basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story: Palestina

Choose your Language

Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Road Map Kehancuran Penjajah Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kisah Bani Israel di Al-Qur'an banyak memuat masa lalu mere...

Road Map Kehancuran Penjajah Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Kisah Bani Israel di Al-Qur'an banyak memuat masa lalu mereka bersama para Nabi dan Rasulnya. Namun, ada satu penggalan sejarah Bani Israel di masa lalunya, lalu dikaitkan bersamaan dengan takdir masa depannya. Takdir ini hanya dimuat di surat Al-Isra ayat 2-8. Takdir ini akan terus berulang dan terjadi kapan pun dan dimana pun.

Surat Al-Isra diturunkan di Mekah, sebelum hijrah. Di surat ini, dijelaskan bahwa Bani Israel langsung diazab oleh Allah setiap melakukan kerusakan. Jadi ini bekal kepada Muslimin sebelum hijrah ke Madinah. Seolah berkata, "Berhijrahlah, tak perlu khawatir dengan hegemoni Yahudi di Madinah. Bila mereka melakukan kerusakan, maka akan langsung diazab oleh Allah."

Yahudi di Madinah menguasai sektor perekonomian. Membelit penduduk Madinah dengan hutang riba. Mereka hidup di dalam benteng yang kokoh dengan persenjataan yang kuat dan lengkap. Bentengnya menyebar di dalam dan luar kota Madinah. Namun jangan khawatir, setiap mereka menolak kebenaran dan membuat kerusakan maka akan langsung diazab oleh Allah.

Bukankah kebenaran ada pada genggaman kaum Muslimin? Yaitu Al-Qur'an. Bukankah mereka sedang menunggu untuk menjadi pengikut dan pembela Nabi terakhir, Nabi Muhammad saw? Bukankah mereka hadir di Madinah dengan niat untuk berjuang bersama Rasulullah saw? Bila mereka menolaknya, mereka akan diazab oleh Allah.

Kerusakan Bani Israel yang pertama terjadi setelah wafatnya Nabi Daud dan Sulaiman. Mereka meninggalkan Taurat. Kerajaan Bani Israel dihancurkan oleh Nebukanedzar. Kedua, mereka memfitnah Siti Maryam sebagai penzina, Nabi Isa sebagai anak hasil zina dan berusaha membunuh Nabi Isa. Lalu, Bani Israel dihancurkan oleh Romawi hingga mereka berdiaspora hingga ada yang tiba di Madinah. Apa kerusakan Yahudi di Madinah?

Yahudi memecah belah penduduk Madinah. Menolak mengikuti jejak Rasulullah saw. Melanggar perjanjian dengan melakukan penghianatan bersama Quraisy, kabilah Arab dan Munafikin untuk menghancurkan Madinah dan selalu membuat upaya pembunuhan terhadap Rasulullah saw. Akibatnya, mereka terusir dari Madinah dan Hijaz. Itulah azab Allah pertama setelah diturunkan surat Al-Isra sebagai bentuk nyata janji Allah kepada Muslimin dalam menghadapi kerusakan Yahudi.

Tibalah di abad ke-20, saat Allah memberikan kekuasaan atas mereka kepada Hitler, karena kerusakan Yahudi. Mereka terusir dari Eropa. Amerika dan Inggris memberikan jalan untuk menjajah tanah Palestina dengan wajah negara penjajah Israel. Mereka menebarkan kesengsaraan kepada rakyat Palestina dan bangsa Arab. Maka, sudah dipastikan Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang akan menimpakan kesengsaraan kepada Yahudi. Siapakah?

Sayid Qutb mengatakan Al-Qur'an merahasiakan bangsa-bangsa yang akan menghancurkan kerusakan Yahudi. Namun yang pasti, janji Allah itu sudah pasti, dan sebagai implementasi dari sunatullah yang tak pernah meleset. Dan, masa itu sudahlah dekat. Apakah perlawanan rakyat Palestina dari Gaza?

Jadi, tak perlu lemah dan takut menghadapi penjajah Israel, walaupun mereka ditopang oleh militer dan dana tak terbatas. Walaupun didukung oleh Amerika, Inggris, Jerman dan sekutunya. Walaupun didukung oleh Dajjal sekalipun. Karena penjajah Israel pada akhirnya akan hancur bersama dengan pembelanya. Itulah takdirnya di setiap zaman.

Masjidil Aqsha, Tempat Serah Terima Peradaban Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel berakhir di Palestina. Tanggungjawab p...

Masjidil Aqsha, Tempat Serah Terima Peradaban

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel berakhir di Palestina. Tanggungjawab peradaban tidak akan kembali ke Bani Israel, sebab mereka adalah sejarah masa lalu bukan masa depan yang bermartabat dan beradab. Peran peradaban mereka sudah  tuntas sejak Nabi Isa diangkat ke langit.

Bani Israel telah gagal mengambil peran peradaban. Mereka bukan mendukung para Nabi dan Rasul, tetapi mendustakan, memdurhakai hingga membunuh para Nabi dan Rasul. Sekarang, mereka membunuh siapa pun yang menjadi musuh mereka. Seperti prilaku  genosidanya di Palestina.

Isra Mi'raj adalah momentum peralihan peran peradaban dari Nabi dan Rasul sebelumnya kepada Nabi Muhammad saw. Peralihan peradaban dari bangsa dan umat sebelumnya kepada Muslimin. Apa tandanya?

Saat Isra Mi'raj, seluruh Nabi dan Rasul berkumpul di Masjidil Aqsha. Nabi dan Rasul dari seluruh muka bumi dan segala zaman berkumpul. Nabi yang disebutkan namanya dan dirahasiakan Allah, semuanya berkumpul menunggu kedatangan Nabi Muhammad saw yang akan menjadi imam shalatnya.

Setiap Nabi dan Rasul yang diutus memegang janji dan sumpahnya. Bila saat menjalani tugasnya sebagai utusan Allah, kemudian di masanya diutus Muhammad saw, maka mereka menjadi makmun. Mereka menjadi pengikut. Seperti Nabi Isa yang menjadi makmum saat shalat bersama Imam Mahdi. Seperti Nabi Musa yang bercita-cita ingin menjadi bagian umat Nabi Muhammad saw.

Muslimin tidak boleh membeda-bedakan para Nabi dan Rasul sebelumnya. Muslimin harus mengimani kitab suci sebelumnya. Sebab, tugasnya melanjutkan amanah peradaban yang telah dibangun sebelumnya. Menjaga dan mendidik semua umat yang dahulu pernah menjadi umat para Nabi dan Rasul sebelumnya. Sekarang tugas itu ada pada Muslimin.

Serah terima risalah peradaban dan panji kepemimpinan terjadi di Masjidil Aqsha di Palestina saat Israel Mi'raj. Saat ini serah terima peradaban tengah berulang di Masjidil Aqsha dengan pergolakan antara Penjajah Israel dengan rakyat Palestina. Penjajah Israel tak mungkin memenangkannya. Sebab puncak peradaban mereka hanya genosida,  eksploitasi bangsa dan sumber daya umat lain.  Muslimin akan menggantinya dengan peradaban shalat, hasil dari Isra Mi'raj untuk menerangi peradaban manusia.

Tanda Kebesaran Allah di Bumi Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Allah berjanji akan mengungkapkan tanda-tanda kebesaran-Nya ...

Tanda Kebesaran Allah di Bumi Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Allah berjanji akan mengungkapkan tanda-tanda kebesaran-Nya di Baitul Maqdis, negri Palestina di surat Al-Isra. Allah sangat khusus menginformasikan hal ini. Padahal di setiap sudut dan ruang, selalu terlihat tanda-tanda kebesaran Allah. Mengapa Allah menekankan tanah Palestina?

Palestina tempat lahirnya sejumlah Nabi seperti, Ishaq, Ismail, Yaqub, Yusuf, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya dan Isa. Sedangkan Nabi tidak lahir di Palestina namun pernah hidup dan melintasi di Palestina adalah Ibrahim, Luth, Musa dan Muhammad. Seluruh para Nabi dan Rasul dari semua zaman pernah berkumpul di Palestina, Baitul Maqdis, mereka shalat di belakang Rasulullah saw sebelum Rasulullah saw Mi'raj.

Sejarah ketauhidan di Mekah dengan Kabah sebagai simbolnya, dimulai dari Palestina. Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan bayi Ismail melakukan perjalanan jauh dan sangat menantang dari Palestina ke Mekah yang masih tandus dan gersang. 

Bukan saja  kisah para Nabi dan Rasul, kisah pembangkangan paling banyak disebutkan di Al-Qur'an pun paling banyak terjadi di Palestina. Kisah Bani Israel mendominasi pembangkangannya di Palestina. Dimulai dari era Nabi Yaqub, puncaknya di era Nabi Musa hingga Nabi Isa. 

Kisah orang-orang shaleh di Al-Qur'an paling banyak disebutkan di Palestina. Dari kisah Thalut, keluarga Imran hingga Siti Maryam. Thalut menghadapi pembangkangan Bani Israel yang tidak mau berperang. Keluarga Imran menghadapi kerusakan moral Bani Israel. Siti Maryam dituduh melakukan perzinahan.

Kisah penguasa yang zalim pun ada di Palestina, yaitu Jalut. Sedangkan yang adil adalah Nabi Sulaiman dan Daud. Pembantaian oleh kerajaan Babilonia. Kerusakan moralitas Romawi juga terjadi di Palestina.

Buah zaitun, sangat subur tumbuh di Palestina, disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak tujuh kali dan juga dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Sekarang, buah zaitun juga menjadi salah satu simbol bagi masyarakat Palestina yang memiliki makna perlawanan.

Palestina menjadi tempat hijrahnya Nabi Ibrahim dari Irak karena kekejaman Namrudz. Juga tujuan hijrahnya Nabi Musa karena kekejaman Firaun. Al-Qur'an juga menjelaskan secara khusus kekuatan dan ketegaran bangsa Palestina.

Mengukur Daya Tempur Penjajah Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Darimana sumber kekuatan bertempur rakyat Palestina? Mengapa t...

Mengukur Daya Tempur Penjajah Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Darimana sumber kekuatan bertempur rakyat Palestina? Mengapa tentara penjajah Israel sangat mudah terjebab pada penyakit mental saat berperang, setelah dan akan kembali bertempur sehingga butuh waktu pemulihan yang lama? Perhatikan ada seorang tentara penjajah Israel yang selalu menginformasikan kehebatannya di perang Gaza melalui akun media sosialnya. Namun saat diperintahkan bertempur kembali justru memilih bunuh diri.

Perhatikan saat Netanyahu menyerukan perang total untuk menghabiskan perlawanan rakyat Palestina di Gaza. Semua orang Yahudi dari seluruh dunia menyambutnya. Mereka berbondong-bondong ke daerah pendudukan Israel. Inilah waktu yang ditunggu. Inilah saatnya menguasai dan menjajah seluruh tanah Palestina dan mengusir rakyat Palestina. Setelah itu apa yang terjadi?

Seperti dalam kisah Thalut. Bani Israel meminta kepada Nabinya agar mengobarkan perang. Namun saat perang diperintahkan dan panglimanya telah ditetapkan. Setelah melihat kekuatan lawan, Bani Israel justru berbondong-bondong lari dari perang. Mengapa bisa seperti itu?

Setelah perang berjalan cukup lama, mulai bermunculan tentara penjajah Israel yang tidak mau berperang. Orang tua dan kerabatnya menolak putra-putrinya diberangkatkan berperang. Memilih bunuh diri daripada berperang. Kelompok ultra nasional kanan yahudi dibebaskan dari wajib militer oleh penguasa Netanyahu. Mengapa semua terjadi?

Al-Qur'an di surat An-Nisa ayat 77 menjelaskan mengapa mental bertempur bisa hancur? Padahal sebelumnya paling bersemangat dan mendeklarasikan penghancuran perlawanan Palestina hingga ke akarnya?

Siapakah di kolong jagat ini yang paling mencintai dunia? Siapakah yang ingin selalu untung? Siapakah yang ingin merampas kekayaan dan sumber daya di jagat raya ini? Siapakah yang menggengam kekayaan paling besar? Semuanya di Yahudi. Dalam kondisi ini, apa yang muncul?

Dalam keberlimpahan kekayaan dan kekuasaan, yang muncul adalah takut miskin, takut kehilangan jabatan dan ingin hidup seribu tahun lagi. Kondisi ini bertentangan dengan yang dialami dan akibat dari sebuah peperangan. Oleh sebab itu, penjajah Israel tidak akan memiliki mental bertempur yang kuat, sebab mereka ingin agar selamat dari pertempuran dan dunia telah menjadi puncak ilmu dan semangatnya.

Songs For Palestine, Nurani Yang Menggeliat Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Para musisi dan pencipta lagu lintas agama, ideologi dan...

Songs For Palestine, Nurani Yang Menggeliat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Para musisi dan pencipta lagu lintas agama, ideologi dan negara mulai menyuarakan pembelaannya terhadap rakyat Palestina dan mengutuk genosida oleh penjajah Israel. Temanya, dari tragedi kekejaman yang terjadi, diamnya para penguasa dunia, perlawanan rakyat Palestina hingga mendukung kemerdekaan Palestina.

Menggeliatnya lagu bertema Palestina menandakan nurani kemanusiaan masyarakat dunia terusik. Persoalan Palestina bukan lagi soal persoalan konflik antar dua negara, tetapi sudah merusak martabat kemanusiaan. Berikut beberapa musisi kelas dunia yang 


1. Michael Heart
Lagu We Will Not Go Down ciptaan Michael Heart mengisahkan pengorbanan rakyat Palestina di Gaza. Siapa sebenarnya Michael Heart hingga lagunya selalu menggema di tengah perang Israel-Palestina?

Michael Heart mulai menulis dan merilis lagu We Will Not Go Down pada bulan Januari 2009 selama perang di Gaza.

Karya tersebut berkaitan dengan hak asasi manusia guna mendukung para korban sipil rakyat Palestina.


2. Macklemore
Rapper Amerika Serikat (AS) Macklemore, Mei 2024,  merilis lagu protes baru yang kuat dalam solidaritas dengan Palestina, berjudul “Hind’s Hall”.

Rilisan mengejutkan dari musisi Amerika bernama asli Benjamin Haggerty ini dipengaruhi dan dipicu oleh protes mahasiswa global, khususnya di Universitas Columbia.

Di sanalah Hamilton Hall di kampus itu ditempati minggu lalu dan berganti nama menjadi “Hind's Hall” untuk menghormati Hind Rajab, bocah Palestina berusia enam tahun, yang dibunuh tentara Israel di Gaza ketika meminta bantuan dari mobil yang dipenuhi kerabatnya yang telah meninggal.

Di “Hind’s Hall” dia membahas berbagai topik termasuk protes mahasiswa global terhadap Israel, politik Amerika, kebrutalan polisi, sensor media sosial, dan supremasi kulit putih.


3. Band SKA-P Spanyol
Band asal Spanyol, Ska-P, yang berdiri 1994, menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina yang saat ini dijajah zionis Israel. Saat tampil di Chile, sebuah negara di Amerika Selatan, Ska-P tampil dengan nuansa Palestina lengkap dengan penonton yang mengibarkan bendera Palestina.

Band tersebut memiliki lagu berjudul Intifada berisi sindiran terhadap Zionis Yahudi Israel dan dukungan terhadap perjuangan Palestina.

Salah satu lirik lagu Intifada menyebut bahwa bangsa Yahudi awalnya adalah bangsa tertindas layaknya Nabi Daud, tapi kemudian mereka menjadi jahat dan bengis seperti Jalut serta memerangi bangsa asli Palestina.


4. Cats Stevens
Yusuf Cat Stevens yang meriah penghargaan Rock and Roll Hall of Fame. Mengajak para artis untuk membela Palestina dengan menyerukan gencatan senjara.

Berbicara secara eksklusif kepada The National pada Sabtu (4/11/2023), Yusuf Cat Stevens yang terkenal dengan lagu hits Peace Train dan Moonshadow ini begitu terpukul dan sedih menyaksikan ribuan nyawa tidak berdosa yang meninggal dalam konflik yang telah berlangsung selama sebulan.

“Apa yang lebih baik dan lebih penting daripada memanfaatkan ketenaran Anda untuk tujuan yang baik?” kata Yusuf Cat Stevens.

“Saya merasa sulit untuk menahan diri, terutama ketika melihat wajah dan pakaian anak-anak yang tidak bersalah yang berlumuran darah – yaitu mereka yang cukup beruntung bisa lolos dari bom dan masih selamat. Mudah-mudahan opini publik yang besar akan terus berkembang dan lebih banyak bintang akan menyadari bahwa inilah saatnya untuk membela apa yang adil dan benar,” ucap Yusuf Cat Stevens lagi.

Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran para artis dan masyarakat dunia, Yusuf memposting versi lagu The Little Ones yang belum pernah dirilis, di mana tembang iru ditulis setelah tragedi genosida Bosnia pada 1995 yang menewaskan ribuan anak.

500.000 Tentara Penjajah Israel, Cukupkah Untuk Menghadapi Pertempuran Gaza? Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel memilik...

500.000 Tentara Penjajah Israel, Cukupkah Untuk Menghadapi Pertempuran Gaza?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel memiliki 500.000 tentara, baik reguler maupun cadangan. Belum lagi pemukim yahudi yang di persenjatai dan tentara bayaran dari sejumlah negara, contohnya tentara bayaran dari Amerika terbunuh dalam jebakan perlawanan Palestina.

Rakyat Palestina tidak sedang menghadapi penjajah Israel saja, tetapi juga negara-negara yang mendukung penjajah Israel seperti Amerika dan Inggris yang terbukti terlibat dalam serangan pembebasan tawanan yang membunuh hampir 300 pengungsi Palestina di Gaza Tengah. Apakah banyaknya, tentara penjajah Israel dapat bertempur optimal?

Penjajah Israel sedang mereview anggaran militernya, karena defisit anggaran tahun ini bisa menyentuh 7 %. Saat ini, anggaran militernya seperti menyerahkan "check kosong" tanpa ada yang membatasi jumlahnya dan untuk apa digunakan. Untuk menutupinya, Amerika selalu memberikan bantuan tanpa syarat untuk penjajah Israel baik berupa dana, maupun infrastruktur militer.

Saat defisit anggaran terjadi, perekonomian pun tertekan, karena fokus tenaga kerja untuk berperang bukan menggerakkan sektor industri dan jasa. Akhirnya, mereka mengimport tenaga kerja dari India. Daerah di sepanjang  perbatasan Gaza pun, mereka menghentikan aktivitasnya. Begitu pun di daerah utara yang setiap hari diserang oleh perlawanan Lebanon, Irak dan Suriah. Aktivitas perekonomian terhenti.

Tentang dana pembiayaan 500.000 tentara bisa jadi bukan persoalan, sebab Amerika, Inggris dan sekutunya bisa memback up, namum bagaimana dengan daya tempurnya? Diperkirakan 20-30 ribu tentaranya cidera. Ribuan lainnya tewas.

Berapa banyak tentara penjajah Israel yang bertempur di Gaza dan daerah pendudukan di Utara? Berapa lama  waktu mereka  bertugas sekali bertempur? Berapa lama mereka beristirahat setelah bertempur? Perhitungan ini mempengaruhi cukupkah 500.000 tentara penjajah Israel dalam menghadapi semua front pertempuran?.

Dalam kalkulasi jumlah mungkin bisa terpenuhi, namun dalam kalkulasi mental bertempur bisa jadi tak mencukupi. Ada faktor ganguan psikologis sangat berat yang dialami mereka. Pertama, tekanan publik dan perpecahan  internal.

Kedua, mulai banyak orang tua dan kerabat tentara penjajah Israel yang menolak putra-putri dan saudaranya untuk berperang dan kembali berperang. Bahkan, dari tentaranya sendiri banyak yang menolak berperang dan tidak mau bertugas kembali berperang. Mereka memilih untuk bunuh diri.

Dengan kondisi mental yang sangat berat dan parah ini, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh para tentara penjajah Israel untuk mampu berperang dengan mental yang kokoh? Tentu menjadi sangat lama. Dengan kondisi ini, pergantian tugas semakin harus cepat, namun istirahat nya semakin lama. Untuk memutar pergantian tentara ini, apakah 500.000 tentara penjajah Israel cukup?

Media-media dan pengamat militer penjajah Israel banyak yang menyuarakan kekalahan dan kesalahan strategi perang mereka. Belum lagi demonstrasi yang mengutuk genosidanya. Maka, modal pemulihan bertempur sangat lemah sekali.

Dengan kondisi seperti ini, banyak pengamat militer yang mengatakan bahwa strategi perang penjajah Israel hanya "rongsokan", selalu terjatuh pada jebakan yang sama. Untuk menghilangkan keputusasaan mereka hanya bisa menghabisi anak dan perempuan di tempat pengungsian dan rumah sakit.

Palestina, Menanti Pertolongan Allah yang Tak Terduga Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Bagaimana proses Palestina merdeka? Hanya Alla...



Palestina, Menanti Pertolongan Allah yang Tak Terduga

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bagaimana proses Palestina merdeka? Hanya Allah yang tahu. Akan dimunculkan beragam kemukjizatan dari sisi-Nya yang tak diprediksi oleh siapa pun. Allah Mahaberkuasa dan berkehendak. Tidak ada campur manusia sama sekali. Sejarah telah banyak mencatatnya. Kelak, pasti menjadi kenyataan di Palestina. 

Rasulullah saw bersama Bani Hasyim dan Abdul Muthalib diblokade ekonomi dan sosial. Efeknya, hingga harus makan dedaunan kering karena tak ada lagi yang bisa dikonsumsi. Hingga kulit binatang yang sudah kering pun, diolah kembali agar bisa dikonsumsi. Ketersediaan air pun diputus. Bagaimana berakhirnya blokade ini?

Tak ada makanan dan air yang turun dari langit dan keluar dari perut bumi. Tidak ada bantuan kemanusiaan yang bisa masuk secara bebas. Tak ada kemukjizatan yang membuat makanan dan minuman menjadi berlimpah. Lalu bagaimana blokade ini selesai? Allah cukup mengutus makhluk-Nya yang bernama rayap. Semuanya tuntas.

Makhluk kecil tak berdaya yang bernama rayap, memakan kertas perjanjian kesepakatan para kabilah Quraisy hingga habis. Kecuali, kalimat bismillah. Hancurnya kertas perjanjian blokade, berarti selesai juga blokade tersebut. Adakah campur tangan manusia?

Kabah hendak dihancurkan oleh Abrahah. Mekah sudah terkepung. Tak ada yang bisa mengalahkan pasukan super power tersebut. Akhirnya, pasukan tersebut hancur hanya dengan serbuan burung Ababil yang melemparkan bebatuan berapi. Tak ada campur tangan manusia sedikit pun.

Rasulullah saw di Madinah, dikepung oleh 10.000 pasukan gabungan dari Musyrikin Quraisy, kabilah Arab, Munafikin dan Yahudi. Bagaimana cara menghadapinya? Cukup membuat parit. Allah pun mengirimkan angin, hujan dan petir. Ada yang mengadu domba di antara mereka. Bukankah ini proses kemenangan yang tak diduga?

Nabi Musa keluar dari kepungan pasukan Firaun dengan cara tak terduga. Lautan terbelah dan Firaun tenggelam. Rakyat Palestina hanya  butuh bersabar dan beristiqamah dalam berjihad. Setelah itu, Allah akan penganugerahan kemenangan dan kemerdekaan yang prosesnya tanpa diduga oleh siapapun.
Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Bagaimana proses Palestina merdeka? Hanya Allah yang tahu. Akan dimunculkan beragam kemukjizatan dari sisi-Nya yang tak diprediksi oleh siapa pun. Allah Mahaberkuasa dan berkehendak. Tidak ada campur manusia sama sekali. Sejarah telah banyak mencatatnya. Kelak, pasti menjadi kenyataan di Palestina. 

Rasulullah saw bersama Bani Hasyim dan Abdul Muthalib diblokade ekonomi dan sosial. Efeknya, hingga harus makan dedaunan kering karena tak ada lagi yang bisa dikonsumsi. Hingga kulit binatang yang sudah kering pun, diolah kembali agar bisa dikonsumsi. Ketersediaan air pun diputus. Bagaimana berakhirnya blokade ini?

Tak ada makanan dan air yang turun dari langit dan keluar dari perut bumi. Tidak ada bantuan kemanusiaan yang bisa masuk secara bebas. Tak ada kemukjizatan yang membuat makanan dan minuman menjadi berlimpah. Lalu bagaimana blokade ini selesai? Allah cukup mengutus makhluk-Nya yang bernama rayap. Semuanya tuntas.

Makhluk kecil tak berdaya yang bernama rayap, memakan kertas perjanjian kesepakatan para kabilah Quraisy hingga habis. Kecuali, kalimat bismillah. Hancurnya kertas perjanjian blokade, berarti selesai juga blokade tersebut. Adakah campur tangan manusia?

Kabah hendak dihancurkan oleh Abrahah. Mekah sudah terkepung. Tak ada yang bisa mengalahkan pasukan super power tersebut. Akhirnya, pasukan tersebut hancur hanya dengan serbuan burung Ababil yang melemparkan bebatuan berapi. Tak ada campur tangan manusia sedikit pun.

Rasulullah saw di Madinah, dikepung oleh 10.000 pasukan gabungan dari Musyrikin Quraisy, kabilah Arab, Munafikin dan Yahudi. Bagaimana cara menghadapinya? Cukup membuat parit. Allah pun mengirimkan angin, hujan dan petir. Ada yang mengadu domba di antara mereka. Bukankah ini proses kemenangan yang tak diduga?

Nabi Musa keluar dari kepungan pasukan Firaun dengan cara tak terduga. Lautan terbelah dan Firaun tenggelam. Rakyat Palestina hanya  butuh bersabar dan beristiqamah dalam berjihad. Setelah itu, Allah akan penganugerahan kemenangan dan kemerdekaan yang prosesnya tanpa diduga oleh siapapun.

Dimana Muslimin? Oleh: Nasrulloh Baksolahar Kekalahan penjajah Israel hanya menunggu keteguhan Muslimin terhadap Islam. Kejayaan...

Dimana Muslimin?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Kekalahan penjajah Israel hanya menunggu keteguhan Muslimin terhadap Islam. Kejayaan umat Islam hanya menunggu sikapnya membuang semua tuhan selain Allah. Saat Muslimin berpaling dari agamanya, yang ada hanya kehinaan.

Muslimin telah kehilangan jati diri dan karakternya yang seharusnya diambil dari Rukun Iman. Muslimin kehilangan strategi operasionalnya yang seharusnya diambil dari Rukun Islam. Muslimin kehilangan kesuciannya yang seharusnya diambil dari Rukun Ihsan. Semuanya telah ditanggalkan.

Yang berilmu saling berdebat. Berebut siapa yang dalilnya paling kuat. Yang berthariqat merasa dirinya suci dan mulia. Yang awam tak peduli dengan keislamannya.

Penguasanya, hanya berebut kekuasaan dan popularitas. Juga, mempertahankan untuk keturunannya. Ulamanya, hanya untuk membenarkan keinginan penguasa dan berebut manisnya gula kekuasaan.

Berkuasa hanya untuk kekayaan. Beribadah hanya untuk kekayaan. Beramal shaleh hanya untuk kekayaan. Berdoa hanya untuk kekayaan. Berjamaah pun hanya untuk kekayaan. Shaleh di luar, namun hatinya tetap sama dengan para pemburu dunia.

Berebut dan tamak. Iri dan dengki sesama muslimin. Itulah yang terjadi. Kemana prinsip satu tubuhnya?

Saat Muslimin menanggalkan agamanya, dunia dan kehidupan ini akan hancur. Sayang, Muslimin tak merasa memiliki tanggung jawab ini. Kehancuran alam semesta menjadi tanggung jawab muslimin. Tapi, dimana muslimin berada?

Genosida, Tanda Kehancuran Pelakunya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Penjajah Israel semakin brutal. Saat pengungsi sedang tidur di t...

Genosida, Tanda Kehancuran Pelakunya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Penjajah Israel semakin brutal. Saat pengungsi sedang tidur di tempat pengungsian yang disediakan PBB, mereka mengebomnya. Seolah tak ada strategi lain untuk menciptakan kekalutan dan kekhawatiran pada jiwa rakyat Palestina.

Strategi penjajah Israel sudah sempurna. Laut, udara dan darat telah diblokade. Tidak ada jalur  masuk kecuali dalam pengendalian penjajah Israel. Bantuan kemanusiaan pun tidak bisa masuk. Strategi kelaparan pun sudah dilakukan. Apa lagi yang harus dilakukan? Semunya menjadi jalan yang sesat, tak bisa meraih tujuan esensial. Yang terjadi kehancuran.

Diberitakan pula, semua jalan-jalan di Gaza sudah disisir oleh pasukan penjajah. Rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, tempat pelayanan publik dan pemerintah sudah dibersihkan. Gedungnya dihancurkan. Yang ada didalamnya dibunuh atau disiksa. Namun tak bisa menciptakan ketakutan juga.

Seluruh infrastruktur intelejen dikerahkan termasuk bantuan intelejen dari Inggiris dan Amerika. Di Lebanon dan Suriah, penjajah Israel sangat mudah membunuh petinggi militer perlawanan. Namun di Gaza tidak bisa.

Semakin kejam, semakin lemah. Semakin kejam, semakin berkurang dukungan. Adakah di dunia ini yang memenangkan pertempuran dengan genosida? Para pelaku genosida justru yang kalah.

Allah tidak membiarkan kezaliman bertahan terus. Kezaliman pun ada ajalnya. Ajalnya di saat puncak kezalimannya. Pada saat dipuncak sumberdayanya maka dihancurkan Allah. Itulah cara yang paling menyakitkan.

Keseimbangan adalah karakter kehidupan. Bila ada kezaliman maka akan muncul penegak kebenaran. Kezaliman itu lemah karena itu butuh sekutu yang banyak lagi kuat. Padahal sekutunya tak bisa menciptakan kemudharatan dan kemanfaatan.

Pasti Gagal, Apapun Rencana Jahat Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel sepertinya akan menolak proposal g...

Pasti Gagal, Apapun Rencana Jahat Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel sepertinya akan menolak proposal genjatan senjata yang diajukan oleh Amerika. Mitra koalisi sayap kanan mengancam akan mundur dari koalisi, sehingga rezim Netanyahu akan bubar. Pada sisi lain, Netanyahu dibawah bayangan kasus krorupsinya. Sepertinya, mereka lebih memilih mempertahankannya kekuasaannya daripada menerima gencatan senjata. Fokus mereka hanya, menghancurkan perlawanan rakyat Palestina hingga tuntas.

Perjalanan Bani Israel dari Mesir ke Palestina. Tersesatnya Bani Israel di Sinai selama 40 tahun, merupakan gambaran nyata karakter Bani Israel di setiap zaman dan masa. Pembangkangan dan kedurhakaan walapun yang memerintahkannya seorang Nabi dan Rasul.

Bani Israel bukan bangsa petarung. Buktinya, selama perjalanan dari Mesir ke Palestina, meminta makanan dan minuman dari surga. Bila melihat makanan suku bangsa yang lain, mereka meminta seperti kaum tersebut. Tak berani menghadapi bangsa-bangsa yang dianggapnya lebih kuat.

Bani Israel tak memiliki komitmen terhadap ketauhidan. Selalu memdurhakai sumpahnya. Perhatikan berapa banyak Nabi dan Rasul yang diturunkan kepada mereka? Dibandingkan yang  diutus kepada bangsa Arab.

Apakah semua rencana jahat  Bani Israel sukses? Semua tipu daya dan kezaliman Bani Israel selalu gagal. Walaupun mereka melakukannya dengan sangat rahasia. Perhatikan rencana pembunuhan terhadap Rasulullah saw? Perhatikan rencana mereka di perang Ahzab? Semuanya gagal. Yang hancur justru mereka sendiri.

Rencana pembunuhan terhadap Nabi Isa pun gagal. Mereka menyangka berhasil membunuhnya, padahal Allah telah mengangkatnya ke langit. Yang dibunuh, yang menyerupai Nabi Isa.

Pada akhirnya, semua rencana Yahudi gagal. Di Madinah, gagal menguasai perekonomian. Gagal memecah belah untuk menciptakan perselisihan. Gagal menghancurkan dengan kekuatan militer. Syarat menggagalkan Yahudi hanya teguh kepada Islam.

Proposal Genjatan Senjata  Amerika di Gaza Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Amerika mengajukan proposal perdamaian di Gaza. Apakah Pe...

Proposal Genjatan Senjata  Amerika di Gaza

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Amerika mengajukan proposal perdamaian di Gaza. Apakah Penjajah Israel akan menerimanya? Bila melihat karakter penguasa Netanyahu yang didominasi Ultra Nasionalis Kanan Yahudi, sepertinya akan sulit diterima. Mereka memilih menghancurkan perlawanan Palestina secara totalitas apapun resikonya.

Firaun pernah dinasihati oleh salah seorang pembesarnya untuk membiarkan Nabi Musa berdakwah. Namun, Firaun lebih memilih menghancurkannya karena lemahnya posisi kaum Nabi Musa. Bukankah karakter syetan itu ingin menghabiskan sesuatu hingga menjadi abu?

Di era Nabi Musa, Bani Israel adalah kaum yang tidak bisa diatur. Sudah diingatkan akan nikmat Allah. Sudah diingatkan tentang azab Allah. Diingatkan nikmat dan pertolongan Allah yang baru saja diberikan dan terjadi, namun semuanya tak bisa merubahnya.

Agar taat kepada Allah, sumpah Bani Israel dalam kondisi gunung Tursina berada di atas kepalanya sendiri. Gunung tersebut bisa jatuh menghancurkan mereka. Namun setelah bersumpah, mereka kembali ke karakter dasarnya.

Apakah Amerika memiliki kekuatan menekan yang bisa meredam kekuatan penjajah Israel, menjadi tak berdaya karena ketakutan akan sesuatu? Bila tidak, proposal gencatan senjata Amerika hanya menjadi kamuflase di mata dunia mau genjatan senjata, namun membiarkan mesin perang penjajah Israel terus menghancurkan tanah Palestina.

Amerika, Inggris, Jerman dan sekutu penjajah Israel pada akhirnya akan dibuat jengkel dan kelelahan. Menanggung malu karena tercoreng mukanya dalam pergaulan internasional karena kebiadaban genosida penjajah Israel terhadap rakyat Palestina. Penjajah Israel terus berperilaku semaunya sendiri tanpa ada yang bisa mengendalikan, termasuk oleh yang telah membesarkannya.

Peristiwa sapi betina dan patung Samiri, merupakan peristiwa besar dalam perjalanan Bani Israel yang menunjukkan bahwa mereka suku bangsa yang selalu memdurhakai, termasuk prinsip-prinsip kemanusiaan.

Free Palestina

Free Palestina

All Eyes on Rafah dan Surat Al-Buruj  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  All Eyes On Raffah itulah cara membangun kesadaran masyarakat ...

All Eyes on Rafah dan Surat Al-Buruj 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


All Eyes On Raffah itulah cara membangun kesadaran masyarakat dunia akan prilaku genosida penjajah Israel yang selalu disembunyikan oleh para negara adi daya dan sekutunya. Itulah pernyataan bahwa penjajah Israel selalu menentang segala upaya agar tidak menyerang para pengungsi di Raffah.

Di Al-Qur'an, dalam surat Al-Buruj, Allah menutup kisah genosida yang dilakukan oleh pemeluk Yahudi terhadap mukmin dengan kalimat, "Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."

Allah menyaksikan bagaimana Yahudi melakukan genosida dalam peristiwa Ashabul Ukhdud di Yaman. Sekarang seruan All Eyes on Rafah menggema keseluruhan dunia. Allah menggerakkan umat manusia untuk menyaksikan prilaku terkejam dan tersadis penjajah Israel di abad modern ini.

Kampanye All Eyes on Rafah juga menyaksikan bagaimana penguasa penjajah Israel, Amerika dan sekutunya menopang genosida ini. Sebab seluruh pendanaan dan infrastruktur militer didukung penuh dengan memberikan check kosong kepada militer. Perhatikan infrastruktur militer pembuat pesawat Boeing pun digunakan untuk genosida ini.

Kampanye All Eyes on Rafah juga memperlihatkan siapa saja para penguasa dan tokoh yang tidak peduli terhadap persoalan kemanusiaan. Bagaimana akibat yang tidak peduli dan pelakunya? Allah berfirman dalam surat Al-Buruj, "Maka, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab yang membakar."

Allah juga menegaskan kembali kepada perilaku genosida sebelumnya yang dilakukan oleh Firaun bahwa Allah akan mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos)". Sedangkan para korban genosida, Allah menjanjikan surga yang dibawahnya mengalir sungai. Maka perhatikanlah ketentraman rakyat Palestina yang tetap teguh di tanah airnya.

All Eyes on Rafah, semua mata dunia akan menyaksikan kenyataan Al-Qur'an dalam surat Al-Buruj. Fakta yang akan terjadi pada pelaku genosida, para pendukungnya dan yang diam. Juga pertolongan dan ketentraman yang Allah turunkan kepada rakyat Palestina.

Terusir dan Terhina, Buah Genosida dan Penghianatan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel memperkirakan masih dibut...

Terusir dan Terhina, Buah Genosida dan Penghianatan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel memperkirakan masih dibutuhkan 7 bulan lagi untuk memenangkan pertempuran di Gaza. Padahal dalam pertempuran sebelumnya, penjajah Israel hanya membutuhkan beberapa hari saja. Padahal dukungan senjata dan dana sangat luar biasa dari Amerika, Inggris dan Jerman. Padahal penjajah Israel telah 80 tahun menjajah tanah Palestina.

Dari statistik ini, penjajah Israel yang lemah atau rakyat Palestina yang semakin kuat? Bila dilihat dari infrastruktur militer penjajah Israel tentu saja semakin kuat, karena masuk kategori negara yang militernya paling kuat di Timur Tengah. Sedangkan rakyat Palestina terpenjara oleh tembok-tembok yang dibangun penjajah Israel.

Di era Nabi Musa, perjalanan Bani Israel dari Mesir menuju Palestina, membuat suku bangsa yang wilayahnya dilaluinya sangat ketakutan. Betapa tidak, bukankah Firaun dan pasukannya bisa ditenggelamkan? Bukankah selama perjalanan "difasilitasi" oleh Allah?

Namun, saat memasuki gerbang tanah Palestina, Bani Israel justru mengalami trauma. Tak mau bertempur dengan penduduk Palestina yang berbadan tinggi dan kekar. Bani Israel justru meminta Nabi Musa dan Harun untuk bertempur sendiri bersama Tuhannya.

Bani Israel dianugerahi kerajaan yang besar, kuat dan makmur di era Nabi Daud dan Sulaiman. Namun setelah keduanya wafat, terpecah menjadi dua. Yaitu, Yerusalem Timur dan Barat. Kedua kerajaan bertempur. Hingga akhirnya, Nebukanedzar menghancurkan kerajaan tersebut. Kerajaan Bani Israel hanya berusia 80 tahunan.

Dalam sejarah peradaban manusia, Bani Israel tidak pernah bisa membangun peradaban besar seperti Yunani, Romawi, Persia dan Islam. Mereka hanya bisa berkumpul di tanah Palestina selama 80 tahun, kemudian bercerai berai kembali.

Di Yaman, Yahudi terusir setelah melakukan genosida terhadap rakyat Yaman yang dikenal dengan peristiwa Ashabul Ukhdud. Di Madinah, Yahudi terusir setelah menghianati perjanjian dan berusaha membunuh Rasulullah saw. Bagaimana nasib penjajah Israel di Palestina? Sejarah selalu berulang.

Pergulatan Perlawanan Palestina  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel memperlakukan rakyat Palestina seperti memperlakuka...

Pergulatan Perlawanan Palestina 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel memperlakukan rakyat Palestina seperti memperlakukannya pada awal tahun 1940-an. Peristiwa Nakba contoh nyatanya. Perjanjian Oslo juga tak pernah dipatuhinya. Padahal wajah dunia sudah sangat jauh berbeda.

Di 1940-an, penjajah Israel didukung oleh Amerika, Inggris dan Perancis. Mereka pemenang perang dunia ke-2. Tak ada yang bisa menandingi dan menghalangi pencaplokan penjajah Israel terhadap tanah Palestina. Karena para pemenang perang dunia ke-2 menginginkan penjajahan atas Palestina melalui tangan bangsa Yahudi.

Walaupun Mesir dan negara Arab dalam kukungan penjajah para pendukung Yahudi, namun sejarawan berdarah Yahudi melukiskan bahwa demonstrasi luar biasa dari masyarakat arab sangat luar biasa. Walaupun penjajah dan penguasa boneka penjajah negara-negara arab menghalanginya, rakyat Arab berbondong-bondong menjadi sukarelawan melawan Yahudi yang didukung pemenang perang dunia ke-2.

Di era 60-70an, negara arab telah merdeka. Namun cengkrama penjajah melalui penguasa bonekanya tetap kuat. Teknologi persenjataannya berasal dari negara yang mendukung penjajah Israel. Saat perang Arab-Israel, persenjataan negara Arab hanya rongsokan, sekenario pertempuran berada di tangan Inggris, menurut sejarawan Yahudi. Sangat wajar bila gabungan negara Arab dikalahkan hanya dalam waktu 6 hari.

Tahun 80-2000an, pergolakan pertempuran di Afghanistan dan Bosnia di Eropa, menjadi medan pelatihan jihad pemuda arab dan muslim lainnya. Yang dihadapi sekutu Eropa Timur dan Barat, Rusia, Amerika dan Inggris. Mereka pulang dengan kekalahan telak. Padahal yang dihadapi bangsa Eropa yang sahabat Amr bin Ash pun mengakui keuletan pertempuran mereka.

Sekarang, penjajah Israel masih memperlakukan Palestina dengan cara yang sama. Padahal, Amerika, Inggris dan Perancis tak sekuat dulu lagi. Infrastruktur militer dan dana bukan hanya mereka yang mendominasi. Latihan jihad di pertempuran nyata dan memenanngkannya di Eropa dan Asia Tengah melawan Amerika, Rusia dan sekutunya telah menjadi pengalaman berharga. Bagaimana dengan penjajah Israel?

Penjajah Israel hanya berkutat pada latihan perang semata dan pengembangan infrastruktur militer saja. Tak pernah merasakan pertempuran heroik dalam jangka panjang dengan keterbatasan persenjataan. Karakter penjajah Israel pun penakut dan sangat berbeda dengan bangsa Eropa. Sebenarnya, sangat wajar, bila pasukan penjajah Israel seperti anak kecil dalam sebuah pertempuran. Menjadi sasaran empuk perlawanan Palestina yang telah belajar dari ragam pertempuran sebelumnya.

Beragam Peristiwa Akhir Zaman yang akan Terjadi di Palestina Menjelang hari Kiamat, semua manusia dikumpulkan di Baitul Maqdis d...





Beragam Peristiwa Akhir Zaman yang akan Terjadi di Palestina


Menjelang hari Kiamat, semua manusia dikumpulkan di Baitul Maqdis dan Syam. Bangkitnya manusia sesudah mati sebelum menuju akhirat akan dihimpun di Palestina. Baitul Maqdis dan Palestina menjadi tempat terakhir bagi umat manusia di muka bumi.

Kekhalifahan akan bangkit di Palestina. Kekhalifahan ini bisa jadi terbentuk di era Imam Mahdi dan saat Isa putra Maryam mendatangi Baitul Maqdis dan memenuhi bumi dengan keadilan.

Peperangan akhir zaman antara umat Islam dan Yahudi akan terjadi di Palestina. Waktu terjadinya bisa sebelum keluarnya Dajjal, atau juga terjadi pada zaman Dajjal. Saat Dajjal keluar, dia akan diikuti oleh orang-orang Yahudi dan berkeliaran ke berbagai penjuru untuk membuat kerusakan.

Dajjal pun akan dihadang dan. dibunuh oleh Isa putra Maryam di Gerbang Lud yang ada di Palestina. Dari Mujami bin Jariyah al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Isa bin Maryam akan membunuh Dajal di Bab Lud(Gerbang Lod).” (HR Ahmad, Turmudzi, dan Nu’aim bin Hamad).

“Tidak ada satu orang kafir pun yang masih hidup, semuanya terbunuh. Lalu, Isa berhasil menyusul Dajjal di Pintu Lod dan membunuhnya. Lalu, beberapa kaum Muslimin diselamatkan Allah ke hadapan Isa bin Maryam. Ia mengusap wajah mereka dan memberitahukan kepada mereka tentang kedudukan mereka di surga.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Gerbang Lud terletak di Palestina. Letaknya 38 Km baratdaya kota Quds. Kota ini didirikan bangsa Kan'an pada tahun 2000 SM

Nabi Isa tidak dibunuh atau pun disalib, melainkan diangkat oleh Allah dan akan kembali di akhir zaman. Turunnya di Damaskus Syam. Setelah itu ia pergi ke Masjid Al-Aqsha dan mengerjakan shalat bersama umat Islam. Setelah itu dia akan mengelola dunia dengan syariat Nabi Muhammad saw. Nabi Isa mengikuti Nabi Muhammad saw dan bukan sebagai Nabi yang baru.

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/m30qdh
Sejarah dan Keutamaan Masjid Al-Aqsha, Mahdy Saied Rezk Kerisem, Al Kautsar 

Iman, Pondasi Kekuatan Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Kehebatan militer penjajah menjadi bumerang. Sebab setiap keberhasilan apa pu...

Iman, Pondasi Kekuatan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Kehebatan militer penjajah menjadi bumerang. Sebab setiap keberhasilan apa pun dianggap tak sesuai targetnya. Karena dengan infrastruktur paling canggih di dunia dan dukungan negara adi daya dan sekutunya, didukung 500.000 tentara seharusnya sangat mudah mengalahkan perlawanan Palestina yang tak memiliki pasukan reguler yang hanya bermodalkan senjata rakitan sendiri.

Menghancurkan seluruh bangunan di Gaza hingga rata merupakan strategi yang logis secara militer.  Itulah cara menutup semua lubang terowongan labirin perlawanan Palestina. Namun, bukankah penjajah Israel butuh tanah yang lapang untuk pangkalan alat beratnya? Bukankah tak seluruh reruntuhan bangunan menutup tanah?

Manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk di segala medan. Bukankah penjajah Israel yang melatih rakyat Palestina menjadi kuat? Saat seluruh dunia diam, masih ada pintu pertolongan, yaitu ke langit dan ke bumi. Bukankah, alam semesta itu pelayan manusia? Bukankah yang memberikan rezeki itu Allah?

Saat seluruh pintu ditutup oleh manusia. Saat penjara tinggi mengelilingi Gaza dan Tepi Barat.  Saat dunia diam dan malah mendukung penjajah Israel. Pintu langit dan bumi masih terbuka. Sekarang, dunia menyaksikan ketakjuban pada rakyat Palestina.

Intelejen terhebat, infrastruktur militer tercanggih, dana yang berlimpah dan pasukan tempur terlatih penjajah Israel, seolah tak berdaya. Padahal tak henti puluhan tahun mengembangkannya bersama petinggi militer yang paling hebat dengan dana yang tak terbatas dari adi daya dunia. Sudah kuadran trilyun dolar dihabiskan. Mengapa tak berdaya?

Penjajah Israel diperolok oleh dunia. Penjajah Israel terus merengek pada Amerika, Inggris, Jerman dan Mesir. Bahkan di dalam negrinya muncul ketakutan dan kecemasan, bisakah menghapuskan takdir kehancurannya? Bisakah melewati 100 tahun keberadaannya?

Kehebatan itu ada pada hati. Keluarbiasaan itu ada pada iman. Hanya Islam yang bisa memberikan kontribusi ini. Sedangkan akal dan sumber daya hanya membantu saja, tetapi bukan pondasi dan faktor utama. Itulah yang dimiliki rakyat Palestina. Itulah yang tak dimiliki  oleh siapapun yang bukan mukmin.

Jejak-Jejak Tanah Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Palestina memang negri para Nabi dan Rasul. Tidak saja dulu, tetapi hing...

Jejak-Jejak Tanah Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Palestina memang negri para Nabi dan Rasul. Tidak saja dulu, tetapi hingga sekarang. Saat Nabi dan Rasul berjuang sendiri. Bangsa Palestina pun berjuang sendiri. Saat para Nabi dan Rasul hanya menengadahkan tangannya ke langit bila menghadapi mereka yang durhaka dan zalim, bangsa Palestina pun melakukan hal yang sama.

Saat para pendurhaka mentertawakan dan mencemooh para Nabi dan Rasul karena sedikit hartanya, sedikit pendukung dan pembelanya. Serta mengejek kapan ditolong oleh Allah. Para Nabi dan Rasul hanya menjawab bahwa semuanya hak Allah. Allah yang menentukan waktunya. Sedangkan tugasnya hanya berdakwah saja.

Penjajah Israel melecehkan Baitul Maqdis, membumihanguskan negri, bangunan, masjid dan mempertontonkan pembakaran terhadap Al-Qur'an. Seolah-olah mengejek bangsa Palestina, namun bangsa Palestina tetap terus berjuang. Sebab, tugasnya hanya berjihad sedangkan kehancuran penjajah Israel berada di tangan Allah.

Romawi yang arogan. Yahudi yang menyeleweng pernah hadir bersama di tanah Palestina sebelum kelahiran Nabi Isa. Mereka bekerjasama. Bagaimana akhirnya? Allah menurunkan Nabi Isa dan pengikutnya yang setia. Yahudi pun terusir dari Palestina.

Yahudi kembali ke Palestina dengan menampakkan dirinya sebagai penjajah Israel. Melakukan hal yang sama dengan para para pendahulunya. Bukankah gabungan kaisar Eropa terkubur di Palestina? Bukankah Romawi dan Persia terkubur di Palestina? Bukankah Mongol pun terkubur di Palestina?

Perhatikan tanah-tanah di Palestina. Bukankah Yerusalem, Hitthin, Ain Jalut, Askolan, Akka dan tempat kekalahan para penjajah negri Palestina masih ada? Bukankah berita akhir zaman, juga menempatkan tanah-tanah Palestina menjadi tempat kekalahan Dajjal?

Sebuah kaum atau peradaban yang akan hancur pasti berambisi untuk menjajah tanah Palestina. Bukankah gereja hancur mendominasi Eropa setelah menjajah Palestina? Bukankah Persia dan Romawi hancur setelah menjajah Palestina? Saat Muslimin tak peduli dengan Palestina maka umatnya menjadi yang terlemah. Tanah Palestina diberkahi Allah, siapa yang membela akan diberkahi. Siapa yang menghancurkan, akan dihancurkan Allah.

Kemenangan Palestina Menurut Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi, ulama dunia ke...

Kemenangan Palestina Menurut Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi


Syeikh Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi, ulama dunia kelahiran India, dalam sebuah ceramahnya pada Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengatakan, "Solusi satu-satunya untuk permasalahan Palestina ialah memunculkan Shalahuddin di atas panggung permasalahan Palestina. Yaitu, datangkan Shalahuddin dalam panggung jihad Islam untuk kedua kalinya dengan mengobarkan kembali perang Hitthin atau seumpama Hitthin."

"Rahasia kemenangan Shalahuddin hanya, bahwa dia seorang Muslim, Mukmin, pengikut Muhammad yang tak kenal selain bahasa Al-Qur'an. Tak kenal selain bahasa iman. Tak kenal selain bahasa kelembutan. Muslimin selalu dan senantiasa begitu."

"Sesungguhnya Muslimin sampai saat ini, sekalipun materi merasuki dan pendidikan kontemporer telah menanamkan pengaruh kuat, Muslimin masih memegang bahasa Al-Qur'an. Muslimin di Timur dan Barat, sekalipun bahasanya beranekaragam, sekalipun kecerdasannya tinggi, sekalipun kejeniusannya menakjubkan, mereka tetap memegang bahasa Rasulullah saw."

"Muslimin meyakini Muhammad saw sebagai Nabi yang abadi. Sebagai pengangkat ilmu jihad yang suci. Sesungguhnya mereka tak paham selain bahasa Al-Qur'an. Maka, berbicaralah kepada Muslimin dengan bahasa Al-Qur'an."

"Jangan berbicara dengan bahasa politik, berikan kesan kelembutan, dan keyakinan akan jihad, dengan harapan mendapatkan mati syahid, Muslimin senantiasa memahami bahasa ini. Rahasia penguasaan Shalahuddin terhadap jiwa dan hati, karena dia paham rahasia ini."

"Muslimin tidak akan terdorong kecuali karena motif jihad. Berkumpul di bawah panji keimanan sebagai panglima, tokoh, beragam bangsa dan mampu menyatukan dunia Islam yang terkoyak, tercerai berai dan terpisah pisah. Bagaimana sanggup menyatukan dunia yang besar ini dengan keberagaman unsurnya, dengan keberagaman kebudayaannya, keberagaman madzhab fiqihnya? Bagaimana menyatukan dunia Islam di zaman yang gelap dan sulit ini di bawah panji Muhammad saw?"

"Hati-hati orang beriman yang lurus tak mengenal bahasa politik, tak mengenal formalitas etika, mereka hanya mengenal kelembutan, mereka hanya mengenal bahasa Al-Qur'an. Muslimin memiliki kekayaan yang tak dimiliki oleh Amerika, tak dimiliki Rusia, itulah kekayaan iman. Itulah kekayaan iman yang mengalir deras. Kekayaan ini sesungguhnya ada, tetapi butuh dibangkitkan, butuh digerakkan."

Sumber:
Prof Dr Ali Muhammad Shalabi, Shalahuddin Al-Ayubi, Pustaka Al-Kautsar

Istidraj dan Kehancuran Dari Tepian  Penjajah Israel  Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Pengadilan Internasional telah memutuskan pena...

Istidraj dan Kehancuran Dari Tepian  Penjajah Israel 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 

Pengadilan Internasional telah memutuskan penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant. Walaupun keputusan ini tidak berpengaruh terhadap agresi di Gaza. Walaupun kelak tidak ada yang menangkap mereka, namun ini merupakan pukulan telak yang luar biasa.

Selama ini, semua media pemberitaan baik kantor berita ataupun opini di media sosial selalu membenarkan apapun yang dilakukan oleh penjajah Israel dengan dalih mempertahankan diri maupun perang terhadap gerakan antisemit. Sekarang, keputusan bahwa  penjajah Israel adalah pelaku genosida sudah membuyarkan opini yang telah dibangun.

Negara-negara yang menjalin kerjasama dengan penjajah Israel bisa jadi harus menahan diri. Bagaimana bisa bekerjasama dengan pelaku genosida? Bagaimana pelanggar hak asasi manusia terburuk di muka bumi duduk bersanding dengan masyarakat internasional? Opini internasional yang akan memojokkannya.

Bagaimana dengan internal perpolitikan di penjajah Israel sendiri? Menambah deligitiimasi pemerintahan Netanyahu dan Kabinet Perangnya. Pada sisi lain, sesumbar menghancurkan Hamas dan penyelamatan sandera tidak juga tercapai. Bahkan, membawa penjajah Israel menjadi terkucil.

Beberapa negara sudah memutuskan hubungan diplomasinya. Beberapa universitas di Amerika dan Eropa sudah mulai memutuskan divestasi dan yang berkaitan dengan pendidikan dan riset yang berkaitan dengan perusahaan dan pusat penelitiannya.

Perlawanan di Irak, Suriah, dan Yaman seolah mendapatkan dukungan moral dan energi untuk semakin menekan penjajah Israel di daerah pendudukannya. Apa yang dilakukan seolah dibenarkan. Mengeluarkan penjajah Israel dari ajang internasional semakin mendapatkan dukungan.

Al-Qur'an menjelaskan proses kehancuran kezaliman. Yaitu, istidraj dan dilemahkan dari tepiannya. Merasa menang dengan menghancurkan Gaza padahal itulah yang menghancurkan dirinya. Merasa dirinya tetap kuat dengan dukung Amerika dan sekutunya. Padahal dunia internasional sudah mulai menghancurkannya. Itulah Maha Lembu-Nya Allah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)