bersabda, “Seandainya tidak kuusap, mimbar ini pun akan menangis hingga Kiamat.”

Bagaimana kayu bisa merasa sedih, menangis, berbicara? Itu mungkin yang ada dalam benak orang-orang yang menyembah logikanya, dan tidak bisa menerima masalah-masalah keimanan. Mereka pun bisa melabeli Islam sebagai agama mitos, dan hanya diimani orang-orang yang tidak berfikir logis.

Ada sebuah penelitian ilmiah yang sangat unik. Para ilmuwan botani menemukan bahwa ada beberapa jenis tumbuhan yang memancarkan getaran ultrasonik yang frekuensinya antara 20 hingga 100 kilohertz. Pohon bisa berbicara.

Bahkan ada juga tumbuhan yang mampu mendengar teriakan sesama tumbuhan, berkomunikasi dan melakukan reaksi. Misalnya ada tumbuhan yang mengeluarkan teriakan peringatan kepada tumbuhan di dekatnya karena ada bahaya yang mengancam.

Bahaya itu bisa berupa serangga yang akan memakan dedaunannya. Maka tumbuhan yang mendengar peringatan itu akan bereaksi mengeluarkan bebauan yang kurang sedap sehingga serangga tersebut menjauh dan tidak menghabiskan dedaunannya. Pohon bisa berbicara.

Ada semacam solidaritas sesama tumbuhan. Demikiannya, kuasa Allah Taala menciptakan makhluk-makhluknya. Agar memberikan pelajaran bagi manusia. Manusia hendaknya saling menyayangi sesamanya.

Pada tahun 2016, Profesor Peter Crisp dari Universitas Nasional Australia (ANU), mengatakan bahwa tumbuhan bisa mengingat saat-saat menyakitkan seperti dahan yang dipotong atau bagiannya yang tersentuh kebakaran.

Sementara Profesor Frantisek Baluska dari Universitas Bonn (Jerman) mempelajari kecerdasan yang dimiliki oleh tumbuhan. Baluska menemukan bahwa tumbuhan memiliki memori pendek terhadap rasa yang menyakitkannya. Karena itu, tak lama kemudian memorinya itu hilang.

Kesimpulannya, tumbuhan bisa merasakan, mengingat, bahkan mengeluarkan getaran ultrasonik. Mungkinkah ini yang terjadi pada sebatang kayu yang ditinggalkan Rasulullah saw. saat mendapatkan mimbar yang baru?

Tapi mungkin ada yang akan menyanggah, bukankah mimbar adalah kayu yang telah mati sehingga tidak mungkin memiliki perasaan dan berbicara? Karena sistem persyarafan tumbuhan berpusat di akar. Ketika dipotong, maka sudah tidak memiliki ruh lagi.

Ternyata kisah mukjizat Nabi saw. di atas juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Bahkan diterangkan lebih detil tentang kayu yang dijadikan mimbar Rasulullah saw. tersebut.

“Rasulullah saw. biasa berkhutbah Jumat dengan berdiri di sebatang pohon kurma. Maka ada orang yang mengusulkan, “Maukah kami buatkan mimbar untukmu, Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Terserah kalian.”

Pada hari Jumat berikutnya, Rasulullah saw. mendapatkan mimbar baru tersebut. Tiba-tiba pohon kurma itu menangis seperti anak kecil. Maka Rasulullah saw. pun turun dari mimbar barunya, dan memeluk mimbar lamanya hingga sesenggukan pohon itu mulai mereda. Rasulullah saw. lalu bersabda, “Dia menangis sedih tidak lagi mendengarkan zikir di atasnya.” [Bukhari].

Memang ada perbedaan. Suara pohon saat itu bisa terdengar, sementara suara yang ditemukan para ilmuwan hanyalah getaran ultrasonik. Tapi setidaknya peristiwa mukjizat Nabi saw. memiliki dasar ilmiah bahwa tumbuhan bisa merasa dan berbicara. Pohon bisa berbicara. (sof1/www.mukjizat.co)

Interaksi dengan Tanaman dalam Kisah Para Nabi dan Rasul Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Siti Maryam m...

Interaksi dengan Tanaman dalam Kisah Para Nabi dan Rasul

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Siti Maryam menggoyahkan pohon kurma dengan kelembutan saat sedang menghadapi sakitnya persalinan. Dia mengoyangkannya ke arah dirinya. Dari goyangannya buah kurma berjatuhan. Ada interaksi Siti Maryam dengan tanaman. Apa pengaruhnya terhadap tanaman?

Pepohonan juga digoyang oleh angin. Gesekan antara daun dan ranting menimbulkan suara indah. Ada penelitian dari para ahli bahwa pohon pun bergoyang sendiri walau tanpa angin.

Tanaman sangat sensitif, selain dengan musik yang dapat memengaruhi pertumbuhannya, ternyata mereka juga responsif terhadap gerakan dan sentuhan. Tumbuhan memiliki rasa.

Menggoyang tumbuhan dapat mengubah laju pertumbuhan tanaman, mencegahnya tumbuh berkaki panjang, menumbuhkan batang yang lebih tebal dan lebih kompak.

Perhatikan ranting tanaman, di malam hari mereka merunduk. Saat matahari terbit, ranting pohon naik kembali. Oleh sebab itu, di kampungku para penebang pohon bambu, menebangnya di waktu pagi agar mudah menarik batangnya.

Rasulullah saw menunjukkan mukjizatnya dengan berbicara kepada tanaman. Tanaman pun bergerak ke arah dirinya lalu kembali. Tanaman pun merunduk dan mencium bumi lalu kembali ke posisi semula.

Tanaman bukanlah makhluk mati. Tanaman merespon prilaku manusia. Tanaman merespon apa yang diucapkan manusia. Bukankah seluruh makhluk di jagat raya berdoa dan bertasbih? Berinteraksilah dengan tanaman sesuai  karakter, agar manusia mendapatkan kebaikannya.

Manajemen Kesuburan Pertanian Dari Kisah Nabi Sulaiman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Nabi Sulaiman d...

Manajemen Kesuburan Pertanian Dari Kisah Nabi Sulaiman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)

Nabi Sulaiman dan pasukannya yang terdiri dari manusia, jin dan burung tengah bergerak rapih. Tiba-tiba Nabi Sulaiman memerintahkan pasukannya berhenti. Tenyata ada rombongan semut yang tengah lewat. Nabi Sulaiman membiarkannya lewat hingga tuntas. Baru kemudian melanjutkan perjalanannya. Apa kaitannya dengan teknologi pertanian?

Ada yang mengabadikan dialog antara Nabi Sulaiman dengan semut saat itu. Para semut bukan saja berbicara bahwa pasukan Nabi Sulaiman mau lewat, tetapi semut sedang berdoa memohon hujan kepada Allah. Apa kaitannya dengan dunia pertanian?

Kesuburan tanah pertanian tergantung dari makro dan mikroorganisme yang hidup di tanah. Semakin banyak yang hidup di tanah, tanahnya akan semakin subur. Di gurun pasir, tanda bahwa tanaman bisa hidup di sebuah tempat salah satunya adanya rumah-rumah semut. Rumah semut bertanda pula bahwa tanaman di area tersebut dapat bertahan dalam kegersangan gurun.

Makro dan mikroorganisme yang ada di tanah akan membuat tanah gembur. Mereka membuat jalan lintasan dan rumah di dalam tanah. Air hujan dan udara bisa menyelusup ke tanah. Akar tanaman mendapatkan suplai air dan mengubah udara menjadi nitrogen.

Makro dan mikroorganisme tanah akan memakan sampah berupa kayu, dedaunan, tulang dan yang dibuang ke tanah menjadi unsur hara. Kotoran cacing tanah lebih baik 4-7 kali lipat dari pupuk kimia yang dibuat oleh manusia. Setiap lintasan yang dilewati semut, cacing tanah, rayap dan makhluk tanah lainnya meninggal nutrisi bagi tanaman.

Bila Nabi Sulaiman menyayangi semut, mengapa manusia tidak menyayangi mikro dan makroorganisme yang ada di tanah? Mereka adalah pelayan manusia. Mereka bekerja untuk manusia dengan menyuburkan tanah. Mereka berdoa bagi manusia. Mereka bertasbih agar alam semesta senantiasa mendapatkan curahan rahmat Allah.

Contohlah Nabi Sulaiman dalam mengelola dan manajemen tanah dengan menyayangi semut dan seluruh makhluk yang hidup di dalam tanah. Itulah cara menghadirkan kembali kemukjizatan Nabi Sulaiman di era modern ini.

Melemparkan Debu ke Wajah Pemuda Quraisy, Mukjizat Saat Rasulullah saw Terkepung REPUBLIKA.CO.ID, Ketika Rasulullah hendak beran...

Melemparkan Debu ke Wajah Pemuda Quraisy, Mukjizat Saat Rasulullah saw Terkepung

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika Rasulullah hendak berangkat hijrah, kediaman beliau di Mekkah telah dikepung puluhan orang bersenjata yang telah siap menghabisi beliau. Pada saat itu Rasulullah membaca ayat:

وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (Al Quran surat Yasin ayat 9).
Scroll untuk membaca

Sambil menebarkan segenggam debu, lalu Rasulullah melangkah keluar dengan tenang melewati para pengepung itu tanpa sedikit pun menunjukkan ketakutan.

"Kala itu, Rasulullah benar-benar telah berhasil menjaga keyakinan dan keberanian beliau untuk kemudian melangkah menuju gua Tsur. Sebuah gua yang terletak di puncak gunung dan sangat sulit untuk dicapai, termasuk oleh para pemuda. Tapi Rasulullah mampu mendaki puncak gunung itu ketika beliau telah berusia lima puluh tiga tahun," jelas cendekiawan Muslim Turki Muhammad Fethullah Gulen dalam bukunya Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia

Orang-orang musyrik Mekkah pun mencari-cari keberadaan Rasulullah. Bahkan mereka sampai tiba di mulut gua Tsur. Sahabat Abu Bakar yang menemani Rasulullah di dalam gua Tsur merasa gelisah. Sebab Abu Bakar selalu menganggap Rasulullah sebagai titipan amanah yang harus dijaga dengam sebaik-baiknya.

Namun disaat yang sama, Rasulullah sama sekali tidak risau. Wajah Rasulullah tetap senyum dan selalu tenang. Bahkan Rasulullah menenangkan Abu Bakar. "Wahai Abu Bakar, janganlah kau takut. Sesungguhnya Allah bersama kita. Menurutmu apa yang akan terjadi pada dua orang Allah telah menjadi yang ketiga bagi mereka,"

Nabi Sulaiman dan Semut Merdeka.com - Seperti diketahui, dalam agama Islam Nabi merupakan tokoh penting yang menjadi contoh taul...

Nabi Sulaiman dan Semut

Merdeka.com - Seperti diketahui, dalam agama Islam Nabi merupakan tokoh penting yang menjadi contoh tauladan bagi umat muslim. Terutama 25 Nabi utusan Allah yang mempunyai berbagai kisah kehidupan bermakna yang bisa menjadi pelajaran. Bukan hanya kisahnya, doa-doa dari para Nabi juga dapat memberikan ilmu dan teladan yang baik bagi umat muslim untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Salah satu doa Nabi yang bisa diteladani adalah doa Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman merupakan salah satu dari sekian Nabi pilihan Allah yang mendapatkan mukjizat berharga, yaitu kemampuan mengerti bahasa hewan. Banyak kisah dari Nabi Sulaiman dengan para binatang yang mempunyai makna kebaikan yang bisa menjadi tauladan.

Seperti Doa Nabi Sulaiman saat bertemu dengan seekor semut. Ini merupakan salah satu kisah yang cukup populer dan sarat makna yang dalam. Di mana pada kisah ini, Nabi Sulaiman mendengar tulusnya doa semut yang meminta hujan pada Allah. Kemudian Nabi Sulaiman turut berdoa dan mensyukuri anugerah yang diberikan Allah padanya.

Bukan hanya doa Nabi Sulaiman, kisahnya dengan semut ini sangat menarik untuk disimak. Terdapat beberapa makna kebaikan yang bisa dipelajari dari kisah ini. Selain itu, dengan menyimak doa Nabi Sulaiman dan kisahnya bersama semut juga bisa membantu meningkatkan iman islam kepada Allah Sang Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta.

Seperti yang telah disebutkan, bahwa doa Nabi Sulaiman termasuk salah satu doa nabi yang tercantum dalam kitab Suci Al Quran. Dalam Quran Surat An Naml ayat 19, Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah :

"Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Dari doa Nabi Sulaiman tersebut, dapat dipahami sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar terus menyukuri nikmat dan anugerah yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman. Pada doa tersebut, Nabi Sulaiman juga memohon kemudahan untuk mengerjakan amal kebaikan yang diridhoi Allah serta memohon agar selalu dimasukkan ke dalam golongan hamba Allah yang saleh.

Doa Nabi Sulaiman yang tercantum dalam QS. An Naml ayat 19 tersebut berasal dari sebuah kisah yang cukup populer. Tidak lain adalah kisah Nabi Sulaiman yang bertemu dengan semut saat sedang memohon rahmat hujan dari Allah.

Dalam riwayat Imam Ibnu Abu Hatim, diceritakan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam keluar dari istana untuk meminta hujan kepada Allah. Kemudian tiba-tiba Nabi Sulaiman bertemu dengan seekor semut yang berbaring dengan punggung menghadap ke atas dan semua kaki diangkat kea rah langit. Pada saat itu, semut sedang memanjatkan doa kepada Allah :

“Ya Allah, sesungguhnya kami adalah salah satu dari makhluk-Mu. Kami sangat memerlukan guyuran air (hujan)-Mu. Jika Kau tidak mengguyuri kami (dengan air hujan-Mu), Kau akan membuat kami binasa.”

Mendengar doa yang dipanjatkan oleh seekor semut tersebut, kemudian Nabi Sulaiman berkata :

“Pulanglah, sudah ada (makhluk lain) selain kalian yang berdoa meminta hujan.”

Hadist riwayat lain juga menjelaskan hal yang sama, bahwa Nabi Sulaiman menanggapi doa semut yang memohon hujan pada Allah.

Pada hadist riwayat Ghalib bin Abdullah, dari al-Suddi, Nabi Sulaiman berkata:

“Kembalilah, sungguh telah dikabulkan untuk kalian doa (meminta hujan yang dipanjatkan) oleh selain kalian (semut).”

Tidak jauh berbeda pada riwayat Abdurrazzaq, dari Ma’mar, dari al-Zuhri, di mana Nabi Sulaiman mengatakan pada para sahabatnya :

“Pulanglah, sungguh telah ada yang memintakan hujan untuk kalian. Sesungguhnya semut ini telah berdoa meminta hujan, kemudian doanya dikabulkan.”

Dari doa Nabi Sulaiman dan kisahnya dengan seekor semut tersebut dapat dipelajari beberapa makna kebaikan. Dari kisah di atas dapat dipahami bahwa makhluk sekecil semut juga mempunyai peranan besar dalam kehidupan.

Bisa jadi, rahmat hujat yang diturunkan Allah merupakan hasil dari ibadah dan doa semut yang dipanjatkan kepada Allah. Bukan hanya itu, semut juga senantiasa bertasbih dan menyembah Allah sebagai Penciptanya.

Di satu sisi, sebagai makhluk kecil semut sering kali mendapat kesengsaraan dari manusia. Namun dari sikap semut yang senantiasa berdoa kepada Allah, menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk yang lalai.

Manusia lebih sering berbuat dosa daripada beramal, lebih sering menuntut daripada mohon ampun, dan lebih sering meminta dari pada memberi. Berbeda dengan semut yang selalu berdoa dan memohon perlindungan Allah dari hukuman yang perbuatan dosa manusia. Ini menjadi teladan yang baik bagi manusia untuk selalu berbuat baik dan berdoa kepada Allah.

Mukjizat Lemparan Debu Saat Perang Hunain iNews.id - Perang Hunain yang terjadi pada awal bulan Syawal tahun 8 Hijriah atau 630 ...

Mukjizat Lemparan Debu Saat Perang Hunain

iNews.id - Perang Hunain yang terjadi pada awal bulan Syawal tahun 8 Hijriah atau 630 Masehi memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam untuk tidak sombong dengan banyaknya jumlah pasukan perang. Tanpa bantuan dari Allah SWT, kaum Muslimin saat itu akan kalah meski jumlah mereka lebih banyak dibandingkan dengan kaum musyrik.

Dalam perang tersebut juga sekaligus membuktikan keteguhan hati dan iman Rasulullah SAW yang tidak gentar dan lari dari kepungan musuh. 

Dalam pertempuran tersebut, Nabi Muhammad SAW membawa 12.000 pasukan terdiri atas 10.000 orang dari Muhajirin dan kaum Ansar serta kabilah-kabilah Arab lainnya.

Ikut bergabung dengan pasukan Nabi Saw orang-orang yang telah masuk Islam dari kalangan penduduk Mekah yang disebut sebagai kaum Tulaqa (orang-orang yang dibebaskan), mereka berjumlah 2.000u orang.

Rasulullah Saw lalu membawa mereka menuju daerah musuh. Akhirnya mereka bersua di Lembah Hunain, yaitu sebuah lembah yang terletak di antara Mekah dan Taif. Pertempuran terjadi di lembah itu pada pagi-pagi benar, yaitu di saat pagi buta (hitam).

Mereka menuruni lembah itu. sedangkan orang-orang Hawazin telah memasang perangkap buat pasukan kaum muslim. Ketika kedua pasukan saling berhadapan, maka pasukan kaum muslim merasa terkejut karena mereka didorong ke belakang secara mendadak.

Musuh melempari mereka dengan anak-anak panahnya, dan mereka menghunus pedangnya masing-masing, lalu secara beramai-ramai menyerang pasukan kaum muslim, sesuai dengan perintah raja mereka.

Menghadapi serangan dari dua arah itu pasukan kaum muslim terpukul mundur, lalu mereka lari, seperti yang disebutkan oleh firman Allah Swt:

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ
ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan balatentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.” (QS At-Taubah:25-26).

Rasulullah Saw tetap bertahan seraya mengendarai hewan bagalnya yang berwarna merah, dan beliau maju terus menuju jantung pertahanan musuh. Paman Rasul Saw yaitu, Ibnu Abbas memegang kendalinya di sebelah kanan, sedangkan yang memegang kendali di sebelah kirinya adalah Abu Sufyan ibnul Haris ibnu Abdul Muttalib.

Keduanya sedikit mengekang tali begal Nabi Saw agar jalannya tidak terlalu cepat. Saat itu Rasulullah Saw menyebutkan namanya sendiri seraya menyerukan kepada pasukan kaum muslim untuk kembali ke medan perang.

Rasulullah Saw bersabda: "Hai hamba-hamba Allah, kemarilah kepadaku. Hai hamba-hamba Allah, kembalilah kepadaku. Aku adalah utusan Allah.

"Aku adalah seorang nabi yang tidak pernah dusta, aku adalah anak Abdul Muttalib (yakni seorang pemberani)".

Ikut bertahan bersama Rasulullah Saw sejumlah orang dari kalangan sahabat-sahabatnya yang jumlahnya kurang lebih seratus orang, tetapi ada yang mengatakan 80 orang. Di antaranya ialah Abu Bakar, Umar, Al-Abbas, Ali, Al-Fadl ibnu Abbas, Abu Sufyan ibnul Haris, Aiman ibnu Ummu Aiman, Usamah ibnu Zaid, dan sahabat-sahabat lainnya; semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka.

Kemudian Nabi Saw memerintahkan pamannya yaitu, Ibnu Abbas yang terkenal mempunyai suara yang keras untuk menyerukan kata-kata. Hai orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon. "Dengan sekeras suaranya. Pohon tersebut adalah pohon tempat Baiat Ridwan dilaksanakan.

Kaum muslim dari kalangan Muhajirin dan Ansar berbaiat kepada Nabi Saw. di tempat itu, bahwa mereka tidak akan lari meninggal­kan Nabi Saw dalam keadaan apa pun.

Maka Ibnu Abbas menyeru mereka dengan kata-kata, "Hai As-habus Samrah” Adakalanya pula ia menyerukan, "Hai orang-orang yang memiliki surat Al-Baqarah!" Maka kaum muslim menjawabnya dengan ucapan, "Labbaika, ya labbaika.”

Pasukan kaum muslim berbalik dan bergabung dengan Rasulullah Saw, sehingga seorang lelaki yang untanya menolak berbalik turun dari untanya dan memakai baju besinya, lalu melepaskan untanya dan bergabung dengan Rasulullah Saw.

Setelah sejumlah pasukan dari kalangan kaum muslim bergabung dengan Rasulullah Saw, maka Nabi Saw memerintahkan untuk mulai membalas serangan dengan sungguh-sungguh.

Lalu Nabi Saw mengambil segenggam pasir setelah berdoa kepada Tuhannya dan meminta pertolongan kepada-Nya, lalu beliau bersabda:

"Ya Allah, tunaikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku".

Kemudian beliau Saw melempar pasir ke pasukan kaum musyrik. Maka tidak ada seorang pun dari pasukan musuh melainkan kedua mata dan mulutnya terkena pasir itu yang membuatnya sibuk dengan keadaan dirinya sehingga lupa kepada peperangan yang dihadapinya.

Akhirnya mereka terpukul mundur, dan kaum muslim mengejar mereka dari belakang seraya membunuh dan menawan mereka. Ketika seluruh pasukan kaum muslim telah bergabung, mereka melihat para tawanan telah digelarkan di hadapan Rasulullah Saw.

Dari kisah ini dapat ditarik kesimpulan keberanian Nabi Saw yang terperikan. Dalam situasi seperti itu di mana pertempuran sedang sengitnya pasukan Nabi SAW telah mundur dan lari meninggalkan dirinya.

Tetapi Nabi SAW tetap berada di atas begal kendaraannya, padahal kendaraan begal tidak cepat larinya dan tidak layak untuk lari atau untuk menyerang, tidak layak pula untuk melarikan diri.

Sekalipun demikian, beliau memacunya menuju arah jantung musuh seraya mengisyaratkan nama dirinya, agar orang yang tidak mengenalnya menjadi kenal kepadanya, semoga salawat dan salam Allah terlimpahkan kepadanya sampai hari pembalasan.

Sikap seperti itu tiada lain hanyalah karena percaya kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya, bahwa Allah pasti akan menolongnya dan akan menyempurnakan risalah yang diembannya, serta pasti meninggikan agama-Nya di atas semua agama lain. Karena itulah Allah Swt. berfirman:

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya. (At-Taubah: 26) Artinya, ketenangan dan keteguhan hati kepada Rasul-Nya.
dan kepada orang-orang yang beriman. (At-Taubah: 26)

Yakni orang-orang mukmin yang bersamanya dan Allah menurunkan bala bantuan tentara yang kalian tiada melihatnya. (At-Taubah: 26) mereka adalah para malaikat.

Wallahu A'lam Bishowab.

(Sumber: Tafsir Ibnu Katsir)

Menggoyang Pohon Kurma, Proses Persalinan Siti Maryam  REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses awal kehamilan sampai persalinan Marya...

Menggoyang Pohon Kurma, Proses Persalinan Siti Maryam 


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses awal kehamilan sampai persalinan Maryam dikisahkan dalam Alquran Surah Maryam ayat 22 sampai 26. Ayat 22 yang artinya. "Maka dia Maryam mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh."

Ayat 22 ditafsirkan Ibnu Katsir setelah Jibril menyampaikan firman Allah di surah Maryam ayat 19, Jibril langsung melakukan tiupan ke dalam baju kurung Maryam, lalu tiupan itu turun ke bagian bawah tubuhnya hingga masuk ke dalam farjinya, maka dengan serta-merta Maryam mengandung anak dengan seizin Allah SWT.

Sementara ayat 22-23 ditafsir Syaikh As-Sa’diy bahwa, "Tatkala waktu melahirkan sudah dekat, rasa sakit menjelang melahirkan membuat Maryam menuju ke bawah pohon kurma dan merasakan nyeri melahirkan.

Ayat 23 artinya "Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia Maryam berkata, "Wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."

Ayat 24 artinya "Maka dia Jibril berseru kepadanya dari tempat yang rendah. "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu."

Ayat 25 yang artinya. "Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu niscaya itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."

Masih menurut Syaikh As-Sa’diy, tubuh lemah Maryam mengoyangkan kurma dengan tangannya dengan goyangan yang sangat lemah sambil menahan rasa sakit, dengan harapan agar buah kurma bisa jatuh. Menurut  kamus Al-Ma’aniy, makna "huzziy" gerakan tangan Maryam menggoyangkan kurma sangat lemah, tetapi kurma bisa jatuh ke bawah. 

"Menggerakkan dahan pohon: menggerakkan dengan sedikit kekuatan” (Kamus Al-Ma’aniy). Dalam tafsir Al-Wasith karya Ath Thanthawi dijelaskan gerakan tersebut yaitu ke kanan-kiri dan depan-belakang: "Yaitu menggerakkan kearah dia (menarik) atau ke arah kanan dan kiri dari pohon kurmam"

Al-Baghawi menjelaskan gerakannya seperti menarik ke depan dengan tangan. Beliau mengatakan. "Menggerakkan pohon kurma sebagaimana perkataan orang Arab, yaitu menarik kepala dengan tangan."

Terkait masa kandungan Maryam yang mengandung Isa, menurut tafsir Ibnu Katsir, para ahli tafsir berbeda pendapat. Menurut pendapat yang terkenal dari jumhur ulama, Maryam mengandung Isa selama sembilan bulan. Ikrimah mengatakan delapan bulan, karena itulah menurutnya, bayi yang dilahirkan dalam usia kandungan delapan bulan tidak ada yang dapat bertahan hidup.

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Mugirah ibnu Utbah ibnu Abdullah As-Saqafi yang mendengar Ibnu Abbas berkata saat ditanya mengenai kandungan Maryam, bahwa begitu Maryam mengandung, langsung melahirkan dalam waktu yang singkat.

Tetapi pendapat ini aneh sekali, seakan-akan pendapat ini tersimpulkan dari makna lahiriah firman Allah SWT yang mengatakan, "Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma. (Maryam: 22-23)
Scroll untuk membaca

Menurut Ibnu Katsir, sekalipun huruf "fa" yang ada dalam ayat menunjukkan makna ta'qib (urutan), tetapi pengertiannya disesuaikan dengan tradisi yang berlaku. Seperti halnya pengertian yang terdapat di dalam firman Allah SWT:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan 'alaqah, lalu ' alaqah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. (Al-Mu’minun: 12-14)

Huruf "fa" yang ada dalam ayat ini sama bermakna ta'qib (menunjukkan) urutan kejadian), tetapi jarak tenggang masanya berdasarkan kebiasaan yang berlaku. Telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain, bahwa di antara kedua tahap tersebut jarak masanya 40 hari. Dan Allah telah berfirman dalam ayat lain, yaitu:

"Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau?" (Al-Hajj: 63)

Menurut pendapat yang terkenal, makna yang dimaksud sesuai dengan makna lahiriah ayat, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Maryam mengandung Isa sebagaimana biasanya kaum wanita mengandung anak-anaknya. 

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (184) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (136) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (403) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (189) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (88) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)