basmalah Pictures, Images and Photos
09/15/26 - Our Islamic Story

Postingan Popular Pekan ini

Islamisasi dan Akulturasi Arsitektur: Hubungan Islam dan Kebudayaan Lokal di Kudus Pada tahu...


Islamisasi dan Akulturasi Arsitektur: Hubungan Islam dan Kebudayaan Lokal di Kudus

Pada tahun 1678, Anthonio Hurdt, pegawai VOC yang mengikuti ekspedisi militer ke Kediri, mengunjungi Masjid Al-Aqsa (Menara Kudus). Ia begitu kagum melihat menara raksasa tersebut yang tampak kukuh. Arsitekturnya mengingatkan pada bentuk candi-candi yang berkembang pada masa pra-Islam. Memang, arsitektur Masjid Al-Aqsa (Menara Kudus), khususnya bangunan menaranya, memperlihatkan kemiripan yang kuat dengan bentuk candi-candi pada masa pra-Islam.32

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Islam di Jawa tidak selalu berlangsung dengan menghilangkan seluruh bentuk kebudayaan yang telah berkembang sebelumnya. Dalam bidang arsitektur dan kesenian, terdapat proses perjumpaan antara ajaran Islam dan kebudayaan lokal. Bentuk-bentuk yang telah dikenal masyarakat dapat tetap digunakan, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam.

Menurut Buya Hamka, urusan kebudayaan seperti arsitektur dan pertunjukan seni tidak secara otomatis masuk ke dalam ranah akidah. Karena itu, para ulama seperti Walisongo memiliki ruang untuk berkreasi dan mengadopsi budaya yang telah ada, kemudian mengarahkannya untuk kepentingan dakwah. Buya Hamka berkata:

«Ulama2 atau para Wali itupun dalam hal jang tidak bersangkut dengan i'tikad, adalah berlapang dada. Sunan Kali Djogo tidak berkeberatan mempergunakan wajang untuk melantjarkan da'wah Islam. Bahkan beliau tidak keberatan memakai gamelan untuk ditabuh bagi menjanjikan lagu2 jang bersifat agama. Sunan Kuduspun tidak keberatan dji'ka Menara Masdjid Kudus diperbuat menurut bentuk Gapura Hindu. Sebagai djuga buatan masdjid2 di Minangkabau senada dengan buatan rumah dan lumbungnja. Semuanja ini dapat dibuktikan, karena: Islam membiarkan tumbuh kebudajaan menurut keadaan setempat. Malahan didalam Al-Qur-an sendiri datang larangan jang bersifat pertanjaan "Katakanlah, siapa jang mengharamkan perhiasan Allah jang dikeluarkan untuk hamba-hamba Tuhan dan barang2 jang baik dari kurnia Tuhan ?" (Surat 7: Al-dari Tuhan: A'raaf 32).»

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Aboebakar Atjeh dalam Sedjarah Masdjid (1955). Sebagai salah seorang penulis sejarah masjid di Indonesia, ia menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Hindu-Majapahit yang masih dapat ditemukan pada masjid-masjid awal Islam di Jawa. Mengenai Masjid Demak dan Masjid Kudus, ia mengatakan:

«jang motief kebudajaan Hindu dari zaman Modjopahit itu, Dalam mesdjid Demak masih dapat dilihat beberapa bahagian misalnja tiang tiang jang bernama soko Modjopahit pada pendopo mesdjid itu. Begitu juga keadaan dengan mesdjis Kudus, jang baik menaranja maupun pintu gerbangnja, mass moentjel menggambarkan bentuk kesenian Hindu-Djaws. Dalam pada itu kita dapat beberapa buah mesdjid jarg dikelilingnja ada selokan air, keadaan jang mengingatkap kita kepada telaga-telaga sutji jang biasanja terdape pada tjandi-tjandi Hindu, misalnja Tjandi Djawi.»

Keterangan Hamka dan Aboebakar Atjeh memperlihatkan bahwa kebudayaan, khususnya dalam bidang arsitektur, merupakan wilayah yang cukup luwes. Bentuk arsitektur yang telah dikenal masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah selama tidak membawa serta keyakinan atau prinsip keagamaan yang bertentangan dengan Islam.

Dengan demikian, para wali dapat menggunakan kecakapan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat untuk memperkenalkan Islam. Dakwah tidak harus dilakukan dengan menghapus seluruh bentuk kebudayaan sebelumnya. Sebaliknya, masyarakat diberikan ruang untuk mengenal ajaran Islam, membandingkannya dengan keyakinan yang telah mereka anut, kemudian memilih berdasarkan pertimbangan dan kesadaran mereka sendiri.

Sebagaimana dinyatakan:

«Sesuai dengan adjaran Islam dalam sepak terdjalan-nja itoe tidak ada paksaan, tetapi jang diichtiarkan supaja mereka mengenal dan mengetahui, kemudian memperbandingkan dan memilih manakah jang lebih baik, bertuhan satu jang berkuasa menurut agama Islam, ataukah bertuhan banjak berupa patung dan berhala; sama rata dan sama rasa dalam hak dan kewadjiban, sebagai jang diatur oleh Islam, ataukah hidup berkelas-kelas dan berkasta-kasta seperti jang terdapat dalam agamanja? Kepada ra'jat diberikan kesempatan jang luas untuk memperbandingkan agama Islam dengan agama Hindu, memilih mana jang baik menurut tjara berfikir dan sesuai dengan alam fikran mereka.»

Pola Kesinambungan Seni dan Arsitektur

Pada masa berdirinya daulah dan kota-kota Islam di Jawa sekitar abad ke-15 dan ke-16, kesenian bercorak Hindu-Buddha yang telah berkembang sebelumnya tidak serta-merta hilang. Sebagian bentuknya tetap dikenal dan berlanjut dalam perkembangan kesenian pada masa Islam.

Jika ditilik lebih dalam, Munandar (2020)37 menyatakan bahwa terdapat tiga pola kesinambungan bentuk karya arsitektur maupun seni pada masa perkembangan Islam awal di Kepulauan Melayu-Indonesia. Ketiga pola tersebut menunjukkan adanya proses islamisasi dan akulturasi terhadap seni dan budaya yang telah berkembang sebelum kedatangan Islam.

Pola pertama adalah kesinambungan bentuk karya seni tanpa disertai pergeseran konsepsi atau penafsiran di baliknya. Dalam pola ini, baik bentuk maupun konsep yang mendasarinya tidak mengalami perubahan berarti. Banyak bentuk seni rupa dan arsitektur yang mengikuti pola ini, terutama ragam hias ornamental, seperti sulur daun, bunga teratai, tepi awan, dan bentuk medalion. Demikian pula beberapa bentuk ragam hias arsitektural, seperti perbingkaian pada bangunan, antefix, pipi tangga, dan bentuk candi laras pada pagar keliling.39

Pola kedua adalah kesinambungan bentuk karya seni rupa dengan pergeseran konsepsi. Dalam pola ini, bentuk yang digunakan tetap sama atau memiliki kemiripan dengan bentuk yang telah eksis sebelumnya, tetapi gagasan yang melatarinya mengalami perubahan atau diberi konsepsi baru. Dengan kata lain, bentuk tersebut mengalami proses 'islamisasi'.

Salah satu contohnya adalah bentuk atap prasadha atau atap tumpang pada masa Hindu-Buddha yang merupakan lambang persemayaman dewata. Pada masa Islam, bentuk atap tumpang tiga yang digunakan pada masjid-masjid kuno dapat diberi makna baru, misalnya sebagai lambang jenjang keimanan: iman, Islam, dan ihsan. Atap tersebut juga dapat digunakan semata-mata karena pertimbangan pragmatis.40 Proses islamisasi semacam ini banyak ditemukan dalam berbagai karya arsitektur hingga sastra.

Pola ketiga adalah kesinambungan konsepsi yang diterapkan dalam bentuk yang mengikuti perkembangan zamannya. Dalam pola ini, gagasan lama tetap berlanjut, tetapi pengejawantahannya dapat mengalami perubahan dan ditafsirkan secara lebih bebas.

Contohnya adalah penataan ruang yang mengikuti konsep triloka (bhurloka, bhuwarloka, dan swarloka) yang tetap dikenal pada masa perkembangan Islam. Pembagian menjadi tiga wilayah masih dapat ditemukan, tetapi tidak lagi dinyatakan secara tegas sebagai konsep Hindu-Buddha. Dengan demikian, gagasan atau konsep lama dapat tetap bertahan, sementara bentuk presentasinya mengalami perubahan sesuai dengan konteks masyarakat Islam.41

Ketiga pola tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Islam dan kebudayaan lokal tidak selalu bersifat penghapusan atau penggantian secara total. Dalam batas tertentu, unsur kebudayaan yang telah berkembang sebelumnya dapat dipertahankan, diubah maknanya, atau diwujudkan kembali dalam bentuk yang sesuai dengan konteks baru.

Menurut Munandar (2020), kesinambungan tersebut dapat dipertahankan selama tidak berkaitan dengan prinsip ajaran keagamaan. Hal ini sejalan dengan pandangan Buya Hamka bahwa, sejauh tidak menyangkut akidah Islam, gagasan atau bentuk budaya dari masa Hindu-Buddha yang tidak bertentangan dengan Islam dapat terus diterapkan, dengan bentuk dan presentasi yang disesuaikan.

Berdasarkan data-data arkeologis yang tersedia, proses islamisasi dan akulturasi tersebut antara lain dapat dilihat pada kesinambungan penataan ruang dan halaman, bentuk arsitektur bangunan keagamaan, ragam hias, konsepsi pemerintahan, dan tata kota.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adam (5) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Akhirat (8) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (59) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (18) Dakwah (32) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) ekonomi (3) Ekonomi (29) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum (2) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) ikhtilaf (1) Ikhtilaf (2) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (22) Kecerdasan (341) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (61) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (118) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) nabi adam (1) Nabi Adam (75) nabi Adam. Adam (1) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (11) Nusantara (316) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (757) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) politik (1) Politik (11) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (338) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (173) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (36) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)