basmalah Pictures, Images and Photos
Juli 2023 - Our Islamic Story

Choose your Language

Pecahkan dengan Solusi Akhirat Oleh: Nasrulloh Baksolahar Seorang ulama hidup dalam keadaan papa. Selepas shalat, dia pun berdoa...

Pecahkan dengan Solusi Akhirat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Seorang ulama hidup dalam keadaan papa. Selepas shalat, dia pun berdoa. Saat berdoa, ada seseorang yang menghampiri dan berkata, "Mengapa engkau tidak meminta sesuatu pada Allah agar hidupmu berkecukupan?" Sang ulama terdiam. Diambilnya batu, lalu berdoa. Seketika itu pula batu berubah menjadi emas.

Emas itu diserahkan kepada orang tersebut. Orang itu menerimanya dengan sangat gembira dan berharap sang ulama tidak mengambilnya kembali. Orang itu berkata, "Mengapa tidak berdoa seperti ini terus." Sang ulama berkata, "Yang berharga di dunia ini adalah akhirat."

Beberapa orang tersesat di gurun pasir. Mereka kehausan dan kelaparan. Mereka terus berjalan  dengan harapan mencari seseorang yang memiliki sesuatu. Bertemulah mereka pada seorang pemuda papa yang sedang memanggul kayu bakar di kepalanya. Mereka sangat kasihan dengan pemuda tersebut.

Mereka pun bercengkrama. Merasa dikasihani. Sang pemuda berdoa kepada Allah. Tiba-tiba seluruh kayu bakarnya berubah menjadi batangan emas. Mereka yang tersesat terperanjat. Sang pemuda pun berdoa agar batang emas dirubah kembali menjadi kayu bakar. Lalu sang pemuda pergi.

Seorang pemuda hendak berangkat haji. Sebelum berangkat terlebih dahulu menemuinya seorang ulama. Sang ulama bertanya, "Apa bekalmu?" Dijawab," Hanya kendi kosong." Sang ulama berkata, "Bila kelaparan dan kehausan, shalatlah dua rakaat, berdoalah dan taruhlah kendi di sampingmu." Hanya itu pesan sang ulama.

Sang pemuda dan rombongannya kehabisan bekal. Di tengah gurun pasir kehausan dan kelaparan. Di saat seperti itu, sang pemuda ingat akan pesan sang ulama. Sang pemuda shalat dua rakaat, menaruh kendi disampingnya, lalu berdoa. Seketika itu pula, kendi dipenuhi air. Makanan pun banyak disekitar kendi. Sang pemuda membagikannya ke seluruh rombongan. Hingga seluruh rombongan kenyang dan hilang dahaganya.

Mereka tak menginginkan dunia sehingga "persoalan" dunia pun jadi begitu mudah dipecahkan. Setiap persoalan utama memang akan sulit dipecahkan. Seperti itu karakternya. Maka pecahkan "persoalan dunia" dengan solusi akhirat bukan dengan solusi dunia.

Bayangan Pohon dalam Manajemen Pertanian Oleh: Nasrulloh Baksolahar Mengelola ragam tanaman dalam satu bidang tanah yang sempit ...

Bayangan Pohon dalam Manajemen Pertanian

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Mengelola ragam tanaman dalam satu bidang tanah yang sempit tidak saja harus memperhatikan karakter akar tetapi juga kanopi (kerindangan) tumbuhan dan respon tumbuhan terhadap kekuatan cahaya matahari.

Perhatikan hutan, ada tumbuhan yang tetap subur di bawah pepohonan tetapi ada juga yang tidak. Fenomena keragaman tumbuhan hutan menjadi pelajaran mengelola keragaman pengelolaan pertanian dan perkebunan.

Perhatikan bayangan pohon. Perhatikan bayangan daun dan ranting saat siang. Inilah dasar manajemen pengelolaan ragam tanaman yang termudah. Bayangan pohon yang lebih tinggi tidak boleh terus menerus menutupi pohon yang lebih pendek. Bila menutupi terus menerus harus ada yang dibuang karena menganggu pertumbuhan pohon yang lebih rendah.

Perhatikan respon tanaman yang pendek terhadap sinar matahari, ada yang membutuhkan 100 persen ada pula yang hanya butuh 30 persen. Bila tanaman yang rendah sebagai penunjang hasil, perhitungan ukuran cahayanya, berapa hasilnya yang  tidak mengecewakan.

Bayangkan itu senantiasa bersujud kepada Allah. Dahulu, bayangan itu dijadikan petani untuk menunjukkan waktu, terutama waktu shalat. Bayangan pohon menjadi sarana manajemen gulma, tempat beristirahat, juga tata letak tanaman dan gundukan tanah.

Bayangan pohon pun dimanfaatkan untuk mengamankan bibit yang disemai, melindungi tanaman yang baru tumbuh, menjaga kelembaban tanah di saat kemarau. Bayangan pohon yang selalu bertentangan dengan arah matahari dapat dijadikan banyak petunjuk dalam manajemen pertanian dan perkebunan.

Semua tanaman membutuhkan sinar matahari dengan intensitas yang berbeda-beda. Inilah salah satu dasar manajemen kesuburan, hasil panen juga keragaman tanaman yang dikelola dalam satu bidang tanah sehingga tanah menjadi optimal.

Mendidik Jiwa, Seperti Interaksi Tanah Dengan Langit Oleh: Nasrulloh Baksolahar Jiwa manusia seperti tanah, tanaman dan buah sep...


Mendidik Jiwa, Seperti Interaksi Tanah Dengan Langit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar



Jiwa manusia seperti tanah, tanaman dan buah seperti amalnya. Perhatikan karakter tanah untuk belajar mengelola jiwa. Bukankah manusia berasal dari sari pati tanah? Darimana sari pati tanah itu berasal? Bila tidak tahu asalnya, tidak akan tahu pula apa saja yang membangun, mengokohkan dan mendidik jiwa.

Tanah yang tidak tersinari sinar matahari dan tersiram air hujan, apakah ada tumbuhan yang hidup di atas tanah tersebut? Padahal tanah tersebut mengandung unsur hara yang melimpah. Tanah yang mengandung unsur hara yang sedikit namun tersinari cahaya matahari dan air hujan akan tetap ditumbuhi tanaman. Bahkan semakin lama semakin subur seperti terjadinya hutan.

Potensi jiwa manusia itu tak terhingga kekuatannya seperti tanah yang mengandung unsur hara. Jiwa manusia bisa produktif mengkreasikan beragam karya. Bila jiwa manusia diisi dan berinteraksi dengan unsur langit. Yaitu petunjuk dari Allah dan Sunnah Rasulullah saw. Syaratnya, lenyapkan penghalang antara jiwa dengan unsur langit tersebut.

Di bawah pohon beringin yang sangat rindang yang tak tertembus oleh sinar matahari dan hujan, apakah ada tanaman yang tumbuh? Namun saat cabang, ranting dan daunnya dibuang. Saat sinar matahari dan air hujan menerpa tanah yang berada dibawah beringin tersebut maka ragam tanam akan bermunculan secara tak terduga.

Bagaimana fenomena yang sangat radikal tersebut terjadi? Padahal hanya disinari oleh sinar matahari dan air hujan? Jiwa manusia yang disinari cahaya Firman Allah swt dan kesejukan Sunnah Rasulullah saw maka akan terjadi proses yang radikal yang tak dipahami oleh jiwanya sendiri. Semuanya takjub dan tercengang.

Pendidikan diri bukanlah proses  pencarian ilmu dan teknologi semata. Penempaan diri bukanlah proses pembiasaan diri semata. Mencerdaskan diri bukan dengan proses berfikir semata. Tetapi sebuah proses bagaimana membangun dan menempa diri bersama Firman Allah swt dan Sunnah Rasulullah saw inilah intinya.

Manusia tak bisa merubah dan mengubah diri dan kehidupannya. Manusia tak pernah bisa memperbaiki dan diperbaiki. Manusia tak bisa mengupgrade diri dan kehidupan selama tidak disinari cahaya dan air yang berasal dari langit.

Memahami Akar Tanaman Dalam Optimalisasi Tanah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Manajemen ragam tanam dalam satu bidang tanah yang sem...

Memahami Akar Tanaman Dalam Optimalisasi Tanah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Manajemen ragam tanam dalam satu bidang tanah yang sempit. Bagaimana polanya? Tanaman tidak seperti manusia yang memiliki kebebasan dan hawa nafsu. Tanaman memiliki pola yang tetap. Pola yang baku inilah yang harus dibaca dalam manajemen ragam tanaman.

Tanaman saling membunuh? Saling berebut untuk hidup? Saling mengeksploitasi? Pada dasarnya tidak, bila memahami pola yang tetap dan beberapa prinsipnya. Tanaman itu senantiasa bertasbih, berdzikir dan bersujud. Bila demikian, pantaskah tanaman memiliki sifat seperti manusia yang serakah, tamak, dan dengki?

Yang mendatangi unsur hara tanah, akar tanaman ataukah unsur hara?  Yang dibutuhkan oleh tumbuhan lebih banyak di tanah atau udara? Mengapa akar terus berkembang? Hanya berkaitan mencari unsur hara atau menopang ketinggian pohon?

Panjang akar tergantung tingginya pohon. Setelah itu mati. Artinya, panjang akar tanam memiliki pola tertentu sesuai ketinggian pohon. Semakin tinggi pohon semakin panjang dan dalam akarnya. Semakin pendek pohon semakin dangkal dan pendek akarnya. Kekuatannya pencarian unsur hara ada di ujung akarnya. Dengan pola seperti ini, apakah terjadi eksploitasi antar tanaman? Pahami pola ketinggian tanam itulah salah satu prinsip pola ragam tanaman dalam satu bidang yang sempit.

Perpaduan pola tanaman yang tinggi dan rendah. Perpaduan pola batang pohon yang keras dan lunak, membuat tidak terjadinya perebutan unsur hara. Artinya ragam tanaman bisa sama suburnya dan menghasilkan panen yang sama bagusnya. Pahami pola tinggi-rendah dan kekerasan batangnya.

Unsur hara bagi tanaman 95 persennya ada di udara. 4 persennya diambil oleh akar melalui udara. Artinya, keberlimpahan unsur hara tidak ada di tanah. Kontribusi tanah hanya 1 persen saja. Untuk itulah berkembang teknologi hidropik dan airponik dalam membesarkan tanaman.

Keterbatasan tanah semestinya bisa dikelola  dengan memahami karakter akar tanam dan sumber utama hara tanaman sehingga dalam keterbatasan tanah bisa menanam ragam tanaman tanpa saling mengganggu dan merusak dengan hasil panen yang tetap baik.

Energi  Panas Kemarau Oleh: Nasrulloh Baksolahar Selalu muncul kegairahan juga kesabaran setelah berkebun. Kegairahan dari mempe...



Energi  Panas Kemarau

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Selalu muncul kegairahan juga kesabaran setelah berkebun. Kegairahan dari memperhatikan keajaiban fenomena tanah dan tumbuhan. Kesabaran karena segala sesuatu sudah ada waktu dan ukurannya. Tak bisa dipercepat atau perlambat waktunya. Seperti ajal manusia.

Keajaiban musim kemarau, pertumbuhan pohon Alpukat dan pisang justru terlihat lebih baik. Rerumputan yang kering menjadi hijau hanya dengan sedikit hujan saja. Tumbuhan hanya butuh kelembaban saja. Embun di dedaunan sudah cukup menyegarkan tumbuhan.

Energi panas matahari sangat maksimal di musim kemarau. Energi solar sistemnya membuat akar memiliki kekuatan lebih kuat untuk menerobos tanah juga menarik unsur hara di tanah. Jadi bantulah tanaman dengan merengkahkan tanah di sekitarnya. Dengan tanah menjadi bongkahan kecil membuat akar lebih mudah menarik nitrogen dari udara dan butiran embun mudah masuk ke tanah.

Musim kemarau dimanfaatkan untuk menyehatkan tanah dari penyakit juga menyeimbangkan kelebihan unsur hara di musim hujan. Pengolahan tanah di musim kemarau dapat menyeimbangkan virus, bakteri dan jamur yang berlebihan. Seperti demam panas tubuh yang berguna untuk membunuh penyakit secara alami.

Tubuh butuh energi panas untuk membakar lemak berlebihan. Tubuh membutuhkan panas untuk membunuh penyakit. Terapi alami manusia seperti fisioterapi dan olahraga membutuhkan panas. Tanda kematian adalah tidak adanya panas tubuh. Di musim kemarau, bagaimana manusia membantu tanah dan tumbuhan agar teriknya matahari bermanfaat seperti panas tubuh pada manusia? Inilah peran khalifah bagi manusia.

Api neraka membakar dosa dan kesalahan sehingga manusia bersih menuju surga. Setiap manusia harus melewati neraka sebelum menuju ke surga. Api neraka berbahan bakar manusia dan syetan. Kelolalah musim kemarau untuk mengolah tanah dan tanaman sehingga siap menuju musim hujan.

Pasca kemarau, tanah akan semakin subur sebab dedaunan dan tangkai dikeringkan oleh teriknya matahari sehingga mudah menjadi kompos. Pasca kemarau, tanah menjadi lebih sehat karena penyakit tanah sudah dikendalikan. Mensyukuri musim kemarau dengan memahami kekuatan panas bagi bumi.

Syarat Karamah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Ibrahim dan Siti Sarah melalangbuana, saat usia senja kedatangan tamu para malaik...

Syarat Karamah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Nabi Ibrahim dan Siti Sarah melalangbuana, saat usia senja kedatangan tamu para malaikat yang mampir terlebih dahulu sebelum mereka ke kaumnya Nabi Luth. Nabi Ibrahim agak khawatir atas kedatangannya. Ternyata sang malaikat mengabarkan berita gembira atas kelahirannya putra pertamanya.  Saat tua dan mandul, mendapatkan putra? Itulah kekuatan doa dan keyakinan.

Nab Zakaria terus berdoa. Dia tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada Allah. Saat tua renta dan istri sudah mandul, tiba-tiba kedatangan tamu para malaikat yang menginformasikan terkabulnya doa akan kelahiran putranya yang bernama Yahya. Nabi yang diberkahi saat kelahiran, wafat dan saat dibangkitkan.

Siti Maryam, melahirkan anak tanpa pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun. Saat dilahirkan sang bayi sudah pandai berbicara. Dalam hidup ini selalu ada proses dan kejadian yang diluar nalar manusia. Semuanya atas kehendak Allah. Bagaimana agar bisa terus terjadi?  Ambil peran hidup seperti para Nabi dan Rasul.

Mengapa para ulama, wali Allah dan orang shaleh diberikan karamah? Bukan kehebatan manusianya. Tetapi Allah yang memberikannya.  Mengapa? Sebab mereka mengambil tanggungjawab sebagai pewaris para Nabi. Mereka meneruskan peran kenabian dan kerasulan. Hanya itu syaratnya.

Bacalah ragam kitab yang berhubungan dengan sepak terjang para ulama, kisahnya dipenuhi banyak karamah. Karamah hadir untuk menghadapi kebuntuan persoalan umat, menjaga martabat para ulama yang istiqamah dan menunaikan janji Allah untuk memberikan jalan keluar yang tak terduga oleh siapapun.

Karamah dihadirkan Allah bagi mereka yang di hatinya tidak ada selain Allah. Obsesi hidupnya hanya Allah. Bergantung pada Allah. Meyakini janji Allah. Tak lagi mengandalkan apa yang ada di bumi. Tak mengandalkan kekuatan apapun selain Allah. Tentram bersama Allah. Tentara Allah ada disetiap sudut, ruang, tempat dan waktu. Hanya Allah yang tahu.  Hanya menunggu "kun fayakun" saja.

Fakir dan Fana. Fakir, hanya mengandalkan Allah. Fana, meleburkan diri pada kehendak Allah. Di saat hidup sudah sejalan dengan Allah, tak ada lagi yang perlu ditakutkan dan dikhawatirkan. Alam semesta dan seluruh kekuatan akan tunduk dengan ijin Allah. Mengapa manusia memilih hidup yang sulit? Mengikuti nafsu, keinginan dan obsesinya sendiri.

Syarat Karamah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Nabi Ibrahim dan Siti Sarah melalangbuana, saat usia senja kedatangan tamu para malaikat yang mamp...


Syarat Karamah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Nabi Ibrahim dan Siti Sarah melalangbuana, saat usia senja kedatangan tamu para malaikat yang mampir terlebih dahulu sebelum mereka ke kaumnya Nabi Luth. Nabi Ibrahim agak khawatir atas kedatangannya. Ternyata sang malaikat mengabarkan berita gembira atas kelahirannya putra pertamanya.  Saat tua dan mandul, mendapatkan putra? Itulah kekuatan doa dan keyakinan.

Nab Zakaria terus berdoa. Dia tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada Allah. Saat tua renta dan istri sudah mandul, tiba-tiba kedatangan tamu para malaikat yang menginformasikan terkabulnya doa akan kelahiran putranya yang bernama Yahya. Nabi yang diberkahi saat kelahiran, wafat dan saat dibangkitkan.

Siti Maryam, melahirkan anak tanpa pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun. Saat dilahirkan sang bayi sudah pandai berbicara. Dalam hidup ini selalu ada proses dan kejadian yang diluar nalar manusia. Semuanya atas kehendak Allah. Bagaimana agar bisa terus terjadi?  Ambil peran hidup seperti para Nabi dan Rasul.

Mengapa para ulama, wali Allah dan orang shaleh diberikan karamah? Bukan kehebatan manusianya. Tetapi Allah yang memberikannya.  Mengapa? Sebab mereka mengambil tanggungjawab sebagai pewaris para Nabi. Mereka meneruskan peran kenabian dan kerasulan. Hanya itu syaratnya.

Bacalah ragam kitab yang berhubungan dengan sepak terjang para ulama, kisahnya dipenuhi banyak karamah. Karamah hadir untuk menghadapi kebuntuan persoalan umat, menjaga martabat para ulama yang istiqamah dan menunaikan janji Allah untuk memberikan jalan keluar yang tak terduga oleh siapapun.

Karamah dihadirkan Allah bagi mereka yang di hatinya tidak ada selain Allah. Obsesi hidupnya hanya Allah. Bergantung pada Allah. Meyakini janji Allah. Tak lagi mengandalkan apa yang ada di bumi. Tak mengandalkan kekuatan apapun selain Allah. Tentram bersama Allah. Tentara Allah ada disetiap sudut, ruang, tempat dan waktu. Hanya Allah yang tahu.  Hanya menunggu "kun fayakun" saja.

Fakir dan Fana. Fakir, hanya mengandalkan Allah. Fana, meleburkan diri pada kehendak Allah. Di saat hidup sudah sejalan dengan Allah, tak ada lagi yang perlu ditakutkan dan dikhawatirkan. Alam semesta dan seluruh kekuatan akan tunduk dengan ijin Allah. Mengapa manusia memilih hidup yang sulit? Mengikuti nafsu, keinginan dan obsesinya sendiri.

Fokus Pada Tugasnya Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagaimana para Nabi menyelesaikan persoalannya? Bagaimana para pembangkang menyel...

Fokus Pada Tugasnya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Bagaimana para Nabi menyelesaikan persoalannya? Bagaimana para pembangkang menyelesaikan persoalannya? Para Nabi mengikuti wahyu, kebenaran, bermunajat kepada Allah. Para pembangkang mengandalkan kelicikan, sumber daya dan membangun kemegahan yang menyilaukan.

Para pembangkang menggunakan logika, apakah akan ada kebangkitan kembali setelah manusia menjadi tulang belulang? Mengapa Allah mengutus manusia biasa yang makan, minum, berjalan di pasar seperti manusia pada umumnya? Mengapa tidak mengutus manusia terhormat dan berharta? Firaun membangun gedung yang menjulang ke langit, memperbesar angkatan perang dan membangun opini, bahwa dia yang menguasai sungai Nil, agar rakyat Mesir seluruhnya menjadi pendukungnya.

Para pembangkang tidak dihancurkan oleh para Nabi dan Rasul, sebab para Nabi dan Rasul tidak bisa menciptakan kemudharatan dan kemaslahatan. Para Nabi dan Rasul hanya berpegang teguh pada wahyu, mengikuti arahan Allah dan berdoa saja. Allah yang menghancurkan para pembangkang dengan tipu daya-Nya.

Apa pun yang dilakukan oleh para pembangkang akhirnya hanya satu yaitu kehancuran. Bergerak dari cahaya menuju kegelapan. Tidak menyadari kehancuran dan keburukannya sendiri. Menganggap keburukan sebuah kebaikan yang akan mengokohkannya. Itulah kebodohan yang dianggap sebuah kejeniusan.

Para Nabi dan Rasul terus bergerak tanpa sedikitpun dihantui oleh hiruk pikuk strategi kelicikan para pembangkang. Terus menyeru. Terus menyampaikan. Terus memperbaiki. Terus membangun generasi. Terus menyiapkan sarananya. Biarkan Tangan Allah yang menentukan takdir-Nya bagi para pembangkang.

Perhatikan Namrudz dan Firaun? Perhatikan kaum Ad, Tsamud, Luth, Bani Israel dan para pembangkang lainnya? Apakah para Nabi dan Rasul yang menghancurkannya? Dalam Al-Qur'an difirmankan bahwa Allah sendiri yang akan membuat perhitungan pada mereka. Bagi kedurhakaan Bani Israel, Allah akan mengirimkan hamba-hamba-Nya yang perkasa untuk mengusirnya. Ini jaminan dari Allah.

Para Nabi dan Rasul selalu dalam ketentraman. Bukankah bila beristiqamah Allah akan menurunkan malaikat untuk menentramkan? "Jangan khawatir dan takut!" Surga Allah luas. Ampunan Allah luas. Rahmat-Nya luas. Bila tidak tentram dalam keistiqamahan berarti ada orientasi obsesi hidup yang masih menyimpang.

Mengolah Tanah, Mengolah Jiwa Oleh: Nasrulloh Baksolahar Malik bin Dinar yang hidup sezaman dengan Hasan al-Bashri mengupas tent...

Mengolah Tanah, Mengolah Jiwa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Malik bin Dinar yang hidup sezaman dengan Hasan al-Bashri mengupas tentang kesuburan tanah dengan sangat sederhana. Beliau berkata, "Sungguh Al-Qur'an itu penyubur bagi seorang mukmin. Dia bagaikan hujan penyubur tanah. Hujan turun dari langit ke bumi."

Malik bin Dinar melanjutkan pembahasan penyebab utama kesuburan tanah, "Hujan itu menimpa tanah yang tandus, dimana biji tanaman pun telah tertanam di dalam tanah yang tandus itu, yang mana kelapukan lahannya itu tak menghalanginya untuk hidup, tumbuh subur dan indah. Andai tidak ada hujan, tentu lahan yang amat subur itu telah mengering."

Dalam Al-Qur'an difirmankan bahwa seluruh makhluk di alam semesta seperti manusia juga.  Abu Bakar As Syibli yang hidup sezaman dengan Junaid al Baghdadi berkata tentang jiwa manusia dengan perumpamaan tanah, "Bila engkau ingin melihat dirimu, ambilah segenggam tanah, karena sesungguhnya dari itu kau diciptakan, kesana kau kembali, dan darinya kau akan keluar."

Abu Bakar As Syibli melanjutkan, "Bila ingin melihat dunia seluruhnya, maka lihatlah ke tempat sampah, itulah dunia." Sampah yang digunakan sebagai pupuk memang akan menambah kesuburan tanah, namun bukan yang utama. Hanya "pemanis dan penambah" saja namun bukan yang utama. Faktor utama penopang kesuburan tanah semuanya berasal dari langit, hujan, sinar matahari, udara dan yang tak diketahui oleh manusia.

Perhatikan tanah gambut. Tanah yang terlalu banyak unsur sampahnya, apakah bisa ditanami? Bila sampah itu dunia seisinya, ambilah sampah. Campurkan dengan tanah sekedarnya saja agar air hujan tertahan lebih lama di tanah untuk menjaga kelembaban tanah saja. Jangan melebihi, kekurangan atau dikurangi. Ambil sesuai takarannya 1-2 persen saja.

Kotoran seluruh makhluk pun bisa digunakan sebagai penyubur tanah. Dia menjadi penyanggah air hujan, penahan panas matahari, membuat rongga-rongga tanah agar nitrogen di udara bisa diikat oleh akar tanaman.  Kotoran itu seperti kemaksiatan, bisakah penyesalan akan dosa menjadi penyubur jiwa? Menahan air hujan lebih lama di tanah?

Konsep Dasar Wihdatul Wujud Oleh: Nasrulloh Baksolahar Seorang ulama berkisah awal perbaikan dirinya. Dia menemukan kertas yang ...

Konsep Dasar Wihdatul Wujud

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Seorang ulama berkisah awal perbaikan dirinya. Dia menemukan kertas yang bertuliskan Allah di atas tanah. Segera dia mengambilnya lalu mencuci dan diberi wewangian. Kertas itu disimpan lalu dibawa ke rumahnya. Tiba di rumah, dia pun tertidur.  Apa yang terjadi selanjutnya?

Dalam mimpinya, ada yang mendatanginya sambil berkata, "Engkau telah memberi minyak wangi pada nama-Ku maka Aku wangikan namamu, sebagaimana engkau telah mensucikannya, maka Aku sucikan hatimu." Perjalanan hidup itu cerminan dari bagaimana interaksi kita kepada Allah.

"Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu" itulah sabda Rasulullah saw. Allah berfirman, "Bila menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu." Bila bersyukur kepada Allah, maka Allah akan menambahkan nikmatnya. Seluruh perjalanan hidup kita adalah buah dari akhlak kita kepada Allah.

Apa yang didakwahkan oleh seluruh Rasul dan Nabi? Mentauhidkan Allah. Menjadikan Allah sebagai Rabb, Illah dan Malik. Tidak menyekutukan-Nya. Bila ini tuntas, maka tak pernah ada persoalan apa pun dalam hidup ini. Dunia pun menjadi surga.

Menyelaraskan hidup dengan alam semesta. Menyelaraskan hidup bersama contoh Rasulullah saw. Menyelaraskan hidup bersama bimbingan dan pimpinan Allah. Inilah inti dari konsep wihdatul wujud. Sosok makhluk yang rindu dan ridha mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Jiwa, raga, akal, dan nafsunya dileburkan mengikuti kehendak dan petunjuk Allah. Tak ada lagi kehendak, keinginan dan obsesi pribadi dirinya. Tak ada lagi langkahnya yang berseberangan dengan Rasulullah saw dan Allah. Tolak ukur dan panduan hidupnya adalah Rasulullah saw dan firman Allah. Itulah wihdatul wujud.

Persoalan hidup manusia hanyalah tauhid. Fokus hidupnya seharusnya hanya soal tauhid. Yang harus dibenahi dari diri kita seharusnya hanya tauhid. Membawa ketauhidan hingga kematian tiba, hanya inilah hakikat mengapa manusia dilahirkan di muka bumi.

Tanda Ditinggalkan Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar Tiap-tiap nikmat yang bukan surga adalah hina. Tiap-tiap bala bencana yang b...


Tanda Ditinggalkan Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar



Tiap-tiap nikmat yang bukan surga adalah hina. Tiap-tiap bala bencana yang bukan neraka adalah mudah. Surga itu perasaan karena menikmati ridha Allah. Neraka itu puncak kegelisahan merasakan murka Allah. (Hasan Al-Bashri)

Tanda seseorang ditinggalkan Allah adalah dia sibuk dengan sesuatu yang tidak berguna. Semua yang datang dari dunia tidak membahagiakan ku karena aku telah memastikan asalnya, bahwa dunia adalah negri kedukaan, kesedihan, petaka dan fitnah.  (Junaid al Baghdadi).

Junaid al Baghdadi tanya oleh sahabatnya, "Darimana engkau mendapatkan ilmu?" Dia menjawab, "Dari dudukku dihadapan Allah selama 30 tahun di bawah tangga itu." Seraya menunjukkan tangga di rumahnya.

Tanda cinta adalah ridha. Tak peduli lagi dengan takdir-Nya. Menerima semua takdir-Nya. Yang dihindarkan darinya merupakan yang terbaik daripada yang diperolehnya. Bila yang ditakdir untuk melepaskan keburukan, maka apa pun yang terjadi adalah kebaikan.

Huzaifah bin Yaman berkata bahwa fokus hidupnya hanya dua. Yaitu, hanya ada Allah di hatinya dan terus memperhatikan keburukan dirinya. Inilah inti dari ilmu Tasawuf. Inilah inti kehidupan para sufi yang berjalan menuju Allah.

Imam Syafii ditanya beberapa hal. Lalu beliau memaparkan hadist-hadist Rasulullah saw. Lalu ditanya lagi, "Apa pendapatmu?" Tiba-tiba tubuhnya bergetar sambil berkata, "Seandainya aku memiliki pendapat lain selain menurut Rasulullah saw, di bumi dan di langit mana saya akan bisa tinggal?"

Junaid al Baghdad berkata, "Seluruh jalan menuju Allah telah tertutup, kecuali jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah saw." Mengapa kita selalu memilih jalan lain?

Tuntas Dengan Berdoa Oleh: Nasrulloh Baksolahar Bagi ulama yang dekat kepada Allah, mendapatkan kekayaan sangatlah mudah. Tak pe...

Tuntas Dengan Berdoa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Bagi ulama yang dekat kepada Allah, mendapatkan kekayaan sangatlah mudah. Tak perlu berikhtiar dan membanting tulang. Batu pun bisa diubah menjadi emas dengan kehendak Allah. Berdiam diri pun, kekayaan akan datang dengan sendirinya. Dengan berdoa, semuanya bisa "disulap" dengan ijin Allah. Namun tujuan mereka bukan itu.

Abdullah bin Jafar, sahabat Rasulullah saw seangkatan dengan cucu beliau Hasan-Husein, merubah tanah yang tandus hanya dengan shalat di atas tanahnya. Setelah shalat sunnah dua rakaat dan berdoa, dia memerintahkan sesorang untuk menggali tanah tersebut. Ternyata dibawahnya terdapat mata air. Tanah yang tandus seketika menjadi tanah yang subur.


Seorang istri mengeluhkan kebutuhan hariannya pada seorang ulama shaleh. Dengan mengatakan, "Suamiku, kita kuat dengan kehidupan yang serba terbatas, namun bagaimana dengan anak-anak kita?" Sang ulama hanya mengatakan, "Tunggu sampai nanti malam." Sang ulama melanjutkan menulis kitabnya. Sebelum malam hari, datanglah seseorang yang memberikan hadiah yang berjumlah ribuan dinar.

Seorang ulama mendatangi sebuah negri yang kering kerontang. Masuklah ia ke sebuah masjid. Ternyata ada seseorang pemuda yang sedang berdoa diturunkan hujan. Seketika itu pula hujan turun. Ternyata hujannya penuh dengan petir. Diapun berdoa kembali agar hujannya tidak berpetir. Seketika itu pula petirnya hilang. Begitu mudahnya merubah cuaca hanya dengan doa.

Seorang ulama berdoa kepada Allah agar matanya dibutakan agar tidak melihat yang haram. Seketika itu pula matanya buta. Namun saat hendak ke toilet, siapa yang akan menuntunnya? Lalu dia pun berdoa agar dikembalikan penglihatannya. Seketika itu pula pandangannya normal kembali.

Banyak ulama yang menyembuhkan sakit seseorang hanya dengan berdoa. Rasulullah saw banyak mengajarkan doa-doa untuk ragam penyakit. Mengapa begitu mudah menuntaskan persoalan?

Bagaimana menyelesaikan persoalan dengan mudah? Fudhail bin Iyad menasihati Khalifah Harun Al Rasyid, "Bila hati telah bersih dari selain Allah, maka permintaan akan terkabul." Mengapa semakin hari semakin sulit dan harus banting tulang? Karena hati manusia diisi oleh selain Allah.

Mengolah Tanah Di Musim Kemarau Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Allah menghidupkan bumi yang mati deng...

Mengolah Tanah Di Musim Kemarau

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan. Bila bumi mati, bagaimana dengan makhluk-Nya? Tentu akan mati pula. Musim kemarau adalah waktu tepat untuk pengendalian hama. Hama akan mati bila bumi ini mati.

Bagaimana fenomena Padang Mahsyar? Panasnya sangat menyakitkan bagi Kafirin dan Munafikin. Tak ada naungan. Tak ada pertolongan. Tak mendapatkan air dari telaga Rasulullah saw, Al-Kautsar. Manfaatkan musim kemarau untuk melemahkan hama dan memberikan naungan dan pertolongan bagi tumbuhan yang ditanam.

Tanamlah pohon yang lebih tinggi dari pohon yang ditanam. Yang daunnya tidak menghalangi tanaman utama. 80-95 persen sinar matahari dapat menembus tanaman utama. Bawahnya ditaruh mulsa di area perakarannya dengan dedaunan dan ranting. Ini teknik sederhana untuk memberikan perlindungan bagi tanaman utama.

Di musim kemarau, olahlah tanah. Balikkan tanah. Bagian bawah dibalik menjadi bagian atas. Agar hama dan jamur mati terkena sengatan sinar matahari. Gulma tempat hama berdiam dihilangkan. Ini teknik pengendalian hama yang sederhana dan alami.

Lakukan pemupukan organik di musim kemarau. Tebar kotoran hewan, sekam, dedaunan dan ranting. Biarkan panas matahari menyinarinya. Panas matahari akan membuat pupuk organik matang dengan alamiah. Sekaligus melindungi akar agar tanah terjaga kelembabannya.

Dengan bongkahan tanah dan taburan pupuk organik, hujan yang sedikit di musim kemarau akan memberikan efek luar biasa bagi tanaman  utama. Air hujan diserap dan  terjaga oleh pupuk organik. Air hujan dan pupuk organik akan masuk ke sela-sela bongkahan tanah. Ini membuat unsur hara lebih sempurna memasuki tanah.


Pada perut yang lapar, kemanfaatan makanan diserap sangat sempurna. Pada tanah yang kering kerontang, bila diberi sedikit air dan unsur organik akan sangat sempurna di serap oleh tumbuhan. Jadi teruslah mengelola tanah di musim kemarau. Banyak kemudahan dan pertolongan Allah yang telah disiapkan-Nya.

Mengolah Tanah, Mengendalikan Hama Oleh: Nasrulloh Baksolahar Pohon yang menjulang ke langit. Pohon yang mampu menghadapi terpaa...

Mengolah Tanah, Mengendalikan Hama

Oleh: Nasrulloh Baksolahar


Pohon yang menjulang ke langit. Pohon yang mampu menghadapi terpaan hempasan kerasnya angin, adalah pohon yang akarnya menghujam ke dalam bumi. Kekuatannya ada di akar. Kekuatannya ada di dalam tanah. Inilah prinsip dasar kekuatan tumbuhan dari serangan hama.

Kekuatan tanaman ada pada akarnya. Ada pada apa yang tersimpan di dalam tanah. Antibodi tanaman dari serangan hama tergantung dari unsur hara yang ada di dalam tanah. Mengapa tumbuhan saat ini rentan diserang hama? Mengapa lebih banyak membutuhkan insektisida dan herbisida?

Dua orang kehujanan di saat yang sama. Mengapa ada yang sakit dan ada yang bugar? Dua orang yang sakit, sakitnya sama, keparahannya sama,  diberi obat dengan dosis yang sama. Mengapa ada yang cepat sembuh dan tidak? Ada yang sakitnya sama, mengapa diberi dosis yang lebih sedikit, namun cepat sembuh? Prinsip ini bisa diterapkan dalam pengendalian hama tanaman.

Pola pertanian saat ini meninggalkan dan mengabaikan peran utama tanah. Tanah dimiskinkan. Tanah ditelantarkan. Kesuburannya mengandalkan dari "suntikan kimia industri" eksternal bukan dari tanah itu sendiri. Seolah-olah manusia paling paham tentang tanah.

Saat tanah "dimiskinkan", bagaimana tumbuhan mendapatkan kekuatan untuk menghadapi hama? Bagaimana tumbuhan bisa menghasilkan antibodi? Bagaimana tumbuhan bisa melindunginya? Bila semuanya didapat dari tanah, namun manusia justru memiskinkan tanah yang menjadi unsur kekuatannya. Sebuah paradoks dalam pertanian.

Menyehatkan tanah sebelum menyehatkan tumbuhan. Menyehatkan tanah sebelum pengendalian hama tanaman. Menyehatkan tanah dengan membaca kebesaran Allah melalui kehidupan di dalam tanah. Peliharalah kehidupan yang ada di dalam tanah. Itulah cara menyehatkan tanah.

Tanah itu dasar kehidupan. Dari tanah seluruh makhluk hidup di bumi dimulai. Mengolah tanah berarti memulai kehidupan, memulai kesejahteraan dan kemakmuran. Mengolah tanah berarti memulai langkah keindahan dan kesejukan mata memandang. Episode pertanian dan perkebunan dimulai.

Bersedekah Pada Alam Semesta Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Untuk apa bertani dan berkebun? Bukalah k...

Bersedekah Pada Alam Semesta

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Untuk apa bertani dan berkebun? Bukalah kitab Riyadhus Salihin, Rasulullah saw bersabda bahwa setiap yang makan oleh hewan adalah sedekah. Setiap yang dicuri adalah sedekah. Fokus utama bertani dan berkebun adalah bersedekah kepada alam semesta.

Alam semesta telah melayani manusia. Makhluk di angkasa dan kedalaman tanah, yang di lautan dan daratan pun sudah melayani manusia. Mengapa saat mereka memakan dari hasil panen pertanian dan perkebunan manusia dianggap sebagai hama penyakit, musuh yang harus dibasmi? Mengapa tidak dianggap sebagai "upah" dari pelayanan mereka?

Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang benar,  dalam waktu yang ditentukan dan ukuran tertentu. Saat mereka memakan hasil panen berarti ada tujuan besar yang disiapkan Allah untuk kemaslahatan manusia. Mereka tidak pernah akan merampas hak manusia seluruhnya. Mengapa manusia menjadi takut kelaparan dan kemiskinan dari hasil panen yang dicicipi oleh serangga, jamur dan makhluk-Nya?

Biarkan makhluk lainnya mencicipi sedikit hasil panen, bukankah ini sedekah yang tersembunyi? Sedekah yang tangan kiri dan kanan pun tidak mengetahui? Yang tidak pernah tercatat dalam alam sadar manusia? Bisa jadi seperti kisah imam Al-Ghazali, ditolong Allah karena telah menolong seekor lalat yang tercebur di tintanya.

Keluarkan sedekah pertama kali untuk alam semesta. Sisanya untuk manusia. Bukankah manusia khalifah di muka bumi? Yang harus mendahulukan makhluk lain baru kemudian dirinya sendiri? Itulah sosok khalifah. Mengapa sekarang manusia justru mendahulukan dirinya sendiri? Ini kezaliman dari sosok khalifah.

Nikmatilah saat hama memakan hasil panen. Nikmatilah fenomena saat burung memakan buah. Nikmatilah saat bajing menikmati buah kelapa. Seperti menikmati keindahan kupu-kupu dan lebah yang mengambil madu dari bunga.

Menolong Mayit Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Imam Syafii mensarikan beragam doa-doa Rasulullah saw u...


Menolong Mayit

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Imam Syafii mensarikan beragam doa-doa Rasulullah saw untuk jenazah atau mayit dalam satu doa. Doanya diabadikan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar. Ada yang unik, doa untuk yang bertakwa, hanya semoga dilipatgandakan kebaikannya. Namun bagaimana dengan ahli maksiat?

Untuk mayit yang selama hidupnya banyak dosanya, justru doanya sangat panjang. Semoga Allah menyambut dengan kasih sayang dan pertolongan-Nya. Dilindungi dari fitnah dan azab kubur. Kelak bila dibangkitkan kembali dicatat sebagai penghuni surga. Bahkan memohon agar Allah "tak perlu menyiksanya" karena Allah Maha Kaya.

Imam Nawawi juga mencantumkan anjuran ulama berdasarkan hadist tentang Talqin bagi yang sudah dikubur. Sang mayit dibimbing bagaimana menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur. Perjuangan agar muslim diampuni dan dirahmati terus diupayakan oleh mereka yang masih hidup pada yang sudah wafat. Mengapa saat masih hidup lebih banyak saling mencela? Bukan mendoakan?

Salah satu rukun khutbah Jumat adalah mendoakan kaum muslimin dan muslihat. Doa bagi yang masih hidup dan yang sudah wafat. Dalam beberapa kumpulan doa-doa yang matsur, beberapa ulama memohonkan ampunan bagi yang hidup maupun yang wafat. Kebaikan muslimin yang masih hidup dan sudah mati menjadi tanggungjawab seluruh muslimin yang hidup.

Setelah jenazah dikuburkan, Rasulullah saw mensunahkan berdiam diri sejenak dikuburannya untuk mendoakan ampunan dan ditetapkan imannya karena sang mayit sedang ditanya. Imam Syafii menganjurkan membaca Al-Qur'an hingga hatam. Abdullah bin Umar menganjurkan membaca permulaan dan akhir surat Al-Baqarah.

Para ulama bersepakat doa untuk mayit sangat berguna dan pahalanya sampai. Imam Nawawi mengatakan sebaiknya selesai membaca Al-Qur'an hendaknya berdoa, "Ya Allah sampaikan pahala ayat Al-Qur'an yang saya baca kepada si Fulan." Bila jenazah lewat maka pujilah, maka sang jenazah masuk ke Surga.

Menolong muslimin yang sudah wafat sama pentingnya dengan menolong muslimin yang masih hidup. Maka teruslah melantunkan doa-doa kebaikan jangan saling menghujat, mencela, dan memburukkannya baik di saat masih hidup maupun sudah wafat.

Al-Qur'an dan Shalat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bacaan Al-Qur'an terbaik di saat Shalat. ...

Al-Qur'an dan Shalat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bacaan Al-Qur'an terbaik di saat Shalat. Shalat yang terbaik yang berdirinya lama. Imam Nawawi menuliskan salah satu pendapat tentang keutamaan membaca Al-Qur'an dan shalat di kitabnya Al Adzkarnya. Bagaimana kaitannya dengan Ramadhan?

Rasulullah saw membaca Al-Baqarah, Al Imran dan An-Nisa dalam satu rakaat. Rukunya sama lamanya dengan berdirinya. Sujudnya sama lamanya dengan berdirinya. Itulah yang dilakukan saat berqiyamullail. Namun bila shalat berjamaah, Rasulullah saw memerintahkan surat yang pendek-pendek.

"Bawa" Murajaah hafalan Al-Qur'an ke dalam shalat. Bermurajaahlah dihadapan Allah. Agar hafalan Al-Qur'an semakin kokoh di dada, bawalah ke dalam qiyamulail selama Ramadhan. Kelak akan menjadi kebiasaan, tabiat, habit dan karakter selama perjalanan hidup ini.

Al-Qur'an telah dimudahkan oleh Allah untuk dibaca, dihafal dan dipahami. Kemudahannya akan ditambahkan lagi oleh Allah ketika membawa bacaan Al-Qur'an ke dalam shalat, terutama qiyamulail. Berdiri berlama-lamalah dengan alunan ayat Al-Qur'an di dalam shalat.

Allah melimpahkan ilmu-ilmu laduni dari ayat Al-Qur'an yang dibaca. Allah melimpahkan kepahaman yang menyentuh perasaan, hati dan akal, lalu tersimpan di dada. Rasulullah saw bergemuruh dadanya seperti air yang bergolak saat melantunkan ayat Al-Qur'an di dalam shalat.

Sejumlah Sahabat, Tabiin dan Tabiin at Tabiin hanya melantunkan satu ayat dalam Al-Qur'an dalam qiyamulailnya yang terus diulang hingga menangis tersedu-sedu hingga subuh. Itulah  limpahan rahmat Allah dari ayat Al-Qur'an yang dibacanya. Itulah kasih sayang Allah bagi mereka yang memadukan interaksi Al-Qur'an dengan shalat.

Berkomunikasi terbaik dengan Allah melalui Al-Qur'an. Pertemuan terbaik dengan Allah melalui shalat.  Waktu terbaik adalah di sepertiga akhir malam. Bila semunya berhimpun maka menjadi momentum teristimewa dan sangat berkesan, paling sangat berharga dalam hidup ini. Berdirilah berlama-lama dengan Al-Qur'an di saat shalat

Meraih Berkah dari yang Wafat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Sebelum Ramadhan, berziarah ke beberapa ...

Meraih Berkah dari yang Wafat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Sebelum Ramadhan, berziarah ke beberapa makam para ulama. KH Noer Ali Bekasi, Pahlawan Nasional,  Syeikh Quro, penyebar Islam di Karawang, dan KH Zulfikor, Ulama kharismatik Bojonggede. Berziarah secara jasadi sudah tidak bisa karena kewafatannya. Hanya bisa berziarah ilmiyah dan ruhiyah.

Tertarik berziarah ke KH Noer Ali Bekasi, Pahlawan Nasional, karena sering mendengar kisah perjuangannya dalam menuntut ilmu hingga ke Mekkah dan memperjuangkan kemerdekaan. Kisah perang gerilya, perjalanannya ke Jogyakarta menemui Jendral Soedirman hingga karamah yang dianugerahkan Allah selama perang Gerilya.

Tertarik berziarah ke KH Zulfikor Bojonggede, karena sering mendengarkan perumpamaan tentang ikhlas dan istiqamah, keteguhannya dalam berdakwah walaupun hujan, banjir, serta tidak ada yang datang, jalan politiknya di era Orde Baru, dan praktek pertaniannya.

Seorang pencari ilmu dari Afrika Utara belajar kitab Al-Muwatha imam Malik. Ditemui sang imam di Madinah, namun sang imam sudah wafat. Sang pencari ilmu mencari muridnya yang pernah bertemu dan belajar langsung dengan imam Malik, sang pencari ilmu pun mencari murid kepercayaan imam Malik hingga bertemu dan belajar langsung dengan murid imam Malik, itulah cara mendapatkan keberkahan ilmu dari mereka yang sudah wafat.

Sang pencari ilmu menjadi pendakwah pertama di Afrika Utara, kelak dia pun menjadi pelopor berdirinya kesultanan di Afrika hingga membuka wilayah baru hingga ke Eropa. Menuntut ilmu, menyerap energi spiritual dari imam Malik dengan belajar kepada muridnya.

Berikhtiar meraih keberkahan para ulama yang telah wafat dengan bersilaturahmi dan berguru pada murid-muridnya yang pernah langsung bertemu dengannya. Seperti para Tabiin yang mendapatkan keberkahan karena bertemu dan belajar dengan para Sahabat yang bertemu dan belajar langsung dengan Rasulullah saw.

Seperti Tabiin at Tabiin yang mendapatkan keberkahan dengan bersilaturahmi dan berguru dengan para Tabiin yang bertemu dan berguru dengan Tabiin. Inilah rangkaian sanad yang tidak boleh terputus. Rasulullah saw bersabda bahwa bila di dalam pasukan masih terdapat para Sahabat, Tabiin dan Tabiin at Tabiin maka pasukan tersebut tak terkalahkan.

Rangkaian ketersambungan generasi masa lalu dengan masa depan, dalam ilmu hadist disebut sanad, dalam dunia keilmuan disebut ijazah, dalam dunia pergerakan disebut baiat, dalam dunia tasawuf disebut talqin. Inilah ketersambungan keberkahan yang tak pernah terputus.

Obsesi Semakin Berumur Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Semakin berumur, obsesi semakin sederhana. Pagi...

Obsesi Semakin Berumur

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Semakin berumur, obsesi semakin sederhana. Pagi - Dzuhur hanya mengelola dan mengolah hasil kebun. Dzuhur - Ashar mengajar di madrasah diniyah informal. Magrib hingga bada Isya mengajar baca Al-Qur'an Iqra di mushalla. Mengulang kembali masa kecil.

Dahulu terobsesi menjadi konsultan, trainer, coach dan pembicara hebat. Berkumpul dengan orang-orang hebat, pintar dan sukses. Sekarang, ternyata lebih nikmat mengajar informal di lokasi yang sunyi dan terpencil di sebuah madrasah dan mushalla yang tak dikenal. Bercengkrama dengan warga petani.

Dahulu terobsesi memiliki kedudukan tertinggi di kantor. Keliling Nusantara. Dihormati banyak orang. Sekarang, ternyata yang paling nikmat, memegang golok, pacul, dan garpu untuk mengolah tanah. Menanam pohon dan tumbuhan kecil. Mengamati, mengurus dan memanennya.

Dahulu terobsesi dengan berwisata dari satu kota ke kota lain dengan kendaraan sendiri. Sekarang, ternyata lebih indah dan nikmat, mengamati satu tanaman ke tanaman lain. Menikmati keindahan bukit, hutan dan pegunungan. Menikmati air yang mengalir jernih di sungai dan selokan.

Dahulu terobsesi mendengar musik dan syair yang indah. Sekarang, ternyata lebih nikmat mendengarkan daun dan dahan yang dihempas oleh angin. Derunya angin. Dahan yang saling bergesek. Suara hewan tanah dan burung. Suara aliran air sungai yang menghempaskan bebatuan.

Dahulu terobsesi dengan rumah yang mewah, tempat tidur dan kursi yang empuk. Sekarang, ternyata lebih indah rumah panggung yang terbuat dari pagar bambu. Tidur dan duduk di atas bale-bale bambu dengan pemandangan sawah yang membentang.

Semakin hari dunia semakin tak indah lagi. Dunia semakin semerawut dengan kehendak-kehendak manusia yang terus memburu dan mengeksploitasi dunia. Hiruk pikuk politik dan bisnis. Hiruk pikuk ketenaran dan keharuman nama baik. Hiruk-pikuk saling berbangga dan merasa lebih baik dan benar. Padahal yang terindah itu hanya bersama Allah saja.

Sinkronisasi Karakter Tanah dan Tanaman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Al-Qur'an tidak banyak men...

Sinkronisasi Karakter Tanah dan Tanaman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Al-Qur'an tidak banyak menyebutkan tanah yang subur dan hama tanaman. Tetapi lebih banyak membahas ragam tanaman, tanah dan air yang mengalir. Sebab pada dasarnya semua tanah subur karena mendapatkan kesuburan dari air hujan, sisa tumbuhan dan hewan tanah.

Tugas manusia, bagaimana mensikronisasikan karakter tumbuhan dengan karakter tanah? Agar tumbuhan tumbuh berkembang dengan baik. Tugas manusia, bagaimana  mensinkronisasikan karakter hama dengan karakter kombinasi tumbuhan? Agar hama tidak menyerang namun menjadi penopang pertumbuhan tanaman.

Bagaimana mengetahui kesesuaian karakter tanah dengan karakter tumbuhan? Perhatikan tumbuhan yang hidup disekitarnya. Perhatikan tumbuhan yang berbuah lebat di daerah sekitarnya. Atau membawa tanah ke laboratorium untuk diuji karakternya lalu disesuaikan dengan karakter tumbuhan yang cocok.

Ada tanaman yang "bandel" ada juga yang "manja". Ada yang butuh terpaan matahari yang maksimal, ada juga yang hanya bisa hidup dibawah naungan pohon lainnya. Ada yang menyuntikkan unsur hara ke tanah, ada juga yang menghabiskan. Ada yang menghabiskan air tanah, ada yang menjaga air tanah dan mengalirkan ke permukaan tanah.

Ada yang bisa di panen dalam hitungan hari, bulan, setahun, 2-3 tahun dan puluhan tahun. Ada yang berbuah sepanjang tahun atau musim tertentu saja. Ada yang dipanen daun, akar, umbi,  bunga, buah dan kayunya. Jadi apa yang ditanam? Sesuaikan dengan kebutuhan dan target pasarnya.

Al-Qur'an selalu menyebutkan beberapa tanaman secara bersamaan. Ragam karakter tanaman disebutkan dalam satu ayat atau ayat-ayat yang beriringan dan berdekatan. Artinya, hasil yang optimum bila menanam lebih dari satu jenis tanaman dengan karakter yang saling menopang, melengkapi atau saling mengisi.

Gambaran surga adalah sebagian besar gambaran tentang kebun, taman, buah-buahan dan air mengalir. Sedikit yang menggambarkan tentang rumah dan perlengkapan, perhiasan dan bidadari. Artinya bertani dan berkebun lebih membahagiakan dibandingkan membangun rumah, kendaraan dan perhiasan.

Diajarkan Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana agar Allah mengajarkan kita? Melimpahkan ilm...

Diajarkan Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)



Bagaimana agar Allah mengajarkan kita? Melimpahkan ilmu? Memberikan solusi? Apakah meraih ilmu hanya dengan proses belajar, membaca, mendengar dan berfikir? Apakah proses ilmu hanya dengan berinteraksi dengan buku, tulisan,  jurnal dan penelitian ilmiah?

Saat imam Malik pertama kali bertemu dengan seorang anak kecil yang bernama Syafii, beliau berpesan, "Jangan engkau padamkan cahaya hati dengan kemaksiatan." Saat remaja Syafii belajar dan lupa akan pelajarannya, sang guru berkata, "Kemaksiatan menjadi sebab hafalanmu hilang."

Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa yang menyebabkan Allah mengajarkan sesuatu adalah rasa takut pada Allah. Mengapa Allah mengangkat seseorang mencapai derajat ulama? Karena ulama adalah hamba-Nya yang sangat takut kepada Allah.

Andai seluruh ilmu manusia ditimbang dengan ilmu Abu Bakar. Bila ilmu manusia ditimbang dengan ilmu Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali, maka ilmu seluruh manusia tak sanggup menandingi ilmu para Khalifatur Rasyidin. Apa sebabnya?

Umar bin Abdul Aziz menjadi mashyur dengan ilmu dan keadilannya disebabkan karena takut kepada Allah. Takut kepada Allah penyebab Allah mengajarkan manusia segala ragam yang dibutuhkan untuk mengarungi kehidupannya. Seperti Shalahuddin Al Ayubi, menghadapi serbuan tentara salib dengan takut kepada Allah. Isak tangisnya menemani malamnya.

Bukan mencari ilmu, tetapi bagaimana agar Allah yang mendatangkan ilmu ke dada? Bukan belajar, tetapi bagaimana agar Allah yang mengajarkan? Perhatikan para Nabi dan Rasul, setiap menghadapi apa pun, Allah mengutus dan mendatangkan Malaikat Jibril untuk  mengajarkan firman Allah. Bukankah Rasulullah saw itu Ummi?

Mengapa lelah dalam belajar? Mengapa penat  dan sulit dalam mencari ilmu? Padahal ragam methodelogi, sarana dan prasarana terus dikembangkan? Karena mengandalkan ikhtiar, bukan bagaimana agar Allah yang langsung mengajarkan dan melimpahkan kepahaman. Hidupkan rasa takut pada Allah dengan ragam pertanggungjawaban di akhirat, maka Allah yang akan mengajarkan ragam ilmu dan hikmah ke dada manusia.

Jejak Pencari Dunia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Mengapa masih tertarik dengan tipu daya dunia? Per...

Jejak Pencari Dunia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Mengapa masih tertarik dengan tipu daya dunia? Perhatiannya tidak pada pertanggungjawaban di akhirat. Perhatiannya tidak pada peristiwa pasca kematian. Padahal yang dibanggakan oleh manusia umumnya karya manusia itu sendiri. Seperti masa lalu, menyembah berhala hasil buatan manusia itu sendiri.

Jabatan itu buatan manusia. Mobil, pesawat, motor dan ragamnya buatan manusia. Rumah, perhiasan dan ragamnya, buatan manusia. Uang, emas dan perak olahan manusia. Adakah yang istimewa dari buatan manusia? Mengapa manusia menginginkan, memperebutkan dan membanggakannya?

Yang ada di dunia. Yang diperebutkan dan dibanggakan, semuanya permainan dan senda gurau. Mengapa tiba-tiba batu bisa bernilai jutaan rupiah? Mengapa tiba-tiba ikan hias berniat jutaan rupiah? Padahal setelah itu tak ada harganya? Siapakah yang mempermainkannya? Terkadang kendaraan lama bisa lebih mahal dari yang baru.

Kemana kekayaan para Kaisar Romawi dan Persia? Kemana kekayaan para penakluk dan penemu benua? Kekayaan Namrudz, Firaun, dan Qarun? Dimana singgasana para penguasa? Saat ini tak ada lagi jejaknya. Padahal di eranya, kekuasaan dan kekayaannya  tak terhingga. Banyak manusia yang menginginkannya.

Namun hingga detik ini, manusia terus memburu kekuasaan, jabatan dan kekayaan. Padahal jejak yang dimiliki generasi sebelumnya tidak ada lagi yang ditemukan. Keturunannya pun tak merasakan kekuasaan dan kekayaan dari para pendahulunya.

Manusia terus diperdaya oleh nafsu keinginannya, obsesi cita-citanya, serta angan-angannya. Waktu pun terus bergulir. Saat tua renta, apakah yang dikumpulkan, diburu dan diraih tetap saja masih dibanggakan? Pada akhirnya semuanya tak berguna. Pada akhirnya semuanya biasa saja, sama seperti seonggok pasir di hamparan pantai.

Manusia terus tertipu oleh dunia dan bisikan syetan. Manusia terus terjerumus oleh angan-angan dan khayalannya yang bermunculan dari dirinya. Manusia terus memburu yang bukan kebutuhan masa depannya. Semudah itukah makhluk sempurna menjadi terhina?

Fokus Pertanggungjawaban di Akhirat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Dalam kitab Riyadhus Salihin, ada ...

Fokus Pertanggungjawaban di Akhirat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Dalam kitab Riyadhus Salihin, ada hadist yang menggambarkan bagaimana memalingkan dari tipuan dunia. Bila manusia tahu yang diketahui oleh Rasulullah saw, maka manusia tidak akan bisa menikmati kehidupan seksnya.. Mengapa kehidupan seks menjadi kegandrungan saat ini? Perhatikan kecendrungan penyimpanan seksual di era ini.

Di akhirat kelak, di Padang Mahsyar, wanita dan lelaki telanjang. Mengapa tidak ada hasrat sedikit pun untuk memandang kebugilan? Mengapa lelaki dan wanit tidak ada ketertarikan sama sekali? Sebab urusannya  sangat besar dan sulit. Fokusnya menghadapi  pertanggungjawaban dihadapan Allah.

Saat pertanggungjawaban di hadapan Allah, manusia ingin "membuang" kekayaannya. Menyerahkan seluruh harta sebanyak dan seberat alam semesta untuk beramal shaleh. Ingin memutar balik dan menata ulang perjalanan hidupnya.

Di dunia, banyak yang berbangga dengan banyaknya pengikut dan pendukung. Para pengikutnya berbangga dengan idolanya. Saat pertanggungjawaban di hadapan Allah, Pemimpin dan pengikutnya saling menyalahkan saling memperberat timbangan keburukan.

Banyak yang berbangga dengan kedudukan  dan jabatan. Padahal hanya menjadi kepanjangan tangan keburukan yang memberikan jabatan dan kedudukan. Hidupnya hanyalah menjadi budak-budak. Seperti para penjajah yang memberikan jabatan tinggi kepada pribumi untuk menindas dan memeras bangsanya sendiri.

Hilangnya rasa pertanggungjawaban dihadapan Allah, itulah bibit awal kehancuran peradaban manusia. Oleh sebab itu, dialog terbanyak di Al-Qur'an antara para Nabi dan Rasul dengan penentangnya yaitu tentang Hari Pertanggungjawaban. Padahal hari kebangkitan itu seperti tanah mati yang disiram air hujan.

Derajat tertinggi dalam syariat adalah Ihsan. Derajat tertinggi dalam ketasawufan adalah makrifat. Keduanya melahirkan karakter Muraqabah dan Muhasabah. Inilah method mencicil langkah pertanggungjawaban hidup di dunia sebelum di hadapan Allah. Malu kepada Allah, menghapuskan seluruh persoalan dan penyimpangan peradaban manusia. Islam menghadirkan solusi yang praktis dan mudah, di tengah keruwetan manusia dalam menghadapi persoalan hidupnya.

Teruslah Berdoa Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Kaisar Romawi dan Persia tidak akan ada lagi di muka b...

Teruslah Berdoa

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Kaisar Romawi dan Persia tidak akan ada lagi di muka bumi. Itulah sabda Rasulullah saw. Di era Khalifatur Rasyidin para Sahabat berjihad dengan bermodalkan keyakinan pada hadist ini. Semuanya terwujud di era Umar bin Khatab. Utsman bin Affan bersiap mempersiapkan mewujudkan sabda Rasulullah saw berikutnya yaitu pembebasan Konstantinopel.

Utsman bin Affan dan Muawiyah bin Abu Sofyan membangun angkatan laut. Mulai membebaskan pulau-pulau dan negri-negri yang mengarah ke Konstantinopel. Abu Ayub Al-Anshori terus berdoa menjadi bagian jamaah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan. Dia berpesan agar dimakamkan di sekitar benteng.

Semua khalifah dan panglima perang Muslimin terus berdoa dan berjihad menjadi bagian yang membebaskan Konstantinopel. Walaupun baru terwujud setelah 800 tahun kemudian. Apakah doa-doanya sia-sia?

Para ulama bahu membahu membebaskan Nusantara dari penjajahan Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris. Mereka terus berdoa dan berjihad. Kemerdekaan baru terwujud di 1945. Apakah doanya sia-sia?

Terus memunajatkan doa itu untuk menguji keyakinan pada Allah. Yakinkah dengan "Kun Fayakun" Nya Allah? Yakinkah dengan Maha Kuasa-Nya? Maha Mendengar dan Berkehendak-Nya? Berputus asakah dari rahmat-Nya?

Di Akhirat nanti, mereka yang doanya tidak terkabul justru lebih bahagia dari yang doanya terkabul. Balasan Allah terhadap yang tidak dikabulkannya doa di dunia justru lebih besar; membuat iri mereka yang dikabulkan doanya di dunia.  Yang terrealisasi doanya terkabul justru berkata, "Mengapa doanya terwujud di dunia?"

Teruslah berdoa. Berdoalah dengan memanjatkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut ukuran manusia. Bukan untuk berkhayal tetapi untuk menguji diri, apakah yakin dengan "Kun Fayakun" Nya Allah? Bukankah Allah yang memasukkan siang ke dalam malam? Memasukkan malam ke dalam siang? Bukankah Allah yang menundukkan alam semesta bagi manusia? Bukankah Allah itu pemilik, raja dan yang menggenggam alam semesta?

Awal solusi itu dari berdoa, bukan berfikir, ilmu, teknologi dan ikhtiar. Saat pemuda Musa dikejar oleh Firaun dengan dalih membunuh pemuda Mesir, yang dilakukan oleh Musa ada berdoa terlebih dahulu. Saat Nabi Ibrahim dibakar, yang dilakukan berdoa terlebih dahulu. Saat Nabi Yunus di perut ikan paus yang dilakukan berdoa terlebih dahulu.

Doa, Awal Solusi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Semuanya berasal dari Allah. Semuanya kembali pada Al...

Doa, Awal Solusi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)



Semuanya berasal dari Allah. Semuanya kembali pada Allah. Allah yang menggenggam ubun-ubun manusia. Allah yang menulis takdir di Lauhul Mahfud. Seluruh urusan di alam semesta akan kembali kepada Allah. Sebab itulah, doa adalah perjalanan awal menuju solusi.

Doa itu di awal, bukan di akhir. Setiap memulai aktivitas, Rasulullah saw mengajarkan berdoa terlebih dahulu. Bahkan membaca Al-Qur'an pun dimulai dengan berdoa. Berdoa sebuah fasilitas jalan pintas termudah dari Allah bagi hamba-Nya.

Mengapa kehidupan menjadi sulit? Di era sekarang, manusia mengandalkan dirinya bukan mengandalkan Allah. Mengandalkan dirinya berarti mengandalkan kebodohan, kelemahan, kelalaian dan kezaliman dirinya sendiri. Mengandalkan diri seperti  mengandalkan kekuatan debu di tengah kekuatan alam semesta.

Bagaimana kehidupan Rasulullah saw di tengah-tengah imperium Romawi, Persia, India dan Cina? Mengapa hanya dalam puluhan tahun mampu melampaui peradaban saat itu? Tak ada catatan yang mencengangkan, semua berjalan seperti biasa saja, natural. Namun mengapa menghasilkan lompatan peradaban?

Doa itu mudah, namun bukankah mampu memutarbalikkan sebuah kenyataan? Doa itu mudah, bukankah bisa merubah takdir dan keadaan dengan sangat cepat dan singkat? Lihatlah para Nabi dan Rasul saat menghadapi kedurhakaan para pembesar dan kaumnya, bukankah hanya dengan berdoa? Seketika itu pula seluruh keadaan berubah.

Dengan doa, Umar bin Khatab berubah dari penentang menjadi pembela. Dari membenci menjadi mencintai. Dari lawan menjadi kawan. Dengan doa, penduduk Thaif yang berusaha  mencelakakan Rasulullah saw, namun di saat kemurtadan melanda jazirah Arab di era Abu Bakar Shidiq, mereka menjadi pembela Islam.

Jalan pintas membangun peradaban Islam kembali bukan dengan ilmu dan teknologi ala Barat atau Timur, tetapi dengan penghambaan diri, penyerahan diri, mentaati syariat-Nya dan doa-doa yang terus dipanjatkan dalam setiap keadaan. Doa adalah wujud penghambaan diri. Inilah jalan pintas tercepat membangun peradaban Islam yang melampaui seluruh peradaban saat ini.


Bukankah doa itu senjata bagi mukmin? Mengapa saat ini kaum muslimin menanggalkan senjatanya? Menanggalkan sarana dan fasilitas datangnya pertolongan Allah?

Indikator Peta Kezaliman Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana cara mendapatkan uang,  maka sepert...


Indikator Peta Kezaliman

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bagaimana cara mendapatkan uang,  maka seperti itu pula cara menghabiskannya. Uang yang haram melahirkan gaya hidup mewah, menghamburkan, menyia-nyiakan, mubazir, dan memamerkan. Allah akan menampakkannya. Mereka tak bisa menyembunyikannya.

Hati yang dengki akan ditampakkan dari raut wajah dam cara bicaranya. Hati yang kotor akan diperlihatkan dari prilaku dan akhlaknya. Semuanya akan ditampakkan dengan sangat jelas. Harta yang haram akan ditampakkan dari cara menggunakannya.

Memamerkan kekayaan tak bisa dicegah dan dilarang. Sebab, itulah hukuman bagi kekayaan yang diperoleh dari yang haram. Perhatikan Qarun yang memamerkan kemewahannya. Perhatikan para pembesar yang menentang para Nabi dan Rasul yang memamerkan kekayaannya.

Perhatikan bagaimana prilaku raja dan pejabat yang zalim? Perhatikan prilaku raja dan pejabat yang adil? Yang zalim selalu memamerkan kekayaannya. Hidup dalam kemewahannya. Yang adil, hidup dalam kesederhanaan bahkan hingga kekurangan. Begitu mudah memotret karakter kepemimpinan,  caranya apakah menonjolkan kemewahan kekayaannya?

Kezaliman penguasa terlihat jelas dari jurang kesenjangan kekayaan pejabat negara dengan potret kemiskinan rakyatnya. Semakin jauh kesenjangannya, berarti semakin zalim penguasanya.

Dimana perputaran uang terbanyak? Bila perputaran uang tertumpu di kalangan terbatas di kalangan para pejabat dan penguasa. Bila uang semakin banyak ditimbun  bertanda sebuah kezaliman merajalela.

Peta ketidakadilan. Peta kezaliman. Peta keharaman kekayaan sangat jelas. Kekayaan memiliki karakter. Karakternya mempengaruhi karakter pemiliknya. Bagaimana kekayaan itu diperoleh, akan mempengaruhi karakter pemiliknya.

Jiwa Penguasa dan Pejabat Publik Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bila masih memandang bahwa kaya dan m...

Jiwa Penguasa dan Pejabat Publik

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bila masih memandang bahwa kaya dan miskin itu berbeda. Bila masih melihat batu kerikil dan emas itu berbeda. Bila masih melihat kemuliaan itu pada kedudukan. Berarti belum layak menjadi penguasa dan pejabat publik.

Bila kekayaan semakin bertambah. Bila gaya hidup berubah semakin tinggi sejak menjadi penguasa dan pejabat publik. Bertanda belum siap menjadi penguasa dan pejabat publik. Bukankah Khalifatur Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz dan Shalahuddin Al Ayubi justru bertambah miskin sejak menjadi penguasa dan pejabat publik?

Bila masih berhasrat pada dunia. Bila masih terpukau dengan perhiasan dunia. Bila masih bermegah-megahan dengan dunia, bertanda belum layak menjadi penguasa dan pejabat publik. Umar bin Khatab mendatangi rumah Abu Ubaidah bin Jarrah, panglima perang pembebas Masjidil Aqsha, ternyata di rumahnya tidak ada kekayaan sedikit pun.

Bila kebahagiaan masih memiliki syarat. Bila ketentraman masih memiliki syarat. Bila kesenangan masih memiliki syarat atas kepemilikan sesuatu dari dunia. Berarti belum memiliki syarat menjadi penguasa dan pejabat publik.

Bila orientasi hidup masih ingin mengumpulkan dan memiliki. Bila masih ada besitan hati untuk mengenggam dari sesuatu dari dunia ini. Bila masih ingin bersenang-senang dengan diri sendiri. Berarti belum layak untuk menjadi penguasa dan pejabat publik.

Bila penyebab kebahagiaan, kesenangan dan kesedihan masih berkaitan dengan diri sendiri, keluarga dan kerabat. Bila ukuran kesuksesan masih berkaitan dengan diri sendiri, dan sanjungan dan pujian berarti masih belum layak menjadi penguasa dan pejabat publik.

Penguasa dan pejabat publik adalah perantara antara Allah dengan yang dipimpinnya. Bila dihatinya masih banyak sesuatu selain Allah. Bila obsesinya masih banyak sesuatu selain Allah, bagaimana bisa menjadi perantara dengan Allah? Bagaimana bisa menyelesaikan persoalan yang dipimpinnya dengan rahmat Allah? Bagaimana bisa keberkahan terlimpah dari langit dan bumi?

Manajemen Ragam dan Tahapan Menanam di Al-Qur'an Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Bagaimana tahapan...

Manajemen Ragam dan Tahapan Menanam di Al-Qur'an

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Bagaimana tahapan menanam beragam jenis tanaman yang menguntungkan? Jenis tanaman apa saja yang dapar ditanam secara  bersamaan dengan hasil optimal?  Bagaimana mengkaitkan pertanian dengan peternakan? Bukalah Al-Qur'an di surat Abasa.

Allah menggugah manusia dengan pertanyaan, coba perhatikan makanan yang dikonsumsi? Setelah itu mengapa Allah menjelaskan air hujan dari langit dan bumi yang mudah dibelah? Apa kaitan makanan dengan langit dan bumi?

Apa artinya air hujan dari langit tanpa bumi? Apa artinya bumi tanpa air hujan? Bila salah satu tidak ada, maka tidak akan pernah ada kehidupan. Air hujan dan tanah, bila dipadukan akan melahirkan beragam kemukjizatan dan keajaiban yang seringkali dilewatkan, dilupakan dan tidak diperhatikan.

Biji-bijian hanya bisa tumbuh bila bersentuhan dengan tanah dan kelembabannya yang berasal dari air hujan. Apa yang menyebabkan bijia-bijian bisa merespon sehingga mengeluarkan akar dan tunas? Bagaimana interaksi biji dengan tanah sehingga bisa tumbuh?

Al-Qur'an menyebutkan 2 tanaman yang harus ditanam pertama kali, yaitu anggur dan sayuran. Anggur berumur setahun baru berbuah. Sayuran dapat dipanen saat berumur seratus hari. Bagaimana kaitannya dengan cashflow? Bagaimana kaitannya pohon yang merambat dengan sayuran? Apakah bisa saling menopang kesuburan dan kebutuhan zat hara tanah? Apakah bisa meminimalisir hama penyakit?

Setelah berkisah anggur dan sayuran, Allah mengkisahkan pohon zaitun dan kurma. Saat menanam tanaman musiman yang berbuahnya bulanan dan setahun, dilanjutkan dengan tanaman keras yang berumur hingga puluhan tahunan. Bila bisa memadukan kecil, merambat dan besar, ini efektivitas pemanfaatan lahan yang luar biasa. Bawah (sayur), tengah (merambat) dan atas (pohon keras) akan menghasilkan buah. Berbuah setiap saat.

Setelah tanah menjadi teduh dengan pepohonan, maka biarkan rerumputan hidup. Setelah itu beternaklah. Biarkan rumput dimakan oleh binatang ternak. Biarkan tanah disuburkan dengan air seni dan kotoran binatang ternak. Bila seperti ini, cukup bengong saja setiap saat di rumah, namun Allah melimpahkan kekayaan yang banyak. Itulah sebab mengapa zakat pertanian lebih besar daripada hasil bisnis lainnya.

Kesadaran akan Fenomena Alam Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Saat awan berarak membentuk gumpalan awan...

Kesadaran akan Fenomena Alam

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)



Saat awan berarak membentuk gumpalan awan mendung, apa yang terpikirkan? Saat kilatan halilintar dan guruh bergemuruh serta menggelegar menyambar-nyambar di angkasa, apa yang terbesit?

Allah yang menentukan dimana hujan turun. Allah melempar halilintar sesuai Kehendak-Nya.  Fenomena alam yang tangkap bila tidak membawa kesadaran akan Allah, bertanda apakah? Rasulullah saw berubah raut wajahnya saat angin berhembus keras dan awan tebal menyelimuti langit. Setiap fenomena memunculkan ketakutan dan harap pada Allah.

Bila memasuki hari Jumat, seluruh jagat raya dan hewan menjerit ketakutan. Jeritannya tak dipahami manusia. Semuanya menjerit hingga waktu terbitnya matahari. Mengapa? Hari Kiamat terjadi pada hari Jumat, itulah yang dikhawatirkan oleh jagat raya.

Banyak sekali fenomena optimisme berubah menjadi kehancuran. Perhatikan kisah kaum Aad dan Tsamud? Menantang para Nabi. Saat di langit terlihat awan, disangka hujan yang membawa kemakmuran, ternyata gelombang angin kencang yang membawa batu-batu keras yang menerjang. Mereka hancur di rumahnya sendiri.

Tanda kehancuran diawali saat pintu-pintu dunia dibuka sempurna. Tanda kehancuran diawali saat apa yang ada pada dirinya dianggap miliknya dan merasa bebas melakukan apapun sesuai egonya. Sebab prilaku ini sudah merampas hak Allah.

Membaca fenomena alam, berarti membaca Kehendak-Nya di jagat raya. Memperhatikan fenomena di sekitar kita, berarti membaca takdir-Nya yang sudah tertulis di Lauhul Mahfud. Bisakah semuanya menjadi kesadaran  Ketuhanan? Kesadaran keinsafan? Kesadaran akan masa depan?

Otak media perekaman. Mata, telinga dan panca indra, media mengumpulkan data dan informasi. Akal mengolah dan memahaminya. Hati akan dibawa kemana dan bagaimana meresponsnya? Bila semua fenomena tidak membawa penghambaan diri kepada Allah, maka perjalanan waktu hanya kesia-siaan hidup.

Kekuatan Alam Semesta dan Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Jin Ifrit dapat memindahkan singgasa...

Kekuatan Alam Semesta dan Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Jin Ifrit dapat memindahkan singgasana ratu Balqis sebelum Nabi Sulaiman berdiri. Dia bisa memindahkan singgasana tersebut dengan kekuatan yang ada pada dirinya. Namun manusia bisa memindahkannya sebelum Nabi Sulaiman berkedip matanya. Namun, bukan dengan kekuatannya tetapi dengan ilmu yang didapatkan dari Kitab.

Kekuatan seluruh makhluk di jagat raya berpadu dengan dirinya. Ditanam langsung pada dirinya sendiri. Bagaimana dengan manusia? Kekuatan bawaan manusia sangatlah lemah, menjadi luar biasa bila memanfaatkan ilmu yang berasal dari Kitab dan alam semesta. Kemampuan membaca tanda-tanda kebesaran Allah, itulah kunci ilmu. Itulah kekuatan manusia.

Allah membacakan Kitab kepada manusia. Allah menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya pada manusia. Para Nabi dan Rasul menyeru manusia. Artinya, Allah telah memudahkan manusia untuk mendapatkan ilmu sehingga manusia mudah memahaminya. Ilmu itu datangnya dari Allah.

Allah menciptakan segala sesuatu dengan kebenaran. Menuliskan takdir dan alam semesta dengan kebenaran. Menurunkan Kitab Suci dan Rasul dengan kebenaran. Namun mengapa tidak selalu membawa manusia pada kebenaran? Manusia menutup telinga, mata dan hatinya. Obyek yang benar dilihat dengan alat uji yang salah. Obyek yang benar dengan alat uji yang benar tetapi dengan orientasi yang salah, akan mendapatkan pemahaman yang salah.

Seluruh kesalahan alat uji dan orientasi ini, memperlambat datangnya ilmu yang membahagiakan dan mensejahterakan. Manusia berabad-abad jatuh pada ilmu, teknologi dan peradaban yang salah dan menghancurkan. Waktu dan umur hanya untuk menghancurkannya sendiri.

Peradaban para Nabi dan Rasul adalah peradaban ilmu dan teknologi yang lahir dari kemukjizatan. Peradaban yang tercipta "seketika" tanpa proses alamiah. Bila ingin melahirkan peradaban yang bermartabat dan sejahtera dengan waktu yang singkat, ikutilah cara para Nabi dan Rasul membangun peradaban. Kembali kepada kitab suci.

Bagaimana peradaban sebelum para Nabi dan Rasul? Romawi, Persia, India dan Cina, membangun peradabannya beribu tahun. Bagaimana akhirnya? Kondisi peradaban dunia sebelum diutusnya Rasulullah saw, itulah peradaban tertinggi yang bisa diraih dari hasil ego manusia di semua zaman. Lompatan peradaban hanya bisa dilakukan hanya dengan mengikuti jejak para Nabi dan Rasul saja. Tidak ada jalan selain itu.

Percepatan Ilmu, Teknologi dan Peradaban Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Hidup itu hanya untuk mengham...

Percepatan Ilmu, Teknologi dan Peradaban

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Hidup itu hanya untuk menghambakan diri pada Allah. Tidak menyekutukan-Nya. Menyeru kepada-Nya. Kembali kepada-Nya. Sesederhana itu kehidupan ini.

Sebab penghambaan diri pada Allah-lah, alam semesta ini ditundukkan dan melayani manusia. Bumi dihamparkan. Gunung dijadikan pasak. Rezeki dicurahkan. Allah mengutus para malaikat untuk membantu urusan manusia. Roda alam semesta bergerak hanya untuk menopang penghambaan diri pada Allah.

Keberkahan dari langit dan bumi akan keberlimpahan tak terbatas, bila setiap manusia hanya terfokus pada penghambaan diri pada Allah. Ilmu, teknologi dan kebijaksanaan akan dipahamkan ke dada manusia.  Bisa jadi, hanya dengan lisannya saja seluruh jagat raya akan mematuhinya.

Bukankah banyak kisah, ikan di lautan mengantarkan berlian? Batu menjadi emas? Hentakan kakinya mengeluarkan air? Bekas sujudnya menjadi mata air? Kuda melahirkan kembar di seluruh negri? Buah-buahan berlimpah panennya? Semuanya nyata bila peran penghambaan diri kepada Allah direalisasikan sempurna.

Bila manusia mengandalkan egonya, maka kesulitan yang menderanya. Semuanya harus dipecahkan dengan akal, ilmu, teknologi, kekuatan dan sumber dayanya sendiri. Bila menghambakan diri pada Allah, Allah yang akan menunjukkan jalan-jalannya, menolong, membantu, memudahkan, membimbing, memimpin, dihapuskan kesalahannya dan dilipatgandakan hasilnya.

Saat Nabi Sulaiman dan Dawud  menghambakan diri sempurna, Allah memahamkan ilmu, menundukkan jin, burung, angin, awan, gunung dan lautan. Lautan mengeluarkan harta karunnya. Logam dan besi dilunakkan. Membangun gedung yang tinggi dan kokoh  Bila nabi Sulaiman dan Dawud mengandalkan egonya, berapa ratus tahun untuk bisa mencapainya? Berapa ratus tahun Nabi Nuh bisa membuat kapal? Bila mengandalkan akalnya?

Sejak Renaisance hingga sekarang, apa yang sudah dibangun oleh peradaban Barat? Padahal kaum Muslimin bisa meraihnya hanya puluhan tahun saja. Romawi dan Persia bertempur 700 tahun untuk menentukan hegemoninya. Kaum Muslimin hanya butuh 20 tahun untuk membebaskan Romawi dan Persia. Peradaban manusia berjalan lambat dan terseok-seok karena menanggalkan penghambaan diri kepada Allah dengan beralih  mengandalkan dirinya sendiri.

Menaklukkan Kehidupan dan Alam Semesta  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Yang pintar, ingin segalanya s...

Menaklukkan Kehidupan dan Alam Semesta 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Yang pintar, ingin segalanya sederhana dan mudah. Yang bodoh, segala rumit dan ribet. Bukankah takdir manusia itu dilayani oleh alam semesta? Bukankah takdir manusia itu hanya untuk menghambakan diri dan menjadi khalifah?

Lebih mudah diatur atau mengatur? Diatur hanya tinggal duduk manis, semuanya disediakan, hanya menunggu perintah dan instruksi, dibimbing dan dipimpin, fasilitas dilengkapi dan dipenuhi, bila ingin sesuatu tinggal memohon saja. Padahal hanya cukup bayar ala kadarnya saja. Namun mengapa manusia banyak memilih yang ribet dan ruwet?

Manusia ribet dan ruwet karena ingin mengurusi dirinya sendiri. Padahal dirinya sendiri pun tak paham akan dirinya sendiri. Merasa dengan akal dan ilmunya sudah mumpuni untuk berjuang sendiri menghadapi gelombang kehidupan.

Bandingkan diri dengan kekuatan alam semesta? Bandingkan diri dengan gelombang lautan? Bila lautan tidak ditakdirkan untuk melayani manusia, bisakah manusia menerjang ombak? Berlayar di atasnya? Ikan menjadi lauk pauknya?

Bila tanah tak dihamparkan untuk melayani manusia, bisakah berjalan dan membangun di atasnya? Bisakah menghadapi tanah yang terus bergerak dan berguncang karena tak mau diinjak-injak? Tanah mengeras karena tak mau diolah?

Seluruh kekuatan alam semesta melemah di hadapan manusia. Seluruh kekuatan alam tunduk pada manusia karena manusia diciptakan untuk menghambakan diri kepada Allah dan menjadi wakil Allah di alam semesta. Bukankah saat wafat, yang durhaka kepada Allah akan dihimpit oleh tanah?

"Menaklukkan" alam semesta bukan dengan penguasaan ilmu dan teknologi, tetapi dengan menghambakan diri dan menjadi wakil Allah di muka bumi. Maka alam semesta bergerak sendiri, mengeluarkan seluruh keberkahan yang ada pada dirinya dengan kehendak Allah.

Mengendalikan Mikrokosmos Tubuh Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Sehat itu berawal dari hati yang jerni...

Mengendalikan Mikrokosmos Tubuh

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Sehat itu berawal dari hati yang jernih,  bukan gaya hidup, bukan pula makanan dan minuman yang bergizi. Perhatikan saat dokter memberikan obat pada pasien, mengapa selalu dilengkapi antibiotik? Mengapa tidak cukup suplemen vitamin dan obat untuk penyakit tersebut saja?

Penyakit tubuh berawal dari penyakit hati. Penyakit tubuh tidak berasal dari gaya hidup yang buruk dan kekurangan nutrisi. Penyakit hati akan mengacaukan gaya hidup, pola konsumsi dan model pergaulan. Yang sehat bisa berubah menjadi kekacauan pola bila hatinya sakit.

Setiap penyakit hati akan mengacaukan pola metabolisme tubuh. Setiap penyakit hati merangsang dikeluarkan hormon dan unsur lainnya yang bisa merusak tubuh. Seperti pada mereka yang tidak ridha terhadap takdir Allah akan merangsang keluarnya asam yang berlebihan pada lambung. Segala obat tak bisa menyumbat kelebihan asam lambung bila tidak memperbaiki hatinya terlebih dahulu.

Bagaimana mengendalikan organ tubuh dalam manusia? Bagaimana mengendalikan detak jantung, aliran dan tekanan darah, asam di lambung, metabolisme tubuh, dan ragam yang tidak diketahui oleh manusia? Bagaimana mengendalikan mikrokosmos tubuh?

Hati adalah rajanya. Mengendalikan hati berarti mengendalikan sistem mikrokosmos tubuh? Mengendalikan hati berarti mengendalikan terbangunnya sistem yang memperbaiki dan mengobati  tubuh.

Tak banyak yang harus dilakukan untuk membugarkan dan menyehatkan tubuh. Tak harus berilmu kesehatan yang mumpuni. Tak harus memahami ilmu gizi dan olah tubuh yang mendalam. Yang dibutuhkan hanya ilmu hati dan menghambakan diri pada Allah.

Mengapa dalam dzikir, shalat, puasa dan sedekah terdapat ilmu dan aplikasi kebugaran dan pengobatan yang sangat sederhana dan mudah? Itulah rahmat Allah. Menyehatkan hati dengan beribadah. Bila hati sehat jangan dipikirkan lagi kesehatan raga, sebab itu satu paket kehidupan.

Ragam Lembaga Kekuasaan, Cara Penghisaban Penguasa  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Yotube Dengerin Hati) Membuka lembaran s...

Ragam Lembaga Kekuasaan, Cara Penghisaban Penguasa 


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Membuka lembaran sejarah hidup para khalifah dan ulama masa lalu. Membuka lembaran kehebatan para legendaris panglima perang. Darimana strategi dan model pemerintahan dan pertempurannya? Darimana memperoleh keilmuannya?

Hasan bin Ali berijtihad memberikan kekuasaan kepada  Muawiyah bin Abu Sofyan. Umar bin Abdul Aziz menyerahkan kekuasaan kepada keturunan Abdul Malik. Padahal mereka sangat mumpuni dalam mengelola kekuasaan. Mereka dapat menunjuk penggantinya yang lebih baik. Titik krusial kekuasaan adalah persoalan peralihan kekuasaan. Kekacauan sering terjadi saat peralihan kekuasaan. Hasan bin Ali dan Umar bin Abdul Aziz sangat paham akan hal ini.

Ragam model peralihan kekuasaan dicontoh oleh Rasulullah saw dan para Sahabat hingga "diamnya" para Salafus Shaleh tentang peralihan kekuasaan secara turun temurun. Yang terpenting bukan strategi dan model kekuasaannya tetapi apa yang diisi dan apa hakikat dari ragam model kekuasaan. Tegakkannya keadilan dan tegakkan keseimbangan.

Manusia cenderung zalim, lalai dan bodoh. Bagaimana membangun model kekuasaan yang menghindari kezaliman, kelalaian dan kebodohan para penguasa? Bagaimana membangun keseimbangan ke dalam model kekuasaan sehingga para penguasa tetap berada di jalan yang lurus?

Imam Mawardi menulis kitab Ahkam Sultaniyah. Memuat syarat menjadi penguasa. Proses penunjukan penguasa. Pengelolaan lembaga kekuasaan agar keseimbangan dan keadilan tegak. Namun apapun model kekuasaan bisa dihancurkan oleh penguasa itu sendiri bila semua lembaga kekuasaan digenggam sempurna agar tidak bisa mengontrol kekuasaannya.

Imam Al Ghazali menulis kitab yang memuat nasihat untuk para penguasa. Yang ditulis di era Bani Saljuk. Sang imam menasihati adab bathiniah dan jiwa spiritual seorang penguasa. Bila adab bathin dan jiw spiritual sudah tuntas tersambung dengan Allah maka ragam strategi kekuasaannya akan melahirkan keadilan; apapun model kekuasaannya.

Ragam lembaga kekuasaan yang dibentuk pada dasarnya untuk membimbing, menasihati, meluruskan tabiat penguasa yang cendrung zalim, lalai dan bodoh. Ragam lembaga kekuasaan untuk meringankan pertanggungjawabannya dihadapan Allah. Dihisab di dunia sebelum dihisab di akhirat.

Sakit Latihan Sakratul Maut Oleh: Nasrulloh Baksolahar  (Channel Yotube Dengerin Hati) Sakit itu latihan menghadapi sakratul mau...

Sakit Latihan Sakratul Maut

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 
(Channel Yotube Dengerin Hati)


Sakit itu latihan menghadapi sakratul maut. Apakah fokus ke sakit raga? Fokus pada yang bermunculan di hati dan pikiran? Fokus pada ketakutan yang akan ditinggalkan?

Sakratul maut itu sangat menyakitkan bila fokusnya pada pelepasan ruh dengan raga. Seperti tubuh dihujam oleh 1.000 pedang. Namun bila fokus pada yang akan ditemui, maka sakratul maut seperti rambut yang ditarik dari tumpukan tepung saja.

Saat sakit, cobalah untuk shalat. Masih berkeluh kesah dengan sakitnya raga? Atau tak terasa lagi sakitnya raga karena sedang bertemu dengan Allah? Allah memberikan ragam kemudahan shalat bagi yang sakit, agar fitrah sakitnya raga ditolelir sesuai kemampuan manusia sehingga hati bisa tetap fokus pada Allah

Sakit bukan sarana pembenaran berkeluh kesah kepada Allah terhadap yang diderita. Tetapi untuk menguji siapa yang dicintai? Diri sendirikah? Ujian yang sempurna diberikan kepada Nabi Ayub, bukan saja kehilangan keluarga dan kekayaan, bukan saja yang bersifat eksternal tetapi yang ada pada dirinya sendiri.

Bila jabatan hilang. Bila kekayaan hilang. Sesungguhnya tak ada yang hilang. Bila raga sakit, maka ada satu yang hilang. Bisakah kita menganggap semuanya tidak ada yang hilang? Seperti Nabi Ayub.  Sebab tubuh hanya media tunggangan menuju Allah di kehidupan dunia ini.

Tubuh harus dijaga, makan yang halal dan baik, bergerak dan beristirahat, dihiasi dengan yang indah, digunakan untuk beribadah sebab dia adalah amanah dari Allah. Bila ada prilaku yang zalim pada tubuh, maka tubuh akan sakit. Maka, kelolalah tubuh sesuai dengan tata kelola-Nya Allah.

Sebelum sakit, banyak sinyal tubuh yang terbaca, namun diabaikan. Sebelum sakit, banyak prilaku yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah saw yang diabaikan, namun tak dihiraukan. Sakit adalah saran pembersihan  diri atas prilaku kezaliman terhadap diri sendiri.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (193) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (151) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (422) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (190) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)