basmalah Pictures, Images and Photos
01/27/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Rahmat Allah di Dunia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berapa lama tinggal di dunia? Di akhirat nanti,...

Rahmat Allah di Dunia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berapa lama tinggal di dunia? Di akhirat nanti, ada yang menjawab satu atau setengah hari saja. Namun Allah menjawab hanya sebentar saja. Rentang waktunya seperti orang yang berkenalan pada siang hari saja. Betapa sangat singkatnya.

Penciptaan alam semesta hanya 6 hari saja. Bagaimana dengan umur manusia? Padahal menurut ilmuwan, proses penciptaan alam semesta memerlukan waktu milyaran tahun. Rentang waktu membaca seluruh kisah dari penciptaan Nabi Adam hingga Rasulullah saw di Al-Qur'an hanya butuh beberapa jam saja. Itulah waktu dan peristiwa utama yang bernilai di sisi Allah.

Cobalah berimajinasi, peristiwa akhirat benar-benar terjadi sekarang juga. Seolah saat ini tengah menghadapi peristiwa akhirat yang diabadikan oleh Al-Qur'an. Al-Qur'an itu buku panduan berbagai peristiwa pasca kematian. Persiapannya hanya di kehidupan dunia ini saja.

Bacalah semua penyesalan yang dilontarkan manusia. Bacalah semua harapan yang disampaikan manusia kepada Allah. Bacalah semua perselisihan diantara mereka yang menyekutukan Allah dan tak mengikuti syariat-Nya. Bacalah semua bentuk ketakutan yang mengepungnya. Itulah ragam peristiwa yang pasti dialami.

Waktu sebentar di dunia, tapi bisa menikmati keabadian kebahagiaan di akhirat. Itulah rahmat Allah. Lelahnya sebentar. Perjuangannya sesaat. Pengorbanannya ringan.  Ujiannya sesuai kemampuan manusia. Inilah rahmat Allah di kehidupan dunia.

Hanya butuh kesabaran sesaat. Hanya butuh bangkit kembali setelah jatuh. Hanya butuh penyerahan diri dan ketaatan sebentar. Lalu Allah akan mengampuni, menghapus kesalahan dan memperbaiki amal yang penuh kecacatan. Inilah rahmat Allah di kehidupan dunia.

Manusia bagaikan raja di alam semesta. Dilayani oleh jagat raya. Didoakan oleh seluruh makhluk. Malaikat yang mengelilingi Arsy memohon ampun untuk mukmin, keluarganya, keturunannya dan orang tuanya. Allah membuka pintu taubat sebelum kematian tiba. Allah melibatkan pahala kebaikan. Baru niat pun sudah dicatat kebaikan.

Bila semua rahmat Allah di kehidupan dunia tak bisa memperberat amal kebaikannya, maka sangat layaknya bila Allah memperlakukan sesuai amalnya, memasukkan keabadian siksaan neraka. Karena jiwanya sudah sangat parah. Waktu sesaat yang dipenuhi rahmat Allah tetapi tak juga bisa menolongnya. Inilah seburuknya manusia.

Potret Malam Hari Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Malam hari, Allah mengisra-mirajkan Rasulullah saw ...

Potret Malam Hari

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Malam hari, Allah mengisra-mirajkan Rasulullah saw di malam hari. Nabi Musa melihat api yang menjadi penyebab diangkatnya menjadi Rasul di malam hari. Allah pun memerintahkan shalat di malam hari. Dalam Surat Ath-Thariq Allah bersumpah atas nama langit dan apa yang datang di malam hari.  Apa yang datang di malam hari sehingga Allah bersumpah untuknya?

Malam hari adalah ujian. Banyak kemaksiatan yang dihadirkan di malam hari, hotel, pub, diskotik, main game dan pornografi sangat gencar di malam hari. Rencana jahat, kejahatan, ilmu hitam menjadikan malam sebagai sarananya. Kedengkian banyak yang disalurkan di malam hari. Malam hari adalah episode kelemahan manusia. Menjatuhkan musuh, dan kudeta kekuasaan semuanya di malam hari. Malam hari adalah potret kelemahan manusia. Yang paling perkasa pun tak sanggup menahan ngantuk yang menyebabkan segala kekuatannya tak berdaya.

Malam hari, saat seluruh racun dikeluarkan dari tubuh. Saat seluruh organ diistirahat. Saat kesadaran dicabut. Saat ruh kembali dalam genggaman Allah. Malam hari, bumi seperti kuburan. Alam seperti tak berpenghuni. Semua makhluk beristirahat. Dengan malam pula, manusia diistirahat untuk bermaksiat kepada Allah. Namun bagaimana dengan mereka yang bermaksiat di malam hari? Ini tanda bahwa kemaksiatannya sudah melampaui batas. Ini tanda kemaksiatannya bukan lagi kekhilafan tetapi sudah disengaja, diupayakan dan disistemkan.

Ketika maksiat diistirahatkan dengan melemahkan manusia. Di tengah kenikmatan ini, ada yang mengisinya dengan tidur mendengkur, berselimut dan menikmati waktu lapang. Ini tanda pribadi yang malas. Pribadi seperti ini tak bisa memanfaatkan momentum. Tak paham peluang. Kemudahan dari Allah hanya digunakan untuk mendengkur. Jiwa seperti ini tak layak untuk diajak untuk bangkit dan berjuang. Pribadi seperti ini ditinggalkan oleh Shalahuddin Al Ayubi dan Muhammad al Fatih. Pribadi seperti ini tak dibutuhkan dalam medan perjuangan umat.

Malam hari adalah potret diri. Ketika maksiat diistirahatkan saja tak bisa membangun amal kebaikan, bagaimana di siang hari yang godaanya terpampang di depan mata? Malam hari untuk melihat kepalsuan iman kita. Malam hari untuk melihat kemalasan. Malam hari, itulah hakikat jiwa manusia sesungguhnya. Bila malam diisi dengan dengkuran, bertanda kehidupan kita penuh kelalaian dan kemalasan. Malam hari, itulah potret kita yang asli.

Bila bisa mengelola malam hari, maka kita bisa mengelola siang hari. Bila bisa menciptakan kebaikan di malam hari, maka akan dimudahkan untuk membangun kebaikan di siang hari. Bila mampu melawan kemalasan malam hari maka akan bisa menciptakan kegairahan di siang hari. Bila mampu menghalau dinginya malam, maka dia akan bisa menerjang tantangan siang. Seperti Zainal Abidin, cucu Rasulullah saw, yang menjadikan malamnya dengan 1.000 rakaat dan membagikan makanan ke setiap fakir miskin yang ada di Madinah.

Penghuni malam akan bisa merajai dan menguasai siang. Penghuni malam akan menjadi raja di Surga. Dalam kegelapan dia bisa membangun sesuatu, apalagi saat siang? Bila mampu mengangkangi dingin dan kegelapan malam, maka sebesar apa pun tantangan dan rintangan akan bisa diatasi dengan pertolongan Allah. Malam adalah training center kehidupan. Malam adalah madrasah orang yang beriman. Malam adalah waktu istirahat bagi yang lalai.



Membongkar Kepalsuan Diri Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bongkarlah isi hati dengan berp...

Membongkar Kepalsuan Diri

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bongkarlah isi hati dengan berpolitik. Karena politik membongkar kepalsuan iman. Syahwat politik banyak yang merontokkan mereka yang mengaku beriman. Namun mengapa para tokoh Masyumi seperti M Natsir, Hamka dan yang lainnya tetap teguh keimanannya?

Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib tetap kokoh keimanannya walaupun seluruh kekuasaan ada pada genggamannya. Tidak ada yang salah dengan politik, yang salah kepalsuan iman yang ada di hati kita.

Bongkarlah kepalsuan iman dengan berbisnis. Memburu kekayaan kadang melunturkan iman. Namun mengapa itu tidak terjadi pada Abu Hanifah, Abdullah Ibnu Mubarrak, Junaid Al Baghdadi? Bukan bisnis yang salah, tetapi kepalsuan imanlah yang selama ini kita pertahankan.

Bongkarlah kepalsuan iman dengan bekerja, mengelola bisnis orang lain. Adakah amanah? Kadang iman luntur karena ingin mengambil kekayaan milik orang lain dengan cara yang tidak di ridha. Bukan bekerjanya yang salah, tetapi tertipu dengan iman yang palsu.

Dunia ini arena untuk membongkar kepalsuan. Pergulatan kehidupan untuk menunjukkan jati diri manusia. Penempaan dunia adalah pemilahan siapa yang palsu, pendusta dan curang. Penempaan dunia adalah penempaan unjuk batang hidung manusia. Andai tak ada dunia, maka tidak akan tahu kepalsuan kita.

Dunia adalah medan pemilahan. Siapa yang munafik? Siapa yang tidak beriman? Dunia itu untuk membongkar isi hati yang tersembunyi. Dunia itu untuk membongkar nafsu yang disembunyikan.

Kepalsuan politisi terungkap ketika berkuasa. Kepalsuan pengusaha terbongkar ketika mendapatkan proyek atau keuntungan. Kepalsuan pekerja terbongkar ketika diberikan amanah. Kepalsuan baru terbongkar ketika sudah meraih apa yang diimpikan. Semuanya serba baik, sebelum digenggam. Kepalsuan terbongkar ketika segalanya sudah ada dalam genggaman.

Allah memberikan peluang keberhasilan untuk menguji adakah kepalsuan dalam hati? Allah memberikan kesempatan untuk menang dan sukses untuk melihat adakah penghianatan dari janji?

Dunia dihadirkan memang untuk menonton kepalsuan diri kita.

Syukur Yang Tertinggi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Sujud syukur itu bukan pada saat sebuah cita-ci...

Syukur Yang Tertinggi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Sujud syukur itu bukan pada saat sebuah cita-cita terrengkuh. Bukan pula saat keinginan terrealisasi, sujud syukur itu saat hati mengakui dan ridha bahwa Allah sebagai Tuhan semesta alam.

Dunia, harta dan jabatan bukan sesuatu yang berharga, andaikan berharga tentu takkan  diberikan kepada yang tak beriman. Karena kehinaannyalah, semuanya diberikan kepada seluruh manusia. Bila masih berbangga denganya, berarti membanggakan yang hina. Jiwa yang hina akan selalu membanggakan yang hina pula. Memperebutkannya berarti memperebutkan kehinaan.

Adakah kekasih Allah yang memperebutkan dunia dan isinya? Adakah para Nabi yang berperang dan berjuang karena dunia? Adakah kekasih Allah yang tersayat hatinya karena ditinggalkan dunia? Para kekasih Allah meninggalkan dunia, dunia berada di belakangnya bukan dihadapannya.

Dunia itu bila dikejar akan berlari. Bila dicuekan akan mengejar kita. Biarkan diri dikejar dunia. Biarkan kekayaan yang mengejar kita. Jadikan dunia budak-budak kita.

Kiprah kita bukan karen dunia. Kiprah kita karena Allah meminta kita untuk menciptakan amal yang terbaik. Akhlak kita bukan untuk dunia. Akhlak kita agar Allah mencintai kita. Kekayaan itu akan mengejar orang yang amanah, tidak berkhianat, melayani dan berkontribusi. Biarkan kekayaan kelelahan mengejar kita. Biarkan kekayaan mengetuk pintu-pintu rumah kita. Namun jangan pernah mengetuk pintu dunia.

Ciptakan agar dunia itu butuh kepada kita. Ciptakan agar dunia memburu kita. Ciptakan agar dunia merengek ingin bersama kita, seperti pohon kurma yang menangis karena tidak dijadikan tempat khutbahnya Rasulullah saw lagi.

Bila sedih dan senangnya karena dunia. Bila loyo dan semangatnya karena dunia. Bila  cerianya karena kebersamaannya terhadap dunia. Maka dunia telah menjadi Tuhan di kehidupan ini.

Sujud syukurmu untuk siapa? Karena nikmatnya atau karena Pemberi nikmat? Syukur yang tertinggi karena di dalam hati ada cinta kepada Allah. Puncak syukur saat Allah menyemayamkan anugerah cinta kepada-Nya di dalam hati kita.

Kedustaan Pemimpin Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Seorang pemimpin bisa jadi salah dalam membuat keb...

Kedustaan Pemimpin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Seorang pemimpin bisa jadi salah dalam membuat kebijakan, walau tujuannya benar. Namun pemimpin menjaga diri dari berbohong kepada rakyatnya.

Seorang pemimpin bisa jadi salah menimbang dalam melihat data. Namun seorang pemimpin  menjaga diri dari menyajikan data yang palsu kepada rakyatnya.

Seorang pemimpin bisa jadi belum menunaikan seluruh janjinya. Namun seorang pemimpin menjaga diri dari mengingkari dan melabrak janji-janjinya.

Seorang pemimpin bisa jadi khilaf dalam mengambil keputusan, namun pemimpin tidak boleh membodohi rakyatnya dengan rekayasa agar terlihat luar biasa.

Seorang pemimpin bisa jadi memiliki prestasi, namun pemimpin menjaga diri dari klaim prestasi orang lain atas nama pribadinya.

Mengapa berlomba menjadi pemimpin dengan kebohongan? Mengapa berlomba menjadi pemimpin dengan rekayasa keluarbiasaan? Mengapa berlomba menjadi pemimpin dengan kepalsuan? Yang layak menjadi pemimpin, mereka yang berprilaku biasa saja tetapi menciptakan keluarbiasaan efek bagi kesejahteraan rakyatnya. Bukan sangat luar biasa di berita dan panggung tetapi menyengsarakan rakyatnya.

Mungkinkah ini tanda akhir zaman, saat kepalsuan menjadi corong meraih kekuasaan? Kepalsuan sepertinya menjadi jalan pintasnya. Kemunafikan menjadi kedok efektif untuk meraih kekuasaannya. Kemanakah perginya mereka yang memiliki intergritas? Bisa jadi pemilu, pilpres dan pilkada hanyalah tontonan sebuah kemunafikan yang dikemas untuk meraih kekuasaan.

Menikmati Sajian Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Tidak ada kesulitan dan kesenangan dalam hidup...

Menikmati Sajian Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Tidak ada kesulitan dan kesenangan dalam hidup ini. Yang ada hanya kebahagiaan saja.

Tidak ada kesengsaraan dan kenestapaan dalam hidup ini. Yang ada hanya menikmati sajian Allah yang dihidangkan dalam perjalanan hidup kita.

Syekh Abdul Qadir Jailani menggambarkan kehidupan manusia seperti tamu yang memasuki sebuah rumah. Pemilik rumahnya adalah Allah. Tamunya adalah manusia. Apa yang disajikan, apa yang dihidangkan tergantung Allah. Manusia hanya memformulasikan bagaimana setiap hidangan yang disajikan itu dinikmati, karena hanya itulah hidangan yang disajikan.

Manusia yang tak memahami Sifat-sifat-Nya akan berkeluh kesah terhadap semua sajian hidangan Allah. Yang paham, menerima dengan rasa cinta dan ridha, karena ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Allah Maha Tahu tentang kejadian masa depan. Apapun takdir-Nya hari ini merupakan rancangan kebaikan Allah di masa depan bagi setiap manusia. Tugas kita hanya bagaimana menyikapi dengan benar?

Rabiah Al Adawiyah tak paham tentang kesulitan dan kesenangan. Baginya, semua yang berasal dari Allah adalah kebahagiaan. Dia tak peduli dengan surga dan neraka. Yang diharapkan hanya Allah. Umar Bin Abdul Aziz tak peduli dengan semua kejadian yang menimpa, baginya bila semua berasal dari Allah adalah kebaikan.

Andai hidup masih dipilah-pilahkan dengan senang dan sulit, berarti ada masalah kecintaan pada Allah. Andai hidup masih ada kategori kesengsaraan dan kebahagiaan, berarti masih ada masalah dirimu dengan Allah. 

Sayid Qutb melihat manusia seperti anak-anak, riang bergembira ketika mendapatkan apa yang inginkan. Namun menangis saat apa yang diinginkan dirampas dan tak didapatkan. Berapa lama hidup Kita? Mengapa masih seperti anak kecil? Tumbuh secara raga, namun tak tumbuh makna hidupnya.

Berkiprah dalam hidup, karena Allah selalu menyaksikan kiprah kita. Berkarya dalam hidup, karena itulah cara bersyukur pada Allah. Berkiprah dengan cara terbaik karena Allah menciptakan kehidupan untuk mengetahui siapa yang berkarya dengan cara sebaik-baiknya. Kehidupan adalah ruang untuk berkarya yang terbaik. Allah akan menganugerahkan kekayaan atau tidak, itu hak preogratif Allah. Untuk apa mempersoalkan hak preogratif Allah? Fokuskan pada yang menjadi medan kehidupan kita.

Apa yang dituntut dari kehidupan ini. Itulah fokus kita. Mengapa harus dipusingkan dengan sulit dan senang? Mengapa harus dipusingkan dengan kaya dan miskin? Mengapa harus dipusingkan dengan beragam status embel-embel yang diciptakan manusia?



Menaikkan Level Muhasabah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Merasa tidak berdosa? Merasa selalu beribad...

Menaikkan Level Muhasabah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Merasa tidak berdosa? Merasa selalu beribadah? Merasa selalu dalam kebaikan? Berarti ada yang salah dalam seni bermuhasabah diri.  Huzaifah selalu merasa ketakutan dalam fitnah. Hanzolah selalu merasa dalam kemunafikan. Mereka yang dekat dengan masa kenabian selalu merasakan ada keburukan, padahal mereka adalah bintang-bintang yang memberikan petunjuk. Lalu memgapa kita merasakan dalam kebaikan?

Hasan Al Bashri selalu menitikan air mata. Setiap hembusan nafas adalah tetesan air mata. Padahal seluruh masyarakat penjuru negri mengakui ketakwaannya. Mengapa kita yang tak jelas ketakwaannya lebih sering tertawa? Mungkin saja orang yang paling bertakwa di era ini adalah orang yang terlemah imannya di masa kenabian. Apakah merasakan   hal ini?

Kita merasa berdosa bila melakukan dosa besar, tidak shalat dan tidak puasa. Umar Bin Khatab menikmati yang halal tapi berlebihan dan mubazir sudah merasa sebuah perbuatan dosa. Kelak para ahli surga, lalai dari dzikir sudah dianggap sebuah kerugian besar. Tidak shalat Tahajud bertanda adanya penyakit hati. Mengambil keuntungan margin besar dalam bisnis walau dalam keridhaan bagi mereka adalah sebuah keburukan besar. Itulah yang mereka rasakan. Itulah level merasakan dosa mereka.

Menyimpan harta di rumah melebihi kebutuhan 3 hari sudah dianggap bukan lagi akhlak yang terpuji. Rasulullah saw bergegas meninggalkan masjid untuk mengambil emas yang terlupakan untuk segera dibagikan. Mereka kaya harta, bisnisnya menggurita tetapi terus berusaha memiskinkan dirinya. Harta yang menganggur bagi mereka adalah keburukan. Namun mengapa mereka tidak miskin? Mengapa yang ingin kaya justru miskin?

Seorang ustadz berbicara tentang level kezaliman. Kesewenangan adalah kezaliman, ini level orang awam.  Namun bagi para ulama Tasawuf masuk ke kamar mandi menggunakan kaki kanan adalah kezaliman terhadap dirinya sendiri. Keluar dari rumah tanpa doa juga sebuah kezaliman. Terbesit keinginan sesuatu yang dimiliki oleh orang lain juga sebuah keburukan. Itulah mengapa para ulama salaf lebih merasakan keburukan dirinya dibanding kebaikannya.

Menaikkan level muhasabah diri, itulah strategi menaikan level khauf kepada Allah. Itulah cara merasakan kekhawatiran terhadap keburukan diri. Mereka yang tidak pernah menaikkan level muhasabahnya tidak akan pernah bisa menaikan level kebaikannya.

Korupsi Itu Rezeki? Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apakah yang haram itu rezeki? Apakah yang diperole...

Korupsi Itu Rezeki?

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apakah yang haram itu rezeki? Apakah yang diperoleh dengan mencuri dan korupsi itu rezeki? Rezeki itu hanya yang halal dan diperoleh dengan cara yang halal.

Andai kaya karena korupsi dan mencuri, maka harta tersebut akan dirampas kembali secara paksa. Dirampas dengan sakit yang parah, bencana dan musibah, bangkrut dan berbagai prilaku yang meludeskan harta tersebut.

Harta haram bagai fatamorgana, dianggap melimpah namun sebentar lagi akan dibenamkan kembali. Akhirnya yang dimiliki hanya sebesar harta yang memang jatah kehidupannya.

Harta haram akan dicabut kembali dan dilenyapkan dengan cara yang tak terduga oleh manusia. Harta haram kelak akan mempermalukan orang yang menghimpunnya. Keberkahan akan lenyap dan tercabut dari akarnya.

Perbuatan mencuri dan korupsi  bisa jadi belum terungkap, bukan karena Allah tidak tahu, tetapi Allah menanti apakah pelakunya mau sadar dengan sendirinya? Ketika mencuri dan korupsi bukan lagi sebuah kealfaan, tetapi sebuah sistem yang direkayasa, barulah Allah akan membongkarnya.

Mencuri dan korupsi yang belum terungkap bukan karena Allah tidak tahu, bisa jadi pelakunya masih ada rasa ketakutan, bisa jadi hanya untuk memenuhi kebutuhan primer saja. Namun bila pelakunya sudah sampai muncul kesombongan atas prilakunya, sudah melampaui hal yang primer, maka Allah akan membongkarnya.

Sekali mencuri dan korupsi maka prilaku ini akan terus berulang. Sulit untuk menghentikannya. Karena perbuatan jahat dan buruk itu seperti meminum air laut yang terus haus dan haus sehingga tak bisa untuk dihentikan. Sekali mencuri maka akan lebih mudah untuk mencuri lagi dan korupsi lagi. Desakan mencuri dan korupsi semakin hari akan semakin kuat sehingga menjadi karakternya. Namun mengapa para koruptor lebih banyak yang menjadi pemimpin negri?

Mengapa banyak yang mencuri dan korupsi? Padahal puncak nikmat kekayaan itu hanya decak kagum dan pujian saja? Nikmat kekayaan hanya diberi label hebat saja?

Kaya dan miskin sama saja, karena keduanya bisa merasakan kebahagiaan juga. Bukankah kebahagiaan itu puncak kenikmatan? Apa yang dirasakan oleh si kaya, dirasakan pula oleh si miskin, mengapa harus mencuri dan korupsi?

Mencuri dan korupsi adalah tanda kebodohan, karena selamanya dia tidak akan bisa melampaui kekayaan pihak yang mereka curi.  Kekayaannya jadi sangat terbatas. Selamanya dia tidak bisa berinovasi dalam menciptakan kekayaan baru.

Mencuri dan korupsi menjadi penjara jiwa yang sempit dan menghimpit.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)