basmalah Pictures, Images and Photos
08/15/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Susunan Kabinet Abu Bakar Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Setelah diangkat menjadi khalifah, Abu Baka...

Susunan Kabinet Abu Bakar

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Setelah diangkat menjadi khalifah, Abu Bakar segera menyusun kabinet untuk mengelola negara. Ada pemerintah pusat dan daerah. Untuk memecahkan persoalan negara, Abu Bakar membentuk Majlis Syura.

Di pemerintahan pusat, susunan kabinetnya sebagai berikut:
1. Bendahara (Mentri Keuangan)
Abu Ubaidah bin Jarrah
2. Peradilan (Mentri Kehakiman)
Umar bin Khatab
3. Sekretaris (Mentri Pos dan Komunikasi)
Zaid bin Sabit

Luasnya wilayah kekhalifahan, maka pada era Abu Bakar, maka dibagian menjadi wilayah administratif yang dikepalai oleh wali atau amir. Susunannya sebagai berikut:

1. Madinah, sebagai ibukota negara dipimpin langsung oleh Abu Bakar
2. Makkah, Attab bin Usaid
3. Thaif, Utsman bin Abu al-Ash Ats-Tsaqafi
4. Shana, Al-Muhajir bin Abu Ummayah
5. Hadhramaut, Ziyad bin Kabid
6. Zabid dan Zamah, Abu Musa Al-Anshari
7. Khaulan, Ya'la bin Ummayah
8. Al-Jund, Muadz bin Jabal
9. Najran, Jarir bin Abdullah
10. Jarsy, Abdullah bin Tsauri
11. Bahrain, Al-Ala bin Al-Hadhrami
12. Irak dan Syam, panglima perang yang dikirim langsung ke sana
13. Amman, Hudzaifah bin Mishan
14. Yamamah, Salith bin Qais



Musibah Terbesar, Kehilangan Rasulullah saw Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Kehilangan sang kekasih b...

Musibah Terbesar, Kehilangan Rasulullah saw


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Kehilangan sang kekasih bagaimana rasanya? Kehilangan kawan dalam senang dan duka. Kehilangan kawan yang terbiasa memberikan petunjuk dan bimbingan tentu lebih berat dari kehilangan sanak saudara.

Yang paling terpukul atas wafatnya Rasulullah saw adalah Abu Bakar. Abu Bakar yang selalu menemani di setiap posisi genting dan penting. Saat semua orang tak mempercayai Isra Miraj. Saat Hijrah yang penuh resiko dan pengorbanan. Saat para Sahabat "menentang" kebijakan perjanjian Hudaibiyah. Abu Bakar yang selalu membersamai Rasulullah saw.

Abu Bakar paling terpukul, tetapi paling tegar saat kematian Rasulullah saw. Hanya Abu Bakar yang bisa menyadarkan umat Islam bahwa Rasulullah saw telah wafat.

Beberapa hari setelah Rasulullah saw wafat, Abu Bakar menyusuri apa saja yang biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Dia mendatangi wanita yahudi tua buta yang selalu disuapi oleh Rasulullah saw. Itulah cara mengobati kerinduan dan menghormati Rasulullah saw.

Ada rumah yang sering didatangi Rasulullah saw. Yaitu rumah Ummu Aiman. Abu Bakar mengajak Umar bin Khatab untuk mendatangi rumah tersebut. Ketika baru sampai di rumah tersebut, Abu Bakar langsung menangis lalu semuanya menangis. Apa yang ditangisi Ummu Aiman berkata, "Aku menangis karena wahyu sudah terputus dari langit.

Abu Bakar pun melanjutkan program pemerintah yang sudah dimulai oleh Rasulullah saw walaupun para Sahabat kurang menyetujuinya. Yaitu tetap mengangkat Usamah bin Zaid sebagai panglima perang untuk melawan Romawi. Pada hari ke tiga setelah wafatnya Rasulullah saw, Abu Bakar melepas pasukan Usamah bin Zaid.

Suatu hari Abu Bakar bertemu dengan seorang yang sedang bersedih karena ditimpa musibah dengan meninggal keluarganya. Abu Bakar menasihatinya, "Ingatlah ketika kita kehilangan Rasulullah saw, maka musibah ini menjadi kecil dan sepele dan Allah memberi kita pahala yang besar."

Setahun setelah wafatnya Rasulullah saw, Abu Bakar menyampaikan pidato sambil menangis hingga tak bisa berkata. Setelah bisa menguasai dirinya dia berkata, "Rasulullah saw berdiri di antara kami di tempat ini satu tahun lalu," 

Selalu berdua di kehidupan, maka kuburannya pun berdampingan dengan makam Rasulullah saw. Dua manusia mulia. Dua kekasih yang disadingkan oleh Allah baik disaat hidup maupun kematiannya. Itulah Rasulullah saw dan Abu Bakar ra.

Karya Sastra Yang Menghancurkan Penjajah Belanda dan Jepang (2-habis) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati)...

Karya Sastra Yang Menghancurkan Penjajah Belanda dan Jepang
(2-habis)

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Berikut beberapa bait isi dari naskah Hikayat Perang Sabil:

Setalah lama masa dahulu,
Zaman Rasul Penghulu Nabi,
Perang Sabi tiada berlaku,
Kini baru datang lagi.
Tuhan kita pengasih penjajang,
Tjinta berganda kepada hamba,
Buka djalan lurus memandjang,
Menudju sorga taman bahagia.
Wahai teungku radja djauhari,
Mengapa gelisah tenteram tiada,
Djika tidak memerangi musuh Illahi,
Menjesal nanti tiada berguna.
Oh saudaraku kaum bangsawan,
Firman Tuhan tegas njata,
Harus pertjaja ajat Qur’an,
Segala adjaran didalamnja ada.
Itu firman Kalam Allah,
Mengapa gundah wahai bentara,
Makna maksud maklum sudah,
Mengurai pandjang berguna tiada.
Siapa enggan memerangi Belanda,
Siksa neraka dibalas Tuhan
Demikian kataku adik dana bang,
Djangan bimbang senantiasa.

Beberapa bait dari naskah hikayat perang sabil di atas, sangat menjelaskan bahwa isinya mengarah pada ajakan untuk berjihad dan berperang dengan Belanda. Ajakan tersebut berpedoman pada firman Allah Swt. yang tertera dalam Al-Qur’an serta hadis Rasulullah saw.

Bahkan, pada dua baris yang berbunyi “Siapa enggan memerangi Belanda, Siksa neraka dibalas Tuhan” jelas sekali bahwa penulisnya menunjukkan langsung siapa yang harus diperangi, yaitu bangsa Belanda. Barangsiapa yang tidak ikut berperang melawan Belanda, maka akan mendapat siksa dari Allah Swt.

Ketika penjajah Jepang tiba di Aceh, yang pertama kali dilarang adalah masyarakat dilarang membacakan, mengedarkan, ataupun mengajarkan "Hikayat Perang Sabil."

Nippon sangat paham, pengajaran teks sastrawi itu dapat menginspirasi masyarakat Aceh untuk melakukan perlawanan. Karya Sastra ini telah membangkitkan semangat rakyat Aceh untuk terus berjuang melawan penjajahan.

Teungku Abdul Djalil menentang larangan ini. Ia tetap mengajarkan Hikayat Perang Sabil kepada murid-muridnya di dayah (pesantren desa). Maka dirinya pun berkali-kali dikirim surat panggilan pemeriksaan oleh polisi Jepang (kenpeitai). Tidak satu pun sang Teungku meresponnya.

Sejumlah tokoh lokal membujuknya agar tidak amat sangat terbuka melancarkan perlawanan terhadap Nippon. Teungku juga dihimbau agar menyerah. Kalau tidak, Nippon akan membakar tempatnya mengajar dan desanya.

Teungku menjawab, "Menyerah belum tentu mati syahid, melainkan mati hina. Tetapi melawan sudah pasti syahid." Akhirnya, Jepang mengepung dayahnya pada 11 November 1942. Para Santri bersiap menghadapi serbuan. Jalannya pertempuran tak seimbang. Persenjataan Jepang mengunguli mereka.

Sebanyak 98 santri gugur. Teungku sendiri ditangkap. Pengadilan Jepang menetapkan hukuman mati kepadanya. Setelah dieksekusi, jasad sang syuhada dipertontonkan di hadapan publik. Tindakan ini justru meningkatkan resistensi orang Aceh. Dalam kepanikan, Jepang menggeledah setiap rumah penduduk dan menyita apa pun benda tajam dari warga termasuk pisau dapur.


Sumber:
https://m.kumparan.com/amp/khusnul-khotimah-1592846337415744856/manuskrip-hikayat-perang-sabil-azimat-yang-ditakuti-belanda-1umQRxhRzpE

Harian Republika,  Ahad 15 Agustus 2021, hal 3

Karya Sastra Yang Menghancurkan Penjajah Belanda dan Jepang (1) Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Hikay...


Karya Sastra Yang Menghancurkan Penjajah Belanda dan Jepang (1)


Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi (dalam bahasa Aceh) merupakan salah satu karya sastra berbentuk hikayat yang mengisahkan tentang jihad fi’sabilillah. Lebih tepatnya mengacu pada perang besar antara kaum muslim Aceh melawan Belanda yang terjadi pada tahun 1873 dan biasa disebut dengan Perang Sabil.

Naskah ini ditulis oleh Teungku Chik Pante Kulu yang berisi puisi perang tentang seruan-seruan untuk berjihad melawan penjajah. Naskah ini merupakan karya pertama yang memiliki judul “Hikayat Perang Sabil”.

Hikayat ini ditulis oleh Teungku Chik Pante Kulu atas dasar permintaan kakandanya yang diperkirakan sebagai Teungku Chik Tiro, yang merupakan panglima perang sabilillah pada tahun 1881. 

Teungku Chik Pante Kulu dinilai telah memanfaatkan karya sastra berbentuk hikayat untuk menggerakkan semangat perlawanan rakyat pada masa perang kolonial di Aceh. Naskah ini ditulis dengan aksara Arab Jawi dan menggunakan bahasa Aceh.

Keunikan dari Hikayat Perang Sabil ini, yaitu merupakan karya sastra puisi terbesar yang memiliki pengaruh pada semangat perlawanan rakyat Aceh kepada penjajah. Hikayat ini biasa diperdengarkan atau dideklamasikan di masjid-masjid atau di menasah.

Hikayat ini ditakuti oleh bangsa Belanda pada saat itu, karena isinya dinilai sebagai ajakan untuk memberontak kepada Belanda.

Isi dari hikayat ini dinilai akan melipatgandakan keberanian dari para pejuang Aceh untuk bertempur melawan Belanda. Banyak sekali rakyat Aceh yang tergugah semangatnya untuk memerangi Belanda setelah diperdengarkan isi dari hikayat ini. Hal ini membuat Belanda ketakutan sehingga seringkali menyita naskah-naskah dari hikayat ini yang dimiliki oleh para pejuang Aceh pada saat itu.

Banyaknya perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Aceh ini ternyata merupakan pengaruh dari Hikayat Perang Sabil. Banyak pejuang Aceh yang gugur ditemukan dengan mengantongi bagian-bagian dari naskah hikayat ini.

Oleh karena itu, hikayat ini juga dinilai sebagai jimat kaum muslim Aceh mengingat isinya yang juga memuat ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah saw. Bait-bait dari hikayat ini seringkali dinyanyikan setiap malam Jumat di berbagai menasah atau masjid-masjid pada zaman perang setelah para pejuang muslim selesai bertadarus.


Sumber:
https://m.kumparan.com/amp/khusnul-khotimah-1592846337415744856/manuskrip-hikayat-perang-sabil-azimat-yang-ditakuti-belanda-1umQRxhRzpE

Harian Republika,  Ahad 15 Agustus 2021, hal 3

Tauladan KH Hasyim Ashari di Penjara Jepang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Nipponsasi Indonesian itu...


Tauladan KH Hasyim Ashari di Penjara Jepang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Nipponsasi Indonesian itulah yang dilakukan penjajahan Jepang. Mereka memaksakan sistem dan budayanya secara masif dalam bidang politik, ekonomi dan kultur masyarakat. Sebelumnya, cara ini sudah berlangsung efektif di wilayah jajahannya di Korea, Manchuria dan Taiwan.

Umat Islam merasakan dampak Nipponisasi ini. Salah satu yang yang dapat merusak aqidah adalah upacara Saikeirei, dimana warga pribumi harus membungkukkan badan tiap pagi ke arah matahari terbit untuk menghormati Kaisar Jepang Tenno Heika.

KH Hasyim Ashari mengeluarkan fatwa yang melarang orang Islam melakukan Saikeirei. Aparat Jepang memenjarakannya selama empat bulan dengan tudingan sebagai dalang kerusuhan di pabrik gula Jombang. 

Mei 1942, KH Hasyim Ashari di penjara Jombang. Kemudian dipindahkan ke Mojokerto. Lalu ke Surabaya, bersama tawanan perang. Setiap pagi, seluruh tahanan dipaksa melaksanakan Saikeirei, namun sang Kiyai menolak melakukannya. Para sipir penjara pun menyiksanya.

Telapak tangan kirinya remuk karena dipukul palu saat di penjara Jepang. Ucapan istighfar yang keluar saat menahan sakit jika hantaman palu mengenai tapak tangannya. Saat itu usianya 70 tahun.

Keteguhan hati Kiai Hasyim Asy’ari dengan tetap menghafal Al-Qur’an dan Kitab Hadits Al-Bukhari sebagai wiridan (kebiasaan rutin) selama dipenjara oleh Jepang. Kesehatan justru semakin membaik. Selama di penjara mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dan Kitab Hadits Al-Bukhari berkali-kali.

Akhirnya, setelah empat bulan, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1942, KH Hasyim Asy’ari dibebaskan karena banyaknya protes dari kalangan Kyai dan santri.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/106076/wirid-kh-hasyim-asyari-saat-dipenjara-jepang

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/nesyfa

https://nasional.okezone.com/amp/2021/04/23/337/2399391/kisah-kh-hasyim-asyari-disiksa-jepang-hingga-telapak-tangannya-remuk

Turki Utsmani Berperang dengan Rusia Demi Menjaga Gereja Patrick Konstantinopel Negara Islam mewajibkan dan memerintahkan kepada...

Turki Utsmani Berperang dengan Rusia Demi Menjaga Gereja Patrick Konstantinopel


Negara Islam mewajibkan dan memerintahkan kepada warga negaranya yang beragama Kristen untuk benar-benar menjalankan agamanya sesuai sabda Nabi Isa a.s, "Jikalau engkau mengasihiku, turutilah segala hukumnya." (Matius 14:15).

Peran negara Islam seperti berdasarkan firman Allah, "Dan, hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. (Al-Maidah: 47)

Perhatikan di Mesir, pusat gereja Koptik Ortodok bukan di Adis Abeba, melainkan di Iskandariah karena mulai awal Islam masuk ke Mesir pada 641 M dan dibawa oleh Amr bin Ash sampai sekarang masih tetap di sana, padahal gereja Koptik didirikan oleh Santo Markus pada abad pertama Masehi.

Sebab, Islam mewajibkan penguasa Islam menjamin keselamatan mereka beragama dan memerintahkan mereka mentaati agamanya.

Gereja Patrick Istanbul yang berdiri nomor dua sesudah Roma masih tetap di Istanbul sampai kini. Setelah Al Fatih menaklukkan Konstantinopel, beliau langsung menetapkan Patrick Ganadius memimpin umat Kristen di sana dan kedudukan patrick dalam kekhalifahan Turki Utsmani sama dengan Menteri. 

Ketika Paus Paulus VI melawat ke Turki (1967), pemerintah Turki menyambutnya seperti kepala negara dari negara gereja. Kemudian harian Kompas di Jakarta mengomentarinya bahwa itu satu bukti toleransi dari negara Turki Modern yang sekuler. Itu satu komentar propaganda murahan.

Padahal itu bukan pengaruh sekuler  tetapi karena syariat Islam masih terpendam dalam lubuk hati orang Turki yang diakui sendiri oleh para penyelidik Barat tentang besarnya pengaruh Islam di hati orang Turki.

Padahal pada sisi lain, nasionalisme sekulerisme Turki lebih keras menjaga jangan sampai zending dan misi Kristen leluasa masuk ke negri mereka. Akibatnya, para misionaris harus menyamar ke Turki, baru setelah di perbatasan Turki Yunani  mereka kembali berpakaian pendeta mereka.

Keberadaan Gereja Patricia Istanbul bukan karena negara sekuler, tetapi karena orang Turki masih memegang syariat Islam.

Ingatlah pada 1839, pemerintahan Tsar Rusia mengultimatum khalifah Turki Utsmani untuk menyerahkan pimpinan Gereja Patricia Istanbul ke Rusia, namun tak diserahkan oleh Khalifah. Maka terjadilah perang antara Turki Utsmani dan Rusia. 

Seandainya Turki Utsmani dikalahkan Rusia waktu itu, tentu sudah habis Gereja Patrick Konstantinopel yang merupakan pusaka Kaisar Yustianius itu, sebagaimana telah hancurnya gereja Ortodoks di Rusia sejak Tsar hancur dan Lenin naik.

(Studi Islam karya Buya Hamka, GIP  2020, hal 275-278)

Agar Alam Memberkahi Manusia Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Malaikat tiba-tiba memprotes saat manusi...

Agar Alam Memberkahi Manusia

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Malaikat tiba-tiba memprotes saat manusia akan dijadikan khalifah di muka bumi. Menjadi pemimpin bumi, tetapi dia sendiri yang merusaknya. Itulah keganjilan yang akan terjadi. Kerusakan bumi mulai terjadi saat manusia menggeserkan perannya dari memanfaatkan kepada keserakahan. Dari eksplorasi ke eksploitasi. Dari menjaga kehidupan ke penumpukan kekayaan.

Bila bumi dibiarkan sendiri, tak ada manusia yang serakah, maka bumi tetap terjaga. Bila seluruh hewan dan tumbuhan dibiarkan, maka tidak akan pernah ada kerusakan. Karena alam semesta memiliki hukum yang pasti dan teratur. Allah menciptakan alam semesta dalam ketundukan dan keteraturan pada hukum-Nya.

Selalu dijelaskan bahwa Hari Kiamat akan tiba bila tidak ada lagi kalimat Allah yang diucapkan oleh manusia di bumi. Bila kalimat tauhid tak lagi ditegakkan maka akan hancurlah alam semesta. Tunduk pada kalimat tauhid pada dasarnya menyelaraskan karakter, akhlak, budaya dan pengelolaan manusia dengan alam semesta. Bila tak ada kalimat tauhid yang ada hanya pengrusakan.

Setiap bencana yang terjadi, bukan karena ulah alam yang marah. Tetapi karena manusia menghancurkan hukum alam yang membuat salah satu keteraturan tidak tersambung dengan keteraturan yang lain. Membuat satu hukum tidak terkoneksi dengan hukum yang lain. Disini terjadi bencana dan azab.

Seperti saluran air. Bila terputus atau terbendung, maka akan terjadi genangan hingga banjir. Seperti kabel atau jaringan listrik yang terputus maka seluruh peralatan yang memanfaatkan energi listrik akan mati. Seperti rantai makan, satu terputus maka seluruh makhluk pada rantai berikutnya akan mati. Semua akibatnya akan dirasakan oleh manusia.

Kekuatan alam maha dahsyat dibandingkan manusia yang lemah. Manusia diberikan kebebasan melakukan apa saja sesuai kehendaknya pada alam ini. Namun hukum alam tak bisa dibelokkan dan diputus oleh manusia. Bila manusia menghancurkan hukum dan keseimbangan alam, maka hanya tinggal menunggu kehancurannya.

Yang bertakwa akan selalu selaras dengan alam. Yang mukmin menjadi alam sebagai mitra kehidupannya. Karena keduanya memiliki karakter yang sama, yaitu taat dan patuh kepada Allah. Karena itulah keberkahan dari langit dan bumi tercipta dari persahabatan manusia dan alam. Alam mencintai manusia. Manusia pun mencintai alam. Itulah buah ketauhidan.

Terulangnya Mukjizat Nabi Ismail  Abul Abbas Asy-Syarafi bercerita, waktu itu saya bersama Abu Turab An-Nakhsyabi di jalur menuj...

Terulangnya Mukjizat Nabi Ismail 

Abul Abbas Asy-Syarafi bercerita, waktu itu saya bersama Abu Turab An-Nakhsyabi di jalur menuju ke Mekkah. Di tengah perjalanan, Dia jatuh sakit, hingga kami terpaksa harus berhenti di suatu tempat.

Lalu, ada salah satu kawannya berkata kepadanya, "Saya haus." Lantas, Abu Turab menghentakan kakinya ke tanah. Tiba-tiba, muncul sumber air yang segar.

"Bisakah saya meminum air ini dengan menggunakan gelas?" Kata kawannya itu. Lalu, Abu Turab An-Nakhsyabi memukulkan tangannya ke tanah.

Tiba-tiba, dia sudah memegang sebuah gelas dari kaca putih yang sangat indah, lalu dia berikan gelas itu kepadanya. Lantas, dia pun minum dan memberi kami minum. Gelas itu masih ada bersama kami sampai di Mekkah.

Pada suatu hari, Abu Turab berkata kepada saya, "Apa komentar kawan-kawanmu tentang hal-hal seperti itu yang dikaruniakan oleh Allah kepada para hamba-Nya? Saya menjawab, "Yang saya ketahui, semua percaya."

Abu Turab berkata lagi, "Barangsiapa yang tidak percaya kepada adanya karamah yang dianugerahkan Allah seperti itu, maka dia berarti kufur. Namun, bukan itu yang saya maksudkan, tetapi pandangan dan penilaian mereka." Saya menjawab, "Saya tidak tahu apa pandangan mereka tentang hal seperti itu."

Abu Turab melanjutkan, "Hai anakku, kawan-kawanmu berpikir bahwa hal-hal seperti itu adalah trik dan muslihat jin, padahal bukan. Yang merupakan tipu muslihat dari Jin adalah ketika merasa senang, nyaman, dan tertarik dengan hal semacam itu."

"Adapun orang yang memiliki kemampuan seperti itu, tetapi dia tidak memintanya, tidak menginginkannya, tidak merasa senang dan tertarik kepadanya, maka itu tingkatkan orang-orang Rabbani."

(Dikutip dari kitab Uyun al Hikayah Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawadir Az-Zahidin)

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (197) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (49) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (220) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (205) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (154) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (424) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (193) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (90) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)