basmalah Pictures, Images and Photos
12/27/23 - Our Islamic Story

Choose your Language

Gaza Palestina, Tempat Dagang Terakhir Ayahnya Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar Ayahanda Rasulullah saw, Abdullah bin A...

Gaza Palestina, Tempat Dagang Terakhir Ayahnya Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Ayahanda Rasulullah saw, Abdullah bin Abdul Muthalib, merupakan seorang saudagar.  Saat wafatnya pun ketika sedang menjalankan profesinya sebagai saudagar. Bila Rasulullah saw sudah berdagang di usia belasan tahun, dengan melihat  berdagang sebagai budaya suku Quraisy, maka sebelum menikah dengan Siti Aminah pun, ayahnya Rasulullah saw sudah melakukan perjalanan dagang juga.

Kurang lebih dua atau tiga bulan setelah pernikahannya dengan Siti Aminah, Abdullah bin Abdul Muthalib keluar menuju Syam menuju Gaza (sekarang Palestina) bersama salah satu dari dua kafilah Quraisy dengan membawa barang-barang perniagaan. Saat itu Siti Aminah nampaknya telah hamil.

Palestina (Syam) merupakan tempat tujuan dagang yang paling sering dikunjungi oleh suku Quraisy. Terbukti saat Isra Miraj, Rasulullah saw bertemu dengan kafilah Quraisy yang baru pulang dari Palestina. Suku Quraisy pun sangat hafal secara detail struktur bangunan Masjidil Aqsa. Untuk menguji kebenaran Isra Mirajnya Rasulullah saw, suku Quraisy bertanya seluk beluk Masjidil Aqsa kepada Rasulullah saw. 

Rombongan kafilah dagang Abdullah pun berhasil menyelesaikan perniagaannya dan bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang dari Syam, waktu sampai kota Yatsrib, mendadak dia jatuh sakit. Abdullah pun berkata, "Biarkan aku tinggal disini saja, di tempat paman-pamanku yaitu di lembah Bani Adi An Najjar." Abdullah tinggal di tempat ini selama sebulan. 

Sedangkan teman-temannya segera pulang dan sampai di Mekah. Melihat rombongan Abdullah sudah tiba di Mekah, namun putranya tidak ada, Abdul Muthalib bertanya kepada mereka tentang keberadaan Abdullah.  Mereka memberitahukan bahwa Abdullah tinggal di rumah pamannya di Madinah dalam keadaan sakit.

Abdul Muthalib segera mengutus anaknya yang tertua yaitu Harits untuk menemui Abdullah. Harits mendapatkan adiknya, Abdullah, telah wafat dan dimakamkan di tempat salah satu pemuka Bani Adi bin Najar. Harits pun pulang dan memberitahukan wafatnya Abdullah pada Abdul Muthalib. Abdul Muthalib pun mengalami kesedihan yang mendalam.

Abdullah wafat dalam usia 24 tahun. Saat itu Rasulullah saw berada dalam kandungan dengan usia kurang lebih 3 bulan. Abdullah meninggalkan warisan seorang budak yang bernama Ummu Aiman dan lima ekor unta dan sekumpulan kambing. 


Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Harta Nabi, Abdul Fattah As Saman,  Pustaka Al Kautsar

Ragam Pengalaman Abdul Muthalib Bahwa Nabi Terakhir Berasal dari Keturunannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Abdul Muthalib mencerit...

Ragam Pengalaman Abdul Muthalib Bahwa Nabi Terakhir Berasal dari Keturunannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Abdul Muthalib menceritakan mimpinya ketika tidur di Al-Hijr. Dalam mimpinya, ada sebuah pohon yang tumbuh. Ujungnya menggapai langit. Ranting-rantingnya terbentang ke timur dan barat. Cahayan dari pohon tersebut tidak ada yang menandinginya. Cahayanya lebih besar dari matahari dua kali lipat.

Abdul Muthalib melihat orang Arab dan alam semesta bersujud kepadanya. Setiap saat pohon tersebut bertambah besar dan bertambah pula cahayanya, bertambah pula dahannya.

Kisah ini disampaikan kepada seorang dukun. Mendengar mimpi tersebut sang dukun berubah aura wajahnya. Kemudian dia berkata, "Jika mimpimu ini benar, maka akan keluar dari tulang rusukmu  seorang yang akan menguasai timur dan barat. Manusia akan tunduk kepadanya.

Dalam kisah lain, saat Abdul Muthalib berangkat bersama rombongan menuju Yaman. Dia bertemu dengan seorang laki-laki dari kalangan Yahudi yang sedang membaca kitab Zabur. Orang itu menghampirinya, lalu berkata, "Apakah kau mengizinkanku untuk melihat sebagian badanmu?"

Abdul Muthalib berkata, "Ya, selama itu bukan auratku." Sang Yahudi pun melihat dua lubang hidungnya dan berkata, "Aku menemukan suatu kerajaan pada satu lubang hidungmu dan kenabian pada lubang yang lain."

Sang Yahudi bertanya kembali, "Apakah engkau memiliki istri?" Abdul Muthalib berkata, "Belum." Sang Yahudi menyarankan agar Abdul Muthalib menikah dengan wanita dari Bani Zuhrah agar kenabian berada padanya. Karena sebab itu pula, kelak Abdullah di nikahan dengan Siti Aminah dari Suku Zuhrah.

Saat Abdul Muthalib sudah sepuh pun. Saat dia mewakili Quraisy dalam penobatan raja baru di Yaman. Sang raja mengajaknya berbicara secara rahasia. Sang raja mengungkapkan berdasarkan kitab suci dan kitab kuno, kenabian terakhir berasal dari keturunannya. 


Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar

Kesamaan Sejarah Nabi Ismail dan Ayah Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar Abdul Muthalib bernazar, bila memiliki sepuluh a...

Kesamaan Sejarah Nabi Ismail dan Ayah Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Abdul Muthalib bernazar, bila memiliki sepuluh anak laki-laki maka salah satu dari mereka akan dijadikan kurban. Saat memiliki putra yang ke sepuluh, ia memberikan nama yang tidak biasa  yaitu Abdullah yang berarti Hamba Allah. Padahal umumnya nama anak laki-laki di era tersebut mengacu kepada berhala adalah Abdul Uzza, hamba berhala Uzza, Abdul Manaf, hamba berhala Manaf dan yang sejenisnya.

Abdullah, putra Abdul Muthalib yang paling bagus rupanya dan yang paling dicintainya. Nazar pun dilakukan. Abdul Muthalib mengumpulkan ke sepuluh putranya. Saat diundi, ternyata yang keluar adalah Abdullah. Abdul Muthalib mengambil pisau besar untuk dikorbankan. Abdullah menurut saja apa yang dikehendaki ayahnya.

Eksekusi akan segera dilakukan. Namun sikap Abdul Muthalib ditentang oleh pemuka Quraisy. Apa sebabnya? Bila dilakukan maka akan dicontoh oleh suku Quraisy. Alasannya, Abdul Muthalib adalah wali negara dan memiliki pengaruh luas dan mendalam. Maka nazarnya harus dibatalkan.

Abdul Muthalib pun mendatangi dan membawa Abdullah ke peramal. Maka diganti dengan diyat 10 unta. Namun saat diundi yang keluar tetap Abdullah. Hingga undian ke sepuluh barulah keluar nama unta. Maka, nazar pengorbanan Abdullah ditukar dengan 100 ekor unta. 

Menyikapi peristiwa ini, setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Rasulullah saw bersabda, "Aku anak laki-laki dari dua orang yang disembelih." Maksudnya, Nabi Muhammad saw itu berasal dari keturunan Nabi Ismail dan Abdullah, yang keduanya pernah hendak disembelih oleh ayahnya masing-masing, tetapi tidak jadi. 

Sejak peristiwa tersebut, Abdullah jadi sangat terkenal di Mekah.
Ada kisah sebelum pernikahannya dengan Siti Aminah, walaupun diragukan kebenarannya, ada beberapa wanita yang ingin menikah dengan Abdullah. Imbalannya, wanita tersebut berani mengganti 100 unta yang sudah dikorbankan oleh ayahnya Abdul Muthalib.

Saat Abdul Muthalib menghadap raja Abrahah dari Yaman yang hendak menghancurkan Kabah. Abdul Muthalib meminta 200 unta yang ditahan oleh pasukan Abrahah.  Bila dibandingkan dengan unta yang dikorbankan sebagai pengganti nazarnya Abdullah. Maka kekayaan yang dikorbankan oleh Abdul Muthalib untuk Abdullah sebesar separuh dari hartanya.

Sumber:
Al-Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw, Moenawar Chalil, GIP

Peristiwa Langit Di Malam Kelahiran Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Hassan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah saw yang ah...

Peristiwa Langit Di Malam Kelahiran Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Hassan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah saw yang ahli syair, berkisah saat masa kecilnya. Saat itu dia berusia sekitar 7 atau 8 tahun. Dia berkeliling di waktu subuh di Yatsrib. Dia mendengar suara keras yang belum pernah didengarnya dari sebuah benteng Yahudi di antar benteng Yahudi yang ada di Yatsrib.

Suara keras itu dari seorang Yahudi yang membawa pelita. Yahudi itu berteriak keras, "Wahai para pemuka yahudi!" Panggilan tersebut membuat semua penghuni  benteng berkumpul dan sambil berkata, "Ada apa denganmu?" 

Sang Yahudi yang membawa pelita itu, merupakan Yahudi yang selalu memperhatikan tanda-tanda alam di malam hari. Setiap malam, dia selalu menunggu tanda-tanda dari langit yang menunjukkan lahirnya Nabi terakhir yang ditunggu-tunggu oleh Yahudi. Sebab kedatangan mereka dari segala penjuru ke Madinah untuk menanti datangnya Nabi terakhir.

Sang Yahudi berkata, "Bintang Ahmad ini telah muncul! Bintang ini tidak akan muncul kecuali dengan sebab kenabian. Dan tiada lagi Nabi yang tersisa kecuali Ahmad." Pada riwayat lain, sang Yahudi berkata, "Telah nampak bintang Ahmad yang dilahirkan pada malam ini."

Hasan bin Tsabit masih ingat sosok Yahudi yang melihat bintang Ahmad tersebut. Saat Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Sang Yahudi tersebut justru yang mendustakan kenabian Muhammad saw karena sang Nabi bukan dari kalangan Yahudi.

Siapa saja yang melihat bintang tersebut? Di Mekah, Siti Aminah berkisah di malam kelahiran putranya Muhammad. Siti Aminah melihat bintang-bintang yang memberikan tanda kepadanya. Ada cahaya yang keluar dari bintang tersebut yang menerangi alam dan rumah-rumah, sehingga Siti Aminah tidak melihat kecuali cahaya saja. Cahayanya menerangi istana-istana Syam sehingga ia dapat melihat semua istana itu.

Yang melihat bintang tersebut tidak hanya Siti Aminah tetapi juga Asy Syifa Ummu Abdurrahman. Dia yang membantu kelahiran Siti Aminah. Asy Syifa berkisah bahwa cahaya itu menerangi dirinya sejauh antara timur dan barat, sehingga dia bisa melihat sebagian istana di negri Syam. Kisah ini selalu dikisahkannya sehingga Allah mengutus Rasul-Nya dan dia termasuk yang pertama masuk Islam.

Sumber:
Al Wafa, Ibnul Jauzy, Pustaka Al Kautsar

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (149) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (187) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (134) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (380) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (142) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (188) Sirah Sahabat (111) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (67) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)