basmalah Pictures, Images and Photos
02/15/22 - Our Islamic Story

Choose your Language

Kerahmanan Allah Pada Ahli Maksiat  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Allah membiarkan para ahli maksia...

Kerahmanan Allah Pada Ahli Maksiat 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Allah membiarkan para ahli maksiat. Allah memberikan ruang para pendurhaka dan pelaku kezaliman. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan. Lemahkah Allah?

Ketika Manusia meremehkan Allah. Allah membiarkannya, menunggu pembalasan di alam barzah. Allah tidak butuh ibadah dan amal sholeh manusia. Kebaikan manusia tidak akan menaikan derajat keagungan-Nya. Keburukan manusia tidak akan menjatuhkan kekuasaan-Nya. Itulah mengapa Allah tidak bersegera menghukum para pendurhaka.

Namun ketika manusia mengganggu Alam, segera dibalas dengan banjir, longsor, kebakaran, tanah yang tandus. Ketika manusia merusak raganya dengan khamar, narkoba, dan kebiasaan yang buruk, Allah menegur dengan jatuh sakit. Alam dan raga tidak berdaya dengan ulah manusia. Allah ingin menjaga ciptaan-Nya. Dalam kondisi ini Allah bertindak cepat menghukum manusia.

Lihatlah kerahmanan Allah ketika kita bermaksiat. Rasakan kerahmanan Allah ketika kita malas beribadah. Rasakan kerahmanan Allah ketika durhaka. Mengapa Allah tidak langsung menghukum kita? Mengapa Allah tidak langsung mencabut nyawa kita?

Allah terus menunggu kita untuk menata diri. Allah terus menunggu kita untuk menghidupkan kesadaran untuk taat. Allah terus menunggu langkah-langkah taubat kita hingga waktu yang ditentukan Allah. Itulah 
Maha Sabar-Nya Allah.

Pergolakan terus terjadi dalam jiwa manusia. Syetan dihadirkan ke muka bumi untuk melihat jati diri manusia. Allah menghadirkan hawa nafsu untuk melihat kekuatan jiwa manusia. Tangguh atau lemahkah? Terperdayakah hanya dengan sebuah bisikan? Mereka yang dikalahkan oleh bisikan dan dorongan, itulah selemah-lemahnya makhluk. Layakah diberi penghargaan Surga?

Kemaksiatan adalah saat-saat untuk berintopeksi diri. Kemalasan beribadah adalah momentum untuk bercermin. Masa lemah dan kuat selalu dipergilirkan. Namun selalu ada keajaiban pada diri seorang mukmin.

Perang Total Sang Penguasa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Perang Total, bila artinya memberangus law...

Perang Total Sang Penguasa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Perang Total, bila artinya memberangus lawan hingga ke akarnya, ini tidak ada kamusnya dalam perjalanan peperangan Rasulullah saw. Tak boleh membunuh wanita, anak-anak dan orang tua dalam peperangan. Tak boleh menebang pohon dan tumbuhan sembarangan. Taktik perang Rasulullah, hancurkan kekuatan utama lawan dengan meminimalisir korban. Dalam setiap peperangan Rasulullah saw, yang menjadi korban sangat minimal juga pengguna sumber daya di pihak Rasulullah saw pun sangat minimal. Inilah perang yang mengutamakan kecerdikan.

Prinsip tujuan syariah harus tetap terjaga dalam peperangan. Menjaga raga, jiwa, harta, akal, agama dan akal, itulah yang tetap dipelihara dalam peperangan-peperangan Rasulullah saw. Adakah pembunuhan massal terhadap penduduk yang kalah perang? Adakah pemberangusan daerah? Yang dihukum oleh Rasulullah saw hanya tokoh-tokoh tertentu yang secara terbuka memusuhi dan menghina Islam serta memobilisasi massa untuk menghancurkan Islam.

Saat perang Badar hampir seluruh tawanan perang dibebaskan dengan syarat mengajarkan baca-tulis kepada kaum muslimin. Kekuatan musuh diberdayakan untuk membangun umat. Saat pembebasan Mekkah, hanya 8 orang  dihukum, sisanya diberikan grasi masal. Adakah dalam perang kuno dan modern yang berakhlak seperti ini dalam peperangan? Grasi inilah yang membuat musuh menjadi penopang pembela Rasulullah saw. Merubah musuh menjadi pembela dengan kelembutan dan kebijaksanaan. Inilah kekuatan pemimpin. 

Bila lawan dibungkam dengan penangkapan dan penjara. Bila lawan dibungkam dengan tuduhan, ancaman dan persekusi. Pembungkaman dengan menyodorkan kasus-kasus yang bisa menjeratnya, semua orang bisa. Ini bukan cermin kualitas kepemimpinan. Ini sudah ada sejak jaman purba. Namun menundukkan lawan menjadi pembela dengan moralitas dan akhlak, itulah cermin kepemimpinan.

Jangan mencari pemimpin yang senjatanya menyudutkan, menjatuhkan dan menghinakan lawanya. Saat Rasulullah saw berdebat dengan pemuka Quraisy yang memusuhinya, Rasulullah saw mendengarkan dengan seksama hingga musuhnya menyelesaikan ucapannya, setelah itu Rasulullah saw menjelaskan logika dan prinsipnya.

Bagaimana pemimpin akan mendengarkan suara hati rakyatnya, bila level yang sejajar  saja dijatuhkan dan dihinakan. Bagaimana bisa menciptakan perdamaian, bila lawan dianggap musuh yang harus diperangi secara total? Kualitas pemimpin, bisa melihat kebaikan dari lawan lalu diberdayakan untuk membangun kekuatan baru. Seperti itulah yang lakukan oleh Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib dalam menghadapi lawan-lawannya. Lawan menjadi mitra dan berkolaborasi dalam menciptakan kemaslahatan yang baru.

Pemimpin itu rendah hati dan berlapang dada karena yang dihadapi jutaan manusia yang beragam pemikiran dan karakter. Pemimpin yang sudah membuat blok dan peta siapa kawan dan musuh takkan bisa mengelola keberagaman. Pemimpin yang mudah menuduh anti NKRI, anti Bhineka Tunggal Ika, intolernasi, lalu disikapi dengan penjara dan penangkapan,  bagaimana bisa menjadi payung sebuah peradaban manusia?

Mengistighfari Amal Oleh: Nasruloh Baksolahar Channel Youtube Dengerin Hati) Hidup hanya untuk menunggu kematian. Mengapa harus ...

Mengistighfari Amal

Oleh: Nasruloh Baksolahar
Channel Youtube Dengerin Hati)

Hidup hanya untuk menunggu kematian. Mengapa harus berkiprah di politik, ekonomi dan bidang lainnya? Dalam menunggu kematian kita harus menitipkan kemaslahatan bagi kehidupan ini.

Amal kita di bandingkan dengan perjuangan para Nabi dan Rasul tak ada artinya. Iman seluruh umat manusia bila dibandingkan dengan iman Abu Bakar tak ada artinya. Namun mengapa kita masih membanggakan prestasi dan kesuksesan kita? Semestinya menangisi amal lebih layak dibandingkan membanggakan amal.

Banyak pemimpin yang membesarkan prestasinya, pembangunan, infrastrukturnya dan seolah-olah hanya dialah yang bisa melakukan segalanya. Apakah para Rasul seperti ini? Apakah para pemimpin yang shaleh seperti ini? Apakah para pemimpin adil menyewa para pembuat berita untuk menyebarkan kebaikannya? Mereka lebih banyak beristighfar dengan segala amalnya. Mereka sering menangis karena keburukan prestasinya.

Banyak pemimpin yang baru menjadi imam shalat saja minta diberitakan sebesar-besarnya.  Ada pemimpin yang shalatnya harus diekspos menjadi headline semua berita mainstream. Namun Imam Abu Hanifah, yang semalaman shalat sambil menangis tersedu-sedu meminta orang yang melihatnya agar tidak diinformasikan ke orang lain. Agar amal itu menjadi rahasia antara Allah dan dirinya saja. Amal itu untuk disembunyikan bukan untuk dipublikasikan.

Mereka yang pandai memblowup pekerjaan remeh menjadi berita yang mendunia, menandakan kekosongan amal itu sendiri. Menandakan rapuhnya amal. Menandakan tak berguna amal tersebut. Amalnya dibalas tuntas oleh Allah di dunia, sehingga tidak tersisa sedikitpun untuk akhirat. Sungguh tak berguna amalnya. Sungguh tak berarti kehidupannya.

Beramallah dengan bersembunyi. Beramallah di kesunyian dan keheningan. Beramallah dalam kegelapan dari para penulis dan pembuat berita. Karena amal itu bukan untuk menonjolkan kehebatan diri mu tetapi agar tercatat menjadi hamba Allah saja. 

Namun terkadang Allah membongkar kebaikan seseorang dihadapan manusia yang sengaja disembunyikan oleh pelakunya. Itu haknya Allah. Seperti Allah yang menyiarkan kiprah para Nabi dan Rasul dengan kitab suci-Nya untuk menjadi tuntunan hidup manusia. Menyembunyikan amal itu lebih nikmat dibandingkan mempublikasikan demi tujuan kebanggaan dan ketenaran diri. Balasan dunia itu tak ada artinya. Mengapa amal yang mulia mau dibalas dengan kehinaan dunia dan popularitas?

Mereka yang hina selalu menikmati kehinaan dunia. Merubah prestasi menjadi popularitas. Merubah karya menjadi pencitraan. Merubah kelelahan kerja hanya dengan decak kagum dari manusia yang tidak bisa memberikan kemaslahatan dan menghindarkan dari keburukan, untuk apa? Namun itulah wajah kita saat ini.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)