basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Umar bin Abdul Aziz

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Umar bin Abdul Aziz. Tampilkan semua postingan

Penguasa Lunasi "Personal Loan" Rakyatnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kisah Pertama Di ...

Penguasa Lunasi "Personal Loan" Rakyatnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Kisah Pertama
Di era Umar bin Abdul Aziz, rakyat dipenuhi kebutuhan dasar hingga fasilitas hidupnya, bahkan hutang-hutang pribadi rakyatnya pun dilunasi. Inilah kesejahteraan yang sempurna.

Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada para gubernurnya. Dalam surat itu, ia mengatakan hendaknya para gubernur membayarkan utang orang-orang yang dililit hutang.

Para gubernur membalas surat itu, "Kami mendapatkan orang yang berhutang, tetapi mereka memiliki tempat tinggal, pelayan, kuda (kendaraan), dan perabotan rumah."

Umar bin Abdul Aziz membalasnya, "Orang Islam memang harus memiliki tempat tinggal untuk merebahkan diri, pelayan untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, kuda yang digunakan untuk melawan musuhnya, serta perabot rumah tangga."

Umar bin Abdul Aziz melanjutkan, "Meski demikian ia tetap berutang, maka bayarlah utangnya."


Kisah Kedua
Abdullah Ibnu Mubarak memiliki seorang murid. Dia seorang pemuda. Suatu hari muridnya tidak hadir. Setelah diselidiki ketidakhadirannya, ternyata sedang dipenjara karena memiliki hutang 10.000 dirham.

Abdullah Ibnu Mubarak mencari pemberi hutang untuk melunasi hutang muridnya. Ibnu Mubarak memintanya menjaga rahasia ini hingga wafatnya. Si pemberi hutang lalu membebaskan si pemuda tersebut dari penjara.

Baru keluar dari penjara, sang pemuda langsung bergegas mendatangi gurunya. Setelah bertemu Ibnu Mubarak bertanya, "Hai pemuda, kemana saja kamu ini?" 

Sang pemuda menjawab, "Aku telah dipenjara sebab hutangku." Ibnu Mubarak bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa keluar dari penjara?" Sang pemuda berkata, "Seseorang datang dan membayarkan hutangku. Aku tidak tahu siapa orang itu."

Ibnu Mubarak berkata lagi, "Bersyukurlah kepada Allah, Dia telah menolongmu dengan melunaskan semua hutangmu." Setelah Ibnu Mubarak wafat, barulah si pemberi hutang menceritakan pada pemuda tersebut bahwa yang melunasi hutangnya adalah gurunya sendiri.


Kisah Tiga
Abu Yasr, hakim di Samarkand, mendatangi rumah seseorang untuk menagih hutang. Yang ditagih bersembunyi dengan tidak mau keluar dari dalam rumah. Abu Yasr mendengar suara dari dalam rumah.

Abu Yasr berkata, "Keluarlah, aku mendengar suaramu." Saat penghuni rumah keluar, ditanya kembali, "Apa yang membuatmu berbuat seperti ini?" Yang berhutang menjawab, "Kesulitan ekonomi." Abu Yasr berkata, "Demi Allah!" Yang berhutang menjawab, "Demi Allah."

Lalu Abu Yasr berkata, "Pergilah, bagimu apa yang kamu miliki (terbebas hutang). Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa memberikan kelonggaran kepada orang yang kesulitan ekonomi (berhutang) atau menggugurkan hutangnya, maka Allah akan menaunginya di hari Kiamat."


Kisah Empat
Umar bin Abdul Aziz pernah mengirimkan surat kepada seluruh Gubernur. Isinya, "Hendaklah kalian mengadukan kepadaku semua orang buta yang menanggung beban hutang, yang cacat, yang lumpuh sehingga menghalanginya untuk shalat di masjid."

Seluruh gubernur melaporkan data tersebut. Lalu Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar orang buta mendapatkan pendamping atau petunjuk jalan, yang lumpuh mendapatkan pelayan.

Sumber:
Golden Story, Mahmud Musthafa Sa'ad, Al-Kautsar 2013.

Cara Praktis Membangun Bangsa yang Hancur Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kisah Pertama Seorang guber...

Cara Praktis Membangun Bangsa yang Hancur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Kisah Pertama
Seorang gubernur menulis surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Isi suratnya, "Sesungguhnya kota kita telah hancur. Jika khalifah berpendapat untuk mengucurkan dana untuk membangunnya kembali, maka itu lebih baik."

Umar bin Abdul Aziz membalasnya, "Aku memahami maksud suratmu. Kamu tidaklah mengatakan di sana bahwa kotamu telah roboh. Jika telah membaca surat ini, maka jagalah kotamu dengan berbuat adil."

Umar bin Abdul Aziz melanjutkan, "Bersihkan jalan-jalan kota dari perbuatan zalim. Dengan berbuat  begitu, kota itu akan bangkit kembali."


Kisah Dua
Saat rakyat sulit untuk ditertibkan. Tak mengikuti ketertiban dan peraturan. Tandanya ada kezaliman penguasa.

Jarrah bin Abdullah, gubernur Khurasan era Umar bin Abdul Aziz, melaporkan kondisi rakyatnya kepada khalifah melalui sebuah surat.

Sang gubernur menulis dalam suratnya, "Penduduk Khurasan adalah manusia yang rusak. Mereka hanya bisa diluruskan dengan pedang dan cambukan. Jika khalifah mengizinkan, saya akan melakukan itu."

Khalifah Umar bin Abdul Aziz membalasnya, "Suratmu telah sampai di tanganku. Dalam surat itu, kamu menjelaskan bahwa penduduk Khurasan adalah manusia rusak, dan menurutmu mereka hanya bisa diluruskan dengan menggunakan pedang dan cambukan."

Umar melanjutkan, "Kamu telah bohong, karena mereka bisa diluruskan dengan keadilan dan kebenaran. Oleh karena itu, berbuat adilah kepada mereka."

Kisah Tiga
Seorang Hakim di Mosul mengaduk persoalannya kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz. Di Mosul, kasus pencurian dan perampokan sangat banyak. Bagaimana agar kotanya menjadi damai dan tentram?

Sang Hakim bertanya pada Umar bin Abdul Aziz, "Apakah aku harus menyelidiki mereka? Mencari bukti atas perbuatan mereka? Lalu aku selesaikan persoalan ini sesuai dengan tradisi yang berlaku di masyarakat itu?"

Umar bin Abdul Aziz menjawab bahwa hendaknya mencari bukti dan menyelesaikannya sesuai sunnah Nabi. Jika saja mereka tidak mengikuti kebenaran, maka Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka.

Sang Hakim melakukan apa yang dipesankan Umar bin Abdul Aziz, setelah itu kita Mosul menjadi kota yang tingkat kriminalnya paling kecil.


Kisah Empat
Umar bin Abdul Aziz berkata, "Aku mendapati para penguasa sebelumku sebagai penguasa yang menindas rakyat dengan kekuatan dan kekuasaan. Hal yang sama juga dilakukan oleh para pembesar atau pejabat negara yang membantu para penguasa."

Umar bin Abdul Aziz melanjutkan, "Saat aku memegang tampuk kekuasaan, rakyat mengadukan kezhaliman para mantan penguasa itu kepadaku. Tidak ada pilihan lain bagiku kecuali mengembalikan hak orang yang pernah dirampas oleh orang kuat. Mengembalikan hak orang yang dilemahkan oleh para penguasa.

Di era Umar bin Abdul Aziz, ia mengembalikan harta dan tanah yang diambil secara zalim oleh penguasa sebelumnya.


Kisah Lima
Penguasa yang dapat membangun bangsanya memiliki beberapa karakter yang melekat pada jiwanya.  Umar bin Khatab memaparkan karakter penguasa tersebut.

Umar bin Khatab berkata, "Sesungguhnya sikap adil itu memiliki tanda dan permulaan, diantaranya tandanya bersifat malu, dermawan, merasa hina dihadapan Allah dan bersikap lembut. Adapun permulaannya adalah sikap kasih sayang."

"Sungguh Allah telah menciptakan pintu bagi segala sesuatu, dan setiap pintu dimudahkan dengan sebuah kunci, dan pintu adil adalah i'tibar (kemampuan mengambil pelajaran dari sesuatu) dan kuncinya adalah Zuhud."

"I'tibar dilakukan dengan mengingat kematian. Mempersiapkannya dengan menshadaqahkan hartanya.  Zuhud itu mengambil hak dari setiap orang dan diganti dengan haknya pula dan merasa cukup dengan rezeki ala kadarnya."

Umar bin Khatab melanjutkan, "Jika rezeki yang ala kadarnya tidak membuatnya cukup, maka segala sesuatu tidak akan mampu memuaskannya."

Sumber:
Golden Story, Mahmud Musthafa Sa'ad, Al-Kautsar 2013.

Bodoh Sejarah, Buntu Solusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Suatu hari Umar Bin Abdul Aziz ditanya te...

Bodoh Sejarah, Buntu Solusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Suatu hari Umar Bin Abdul Aziz ditanya tentang berbagai perbedaan pendapat di kalangan Sahabat. Umar bin abdul aziz menjawab bahwa dengannya umat memiliki beragam perspektif dalam menyelesaikan sebuah masalah. Para Sahabat ra adalah bintang-bintang di langit saat kegelapan malam menerpa.

Andaikan Abu Ubaidah bin Jarah tidak menolak rencana pengeluaran dirinya dari Syam oleh Umar Bin Khatab,  apakah umat mengetahui bagaimana menghadapi situasi dalam kepungan wabah? Andai Umar Bin Khatab tidak membuat kebijakan me- lock down Syam, apakah umat mengetahui bagaimana cara melokalisir wabah?

Umar bin Khatab mengangkat Abu Ubaidah bin Jarah sebagai panglima tertinggi karena karakter penakluk Syam adalah Abu Ubaidah sesuai sabda Rasulullah saw. Andai Umar Bin Khatab tidak mengalihkan posisi panglima dari Abu Ubaidah bin Jarah ke Khalid Bin Walid, apakah umat memiliki referensi bahwa setiap wilayah memiliki karakter panglima yang berbeda.

Dengan pengalihan Abu Ubaidah bin Jarah ke Khalid Bin Walid, umat memiliki referensi bagaimana Khalid Bin Walid tetap bahu membahu bersama panglima dalam menyelesaikan persoalan di pertempuran. Khalid Bin Walid berjuang bukan karena Umar Bin Khatab tetapi karena tanggungjawab dakwah.

Andai tidak terjadi perbedaan pendapat antara Ali - Siti Aisyah - Muawiyah, apakah umat memiliki referensi dalam menyelesaikan persoalan internal? Andai tidak terjadi perbedaan pendapat antara Hasan bin Ali - Muawiyah, apakah umat memiliki referensi dalam melakukan rekonsiliasi nasional untuk kepentingan dakwah?

Kebodohan terbesar kita adalah kebodohan terhadap sejarahnya, sehingga bodoh pula dalam menyelesaikan semua persoalan. Padahal generasi terbaik umat ini sudah mencontohkan solusinya secara komprehensif dan tuntas.

Mewariskan Pemimpin yang Adil Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apa salah satu prestasi terbesar Abu Ba...

Mewariskan Pemimpin yang Adil

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apa salah satu prestasi terbesar Abu Bakar? Apa prestasi terbesar dari khalifah  Sulaiman bin Abdul Malik di era Bani Ummayah ?  

Ternyata salah satu karya terbesar mereka bukan saja capaian kesejahteraan dan kemakmuran saja. Perluasan wilayah kekuasaan tetapi sesuatu yang lebih penting dari itu semua, yaitu keberlangsungan kepemimpinan. Berupa kejelian firasatnya dalam memilih pengganti dan penerus posisi kepemimpinannya.

Mush'ab bin Zubair, berkata bahwa salah satu prestasi Abu Bakar adalah menunjuk Umar menjadi penggantinya. Inilah titik pembuka pelebaran Islam dan pengokohan agama. Juga menjadi kebenaran bukti doa Rasulullah saw bahwa agama ini akan dikuatkan oleh Umar bin Khatab.

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, saat ajal akan tiba, bingung siapa penggantinya. Dia ingin memilih Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah, yang bukan keturunan keluarganya sendiri. Tetapi penentangan dari keluarganya sangat besar. Atas anjuran wazirnya, dia membuat keputusan fenomenal yang membuat Bani Ummayah mencapai puncak kejayaan.

Akhirnya dia mengambil langkah berani dan strategis, mengangkat Umar bin Abdul Aziz, sang pemimpin adil, walaupun bukan dari keluarganya. Agar keluarganya tidak pecah, dia juga mengangkat adiknya Yazid bin Abdul Malik sebagai khalifah bila Umar bin Abdul Aziz lengser. Ini keputusan yang luar biasa. 

Para sejarawan mencatat, Umar bin Abdul Aziz pun menjadi tokoh pembaharu pertama dalam sejarah peradaban islam. Juga penebar keadilan yang sebelumnya pernah redup sejak berakhirnya Khalifatur Rasyidin.

Bukankah al Qur'an mengajak berfikir untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah?  Salah satunya, siapkan para pemimpin dan pendidik yang mengelola urusan generasi berikutnya.

Abu Bakar resah menentukan penggantinya. Sulaiman bin Abdul Malik pun resah menentukan penggantinya sehingga haris mengambil keputusan yang tak disetujui oleh keluarga besarnya.

Lalu adakah keresahan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan umat Islam?  Mari merekayasa lahir nya  pemimpin yang adil sebagai warisan bagi generasi berikutnya. Andai memiliki satu doa yang mustajab, mintalah agar Allah menganugerahkan pemimpin adil.

Reformasi Birokrasi Ala Umar bin Abdul Aziz  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Saat Umar bin Abdul Aziz...

Reformasi Birokrasi Ala Umar bin Abdul Aziz 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Saat Umar bin Abdul Aziz baru saja diangkat sebagai khalifah, dia bersegera membersihkan hartanya. Harta diri, keluarga dan kas negara. Agar tidak ada lagi harta yang diperoleh dari kezaliman, kecurangan, ketamakan, hasad dan iri. Agar seluruh harta diperoleh melalui syariat Allah yang penuh dengan keridhaaan-Nya. Inilah modal dasar mendapat pertolongan Allah. Imam Ahmad bin Hambal ditanya, "Mana yang lebih utama, shalat malam dengan nafkah yang halal?" Dijawabnya, "Nafkah yang halal." Kehalalan adalah pondasi semua kebaikan dan ketaatan.

Beriringan dengan reformasi penerimaan keuangan. Umar bin Abdul Aziz melanjutkan reformasi berikutnya. Membuang segala pengeluaran kebutuhan yang tak perlu. Dirubah perabotan rumah, baju, makanan dan minuman. Tak ada lagi keinginannya terhadap dunia. Saat Umar bin Abdul Aziz bertanya pada sahabatnya, "Bagaimana cara mendapatkan pertolongan Allah dalam mengelola negara?" Sahabatnya bertanya, "Bagaimana sikap mu terhadap Dunia?" Umar bin Abdul Aziz menjawab, " Tak dihiraukan lagi." Sang Sahabat menjawab, "Itulah sebab turunya pertolongan Allah." Allah mengabaikan dan meninggalkan manusia yang orientasinya pada dunia.

Umat Islam tidak akan pernah bisa bangkit dengan hanya mengandalkan kekuasaan, kekayaan, kecerdikan, kepintaran, ilmu dan teknologi. Bila mengandalkan sarana dan prasarana dunia, maka Allah akan meninggalkan dan menghinakannya. Semua kekhalifahan dan kesultanan hancur karena meninggal tugas dan perannya. Yaitu, menegakkan syariat Allah dan jihad membangun peradaban dunia. Meninggalkan peran menegakkan kebaikan dan mencegah keburukan. Bila seluruh tanggungjawab ini diabaikan maka Allah akan mencabut kekuasaan, kekayaan, kemenangan dan kemakmuran dari Umat Islam.

Mengelola kekuasaan butuh orang yang kredibel. Bagaimana cara agar orang terpilih dan amanah menjadi bagian dan berperan dalam kekuasaannya? Umar bin Abdul Aziz mengirim surat kepada sahabatnya. Dia meminta salinan seluruh surat menyurat dan keputusan Umar bin Khatab. Dia ingin mengulangi dan mengikuti sepak terjang Umar Al Faruq dalam mengelola kekhalifahan. Namun bagaimana mendapatkan pejabat negara hingga level yang paling bawah yang kualitasnya selevel orang-orang yang bersama Umar bin Khatab? Ini keresahan Umar bin Abdul Aziz.

Sang Sahabatnya menjawabnya, "Selama di dalam hati memang berniat berjihad menegakkan kebaikan maka Allah akan mengutus orang-orang terbaik untuk terlibat dalam kekuasaannya." Mudah saja melihat kebaikan sebuah pemerintahan. Bila "kaki tangannya" korupsi, menyeleweng dan zalim, itu pula yang ada di dalam hati sang pemimpinnya. Keburukan akan menarik hati orang yang berniat pada keburukan. Kebaikan akan menarik hati orang yang memiliki kebaikan untuk terlibat didalamnya. Bila ingin ditolong Allah dengan hadirnya orang yang berkualitas, teguhkan dan kuatkan jihad untuk menegakkan syariat Allah.

Umar bin Abdul Aziz sering meminta nasihat kepada Hasan Al Bashri. Ulama Tabiin utama yang hidup di zamannya. Dia pun ingin terus menapaki jalan sang khalifah mulia Umar bin Khatab. Komitmen kepada agama. Menjauhi dunia mengutamakan akhirat. Inilah faktor utama Allah mencurahkan Pertolongan-Nya dalam mengelola kekhalifahannya. Bagaimana dengan kekuasaan saat ini?

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)