basmalah Pictures, Images and Photos
08/01/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Strategi Perang Ekonomi Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Perang ekonomi, itulah perang ...


Strategi Perang Ekonomi Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Perang ekonomi, itulah perang terbuka yang pertama kali dideklarasikan oleh kafir Quraisy kepada umat Islam. Umat Islam diblokade secara ekonomi dan pergaulan. Pengumuman pemblokadeannya ditulis, lalu digantungkan di Kabah. Kekayaan Rasulullah saw dan Siti Khadijah habis untuk membeli kebutuhan pokok di pasar gelap, lalu diberikan kepada umat Islam dan kabilah Bani Hasyim. Rasulullah saw dan Sahabatnya harus makan daun-daum kering selama 3 tahun lamanya. Itulah perang ekonomi pertama yang dilancarkan kafir Quraisy.

Perang ekonomi kedua saat hijrah. Kafir Quraisy merampas seluruh kekayaan umat Islam yang ditinggalkan di Mekkah. Suhaib Ar Rumy tatkala berhijrah, dikejar, dihadang, dipaksa dan diancam. Lalu dibiarkan pergi setelah menyerahkan seluruh kekayaannya kepada kafir Quraisy. Rasulullah saw mengabadikan peristiwa ini dengan menyebutkan bahwa Suhaib Ar Rumy sudah melakukan perdagangan yang beruntung.

Umat Islam pergi ke Madinah dengan menanggalkan seluruh kekayaannya. Umat Islam pergi ke Madinah tanpa membawa harta sedikit pun karena seluruh kekayaannya telah dirampas. Tak ada yang hilang bila kekayaan lenyap. Karena kekayaan bisa dicari dan didapatkan kembali. Bagaimana solusinya? Rasulullah saw mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Itulah solusi cerdas sementara untuk memecahkan persoalan ekonomi yang dialami muhajirin. Namun ada fakta lain yang mengejutkan soal penguasaan ekonomi di Madinah. Yaitu, perekonomian dikuasai Yahudi.

Bagaimana menghancurkan hegemoni kekuasaan ekonomi Yahudi di Madinah yang telah berlangsung lama? Penyatuan hati terlebih dahulu, bukan solusi ekonomi terlebih dahulu. Bukankah hancurnya ekonomi suku Aus dan Khadraj karena perseteruan dan pertarungan sesama mereka? Ekonomi dan energinya habis untuk berselisih. Suku Aus bersinergi dengan Yahudi. Suku Khadraj bersinergi juga dengan Yahudi. Lalu Yahudi mengadu domba mereka. Bukankah ini pula yang terjadi pada umat Islam saat ini? Menghancurkan saudaranya dengan menjalin kerjasama dengan Yahudi seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan sejumlah negara lainnya.

Rasulullah saw membangun masjid, lalu pasar khusus bagi umat Islam. Berbelanja di pasar yang dikelola oleh Umat Islam. Bukankah Yahudi hanya bangsa pendatang? Jumlahnya sedikit. Bila seluruh penduduk Madinah berbelanja di pasar mereka sendiri apa yang terjadi dengan Yahudi? Pasarnya mati. Industrinya mati. Uangnya tak berputar. Lalu Rasulullah saw membangun sistem ekonomi yang halal, menjauhi tipu daya, tata krama bisnis, juga membumihanguskan riba. Rasulullah saw mendorong umat Islam berbisnis.

Di era ini, ada hadist yang berkisah tentang sebuah kapak dan tali yang dibawa ke hutan untuk mencari kayu lalu di jual ke pasar. Kisah Abdurahman bin Auf yang mau menikah setelah beberapa hari terjun di pasar. Ada kisah Utsman bin Affan yang berhasil mengakuisisi industri air minum Yahudi. Inilah strategi perang ekonomi terhadap Yahudi. Lalu bagaimana perang ekonomi kepada Kafir Quraisy yang telah merampas harta kekayaannya? Memotong jalur perdagangan antara Mekah-Syam-Iraq.

Rasulullah saw membuat perjanjian kepada seluruh kabilah yang berada di jalur perdagangan Mekkah-Syam-Iraq agar tidak mengijinkan kafilah dagang kafir Quraisy untuk melewati daerahnya. Rasulullah saw juga mengirimkan detasemen militer kecil ke sejumlah wilayah untuk melakukan penghadangan. Detasemen yang pertama dikirim adalah detasemen yang dipimpin oleh Abdullah bin Jashi.

Kekalahan kafir Quraisy saat perang Badar merupakan penghancuran ekonomi Quraisy secara total. Karena Badar adalah jalur perdagangan menuju ke Syam dan Iraq dari Mekkah. Dikuasainya Badar berarti penguasaan jalur utama perdagangan. Itulah mengapa perang Badar merupakan perang yang fenomenal. Karena bukan saja menang secara militer tetapi juga ekonomi karena perekonomian Mekkah ditopang oleh perdagangan, bukan pertanian dan perkebunan seperti di Madinah.

Burung pun Mencintai Ulama Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Burung pun merindukannya. Burung pun menci...

Burung pun Mencintai Ulama

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Burung pun merindukannya. Burung pun mencintainya. Burung pun ingin wafat bersamanya. Burung pun ingin dikubur di samping kuburannya. Menurut seorang ustadz, derajat tertinggi komunikasi adalah tidak berbicara tetapi memahaminya.

Seekor burung ditemukan mati di sisi kuburan Sofyan At-Tsauri. Bagaimana kisahnya? Ini sebuah kisah persahabatan luar biasa antar seorang ulama dengan seekor burung. Persahabatan  luar biasa antar manusia dengan hewan. Bukankah di Jepang kisah semacam ini dijadikan filem layar lebar?

Suatu hari Sofyan At Tsauri mengunjungi rumah  sahabatnya yang bernama Abu Manshur. Karena sudah larut malam, Sofyan At Tsauri bermaksud menginap di rumah sahabatnya. Saat merebahkan tubuhnya, Sofyan At Tsauri mendengar kicauan burung. Dia perhatikan arah suara kicauan tersebut, ternyata berasal dari burung yang berada di dalam sangkar. Esok paginya dia bergegas menemui sahabatnya.

Sofyan bertanya, "Mengapa burung itu masih dikurung? Seandainya saja dilepaskan." Sahabatnya berkata, "Burung itu milik anakku, ia telah menghibahkannya untukku." Lalu Sofyan membeli burung tersebut seharga satu dinar. Burungnya diambil selanjutnya dilepaskan.

Sejak itu sang burung pergi mencari makan. Ia datang lagi dan sore menjelang malam, lalu hinggap di sebuah sudut rumah tersebut. Ketika terdengar kabar bahwa Sofyan At Tsauri wafat, burung tersebut mengiringi jenazahnya, lalu ia berputar-putar di atas kuburannya.

Sejak itu para penduduk tidak lagi menemukan burung tersebut. Tidak ditemukan datang ke kuburan Sofyan At Tsauri. Mungkin menginap di tempat lain atau ke rumah sebelumnya. Suatu pagi, penduduk setempat dikagetkan karena burung yang dahulu mengiringi jenazah Sofyan At Tsauri ditemukan mati di sisi makam Sofyan At Tsauri. Para penduduk pun menguburkan burung tersebut di samping makam Sofyan At Tsauri.

Seorang hartawan menjadi seorang Sufi karena disadarkan oleh seekor burung. Sang hartawan sedang menikmati roti. Tiba-tiba ada seekor burung yang menyambar makanannya lalu terbang ke sebuah hutang di puncak gunung. Sang hartawan mengikuti gerak burung tersebut untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh burung tersebut?  Sang hartawan tercengang ternyata sang burung sedang memberi makan pada seorang laki-laki yang tangan dan tubuhnya terikat pada sebuah pohon.

Sang hartawan menghampiri laki-laki tersebut yang sedang makan roti hasil pemberian burung. Sang hartawan melepaskan seluruh ikatan tali yang mengikatnya. Laki-laki tersebut bercerita bagaimana sampai terikat? Bagaimana sampai setiap hari diberi makan oleh sang burung?

Mendengar kisah tersebut, sang hartawan merasakan Rahman-Rahim-Nya Allah. Seluruh hartanya diinfakkan jadilah dia fokus menuntut ilmu dan beribadah. Kelak sang hartawan tersebut dikenal sebagai Ibrahim Bin Adham seorang tokoh sufi yang luar biasa.

Nubuwah Rasulullah, Demografi Umat Islam Akhir Zaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (ChannelYoutube Dengerin Hati) Rasulullah saw ba...

Nubuwah Rasulullah, Demografi Umat Islam Akhir Zaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(ChannelYoutube Dengerin Hati)


Rasulullah saw bangga dengan umatnya yang banyak. Ada sebuah hadist yang menggambarkan setiap Nabi dan Rasul bersama umatnya. Ada yang sendiri. Ada yang hanya beberapa pengikut. Ada yang sekelompok pengikut. Namun ada yang didampingi oleh lautan manusia. Itulah umat Rasulullah saw. Prediksi para ahli demografi dan statistik menunjukkan bukti bahwa Umat Islam akan menjadi umat terbesar dan terbanyak dikolong jagat raya ini. Mengapa bisa terjadi?

Barat dan negara maju lainnya memberikan banyak fasilitas finansial, kesehatan dan kemudahan bekerja bagi yang memiliki keturunan bagi rakyatnya. Negara maju seperti Jepang dan Singapura pun demikian. Namun, mengapa pertumbuhan penduduknya terus melambat? Mengapa usia rata-rata penduduknya ada yang menyentuh 40 tahun? Bukankah ini berbahaya bagi kelangsungan sebuah negara? Mengapa Umat Islam mampu menjaga pertumbuhan demografinya, walaupun tak ada fasilitas dari negaranya?

Kekuatan pertumbuhan demografi umat Islam bukan pada tunjangan dan fasilitas dari negara, tetapi sistem sosial, sistem keluarga dan sistem ekonominya yang dibangun dalam pondasi Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Termasuk, bagaimana manajemen seksual yang benar dan sehat? Sehingga tidak ada prilaku seksual yang menyimpang dan menghancurkan masyarakat.

Bagaimana menghindari penyimpangan seksual? Tata kelola hubungan laki-laki dengan wanita, wanita-wanita, laki-laki dengan laki-laki diatur dalam Islam. Pengelolaan pergaulan berbeda jenis kelamin dan sama jenis kelamin pun dikelola. Sehingga tidak memunculkan gay, lesbian, seks haram dan prilaku seks yang menyimpang lainnya, yang akhirnya menghancurkan kemampuan seksualitas yang dianugerahi Allah. Tidak hanya itu, pengelolaan makan, minum, gaya hidup, beban kepenatan, hiburan dan kesenangan yang dibolehkan tidak memunculkan efek impotensi bagi laki-laki, juga frigid bagi wanita.

Paradigma terhadap kehidupan yang benar, terus menjaga cara pandang hidup yang positif juga membuat gairah seksual tetap terjaga. Bagaimana dengan jaminan sosial dan ekonomi? Peran laki-laki menjadi sangat utama. Laki-laki bertanggungjawab terhadap 4 perempuannya. Yaitu, Ibunya, Istrinya, Anaknya dan saudara perempuannya. Infaq yang terbaik bukan kepada yang jauh tetapi pada kaum kerabatnya yang terdekat. Pahalanya pun mendapatkan dua keutamaan, pahala berinfaq dan bersilaturahmi.

Setelah peran reproduksinya dikelola. Maka sistem pendidikan dan penempaan keluarga pun sangat diperhatikan agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai manhaj Islami. Bagaimana dengan Barat dan negara Maju? Tak memiliki sistem, peraturan,  perundangan dan kesadaran kolektif yang komprehensif untuk mengelola pertumbuhan demografinya. Itulah sebabnya, jomplangnya pertumbuhan demografi orang Palestina dengan Yahudi. Walaupun Yahudi ditopang oleh fasilitas negara yang kuat dan imigrasi besar-besaran dari seluruh dunia ke negri yang diperoleh melalui perampasan.

Bagaimana bila tak memiliki keturunan? Berdoalah. Methodelogi ini yang tak dimiliki oleh umat dan bangsa lain. Lihatlah pertumbuhan demografi kaum muslimin di Eropa dan negara maju yang terus melonjak, karena buah ketaatannya terhadap Islam. Bukan karena sistem yang dibuatnya sendiri melalui perundangan dan kampanye global. Mari kita saksikan kebenaran nubuwah Rasulullah saw, bahwa Umat beliau akan menjadi umat yang terbanyak di kolong jagat ini.

Fenomena Qarun dan Awal Krisis Ekonomi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Siklus kekayaan, lihatlah perj...

Fenomena Qarun dan Awal Krisis Ekonomi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Siklus kekayaan, lihatlah perjalanan Qarun. Persepsi manusia terhadap kekayaan, pahamilah perjalanan kehidupan Qarun. Semua  tidak lepas dari kerangka ini. Semua paradigma manusia tentang harta diringkas dalam kisah Qarun. Akhirnya, harta untuk harta. Harta untuk kebanggaan dan kemuliaan. Harta yang dipertontonkan untuk menujukan kehebatan diri dan meredahkan orang lain. Harta untuk menzalimi dan mengokohkan kemungkaran,  berakhir dengan kehancuran.

Perjalanan Qarun dimulai dari seorang yang miskin. Yang ulet dan taat kepada Allah. Lalu memohon keberkahan doa dari Nabi Musa. Begitulah perjalanan bila ingin sukses berbisnis. Ini pula fitrah setiap orang yang mengawali pergulatannya dalam meraih kekayaan. Niat yang lurus. Persepsi yang benar terhadap peran hidup dan mengelola kekayaan. Inilah pondasi paradigma berharta. Namun ingatlah, mengapa Nabi Musa tidak berdoa bagi dirinya sendiri agar kaya seperti Qarun? Tugas membangun peradaban lebih tinggi derajatnya dibandingkan membangun kekayaan.

Namun ingatlah, berinteraksi dengan kebendaan akan berbahaya. Berinteraksinya jiwa dengan kekayaan akan merusak paradigma awal. Apalagi bila merasa bahwa semua ide dan pikirannyalah mampu melimpahkan kekayaan. Apalagi bila merasa kekayaan diperoleh karena ilmu, ikhtiar, jaringan dan akses kekuasaan saja. Jiwa yang hidup dan hati yang bersih bila terus berinteraksi dengan benda mati tanpa henti dan kerangka yang jelas akan mematikan jiwa dan akhlak pula. Maka solusinya, buanglah minimal sesuai aturan zakat.

Kekayaan itu dapat menggelapkan hati. Karena itulah Umar bin Khatab membuat aturan bagi yang tidak berilmu untuk tidak berinteraksi dengan bisnis. Islam pun hanya mengamanahkan harta kepada yang sudah berakal saja. Berinteraksi dengan kekayaan banyak akhlak buruk yang dapat ditimbulkan, cinta dunia, takut kehilangan, ingin terus menumpuk, mengurangi timbangan, menutupi cacat, kekikiran, perampasan hak orang, penipuan dan beragam keburukan lainnya. Akhirnya kekayaan tidak memberikan kebaikan sedikit pun bagi dunia dan akhiratnya. Semua proses inilah yang menyebabkan kekayaan melahirkan kedurhakaan dan perlawanan terhadap kebenaran. Seperti kisah Qarun, kekayaannya menyebabkan lahirnya aniaya kepada manusia dan alam.

Kisah Qarun bagian kisah fenomenal yang disajikan dalam Al-Qur'an seperti para penguasa lainnya Namrudz, Firaun dan para pembesar suatu kaum. Namun dalam kisah Firaun 3 kekuatan bersanding dan bersinergi secara sempurna. Yaitu penguasa, cendikiawan dan hartawan. Artinya, para pemilik kekayaan pun bisa menjadi bagian pelaku kezaliman dan kediktatoran para penguasa. Para hartawan bisa pula menjadi donatur penghancuran cara berfikir, akal dan kebohongan intelektual dengan berkolaborasi dengan para cendikiawan yang rusak.

Hartawan dapat merusak cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Seperti dalam kisah Qarun. Ada masyarakat yang memandang bahwa kekayaan seperti Qarun adalah kebaikan dan kemuliaan hidup. Namun bagi masyarakat yang berilmu, kekayaan Qarun tersebut dapat menghancurkan kehidupan. Bahwa kekayaan merupakan karunia Allah.  Masyarakat yang berilmu ini menyadarkan Qarun. Namun Qarun justru mengatakan bahwa kekayaannya karena ilmunya. Lalu Qarun menampilkan seluruh kekayaannya dihadapan manusia dengan kesombongan.

Ketika masyarakat telah rusak paradigmanya soal harta karena gaya hidup mewah para hartawan. Ketika hartawan terus mengkampanyekan hidup serba boleh, bersenang-senang, berfoya-foya tampil dengan kesombongan. Namun pada sisi lain penuh kekikiran. Bagaimana memperbaiki tatanan kehidupan yang sudah rusak ini? Allah menenggelamkan kekayaan, pemiliknya juga tempat kediamannya. Inikah penyebab semua krisis ekonomi, finansial dan moneter di dunia ini? Untuk menciptakan keseimbangan baru para pemilik kekayaan? Untuk menghancurkan paradigma yang salah tentang kekayaan?

Puasa, Cara Praktis Cerdas Finansial Oleh: Nasrulloh Baksolahar (ChannelYoutube Dengerin Hati) Kecerdasan finansial bukanlah tuj...

Puasa, Cara Praktis Cerdas Finansial

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(ChannelYoutube Dengerin Hati)


Kecerdasan finansial bukanlah tujuan, tetapi efek samping dari manajemen dan kematangan diri. Bukankah pengeluaran uang tergantung dari persepsi keinginan dan kebutuhan? Bukankah pengeluaran uang buah dari gaya hidup? Mereka yang tak bisa mengelola syahwat takkan bisa dan tidak akan pernah merealisasikan kecerdasan finansial. Anekdot bila ingin kaya menikah dulu, untuk menunjukkan bahwa kematangan dirilah yang bisa memunculkan kecerdasan finansial.

Cara mudah dan praktis menciptakan kecerdasan finansial adalah dengan berpuasa. Tak perlu banyak teori dari para ahli. Tak perlu banyak studi kasus untuk memahaminya. Cukup berpuasalah. Berpuasa untuk mengelola  yang halal dan mubah pada tempatnya. Puasa menutup pintu keharaman. Keharaman menghacurkan kecerdasan finansial. Keharaman mendorong seseorang pada kecanduan mengeluarkan uang yang efeknya menghancurkan manajemen dan kematangan diri. Akal sehat hilang. Berfikir jangka panjang hancur. Sensitivitas berinvestasi mati, karena terfokus pada kesenangan hari ini dengan penghamburan yang tak terkira.

Puasa menata yang halal dan mubah. Para sufi sudah mencapai taraf berhati-hati pada yang halal dan mubah. Mendayagunakan yang halal dan mubah pada posisi sesuai dengan kebutuhan yang darurat saja. Makan hanya sepertiga perut. Minum hanya sepertiga perut. Rumah, perabotan dan fasilitas hidup hanya pada level bisa menjaga harga diri dihadapan orang lain. Tak dihinakan tapi juga tak membuat orang berdecak kagum sehingga menimbulkan iri dan dengki pada orang lain.

Haram harus ditinggalkan total. Namun jangan sampai jatuh pada jebakan berikutnya yaitu halal dan mubah. Menikmati kehalalan. Menikmati yang dibolehkan sering kali menjatuhkan diri pada pada berlebihan, penghamburan, melampaui batas, kesia-siaan dan kekikiran. Jadi akhlak para sufi agar terhindar dari jebakan ini adalah wara. Sedangkan para ahlul fiqh kadang menjelaskan kadar nila uang tertentu agar tak jatuh pada jebakan ini. Jadi perlu kepahaman ilmu fiqh dalam menghadirkan kecerdasan finansial.

Menelitian di Amerika menunjukkan bahwa seorang anak yang bisa menahan diri untuk tidak langsung memakan permen saat dibagikan menunjukkan kesuksesan di usia dewasanya. Sikap menahan dan menunda sementara terhadap yang diinginkan ternyata menciptakan kecerdasan finansial. Seorang pengusaha merekomendasikan setiap pembelian barang atau aset bila memungkinkan dibeli dengan tunai. Bahkan dia membuang semua fasilitas hutang untuk kemudahan pembayaran hari ini karena  sangat memberatkan cashflow. Berpuasa sejenak dapat melipatgandakan cashflow.

Bagaimana dengan pendapatan  yang haram? Berefek pada kecerdasan finansialkah? Dosa besar menjauhkan dan menutup keberkahan rezeki. Jadilah hidupnya yang hanya menengadahkan tangan, menipu dan mencuri.Tak ada ketentraman hati. Apakah cara ini dapat melipatgandakan harta dalam jangka panjang? Pendapatan haram menjerumuskan pada pengeluaran yang haram juga. Ini kehancuran totalitas terhadap manajemen dan kematangan diri. Harta haram menggelapkan hati. Bagaimana dapat berinovasi radikal bila Allah tak mengilhamkan ilmu dan solusi ke hati manusia? Bukankah inovasi salah satu jalan kecerdasan finansial?

Sangat mudah menciptakan kecerdasan finansial. Berpuasalah. Puasa cara efektif mengelola diri. Mengelola keinginan dan kebutuhan. Puasa penyebab terbakar lemak sehingga aliran oksigen ke otak lancar dan mudah. Disinilah ide-ide brilian muncul. Disinilah kecerdasan finansial terbentuk dengan sendirinya. Mulailah mendidik diri, itulah cara awal meraih kecerdasan finansial.

Cerdasan Finansial dari Umar bin Khatab Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dalam kitab Mawazih Ushfuriya...

Cerdasan Finansial dari Umar bin Khatab

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dalam kitab Mawazih Ushfuriyah, seorang ulama meneliti keberkahan harta seorang yang bertakwa, mengapa hujan hanya turun di perkebunan miliknya? Mengapa panennya melimpah hanya diperkebunannya? Sedangkan di kebun-kebun di sekitarnya biasa saja?

Sang ulama menemukan seseorang yang tengah mengolah perkebunan tersebut, ternyata dialah pemiliknya. Saat ditanya rahasia pengelolaan hartanya, sang pemilik berkata, "Sepertiga untuk investasi, sepertiga untuk sedekah, sepertiga untuk konsumsi." Komponen pengelolaan harta itu, ada yang untuk menjaga kebutuhan dasar, pengembangan harta masa depan dan pembersihan harta berupa sedekah.

Yang sering dilupakan adalah strategi pengembangan harta masa depan di dunia maupun akhirat. Terbuai dengan kebutuhan hari ini saja. Umar bin Khatab sangat mengkhawatirkan hal ini. Ketika Umar bin Khatab mengelola harta anak yatim, Umar Bin Khatab mencari mereka yang mampu  mengembangkan harta tersebut agar harta tidak habis karena zakat dan pemenuhan konsumsi anak Yatim.

Suatu hari Umar Bin Khatab berkeliling daerah. Dia menyapa para aparatur negaranya. Salah satu nasihatnya, "Bila keluar gajimu, maka sebagiannya agar dibelikan kambing. Jika keluar gaji berikutnya, belilah satu kambing satu atau dua ekor, lalu jadikanlah sebagai harta pokok." Gaji sebagai modal pengembangan harta masa depan, itulah nasihat Umar Bin Khatab.

"Keluarlah ke pasar." Itu perintah Umar Bin Khatab pada tiga orang pemuda yang tekun beribadah ke masjid. Padahal saat itu bukan waktunya beritikaf dan berjamaah di masjid. Dari masjid, pergilah ke pasar. Yang pertama di bangun Rasulullah saw saat tiba di Madinah adalah masjid lalu pasar. Jadi seorang mukmin harus cerdas spiritual terlebih dahulu baru kemudian cerdas dalam mengembangkan harta. Tak ada kecerdasan finansial tanpa kecerdasan spiritual.

Kecerdasan spiritual membangun pertanyaan besar dalam pengelolaan harta. Darimana harta diperoleh? Bagaimana mengembangkan harta? Bagaimana mengelola,  mengeluarkan dan menghabiskan harta? Inilah yang akan ditanyakan Allah di akhirat nanti. Pertanyaan tentang harta lebih banyak dibandingkan pertanyaan lainnya.

Harta tidak boleh menganggur. Asset tak boleh didiamkan. Harta harus terus dikembangkan. Untuk itulah Umar Bin Khatab membuat kebijakan bahwa tanah yang selama 3 tahun ditelantarkan oleh pemiliknya, maka kepemilikannya dialihkan kepada mereka yang mau mengelolanya. Menganggurkan harta berarti tak mensyukuri nikmat Allah.

Harta tak boleh dibabibutakan untuk konsumsi semata. Rasulullah saw bersabda, "Seburuk-buruknya manusia adalah mereka yang memakan berbagai makanan, meminum berbagai minuman, mengenakan berbagai pakaian, dan berbicara dengan keras." Belajarlah pada lebah dan semut. Ada harta untuk masa kini dan masa depan.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (196) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (192) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)