basmalah Pictures, Images and Photos
08/30/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Mongol, Bani Mamluk dan Kesultanan Pasai Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pada abad ke 13 M lalu linta...

Mongol, Bani Mamluk dan Kesultanan Pasai

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pada abad ke 13 M lalu lintas perdagangan melalui jalur darat, Jalur Sutera, yang menghubungkan Cina dengan Perisa, Arab dan Romawi, sedang terputus. Sebab di tahun 1220-an tentara Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan memporak porandakan wilayah luas daratan Asia dan Eropa Timur.

Negeri Cina, India Utara, Asia Tengah dan Persia ditaklukkan satu persatu. Perang penaklukan baru terhenti pada 1258 M setelah dua tahun sebelumnya kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad dihancurkan oleh tentara Mongol yang dipimpin oleh cucunya Jengis Khan, Hulagu Khan.

Akibat penaklukan oleh tentara Mongol ini, para pedagang Arab dan Persia mengalihkan aktivitasnya ke jalur laut. Arus pelayaran antara Asia Barat dan Timur melalui selat Malaka semakin hari semakin ramai. Kota-kota dagang baru bertumbuhan di sepanjang pesisir Sumatera dan Malaya. Disusul tumbunya kota baru di pesisir Jawa.

Semakin ramainya jalur laut, membuat beragam jenis komoditi perdagangan baru bermunculan. Pedagang Arab, Persia dan Cina mulai menyadari bahwa Nusantara menghasilkan komoditi yang diperlukan saat itu. Sumatera sendiri menghasilkan benzoin, gaharu, barus, Lada, kayu pembuatan kapal, hingga emas dan perak.

Saat itu, di Timur Tengah terjadi peristiwa dunia yang sangat penting. Terjadinya pertempuran Ain Jalut pada 3 September 1260 di Palestina antara Bani Mamluk (Mesir) yang dipimpin oleh Qutuz dan Baibars berhadapan dengan tentara Mongol pimpinan Kitbuqa. Mongol mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya.

Setelah kemenangan ini, Bani Mamluk, yang mengutus Nazimuddin al-Kamil, seorang laksamana dari Mesir ke Samudera Pasai. Nazimuddin kemudian mengangkat Marah Silu sebagai pemimpin pertama Samudera Pasai dengan gelar Sultan Malik Al-Saleh. Sedangkan Buya Hamka berpendapat yang diutus adalah Syarif Mekkah karena Pasai sudah dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam.

Peralihan Jalur Sutera ke Selat Malaka dan berdirinya Kesultanan Samudera Pasai sebagai wakil kekhalifahan Bani Mamluk, membuat Pasai menjadi bandar dagang yang disinggahi kapal-kapal utama pedagang Cina, Arah, Persia dan India. Samudera Pasai segera tumbuh menjadi negri yang makmur.

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Ain_Jalut

Islam, Estetika dan Budaya, Dr Abdul Hadi, Pustaka Firdaus

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/stori/read/2021/04/21/163539479/kerajaan-samudera-pasai-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan

Sejarah Umat Islam karya Buya Hamka

Menikmati Relaksasi Ibadah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rasulullah saw melarang para Sahabat ra me...

Menikmati Relaksasi Ibadah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Rasulullah saw melarang para Sahabat ra membuang dahak di masjid. Namun mengapa Rasulullah saw membiarkan seorang arab Badui yang kencing di dalam masjid? Setelah selesai kencing baru disiram? Kebijaksanaan itulah inti agama.

Seorang arab Badui menemui Rasulullah saw untuk meminta nasihat. Rasulullah saw menasihati agar bersyahadat. Shalat wajib, kalau mau shalat sunah..Puasa Ramadhan, kalau mau puasa sunnah. Zakat, kalau mau bersedekah. Lalu Rasulullah saw menjamin masuk surga hanya dengan konsisten beramal seperti ini. Namun mengapa nasihatnya berbeda bila bertemu dengan sahabat? Butuh kemudahan dalam mengajarkan agama.

Rasulullah saw membenarkan Salam Al-Farisi, saat Salman "menghalangi" Abu Darda untuk puasa sunah, shalat sunah dan ibadah sunah lainnya. Salman melakukan hal tersebut karena Abu Darda sudah "tidak berselera" terhadap dunia. Rasulullah saw pun menyuruh seorang sahabat membatalkan puasanya bila seseorang menghidangkan makanan untuknya. Terkadang meninggalkan ibadah sunah itu sebuah keharusan bila menghalangi pelaksanaan yang wajib atau sunah yang lebih utama.

Imam Bukhari dalam kumpulan hadistnya membuat bab yang berjudul " Bolehnya meninggalkan yang sunah jika khawatir menimbulkan kejenuhan dan terbengkalainya hak-hak yang semestinya ditunaikan, atau sunah yang lebih utama dari yang disebutkan di awal." Mereka yang paham struktur kewajiban dan paham prioritas kemaslahatan akan membuat agama ini mudah dan lentur namun tidak menyimpang dari relnya.

Seorang murid Abdullah bin Umar mengungkapkan usulan agar mengaji kepada beliau setiap hari. Biasanya sang murid ngaji hanya hari kamis saja. Maka Ibnu Umar menolaknya. Rutinitas setiap hari menimbulkan kejenuhan. Seperti Umar bin Khatab yang memulangkan para prajurit dari medan jihad bila sudah mencapai 40 hari. Ibadah butuh keseimbangan agar bisa beristiqamah dan berkelanjutan.

Keteguhan dan kegairahan beragama. Keistiqamahan dalam ketaatan. Bukan soal menjaga energi semangat. Bukan soal seringnya belajar dan menuntut ilmu. Tetapi soal keseimbangan antara giatnya beribadah dan rileksasi yang di sunahkan. Menyeimbangkannya tuntutan tubuh, akal, hati dan jiwa. Yang mengetatkan diri pada ibadah akan dilanda kebosanan dan kelunturan. Bisa juga hingga pad taraf meninggalkan seluruhnya.

Tidurlah saat mengantuk. Makanlah saat lapar. Minumlah saat haus. Bersenang-senang pada hal yang mubah tanpa melampaui batas dan jatuh pada kesia-siaan. Itulah pagar-pagar keistiqamahan.

Arah Pendidikan di Rumah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)  Yang pertama diajarkan Allah kepada nabi Ad...

Arah Pendidikan di Rumah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati) 

Yang pertama diajarkan Allah kepada nabi Adam adalah nama-nama benda. Yang diajarkan ke nabi Ibrahim adalah berfikir tentang alam. Yang diajarkan kepada nabi Idris adalah pengobatan dan keterampilan. Yang diajarkan kepada Rasulullah saw adalah membaca. Ini pula yang seharusnya pertama kali diajarkan di rumah.

Pendidikan di era sekarang cukup dengan menonton di berbagai media? Cukupkah? Duduk di dalam ruang kelas, bisakah merangsang penasaran? Cukup mengirimkan ke lembang privat, bimbingan belajar, dan PAUD, bisakah membangun karakter seorang ilmuwan? Seorang ilmuwan lahir dari pergelutannya dengan fakta, data, pengalaman dan jagat raya. Bukan sekedar duduk sambil melihat dan mendengarkan saja.

Seorang ilmuwan lahir dari pergelutan ilmu masa lalu dengan fakta kekinian yang dihadapinya di alam semesta. Ilmuwan lahir dari perenungan, uji coba, riset dan penasaran terhadap semua fakta yang didapatkan. Untuk itu yang terpenting diajarkan adalah mengenal, memikirkan alam dan lingkungan. Terjun ke dalam ranah riset dan penelitian terhadap karakter benda dan makhluk yang ditemuinya. Dapatkan hal ini diperoleh dari menonton dan duduk di kelas?

Ilmu itu lahir dari interaksi manusia dengan semesta, fakta dan kehidupan. Maka bebaskan anak-anak untuk berinteraksi dengan alam, dan beragam kejadian hidup. Ajarkan bagaimana membuat sebuah kejadian menjadi fakta dan data. Ajarkan bagaimana mengelola fakta dan data menjadi informasi yang dipergunakan untuk berstrategi.

Bagaimana beragam kejadian kehidupan menjadi data? Bagaimana beragam yang dilihat dikompilasi menjadi data? Bagaimana yang didengar menjadi data? Yang dirasa menjadi data? Bagaimana gaya hidup menjadi data? Kebiasaan menjadi data? Prilaku menjadi data?  Semuanya harus dikompilasi menjadi data statistik yang dapat digabungkan, dikelompokkan, dihubungkan, dibandingkan, dikalkulasikan. Berfikir seperti ini yang membuat seseorang menjadi ilmuwan.

Anak-anak harus dididik ke arah ini. Bukan dididik bisa mengerjakan soal-soal. Bukan supaya dapat rangking dan nilai tinggi. Bukan masuk sekolah unggulan. Semua tidak berguna. Semua itu tak bisa membentuknya menjadi ilmuwan. Pintar di bangku sekolah tapi tak pintar mengarungi kehidupan. Pintar mengerjakan soal-soal, tapi tak pintar menemukan hal yang baru. Hanya mengulang yang telah diajarkan saja. Akhirnya hidup dalam keusangan dan ketertinggalan.

Inilah faktanya. Sekolah tinggi dan lama, tetapi di kepalanya ilmu yang usang. Tak sesuai dengan zamannya. Sekolah tinggi tapi hidupnya dalam ketertinggalan. Disangka ilmu yang paling mujarab padahal sudah dibuang karena adanya fakta dan temuan baru.

Pendidikan Krisis dari Rumah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bila hari ini sedang krisis, berarti eso...

Pendidikan Krisis dari Rumah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bila hari ini sedang krisis, berarti esok akan berkelimpahan. Bila hari ini berkelimpahan persiapkan bahwa esok akan krisis. Nabi Yusuf berfikir dengan logika seperti ini. Maka dibangunlah beragam proyek untuk menyiapkan krisis. Semut pun berfikir seperti Ini, saat musim panen disiapkan untuk musim penghujan.

Dulu di rumah perkampungan ada pangkeng dan lumbung padi. Gabah ditaruh di lumbung agar tidak mudah rusak. Bila dibutuhkan, gabah ditumbuk lalu dimasukkan ke pangkeng. Pangkeng menjadi tempat persediaan bahan mentah. Lumbung untuk persediaan hasil pertanian.

Dahulu krisis tak terlalu berpengaruh di pedesaan. Ikan tinggal diambil di empang atau sungai. Buah dan sayuran tinggal mengambil di kebun. Seandainya semua tidak ada, yang penting siapkan garam. Makan dengan nasi dan garam saja sudah sangat luar biasa. Itulah pengalaman ku dahulu.

Sekarang gaya hidup berubah. Uang hari ini dihabiskan untuk hari ini. Penghasilan bulan ini dihabiskan di bulan ini pula. Seakan tidak ada lagi hari esok. Seakan hidup itu untuk menghabiskan yang sudah dimiliki. Apakah orang sekarang lebih miskin dari orang dulu?  Apakah kesejahteraan orang dulu lebih baik? Ataukah hanya gaya hidup dan mindset melihat  kehidupan?

Mengelola konsumsi. Meneliti kebutuhan. Perhatikan yang dimakan dan yang diminum. Merupakan pemikiran dasar. Merupakan pengetahuan dasar. Merupakan dasar pijakan pengelolaan uang. Sayangnya cara berfikir ini tidak pernah diajarkan ke anak-anak kita. Yang ada, hanya bagaimana supaya anak tidak menangis dan merengek saja, menyediakan apa yang diinginkan anak. Jadi, kitalah yang sebenar telah menghancurkan anak kita.

Dahulu desain rumah, dengan adanya lumbung dan pangkeng, merupakan desain pendidikan anak secara tak langsung. Adakah persediaan makanan siap saji di rumah? Adakah persediaan snack dan kemilan di rumah? Bila menginginkan sesuatu, seorang anak harus memasaknya dulu. Atau menanamnya dulu. Butuh kesabaran dan perjuangan hanya untuk makan. Sekarang, seorang anak cukup menangis dan merengek semua sudah tersedia.

Mulailah mendidik anak dengan membuang persediaan snack, kemilan, dan makanan siap saji. Sediakan bahan mentah, dimana seorang anak harus melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk merasakan nikmatnya makan dan minum. Maka secara tak langsung kita sudah mengajarkan berbagai keterampilan hidup yang dapat digunakan di saat krisis. Dan tahu bagaimana menghadapi krisis disaat keberlimpahan.

Mendanai Sendiri Kiprahnya Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Lembaga penelitian mungkin tersebar hampir ...

Mendanai Sendiri Kiprahnya

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Lembaga penelitian mungkin tersebar hampir di semua Universitas. Namun apakah ada lembaga penelitian yang membiayainya sendiri? Ada mungkin sedikit.

Imam Bukhari melakukan penelitian hadist shahih dengan metodelogi kejujuran dan ilmiah. Atas inisiatifnya sendiri. Seluruh kekayaannya habis demi karya besar ini. Tak ada yang mensupport karya ilmiahnya. Maka jadilah Kitab Shahih Bukhari menjadi kitab kedua setelah Al-Quran.

Di Baitul Maqdis, imam Al Ghazali menulis karya fenomenal Ihya Ulumudin. Tak ada yang mensupportnya. Tak ada yang menyuruhnya. Semua inisiatifnya sendiri dalam melihat kerusakan manusia. Kekuatan inisiatif ternyata lebih kuat dari sebuah motivasi orang lain.

Kepergian Rasulullah saw ke Gua Hira pun atas inisiatifnya. Tak ada yang menyuruh dan memotivasi. Semua inisiatifnya untuk menyelesaikan kerusakan masyarakat. Kekuatan inisiatif menciptakan kepeloporan dan solusi.

Dari mana kekuatan inisiatif? Bagaimana proses inisiasi sebuah proyek, karya dan kerja?  Tanggungjawab kehidupan itulah kuncinya. Bagaimana melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap kehidupan?

Steven Convey menyebutnya sebagai "panggilan" untuk menciptakan inisiatif. Panggilan menciptakan tanggungjawab. Panggilan menciptakan pengorbanan. Panggilan menciptakan energi. Panggilan sangat berbeda dengan kepentingan. Kadang lembaga sosial lebih kuat dari lembaga bisnis dan politik. Lembaga sosial berpijak dari keterpanggilan tanggungjawab kemanusiaan.

Bagaimana agar jiwa terpanggil atas sebuah tanggungjawab? Bagaimana agar orang lain terpanggil untuk mengemban tanggungjawab? Bicaralah dengan bahasa hati, jiwa dan emosi, bukan nalar dan akal.

Bicaralah tentang kerusakan, kehancuran, aksi penyelamatan dan pembangunan. Bicaralah tentang masa depan dan akhirat. Panggilan tanggungjawab tidak akan terpanggil oleh uang, jabatan dan kekuasaan. Tak terpanggil oleh kepentingan sekarang dan jangka pendek.

Inisiatif milik orang yang selalu menghidupkan jiwanya, idenya, pemikirannya. Inisiatif tumbuh pada jiwa yang bertanya apa sumbangsih yang bisa diberikan? Apa solusi yang bisa disumbangkan? Inisiatif milik orang yang peka merasakan adanya problematika.

Inisiatif selalu berbicara tentang apa yang bisa diberikan. Bukan apa yang bisa diperoleh. Inisiatif berbicara keluarkan isi dompet bukan mengisi isi dompet.

Inisiatif berjalan selalu melebihi langkah yang lainnya. Bertindak lebih cepat. Melangkah melampaui kepentingan saat ini. Go ahead. Saat yang lain diam, dia sudah berfikir. Saat yang lain berfikir, dia telah memulai. Saat yang lain memulai, dia sudah profesional. Saat yang lain profesional, dia sudah berinovasi baru dengan efektif.

Berinisiatif selalu menciptakan mahakarya yang tak bisa dikejar.

Tanpa Islam? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Penyebab, sumber daya tak bergerak efektif dan efisien k...

Tanpa Islam?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Penyebab, sumber daya tak bergerak efektif dan efisien karena jauhnya dari Islam.

Penyebab, faktor-faktor produksi tak optimum karena jauhnya dari Islam.

Penyebab semua perselisihan dan konflik dalam berbisnis, berpolitik dan kemasyarakatan karena jauhnya dari Islam.

Kemusyrikan itu beraneka ragam. Banyaknya berhala membuat kehidupan penuh hiruk-pikuk, pertentangan dan konflik.

Kemiskinan tercipta karena jauhnya dari Islam. Tak ada keterpaduan hati, sistem dan langkah. Sumber daya terpecah tak karuan.

Semua ideologi bukan Islam takkan pernah menciptakan kemakmuran. Yang muncul hanya ketimpangan.

Sumber daya dan faktor produksi banyak yang menganggur karena jauhnya dari Islam.

Mengapa hanya dalam dua tahun, Umar bin Abdul Aziz mampu menciptakan kemakmuran? Mengapa orang Kristen Mesir berlomba menjadi Muslim?.

Mengapa banyak negara yang rakyatnya ingin di bawah kekhalifahan Islam di era Umar? Istiqamah berislam.

Mengapa terjadi migrasi terbesar pemeluk agama di Nusantara ke Islam? Mengapa  kesultanan Islam tumbuh bak cendawan di musim hujan?

Berislam menciptakan sinergi dan partnership dalam semua pengelolaan kehidupan. Dimulai berkeluarga, bisnis hingga bernegara.

Sinergi dan partnership, cara yang paling optimum, efektif dan efisien dalam pengelolaan hidup dan maksimalisasi hasil.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (208) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (223) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (266) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (30) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (188) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (430) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (195) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)