basmalah Pictures, Images and Photos
08/03/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Ruqyah dan Dzikir, Ikhtiar Menghadapi Wabah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rasulullah saw bersabda, ...

Ruqyah dan Dzikir, Ikhtiar Menghadapi Wabah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada ruqyah kecuali terhadap penyakit 'ain, sengatan binatang berbisa, atau darah yang tidak mengalir." Apakah Covid-19 bagian dari sengatan berbisa? Efek Covid-19 memasukkan sengatan atau racun lalu merusak organ  saluran pernafasan. Efeknya, demam atau panas yang tinggi. Lalu menjalar ke paru-paru hingga rusak.

Bagaimana cara meruqyah? Yang paling masyhur, membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al Falah dan Annas permukaan air.  Lalu ditiupkan ke air tersebut dan diminum. Sebaik-baik obat adalah Al-Qur'an. Firman Allah adalah obat yang sempurna, perlindungan yang optimal, cahaya yang memberikan petunjuk, rahmat yang luas, yang seandainya diturunkan di atas gunung, pasti gunung itu akan hancur. Bagaimana bila ditujukan ke berbagai penyakit?

Menurut Ibnu Qayyim, inti kekuatan penyembuhan dari surat Al Fatihah terdapat pada ayat ke-5 yang artinya, "Hanya kepada-Mu  kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." Kekuatan surat Al-Ikhlas pada Asma Allah, Ash-Shamad. Inti Al-Falaq  dan An-Nas perlindungan pada kejahatan makhluk, manusia, jin dan syetan.

Ibnu Qayyim menceritakan pengalaman pribadinya dalam pengobatan dengan surat Al-Fatihah di Mekkah. Saat sakit, dia mencari obat dan juru medis. Sambil proses pencarian dia membaca surat Al-Fatihah berulang,  ditiupkan ke air zamzam lalu diminumnya. Ternyata penyakitnya sembuh dengan sendirinya. Setelah itu Ibnu Qayyim mengistiqamahkan surat Al-Fatihah untuk mengobati berbagai keluhan dan ternyata amat manjur.

Kekuatan ruqyah tergantung orang yang meruqyahnya. Semakin kuat ketergantungan dan keyakinan pada Allah maka kekuatan sembuhnya akan semakin baik. Energi dan stamina yang meruqyah akan ditransfer ke orang yang diruqyah sehingga kekuatan yang sakit meningkat untuk menolak penyakit dengan ijin Allah.

Kelebihan mendawamkan bacaan Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan Annas, juga berbagai dzikir lainnya, mampu mencegah datangnya penyakit dan melawan penyakit yang sudah datang. Berbeda dengan pengobatan alami dan kimiawi hanya bisa melawan penyakit yang sudah datang saja.

Rasulullah saw mengajarkan juga bagaimana menawarkan racun dari sengatan? Gunakan air dan garam di tubuh yang disengat. Karena air menetralisir panas dari racun. Sedangkan garam menyedot racun yang sudah masuk ke dalam tubuh. Bisakah ini dijadikan disinfektan alami?

Tak hanya mematuhi protokoler kesehatan, umat Islam harus melindungi dirinya dengan memohon pertolongan Allah melalui tawasul surat-surat dalam Al-Qur'an. 

Pemuda "Bodoh", Jadi Ulama Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Seorang pemuda meratapi kesulita...

Pemuda "Bodoh", Jadi Ulama

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Seorang pemuda meratapi kesulitannya dalam belajar. Menganggap dirinya bodoh dan bebal. Dalam prasangka buruknya yang mendalam, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan belajar di sebuah pesantren. Dia kembali ke rumah sebagai seorang santri yang gagal.

Dengan tak bergairah, sang pemuda menyusuri jalan ke rumah. Tak disangka, hujan turun lebat. Sang pemuda mencari tempat berteduh. Akhirnya didapati sebuah gua. Ternyata sebuah gua yang indah.

Di dalam goa tersebut banyak batu. Banyak relief yang menjulur dari dinding atas goa. Sambil menunggu hujan, dia memandangi ruang gua. Ada yang aneh? Mengapa bebatuannya menjadi cekung? Siapa yang membuat batu ini menjadi cekung? 

Dicoba ditelusuri. Ternyata yang membuat bebatuan cekung adalah tetesan air dari dinding gua. Air yang lunak mampu mencekungkan batu yang keras? Butuh berapa lama? Sang pemuda terus tertegun dan merenung.

Tiba-tiba sang pemuda terhenyak. Ada ide luar biasa yang menggugah dirinya. "Berarti kebodohan bisa dihancurkan, seperti air yang menghancurkan batu?" Ini pertanyaan besar yang tiba-tiba muncul.

Ketika hujan reda, sang pemuda berbalik arah. Dia tidak jadi pulang ke rumah. Tetapi kembali ke pesantren. Kembali menemui para guru dan kiyai. Kembali belajar untuk menghancurkan kerasnya kebodohan. 

Dia kembali ke pesantren untuk menghancurkan kerasnya hati dan keras akal yang selama ini sulit untuk mendapatkan ilmu. Berhasilkan perjuangannya? Kelak pemuda ini menjadi ulama besar dengan karyanya yang luar biasa yaitu Fathul Bari. Dialah imam Ibnu Hajar Asqalani.

Ternyata kunci ilmu bukanlah kecerdasan tetapi kemauan belajar tanpa henti.


Riset Cara Bertafakur Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rumah jadi laboratorium. Rumah menjadi lembaga ...

Riset Cara Bertafakur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rumah jadi laboratorium. Rumah menjadi lembaga riset informal. Seperti di Amerika, ada sebuah rumah menjadi riset 
reaktor nuklir, dan berhasil.

Rumah dipenuhi ibadah tafakur.  Meneliti sejarah. Meneliti tumbuhan herbal dan hewan peliharaan. Meneliti berbagai masakan. Tafakur itu lebih baik dari ribuan rakaat shalat Sunnah. Kemanfaatan tafakur melampaui ibadah yang dipenuhi kebodohan.

Budaya riset telah hilang. Pendahulu umat Islam, di rumahnya penuh dengan perpustakaan pribadi. Di rumahnya menjadi tempat penelitian yang menghasilkan karya ilmu pengetahuan. Saat ini, rumah hanya tempat tidur, makan, minum dan pelepas lelah. Dahulu, rumah adalah mercusuar ilmu pengetahuan.

Prinsip riset sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Prinsipnya, Tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan ini. Prinsip riset sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an, Allah akan menunjukkan jalan-jalan bagi mereka yang berjihad di jalan Allah. Allah akan mengilhamkan ilmu dan beragam terobosan ke dalam dada mukminin bila tujuan risetnya adalah kemanfaatan, jihad fisabillah serta keikhlasan.

Prinsip riset adalah bertebaran di muka bumi, perhatikan bagaimana Allah mengelola alam semesta. Prinsip riset adalah menemukan hukum-hukum Allah untuk kemanfaatan peradaban. Riset memang jarang langsung membuahkan hasil, namun sedetik meluangkan waktu untuk riset pahalanya menyamai ibadah sunah ribuan rakaat. Riset akan mengangkat derajat mukminin melebihi para ahli ibadah.

Kemanfaatan riset melampaui jaman. Bayangkan bila Muhammad al Fatih tidak membuat riset meriam terbesar di zamannya. Bayangkan bila Muhammad Al Fatih tidak menemukan teknologi benteng berjalan. Bayangkan bila Muhammad Al-Fatih tidak menyempurnakan teknologi mesiu untuk gerakan di bawah tanah dalam memenangkan Konstatinopel. Mimpi tentang Konstatinopel mungkin tidak pernah terwujud.

Bayangkan bila para ulama Islam terdahulu tidak melakukan riset. Apakah Eropa akan semaju sekarang? Apakah teknologi dunia akan semodern saat ini? Saat ini para ulama sibuk dengan khilafiah yang sejak dahulu sudah ada. Sibuk dengan beragam perbedaan. Sibuk dengan kajian ibadah formalitas yang sudah sangat jelas. Mengapa belum menyibukkan diri dengan beragam teknologi seperti yang sudah dilakukan para Wali Sanga?

Wali Sanga menemukan teknologi pengairan. Itulah mengapa pantai utara Jawa menjadi lumbung padi. Wali sanga menemukan teknologi pertanian memanfaatkan tenaga ternak untuk mengelola sawah. Wali Sanga menemukan teknologi seni dan kebudayaan. Bahkan animator pertama di dunia adalah Sunan Kalijaga. Karamah mereka muncul dalam sekala pribadi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita masih berkutat dalam persengketaan ibadah Formal. Sungguh jauh kualitasnya.

Risetlah, karena ini bagian dari Tafakur. Yang keutamaannya melebihi ribuan ibadah sunah. Risetlah, karena ini bagian karakter Ulilalbab. Risetlah, karena suatu pagi Rasulullah saw  sedang menangis saat ditemui Bilal bin Rabah karena lemahnya kekuatan tafakur manusia.

Budaya "Kemiskinan Diri" Oleh: Nasruloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Memiskinkan diri. Sebuah gaya hidup...

Budaya "Kemiskinan Diri"

Oleh: Nasruloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Memiskinkan diri. Sebuah gaya hidup baru. Memperkaya diri jadikan masa lalu.

Rasulullah saw memiskinkan dirinya. Dari orang terkaya menjadi orang termiskin. Kekayaan keluarganya terkuras untuk membantu kaum muslimin, Bani Hasyim dan Muthalib yang diblokade total oleh penduduk Mekkah karena Abu Jahal dan Abu Lahab memblokade ekonomi dan pergaulan semua orang yang mendukung dakwah Rasulullah saw.

Kekayaan Rasulullah saw terkuras untuk membeli makanan dan minuman dari pasar gelap Mekkah walau harganya sangat tinggi. Membeli bahan pokok yang diselundupkan. Membeli air yang dijual secara sembunyi-sembunyi.  Kekayaan menjadi tak berharga bila ada yang diperjuangkan.

Imam Bukhari memiliki kekayaan 1.050.0000 dinar. Bila satu dinar Rp. 2.500.000 berapa bila dirupiahkan?  Namun saat beliau wafat, kekayaan habis. Bukan karena salah urus, bukan berfoya-foya. Namun seluruh hartanya dihabiskan untuk membangun dan menyeleksi ilmu terutama hadist shahih. Kekayaan menjadi tak berharga bila memiliki tujuan yang mulia yaitu memandu kehidupan manusia.

Kekayaan Abdullah Ibnu Mubarok 600.000 dinar. Bila dirupiahkan? Kekayaannya hanya tersisa 90.000 dirham saat meninggal. Bukan salah urus dan berfoya, namun kekayaannya habis untuk menuntut ilmu dan disedekah. Bila jiwa mulia, maka tak berharga segala benda.

Umar Bin Abdul Aziz diakhir hayatnya tak memiliki harta untuk diwariskan. Padahal sebelumnya, beliau primadona penduduk Madinah, baik dari penampilan dan kekayaan. Memikirkan rakyatnya telah membuatnya memiskinkan dirinya.

Memiliki ilmu untuk meraih harta. Atau menghabiskan harta untuk meraih ilmu? Berkuasa untuk meraih harta atau berkuasa untuk menghabiskan harta? Berbisnis untuk mengumpulkan harta? Bekerja untuk mengumpulkan harta?

Berharta untuk berharta? Ilmu untuk berharta? berbisnis untuk berharta? Berkuasa untuk berharta? Bekerja untuk berharta? Tampilan luar memang sungguh menggiurkan.

Harta di tangan orang yang tak menginginkan harta. Harta di tangan orang yang ingin mengelolanya. Harta ditangan orang yang ingin memanfaatkannya. Disitulah harta menjadi mercusuar peradaban. Bukan penghancur peradaban.

Harta dihadirkan agar tahu karakter manusia. Menyandarkan harga diri terhadap harta atau keimanan? Menyandarkan pada kerapuhan?

Harta dihadirkan agar didayagunakan. Rasulullah saw di masjid sehabis shalat tertegun sebentar. Lalu bergegas ke kamarnya. Mencari emas yang tergeletak tak digunakan untuk segera disedekah. Harta tak boleh menganggur atau idle. Harta harus segera diinvestasikan untuk dikembangkan dalam urusan bisnis dan akhirat.

Harta harus diputar. Harta harus digulirkan. Harta harus mengalir dari satu tangan ke tangan yang lain. Dari satu generasi ke generasi yang lain. Itulah cara agar harta dapat membangun peradaban.

Harta yang ada dalam genggaman justru tak ada artinya. Biarkan dia mengalir melalui sedekah dan perputaran bisnis. Biarkan harta bersentuhan dengan banyak tangan. Karena disitulah peran harta bisa dimaksimalkan. Memiskinkan diri dengan membiarkan harta mengalir dan terus mengalir. Apa gunanya harta yang hanya dibanggakan?

Mengobati Luka Tubuh dan Hati Cara Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Di Perang Uhud, ter...

Mengobati Luka Tubuh dan Hati Cara Rasulullah saw

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Di Perang Uhud, tersiar kabar bahwa Rasulullah saw terbunuh.  Banyak sahabat yang terkulai lemas. Di perang Uhud, Hamzah bin Abdul Muthalib terbunuh oleh Washi atas perintah Hindun Istrinya Abu Sofyan bin Harb. Bagaimana kondisi Rasulullah saw sehingga tersebar isu bahwa Rasulullah saw terbunuh?

Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa wajah Rasulullah saw terluka. Darahnya cukup deras mengalir.  Tulang pipinya retak. Topi besinya pun pecah. Berarti betapa dahsyatnya hantaman ke kepalanya? Fatimah binti Rasulullah saw mencuci darahnya. Ali bin Abi Thalib menuangkan air ke atasnya dan tameng. Namun darah tak berhenti juga. Bagaimana cara mengobati luka dan menghentikan darahnya?

Fatimah mengambil kain yang terbuat dari merang. Merang yang berasal dari tumbuhan air seperti rotan. Lalu dibakar. Abunya ditempelkan pada luka Rasulullah saw. Darahnya pun terhenti. Abu merang berguna mengeringkan luka dan mengobati luka yang masih basah sehingga mengering. Ternyata abu berkhasiat  menghentikan darah pada luka, karena mengandung unsur pengering yang kuat tetapi tidak panas mengigit. Dalam setiap peristiwa yang terburuk pun, Rasulullah saw mengajarkan ilmu yang luar biasa.

Bagaimana dengan luka hati Rasulullah saw terhadap Wasyi, Hindun dan Abu Sofyan? Terbunuhnya Hamzah bin Abu Muthalib sangat menyedihkan. Saat Futuh Mekkah, saat kekuasaan dalam gengamanya. Saat beliau mampu melakukan apa pun karena statusnya sebagai pemenang. Beliau berkata, "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sofyan akan selamat?" Padahal Abu Sofyanlah yang memimpin pengepungan Madinah saat perang Khandak dengan 10.000 pasukan. Saat itu Madinah sedang musim paceklik. Saat itu orang Yahudi dan Munafikin berkhianat. Namun justru Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang masuk kerumah rumah Abu Sofyan akan selamat." Di saat sang musuh dalam keadaan lemah tak berdaya.

Rasulullah saw memaafkan Hindun Istri Abu Sofyan. Dialah yang memerintahkan Wasyi membunuh paman Rasulullah saw. Lalu Hindun membelah dada pamannya. Memakan hatinya. Saat Futuh Mekkah, Hindun menghadap Rasulullah saw meminta pengampunan. Rasulullah saw pun mengampuni dan memaafkan. Bagaimana bila kita menghadapi  kondisi tersebut? Luka tubuh yang parah. Luka hati yang mendalam.

Tidak itu saja, anak Abu Sofyan pun, Muawiyah, diangkat menjadi sekertaris pribadinya. Putra Abu Sofyan yang bernama Yazid, kelak diangkat menjadi panglima perang dan menjadi gubernur di Syam. Suami dan Istri yang sebelumnya kompak memusuhi Rasulullah saw, sekarang dimuliakan. Bahkan saat perang Hunain, Rasulullah saw memberikan 1.000 unta kepada Abu Sofyan. Sehingga Abu Sofyan menjuluki Rasulullah saw sebagai sebagai orang yang tidak pernah takut miskin.

Bagaimana dengan Wasyi? Dia kabur ke Syam saat Futuh Mekkah. Dia takut pembunuhannya terhadap paman Rasulullah saw membuatnya mendapatkan hukuman. Ada seseorang yang mendekati Wasyi, lalu berkata, "Pulanglah ke Mekkah, Rasulullah saw pasti mengampuninya." Dengan perasaan tak percaya, Wasyi menghadap Rasulullah saw. Rasulullah saw pun mengampuni orang yang telah menyakiti hatinya. Betapa luas dan lapangannya hati Rasulullah saw.

Seperti itulah mengobati luka tubuh yang parah dengan abu merang. Seperti itulah mengobati sakit hati dengan berlapang dada dan memaafkan. Namun tidak sampai di situ, Rasulullah saw memuliakan mereka yang menyakitinya dengan beragam kekayaan dan kedudukan. Bisakah kita melakukannya?

Terbongkarnya Kebohongan Pejabat Publik Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berapa banyak yang berjaya, n...

Terbongkarnya Kebohongan Pejabat Publik

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berapa banyak yang berjaya, namun dijatuhkan oleh kekayaannya. Betapa banyak yang diberikan kekuasaan, namun dijatuhkan oleh kekuasaannya. Betapa banyak yang diberikan kekayaan, namun dijatuhkan oleh kekayaannya. Bagaimana agar kejayaan, kekuasaan dan kekayaan tidak menjatuhkannya?

Semakin berjaya, berkuasa dan kaya, justru borok-borok kehidupannya semakin terbongkar. Ada yang membongkarnya agar tidak terperosok oleh kezalimannya. Ada yang membongkarnya memang untuk menjatuhkannya. Menjadi pejabat publik dan yang tampil ke publik, bersiaplah karena seluruh mata dan lampu mengarah kepadanya.  Jadi wajar bila seluruh perjalanan akan dikuliti habis hingga tuntas.

Semakin hari media semakin bising dengan pendapat, ocehan dan komentar. Ini tuntutan zaman. Ini hukum keseimbangan semesta. Semakin banyak kemunafikan yang mengisi ruang publik, maka media akan semakin bising.  Semakin polesan kamuflase semakin rapih dan sempurna, maka penyeimbangnya adalah kebisingan untuk membongkar kamuflase. Ini hukum semesta.

Seperti kata Imam Syafii, "Allah akan menempatkan seseorang sesuai dengan derajatnya." Semua kamuflase, penipuan dan pencitraan akan dibongkar secara otomatis tanpa ada yang memerintahkan dan mengkomandoinya. Karena itu hukum semesta bahwa seseorang ditempatkan pada posisi yang sebenarnya.

Bagaimana Allah menempatkan Firaun? Bagaimana Allah menempatkan Qarun dan Haman? Bagaimana Allah menempatkan banyak orang yang mengkamuflasekan dirinya? Diktator tetap tercatat sebagai diktator. Pelaku kezaliman tetap tercatat sebagai pelaku kezaliman. Andai manusia tetap menyembunyikannya dengan mengarang buku-buku sejarah untuk memuji mereka, namun alam semestalah yang akan membongkarnya juga.

Ada yang dielukan sebagai pahlawan revolusi. Ada yang dicatat dalam buku sejarah sebagai pemimpin hebat. Bagaimana wafatnya? Bumi tidak mau menerimanya. Kuburannya dipenuhi genangan air. Walaupun sejarah mencatatnya sebagai orang hebat, namun alam semesta membongkar kepalsuan dengan caranya sendiri. Pada akhirnya, semua ditempatkan sesuai tempat yang layak bagi dirinya.

Mengapa kepalsuan selalu terbongkar? Inilah kasih sayang Allah pada mereka yang melakukan pencitraan publik. Lebih baik keburukannya dibongkar di dunia dari pada di akhirat. Lebih baik keburukannya dibalas di dunia dari pada di akhirat. Bersyukurlah pada Allah, bila keburukan kita terbongkar di dunia ini.

Memunculkan Kecerdasan Keuangan Personal Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bila penghasilan berapa pun ...

Memunculkan Kecerdasan Keuangan Personal

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bila penghasilan berapa pun tak bisa mencukupi. Bila terjebak pada budaya pemborosan. Bila uang terasa mudah dikeluarkan untuk konsumtif. Bila makan tak pernah mengenyangkan dan minum terus. Intropeksilah, ada apa dengan diri?

Bila perut merasa tak pernah kenyang. Bila haus tak pernah lenyap. Bila konsumsi terus tak terhindarkan. Bila hasrat membeli perabotan dan perlengkapan rumah tak bisa dihentikan. Segeralah berintropeksi diri. Ada apa gerangan?

Bisa jadi, sumber penghasilan berasal dari yang haram. Sumbernya halal, tetapi cara mendapatkannya mengabaikan kewajiban dan kesepakatan. Sumbernya halal, tetapi adab dan prilakunya bertentangan dengan sunah Rasulullah saw.  Ulama salaf, Salim Al Khawwash berkata, "Makanlah, karena yang halal itu tidak mengandung keborosan."

Pemborosan adalah hukuman dari Allah atas ketidakhalalan harta. Berfoya-foya adalah hukuman Allah atas ketidakbenaran dalam adab dan sunah mendapatkan rezeki. Selalu merasa ketidakcukupan harta, adalah hukuman atas kerakusan terhadap harta. Bukankah Allah memberikan rasa miskin  terhadap mereka yang mendapatkan harta dengan haram? Bukankah Allah menolak taubat bagi yang perutnya dipenuhi harta yang haram?

Hukuman Allah yang terberat di muka bumi adalah hati yang hitam, keras membatu. Hati yang melalaikan nasihat Allah dan Rasulullah saw. Hati yang keras membatu, kebanyakan disebabkan dari penghasilan dan harta yang tidak halal. Tertutupnya hidayah Allah karena penghasilan yang haram. Seorang ulama Salaf berkata, "Kesempurnaan kebaikan di dunia ini salah satunya berada di harta yang halal."

Bila hidup penuh keborosan dan berfoya-foya, itu bertanda lepasannya dzikrulmaut. Imam al-Auza'i berkata, "Siapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dicukupi dengan kesederhanaan." Lihatlah, aktifitas apa yang terbesar di era ini? Gemar berbelanja konsumtif. Berhutang untuk berbelanja konsumtif. Seolah-olah masih ada hari esok.  Itulah cermin hilangnya dzikrulmaut dari tubuh umat ini.

Bila harta bersumber dari yang halal. Bila dzikrulmaut terus terjaga. Maka Allah akan mengilhamkan manajemen keuangan personal yang baik. Menurut Ulama, manajemen keuangan yang terbaik adalah 1/3 untuk sedekah, 1/3 untuk investasi dan 1/3 untuk konsumtif. Bila belum, intropeksilah. Mengapa Allah mengabaikan kita?

Mengapa Persoalan Itu Sulit? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Di masa sulit, apa yang dilakukan? Rasul...

Mengapa Persoalan Itu Sulit?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Di masa sulit, apa yang dilakukan? Rasulullah saw memandang wajah ke langit dengan bersabda, "Maha Suci Allah yang Maha Agung."  Anas bin Malik memperhatikan apa yang dilakukan Rasulullah saw di saat sedih. Beliau bersabda, "Ya Allah Yang Maha Hidup. Ya Allah Yang Maha Terjaga, dengan rahmat-Mu aku memohon keselamatan."

Ibnu Abbas memperhatikan apa yang dilakukan Rasulullah saw saat tertimpa kesusahan. Beliau bersabda, "Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah Yang Maha Agung dan Maha Lembut. Allah Rabb dari Arsy yang Agung, Rabb dari langit dan bumi." Perhatikan kesamaan doa seluruh para Rasul saat tertimpa kesulitan? Dimana kesamaannya?

Perhatikan doa Nabi Ibrahim, Adam dan Yunus? Semua tentang ketundukan total kepada Allah. Semua menyerahkan urusan pada Allah. Semua mengandalkan rahmat Allah. Semua soal pengokohan peneguhan tauhid Rububiyah dan Uluhiyah. Saat Siti Fatimah mengadukan kesulitannya, Rasulullah saw justru mengajarkan tasbih, tahmid dan takbir. Mengapa seperti itu?

Saat para Nabi dan Rasul mengalami kesulitan, seluruhnya mengakui kezaliman diri. Semuanya beristighfar dan bertaubat. Semuanya mengandalkan rahmat dan pertolongan-Nya. Bagaimana dengan kita? Hanya mengandalkan ikhtiar saja. Hanya ikhtiar yang dianggap satu--satunya solusi.

Mengapa sulit menuntaskan persoalan hidup? Ikhtiarnya dipandu oleh akal yang bodoh dan sempit. Ikhtiarnya mengandal energi kekuatan yang lemah. Ikhtiarnya muncul dari ide yang bersumber dari kekotoran hati, egois diri dan ketakaburan. Dapatkan kondisi ini membawanya pada jalan lurus yang penuh kemudahan? Jalan yang dipenuhi pertolongan Allah? Solusi yang super sederhana, mudah dan tuntas? Inilah akibat tidak mengokohkan tauhid Rububiyah dan Uluhiyah dalam menuntaskan persoalan hidup.

Bila tauhid telah dikokohkan, segera eksekusi ikhtiar yang sudah diilhamkan Allah dengan ruh jihad dan keyakinan. Maka seluruhnya akan mudah dan ringan. Tak butuh sumberdaya besar untuk menuntaskannya. Seperti nabi Nuh yang menghadapi lautan hujan yang gelombangnya sebesar gunung hanya dengan kayu perahu. Seperti Nabi Musa, yang melepaskan kejar musuh yang dihadapan lautan, hanya dengan ketukan tongkatnya atas perintah dari Allah.

Bila persoalan tak kunjung terselesaikan. Segera periksa tauhid. Segera periksa istighfar dan taubat. Segera periksa kehalalan harta. Segera periksa hawa nafsu. Setelah tuntas, ilham beragam ikhtiar bagaimana air bah yang memasuki relung jiwa dan pemikiran. Lalu, segera eksekusi dengan keyakinan total.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (185) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (48) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (219) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (198) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (209) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (137) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (406) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (113) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (89) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)