basmalah Pictures, Images and Photos
07/03/24 - Our Islamic Story

Choose your Language

Menduplikasi Kebesaran Sejarah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Sejarah yang ditulis manusia sangatlah terbatas. Sebab, hanya mengand...

Menduplikasi Kebesaran Sejarah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Sejarah yang ditulis manusia sangatlah terbatas. Sebab, hanya mengandalkan penglihatan dan pendengaran. Penglihatan melalui perjalanan dan pengalaman, bukti-bukti tertulis dan benda-benda purbakala. Pendengaran melalui berita-berita yang didengar melalui mereka yang mengalami arau bertemu. Sejarah yang ditulis manusia bisa dari ragam sudut pandang.

Sejarah yang ditulis manusia hanya menangkap yang dapat dilihat dan didengar, padahal banyak sisi manusia yang tak terdengar dan tak terlihat. Bagaimana pergulatan di dalam rumah bersama keluarganya? Bagaimana pergulatan hati, pemikiran dan jiwanya? Padahal inilah yang menampilkan yang dapat dilihat dan didengar untuk bukti sejarah.

Mengapa sejarah besar tak bisa menduplikasi lahirnya orang-orang besar dengan cepat? Mengapa sejarah hanya menjadi tumpukan cerita dan kertas? Hingga menjadi dongeng dan khayalan? Bahkan sebuah menara gading yang tak bisa diwujudkan kembali?

Sejarah sering berakhir menjadi legenda, menjadi penentram sebelum tidur. Menjadi mimpi-mimpi indah hanya di dalam tidur tanpa bisa diwujudkan. Padahal, yang terwujud di muka bumi hanya mewujudkan yang pernah terwujud. Mengapa tidak bisa? Bisakah mengulangi sejarah para nabi dan rasul?

Bongkarlah Al-Qur'an. Ada yang  unik dalam sejarah yang tertulis di dalamnya. Allah mengetahui yang nyata dan gaib. Allah mengetahui yang ada dibalik dada. Allah mengetahui setiap bisikan hati yang diungkapkan maupun tidak. Inilah pondasi untuk mengungkapkan inti penyebab membongkar kehebatan pelaku sejarah.

Allah membongkar yang ada direlung hati, jiwa dan akalnya. Allah tidak saja membongkar kiprahnya dalam setiap fragmen kehidupannya, tetapi yang berkecamuk di dalam dada saat fragmen sejarah ditoreh oleh para pelakunya. Padahal inilah yang menjadi sumber para pelaku sejarah bersikap dan melakukan sesuatu.

Mengapa setiap 100 tahun sekali, muncul para pembaharu dalam sejarah Islam? Mengapa  Khalifah Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafii, Shalahuddin Al-Ayubi, Muhammad Al-Fatih dan tokoh lainnya bisa mengulangi perjalanan Rasulullah saw?

Mengapa banyak Nubuwah Rasulullah saw seperti pembebasan Persia, Romawi, Konstantinopel dan Roma justru terjadi bukan di eranya? Sebab cara mengungkap sejarah dalam Al-Qur'an menembus inti sejarah. Bukan sebuah perjalanan kasat mata saja.

Berjihadlah, Itulah Sarana Terbaik Ditolong Allah Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Jihad di jalan Allah puncak sebuah amal. Puncak da...

Berjihadlah, Itulah Sarana Terbaik Ditolong Allah

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Jihad di jalan Allah puncak sebuah amal. Puncak dari peran sang khalifah. Al-Qur'an membuat tahapan sebuah amal berawal dari iman, hijrah dan terakhir jihad. Kelak, manusia sangat iri kepada para syuhada. Sehingga berniatlah untuk berjihad dan mati syahid.

Perang adalah kondisi yang tersulit dan terberat. Mengorbankan harta, jiwa dan seluruh energi yang dimiliki. Lawan pun akan mengerahkan semua kekuatan,  kebengisan dan kekejamannya. Oleh sebab itu, jihad sangat sering dikaitkan dengan pertempuran. Walaupun jihad tidak selalu perang.

Bila jihad puncak peran sebagai khalifah, maka puncak pertolongan dan perlindungan Allah pun tercurah saat manusia berjihad. Bila manusia mencurahkan seluruh potensinya, maka Allah semakin besar menolong dan melindunginya. Perhatikan surat Al-Anfal, yang menjadi wirid dalam pertempuran?

Surat Al-Anfal berkisah tentang pertempuran, namun sangat unik saat Allah berfirman di surat ini. Allah menjelaskan syarat memenangkan jihad. Allah menjelaskan pertolongan-Nya. Allah menjelaskan yang harus dihindarkan dalam pertempuran.

Surat Al-Anfal sangat sedikit mengkisahkan kehebatan jalannya pertempuran mukminin. Sangat sedikit menjelaskan syarat persiapan fisik, seperti infrastruktur dan jumlah pasukan,  seperti yang dilakukan pakar militer. Tetapi lebih banyak menjelaskan kehendak-Nya, perbuatan-Nya. Seolah-olah tak ada andil sedikit pun dari manusia.

Allah juga menjelaskan strategi fundamental dalam mengalahkan musuh dengan sangat mudah. Allah juga menjelaskan ragam jenis pertolongan yang telah diturunkan dan menjelaskan ragam kehancuran yang telah ditimpakan kepada pelaku kezaliman sebelumnya.

Dalam Jihad, justru Allah yang banyak berkisah tentang Diri-Nya, Kehendak-Nya, Perbuatan-Nya . Seolah-olah Allah berkata," Majulah ke medan jihad dalam kondisi apapun, walaupun dalam kondisi yang paling terlemah sekalipun. Sebab Allah yang akan menghadapi musuh-musuhmu." Majulah berjihad, hanya untuk menjalankan peran kita.

Pokok-pokok Perbaikan Pengelolaan Harta Benda oleh Sayid Rasyid Ridha Islam mengakui milik pribadi dan melarang memakan harta ma...


Pokok-pokok Perbaikan Pengelolaan Harta Benda oleh Sayid Rasyid Ridha



Islam mengakui milik pribadi dan melarang memakan harta manusia dengan jalan batil. Dilarang melakukan riba dan segala macam perjudian. Dilarang menjadikan harta benda hanya beredar di tangan orang yang kaya saja.

Belum pernah terjadi suatu zaman yang peredaran harta hanya di tangan orang kaya saja, seperti yang terdapat dalam bangsa-bangsa Barat sekarang ini, yang semuanya ini telah menimbulkan berontak kaum buruh kepada kaum  modal. 

Orang bodoh yang tidak pandai mengatur harta benda sendiri sehingga bisa hancur, yang membawa rugi bagi dirinya dan umatnya, tidaklah boleh memegang hartanya, melainkan dikuasai penguasa.

Wajib mengeluarkan zakat. 2,5% untuk emas, perak dan perniagaan. 10% dan 5% untuk hasil pertanian. Zakat Peternakan pun ada ketentuannya. Perbelanjaan istri dan keluarga kerabat adalah wajib.

Wajib membela orang, bangsa dan agama apapun. Wajib memberikan makan dan penginapan tetamu. Menjadi kaffarah karena perbuatan dosa tertentu. Selalu dianjurkan memperbanyak sedekah.

Dicela keras boros, royal dan berfoya-foya. Dicela keras bakhil, kikir. Semuanya menyebabkan kehancuran dan keruntuhan, baik untuk diri, umat maupun negara.

Dibolehkan berhias, berharum-harum dengan rejeki yang baik, dengan syarat jangan boros, sombong, yang membawa pada penyakit dan punahnya harta dan menimbulkan dengki, permusuhan dan segala penyakit masyarakat. Berhias menyebabkan meningkatnya produksi.

Ekonomis dan sederhana dalam menafkahi diri sendiri dan keluarga.  Kaya yang bersyukur lebih utama daripada miskin yang sabar. Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah. Amal kebajikan yang merata manfaatnya bagi banyak orang, lebih utama dari pada yang terbatas. Jadikan sedekah jariyah (wakaf) sebagai pahala yang tak terputus.

Sayid Rasyid Ridha berkata, "Adakah terpikir, kalau ada umat yang benar-benar menjalankan pokok-pokok di atas, akankah ada kemelaratan yang mencolok? Pukulan yang membuat luka parah atau sengsara yang mengerikan?" 

Sumber:
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar jilid 4, GIP

Kerapuhan Internal Penjajah Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar  Penjajah Israel memiliki kekuatan paling kuat di Timur Tengah. Me...

Kerapuhan Internal Penjajah Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar 


Penjajah Israel memiliki kekuatan paling kuat di Timur Tengah. Mengapa? Karena Amerika yang menciptakannya seperti itu. Seandainya negara-negara Arab membeli persenjataan dari Amerika atau Eropa, maka secara otomatis Amerika dan Eropa memberikan "subsidi" ke pada penjajah Israel agar kualitas militernya tetap melebihi negara-negara Timur Tengah.

Dengan kualitas infrastruktur militer yang terhebat, apakah penjajah tidak memiliki kelemahan? Kelemahannya pada sistem masyarakatnya.  Penjajah Israel tidak memiliki Undang-Undang Dasar dalam mengelola pemerintahnya. Maka, ketika terjadi persoalan politik, maka penyelesaiannya sangat rumit. Sudah setahun lebih, penjajah Israel mengalami krisis politik.

Masyarakat penjajah Israel sangat labil. Berdasarkan lembaga riset Gallup, tingkat kecemasan dan stress, meningkat dari 20% ke 60%. Tingkat kemarahan meningkat ke 53%. Sehingga indeks ketakutannya ke tingkat 47%, ini menyamai kondisi negara-negara yang sedang dilanda pertikaian internal di Afrika.

Hasil riset, masyarakatnya tidak setia kepada negaranya. Walaupun Amerika sudah mengucurkan bantuan 310 Milyar Dollar sejak 1948, sehingga menjadi negara ke 18 termakmur dan terkuat di Timur Tengah, ternyata 30% pemukimnya ingin kembali ke negri asalnya. Riset ini dilakukan sebelum agresi militer ke Gaza. Bagaimana dengan sekarang?

Walaupun penjajah Israel memiliki infrastruktur militer tercanggih namun mereka memiliki disiplin yang lemah dan tidak bisa mengoperasikan kecanggihan infrastruktur militernya secara profesional. Para seniornya lebih banyak dibelakang meja dibandingkan dengan bertemu dengan yuniornya dan melakukan pelatihan militer. Mereka pun sering kali menolak untuk berada di garis depan seperti di perbatasan. Riset ini dilakukan sebelum terjadi Agresi militer ke Gaza.

Polarisasi masyarakat penjajah Israel sangat tinggi. Mereka terpecah samgat tajam dengan ragam pemikiran seperti Ultra Zionis, Sekuler, Komunis dan Moderat. Saat ini, Ultra Zionis sedang mendapatkan posisi yang "dimanjakan" dari sisi militer dan kekuasaan. Oleh sebab itu, banyak pejabat negara yang berselisih dan mengundurkan diri walaupun sedang perang. Menurut lembaga riset Gallup, mereka lebih mempercayai kepemimpinan Amerika dibandingkan bangsanya sendiri.

Dari 500.000 tentara penjajah Israel, 400.000nya merupakan tentara cadangan. Dengan kondisi ini, tentaranya tidak memiliki kekuatan bertempur yang lama, dibutuhkan pergantian yang cepat dan istirahat bertempur yang lama untuk memulihkan daya tempurnya. Untuk itulah, penjajah Israel membutuhkan tambahan 18 batalyon baru untuk agresi ke Gaza.

Penjajah Israel memiliki masalah ketersediaan amunisi, bom, dan roket. Sebelum agresi ke Gaza, Amerika telah memerintahkan untuk dikirim ke Ukraina, sehingga saat agresi ke Gaza mereka kekurangan amunisi. Oleh walaupun Amerika sudah mengirimkan 230 pesawat dan 20 kapal amunisi, namun dengan bombardir yang tak terukur membuat ketersediaan amunisi cepat habis. Karena itulah, Netanyahu marah kepada Amerika yang tidak cepat mengirimkan amunisi.

Membangun Hutan Pangan  FIFARM--Hutan alam merupakan contoh sempurna keseimbangan dan keanekaragaman ekosistem. Prinsip-prinsip ...

Membangun Hutan Pangan 

FIFARM--Hutan alam merupakan contoh sempurna keseimbangan dan keanekaragaman ekosistem. Prinsip-prinsip ini menjadi inspirasi bagi konsep hutan pangan - sebuah sistem pertanian yang meniru kompleksitas alam. Hutan pangan mengintegrasikan berbagai jenis tanaman, hewan, dan jamur dalam satu area untuk menghasilkan bahan pangan secara berkelanjutan.

Keunikan hutan pangan terletak pada pendekatannya yang meminimalkan input namun memaksimalkan hasil. Dengan memahami interaksi alami antar spesies di hutan, para perancang hutan pangan dapat menciptakan ekosistem buatan yang produktif dan mandiri. Tanaman-tanaman dipilih bukan hanya berdasarkan hasil panennya, tapi juga fungsi ekologisnya seperti fiksasi nitrogen atau habitat bagi hewan penyerbuk.

Pengelolaan hutan pangan membutuhkan pemahaman mendalam tentang ekologi dan kebijaksanaan dalam penerapannya. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang dapat memenuhi kebutuhan pangan manusia sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem. Dengan meniru dan meningkatkan proses alami, hutan pangan menawarkan solusi inovatif untuk pertanian berkelanjutan di masa depan.
Lapisan Keanekaragaman

Hutan pangan meniru struktur bertingkat hutan alami:

Lapisan Kanopi: Didominasi oleh pohon-pohon tinggi yang memberikan naungan dan habitat.

Pohon Pohon Bawah: Pohon-pohon kecil di bawah kanopi yang mengisi celah.

Semak dan Perdu:Menyediakan buah-buahan dan beri, sambil juga mendukung kehidupan liar.

Lapisan Herba:Tanaman di tanah seperti herba dan sayuran.

Hasil Akar: Tanaman seperti talas dan singkong yang tumbuh di bawah tanah.

Penutup Tanah: Tanaman rendah yang melindungi tanah dan menekan gulma.

Pemanjat: Tanaman menjalar yang memanfaatkan ruang vertikal untuk tumbuh.

Setiap lapisan memiliki fungsi masing-masing, mengoptimalkan ruang dan sumber daya untuk menciptakan ekosistem yang produktif.

Desain Sesuai Iklim

Desain hutan pangan bervariasi sesuai dengan iklim. Di daerah subtropis, misalnya, tanaman seperti tamarillo tumbuh subur di bawah pohon-pohon produktif seperti feijoa, guava, dan jeruk. Hasil akar seperti talas dan singkong memberikan keberlanjutan, sementara herba besar seperti pisang menambah keanekaragaman dan biomassa.

Tanaman pendukung seperti kacang es krim dan casuarina berperan penting dalam siklus nutrisi dan perbaikan tanah, membantu pertumbuhan spesies produktif seperti murbei, nangka, dan mangga dari waktu ke waktu.

Manajemen Suksesi

Perencanaan suksesi sangat penting. Pada awalnya, tanaman pendukung dapat mencakup hingga 95% biomassa, terutama spesies yang memperbaiki nitrogen untuk memperkaya tanah dan mendukung pertumbuhan pohon buah muda. Melalui pemangkasan dan pengelolaan yang strategis, tanaman pendukung ini secara bertahap memberi ruang bagi spesies produktif, menciptakan ekosistem yang seimbang dan mandiri.

Integrasi Hewan

Hewan merupakan bagian integral dari pengelolaan hutan pangan. Hewan ternak besar dapat membersihkan area untuk penanaman, sementara ayam dan bebek membantu mempersiapkan dan menjaga kesehatan tanah. Peran mereka dalam pengendalian hama dan siklus nutrisi meningkatkan produktivitas secara keseluruhan, memastikan sistem tetap hidup dan tangguh.

Kelimpahan dan Kestabilan Berkelanjutan

Hutan pangan berfungsi sebagai ekosistem hidup yang produksi tanahnya konstan dan kesuburannya terus berkembang. Dengan meniru proses alami dan memanfaatkan keanekaragaman hayati, sistem ini menghasilkan makanan berlimpah sambil meregenerasi tanah. Pendekatan ini tidak hanya menjaga kebutuhan manusia tetap terpenuhi, tetapi juga meningkatkan kesehatan lingkungan, menjadikannya model pertanian berkelanjutan yang patut ditiru di seluruh dunia.

Dengan demikian, hutan pangan mencerminkan prinsip keseimbangan ekologis dan pertanian berkelanjutan. Dengan meniru pola alam dan memanfaatkan keanekaragaman, sistem ini memberikan landasan untuk memastikan kelimpahan makanan sambil meningkatkan keberagaman hayati dan kesehatan tanah.

Apa itu permakultur?

Permakultur merupakan desain yang sadar dan disengaja di mana ekosistem yang beragam, stabil, dan tangguh diintegrasikan untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan pangan, energi, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya secara berkelanjutan, tanpa merusak planet ini maupun manusia yang bergantung padanya.

Permakultur menitikberatkan pada berbagai topik, termasuk pertanian, kehutanan, pengumpulan air hujan, energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, pengelolaan limbah, sistem hewan, ekonomi, teknologi, dan pengembangan komunitas. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan keberlanjutan ekologi, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya secara holistik. Dengan demikian, permakultur tidak hanya mencari solusi untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan keseimbangan jangka panjang antara manusia dan lingkungan mereka.

https://fifarm.id/posts/316754/membangun-hutan-pangan-menciptakan-kebun-berkelanjutan-dengan-kearifan-alam

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (207) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (244) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (8) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (183) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (431) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (155) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)