basmalah Pictures, Images and Photos
08/20/21 - Our Islamic Story

Choose your Language

Berinteraksi Dengan Beragam Peradaban Oleh: Nasrulloh Baksolaha (Channel Youtube Dengerin Hati) Melawan peradaban material denga...

Berinteraksi Dengan Beragam Peradaban

Oleh: Nasrulloh Baksolaha
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Melawan peradaban material dengan material. Melawan peradaban akal dengan akal. Apa yang terjadi? Kehancuran. Salah satu hancur atau keduanya. Seperti itukah interaksi antar peradaban? Seperti itukah pergaulan antar peradaban? Setiap peradaban memiliki ciri khasnya, seperti manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling memahami dan mengenal.

Perhatikan bagaimana para Nabi dan Rasul berinteraksi dengan berbagai peradaban. Mereka tidak silau dengan peradaban yang ada. Tidak merunduk dan rendah diri dengan peradaban yang sedang berkuasa saat itu. Para Nabi dan Rasul menggengam peradabannya sendiri. Peradaban yang bersumber dari fitrah dan nurani. Peradaban yang bersumber dari Pencipta Alam Semesta.

Bila orientasi hidup masih sama dengan peradaban yang ada, bagaimana bisa melampaui mereka? Batas tertinggi yang akan diraih seperti apa yang telah mereka raih. Liku-liku perjalanannya, seperti yang telah mereka lalui. Kesulitan yang dirasakan seperti yang telah mereka alami. Terus jatuh di lubang yang sama. Seperti itukah peradaban yang akan dibangun kembali?

Perhatikan perkataan Mughirah bin Syu'bah saat mendatangi Rustum sang Panglima Besar Persia. Saat Rustum menawarkan kekayaan, makanan, pakaian dan kehidupan yang gemerlap. Dijawab oleh Mughirah bin Syu'bah, "Kami datang karena menerima tugas yang langsung dari Allah untuk menyampaikan kalimat kebenaran kepada kalian. Kalian hidup dalam pikiran gelap selama ini. Kami datang untuk hendak membimbing kalian ke tempat yang terang."

Mughirah bin Syu'bah melanjutkan, "Kalian selama ini hanyalah budak-budak dari sesama manusia, dari raja-raja, dari orang-orang besar yang kalian sembah. Kami datang hendak memerdekakan kalian agar bebas langsung berhubungan dengan Allah." Lihat begitu sangat jauh peradaban yang saat itu ada dengan peradaban yang dibangun oleh Islam. Bila masih sama, layakkah untuk ditawarkan? Bila masih sama, berarti hanya mencontek saja.

Yang rendah akan merunduk pada yang tinggi. Yang hina akan mengikuti yang mulia. H.G Wells, pengarang hebat Inggris, pernah meramalkan akan hilangnya pertentanganperadaban. Yang ada sebuah proses penyatuan ke arah peradaban yang sesuai dengan kemajuan perikemanusiaan. Peradaban yang memanusiakan manusia. Peradaban yang memuliakan manusia. Peradaban seperti apa yang memenuhi kriteria  ini? Islam.

Peradaban yang saat ini berjaya sedang mencari arah peradaban baru. Peradaban yang saat ini ada sedang mencari hakikat peradaban yang sebenarnya. Mereka sedang menempuh berbagai percobaan dan penderitaan ke arah peradaban yang berkemanusiaan. Tugas kaum muslimin hanya membumi kehidupan dengan hakikat Islam dan tauhid. Maka kelak mereka menjadi penyokong dan pengikut peradaban Islam.

Kesempurnaan Agama Dengan Kekuasaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Saat terhimpit dan terjepit. Saat...

Kesempurnaan Agama Dengan Kekuasaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Saat terhimpit dan terjepit. Saat tertindas dan tersiksa. Saat persoalan terus mengepung karena kezaliman penguasa yang terstruktur. Apa solusinya? Hanya meminta kesabaran? Keteguhan hati? Solusi keduniaaan pun harus dipanjatkan.

Dalam keterhimpitan yang terjepit Rasulullah saw memohon kekuasaan untuk menuntaskannya. Rasulullah saw berdoa, "Ya Tuhanku, masukanku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanku pula ke tempat keluar yang benar. Serta, berikanlah kepadaku dari sisi-Mu, kekuasaan yang dapat menolongku." Inilah penuntasan persoalan yang komprehensif.

Agama yang memandu dan membimbing. Agama yang memberikan cahaya. Agama yang menentukan arah dan tujuan. Agama sumber nilai, moral, hukum, kebenaran dan kebaikan. Namun kekuasaanlah yang bisa mewujudkannya. Tak ada kesempurnaan tanpa kekuasaan.

Kekuasaan seperti apa yang menuntaskan persoalan? Kekuasaan seperti apa yang mengokohkan dan mewujudkan agama dalam keseharian? Sulthanan Nashira. Menurut Buya Hamka, kekuasaan yang langsung dari sisi Allah sendiri. Bukan anugerah manusia. Bukan hasil mengemis. Bukan juga hadiah.

Perhatikan proses Rasulullah saw mewujudkan doanya. Mendatangi seluruh kabilah yang berhaji hingga akhirnya bertemu dengan kabilah Khazraj dari Madinah. Kongkow sebentar tentang visi kenabian. Mengirimkan utusan ke Madinah. Hingga pada haji berikutnya sekitar 73 orang dari Madinah berbaiat kepada Rasulullah saw. Lalu berhijrah. Inilah proses membangun kekuatan dakwah juga kekuasaan.

Umar bin Khatab berkata, "Sesungguhnya Allah akan lebih melancarkan agama dengan kekuasaan lebih daripada apa yang dapat dilancarkan dengan Al-Qur'an." Menurut Buya Hamka, "Isi Al-Qur'an tidak akan dapat dilaksanakan kalau tidak ada kekuasaan yang menjalankannya."

Menurut Al-Qatadah, maksud dari Sulthanan Nashira, "Rasulullah saw mengetahui bahwa beliau tidak akan sanggup memikul tugas ini kecuali dengan kekuasaan. Untuk itulah Rasulullah saw memohon kekuasaan untuk kemenangan. Yaitu, menolong berjalan Kitab, peraturan dan perintah Allah. Serta berdiri tegak agama-Nya."

Pembungkaman Ulama dan Kekuasaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berapa lama periode Mekkah? Berapa l...

Pembungkaman Ulama dan Kekuasaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berapa lama periode Mekkah? Berapa lama periode Madinah? Periode Mekkah lebih lama dari Madinah. Ini bukan berbicara soal pembentukan aqidah saja, yang pembentukannya butuh waktu yang lama dari penegakan syariah, tetapi juga tentang hukum kehidupan bila ulamanya diusir dari sebuah wilayah.

Mekkah tetap bertahan kokoh selama Rasulullah saw ada di kota tersebut. Namun saat Rasulullah saw para  Sahabatnya diusir dan memilih berhijrah, inilah awal kehancurannya. Daerah yang menjadi tempat tujuannya, Madinah justru semakin kokoh dan bersinar terang peradabannya. Inilah hukum pergulatan sejarah, kondisi sebuah tempat dengan ulamanya.

Bagaimana kisah Bani Israel saat hendak memasuki Palestina? Tak menghiraukan Nabi Musa dan Harun. Akhirnya, tersingkir dan tersesat di Sinai selama 40 tahun. Apa sebab penghancuran Yerusalem oleh Nebukanezar? Karena orang Yahudi mengusir Nabi Isa dan pengikutnya, juga berusaha membunuhnya. Akhirnya orang Yahudi pun terusir dan terlunta-lunta kembali di berbagai belahan dunia. Itulah penyebab, kehadiran Yahudi di Madinah.

Bagaimana saat Yahudi memusuhi dan berusaha membunuh Rasulullah saw dan para Sahabatnya? Terusir dari Madinah. Terkalahkan dan kembali melanglang buana tanpa arah. Padahal kehadirannya di Madinah untuk menunggu diutusnya dan datangnya Rasul terakhir.

Begitu pun yang terjadi di Mekkah. Berapa lama bertahan? Hanya 10 tahun. Buya Hamka mengomentari pengusiran Rasulullah saw oleh Kafir Quraisy, "Tidaklah mereka yang mengusirnya itu akan bertahan lama dengan kekuasaan itu." Terusirnya Rasulullah saw justru permulaan dari kekuasaan Rasulullah saw yang akan tumbuh. Cepatlah, proses mereka yang mengusirnya itu porak poranda dan kocar-kacir.

Bagaimana bila jiwa sudah terusir dari raga? Hanya kematian. Bagaimana bila kebersihan hati terusir dari jiwa? Hanya kerusakan. Seperti itulah proses kehancuran kekuasaan bila ulama disingkirkan dari panggung kehidupan. Seperti itulah bila ulama dipenjara perannya. Juga dijadikan penghuni jeruji penjara.

Bagaimana kisah Raja Faruq dan Gamal Abdul Naser di Mesir? Bagaimana kisah Mustafa Kemal di Turki? Bagaimana kisah para diktator seperti Stalin dan Mussolini? Ketika jiwa-jiwa yang menghidupkan masyarakat dihancurkan maka yang hancur kekuasaannya sendiri. Apakah terjadi pula di Indonesia?

Yang Mempengaruhi Corak Tafsir Al-Azhar Buya Hamka  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Saling tersambung...

Yang Mempengaruhi Corak Tafsir Al-Azhar Buya Hamka 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Saling tersambung dan mempengaruhi itulah estafet pewarisan antar generasi. Satu generasi menjadi satu anak tangga bagi generasi berikutnya untuk naik lebih kokoh dan tinggi lagi. Setiap generasi seperti batu bata yang menyempurnakan peradaban Islam di kehidupan ini.

Buya Hamka pun dalam menulis tafsir Al-Azhar banyak dipengaruhi Tafsir Al-Mannar Sayid Rasyid Ridha dan gurunya Syeikh Muhammad Abduh. Kepiawaiannya menggali pemikiran Muhammad Abduh yang membuat Buya Hamka mendapatkan gelar Doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar.

Kelebihan tafsir Al-Manar selain kokoh pada prinsip dasar penulisan tafsir. Yaitu, uraiannya menyesuaikan dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan dunia Islam saat itu. Walaupun zaman sekarang sudah berubah, namun dasar penafsirannya masih tetap hangat, dapat dicontoh dan tidak basi.

Tafsir Fizilalil Al-Qur'an karya Sayid Qutb pun sangat mempengaruhinya.  Buya Hamka menyebutnya sebagai wartawan yang penuh semangat Islam. Tafsirnya sangat sesuai dengan era zaman setelah perang dunia ke-2 yaitu era zaman atom.

Tafsir Al-Azhar merupakan kolaborasi pemikiran beragam ahli, bukan hanya pemikiran Buya Hamka saja. Bila berkaitan dengan ilmu umum, Buya Hamka meminta bantuan kepada ahlinya. Seperti saat memaparkan ilmu falak, Buya Hamka pernah meminta putra dari ahli falak terkenal yaitu Sa'aduddin Jambek.

Tafsir Al-Azhar banyak menggali pemikiran ulama-ulama Islam Indonesia sendiri, yang tidak terdapat di negara Islam lainnya. Berbagai pengalaman berdakwah, kondisi politik dan kemasyarakatan Indonesia dipaparkan sangat dalam.  Bisa jadi inilah satu-satunya tafsir Al-Qur'an khas Indonesia.

Buya Hamka selalu terbayang jamaah subuhnya di Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Jakarta. Dari sinilah Buya Hamka mengawali kajian tafsirnya sebelum dipenjarakan oleh Soekarno. Untuk merekalah tafsir Al-Azhar ditulis. Sehingga tafsirnya tidak terlalu tinggi mendalam, yang dapat memahaminya tidak hanya semata sesama ulama. Juga tidak terlalu rendah sehingga menjemukan. Karena merekalah corak sejatinya masyarakat Islam.

Detik-Detik Penangkapan Buya Hamka  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Detik-detik sebelum penangkapan B...

Detik-Detik Penangkapan Buya Hamka 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Detik-detik sebelum penangkapan Buya Hamka oleh Presiden Soekarno, dikisahkan dalam pendahuluan Tafsir Al-Azhar. Penangkapan dilakukan 12 Ramadhan 1383 H, atau pada 27 Januari 1964 jam 11.30 setelah Buya Hamka menjelaskan kandungan surat Al-Baqarah ayat 255 atau ayat kursi.

Empat tamu datang ke rumahnya membawa surat penangkapan dengan alasan telah mengadakan rapat gelap di Tangerang pada 11 Oktober 1963 karena hendak membunuh Mentri Agama Saifuddin Zuhri dan hendak kudeta dengan bantuan keuangan dari Tengku Abdul Rahman sebanyak 4 juta dollar.

Dasar penangkapannya adalah Penpres No. 11/1963 tentang Undang-undang yang membolehkan menangkap orang yang diduga melakukan subversi. Menurut Buya Hamka, Penpres ini bisa saja target utamanya adalah dirinya, karena rapat yang dituduhkannya terjadi 3 hari setelah undang-undang itu disahkan. Bagaimana situasi saat itu?

Di era itu, disorak-sorakan bahwa negara berdasarkan Pancasila. Pancasila tidak boleh diutak-atik. Anehnya untuk membela Pancasila, mereka justru menginjak-injak pancasila. Untuk membela dasar pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang beragam mesti bekerjasama dengan komunis.

Untuk menegakkan perikemanusiaan, orang-orang yang dibenci ditangkapi dan dibenamkan ke dalam penjara, sedangkan anak-istrinya dibiarkan melarat. Dan, kalau ada orang lain yang mencoba menolong anak istrinya, orang yang menolong itu dituduh kontra Revolusi.

Keadilan Sosial ditegakkan sungguh-sungguh. Dibagi-bagilah dengan adil merata kemiskinan dan kemelaratan, ketakutan dan kecemasan di kalangan rakyat banyak. Sedangkan para Pejabat saking kasihannya terhadap rakyatnya "Tak usah" mengambil bagian sedikitpun dari kemiskinan dan kemelaratan.

Di era itu, pejabat menganjurkan rakyat makan batu, sedang kemewahan dan kekayaan tak usah dibagi-bagi, biarlah pejabat dan kaki tangannya saja. Untuk menerima keadilan yang merata itu,  Buya Hamka pun dimasukkan ke rumah tahanan selama dua tahun 4 bulan. Siapakah yang saat ini mengalami hal yang sama dengan Buya Hamka?


Berinteraksi dengan Kekayaan Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Berbincang sebelum Magrib. Berbicara den...

Berinteraksi dengan Kekayaan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Berbincang sebelum Magrib. Berbicara dengan seorang ustadz tentang najis anjing. Intinya, hukum yang berkaitan dengan anjing agar kita dapat berinteraksi dengan benar terhadapnya. Saat ada anjing disekitar kita, maka gunakanlah hukum tersebut. Bukankah Ashabul Kahfi, berinteraksi intens dengan anjing?

Syariat-Nya agar manusia berinteraksi dan bergaul dengan benar terhadap kehidupan ini. Agar tak ada kerusakan dan kehancuran dalam kehidupan ini. Namun mengapa justru menjauhi kekayaan dan kekuasaan, dengan dalih takut fitnah dan terracuninya? Bukankah Allah sudah memberikan penangkalnya? Bukankah Allah sudah memberikan vaksin dan imunitasnya?

Dengan berislam dan mengikuti syariat-Nya, membuat manusia bebas berkecimpung dan berkiprah dengan apa saja yang ada di dunia ini. Dengan berislam, manusia bebas bergumul dengan apa pun di kehidupan ini. Namun mengapa menarik diri dari kehidupan? Lalu menganggap kehidupan ini penuh kerusakan? Saat tujuan sudah diarahkan. Saat rambu sudah ditetapkan. Saat sarana pembersihan jiwa diajarkan, mengapa tak berani bergumul dengan kekayaan dan kekuasaan?

Seperti seorang dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang menghadapi pasien yang sakit. Bukankah dengan alat perlindungan diri, mekanisme kerja yang higienis dan benar, dan semua sarana yang disiapkan bila terjangkit, membuatnya berani menghadapi pasien yang sakit? 

Dr Yusuf Al Qhardawi membukukan nilai dan moral dalam perekonomian. Imam Mawardi dan Imam Al-Ghazali mengarang kitab tentang bagaimana mengelola kekuasaan dan politik kenegaraan. Dengan kajian ini, agar manusia menjauhi kekayaan dan kekuasaan? Bukan untuk itu, tetapi agar umat ini terjun dalam kekayaan dan kekuasaan untuk menciptakan kemaslahatan dan terhindar dari keburukannya. Itulah gunanya hukum. Itulah gunanya ilmu. Itulah gunanya syariat Allah.

Mereka yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw, adakah yang tidak membangun kekayaan dan kerajaan bisnis? Adakah yang tidak bersentuhan dengan kekuasaan dan politik kenegaraan? Paling hanya satu Sahabat yang kiprahnya kurang dimunculkan.

Dengan rem kita bebas menekan gas. Dengan rem, sebuah mobil dapat lari dengan kecepatan tinggi. Dengan alat pengaman dan desain mobil yang nyaman, sebuah mobil makin dapat semakin kencang dikemudikan dengan kecepatan tinggi. Begitulah peran spiritualitas.

Tujuan Kekayaan Sahabat Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Persia dan Romawi sebuah negara adi daya. Mes...

Tujuan Kekayaan Sahabat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Persia dan Romawi sebuah negara adi daya. Mesir pun sebuah negara dengan peradaban yang sangat besar. Kekuatan seperti apa yang bisa menghadapinya? Seberapa sumberdaya yang dibutuhkan untuk  menghadapinya? Apakah modal kaum muslimin hanya semangat jihad saja? Tanpa persiapan logistik dan militer?

Perhatikan orientasi kekayaan Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam dan konglomerat lainnya di kalangan Sahabat Rasulullah saw. Apakah sekedar bermewahan? Fasilitas high class? Berbangga dan merendahkan manusia?

Kekayaan luar biasa para Sahabat Rasulullah saw hingga dapat menopang jihad melawan Persia dan Romawi. Bisa meruntuhkan kekuatan para penguasa dunia. Mereka mampu meraih itu semua dalam waktu yang singkat, hanya puluhan tahun. Apa rahasianya? Tujuan besar dan bimbingan syariat-Nya.

Tujuan kekayaannya bukan sesuap nasi. Asal hidup bisa terfokus pada ibadah ritual, tetapi membangun peradaban dunia dan manusia. Kekayaan yang bisa menopang gerakan dakwah ke setiap pelosok dan rumah yang ada di jagat raya. Kekayaan yang membuat tak ada seorang pun di jagat raya ini didera kefakiran dan kemiskinan. Kekayaan yang seluruh sumber daya alam digali dan dikelola.

Meraih kekayaan. Mengkapitalisasi kekayaan dengan bimbingan syariat-Nya, apakah itu bukan beribadah? Bukan ketundukan kepada Allah? Bukan mencapai taraf "Hakikat"? Bukan mencapai tingkat "Marifat"? Bila gerakan ritual ibadah dianggap ibadah, mengapa menghimpun kekayaan dengan mengikuti rukun, wajib, sunah dan menghindari yang haram, tidak disebutkan sebagai ibadah dan jihad?

Allah menurunkan hukum Muamalah, mengapa tidak dimanfaatkan untuk mengkapitalisasi kekayaan? Allah menurunkan hukum infak, sedekah dan zakat, mengapa justru melarikan diri dari kekayaan? Allah menurunkan hukum tersebut agar pergelutan dan pergumulan manusia dengan kekayaan tidak merusak fitrah manusia. Itu tema besarnya.

Imam Al-Ghazali menggunakan infak, sedekah dan zakat sebagai sarana pensucian jiwa. Sebagai sarana penempaan dan mendidik jiwa. Lalu, mengapa justru melarikan diri dari kekayaan? Dengan Kekayaan kita bisa menggeluti jalan syariat, meraih derajat hakikat dan makrifat dalam bertasawuf karena jalan bergumulannya mengikuti bimbingan Allah.

Liku-liku Membangun Bisnis Sahabat  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rela meninggalkan bisnis demi aqi...

Liku-liku Membangun Bisnis Sahabat 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rela meninggalkan bisnis demi aqidah yang dibelanya. Rela meninggalkan semua kekayaan demi mengikuti kiprah orang yang dicintainya. Rela menanggalkan atribut kemuliaan dunia demi jalan-jalan kemaslahatan umat manusia. Dunia bisa dicari kembali. Kekayaan bisa dikumpulkan kembali.

"Beruntunglah." Itulah sabda Rasulullah saw terhadap Suhaib Ar Rumy yang memberikan seluruh harta kekayaannya kepada mereka yang menghalangi hijrahnya ke Madinah. Hijrah, berarti meninggalkan semua kekayaan dan jaringan bisnis di Mekkah. Hijrah berarti membangkrutkan dan memiskinan diri.

Bagi yang piawai dalam bisnis. Kebangkrutan bukan persoalan. Hancurnya jaringan bisnis bukan persoalan. Seperti para Sahabat Rasulullah saw, bisnisnya bangkrut bukan salah kelola, bukan penghamburan cash flow untuk berfoya-foya dan gaya hidup yang melampaui batas. Tetapi karena ingin membangun peradaban manusia di dunia.

Kisah seorang yang terjebak dalam gua, berwasilah membuka batu besar dari mulut gua dengan sarana rela memberikan bisnisnya yang besar kepada karyawannya. Karena modal awal bisnis itu dari gaji karyawannya yang tidak diambil, lalu dikelolanya. Bisnis itu bisa kembali. Seperti uang yang datang dan pergi.

Lihatlah Abdurahman bin Auf saat tiba di Madinah. Di Mekah dia pengusaha besar. Lihat Rasulullah saw di Madinah, beliau seorang investor bisnis bersama istrinya. Bagaimana setibanya di Madinah? Abdurahman bin Auf pergi ke pasar dengan menanggalkan status pengusaha besarnya. Dia mulai dari bawah, berjualan kecil-kecilan. Lihat keseharian Rasulullah saw, beliau pun rela menjahit sendiri bajunya yang robek. Inilah karakter pebisnis yang tegar, yang siap memulai dari awal kembali.

Begitu pun dengan Ali bin Abi Thalib. Setibanya di Madinah, ada kisah bahwa Ali bin Abi Thalib bekerja mengambilkan air untuk seorang keluarga Madinah. Setelah bekerja, seorang fakir yang meminta bantuannya. Ali pun memberikan seluruh hasil kerjanya.  Lalu ada seorang yang menghampirinya, yang menjual ternaknya dengan pembayaran tempo ke Ali bin Abi Thalib. Akhirnya, Ali bin Abi Thalib bisa menjual binatang ternak tersebut.

Ali memulai bisnisnya dari seorang pekerja yang mengambil air untuk seorang keluarga di Madinah. Bukankah dia Sahabat yang mulia. Sosok yang oleh Rasulullah saw dijuluki orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah? Seperti itulah liku-liku perjalanan bisnisnya.

Strategi Pembangunan Bisnis di Madinah  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Mengapa Rasulullah saw dengan...

Strategi Pembangunan Bisnis di Madinah 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Mengapa Rasulullah saw dengan mudah memfutuhkan Mekah? Salah satunya mengunci pergerakan ekonomi kafir Quraisy. Rasulullah saw memotong jalur bisnis mereka ke Syam. Memotong jalur suplai peralatan senjata dari Syam. Karena saat itu persenjataan terbaik dan kualitas besi terbaik berasal dari Syam. Inikah rahasia Allah memilih Madinah sebagai titik hijrah?

Rasulullah saw mengirim pasukan kecil untuk memotong dan menyempit kalifah dagang Quraisy. Pemimpin pertamanya adalah Abdullah bin Jashi. Mengapa pergerakan ini selalu berhasil? Karena setiap pergerakan dilakukan dengan sangat rahasia. Para komandan pasukan baru diperbolehkan membuka surat perintah Rasulullah saw setelah dua hari perjalanan.

Bagaimana menghadapi situasi perekonomian Madinah yang sudah dikuasai oleh gurita bisnis Yahudi? Rasulullah saw mempersatukan hati dan tujuan hidup dengan mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Persaudaraan inilah yang kelak menghancurkan bisnis Yahudi.  Karena strategi bisnis Yahudi salah satunya dengan menimbulkan perselisihan diantara suku Aus dan Khadraj sehingga transaksi bisnis tidak sesama dengan penduduk Madinah tetapi dengan Yahudi.

Kaum Anshar kebanyakan adalah petani. Kaum Muhajirin adalah pedagang. Bagaimana bila pemilik sumber daya diintegrasikan dengan  yang ahli memasarkan dan memiliki jaringan internasional? Inilah kekuatan kaum Anshar dan Muhajirin untuk memotong bisnis gurita Yahudi. Untuk menghancurkan ini, Yahudi selalu memecah belah antara Anshar sendiri juga antara Anshar dan Muhajirin.

Keberhasilan melemahkan gurita bisnis Yahudi ditandai dengan keberhasilan Abdurahman bin Auf menikah dengan mas kawin beberapa gram emas. Utsman bin Affan berhasil membeli sumur air dimana sebelumnya orang Yahudi berhasil memonopolinya.

Mengapa Kafir Quraisy meminta Rasulullah saw membatalkan perjanjian Hudaibiyah? Perjanjian ini merugikan Quraisy secara ekonomi. Karena orang muslim yang baru masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah ditangkapi dan dipenjara berhasil meloloskan diri dan mengganggu jalur alternatif perdagangan ke Syam. Seluruh jalur perekonomian Quraisy akhirnya terkunci.

Gerakan dakwah Rasulullah saw bukan sekedar membangun jiwa dan hati. Tetapi bagaimana kebersihan hati dan jiwa didayagunakan untuk membangun peradaban. Bukan sekedar ritual ibadah, tetapi bagaimana energi Ilahiyah didayagunakan untuk menjadi guru peradaban dunia. Salah satunya dengan membangun kekuatan ekonomi.

Terbaliknya Keadaan Yahudi dan Muslimin Saat Ini? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bani Israel menungg...

Terbaliknya Keadaan Yahudi dan Muslimin Saat Ini?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bani Israel menunggu mukjizat, barulah bergerak dan mendukung Nabi Musa. Melawan Firaun setelah Nabi Musa mengalahkan sihir pendukung Firaun dengan tongkatnya. Lalu ragu-ragu kembali hadapan lautan saat dikejar oleh pasukan Firaun. Mau melakukan perjalanan ke Palestina setelah dinaungi awan, diberikan fasilitas dari Surga dan air yang memancar dari batu.

Bani Israel tak percaya diri bahwa mereka mampu mengalahkan bangsa Kanan yang menempati bumi Palestina. Bani Israel meminta Nabi Musa dan Harun untuk memasuki Palestina, lalu berperang bersama Tuhannya. Bila menang, barulah mereka memasukinya. Mengandalkan kekuatan Nabinya, namun tak mengimani bahwa hasil didikan Nabinya bisa melampaui seluruh kekuatan yang ada.

Bani Israel menyaksikan dan merasakan kemu'jizatan terrealisasi terlebih dulu, baru terdorong bergerak. Mengandalkan kemujizatan fisik bukan kemu'jizatan yang terpendam pada keimanan diri, syariat dan arahan Nabi Musa. Padahal kemujizatan fisik akan lenyap seiring kepergian Nabinya. Itulah penyebab Bani Israel selalu menunggu Nabi terbaru sebagai pondasi kemenangan dan kejayaan.

Hingga era Nabi Muhammad, mereka berbondong-bondong ke Madinah menunggu Nabi terakhir. Menggembar gemborkan kemenangan dan kejayaan bersama Nabi terakhir. Andaikan Nabi terakhir berasal dari Bani Israel maka usia kelanggengan Islam akan sementara. Karena mukjizat Nabi Muhammad hanyalah kitab bukan kemu'jizatan fisik yang seketika menjadi kenyataan.

Bagaimana dengan kaum Muslimin? Saat dalam penyiksaan dan kehinaan di Mekah, kaum muslimin meyakini janji Nabinya bahwa mereka kelak menjadi pemimpin dunia. Meyakini bahwa mahkota raja Kisra akan menjadi hiasan di kepalanya. Meyakini semua janji Allah walaupun belum belum terrealisasi saat itu.

Saat di Madinah. Saat terkepung oleh seluruh kabilah dari bangsa Arab, Yahudi dan Munafikin, kaum muslimin meyakini janji Rasulullah saw bahwa mereka akan menguasai Konstantinopel dan Roma. Dengan penuh keyakinan, ditanyakan kota mana yang akan ditaklukkan terlebih dahulu. Rentetan kemenangan inilah yang menjadi sekala prioritas seluruh dari zaman ke zaman.

Mengapa sekarang terbalik? Orang Yahudi yakin bahwa Palestina tanah yang dijanjikannya. Meyakini bahwa mereka pemimpin dunia. Sedangkan kaum muslimin tak meyakini kemukijzatan yang masih terpendam pada keimanan, kitab suci dan sabda Nabinya. Terpesona dengan capaian bangsa lain dengan meninggalkan mata air kemukijzatan yang terpendam pada ajarannya sendiri.

Kejayaan Yahudi Takkan Terulang Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rasulullah saw Nabi dan Rasul yang te...

Kejayaan Yahudi Takkan Terulang

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rasulullah saw Nabi dan Rasul yang terakhir dan penutup. Padahal, bani Israil hanya mengandalkan Nabi dan Rasul untuk meraih kejayaan dan kemenangannya. Seperti di era Nabi Sulaiman dan Daud. Menunggu Nabi dan Rasul untuk menuntaskan persoalannya. Seperti di era Nabi Musa dan Harun. Tertutupnya para Nabi dan Rasul, tertutup pula peluang kemenangan dan kejayaan bani Israil.

Bisakah bani Israil berdiri sendiri? Hidupnya selalu dalam perlindungan umat dan bangsa lain.  Saat Islam terusir dari Baitul Maqdis, kaum Yahudi dibantai oleh tentara salib. Saat Islam terusir dari Andalusia, kaum Yahudi dibantai oleh raja Ferdinand dan Isabella. Akhirnya, mereka hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Hingga akhirnya, Hilter mengusirnya.

Bagaimana cara mereka mendirikan tanah airnya? Bermaksud menyuap khalifah Turki Utsmani  Abdul Hamid 2 agar memberikan Palestina pada mereka. Namun sang khalifah menolaknya karena Palestina milik umat Islam. Lalu merengek pada pihak sekutu, Inggris dan Amerika yang memenangkan perang dunia ke-2, agar memberikan Palestina sebagai negaranya.

Dengan membonceng Inggris mereka memasuki Palestina. Dengan perlindungan Amerika, mereka bisa menempati Palestina. Berapa besar dana dukungan Amerika pada Yahudi? Peralatan militer super canggih dikhususkan untuk Yahudi yang tak dijual ke negara lain.

Dapatkan berdiri tegak penuh harga diri dan kewibawaan, bila semuanya hasil pemberian? Dapatkan terhindar dari ketakutan bila keberadaannya karena perlindungan dari luar? Yahudi dari masa ke masa, dari generasi ke generasi tak memiliki nyali keberanian.

Mengapa tiba-tiba Yahudi seperti digdaya kembali? Sangat kuat dihadapan bangsa lain? Mereka terlihat hebat dan kuat karena "menyusu" pada Amerika. Padahal tanda-tanda hari kiamat, bangsa Barat akan berbondong memeluk Islam. Inilah penyebab penghalauan pengungsi Syam ke Eropa dan pencekalan muslim di Amerika pada era Trump.

Allah telah menghimpun Yahudi di Palestina. Ini telah diinformasikan Rasulullah saw pada sabdanya. Allah Yang Maha Pemurah masih memberikan kesempatan kepada Yahudi untuk merasakan nikmat-Nya. Bila akhirnya pembangkangan juga maka akan musnahlah. Saat tak ada lagi Nabi dan Rasul, yang ditunggu-tunggu Yahudi tinggallah Dajjal laknatullah. Padahal Dajjal pun akan dihancurkan oleh Nabi Isa.  Adakah sisa kejayaan bagi Yahudi?

Yahudi Bangsa Penakut Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi merasa menjadi bangsa pilihan Allah. Mer...

Yahudi Bangsa Penakut

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi merasa menjadi bangsa pilihan Allah. Merasa akhirat dan surga hanya untuk mereka. Namun saat ditantang untuk mati saat ini, mereka ketakutan. Itulah sekilas kisah di Al-Qur'an. Perhatikan kondisi saat ini di Palestina. Tentara militernya pun ketakutan berat dengan anak-anak kecil Palestina yang hanya bermodalkan batu.

Saat ini Yahudi hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Desa-desa Palestina diblokade. Setiap daerah dikepung dengan tembok. Setiap rakyat Palestina yang hendak berjalan dari satu daerah ke daerah lain harus melewati beberapa kali pemeriksaan yang superketat oleh pihak militer. Ini memang gambaran Yahudi sejak zaman Nabi Musa.

Di era sebelum Nabi Daud, Yahudi ketakutan saat menghadapi Jalut. Padahal Bani Israil telah dipimpin oleh seorang pemimpin yang dipilih  Allah dengan pusaka Tabut. Padahal mereka sendiri yang meminta berperang dan meminta Nabinya untuk dipilihkan seorang pemimpin yang membawanya pada kemenangan. Saat mentalnya diuji oleh Thalut, mereka pun melarikan diri dari peperangan.

Dalam sejarah, adakah peperangan hebat luar biasa yang melibatkan Yahudi? Adakah peperangan hebat yang dimenangkan Yahudi?  Yahudi justru menjadi bangsa yang "hampir" punah di era Nebukanezar raja bangsa Babilonia setelah mereka menghianati Nabi Isa. Setelah itu mereka bertebaran hingga ada yang sampai ke Madinah.

Di Madinah, Yahudi terusir karena melanggar perjanjian damai dengan kaum Muslimin. Benteng mereka paling kokoh. Persenjataan mereka paling kuat dan modern. Perbekalan mereka paling siap. Apa yang terjadi? Mereka menyerah  penuh ketakutan hanya karena dikepung dan dijebol pintu bentengnya. Mereka ketakutan dengan menghancurkan rumah-rumahnya sendiri.

Tak berguna kejeniusan. Tak ada gunanya perlengkapan militer yang paling canggih. Tak berguna persiapan yang paling sempurna dan detail, bila bermental penakut. Semua kekuatan tak berdaya di tangan para penakut. Allah berjanji memasukkan ketakutan ke bangsa Yahudi seberapa pun hebatnya kekuatan mereka.

Kemenangan perang Arab 6 hari bukti kekuatannya? Kekuatan militer terkuat di dunia bukti kehebatannya? Semua hanya rekayasa propaganda. Memang disitulah keahliannya. Klaim manusia pilihlah tuhan. Klaim, surga hanya jatahnya. Adu domba dan memperdayai yang gandrung hawa nafsunya sangatlah mudah. Itulah cara penaklukan mereka.

Menurut Buya Hamka, penakutnya bangsa Yahudi karena tujuan mereka hanya kemegahan dunia. Mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Menguasai ekonomi dengan memeras keringat orang yang lemah. Cinta dunia penyebab ketakutan sebuah bangsa.

Peta Jalan Kekalahan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Para penguasa Arab, apakah diharapkan unt...

Peta Jalan Kekalahan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Para penguasa Arab, apakah diharapkan untuk bisa mengatasi Yahudi Israel? Dalam sejarah serbuan Israel pertama kali ke Palestina yang didukung oleh Inggris 1948 dan perang 6 hari Arab-Israel 1967, seperti sangat sulit mengharapkan "turun tangannya" penguasa Arab secara serius.

Peperangan yang diprakarsai oleh penguasa Arab lebih banyak untuk menopang perluasan wilayah pendudukan Yahudi Israel atas Palestina. Begitu juga dukungan internasional atas penyelesaian Palestina lebih banyak hanya menguntungkan Israel secara wilayah. Dukungan Internasional hanya menjanjikan dana dan infrastruktur saja. Padahal yang dibutuhkan adalah kemerdekaan dari Yahudi Israel dan keselamatan jiwa bangsa Palestina dari kekejaman Israel.

Bila membaca pergolakan di Timur Tengah terjadi persimpangan jalan antara rakyat Timur Tengah dengan penguasanya. Rakyat Timur Tengah totalitas mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ini terlihat sejak awal perang 1948, dimana rakyat Timur Tengah dengan sangat antusias dan serius menjadi relawan pertempuran. Ini berbeda dengan penguasanya yang main mata dengan Yahudi Israel.

Bila melihat beberapa hadist Rasulullah saw tentang Akhir Zaman. Terjadi pembaiatan kepada seorang pemuda oleh 313 orang di Mekkah. Pemuda ini merupakan imam Mahdi yang akan menghancurkan Dajjal. Dimana Dajjal didukung oleh Yahudi Israel. Detik-detik terakhir turunlah Nabi Isa yang membunuh Dajjal.

Hadist Rasulullah saw juga menjelaskan bagaimana kaum muslimin berhasil mengejar-ngejar Yahudi yang bersembunyi di sebuah pohon gorkot. Hingga batu pun menginformasikan keberadaannya. Ini mengindikasikan bahwa Yahudi akan terpojok dan tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Kepemimpinan imam Mahdi adalah kepemimpinan dari kesadaran alamiah yang tidak bersumber dari kekuasaan struktural. Kepemimpinan Imam Mahdi adalah kesadaran masyarakat dunia akan  diperlunya kekuatan baru non formal bukan kekuasaan formal. Kondisi ini terlihat dalam setiap aksi kekejaman Yahudi Israel terhadap rakyat Palestina.

Yang bergolak bukan para penguasanya. Yang bergolak menyuarakan dukungan justru masyarakatnya, pada saat para penguasa diam takut dan tak peduli. Ini terbukti hampir seluruh gerakan penyelamatan dilakukan oleh masyarakat dan lembaga non formal.

Peta jalan kemenangan di Konstantinopel dijelaskan oleh sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan. Kementan di Andalusia dijelaskan oleh kapal seperti gunung-gunung. Kemenangan atas Roma seperti melalui proses demografi dan ilmu pengetahuan karena sedikitpun tak dijelaskan. Kemenangan atas Yahudi Israel dijelaskan dengan kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, yang biasanya kepemimpinan spiritual didukung oleh masyarakat biasa dan ditentang oleh para penguasa dan pembesar kekuasaan.


Daftar Operasi Pembunuhan Cendekiawan Arab Oleh Agen Yahudi Israel Berikut ini adalah operasi pembunuhan paling menonjol yang di...

Daftar Operasi Pembunuhan Cendekiawan Arab Oleh Agen Yahudi Israel

Berikut ini adalah operasi pembunuhan paling menonjol yang dilakukan Zionis terhadap para cendekiawan Arab:

- Pembunuhan ilmuwan Mesir Mustafa Musharraf. Lahir di Damietta 11 Juli 1898. Seorang fisikawan Mesir yang paling terkenal. Dekan Mesir pertama di Fakultas Sains. Mendapatkan gelar profesor dari Universitas Kairo saat usianya baru tiga puluh tahun. Termasuk salah satu dari sedikit yang tahu rahasia fragmentasi atom. Satu dari yang menentang penggunaan atom dalam membuat senjata dalam perang. Dia juga yang pertama menambahkan gagasan "kemungkinan membuat bom hidrogen semacam itu."

- Pembunuhan ilmuwan Samira Moussa. Intelijen Israel bekerja untuk melacak para ilmuwan Arab dan membuat rencana untuk membunuh mereka untuk mencegah negara mereka mendapatkan keuntungan dari keahlian ilmiah mereka. Seperti yang terjadi pada ilmuwan nuklir Mesir, Samira Moussa. Dia dibunuh melalui kecelakaan mobil pada tahun 1952. Dia memprihatinkan dan mengkhawatirkan ancaman kegiatan nuklir Israel yang semakin meningkat.

- Pembunuhan ilmuwan atom Mesir Yahya Al-Mashhad pada tahun 1980. Dia lulus dari Departemen Listrik di Fakultas Teknik, University of Alexandria pada tahun 1952, dan terpilih untuk misi PhD ke London pada tahun 1956. Namun agresi tripartit di Mesir pada tahun 1956, membuatnya pindah ke Moskow dan menghabiskan waktu di sana selama 6 tahun. Kembali ke Mesir pada tahun 1963, dia mengkhususkan diri dalam rekayasa reaktor nuklir. Setelah kembali ke Kairo dia dipinjam oleh Universitas Baghdad selama 4 tahun. Namun otoritas Irak mempertahankannya dan bekerja untuk Perusahaan Energi Atom Irak, selain mengajar di Fakultas Teknologi.

Dia memikul tugas membangun program nuklir Irak dan pergi ke Irak setelah 1973, untuk membuat laboratorium khusus atom setelah menerima tawaran dari mantan Presiden "Saddam Hussein". "Israel" dan Amerika mengakui telah membunuh ilmuwan Mesir, Yahya Al-Mashhad. Pengakuai itu disampaikan secara resmi melalui film dokumenter yang disajikan Discovery Channel dengan judul "Raid on the Reactor".

- Pembunuhan lima ilmuwan energi Suriah pada 10 Oktober 2014. Ketika adda berita tentang pertempuran di mata orang-orang Arab (Kubani) dan pemindahan pasukan dari Peshmerga Irak ke sana dan persistensi perdebatan atas peran Turki dan pembentukan pasukan koalisi internasional baru yang membom sejumlah wilayah di Suriah dan Irak, Israel melakukan pembunuhan para ilmuwan Suriah tersebut. Pembunuhan dilakukan dengan menarget bus besar di daerah Barza, Damaskus, yang berada di bawah kendali pemerintah Suriah. Aksi ini menyebabkan kematian lima orang, yang diketahui kemudian bahwa ternyata mereka adalah para ilmuwan nuklir di Suriah.

- Serangkaian pembunuhan terhadap para ilmuwan Irak selama beberapa tahun terakhir, dan kemudian terungkap Mossad Israel berdiri di belakangnya.

- Pembunuhan ilmuwan Lebanon Kamil Shabah, yang dijuluki dengans ebutan "Edison Arab". Dia memiliki lebih dari 170 penelitian di bidang teknik listrik, dibunuh di Amerika Serikat pada tahun 1935.

- Pembunuhan ilmuwan Jamal Hamdan. Salah satu ilmuwan geografi Arab yang paling menonjol. Dia mengungkap fakta bahwa orang-orang Yahudi saat ini bukan keturunan Bani Israel yang keluar dari al-Quds atau Yerusalem sebelum masehi. Namun mereka adalah keturunan kerajaan Khazar yang masuk agama Yahudi pada abad kedelapan masehi. Hal itu diungkap melalui banyak buku dan yang paling terkenal "Jews Anthropology".

- Pembunuhan ilmuwan Tunisia, Muhammad Zawari, yang dibunuh oleh Mossad Israel di Tunisia pada tahun 2016. Dia adalah arsitek yang mengembangkan pesawat tak berawak, selain proyek kapal selam berbaris yang dijalankan dari kejauhan. Setelah pembunuhan tersebut, diketahui perannya dalam mensupervisi pengembangan industri pesawat terbang tanpa awak dalam proyek unit manufaktur di Brigade al-Qassam, yang disebut “ababeel-1”.

Sejak awal tahun ini (2018) terjadi serangkaian pembunuhan yang memicu kecurigaan akan peran Mossad, yang ditengarai berdiri di belakang aksi-aksi tersebut, yaitu:

- Pembunuhan M. Hisham Salim Murad, seorang mahasiswa fisika nuklir Libanon, dibunuh di Perancis pada 28 Februari 2018.

- Pembunuhan Hassan Ali Khairuddin, seorang mahasiswa Libanon di Kanada, dibunuh pada 25 Februari 2018, karena disertasi doktornya tentang dominasi Yahudi terhadap ekonomi dunia, yang sebelumnya dia diancam apabila melanjutkan penelitiannya tentang orang Yahudi.

- Pembunuhan M. Iman Hossam al-Raza, cendekiawan wanita Palestina. Mayatnya ditemukan di kota Ramallah pada 25 Mareet 2018. Bekerja sebagai konsultan kimia, ditangkap oleh seorang perwira intelijen "Israel" sesaat sebelum kematiannya.

- Dr. Fadi Muhammad al-Batsh, seorang insinyur di bidang teknik listrik, dibunuh pada hari Sabtu, 21 April 2018, ketika dalam perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh di Malaysia. (was/pip)

https://melayu.palinfo.com/8701

Belajar Dari Indonesia, Mudahnya Mengalahkan Yahudi Israel di Palestina Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hat...

Belajar Dari Indonesia, Mudahnya Mengalahkan Yahudi Israel di Palestina

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apakah artinya Indonesia dibandingkan dengan Palestina? Indonesia bukan tanah para Nabi dan Rasul. Bukan pula tanah yang diberkahi seperti yang dijanjikan Allah dalam Al-Qur'an. Tak ada peninggalan sejarah yang keutamaannya disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadist. Namun mampu memukul mundur Belanda, Inggris dan Sekutu pemenang perang dunia 2? Padahal senjatanya hanya bambu runcing saja.

Tidak seperti Indonesia. Palestina negri para Nabi dan Rasul.  Diberkahi Allah. Ada bangunan  peninggalan sejarah yang dimuliakan Allah. Banyak sejarah kegemilangan dan penuh heroik yang dihadirkan oleh para pendahulunya. Banyak kisah karamah para waliullah hingga wali qutub di sini. Maka begitu mudah membangun kemenangan di bumi Palestina kembali.

Bukankah terusirnya Uni Soviet dari Afghanistan dipimpin oleh keturunan Palestina? Amerika pun tertunduk malu di Afghanistan oleh murid-murid yang ditempa oleh seorang guru yang berasal dari Palestina. Peta sejarah dapat  membangkitkan jiwa rakyat Palestina itu sendiri. Romawi takluk di Palestina lalu terusir ke Konstantinopel. Tentara Salib takluk di Palestina kembali ke Eropa. Bangsa Mongol yang tak terkalahkan takluknya pun di Palestina. Sehingga kedatangan Yahudi ke Palestina merupakan takdir mereka untuk ditaklukkan kembali.

Afghanistan bukan negri yang dimuliakan dalam Al-Qur'an, tetapi mampu menarik relawan dari berbagai belahan dunia. Para penakluk Uni Soviet dan Amerika di Afghanistan, sebagian besar adalah  imigran dari negara-negara Timur Tengah.  Dengan persenjataan terbatas saja mampu mengalahkan negara adi daya utama, tidak seperti Yahudi Israel yang hanya menjadi corong negara adi daya.

Dalam Al-Qur'an karakter Yahudi sangatlah lemah, walaupun mereka menyebutnya sebagai bangsa pilihan Tuhan. Saat ditantang oleh Al-Qur'an untuk mati, mereka ketakutan. Saat diperintahkan sebuah aturan oleh Nabinya mereka membangkang. Mereka banyak bertanya dengan sangat detail seolah  yang paling pintar. Dalam pertempuran karakter ini takkan bisa diandalkan. Justru menghambat pergerakan pasukan.

Dalam meraih kemerdekaan, Indonesia tak ada satu pun negara yang menopangnya. Peperangan rakyat semesta menjadi andalannya. Pertempuran gerilya menjadi penghancur kecanggihan teknologi. Daya tahan bertempur menjadi penghancur pasukan Belanda yang sangat mengandalkan logistik dalam bertahan.

Rakyat Palestina sangat memiliki modal ini juga. Terusir dari negaranya. Terbiasa diblokade. Terbiasa diperlakukan secara kejam justru membangun mental yang kuat. Tidak seperti Yahudi Israel yang sudah terbiasa ditopang total oleh berbagai negara adi daya agar mereka mampu bertempat tinggal di Palestina. Dalam sejarah Yahudi di era Nabi Musa, mereka tak bisa bertahan hidup dalam kesulitan. Selalu meminta fasilitas kemudahan dari Tuhan melalui Nabi Musa.
 

Yahudi Israel Memimpin Dunia? Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pernahkah Yahudi menjadi negara adi day...

Yahudi Israel Memimpin Dunia?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pernahkah Yahudi menjadi negara adi daya? Pernahkah ada pertempuran dahsyat dalam catatan sejarah dunia?

Perhatikan konflik politik internal Yahudi Israel saat ini. Berapa sering "kudeta" politik di ranah kekuasaannya?

Lihat perguliran kepemimpinan politik Yahudi Israel saat ini, adakah darah baru yang dapat menyegarkan platform kebangsaannya?

Bila Yahudi Israel memiliki persoalan serius, bisakah memecahkan secara mandiri? Selalu meminta tolong negara adi daya. Bisakah karakter ini menjadi pemimpin dunia?

Adakah perjanjian internasional yang ditaati Yahudi Israel? Adakah perjanjian antar negara yang bukan sekutunya adi daya yang dihormati?

Bani Israil, saat berkumpul? Ditindas bangsa lain atau pembangkangan dan perseteruan internal. Akankah berulang pada Yahudi Israel?

Bisakah dalam pergelutan internal yang keras, tak menghormati kesepakatan dan bangsa lain, Yahudi Israel  menjadi adi daya dunia?

Lihatlah, satu per satu peradaban masa silam muncul kembali saat ini. Siapakah yang akan menuntaskannya? Baca kembali sejarah dunia.

Sejarah Hiruk Pikuk Yahudi Israel Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Sejarah Bani Israel penuh hiruk pik...

Sejarah Hiruk Pikuk Yahudi Israel

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)


Sejarah Bani Israel penuh hiruk pikuk. Wajar saja bila Yahudi-Israel saat ini tak pernah tentram.

Keterpaduan Bani Israel hanya terlihat di era Nabi Daud. Yaitu saat pertempuran melawan Jalut saja. Sisanya dipenuhi konflik.

Di era Nabi Yaqub dan Yusuf, terjadi konflik internal keluarga. Rekayasa pembunuhan terhadap Nabi Yusuf.

Di era Nabi Musa, Bani Israel ditindas Fir'aun. Mereka juga membuat pembangkangan terhadap Nabi Musa dan Harun.

Hingga Nabi Samuel, Bani Israel tersesat di Sinai selama 40 tahun. Di era Nabi Yusya mereka bisa memasuki Palestina ketika para pembangkangnya telah wafat.

Masa ketenteraman Bani Israil hanya di era Nabi Daud dan Sulaiman saja

Di era Nabi  Uzair dan Isa, Bani Israel mememuliakannya hingga dijadikan anak tuhan. Namun mereka tetap berusaha membunuhnya.

Hukuman Allah kepada Bani Israel adalah terpencarnya Bani Israel tak kunjung rimbanya sebagai imigran hingga tak memiliki tanah air.

Yahudi Israel berusaha kumpul kembali dengan menjajah Palestina. Bagaimana kelanjutannya? Lihat kembali sejarahnya.


Yahudi Israel Terbelakang Kemanusiaannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Prilaku Yahudi dalam Al-Qur&...

Yahudi Israel Terbelakang Kemanusiaannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Prilaku Yahudi dalam Al-Qur'an terus menerus  menentang dan membunuh para Nabi. Mereka pun membuat banyak kisah untuk menghancurkan karakter para Nabi. Terhadap Tuhan dan malaikat pun mereka bermusuhan. Namun untuk menjajah Palestina mereka menggunakan dalih tanah yang dijanjikan Tuhan.

Dari semua bangsa di muka bumi, yang paling menderita adalah Yahudi. Yang paling terkucil dari percaturan dunia adalah Yahudi. Saat semua bangsa berbaur, bercampur, dan berasimilasi membentuk bangsa baru, Yahudi tetap terus menutup dirinya. Yahudi adalah bangsa yang bisa hidup hanya dengan kelompoknya sendiri. Klaim bahwa mereka pilihan Tuhan dan bangsa tercerdas, menjadi penghalang berbaurnya dengan bangsa lain.

Siapakah bangsa yang tidak memiliki negri? Yang tak memiliki tanah tempat berpijak? Bani Israel meminta tanah untuk tempat tinggal kepada Turki Utsmani. Namun ditolak. Akhirnya penjajah Inggris memberikan tanah di Palestina dengan mengusir penduduk aslinya.

Yahudi adalah bangsa yang paling terbelakang. Bangsa lain sudah meninggalkan penjajahan atas tanah dan manusia, namun mereka tetap melestarikan penjajahan, penghancuran, pendudukan terhadap tanah dan bumi Palestina. Pada saat bangsa lain mengangkat tinggi hak asasi manusia, namun Yahudi menginjak-injaknya.

Perang dengan senjata untuk penguasaan tanah sudah ditinggalkan, namun Yahudi terus melestarikannya. Saat tembok pembatas dihancurkan. Saat sekat antar bangsa dan negara dihancurkan. Yahudi terus mengepung tanah jajahannya dengan tembok setinggi 8 meter. Saat tembok pemisah Jerman Barat dan Timur dihancurkan. Yahudi-Israel justru terus membangun dan memperkokohnya.

Saat keamanan yang paling aman adalah dengan membuat perjanjian kerjasama, nota kesepahaman, dam membangun aliansi antar negara. Yahudi-Israel justru sibuk dengan membangun tembok benteng dan sistem persenjataan kubah besi dengan biaya sangat mahal. Padahal keamanan hanya butuh menghormati perjanjian pada secarik kertas saja.

Bisa jadi perekonomian dunia digenggam Yahudi. Sistem persenjataan dan sosial pun digenggam Yahudi. Namun dana keuangan yang dikeluarkan untuk mengamankan prilaku mereka pun membutuhkan dana yang paling boros di dunia ini.


https://international.sindonews.com/newsread/445658/43/miko-peled-putra-jenderal-pendiri-israel-yang-dianggap-pro-palestina-1622740008/15

Blokade Yahudi Israel dari Sudut Kitab Ihya Ulumudin Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Bagaimana rakyat...

Blokade Yahudi Israel dari Sudut Kitab Ihya Ulumudin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Bagaimana rakyat Palestina bisa melepaskan diri dari blokade Yahudi Israel? Rakyat Palestina dijepit oleh pemukiman Yahudi Israel. Rakyat Palestina dimiskinkan dan dibuat kelaparan. Tiba-tiba ribuan roket-roket dari jalur Gaza mengepung Yahudi Israel. Analis militer banyak yang mengatakan bahwa Yahudi Israel menelan kekalahan. Dalam posisi terjepit mengapa bisa melawan sengit dengan teknik tempur dan peralatan canggih?

Musuh yang hebat adalah guru terbaik. Pepatah ini yang sering didengar. Dengan beragam kejadian  terlihat beragam kemajuan dari rakyat Palestina. Kelak Yahudi Israel akan dikalahkan oleh strateginya sendiri, dan akan "terbunuh" oleh intelegensi dan logika akalnya sendiri. Mengapa bisa terjadi?

Blokade totalitas menyingkirkan hijab antara rakyat Palestina dengan Allah. Ini yang membawanya pada lompatan intelegensi dan kekuatan rakyat Palestina. Logika blokade Yahudi Israel untuk melemahkan dan menghancurkan, tetapi dari sudut tazkiyatun nafs, justru memunculkan lahirnya para walilullah dan karamahnya. Ini energi maha dahsyat bagi rakyat Palestina dari penempaan Blokade Yahudi Israel. 

Blokade yang super ketat menciptakan kelaparan dan kesiapan kematian. Dalam Kitab Ihya Ulumudin al-Ghazali justru akan menciptakan kekuatan jiwa yang luar biasa. Dikepung oleh kematian justru akan menciptakan keragaman kecerdasan yang tak pernah diperkirakan.

Dalam Ihya Ulumudin al-Ghazali mengaitkan kelaparan dengan kuantum intelektual dan keilmuan. Al Hasan meriwayatkan dari Rasulullah saw, "Pakailah kain bulu, singsingkanlah lengan baju, makanlah setengah perut, niscaya engkau memasuki kerajaan langit."

Nabi Isa berkata, "Wahai golongan Hawari, laparkanlah perut  kalian, bersihkan tubuh kalian.  Mudah-mudahan kalbu kalian dapat melihat Allah." Lukman berkata, Hai anakku, apabila perut penuh, niscaya pikiran tidur, dan hikmah bisu." Sahal al Tastari berkata, "Hikmah dan ilmu diletakan dalam lapar." Sahal al Tastari berkata, "Wali Abdal itu tidak menjadi wali abdal kecuali dengan mengosongkan perut, tidak tidur malam, diam dan menyendiri."

Abdul Wahid ibnu Zaid bersumpah, "Demi Allah bahwa Allah tidak memilih seseorang kecuali dengan lapar. Mereka tidak berjalan di atas air kecuali dengan lapar. Bumi tidak dilipat bagi mereka kecuali dengan lapar. Allah tidak memberikan kekuasaan kepada mereka kecuali dengan lapar." Abu Thalib al Makki berkata, "Bila perut kosong, niscaya ia lebih segar  untuk membaca."

Bagi mukminin, beragam proyek penghancuran tidak akan pernah menghancurkannya. Saat semua pintu dunia tertutup, masih terbuka pintu-pintu langit. Tempaan yang sangat berat hanya untuk menguji siapakah yang dijadikan tuhan di kehidupan ini? 

Sejarah Penghancuran Blokade Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi Israel menghancurkan rakyat Pales...

Sejarah Penghancuran Blokade

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi Israel menghancurkan rakyat Palestina dengan strategi totalitas blokade. Mengunci aliran masuk sumber daya dari segala penjuru. Rakyat Palestina digiring ke tengah pendudukan Yahudi Israel sehingga terputus dengan dunia luar. Setiap wilayah diblokade dengan tembok yang membuat mobilitas rakyat Palestina terawasi super ketat. Dapatkan keluar dari blokade ini? Sejarah bisa jadi inspirasi.

Abrahah dari Habasyah sangat dengki dengan Kabah. Banyak peziarah ke Kabah. Namun sangat jarang yang berziarah ke tempat peribadatan yang dibangunnya walaupun terbuat dari emas. Diblokadenya Kabah dengan pasukan dan peralatan militer paling modern saat itu. Bagaimana akhirnya? Blokadenya dibombardir oleh pasukan burung yang tak diketahui asal-muasalnya.

Rasulullah saw dan Bani Hasyim diblokade total oleh Musyrikin Quraisy. Tak boleh bertransaksi,  bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan dunia luar. Seluruh kabilah Hijaz dan pembesarnya mendukung total blokade ini. Rasulullah saw dijepit dalam pegunungan. Bagaimana akhirnya? Rayap-rayap menghancurkan lembaran kesepakatan blokade antar kabilah di pintu Kabah. Hancurlah blokade tersebut.

Berhijrah ke Madinah. Seluruh musyrikin Quraisy mencarinya. Rasulullah saw terkepung di gua Tsur. Bagaimana proses penyelamatannya? Burung dan laba-laba membuat sarang di pintu gua. Logikanya, bila ada orang di gua maka sarang tersebut akan rusak. Logika yang benar justru jadi penghalang penangkapan Rasulullah saw.

Madinah yang sedang paceklik  diblokade dari semua penjuru. Seluruh kabilah Arab mengerahkan pasukannya. Dari dalam Yahudi dan Munafikin menusuk dari belakang. Bagaimana penghancuran blokadenya? Dibuatkan parit. Angin, hujan dan badai menerjang pasukan gabungan tersebut.

Shalahuddin Al Ayubi dikepung oleh Tentara Salib di Akka Palestina. Dalam kekurangan makanan, minuman dan peralatan tempur, pasukan Shalahuddin Al Ayubi mencoba bertahan. Beberapa kapal dari Mesir terus mencoba menerobos masuk untuk memberikan akomodasi kepada Shalahuddin Al Ayubi. Ada yang berhasil ada yang gagal. Bagaimana penghancuran blokadenya? Tentara Salib kelelahan dan bosan. Sudah 6 bulan diblokade, Shalahuddin Al Ayubi terus bisa melawan.

Mesir di era Najamudin Ayub di kepung oleh Tentara Salib yang dipimpin oleh Kaisar Louis IX. Mesir di era Saifuddin Qhutuz dikepung oleh Tentara Mongol. Dibiarkan mereka masukan ke Mesir. Dibuatkan jebakan. Mereka merasa menang padahal masuk perangkap.

Semua akan terulang. Dunia akan menyaksikan kembali sesuatu yang tak terjangkau akal dalam proses  kemenangan rakyat Palestina terhadap blokade total penjajah Yahudi Israel.  Seluruh yang dialami Muslimin untuk mendidik dan meneguhkan Tauhidullah, bahwa blokade sumber daya terhadap muslimin agar hati dan tangannya tertuju ke langit saja.

Rayap Perobek Kekuatan Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Rakyat Palestina terus diblokade di neg...

Rayap Perobek Kekuatan Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Rakyat Palestina terus diblokade di negrinya sendiri. Tidak ada akses ke luar kecuali harus melalui pintu pengaman dengan penjagaan dan pemeriksaan yang ketat dari aparat keamanan Yahudi Israel. Seluruh wilayah yang terkoneksi dengan negara tetangga sudah dijadikan pemukiman Yahudi, kecuali Gaza. Rakyat Palestina terjepit di tengah-tengah dalam kepungan total pemukiman Yahudi.

Tidak ada akses keluar, itu pun dirasakan oleh Rasulullah saw saat diblokade selama 3 tahun oleh kafir Quraisy. Hidup dalam kelaparan, kesulitan air, tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar baik secara ekonomi maupun komunikasi. Dikisahkan, para Sahabat memakan daun-daun dan kulit binatang yang kering.

Dalam blokade ini masih terlihat bantuan dari sejumlah tokoh Quraisy dengan alasan kemanusiaan dan hubungan darah. Ada juga transaksi gelap beberapa pihak yang menginginkan keuntungan yang banyak bila dijual ke wilayah yang diblokade. Jadi seketat apa pun Yahudi Israel memblokade tetap tak bisa menghalangi berbagai bantuan dari dunia internasional.

Blokade di era Rasulullah saw berakhir dengan dimakan rayapnya lembaran kertas perjanjian tersebut. Lembaran kertas perjanjian di pintu Kabah dimakan, binatang kecil, yaitu rayap tanpa diketahui oleh siapapun. Seekor rayap telah menghancurkan blokade yang berjalan 3 tahun lamanya. Betapa mudahnya. Betapa tak terduganya, Allah menolong hamba-Nya.

Siapakah "rayap" yang akan menolong rakyat Palestina saat ini?  Berbentuk apakah? Bukan pihak paling kuat yang menolong blokade rakyat Palestina. Bukan penguasa dan negara adi daya. Bukan lembaga internasional. Tetapi pihak-pihak terlemah yang tak pernah diperhitungkan oleh Yahudi Israel.

Facebook sudah meminta maaf atas "kesalahan" Algoritmanya. Hampir seluruh kota di dunia berdemonstrasi menentang penjajahan Yahudi Israel. Cap bahwa Yahudi Israel adalah penjajah sudah bersuara keras. Yahudi Israel membangun negara apartheid mulai terdengar. Rakyat Amerika mulai bersuara menolak bantuan militer ke Yahudi Israel.

Pembela rakyat Palestina  sudah melintasi ideologi, suku bangsa dan profesi. Dunia olahraga telah menjadi ajang dukungan rakyat Palestina. Para artis mulai mendukung dengan logika sederhana, "Bagaimana bila rumah kita sendiri yang diambil Yahudi Israel?" Slogan anti semit sudah tak  laku dijual. Kekuatan Yahudi hanya tinggal pada "senjatanya" saja. 

Negoisator Perang Dari Pihak  Yahudi  Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Yahudi Bani Qainuqa dikepung ol...

Negoisator Perang Dari Pihak  Yahudi 

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Yahudi Bani Qainuqa dikepung oleh Rasulullah saw sekitar 15-28 hari saja. Mereka pun menyerah. Rasulullah saw akan menerapkan hukum peperangan sesuai Taurat pada mereka sesuai keyakinan mereka. Lalu tibalah Abdullah bin Ubay memintanya agar memaafkan mereka.

Alasan Abdullah bin Ubay karena dahulu suku Khadraj bersekutu dengan Yahudi Bani Qainuqa. Bani Qainuqa dalam sebuah peperangan pernah membantunya dengan 400 orang tanpa baju besi dan 300 orang dengan baju besi. Akhirnya disepakati, Yahudi Qainuqa diperbolehkan meninggal Madinah, namun harta bendanya ditinggalkan. 

Pada saat perang Bani Nadhir, Rasulullah saw membuat kebijakan yang sama dengan Bani Qainuqa. Yaitu, memerintahkan mereka untuk meninggalkan Madinah. Diperbolehkan membawa harta sebanyak yang bisa dibawa oleh seekor unta. Sedangkan senjata tidak boleh dibawa. Mereka keluar dari Madinah dengan 600 unta.

Di perang Bani Quraizah, Yahudi kalah hanya dengan pengepungan. Akhirnya mereka mengajukan perdamaian. Suku Auz sangat iba kepada Bani Quraizah, karena mereka adalah sekutunya di masa silam. Bani Quraizah mencoba mengontak beberapa Sahabat Rasulullah saw yang dahulu pernah menjadi sekutu mereka.

Dari pihak muslimin akhir memutuskan bahwa yang mengambil keputusan adalah Sa'ad  bin Muadz dari suku Auz yang dulu menjadi sekutu Bani Quraizah. Akhirnya diputuskan bahwa hukuman yang diterapkan bagi Bani Quraizah sesuai hukum yang ada di kitab Taurat. Mengapa? Karena mereka telah menusuk dari belakang pada perang Khandaq.

Yahudi Khaibar memang belum pernah bersekutu dengan suku-suku di Madinah. Jadi perundingan dilakukan oleh mereka sendiri. Saat kalah, mereka meminta perdamaian. Rasulullah saw pun menerima perundingan tersebut. Isi peruntungannya, mereka siap meninggalkan Khaibar dengan segenap keluarga, menyerahkan semua kekayaan, tanah, emas, perak, kuda, keledai, baju perang, kecuali baju yang mereka pakai.

Rasulullah saw pun menerimanya. Namun pemerkarsa perundingan dan juru rundingnya justru menyembunyikan hartanya. Hal ini diketahui oleh Rasulullah saw. Maka keduanya dipenggal. Dalam semua peperangan, Rasulullah saw tidak pernah membantai pihak yang kalah, kecuali yang berkhianat dan menunjukkan kebencian. Juru runding Yahud,  umumnya mereka yang pernah menjadi sekutunya.

Melemahkan Yahudi, Serangan Tak Terduga Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Di perang Khaibar, Rasulullah...

Melemahkan Yahudi, Serangan Tak Terduga

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Di perang Khaibar, Rasulullah saw menyerang Yahudi dari arah Syam bukan Madinah. Dari Madinah tidak langsung ke arah Khaibar. Tetapi melakukan gerakan memutar, dengan mengitari gunung sehingga berada di belakang kota Khaibar bukan di depan Khaibar.

Gerakan memutar Rasulullah ini memiliki beberapa tujuan. Pertama memotong bala bantuan dari Ghatafan. Kedua, Yahudi Khaibar tidak bisa melarikan diri ke Syam. Ketiga, gerakan pasukan tak terdeteksi sehingga membuat lawan lengah.

Saat pasukan mendekati Khaibar, Rasulullah saw memanjatkan doa, "Ya Allah, Rabb tujuh langit dan segala yang dinaunginya. Rabb tujuh bumi dan apa yang dikandungnya. Aku meminta kepada-Mu kebaikan kampung ini, penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan kampung ini, penduduknya, dan yang ada di dalamnya. Majulah kalian dengan nama Allah."

Saat tiba di Khaibar, Rasulullah saw tidak langsung menyerang. Bermalam terlebih dulu. Menunggu waktu subuh. Setelah Subuh, barulah Rasulullah bergerak. Penyerangan pasukan Rasulullah saw umumnya di waktu pagi. Karena pagi adalah waktu yang berkah bagi umat Nabi Muhammad saw.

Saat Rasulullah saw tiba di sebuah benteng Khaibar. Suasana Khaibar masih biasa saja. Penduduk Khaibar terlihat masih keluar dari rumah mereka sambil membawa sekop dan keranjang seperti biasa menuju kebun. Saat melihat pasukan Rasulullah saw datang, mereka berteriak, "Itu Muhammad. Demi Allah, Muhammad dan pasukannya." Kemudian mereka kembali ke kota dengan berlarian. Kehadiran pasukan Rasulullah saw tidak terdeteksi oleh intelejen Yahudi Khaibar.

Rasulullah saw bersabda, "Allahu Akbar, runtuhlah Khaibar! Allahu Akbar, runtuhlah Khaibar! Jika kami memasuki halaman suatu kaum, niscaya amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu."

Serangan Rasulullah saw terhadap Yahudi Bani Quraizah pun dilakukan super cepat dan tak terduga. Baru selesai perang Khandaq, Rasulullah saw memerintahkan segera kumpul di Bani Quraizah dan shalat Ashar di sana.

Sekarang, peralatan rakyat Palestina banyak yang tak terduga oleh Yahudi Israel. Itulah penyebab ketakutan Yahudi Israel. Baik dari Gaza maupun pengungsian Libanon.

Melemahkan Yahudi, Potong Bantuannya Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Apa yang membuat Yahudi berani b...


Melemahkan Yahudi, Potong Bantuannya

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Apa yang membuat Yahudi berani berperang? Data statistik peperangan menunjukkan hanya satu peperangan yang dilakukan Yahudi dengan tidak mengharapkan bantuan dari siapapun. Sedangkan perang Bani Nadir, Bani Quraizah dan Khaibar, keberaniannya karena janji mendapatkan bantuan dari pihak lain.

Yahudi Bani Nadhir berani berperang karena mendapatkan janji dari Abdullah bin Salul bahwa dia akan mendapatkan tambahan pasukan dari Munafikin Madinah dan Yahudi Quraizhah. Namun hingga saat dikepung oleh Rasulullah saw, tak satu pun bantuan yang tiba. Akhirnya Yahudi Bani Nadhir menyerah setelah dikepung beberapa hari.

Yahudi Bani Quraizah berani menghianati perjanjian dengan Rasulullah saw karena diprovokasi oleh Yahudi Bani Nadhir yang saat itu sedang mengungsi di Khaibar bahwa pasukan Quraisy, Ghatafan dan kabilah lainnya akan mengepung total habis-habisan hingga Madinah takluk. Ternyata pasukan Quraisy, Ghatafan dan Arab Badui tak bisa mengepung total Madinah.

Di perang Khaibar, saat Rasulullah saw menyiapkan 1.400 hingga 1.600 pasukan pilihan yang terbiasa berjihad di Madinah. Pemimpin Munafikin, Abdullah bin Salul mengirimkan surat ke Yahudi Khaibar. Isinya, "Muhammad hendak mendatangi kalian. Karena itu, bersiap-siaplah dan kalian tak perlu takut terhadapnya, karena jumlah dan kekuatan kalian lebih banyak. Kaum Muhammad hanya sedikit dan hanya membawa persenjataan yang minim."

Ketika mengetahui kabar ini, Yahudi Khaibar mengutus Kinanah bin Abu Huqaiq dan Haudzah bin Qais ke Ghatafan untuk meminta bantuan. Sebab, Ghatafan merupakan sekutu Yahudi dan sepakat untuk memusuhi muslimin. Namun Ghatafan meminta syarat agar separuh hasil kurma Khaibar diserahkan kepada mereka jika dapat mengalahkan kaum muslimin. 

Rasulullah saw sangat cerdik menghancurkan persekutuan Ghatafan dan Yahudi Khaibar. Untuk itu gerakan pasukan Rasulullah saw tidak langsung menuju Khaibar tetapi memutar sehingga posisi pasukan Rasulullah saw berada di posisi utara bukan selatan. Pasukan Rasulullah setelah perjalanan berada di posisi dari Syam bukan Madinah.

Pasukan muslimin berada di jalur antara Ghatafan dan Khaibar. Sehingga Ghatafan menyangka bahwa yang akan diserang bukanlah Khaibar tetapi Ghatafan. Maka Ghatafan memutuskan untuk menjaga kabilahnya saja tidak jadi membantu Yahudi Khaibar. Strategi ini mulai melemahkan mental Yahudi Khaibar karena mereka berperang sendirian.

Sekarang, bisakah Yahudi-Israel berperang tanpa bantuan dari Amerika dan negara-negara Eropa?


Cara Yahudi, Tipu Daya Membunuh Pemimpin Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Dalam hadis riwayat Imam Ahm...

Cara Yahudi, Tipu Daya Membunuh Pemimpin

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan, Zaid bin Arqam pernah me ngisahkan jika seorang lelaki Yahudi menyihir Nabi SAW. Nabi pun mengeluh sakit beberapa hari. Kemudian, Jibril mendatangi Nabi dan berkata, "Seorang Yahudi telah menyihirmu. Dia membuat buhul di sumur ini. Utuslah seseorang untuk mendatangi sumur itu dan mengambilnya."

Rasulullah pun mengutus seorang untuk mengeluarkan buhul itu. Orang itu lantas mendatangi Rasulullah SAW. Lalu, Nabi SAW mengurainya. Rasulullah berdiri seakan-akan bangkit dari ikatan. Beliau tidak menyebutkannya kepada orang Yahudi itu, tidak pula melihatnya sampai Nabi SAW meninggal dunia.

Yahudi Bani Nadir berpura-pura baik dihadapan Rasulullah saw. Saat Rasulullah saw bertamu ke salah satu rumah Yahudi Bani Nadir untuk membahas komitmen dukungan akan perjanjian. Mereka berkata, "Kami akan membantu, wahai Abdul Qasim. Sekarang duduklah di situ, biar kami menyiapkan kebutuhanmu."

Saat Rasulullah saw sedang duduk. Di balik tembok, Yahudi Bani Nadir merancang rencana membunuh Rasulullah saw. Mereka berkata, "Siapakah di antara kalian yang berani mengambil batu penggilingan, lalu naik ke atas rumah dan menjatuhkannya ke kepala Muhammad hingga remuk?"  Amr bin Jahsy mengajukan dirinya sebagai eksekutor pembunuhan. Apa yang terjadi?

Jibril turun dari sisi Allah kepada Rasulullah saw memberitahukan rencana mereka. Seketika Itu pula beliau bangkit dari duduknya dan pulang ke Madinah, tanpa memberitahukan kepada siapapun.

Setelah Khaibar ditundukkan, seorang wanita Yahudi yang bernama Zainab binti Al-Harits merancang upaya pembunuhan terhadap Rasulullah saw. Dia menanyakan bagian daging yang disukai Rasulullah saw. Maka dia membubuhkan racun lebih banyak ke bagian ini, lalu mengirimkannya untuk Rasulullah saw.

Rasulullah saw menggigit untuk satu kunyahan, kemudian memuntahkannya lagi dan tidak menelannya. Beliau bersabda, "Tulang itu mengabarkan kepadaku bahwa di dalam daging dibubuhi racun." Kemudian Rasulullah saw memanggil Zainab binti Al-Harits. Dia mengakui perbuatannya.

Rasulullah saw bertanya, "Apa yang mendorongmu berbuat ini?" Zainab binti Al-Harits berkata, "Kalau memang Muhammad seorang raja, aku ingin menghabisinya. Jika dia seorang Nabi, tentu akan ada yang memberitahukannya." Dalam insiden pengracunan ini sahabat yang bernama Bisyri bin Barra wafat karena teracuni setelah makan daging tersebut.

Bukan di medan pertempuran pun, saat ini Yahudi-Israel terus membunuh para ilmuwan dan pemimpin yang membahayakan keberlangsungan penjajahan Yahudi Israel di Palestina.

Panglima  Penakluk Yahudi Oleh: Nasrulloh Baksolahar (Channel Youtube Dengerin Hati) Pertempuran terbesar dengan Yahudi terdiri ...

Panglima  Penakluk Yahudi

Oleh: Nasrulloh Baksolahar
(Channel Youtube Dengerin Hati)

Pertempuran terbesar dengan Yahudi terdiri dari pertempuran dengan Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizah dan Khaibar. Hamzah bin Abdul Muthalib menjadi panglima perang saat pertempuran dengan Bani Qainuqa. Sedangkan Ali bin Abi Thalib langsung ditunjukkan sebagai panglima perang saat pertempuran dengan Bani Nadhir dan Quraizah.

Ada beberapa kali pergantian panglima perang saat pertempuran di Khaibar. Awalnya Abu Bakar, lalu Umar bin Khatab, namun tetap gagal. Akhirnya Rasulullah saw akan mengumumkan panglima perang baru bada subuh dengan kriteria, Allah dan Rasul mencintainya. Dia pun mencintai Allah dan Rasul.

Semalaman semua orang berdebar menanti siapa yang akan ditunjuk sebagai panglima perang yang baru.  Saat pagi tiba, Rasulullah saw belum juga menunjuk panglima baru. Ternyata calon panglima baru belum juga muncul. Akhirnya Rasulullah saw menanyakan keberadaan bin Abi Thalib yang sedang sakit mata.

Para Sahabat pun menjemput Ali bin Abi Thalib agar menemui Rasulullah saw. Rasulullah saw pun mengobati penyakit Ali bin Abi Thalib dengan ludahnya. Seketika Ali bin Abi Thalib sembuh. Ali bin Abi Thalib meminta petunjuk misi yang harus dijalannya kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw pun memaparkannya.

Ali bin Abi Thalib maju ke depan benteng seorang diri. Dia menancapkan bendera. Lalu menantang jagoan Yahudi untuk perang tandingan. Yahudi pun terkecoh. Mereka keluar dari benteng. Ali mampu mengalahkan jagoan Yahudi. Saat pintu gerbang terbuka lebar, kaum muslimin menerobos masuk ke dalam.

Ada pula yang mengkisahkan bahwa Ali bin Abi Thalib yang membobol pintu benteng Khaibar seorang diri. Dia mampu membongkar pintu benteng yang sebenarnya hanya bisa diangkat oleh 40 orang. Namun Ali mampu mengangkatnya seorang diri.

Ali bin Abi Thalib mendominasi sebagai paling perang melawan Yahudi. Dari 4 pertempuran, Ali bin Abi Thalib memimpin 3 pertempuran. Sedangkan satu pertempuran dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Muthalib, pamannya Rasulullah saw. Saat perang Bani Quraizah, yang mampu mengamankan tempat perlindungan wanita muslimah adalah bibinya Rasulullah saw, Shafiyah binti Abdul Muthalib.

Apa arti semua ini? Apakah yang mampu menaklukkan Yahudi mereka yang berkarakter Ali bin Abi Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Shafiyah binti Abdul Muthalib? Ataukah hanya keturunan yang dekat dengan Rasulullah saw yang mampu menaklukkan Yahudi?

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Qur'an (203) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (50) Cerita kegagalan (1) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (6) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) Kecerdasan (222) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) Kisah Para Nabi dan Rasul (222) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (1) Nabi Ibrahim (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Musa (1) Nabi Nuh (3) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (1) Namrudz (2) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) Nusantara (210) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (173) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rehat (429) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (144) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah Penguasa (194) Sirah Sahabat (114) Sirah Tabiin (42) Sirah Ulama (91) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)